Tafsir Al-Furqon adalah karya besar A.

Hassan

Bagian pertama al-Furqon diterbitkan pada tahun 1928. Terbitan pertama itu mungkin belum seperti yang diharapkan karena baru dapat memenuhi sebagian ilmu yang diperlukan oleh umat Islam di Indonesia. Untuk memenuhi desakan sejumlah anggota Persatuan Islam, bagian kedua tafsir itu diterbitkan tahun 1941, tetapi hanya sampai Surah Maryam. Selanjutnya, atas bantuan seorang pengusaha, yaitu Sa’ad Nabhan, pada tahun 1953 barulah proses penulisannya dilanjutkan kembali hingga akhirnya tulisan Tafsir Al-Furqân secara keseluruhan (30 juz) dapat diterbitkan pada tahun 1956. Mengingat tafsir tersebut ditulis pada dekade sebelum 1960-an, bahasa Indonesia yang digunakan pun tentunya bahasa Indonesia yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Dalam periode selanjutnya bahasa Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat berarti, terutama setelah ditetapkannya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Edisi Kedua, 1987), penulisan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), dan Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia (1987). Penulisan tafsir ini yang merupakan langkah pertama dalam sejarah penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia itu dilakukan dalam kurun waktu 1920-1950-an. Dalam penerjemahan ayat-ayat al-Qur’an, A. Hassan menggunakan metode harfiah, yaitu penerjemahan kata demi kata, kecuali terhadap beberapa hal yang tidak memungkinkan penggunaan metode itu. Untuk hal seperti itu, barulah A. Hassan menggunakan metode maknawiah (semantik). Tafsir Al-Furqân merupakan gabungan dari terjemahan dan tafsiran yang dilakukan oleh A. Hassan, seorang yang dikenal luas reputasi keilmuannya. Usaha yang serius dan bertanggung jawab yang dilakukannya dalam tafsir ini diakui oleh banyak kalangan sebagai usaha yang berhasil. Bahkan, tidak sedikit orang yang lebih memilih menggunakan tafsir ini untuk mendapatkan terjemahan dan pemahaman Qur’an daripada tafsir dan terjemahan Qur’an dalam bahasa Indonesia yang lain. Inilah yang membuat keinginan keluarga besar A. Hassan untuk memutakhirkan bahasa Indonesia tafsir ini disambut oleh tim, sebagai upaya pelestarian aset intelektual bangsa. Ini juga merupakan upaya untuk menjaga amal jariah yang ditinggalkan A. Hassan, yang akan baik bila tidak diputus rantainya hanya karena bahasa yang dipergunakan sudah tidak akrab lagi dengan pembaca masa kini.

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy by sariono sby I. PENDAHULUAN RIWAYAT TAFSIR AN-NUR Tafsir An-Nur ini dikerjakan oleh Hasbi Ash-Shiddiqy sejak tahun 1952-1961 (sembilan tahun) di sela-sela kesibukannya mengajar, memimpin fakultas, menjadi anggota konstituante dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hidupnya yang sarat dengan beban itu tidak memberi peluang baginya untuk secara konsisten mengikuti tahap-tahap kerja yang lazim dilakukan oleh penulis-penulis profesional. Dengan bekal pengetahuan, semangat dan dambaannya untuk menghadirkan sebuah kitab tafsir dalam bahasa indonesia yang tidak hanya sekedar terjemahan, ia mendiktekan naskah kitab tafsirnya ini kepada seorang pengetik dan langsung menjadi naskah siap cetak. Memang ketika ia mendiktekan naskah itu, di atas meja kerjanya penuh terhampar buku-buku referensi dan catatan-catatannya berupa kertas berserakan. Itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadi pengulangan informasi, penekanan ayat, penomoran catatan kaki yang tidak mengikuti metode penulisan karya ilmiah dalam tafsir ini. Tafsir an-Nur telah dicetak sebanyak dua kali, cetakan yang kedua telah mengalami beberapa penyempurnaan menyangkut penggantian kulit muka dan struktur bahasa indonesia. Tafsir An-Nur yang pertama terbit pada tahun 1956, ini adalah kitab tafsir pertama yang diterbitkan di indonesia, sehingga merupakan pelopor dari khazanah perpustakaan di tanah air, menurut penilaian seorang mubaligh, tafsir ini mudah dicerna tidak saja oleh golongan pemula, namun juga bisa dipelajari dan dijadikan objek penelitian dan para peminat tafsir. Penerbitan cetakan kedua dilakukan penyempurnaan bahasa oleh H. Sudarto, seorang wartawan yang berdiam di Semarang, dan juga penyuntingan, persiapan sistem penyusunan tafsir oleh alm. Prof. Dr. Nourrouzzaman shiddiqi, M. A. (salah seorang putera alm. Teungku muhammad hasbi ash-shiddiqi, yang wafat pada tanggal 19 Juli 1999). II. BIOGRAFI HASBI AL-SHIDDIEQY Prof. DR. Hasbi al-Shiddieqy Lahir di Lhokseumawe, 10 Maret 1904 – Wafat di Jakarta, 9 Desember 1975. Seorang ulama Indonesia, ahli ilmu fiqh dan usul fiqh, tafsir, hadis, dan ilmu kalam. Ayahnya, Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husein ibn Muhammad Su’ud, adalah seorang ulama terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pesantren (meunasah). Ibunya bernama Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz, putri seorang Qadhi Kesultanan Aceh ketika itu. Menurut silsilah, Hasbi al-Shiddieqy adalah keturunan Abu Bakar al-Shiddieq (573-13 H/634 M), khalifah pertama. Ia sebagai generasi ke-37 dari khalifah tersebut melekatkan gelar al-Shiddieqy di belakang namanya. Pendidikan agamanya diawali di dayah (pesantren) milik ayahnya. Kemudian selama 20 tahun ia mengunjungi berbagai dayah dari satu kota ke kota lain. Pengetahuan bahasa Arabnya diperoleh dari Syekh Muhammad ibn Salim al-Kalali, seorang ulama berkebangsaan Arab. Pada tahun 1926, ia berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Madrasah al-Irsyad, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syekh Ahmad Soorkati (1874-1943), ulama yang berasal dari Sudan yang mempunyai pemikiran modern ketika itu. Di sini ia mengambil pelajaran takhassus (spesialisasi) dalam bidang pendidikan dan bahasa. Pendidikan ini dilaluinya selama 2 tahun. Al-Irsyad dan Ahmad Soorkati inilah yang ikut berperan dalam membentuk pemikirannya yang modern sehingga, setelah kembali ke Aceh. Hasbi ash-Shiddieqy langsung bergabung dalam keanggotaan organisasi Muhammadiyah. Pada zaman demokrasi liberal ia terlibat secara aktif mewakili Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Pada tahun 1951 ia menetap di Yogyakarta dan mengkonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan. Pada tahun 1960 ia diangkat menjadi dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jabatan ini dipegangnya hingga tahun 1972. Kedalaman pengetahuan keislamannya dan pengakuan ketokohannya sebagai ulama terlihat dari beberapa gelar doktor (honoris causa) yang diterimanya, seperti dari Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975 dan dari IAIN

Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. Sebelumnya, pada tahun 1960, ia diangkat sebagai guru besar dalam bidang ilmu hadis pada IAIN Sunan Kalijaga. Hasbi ash-Shiddieqy adalah ulama yang produktif menuliskan ide pemikiran keislamannya. yang didasari karena lima jasa yang dimiliki oleh beliau, yakni : 1. Pembinaan IAIN; 2. Perkembangan Ilmu agama Islam; 3. Jasa-jasa beliau kepada masyarakat; 4. Pokok-pokok pemikiran beliau tentang cita-cita hukum Islam, dan: 5. Pendapat-pendapat beliau tentang beberapa masalah hukum. Sementara gelar Professor dalam bidang ilmu Hadits beliau peroleh tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. B.IV.I/37-92 tanggal 30 Juli 1962 dan dikukuhkan dengan Keputusan Presidn RI No. 71/M-1 tanggal 22 Mei 1963. Ada beberapa sisi menarik pada diri Muhammad Hasbi, antara lain: Pertama, ia adalah seorang otodidak. Pendidikan yang ditempuhnya dari dayah ke dayah, dan hanya satu setengah tahun duduk di bangku sekolah Al Irsyad (1926). Dengan basis pendidikan formal seperti itu, ia memperlihatkan dirinya sebagai seorang pemikir. Kemampuannya selaku seorang intelektual diakui oleh dunia internasional. Ia diundang dan menyampaikan makalah dalam Internasional Islamic Colloquium yang diselenggarakan di Lahore Pakistan (1958). Selain itu, berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya di Indonesia, ia telah mengeluarkan suara pembaharuan sebelum naik haji atau belajar di Timur Tengah. Kedua, ia mulai bergerak di Aceh, di lingkungan masyarakat yang dikenal fanatik, bahkan ada yang menyangka “angker”. Namun Hasbi pada awal perjuangannya berani menentang arus. Ia tidak gentar dan surut dari perjuangannya kendatipun karena itu ia dimusuhi, ditawan dan diasingkan oleh pihak yang tidak sepaham dengannya. Ketiga, dalam berpendapat ia merasa dirinya bebas tidak terikat dengan pendapat kelompoknya. Ia berpolemik dengan orang-orang Muhammadiyah dan Persis, padahal ia juga anggota dari kedua perserikatan itu. Ia bahkan berani berbeda pendapat dengan jumhur ulama, sesuatu yang langka terjadi di Indonesia. Keempat, ia adalah orang pertama di Indonesia yang sejak tahun 1940 dan dipertegas lagi pada tahun 1960, menghimbau perlunya dibina fiqh yang berkepribadian Indonesia. Himbauan ini menyentak sebagian ulama Indonesia. Mereka angkat bicara menentang fiqh (hukum in concreto) di-Indonesia-kan atau dilokalkan. Bagi mereka, fiqh dan syariat (hukum in abstracto) adalah semakna dan sama-sama universal. Kini setelah berlalu tigapuluh lima tahun sejak 1960, suara-suara yang menyatakan masyarakat muslim Indonesia memerlukan “fiqh Indonesia” terdengar kembali. Namun sangat disayangkan, mereka enggan menyebut siapa penggagas awalnya. Mencatat penggagas awal dalam sejarah adalah suatu kewajiban, demi tegaknya kebenaran sejarah. Pada tanggal 9 Desember 1975, berusia 71 tahun, setelah beberapa hari memasuki karantina haji, dalam rangka menunaikan ibadah haji, beliau berpulang ke rahmatullah, beliau meninggal di Rumah Sakit Islam Jakarta dan jasad beliau dimakamkan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Pada waktu pemberangkatan jenazahnya dari rumah anaknya yang bungsu di Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat ke Pekuburan IAIN Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta selatan telah memberikan kata sambutan pelepasan : Amelz (Abdul Manaf el-Zamzami) mewakili keluarga, serta Prof. Dr. Hamka dan Drs. H. Kafrawi Ridwan, M.A atas nama menteri agama. Makamnya berdampingan dengan Prof. Thoha Yahya Umar M.A, dan dekat makam Sa’adudin Jambek. III. KARYA-KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY Hasbi Ash-Shiddieqy adalah seorang alim yang sangat produktif dan banyak menulis. Karya tulisnya mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman. Menurut catatan, buku yang ditulisnya berjumlah 73 judul (142 jilid). Sebagian besar karyanya adalah tentang fiqh (36 judul). Bidang-bidang lainnya adalah hadis (8 judul), tafsir (6 judul), tauhid (ilmu kalam; 5 judul). Sedangkan selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Beberapa diantaranya adalah : 1. Tafsir an-Nur 2. Al-Bayan, yang merupakan penyempurnaan dari tafsir an-nur 3. Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Qur’an. Karena keahliannya dalam bidang tafsir, sehingga ia diberi penghargaan sebagai salah seorang penulis tafsir terkemuka di Indonesia pada tahun 1957/1958, serta dipilih sebagai wakil ketua lembaga penerjemah dan Penafsir al-Qur’an Departemen Agama RI. 4. Pengantar Hukum Islam 5. Peradilan dan Hukum Acara Islam

6. Sejarah Pengantar Ilmu Hadis 7. Pokok-pokok Ilmu Diniyah Hadis (I-II) 8. Kuliah Ibadah 9. Fiqh Mawaris 10. Pedoman Haji 11. Pidana Mati dalam Syariat Islam 12. Hukum-hukum Fiqih Islam 13. Pengantar Fiqh Muamalah 14. Filsafat Hukum Islam 15. Kriteria antara Sunnah dan Bid’ah 16. Buklet “ Penoetoep Moeloet” (karya pertama pada awal tahun 1930-an) 17. Buku Al-Islam, dua jilid (1951) 18. Buku Pedoman Shalat, yang dicetak ulang sebanyak 15 kali oleh dua percetakan yang berbeda (1984) 19. Buku Mutiara Hadits, sebanyak 8 jilid (1968) 20. Buku Koleksi Hadits Hukum, sebanyak 11 jilid, baru terbit 6 jilid (1971) dll. IV. METODE PENAFSIRAN Untuk menentukan metode apa yang di gunakan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy, harus diketahui dulu motivasi dan sumber-sumber dalam penafsiran An-Nur. Pada kata pengantar Tafsir An-Nur, beliau mengatakan : Indonesia membutuhkan perkembangan tafsir dalam bahasa persatuan Indonesia, maka untuk memperbanyak lektur Islam dalam masyarakat Indonesia dan untuk mewujudkan suatu tafsir yang sederhana yang menuntun para pembacanya kepada pemahaman ayat dengan perantaraan ayat-ayat itu sendiri. Sebagaimana Allah telah menerangkan ; bahwa Al-Qur’an itu setengahnya menafsirkan yang setengahnya, yang meliputi penafsiran-penafsiran yang diterima akal berdasarkan pentakhwilan ilmu dan pengetahuan, yang menjadikan intisari pendapat para ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diisyaratkan AlQur’an secara ringkas. Dengan berharap taufiq dan inayah yang maha pemurah lagi maha penyayang, kemudian dengan berpedoman kepada kitab-kitab tafsir yang mu’tabar, kitab-kitab hadits yang mu’tamad, kitab-kitab sirah yang terkenal. Saya menyusun kitab tafsir in dengan saya namai “An-Nur. Melihat ungkapan diatas, terlihat bahwa motivasi Hasbi Ash-Shiddieqy sangat mulia yaitu untuk memenuhi hajat orang Islam di Indonesia untuk mendapatkan tafsir dalam Bahasa Indonesia yang lengkap, sederhana dan mudah dipahami, sesrta ia menerangkan sepenggal-sepenggal ayat al-qur’an dengan menulisnya menggunakan bahasa latin dimaksudkan agar orang-orang yang tidak bisa membaca al-qur’an dengan bahasa arabnya maka ia bisa membacanya dengan huruf latin. Sumber yang beliau gunakan dalam menyusun tafsir An-Nur adalah : 1. 'Umdatut Tafsir 'Anil Hafidz Ibnu Katsir, 2. Tafsir al-Manar(karya Muhammad Abduh); 3. Tafsir al-Qasimy; 4. Tafsir al-Maraghy (karya Ahmad Musthafa al-Maraghi), dan 5. Tafsir al-Wadhih. Sedangkan metode yang dilakukan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy adalah: Pertama, mengemukakan ayat-ayat yang akan ditafsirkan satu, dua, atau tiga ayat dan kadang-kadang lebih. Dan dalam hal ini Hasbi Ash-Shiddieqy menuruti al-maragy, yang pada umumnya menuruti al-manar dan kadang-kadang menuruti tafsir al-wadhih. Kedua, ayat-ayat tersebut kemudian di bagi kepada beberapa jumlah. Masing-masing jumlah ditafsirkan sendiri-sendiri. Ketiga, dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa indonesia, Hasbi Ash-Shiddieqy berpedoman kepada tafsir abu suud, tafsir shiddiqy hasan khan dan tafsir al-qasimy. Keempat, menerangkan tafsiran ayat, dalam materi penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy mensarikan dari uraian al-maraghy dan al-manar, dan dalam menafsirkan ayat-ayat yang semakna menuruti tafsir al-imam ibnu katsir. Kelima, menerangkan asbabun nuzul ayat, apabila terdapat atsar yang diakui keshahihannya oleh ahli atsar. Metode semacam ini juga dipergunakan oleh mufassir pada abad modern yang ditulis pasca kebangkitan umat Islam, seperti metode yang dipakai Prof. DR. Hamka (Indonesia). Berdasarkan sumber-sumber yang dipakai, maka dapat diketahui bahwa metode yang dipakai oleh Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menyusun tafisir An-Nur adalah metode campuran antara metode bil Ro’yi atau bil

Ma’qul. Hal ini juga beliau kemukakan bahwa, dalam menyusun tafsir ini berpedoman pada tafsir induk, baik kitab tafsir bil Matsur maupun kitab tafsir bin Ma’qul. Sementara jika diperhatikan sistematika yang terkandung dalam kitab tafsir An-Nur, terdiri dari 4 (empat) tahap pembahasan, yakni : 1. Penyebutkan ayat secara tartib mushaf tanpa diberi judul; 2. Terjemahan ayat kedalam Bahasa Indonesia dengan diberi judul “Terjemahan”; 3. Penafsiran masing-masing ayat dengan didukung oleh ayat yang lain, hadits, riwayat Shahabat dan Tabi’in serta penjelasan yang ada kaitannya dengan ayat tersebut dan tahapan ini diberi judul “Tafsirnya”; 4. Kesimpulan, intisari dari kandungan ayat yang diberi judul “Kesimpulan”. V. KESIMPULAN Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy tidak mempunyai corak dan orientasi terhadap bidang tertentu, sebab kalau diperhatikan semua tafsirnya tidak memuat bidang ilmu tertentu, seperti bidang Bahasa, hukum, sufi, filsafat dan sebagainya. Hasbi Ash-Shiddieqy membahasnya dengan mengaitkan bidang ilmu pengetahuan secara merata artinya tidak ada penekanan pada bidang tertentu, sebab membahas dengan memfokuskan pada bidang tertentu menurutnya akan membahwa para pembaca keluar dari bidang tafsir. Pada kata pengantar kitab tafsir an-Nur beliau menyatakan : “Meninggalkan uraian yang tidak langsung berhubungan dengan tafsir ayat, supaya tidak selalu para pembaca dibawa keluar dari bidang tafsir, baik ke bidang sejarah atau bidang ilmiah yang lain” Dari ungkapan di atas, Hasbi Ash-Shiddieqy tidak bermaksud menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan uraian ilmiah yang panjang lebar yang dikhawatirkan keluar dari tujuan ayat-ayat tertentu. Dengan demikian tafsir An-Nur tidak mempunyai corak atau orientasi tertentu, namun bisa dikatakan komplit, artinya meliputi segala bidang. http://referensiagama.blogspot.com

Kemunculan para mufasir dari satu masa ke masa berikutnya memperpanjang daftar perbendaharaan rahasia dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Yang penulis coba tampilkan dalam makalah ini memang hanya sisi-sisi yang dianggap penting saja. dalam sejarah perjalanan umat ini bersama Kitab Sucinya. 16 Februari 1908 dan wafat di Jakarta. Nama-nama yang disebutnya itu boleh jadi merupakan orang-orang pemberi motivasi untuk segala karya cipta dan dedikasinya terhadap . dan terakhir Hikmat Ilahi. terutama dalam bidang agama.STUDI ANALISIS ATAS TAFSIR AL-AZHAR Karya Prof. Hamka December 30. 2011 Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber tasyri’ dan hukum yang menuntut kaum muslimin untuk mengetahui. Di antara karya tafsir modern Indonesia yang dapat kita jumpai dengan cukup mudah dan banyak dibicarakan (dikaji) orang adalah Tafsir Al-Azhar. Kemudian menetap di Medan di mana ia aktif sebagai ulama dan bekerja sebagai redaktur majalah Pedoman Masyarakat dan Pedoman Islam (1938-1941). Isi Mu’jizat Al-Qur’an. Menafsirkan Al-Qur’an. Tulisan ini akan coba menampilkan sosok tafsir tersebut. Tahun 1924 mulai merantau ke tanah Jawa untuk belajar antara lain kepada HOS Cokroaminoto. terutama tentang manhaj yang ditempuh oleh sang mufasir serta bagaimana penerapannya dalam tafsirnya. Jika demikian halnya. merupakan riwayat hidup dan kisah perjuangan ayahnya). Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”. Dalam Kata Pengantar. sehingga timbul heboh karena ada pihak yang tidak setuju kiai mengarang roman.[2] Sekilas Profil Tafsir Al-Azhar Kitab Tafsir berbahasa Indonesia yang akan kita kaji sekarang ini adalah terbitan Pustaka Panjimas. kumpulan cerita pendek). Keahliannya dalam Islam diakui dunia internasional sehingga kemudian mendapat gelar kehormatan dari Universitas Al-Azhar (1955) dan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (1976). 24 Juli 1981. Sosok yang ditampilkan sangat mungkin tidak utuh (karena berbagai pertimbangan). petunjuk dan kemenangan di sisi Tuhan berupa surga yang penuh kenikmatan. yang terdiri dari: Kata Pengantar. tetapi banyak belajar sendiri (otodidak). Ayahku (1949. Haluan Tafsir. Hamka Hamka adalah nama singkatan Haji ‘Abdul Malik Karim Amrullah. bentuk serta coraknya. mendalami dan mengamalkan segala isinya. Dalam kesempatan itulah ia menyelesaikan Tafsir Al-Azhar-nya. 1982. Di Dalam Lembah Kehidupan (1940. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh dan pengarang (pujangga) Islam. penemuan ilmu-pengetahuan dan kemajuan akal-pikir manusia semakin memperjelas betapa luasnya samudera hikmah yang dikandung AlQur’an. Dr. Pada waktu itu ia mulai banyak menulis roman. dan lainnya. seluruhnya ratusa judul. Ia adalah putera seorang ulama terkemuka. Pada setiap fase waktu dapat kita temukan “peninggalan” tafsir yang sejalan dengan tuntutan dan dinamika masanya. yang mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar Mesir dan membawa pembaharuan dalam soal agama di Minangkabau. Merantau ke Deli (1940). semenjak ia turun pada masa hidup Rasulullah Saw. Al-Qur’an Lafaz dan Makna.[1] Di zaman Orde Lama pernah meringkuk dalam tahanan beberapa tahun. Sebelum betul-betul masuk dalam tafsir ayat Al-Qur’an. sang mufasir terlebih dahulu memberikan banyak pembukaan. maka aktivitas tafsir Al-Qur’an serta upaya penjelasan makna-maknanya yang dianggap musykil oleh kebanyakan kaum Muslimin menjadi suatu keniscayaan. perintah dan larangan. Al-Qur’an. Tahun 1927 berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Sementara itu sejak tanggal 21 Mei 1981 Hamka meletakkan jabatannya selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). karena memegangteguh ajaran Al-Qur’an merupakan sumber kebahagiaan. yang kesemuanya itu harus dipedomani oleh mereka yang mengaku menjadikan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya. Lahir di Maninjau. I’jâz AlQur’an. Hamka banyak sekali menulis buku tentang Islam. Di antara roman yang ditulisnya adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938). banyak sudah ulama yang mencurahkan perhatiannya untuk membidangi tafsir dengan berbagai manhaj. Sumatera Barat. Keharusan itu dapat dipahami. Sekilas Biografi Prof. Beliau adalah imam masjid Al-Azhar Kebayoran. Untuk merespon kenisacayaan itu. lalu aktif dalam organissi Muhammadiyah. Pendidikan formalnya hanya sampai SD. cetakan I. DR. Pergantian zaman. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang halal-haram. Jakarta. yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul. Hamka menyebut beberapa nama yang ia anggap berjasa bagi dirinya dalam pengembaraan dan pengembangan keilmuan keislaman yang ia jalani. Pandahuluan. bahkan hingga sekarang dan yang akan datang. etika dan akhlak. dan sepeninggal beliau. Pernah memimpin majalah Panji Masyarakat yang terbit sejak 1959.

berarti hanya suatu textbook thinking belaka.” Secara jujur Hamka mengatakan bahwa Tafsir karya Sayyid Quthub itu banyak mempengaruhinya dalam menulis tafsir Al-Azhar-nya.”[4] Intinya. fikih.[5] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. Hamka mengabarkan bahwa Tafsir Al-Azhar ditulis dalam suasana baru. memelihara sebaik mungkin hubungan antara naqal dan ‘aql’. dalam arti menghindar dari perselisihan kemazhaban. baik fikih maupun kalam. besar bahayanya akan terpesona keluar dari garis tertentu yang digariskan agama melantur ke mana-mana. terutama bagi ia yang sudah memiliki standar minimal dalam pemenuhan syarat-syarat tersebut. seperti diakuinya. juga disebutnya sebagai guru-gurunya. tetapi mempergunakan juga tinjauan dan pengalaman pribadi.[3] Di bawah Pendahuluan Hamka menyitir beberapa patokan dan persyaratan yang mesti dimiliki oleh seseorang yang akan memasuki gelanggang tafsir. Nama-nama itu antara lain. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. tempat Al-Qur’an ini akan diterjemah dan ditafsirkan tidaklah penulis tafsir ini termasuk ahli yang sangat terkemuka. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berpikir. Tafsir yang disebut terakhir misalnya. tidak terkecuali karya tafsirnya. namun dalam dirâyah ia telah mencocoki pikiran setelah Perang Dunia II. sehingga dengan tidak disadari boleh jadi menjauh dari maksud agama. dalam sub ini Hamka sadar betul akan pentingnya pemenuhan syarat-syarat tafsir bagi orang yang hendak menafsir.” demikian Hamka mengawali paparannya tentang haluan tafsir. antara riwâyah dan dirâyah. di negara yang penduduk Muslimnya adalah mayoritas. kalau hanya memperturutkan akal sendiri. Jangankan bahasa Arab dengan segala nahwu dan sharaf-nya. tetapi penulis tidaklah mengakui bahwa penulis sudah sangat alim dalam segala itu……Maka kalau menurut syarat yang dikemukakan ulama tentang ilmu-ilmu itu. . Di antara karya tafsir yang jelas-jelas ia menyatakan ketertarikan hati terhadapnya adalah tafsir Al-Manâr karya Sayyid Rasyîd Ridhâ. Hamka. Tafsir ini ia nilai sebuah sosok tafsir yang mampu menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. ayahnya sendiri. patokan-patokan yang berat itu tidak harus menjadi kendala dan penghalang bagi lahirnya karya-karya baru tafsir. sedangkan bahasa Indoensia sendiri. maka perselisihan-perselisihan mazhab dihindari dalam Tafsirnya. wajiblah ilmu sangat dalam benar lebih dahulu.”[6] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. Ia menulis: “Syarat-syarat itu memang berat dan patut. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. “melainkan sedaya upaya mendekati maksud ayat. tidak pula melulu menuruti pertimbangan akal seraya melalaikan apa yang dinukil dari penafsir terdahulu. dua sub itu akan penulis jadikan sub juga dalam makalah ini. sedang mereka haus akan bimbingan agama haus akan pengetahuan tentang rahasia Al-Qur’an. Sebaliknya. Ilmu-ilmu yang dijadikan syarat oleh ulama-ulama itu alhamdulillah telah penulis ketahui ala kadarnya. Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak iparnya). ia nilai sebagai “satu tafsir yang munasabah buat zaman ini. Kalau tidak ada syarat demikian tentu segala orang dapat berani saja menafsirkan Al-Qur’an. sebagai penulis Tafsir. Hamka menjanjikan bahwa ia tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil pendapat yang telah terdahulu. Haluan Tafsir “Tiap-tiap tafsir Al-Qur’an memberikan corak haluan daripada peribadi penafsirnya. Pada saat yang sama. Bagian yang penulis anggap menarik dari sub-sub yang terdapat dalam pembukaan tafsir Al-Azhar adalah sub “Haluan Tafsir” dan “Mengapa Dinamai Tafsir Al-Azhar”.[7] Hingga di sini penulis makalah hendak mengatakan bahwa Tafsir Al-Azhar mempunyai corak non-mazhabi.pengembangan dan penyebarluasan ilmu-ilmu keislaman. Nama-nama tersebut selain disebut Hamka sebagai orang-orang tua dan saudara-saudaranya. tidaklah akan jadi ‘Tafsir’ ini dilaksanakan. al-Qâsimî dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân juga termasuk tafsir-tafsir yang Hamka ‘saluti’. Suatu tafsir yang hanya mengekor riwayat atau naqal dari ulama terdahulu. mengakui bahwa ia tidaklah ta’ashshub kepada satu paham. Doktor Syaikh Abdulkarim Amrullah. tafsir al-Marâghî. Meskipun dalam hal riwâyah ia belum (tidak) mengatasi al-Manâr. Karena itu. Dalam Tafsir Al-Azhar-nya. Selain tafsir Al-Manâr. Syaikh Muhammad Amrullah (kakek). Dan Hamka sendiri. Hanya saja.

Di sisi lain. menurut Ibnu ‘Abbas. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. yakni masjid Al-Azhar. misalnya. Hamka langsung memberi nama bagi kajian tafsir yang dimuat di majalah itu dengan Tafsir AlAzhar. Dalam bahasa dia: “…penafsiran tidak terlalu tinggi mendalam. atau sebagai panggilan untuk menarik perhatian tentang ayat-ayat yang akan turun mengiringinya. Tuhanlah yang lebih tahu akan artinya. Selama ini. Alif Lâm Mîm Râ. Alif Lam Mim. niscaya tidak akan ragu-ragu lagi seluruh bangsa Arab akan artinya. Oleh sebab itu maka lebih baiklah kita terima saja huruf-huruf itu menurut keadaannya… “Sebab mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. Kebayoran Baru. sehingga yang dapat memahaminya tidak hanya semata-mata sesama ulama. ia juga. terbagi kepada dua golongan. yang pada bulan Desember 1960 datang ke Indonesia sebagai tamu agung dan mengadakan lawatan ke masjid tersebut yang waktu itu namanya masih Masjid Agung Kebayoran Baru. Warna-warna tafsir itu mempengaruhi Tafsir Al-Azhar yang penulisnya jelas-jelas menyatakan kekaguman dan keterpengaruhannya. dapat dengan mudah kita katakan bahwa corak Tafsir yang sedang kita kaji ini bercorak Adabi-Ijtimâ`î. dan Mim untuk nama Nabi Muhammad Saw. segolongan ahli tafsir yang menyatakan bahwa huruf-huruf itu adalah sebagai pemberitahuan. angka-angka dan tahun…. seperti Al-Manâr dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân. Kalau dia suatu kalimat yang mengandung arti.sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. misalnya. pendapat yang mengatakan bahwa huruf-huruf di pangkal surat itu adalah rahasia Allah. merupakan isyarat bagi tiga nama.[10] Studi Kritis Tafsir Al-Azhar: Metode Tafsir Manhaj yang ditempuh tafsir Al-Azhar adalah Tahlili. Thâ Hâ dan semacamnya. Pertama.. dengan jeli menunjukkan korelasi antara makna yang terdapat pada akhir surat al-Fâtihah dengan makna yang ada pada awal surat al-Baqarah (ayat .[11] Ada pula. Pandangan para mufasir tentang huruf-huruf pembuka surat (fawâtih al-suwar) seperti itu.[12] Hamka menutup pembahasan tentang huruf-huruf fawâtih al-suwar ini dengan mengatakan: “Nyatalah bahwa huruf-huruf itu bukan kalimat bahasa yang bisa diartikan. Majalah ini selalu memuat kuliah tafsir ba’da shubuh tersebut. dan tidak terlalu rendah.”[9] Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”? Nama Al-Azhar diambil dari nama masjid tempat kuliah-kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri. Alif untuk nama Allah.[14] Ketajaman analisis Hamka juga teruji ketika. sebab tafsir itu—sebelum dimuat di majalah—digelar di dalam masjid agung Al-Azhar. Demikian halnya huruf-huruf pembuka surat lainnya. menurut Ibnu ‘Abbas ada maknanya sendiri. syaikh (rektor) Universitas Al-Azhar. Nama masjid Al-Azhar sendiri adalah pemberian dari Syaikh Mahmoud Syaltout. lanjut Hamka. mereka yang memberikan arti sendiri bagi huruf-huruf tersebut. dalam makna selalu mengaitkan pembahasan tafsir dengan persoalanpersoalan riil umat Islam. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf.[8] Hal lain yang dimasukkan Hamka dalam sub ini adalah janjinya untuk menyuguhkan sebuah tafsir yang ‘tengah-tengah’. Ketika membahas ayat pertama surat al-Baqarah. terutama sejak terbitnya majalah Gema Islam. Kedua. Pengajian tafsir setelah shalat shubuh di masjid Al-Azhar telah terdengar di mana-mana. Yang banyak memberikan arti bagi huruf-huruf itu adalah sahabat-mufasir yang terkenal yakni ‘Abdullah bin ‘Abbas. Lam untuk nama Jibril. kata Hamka. Dengan begitu. dengan setting sosial-kemasyarakatan keindonesiaan sebagai objek sasarannya. ia katakan bahwa dalam Al-Qur’an kita akan menemukan beberapa surat yang dimulai dengan hurufhuruf seperti: Kâf Hâ Yâ ‘Aîn Shâd. dua tafsir tersebut dikenal bercorak adabi-ijtimâ`î. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushhaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat. seperti diakuinya. baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. sehingga tidak menjemukan. pula hal itu tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian AlQur’an.”[13] Hingga di sini dapat kita nilai bahwa Hamka dalam hal yang berkaitan dengan makna huruf-huruf di pangkal surat lebih cenderung menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. banyak diwarnai (diberi corak) oleh tafsir ‘modern’ yang telah ada sebelumnya. termasuk ayat mutasyabihat yang kita baca dan percayai saja. yang berupa huruf-huruf yakni Alif Lâm Mîm.

sedang penggunaan kata hadza/ini. juga Imam al-Bukhari di dalam Tarikh-nya. semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama Al-Qur’an (bukan al-Kitab) ditunjuk dengan isyarat dekat ( Hâdzâ Al-Qur’ân). karena ada kisah tentang Bani Israil (yang) disuruh oleh Nabi Musa mencari seekor lembu betina (yang) akan disembelih. Baru saja menarik nafas selesai membaca surat itu. (Ia) hanyalah sebagai tanda belaka dari Surat yang dinamai itu. Penggunaan isyarat jauh ini. Hanya saja Hamka tidak membincang lebih panjang tentang kata Al-Baqarah yang menjadi nama surat ini.”[15] Kendati kita akui ketajaman analisis Hamka. untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fithrah manusia. Tentang hal ini Hamka memperkuatnya dengan banyak riwayat. Hamka menulis: “Kita baru saja selesai membaca surat al-Fatihah. dan bukan karena nama itu lebih penting dari yang lain . Itu terlihat misalnya ketika ia menukil riwayat dari Abu Hurairah ra. aku mengelak ke tempat yang tidak ada durinya atau aku langkahi. Tentang hal ini Hamka menulis: “Pernah ditanyakan orang kepada sahabat Rasulullah Saw. al-Baqawardi dan Ibu Qani di dalam Majma’ al-Shahabah. Di sana kita telah memohon kepada Tuhan agar ditunjuki jalan yang lurus.2: “Inilah Kitab itu. bila kita tinjau dari sisi sumber rujukan penafsiran yang dipergunakan.[16] Kembali ke Tafsir Al-Azhar. yang tersebut pada ayat 67 sampai 74. Padahal di tempat lain. tatkala membahas arti takwa dalam kerangka penafsiran ayat hudan li al-muttaqîn.[18] Mekanisme Kerja (Langkah-langkah) Tafsir Sejauh pengamatan penulis atas tafsir surat al-Baqarah. bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci berada dalam kedudukan yang amat tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. nomor urut surat dalam susunan mushhaf. Seperti berikut: Surat Al-Baqarah (Lembu Betina) Surat 2: 286 ayat Diturunkan di MADINAH Hemat penulis. yang diberi nikmat. ada lagi hal-hal yang gaib. al-Tahbrani dan al-Hakim. Adapun nama surat-surat Al-Qur’an bukanlah sebagai judul dari satu rencana atau nama dari satu buku yang menerangkan suatu yang khas. atau aku mundur. bukan yang dimurkai dan tidak yang sesat.. langkah seperti ini dilakukan oleh semua penafsir. Tidak syak lagi. satu petunjuk bagi orang-orang yang hendak bertakwa”). atau sebelum membincang soal takwa dan ciri-ciri muttaqin.”[17] Kejadian serupa (menukil riwayat) juga kita dapati ketika Hamka menerangkan ciri-ciri orang yang takwa. jangan jalan orang yang dimurkai atau orang yang sesat. kita langsung kepada surat al-Baqarah dan kita langsung kepada ayat ini. karena kita tidak melihat wajah beliau. jalan orang yang diberi nikmat. karena dia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. jumlah ayat dan tempat diturunkannya surat. dia adalah petunjuk bagi orang yang suka bertakwa. seperti ini: “Surat yang kedua ini bernama Surat Al-Baqarah yang berarti lembu betina. asal saja kamu suka memakai pedoman kitab ini. ada satu hal menarik yang ia lewatkan yang sepatutnya disitir barang sedikit sebelum lebih jauh membahas korelasi antara akhir surat al-Fatihah dengan awal ayat surat al-Baqarah. seperti kata Pak Quraish dalam Al-Mishbah-nya. dan keturunanketurunan kita mendatang. masih kata Pak Quraish. Hamka juga menempuh manhaj naqlî (tafsîr bi al-ma`tsûr/bi al-riwâyah). Kaum Muslimin yang telah hidup belasan abad sepeninggal Rasulullah Saw. dapat kiranya penulis menyebut mekanisme kerja Tafsir Al-Azhar sebagai berikut: Pertama. Itu pun termasuk iman kepada yang gaib.. Abu Hurairah ra.’ Abu Hurairah menjawab: ‘Itulah dia takwa!’ (Riwayat dari Ibnu Abi ad-Dunya). menyebut nama surat dan artinya dalam bahasa Indonesia. di antaranya dari Imam Ahmad. yaitu orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. tidak ada sebarang keraguan padanya. Kamu bisa mendapat jalan yang lurus. Mereka meriwayatkan dari Abu Jum’ah al-Anshârî. yaitu soal penggunaan isyarat jauh untuk menunjuk Al-Qur’an (Dzâlik al-Kitâb). apa arti takwa? Beliau berkata: ‘Pernahkah engkau bertemu jalan yang banyak duri dan bagaimana tindakanmu waktu itu?’ Orang itu menjawab: ‘Apabila aku melihat duri. Komentar dia tentang kata ini hanya sedikit saja. Permohonan kita di surat al-Fatihah sekarang diperkenankan.

“Surah ini dinamai al-Baqarah karena tema pokok-nya adalah inti ayat-ayat yang menguraikan kisah al-Baqarah. Sementara al-Maraghi dan Ridha melihat bahwa sub tema pertama surat al-Baqarah hanya diwakili oleh dua ayat saja (ayat 1 dan 2). Tafsir Al-Marâghî dan Al-Manâr misalnya.[21] Sementara itu Pak Quraish baru melakukan pengelompokkan pada ayat 3. Sebagai sampel dapat dilihat ketika Hamka menunjuk lima hikmah dari iman kepada hari akhirat tatkala menafsirkan penggalan kedua ayat 4 surat al-Baqarah ( wa bi al-âkhirati hum yûqinûn). Jadi. karena mereka dapat membaca dan menangkap kandungan ayat tersebut secara lengkap dalam waktu yang relatif singkat. Yang jelas bahwa penentuan itu terkait dengan penilaian masing-masing tentang kesatuan sub tema antara ayat-ayat yang tergabung dalam satu kelompok tertentu. lebih tepat dan efektif bagi para pembaca Indonesia. dan pembentukan jiwa kaum Mukminin di dalam memegang teguh agama. sedang ayat 1 dan 2 ditafsirkan secara terpisah. sendiri dengan petunjuk Jibril as. Kelima. pendahuluan tersebut berisikan antara lain arti nama surat. peletakkan pendahuluan setelah sebelumnya menampilkan satu kelompok ayat yang memiliki kesatuan sub-tema. Menurut penulis. Misalnya. tiga front masyarakat yang dihadapi Rasulullah di Madinah. Rasyid Ridha dan Quraish Shihab dalam menentukan jumlah ayat dalam satu kelompok tertentu tersebut. serta beberapa karakteristik ayat dalam surat al-Baqarah yang tergolong sebagai surat Madaniyah dibanding ayat-ayat lain yang tergolong dalam kelompok surat-surat Makiyah. Setiap kelompok ayat diberi nama subtema. Hamka menafsirakan ayat 1. misalnya. Kelompok pertama dari surat al-Baqarah terdiri dari lima ayat pertama (dari Alif Lâm Mîm sampai wa ulâ`ika hum al-muflihûn). Catatan penulis. pembinaan masyarakat Muslim oleh Nabi Saw. ketimbang membaginya menjadi beberapa penggal kecil. mengelompokkan ayat-ayat dalam satu surat menjadi beberapa kelompok sesuai tuntutan sub-tema dari keseluruhan tema surat.[23] Terlepas dari itu. Pula langkah Hamka. 4 dan 5 menjadi satu kelompok). Sebab pendahuluan ini isinya berupa gambaran umum dan inti sari tentang seluruh surat al-Baqarah. memberi pendahuluan sebelum betul-betul masuk pada penafsiran atas ayat-ayat yang sudah dipenggal dalam satu kelompok ayat. menafsirkan ayat perayat dari satu kelompok ayat. Ketiga. pengelompokkan semacam itu pun bisa dibilang sebagai salah satu langkah para mufasir. Tidak menafsirkan satu kelompok secara sekaligus. Kelompok pertama.. Ini berbeda dengan. memberikan butiran-butiran hikmah atas satu persoalan yang dianggapnya krusial dalam bentuk pointers.[25] . dan tidak memenggalnya menjadi beberapa penggalan. Quraish Shihab yang justru memandang nama tersebut sebagai tema pokok surat. yang tepat pendahuluan ini diletakkan sebelum menampilkan kelompok ayat yang akan ditafsir. penulis nilai. Hamka barangkali memandang bahwa lima ayat pertama itu memiliki kesatuan sub tema. Demikian juga Rasyid Ridha dalam Al-Manâr. lalu 3 dan begitu seterusnya hingga ayat 5. Yang menentukan nama-nama ini adalah Rasulullah Saw. Hemat penulis. yakni kisah Bani Israil dengan seekor sapi. kurang proporsional.” [20] Kedua. Quraish menulis. Ayat kedua (dzâlik al-kitâb lâ raiba fîh hudan li al-muttaqîn) misalanya. al-Maraghi pecah lagi menjadi tiga penggalan: dzalik al-kitab. kelompok pertama dari surat alBaqarah terdiri atas lima ayat (1-5).”[19] Di sini kita melihat bahwa Hamka tidak menjadikan nama Al-Baqarah sebagai tema sentral keseluruhan surat Al-Baqrah. lebih menjaga kesinambungan isi-isi yang terdapat dalam satu ayat tertentu. dan demikian seterusnya. karena semuanya penting. sebagai misal. hudan li al-muttaqin. al-Maraghi. menjadikan kelompok pertama dari surat al-Baqarah hanya terdiri dari dua ayat saja: Alif Lâm Mîm (ayat 1) Dzâlik al-kitâb lâ raib fîh hudan li al-muttaqîn (ayat 2). bukan gambaran umum tentang kelompok ayat yang akan ditafsir. kemudian ayat 2.[22] Tidak penulis temukan dasar bagi masing-masing Hamka.yang diuraikan di dalamnya. Perbedaan antara mereka hanya terletak pada penentuan jumlah ayat yang berada dalam satu kelompok tertentu. Keempat. Dalam operasional tafsirnya.[24] Langkah ini berbeda dengan tafsir Al-Maraghi dan Al-Manar yang memenggal satu ayat yang ada dalam satu kelompok tertentu menjadi beberapa penggalan. sehingga tidak ‘mengaburkan’ konsentrasi yang telah tertuju untuk membaca tafsir atas penggalan ayat yang sudah ditampilkan sebelumnya. lâ raiba fîh. langkah Hamka yang menafsir satu ayat sekaligus. 4 dan 5 (baca: ayat 3. diberi nama Takwa dan Iman.

Langkah seperti ini nampaknya sengaja ditempuh Hamka untuk menjadikan tafsirnya lebih praktis dan efektif bagi pembaca Indonesia yang umumnya awam tentang ilmu hadis dan “kurang peduli” dengan validitas sanad sebuah hadis. semuanya bergantian. Sebagai berikut: 1. Ini menandakan bahwa langkah itu sifatnya situasional. Tempat baru itu adalah surga bagi mereka yang berat amal baiknya. [26] Keenam.[27] Dalam pengamatan penulis. Tetapi dia dapat dirasa adanya oleh akal. Mereka tidak percaya ada Tuhan. Semua itu akan diperhitungkan dengan adil. Tuhan akan menciptakan alam yang lain. sebab mereka berpikiran bahwa persolaan tentang sanad telah usai dengan telah dibukukannya hadis ke dalam berbagai bentuk kitab hadis. Hal ini sepenuhnya terpulang kepada tuntutan tema ayat yang sedang ditafsir. kegagahan dan pencapaian duniawi bukan ukuran kebahagiaan. Maka iman akan yang gaib itulah tanda pertama atau syarat pertama dari takwa. tidak terdengar oleh telinga. zat yang menciptakan sekalian alam. Berikut kutipanya: “Inilah tiga tanda pada taraf yang pertama: Percaya kepada yang gaib. seperti Imam al-Bukhârî. Iman yang berarti percaya. di hari kiamat. Maka yang pertama sekali adalah percaya kepada Allah. Artinya tidak setiap akhir penafsiran atas satu ayat mesti diakhiri dengan pemberian buturan-butiran hikmah dalam bentuk pointers. Buktinya. Apa yang kita kerjakan di dunia ini adalah dengan tanggung jwab yang penuh. Jadi yang penting matan-nya. Setelah hancur alam ini. Yang gaib adalah yang tidak dapat disaksikan oleh pancaindera. Jadi. Kepercayaan kepada hari akhir meyakinkan kita bahwa apapun peraturan atau susunan yang berlaku di alam dunia ini tidaklah kekal. Barangkali kutipan dari tafsir Hamka atas ayat 3 surat al-Baqarah sedikitnya dapat memperkuat apa yang penulis nyatakan dalam poin ketujuh di atas. atau Malaikat. Bagi mereka koran pembungkus gula sama dengan Al-Qur’an. Pada ayat 5 juga tidak ada. dari ayat 1 hingga ayat 3 dari surat al-Baqarah tidak kita temukan bentuk pounters semacam itu. Terlepas dari itu. Mu’jam dan sebagainya. Orang yang seperti ini niscaya tidak akan dapat mengambil petunjuk dari Al-Qur’an. atau roh. Ketujuh. Muslim dan lainnya. Malahan terhadap adanya nyawapun. yaitu dua indera yang utama dari kelima (panca) indera kita. 5. ada baiknya kita tuangkan di sini lima butir yang disebut Hamka sebagai hikmah dari beriman kepada hari akhir itu. Kejayaan yang hakiki adalah pada nilai iman dan takwa di sisi Allah. Kita sudah sama tahu bahwa manusia itu dua juga coraknya. serta dilengkapi dengan pendekatan sosio-kultural keindonesiaan. Semua ini penulis nilai sebagai upaya “membumikan Al-Qur’an”. tetapi kepada Tuhan yang selalu mengawasi kita. bukan sanad.Dalam pengamatan penulis. bagi mereka yang ingin mengetahui untaian rawi bagi hadis yang dikutip Hamka secara lengkap harus merujuk langsung kepada kitab hadis yang disebut oleh Hamka. langkah seperti ini tidaklah baku. tidak nampak oleh mata. semuanya berputar. mereka tidak percaya. dan manusia dipanggil buat hidup kembali di alam yang baru dan akan ditentukan tempatnya sesudah penyaringan dan perhitungan amal di dunia. yaitu kehidupan kekal yang sesudah dibangkitkan dari maut. riwayat hadis yang dikutip Hamka tidak menampilkan semua untaian rawi yang ada dalam sanad hadis. pertama orang yang hanya percaya kepada benda yang nyata. 3. dan yang kekal hanyalah peraturan kekal dari Allah. Baru pada ayat 4 kita temukan. Bukan tanggung jawab kepada manusia. Perbincangan tentang sanad hadis bagi umumnya orang Indonesia bisa dibilang sudah tak lagi urgen. yaitu pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hidup. tapi hanya menampilkan râwî a’lâ (rawi pada level shahabat) saja dan penulis kitab hadis tersebut. dan neraka bagi mereka yang berat amal jahatnya. dan dengan sendirinya mereka tidak percaya akan ada lagi hidup akhirat itu. kemudian itu percaya akan adanya hari kemudian. 4. Kepercayaan kepada hari akhirat memberikan satu pandangan khas tentang menilai bahagia atau celakanya manusia. dan tidak mengakui bahwa ada pula di balik kenyataan ini sesuatu yang lain. Harta yang melimpah. Seperti itu barangkali pertimbangan Hamka. Sunan. 2. . menyuguhkan tafsir dalam kemasan bahasa yang mudah dipahami dengan sentuhan logika yang tidak sulit dicerna. seperti Jâmi’ Shahîh. memperkuat penjelasan dengan ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang sepadan kandungannya dengan ayat yang sedang ditafsirkan.

dan tidaklah penulisnya ta’ashshub kepada suatu faham.[30] Namun demikian. salah satu karya tafsir yang dikaguminya. bukan wawasan kebahasaan. artinya menyerah dengan tidak banyak tanya lagi. antara lain: 1. dan meninggalkan mana yang jauh menyimpang. Dalam hal akidah dan ibadah. karena kita tidak melihat wajah beliau. kebesaran dan nilai Tafsir Al-Azhar tidak berkurang barang sedikit pun. Kiranya lebih dari satu corak yang dapat kita tunjuk buat tafsir Al-Azhar. Besar dugaan. Harap penulis.Kedua ialah orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. di negara yang penduduk Muslimnya lebih besar jumlahnya dari penduduk lain. Corak Tafsir Sub ini terkait erat dengan sub sebelumnya yaitu Haluan Tafsir. Bila dalam sub Haluan Tafsir sudah disitir beberapa karakter yang dapat diasumsikan sebagai corak tafsir Al-Azhar secara umum dan teoritis. Dari sudut pandang mazhab yang dianut dapat kita sebut tafsir Al-Azhar bercorak Salafi. 4. Bertambah banyak pengalaman dalam arena penghidupan. Ini dapat dimaklumi sebab konsumen tafsirnya adalah masyarakat Indonesia yang umumnya awam dengan persoalan semacam itu. seraya menghindari perselisihan paham dan takwil-takwil jauh yang tidak perlu. dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân adalah karya-karya tafsir yang banyak memberikan “masukan” baginya dalam menulis Tafsir Al-Azhar. Sebab bisa saja kalau didahului oleh tafsir global. maka pertikaian-pertikaian mazhab tidaklah dibawakan dalam tafsir ini. melainkan mencoba sedaya upaya mendekati maksud ayat. jilid dan lainnya secara detail. tergantung dari sudut mana kita meninjau. di antara pembaca ada yang mencukupkan dengan tafsiran singkat tersebut. melainkan meninjau mana yang lebih dekat kepada kebenaran untuk diikuti. Hanya menuangkan hal-hal yang benar-benar diinginkan oleh para pembaca tafsir. Hamka tidak mengawali tafsirnya dengan memberikan penjelasan arti kata-kata tertentu dalam ayat (syarh al-mufradât). hal ini sengaja ditempuh karena masyarakat pembaca tafsirnya (orang Indonesia) tidak membutuhkan kajian kebahasaan seperti itu yang sifatnya suplemen atau pelengkap sekunder semata. semata-mata taslim. bertambah mendalamlah kepercayaan mereka kepada yang gaib itu. tidak harus menyebut tempat. Hamka tidak mengawali tafsirnya atas beberapa ayat yang sudah ia penggal ke dalam satu kelompok dengan makna global (al-ma’nâ al-jumalî) seperti yang kerap dilakukan oleh Tafsîr Al-Maraghi. Pikir penulis. Meskipun penyimpangan yang jauh itu bukanlah atas suatu sengaja yang buruk dari yang mengeluarkan pendapat itu.”[31] . Ini seperti ia akui dalam Haluan Tafsir-nya: “Mazhab yang dianut oleh Penafsir ini adalah Mazhab Salaf. Al-Qâsimî. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berfikir.”[29] 5. hasilnya malah akan kontra-prorduktif. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. Tidak menyebutkan sumber rujukan tafsir. Al-Marâghî. 2. hal itu ditempuh karena ia ingin membawa pembacanya untuk meneliti tafsir ayat demi ayat secara teliti dan tuntas. sedang mereka haus akan bimbingan agama. haus hendak mengetahui rahasia Al-Qur’an. Dalam arti penulisnya menganut mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau serta ulama yang mengikuti jejak beliau. Kita kaum Muslimin yang telah hidup empat belas abad sesudah wafatnya Rasulullah Saw. dan keturunanketurunan kita yang akan datang di belakang pun insya Allah. Menghindari persoalan nahw dan sharf. ada lagi hal-hal yang gaib. Hamka sendiri dalam Haluan Tafsir-nya mengakui bahwa Al-Manâr. Jika persoalan semacam itu ditampilkan. nama Tafsir dan penulisnya. Kuat dugaan. ketika ia merujuk suatu pendapat dari tafsir lain ia menyebut. tidak efektif bagi pembaca tafsir Indonesia yang diharapkan mendapatkan pencerahan Qur’ani. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan (dijanjikan) Hamka dalam Haluan Tafsir-nya ketika menulis: “Tafsir Al-Azhar ini ditulis dalam suasana baru. 3. nomor halaman. pada sub ini sitiran tersebut akan dibuktikan secara nyata dan praktis dengan mengemukakan contohcontoh nyata dari penafsiran langsung atas ayat. Hal demikian menjadikan pembacaan tafsir tidak tuntas dan menyeluruh. yaitu mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau dan ulama-ulama yang mengikuti jejak beliau.”[28] Hingga di sini penulis mencatat beberapa hal. paling tidak. seorang mufasir berkaliber tinggi pun hampir bisa dipastikan tidak dapat menghidar dari menukil dan merujuk karya atau pendapat orang lain. Tetapi tidaklah semata-mata taklid kepada pendapat manusia.

Takwa lebih mengumpul akan banyak hal. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. Upaya demikian tak lepas dari tujuan sang mufasir untuk menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai sumber petunjuk dan pedoman hidup setiap Muslim dalam memerankan fungsi khilafahnya di muka bumi ini. Kesimpulan untuk mengatakan kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa ini diambil dari kesepakatan Konferensi Kebudayaan Islam di Jakarta yang diselenggarakan pada akhir Desember 1962. Semuanya bersatu membentuk masyarakat yang beriman. bersedekah. sabar dan lainnya. Orang Mukmin tidak mungkin hidup nafsi-nafsi dalam dunia. kasih-mengasihi dan harga menghargai. jenis profesi dan beragam status sosial lainnya. angka-angka dan tahun…sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. sehingga ia lebih mencintai benda pemberian Allah itu daripada sesamanya manusia. Dan ada pula saudagar-sudagar besar. Ada pula perwira-perwira tinggi yang berpangkat jenderal dan laksamana dan ada juga anak buah mereka yang masih berpangkat letnan. mayor dan para bawahan. Orang yang Mukmin apabila dia ada kemampuan. kapten. Orang Mukmin tidak mungkin menjadi budak dari benda. lanjutnya. di samping isteri mereka masing-masing. Tafsir Al-Azhar—seperti diakui mufasirnya dalam Haluan Tafsir—memanglah dirancang seperti itu. Selanjutnya mufasir menegaskan bahwa dalam takwa terkandung cinta. Contoh konkret untuk corak ini adalah ketika mufasir Al-Azhar membincang wacana iman. tuntutan dan tuntunan AlQur’an. ridha. importir dan exportir kawakan di samping saudagar perantara. Dokter dan Profesor. Dalam hal ini mufasir Al-Azhar memilih menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. Dan ada juga pelayan-pelayan dan tukang tukang pemelihara kebun dan pegawai negeri. suka menolong sesama dan amal-amal sosial lainnya. harap. terdapat juga berani![34] Menandai sebuah karya tafsir sebagai bercorak ijtimâ`î. yaitu bahwa tafsir itu juga bercorak hida`î. imannya telah dibuktikannya pula kepada masyarakat. ketika sang mufasir membahas soal takwa ia katakan bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa. hampir dapat dipastikan akan membawa pada kesimpulan lain tentang corak tafsir tersebut. “Di tingkat pertama percaya kepada yang gaib. Paling kurang. kasih. berderma. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. Bersatu di dalam shaf yang teratur. Insinyur. Hamka menulis: “…mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu.Contoh nyata untuk menunjukan ke-salaf-an tafsir Al-Azhar adalah ketika membahas huruf-huruf pembuka suatu surat (fawâtih al-suwar). cemas. agen automobil dengan relasinya yang luas. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. Yaitu bagaimana tafsir ini dapat menjadi obor penerang bagi sebanyak mungkin masyarakat Muslim dengan berbagai latar belakang pendidikan. di antaranya tafsir Al-Manar. Ada mahasiswa-mahasiswa yang tengah tekun berstudi dan terdidik dalam keluarga Islam.”[32] Dalam sub Haluan Tafsir. pengakuan iman perlu pembuktian dalam tataran sosial-praktis. pula tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian Al-Qur’an. Ada sarjana-sarjana yang bertitel SH. tawakal. dengan khusyu’ kepada Ilahi. itu nampak dalam pernyataan mufasir berikut: “Ketika menyusun (tafsir) ini terbayanglah oleh penafsirnya corak ragam dari murid-murid dan anggota jamaah yang ma’mum di belakangnya sebagai imam. dan kepercayaan kepada yang gaib dibuktikan dengan sembahyang. menghadapkan muka bersama. dipadukan oleh jamaah subuh. karena imannya sangatlah dia percaya bahwa dia hanya saluran saja dari Tuhan untuk membantu hamba Allah yang lemah. Tafsir ini menurutnya sebuah tafsir yang sanggup menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. Bahkan dalam takwa. sedekah. Maka dapatlah diasumsikan bahwa sedikit banyak tafsir Al-Azhar mewarisi corak tersebut. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. Dikatakan demikian karena tafsir ijtimâ`î adalah tafsir yang banyak mengedepankan fenomena-fenomena sosial-kemasyarakatan dalam upayanya me-landing-kan pesan. Menurutnya.”[33] Warna ijtimâ`î tafsir Al-Azhar juga dapat kita lihat ketika mufasirnya menjadikan pengalaman pribadi dalam bermasyarakat sebagai anasir pelengkap tafsirnya. membantu dan menolong. kesan. Maka dengan kesukaan memberi. fikih. sebab hatinya dihadapkannya kepada Allah yang diimaninya. Tafsir yang demikian dinilai oleh para ahli sebagai tafsir bercorak adabi-ijtima’î (sosial-kemasyarakatan).”[35] . misalnya dengan memperbanyak derma. Sekadar sampel.

tt. [11]Tafsir Al-Azhar. 48. kekaguman terhadap Hamka dan tafsirnya tentu harus menjadi pemicu untuk menghasilkan karya serupa. 137). tapi mengelaborasikan pesan-pesan Qur’ani yang disampaikannya dalam tata kehidupan keseharian kita sebagai Muslim yang mengaku diri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. vol. ia harus diakui sebagai “maha karya” Hamka yang patut dipuji. Penulis makalah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Anda. h. h. 1990. h. II. juz` I. h. Menurutnya. Howard M. cet. 42. [10]Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Alif Lâm Mîm dan huruf-huruf pembuka surat lainnya merupakan huruf-huruf li al-tanbih (pemberitahuan atau panggilan) sama seperti Alâ dan Yâ. qira’at dan tetek bengek non-tafsir lainnya. Wallâhu A’lam…? Bahan Bacaan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. [6]Ibid. untuk menilai plus-minus yang terkandung dalam tafsir tersebut. cet. I 1990. Dalam penelitian Howard M. juz I. vol. Dr. I. 1996. dan adat kebiasaan lain dalam masyarakat Indonesia (lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. Bandung: Mizan. Federspiel. cet. Tafsîr al-Marâghî. Ke-hida`î-an Al-Azhar juga nampak pada tipe paparan tafsir yang disuguhkan. Al-Mujid fî al-Lughah wa al-A’lâm. Op Cit. IV. vol. Mufasirnya. Ahmad Mushtafâ. h. I 2000. Tafsir Al-Azhar. 41. Kajian Al-Qur’an di Indonesia). [1]Ensikopedi Indonesia. I 1982. Kajian Al-Qur'an di Indonesia]. oleh karena itu berisi materi tentang teks dan metodologi dalam menganalisis tafsir. cet. Prof Dr Hamka. kerja kolektif pun akan sangat berarti dan cukup menggembirakan. Federspiel. cet. IV. Tafsir AlAzhar termasuk tafsir yang mewakili tafsir-tafsir generasi ketiga. Federspiel. tidak keliru rupanya jika kita katakan bahwa Tafsir Al-Azhar bercorak hida`î. pembaca tafsir Al-Azhar. XXXVII. 3-4. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an (terj. II h. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. I. Ridhâ. [9]“Haluan Tafsir”. Quraish. I. I 1982. Tajul Arifin. Tafsîr Al-Manâr. Taufik Abdullah]. h. Louis. Di berbagai penafsiran ayatnya menyangkut ajaran keesaan Tuhan (Tauhid). Beirut: Dâr al-Masyriq. 42. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. 40. Jakarta: Lentera Hati. Hamka. Ia tidak terpancing memunculkan perselisihan pendapat (fikih dan teologi) yang memang tidak menyuntuh inti tafsir. M. 55). Ensikopedi Indonesia. Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. 1969. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.Hingga titik ini. Tafsir-tafsir ini menekankan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan konteksnya dalam bidang keislaman (lihat Howard M. Shihab. Dr. cet. Muhammad Rasyîd. I. Ia juga menghindar dari kajian kebahasaan. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. MA. Tafsir-tafsir generasi ini bertujuan untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara komprehensif dan. Penutup Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi. [5]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. cet. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. Dr. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî alHalabî. h. vol. kepercayaan kepada keris. Dan yang lebih penting tentu bukan sekadar memuji. 1217.. II. 122. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an [terj. IV. I. Hamka tidak sekadar menjelaskan ayat. Taufik Abdullah]. Al-Maraghi berpendapat seperti itu. telah membuktikan betapa seorang Muslim non-Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan. Beirut: Dâr al-Ma’rifah li al-Thibâ’ah wa al-Nasyr. [2]Ibid. I. h. [12]Ibid. sekurangnya bagi kaum cerdik-cendekia Muslim Indonesia. vol. [7]Lihat Ibid. Kajian-kajian semacam itu memang dalam banyak hal sering cukup ‘mengaburkan’ tujuan semula pembaca tafsir —terlebih jika ia orang non-Arab—yaitu mencari butiran-butiran hikmah dan hidayah Al-Qur’an. . cet. h. I.. tetapi juga banyak mengecam praktek ziarah kubur. Penulis hanya mengatakan bahwa apa pun kesan Anda tentang tafsir Al-Azhar. cet. Kalaupun tidak sanggup secara sendiri-sendiri. juz` I. Tajul Arifin. I. Bagi para pengkaji tafsir. 1996. cet. 1. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. h. 121-122. Ma’lûf. MA. tt. vol. Bandung: Mizan. Al-Marâghî. h. 1218 [3]Lihat “Kata Pengantar Penulis” dalam Tafsir Al-Azhar. Tafsir al-Mishbâh. h. vol. [4]Ibid. Prof. [8]Ibid.

bolehlah disebut sebagai pendekatan. 129. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. [20]M. I h. 81. h. kendati tidak memuaskan nalar manusia (lihat M. ia menuangkan juga pendapat mufasir-mufasir lain yang mencoba menguak rahasia di balik huruf-huruf itu (lihat Tafsir al-Manâr. [29]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. 83-88. [22]Lihat Tafsir Al-Mishbah. Jika pun pengambilan riwayat seperti itu tidak terkategorikan sebagai manhaj. [17]Tafsir Al-Azhar. [28]Lihat Ibid. Murtadha Muthahhari atau Sayyid Quthub. vol. cet. [31]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Masyarakat Bani Israil saling mencurigai bahkan tuduh-menuduh tentang pelaku pembunuhan tanpa ada bukti. h. 41-42. 39). h. vol. [34]Ibid. [27]Lihat misalnya Ibid. [21]Lihat Tafsir al-Manâr. vol. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. h. h. I h. [35]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Tafsir Al-Azhar. tt. I. 122. tt. Tafsir al-Mishbah. [23]Untuk lebih jelasnya lihat Ibid. masih merupakan jawaban yang relevan hingga kini. [18]Ibid. Quraish Shihab. [15]Tafsir Al-Azhar. Bandingkan misalnya dengan Tafsir Al-Mishbah yang secara tepat meletakkan pendahuluan sebelum betul-betul menampilkan ayat-ayat dalam surat yang akan ditafsir (lihat Tafsir Al-Mishbâh. IV. yakni Allah lebih mengetahui. meski sepakat dengan Muhammad ‘Abduh yang menyerahkan makna dan rahasia di balik huruf-huruf itu kepada Allah. mereka menyembelihnya— setelah dialog tentang sapi berkepanjangan—dan dengan memukulkan bagian sapi itu kepada mayat yang terbunuh. Tafsir Al-Mishbâh. 117. 124-125. Maka Allah memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. [26]Lihat Ibid. h. 81-82). Loc Cit. Kelanjutan keterangan Quraish di atas adalah: “Ada seseorang yang terbunuh dan tidak diketahui siapa pembunuhnya. h. 123. 127. maka atas kudrat Allah korban hidup kembali dan menyampaikan siapa pembunuhnya” (lihat Ibid. Menghadapi hal tersebut mereka menoleh kepada Nabi Musa as. h. I h. [13]Tafsir Al-Azhar. al-Biqâ`î. Tafsir Al-Mishbâh. Dari sini dimulai kisah l-Baqarah. 41. h. 81-82). Jakarta: Lentera Hati. M. cet. 1969. 1969. h. 39. h. Tapi penulis sendiri lebih suka menamainya sebagai manhaj. meminta beliau berdoa agar Allah menunjukkan siapa pembunuhnya. Quraish Shihab. Rasyid Ridha. [30]Bandingkan misalnya dengan tafsir Al-Manâr dan Al-Marâghî yang kerap kali menyebut “Qâla alUstâdz al-Imâm” untuk menunjukkan bahwa mereka menukil pendapat Syaikh Muhammad ‘Abduh. Quraish Shihab. Quraish Shihab. Kairo: Mathba’ah al-Bâbî al-Halabî. h. cet. vol. cet. [24]Lihat Tafsir Al-Azhar. h. I 2000. h. 123-125. II. vol. sehingga mereka tidak memperoleh kepastian. [16]M. I. h. menunjukkan kemukjizatannya dan menampakkan hujjah-nya atas Ahli Kitab serta lainnya yang terkandung dalam surat al-Baqarah (lihat Tafsîr al-Marâghî. h. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî al-Halabî. h. [33]Ibid. Op Cit. cet. 128. 85. 122. juz` I. h. 40-41. . II. [14]Pakar tafsir Indonesia pasca Hamka. h. 123. h. Ia menulis: “Tampaknya jawaban: ‘Allah A’lam. 117. h. Op Cit. juga mengambil sikap seperti itu. 122 dan Tafsîr al-Marâghî. atau tafsir Al-Mishbâh yang acap kali menyebut nama seperti al-Thabâthabâ`î.Di sini tujuannya untuk membangkitkan perhatian mukhâthâb kepada Al-Qur’an. [25]Lihat Ibid. [19]Tafsir Al-Azhar. IV. Akhir dari kisah itu adalah. [32]Tafsir Al-Azhar. h. h. 120-128. 122). 124. 84). Al-Syarâ’wî.

Dengan susah payah di terbitkan tefisr tersebut berjuz 2 tiap 2 bulan. bantahan itu dikirinya kepada Presiden RI dan Menteri Agama. salah seorang penerbit Indonesia Tafsir al-Quranul Karim itu dengan mendapatkan fasilitas kertas dari Menteri Agama dan di cetak sebanyak 200. Akhirnya di ambil alih oleh M. Boleh jadi karena bantahan itu karena sebab-sebab yang lain. Kemudian setelah habis cetakan itu. Salinannya disampaikan kepada Mahmud Yunus oleh Menteri Agama.000 aksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. Sebab itu tafsir ini berlainan dengan tafsir-tafsir yang lain. Beliau menerima pelajaran dari Syeokh Darul Ulum. Lalu mereka terbitkan beberapa kali tanpa ada perubahan yagn besar. dan disiarkan di seluruh Indonesia. Akhirnya beliau tidak berkituk lagi. Dalam tafisir in yang paling dipentingkan ialah menerangakan dan menjelaskan petunujuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Quran untuk diamalkan kaum Muslimin khususnyadan seluruh umat manusia pada umumnya sebgai petunjuk universal. Pada masa itu umumnya Ulama islam mengatakan haram untuk menterjemahkan al-Quran namun. Pada bulan April 1938 tamatlah 30 juz dengan pertolongan Alah awt. Kemudian beliau berhenti menterjemahkan al-Quran. supaya di stop mencetak Tafsir Quran Karim itu. Mahmud yunus bersama istri Darisah binti Ibrahim meneruskan menerbitkan tafsir Quran Karim itu. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1950. lalu Mahmud yunus balas suratnyaitu dengan lebar panjang. untuk menyampaikan dakwah islamiyah kepada bangsa asing yagn tidak mengetahui bahasa arab. Lalu di tunjuk percetakan bangsa Indonesia untuk mencetaknya. Lalu ia dicetak dan di terbitkan sebanyak 200. bahkan di anjurkan atau hukumnya fardu kifayah. padahal telah dimulainya mencetak beberapa halaman banyaknya. pada bulan Ramadlan tahun 1354 H (Desember 1935) beliau mulai kembali menterjemahkan al-Quran serta tafsir ayat-ayatnya yang penting yang kemudian beliau beri nama : Tafsir al-Quranul Karim. melainkan hasil penyelidikan pengarang sejak berumur 29 tahu sampai sekarang berumur 73 tahun. bahwa menterjemahkan al-Quran itu hukumnya mubah. Bakry. Hanya ada perubahan sedikit demi sedikit. bantahan dari Ulama islam tersebut tidak beliau perdulikan dan beliaupun tetap menterjemahkan al-Quran al-Karim tersebut. Sedang menterjemahkan juz 7 sampai dengan 18 dibantu oleh almarhum H. Kabarnya ada bantuan dari Ulama Yogyakarta. Bagaimanakah menyampaikan kitabullah kepada mereka. kalau tidak di terjemahkan kedalam bahasanya? Dengan berbagai ilimu yang telah diserap oleh akal pikirannya. karena beliau lebih memilih untuk melanjutkan ilmu pengetahuannya di Mesir (Th 1924) di berbgai tempat hingga akhirnya di Darul Ulum. yang empunya percetakan tidak mau meneruskan mencetak tafsir Quran karim itu. Makalah Ilmu Tafsir | 0 comments » A.000 aksemplar. Karena petunujuk itulah tujuan utama kitab suci al-Quran seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya pada permulaan surat al-Baqoroh: . Bantahan itu dikirim nya kepada Maeteri Agama RI tetapi saya tidak menerima bantuan.Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus DIposting Oleh Administrator | 9:28 PM | a.M. hanya diam. Yunus kirimkan kepada Presiden RI dan Menteri Agama. bukanlah tejemahan dari kitab bahasa arab. Pada tahun 1953 seorang Ulama dari Jatinegara membantah pula. Ditegaskan bahwa tafsir in serta kesimpulan isi al-Quran. Tembusannya M. 21 per eksemplar. Baharata Direktur percetakan Al-Ma’arif Bandung. dengan petunjuk menteri Agama Almarhum Wahid Hasyim. Pendahuluan Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus>>> Tafsir al-Quranul karim karangan Mahmud Yunus ini awalnya di terjemahkan pada tahun 1992 kemudian di terbitkan tiga juz dengan huruf arab-malayu.

Sehari kemudian ia dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. untuk anak-anak SD. Kemampuan menjadi guru tersebut lebih menonjol manakala ia kembali dari Mesir . sejarah. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. Biografi Mahmud Yunus Dilahirkan di Sungkayang Batusangkar Sumetera Barat pada hari sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadlan 1361). 4 jilid. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (19311932). tafsir. Karena sejarah itu tetap mengulang jejaknya. merupakan tindakan yang cukup berani. M. Akhirnya pada 18 Januari 1983. Lagu-lagu baru/Not angka-angka. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (1966-1071). Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. 3. Syah. bersama Rasyidin/Zubir Usman. untuk memudahkan membaca al-Quran. Mahmud Yunus pindah ke Madrasah yang diasuh oleh Syeikh H. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (1948-1949). Banyak karya tulis yang telah di hasilkan Mahmud Yunus dalam berbgai bidang Ilmu Agama Islam. Berkat ketekunannya dalam waktu empat tahun. Pandangan terpenting tentang metode mengajar adalah “Metode itu lebih penting daripada pengajaran”. jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. B. tetapi hanya sampai kelas tiga saja. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. dan peribadatan. secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbgai sekolah. sebab hidu dan matinya. Terjemahan Tafsir al-Quran tanpa tafsir. Selain itu ditrgaskan pula sebab-sebab majunya satu umat dan sebab-sebab mundurnya. pada 15 Oktober 1977. 6. Marilah sembahyang. tauhid akidah. Muhammad Thaib di Surau Tanjung Pauh. 7. tahun 1938. Riwayat Rasul dua puluh lima.Artinya: “ Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan didalamnya. untuk anak-anak SD. 2. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsurangsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. Beberapa kisah pendek. Kemayoran Jakarta Pusat. Dari surau kakeknya ini. hadist.Tahir. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). dalam Usia 83 Mahmud Yunus berpulang ke Rohmatullah di kediamannya. bernama Muhammad Ali gelar angku kolo. sebab tegaknya dan jatuhnya. Ayahnya bernama Yunus bin Incek dan ibunya bernama Hafsoh bini M. . Profesi sebagai guru semenjak masih menjadi pelajar di Surau Tanjung Pauh sudah ia geluti. sebab kuat dan lemahnya. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). Mahmud Yunus telah sanggup mengajarkan kitab-kitab Mahalli. yang ia tulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. hokum.Tahir. 5. al-Fiyah dan Jam’ul Jawami’. buyutnya dari pihak ibu adalah seorang ulama besar di Sungkayang Batu sangkar. Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain: 1. Puasa dan Zakat untuk anak-anak SD. untuk anak-anak SD. bersama Kasim St. cara mengerjakan haji. 9. 4. terutama pendidikan Islam di samping bidang-bidang lain seperti bahasa. Pelajaran Sholat untuk-untuk anak0anak SD. Pendidikan Mahmud Yunus belajar dari al-Quran dan bahasa Arab yang ia tempuh semenjak berusia tujuh tahun di Surau kakeknya M. perbandingan agama. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) jkarta (1957-1980). di samping itu ia juga memasuki sekolah rakyat. 8. kelurahan Kebon Kosong. disaat masih suburnya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. Keimanan dan Akhlaq. 4 jilid. Demikian itu dengan mengambil ‘brah dan pengajaran dari sejarah umat dahulu kala. Haji ke Mekkah. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahsa arab telah menimbulakan hasarta besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yagn tetap populer sampai saat ini.

Kumpulan Do’a. alBaqoroh hingga pada akhir surawt an-Naas (30 Juz)untuk dapat membuka mengetehui isi al-Quran ini dengan mudah. kemudian yang ketiganya terdapat dalam surat al-Baqoroh. 14.3. Manasik haji. Said. apabila mendapatkan nikmat diucapkan Alhamdulillah………I. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. Moral Pembangunan dalam Alam. untuk murid-murid SMP. M.. 13. untuk orang dewasa.. kuliyah untuk kursus-kursus. orang-orang yang dimurkai dan orang – orang yang sesat………2. 33. Marilah ke Al-Qur’an. Pkok-pokok Pendidikan/Pengajaran. Surat Al-A’la--898……dan seterusnya. Ilyas M. 4 Madzhab. sebelum mengerjakan pekerjaan yang beik diucapkan Bismillah…. kita dapat membuka dan melihat pada halaman belakang yaitu Daftar Surat dan isi Tafsir alQuran Karim disini ditulis surat dan beberapa tema yang biasa di kaji beserta nomor urut halaman. Kemudian seterusnya dihalaman belakang kitab terdapat daftar isi surat-surat al-Quran beserta nomor halaman yang memudahkan pembaca dalam pencarian surat seperti surat al-A’raf……. untuk tingkat tsanawiyah. Setelah daftar isi dan surat-surat kemudian juga terdapatdaftar isi juz-juz al-Quran yang tujuannya memudahkan pembaca dalam pencarian sebuah ayat al-Quran seperti juz ke-1…. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. yang berhubungan dengan keimanan. akhlaq. 4 Madzhab. untuk tingkat Aliyah. 35. Setelah penaduhulan kemudian langsung kepada ayat al-Quran berupa terjemahan dan dibawahnya langsung dijelaskan tafsirnya yang diawali dengan surawt al-fatihah. 34. Juz Amma dan terjemahnya. Hukum perkawinan dalam Islam. Mahmud Aziz. untuk anak-anak SD. 3 jilid. untuk tingkat Aliyah 19. . untuk Muballigh-Muballigh / umum. Fak. dan seterusnya. 24. 28. 15. 21. seperti orang-orang yang bertaqwadan sifat-sifatnya………. Tafsir al-Quran ini dibelakangi juga terdapat beberapa kesimpulan isi al-Quran. Do’a-do’a Rasulullah. 16. Pedoman Dakwah Islamiyah. dan ilmu pengetahuan. 37. 17. hokum-hukum.2-8. Tarbiyah / PGAA 30. Pelajaran Sembahyang. 26.…. Beriman dan Berbudi Perkerti. 27. untuk tingkat Aliyah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Disamping itu kitab tafsir ini terdapat daftar kesimpulan isi al-Quran. Akhlaq (bahasa Indonesia). Dasar-dasar Negara Islam. bersama St. Metodik Khusus Pendidikan Agama. untuk tingkat Aliyah. Ali. 23.I. Pemimpin Pelajaran Agama. ekonomi. Perbandingan Agama. mahasiswa/umum. 36. petunjuk atau pengajaran. Ilmu Mustalahul Hadist. Sejarah PEndidikan Islam (umum). 25.10. kuliyah untuk dakwah. 20. Sejarah Islam di Minangkabau. 12 Hukum Warisan dalam Islam.. Kesimpulan isi al-Quran. 11. Fak..I. C. Ilmu Jiwa kanak-kanak. 22. 31. untuk tingkat tsanawiyah/PGA bersama H. Soal Jawab HUkum Islam. untuk tingkat Aliyah. Sistematika Tafsir Sistematika Tafsir karangan Mahmud Yunus susunannya diawali dengan pendahuluan yang di dalamnay dijabarkan tentang penulisan dan usaha yang ditempuh oleh Mahmud Yunus ketika beliau menterjemahkan dan menerbitkan al-Quran tersebut. 18. Allah dan Makhluq-Nya. dan seterusnya. Fak. dlaam penyelidikan baru. bersama H. 32. Juz ke-2……29. Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik. Tarbiyah / PGAA 29. untuk tingkat Aliyah. Tarbiyah / PGAA. Metodik Khusu bahasa Arab.

Tafsir dengan umum bahasa arab bagi Ahli Ilmu Lughah. Tafsir dengan tafsir Aqli bagi Mu’tazilah. f). c). Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. Tafsir dengan perkataan tabi’in. Ibnu Katsir juz 1 hal 3 3. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. Tafsir al-Quran in sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. Al-Qasimy juz 1 hal 7 4. seperti hadist Bukahri dan Muslim. tafsir al-Quran dengan al-Quran. Sistematika Penafsiran Dalam tafsir Mahmud Yunus ini telah dijelaskan sebelumnhy bahwa didalamnya dibelakangi kitab terdapat kesimpulan isi al-Quran. Yafsir dengan hadist yang shahih. karena ayat-ayat itu tafsir-menafsirkan dan jelas-menjelaskan antara satu dengan yang lain. E. F. karena berhubung tafsir al-Quran in berubah halamanny adari cetakan yang lama ke percetakan yang beru dan karangan ini.D. Fajrul Islam juz 1 hal 199 5. b). Tafsir dengan perkataan sahabat. Hal ini menurut pendapat bahwa ijma’ itu hujjah. bila mereka ijma’ atas semua tafsir. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. pertama dari juz 1 sampai dengan 10 n. Tafsir dengan Ijtihad bagi Mujtahid. tiga jilid. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. Sumber-sumber Tafsir al-Quran Mahmud Yunus Setelah mempelajari: 1. g). Metode dan Corak Tafsir Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. . surat demi surat. bukan menurut pendapat dan pikirannya. Tafsir at-Thabaryjuz 1 hal 42 2. Sekali-kali tidak boleh dengan hadist yagn Maudlu’ dan Dlo’if. Selain dari pada itu ada lagi tafsir Akil menurut Syi’ah dan tafsir Shufi bagi ahli Tasawwuf. d). Zhurul Islam juz 2 hal 40-43 dan juz 3 hal 37 Dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumber-sumber tafsir itu tujuh: a). tapi khusus dengan menerangakan sebab-sebab turunnya sayat. ini tidak dapat di muat diawal kitab. e). kedua .

petunjuk/pelajaran. ? Keterangan-keterangan ayat ditaruh dan diletakkan didalam ayat yang bersangkutan. meskipun beberapa ayat di tiap-tiap hari. H. Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: . Jika orang yang mengeluarkan mutiara itu hanya memekai perkakas lama dan serba kurang. bahwa mutiara yang ada dalam al-Quran itu telah habis. Oleh sebab itu hendaklah tiap-tiap orang islam membiasakan membaca al-Quran. tetapi janganlah kita sangka. Jika selalu kita membaca al-Quran dan memperhatikan isinya. G. Tetapi meskipun begitu.. supaya bersama-sama ke jurusan itu. niscaya mereka akan mendapat kemajuan dan keselamatan dari dunia sampai akherat. akhlaq. ? Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. Sebenarnya kaum Muslimin memuliakan dan menjunjung tinggi al-Qran . Maka bagitulah juga dalam mengeluarkan hukum-hukum dan ilmu pengetahuan dari dalam Quran itu. Kedua aspek tersebut dijelskan ketika dianggap perlu atau kadang pula suatu ayat. sekurang-kurangnya hendanyalah dibacanya” kesimpulan isi al-Quran” ini. ekonomi dan ilmu pengetahuan. sehingga mudah mempelajarinya tanpa memeriksa ke halaman-halaman yagn lain. Bahkan mahasiswa-mahasiswa dapat memperluas bahasa arabnya. ? Teks al-Quran terjemahannya disusun sejajar dan setentang. supaya bertambah kaimanan kita kepada Allah swt. tapi jika mereka ditanya apa isi quran itu? Mereka tidak bias menjawab apa-apa. suatu lafadz dijelaskan arti kosakatakatanya. Saudara-saudara yang tidak sanggup membaca al-Quran dari awal sampai tamat. bahkan masih banyak lagi yang tersembunyi di sana sini. Kesimpulan Tafsir al-Quran Mahmud Yunus ini mudah untuk dipelajari dan dipahami kaerna di dalamnya sudah kategori-kategori membuka kitab tafsir tersebut dan didalamnya juga terdapat beberapa kesimpulan yang memudahkan kita untuk mengetahui isi kandungan tafsir tersebut secara garis besar kesimpulan isi al-Quran. dan supaya bersih hati kita kita dari pada sifat yang tidak baik. sedangakan lafadz yang lain dijelaskan arti kosa katanya. Sesunggunhnya mengeluarkan hukum-hukum atau ilmu pengetahuan dan yang lain-lain dari dalam al-Quran tak ubahnya seperti mengeluarkan mutiara dari dalam lautan. bahkan dijelaskan secara terperinci dengan memperlihatkan penggunaan istilah itu pada ayat-ayat yang lain. tentu mereka dapat menjawabnya. Tetapi apabila ia mempunyai perkakas yang modern serta sempurna. serta mengajak teman sejawat. Inilah kesimpulan isi al-Quran yang berhubungan dengan keimanan. Keistimewaan Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus Adapun keistimewaannya adalah: ? Terjemahan al-Quran disusun baru. Dengan demikian mudah mengetahui nomornomor ayat al-Quran dalam teks bahasa arab dan terjemahanny adalam bahasa Indonesia. diterangkan dengan ijmal (kesimpulan) saja. niscaya akan terbuka juga bagi kita rahasiarahasianya yang lain. Apabila orang-oarang islam menurut sebagaimana yang termaktub didalamnya itu. Sekarang dengan keluarnya “kesimpulan isi al-Quran “ ini. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. tentu ia menghasilkan mutiara yang amat banyak. hokum-hukum. tentu ia dapat mengeluarkan sedikit saja. serta mudah difahami oleh pembaca. sedengkan lafadz yang lain dijelaskan arti globalnya karena mengadung suatu istilah.dalam tafsir Mahmud Yunus. seperti cetakan yang lama. Oleh sebab itu hendaknya tiap-tiap kita bersungguh-sungguh mengikutinya sekedar tenaga. Meskipun sekarang telah kita usahakan mengeluarkan apa-apa yagn tersebut dalam kitab ini. setengahnya berupa masalah-masalah ilmiyah yang harus dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa. mutiara yang dalam lautan itu tidak juga akan habisn-habisnya. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia.

Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Ensiklopedi Islam .Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Tafsir al-Quran Mahmud Yunus. supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. Studi Analisis Surah Al-‘An’am Ayat 74-79. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Referensi: => Mahmud Yunus. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anakanaknya yang masih lemah (kecil). yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. => Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Demikian hukum islam. => Abdul Ghofur. Menurut islam. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. berwasiat itu hukumnya sunnah. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. Faham Tauhid Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Katsir. bila ia meninggal dunia.

menjelaskan apa yang dimaksud tiap-tiap ayat. tafsir al-Manar karya Muhammad Rasyid Ridha. kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Dalam kitab tafsir ini Hasbi ash-Shiddieqy banyak mengutip dari rujukan-rujukan mu`tabar (otoritatif). Tidak hanya tafsir klasik. semisal. tafsir al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari. Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. yaitu mudhi'i tahlili karena dibuat berdasarkan urutan dan susunan Al-Qur'an. Melihat sederet rujukan yang digunakan. Tafsir An Nur menggunakan dua metode sekaligus. dan pendapat yang kuat. Dr. dan juga metode maudhu'i (tematik) karena sebelum menjelaskan tafsir suatu surah terlebih dahulu dijelaskan gambaran umum surah tersebut. sebagai sebuah kitab tafsir yang ringkas namun lengkap. Hasbi ash-Shiddieqy menggarap karya tafsirnya ini dengan sangat serius. yaitu ilmu yang mempelajari media-media yang diperlukan untuk menafsirkan al-Qur’an. dari para peneliti sampai para pemula.M.Tafsir Al-Qur'anul Majid atau yang lebih dikenal dengan nama TAFSIR AN-NUR ini adalah salah satu karya monumental ulama Indonesia asal Aceh. Dapat pula digolongkan sebagai at-tafsir bil-ma'tsur (tafsir dengan riwayat). dan kitab-kitab as-Sunan. dan tafsir al-Wadhih. yaitu penjelasan suatu ayat dengan ayat lain atau dengan hadits dan atsar yang shahih . tafsir al-Qurthubi. Karenanya. ***** . Ini adalah kitab tafsir lengkap pertama karya ulama ahli tafsir Indonesia yang diterbitkan di Indonesia. Selain kitab-kitab tafsir. tafsir Jami` al-Bayan karya ath-Thabari. dan dengan bentuk penyajian yang rinci. Pembahasan ayat disertai keterangan hadits. dalil. tafsir ulama muta’akhkhirin juga menjadi sumber ash-Shiddieqy. Tafsir inilah pula yang menjadi rujukan Terjemah Qur'an Departemen Agama yang pertama tahun 1952. kitab Tafsir An-Nur ini dilengkapi pula dengan transliterasi huruf ke Arab ke dalam huruf latin. Tafsir ini mudah dicerna oleh semua golongan masyarakat. wajar bila Tafsir an-Nur menjadi sebuah karya yang cukup diperhitungkan dan menjadi rujukan kalangan intelektual di Indonesia. Tafsir ini juga dapat digolongkan sebagai at-tafsir bil ra'y (tafsir berdasarkan ijtihad). tafsir al-Qasimi. dan atTafsir al-Kabir karya Fakhruddin ar-Razi. Tafsir al-Qur’an al`Azhim karya Ibnu Katsir. tafsir al-Maraghi. walaupun tidak semua ayat dijelaskan dengan metode tersebut. Untuk membantu para pemula dalam membaca dan mendalami Al-Qur'an. yaitu Prof. ayat per ayat dan surah per surah. Tafsir An-Nur pertama kali terbit pada tahun 1956. ia juga merujuk kepada kitab-kitab induk hadis yang mu`tamad (dipercaya). Sebut saja di antaranya. tampaknya T. seperti. Teungku Muhammad (TM) Hasbi ashShiddiegy. terlebih lagi ia mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam bidang ushul at-tafsir.

Salah satu kegiatan kelompok ini adalah menerbitkan majalah al-Basyir dengan Mahmud Yunus menjadi pemimpin redaksinya. purifikasi dan modernisasi. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. ilmu tafsir. Sumatera Barat. Mahmud sempat selama tiga tahun menimba ilmu di sekolah desa. Namun saat duduk di kelas empat. Gurunya adalah kakeknya sendiri. Dia pun berkeinginan melanjutkan studi ke madrasah Dar al-Ulum yang . Dalam bidang keilmuan Alquran.[1] Bersama staf pengajar lainnya yang bergiat di gerakan pembaruan. Umumnya pembaruan Islam terwujud dalam dua bentuk. Tetapi dia merasa belum cukup dengan apa yang telah diperoleh lantaran peningkatan pengetahuan umumnya belum terpenuhi. at-Tarbiyah wa at-Ta’lim yang juga terdiri dari tiga juz. Sejak kecil. Karenanya para santri di surau/pesantren HM Umar Thaib diwajibkan mempelajari ilmu agama. Maksudnya agar para santri dapat juga memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut bagi peningkatan kesejahteraan umat dan perkembangan Islam. Mahmud dapat menyerap semangat pembaruan yang dibawa. Mahmud Yunus dididik dalam lingkungan agama. seorang tokoh pembaru Islam di Minangkabau.Mahmud Yunus adalah seorang tokoh pendidikan nasional. yang dilakukan oleh para alumni adalah gerakan purifikasi untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. berbagai kendala dihadapi. Biografi Sosial-Intelektual. Mahmud Yunus dikenal sebagai seorang tokoh pembaharu dalam metode pengajaran bahasa Arab. fikih Hanafi dan sebagainya. ditekankan penguasaan pengetahuan umum serta bahasa Eropa. karya-karyanya banyak dipergunakan di sekolah-sekolah khususnya di pesantren. Mahmud mulai belajar Alquran serta ibadah lainnya. Mahmud Yunus lahir di desa Sungayang. Tidak mudah untuk mewujudkan hasratnya itu. Pertemuan itu secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran pembaruan Mahmud. Ibundanya bernama Hafsah binti Imam Samiun merupakan anak Engku Gadang M Tahir bin Ali. Kairo. tahun 1924. Nah. dia merasa tidak betah lantaran seringnya pelajaran kelas sebelumnya diulangi. Beberapa karyanya yang lain adalah seperti al-Fiqh al-Wadhih (fikih sederhana berbahasa Arab) yang terdiri dari 3 juz. asuhan HM Thaib Umar. hari Sabtu 10 Pebruari 1899. B. Mahmud Yunus seorang murid yang cerdas. Disebutkan dalam buku Tokoh dan Pemimpin Agama. Karya ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Misalnya dalam karya Al-Munir. pendiri serta pengasuh surau di wilayah itu. Dia tidak pernah masuk ke sekolah umum. Namun pada akhirnya kegigihan Mahmud Yunus dapat mengantarkannya ke al-Azhar. Di sana dia mempelajari ilmu ushul fiqh. Hanya dalam tempo setahun. Interaksi yang kian intens dengan gerakan pembaru. Saat Mahmud belajar di Madras School antara tahun 1917-1923. beliau berhasil menulis Tafsir Alquran al-Karim. Keluarganya adalah tokoh agama yang cukup terkemuka. tahun 1908. mendorongnya untuk menimba pengetahuan lebih jauh di Mesir. tahun 1920 Mahmud membentuk perkumpulan pelajar Islam di Sungayang bernama Sumatera Thawalib. Dia pun memutuskan pindah ke madrasah yang berada di Surau Tanjung Pauh bernama Madras School. Ayahnya bernama Yunus bin Incek menjadi pengajar surau yang dikelola sendiri. dia berhasil mendapatkan Syahadah Alimiyah dari alAzhar dan menjadi orang Indonesia kedua yang memperoleh predikat itu. Melalui karya-karya gurunya itu. Biografi Mahmud Yunus. Beliau sendiri mempunyai karya yang berupa kamus Arab-Indonesia yang masih mudah didapatkan saat ini. Ketika menginjak usia tujuh tahun (1906). Dia diminta untuk mewakili gurunya. Batusangkar. terutama berkat pandangan-pandangan yang dikemukakan sejumlah tokoh pembaru seperti Abdullah Ahmad serta Abdul Karim Amrullah. Mahmud Yunus mulai terlibat di gerakan pembaruan saat berlangsung rapat besar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. Sejarah mencatat HM Umar Thaib amat berpengaruh terhadap pembentukan keilmuan Mahmud Yunus. sebagai seorang yang mempunyai spesialisasi dalam bidang bahasa Arab. bahasa Eropa maupun ilmu pengetahuan umum.

atau apa yang dikatakan Rukun Iman. Dr. Pada tahun 30-an. Ini amat menggembirakan Mahmud Yunus yang lantas mendirikan dua lembaga pendidikan Islam. Mahmud Yunus meninggal dunia[2] B. Dia dimasukkan sebagai mahasiswa di kelas bagian malam (qiyam lail). pengetahuan umum. Mahmud Yunus telah menulis di dalam kitabnya Tafsir Quran Karim" mengenai iman. dia kembali ke kampung halamannya di Sungayang Batusangkar. bahasa Eropa di Adabiyah School. 3. namun juga menunjukkan bagaimana secara didaktis-metodis modern para siswa menguasai bahasa tersebut dengan cepat dan mudah. Tahun 1929. Pengajaran pengetahuan umum di sekolahnya sebenarnya tidaklah baru. Beliau menyatakan seperti berikut: "Iman (percaya) yaitu: Beriman kepada: 1. Sepanjang hidupnya. Pada bidang pengajaran bahasa Arab. yakni al-Jami'ah Islamiyah di Sungayang dan Normal Islam di Padang. Sementara Mahmud menambahkan beberapa pelajaran umum semisal ilmu alam. Tahun 1982. Ilmu yang diajarkan berupa ilmu agama. Lantas tahun 1943 dipilih menjadi Penasehat Residen mewakili Majelis Islam Tinggi. Awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. Setelah itu. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. ilmu jiwa dan ilmu kesehatan. Malaekat-malaekatNya. 5. Pada tahun 1982. Rasul-rasulNya. Dua penekanan dalam pembaruan Mahmud Yunus di lembaga pendidikannya yakni pengenalan pengetahuan umum dan pembaruan pengajaran bahasa Arab. tahun 1931. al-Jami'ah Islamiyah terpaksa ditutup tahun 1933. Di kedua lembaga inilah dia menerapkan pengetahun dan pengalaman yang didapatnya di Dar al-Ulum. Semua mahasiswanya berkebangsaan Mesir. pembaruan Mahmud Yunus tak hanya menekankan penguasaan bahasa Arab. yakni pemikiran yang bercorak aliran al-Qadariyah dalam masalah takdir Prof. dia juga aktif di organisasi Islam antara lain menjadi salah satu anggota Minangkabau Raad. H. ilmu mengajar. mulai 1931-1938 dan 1942 dan 1946. Mahmud Yunus kemudian meneguhkan diri untuk mengikuti seluruh persyaratan yang diminta dan terbukti mampu memenuhi. dan tata buku. dia memperoleh gelar doctor honoris causa di bidang ilmu tarbiyah dari IAIN Jakarta atas karya-karyanya dan jasanya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Berikut akan penulis sajikan pemikiran Mahmud Yunus yang tertuang dalam karyanya. Gerakan pembaruan di Minangkabau saat itu makin berkembang. Tercatat dia menjadi orang Indonesia pertama yang masuk Dar al-Ulum. 4. Pemikiran Mahmud Yunus Dalam Tafsir Alquran al-Karim. 2. Kuliah Mahmud Yunus berakhir dengan lancar. Kitab-kitabNya. Allah. Tahun 1909 Abdullah Ahmad sudah mengajarkan berhitung. kecuali Mahmud Yunus. bahasa Arab. Sedangkan Normal Islam hanya menerima tamatan madrasah 7 tahun dan dimaksudkan untuk mendidik calon guru. Dia memimpin Normal Islam selama 11 tahun. Karena kekurangan tenaga pengajar. hitung dagang. Demikian pula di kementerian agama yakni dengan menjabat selaku Kepala Penghubung Pendidikan Agama.memang mengajarkan pengetahuan umum. dia mendapat ijazah diploma guru dengan spesialisasi bidang ilmu kependidikan. Kairo. Hari yang kemudian atau kiamat (surat al-Baqarah: 285) .

Namun. jika mereka dimasukkan ke dalam neraka. dan kemudian. Takdir adalah (takdirullah) sesuatu yang ditentukan oleh Allah terlebih dahulu. adalah tambahan kepada ajaran Allah. maupun yang buruk. yang keenam. diajar oleh "hadits Nabi s. tidak percaya. karena bertentangan dengan sifat dan ajaran Allah yang sebenarnnya. Di samping itu. (QS al-Qamar: 49). atau. Hal ini disebutkan dalam Alquran: ‫ننا‬ ً‫س ا‬ َ) ‫ح‬ َ) ‫قنا‬ ً‫ز ا‬ ْ‫ر ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) ‫را‬ ً‫ك ا‬ َ) ‫س‬ َ) ‫ه‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ن ُم‬ َ) ‫ذو‬ ُ‫خ نو‬ ِ‫ت ُم‬ َّ‫ت ه‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫ع‬ ْ‫ل ِل‬ ْ‫وا )َِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫خثي ُم‬ ِ‫ن ُم‬ َّ‫ت ال ه‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫م‬ َ) ‫ث‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) "Dan daripada buah-buahan palma dan anggur. apakah seseorang mau menyembah-Nya atau tidak. terlebih dahulu.'" (QS al-Kahfi: 29) Contoh kedua ialah dalam masalah buah-buahan dan anggur yang Dia rezekikan. manusia diberi kuasa memilih. Seolah-olah mempercayai Tuhan itu zalim. neraka baginya di akhirat kelak. rukun yang keenam.6.w.a. Allah sudah tentukan. Ajaran percaya kepada taqdir telah mengelirukan sesetengah umat Islam." (QS an-Nahl: 67) lalu bolehkah orang yang mabuk berkata kemudian bahwa dia menjadi seorang pemabuk karena Allah telah menakdirkannya demikian? dia telah diberi pilihan untuk mengambil "rezeki yang baik" dari buah-buahan tersebut! . setelah diizinkan-Nya. dan rezeki yang baik. Dai dalam Alquran disebutkan: 33)‫ن‬ َ) ‫منو‬ ُ‫ل نو‬ ِ‫ظُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫م‬ ْ‫ه ِل‬ ُ‫س نو‬ َ) ‫ف‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننوا‬ ُ‫كنا نو‬ َ) ‫ن‬ ْ‫ك ِل‬ ِ‫ل ُم‬ َ)‫و‬ َ) ‫لل‬ ُ‫م ا نو‬ َّ‫ه‬ ُ‫ه نو‬ ُ‫م نو‬ َ) ‫ل‬ َ)‫ظ‬ َ) ‫منا‬ َ) ‫و‬ َ) ) "Allah tidak menzalimi mereka. 49)‫ر‬ ٍ)4 ‫د‬ َ) ‫ق‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ه ُم‬ ُ‫ننا نو‬ َ) ‫ق‬ ْ‫ل ِل‬ َ)‫خ‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫ي‬ ْ‫ش ِل‬ َ) ‫ل‬ َّ‫ك ه‬ ُ‫ننا نو‬ َّ‫إ ه‬ ِ‫)ُم‬ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Di dalam Alquran disebutkan: ‫نو ي‬ ِ‫شش ُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫هش ُم‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫كنا ِل‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫مششنا‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ثنوا ُم‬ ُ‫غششنا نو‬ َ) ‫ي‬ ُ‫ثنوا نو‬ ُ‫غثي نو‬ ِ‫ت ُم‬ َ) ‫سش‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ن‬ ْ‫إ ِل‬ ِ‫وُم‬ َ) ‫هنا‬ َ) ‫ق‬ ُ‫د نو‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫سش‬ ُ‫م نو‬ ْ‫هش ِل‬ ِ‫ب ُم‬ ِ‫ط ُم‬ َ) ‫حششنا‬ َ) ‫أ‬ َ) ‫را‬ ً‫نششنا ا‬ َ) ‫ن‬ َ) ‫مثي‬ ِ‫ل ُم‬ ِ‫ظشناُم‬ َّ‫لل ه‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫د‬ ْ‫ت ِل‬ َ) ‫ع‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننا‬ َّ‫إه‬ ِ‫ر ُم‬ ْ‫ف ِل‬ ُ‫ك نو‬ ْ‫ثي ِل‬ َ)‫ل‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ؤ ُم‬ ْ‫ثي ِل‬ ُ‫لنو‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫ف‬ َ) ‫م‬ ْ‫ك ِل‬ ُ‫ب نو‬ ِّ‫رك‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُّ ‫ح‬ َ) ‫ل‬ ْ‫ل ا ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُ‫و نو‬ َ) 29)‫قنا‬ ً‫ف ا‬ َ) ‫ت‬ َ) ‫ر‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ت نو‬ ْ‫ء ِل‬ َ) ‫سنا‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ب‬ ُ‫را نو‬ َ) ‫ش‬ َّ‫س ال ه‬ َ) ‫ئ‬ ْ‫ب ِل‬ ِ‫ه ُم‬ َ) ‫جنو‬ ُ‫نو نو‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫)ا ِل‬ "Katakanlah. lima daripada enam rukun iman itu telah diajar oleh Allah. dan hendaklah sesiapa yang menghendaki. Manusia diizinkan-Nya membuat minuman yang baik dan yang memabukkan.) Sebelum diteruskan tulisan di sini. maka hendaklah sesiapa yang menghendaki. percaya. Kuasa untuk memilih itu agak jelas ditunjukkan apabila Dia menurunkan yang benar. atau memilih untuk tidak percaya kepadanya. Sehingga ada yang percaya seperti. itu adalah karena Allah sudah takdirkan baginya . Ayat tersebut ada pada an-Nisa:136. Maka.atau. tetapi diri-diri mereka sendiri mereka menzalimkan.a. Percaya kepada taqdir (dalam hadits Nabi s. 'Yang benar adalah daripada Pemelihara kamu. kamu mengambil daripadanya minuman yang memabukkan. Dia tidak mencipta segala sesuatu tanpa menurut ukuran tertentu. Dia mencipta manusia dan jin untuk menyembah-Nya. Percaya kepada taqdir." (QS an-Nahl:33) Memang benar kata orang-orang yang percaya kepada takdir yaitu semuanya datang dari Allah. tidak didapati tercatat di dalam ayat al-Baqarah tersebut.w. Dan. memberi kebebasan kepada manusia untuk percaya kepadanya. Dengan itu." Justru. penentuan dari Allah. yang baik. yang terakhir. ingin ditegaskan bahwa rukun yang kelima seperti yang dicatat itu. Kepercayaan tersebut adalah penyimpangan dalam Islam. percaya kepada takdir artinya percaya bahwa segala-galanya sudah ditentukan oleh Allah terlebih dahulu.

wajarlah ia ditolak. atau yang menggunakan akal fikiran. sehingga mereka berdua melanggar perintah Allah. kepada manusia untuk dipakai semasa menggunakan kuasa memilih tersebut. Tafsir Alquran al-Karim karya Mahmud Yunus ini adalah tafsir ijmali yakni hanya menafsirkan ayat secara global saja. Namun selain itu ternyata dalam pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya Tafsir Alquran al-Karim. dan pembaharu dalam pendidikan. dapat dikatakan bahwa karyanya ini merupakan tafsir bir-ra’yi[4] meskipun ada banyak sumber yang berupa riwayat-riwayat dipergunakan sebagai penafsir bagi ayat-ayat tertentu. Metode-metode yang dibangun oleh beliau sangat berpengaruh dalam pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Bila melihat sumber penafsiran yang digunakan di dalam Tafsir Alquran al-Karim. Tafsir Alquran al-Karim: Kajian Kritis. Mereka yang tidak menggunakan ketiga-tiga potensi itu akan dimasukkan ke dalam Jahanam. Percaya kepada Takdir bukanlah rukun iman dalam Islam. mereka berdua. Semua hadis yang menyatakan ajaran tersebut pada dasarnya dapat dibantah karena bertentangan dengan ajaran Alquran itu sendiri. Oleh yang demikian. mereka tidak bisa beralasan dengan mengatakan bahwa telah menakdirkan mereka untuk masuk neraka.[3] C. kemudian. 1. Akan tetapi. Namun pada beberapa ayat. Mahmud Yunus juga merupakan seorang pembaharu pemikiran ummat muslimin. Di Jahanam nanti. ialah kejadian Adam. tetapi keburukan yang menimpa orang itu merupakan akibat dari usahanya sendiri. Karena itu.Ayat itu juga menyebut mengenai kaum yang memahami. Adam dan isterinya telah dapat diperdaya oleh Syetan. Dari ayat yang menceritakan tentang peristiwa tersebut. . Pembaharu Pemikiran. Jadi. beliau memberikan perhatian lebih hingga terlihat corak penafsiran tahlilil. Dr. Memang benar juga kata mereka yang percaya kepada takdir bahwa Allah mengetahui segala-galanya. Potensi lain adalah penglihatan dan pendengaran. tidak kelihatan bahwa Allah telah menentukan terlebih dahulu bahwa Adam dan isteri akan makan daripada pohon tertentu. Di dalam kitab-kitab hadis terdapat beberapa buah hadis. seperti yang telah dinyatakan oleh Prof. Akan tetapi. Corak pemikiran al-Qadariyah ini memang sungguh kental pada pemikiran beliau. 3. yang kononnya telah disabdakan oleh Nabi. 2. Dia mengetahui bahwa seseorang itu akan ditimpa keburukan. meminta ampun serta bertaubat kepada Allah. Corak bir-Ra’yi dan bil-Ma’tsur. yang juga merupakan salah satu karunia terbesar Allah swt. ajaran tersebut bertentangan dengan kehendak-Nya Ajaran yang bertentangan dengan ajaran Allah itu datang dari hadis. Mahmud Yunus. mengenai kepercayaan tersebut. Tahlili atau Ijmali[5] Pada dasarnya. ajaran Percaya kepada takdir memang tidak dianjurkan Allah. mengetahui dan menentukan sesuatu adalah dua perkara yang jauh berbeda. Mahmud Yunus merupakan seorang tokoh pendidikan. Bukti terakhir untuk menunjukkan bahwa Allah tidak menentukan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kepada seseorang. Terlepas dari pengaruhnya terhadap pemikiran ummat muslimin. Malah. seperti yang diajar oleh hadis. Mahmud Yunus menginginkan Ummat Islam sebagai ummat yang dinamis yang tidak hanya bersandar kepada takdir seperti yang banyak diyakini oleh ummat Islam pada masanya.

Yang merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Penekanannya terhadap penolakan kepercayaan takdir merupakan antisipasi terhadap statisnya dinamika kehidupan ummat Islam. . Penutup. Mahmud Yunus lebih dikenal sebagai tokoh pendidikan yang mempunyai spesialiasi dalam bidang ilmu Bahasa Arab. Beliau beranggapan bahwa iman terhadap qada dan qadar bukanlah termasuk dari rukun iman karena tidak didapatkan dalam Alquran dan banyak ayat-ayat yang menentangnya. Kepercayaan ini didapatkan dalam hadis.D. beliau menulis Tafsir Alquran al-Karim. Salah satu pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya ini adalah gugatan terhadap kepercayaan yang berlebihan akan takdir. Dalam bidang tafisr. akan tetapi hadis tersebut menurut beliau lemah karena bertentangan dengan Alquran.

KEILMUAN T. KELAHIRAN DAN LATAR BELAKANG KELUARGA Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dilahirkan di Lhokseumawe pada 10 March 1904. T. dengan ukuran 15 x 22 cm. Dr. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad iaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943).Beliau mempelajari bahasa Arab daripada gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . Jelasnya. BIOGRAFI PENGARANG 1.M Hasbi ash Shiddieqy. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. 3. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. Dikarang oleh tokoh agung yang tidak asing lagi iaitu Prof. T. kitab tafsir ini banyak memberi sumbangan terhadap pengajian dan pembelajaran Ulum al-Qur’an di Nusantara. Dr.Disertasi Ilmiah 4 . Kitab ini dinamakan Tafsir al-Bayan diambil sempena ayat al-Qur’an. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. surah Ali ‘Imran ayat 138. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. Pada tahun 1926 T. Kitab ini juga mempunyai keistemewaan dan perbezaan yang tersendiri berbanding dengan kitab-kitab tafsir lain. Prof. Dr.M Hasbi ash Shiddieqy menggunakan metode tersendiri dalam menyusun dan mengolah Tafsir al-Bayan dan mempunyai kelainan dengan karya yang pertamanya.t : ‫نثيقتملل ﺔﻆعنوم نو ﻯدﻫنو ﺱنانلل ننايب‬ Yang bererti: “Al-Qur’an adalah penerangan (penjelasan) bagi seluruh manusia dan nasihat bagi mereka yang bertakwa” Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”. seorang ulama’ berbangsa Arab. PENDIDIKAN Prof.Tafsir al-Bayan oleh Prof. Tafsir al-Bayan adalah kitab tafsir dan terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang di hasilkan pengarang seawal tahun 60-an lagi. Cetakan pertamanya ialah pada tahun 1971 yang diterbitkan PT. Menurut salasilah. Bandung. Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) iaitu khalifah yang pertama. Frman Allah s. [1] 2. Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Almaarif. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. Khidmatnya masih digunakan sehingga ke hari ini.w.M Hasbi ash Shiddieqy merupakan seorang ulama’ Indonesia yang terkenal. Hasil karya ini terdiri daripada dua jilid dan merupakan karya kedua beliau selepas Tafsir an-Nur. Dr. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok.M Hasbi ash Shiddieqy PENDAHULUAN Tafsir al-Bayan merupakan sebuah kitab tafsir yang unggul di rantau ini. Beliau memiliki kepekaran [ . T.

Menurutnya. kebanyakan umat Islam. difahami oleh umat Islam melalui metode ijtihad untuk diadaptasikan setiap perkembangan yang berlaku dalam masyarakat. Namun begitu begitu. hukum fiqh yang dianuti oleh masyarakat Islam Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan keperibadian bangsa Indonesia. al-Syafi’i dan Ahmad ibn Hanbal.M Hasbi ash Shiddieqy pernah diundang dan menyampaikan makalah dalam International Islamic Colloquium yang diadakan di Lahore Pakistan (1958). Beliau turut menganggotai Organisasi Muhammadiyah. PEMIKIRAN Seperti ulama’ lain. KETOKOHAN T. baik dalam hubungannya dengan sesama manusia mahupun hubungan dengan Tuhannya. dan dari IAIN Sunan KalijagaYogyakarta pada 29 Oktober 1975. walaupun kadang-kadang pendapat imam mazhab tersebut ada yang perlu diteliti dan dikaji dengan konteks terkini. Pendidikan yang diterimanya dari pondok-pondok pengajian dan Madrasah al-Irsyad mampu menyerlahkan dirinya sebagai seorang pemikir. 5. tidak beerti ijtihad ulama’ terdahulu harus . T. Sebelum itu.M Hasbi ash Shiddieqy menetap di Yogyakarta pada tahun 1951 dan melibatkan diri secara serius dalam bidang pendidikan. Anugerah tersebut diperolehi dari Universiti Islam Bandung dan (UMSBA) pada 22 March 1975. Tentu sahaja hal ini berbeza dengan keadaan masyrakat kita sekarang. hadith. Malik. Syariat Islam yang bersumbekan wahyu Allah swt. Sebagai alternatif terhadap sikap tersebut. Ruang lingkupnya mencakupi semua aspek kehidupan manusia. dan ilmu kalam. kerana hasil ijtihad mereka tidak terlepas dari situasi dan keadaan sosial budaya serta lingkungan geografik. beliau mencadangkan gagasan perumusan kembali fiqh Islam yang berkeperibadian Indonesia. Mereka terlalu berkecenderungan mengikut mazhab imam-imam tersebut. Ijtihad inilah yang kemudiannya melahirkan fiqh. 4. pada tahun 1960.dalam bidang ilmu fiqh dan usul fiqh.M Hasbi ash Shiddieqy terlibat secara langsung dalam Parti Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) dan mewakilinya dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Hasbi ash Shiddieqy berpendirian bahawa syariat Islam bersifat dinamik. sesuai dengan perkembangan masa dan tempat. Di antara mereka yang terkenal adalah imam-imam mujtahid mazhab empat iaitu Abu Hanifah. Akibatnya. Hasbi masih meneruskan perjuangannya walaupun beliau dimusuhi oleh pihak yang tidak bersefahaman dengannya. beliau diangkat sebagai ketua dalam bidang ilmu hadith di IAIN Sunan Kalijaga.. Kemampuannya sebagai seorang intlektual diakui dunia antarabangsa. T. Beliau mula bergerak di Acheh dalam lingkungan masyarakat fanatik. Beliau menyandang jawatan ini hingga tahun 1972. umat Islam harus mencipta hukum fiqh yang sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia. kitab-kitab fiqh yang ditulis oleh imamimam mazhab diambil sebagai sumber syariat. Pada tahun 1960 beliau diangkat menjadi dekan di Fakulti Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. PENGLIBATAN POLITIK DAN ORGANISASI Pada zaman demokrasi liberal T. Banyak kitab fiqh yang ditulis oleh ulama’ mujtahid. Selama ini terdapat masyarakat Indonesia yang yang cenderung menganggap fiqh sebagai syariat. Namun begitu. Kepakaran beliau dalam pengetahuan Islam dan pengiktirafan ketokohannya sebagai ulama’ dapat dilihat dari beberapa gelaran doktor (honoris cause) yang diterimanya seperti dari Universiti Islam Bandung pada 22 March 1975 dan dari IAIN Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975.M Hasbi ash Shiddieqy telah dianugerahkan dua gelaran Doctor Honoris Cause sebagai penghargaan di atas jasa-jasanya terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan keislaman Indonesia. 6. Menurut Hasbi ash Shiddieqy. Menurutnya. khususnya di Indonesia tidak membezakan antara syariat asal dari Allah swt dan fiqh yang merupakan ijtihad ulama’ terhadap syariat tersebut. tafsir.

Turut hadir almarhum Hamka dan almarhum Mr. fiqh dan pedoman ibadah. KEWAFATAN T. Beliau dimakamkan di permakaman IAIN Ciputat Jakarta. rumusan ijtihad yang diputuskan oleh lembaga ini lebih mendekati kebenaran dan lebih sesuai dengan tuntutan situasi dan kemaslahatan masyarakat.M Hasbi ash Shiddieqy kembali ke rahmatullah tanggal 9 Disember 1975 ketika dalam membuat persiapan untuk menunaikan ibadah haji. tetapi harus diteliti dan dipelajari secara bebas. Dengan demikian. asalkan sesuai dan relevan dengan situasi masyarakat Indonesia dapat diterima dan diterapkan. tetapi juga terdiri dari pelbagai kalangan muslim yang lain seperti. Hasbi ash Shiddieqy berpendapat bahawa pintu ijtihad tidak pernah tertutup. kritis dan terlepas dari sikap fanatik. ulama’ harus mengembangkan dan menggalakkan ijtihad. Moh. masalah mursalah dan urf.maka pendekatan yang dilakukan untuk mengatasinya tidak boleh dikhususkan hanya pada bidang-bidang tertentu sahaja. T. Disebabkan kompleksnya permasalahan yang terjadi akibat daripada kemajuan. Ketiga: Ijtihad dengan mencari hukum-hukum terhadap masalah kontemporari yang timbul akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Rum di hari pengkebumiannnya. untuk menuju fiqh Islam yang berwawasan ke Indonesiaan. Dalam gagasan ijtihad ini memandang metodologi pengambilan dan penetapan hukum (istinbat) yang telah dirumuskan oleh para ulama’ seperti qias. [2] Pada Muqaddimah tafsir ini. HASIL KARYA Semasa hayatnya T. hadith. pendapat ulama’ dari mazhab manapun.M hasbi ash Shiddieqy dalam bidang pentafsiran al-Qur’an selepas karyanya yang pertama iaitu Tafsir An-Nur yang diterbitkan pada tahun 1956. sarjana. ijtihad tidak dapat dilaksanakan dengan efektif jika dilakukan secara individu. dan ahli politik yang mempunyai visi dan wawasan terhadap permasalahan umat Islam. Hukum ini. ahli ekonomi.Dianggotai bukan hanya golongan ulama’. tertarik pula hati saya kepada menyusun al-Bayan”[3].M Hasbi telah menghasilkan 72 judul buku dan 50 artikel dalam bidang tafsir. Dengan demikian. PENGENALAN KITAB TAFSIR AL-BAYAN Tafsir al-Bayan merupakan hasil karya ke dua yang dikarang oleh Prof. budayawan. kerana ijtihad adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan dari semasa ke semasa. Hasbi ash Shiddieqy menawarkan gagasan ijtihad jama’i. pengarang menulis: “Dengan inayah Allah Taala dan taufiq-Nya. Juga pengarang mendapati bahawa terjemahan-terjemahan al-Qur’an yang beredar ditengah-tengah masyarakat perlu dikaji [ [ . setelah saya selesai dari menyusun Tafsir An-Nur yang menterjemahkan ayat dan menafsirkannya. Untuk usaha ini. Kedua: Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum yang semata-mata didasarkan pada adat kebiasaan dan suasana masyarakat di mana hukum itu berkembang. Pertama: Ijtihad dengan mengklasifikasi hukum-hukum keluaran ulama’ mazhab terdahulu. Pengarang menyatakan sebab-sebab penulisan tafsir ini adalah untuk menyempurnakan sistem penterjemahan yang terdapat dalam Tafsir An-Nur karya pertamanya dalam bidang ini. Ini bertujuan agar dapat memilih pendapat yang masih sesuai untuk diterapkan dalam masyarakat. menurut beliau berubah sesuai dengan perubahan masa dan keadaan masyarakat. yang bertarikh Yokyakarta: 21 Mei 1966. ada tiga bentuk ijtihad yang perlu dilakukan. Oleh kerana itu.dibuang sama sekali. Mereka yang duduk dalam lembaga ijtihad masing-masing berusaha memberi buah fikiran yang sesuai dengan keahlian dan dan disiplin ilmu. Menurutnya. istihsan.

Cetakan pertama kitab tafsir ini ialah pada tahun 1971 melalui terbitan PT Almaarif Bandung. Kesemua terjemahan dan tafsiran bagi jilid pertama mengandungi 789 muka surat. Oleh karananya. nyatalah bahawa banyak terjemahan kalimat yang perlu ditinjau dan disempurnakan. Jilid pertama mengandungi nas-nas ayat al-Qur’an bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan ayat 75 surah al-Kahf. Bagi jilid ke dua Tafsir al-Bayan ini. Penterjemahan al-Quran merupakan salah satu cara dakwah yang kesannya cukup mendalam terhadap sesebuah masyarakat kerana isi kandungannya lebih mudah difahami. saya menyusun sebuah terjemah yang lain dari yang sudah-sudah”[4] Karyanya yang kedua ini juga merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang diperkirakan dihasilkan oleh pengarang pada awal tahun 60-an lagi.” Dan Nabi Muhammad s. Jakarta. Cetakan : Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif. mudah-mudahan ada baiknya untuk masyarakat Islam keseluruhannya. Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”.dan ditinjau semula. Penterjemahan yang salah pula membawa kepada kepada kesalahfahaman masyarakat terhadap isi kandungan al-Quran yang akhirnya menjejaskan akidah mereka.a. dimulai dari surah al-Kahf ayat ke 75 dan berakhir dengan surah al-Nas bersama terjemahan dan tafsirannya yang terkandung dalam muka surat 789 sehingga 1604[5]. Oleh itu. Pengenalan Kitab Nama Kitab : Al-Quran dan Terjemahnya (Indonesia) Penterjemah : Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir Al-Quran. penulis cuba meninjau kaedah-kaedah yang digunakan oleh penterjemah terhadap kitab ini. Pengarang berkata di dalam kitab tafsirnya: “Maka setelah saya memerhatikan perkembangan penterjemahan al-Qur’an akhir-akhir ini.w telah bersabda: ‫خثيركم من تعلم القرءان وعلمه‬ “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan yang mengajarkannya. Di kesempatan ini. 1. Kitab ini terdiri dari dua jilid. 2. Kitab yang ada ditangan penulis ini mudah-mudahan membawa manfaat kepada seluruh masyarakat Islam atas usaha-usaha mereka yang murni lagi suci. serta meneliti secara tekun terjemahan-terjemahan itu. walaupun tidak secara mendalam tetapi cukup sebagai satu kepuasan dalam diri. dengan ukuran 15 x 22 cm.segala usaha peterjemahan sepatutnya diberi sokongan penuh kerana usaha mereka terlalu mulia di sisi Islam. Pendahuluan Segala puji bagi Allah yang telah berfirman dalam kitabNya yang mulia: [ 6‫]قد جشناءكم من الل ننور وكتشب مبثين‬ “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.” ( Al-Hadith ) Atas dasar itu penulis merasa satu kenikmatan dan ketenangan apabila terlibat dalam tugas ini. dengan memohon taufiq daripada Allah Taala. Apatah lagi mengkaji kandungan kitab suci al-Quran. Bentuk masyarakat yang berbagai memerlukan kepada kaedah dakwah yang pelbagai. [ [ [ .

M. T. Menurutnya silsilah yang diketahui beliau adalah keturunan ketiga puluh tujuh dari Khalifah Abu Bakr al-Siddiq. H. Ali Maksum. R. Drs. Drs. Beliau berani dalam mengutarakan pendapatnya. Ibunya bernama Teungku Amrah yang merupakan puteri kepada Teungku Abdu Aziz. 3. Bapanya pula bernama al-Hajj Teungku Muhammad Husen bin Muhammad Mas‘ud. Gani. Pada tahun 1958. 5. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal dan diasuh oleh neneknya yang bernama Teungku Syamsiyah. 11. Prof. Dr. A. H. Mereka itu ialah: 1. 7. Prof. Jilid : 1 Jilid 3. Muchtar Jahya. Toha Jahya Omar. Musaddad. Latarbelakang Pendidikan : Beliau mula belajar ketika berusia lapan tahun di beberapa sekolah-sekolah pondok. H. beliau dijemput untuk membentangkan kertaskerja dalam SeminarIslam Antarabangsa di Lahore Pakistan. ( 1418H ) Bil. H. 10. Busjairi Madjidi. Mukti Ali. 3. Walaupun tempoh beliau belajar sedikit tetapi dapat dilihat dari keperibadiannya sebagai seorang pemikir yang hebat. Keturunan : Beliau berdarah campuran Arab. M. Hasbi Ashshiddiqi. penulis ingin mengenengahkan salah seorang tokoh untuk ditonjolkan latarbelakangnya. Saudi Arabia. Karya-karya Yang Dihasilkan : Beliau telah menghasilkan karya-karya dalam bidang [ . M. Prof. Soenarjo S. (Ketua) 2. H. 9. Beliau adalah Prof. Setelah itu belajar di sekolah kerajaan iaitu sekolah al-Irsyad selama satu setengah tahun. K. dipenjara dan sebagainya. T. A. T. pemangku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi. A. Prof. H. H. H. Tarikh dan Tempat Lahir : Dilahirkan pada 10 Mac 1904 di Lhokseumawe yang terletak di Acheh Utara. Gazali Thaib.[7] Di antara kesebelasan anggota di atas. K. H. Beliau adalah orang pertama yang menimbulkan isu perlunya kepada kekinian fiqh yang berkepribadian Indonesia atau istilahnya sebagai “Fiqh Indonesia”. Hasbi Ashshiddiqi. menerbit dan mengedarkan Kitab Tafsir al-Quran dan Terjemahnya kepada masyarakat Islam setempat dan sekitarnya. Keintelektualannya diiktiraf dunia.Medinah Munawwarah. walaupun kerananya ia dimusuhi. Kamal Muchtar. Latarbelakang Keluarga : Keluarganya tergolong dari kalangan ulama pejabat. Bustami A. Cetusan ini telah menimbulkan polemik yang hebat di kalangan para ulamak sezamannya hingga sekarang. 4. Hasbi Ashshiddiqi Nama : Muhammad Hasbi Ashshiddiqi. 6. Prof. 8. Latarbelakang Penterjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir al-Quran merupakan satu badan yang dipertanggungjawabkan oleh Menteri Agama untuk menterjemah. Terjemahan ini mengambil masa lapan tahun (1964-1971) untuk disempurnakan oleh anggota “Dewan Penterjemah” seramai sebelas orang yang terdiri dari kalangan tokoh-tokoh ulama terkenal.1 Biodata Prof.M.

