DAFTAR ISI

Halama n. DAFTAR ISI.............................................................................................................. 1 BAB I 2 BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3 2.1 Anamnesis............................................................................................ ....................................................................................................................................3 2.2 Pemeriksaan.......................................................................................... ....................................................................................................................................4 2.3 Diagnosis banding................................................................................ ....................................................................................................................................6 2.4 Diaognosis............................................................................................ ....................................................................................................................................9 2.5 Etiolgi................................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.6 epidemiologi......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.7 patofisiologi.......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.8 Gejala klinis.......................................................................................... ....................................................................................................................................12 2.9 Terapi.................................................................................................... ....................................................................................................................................13 PENDAHULUAN......................................................................................

-1-

....................................11 Prognosis................1.......... ...... 15 DAFTAR PUSTAKA.... nyeri tekan dan panas badan......................... biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus.................................. Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu.......................................................................................................................................... Walaupun belm ada data epidemiologis penduduk.......................................................................... insidens kolesistitis dan batu empedu dinegara kita relatif rendah dibandingkan negaranegara barat............. 16 BAB I PENDAHULUAN 1........ Hingga kini patogenesis penyakit yang cukup sering dijumpai ini masih belum jelas.13 2...............................................2................. KESIMPULAN.......10 Komplikasi...... ....................................................................................................................................14 BAB III PENUTUP 3. -2- .......... yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa...........1 Latar Belakang Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu disertai keluhan nyeri perut kanan atas.......................................

dan komplikasi kolesistitis 5 mengetahui pencegahan dan prognosis kolesistitis BAB II PEMBAHASAN 2. jenis kelamin. alamat.1. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien yang dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud. mengetahui diagnosis dan diagnosis banding kolesistitis 3. nama orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab.terapi. epidemiologi.1 -3- .2 Tujuan 1. umur atau tanggal lahir. mengetahui pemeriksaan kolesistitis 2. dan patofisiologi kolesistitis 4 mengetahui gejala klinis. mengetahui etiologi. pendidikan. pekerjaan. suku bangsa dan agama.1 Anamnesis Identitas Identitas meliputi nama lengkap pasien.

1 Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat perjalanan penyakit merupakan cerita yang kronologis. pendidikan dan kebiasaan.1 -4- . terperinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat.1 2.Keluhan Utama (Chief Complaint) Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter atau mencari pertolongan.1 Riwayat Pribadi Riwayat pribadi meliputi data-data sosial. respirasi. harus disertai dengan indikator waktu. berapa lama pasien mengalami hal tersebut. denyut nadi. familial atau penyakit infeksi. tingkat kesadaran. Dalam menuliskan keluhan utama. tekanan darah. ekonomi.1 Riwayat Penyakit Dalam Keluarga Penting untuk mencari kemungkinan penyakit herediter.1 Riwayat Penyakit Dahulu Bertujuan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakit sekarang.2 Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik Tanda vital : suhu.

koledokus tanpa gambaran kandung empedu pada pemeriksaan kolesistografi oral dan scintigrafi sangat menyongkong kolesistitis akut. Pemeriksaan CT scan abdomen kurang sensitive dan mahal tapi mampu memperlihatkan adanya abses perikolesistik yang masih kecil yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan USG. Foto polos abdomen tidak memperlihatkan gambaran kolesistitis akut. Terlihatnya gambaran duc. batu dan saluran empedu ekstra hepatic. Ultrasonografi juga dapat memperlihatkan ganggren dengan gambaran dekstruksi dinding dan nanah atau cairan sekitar kandung empedu dan komplikasi abses perikolesistitis. Nilai kepekaan dan ketepatan USG 90-95%.3 Pemeriksaan penunjang. Skintigrafi saluran empedu menggunakan zat radioaktif HIDA ata 99n Tc6 iminodiacetik acid mempunyai nilai sedikit lebih rendah dari USG tapik teknik ini tidak mudah. 1. teraba masa kandung empedu. penebalan dinding empedu.Pemeriksaan fisik: nyeri tekan di kuadran kanan atas disertai tanda-tanda peritonitis lokal( tanda murphy ). Apabila secara klinis sulit menentukan punktum maksimum nyeri dengan palpasi terutama pada kolesistitis ganggren.3 Kolesistografi oral tidak dapat memperlihatkan gambaran kandung empedu bila ada obstruksi sehingga pemeriksaan ini tidak bermanfaat untuk kolesisititis akut.3 Pemeriksaan ultrasonografi sebaiknya di kerjakan secara rutin dam sangat bermanfaat untuk memperlihatkan besar. ultrasonografi sangat membantu. bentuk.2.2. Hanya pada 15% pasien kemungkinan dapat terlihat batu yang tidak tembu pandang (radiopak) oleh karena menganding kalisium cukup banyak. Cara ini berguna untuk membantu diagnosis -5- .

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transaminase dan fosfatase alkali. Amilase juga mungkin meningkat sedikit pada kolesistitis.1 Pankreatitis Akut merupakan reaksi peradangan pankreas.4 -6- .3 Pemeriksaan laboratorium • • Leukositosis dapat diamati pada kolesistitis.3 Diagnosis Banding 2. kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan. 2. ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) dapat digunakan untuk mendeteksi adanya batu dalam duktus. dengan ketepatan sekitar 70% . tingkat Alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) digunakan untuk mengevaluasi keberadaan hepatitis dan dapat meningkat pada kolesistitis atau dengan penyumbatan saluran empedu umum. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat disertai suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat. Perjalanan penyakit dari ringan self limited sampai berat yang disertai renjatan gangguan ginjal dan paru-paru yang bisa berakibat fatal. secara klinis ditandai nyeri perut akut dengan kenaikan enzim dalam darah dan urin.2. • Bilirubin dan tes fosfatase alkali yang digunakan untuk mengevaluasi bukti penyumbatan saluran umum. • Amilase / lipase tes digunakan untuk mengevaluasi kehadiran pankreatitis.90%.keganasan pada kandung empedu yang mengandung batu.3.

4 2. Suhu tinggi menunjukkan kemungkinan kolangitis. Pankreastitis akut kadang sulit dibedakan dengan kolesistitis akut.(misalnya tukak karena stress).Pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan perut bagian atas karena rangsangan peritoneum. walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak. Ikterus pada sebagian kasus. Menurut definisi. makin bertambah dan berhari-hari. kadang terdapat tanda kolaps kardiovaskular. rasa nyeri dapat menjalar ke punggung.Gejala pankreatitis akut dapat ringan sehingga ditemukan konsentrasi enzim pankreas dalam serum atau dapat menjadi berat dan fatal. duodenum. tanda peritonitis. kadang asites seperti sari daging dan mengandung amilase dan efusi pleura pada sisi kiri. karena memiliki jaringan parut pada dasar tukak. juga jejunum. lambung. apalagi bila kolesistitis disertai dengan kenaikan kadar amilase darah. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi. renjatan dan gangguan pernapasan. Tukak kronik berbeda denga tukak akut. adanya massa pada bagian pankreas yang membengkak dan infiltrat radang. kadang agak ke kiri atau kanan.3. perut dan abdomen bawah. dan setelah gastroduodenal. sebaiknya masing-masing didiagnosis.2 Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. terdapat bukti bahwa ini hanya merupakan salah satu factor dari banyak -7- .3. yaitu esofagus. terus-menerus. meteorismus abdomen pada 70-80% kasus pankreatitis akut. atau abses pankreas. bisa disertai mual-muntah serta demam. Walaupun aktivitas pencernaan peptic oleh getah lambung merupakan factor etiologi yang penting. kolesistitis.Gejala Klinis. Meskipun kedua jenis penyakit ini dapat saja timbul bersamaan. Rasa nyeri timbul tiba-tiba di epigastrium (tersering). tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung.

pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. ataubeberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan. yang dapat dihubungkan dengan pembentukan jaringan perut atau pembengkakan akut dari membrane mukosa yang mengalami inflamasi disekitarnya pada ulkus akut. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung. Pirosis (nyeri uluhati). Eruktasi. yang naik ke muut. Biasanya. Meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. Nyeri. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. Ulkus peptikum mengalami perforasi dapat didiagnosis dengan anamnesis riwayat nyeri epigastrik yang berkurang dengan pemberian makanan atau antasida. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang memulai kontraksi otot halus sekitarnya. atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. Beberapa pasien mengalami sensasi luka baker pada esophagus dan lambung. nyeri kembali timbul. yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Hal ini dihubungkan dengan obstruksi jalan keluar lambung oleh spasme mucosal pylorus atau oleh obstruksi mekanis. biasanya setelah nyeri berat. -8- .factor yang berperan dalam patogenesis tukak peptic. atau dengan menggunakan alkali. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. karena makanan menetralisasi asam. minggu. kadang-kadang disertai eruktasi asam. Nyeri biasanya hilang dengan makan. Muntah.3 Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari.

Konstipasi dan perdarahan. batuk. Gejala awal yang khas. Kemudian dalam beberapa jam. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal. bernapas dalam. Diagnosis tepat dilakukan dengan ultrasonografi.psoas mayor yang menegang dari dorsal. sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Tindakan ini dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya. yang merupakan gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus. tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium. nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah. Terkadang apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas letaknya.5 -38. ke titik Mc Burney. kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. yaitu di belakang sekum ( terlindungi oleh sekum ). Namun terkadang. Sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan. bahkan terkadang muntah.3 Apendisitis retrosekal Apendisitis suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan pada usus buntu. dan pada umumnya nafsu makan menurun. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan.3. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m.5 2. Pasien juga dapat dating dengan perdarahan gastrointestinal. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual.4 2. Konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus.4Diagnosis kerja -9- . Apendisitis akut terutama dengan sekum yang terletak tinggi dikanan atas menimbulkan keraguan. dan mengedan.5 derajat celcius. tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar.

biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus. Kelainan ini sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang yang sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang dirawat karena trauma multipel.4. Bagaimana statis di duktus sistikus dapat menyebabkan kolesistitis akut masih belum diketahui atau belum jelas. sedangkan sebagian kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu ( kolesistitis akut akalkulus ).Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu. saluran empedu. E. lisolesitin dan prostaglandin yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti reaksi inflamasi atau supurasi Lebih kurang 5. kolesterol. Coli dan Clostridium.10 - . pasca bedah besar. sepsis. kandung empedu dan bagian atas usus halus. keracunan obat dan gagal organ multiple. yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa. Penyebab lain mungkin invasi kuman secara primer misalnya oleh Salmonella typhi.5 Etiologi Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung empedu(90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan statis cairan empedu.10 % kolesistitis akut terjadi tanpa batu karena itu disebut kolesistitis akalkulus akut. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil dari pemeriksaan tertentu.3 . seperti kepekatan cairan empedu. Diperkirakan banyak faktor yang berpengaruh.5 2. yang memberikan gambaran dari hati. Pemeriksaan USG bisa membantu memperkuat adanya batu empedu dalam kandung empedu dan bisa menunjukkan penebalan pada dinding kandung empedu. Diagnosis yang paling akurat diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier.

