MAKALAH MIKROBIOLOGI “PATOGENITAS MIKROORGANISME”

OLEH : KELOMPOK 9 RIFA’ATUL MAHMUDAH DWI ASTI FIANDARI HUSNAENI UMMI KALSUM W.R. NUR AWALYAH ARMIN YUYUN MANAN FIRLI SAFITRI SYAM FEBRIANTARA RAHMAD DARMAWAN RIDWAN

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Petunjuk-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah yang bejudul “PATOGENITAS”. Adapun maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi dan gambaran tentang apa itu tumor jinak serta bagaimana respon tubuh terhadapa tumor jinak. Penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada Dosen Mata Kuliah mikrobiologi yang telah mengarahkan penulis untuk menyelesaikan penulisan makalah ini. Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan laporan penelitian ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal ini dikarenakan ketebatasan kemampuan yang penulis miliki baik dari pengumpulan, penyusunan maupun penulisan makalah ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik demi penyempurnaan dan kemajuan penulis kedepannya. Namun besar harapan dari bermanfaat. penulis semoga makalah ini dapat

Kendari, April 2013

Kelompok 9

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. 2 DAFTAR ISI............................................................................................. 3 BAB I................................................................................................... 4 PENDAHULUAN.................................................................................... 4 A.LATAR BELAKANG............................................................................ 4 B.RUMUSAN MASALAH........................................................................5 C.TUJUAN............................................................................................. 6 BAB II.................................................................................................. 7 PEMBAHASAN...................................................................................... 7 A.Pengertian patogenitas mikroorganisme.........................................7 B.Konsep patogenitas.........................................................................7 C.Flora Normal.................................................................................... 8 D.Mekanisme Patogenisitas..............................................................24 E.Interaksi Antara Manusia Dan Flora Normal ..................................26 BAB III................................................................................................ 32 PENUTUP........................................................................................... 32 A.KESIMPULAN.................................................................................. 32 B.SARAN............................................................................................ 32

Maka dari itu. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita masyarakat dapa tmengetahui bagaimana cara bakteri itu menginfeksi dan gejala-gejala apa yang akandberikannya. Saluran pencernaan adalah saluran yang sangat berperan dalam tubuh. LATAR BELAKANG Bakteri merupakan salah satu makhluk hidup yang jumlahnya banyak disekitar kita. Banyaknya manusia yang mulai tidak begitu peduli dengan gejala awal terjangkitnya bakteri salah satunya adalah pada saluran pencernaan. Di tempat yang paling dekat dengan kita pun jugaterdapat bakteri contohnya saja tas. Misalnya saja penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri adadiare.bakteri merupakan penyebab penyakit yang cukup banyak pada saat ini. gejala awalnya ada kondisi perut yang tidak enak gejala awalnya cukup biasa tetapi jika terlalu didiamkan akan membuat kondisi itu menjadi akut dan fatal. Maka dari itubakteri merupakan penyebab penyakit yang cukup sering terjadi. Karena banyaknya manusia yang mengabaikan penyakit tersebut karena terkadang gejala awal yang diberikanada gelaja awal yang biasa saja. . hanya sebagian kecilsaja yang merupakan patogen. buku.BAB I PENDAHULUAN A. Jika saluran pencernaan terganggu akan cukup mengganggu aktivitas tubuh saat itu. dan banyak hal lainnya. pakaian. Tapi banyak masyarakat yang tidak peduli denganpenyakit yang ditimbulkan.Pada dasarnya dari seluruh mikroorganisme yang ada di alam.Bakteri pun berada di mana-mana.

5. Kemampuan patogen untuk menyebabkan penyakit disebut dengan patogenisitas. Sebagaimana kita ketahui sebelumnya mikroorganisme adalah organisme hidup yangberukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.Patogen adalah organisme atau mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada organism lain. Apa yang dimaksud dengan patogenitas mikrobiologi ? Apa konsep patogenitas ? Apa yang dimaksud dengan flora normal ? Bagaimana jalan masuk mikroorganisme ke tubuh inang ? Bagaimana Mekanisme Patogenitas ? . dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia. dan atmosfer (udara) serta makanan. Dan patogenesis disini adalah mekanisme infeksidan mekanisme perkembangan penyakit. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diangkat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Mereka ada di dalam tanah. disegalalingkungan hidup manusia. Infeksi berbeda dengan penyakit. 3. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. B. tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara. Mikroorganisme dapat ditemukan disemua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Infeksi adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang. 2. 4. di lingkungan akuatik.

4. Untuk mengetahui patogenitas mikrobiologi Untuk mengetahui konsep patogenitas Untuk mengetahui bakteri patogen dan non patogen Untuk mengetahui flora normal Untuk mengetahui faktor resiko terhadap infeksi . 3. TUJUAN Adapun tujuan dari makalah ini yaitu: 1. 5. 2.C.

Mereka ada di dalam tanah. hanya sebagian kecil saja yang merupakan patogen.BAB II PEMBAHASAN A. Dan karena beberapa hal mikroorganisme tersebut dapat masuk secara alami ke dalam tubuh manusia. Pengertian patogenitas mikroorganisme Pada dasarnya dari seluruh mikroorganisme yang ada di alam. dan atmosfer (udara) serta makanan. tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara. Kemampuan patogen untuk menyebabkan penyakit disebut dengan patogenitas. Infeksi berbeda dengan penyakit. B. di lingkungan akuatik. Infeksi adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang. Mikroorganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam kondisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. Kapasitas bakteri menyebabkan penyakit tergantung pada patogenitasnya. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Patogen adalah organisme atau mikroorganisme yang menyaebabkan penyakit pada organisme lain. Konsep patogenitas Patogenesis adalah mekanisme infeksi dan mekanisme perkembangan penyakit. Mikroorganisme adalah organisme hidup yang berukuran mikroskopis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Jadi patogenitas mikrobiologi adalah organisme hidup yang berukuran mikrosopis yang menyebabkan penyakit pada organisme lain. Dengan kriteria . disegala lingkungan hidup manusia.

atau lesi dalam waktu yang ditentukan setelah introduksi. Nonpatogen adalah bakteri yang tidak pernah menjadi patogen. Secara eksperimental virulensi diukur dengan menentukan jumlah bakteri yang menyebabkan kematian. tetapi juga menghuni tubuh manusia. patogen oportunistik. dan mekanisme resistensi.). infeksi saluran urin. Tingkat virulensi berbanding lurus dengan kemampuan organisme menyebabkan penyakit.ini. Tingkat virulensi dipengaruhi oleh jumlah bakteri. yaitu agen penyebab penyakit. C. Flora Normal 1. dan faktor virulensi bakteri. bakteri dikelompokan menjadi 3. Agen penyebab penyakit adalah bakteri patogen yang menyebabkan suatu penyakit (Salmonella spp. coli menginfeksi saluran urin ketika sistem pertahanan inang dikompromikan (diperlemah). Mikrobe tidak hanya terdapat dilingkungan. imunoterapi. Virulensi adalah ukuran patogenitas organisme. mekanisme pertahanan inang. Pengertian flora normal Manusia secara konstan berhubungan dengan beribu-ribu mikroorganisme. Namun bakteri nonpatogen dapat menjadi patogen karena kemampuan adaptasi terhadap efek mematikan terapi modern seperti kemoterapi. jalur masuk ke tubuh inang. nonpatogen. Patogen oportunistik adalah bakteri yang berkemampuan sebagai patogen ketika mekanisme pertahanan inang diperlemah (contoh E. dan bakteremia pada inang terkompromi. sakit. berubah menjadi patogen yang menyebabkan pneumonia. Bakteri tanah Serratia marcescens yang semula nonpatogen. Mikrobe yang secara alamiah menghuni tubuh .

begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme. dan protozoa juga dapat ditemukan pada orang sehat. mikroorganisme patogen harus dapat masuk ke tubuh inang.Dasar-Dasar Mikrobiologi. Namun beberapa virus. Jr.S Chan.C. namun pada kondisi tertentu dapat menjadi patogen oportunistik. Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh manusia disebut flora normal atau mikrobiota. Untuk dapat menyebabkan penyakit. akan tetapi juga di tubuh manusia. Pelczar.manusia disebut flora normal. Kebanyakan flora normal yang terdapat pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri. Banyak mikroorganisme tumbuh pada permukaan tubuh inang tanpa menyerang jaringan tubuh dan merusak fungsi normal tubuh.com/2010/09/ flora-normal). Flora normal dalam tubuh umumnya tidak patogen. (pemburumikroba. namun tidak semua pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh inang dapat memyebabkan penyakit. Mikroflora pada tubuh berdasarkan bentuk dan sifat kehadirannya dapat digolongkan menjadi 2 yaitu : . (Michael J. Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan. dan E. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme. 2008: 545) Selain itu juga disebutkan bahwa flora normal adalah kumpulan mikroorganisme yang secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat. Penyakit timbul bila infeksi menghasilkan perubahan pada fisiologi normal tubuh.blogspo t. atau mikrobiota. jamur.

selalu mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh nutrisi. Flora normal yang lainnya bersifat mutualisme. Keberadaan mikroorganismenya akan selalu tetap. jika flora tetap berubah.1. hari. atau minggu. Keberadaan mikroorganisme ini ada secara tiba-tiba (tidak tetap) dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan. maka flora normal akan melakukan kolonisasi. Mikroorganisme tetap/normal (resident flora/indigenous) yaitu mikroorganisme jenis tertentu yang biasanya ditemukan pada bagian tubuh tertentu dan pada usia tertentu dan pada usia tertentu. Flora normal/tetap yang terdapat pada tubuh merupakan organisme komensal. hormon dan kesehatan umum . dan tubuh memperoleh vitamin atau zat hasil sintesis dari flora normal. berbiak dan menimbulkan penyakit. faecalis. jika ada perubahan akan kembali seperti semula. Flora normal pada manusia tidak tetap. Contohnya : Streptococcus viridans.Candida albicans. Flora normal ini akan mendapatkan makanan dari sekresi dan produk-produk buangan tubuh manusia. Mikroorganisme sementara (transient flora) yaitu mikroorganisme nonpatogen atau potensial patogen yang berada di kulit dan selaput lendir/mukosa selama kurun waktu beberapa jam. usia. tidak menimbulkan penyakit dan tidak menetap. S. baik jenis ataupun jumlahnya. Flora sementara biasanya sedikit asalkan flora tetap masih utuh. Mikroorganisme ini umumnya dapat lebih bertahan pada kondisi buruk dari lingkungannya. 2.Pityrosporum ovale.

Namun kulit manusia memiliki sifat sebagai pertahanan (barier) yang sangat efektif terhadap infeksi. atau kelenjar keringat memberikan suatu lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri. Dasar-Dasar Mikrobiologi.S Chan. (universitas muhammadiyah yogyakarta. tetapi kebanyakan bakteri ini tidak tumbuh pada kulit karena kulit tidak sesuai untuk pertumbuhannya (Michael J. saluran urogenital.id). Flora normal pada tubuh manusia Flora normal biasanya ditemukan di bagian-bagian tubuh manusia yang kontak langsung dengan lingkungan misalnya kulit. hidung. Kulit bersifat sedikit asam dengan pH 5 % dan memiliki temperatur kurang dari 37°C.2008:548). mulut. dan E. Lubang -lubang alami yang terdapat di kulit. mata. usus. Pelczar. Organ-organ dan jaringan biasanya steril.ac. gajah. Kulit manusia terlihat lebih mudah pecah atau rusak bila dibandingkan dengan kulit hewan. Lapisan sel-sel yang mati akan membuat permukaan kulit secara konstan berganti sehingga bakteri yang berada dibawah permukaan kulit tersebut akan juga dengan konstan terbuang dengan sel mati. seperti pori-pori. Dalam kenyataanya. folikel rambut. seperti badak. dan kura -kura. dan telinga .C. 1. Jr. tidak ada bakteri yang dapat menembus kulit utuh yang “telanjang” tanpa pelindung.2. Kulit Kulit secara konstan berhubungan dengan bakteri dari udara atau dari benda-benda. Namun lubang -lubang tersebut secara alami dilindungi oleh lisozim .

Mikroflora tersebut merupakan suatu kumpulan dari bakteri nonpatogen yang normal berkolonisasi pada setiap area kulit yang mampu mendu kung pertumbuhan bakteri. beberapa bakteri patogen dapat berkolonisasi sementara pada kulit dan dapat mengambil manfaat dari luka yang ada pada permukaan kulit untuk memperoleh jalan masuk ke jaringan yang ada di bawah kulit. juga bisa terdapat pada kulit manusia karena adanya kontaminasi kotoran manusia. Di bawah kulit. Bakteri patogen yang akan menginfeksi kulit harus mampu bersaing dengan mikroflora normal yang ada untuk mendapatkan tempat kolonisasi serta nutrien untuk tumbuh dan berkembang.id) Pelindung lain terhadap kolonialisasi kulit oleh bakteri patogen adalah mikroflora normal kulit. mereka akan menghadapi sejumlah sel yang telah terspesifikasi yang disebut dengan skin -associated lymphoid tissue (SALT). (universitas muhammadiyah yogyakarta.ac. Tetapi bakteri gram negatif sepertiEscherichia coli yang habitatnya ada di dalam usus manusia. Mikroflora normal kulit terutama terdiri dari bakteri gram positif. (universitas muhammadiyah yogyakarta.ac. Salah satu tipe . Fungsi SALT adalah mencegah bakteri patogen tidak sampai ke area yang lebih jauh di bawah kulit dan mencegah mereka tidak sampai ke aliran darah.id) Walaupun ada pertahanan tersebut di atas. Relatif sedikit yang diketahui tentang sel -sel yang menyusun SALT.(enzim yang dapat merusak peptidoglikan bakteri yang merupakan unsur utama pembentuk dinding sel bakteri gram positif) dan lipida toksik.

selnya adalah sel yang memaparkan antigen yang terspesialisasi yang membantu tipe sel yang lain.ac.seeking lymphocyte. Banyak korban luka bakar mati karena infeksi bakterial yang terjadi sebelum kulit terbakar mengalami penyembuhan. Penyebab yang paling umum pada infeksi kulit yang terbakar adalah Pseudomonas aeruginosa danStaphylococcus aureus.id). Kedua spesies juga dikenal resisten terhadap antibiotik. Seseorang yang mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga yang ekstensif dan orang yang bertahan hidup dari trauma inisial yang berhubungan dengan luka bakar masih belum terbebas dari bahaya. dua spesies bakteri yang terdapat di manamana pada lingkungan rumah sakit. protein yang merangsang sel -sel dari sistem imun dan memiliki sejumlah efek lain. Antibiotik paling efektif bila aksi antibakterial . Sel -sel limfosit tersebut juga memproduksi sitokin. untuk memproduksi antibodi. yang akan mengeliminasi semua bentuk pertahanan kulit termasuk SALT. Keratinosit memproduksi sitokin dan juga mampu untuk ingesti dan membunuh bakteri (universitasmuhammadiyahyogyakarta. Hilangnya pertahanan kulit dan tereksposnya lapisan jaringan di bawah kulit yang basah dan kaya nutrien merupakan hal yang ideal untu k kolonisasi bakteri pada area yang terbakar. Komponen SALT yang lain adalah keratinosit yang banyak terdapat pada lapisan epidemis dan bertanggung jawab untuk memelihara lingkungan mikrokulit yang bersifat asam. Pentingnya pertahanan kulit ini diilustrasikan paling baik dengan pengaruh luka bakar yang parah. specialized skin.

Sebagai contoh. yang mungkin diuraikan sebagian oleh beberapa bakteri.ac. Kebanyakan bakteri ini adalah spesies Staphylococcus dan siano bakteri aerobik. Infeksi tersebut merupakan suatu penyebab utama kematian di antara penderita luka bakar. seperti Propionibacterium acnes. Kelenjar lemak mengekskresikan lipid yang kompleks. atau difteroid. Staphylococcus epidermidis yang bersifat .id) Pada umumnya beberapa bakteri yang ada pada kulit tidak mampu bertahan hidup lama karena kulit mengeluarkan substansi bakterisida. Efek kombinasi dari kerusakan SALT dan resistensi alami bakteri telah membuat infeksi luka bakar sulit untuk ditangani dengan efektif. penyebab jerawat.ac. Jumlahnya tidak dipengaruhi oleh pencucian. Bahkan. asam-asam lemak yang dihasilkannya sangat beracun bagi bakteri-bakteri lain (universitas muhammadiyah yogyakarta.mereka didukung dengan aktivitas pembunuhan oleh sistem imun. kelenjar keringat mengekskresikan lisozim. Jauh di dalam kelenjar lemak dijumpai bakteri-bakteri anaerobik lipofilik. membentuk koloni pada permukaan sel-sel mati. infeksi bakterial pada jaringan yang terbakar meningkatkan jumlah kerusakan jaringan dan mencegah penyembuhan area kulit yang terbakar (universitas muhammadiyah yogyakarta.id). Kebanyakan bakteri kulit di jumpai pada epitelium yang seakanakan bersisik (lapisan luar epidermis). suatu enzim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri. bila tidak bersifat fatal.

Faktor-faktor yang berperan menghilangkan flora sementara pada kulit adalah pH rendah. meskipun tidak ada hubungan secara total terhadap kulit bagian lain maupun lingkungan. Bakteri-bakteri tersebut merupakan . Berkeringat yang berlebihan atau pencucian dan mandi tidak menghilangkan atau mengubah secara signifikan flora tetap. Secara keseluruhan ada sekitar 103-104 mikroorganisme/cm2 yang kebanyakan terletak pada stratum (lapisan) korneum (Wikipedia. fasciitis nekrotik =necrotizing fasciitis). namun flora se cara cepat muncul kembali dari kelenjar sebasea dan keringat.org).org). selulitis dari kulit dan jaringan lunak. Penggunaan tutup rapat pada kulit cenderung menyebabkan populasi mikrobiota secara keseluruhan sangat menin gkat dan dapat menimbulkan perubahan kualitatif flora kulit. Dibawah ini adalah gambar bakteriStaphylococcus epidermidis (sumber: Wikipedia. Jumlah mikroorganisme permukaan mungkin berkurang dengan menggosok secara kuat setiap hari dengan sabun yang mengandung heksakloforen atau desinfektan lain. asam lemak pada sekresi sebasea dan adanya lisozim. Bakteri ini lebih sering ditemui pada kulit dibandingkan dengan kerabatnya yang bersifat patogen yaituStaphylococcus aureus.nonpatogen pada kulit namun dapat menimbulkan penyakit saat mencapai tempat -tempat tertentu seperti katup jantung buatan dan sendi prostetik (sendi buatan). Bakteri anaerob dan aerob sering bersama -sama menyebabkan infeksi sinergistik (gangrene.

hangat. stafilokokus dan streptokokus (Jawetz. Hidung dan Nasofaring (nasopharynx) Flora utama hidung terdiri dari korinebakteria. banyak bergantung pada kesehatan pribadi masing -masing individu. dan Adelbergs. Air liur terdiri dari . Mulut Kelembapan yang paling tinggi. Dasar-Dasar Mirobiologi. dan E. Jr. Mikrobiota mulut atau rongga mulut sangat beragam. karena terdapat banyak organisme yang berperan. 2008: 549). Sering sulit menentukan suatu organisme yang spesifik bertanggungjawab terhadap lesi progresif. 2. Pelczar. dan lembap yang mengandung sebagai substansi nutrisi.bagian dari flora normal. Pemusnahan flora normal faring dengan penisilin dosis tinggi dapat menyebabkan over growth: bakteria negatif Gram seperti Escherichia coli. Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). Proteus. Pseudomonas atau jamur. Klebsiella. (Michael J. Dalam hulu kerongkongan hidung. Melnick. Diperolehnya mikrobiota mulut.C. (Staf Pengajar Fakultas Kedokteran UI.S Chan. Pada waktu lahir. dapat juga dijumpai bakteri Branhamella catarrhalis (suatu kokus gram negatif) dan Haemophilus influenzae(suatu batang gram negatif). Mikrobiologi Kedokteran. 2005: 280). rongga mulut pada hakikatnya merupakan suatu inkubator yang steril. adanya makanan terlarut secara konstan dan juga partikel-partikel kecil makanan membuat mulut merupakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. 1994: 31) 3.

Veillonella. Dasar-Dasar Mirobiologi. (Michael J.da n Lactobacillus.C. Ketika gigi pertama muncul.C. (Michael J. Neisseria. bahkan sedini hari kedua setelah air. protein. Jr. Jr. Jasad-jasad renik ini tergolong ke dalam genus Streptococcus.S Chan. ialah Streptococcus. Pelczar. Actinomyces. dan senyawa-senyawa anorganik. Beberapa jam sesudah lahir. lipid. Sampai munculnya gigi. dan E.S Chan. karbohidrat. dan E.S Chan. asam amino. 2008: 549-550). Pelczar. dan E.). Spesies satusatunya yang selalu diperoleh dari rongga mulut. dan benda-benda seperti handuk serta botol-botol susunya. DasarDasar Mirobiologi.C. Jumlah dan macam spesies ada hubungannya dengan nutrisi bayi serta hubungan antara bayi tersebut dengan bayinya. anaerob obligat seperti Bacteroides dan bakteri fusiform (Fusiobacterium sp. Pelczar. (Michael J. 2008: 551). Jr.Dasar-Dasar Mirobiologi. terdapat peningkatan jumlah mikroorganisme sedemikian sehingga di dalam waktu beberapa hari spesies bakteri yang khas bagi rongga mulut menjadi mantap. air liur merupak an medium yang kaya serta kompleks yang dapat dipergunakan sebagai sumber nutrien bagi mikrobe pada berbagai situs di dalam mulut. pengasuhnya.air. kebanyakan mikroorganisme di dalam mulut adalah aerob atau anaerob fakultatif. 2008: 552) . Jadi. menjadi lebih jelas karena jaringan di sekitar gigi menyediakan lingkungan anae robik.

(pemburumikroba. Sifa t menempel ini sangat penting bagi kolonialisasi bakteri di dalam mulut. Prevalensi karies berhubungan dengan diet.blogspot. Pengendali karies gigi meliputi pembuangan plak. Glikoprotein liur mampu menyatukan bakteri -bakteri tertentu dan mengikat mereka pada permukaan gigi.Gigi itu sendiri merupakan tempat bagi menempelnya mikrobe. gizi. mutans (penyebab) utama kerusakan gigi.normal) Karies merupakan suatu kerusakan gigi yang dimulai dari permukaan dan berkembang ke arah dalam. dan faktor lainnya. hormonal. Ada dua spesies bakteri yang dijumpai berasosiasi dengan permukaan gigi: Streptococcus sanguis dan S. dapat menyebabkan kerusakan gigi (rongga). Tertahannya kedua spesies ini pada permukaan gigi merupakan akibat sifat adhesif baik dari glikoprotein liur maupun polisakaride bakteri. Terjadinya karies juga tergantung pada faktor-faktor genetik. plak dapat terbentuk dengan cepat dan aktivitas bakteri tertentu. Apabila gigi tidak dibersihkan secara teratur. terutama Streptococcus mutans. pembatasan ma kanan yang mengandung sukrosa. atau pembusuk gigi. Plak adalah sebuah film/lapisan sel bakteri.com/2010/09/flora. yang berlabuh di sebuah matriks polisakarida disekresi oleh mikroorganisme. gizi yang baik mengandung cukup protein dan pengurangan pembentukan asam dalam mulut dengan cara membatasi keberadaan karbohidrat dan pembersihan mulut yang sering. . Pemakaian flourida pada gigi atau peningkatan jumlah fluor p ada air mengakibatkan peningkatan resistensi email terhadap asam.

5. Hal ini disebabkan karena saluran pernapasan berlapiskan silia. Orofaring (oropharinx) Orofaring (bagian belakang mulut juga dihuni sejumlah besar bakteri Staphylococcus aureus dan S. Setelah ditelannya makanan. Tetapi kelompok bakteri terpenting yang merupakan penghuni asli orofaring ialah streptokokus viridans. 4. yang yang ditumbuhkan juga dari dinamakanStreptokokus Biakan orofaring juga akan memperlihatkan adanyaBranchamella catarrhalis. Rambut bersama dengan lendir di dalam lubang hidung itulah yang pertama-tama membantu melindungi saluran pernapasan dengan cara menyaring bakteri dari udara yang dihirup.Pengendalian penyakit periodontal memerlukan pembuangan karang gigi dan kebersihan mulut. epidermidis dan juga difteroid. serta gular-galur pneumokokus avirulen (Streptococcus pneumonia) Bagian terdalam saluran pernapasan (ranting tenggorok atau bronkiole yang lebih halus serta alveoli atau gelembung paru -paru) tidak mengandung mikroorganisme. Perut Isi perut yang sehat pada praktisnya steril karena adanya asam hidroklorat di dalam sekresi lambung. yang menyapu mikroorganisme dan bahan -bahan lain dari bagian sebelah dalam saluran ke bagian sebelah atas untuk dibuang. yaitu embel-embel seperti rambut. . spesies Haemophilus. hemolitik.

P e rfri ng en s yang mempunyai kaitan dengank elemayuh. laktobasilus. Khamir Candida albicans dapat juga dijumpai pada bagian usus kecil ini. B. Usus Besar Di dalam tubuh manusia. mengandung populasi mikrobe yang terbanyak. Di dalam jejunum atau usus halus kos ong (bagian kedua usus kecil. oralis) dan Fusobacterium. serta spesies-spesies Lactobacillus. . di antara usus dua belas jari dan ileum atau usus halus gelung) kadang kala dijumpai spesies-spesies enterokokus. Bakteri anaerobik dan enterobakteri mulai nampak dalam jumlah besar. 7. Telah diperkirakan bahwa jumlah mikroorganisme di dalam spesimen tinja adalah kurang lebih 10 12 organisme per gram. Usus Kecil Usus kecil bagian atas (atau usus dua belas jari) mengandung beberapa bakteri. kolon atau usus besar. mikrobiota mulai menyerupai yang dijumpai pada usus besar. 6. dan difteroid. suatu infeksi jaringan disertai gelembung gas dan keluar nanah). B. Di antara yang ada.jumlah bakteri bertambah tetapi segera menurun kembali dengan disekresikannya getah lambung dan pH zat alir perut pun menurun. Basilus gram positif diwakili oleh spesies-spesies Clostridium (termasukCl. fragilis. Pada bagian usus kecil yang jatuh (ileum). sebagian besar adalah kokus dan basilus gram positif. Basilus gram negatif anaerobik yang ada meliputi spesies Bacteroides (B. melaninogenicus.

suatu penyakit yang menginfeksi satu sistem akan mempengaruhi siste m yang lain khususnya pada laki. Candida albicans . Bakteri ini mengubah glikogen yang dihasilkan epi telium vagina. da n di dalam proses tesebut menghasilkan asam. hal ini tidak dijumpai sebelum masa akil balig ataupun setelah menopause (mati haid). Sebagai akibat perombakan glikogen. dan sejumlah besar bakteri anaerobik. Saluran Kemih Pada orang sehat. namun bakteri pada umunya dijumpai pada uretra (saluran dari kandung kemih ke luar) bagian bawah baik pada pria maupun wanita. Tetapi jumlahnya berkurang di dekat kandung kemih.laki. Mikrooganisme yang mampu berkembang baik pada pH rendah ini dijumpai di dalam vagina dan mencakup enterokokus. Ciri populasi ini berubah menurut variasi daur haid. . dan kandung kemih bebas dari mikroorganisme. agaknya disebabkan efek antibakterial yang dilancarkan oleh selaput lendir uretra dan seringnya epitelium terbilas oleh air seni.4 sampai 4. Penumpukan glikogen pada dinding vagina disebakan oleh kegiatan indung telur. maka pH di dalam vagina terpelihara pada sekitar 4. ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih). absorpsi zat makanan serta antagonis mikroba patogen.6. ginjal. konversi pigmen empedu dan asam empedu. Sistem urinari dan genital secara anatomis terletak berdekatan.Flora saluran pencernaan berperan dalam sintesis vitamin K. Penghuni utama vagina dewasa adalah laktobasilus yang toleran terhadap asam. 8.

Bacteriodes. Neiseria dan basil gram negatif yang menyerupai spesies Haemophilus (Moraxella) seringkali juga ada. batang gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa. Mata (Konjungtiva) dan Telinga Mikroorganisme konjungtiva terutama adalah difteroid (Coynebacterium xerosis). Mycobacterium. epidermidis dan streptokukus non hemolitik. . Sebagian besar mikroorganisme yang ditemukan pada urin merupakan kontaminasi dari flora normal yang terdapat pada kulit. Bakteri di Darah dan jaringan Pada keadaan normal darah dan jaringan adalah steril. 10. 9. yang mengandung lisozim. Flora konjungtiva dalam keadaan normal dikendalikan oleh aliran ai r mata. Staphylococcus aureusdan kadang-kadang Mycobacterias aprofit. Flora liang telinga luar biasanya merupakan gambaran flora kulit. Dapat dijumpai Streptococcus pneumonia. Saluran uretra mengandung mikroorganisme seperti Streptococcus. Telinga bagian tengah dan dalam biasanya steril (Staf Pengajar Fakultas Kedokteran UI. Kadangkadang karena manipulasi sederhana seperti mengunyah. 1994: 31). Neisseria dan enterik. Mikrobiologi Kedokteran.Saluran urin bagian atas dan kantong urine steril dalam keadaan normal.id). S.ac. Keberadaan bakteri dalam urine belum dapat disimpulkan sebagai penyakit saluran urine kecuali jumlah mikroorganisme di dalam urine melebihi 105 sel/ml (universitasmuhammadiyahyogyakarta.

atau protesa lain. tuberkulosis. Hal seperti itu dapat terjadi pula dengan flora faring. bakteremia di atas dapat mengarah pada pembentukan koloni dan infeksi. Mikroorganisme terhirup melalui hidung atau mulut dalam bentuk partikel debu. Saluran pernafasan Saluran pernafasan merupakan jalan termudah bagi mikroorganisme infeksius. ekstraksi gigi. Banyak bakteri dan virus memiliki akses memasuki tubuh inang melalui membran mukosa saluran pernafasan. ataupun rute parental. Penyakit yang muncul umumnya adalah pneumonia. campak. Saluran pencernaan Mikroorganisme dapat memasuki saluran pencernaan melalui bahan makanan atau minuman dan melalui jari tangan yang terkontaminasi mikroorganisme patogen. flora komensal dari mulut dapat masuk ke jaringan atau darah. Pada keadaan abnormal seperti adanya katup jantung abnormal. gastrointestinal. kulit. Dalam keadaan normal mikroorganisme tersebut segera dimusnahkan oleh sistem kekebalan tubuh. saluran genitourinari. Jalan Masuk Mikroorganisme Ke Tubuh Inang Mikroorganisme patogen dapat memasuki tubuh inang melalui berbagai macam jalan. dan cacar air. serta membran penting yang menutupi bola mata dan kelopak mata. saluran cerna dan saluran kemih. misalnya melalui membran mukosa. konjungtiva. Mayoritas mikroorganisme tersebut akan . 3.menyikat gigi.

Patogen ini selanjutnya dikeluarkan melalui feses dan dapat ditransmisikan ke inang lainnya melalui air. makanan. Mekanisme Patogenisitas Mikroorganisme yang secara tetap terdapat pada permukaan tubuh bersifat komensal. D. luka. gigitan. folikel rambut. atau oleh empedu dan enzim di usus halus.dihancurkan oleh asam klorida (HCL) dan enzim-enzim di lambung. Mikatroorganisme yang berahan dapat menimbulkan penyakit. potongan. Mikroorganisme lain memasuki tubuh inang pada saat berada di jaringan bawah kulit atau melalui penetrasi atau perlukaan membran mukosa. Rute ini disebut rute perenteral. dan kolera. Kulit Kulit sangat penting sebagai pertahanan terhadap penyakit. maupun kantung kelenjar keringat. Misalnya demam tifoid. kelembapan dan tidak adanya nutrisi tertentu serta zat -zat penghambat. atau pembedahan dapat membuka rute infeksi parenteral. Suntikan. Kulit yang tidak mengalami perlukaan tidak dapat dipenetrasi oleh mayoritas mikroorganisme. Keberadaan flora tersebut tidak mutlak dibutuhkan untuk kehidupan karena hewan yang dibebaskan (steril) dari . disentri amoeba. Rongga mulut Pada permukaan rongga mulut terdapat banyak koloni mikroorganisme. hepatitis A. Beberapa mikroorganisme memasuki tubuh melalui daerah terbuka pada kulit. atau jari-jari tangan yang terkontaminasi. Pertumbuhan pada bagian tubuh tertentu bergantung pada faktor -faktor biologis seperti suhu.

blogspot. Beberapa bakteri bersifat oportunis dan bisa menjadi patogen. flora normal juga dapat menimbulkan penyakit pada kondisi tertentu. penghambatan oleh produk metabolik atau racun. Melnick. Mungkin melalui kompetisi pada reseptor atau tempat pengikatan pada sel penjamu.Mikrobiologi Kedokteran(Medical Microbiology). organisme ini mungkin menjadi patogen (Jawetz. penghambatan oleh zat antibiotik atau bakteriosin (bacteriocins). . Mekanisme gangguan ini tidak jelas. Mikrobiologi Kedokteran(Medical Microbiology). (Jawetz. dan Adelbergs. Flora yang menetap diselaput lendir (mukosa) dan kulit dapat mencegah kolonialisasi oleh bakteri patogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bakteri. Beberapa anggota flora tetap di saluran pencernaan mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat makanan. kompetisi untuk zat makanan. diperkirakan bahwa stimulasi antigenik dilepaskan oleh flora adalah penting untuk perkembangan sistem kekebalan tubuh normal (pemburumikroba. 2005: 279). dan Adelbergs. Melnick. Flora yang hidup di bagian tubuh tertentu pada manusi a mempunyai peran penting dalam mempertahankan kesehatan dan hidup secara normal.com/2010/09/ flora-normal). Jika hambatan dari lingkungan dihilangkan dan masuk le dalam aliran darah atau jaringan. Berbagai organisme ini tidak bisa tembus (non-invasive) karena hambatan-hambatan yang diperankan oleh lingkungan. Sebaliknya. 2005: 277-279) Selain itu. Supresi flora normal akan menimbulkan tempat kosong yang cenderung akan ditempati oleh mikroorganisme dari lingkungan atau tempat lain pada tubuh. tetap bisa hidup.flora tersebut.

kita tidak sepenuhnya memahami hubungan ekologi dengan manusia. bakteri yang tersering ditemukan di saluran nafas atas. Interaksi Antara Manusia Dan Flora Normal E. Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). 1994: 30) Spesies Bacteroides merupakan flora tetap yang paling sering dijumpai di usus besar dan tidak membahayakan pada tempat tersebut. dan Adelbergs. sebagai sebuah komponen invariabel saluran pencernaan manusia.288 gen pada kromosom. coli adalah bakteri yang paling terkenal secara teratur diasosiasikan dengan manusia. Terdapat banyak contoh tetapi yang penting adalah flora normal tidak berbahaya dan dapat bermanfaat bagi tubuh inang pada tempat yang seharusnya atau tidak ada kelainan yang menyertainya. Tetapi jika masuk ke rongga peritoneum atau jaringan panggul bersama dengan bakteri lain akibat trauma. (Jawetz. coli adalah yang paling dipelajari dari semua bakteri dan kita tahu lokasi yang tepat dan urutan dari 4.Streptococcus viridians. mereka menyebabkan supurasi dan bakterimia.2005: 279) E. . Bacteroides yang normal terdapat di kolon dapat menyebabkan peritonitis mengikuti suatu trauma (Staf Pengajar Fakultas Kedokteran UI. Mikrobiologi Kedokteran. bila masuk ke aliran darah setelah ekstraksi gigi atau tonsilektomi dapat sampai ke katup jantung yang abnormal dan mengakibatkan subacute bacterial endocarditis. Meskipun E. Melnick. Mereka dapat menimbulkan penyakit jika berada pada lokasi yang asing dalam jumlah banyak dan jika terdapat faktorfaktor predisposisi.

sebagian dari flora normal adalah parasit (hidup di atas biaya tuan rumah mereka). flora normal berasal dari host mereka pasokan nutrisi. Contoh dari infeksi oportunistik bronkitis kronis pada perokok dimana bakteri flora normal dapat menyerang paruparu melemah. walaupun selalu hadir dalam jumlah yang rendah. lingkungan yang stabil. dan asosiasi. Kebanyakan endogen bakteri penyakit infeksi oportunistik. Kadang-kadang hubungan antara anggota flora normal yang inangnya tidak dapat diuraikan.Pada kenyataannya. Baik host dan bakteri berpikir untuk memperoleh manfaat dari satu sama lain. mutualistic. Seperti hubungan di mana tidak ada jelas manfaat atau membahayakan organisme baik selama hubungan mereka disebut sebagai hubungan teman semakan. dan perlindungan dan transportasi. Sementara sebagian besar kegiatan manfaat flora normal tuan rumah mereka. Host memperoleh dari flora normal tertentu manfaat nutrisi dan pencernaan. Penyakit yang dihasilkan oleh flora normal di tuan rumah mereka dapat disebut penyakit endogen. stimulasi dari kegiatan pembangunan dan sistem imun. untuk sebagian besar. Banyak flora normal yang tidak dominan dalam habitat mereka. yang berarti bahwa organisme harus diberi kesempatan khusus kelemahan atau membiarkandown dalam pertahanan host untuk menginfeksi . tidak banyak yang diketahui tentang sifat hubungan antara manusia dan flora normal mereka. dianggap sebagai . dan perlindungan melawan kolonisasi dan infeksi oleh mikroba patogen. tetapi mereka dianggap sebagai interaksi dinamis daripada saling asosiasi ketidakpedulian. dan beberapa bersifat patogen (mampu menghasilkan penyakit).

jika dugaan hubungan teman semakan mempelajari secara mendetail. parasit atau karakteristik mutualistic sering muncul.  Tissue tropism adalah bakteri preferensi atau kesukaan untuk jaringan tertentu untuk pertumbuhan. selain cocok oksigen. Biasanya. pH. Ini "kekhususan jaringan" biasanya disebabkan oleh sifat-sifat baik dari tuan rumah dan bakteri. Jaringan kekhususan sebagian besar anggota flora bakteri normal lebih memilih untuk menjajah jaringan tertentu dan bukan yang lain. dan suhu untuk pertumbuhan. Lactobacillus acidophilus.teman semakan bakteri. fimbriae. Khusus biokimia kepatuhan melibatkan interaksi antara komponen permukaan bakteri (ligan atau adhesins) dan molekul reseptor sel inang. atau dinding sel. bakteri spesifik menjajah jaringan tertentu oleh satu atau lain mekanisme ini.  Spesifik kepatuhan Kebanyakan bakteri dapat menjajah suatu jaringan atau situs tertentu karena mereka dapat mematuhi bahwa situs dalam jaringan atau cara tertentu yang melibatkan interaksi kimia yang saling melengkapi antara dua permukaan. Komponen bakteri yang menyediakan molekul adhesins adalah bagian dari kapsul mereka. Reseptor pada sel manusia . informal dikenal sebagai "Doderlein's bacillus" colonizes vagina karena dihasilkan glikogen yang menyediakan bakteri dengan sumber gula yang mereka memfermentasi untuk asam laktat. Salah satu penjelasan untuk jaringan tropism adalah bahwa tuan rumah menyediakan nutrisi penting dan faktor pertumbuhan bakteri. Namun.

 Biofilm pembentukan. Biofilm klasik yang melibatkan komponen flora normal rongga mulut adalah pembentukan plak gigi pada gigi. Biofilm biasanya terjadi ketika salah satu spesies bakteri atase khusus atau non spesifik ke permukaan. walaupun salah satu anggota bertanggung jawab untuk menjaga dan biofilm dapat mendominasi. Beberapa contoh situs adhesins dan lampiran khusus digunakan untuk ketaatan pada jaringan manusia dijelaskan dalam tabel di bawah ini. Banyak biofilm adalah campuran mikroba. Khusus kepatuhan melibatkan interaksi kimia yang saling melengkapi antara sel inang atau jaringan permukaan dan permukaan bakteri. pilus atau fimbriae. Plak adalah biofilm dibangun secara alami. bakteri "adhesin" melekat kovalen ke host "reseptor" sehingga bakteri "dermaga" itu sendiri pada host permukaan. Beberapa bakteri asli mampu membangun biofilm pada permukaan jaringan. dan kemudian mengeluarkan lendir karbohidrat (exopolymer) yang imbeds menarik bakteri dan mikroba lain ke biofilm untuk perlindungan atau keuntungan nutrisi. Host reseptor glikoprotein biasanya terletak pada membran sel atau jaringan permukaan. Dalam bahasa medis mikrobiologi. Adhesins dari sel-sel bakteri adalah komponen kimia kapsul. atau mereka mampu menjajah sebuah biofilm dibangun oleh spesies bakteri lain.atau jaringan molekul glikoprotein biasanya terletak pada host permukaan sel atau jaringan. dinding sel. di mana konsorsium bakteri dapat mencapai ketebalan 300-500 sel pada .

permukaan gigi. Permukaan kulit itu sendiri terdiri dari beberapa lingkungan yang berbeda. Ini subjek akumulasi gigi dan jaringan gingiva konsentrasi tinggi metabolit bakteri. Khas organisme meliputi Staphylococcus aureus.99. Bahkan. Corynebacterium dan beberapa bakteri Gram-negatif. usus mungkin mengandung 109 untuk 1011 bakteri per gram bahan. Bifidobacterium. menyediakan reservoir untuk infeksi lain. Ini "hutan tropis" sering lingkungan pelabuhan terbesar di antara keanekaragaman flora kulit. Neisseria meningitidisdan Haemophilus influenzae. Sebagian besar (95 . diwakili oleh Bacteroides. Organisme ini menghambat pertumbuhan patogen lain. perineum (pangkal paha) dan ujung jaring biasanya menyediakan daerah lembab untuk pertumbuhan bakteri. tetapi beberapa dapat oportunistik (misalnya C. Saluran urogenital biasanya steril dengan pengecualian vagina dan distal 1 cm dari . streptokokus anaerob dan Clostridium. Bidang seperti aksila (ketiak). Patogen ini termasuk Streptococcus pneumoniae. adalah jauh lebih kering dan ini sebagian besar dihuni oleh Staphylococcus epidermidis dan Propionobacterium.9%) di antaranya Anaerob. yang mengakibatkan penyakit gigi . Sebagian besar permukaan kulit manusia. difficile dapat menghasilkan pseudomembranosa kolitis). Urogenital. Streptococcus mendominasi dalam rongga mulut dan nasofaringeal daerah tetapi juga dapat menemukan Anaerob lain dan spesiesNeisseria. bagaimanapun. Saluran pencernaan adalah lingkungan yang agak memusuhi bagi mikroorganisme namun sebagian besar flora normal kita mendiami wilayah ini dari tubuh. Banyak potensi patogen juga dapat ditemukan di nasofaring individu yang sehat.

uretra. yang optimal untuk lactobacilli tetapi penghambatan untuk pertumbuhan bakteri lainnya. begitu manusia dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme. Berbagai anggota dari genusLactobaci ll us menonjol dalam vagina. Mikroorganisme yang secara alamiah terdapat di tubuh manusia disebut flora normal atau mikrobiota. Uretra sebagian besar kulit dapat mengandung mikroorganisme termasuk staphylococci. akan tetapi juga di tubuh manusia. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme. . Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan. Hilangnya efek perlindungan ini oleh terapi antibiotik dapat menyebabkan infeksi olehCandida ( "ragi infeksi"). Organisme ini umumnya lebih rendah pH sekitar 4-5. streptokokus dan diphtheroid.

patogenitas mikrobiologi adalah organisme hidup yang berukuran mikrosopis yang menyebabkan penyakit pada organisme lain. Harus mengikuti tahap-tahap pencegahan yaitu dengan menjaga kebersihan diri. 2. SARAN Jika terjangkit salah satu penyakit dari bakteri kita jangan meremehkan gejala awal yang dialami karena umumnya gejala awalnya sangat biasa. flora normal adalah kumpulan mikroorganisme yang secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat. KESIMPULAN 1. . Karen ajika diremehkan bisa saja menjadi akut. B.BAB III PENUTUP A.

com/2012/12/pengendalianinfeksi.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Anonim.C. http://sumbermakalahkeperawatan.S Chan. Jakarta. Et all.Dasar-Dasar Mikrobiologi.T. Makassar Michael J. Dasar-Dasar Mikrobiologi.blogspot. dan E. Pelczar.html . 2008. 2009. http://www.html http://zainalmutakin7.com/2013/01/diagnosa-nanda-risiko-terhadapinfeksi. 2008. Mikrobiologi Farmasi. 2008: 545 pemburumikroba. Universitas Hasanuddin. N. Jenis dan Patogenesis Mikroorganisme Penyebab Diare.com/2010/09/ flora-normal Pratiwi.blogspo t. Djide. Penerbit Erlangga.com. Jr.scrib. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful