15 langkah efektif untuk menghafal Al-Quran

Oleh Ahmad Zain An Najah, MA (dari http://ahmadzain.wordpress.com/2007/04/25/sukses-belajar-2/) Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, kerana Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh kerananya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakkan hafalan Al Qur’an sebagai prioriti utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, kerana ia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukkan diri dengan hadis dan fiqh atau material lainnya, kerana akan menyebabkan hilangnya sebahagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “ Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66 Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :

Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’an hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya kerana Allah sahaja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeza kalau niatnya hanya untuk mengejar material atau hanya ingin ikut perlumbaan, atau kerana yang lain. Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Solat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu solat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masingmasing peribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

‫كان رسول ال صلى ال عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى‬ “ Bahwasanya Rasulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan solat. “()

Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()

Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadis, akan tetapi seorang muslim boleh berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda boleh berdo’a seperti ini :

Jadi. kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. yaitu membaca satu ayat yang mahu kita hafal tiga atau lima kali secara benar. yaitu halaman dua. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu. Setelah satu halaman. kita baru menghafal ayat tersebut. kerana sudah terulangi lima kali. dan enam. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’ . yaitu halaman tiga. kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya. Kita membaca satu lembar yang mahu kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar. tiga. “ Ya Allah berikanlah kepadaku taufik untuk menghafal Al Qur’an.‫اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم‬ ‫ الراحمين‬. kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat. Masing-masing akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. kerana sudah terulangi lima kali. () Untuk memudahkan hafalan juga. Untuk halaman satu kita tinggal dulu. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebahagian penghafaz. maka sebelum menghafal halaman ke-tiga. Setelah selesai. Setelah hafal satu lembar. setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya. empat yang lama. baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. setelah itu kita baru mulai menghafalnya. setelah itu. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh. kita boleh membahagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bahagian ) : 1. wahai Yang Maha Pengasih “. maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. • Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. dan terbukti sangat efektif : Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). agar kita boleh menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya. tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru. empat dan lima. Perlu diperhatikan juga. Metode Kedua : Menghafal per. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman. Sebenarnya banyak sekali metode yang boleh digunakan untuk menghafal Al Qur’an. lima. dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima.ayat . dan berilah aku kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridha dan tuntunanMu . dan begitu seterusnya. empat.halaman yang sudah kita hafal sebelumnya.

atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini : ‫ < الزين‬-— ‫ الذين‬/ ‫ثم —— < سم‬ b) Memperbaiki Harakat Huruf . diantaranya : a) Memperbaiki Makhraj Huruf. tidak hanya sekadar • . 6. 4. Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini : 1/ ‫م‬ ُ ‫ < (إبراهي ِب‬-— ( 124 : ‫لمات ) البقرة‬ ِ‫كام‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ه ام‬ ُ ‫ب ِب‬ ُّ‫ر ه‬ َ‫م ِل‬ َ‫هي ِل‬ ِ‫را ام‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫إ َر‬ ِ‫لى ام‬ َ‫تِل‬ َ‫ب ِل‬ ْ‫ذ ا َر‬ ِ‫إ ام‬ ِ‫وام‬ َ‫﴾ ِل‬ 2/ 116 : ‫م ) المائدة‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫قي ِل‬ ِ‫ر ام‬ َّ ‫ت ال‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫ني ِب‬ ِ‫ت ام‬ َ‫ي ِل‬ ْ‫ف َر‬ َّ ‫و‬ َ‫ت ِل‬ َ‫ما ِل‬ َّ ‫ل‬ َ‫فِل‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫في ام‬ ِ‫ت ام‬ ُ ‫م ِب‬ ْ‫د َر‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫دا ِل‬ ً‫هي ا‬ ِ‫ش ام‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ل َر‬ َ‫عِل‬ َ‫نت ِب ُ ِل‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫) ِل‬ َ‫ن ِل‬ ‫ت‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫نت ِب ُ > ——— < ِب‬ ْ‫ك َر‬ ُ ‫و ِب‬ َ‫ِل‬ 3/ ‫دي‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ < أم من ل ِل‬-— ( 35 : ‫د ى ) ونس‬ َ‫يهَرْ ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫إ‬ ِ‫دي ام‬ ِّ‫ه ي‬ ِ‫ي ام‬ َ‫ل ِل‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫م ِل‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ع ِل‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ت ِل‬ َّ‫ن ي‬ ْ‫أ َر‬ َ‫ق ِل‬ ُّ‫ح ه‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِّ‫ح ي‬ َ‫ل ِل‬ ْ‫لى ا َر‬ َ‫إِل‬ ِ‫دي ام‬ ِ‫ه ام‬ ْ‫ي َر‬ َ‫ن ِل‬ ْ‫م َر‬ َ‫ف ِل‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ِل‬ 4/ ‫ذين‬ ِ‫ل ام‬ َّ‫ ( —– < ا‬29: ‫س ) فصلت‬ ِ‫ن ام‬ ْ‫ل َر‬ ْ‫وا امَِر‬ َ‫ن ِل‬ ِّ‫امِ ي‬ ‫لج‬ ْ‫ن ا َر‬ َ‫م ِل‬ ِ‫نا ام‬ َ‫ل ِل‬ َّ ‫ض‬ َ‫أ ِل‬ َ‫ن ِل‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫ذ َر‬ َ‫ل ِل‬ َّ‫نا ا‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫أ ام‬ َ‫نا ِل‬ َ‫ب ِل‬ َّ‫ر‬ َ‫ِل‬ 5/ ‫دين فيها‬ ِ‫( —– < خال ام‬17 :‫ن ﴾ الحشر‬ َ‫مي ِل‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫َّاام‬ ‫ء الظ‬ ُ ‫زا ِب‬ َ‫ج ِل‬ َ‫ك ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ َ‫و ِل‬ َ‫ها ِل‬ َ‫في ِل‬ ِ‫ن ام‬ ِ‫ي ام‬ ْ‫د َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫خاام‬ َ‫ر ِل‬ ِ‫نا ام‬ َّ‫في ال‬ ِ‫ما ام‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ما ِل‬ َ‫ه ِل‬ ُ ‫ت ِب‬ َ‫ب ِل‬ َ‫ق ِل‬ ِ‫عا ام‬ َ‫ن ِل‬ َ‫كا ِل‬ َ‫ف ِل‬ َ‫ِل‬ • Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik. Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah. sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita. kerana kita tidak pernah mentasmi’kan hafalan kita kepada orang lain. hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. • Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan. kita tasmi’kan kepada orang lain. adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syeikh yang mantap dalam bacaannya. hendaknya hafalan yang ada. Kadang. Kalau boleh. 3.2. 5. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal. agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ). ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita. Sebelum mulai menghafal. 7. sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut. kemudian masuk pada bahagian ke-enam dan seterusnya. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah Surat Yunus sampai Surat An Nahl Surat Al Isra’ sampai Al Furqan Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat Surat Qaf sampai Surat An Nas Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas.

hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim. Bahkan kita sering mendengar seseorang boleh menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. Barangkali kalau sekadar menghafal banyak orang yang mampu melakukannya dengan cepat. Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu.” . kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak. Ada beberapa teman dari Morocco yang menceritakan bahawa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Morocco adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh murid. Rasulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as. Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru. akhir-akhir ini . seorang ahli hadis yang terkenal dengan kuatnya hafalannya. setelah mereka menghafalnya di luar kepala. apa yang sedang engkau kerjakan ? “Saya sedang menghafal sebuah buku “ . () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. • • Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang boleh menghafal dengan baik dan benar. baru tulisan tersebut dicuci dengan air. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim. Ini sangat membantu hafalan seseorang. saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu. Kerana seringnya dia mengulang-ulang hafalannya. dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam. lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. tidak ada satupun hafalannya yang lupa. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja. mungkin sampai tujuh puluh kali. jawabnya. dan hal itu tidak terlalu sulit. Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indera yang kita miliki. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman. sampai nenek tersebut bosan mendengarnya.Alhamdulillah banyak program TV yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syeikh yang mantap. “ Kalau begitu. kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempoh yang lama. Untuk diketahui. ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya.mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain. akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara konsisten. ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkalikali. dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. sebagaimana nenek tadi. hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin. • Langkah Kelapan : Untuk menguatkan hafalan. akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Pada suatu ketika. dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim. Berkata nenek tersebut : “ Jangan seperti itu. . akan tetapi dengan membacanya dengan mulut kita.

boleh kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut. Disana ada model lain. bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus . ertinya kita boleh menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar. waktu siang siang. Demak. banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. dan berilah khabar gembira. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini.. “ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya. habis solat zuhur. siang dan malam. • Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal. disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda : ‫ واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة‬، ‫ فسددوا وقاربوا و أبشروا‬، ‫ ولن يشاد الدين أحد إل غلبه‬، ‫إن الدين يسر‬ “ Sesungguhnya agama ini mudah. Akan tetapi dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. ada juga mushaf yang dipakai oleh sebahagian orang Pakistan dan India. makanya amalkan agama ini dengan benar. Masalah ini. • Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan solat –solat . () Kerana mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi. seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebahagian orang Mesir. dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. serta gunakan waktu pagi. “() Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri. waktu malam habis solat Isya’ atau ketika melakukan solat tahajud dan seterusnya. perlahanperlahan. 8 hizb. Sebagai contoh : di pagi hari. 20 halaman. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an. sehabis solat subuh sampai terbitnya matahari.• Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf. siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari ) Dalam hadis di atas disebutkan waktu pagi. waktu petang habis solat Ashar. maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok. dan ini tergantung kepada peribadi masing-masing. sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya : ‫ العين تحفظ قبل الذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي‬.sebelum telinga.

Asrar At Tikrar fi Al Qur’an. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. karya Abu Dzar Al Qalamuni • Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an. Mutasyabihat Al Qur’an. seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi. ia mendapatkan ijazah . karya Al Khatib Al Kafi. seseorang sedang fokus menghadap Allah. dan fokus inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya.( 61 : ‫يين بغير الحق ( البقرة‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫امِ ِل‬ ‫ل‬ َّ ‫ت ا‬ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ ( 21 : ‫يين بغير حق ( آل عمران‬ ِّ‫ب ي‬ ِ‫ن ام‬ َّ ‫ن ال‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫إن الذين يكفرون بيآيات ا ام‬ َّ ( 112 : ‫ن النبياء بغير حق ( آل عمرن‬ َ‫لو ِل‬ ُ ‫تِب‬ ُ ‫ق ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫و ِل‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ت ا ام‬ َّ ِ‫يا ام‬ َ‫بيآ ِل‬ ِ‫ن ام‬ َ‫رو ِل‬ ُ ‫ف ِب‬ ُ ‫ك ِب‬ ْ‫ي َر‬ َ‫نوا ِل‬ ُ ‫كا ِب‬ َ‫م ِل‬ ْ‫ه َر‬ ُ ‫ن ِب‬ َّ‫أ‬ َ‫ب ِل‬ ِ‫ك ام‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ذام‬ Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap boleh dirujuk buku – buku berikut : 1. • Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Abul Husain bin Al Munady 4.sunnah. 2. Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz . baik di masjid mahupun di rumah. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren. dan begitu seterusnya. 3. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya solat dan tidak berani mendekatinya. atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan. atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya berbual-bual. kadang matanya melihat kanan atau kiri. atau kepalanya akan melihat ketika ada sesuatu yang menarik. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah. Boleh jadi. Berbeza ketika di luar solat. hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ). Hal ini kerana waktu solat.﴿ ‫ و النحل‬،145 ‫ والنعام‬، 3 ‫ه ( المائدة‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫و ِل‬ َ‫ > ———— < ﴿ ِل‬173 ‫ل ﴾ البقرة‬ ِ‫ر ا ام‬ َّ ِ‫ي ام‬ ْ‫غ َر‬ َ‫ل ِل‬ ِ‫ه ام‬ ِ‫ب ام‬ ِ‫ل ام‬ َّ ‫ه‬ ِ‫أ ام‬ ُ ‫ما ِب‬ َ‫ِلَ ِل‬ ‫و‬ 115 . Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya : . ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali. ia ingin selalu bergerak. setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi. dan begitu seterusnya. Berbeza kalau seseorang sedang solat. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an. karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany. jangan sampai ditinggal begitu saja.

bererti dia boleh menyelesaikan setiap harinya tiga juz. yaitu setelah membaca zikir ba’da solat atau zikir pagi pada solat shubuh dan setelah zikir selepas solat Asar. masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Agar terasa lebih ringan. maka jawapannya adalah kecewa.Qur’an. sebaiknya pergi ke masjid sebelum azan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. kalau hafalannya lancar. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya.sebagai seorang yang bergelar ” hafiz ” atau ” hafizah “. yaitu ketika ia mengerjakan solat tahajud. Biasanya dia menghabiskan solat tahajudnya selama dua jam. tanpa menyita waktunya sama sekali. untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemahuan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. maka dia boleh menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari. Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal. Sebelum solat umpamanya: sebelum azan. sebelum solat dan sesudahnya. Menurut ukuran umum. kerana banyak orang mampu menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat. akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al. hendaknya setiap solat dibagi menjadi dua bahagian. dan setiap peserta wajib mendengarkan hafalannya kepada temannya lima juz bererti masingmasing dari peserta mampu mengkhatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Kalau dia mampu menyempurnakan setengah juz setiap hari pada solat malam atau solat-solat sunnah lainnya. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid. Kalau istiqamah seperti ini. ia mampu mengulangi hafalannya sebelum solat sebanyak seperempat juz dan sesudah solat seperempat juz juga. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali. Kerana. Bererti. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan solat lima waktu. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut : Mengulangi hafalan menurut waktu solat lima waktu. selama dua jam dia boleh menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. dan waktu antara azan dan iqamah. Cuma kita tidak tahu. Seandainya saja. Di sinilah letak perbezaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. maka dalam satu hari dia boleh mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. . biasanya ia boleh menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. dan boleh mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Kemudian setelah solat. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali. Ada sebahagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja. hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an. selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan.

Maktabah At Tabi’in. ( Kairo. juz I. Dar Al Fikri. Dar Ibnu Al Haitsam.. hal : 66 ( ) Hadis riwayat Abu Daud ( no : 1319 ). sukar mengalah Belajar dari Kematian » Responses assalamualaikum… zai ada jumpa al-quran online … semoga berbahagia selalu. Maktabah Al Islamiyah.Inipun hanya boleh terlaksana jika masing-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu. ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an. ( Kairo. disahihkan oleh Syekh Al Bani dalam Sahih Sunan Abu Daud . Kaifa Tahfadu Al Qur’an. Hal. 13 ( ) Ali bin Umar Badhdah. hal. hal 12 ( ) Abu Dzar Al Qalamuni. Juz : I.21-39 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur’an. 15 Categories: • • Al Quran & Tafsir Petua & Amalan « Ego jadikan umat keras hati.e-quran. Al Asinatu Al Musyri’atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi’ah. 1998 ) Cet Pertama. kasar. Ke-Tiga. Op. 2002 ) Cet Pertama.zai attached kat sini ek jeehan… http://www. 97 -120 ( ) Ibid. hal.net/pages. 2002 ) Cet. Al Majmu’. ————————————————————( ) Imam Nawawi. Pertama. 1996 ) Cet.asp?dil=&syf=440 . 6 ( ) Ibid. hal. hal.( Beirut.16 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. ( Kairo. Cit. 361 ( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadis tersebut boleh dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi. Hal. hal.

GH . Tq very much sbb bagi link tu… Kalau ada link lain yg berguna or relevant with this topic. Take Care & Love U B Happy & Smile Always. InsyaAllah will follow thru…Can u help to print it so I can make like a booklet which we can carry it wherever we go and read it at any time and of course will share with others… May Allah Bless & IN HIS Care Always. I’v been looking 4 petua2 menghafal Al-Quran ni.salam • By: aniliaz on May 31st..tata. 2007 at 1:37 am W’salam wrmth Zai. Well Done. Dearest Jeehan. forward kat Jeehan yer? Tq again. • By: nurjeehan on May 31st. 2007 at 11:43 am Assalamualikum wrt.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful