15 langkah efektif untuk menghafal Al-Quran

Oleh Ahmad Zain An Najah, MA (dari http://ahmadzain.wordpress.com/2007/04/25/sukses-belajar-2/) Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, kerana Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh kerananya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakkan hafalan Al Qur’an sebagai prioriti utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, kerana ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukkan diri dengan hadis dan fiqh atau material lainnya, kerana akan menyebabkan hilangnya sebahagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “ Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66 Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’an hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya kerana Allah sahaja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeza kalau niatnya hanya untuk mengejar material atau hanya ingin ikut perlumbaan, atau kerana yang lain. Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Solat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu solat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masingmasing peribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

‫كان رسول ال صلى ال عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى‬ “ Bahwasanya Rasulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan solat. “()

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()

Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadis, akan tetapi seorang muslim boleh berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda boleh berdo’a seperti ini :

setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Jadi. setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya. kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebahagian penghafaz. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya.halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. dan enam. kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Untuk halaman satu kita tinggal dulu. yaitu halaman tiga. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman. Sebenarnya banyak sekali metode yang boleh digunakan untuk menghafal Al Qur’an. dan terbukti sangat efektif : Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). () Untuk memudahkan hafalan juga. empat yang lama. dan begiu seterusnya sampai satu halaman. yaitu membaca satu ayat yang mahu kita hafal tiga atau lima kali secara benar. “ Ya Allah berikanlah kepadaku taufik untuk menghafal Al Qur’an. yaitu halaman dua. empat. tiga. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua. Setelah satu halaman. agar kita boleh menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya. kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru. Masing-masing akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Kita membaca satu lembar yang mahu kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’ . maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . wahai Yang Maha Pengasih “.‫اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم‬ ‫ الراحمين‬. Setelah hafal satu lembar. dan begitu seterusnya. Perlu diperhatikan juga. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. kerana sudah terulangi lima kali. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima. empat dan lima. Metode Kedua : Menghafal per. kerana sudah terulangi lima kali. kita baru menghafal ayat tersebut. setelah itu. Setelah selesai. maka sebelum menghafal halaman ke-tiga. kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama. dan berilah aku kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridha dan tuntunanMu . Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam. baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya.ayat . Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu. • Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. lima. kita boleh membahagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bahagian ) : 1.

Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah. adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syeikh yang mantap dalam bacaannya. Sebelum mulai menghafal. Kalau boleh. 5. Kadang. 7. Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini : 1/ ‫م‬ ُ ‫ < (إبراهي ِب‬-— ( 124 : ‫لمات ) البقرة‬ ِ‫كام‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ه ام‬ ُ ‫ب ِب‬ ُّ‫ر ه‬ َ‫م ِل‬ َ‫هي ِل‬ ِ‫را ام‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫إ َر‬ ِ‫لى ام‬ َ‫تِل‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫ذ ا َر‬ ِ‫إ ام‬ ِ‫وام‬ َ‫﴾ ِل‬ 2/ 116 : ‫م ) المائدة‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫قي ِل‬ ِ‫ر ام‬ َّ ‫ت ال‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫ني ِب‬ ِ‫ت ام‬ َ‫ي ِل‬ ْ‫ف َر‬ َّ ‫و‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ما ِل‬ َّ ‫ل‬ َ‫فِل‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫في ام‬ ِ‫ت ام‬ ُ ‫م ِب‬ ْ‫د َر‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫دا ِل‬ ً‫هي ا‬ ِ‫ش ام‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫نت ِب ُ ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫) ِل‬ َ‫ن ِل‬ ‫ت‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫نت ِب ُ > ——— < ِب‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫ِل‬ 3/ ‫دي‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ < أم من ل ِل‬-— ( 35 : ‫د ى ) ونس‬ َ‫يهَرْ ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫إ‬ ِ‫دي ام‬ ِّ‫ه ي‬ ِ‫ي ام‬ َ‫ل ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫م ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ع ِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ت ِل‬ َّ‫ن ي‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ق ِل‬ ُّ‫ح ه‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِّ‫ح ي‬ َ‫ل ِل‬ ْ‫لى ا َر‬ َ‫إِل‬ ِ‫دي ام‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫ف ِل‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ِل‬ 4/ ‫ذين‬ ِ‫ل ام‬ َّ‫ ( —– < ا‬29: ‫س ) فصلت‬ ِ‫ن ام‬ ْ‫ل َر‬ ْ‫وا امَِر‬ َ‫ن ِل‬ ِّ‫امِ ي‬ ‫لج‬ ْ‫ن ا َر‬ َ‫م ِل‬ ِ‫نا ام‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫ض‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ن ِل‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ذ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ‫نا ا‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫أ ام‬ َ‫نا ِل‬ َ‫ب ِل‬ َّ‫ر‬ َ‫ِل‬ 5/ ‫دين فيها‬ ِ‫( —– < خال ام‬17 :‫ن ﴾ الحشر‬ َ‫مي ِل‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫َّاام‬ ‫ء الظ‬ ُ ‫زا ِب‬ َ‫ج ِل‬ َ‫ك ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ َ‫و ِل‬ َ‫ها ِل‬ َ‫في ِل‬ ِ‫ن ام‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫د َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫خاام‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫نا ام‬ َّ‫في ال‬ ِ‫ما ام‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ما ِل‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ت ِب‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِ‫عا ام‬ َ‫ن ِل‬ َ‫كا ِل‬ َ‫ف ِل‬ َ‫ِل‬ • Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik. hendaknya hafalan yang ada. • Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal. 3. diantaranya : a) Memperbaiki Makhraj Huruf. kerana kita tidak pernah mentasmi’kan hafalan kita kepada orang lain.2. 6. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ). hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. kemudian masuk pada bahagian ke-enam dan seterusnya. agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. 4. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah Surat Yunus sampai Surat An Nahl Surat Al Isra’ sampai Al Furqan Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat Surat Qaf sampai Surat An Nas Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas. kita tasmi’kan kepada orang lain. tidak hanya sekadar • . dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah. sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita. ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita. atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini : ‫ < الزين‬-— ‫ الذين‬/ ‫ثم —— < سم‬ b) Memperbaiki Harakat Huruf . sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut.

mungkin sampai tujuh puluh kali. • Langkah Kelapan : Untuk menguatkan hafalan. jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Jangan seperti itu. dan hal itu tidak terlalu sulit. dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya. Pada suatu ketika. jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman. ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkalikali.Alhamdulillah banyak program TV yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syeikh yang mantap. setelah mereka menghafalnya di luar kepala. saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru. akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara konsisten. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim. akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. sebagaimana nenek tadi. “ Kalau begitu. Rasulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as. Kerana seringnya dia mengulang-ulang hafalannya. sampai nenek tersebut bosan mendengarnya. . Ada beberapa teman dari Morocco yang menceritakan bahawa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Morocco adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh murid. akan tetapi dengan membacanya dengan mulut kita. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut. Barangkali kalau sekadar menghafal banyak orang yang mampu melakukannya dengan cepat. dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam. Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indera yang kita miliki. Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu. Untuk diketahui. saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim. baru tulisan tersebut dicuci dengan air.mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain. seorang ahli hadis yang terkenal dengan kuatnya hafalannya. Bahkan kita sering mendengar seseorang boleh menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja. hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. akhir-akhir ini .” . lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. • • Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang boleh menghafal dengan baik dan benar. kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak. hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin. kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempoh yang lama. Ini sangat membantu hafalan seseorang. tidak ada satupun hafalannya yang lupa. apa yang sedang engkau kerjakan ? “Saya sedang menghafal sebuah buku “ .

Disana ada model lain. habis solat zuhur. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an. banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. ertinya kita boleh menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. 20 halaman. siang dan malam.• Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. dan ini tergantung kepada peribadi masing-masing. • Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal. bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus . waktu petang habis solat Ashar. serta gunakan waktu pagi. seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebahagian orang Mesir. disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda : ‫ واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة‬، ‫ فسددوا وقاربوا و أبشروا‬، ‫ ولن يشاد الدين أحد إل غلبه‬، ‫إن الدين يسر‬ “ Sesungguhnya agama ini mudah. Demak. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf. waktu siang siang. Masalah ini. boleh kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut. Sebagai contoh : di pagi hari. maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. dan berilah khabar gembira. diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok. jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. “() Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. makanya amalkan agama ini dengan benar. 8 hizb. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi.sebelum telinga. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an. perlahanperlahan. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. () Kerana mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari ) Dalam hadis di atas disebutkan waktu pagi. sehabis solat subuh sampai terbitnya matahari. Akan tetapi dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar. ada juga mushaf yang dipakai oleh sebahagian orang Pakistan dan India. waktu malam habis solat Isya’ atau ketika melakukan solat tahajud dan seterusnya. • Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan solat –solat .. sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya : ‫ العين تحفظ قبل الذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي‬. dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. “ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya. dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri.

Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren. • Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi. atau kepalanya akan melihat ketika ada sesuatu yang menarik. Berbeza ketika di luar solat. kadang matanya melihat kanan atau kiri. atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya berbual-bual. dan begitu seterusnya. kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya solat dan tidak berani mendekatinya. dan begitu seterusnya. atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan. dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali. karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany.( 61 : ‫يين بغير الحق ( البقرة‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫امِ ِل‬ ‫ل‬ َّ ‫ت ا‬ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ ( 21 : ‫يين بغير حق ( آل عمران‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫إن الذين يكفرون بيآيات ا ام‬ َّ ( 112 : ‫ن النبياء بغير حق ( آل عمرن‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ت ا ام‬ َّ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap boleh dirujuk buku – buku berikut : 1. Hal ini kerana waktu solat. ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi. baik di masjid mahupun di rumah. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah. ia mendapatkan ijazah . sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja.﴿ ‫ و النحل‬،145 ‫ والنعام‬، 3 ‫ه ( المائدة‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫و ِل‬ َ‫ > ———— < ﴿ ِل‬173 ‫ل ﴾ البقرة‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ه ام‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫ِلَ ِل‬ ‫و‬ 115 . 3. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya : . Mutasyabihat Al Qur’an. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Boleh jadi. Berbeza kalau seseorang sedang solat. Asrar At Tikrar fi Al Qur’an. seseorang sedang fokus menghadap Allah. jangan sampai ditinggal begitu saja.sunnah. Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz . ia ingin selalu bergerak. dan fokus inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. karya Al Khatib Al Kafi. 2. karya Abu Dzar Al Qalamuni • Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an. hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Abul Husain bin Al Munady 4. Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ).

maka dia boleh menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari. biasanya ia boleh menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan solat lima waktu. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali. dan setiap peserta wajib mendengarkan hafalannya kepada temannya lima juz bererti masingmasing dari peserta mampu mengkhatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal. selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Bererti. sebelum solat dan sesudahnya. ia mampu mengulangi hafalannya sebelum solat sebanyak seperempat juz dan sesudah solat seperempat juz juga. Kerana. hendaknya setiap solat dibagi menjadi dua bahagian. Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. maka jawapannya adalah kecewa. Seandainya saja. hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Di sinilah letak perbezaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. kerana banyak orang mampu menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat. selama dua jam dia boleh menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. dan waktu antara azan dan iqamah. yaitu ketika ia mengerjakan solat tahajud. Kemudian setelah solat. maka dalam satu hari dia boleh mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Biasanya dia menghabiskan solat tahajudnya selama dua jam. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid. Agar terasa lebih ringan. Kalau dia mampu menyempurnakan setengah juz setiap hari pada solat malam atau solat-solat sunnah lainnya.Qur’an. Cuma kita tidak tahu. Ada sebahagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja. sebaiknya pergi ke masjid sebelum azan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. yaitu setelah membaca zikir ba’da solat atau zikir pagi pada solat shubuh dan setelah zikir selepas solat Asar. masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. tanpa menyita waktunya sama sekali. . Kalau istiqamah seperti ini. akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita.sebagai seorang yang bergelar ” hafiz ” atau ” hafizah “. akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al. Sebelum solat umpamanya: sebelum azan. kalau hafalannya lancar. Menurut ukuran umum. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut : Mengulangi hafalan menurut waktu solat lima waktu. bererti dia boleh menyelesaikan setiap harinya tiga juz. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali. untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemahuan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. dan boleh mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an.

( Beirut. Juz : I.21-39 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. hal : 66 ( ) Hadis riwayat Abu Daud ( no : 1319 ).asp?dil=&syf=440 . hal 12 ( ) Abu Dzar Al Qalamuni. Maktabah At Tabi’in. Ke-Tiga. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an. sukar mengalah Belajar dari Kematian » Responses assalamualaikum… zai ada jumpa al-quran online … semoga berbahagia selalu. hal. 6 ( ) Ibid.16 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. Dar Ibnu Al Haitsam. Hal. kasar. 2002 ) Cet. 13 ( ) Ali bin Umar Badhdah. Kaifa Tahfadu Al Qur’an. juz I. 1998 ) Cet Pertama. 2002 ) Cet Pertama. Hal. Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an. hal. ( Kairo. Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah. disahihkan oleh Syekh Al Bani dalam Sahih Sunan Abu Daud . 97 -120 ( ) Ibid. hal. 1996 ) Cet. ( Kairo.zai attached kat sini ek jeehan… http://www. hal. ( Kairo.e-quran. Op. Dar Al Fikri. Cit.net/pages. hal.. 361 ( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadis tersebut boleh dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi. Maktabah Al Islamiyah. Al Majmu’. 15 Categories: • • Al Quran & Tafsir Petua & Amalan « Ego jadikan umat keras hati.Inipun hanya boleh terlaksana jika masing-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu. Pertama. ————————————————————( ) Imam Nawawi.

Take Care & Love U B Happy & Smile Always.. 2007 at 11:43 am Assalamualikum wrt.salam • By: aniliaz on May 31st. Dearest Jeehan. Tq very much sbb bagi link tu… Kalau ada link lain yg berguna or relevant with this topic. forward kat Jeehan yer? Tq again. InsyaAllah will follow thru…Can u help to print it so I can make like a booklet which we can carry it wherever we go and read it at any time and of course will share with others… May Allah Bless & IN HIS Care Always. • By: nurjeehan on May 31st.tata. I’v been looking 4 petua2 menghafal Al-Quran ni. GH . Well Done. 2007 at 1:37 am W’salam wrmth Zai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful