DAFTAR ISI

Halama n. DAFTAR ISI.............................................................................................................. 1 BAB I 2 BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3 2.1 Anamnesis............................................................................................ ....................................................................................................................................3 2.2 Pemeriksaan.......................................................................................... ....................................................................................................................................4 2.3 Diagnosis banding................................................................................ ....................................................................................................................................6 2.4 Diaognosis............................................................................................ ....................................................................................................................................9 2.5 Etiolgi................................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.6 epidemiologi......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.7 patofisiologi.......................................................................................... ....................................................................................................................................10 2.8 Gejala klinis.......................................................................................... ....................................................................................................................................12 2.9 Terapi.................................................................................................... ....................................................................................................................................13 PENDAHULUAN......................................................................................

-1-

....... KESIMPULAN.................................................................... Hingga kini patogenesis penyakit yang cukup sering dijumpai ini masih belum jelas.................... Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu..................................................13 2............................................................................................................................ -2- ....... insidens kolesistitis dan batu empedu dinegara kita relatif rendah dibandingkan negaranegara barat................ nyeri tekan dan panas badan.................................................................................................................................................. Walaupun belm ada data epidemiologis penduduk......1........................................................ yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa........... biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus.......................11 Prognosis... ..2............ ............ 16 BAB I PENDAHULUAN 1...................................10 Komplikasi.........1 Latar Belakang Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu disertai keluhan nyeri perut kanan atas.. 15 DAFTAR PUSTAKA.............14 BAB III PENUTUP 3.............

pekerjaan.2 Tujuan 1.1. jenis kelamin. epidemiologi. mengetahui diagnosis dan diagnosis banding kolesistitis 3. dan patofisiologi kolesistitis 4 mengetahui gejala klinis. nama orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien yang dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud.1 Anamnesis Identitas Identitas meliputi nama lengkap pasien. suku bangsa dan agama. mengetahui etiologi. mengetahui pemeriksaan kolesistitis 2. pendidikan.1 -3- . alamat. umur atau tanggal lahir. dan komplikasi kolesistitis 5 mengetahui pencegahan dan prognosis kolesistitis BAB II PEMBAHASAN 2.terapi.

tingkat kesadaran. denyut nadi.1 2. tekanan darah.1 Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat perjalanan penyakit merupakan cerita yang kronologis.2 Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik Tanda vital : suhu. respirasi.1 Riwayat Pribadi Riwayat pribadi meliputi data-data sosial. ekonomi.Keluhan Utama (Chief Complaint) Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter atau mencari pertolongan. terperinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat. Dalam menuliskan keluhan utama. harus disertai dengan indikator waktu.1 Riwayat Penyakit Dahulu Bertujuan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakit sekarang. berapa lama pasien mengalami hal tersebut. familial atau penyakit infeksi.1 -4- . pendidikan dan kebiasaan.1 Riwayat Penyakit Dalam Keluarga Penting untuk mencari kemungkinan penyakit herediter.

Pemeriksaan fisik: nyeri tekan di kuadran kanan atas disertai tanda-tanda peritonitis lokal( tanda murphy ). teraba masa kandung empedu. ultrasonografi sangat membantu. Ultrasonografi juga dapat memperlihatkan ganggren dengan gambaran dekstruksi dinding dan nanah atau cairan sekitar kandung empedu dan komplikasi abses perikolesistitis. batu dan saluran empedu ekstra hepatic.3 Pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan CT scan abdomen kurang sensitive dan mahal tapi mampu memperlihatkan adanya abses perikolesistik yang masih kecil yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan USG.3 Kolesistografi oral tidak dapat memperlihatkan gambaran kandung empedu bila ada obstruksi sehingga pemeriksaan ini tidak bermanfaat untuk kolesisititis akut.koledokus tanpa gambaran kandung empedu pada pemeriksaan kolesistografi oral dan scintigrafi sangat menyongkong kolesistitis akut. Terlihatnya gambaran duc. Hanya pada 15% pasien kemungkinan dapat terlihat batu yang tidak tembu pandang (radiopak) oleh karena menganding kalisium cukup banyak. 1. Cara ini berguna untuk membantu diagnosis -5- . Foto polos abdomen tidak memperlihatkan gambaran kolesistitis akut.3 Pemeriksaan ultrasonografi sebaiknya di kerjakan secara rutin dam sangat bermanfaat untuk memperlihatkan besar. bentuk. Skintigrafi saluran empedu menggunakan zat radioaktif HIDA ata 99n Tc6 iminodiacetik acid mempunyai nilai sedikit lebih rendah dari USG tapik teknik ini tidak mudah. penebalan dinding empedu. Apabila secara klinis sulit menentukan punktum maksimum nyeri dengan palpasi terutama pada kolesistitis ganggren.2.2. Nilai kepekaan dan ketepatan USG 90-95%.

Amilase juga mungkin meningkat sedikit pada kolesistitis.2. secara klinis ditandai nyeri perut akut dengan kenaikan enzim dalam darah dan urin.4 -6- . tingkat Alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) digunakan untuk mengevaluasi keberadaan hepatitis dan dapat meningkat pada kolesistitis atau dengan penyumbatan saluran empedu umum. • Bilirubin dan tes fosfatase alkali yang digunakan untuk mengevaluasi bukti penyumbatan saluran umum. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transaminase dan fosfatase alkali. Perjalanan penyakit dari ringan self limited sampai berat yang disertai renjatan gangguan ginjal dan paru-paru yang bisa berakibat fatal. • Amilase / lipase tes digunakan untuk mengevaluasi kehadiran pankreatitis. ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) dapat digunakan untuk mendeteksi adanya batu dalam duktus.3 Diagnosis Banding 2. dengan ketepatan sekitar 70% .keganasan pada kandung empedu yang mengandung batu.1 Pankreatitis Akut merupakan reaksi peradangan pankreas. 2.3 Pemeriksaan laboratorium • • Leukositosis dapat diamati pada kolesistitis. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat disertai suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat.3. kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan.90%.

duodenum. Suhu tinggi menunjukkan kemungkinan kolangitis. Ikterus pada sebagian kasus. kadang asites seperti sari daging dan mengandung amilase dan efusi pleura pada sisi kiri. Pankreastitis akut kadang sulit dibedakan dengan kolesistitis akut. Tukak kronik berbeda denga tukak akut.4 2.(misalnya tukak karena stress). lambung. apalagi bila kolesistitis disertai dengan kenaikan kadar amilase darah. Menurut definisi. atau abses pankreas. makin bertambah dan berhari-hari. meteorismus abdomen pada 70-80% kasus pankreatitis akut. Kerusakan mukosa yang tidak meluas sampai ke bawah epitel disebut erosi.Pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan perut bagian atas karena rangsangan peritoneum.3. terus-menerus. perut dan abdomen bawah.3. Meskipun kedua jenis penyakit ini dapat saja timbul bersamaan. terdapat bukti bahwa ini hanya merupakan salah satu factor dari banyak -7- . bisa disertai mual-muntah serta demam. juga jejunum. adanya massa pada bagian pankreas yang membengkak dan infiltrat radang. kolesistitis. kadang agak ke kiri atau kanan. renjatan dan gangguan pernapasan. yaitu esofagus. rasa nyeri dapat menjalar ke punggung. kadang terdapat tanda kolaps kardiovaskular. tanda peritonitis. dan setelah gastroduodenal.Gejala Klinis. Rasa nyeri timbul tiba-tiba di epigastrium (tersering).2 Ulkus peptikum merupakan keadaan di mana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel. walaupun seringkali dianggap juga sebagai tukak. tukak peptik dapat ditemukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam lambung.Gejala pankreatitis akut dapat ringan sehingga ditemukan konsentrasi enzim pankreas dalam serum atau dapat menjadi berat dan fatal. karena memiliki jaringan parut pada dasar tukak. sebaiknya masing-masing didiagnosis. Walaupun aktivitas pencernaan peptic oleh getah lambung merupakan factor etiologi yang penting.

kadang-kadang disertai eruktasi asam. nyeri kembali timbul. Nyeri. pasien dengan ulkus mengeluh nyeri tumpul. yang naik ke muut. Muntah dapat terjadi atau tanpa didahului oleh mual. Beberapa pasien mengalami sensasi luka baker pada esophagus dan lambung. ataubeberapa bulan dan bahkan dapat hilang hanya sampai terlihat kembali. -8- . yang dihilangkan dengan ejeksi kandungan asam lambung. biasanya setelah nyeri berat. Hal ini dihubungkan dengan obstruksi jalan keluar lambung oleh spasme mucosal pylorus atau oleh obstruksi mekanis. seperti tertusuk atau sensasi terbakar di epigastrium tengah atau di punggung.factor yang berperan dalam patogenesis tukak peptic. atau dengan menggunakan alkali. Pirosis (nyeri uluhati). sering tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Meskipun jarang pada ulkus duodenal tak terkomplikasi. Muntah. atau sendawa umum terjadi bila lambung pasien kosong. muntah dapat menjadi gejala ulkus peptikum. Eruktasi. Teori lain menunjukkan bahwa kontak lesi dengan asam merangsang mekanisme refleks local yang memulai kontraksi otot halus sekitarnya. minggu. Ulkus peptikum mengalami perforasi dapat didiagnosis dengan anamnesis riwayat nyeri epigastrik yang berkurang dengan pemberian makanan atau antasida. namun bila lambung telah kosong atau alkali tidak digunakan. Nyeri biasanya hilang dengan makan. Hal ini diyakini bahwa nyeri terjadi bila kandungan asam lambung dan duodenum meningkat menimbulkan erosi dan merangsang ujung saraf yang terpajan. yang dapat dihubungkan dengan pembentukan jaringan perut atau pembengkakan akut dari membrane mukosa yang mengalami inflamasi disekitarnya pada ulkus akut.3 Gejala-gejala ulkus dapat hilang selama beberapa hari. Biasanya. karena makanan menetralisasi asam.

nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah. tanda nyeri perut kanan bawah tidak begitu jelas dan tidak ada tanda rangsangan peritoneal. tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium. Terkadang apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas letaknya. Pasien juga dapat dating dengan perdarahan gastrointestinal.4 2.5 2.5 -38. Diagnosis tepat dilakukan dengan ultrasonografi. Gejala awal yang khas. Rasa nyeri lebih kearah perut kanan atau nyeri timbul pada saat melakukan gerakan seperti berjalan. dan pada umumnya nafsu makan menurun. bahkan terkadang muntah. kemungkinan sebagai akibat dari diet dan obat-obatan. Bila letak apendiks retrosekal retroperitoneal. ke titik Mc Burney.3 Apendisitis retrosekal Apendisitis suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan pada usus buntu.4Diagnosis kerja -9- . batuk. Namun terkadang. yaitu di belakang sekum ( terlindungi oleh sekum ). tetapi mereka menunjukkan gejala setelahnya.3. tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Kemudian dalam beberapa jam. Sebagian kecil pasien yang mengalami akibat ulkus akut sebelumnya tidak mengalami keluhan.5 derajat celcius. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual. dan mengedan.psoas mayor yang menegang dari dorsal. Konstipasi dapat terjadi pada pasien ulkus. Nyeri ini timbul karena adanya kontraksi m. bernapas dalam. Tindakan ini dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Apendisitis akut terutama dengan sekum yang terletak tinggi dikanan atas menimbulkan keraguan.Konstipasi dan perdarahan. yang merupakan gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus. sehingga merupakan nyeri somatik setempat.

kandung empedu dan bagian atas usus halus. Diagnosis yang paling akurat diperoleh dari pemeriksaan skintigrafi hepatobilier.10 - . Penyebab lain mungkin invasi kuman secara primer misalnya oleh Salmonella typhi.5 2.Kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu. sepsis. Pemeriksaan USG bisa membantu memperkuat adanya batu empedu dalam kandung empedu dan bisa menunjukkan penebalan pada dinding kandung empedu. kolesterol. yang memberikan gambaran dari hati. Kelainan ini sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang yang sering dijumpai pada penderita sakit berat yang sedang dirawat karena trauma multipel. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil dari pemeriksaan tertentu. Bagaimana statis di duktus sistikus dapat menyebabkan kolesistitis akut masih belum diketahui atau belum jelas. E.10 % kolesistitis akut terjadi tanpa batu karena itu disebut kolesistitis akalkulus akut. Coli dan Clostridium. keracunan obat dan gagal organ multiple. saluran empedu.5 Etiologi Penyebab utama kolesistitis akut adalah batu kandung empedu(90%) yang terletak di duktus sistikus yang menyebabkan statis cairan empedu. lisolesitin dan prostaglandin yang merusak lapisan mukosa dinding kandung empedu diikuti reaksi inflamasi atau supurasi Lebih kurang 5. biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus.3 . Diperkirakan banyak faktor yang berpengaruh. sedangkan sebagian kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu ( kolesistitis akut akalkulus ). yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa. pasca bedah besar.4. seperti kepekatan cairan empedu.

lysolecithin dan prostaglandin). terjadi penebalan dinding fibrotic kandung empedu.11 - . ini adalah karakteristik dari kolesistitis kronis. Di lebih dari 90% dari spesimen kolesistektomi. Proses peradangan diawali dengan terhalang calculous di duktus cystikus dan colum kandung empedu. menyebabkan inflamasi akut dari dinding kandung empedu.6 Epidemiologi Sejauh ini belum ada data epidemiologis penduduk di Indonesia. karena pembentukan kembali dari paten saluran kistik. yang biasa penyebab obstruksi adalah batu empedu. peningkatan tekanan intralumen kompromi berkaitan dengan suplai darah dan iritasi kimia oleh asam empedu.2. disebabkan oleh banyak hal oleh terhalangnya saluran kistik.4 2. . Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita dan angka kejadiannya meningkat pada usia diatas 40 tahun. Mekanisme yang tepat mulainya peradangan kandung empedu tidak diketahui. Pada sebagian besar kasus seperti itu. AC adalah salah satu komplikasi utama cholelithiasis. Faktor-faktor yang dapat memulai proses peradangan meliputi pembentukan mediator peradangan (misalnya. insidens kolesistitis di Indonesia relative lebih rendah di banding negara-negara barat. Resolusi spontan kolesistitis akut dapat terjadi dalam waktu 5-7 hari setelah onset gejala.7Patofisiologis Kolesistitis akut (AC) merupakan suatu peradangan akut dari kandung empedu (GB).

Kadang kandung empedu yang membesar dapat di raba. Patofisiologi kolesistitis acalculous belum dipahami dengan baik tetapi mungkin multifaktor. lokal atau iskemia jaringan umum. terjadi infeksi sekunder oleh kuman enteric gram negative. Pada kolesistitis nyeri disertai tanda rangsang peritoneal berupa nyeri tekan. infeksi oleh organisme Salmonella telah diidentifikasi sebagai acara utama. yang pada mulanya sulit riwayat serangan kolik dimasa lalu.8 Gejala Klinis Keluhan utama ialah nyeri akut di perut kuadran atas. kadang-kadang menjalar kebelakang di daerah skapula. Kolesistitis terkait AIDS dan cholangiopathy dapat terjadi infeksi sekunder oleh sitomegalovirus (CMV) dan infeksi organisme Cryptosporidium. infiltrasi sel inflamasi dari dinding kandung empedu berkaitan dengan mural dan hemoragik nekrosis mukosa berikut. Pada sebagian besar pasien dengan colesistitis akut acalculous.7 2. Hal ini terjadi lebih sering pada laki-laki (biasanya anak-anak) dan orang yang lebih tua dari 65 tahun.12 - . Pada separuh . dan stasis empedu. Gangren kolesistitis dapat dilihat dalam sebanyak 21% kasus. Acalculous kolesistitis terjadi dalam pengaturan klinis yang berbeda. Jika patency duktus cystikus tidak dibangun kembali. Biasanya di temukan riwayat serangan kolik dimasa lalu. Ini mungkin bahwa kolesistitis acalculous terjadi melalui efek gabungan dari reaksi mediator inflamasi sistemik.maka pola histologis adalah satu di mana kolesistitis akut adalah kolesistitis kronis. nyeri lepas dan defans muskular otot dinding perut. namun pada pasien dengan demam tifoid. 6. yang pada mulanya sulit dibedakan dengan nyeri kolik yang sekarang.

Klebsiella). kolangitis. sefalosporin dan metronidazol mampu mematikan kuman yang umum pada kolesistitis akut (E. Setelah 24-48 jam keadaan penderita umumnya lebih . kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu dipertimbangkan. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat dan suhu tinggi dan menggigil serta leukositosis berat. Ikterus ditemui pada 20 % kasus umumnya derajat ringan (bilirubin <40 mg/dl). S. coli. Antibiotic untuk mencegah komplikasi peritonitis.13 - . obat penghilang rasa nyeri (petidin) dan anti spasmodik.3. memperbaiki keadaan umum dan mengatasi penyakit penyerta. Apabila timbul demam dan menggigil harus dicurigai komplikasi yang lebih berat atau penyakit lain. sambil memastikan diagnosis. nyeri tekan disertai tanda – tanda peritonitis local (Murphy sign).4 2. Keadaan umum diperbaiki dan sepsis diatasi dengan pemberian antibiotik seperti yang dilakukan pada pengobatan konservatif. Ikterus yang ringan agak jarang ditemukan. nyeri disertai mual dan muntah.penderita. dan septisemia. Pendekatan lain yaitu kolesistektomi dini. Konsentrasi bilirubin yang tinggi menunjukkan adanya penyumbatan hampir atau total. faecalis.9Terapi Pengobatan umum: istirahat total. Suhu badan sekitar 38oC. Pada pemeriksaan fisik teraba massa kandung empedu. sehingga perlu dipikirkan adanya batu disaluran empedu ekstrahepatik. seperti golongan ampisilin. diet ringan. Pemeriksaan laboraturium menunjukkan adanya leukositosis serta kemungkinan peninggian serum transminase dan fosfatase alkali. pemberian nutrisi parenteral.

• Serangan yang disertai jaundice (sakit kuning) atau arus balik dari empedu ke dalam hati menunjukkan bahwa saluran empedu telah tersumbat sebagian oleh batu empedu atau oleh peradangan.11 Prognosis . gangren atau perforasi kandung empedu. menggigil. Bila keadaan umum terlalu buruk untuk pembedahan.3 Apabila pada masa persiapan pembedahan keadaan umum penderita memburuk karena komplikasi peritonitis.4 2. Setelah keadaan umum penderita membaik barulah dilakukan kolesistektomi elektif. Bedah emergensi diperlukan pada sekitar 10 % penderita. mungkin telah terjadi peradangan pankreas (pankreatitis) yang disebabkan oleh penyumbatan batu empedu pada saluran pankreas (duktus pankreatikus). tindakan sementara berupa kolesistektomi kateter perkutan dengan bimbingan ultrasonografi merupakan cara terbaik. umumnya enam minggu sampai tiga bulan setelah penderita sembuh dari kolesistitis akut. peningkatan jumlah leukosit dan berhentinya gerakan usus (ileus) dapat menunjukkan terjadinya abses.10 Komplikasi • Demam tinggi.14 - . pembedahan dipercepat sebagai bedah emergensi. Tidakan bedah dini yang dapat dilakukan 72 jam pertama perawatan ini memberikan keuntungan karena mempersingkat masa sakit sampai 5-7 hari dan mempersingkat masa sakit sekitar 30 hari.5 2. • Jika pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan kadar enzim amilase.baik dan infeksi telah dapat diatasi.

fibrotik.3 BAB III PENUTUP II. tidak jarang menjadi kolesistitis rekuren.15 - . sekalipun kandung empedu menjadi tebal. fisitel. abses hati atau peritonitis umum. Hal ini dapat dicegah dengan pemberian antibiotik yang adekuat pada awal serangan. empiema dan perforasi kandung empedu. Kadang-kadang kolesistitis akut berkembang secara cepat menjadi gangren. Tindakan bedah akut pada pasien usia tua > 75 tahun mempunyai prognosis yang jelek disamping kemungkinan banyak timbul komplikasi pasca bedah.Penyembuhan spontan didapatkan pada 85% kasus.1 Kesimpulan . penuh dengan batu dan tidak berfungsi lagi.

kolesistitis Akut adalah peradangan dari dinding kandung empedu. memiliki batu empedu. DAFTAR PUSTAKA 1. h. Sekitar 95% penderita peradangan kandung empedu akut. nyeri tekan dan panas badan.Kadang suatu infeksi bakteri menyebabkan terjadinya peradangan. 2005.Kolesistitis adalah radang kandung empedu yang merupakan inflamasi akut dinding kandung empedu disertai nyeri perut kanan atas. Cetakan ke-3. luka bakar sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh) dan penyakit-penyakit yang parah (terutama penderita yang menerima makanan lewat infus dalam jangka waktu yang lama). Penuntun anamnesis dan pemeriksaan fisis. Dikenal dua klasifikasi yaitu akut dan kronis. Abdurrahman N. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 45-7. yang secara tiba-tiba menyebabkan serangan nyeri yang luar biasa . . biasanya merupakan akibat dari adanya batu empedu di dalam duktus sistikus.16 - . Kolesistitis akut tanpa batu merupakan penyakit yang serius dan cenderung timbul setelah terjadinya: cedera. et al. pembedahan.

Ed 6. 718-20. Sjamsuhidajat R. 271-73. Akbar NuruL . 2003.6. h. Jakarta: Erlangga.h.2006. h. Wilson M. Prasetyono T. Jakarta: EGC. Price SA. 4.837-44. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta:EGC. 2002. 3.419-21. 5. Jilid III. Daldiyono. Rubenstein D. Ed 6. wayne D. Rani Aziz. 6. .2003. Jakarta : Sagung seto. Edisi III.Buku ajar ilmu bedah.2. h. et al. 2009. Karnadihardja W. Edisi ke . Sudoyo AW. 502-04. Mcpherson RA.h. Gastroenterologi hepatologi. Jakarta: Interna Publishing. 453-51. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Sacher RA. Jakarta: EGC. bradley J. Sulaiman Ali. Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. 2007. 7.17 - . Ed 5. et al.Kedokteran klinis.