AC adalah salah satu komplikasi utama cholelithiasis. Faktor-faktor yang dapat memulai proses peradangan meliputi pembentukan mediator peradangan (misalnya. Resolusi spontan kolesistitis akut dapat terjadi dalam waktu 5-7 hari setelah onset gejala. disebabkan oleh banyak hal oleh terhalangnya saluran kistik. ini adalah karakteristik dari kolesistitis kronis.4 2. insidens kolesistitis di Indonesia relative lebih rendah di banding negara-negara barat.7Patofisiologis Kolesistitis akut (AC) merupakan suatu peradangan akut dari kandung empedu (GB). yang biasa penyebab obstruksi adalah batu empedu. Di lebih dari 90% dari spesimen kolesistektomi. karena pembentukan kembali dari paten saluran kistik.6 Epidemiologi Sejauh ini belum ada data epidemiologis penduduk di Indonesia.2. Mekanisme yang tepat mulainya peradangan kandung empedu tidak diketahui. peningkatan tekanan intralumen kompromi berkaitan dengan suplai darah dan iritasi kimia oleh asam empedu. Pada sebagian besar kasus seperti itu. lysolecithin dan prostaglandin). .11 - . Proses peradangan diawali dengan terhalang calculous di duktus cystikus dan colum kandung empedu. Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan angka kejadiannya meningkat pada usia diatas 40 tahun. menyebabkan inflamasi akut dari dinding kandung empedu. terjadi penebalan dinding fibrotic kandung empedu.

terjadi infeksi sekunder oleh kuman enteric gram negative. lokal atau iskemia jaringan umum. infiltrasi sel inflamasi dari dinding kandung empedu berkaitan dengan mural dan hemoragik nekrosis mukosa berikut. dan stasis empedu. Biasanya di temukan riwayat serangan kolik dimasa lalu. Kadang kandung empedu yang membesar dapat di raba.12 - . yang pada mulanya sulit dibedakan dengan nyeri kolik yang sekarang. Pada sebagian besar pasien dengan colesistitis akut acalculous. Hal ini terjadi lebih sering pada laki-laki (biasanya anak-anak) dan orang yang lebih tua dari 65 tahun. infeksi oleh organisme Salmonella telah diidentifikasi sebagai acara utama.maka pola histologis adalah satu di mana kolesistitis akut adalah kolesistitis kronis. Gangren kolesistitis dapat dilihat dalam sebanyak 21% kasus. nyeri lepas dan defans muskular otot dinding perut. Kolesistitis terkait AIDS dan cholangiopathy dapat terjadi infeksi sekunder oleh sitomegalovirus (CMV) dan infeksi organisme Cryptosporidium.7 2. 6. Patofisiologi kolesistitis acalculous belum dipahami dengan baik tetapi mungkin multifaktor. Ini mungkin bahwa kolesistitis acalculous terjadi melalui efek gabungan dari reaksi mediator inflamasi sistemik. Pada kolesistitis nyeri disertai tanda rangsang peritoneal berupa nyeri tekan. kadang-kadang menjalar kebelakang di daerah skapula. Pada separuh . Acalculous kolesistitis terjadi dalam pengaturan klinis yang berbeda. Jika patency duktus cystikus tidak dibangun kembali.8 Gejala Klinis Keluhan utama ialah nyeri akut di perut kuadran atas. yang pada mulanya sulit riwayat serangan kolik dimasa lalu. namun pada pasien dengan demam tifoid.

pemberian nutrisi parenteral. Suhu badan sekitar 38oC. Klebsiella). Apabila keluhan nyeri bertambah hebat dan suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat.4 2. Ikterus ditemui pada 20 % kasus umumnya derajat ringan (bilirubin <40 mg/dl). Antibiotic untuk mencegah komplikasi peritonitis.13 - . Apabila timbul demam dan menggigil harus dicurigai komplikasi yang lebih berat atau penyakit lain. Setelah 24-48 jam keadaan penderita umumnya lebih . nyeri tekan disertai tanda – tanda peritonitis local (Murphy sign). dan septisemia.3. coli. kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan. Ikterus yang ringan agak jarang ditemukan. seperti golongan ampisilin. Pemeriksaan laboraturium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transminase dan fosfatase alkali. faecalis.9Terapi Pengobatan umum: istirahat total. diet ringan. Pendekatan lain yaitu kolesistektomi dini. memperbaiki keadaan umum dan mengatasi penyakit penyerta. nyeri disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik teraba massa kandung empedu. Keadaan umum diperbaiki dan sepsis diatasi dengan pemberian antibiotik seperti yang dilakukan pada pengobatan konservatif.penderita. obat penghilang rasa nyeri (petidin) dan anti spasmodik. Konsentrasi bilirubin yang tinggi menunjukkan adanya penyumbatan hampir atau total. sambil memastikan diagnosis. sehingga perlu dipikirkan adanya batu disaluran empedu ekstrahepatik. kolangitis. sefalosporin dan metronidazol mampu mematikan kuman yang umum pada kolesistitis akut (E. S.

baik dan infeksi telah dapat diatasi.11 Prognosis . tindakan sementara berupa kolesistektomi kateter perkutan dengan bimbingan ultrasonografi merupakan cara terbaik. umumnya enam minggu sampai tiga bulan setelah penderita sembuh dari kolesistitis akut. mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus).5 2. menggigil.4 2. pembedahan dipercepat sebagai bedah emergensi. Setelah keadaan umum penderita membaik barulah dilakukan kolesistektomi elektif. gangren atau perforasi kandung empedu.14 - . peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinya abses.10 Komplikasi • Demam tinggi. Tidakan bedah dini yang dapat dilakukan 72 jam pertama perawatan ini memberikan keuntungan karena mempersingkat masa sakit sampai 5-7 hari dan mempersingkat masa sakit sekitar 30 hari. Bila keadaan umum terlalu buruk untuk pembedahan.3 Apabila pada masa persiapan pembedahan keadaan umum penderita memburuk karena komplikasi peritonitis. Bedah emergensi diperlukan pada sekitar 10 % penderita. • Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzim amilase. • Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan.

Kadang-kadang kolesistitis akut berkembang secara cepat menjadi gangren. empiema dan perforasi kandung empedu.1 Kesimpulan . Hal ini dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal serangan. penuh dengan batu dan tidak berfungsi lagi. sekalipun kandung empedu menjadi tebal. fisitel.3 BAB III PENUTUP II.15 - . abses hati atau peritonitis umum. tidak jarang menjadi kolesistitis rekuren. fibrotik. Tindakan bedah akut pada pasien usia tua > 75 tahun mempunyai prognosis yang jelek disamping kemungkinan banyak timbul komplikasi pasca bedah.Penyembuhan spontan didapatkan pada 85% kasus.

Kolesistitis akut tanpa batu merupakan penyakit yang serius dan cenderung timbul setelah terjadinya: cedera. nyeri tekan dan panas badan. . pembedahan.Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan inflamasi akut dinding kandung empedu disertai nyeri perut kanan atas. Abdurrahman N. yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa .Kadang suatu infeksi bakteri menyebabkan terjadinya peradangan. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. luka bakar sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh) dan penyakit-penyakit yang parah (terutama penderita yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu yang lama). h.16 - .kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu. et al. 2005. memiliki batu empedu. Penuntun anamnesis dan pemeriksaan fisis. Cetakan ke-3. Dikenal dua klasifikasi yaitu akut dan kronis. biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus. 45-7. DAFTAR PUSTAKA 1. Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut.

2002.419-21. Wilson M. 2007. Sjamsuhidajat R. Rubenstein D.2003. Ed 6. 502-04.837-44.2.17 - . Jilid III. 7. Jakarta:EGC. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 2009. . Edisi III. h. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. wayne D. Sacher RA. Akbar NuruL . 2003. 5. Jakarta: EGC. h.Buku ajar ilmu bedah. Jakarta: EGC. Price SA.Kedokteran klinis. Prasetyono T. bradley J. 718-20. Sulaiman Ali. 271-73. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. 453-51. 6. Rani Aziz. Karnadihardja W. Jakarta : Sagung seto. 3.6. Gastroenterologi hepatologi. Sudoyo AW. Jakarta: Erlangga. et al.h.2006. Daldiyono. h. 4. Mcpherson RA. Jakarta: Interna Publishing. Edisi ke . et al. Ed 6. Ed 5.h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful