15 langkah efektif untuk menghafal Al-Quran

Oleh Ahmad Zain An Najah, MA (dari http://ahmadzain.wordpress.com/2007/04/25/sukses-belajar-2/) Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, kerana Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh kerananya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakkan hafalan Al Qur’an sebagai prioriti utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, kerana ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukkan diri dengan hadis dan fiqh atau material lainnya, kerana akan menyebabkan hilangnya sebahagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “ Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66 Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’an hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya kerana Allah sahaja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeza kalau niatnya hanya untuk mengejar material atau hanya ingin ikut perlumbaan, atau kerana yang lain. Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Solat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu solat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masingmasing peribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

‫كان رسول ال صلى ال عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى‬ “ Bahwasanya Rasulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan solat. “()

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()

Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadis, akan tetapi seorang muslim boleh berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda boleh berdo’a seperti ini :

tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru. setelah itu. yaitu halaman dua. Setelah selesai. empat. setelah itu kita baru mulai menghafalnya. wahai Yang Maha Pengasih “. Jadi. baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. agar kita boleh menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. kerana sudah terulangi lima kali. dan terbukti sangat efektif : Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ).‫اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم‬ ‫ الراحمين‬. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebahagian penghafaz. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam. maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . kita baru menghafal ayat tersebut. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’ . dan begiu seterusnya sampai satu halaman. maka sebelum menghafal halaman ke-tiga. kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama. Metode Kedua : Menghafal per. tiga. “ Ya Allah berikanlah kepadaku taufik untuk menghafal Al Qur’an. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya. Untuk halaman satu kita tinggal dulu. Kita membaca satu lembar yang mahu kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar. • Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an.ayat . Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima.halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. () Untuk memudahkan hafalan juga. dan begitu seterusnya. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya. Setelah hafal satu lembar. empat dan lima. kerana sudah terulangi lima kali. kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. dan berilah aku kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridha dan tuntunanMu . lima. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua. kita boleh membahagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bahagian ) : 1. dan enam. Setelah satu halaman. yaitu membaca satu ayat yang mahu kita hafal tiga atau lima kali secara benar. yaitu halaman tiga. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat. Perlu diperhatikan juga. kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu. setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya. empat yang lama. kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh. Sebenarnya banyak sekali metode yang boleh digunakan untuk menghafal Al Qur’an. Masing-masing akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya.

sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut. Kadang. adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syeikh yang mantap dalam bacaannya. 4. 6. • Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan. dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah. Kalau boleh. hendaknya hafalan yang ada. hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah. 5. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ). ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita. 3. kemudian masuk pada bahagian ke-enam dan seterusnya. kita tasmi’kan kepada orang lain. Sebelum mulai menghafal. kerana kita tidak pernah mentasmi’kan hafalan kita kepada orang lain. tidak hanya sekadar • . atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini : ‫ < الزين‬-— ‫ الذين‬/ ‫ثم —— < سم‬ b) Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini : 1/ ‫م‬ ُ ‫ < (إبراهي ِب‬-— ( 124 : ‫لمات ) البقرة‬ ِ‫كام‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ه ام‬ ُ ‫ب ِب‬ ُّ‫ر ه‬ َ‫م ِل‬ َ‫هي ِل‬ ِ‫را ام‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫إ َر‬ ِ‫لى ام‬ َ‫تِل‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫ذ ا َر‬ ِ‫إ ام‬ ِ‫وام‬ َ‫﴾ ِل‬ 2/ 116 : ‫م ) المائدة‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫قي ِل‬ ِ‫ر ام‬ َّ ‫ت ال‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫ني ِب‬ ِ‫ت ام‬ َ‫ي ِل‬ ْ‫ف َر‬ َّ ‫و‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ما ِل‬ َّ ‫ل‬ َ‫فِل‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫في ام‬ ِ‫ت ام‬ ُ ‫م ِب‬ ْ‫د َر‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫دا ِل‬ ً‫هي ا‬ ِ‫ش ام‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫نت ِب ُ ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫) ِل‬ َ‫ن ِل‬ ‫ت‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫نت ِب ُ > ——— < ِب‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫ِل‬ 3/ ‫دي‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ < أم من ل ِل‬-— ( 35 : ‫د ى ) ونس‬ َ‫يهَرْ ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫إ‬ ِ‫دي ام‬ ِّ‫ه ي‬ ِ‫ي ام‬ َ‫ل ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫م ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ع ِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ت ِل‬ َّ‫ن ي‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ق ِل‬ ُّ‫ح ه‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِّ‫ح ي‬ َ‫ل ِل‬ ْ‫لى ا َر‬ َ‫إِل‬ ِ‫دي ام‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫ف ِل‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ِل‬ 4/ ‫ذين‬ ِ‫ل ام‬ َّ‫ ( —– < ا‬29: ‫س ) فصلت‬ ِ‫ن ام‬ ْ‫ل َر‬ ْ‫وا امَِر‬ َ‫ن ِل‬ ِّ‫امِ ي‬ ‫لج‬ ْ‫ن ا َر‬ َ‫م ِل‬ ِ‫نا ام‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫ض‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ن ِل‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ذ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ‫نا ا‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫أ ام‬ َ‫نا ِل‬ َ‫ب ِل‬ َّ‫ر‬ َ‫ِل‬ 5/ ‫دين فيها‬ ِ‫( —– < خال ام‬17 :‫ن ﴾ الحشر‬ َ‫مي ِل‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫َّاام‬ ‫ء الظ‬ ُ ‫زا ِب‬ َ‫ج ِل‬ َ‫ك ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ َ‫و ِل‬ َ‫ها ِل‬ َ‫في ِل‬ ِ‫ن ام‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫د َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫خاام‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫نا ام‬ َّ‫في ال‬ ِ‫ما ام‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ما ِل‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ت ِب‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِ‫عا ام‬ َ‫ن ِل‬ َ‫كا ِل‬ َ‫ف ِل‬ َ‫ِل‬ • Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik.2. agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal. diantaranya : a) Memperbaiki Makhraj Huruf. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah Surat Yunus sampai Surat An Nahl Surat Al Isra’ sampai Al Furqan Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat Surat Qaf sampai Surat An Nas Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas. sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita. 7.

Barangkali kalau sekadar menghafal banyak orang yang mampu melakukannya dengan cepat. kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak. ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkalikali.mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain. Rasulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as. seorang ahli hadis yang terkenal dengan kuatnya hafalannya. dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam. Kerana seringnya dia mengulang-ulang hafalannya. apa yang sedang engkau kerjakan ? “Saya sedang menghafal sebuah buku “ . baru tulisan tersebut dicuci dengan air. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin. saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu. dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja. akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara konsisten. . ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut. Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu. akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Ada beberapa teman dari Morocco yang menceritakan bahawa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Morocco adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh murid. akan tetapi dengan membacanya dengan mulut kita. “ Kalau begitu. kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempoh yang lama. dan hal itu tidak terlalu sulit. dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Pada suatu ketika. • • Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang boleh menghafal dengan baik dan benar. setelah mereka menghafalnya di luar kepala. Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru. sebagaimana nenek tadi. sampai nenek tersebut bosan mendengarnya. saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim. Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indera yang kita miliki. hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. akhir-akhir ini . Bahkan kita sering mendengar seseorang boleh menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan.Alhamdulillah banyak program TV yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syeikh yang mantap. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim. jawabnya. jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman.” . • Langkah Kelapan : Untuk menguatkan hafalan. tidak ada satupun hafalannya yang lupa. Berkata nenek tersebut : “ Jangan seperti itu. lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya. Untuk diketahui.

sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya : ‫ العين تحفظ قبل الذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي‬. perlahanperlahan. diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok. waktu malam habis solat Isya’ atau ketika melakukan solat tahajud dan seterusnya. habis solat zuhur. serta gunakan waktu pagi. Sebagai contoh : di pagi hari. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi. jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. () Kerana mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Akan tetapi dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. 8 hizb. bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus . Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an.sebelum telinga. seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebahagian orang Mesir. dan ini tergantung kepada peribadi masing-masing. • Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan solat –solat . boleh kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut. siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari ) Dalam hadis di atas disebutkan waktu pagi. ertinya kita boleh menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. 20 halaman. Disana ada model lain. Demak.• Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. Masalah ini. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an. disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda : ‫ واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة‬، ‫ فسددوا وقاربوا و أبشروا‬، ‫ ولن يشاد الدين أحد إل غلبه‬، ‫إن الدين يسر‬ “ Sesungguhnya agama ini mudah. • Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf. dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. ada juga mushaf yang dipakai oleh sebahagian orang Pakistan dan India. “() Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf.. waktu petang habis solat Ashar. waktu siang siang. satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar. makanya amalkan agama ini dengan benar. dan berilah khabar gembira. dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri. “ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya. sehabis solat subuh sampai terbitnya matahari. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. siang dan malam.

ia mendapatkan ijazah . dan fokus inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Hal ini kerana waktu solat. Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz . sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan.sunnah.﴿ ‫ و النحل‬،145 ‫ والنعام‬، 3 ‫ه ( المائدة‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫و ِل‬ َ‫ > ———— < ﴿ ِل‬173 ‫ل ﴾ البقرة‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ه ام‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫ِلَ ِل‬ ‫و‬ 115 . 3. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya. 2. kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya solat dan tidak berani mendekatinya. Berbeza ketika di luar solat. Boleh jadi. Mutasyabihat Al Qur’an. karya Al Khatib Al Kafi. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an. Abul Husain bin Al Munady 4. hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. • Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . ia ingin selalu bergerak. atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya berbual-bual. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah. karya Abu Dzar Al Qalamuni • Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an.( 61 : ‫يين بغير الحق ( البقرة‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫امِ ِل‬ ‫ل‬ َّ ‫ت ا‬ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ ( 21 : ‫يين بغير حق ( آل عمران‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫إن الذين يكفرون بيآيات ا ام‬ َّ ( 112 : ‫ن النبياء بغير حق ( آل عمرن‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ت ا ام‬ َّ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap boleh dirujuk buku – buku berikut : 1. Berbeza kalau seseorang sedang solat. dan begitu seterusnya. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren. Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ). atau kepalanya akan melihat ketika ada sesuatu yang menarik. seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi. seseorang sedang fokus menghadap Allah. dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali. dan begitu seterusnya. baik di masjid mahupun di rumah. setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya : . karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany. jangan sampai ditinggal begitu saja. kadang matanya melihat kanan atau kiri. ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Asrar At Tikrar fi Al Qur’an.

Kalau istiqamah seperti ini. akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. kalau hafalannya lancar. Biasanya dia menghabiskan solat tahajudnya selama dua jam. maka dalam satu hari dia boleh mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali. Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal. Agar terasa lebih ringan. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid.Qur’an. sebelum solat dan sesudahnya. Kalau dia mampu menyempurnakan setengah juz setiap hari pada solat malam atau solat-solat sunnah lainnya. . biasanya ia boleh menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam.sebagai seorang yang bergelar ” hafiz ” atau ” hafizah “. untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemahuan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. hendaknya setiap solat dibagi menjadi dua bahagian. Bererti. Seandainya saja. Menurut ukuran umum. akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an. Di sinilah letak perbezaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan solat lima waktu. yaitu ketika ia mengerjakan solat tahajud. Sebelum solat umpamanya: sebelum azan. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut : Mengulangi hafalan menurut waktu solat lima waktu. sebaiknya pergi ke masjid sebelum azan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Cuma kita tidak tahu. Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. tanpa menyita waktunya sama sekali. kerana banyak orang mampu menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat. yaitu setelah membaca zikir ba’da solat atau zikir pagi pada solat shubuh dan setelah zikir selepas solat Asar. maka jawapannya adalah kecewa. dan waktu antara azan dan iqamah. bererti dia boleh menyelesaikan setiap harinya tiga juz. Kemudian setelah solat. hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. selama dua jam dia boleh menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. dan setiap peserta wajib mendengarkan hafalannya kepada temannya lima juz bererti masingmasing dari peserta mampu mengkhatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Kerana. Ada sebahagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja. dan boleh mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. maka dia boleh menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari. ia mampu mengulangi hafalannya sebelum solat sebanyak seperempat juz dan sesudah solat seperempat juz juga.

sukar mengalah Belajar dari Kematian » Responses assalamualaikum… zai ada jumpa al-quran online … semoga berbahagia selalu. 361 ( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadis tersebut boleh dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi. Ke-Tiga.( Beirut. Hal. hal. hal. 2002 ) Cet Pertama. Al Majmu’. Dar Ibnu Al Haitsam. ( Kairo. Maktabah Al Islamiyah. Op. ( Kairo.21-39 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. hal. hal. Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah. juz I. ————————————————————( ) Imam Nawawi. kasar. Cit.e-quran.zai attached kat sini ek jeehan… http://www. Maktabah At Tabi’in.asp?dil=&syf=440 . ( Kairo. Juz : I. 15 Categories: • • Al Quran & Tafsir Petua & Amalan « Ego jadikan umat keras hati. Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an. disahihkan oleh Syekh Al Bani dalam Sahih Sunan Abu Daud . 13 ( ) Ali bin Umar Badhdah. hal. 1996 ) Cet. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an.Inipun hanya boleh terlaksana jika masing-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu. Hal. Dar Al Fikri. hal 12 ( ) Abu Dzar Al Qalamuni. 1998 ) Cet Pertama.net/pages. 2002 ) Cet. Kaifa Tahfadu Al Qur’an. 97 -120 ( ) Ibid. hal : 66 ( ) Hadis riwayat Abu Daud ( no : 1319 ). Pertama.16 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. 6 ( ) Ibid..

GH . Well Done. Tq very much sbb bagi link tu… Kalau ada link lain yg berguna or relevant with this topic.tata. Dearest Jeehan.. 2007 at 11:43 am Assalamualikum wrt. forward kat Jeehan yer? Tq again. Take Care & Love U B Happy & Smile Always. 2007 at 1:37 am W’salam wrmth Zai.salam • By: aniliaz on May 31st. • By: nurjeehan on May 31st. I’v been looking 4 petua2 menghafal Al-Quran ni. InsyaAllah will follow thru…Can u help to print it so I can make like a booklet which we can carry it wherever we go and read it at any time and of course will share with others… May Allah Bless & IN HIS Care Always.