PENGEMBANGAN SOFTWARE MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP

Oleh: Endo Kosasih

A. Pendahuluan Bahasa Inggris merupakan ke perguruan tinggi. Bahasa Asing yang kedudukannya pendekatan, strategi, dan nomor 1 di sudah

Indonesia.Para siswa belajar Bahasa Inggris mulai dari SMP atau sederajat sampai Berbagai metode diperkenalkan ke guru-guru untuk diterapkan di kelasnya dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan Berbahasa Inggris para siswa baik keterampilan menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis. Namun demikian, ternyata hasil pembelajaran Bahasa Inggris baik di SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA bahkan perguruan tinggi masih belum mencapai hasil yang diharapkan. Para lulusan SMP/MTs dan juga jenjang pendidikan diatasnya belum mampu menunjukan keterampilan Berbahasa Inggris sesuai dengan yang diharapkan baik kemampuan yang sifatnya reseptif (listening danReading) maupun kemampuan yang sifatnya produktif (speaking dan writing). Output lulusan SMP yang seharusnya mampu berkomunikasi secara sederhana berkenan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari ternyata belum mampu melakukannya. Bahkan untuk membaca instruksi dalam Bahasa Inggris untuk mengoperasikan suatu peralatan elektronik ternyata masih sangat kesulitan. Beberapa hal yang membuat untuk belajar pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah-

sekolah formal itu tidak efektif, salah satunya adalah kurangnya ketertarikan siswa Bahasa Inggris secara lebih mendalam lagi. Mereka mempelajari Bahasa Inggris hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja karena Bahasa Inggris merupakan mata pelajar yang sifatnya wajib. Berbagai upaya sudah dicoba oleh para praktisi pendidikan maupun para

ahli pendidikan melalui penerapan sejumlah metode dan penggunaan media. Salah satu dari upaya tersebut adalah melalui pengembangan software multimedia interaktif. Multi media ini merupakan media pembelajaran yang sedang marak

maupun informal masing-masing individu. yakni mendengarkan. dan report. kompetensi pendukung. non formal. dan evaluasi pengembangan software tersebut.dipergunakan baik di lembaga-lembaga pendidikan formal. recount. . kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. B. tata bahasa. 3. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata. kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung). berbicara. 2. yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata. Tulisan ini disusun untuk membahas tentang latar belakang penggunaan software dalam pembelajaran Bahasa Inggris. pengembangan software Bahasa Inggris. Pelajaran Bahasa Inggris di SMP Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP/MTs menurut peraturan mendiknas nomor 22 tahun 2006 meliputi: 1. descriptive. karakteristik software Bahasa Inggris. membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional. kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi). dan kesesuaian multimedia tersebut dengan tujuan-tujuan pembelajaran yang ditetapkan selain darikualitas software itu sendiri. dan langkah-langkah retorika. tata bunyi. dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana). Maraknya penggunaan software multimedia media ini merupakan yang paling efektif interaktif ini bukan berarti dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris dalam hal ini di SMP karena efektivitas media juga dipengaruhi oleh factor-faktor lain di antaranya adalah penggunaan multimedia yang tepat. tata tulis). kesiapan siswa belajar. kemampuan berwacana. narrative .

Langkah komunikasi dalam bahasa lisan di sebut tindak bahasa/tindak tutur. Actional competence merupakan langkah komunikasi yang meliputi offering. Discourse competence adalah kompetensi yang menjadi sasaran utama pembelajaran Bahasa Inggris. misalnya tidak tahu kata atau pengucapannya. asserting. Konteks situasi yang meliputi field. Linguistic competencemeliputi penguasaan kosakata. Socio-cultural competence adalah kompetensi yang terkait dengan faktor-faktor konteks situasi. sedangkan pada langkah komunikasi tulisan disebut langkah retorika Strategic competencemerujuk pada kemampuan mengelola komunikasi (terutama lisan) dalam cara tertentu agar komunikasi berjalan meskipun pembicara memiliki sejumlah kesulitan. struktur kalimat. competence sociocultural dan discourse kompetensi. Kemampuan menciptakan wacana merupakan kemampuan tertinggi dari kelima kompetensi tersebut. competence. actional competence. Kompetensi komunikatif yaitu: linguistic strategic competence. claiming dan convincing. Unsur-unsur dalam kompetensi lingustik ini sangat diperlukan untuk memahami maupun mengungkapkan ujaran dalam Bahasa Inggris. tenor dan mode sangat berpengaruh dalam pemakaian bahasa dan penciptaan teksnya.Dari ruang lingkup di atas kita tahu bahwa pembelajaran Bahasa Inggris itu adalah untuk pemerolehan mencakup competence. asking. lima kompetensi komunikatif. commanding. requesting. pleading. Perhatikan gambar berikut ini: Socio-cultural Competence Discourse Competen ce Linguistic Competenc e Strategic Competence Actional competen cee . pengucapan atau ejaan. Untuk mencapai kompetensi ini mensyaratkan penguasaan keempat kompetensi lainnya. supporting. informing.

Model Kompetensi Komunikatif (Celce-Murcia et al. . Primary mode Correcting of teacher (enforcing response prescriptive norms) Responding (to Responding to a communicative language as used. overt instruction. 1995:10) Peran guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di Indonesia adalah sesuai dengan penekanan (emphasis) dari kurikulum. Komunikatif.Diagram 2. dan Literasi Aspect Structural emphasis Communicative emphasis or ‘native speakers’ Literacy emphasis ‘discourse analysts’ dan ‘intercultural explorers’ Organizing critical framing as well as situated practice. Perhatikan table berikut ini: Tabel 2. overt instruction.2 Peran Guru/Siswa dalam Kurikulum Berbasis Struktural. Role models ‘Philologists’ for teachers ‘linguists’ and learners Primary instructional role of teacher Organizing overt instruction and transformed practice Organizing situated practice. and transformed practice. and transformed practice. intent) focusing attention for reflection and revision. Adapun untuk kurikulum yang berlaku saat ini adalah kurikulum yang memberikan penekanan pada literasi (literacy emphasis).

ICOT. Guru situasi yagb menyelenggarakan pembentukan kritis dan praktik berdasarkan ada. Pada tahapan BKOF. Tahapan MOT memberikan pengetahuan pada siswa tentang bagaimana model teks yang benar dan berterima dengan menganalisis struktur generiknya. para pembelajar diarahkan untuk membentuk text secara bersama-masa.Predominant learner roles Deference to authority: focus on absorption and analysis of material presented Active participation (focusing on using language in face-to-face interaction) Active engagement: focus on using language. pembelajaran diarahkan pada pemerolehan leksiko-gramatikal text. software Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Software interaktif merupakan sebuah multimedia pembelajaran. Joint Construction of Text(JCOT). Adapun peran pembelajar yang dominan adalah pelibatan aktif dengan memfokuskan pada penggunaan bahasa. Berkenaan dengan multimedia Hofstteter dalam Rusman at al (2011:196) mencatat bahwa multimedia adalah pemanfaatan computer untuk membuat dan menggabungkan . reflecting on language use. dan independent construction of Text (ICOT). yaitu: siklus lisan dan siklus tulisan dengan siklus lisan mendahului siklus tulisan. Mode respon guru yang utama adalah memberi respon pada bahasa yang digunakan. Modeling of Text(MOT). Pendekatan pembelajaran ini terbagi ke dalam dua siklus. Untuk pembelajaran Bahasa Inggris dengan penekanan literasi. Sedangkan pada tahapan akhir. dan praktik yang ditransformasikan. Adapun tahapan pembelajaran yang harus dilalui mencakup tahapan building knowledge of field(BKOF). serta revisi. C. Jadi model peran untuk guru dan siswa adalah sebagai analis wacana dan penggali budaya. dengan memfokuskan perhatian pada refleksi dan revisi. Pada tahapan JCOT. pembelajaran secara eksplisit. dan merefleksikan pada penggunaan bahasa. pendekatan pembelajaran berbasis genre dianggap yang paling tepat untuk pemerolehan sejumlah teks. pembelajar diarahkan untuk bisa memproduksi teks sendiri yang memilliki struktur generic dan leksiko-gramatikal yang berterima. and revising.

4. kompetensi tindak bahasa. Model tutorial. yaitu: 1. audio. berekreasi. dan berkomunikasi. gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi. Model Simulasi. Pengembangan software Interaktif Inggris dalam Pembelajaran Bahasa . speaking skill. lalu disusul dengan pertanyaan. berinteraksi. kompetensi komunikatif yang disebutkan pada bagian sebelumnya harus juga ter-cover. yaitu: listening skill. 2. Terdapat beberapa model media interaktif. Model Games Instruction. Software interaktif untuk pembelajaran Bahasa Inggris tentunya mempertimbangkan keterampilan bahasa yang empat. di mana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan. Semakin canggih software interaktif yang dikembangkan semakin banyak keterampilan bahasa yang tercakup dalam pembelajaran tersebut. dan kompetensi strategis. 3. Model ini dikembangkan berdasarkan atas konsep pembelajaran yang menyenangkan. Kompetensi komunikatif yang dimaksud adalah kompetensi wacana. D. Selain itu.teks. kompetensi sosio-kultural. dan writing skill. Model ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana sebenarnya. kompetensi linguistic. Model tutorial dalam CBI ini mengikuti pola pembelajaran berprogram tipe branching di mana konten kurikulum/materi pembelajaran disajikan dalam unit-unit kecil. Model ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkret melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya. reading skill. grafik. Model drills.

selanjutnya. penggandaan produk. beta development. sikap dan keterampilan seperti yang direncanakan sebelumnya. Dengan kata lain. Tahapan keempat adalah Alpha Developmentyang di dalamnya terdapat beberapa kegiatan. dan script atau cerita. Dalamtahapan analysis. Pada tahapan terakhir. maupun writing skill. serta pemberitahuan kepada media. Pada tahapan Beta Development dilakukan pembuatan dokumen manual dan kemasan. interface. dan delivery. membuat outline isi. Setelah itu prototype dihasilkan. reading skill. peluncuran produk. Ciri-ciri pembelajaran yang efektif Pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif sebagaimana pembelajaran mata pelajaran lainnya adalah pembelajaran yang mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang ditetapkan. speaking skill. dan media yang digunakan. Efektivitas Hasil Pembelajaran menggunakan software Interaktif 1. prototype development. pretesting. ada peningkatan keterampilan berbahasa para pembelajaran baik itu dalam listening skill. serta pemecahan masalah teknis yang dapat menghambat pengembangan model. identifikasi kebutuhan keterampilan untuk pengembangan model. Sehingga. yaitu: pembuatan storyboard. yaitu: analysis. macam multimedia. dilakukan penyiapan dukungan teknis. serta membuat prototype itu dilakukan pada tahapan pretesting. Dilihat dari segi pemerolehan kompetensi komunikatifnya. yaitu: identifikasi perkiraan kebutuhan yang dihasilkan dari penelitian awal dan analisis teknologi. 2012: 129-130). para siswa dapat menampilkan sejumlah pengetahuan.Terdapat enam langkah pengembangan multimedia menurut Vaughan (dalam Sutopo. ilustrasi. peta konten. dan penyelesaian pembayaran kepada semua pihak. audio dan video. master file. tahapan selanjutnya adalah prototype development yang di dalamnya dilakukan pembuatan screen mock-up atau desain visual tampilan. uji coba untuk mengetahui kesesuaian E. beberapa kegiatan dilakukan. pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif adalah terkuasainya kompetensi wacana . setelah melaksanakan pembelajaran. Setelah prototype pada kertas dihasilkan. alpha development. delivery. dilakukanlah dengan perencanaan sebelumnya.

sound and spelling. Software Pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif Software pembelajaran yang efektif adalah software yang dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang kaya yang memungkinkan pembelajar untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan. Adapun kegiatan belajarnya mencakup check pronunciation. beberapa indikatornya dapat terlihat diantaranya adalah kegiatan-kegiatan pembelajaran dalam software pembelajaran itu menarik dan tidak membosankan yang mendorong para siswa untuk terus terlibat dalam kegiatan pembelajaran. review test 1. 2. Review test 3. listen to details. F. Ini bisa dilihat dari materi yang terkandung dalam software tersebut. Pemerolehan . kompetensi sosio-kultural. Keterampilan menyimak yang dimaksud adalah keterampilan yang membantu keterampilan berbicara ( speaking skills). Matching picture 1.beserta keempat kompetensi pendukungnya (kompetensi linguistic. teks monolog (teks deskriptif) dan teks dialog (physical description). Tentunya untuk mencapai keefektifan itu. kalimat simple presentense. Software ini adalah untuk pembelajaran Bahasa Inggris kelas 7. dan kompetensi strategis). Karakteristik utama software interaktif Software yang dikembangkan oleh Kusmayati (2006) adalah software pembelajaran interactive untuk meningkatkan listening skills. kompetensi tindak bahasa. Jika ditinjau dari kompetensi komunikatifnya. instruksi-instruksi untuk kegiatan pembelajarannya harus mudah dipahami oleh pembelajar. software interaktif ini sudah mencakup kelima kompetensi komunikatif yang telah dijelaskan sebelumnya. what will you say?. guessing picture. Review Test 2. Adapun materinya mencakup kosakata. Selain itu. Materi-materi pembelajaran yang dimunculkan dalam software tersebut hendaklah tidak membosankan malahan harus mampu mendorong pembelajaran untuk terus terlibat dalam pembelajaran. Contoh SMP Software Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di 1. what do you hear?.

kompetensi berwacana difasilitasi dengan materi teks monolog (deskriptif) dan teks dialog (physical description). yaitu: 1) tahapan persiapan software prototype. Adapun model software multimedianya adalah model game instruction yang diarahkan pada pembelajaran Bahasa Inggris secara menyenangkan. 4) menganalisis dan mencobakan sumber-sumber belajar yang dimasukan ke dalam prototype software. 3) mengembangkan sumber daya belajar untuk prototype software. Tahapan Pengembangan software interaktif Terdapat dua proses dalam pengembangan software interaktif ini. Adapun kompetensi strategis difasilitasi dengan semua materi yang diberikan karena untuk memahaminya dan menyelesaikan sejumlah kegiatan pembelajaran para pembelajar memakai sejumlah strategi baik ia sadari maupun tidak disadari. Proses dalam tahapan persiapan prototype software mencakup 1) eksplorasi temuan-temuan penting yang berhubungan dengan analisis kebutuhan melalui kuesioner.Kompetensi sosio-kultural difasilitasi dengan materi teks monolog dan teks dialog yang memiliki struktur generic tertentu yang khas. media dan interaktif ini diarahkan untuk menarik pembelajar sehingga mereka terlibat dalam kegiatan pembelajaran 2. Materi kegiatan yang dipajankan dalam software multi semaksimal mungkin. 2) pengembangan . Kompetensi linguistic difasilitasi dengan materi kosakata dan struktur kalimat. Adapun proses-proses dalam tahapan produksi prototype software yang dinamakan the Interactive Multimedia Activities for Listening Skills mencakup 1) pengembangan struktur organisasional dari prototype software. wawancara. salah satunya adalah informing. 6) menghadirkan aktivitas menyimak dalam prototype software. Kompetensi tindak bahasa diperkuat dengan materi struktur dan teks monolog serta teks dialog yang di dalamnya dipajankan sejumlah tindak bahasa. dan 2) tahapan produksi software prototype. 2) eksplorasi literature yang berkaitan secara singkat. 5) mendesain aktivitas-aktivitas menyimak dalam prototype software. dan 7) mengembangkan input untuk story board dalam prototype software. dan observasi kelas.

Indonesia University of Education.Jika dirinci lagi terdapat dua proses dalam pengembangan software interaktif.Multimedia adalah pemanfaatan computer untuk membuat dan menggabungkan teks. dan delivery. kompetensi linguistic. Unpublished Thesis. pretesting. audio. Kusmayanti.M. alpha development. I. prototype development. kompetensi tindak bahasa. Jakarta: Bagian Proyek Pengembangan Sistem dan Pengendalian Program SLTP. dan 3) mencobakan prototype software. kompetensi sosio-kultural. H. beta development.mekanisme control terhadap prototype software. (2006) Developing A Prototype Software of Interactive Multimedia Activities for Listening Skills: A Case Study at a Public Junior High Scchool in Subang. Tokyo: International Language Sciences Publishers. H. Bandung: English Education Department Graduate Program. yaitu: 1) tahapan persiapan software prototype. prototype development. Matthiessen. G.Terdapat enam langkah beta development. delivery. Referensi Agustien. grafik. gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai untuk melakukan navigasi. yaitu: kompetensi berwacana. yaitu: analysis. dan kompetensi strategis. pretesting. et al (2004) Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Inggris. C. 2012: 129-130).I. alpha development. dan pengembangan software multimedia interaktif yaitu: analysis. dan 2) tahapan produksi software prototype.. berekreasi. . Tahapan pengembangan software interaktif tersebut pada dasarnya sejalan dengan enam langkah pengembangan multi media yang dikemukakan oleh Vaughan (dalam Sutopo. Kesimpulan Pembelajaran Bahasa Inggris termasuk dalam hal ini pembelajaran dengan media software interaktif itu hendaklah diarahkan pada pencapaian kompetensi komunikatif. (1995) Lexicogrammatical Cartography: English Systems. berinteraksi. dan berkomunikasi.R.

A.Pd. 1103154 PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN KURIKULUM . Kurniawan D. (2012) Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. (2011) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionlitas Guru. dan Riyana C. Dr.. Jakarta: Rajawali Press. Oleh: Endo Kosasih NIM. M. Ishak Abdulhak. Yogyakarta: Graha Ilmu PENGEMBANGAN SOFTWARE MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP Disusun sebagai prasyarat perkuliahan Isu-isu dalam Penerapan Teknologi Informasi yang dibina oleh Prof. Sutopo. Rusman.H.Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan.

SEKOLAH PASCA SARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2013 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.