P. 1
MAKALAH KELOMPOK 1

MAKALAH KELOMPOK 1

|Views: 29|Likes:
Published by Agis Taufik

More info:

Published by: Agis Taufik on Apr 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

UNIVERSITAS INDONESIA

TUGAS ANALISA PROSES KEPERAWATAN MENURUT PARA PAKAR Tugas ini disusun untuk Mata Ajar Keperawatan Medikal Bedah Lanjut I DOSEN PENGAMPU : Prof. Elly Nurachmah, DNSc.

Oleh: Kelompok 1 Puji Raharja Santosa Agis Taufik Dwi Agustina Retno Dyah Wahyuningsih Wida Wati 1206303512 1206195073 1206303065 1206303531 1206195810

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 2012

Filosofi Menurut King Perawat adalah profesi yang memberikan pelayanan dalam memenuhi kebutuhan sosial. Sister C. Mira E. Rogers. Roy. berikut landasan konsep dan filosofi dari kelima pakar tersebut : a. antara lain teori model keperawatan Imogene King. dan lingkungan sebagai bidang. Perawat memiliki patner didalam tim kesehatan.hari dari komitmen seseorang untuk orang lain cara bagaimana manusia berhubungan satu sama lain dalam iteraksi mereka sehari. . kesucian hidup dan meringankan penderitaan menurut levine adalah suatu keharusan. berdasarkan kesatuan memakai filosofi yang membangun modelnya manusia (unitary human beings). Filosofi dari Orem meyakini bahwa manusia memerlukan pengetahuan. Dorothea E. keluarga. dan stimulus residual. Landasan konsep muncul dari keyakinan dan pola pikir yang disebut dengan filosofi. Levine. yang dapat berpengaruh terhadap stimulus vokal.A. dan perilaku adaptif adalah berfungsinya stimulus dan tingkatan adaptasi. dan rehabilitatif.hari”. Roy memiliki filosofi yang berbeda dalam teorinya yang memandang manusia sebagai sebuah sistem adaptif. untuk melatih dan mengenali kebutuhannya dan membuat Roger input untuk dirinya dan orang lain. Perilaku etis adalah “ekspresi sehari. stimulus kontekstual.tindakan moral. Domain perawat adalah promosi. prefentif. Banyak teori keperawatan yang ada dan digunakan sebagai aplikasi asuhan keperawatan di rumah sakit. Menurut Roy perilaku manusia adalah hasil adaptasi dari lingkungan dan kekuatan organisme. Levine mempercayai bahwa semua tindakan keperawatan adalah tindakan. Levin meyakini bahwa setiap individu akan merespon sepenuhnya untuk setiap perubahan dalam pola hidupnya. Landasan konsep dan filosofi dari pendekatan nursing care Proses (NCP ) Landasan konsep merupakan suatu dasar teori yang kemudian akan berkembang menjadi model dengan aplikasi yang bersifat empiris. Orem dan Marta E.bidang energi yang menyatu dengan proses kehidupan. yang bertujuan untuk membantu individu. kelompok dan komunitas untuk mempertahankan dan memperbaiki kesehatan sehingga mereka dapat berfungsi sesuai peran dan membantu individu meninggal dengan mulia. berfokus pada individu dan kelompok. Rogers mengartikan orang sebagai sistem terbuka dalam proses kontinyudengan sistem terbuka lingkungan.

Landasan konsep King memakai landasan konsep dalam mengembangkan teorinya dengan memandang keperawatan adalah proses aksi. perkembangan ilmu keperawatan. Fokus utama dari tiap langkah pendekatan nursing care plan (NC P) menurut King yaitu langkah: persepsi : assesment. Fokus utama dari urutan setiap langkah pendekatan nursing care Proses (NCP ) menurut para ahli. keluarga. . hasil dari adaptasi itu akan memunculkan respon yang adaftif atau maladaftif. Levine memandang manusia sebagai makhluk yang bersifat holistik “pengalaman keutuhan (wholeness) adalah dasar dari semua kebutuhan manusia. keutuhan manusia. Menurut Roy Mekanisme koping merupakan proses penterjemahan stimulus dengan dua sub system yaitu sub system kognator dan sub system regulator. Teori Orem yang lebih dikenal dengan teori Self Care memiliki pandangan bahwa pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan memperthankan kehidupan. B. Dasar pemikiran levin dalam mengembangkan teorinya memandang tentang bagaimana perjalanan suatu penyakit dan bagaimana cara pandangan individu terhadap perubahan penyakitnya. pola dan organisasi.b. Roy memakai landasan konsep bahwa manusia memiliki sistem adaptasi terhadap berbagai stimulus atau stressor yang masuk. Roger memiliki landasan konsep bahwa proses keperawatan berdasarkan pada kemampuan energy manusia. Roy berasumsi bahawa sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu. Action :assesment. kesehatan. masyarakat yang dipandang sebagai “Holistic adaptif system” dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan. keterbukaan untuk menerima masukan pada manusia. kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehat dan sakit. kelompok. Judment : assesment. pola pikar perawat ( critical thinking ). reaksi dan interaksi dimana perawat dan klien berbagi informasi tentang persepsi mereka dalam situasi keperawatan.

observasi dan pengukuran untuk mengkaji perilaku klien sekarang pada setiap mode. Mode ini meliputi psikologis. konsep diri. penentuan tujuan. Fokus utama dari pengkajian tahap I ini adalah mengumpulkan data dan memutuskan klien adaptif atau maladaptif. fungsi peran dan interdependen. Exploration of means to achieve goals : planning. konsep diri. Roy menyampaikan bahwa secara umum tujuan pada intervensi keperawatan adalah untuk mempertahankan dan mempertinggi perilaku adaptif dan mengubah perilaku inefektif menjadi adaptif. Termasuk dalam model ini adalah kebutuhan dasar manusia apakah dapat dipengaruhi oleh kekurangan atau kelebihan. Empat mode adaptasi dapat digunakan sebagi dasar kerangka kerja untuk pedoman pengkajian.faktor yang berpengaruh). Mutual goal setting : planning.Transaction : implementasi. Diagnosa keperawatan menurut teori adaptasi Roy difokuskan sebagai tindakan proses pengambilan keputusan berhubungan dengan kurang mampunya adaptasi. fungsi peran dan model interdependensi. Disturbance : diagnosa. diagnosa keperawatan. Agreement onmeans to achieve goals : planning. intervensi dan evaluasi. Menurut Roy elemen dari proses keperawatan meliputi pengkajian tingkat pertama dan kedua. Penentuan tujuan dibagi atas tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. kontekstual dan residual. Diagnosa keperawatan dirumuskan dengan mengobservasi tingkahlaku klien terhadap pengaruh lingkungan. terlalu tinggi gula darah atau terlalu banyak ketergantungan. .Reaction : assesment. yaitu pengkajian tahap I (pengkajian prilaku) dan pengkajian tahap II (pengkajian faktor. ada 3 metode dalam membuat diagnosa keperawatan menggunakan 4 (empat) model adaptif. yaitu fisiologis. Perawat menggunakan wawancara. Pada pengkajian tahap II /pengkajian stimuli yang signifikan terhadap perubahan perilaku seseorang yaitu stimuli vocal (perubahan prilaku yang dapat diobservasi). Attainment of goals : evaluasi. Fokus utama dari model ini adalah adaptasi dan tujuan pengkajian dengan mengidentifikasi tingkah laku yang aktual dan potensial apakah memperlihatkan maladaptif dan mengidentifikasi stimulus atau penyebab perilaku maladaptif tersebut. misalnya terlalu sedikit oksigen. Roy merekomendasikan pengkajian dibagi menjadi dua bagian.

Evaluasi Perawat melakukan evaluasi berdasarkan kepada pengaruh dari tindakan yang sudah dilakukan serta merevisi trophicognosis jika diperlukan. suportif dan intervensi. mengubah atau memanipulasi stimulus fokal. Intervensi perawat mengimplementasikan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan struktur kebijakan yang administrative.respon di tingkatan yang organismik. Perawat mengkaji konservasi integritas struktural dengan menentukan fungsi fisiknya. Perawat dapat mengkaji konservasi integritas pasien dengan berbicara dengan anggota keluarga klien. Perawat mengkaji konservasi energi klien dengan menentukan kemampuan klien untuk menunjukan kebutuhan aktivitas tanpa menghasilkan kelemahan yang berlebihan. juga difokuskan pada koping individu atau zona adaptasi. sehingga seluruh rangsang sesuai dengan kemampuan individu untuk beradaptasi. integritas struktural. Self Care Defisit model konseptual yang dikembangkan oleh Orem. Perawat mengobservasi dan mengumpulkan data. Model konservasi yang di kembangkan Levine memiliki tujuan untuk mempromosikan dan memeilihara keutuhan adaptasi dengan menggunakan prinsipprinsip konservasi. Intervensi keperawatan dinilai efektif jika tingkah laku pasien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Seorang perawat harus bisa memenuhi sasaran atau fokus dari model ini melalui konservasi energi. kontekstual dan residual. Tipe intervensi keperawatannya harus bersifat terapeutik. struktur. Tindakan keperawatan berusaha membantu stimulus menuju perilaku adaptif. Evaluasi merupakan penilaian efektifitas terhadap intervensi keperawatan sehubungan dengan tingkah laku pasien. dan integritas sosial.pengaruh dan respon. Intervensi yang diberikan dibangun dari 4 prinsip konservasi yaitu : konservasi energi. integritas sosial dan pribadi. Indikator keberhasilan intervensi ditentukan dengan respon organismik pada klien. Fokus dari model ini terletak pada pengaruh. ketersediaan alat dan pengembangan standar keperawatan. Perawat harus mengkaji tingkah laku pasien setelah diimplementasi. Integritas personal klien di kaji dengan menentukan nilai moral dan etis serta pengalaman hidup klien. Memiliki fokus utama yaitu kemampuan seseorang untuk merawat dirinya sendiri secara mandiri . integritas personal.Intervensi keperawatan dilakukan dengan tujuan. Proses keperawatan yang diarahkan menuju konservatif yang terdiri dari tiga langkah yaitu : Trophicognosis sebagai suatu alternative diagnose keperawatan. teman dan lingkungan konseptual.

sehingga tercapai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya. Action : Konsepnya adalah assesment tindakannya perawat dan klien mengambil tindakan mental. Konsepnya adalah assesment tindakannya perawat dan klien secara mental bereaksi terhadap persepsi Disturbance : Konsepnya adalah diagnosa tindakannyya perawat dan klien mengidentifikasi masalah keperawatan. Suatu system disain yang efektif dan efesien dari keperawatan. Sedangkan dalam pelaksanaan regulasi befokus untuk mendesain nursing system dan perencanaan untuk pemberian perawatan. Self care agency dan therapeutic self care demand. disain ini meliputi peran perawat – klien untuk melaksankan tugas – tugas self care dalam rangka memenuhi kebutuhan self care terapeutic . mengatur latihan self care agency dan membantu pengembangan baru dalam self care agency. atau untuk menemukan semua komponen dari kebutuhan self care therapeutic.nya adanya hubungan diantara keduanya sehingga dapat ditemukan kebutuhan self care yang utama. meliputi pemilihan cara yang tepat dalam membantu klien. kestabilan mental dan lingkungan. antara lain adaptasi stress. Medoel konsep yang dikembangkan Rogers lebih berfokus kepada identifikasi kemampuan pasien (knowledge) dan lingkungan pasien yang dapat meningkatkan kesehatan pasien. Menurut Orem diagnosa keperawatan yang merupakan langkah 1. Konsep dan tindakan keperawatan yang terkandung dalam setiap langkah pendekatan nursing care Proses (NCP ) menurut para ahli. Mutual goal . Menurut King langkah pendekatan proses keperawatan meliputi Persepsi : Konsepnya adalah assesment tindakannya perawat dan klien mempersepsikan antara satu dengan yang lain. mengharuskan adanya pemeriksaan dan kumpulan fakta – fakta tentang klien. Pada tahap akhir yaitu Produksi dan manajemen nursing system. Identifikasi system knowledge. pengaturan nursing system dilakukan pada saat perawat berinteraksi dengan pasien dan menentukan tindakan yang konsisten untuk menemukan kebutuhan self care therapeutic dan pengaturan latihan atau mengembangkan kapasitas kemampuan mereka untuk self care. konflik. mekanisme stress. Judment : Konsepnya adalah assesment perawat dan klien membuat mental judment terhadap yang lain. C. Reaction : antara satu dengan yang lain.

Konservasi integritas sosial. Levine mengemukakan bahwa tindakan keperawatannya berdasarkan pada empat prinsip. konservasi integritas struktural. Levine menggunakan dua konsep penting dalam modelnya. Exploration of means to achieve goals : Konsepnya adalah planning tindakannya mengeksplorasi sumber – sumber kekuatan. Evaluasi merupakan penilaian efektifitas terhadap intervensi keperawatan sehubungan dengan tingkah laku pasien. Attainment of goals : Konsepnya adalah evaluasi tindakannya identifikasi hasil proses interaksi transaksi. perawat harus menyadari pentingnya akan hal itu.setting : Konsepnya adalah planning tindakannya perawat dan klien merencanakan tujuan bersama. perlu melibatkan anggota keluarga klien. Konservasi (conversation) merupakan dasar terhadap hasil. Sebagai salah contoh tindakan adalah membantu pasien mempertahankan personal hygine klien. dalam rangka pemenuhan kebutuhan keagamaan atau spiritual dan penggunaan hubungan interpersonal. Agreement on means to achieve goals : Konsepnya adalah planning tindakannya menyepakati sumber – sumber kekuatan. . Pengkajian yang terdapat dalam pendekatan proses keperawatan menurut Roy dikelompokkan dalam 2 bentuk yaitu: 1) Pengkajian perilaku 2) Pengkajian faktorfaktor yang mempengaruhi. yaitu : Konservasi energi.hasil yang diharapkan ketika model ini digunakan. Intervensi keperawatan berusaha membantu stimulus menuju perilaku adaptif. yaitu adaptasi (adaptation) dan keutuhan (wholeness). harga diri dan identitas dari klien sangat penting. menghargai keinginan klien. mendukung klien dalam melawan penyakitnya. perawat bisa menunjukannya dengan cara menyebutkan nama saat memanggil klien. konservKeseimbangan dan perbaikan energi yang dibutuhkan individu untuk melakukan aktivitas. Sebagai suatu hasil dari proses pengambilan keputusan berhubungan dengan kurang mampu-nya beradaptasi. Tujuan pada intervensi keprawatan adalah untuk mempertahankan dan mempertinggi perilaku adaptif dan mengubah perilaku inefektif menjadi adaptif. Transaction : Konsepnya implementaasi tindakannya melakukan rencana. Konservasi integritas personal. fase penyembuhan merupakan suatu proses perbaikan integritas struktur dan fungsi dalam mempertahankan keutuhan diri. Konservasi ditujukan sebagai konsep utama ketiga dalam model ini. koservasi energi digunakan dalam intervensi keperawatan untuk memberikan bantuan kepada pasien berdasarkan sekala ketergantungan.

intervensi dan evaluasi. Kriteria pengukuran (measurement criteria) untuk setiap langkah dari nursing care Proses (NCP ) menurut para ahli. adanya mental judment perawat dan klien. criteria hasil. criteria pengukuran pada proses NCP terdapat 10 poin. D. adanya mental reaction perawat dan klien. Proses keperawatan yang diarahkan menuju konservatif yang terdiri dari tiga langkah yaitu Trophicognosis. adanya eksplorasi sumber – sumber kekuatan perawat dan klien.Menurut Orem konsep utama dalam teorinya adalah Self-care ( perawatan sendiri ). yaitu adanya persepsi perawat dan klien. Berbeda dengan Roy. Model proses asuhan keperawatan menurut Rogers memiliki konsep yaitu Cakupan Energi (energy field). pola (pattern) dan pandimensionality. Health deviation self care requisites. Nursing care Plan merupakan proses yang dilalui perawat dalam melaksanakan asuahn keperawatan.adanya evaluasi hasil proses interaksi transaksi. criteria pengukuran berdasarkan pengkajian secara observasi. menurut Rogers. pengukuran dan interview melalui : pengkajian. Therapeutic Self-care demand ( permintaan perawatan sendiri therapis ). intervensi dan Evaluasi. Self-care agency ( agen perawatan mandiri ) Penyedia perawatan mandiri. Dunia sebagai Sistem Terbuka (universe of open system). Developmental self care requisites. adanya implementasi bersama antara perawat dan klien. Nursing-system( sistim keperawatan). Sedangkan menurut King. adanya kesepakatan sumber – sumber kekuatan antara perawat dan klien. Self-care deficit. Nursing agency (agen keperawatan ). adanya tujuan bersama antara perawat dan klien. Praktik keperawatan dalam model koservasi Levine lebih diarahkan pada peningkatan wholeness untuk semua individu baik yang sehat maupun yang sakit. adanya mental action perawat dan klien. criteria pengukuran bedasarkan kemampuan perawat dalam melaksanakan promosi kesehatan dan peningkatan kesehatan. . Pakar Orem menjelaskan bahwa criteria pengukuran NCP terkait tiga factor yaitu Universal self-care requisites. Kelompok akan membahas lima pakar dengan criteria masing – masing. adanya identifikasi masalah perawat dan klien . penerapan tujuan.

Adapun kekurangan dari Roy antara lain diperlukan knowledge baik dalam pengambilan tujuan. yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penentuan tujuan dari proses keperawatan dan intervensinya. lebih banyak membahas tentang promosi kesehatan. secara konsep sudah lengkap (pengkajian. dikarenakan Teori Roy mengenai proses keperawatan. Roy menyampaikan proses keperawatan tersebut : pengkajian (pengkajian I & II). kelompok akhirnya menyepakati bahwa nursing care Proses (NCP) yang paling komperhensif adalah teori yang dikembangkan oleh Roy. hanya berbeda dalam terminologi bahasnya. menyebabkan sulit dihafal dan dipahami. sementara daari segi ekpektasi bahasa masuk pada langkah implementasi. Penyusunan nursing care proses (NCP). diagnosa keperawatan. intervensi (memasukkan tujuan dan rencana tindakan). implementasi dan evaluasi). hal ini dikarenakan kurang menekankan pada pemahaman praktek keperawatan. perencanaan. implementasi (tidak tersurat) dan evaluasi. intervensi dan evaluasi yang tepat. ia hanya mengandalkan potensi pasien yang memberikan data pada proses pengkajian. diagnosa keperawatan. F. dan mendiskusikan di dalam kelompok. Kekurangan pada teori Orem terjadi pada pasien dengan perawatan akut. Kekurangan susunan langkah (sekuens) nursing care Proses (NCP ) Setiap proses keperawatan menurut masing. Sedangkan menurut King. menurut Roy harus mempunyai tujuan atau fokus utama di setiap langkahnya seperti di dalam model yang dikembangka oleh Roy : di dalam pengkajian I (pengkajian prilaku) dimaksudkan untuk mengumpulkan data . Pendapat kelompok tetang nursing care Proses (NCP) yang paling komprehensif dari para ahli Setelah menelaah. Selain itu langkah action dan reaction oleh King dimasukkan pada assesment. Sedangkan dalam proses keperawatan menurut Levin. diagnosa. mengamati. Proses yang diterapkan menurut Rogers.E. sedangkan tidak semua pasien dapat memberikan data dengan lengkap. sehingga kurang tepat diterapkan pada pasien dengan perawatan di rumah sakit.masing ahli memiliki kelebihan dan kekurangan. langkah assesment dan planning terlalu banyak langkah dimana assesment dibagi menjadi 4 langkah dan planning dibagi menjadi 3 langkah. Hal itu dimungkinkan adanya modifikasi kombinasi antar teori pada saat aplikasi di pelayanan.

kelopak mata tampak cekung. turgor tidak elastis. Seperti contoh : Mengobservasi respon klien yang paling menonjol pada satu mode adaptif. hal ini membuat klien mengalami gangguan Body Image (Mode Konsep diri). keluhan haus (+). dan karakter. menjastifikasi. kontekstual dan residual. Contoh kasus untuk diare intake : 1200 ml.dan memutuskan apakah klien adaptif atau maladaptif. kondisi ini juga mengakibatkan klien tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari. Dari data tersebut klien mengalami gangguan kebutuhan nutrisi : nutrisi kurang dari kebutuhan (mode fisiologis). Contoh kasus : klien mengeluh tidak mau makan. misalnya : mode fisiologis sub kebutuhan cairan. Pada tahap pengkajian II. out put : 3500 ml. kontekstual (penyebab terjadinya perilaku atau presipitasi oleh stimulus focal). Dari respon pasien tersbut dapat disimpulkan bahwa diagosa keperawatan pasien menurut Roy adalah defisit volume cairan. budaya. dan residual (pengalaman dimasa lalu. pada tahap ini Roy menggambarkan pengkajian stimuli yang signifikan terhadap perubahan perilaku seseorang yaitu stimuli focal (perubahan perilaku yang dapat diobservasi). Diagnosa keperawatan di tentuka dari hasil pengkajian terhadap klien berhubungan dengan kurangnya adaptasi. sehingga seluruh rangsang sesuai dengan kemampuan individu untuk beradaptasi. Misalnya mode yang terganggu adalah: mode fisiologis.hari. makan hanya habis ¼ porsi. sikap. Aspek yang dikaji pada tahap ini adalah kebutuhan dasar manusia apakah dapat dipengaruhi oleh kekurangan atau kelebihan. Roy menggunakan tiga metode yaitu : observasi. menyimpulkan respon klien. konsep diri dan interdependensi. Dalam tahap penetuan tujuan Roy mengacu pada upaya untuk mempertahankan dan mempertinggi perilaku adaptif dan mengubah perilaku maladaptif menjadi adaptif. dan observasi tingkahlaku pasien terhadap lingkungan. BB turun 10 Kg dari normal. Evaluasi menurut Roy merupakan penilaian efektifitas terhadap intervensi keperawatan sehubungan . Menyimpulkan respon klien dari satu atau lebih dari mode adaptif yang terkait dengan stimulus yang sama. Intervensi keperawatan memiliki fokus untuk mengubah atau memanipulasi stimulus fokal. Karena klien kekurangan nutrisi mengakibatkan posturnya tampak kurus. koping individu atau zona adaptasi.

Pengantar Keperawatan Profesional. 2004. (2010). analysis and Evaluation of nursing models and theories. Hidayat. FA . La Ode Jumadi. Tomey. Daftar Pustaka Fawcett ( 2005 ). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. G. dan mampu mengaplikasikan tiap. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Perspectives on nursing theory. dan lain.Davis. Toronto: CV. Mosby Company. dan harus berpatokan pada penetapan tujuan dalam nursing care proses (NCP).tiap langkaah dari nursing care Proses (NCP) pada tatanaan pelayanan keperawatan. psikologi. Reed. Gaffar. perawat juga dituntut untuk memahami dan menguasai skill yanag diperlukan dari setiap langkah dari nursing care Proses (NCP). Nursing Theorist and Their Work. Selain itu juga seorang perawat perlu dibekali dengan knowledge (pengetahuan) yang memadai baik dari segi filosofi dan paradigma keperawatan. Jakarta: Salemba Medica.dengan tingkah laku pasien. Philadelpia. . A. et all ( 2004 ).A & Alligood. Philadelpia. Lippincot Williams & Wilkin. Aziz Alimul. Cara menjamin kompetensi dan kinerja professional agar dapat dipertahankan melalui penerapan nursing care Proses (NCP) Agar dapat mempertahankan kompetensi dan kinerja professional seorang perawat perlu memahami terlebih dahulu tentang konsep setiap langkah dari nursing care Proses (NCP) itu sendiri. M. Contemporary nursing knowledge.lain. M. bahkan tidak menutup kemungkinan pada disiplin ilmu yang lain seperti ilmu fisiologi.R. 1999. antropologi. ilmu sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->