P. 1
Land Clearing

Land Clearing

|Views: 954|Likes:
Published by Diang Suardi

More info:

Published by: Diang Suardi on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2014

pdf

text

original

STACKING LAND CLEARING

Pengertian STACKING Stacking adalah membuka areal hutan dengan mengunakan alat berat dan menyusun potongan-potongan kayu sesuai pancang rumpukan yang telah ditentukan. Pembukaan lahan di sini mengunakan zero burning, kegiatan pembukaan lahan disini

mengunakan system buka lahan dengan mengunakan alat berat (stacking). Namun bila terdapat pohon yang besar dan susah di tumbang maka pohon tersebut dapat disusul dengan tumbang manual (sinso) sehingga areal dapat benar-benar terbuka. Team senso kayu biasanya ada dari kontraktor alat berat tersebut. 2. Manfaat/tujuan Stacking Manfaat dan tujuan mengapa stacking : Menghemat Biaya Mempercepat pekerjaan buka lahan

Karakter Stacking dan Alat berat Gambar : Alat berat Doser

LC Siap Tanam ( Plasma R.S ) Stacking di sini menggunakan

bulldozer

type

D85

SS

(Super Skidder) secara langsung setelah blocking selesai. Bulldozer yang diturunkan ada 2 unit dan 1 unit excavator 08, chinsau merk still 2-4 unit. Basis Bulldozer 1,2 ha per hari, tetapi juga bisa mencapai 3-4 ha lebih, tergantung vegetasi dan keadaan topografi. Bahan bakar bulldozer menggunakan solar dengan kapasitas tangki

HM selama 8-10 jam bisa menghabiskan solar 280350 liter.0 m dan tinggi rumpukan yang diperbolehkan maks.2 m untuk 4 titik tanam.410-440 liter. lebar rumpukan kayu maksimum dibuat 4. Untuk area yang vegetasi kayu rapat dimana berkemungkinan adanya hasil tumbangan/gusuran yang panjang > 6 m.3. 2. Jarak stacking yang satu dengan berikutnya 31. . Rumpukan pertama dimulai dari sebelah utara atau selatan (pada jarak ± 6 mtr dari tepi Collection road) atau sesuai pancang rumpukan yang telah dibuat. maka kayu harus dicincang untuk menjaga kualitas perun. Arah rumpukan membujur dari Utara-Selatan. Jalur rumpukan pertama terletak pada gawangan kedua atau setelah dua baris tanaman dari sisi transport road. Jarak stacking 15. Jalur rumpukan harus berada di jalur gawangan mati. 4. Untuk pancang stacking agar rapi digunakan kompas type suunto. Kayu-kayu yang sudah digusur lalu dikumpulkan pada tempat yang sudah ditentukan (jalur rumpukan). Ketentuan dalam perun mekanis (stacking) sebagai berikut : Perun Mekanis Excavator 1. Mekanis (Stacking) Gambar : Proses Stacking Oleh dozer Pembersihan jalur tanam mekanis (stacking) dilakukan dengan menggunakan alat berat (Buldozer atau Excavator).0 m. 3.6 m untuk 2 titik tanam. Dengan kompas diharapkan hasil stacking atau rumpukan menjadi rapi dan tepat untuk titik tanam bibit kelapa sawit.

Luas blok = 30 ha lebar blok 1000 m ke timur barat dan Jarak rumpukan adalah 31.2 m = 32 rumpukan dalam 1 blok . Jalur rumpukan kayu yang panjangnya ± 300 m harus diputus selebar 4 m pada setiap jarak 150 m. sehingga ada jalan untuk orang melintas antar jalur tanaman / pasar kontrol. berapa jumlah rumpukan dalam 1 blok? » Jadi.2 m Dit . jumlah rumpukan = 1000 m 31.Stacking Bulldozer Gambar : hasil stacking dozer Untuk areal rendahan (rawa atau gambut) maka pelaksanaan land clearing dikerjakan menggunakan excavator dengan jarak antara rumpukan yang satu dengan rumpukan yang lain adalah 2 (dua) baris tanaman. Cara mencari berapa jumlah rumpukan dalam 1 bloknya adalah : Dik .

jalan transport. Sisi kanan kiri badan jalan dibuat saluran / parit air menggunakan pisau / blade dozer yang dimiringkan.S ) . Ketentuan spesifikasi jalan dozer adalah sebagai berikut : Badan jalan harus dibersihkan dari : Tunggul. a. b. maupun jalan collection. Badan jalan yang telah bersih kemudian dibuat cembung ( tinggi ditengah ) untuk mencegah genangan air ditengah badan jalan. c. Jalan ini dibuta oleh alat berat jenis dozer (bulldozer) dengan ketentuan jalan yang dibuat pada areal / tanah kering yang dapat dikerjakan dengan alat bulldozer ( dozer ). Akar-akaran dan tanah humus disingkirkan diluar badan jalan. Jenisnya bisa jalan poros. Kayu.PEMBAUATAN JALAN COLLECTION ROAD DAN MAIN ROAD Setelah rintis blok selesai dilakukan kemudian barulah alat berat masuk untuk membuat jalan sesuai rintisan yang telah di buat tersebut. sehingga memungkinkan air mengalir dengan lancar disepanjang saluran / parit badan jalan. Colection Road ( Plasma R.

Colection Road ( Plasma R. maka bukit – bukit kecil tersebut harus diratakan. artinya bila terdapat bukit – bukit kecil dengan jarak cukup pendek ( 30 meter ) dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter. Lebar jalan Poros Lebar jalan Collection : 12 meter : 8 meter : 7 meter b. artinya nilai beda tinggi puncak bukit dengan lembah bukit dibagi dengan jarak horizontal ( jarak datar ) adalah : maksimum 15 %. Bila pembuatan jalan di daerah bergelombang/bukit. Material tanah timbun untuk badan jalan dipergunakan material hasil galian kanan kiri (pinggir) badan jalan. c. dalam kondisi areal jalan yang terhalang oleh rawa dapat dilakukan penimbunan areal tersebut sehingga menjadi jalan timbunan. maka untuk menjaga kelandaian jalan. S ) Bentuk memanjang dari badan jalan harus rata. tanah rawa atau tanah gambut yang hanya mampu dikerjakan dengan alat excavator (back hoe) dan sejenisnya. Penggalian tanah timbun dengan alat excavator (sejenisnya) dilakukan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar tanah asli (tanah clay) untuk dasar badan jalan. jalan dibuat mengikuti countur. Jalan Timbun adalah jalan yang dibangun diatas lokasi tanah lembek. Kelandaian tanjakan pada bukit atau gunung harus tidak lebih dari 15 %. . Spesifikasi ukuran lebar badan jalan dozer untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut a. Lebar jalan transport MEMBUAT JALAN CR DAN MR DI AREAL RAWA / GAMBUT Tidak sedikit areal rawa dan gambut di Kalimantan.

Ukuran parit galian untuk material timbun badan jalan. sebelum dilakukan penimbunan badan jalan maka bila ada kayu yang malang melintang dijalur jalan. pada kondisi kering maka badan jalan dapat dilewati dengan kendaraan roda empat.Bila lokai pekerjaan adalah rawa dalam/gambut yang tidak ada clay. Untuk jalan batas HGU posisi parit galian sebaiknya dibuat sebelah yaitu sebelah luar (berbatas dengan HGU). Semua block “harus” diupayakan berbentuk persegi. Pengecualian hanya diijinkan bila lokasi bergelombang / berbukit. Bila lokasi masih memungkinkan maka parit galian tanah boleh dibuat pada kedua sisi badan jalan. Tanah timbun badan jalan dipadatkan secara merata dengan roda dan bucket excavator permukaan badan jalan bebas dari kayu yang bermunculan. Luas Block Normal yang dipakai . BLOCKING MEKANIS A. harus terlebih dahulu dirapikan dengan posisi melintang pada rencana jalur jalan sebagai pondasinya. maka material timbunan tidak boleh ada potongan kayu yang dalam posisi tegak. Penimbunan badan jalan dilakukan sedemikian rupa sehingga badan jalan berbentuk cembung dan rata (tinggi ditengah) dengan kemiringan 2% padat yang memungkinkan air mengalir kesamping (kesaluran). Block Standard / normal yang dimaksud adalah block yang berbentuk kotak persegi. UKURAN BLOCK DESIGN Pengertian Block design disini adalah pekerjaan penentuan ukuran block standard / normal yang dipakai sebagai dasar dalam pembangunan kebun. tergantung kebutuhan material untuk yang penting parit dibuat rapi dan timbunan memungkinkan air mengalir dengan baik pada parit tersebut.

000 m = 0.d 2 meter. Jalur Rintisan dibuat lebar 1.27 Ha B. Jalur rintisan ini juga berfungsi sebagai batas block.5 cm yang berada “garis koordinat” di jalur rintisan harus ditebang. RINTIS BLOCK Pengertian Rintis Block adalah pekerjaan penentuan lokasi jalur lebar dan panjang block dilapangan. 1.000 M 2. Jalur rintisan harus bebas semak dan anak kayu.adalah 30 Ha namun luas dari HGU yang ada biasanya 30.> arah timur . Titik koordinat ini tentunya sudah dimasukkan dalam peta rencana block design sebagai titik awal bagi Team Rintis.97 ha digunakan sebagai jalan blok tersebut.97 ha karena 0. Lebar Panjang : 300 M : 1.000 m = 0.barat Penentuan jalur block di lapangan dimulai dengan mengambil titik koordinat sesuai ijin lokasi yang dimiliki. Semua pohon diameter < 7.5 s. Dari titik awal ini Team mulai membuat jalur “rintisan”. Apabila “garis koordinat” di jalur rintisan tepat . Mencari Ha Jalan BLOK Panjang jalan CR = 1000 m Lebar jalan CR = 7 m 10.selatan Ha Jalan CR = 1000 x 7 m Panjang ---.> arah utara -. Posisi ukuran Block adalah sbb : • • Lebar ---. tanam dll). sebagai dasar semua pekerjaan pembangunan kebun (land clearing.7 Ha Panjang Jalan MR = 300 Lebar jalan MR Ha jalan MR = 9m = 300 x 9 m 10. Ukuran Block standard / normal yang dipakai adalah .

Sebelum diberit cat merah. garis koordinat harus dibuat patok bantu agar jalur tidak bergeser.mengenai pohon > 7. dan beberapa afdeling atau divisi menjadi estate. Pembangunan kebun kelapa sawit pada intinya adalah pembuatan petak petak lahan kerja berupa blok untuk ditanami benih dan bibit kelapa sawit.5 cm yang sulit ditebang. blok adalah manajemen terkecil dari suatu kebun. Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas. dan harus memenuhi beberapa kaidah antara lain : . Pembuatan blok blok tanam banyak ditentukan dari bentuk kontur dan topografi lahan / areal. BLOKING AREA LAND CLEARING A. Tinggi patok 1. Patok terbuat dari kayu di sekitar lokasi ukuran Ǿ 2-5 cm. maka pohon tetap dibiarkan tegak. Tinggi patok 1.8 meter dimana tertanam ± 30 cm dan sisanya (1.5 m) tegak diatas tanah Kulit kayu pada posisi cat harus dikupas terlebih dahulu dan ditunggu hingga getahnya mengering baru dioles cat. PENDAHULUAN Pengukuran lahan adalah pelaksanaan pekerjaan pengukuran untuk mengetahui luas dan batas batas lahan yang berseberangan yang mengacu pada ketentuan teknis pengukuran tanah untuk mendapatkan detail planimetris (X.8 meter dimana tertanam ± 30 cm dan sisanya (1. kulit kayu harus dikupas dan dibiarkan mongering getahnya.5 cm dan diberi warna merah.Y) dan tinggi (h) yang dapat memenuhi persyaratan Geometrisnya. baru dioles cat. Pada setiap persimpangan block (titik pertemuan 4 blok) dipasang patok kayu Ǿ 7. Untuk jaur rintisan . Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas. Kayu patok mengunakan kayu yang ada di sekitar lokasi. yang kemudian secara kolektif membentuk afdeling atau divisi.5 m) tegak diatas tanah. Jarak patok bantu bisa diperpendek sesuai/menyesuaikan lokasi kerja. setiap jarak 40 – 60 meter juga diberi patok yang diberi cat.

pembangunan fisik kebun dalam bentuk apapun belum dapat dilaksanakan sebelum pekerjaan bloking (termasuk survei lahan) diselesaikan. • Untuk Pemasangan Patok : Kayu ukuran 10 x 10 x 200 cm. Oleh karena itu.Alat tulis.  Mempersiapkan peta kerja perlu dilakukan agar pada saat pelaksanaan tidak terjadi overlaping areal karena akurasi informasi yang tidak tepat Peta yang digunakan adalah peta standard yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang misalnya : Dinas Kehutanan dan perkebunan. dll. Cat (water resist). menentukan kebutuhan alat/tenaga kerja. Software GIS. Ploter.PC GPS b Menetapkan langkah-langkah teknis survey pelacakan batas • . cat putih. Pita ukur (meter gulung). dan menentukan kebutuhan biaya. Batasan/Pengertian Blok Pembuatan Batas areal/lahan dan rancangan blok (bloking areal) utamanya pada bidang perkebunan perlu dilaksanakan sebagai dasar untuk penyusunan rencana kerja. 2. cat merah dan cat biru. kegiatan bloking areal ini juga berguna bagi masyarakat pemilik lahan yang inclave atau penyerahan dalam menentukan kepemilikan masing-masing lahan sebelum diserahkan ke perusahaan. Kamera. 30 Ha maupun penentuan blok yang sesuai dengan kontur.1. Survey Pendahuluan a. peta dasar BPN (Ijin Lokasi). yaitu meliputi sistem kerja (perencanaan dan pengorganisasian). Badan Pertanahan Nasional. Peta RTRWK/RWP. palu. Peta RBI dan lain sebagainya Peralatan Survey antara lain :  • • Untuk merintis : parang Untuk pengukuran : Kompas. Mempersiapkan Peralatan dan Peta Kerja berikut informasi terkait areal yang akan di survey/dilacak batasnya. Pekerjaan bloking areal kedepannya selain mengukur blok-blok tanaman dalam satuan terkecil misalnya 25 Ha. Kertas. GPS. peta kontur Bakosurtanal). Altimeter (mengukur ketinggian mdpl). Untuk pembuatan peta : Komputer. Hard Cover.

 Dalam pelaksanaan Survey langkah langkah teknis perlu ditentukan agar sistematika dan pelaporan hasil survey yang akan di ambil pada obyek survey punya BUKTI dan HISTORIS untuk di dokumentasikan antara lain : • • • • • • • Koordinat titik rujukan (Geodetic. utamakan pada batas luar kebun. putih) Kelerengan/Topografi Jenis vegetasi Jalan. Sungai dan Rawa (Bentang/Garis Alam) Ketinggian tempat Lain-Lain (Hutan Larangan. persimpangan jalan dsb). diawali dari penentuan titik ikat (koordinatnya) sebagai titik rujukan tanda alam/bentang alam yang tidak mudah berubah karena situasi (misal cabang sungai. dengan GPS Pada sepanjang batas luar/pringgan/border atau batas penanaman sesuai dengan peta ijin lokasi (BPN) dan peta yang telah disiapkan dibuat jalur rintisan . Kuburan. Pohon Sialang. SISTEMATIKA DAN TEKNIS PEKERJAAN Pelaksanaan ploting dan bloking areal disesuaikan dengan peta BPN. Persiapan bentuk pelaporan hasil survey  Sistimatika pelaporan mengikuti standardisasi yang telah ditentukan dengan blanko/taly sheet yang telah disediakan seperti : • • • o o o o o o Rencana kerja harian Rencana Kerja Bulanan Check List Survey Lahan Pembukaan meliputi : Fit to Area Lahan Pembukaan Okupasi Tanaman Hortikultura Okupasi Tanaman Perkebunan Intensif Okupasi Tanaman Non Intensif Okupasi Tanaman Kehutanan B. UTM/UPS/TM3) Kode titik patok/pancang (merah. dll) c.

Memetakan hasil survey sesuai kaidah pemetaan. Mengambil Sampel air . Menentukan Titik Starting Point pada bentang alam. Penandaan batas areal untuk pertama kalinya secara simbolis di laksanakan bersama-sama dengan instansi terkait. Mengukur PH Tanah. kondisi lainnya yang telah di tetapkan sesuai peta BPN oleh tim surveyor dicatat dan selanjutnya penanaman patok batas yang untuk selanjutnya dilakukan oleh juru patok. penanggung jawab bloking area keseluruhan sesuai rencana perusahaan atau yang mewakilinya. Pembuatan Peta Desain Blok definitif yang merupakan perbaikan dari Peta Rancangan Desain Blok berdasarkan hasil checking lapangan . ketinggian lereng. jalan. dan tokoh masyarakat atau yang mewakilinya. susunan blok yang diukur dan luasnya dan nomor blok dalam gambar/peta Mengukur blok per blok. Mengukur Titik Elevasi Lahan. pedoman US-SU-TB-BT Menyajikan semua batas-batas alam.selebar 1. Membuat Peta rancangan Desain Blok berdasarkan data awal yang sudah dikumpulkan          i. melaksanakan pembangunan kebun (Peta BPN)   Mengukur keliling areal kerja efektif (Bloking Border/Area) Mengukur & memetak blok/bloking blok (U–S interval 250m x T-B 1000 m) 25 ha sesuai kondisi lahan Memetakan jalan sebagai batas blok ( Main Road & Collection Road) Memasang patok kayu di setiap sudut blok & penomoran blok Memoles tanda dgn cat merah di sepanjang garis batas ukur blok dan cat putih pada perpotongan blok Memetakan bentang alam ( dalam buku kerja ) Melaksanakan survey blok per blok.100 m dipasangi patok yang dicat merah. Melakukan checking lapangan berdasarkan Peta Rancangan Desain Blok untuk mendapatkan Desain Blok Definitif dengan mengambil beberapa informasi tambahan seperti : Mengambil Sampel Tanah. tokoh masyarakat serta tim survey dengan mengambil titik digitasi koordinat Geodetic.5 m lalu diukur dan setiap jarak 50 . Vegetasi Dominan ii.

dan infrastruktur. perawatan. rawa. KESELAMATAN KERJA Pekerjaan survey dan bloking areal adalah pekerjaan yang beresiko tinggi. maka alat-alat survey serta perlindungan dan keselamatan kerja harus sangat diperhatikan dan selalu dalam pengawasan. dan berbahaya seperti hewan liar. D. iv. serta harus berjalan dan menginap pada celah dan jalur naik turun lereng dalam garis lurus. Tata ruang disusun berdasarkan hasil survey lahan semi detail yang mencakup : • • • • • • • • • • Jaringan jalan terutama untuk jalan penghubung keluar dan masuk lokasi Batas kebun dan batas kerja kontraktor Lokasi bibitan Kondisi lahan : darat. • • • • Menetapkan batas konsesi lahan Membuat jalur-jalur rintisan arah U – S berjarak tiap 400 atau 500 m Pemetaan skala detail calon areal perkebunan Umumnya survey dilakukan oleh konsultan/balai penelitian Kebutuhan juru ukur 2. pemanenan. bukit dan sungai (rencana outlet) Rencana pembagian blok Luas setiap blok 30 ha untuk inti dan 40 ha untuk plasma/KKPA Penentuan Main Rod dan Colection Road Rencana lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lainnya Rencana lokasi pabrik dan kantor Lokasi quari material penimbunan dan pengerasan jalan . C.5 HK/ha dan perintis 5 HK/ha 2 Penyusunan Tata ruang.iii. Peta Blok sebagai acuan dalam menentukan arah pembangunan. alam yang masih asing serta iklim dan cuaca yang kadang tidak bersahabat. Peta Desain Blok Definitif berfungsi sebagai peta kerja dan peta dasar untuk kegiatan pengurusan lebih lanjut dalam rangka pelaksanaan Pembangunan perkebunan Kelapa Sawit. MEKANISME 1.

