P. 1
Tegangan Permukaan

Tegangan Permukaan

|Views: 166|Likes:
Published by Rita Ucchata

More info:

Published by: Rita Ucchata on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2015

pdf

text

original

Laporan Kimia Fisika Penentuan Tegangan Permukaan

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan akan tetapi fenomenafenomena tersbut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan permukaan. Sering terlihat peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air, gelembung-gelembung sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan zat cair yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapile. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas antara zat cair dengan bahan lain. Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis). Suatu molekul dalam fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh molekul lainnya yang secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah. Gejala ini yang disebut dengan tegangan permukaan. Oleh karena itu dilakukan percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode berat tetes agar dapat mengetahui nilai tegangan permukaan dari suatu larutan dan dapat menganalisa fenomen-fenomena yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari dengan mempelajari tentang tegangan permukaan.

1.2 -

Tujuan

Mempelajari tentang tegangan permukaan zat cair Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan Mengetahui konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Lengkungan itu memperluas permukaan zat cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaan-nya sekecil mungkin. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tampak silet itu berada. tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha yang membentuk luas permukaan baru. sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat dari permukaan fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung cincin (Dianometer) sehingga tegangan permukaan fluida memiliki nilai sebesar : Dimana : = tegangan permukaan (N/m) F = Gaya (Newton) L = Panjang permukaan selaput fluida (m) Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase cair yang tidak bercampur.Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang. Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan dalam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul pembentuknya). Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada dalam keadaan diam (statis). Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setia garis di permukaan fluida. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pad tegangan permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara (Hamid.2010) . sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastic. Seperti silet. Selain itu.

sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. 1994) . Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya karena molekul cairan tarik-menarik satu dengan yang lainnya. Sebaliknya molekul cairan yang terletak di permukaan di tarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Ada beberapa metode dalam melakukan tegangan permukaan : Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/ cairan yang naik melalui suatu kapiler. Salah satu model peralatan yang sering digunakan untuk mengukur tegangan permukaan zat cair adalah pipa kapiler. maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya dengan menyusut sekuat mungkin. Akibatnya. Dibagian dalam cairan. setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Pada zat cair yang adesiv berlaku bahwa besar gaya kohesinya lebih kecil dari pada gaya adesinya dan pada zat yang non-adesiv berlaku sebaliknya. Metode tersiometer Du-Nouy Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan utnuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah. yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan dinding. Salah satu besaran yang berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah sudut kontak.Faktor yang mempengaruhi Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang. Molekul biasanya saling tarik-menarik. maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam caian. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang diperlukan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis. Sudut kontak ini timbul akibat gaya tarik-menarik antara zat yang sama (gaya kohesi) dan gaya tarik-menarik antara molekul zat yang berbeda (adesi). (Atfins. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan permukaan tidak bias untuk mengukur tegangan antar muka.

Faktor-faktor yang menpengaruhi : Suhu Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu. Surfaktan dapat digunakan menjadi dua golongan besar yaitu. Sturktur surfaktan secara 3 dimensi Molekul surfaktan yang bersifat amfifil yaitu suatu molekul yang mempunyai dua ujung yang terpisah. . Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan monomolecular. apabila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih besar lipofil. Sebaliknya. yaitu ujung polar (hidrofilik) dan ujung non polar (hidrifobik). Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan monomolecular yang disebut dngan molekul surfaktan. zat tersebut biasa disebut dengan surfaktan. maka surfaktan akan lebih berada pada fase air dan sedikit berada pada antar muka. bila suatu surfaktan memiliki gugus hidrofil lebih kecil dari lipofil maka surfaktan akan lebih berada pada fase minyak dan sedikit berada pada antar muka. surfaktan yang larut dalam minyak dan surfaktan yang larut dalam pelarut air. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. karena cnderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan Surfaktan (surface active agents). Surfaktan akan selalu berada pada antar muka suatu cairan (berbeda jenis). Tapi. karena meningkatnya energy kinetik molekul Zat terlarut (solute) Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Sifat surfaktan yang amfifil menyebabkan surfaktan diadsorpsi pada antar muka baik itu cair/gas (yang tidak saling bercampur). zat yang dapat mengaktifkan permukaan. bila jumlah gugus hidrofil dan lipofilnya seimbang. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan. maka akan menurunkan tegangan permukaan.Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya suhu dan zat terlarut.

oencegah korosi. yaitu pada konsentrasi kritik misel (KMK). surfaktan yang bermuatan positif. Bagian hidrokarbon dari molekul sabun bersifat hidrofobik dan larut dalam zat-zat non polar. Surfaktan yang larut dalam pelarut air : Golongan ini banyak digunakan antara lain sebagai zart pembasah. sebuah molekul sabun secara keseluruhan tidaklah benar-benar larut dalam air. zat anti busa. tetapi dengan mudah akan tersuspensi di dalam air. Surfaktan menurunkan tegangan permukaan air dengan mematahkan ikatan-ikatan hydrogen pada permukaan. suatu molekul sabun mengandung suatu rantai hidrokarbon panjang plus ujung ion. zat flotasi. Sabun dapat membentuk misel (miceves). atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan antar muka. surfaktan nonion yang tak terionisasi dalam larutan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antar muka cairan dan gas. tegangan yang mirip juga ada pada tegangan antar muka cairan-cairan. dan surfaktan amfoter yang bermuatan negative dan positif bergantung pada pH-nya. Hal ini dilakukan dengan menaruh kepala-kepala hidrofiliknya terentang menjauhi permukaan air. zat pengemulsi. dan senyawa silicon. Namun. sedangkan ujung ion bersifat hidrofilik dan larut dalam air. (Douglas.2001) BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN . Perubahan yang mendadak ini disebabkan oleh pembentukan agregat atau penggumpalan dari beberapa molekul surfaktan menjadi satu. zat pembusa.Surfaktan yang larut dalam minyak : Ada tiga yang termasuk dalam golongan ini. detergen. Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas permukaan cairan. yaitu senyawa polar berantai panjang. Karena adanya rantai hidrokarbon. Larutan surfaktan dalam air menunjukkan perubahan sifat fisik yang mendadak pada daerah konsentrasi yang tertentu. senyawa fluorocarbon. Ada empat yang temasuk dalam golongan ini yaitu surfaktan anion yang bermuatan negative. dan lai-lain.

2 Bahan – bahan .3.Diulangi langkah diatas untuk bensin 3.1.Bensin .2.Timbangan .Sabun cair .Dipipet sabun cair sebanyak pipet ke dalam gelas kimia .Sikat tabung .Batang pengaduk .Pipet tetes .Tisu .Alkohol 3.Gelas kimia .Dimasukkan ke dalam piknometer .1 Alat dan Bahan 3.Diisi piknometer dengan aquades dan ditimbang beratnya kemudian dicatat beratnya .Dimasukkan larutan ke dalam stalagnometer sampai batas yang telah ditentukan .2 Prosedur Percobaan 3.Stopwatch .2 Pengaruh Zat Aktif Terhadap Tegangan Permukaan .2.1 Alat-alat .Stalagnometer .Dilarutkan sabun cair dengan aquades sebanyak 25ml .Penangas air .1.Ditimbang .Dihitung jumlah tetesan .1 Mengukur Massa Piknometer .Ditimbang massa piknometer dengan timbangan dan dicatat beratnya .Aquades .Corong kaca 3.Piknometer .

Dihitung jumlah tetesan dengan menggunakan stalagnometer .31 gr 3.96 gr 2.2 Tabel pengaruh terhadap suhu M piknometer + No.1 Perhitungan persentasi surfaktan 4.1 Hasil pengamatan 4.1 Persentasi surfaktan 10 % .2.Diulangi langkah di atas untuk sabun cair 2 pipet dan 3 pipet 3..Diulangi langkah diatas sebanyak 2 kali BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.64 gr n jumlah tetesan 59 62 72 Massa bensin 31.Dicatat suhu akhir dari larutan .00 gr 4.3 Pengaruh Suhu Terhadap Tegangan Permukaan .1.Dimasukkan ke dalam penangas air selama 2 menit .1.6 gr 26.99 gr n jumlah tetesan 126 187 198 4.64 gr 26.Ditimbang piknometer yang berisi larutan . 20 % (2 pipet) 45. 71° 37.2.95 gr 18. Surfaktan campuran 1.1 Tabel pengaruh zat aktif (surfaktan) Manometer + No. Surfaktan campuran 1.00 gr 3.2 Perhitungan 4.35 gr Massa campuran 26. 66° 49.19 gr 18. 10 % (1 pipet) 44.1.55 gr 2.2. 74° 37.Diisi pikonometer dengan larutan bensin . 30 % (3 pipet) 45.Dihitung jumlah tetesan larutan bensin dengan stalagnometer .

2.2.1 Pengaruh surfaktan 10 % 4.2.2.3 Pengaruh surfaktan 30 % 4.2 Pengukuran massa jenis 4.2.1 Pengaruh suhu 66° C .1.2.2.2.2.2 Persentasi surfaktan 20 % 4.2.2.2.2.2.2.4.2.3.3 Pengaruh Suhu 4.3 Persentasi surfaktan 30 % 4.1 ρair 4.2.2.2.2.2 Pengaruh surfaktan 20 % 4.2 Pengaruh surfaktan 4.1.

2.2 Pengaruh zat aktif 20 % 4.1.1.3.3.2.2.1 Pengaruh zat aktif (surfaktan) 4.3 Pengaruh suhu 74° C 4.3 Pengaruh zat aktif 30 % .3 Tegangan Permukaan 4.2.1.2.2 Pengaruh suhu 71° C 4.1 Pengaruh zat aktif 10 % 4.2.3.3.4.3.2.2.3.2.

1 Grafik grafik pengaruh zat aktif (surfaktan) 4.2.3.3 4.3 Pengaruh suhu 74° C 4.2.2.4.3.2 grafik pengaruh terhadap suhu .3.2.1 Pengaruh Suhu Pengaruh suhu 66° C 4.2 Pengaruh suhu 71° C 4.2.3.2.2 4.2.3.3.

Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan alam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul . Lengkungan itu memperluas permukaan zar cair namun zat cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaannya sekecil mungkin. Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis). Seperti silet. Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya F persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida.4 Pembahasan Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang. Selain itu. Hal tersebut terjadi karena pada permukaan. tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha untuk membentuk luas permukaan baru.4. berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung ke bawah tempat silet itu berada. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di permukaannya. gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya kohesi antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan cairan.

Sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat perlahan dari permukaan fluida. besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk mengimbangi gaya-gaya permukaan fluida dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung cincin (dianometer). Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada tegangan permukaan karena gaya adhesi dua cairan yang tidak bercampur lebih besar dari pada adhesi antara cairan dan udara. sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar.pembentuknya). Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan caiaran membentuk lapisan monomolekular. Surfaktan mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Zat terlarut (solute) Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan. zat yang dapat mengaktifkan permukaan. . Surfaktan Surfaktan (surface active agents). karena meningkatnya energi kinetik molekul. Sehingga tegangan permukaan fluida memiliki nilai sebesar : Dimana : = tegangan permukaan (N/m) F = Gaya (Newton) L = Panjang permukaan selaput fluida (m) Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antar muka dua fase cair yang tidak bercampur. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan. Zat tersebut biasa disebut dengan surfaktan. maka akan menurunkan tegangan permukaan. Faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan yaitu : Suhu Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu. karena cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka.

makin kecil tegangan permukaan air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk membasahi benda.Tegangan permukaan dipengaruhi oleh suhu. - Klip tidak tenggelam dalam air. besarnya tekanan udara di antara dua selaput sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput. molekul-molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip . Banyak kotoran yang tidak larut dalam air segar. Tekanan udara yang berada di luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan kontraksi. Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. dank lip tidak tenggelam dalam air. tetapi larut dalam air yang diberi detergen. Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis. Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih. Akibat adanya gaya kohesi. Karena itu. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut membantu menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput air. akibatnya air berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Detergen sintetis modern juga didesain untuk meningkatkan kemampuan air membasahi kotoran yang melekat pada pakaian. ketika tidak terjadi kontransi lagi. karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih kecil. Dengan kata lain. Setelah selaput berkontraksi. timbul perbedaan tekanan udara di bagian luar selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan berusaha memperkecil luas permukaannya. mencuci dengan air panas menyebabkan kotoran pada pakaian lebih mudah larut dan cucian menjadi lebih bersih. Bagian dalamnya penuh dengan air. Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. yaitu dengan menurunkan tegangan permukaan air.Aplikasi konsep tegangan dalam kehidupan sehari-hari antara lain. - Gelembung sabun atau air berbentuk bulat. Bagian tetes air ditarik ke dalam. gelembung sabun atau air berbentuk bulat. Makin tinggi suhu air. maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut tertekan. sehingga menaikkan tekanan udara di dalam selaput sampai tidak terjadi kontraksi lagi. maka timbul tegangan permukaan. Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan air. yakni pada bagian luar tetes air. Gelembung sabun memiliki dua selaput tipis pada permukaannya dan diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air tipis. - Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih.

Salah satu ujung pipa tersebut dicelupkan kedalam permukaan zat cair maka zat cair tersebut permukaannya akan naik sampai ketinggian tertentu. Biasanya klip terbuat dari logam. Gaya berat cairan = m. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air.g.5264. pada konsentrasi surfaktan 20 % tegangan permukaannya 30.8729. Apabila kita meletakkan jarum secara hati-hati di atas permukaan air. pada suhu 71° C tegangan permukaannya 9. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut. sehingga molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk menopang klip tersebut. tetapi juga bisa benda lain seperti jarum. bukan hanya klip (penjepit kertas). Metode tersiometer Du-Nouy : Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan antar muka.9618. Dalam kenyataannya. maka jarum akan terapung. Tapi kenyataannya klip terapung.0460. pada suhu 74° C tegangan . Metode Drop Out (tetes) : bila cairan tepat akan menetes. Sudut kontak air dan pipa kapiler. sehingga kerapatannya lebih besar dari kerapatan air. Dengan metode pipa kapileryaitu dengan mengukur tegangan permukaan zat cair dan sudut kelengkungannya denganmemakai pipa berdiameter. Adanya tegangan permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air. Metode tegangan permukaan: Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. Pada grafik pengaruh suhu dapat dilihat pada suhu 66° C tegangan permukaannya 14. Fenomena ini merupakan salah satu contoh dari adanya tegangan permukaan. maka gaya tegangan permukaan sama dengan gaya yang disebabkan oleh massa cairan sebagai berat itu sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi surfaktan maka tegangan permukaannya akan semakin kecil.tersebut.7624. pada konsentrasi surfaktan 30 % tegangan permukaannya 25. maka seharusnya klip tenggelam. Perhitungan tegangan permukaan dengan metode Du Nouy : Y= (Skala yang terbaca (dyne))/(2 x keliling cincin) x Faktor Koreksi. Pada grafiik pengaruh surfaktan dapat dilihat pada konsentrasi surfaktan 10 tegangan permukaannya 31.

Karena suhu mempengaruhi tegangan permukaan. BAB 5 PENUTUP 5. dan dengan surfaktan yang berbeda pula konsentrasinya. energy kinetic molekul juga meningkat. dan zat terlarut dalam melakukan percobaan ini. - Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan adalah suhu: tegangan suatu permukaan menurun dengan meningkatnya suhu. karena meningkatnya energy kinetic molekul. surfaktan: zat yang dapat mengaktifkan permukaan. Prinsip dari percobaan ini yaitu menentukan tegangan permukaan dengan metode berat tetes. gelembung sabun atau air berbentuk bulat. Pada grafik pengaruh surfaktan tegangan permukaannya semakin kecil apabila konsentrasi surfaktannya besar. mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih. karena cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. surfaktan. maka akan menurunkan tegangan permukaan zat tersebut yang disebut dengan surfaktan. yang meliputi faktor-faktor suhu. Pada grafik pengaruh suhu. zat terlarut (solute): keberadaan zat terlarut mempengaruhi tegangan permukaan.4084. karena pada saat suhu meningkat. dan tegangan permukaan menurun. sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. dikarenakan keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan.permukaannya 9. Melihat perubahan tegangan permukaan dengan menggunakan suhu yang berbeda-beda.1 Kesimpulan Tegangan permukaan zat cair adalah kecendrungan permukaan zat cair untuk menegang. sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan. Tapi apabila zat yang ada dipermukaan cairan membentuk lapisan monomolecular. . Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu maka tegangan permukaan akan semakin kecil. tegangan permukaan semakin kecil pada saat suhu semakin tinggi. - Aplikasi konsep tegangan permukaan dalam kehidupan sehari-hari antara lain. dank klip tidak tenggelam dalam air. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas. sehingga permukaannya seperti ditutup oleh suatu lapisan elastis.

Rimba. .5. Giancoli. Universitas Hauoleo: Kendari. Douglas C. Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1. 2010. 2001. 1994. Hamid.2 Saran Sebaiknya dalam percobaan tegangan permukaan tidak hanya menggunakan metode berat tetes tetapi dengan metode yang lain misalnya metode cincin. Fisika jilid 1. Penuntun Kimia Fisik. P. Erlangga: Jakarta. W. DAFTAR PUSTAKA Atkins. Erlangga: Jakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->