Motivasi Dalam Pelayanan

Ayat bacaan: Kisah Para Rasul 20:32-35 ========================== "Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga."

Ada banyak yang melayani, tapi hanya sedikit yang motivasinya benar. Itu yang dikatakan oleh salah seorang teman yang aktif dalam pelayanan di gerejanya. Menurutnya, ada orang-orang yang memang sepertinya melayani, tetapi bukan didasarkan untuk menyenangkan hati Tuhan melainkan untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Menurutnya, orang-orang seperti ini biasanya akan ketahuan lewat sikap mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selalu menyombongkan diri baik secara langsung atau lewat berbagai jejaring sosial, atau sikap lainnya seperti malas, angkuh, sering tidak tepat waktu dan lain sebagainya. Adalah sangat baik apabila kita bersedia untuk meluangkan sebagian dari waktu kita untuk terlibat langsung dalam pelayanan lewat bidang apa saja sesuai panggilan kita masing-masing, tapi adalah penting pula untuk memperhatikan baik-baik motivasi yang benar dalam melayani. Yesus mengatakan: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." (Matius 9:37a). Jika pekerja saja dikatakan sedikit, jumlahnya sepertinya semakin sedikit jika kita menambahkan kata "yang motivasinya benar" di depan kata "pekerja". Seperti apa sebenarnya motivasi yang harus dimiliki oleh para pengerja atau pelayan Tuhan? Bagaimana seharusnya agar kita tidak sampai mencuri kemuliaan yang seharusnya menjadi milik Tuhan atau membuat Tuhan kecewa atau bahkan marah lewat sikap yang salah dari kita? Dalam hal ini kita bisa belajar dari sosok Paulus. Sebagai seorang hamba Tuhan, Paulus menunjukkan sikapnya yang teguh akan ketaatan. Dia berani pergi menyebarkan Injil kemana-mana, bahkan hingga mencapai Asia kecil. Ia sukses mendirikan banyak jemaat dimanapun ia mendarat. Terkenalkah Paulus? Tentu saja Paulus terkenal dikalangan orang-orang percaya pada masa itu. Tetapi disisi lain kita harus pula melihat betapa seringnya usaha dan kerja kerasnya tidak dihargai sepantasnya. Dia bahkan harus rela mengalami banyak penderitaan dan berbagai bentuk siksaan demi menjalankan misinya. Meski demikian, kita mengetahui bahwa Paulus tidak berkecil hati, kecewa atau sakit hati kepada Tuhan. Sebaliknya ia malah tidak pernah menuntut apa-apa yang bisa memberinya sedikit kemudahan dalam menunaikan tugas pelayanannya. Jika memperhatikan tingkat kesulitan tinggi yang ia harus hadapi lengkap dengan segala resikonya, tentu rasanya wajar jika Paulus tidak lagi perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Logikanya ia lebih baik fokus saja mewartakan kabar gembira. Tapi Paulus ternyata tidak menuntut itu sama sekali. Perhatikanlah apa yang ia katakan. "Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga." (Kisah Para Rasul 20:33). Paulus tidak menuntut apapun dari jemaat maupun penatua/gembala atau hamba-hamba Tuhan lainnya. Padahal kurang apa lagi Paulus pada saat itu dimata orang-orang percaya? Itulah sikap Paulus. Ia mengatakan "Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku." (ay 34). Paulus sama sekali tidak mencari kesempatan untuk meraup keuntungan untuk diri sendiri meski ia sudah bersusah payah untuk melayani begitu banyak orang. Ia memilih untuk terus bekerja ditengah kesibukannya melayani, bukan hanya untuk mencukupi kebutuhannya sendiri bersama rekan-rekan sekerjanya. tetapi ia pun bekerja agar bisa membantu orang-orang yang membutuhkan. "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah..." (ay 35). Apa pekerjaan Paulus? Dalam Kisah Para Rasul 18:3 kita bisa tahu bahwa Paulus bekerja sebagai tukang kemah. Paulus tahu bahwa semua yang ia lakukan bukanlah untuk ketenaran, tetapi semata-mata untuk menyenangkan Tuhan dengan membawa jiwa-jiwa untuk bertobat dan mendapat kesempatan yang sama sepertinya untuk diselamatkan.

apa yang menjadi dasar atau motivasi kita dalam melayani. Jangan melayani dengan alasan dari pada “ngangur”. 6.maka kita lakukan dengan sukacita dan sukarela. malas atau tidak serius dalam melakukannya. Melayani juga bukan karena sedang mencari kegembiraan atau hiburan sehat. dan ini adalah keteladanan yang sangat baik untuk kita camkan baik-baik. Lewat sikap Paulus kita bisa melihat bagaimana sikap kita yang seharusnya dalam melayani Tuhan. 2.hitung jasa. Jangan sampai kita mencuri hak Tuhan dengan memanfaatkan kesempatan dalam pelayanan untuk memperkaya diri sendiri atau demi popularitas kita. Motivasi Paulus dalam melayani adalah murni.difitnah. dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36). Sebab jika sudah tidak ngangur lagi maka akan berhenti melayani. 3. Tidak peduli sehebat apapun kemampuan kita. Juga jangan melayani hanya karena diajak teman.dianiaya. Di matius 5:11.jadi pelayanan kita adalah tantangannya. Jika kita melayani dalam kebersamaan . Sedikit catatan sebagai bekal untuk melayani Tuhan : 1. maka jadilah seperti sebuah tim sepak bola yang kompak. lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.Kita bisa melihat pandangan Paulus yang mendasari keputusannya untuk tidak menuntut apa-apa dalam menjalankan panggilannya. Jangan pula kita lupa untuk memuliakan Tuhan dengan terus bersikap asal-asalan. Dari Paulus kita bisa belajar bahwa kemurnian dan ketulusan merupakan kunci yang sangat penting dalam mengabdi kepada Tuhan.atau menghitung. Apakah semata-mata untuk memuliakan Tuhan atau kita masih punya banyak agenda yang mengarah kepada keuntungan diri sendiri. ikuti keteladanan Paulus agar semua pekerjaan yang kita lakukan berkenan di hadapan Tuhan dan bisa berbuah lebat membawa kemuliaan bagi Tuhan. Mengapa demikian? "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia. Mari kita periksa diri kita.sebab jika sudah tidak ada lagi yg mengajak lalu bagaimana? 4." (1 Korintus 10:31). "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum. atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain. 5. Kita tidak melayani sambil mencari pujian. seharusnya itu diarahkan untuk memuliakan Tuhan dan bukan untuk mencari popularitas atau keuntungan pribadi.apalagi mencari berbagai keuntungan materi dan lainnya. pasti akan terasa sebagai beban yg berat dan melelahkan.hal itu merupakan karunia dan perkenaan Tuhan. Bukankah segala sesuatu yang kita miliki semuanya berasal dari Tuhan? Tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa dan tidak ada apa-apanya. Karena itulah sudah sepantasnya kita memuliakan Tuhan lewat segala talenta atau kemampuan yang telah diberikan kepada kita. Arahkanlah fokus dalam melayani ke arah yang tepat. Miliki sikap dan motivasi yang benar dalam melayani .tapi kita melayani sebagai pengucapan syukur kepada Tuhan yang sudah menyelamatkan kita. semua itu tidak ada gunanya tanpa Tuhan. dan oleh Dia. apapun yang kita lakukan. Kita diperbolehkan melayani.12 kita membaca bahwa adalah suatu kebahagiaan jika karena yesus kristus kita di cela. Melayani juga jangan semata karena “tugas”. Ia berkata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful