P. 1
76773662-LIMBAH-MEDIS-klmpk5

76773662-LIMBAH-MEDIS-klmpk5

|Views: 2|Likes:
Published by Dyah Kurnia Aulia
RIMFINFNJMNX23NFUI
RIMFINFNJMNX23NFUI

More info:

Published by: Dyah Kurnia Aulia on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

LIMBAH MEDIS

Disusun oleh : Kelompok 5 Mira Hidayanti Gusti Fathoni Nurul Imanda Brian Arista M Sarah Aldila Nadia Aryudini 8796 8810 8822 8834 8848 8860 Nieko Amanda Anindita Nabilah Stefanus Siswoyo Sifra Kristina Anastasia Bethari 8878 8898 8914 8938 8956 8978

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang selalu setia membantu dalam hal mengumpulkan data-data dalam pembuatan makalah ini. Yogyakarta.Karena dari itu. 13 Desember 2011 Penulis .Kata Pengantar Pertama-tama kami panjatkan puja danpuji syukur atas rahmat dan ridho Allah SWT. Makalah ini menjelaskan mengenai limbah yang dihasilkan oleh sarana-sarana kesehatan. MPHselaku dosen pengampu demografi yang membimbing kami dalam pengerjaan tugas makalah ini. Tiada gading yang tak retak. kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat waktu. Sri Widiati. karena berkat rahmatNya. dan cara penanganan limbah secara tepat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penanganan limbah medis.Makalah yang kami susun ini pun tak luput dari kesalahan. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada drg. pembaca diharapkan mampu memahami definisi. yaitu limbah medis. Dengan membaca makalah ini. jenis-jenis. kami memohon maaf apabila dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan.Kami meminta kritik dan saran dari pembaca demi tercapainya makalah yang lebih sempurna lagi kedepannya.

..............................................................3 2...............1 1.......13 .....................3 2.........10 2............................................10 Bab III Kesimpulan...............................................................................i Kata Pengantar...........................................................................................................................................3 2............................1 Definisi limbah medis.................................9 2.....................11 Referensi...2 Rumusan Masalah...............................................3 Cara penanganan limbah medis yang tepat.................2 Jenis-jenis limbah medis.......................................................1 Latar Belakang Masalah.......................DAFTAR ISI Halaman Judul..................................8 Kesadaran tenaga medis dalam menangani limbah medis..........12 Lampiran.........................................1 1........7 Kebijakan pemerintah dalah upaya menangani limbah medis.....4 Bahaya yang ditimbulkan limbah medis ...........................................5 Kenyataan penanganan limbah medis yang terjadi saat ini.........................................................................................................6 Kebijakan rumah sakit dalam menangani limbah medis........................................1 1........................3 Tujuan Penulisan.............................................................iii Bab I Pendahuluan.......................................7 2.....................................................................................................................................2 Bab II Pembahasan.................4 2......................................................................................................................ii Daftar Isi............................................................................................................................................................................................................................9 2.................

Dampak negatif limbah medis terhadap masyarakat dan lingkungan terjadi akibat pengelolaan yang kurang baik.Salah satu pelayanan kesehatan yang ditingkatkan adalah rumah sakit dengan berbagai macam teknologi canggih untuk mengobati berbagai macam penyakit.Rumah sakit merupakan sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat berfungsi sebagai tempa pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman. Limbah medis jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan patogen yang dapat berakibat buruk terhadap manusia dan lingkungan. kesadaran akan kesehatan di kalangan masyarakat pun akan semakin tinggi pula. Pengelolaan limbah medis pun tidak dilakukan dengan sembarangan. Oleh karena itu pemerintah meningkatkan berbagai macam pelayanan kesehatan untuk masyarakat.BAB I Pendahuluan 1. Tiap jenis limbah media memiliki cara penangannya sendiri sendiri. Apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang sesuai maka akibatnya akan bisa lebih parah. virus. Kegiatan rumah sakit menghasilkan berbagai macam limbah.Limbah inilah yang disebut sebagai limbah medis. Pengelolaan limbah medis merupakan bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit dan upaya penanggulangan penyebaran penyakit. Limbah medis kebanyakan sudah terkontaminasi oleh bakteri.Terdapat berbagai macam limbah medis yang berbahaya bagi kesehatan manusia bila tidak diolah dengan benar. racun dan bahan radioaktif yang berbahaya bagi manusia dan makhluk lain di sekitar lingkungannya. .

3.3 Tujuan Penulisan Adapun makalah ini dibuat dengan tujuan : 1. penulisan makalah ini didasarkan dari beberapa perumusan masalah yang terkait dengan limbah medis.8 Menjelaskan apa itu limbah medis Menjelaskan jenis-jenis limbah medis Menjelaskan cara penanganan limbah medis yang tepat Menjelaskan bahaya penanganan limbah medis yang tidak tepat Menjelaskan kenyataan penanganan limbah medis yang terjadi saat ini Menjelaskan kebijakan rumah sakit mengenai limbah medis Menjelaskan kebijakan pemerintah dalam upaya menangani limbah medis Menjelaskan kesadaran tenaga medis dalam menangani limbah medis .3.1.3.6 1. meliputi: 1.3 1.8 Apa yang dimaksud dengan limbah medis? Apa saja jenis-jenis limbah medis? Bagaimana cara penanganan limbah medis yang tepat? Apa bahaya dari penanganan limbah medis yang tidak tepat? Bagaimana kenyataan pengelolaan limbah medis saat ini? Apa kebijakan rumah sakit mengenai limbah medis? Apa kebijakan pemerintah dalah upaya menangani limbah medis? Bagaimana kesadaran tenaga medis dalam menangani limbah medis? 1.3.1 1.2.3 1.5 1.2.6 1.4 1.2.3.3.7 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah mengenai limbah medis.3.2 1.2.7 1.4 1.3.2 1.2.1 1.2.2.2.5 1.

1 Definisi Limbah Medis Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).BAB II Pembahasan 2. (2) bahan yg tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian. Limbah dapat juga diartikan sebagai hasil akhir dari suatu proses pemanfaatan produk atau proses dari suatu kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas manusia. limbah adalah (1) sisa proses produksi.2 Jenis-jenis Limbah Medis . seperti kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. (3) barang rusak atau cacat dl proses produksi. 2. Limbah medis dapat diartikan sebagai segala sesuatu hasil buangan dari kegiatan-kegiatan medis.

bahan mikrobiologi atau bahan citotoksik • • • Limbah farmasi (obat-obatan): obat-obatan dan bahan kimiawi yang dikembalikan dari ruangan pasien isolasi. tabung yang mengandung gas dan aerosol yang dapat meledak bila diinsinerasi atau bila mengalami kerusakan karena kecelakaan. cairan atau gas misalnya berasal dari prosedurprosedur medis. atau telah tertumpah. reaktif terhadap air. asam. kadaluwarsa atau terkontaminasi Limbah citotoksik: bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat citotoksik selama peracikan.Limbah medis identik dengan limbah yang dihasilkan institusi kesehatan seperti rumah sakit. tidak semua limbah yang dihasilkan rumah sakit merupakan limbah medis. gunting kuku dan sebagainya yang dapat menyebabkan orang tertusuk (luka) dan terjadi infeksi. plasenta. syring. misalnya obatobatan cytotoxic. mudah terbakar (flammable). korosif. pisau. dari autopsi pasien yang . bangkai binatang. cair atau gas yang terkontaminasi dengan radionuklisida Limbah kimiawi: dapat berupa padatan. cairan tubuh. kaca pecah. mutagenic. pengangkutan atau tindakan terapi citotoksik Kontainer di bawah tekanan: seperti yang digunakan untuk peragaan atau pengajaran. Berikut limbah yang dihasilkan rumah sakit: • • • • Limbah umum: limbah yang tidak membutuhkan penanganan khusus atau tidak membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan misal bahan pengemas Limbah patologis: terdiri dari jaringan-jaringan. bagian tubuh.asam animo • Benda-benda tajam yang biasa digunakan dalam kegiatan rumah sakit: jarum suntik. Limbah kimiawi yang tidak berbahaya adalah seperti gula. dan shock sensitive). gunting. organ. Misalnya jaringan dan stok dari agen-agen infeksi dari ruang bedah. Padahal. misalnya tertusuk. genotoxic (carcinogenic. • Limbah berpotensi menularkan penyakit (infectious): mengandung mikroorganisme patogen yang bila terpapar dengan manusia akan dapat menimbulkan penyakit. Benda-benda ini mungkin terkontaminasi oleh darah. Pertimbangan terhadap limbah ini dapat ditinjau dari sudut: toksik. teratogenic dan lain-lain). darah dan cairan tubuh Limbah radioaktif: dapat berfase padat. reaktif (eksplosif.

dan warna merah untuk limbah radio aktif. xylene. . untuk kemudian disingkirkan sebagai limbah non-radioaktif biasa d. dan dapat disatukan dengan limbah domestik b.Beberapa kemungkinan daur-ulang limbah kimiawi berbahaya misalnya dengan redistilasi solven (toluene. penanganannya adalah identik dengan limbah lainnya yang tidak termasuk katagori berbahaya. Limbah kimia: Bagi limbah kimia yang tidak berbahaya. Masing-masing membutuhkan penanganan sendiri-sendiri Bahkan. limbah terutama medis harus tersebut jenis-jenisnya. Limbah radioaktif : Limbah radioaktif dari rumah sakit dapat dikatakan tidak mengandung bahaya yang signifikan bila ditangani secara baik. insinerasi dilanjutkan dengan landfilling. logam-merkuri dari thermometer. Limbah umum :Tidak diperlukan pengolahan khusus. sarung tangan) 2. alcohol). Umumnya radioaktifdisimpan untuk menunggu waktu paruhnya telah habis. filter. jarumsuntik. membakar solven organic yang tidak toksik. Misalnya kantong warna hitam digunakan untuk limbah umum. elektrostatis larutan-larutan pemrosesan Insinerator merupakan sarana yang paling sering digunakan dalam menangani limbah jenis ini. Secara umum jenis pengolahan limbah rumah sakit adalah : a. kantong warna kuning untuk semua jenis limbah infectious yang harus masuk incinerator. dari pasien yang diisolasi. mengemas limbah medis pun telah ada aturannya.mempunyai penyakit menular . mendaur ulang batere.3 Cara Penanganan Limbah Medis yang Tepat Penanganan memperhatikan limbah medis memerlukan perhatian kelompok khusus. serbet. Peraturan sederhana dalam cara mengemas limbah medis ini bila dilanggar justru akan berakibat fatal.limbah kimia/farmasi kedalam kantong plastik berwarna coklat. Limbah patologis : Pengolahan yang dilakukan adalah dengan sterilisasi. atau materi yang berkontak dengan pasien (tabung.Kantong yang digunakan untuk membungkus limbah juga harus diinsinerasi c.

sedangkan yang tidak dipakai lagi ditangani secara khusus misalnya diinsinerasi atau di landfilling i. Pemakaian air yang efisien akan mengurangi jumlah air yang masuk kedalam instalasi pengolahan limbah cair (IPLC).e. . sebelum dibakar dalam insinerator h. Benda-benda tajam : Dikemas dalam kemasan yang dapat melindungi petugas dari bahaya tertusuk. mencegah terjadinya ceceran bahan. Pelaksanaan preventif maintenance. Limbah farmasi :Obat-obatan yang tidak digunakan dikembalikan pada apotik atau pemasok. g. yang ketat akan menghindarkan terjadinya kerusakan alat yang pada akhirnya dapat mengurangi jumlah limbah yang terjadi. Dengan berkurangnya jumlah limbah yang harus dimusnahkan dengan incinerator maka akan mengurangi jumlah biaya operasionalnya dan akan mengurangi emisi yang dikeluarkan ke lingkungan. rapi dan selalu terkontrol sehingga tidak terjadi ceceran dan kerusakan bahan atau obat. Kontainer-kontainer di bawah tekanan: di landfilling atau didaur-ulang. Tahap awal dalam pengelolaan limbah medis adalah melakukan pencegahan pada sumbernya. Upaya pencegahan pencemaran dan minimisasi limbah yang sering dikenal dengan Produksi Bersih (Cleaner Production) akan memberikan keuntungan bagi pengelola dan lingkungan. Limbah berpotensi menularkan penyakit (infectious) :Memerlukan sterilisasi terlebih dahulu atau langsung ditangani pada insinerator . autoclave tidak dibutuhkan bila limbah tersebut telah diwadahi dan ditangani secara baik sebelum diinsinerasi. Limbah cytotoxic dan obat-obatan genotoxic atau limbah yang terkontaminasi harus dipisahkan. berarti mengurangi limbah yang terjadi. dikemas dan diberi tanda serta dibakar pada insinerator f. Berikut adalah beberapa upaya dalam melakukan pencegahan timbulan limbah: Pelaksanaan ‘House Keeping’ yang baik. dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pengelolaan bahan-bahan atau obat-obatan yang tepat. Dengan pelaksanaan good house keeping yang baik di laboratorium dan kamar rawat akan menghindarkan terjadinya ceceran bahan kimia ataupun racikan obat.

Pada saat ini hanya sekitar 19% limbah domestik dari rumah sakit yang sudah dimanfaatkan untuk didaur ulang. Limbah kimia dari laboratorium dan sisa racikan obat harus memiliki tempat penampungan tersendiri agar tidak mengkontaminasi limbah cair lainnya yang bukan limbah B3. Insinerasi adalah teknologi pengolahan sampah dan limbah yang melibatkan proses pembakaran bahan organik. dan panas. Pemilahan dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan limbah berdasarkan karakteristiknya. gelas dan logam masih mempunyai nilai jual untuk di reuse. plastik. Limbah domestik harus terpisah dari limbah B3 ataupun limbah infeksius. Begitu pula dengan limbah domestik berupa sampah organik bisa untuk kompos. Limbah yang masih bisa dimanfaatkan agar dipisahkan dari limbah yang tercemar oleh limbah B3 ataupun limbah infeksius. Tahap ketiga adalah pemanfaatan limbah. Hal ini bertujuan agar jumlah ataupun limbah yang harus ditreatmen secara khusus (limbah B3) tidak terlalu besar (minimal). Limbah plastik bekas pengobatan lainnya seperti bekas infus yang tidak terkontaminasi limbah B3 atau limbah infeksius dapat didaur ulang. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal Insinerasi material sampah mengubah sampah menjadi abu. Limbah domestik yang dapat didaur ulang ataupun dimanfaatkan harus dipisah dalam tempat terpisah.Tahap selanjutnya terhadap limbah yang tidak bisa dihindari adalah langkah segregasi atau pemilahan. partikulat. Limbah berbahaya dan beracun sendiri tidak menutup kemungkinan untuk dapat dimanfaatkan ataupun untuk direuse. Limbah domestik berupa kertas/karton.4 Bahaya Penanganan Limbah Medis yang Tidak Tepat . gas sisa hasil pembakaran.Insinerasi memiliki banyak manfaat untuk mengolah berbagai jenis sampah seperti sampah medis dan beberapa jenis sampah berbahaya di mana patogen danracun kimia bisa hancur dengan temperatur tinggi 2. Beberapa limbah kimia yang dapat dimanfaatkan kembali antara lain adalah limbah radiologi seperti fixer dan developer dengan dikirimkan ke pihak ke-3 yang berizin.

mencuci). yang secara psikis akan mempengaruhi penduduk di sekitarnya. Selain itu.Limbah medis jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak bagi manusia. air tercemar dapat menjadi penyebab penyakit tidak menular. Air yang telah tercemar oleh senyawa organik maupun anorganik menjadi media berkembangnya berbagai penyakit dan penularan langsung melalui air (misalnya Hepatitis A. serta lingkungan di sekitar rumah sakit. Dampak pencemaran daratan yang secara langsung dirasakan adalah timbulnya bau busuk karena degradasi limbah organik oleh mikroorganisme dan timbunan limbah padat dalam jumlah besar yang akan menimbulkan kesan kumuh dan kotor. malaria. mahluk hidup. Pencemaran lingkungan a. demam berdarah dan sebagainya. lalat dan nyamuk di antaranya adalah pest. memasak. Dampak tak langsung. Pencemaran Daratan Pencemaran daratan pada umumnya berasal dari limbah padat yang dibuang atau dikumpulkan di suatu tempat penampungan. yang muncul terutama karena air lingkungan telah tercemar oleh senyawa anorganik terutama unsur logam (misalnya keracunan air raksa/merkuri). pertanian (misalnya: air yang terlalu asam/basa akan mematikan tanaman/hewan). Dysentri. Penyakit-penyakit yang ditimbulkan dengan perantaraan tikus. Ascariasis/Cacingan. . dan sebagainya). kaki gajah. Pencemaran Air Air yang tercemar menjadi tidak bermanfaat untuk keperluan rumah tangga (misalnya air minum. Cholera. Dampak tersebut antara lain: 1. b. Thypus Abdominalis. Dampak pencemaran daratan dapat secara langsung dan tidak langsung bagi kesehatan lingkungan sekitar. Pengelolaan limbah medis yang kurang baik akan menyebabkan estetika lingkungan yang kurang sedap dipandang sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat 2. industri. contohnya adalah tempat pembuangan limbah padat baik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menjadi pusat perkembangbiakan tikus dan serangga yang merugikan manusia seperti lalat dan nyamuk.

Pertama. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolis.Banyak rumah sakit yang tidak memiliki sarana dan standar penanganan limbah medis yang sesuai syarat. lebih-lebih lagi bila Rumah sakit membuang hasil buangan Rumah Sakit tidak sebagaimana mestinya ke lingkungan sekitarnya. Karbon monoksida apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. dan sebagainya di TPA (Tempat . Konsentrasi gas Nitrogen Oksida yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf yang mengakibatkan kejangkejang. Kedua.Berikut contoh kasus mengenai penanganan limbah yang salah.karyawan Rumah sakit dalam melaksanakan tugas sehari-harinya selalu kontak dengan orang sakit yang merupakan sumber agen penyakit.pengunjung / pengantar orang sakit yang berkunjung ke rumah sakit. 2.Bahkan kelalaian tersebut banyak merugikan masyarakat sekitar. tanaman dan sebagainya. Keempat. Pencemaran Udara Dampak pencemaraan udara berakibat langsung terhadap kesehatan manusia. ditemukan banyak limbah medis berupa alat suntik.5 Kenyataan Penanganan Limbah Medis yang Terjadi Saat Ini Pada kenyataannya.resiko terkena gangguan kesehatan akan semakin besar. dengan akibat lanjutannya adalah menurunnya derajat kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut dan menimbulkan kecelakaan kerja. ikut bereaksi secara metabolis dengan darah.c. Diberitakan dalam harian Pikiran Rakyat tanggal 1 Februari 2010. pasien yang datang ke Rumah Sakit untuk memperoleh pertolongan pengobatan dan perawatan Rumah Sakit. botol-botol bekas obat. hewan. Ketiga. Komponen pencemar udara dapat berupa Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Oksida (Nox). Akibatnya adalah mutu lingkungan menjadi turun kualitasnya.Kelompok ini merupakan kelompok yang paling rentan.masyarakatyang bermukim di sekitar Rumah Sakit. masih banyak terjadi kesalahan atau kelalaian dalam penanganan limbah medis saat ini. Ada beberapa kelompok masyarakat yang mempunyai resiko untuk mendapat gangguan karena buangan rumah sakit.

dan 17 laboratorium kesehatan yang tidak mempunyai TPS limbah. membawanya ke rumah dan dijadikan alat bermain. Peraturan dan standar yang ditentukan oleh pemerintah pun masih sering dilanggar. 2. 2. Disamping itu rumah sakit diwajibkan memiliki tempat penyimpanan sementara limbahnya sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Kepdal 01 tahun 1995. Keberadaan limbah-limbah tersebut tentunya meresahkan warga karena warga menyadari limbah-limbah tersebut membahayakan kesehatan. limbah sitotoksic kedalam warna kuning. Limbah domestik di masukkan kedalam plastik berwarna hitam.Pembuangan Akhir) Cibeureum.7 Kebijakan Pemerintah dalam Upaya Menangani Limbah Medis Selanjutnya. Seperti diberitakan dalam Pikiran Rakyat tanggal 9 Maret 2010. Selain itu mterdapat 62 Puskesmas. peraturan tentang limbah medis ini telah diatur pemerintah sebagai berikut : 1.Warga mulai mengetahui keberadaan limbah-limbah medis tersebut setelah ada anak-anak yang bermain di TPA. memungut beberapa limbah alat sunti. disebutkan bahwa 40 dari 50 Rumah Sakit yang ada di Bandung belum memiliki sarana pembuangan limbah B3 dan mereka membuangnya begitu saja di parit dengan alasan mahalnya biaya pengelolaan limbah medis. Rumah sakit diwajibkan memiliki tempat penyimpanan sementara limbahnya sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Kepdal 01 tahun 1995 2.6 Kebijakan Rumah Sakit Dalam Menangani Limbah Medis Dalam pengelolaan limbah padatnya. limbah kimia/farmasi kedalam kantong plastik berwarna coklat dan limbah radio aktif kedalam kantong warna merah. limbah infeksius kedalam kantong plastik berwarna kuning. Banjar. 11 balai pengobatan. rumah sakit diwajibkan melakukan pemilahan limbah dan menyimpannya dalam kantong plastik yang berbeda beda berdasarkan karakteristik limbahnya. Bapedal No 03 tahun 1995 mengatur tentang kualitas incineratordan emisi yang dikeluarkannya .

Para petugas medis tersebut harus mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan supaya tidak terjadi kesalahan atau infeksi dari limbah tersebut.Sehingga petugas medis saat ini sudah dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai limbah medis. mulai dari jenisnya hingga pengelolaannya. Peraturan menteri kesehatan No. Bab III Kesimpulan .986/Menkes/PER/XI/1992 tentang persyaratan kesehatan rumah sakit ( hal ini berkaitan dengan limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit dan segala macam pelanggaran terhadap peraturan diatur lebih lanjut ) 4. PP no 18 tahun 1999 jo PP no 85 tahun 1999 tentang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun ( kode limbah rumah sakit D227 ) 9.8 Kesadaran Tenaga Medis dalam Menangani Limbah Medis Setiap limbah medis memiliki bahaya yang dapat menyerang pasien maupun petugas medis itu sendiri. Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan lingkungan Hidup RI nomor : Kep02/MENKLH/I/1988 tentang pedoman penetapan Baku Mutu Lingkungan Hidup. Peraturan Menteri Kesehatan No. UU no 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup 8. UU no 23 tahun 1992 tentang kesehatan 7.512/Menkes/PER/IX/1990 tentang AMDAL rumah sakit ( menyatakan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ) 5. 6.3. PP no 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 10.Namun pengetahuan secara teori saja tidaklah cukup. PP no 74 tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun 2.

serta pencemaran udara yang mengurangi derajat kesehatan masyarakat. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi. pencemaran daratan. serta lingkungan di sekitar rumah sakit. mahluk hidup. Berikut limbah yang dihasilkan rumah sakit. mulai dari jenisnya hingga pengelolaannya.Ada beberapa peraturan yang mengatur pengelolaan limbah medis. Recovery). atau sampah kering dan sampah basah. Referensi . Limbah rumah sakit jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak bagi manusia. Saat ini usaha rumah sakit dan pemerintah dalam upaya untuk menangani limbah medis bermacam-macam bentuknya.Sedangkan berikut beberapa jenis limbah biomedis. Jika penanganan rumah tangga hanya dibedakan dalam sampah organik dan anorganik. dan benda tajam. diantaranya yaitu incinerator dan prisip 3R (Reuse. yaitu padat dan cair. yaitu human anatomical. Dampak tersebut dapat berupa pencemaran air. limbah infeksus dan limbah noninfeksus.Limbah medis rumah sakit merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). farmasi. dan infeksi.Setiap limbah medis memiliki bahaya yang dapat menyerang pasien maupun petugas medis itu sendiri. yaitu umum. Recycle.Limbah medis merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan medis.Berdasarkan wujudnya limbah medis dibagi menjadi dua. citotoksik. maka penanganan limbah medis harus dibedakan kedalam tiga kelompok yaitu limbah cair.Sehingga petugas medis saat ini sudah dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai limbah medis. kimiawi. Limbah medis ini sangatlah berbahaya dan akan menimbulkan berbagai dampak negatif bila tidak ditangani dengan baik. laboratorium mikrobiologi. patologis. tubuh hewan. kesadaran para petugas medis dalam menangani limbah medis pun harus kian meningkat. radioaktif.

pikiran-rakyat.htm http://mariaroosmawarty.com/node/106511 http://www.id/index.com%2Fkq%2Fgroups%2F27209557%2F448086425%2Fname %2FTugas%2BB%2BB3%2BKelompok %2B5.id/url? sa=t&rct=j&q=jenis+limbah+medis&source=web&cd=19&ved=0CFAQFjAIOAo&url=http %3A%2F%2Fxa.com/doc/33519413/Limbah-Medis-Dan-Kesehatan http://www.proclean.com/2011/01/dampak-buruk-limbah-rumah-sakit-bagi.php/cleaning-service-rumah-sakit http://www.com/doc/49825062/limbah-medis http://www.scribd.html http://www.pikiran-rakyat.yimg.com/node/108707 http://www.co.com/arti-338515-limbah.http://www.co.scribd.anneahira.docx&ei=gsLkTouOHoXVrQfb3oT7Bw&usg=AFQjCNH4j4Ub5Rpk9L4O0mkWnBAQ p4G9qg http://www.scribd.blogspot.google.wikipedia.com/doc/37312202/limbah-b3 http://www.html http://id.org/wiki/Insinerasi .artikata.com/limbah-medis.

LAMPIRAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->