DAFTAR ISI

Halama n. DAFTAR ISI.............................................................................................................. 1 BAB I 2 BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3 2.1 Anamnesis............................................................................................ ....................................................................................................................................3 2.2 Pemeriksaan.......................................................................................... ....................................................................................................................................4 2.3 Diagnosis banding................................................................................ ....................................................................................................................................6 2.4 Diaognosis............................................................................................ ....................................................................................................................................9 2.5 Etiolgi................................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.6 epidemiologi......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.7 patofisiologi.......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.8 Gejala klinis.......................................................................................... ....................................................................................................................................12 2.9 Terapi.................................................................................................... ....................................................................................................................................13 PENDAHULUAN......................................................................................

-1-

.......................................................... biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus......................13 2....... .....................................................................14 BAB III PENUTUP 3..................................... Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu................................................1 Latar Belakang Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu disertai keluhan nyeri perut kanan atas........... 15 DAFTAR PUSTAKA...................................................... KESIMPULAN........................10 Komplikasi.......................2..................................................... 16 BAB I PENDAHULUAN 1....... -2- .............. ..........................1............................ insidens kolesistitis dan batu empedu dinegara kita relatif rendah dibandingkan negaranegara barat....11 Prognosis................. nyeri tekan dan panas badan........................ yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa..................................... Hingga kini patogenesis penyakit yang cukup sering dijumpai ini masih belum jelas......................................... Walaupun belm ada data epidemiologis penduduk...............................

pekerjaan. umur atau tanggal lahir. alamat. dan patofisiologi kolesistitis 4 mengetahui gejala klinis. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien yang dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud. pendidikan. mengetahui diagnosis dan diagnosis banding kolesistitis 3. nama orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab.1.2 Tujuan 1.terapi. suku bangsa dan agama. jenis kelamin. dan komplikasi kolesistitis 5 mengetahui pencegahan dan prognosis kolesistitis BAB II PEMBAHASAN 2.1 -3- . epidemiologi.1 Anamnesis Identitas Identitas meliputi nama lengkap pasien. mengetahui pemeriksaan kolesistitis 2. mengetahui etiologi.

Keluhan Utama (Chief Complaint) Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter atau mencari pertolongan. pendidikan dan kebiasaan. terperinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat. Dalam menuliskan keluhan utama. denyut nadi. familial atau penyakit infeksi.1 2. respirasi.1 Riwayat Penyakit Dalam Keluarga Penting untuk mencari kemungkinan penyakit herediter.1 Riwayat Pribadi Riwayat pribadi meliputi data-data sosial. tingkat kesadaran. ekonomi.1 -4- .1 Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat perjalanan penyakit merupakan cerita yang kronologis. harus disertai dengan indikator waktu. tekanan darah.1 Riwayat Penyakit Dahulu Bertujuan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakit sekarang.2 Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik Tanda vital : suhu. berapa lama pasien mengalami hal tersebut.

koledokus tanpa gambaran kandung empedu pada pemeriksaan kolesistografi oral dan scintigrafi sangat menyongkong kolesistitis akut. Pemeriksaan CT scan abdomen kurang sensitive dan mahal tapi mampu memperlihatkan adanya abses perikolesistik yang masih kecil yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan USG.2. 1. bentuk. Nilai kepekaan dan ketepatan USG 90-95%. ultrasonografi sangat membantu. Cara ini berguna untuk membantu diagnosis -5- . Terlihatnya gambaran duc.3 Pemeriksaan ultrasonografi sebaiknya di kerjakan secara rutin dam sangat bermanfaat untuk memperlihatkan besar.Pemeriksaan fisik: nyeri tekan di kuadran kanan atas disertai tanda-tanda peritonitis lokal( tanda murphy ).3 Kolesistografi oral tidak dapat memperlihatkan gambaran kandung empedu bila ada obstruksi sehingga pemeriksaan ini tidak bermanfaat untuk kolesisititis akut. batu dan saluran empedu ekstra hepatic. Apabila secara klinis sulit menentukan punktum maksimum nyeri dengan palpasi terutama pada kolesistitis ganggren.3 Pemeriksaan penunjang.2. Skintigrafi saluran empedu menggunakan zat radioaktif HIDA ata 99n Tc6 iminodiacetik acid mempunyai nilai sedikit lebih rendah dari USG tapik teknik ini tidak mudah. penebalan dinding empedu. Hanya pada 15% pasien kemungkinan dapat terlihat batu yang tidak tembu pandang (radiopak) oleh karena menganding kalisium cukup banyak. teraba masa kandung empedu. Ultrasonografi juga dapat memperlihatkan ganggren dengan gambaran dekstruksi dinding dan nanah atau cairan sekitar kandung empedu dan komplikasi abses perikolesistitis. Foto polos abdomen tidak memperlihatkan gambaran kolesistitis akut.

keganasan pada kandung empedu yang mengandung batu.2. kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan.90%.3 Diagnosis Banding 2. 2. dengan ketepatan sekitar 70% .1 Pankreatitis Akut merupakan reaksi peradangan pankreas. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat disertai suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat. secara klinis ditandai nyeri perut akut dengan kenaikan enzim dalam darah dan urin. • Bilirubin dan tes fosfatase alkali yang digunakan untuk mengevaluasi bukti penyumbatan saluran umum. ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) dapat digunakan untuk mendeteksi adanya batu dalam duktus.3.4 -6- . Perjalanan penyakit dari ringan self limited sampai berat yang disertai renjatan gangguan ginjal dan paru-paru yang bisa berakibat fatal. Amilase juga mungkin meningkat sedikit pada kolesistitis. • Amilase / lipase tes digunakan untuk mengevaluasi kehadiran pankreatitis. tingkat Alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) digunakan untuk mengevaluasi keberadaan hepatitis dan dapat meningkat pada kolesistitis atau dengan penyumbatan saluran empedu umum. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transaminase dan fosfatase alkali.3 Pemeriksaan laboratorium • • Leukositosis dapat diamati pada kolesistitis.

meteorismus abdomen pada 70-80% kasus pankreatitis akut.Gejala Klinis. bisa disertai mual-muntah serta demam. atau abses pankreas. renjatan dan gangguan pernapasan. Suhu tinggi menunjukkan kemungkinan kolangitis. tanda peritonitis. rasa nyeri dapat menjalar ke punggung. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi. terdapat bukti bahwa ini hanya merupakan salah satu factor dari banyak -7- . walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak.4 2.2 Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. kadang agak ke kiri atau kanan.Gejala pankreatitis akut dapat ringan sehingga ditemukan konsentrasi enzim pankreas dalam serum atau dapat menjadi berat dan fatal. Meskipun kedua jenis penyakit ini dapat saja timbul bersamaan. Walaupun aktivitas pencernaan peptic oleh getah lambung merupakan factor etiologi yang penting. Menurut definisi. makin bertambah dan berhari-hari. adanya massa pada bagian pankreas yang membengkak dan infiltrat radang.3. Ikterus pada sebagian kasus. tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung. perut dan abdomen bawah. Tukak kronik berbeda denga tukak akut. terus-menerus. kadang terdapat tanda kolaps kardiovaskular.3.(misalnya tukak karena stress). yaitu esofagus. apalagi bila kolesistitis disertai dengan kenaikan kadar amilase darah. juga jejunum. duodenum. karena memiliki jaringan parut pada dasar tukak.Pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan perut bagian atas karena rangsangan peritoneum. kolesistitis. Pankreastitis akut kadang sulit dibedakan dengan kolesistitis akut. sebaiknya masing-masing didiagnosis. Rasa nyeri timbul tiba-tiba di epigastrium (tersering). kadang asites seperti sari daging dan mengandung amilase dan efusi pleura pada sisi kiri. dan setelah gastroduodenal. lambung.

yang naik ke muut. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang memulai kontraksi otot halus sekitarnya. Beberapa pasien mengalami sensasi luka baker pada esophagus dan lambung. sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. nyeri kembali timbul.3 Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari. Meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. Biasanya. atau dengan menggunakan alkali. Eruktasi.factor yang berperan dalam patogenesis tukak peptic. ataubeberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali. yang dapat dihubungkan dengan pembentukan jaringan perut atau pembengkakan akut dari membrane mukosa yang mengalami inflamasi disekitarnya pada ulkus akut. -8- . Nyeri. pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Ulkus peptikum mengalami perforasi dapat didiagnosis dengan anamnesis riwayat nyeri epigastrik yang berkurang dengan pemberian makanan atau antasida. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. karena makanan menetralisasi asam. yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. minggu. Muntah. Nyeri biasanya hilang dengan makan. atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. Pirosis (nyeri uluhati). biasanya setelah nyeri berat. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan. kadang-kadang disertai eruktasi asam. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual. Hal ini dihubungkan dengan obstruksi jalan keluar lambung oleh spasme mucosal pylorus atau oleh obstruksi mekanis.

Tindakan ini dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi.5 derajat celcius.5 2. Pasien juga dapat dating dengan perdarahan gastrointestinal. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan. tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium. yang merupakan gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus.3 Apendisitis retrosekal Apendisitis suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan pada usus buntu.4Diagnosis kerja -9- . kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. bernapas dalam. tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar.psoas mayor yang menegang dari dorsal.4 2. Sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan. Kemudian dalam beberapa jam. sehingga merupakan nyeri somatik setempat. bahkan terkadang muntah. Diagnosis tepat dilakukan dengan ultrasonografi.Konstipasi dan perdarahan. tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. Apendisitis akut terutama dengan sekum yang terletak tinggi dikanan atas menimbulkan keraguan.5 -38. batuk. dan pada umumnya nafsu makan menurun. Gejala awal yang khas. Namun terkadang. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas letaknya. nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah. yaitu di belakang sekum ( terlindungi oleh sekum ). dan mengedan. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual.3. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal. Terkadang apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37. tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m. Konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. ke titik Mc Burney.

sepsis. keracunan obat dan gagal organ multiple. seperti kepekatan cairan empedu. pasca bedah besar. yang memberikan gambaran dari hati. Diperkirakan banyak faktor yang berpengaruh. sedangkan sebagian kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu ( kolesistitis akut akalkulus ). kolesterol.Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu. biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus. E.10 - .4.5 2. yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa. Coli dan Clostridium. Diagnosis yang paling akurat diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier. lisolesitin dan prostaglandin yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti reaksi inflamasi atau supurasi Lebih kurang 5.5 Etiologi Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung empedu(90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan statis cairan empedu. Pemeriksaan USG bisa membantu memperkuat adanya batu empedu dalam kandung empedu dan bisa menunjukkan penebalan pada dinding kandung empedu. kandung empedu dan bagian atas usus halus. Kelainan ini sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang yang sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang dirawat karena trauma multipel. Penyebab lain mungkin invasi kuman secara primer misalnya oleh Salmonella typhi.3 . saluran empedu. Bagaimana statis di duktus sistikus dapat menyebabkan kolesistitis akut masih belum diketahui atau belum jelas. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil dari pemeriksaan tertentu.10 % kolesistitis akut terjadi tanpa batu karena itu disebut kolesistitis akalkulus akut.

peningkatan tekanan intralumen kompromi berkaitan dengan suplai darah dan iritasi kimia oleh asam empedu. Pada sebagian besar kasus seperti itu.7Patofisiologis Kolesistitis akut (AC) merupakan suatu peradangan akut dari kandung empedu (GB).4 2. Faktor-faktor yang dapat memulai proses peradangan meliputi pembentukan mediator peradangan (misalnya. yang biasa penyebab obstruksi adalah batu empedu. insidens kolesistitis di Indonesia relative lebih rendah di banding negara-negara barat. disebabkan oleh banyak hal oleh terhalangnya saluran kistik.6 Epidemiologi Sejauh ini belum ada data epidemiologis penduduk di Indonesia. lysolecithin dan prostaglandin). Di lebih dari 90% dari spesimen kolesistektomi.2. Resolusi spontan kolesistitis akut dapat terjadi dalam waktu 5-7 hari setelah onset gejala. Mekanisme yang tepat mulainya peradangan kandung empedu tidak diketahui. . terjadi penebalan dinding fibrotic kandung empedu. Proses peradangan diawali dengan terhalang calculous di duktus cystikus dan colum kandung empedu. ini adalah karakteristik dari kolesistitis kronis. AC adalah salah satu komplikasi utama cholelithiasis. menyebabkan inflamasi akut dari dinding kandung empedu. karena pembentukan kembali dari paten saluran kistik. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan angka kejadiannya meningkat pada usia diatas 40 tahun.11 - .

Biasanya di temukan riwayat serangan kolik dimasa lalu. kadang-kadang menjalar kebelakang di daerah skapula.12 - . yang pada mulanya sulit dibedakan dengan nyeri kolik yang sekarang. lokal atau iskemia jaringan umum. nyeri lepas dan defans muskular otot dinding perut. namun pada pasien dengan demam tifoid.maka pola histologis adalah satu di mana kolesistitis akut adalah kolesistitis kronis. infeksi oleh organisme Salmonella telah diidentifikasi sebagai acara utama. Kolesistitis terkait AIDS dan cholangiopathy dapat terjadi infeksi sekunder oleh sitomegalovirus (CMV) dan infeksi organisme Cryptosporidium. Gangren kolesistitis dapat dilihat dalam sebanyak 21% kasus. infiltrasi sel inflamasi dari dinding kandung empedu berkaitan dengan mural dan hemoragik nekrosis mukosa berikut. Jika patency duktus cystikus tidak dibangun kembali. yang pada mulanya sulit riwayat serangan kolik dimasa lalu. 6. Ini mungkin bahwa kolesistitis acalculous terjadi melalui efek gabungan dari reaksi mediator inflamasi sistemik. Pada sebagian besar pasien dengan colesistitis akut acalculous. Acalculous kolesistitis terjadi dalam pengaturan klinis yang berbeda. Pada separuh . Hal ini terjadi lebih sering pada laki-laki (biasanya anak-anak) dan orang yang lebih tua dari 65 tahun. terjadi infeksi sekunder oleh kuman enteric gram negative.8 Gejala Klinis Keluhan utama ialah nyeri akut di perut kuadran atas. Patofisiologi kolesistitis acalculous belum dipahami dengan baik tetapi mungkin multifaktor. dan stasis empedu.7 2. Kadang kandung empedu yang membesar dapat di raba. Pada kolesistitis nyeri disertai tanda rangsang peritoneal berupa nyeri tekan.

Setelah 24-48 jam keadaan penderita umumnya lebih . faecalis. sehingga perlu dipikirkan adanya batu disaluran empedu ekstrahepatik. nyeri disertai mual dan muntah. sambil memastikan diagnosis.13 - . obat penghilang rasa nyeri (petidin) dan anti spasmodik. Pemeriksaan laboraturium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transminase dan fosfatase alkali. pemberian nutrisi parenteral.penderita. Apabila timbul demam dan menggigil harus dicurigai komplikasi yang lebih berat atau penyakit lain. Konsentrasi bilirubin yang tinggi menunjukkan adanya penyumbatan hampir atau total. Ikterus yang ringan agak jarang ditemukan.4 2. Ikterus ditemui pada 20 % kasus umumnya derajat ringan (bilirubin <40 mg/dl). dan septisemia.9Terapi Pengobatan umum: istirahat total. diet ringan. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat dan suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat. sefalosporin dan metronidazol mampu mematikan kuman yang umum pada kolesistitis akut (E. nyeri tekan disertai tanda – tanda peritonitis local (Murphy sign). Pendekatan lain yaitu kolesistektomi dini. Suhu badan sekitar 38oC. kolangitis. Antibiotic untuk mencegah komplikasi peritonitis. memperbaiki keadaan umum dan mengatasi penyakit penyerta. Keadaan umum diperbaiki dan sepsis diatasi dengan pemberian antibiotik seperti yang dilakukan pada pengobatan konservatif.3. coli. Pada pemeriksaan fisik teraba massa kandung empedu. S. Klebsiella). seperti golongan ampisilin. kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan.

Setelah keadaan umum penderita membaik barulah dilakukan kolesistektomi elektif. Bedah emergensi diperlukan pada sekitar 10 % penderita.baik dan infeksi telah dapat diatasi. Bila keadaan umum terlalu buruk untuk pembedahan.14 - . • Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan.3 Apabila pada masa persiapan pembedahan keadaan umum penderita memburuk karena komplikasi peritonitis. Tidakan bedah dini yang dapat dilakukan 72 jam pertama perawatan ini memberikan keuntungan karena mempersingkat masa sakit sampai 5-7 hari dan mempersingkat masa sakit sekitar 30 hari.5 2. pembedahan dipercepat sebagai bedah emergensi. gangren atau perforasi kandung empedu.10 Komplikasi • Demam tinggi. peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinya abses. • Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzim amilase.4 2. tindakan sementara berupa kolesistektomi kateter perkutan dengan bimbingan ultrasonografi merupakan cara terbaik. umumnya enam minggu sampai tiga bulan setelah penderita sembuh dari kolesistitis akut. menggigil. mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus).11 Prognosis .

Hal ini dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal serangan. tidak jarang menjadi kolesistitis rekuren.Penyembuhan spontan didapatkan pada 85% kasus. Kadang-kadang kolesistitis akut berkembang secara cepat menjadi gangren. sekalipun kandung empedu menjadi tebal.15 - . empiema dan perforasi kandung empedu. fibrotik.1 Kesimpulan . Tindakan bedah akut pada pasien usia tua > 75 tahun mempunyai prognosis yang jelek disamping kemungkinan banyak timbul komplikasi pasca bedah. fisitel.3 BAB III PENUTUP II. penuh dengan batu dan tidak berfungsi lagi. abses hati atau peritonitis umum.

DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. luka bakar sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh) dan penyakit-penyakit yang parah (terutama penderita yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu yang lama). et al. memiliki batu empedu. Penuntun anamnesis dan pemeriksaan fisis.Kadang suatu infeksi bakteri menyebabkan terjadinya peradangan. Cetakan ke-3. Dikenal dua klasifikasi yaitu akut dan kronis. 45-7. yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa . h. .kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu.16 - . 2005.Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan inflamasi akut dinding kandung empedu disertai nyeri perut kanan atas. biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus. Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut. Kolesistitis akut tanpa batu merupakan penyakit yang serius dan cenderung timbul setelah terjadinya: cedera. Abdurrahman N. pembedahan. nyeri tekan dan panas badan.

Karnadihardja W. Rubenstein D. h.h. 2002. 4. Jakarta: Interna Publishing. Jakarta: EGC.Buku ajar ilmu bedah. Jakarta:EGC.h. 2007. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. Daldiyono.17 - . Edisi III. 502-04. 271-73. Price SA. Wilson M. 2009. bradley J.2.837-44. . Mcpherson RA. et al. Jakarta: Erlangga. Jilid III. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit.2003. 453-51. Sudoyo AW.419-21. 6. Sulaiman Ali. Jakarta: EGC.Kedokteran klinis. h. Sjamsuhidajat R. Gastroenterologi hepatologi. wayne D. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 3. Jakarta : Sagung seto. Ed 6. et al. 7. Ed 5. 2003. Rani Aziz. Edisi ke .6. 5. Sacher RA. Prasetyono T. 718-20. Akbar NuruL . Ed 6.2006. h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful