P. 1
PUIL 2000

PUIL 2000

4.71

|Views: 6,874|Likes:
Published by Rizky Achmad Fauzi

More info:

Published by: Rizky Achmad Fauzi on Mar 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

9.4.1 Pencegahan bahaya kebakaran

9.4.1.1 Instalasi listrik harus dirancang, dipasang dan digunakan demikian rupa sehingga
tidak menimbulkan bahaya kebakaran. Bila menggunakan GPAS, lihat 3.15.

9.4.1.2 Pemasangan instalasi listrik harus dilaksanakan demikian rupa sehingga
penjalaran kebakaran melalui penyekat ruang, lantai, ruang kosong atau rongga, lorong
tegak, saluran ventilasi dan pengatur udara dapat dicegah dan atau dibatasi sampai sekecil
mungkin.

9.4.1.3. Jika penyekat kebakaran tertembus oleh kabel, maka lubang sekitar kabel
tersebut harus ditutup dengan bahan yang memenuhi syarat tahan api.

9.4.2 Perlengkapan listrik yang diperbaiki atau diganti

9.4.2.1 Jika nilai nominal atau karakteristik perlengkapan listrik berubah setelah
diperbaiki, maka pada perlengkapan tersebut harus diberi pelat tanda pengenal baru, serta
nama dari yang memperbaiki.

Jika pelat tanda pengenal asli terlepas, maka harus dipasang pelat tanda pengenal baru
yang menyatakan nama pembuat asli, beserta segala keterangan yang tercantum pada
pelat tanda pengenal asli.

SNI 04-0225-2000

440

9.4.2.2 Jika perlengkapan listrik yang mempunyai kemampuan yang tepat tidak dapat
diperoleh, maka harus digunakan perlengkapan listrik yang mempunyai kemampuan yang
lebih besar.

Ketentuan ini tidak berlaku untuk proteksi, seperti pemutus daya dan pengaman lebur
sebagaimana diatur dalam 4.2.8 dan 4.2.9.

CATATAN

Semua perubahan dan penggantian harus dicatat dalam laporan.

9.4.3 Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik

9.4.3.1 Instalasi listrik yang selesai dipasang, atau yang mengalami perubahan, harus
diperiksa dan diuji dahulu sebelum dialiri listrik sesuai dengan ketentuan dalam 9.4.3.2.
Penyimpangan dari ketentuan ini dapat dilakukan pada instalasi sementara dan instalasi
kedutaan asing, dengan izin khusus dari instansi yang berwenang.

9.4.3.2 Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik dilakukan antara lain mengenai hal
berikut:

a) Berbagai macam tanda pengenal dan papan peringatan.

b) Perlengkapan listrik yang dipasang.

c) Cara memasang perlengkapan listrik.

d) Polaritas, sesuai dengan 2.5.2.

e) Pembumian sesuai dengan 3.18.

f) Resistans isolasi, sesuai dengan 3.20.

g) Kesinambungan sirkit.

h) Fungsi proteksi sistem instalasi listrik.

Pemeriksaan dan pengujian tersebut diatas kemudian dilanjutkan dengan uji coba.

9.4.3.3 Semua perlengkapan yang dipasang pada instalasi listrik harus memenuhi standar
yang berlaku.

9.4.4 Pemasangan gambar instalasi

Untuk memudahkan pelayanannya, instalasi listrik harus disertai dengan gambar instalasi
dan bila perlu disertai pula dengan keterangan tentang cara melayani perlengkapan listrik.

9.4.5 Pemasangan papan dan tanda peringatan

9.4.5.1 Dalam ruang di mana sentuhan terhadap penghantar atau perlengkapan listrik
dapat mengakibatkan timbulnya bahaya, harus dipasang papan atau tanda peringatan pada
tempat yang mudah dapat dilihat.

9.4.5.2 Pada pintu masuk ke ruang kerja listrik dan ruang kerja listrik terkunci, dan juga
ke setiap ruang yang didalamnya orang yang tidak berkepentingan tidak diperkenankan

SNI 04-0225-2000

441

masuk, bertalian dengan adanya perlengkapan listrik yang berbahaya, harus dipasang
papan atau tanda peringatan untuk melarang masuk mereka yang tidak berwenang.

9.4.5.3 Papan dan tanda peringatan bahaya listrik untuk tegangan menengah harus
dilengkapi dengan tanda kilat berwarna merah.

9.4.5.4 Ukuran papan dan tanda peringatan sekurang-kurangnya 10 cm x 15 cm.

9.4.5.5 Kalimat peringatan harus ditulis dalam Bahasa Indonesia yang jelas dan atau
ditambahkan dengan bahasa daerah yang dikenal masyarakat setempat.

9.4.6 Pemasangan instrumen ukur dan gawai kendali

9.4.6.1 Dalam instalasi listrik untuk pembangkitan atau pengubahan daya listrik harus ada
instrumen ukur dan gawai kendali yang baik dan tepat.

9.4.6.2 Instrumen ukur dan gawai kendali harus dipasang secara baik dan tepat serta
terlihat jelas.

9.4.6.3 Instrumen ukur dan gawai kendali pada PHB, yang selama dalam keadaan
bekerja harus secara periodik dibaca atau diperiksa, harus dipasang sedemikian rupa
sehingga dapat jelas terlihat dan mudah terbaca serta mudah dicapai.

9.4.6.4 Penghantar masuk untuk kumparan tegangan dari instrumen ukur dan gawai
kendali harus diberi proteksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->