009 m dan antar CR adalah 307 m Lebar blok 300 m dan panjang 1. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN FISIK Melakukan identifikasi lingkungan fisik berguna untuk mengetahui : . • • • o SURVEY STUDY KELAYAKAN A.000 m Lebar MR 9 m dan CR 7 m Khusus untuk areal berbukit dilakukan imas tumbang terlebih dahulu sebelum pembuatan jalan dan bloking.3. dilakukan kegiatan rintis MR arah Timur – Barat dan CR arah Utara – Selatan dengan menggunakan theodolite Jarak titik pancang antar MR adalah 1. Rintis – Bloking o • Pedoman dalam pembuatan blok dan jalan di areal datar : Berdasarkan peta rencana blok. langkah langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : I. PELAKSANAAN SURVEY Pembangunan perusahaan perkebunan pada suatu lokasi harus dilakukan dahulu studi kelayakannya. agar didapat keadaan senyatanya keuntungan dan kerugian yang didapat apabila perusahaan akan menginvestasikan dananya guna membangun sebuah perkebunan. Bloking ditentukan berdasarkan batas jalan dan luasnya tidak harus 30 ha.

data di ambil dari berbagai sumber yang terkait. Kondisi Iklim kondisi iklim yang ada di calon areal perkebunan. dan atau sumber sumber lain nya. jarak tempuh dan waktu tempuh. . suhu udara. kecamatan. HPL atau kawasan Lindung dan lainnya. kelembaban udara. c. HL. kabupaten dan propinsi juga jarak yang harus di tempuh untuk pencapaian. seperti BMG. Riwayat dan Status Lahan untuk mengetahui status kawasan calon areal apakah masuk dalam kategori APL. ini berguna untuk tindak lanjut meningkatkan status perijinan perkebunan selanjutnya (HGU).Rintis Lahan Pancang Land Clearing a. Lokasi calon kebun Adalah untuk mengetahui lokasi calon kebun apakah masuk dalam wilayah administrasi desa. Transportasi dan Komunikasi berguna untuk mengetahui transportasi yang dapat dilakukan untuk pencapaian ke lokasi kebun. juga sarana jaringan komunikasi yang dapat dipergunakan. Kecepatan Angin. data yang diperlukan seperti : curah hujaan. b. Ketersediaan Sumber Air. dengan pengambilan beberapa titik koordinat yang akan di compare dengan peta kawasan dari kehutanan maupun pemerintah daerah rencana tata ruang peruntukan nya (RTRWP/RTRWK) d. transport yang akan digunakan.

Pengambilan ANALISA data sosial SOSIAL ekonomi yang EKONOMI diperlukan seperti a. pabrik. desa. II. i. g. Topografi pengambilan topografi dan data Bentuk berupa Wilayah visual dan bentuk wilayah ini berguna untuk rancangan desian kebun. Vegetasi. seperti ketebalan efektif topsoil. semua data ini diambil dilapangan dengan mengambil sampling galian tanah yang memanfaatkat satuan peta tanah sebagai acuan penentuan titik sample pengambilan tanah. Screening Areal melakukan ploting areal lokasi calon kebun dengan memanfaatkan peta citra landsat dan peta rupa bumi. h. semak belukar. f. peta RTRWP/RTRWK. Geologi dan Bahan Induk pengambilan data data jenis batuan dan bahan induk yang terkandung di dalamnya berguna untuk kelayakan pertumbuhan tanaman. seperti calon perumahan. sehingga di dapat luas efektif untuk pembangunan perkebunan. termasuk juga luas wilayah kepemerintahan yang membawahinya . dan lain sebagainya. dengan mengurangi factor pembatas. hutan skunder. juga kondisi vegetasi dimasukkan kedalam kelas hutan primer.e. vegetasi dominan di lokasi areal calon kebun. ini berguna untuk langkah tindakan landclearing pembukaan areal. topografi dan kawasan kawasan lainnya. kecamatan dan Kabupaten. kawasan pemukiman yang inclave. Administrasi Pemerintahan Mengetahui posisi geografi lokasi calon kebun yang masuk dalam wilayah kepemerintahan. sifat kimia tanah. kedalaman pencapaian air resapan tanah. yang selanjutnya sample sample tadi di bawa ke laboratorium untuk di teliti kandungan nya. Tanah kandungan tanah pada areal calon perkebunan perlu diketahui untuk pertumbuhan tanaman.

kemudian dilakukan cara-cara untuk mengatasi atau menekan faktor-faktor pembatas sedemikian rupa sehingga tercapai produktivitas lahan yang optimal. Agama h. Ketersediaan tenaga kerja Data kelompok umur produktif sebagai bahan dalam menghitung ketersedianya tenaga kerja e. sedangkan KKL potensial adalah kelas lahan setelah dilakukan perbaikan terhadap faktor pembatas yang ada. Kependudukan Data Demografi kependudukan dalam kelompok umur produktif dan non produktif juga berdasarkan jenis kelamin pada wilayah kepemerintahan calon areal kebun c. Di samping penilaian KKL secara aktual maka dinilai juga KKL potensialnya. Mata Pencaharian penduduk d. Setiap kelas kesesuaian lahan (KKL) dicirikan oleh sejumlah faktor pembatas tertentu yang akan menentukan produksi dari tanaman yang diusahakan. yang ANALISA akan KESESUAIAN terjadi. Analisa keberadaan pembukaan areal perkebunan Mengetahui faktor penghambat yang akan di hadapi apabila pembukaan areal tetap dilaksanakan apabila ada. dan solusi yang di diambil untuk meminimalisir benturan benturan III. Budaya dan Adat Istiadat i.b. Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada f. KKL aktual ditentukan berdasarkan kepada parameter-parameter lahan sesuai dengan kondisi lahan pada saat survey dilakukan. hal mana faktor-faktor pembatas penggunaan lahan diidentifikasikan. Tingkat pendidikan masyarakat di lingkungan sekitarnya g. LAHAN Penilaian kesesuaian adalah tahapan penelitian lahan untuk penggunaan tertentu dari lahan tersebut. .

Peta Blok PT. dan atau rendahnya potensi lahan untuk pertumbuhan tanaman. seluruh titik sampel sesuai spt yang telah ditentukan diambil kemudian dibuatkan tabulasi pengelompokan yang pada akhirnya akan digolongkan menjadi kesesuaian lahan potensial atau tidak dengan menimbang faktor pembatas dan meminimalisir faktor faktor pembatasnya. Pegambilan sampel Pengambilan sampel kesesuaian lahan berpedoman pada sebaran spt yang ada dimana pengambilan sampel kesesuaian lahan secara aktual. kesesuaian Evaluasi kelas kesesuaian lahan didasarkan kepada kriteria lahan Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Hamparan Perkasa Mandiri ( HPM ) a. ANALISA IKLIM a. c. Data data ini . sudah dapat di prakirakan seberapa besar potensi produksi rata-rata Perkebunan Kelapa Sawit sesuai standardisasi Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Klimatologi Data Klimatologi dan Curah Hujan yang mewakili calon lokasi Pembangunan Perkebunan di dapat dari stasiun BMG terdekat. Pentabulasian data dan penilaian dilakukan terhadap setiap Satuan Peta Tanah (SPT) sehingga diperoleh beberapa kelas atau unit kesesuaian lahan (KKL/UKL) yang penyebarannya mengikuti pola penyebaran SPT tersebut. Metode Evaluasi Kesesuaian Lahan Semua karakteristik lahan ditabulasi dan dinilai untuk menentukan kelas kesesuaian lahannya bagi tanaman Kelapa Sawit. IV. selanjutnya cara penggolongan sub kelas kesesuaian lahan ditetapkan berdasarkan jumlah dan intensitas faktor pembatasnya b. Potensi Produksi Dengan menggunakan indikator yang valid dan dikaitkan dengan Kelompok Kelas Lahan potensialnya.

untuk mengetahui terjadinya defisit atau surplus ketersediaan air. juga intensitas penyinaran matahari perharinya. akan memberi gambaran suatu daerah dalam keadaan kelebihan atau kekurangan air secara hidrologi dalam waktu tertentu. Neraca Air Lokal diperlukan untuk mengetahui ketersedian air pertanian dari suatu kawasan terbatas pada kondisi hidrologi yang sama.diperlukan untuk mengantisipasi bulan basah dan bulan kering juga tingkat curah hujan pada calon lokasi perkebunan dengan indikator tingkat curah hujan rata kelayakan tanaman kelapa sawit. Neraca Air Pengambilan data Neraca Air (water balance) suatu lokasi. b. sedangkan Neraca Air Regional diterapkan untuk suatu daerah aliran sungai yang menggambarkan keseimbangan sumberdaya airnya. Neraca Air dapat digolongkan ke dalam Neraca Air Lokal dan Neraca Air Regional. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->