‘Ali ‘Abd Allah Yusuf. Metodologi Penulisan Mukadimah Ia dibahagikan kepada enam bab utama. Fiqhul Mawarith 6. Antara rujukannya seperti. Ternyata penterjemah mengambil rujukan dari kitab-kitab yang muktabar dan pelbagai dan bilangannya sebanyak 105 buah kitab. Mutiara Hadith. Al-Tafsir al-Kabir. 5. Tafsir al-Quran an-Nur. The Holy Qur’an. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadith. Bab Empat : Al-Quran Sebagai Mukjizat. 3. 5. Al-Kasysyaf. Pedoman Shalat 8. Bab Dua : Nabi Muhammad sallallahu ‘alayhi wa sallam. 1. Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas.[9] Bibliografi diletakkan selepas membicarakan bab-bab di atas. 2. Sebagai contoh. Bilangan karyanya mencapai 72 buah buku dan 50 artikel. Gelaran itu ialah Doctor Honoris Causa yang diperoleh dari dua institusi pengajian tinggi di Indonesia. Jami‘ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an.[10] Transliterasi yang digunakan mengikut kaedah Indonesia. Institusi yang pertama ialah Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada 22 Mac 1975 dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29 Oktober 1975. Antaranya seperti: 1. Kriteria Antara Sunnah dan Bid’ah. 4. 7. Al-Fayruz Abadi. Bab Lima : Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan. fiqh dan panduan ibadah umum. hadith. 1. [ [ [ .tafsir. Al-Fakhr al-Razi. 3. Al-Islam.sebagai tanda bacaan fathah yang panjang. Sh = ‫ص‬ 4. Dh = ‫ض‬ 2. Al-Tabari. Gelaran Yang Diterima : Beliau memperoleh dua gelaran sepanjang hidupnya. Bab Enam : Keutamaan Membaca al-Quran dan Cara Bacaannya. aa . 2. Th = ‫ط‬ 3. Al-Zamakhsyari. 4. Anugerah ini diberikan sebagai jasa-jasa beliau terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan pengetahuan keislaman di Indonesia. Pedoman Puasa. Bab Tiga : Kandungan al-Quran. Kembali Ke Rahmatullah : Beliau meninggal pada 9 Disember 1975 dan dikebumikan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Bab Satu : Sejarah al-Quran.[8] 4.

Setiap tajuk itu pula terdapat tajuk-tajuk kecil sebagai pendetilan tajuk-tajuk besar tersebut.sebagai tanda bacaan kasrah yang panjang. Penterjemah membahagikan kepada tajuk-tajuk penting yang ada pada setiap surah dengan ditulis secara huruf besar. ialah berdasarkan ‘tahlili mawdu‘i’. Sebagai contoh.[14] Terdapat nota kaki yang menjelaskan atau mentafsirkan terjemahan yang dibuat.akibat perbuatan buruk.[12] Konsep terjemahan yang dibuat. sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula”. nasikh mansukh. pendefinisian nama pada setiap surah. Golongan Kafir. qiraat dan sebagainya. 3. ia didahului dengan mukadimah yang menyatakan beberapa perkara penting yang dihuraikan dalam bentuk sinopsis.[11] Sebelum penterjemahan pada setiap surah dibuat. nikmat Allah yang tidak terhitung dan sebagainya. Keimanan: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas konsep-konsep keimanan yang dibincangkan pada surah. Pendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat: Dalam menhuraikan maksud ayat 5 surah al-Anfal. Contoh-contoh perkara di atas dapat dilihat dalam kitab ini seperti. kecuali surah al-Fatihah dengan tidak ditulis tajuk padanya. 1. 2. Golongan Mukmin. ii . Kisah-kisah: Bahagian ini memberikan gambaran ringkas mengenai kisah yang terdapat pada surah. ‫كمنا أخرجك ربك من بثيتك بنالحق‬ Penterjemah mengambil pendapat al-Maraghi yang menyatakan: “Allah mengatur pembahagian harta rampasan perang dengan kebenaran.S. sebab-sebab nuzul. pada awal surah al-Baqarah diberi tajuk besar yang berbunyi “TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QURAN”. Selepas tajuk besar itu terdapat tajuk-tajuk kecil yang menjelaskan tajuk besar tersebut iaitu. Penjelasan pada nota kaki ini boleh dikatakan sebagai ‘tahlili’ kerana ia meliputi dari segi pendapatpendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat. bahagian ini menyatakan bilangan ayat. Dalam menyatakan topik-topik penting ini ia dibahagikan kepada empat bahagian. 1. Manakala pendapat al-Tabari: “Keluar dari rumah dengan maksud berperang”. al-Nas dan sebagainya.[15] [ [ [ [ [ . nama-nama lain bagi surah dan topik-topik penting yang dibincangkan pada keseluruhan surah.5. al-Falaq. Golongan Munafik. pengkategorian al-Makki atau al-Madani.[13] Di antara surah-surah yang paling banyak tajuk-tajuk penting di dalamnya ialah surah al-Ma’idah sebanyak lapan belas tajuk. Ia dimulai dengan tajuk “JANJI PRASETIA KEPADA ALLAH DAN PENYEMPURNAAN AGAMA ISLAM” dan diakhiri dengan tajuk “BEBERAPA KISAH TENTANG ISA A. 1. Adapun yang paling sedikit sekali ialah satu tajuk seperti surah al-Ikhlas. Secara umumnya. 4. Hukum-hukum: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas tentang perbincangan mengenai hukum yang boleh dipetik dari surah. 3. Lain-lain: Bahagian ini memasukkan perbincangan selain dari tiga bahagian di atas seperti balasan perbuatan baik. 2.”. Teknik penulisan terjemahan dalam kitab ini adalah secara bersebelahan antara ayat dan terjemahan pada setiap lembaran.

Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu. s/d[21] …. ‫ولل المشرق والمغرب فأينمنا تنولنوا فثم وجه الل‬ “Al-Tabari menyebutkan bahawa ayat ini turun berkenaan tentang suatu kaum yang suatu ketika tidak dapat melihat arah kiblat yang tepat.” Dalam membicarakan pada ayat-ayat akidah penterjemah lebih berminat mengambil pendapat Asy‘ariyyah. isi kandungan atau pengakhirannya. Dalam bab qiraat penterjemah ada menyatakan pada ayat 4 surah al-Fatihah. Sebagai contoh pada ayat 255 surah al-Baqarah. mengemukakan ayat ini – di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s. Jika ia merupakan huraian terhadap sesuatu terjemahan. …[19]”. Surat An Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit. not no. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat). ‫ومنا محمد إل رسنول قد خلت من قبله الرسل‬ “Abu Bakar r.”. Contoh nasikh mansukh dalam kitab ini dinyatakan pada membicarakan ayat 180 surah al-Baqarah. penterjemah ada membawa riwayat al-Tabari berkenaan ayat 115 surah al-Baqarah.2. ‫وسع كرسثيه السمشنوت والرض‬ “Kursi dalam ayat ini oleh sebahagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaanNya.”[23] Penterjemah mengakhiri setiap surah dengan membuat kesimpulan terhadap keseluruhan surah.a.w.a. Sebagai contoh pada membicarakan ayat 144 dari surah Ali Imran. ia akan ditulis seperti “Lihat kembali kisah kaum Luth ini pada surat …… ( )[20] ayat …. dengan memanjangkan ‘mim’ ia bererti: pemilik (yang empunya).”. serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan ‘mim’) berarti raja.”[17] 4.a. 3. Sebagai contoh pada membicarakan “HUBUNGAN SURAT AN NABA’ DENGAN SURAT AN NAAZI’AAT. 2. 1. Pendapat yang sahih terhadap makna ‘Kursi’ ialah tempat letak telapak kakiNya. ‫مشلك ينوم الدين‬ “Maalik (Yang menguasai).. sedang pada surat An [ [ [ [ [ [ [ [ . dan sahabat-sahabatnya yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. untuk mententeramkan Umar Ibnul Khaththab r.”[18] Nota kaki yang dibuat adalah mengikut turutan dari awal surah hingga akhir surah al-Quran yang bilangannya mencapai angka 1. ‫كتب علثيكم إذا حضر أحدكم المنوت إن ترك خثيرا النوصثيﺔ للنولدين والقربثين‬ ‫بنالمعروف‬ “Ma’ruf ialah adil dan baik. ia akan ditulis seperti “Lihat not …. yang ditulis padanya sebagai ‘PENUTUP’. sehingga mereka salat ke arah yang berbeda-beda. Pada menyatakan sebab-sebab nuzul. 1. Jika ia merupakan penjelasan berkenaan sesuatu kisah. Seterusnya dinyatakan hubungkait antara surah samada pada permulaan.”[16] 3. Ayat ini dinasakhkan dengan ayat mawarith. Jika terdapat pengulangan dari segi penjelasan pada nota kaki. Jika ia merupakan suatu penjelasan terhadap sesuatu kalimah ia akan ditulis seperti “Lihat yang dimaksud dengan …….”[22] Terdapat juga penjelasan sesuatu ayat yang diambil dari mafhum sesuatu hadith dan dinilai oleh penterjemah dengan menyatakan rujukan kitab hadith yang diambil dan bab pada kitab tersebut.610 nota kaki. metod yang digunakan seperti.

J 1./hasbi. penulis percaya kitab ini mendapat perhatian pembaca dan tidak hairanlah kitab ini dipilih untuk dicetak di Mujamma‘ al-Malik al-Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif di Madinah untuk disebarkan kepada masyarakat Islam di rantau ini. Sehubungan dengan itu. Nourouzzaman MA. op.Naazi’aat Allah bersumpah bahawa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi. Bandung. Prof. hlm 100-101 [ 6] Surah al-Ma‘idah : 15 [ 7] Lihat lampiran m/s: 16 [ 8] Siddiqi.htm 2] Muhammad Nur Lubis. 83. (1997) Fiqh Indonesia. T. penulis mendapati ia merupakan kitab yang cukup menarik dan mudah difahami. 596. cetakan pertama 2002. [ 19] No. 4. Ini kerana terjemahan yang dibuat tidak terlalu panjang dan tidak terlalu ringkas.M Hasbi ash Shiddieqy. Penulis berpendapat agar kitab ini dapat diperbaiki lagi penterjemahannya terutama dari segi akidah kepada yang lebih selamat dan berlandaskan ahli sunnah wal jamaah. [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ . menggambarkan penterjemah cukup teliti dan memahami keperluan pembaca yang terdiri dari orang awam.cit. Hlm 99 [ 3] Prof. hlm 7. Dr. [ 14] Lihat lampiran m/s: 18 [ 15] Lihat nota kaki no.rizki-putera. Tafsir al-Bayan. Yogyakarta. [ 16] Lihat nota kaki no. Dr. PT Almaarif. [ [ 1] Biografi pengarang diambil dari http//www.[24] 5. di atas bermaksud nombor rujukan pada nota kaki sebelumnya. [ 9] Lihat lampiran m/s: 17 [ 10] Lihat lampiran m/s: 21 [ 11] Lihat lampiran m/s: 19 [ 12] Lihat lampiran m/s: 20 [ 13] Penulis berpendapat ia sesuai dengan fungsinya sebagai Umm al-Kitab. Kesimpulan Setelah ditinjau secara rambang kitab “Al-Quran dan Terjemahnya”. 2. Data-data Terbitan Awal Penterjemahan Dan Penafsiran Al-Qur’an Di Alam Melayu. Selain dari itu huraian-huraian atau penjelasan yang dibuat pada nota kaki. 112.com. Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit. Terbitan Al-Hidayah Publishers. [ 18] Lihat nota kaki no. [ 17] Lihat nota kaki no. [ 4] Ibid [ 5] Muhammad Nur Lubis. Kuala Lumpur.

bilangan surah yang terdapat dalam al-Quran. [ 24] Lihat m/s: 1017. 21] Penulis berpendapat ia bermaksud ‘sehingga datang’. 161. [ 23] Lihat nota kaki no. [ 22] Lihat nota kaki no.[ [ 20] Dalam kurungan bermaksud no. 234. [ [ [ [ [ .

Quraish Shihab dalam rekaman "Kultum" di RCTI (2007) M. beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal: . Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i (809-885 H/14061480 M). tokoh-tokohnya seperti: Fakhruddin ar-Razi (606 H/1210 M). Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi (w. di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. pemisah antara yang haq dan bathil serta jalan keluar bagi setiap probelam kehidupan yang dihadapi. Quraish Shihab memulai dengan menjelaskan tentang maksud-maksud firman Allah swt sesuai kemampuan manusia dalam menafsirkan sesuai dengan keberadaan seseorang pada lingkungan budaya dan kondisisosial dan perkambangan ilmu dalam menangkap pesan-pesan al-Quran. Tafsîr al-Mishbâh adalah karya monumental Muhammad Quraish Shihab dan diterbitkan oleh Lentera Hati.794 H) dan lain-lain yang menekuni ilmu Munasabat al-Quran/keserasian hubungan bagian-bagian al-Quran. Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT. Kaum orientalis berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Quran yang ditulis pada masa awal karier Nabi Muhammad saw. M.790 H/1388 M). cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. baik tahlîlî maupun mawdhû‘î. Kemudian beliau mengambil tokoh-tokoh para ulama tafsir. sambil melemparkan kesalahan kepada para penulis wahyu. Dalam al-Mishbâh. kecederungan. Sekilas Tentang Isi Tafsir M. kemudian dilanjutkan dengan gambaran orang-orang yang taat. dan kondisi yang berbeda-beda itu. Mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalah pahaman terhadap al-Qur’an atau kandungan ayat-ayat. Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Abu Ishaq asy-Syathibi (w.Tafsir Al-Mishbah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah: QS. Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M. Al-Ghasyiyah. Di sana gambaran mengenai hari kiamat dan nasib orang-orang durhaka. Quraish Shihab juga memasukkan tentang kaum Orientalis mengkiritik tajam sistematika urutan ayat dan surah-surah al-Quran. sehingga al-Quran dapat benar-benar berfungsi sebagai petunjuk. tingkat. Seorang mufassir di tuntut untuk menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. Keagungan firman Allah dapat menampung segala kemampuan. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. tolong hapus pesan ini. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya. Setelah dirapikan.

Tafsîr al-Mishbâh banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufasir ternama sehingga menjadi referensi yang mumpuni. informatif. Ke-Indonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. M. Quraish Shihab pantas dan wajib menjadi bacaan setiap Muslim di Indonesia sekarang.• keserasian kata demi kata dalam satu surah. Penulisnya mencitakan al-Qur’an agar semakin ‘membumi’ dan mudah dipahami. • keserasian penutup surah dengan uraian awal/mukadimah surah sesudahnya. Federspiel. pemerhati karya tafsir Nusantara. Dr. Howard M. • Keserasian tema surah dengan nama surah. Buku ini terdiri dari 15 volume: Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah Halaman : 624 + xxviii halaman Volume 2 : Ali-‘Imran s/d An-Nisa Halaman : 659 + vi halaman Volume 3 : Al-Ma’idah Halaman : 257 + v halaman Volume 4 : Al-An’am Halaman : 367 + v halaman Volume 5 : Al-A’raf s/d At-Taubah Halaman : 765 + vi halaman Volume 6 : Yunus s/d Ar-Ra’d Halaman : 613 + vi halaman Volume 7 : Ibrahim s/d Al-Isra’ Halaman : 585 + vi halaman Volume 8 : Al-Kahf s/d Al-Anbiya’ Halaman : 524 + vi halaman Volume 9 : Al-Hajj s/d Al-Furqan Halaman : 554 + vi halaman Volume 10 : Asy-Syu’ara s/d Al-‘Ankabut Halaman : 547 + vi halaman Volume 11 : Ar-Rum s/d Yasin Halaman : 582 + vi halaman Volume 12 : Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf Halaman : 601 + vi halaman Volume 13 : Ad-Dukhan s/d Al-Waqi’ah Halaman : 586 + vii halaman Volume 14 : Al-Hadid s/d Al-Mursalat Halaman : 695 + vii halaman Volume 15 : Juz ‘Amma Halaman : 646 + viii halaman Tafsir Mahmud Yunus . Tafsir ini tersaji dengan gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna segenap kalangan. Begitu menariknya uraian yang terdapat dalam banyak karyanya. argumentatif. Mari terangi jiwa dan keimanan kita dengan Tafsîr al-Mishbâh sekarang juga. Tafsîr al-Mishbâh merupakan tafsir Al-Quran lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir. dari mulai akademisi hingga masyarakat luas. merekomendasikan bahwa karya-karya tafsir M. yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. Dari segi penamaannya. yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya alQur’an. Penjelasan makna sebuah ayat tertuang dengan tamsilan yang semakin menarik atensi pembaca untuk menelaahnya. al-Mishbah berarti “lampu. atau lentera”. • keserasian kandungan ayat dengan penutup ayat (fawâshil). Quraish Shihab. • keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya. pelita. • keserasian uraian awal/mukadimah satu surah dengan penutupnya.

Karnanya agama merupakan salah satu upaya agar mampu meningkatkan moralitas ummat yang kini menurun.PENDAHULUAN A. metode. Tindakannya yang progresif ini terbukti menyadarkan kita bahwa Tafsir bukanlah karya yang mustahil jika umat Islam benar-benar mengkaji keilmuan dan persyaratan penafsiran. b. PEMBAHASAN . Namun sejarah membuktikan bahwa eksistensi dari progresifitas ummat yang berkembang dan maju harus sebenarnya telah ddimulai dari sejarah. Lahirnya Tafsir masakini juga tidak luput dari upaya ulama masa lalu yang turut mengkaji dan menafsirkan al-Qur’an meskipun masih tergolong penafsiran yang gobal. corak. Biografi dan karya-karya Mahmud Yunus Sekilas tentang kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim . Islam menjadi semakin difahami dengan adanya Tafsir-tafsir bahasa Indonesia yang bermunculan di abad 20-an. sistematika. Karenanya tiap decade dan periode hendaknya menciptakan sejarahnya sendiri khususnya Umat Islam dalam bidang terpenting yakni penafsiran al-Qur’an. Ia tumbuh pada saat penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang diharamkan pada Ulama’ semasanya. Rumusan Masalah a. B. Latar Belakang Mahmud Yunus merupakan salah seorang Mufassir Indonesia yang mampu menafsirkan al-Qur’an 30 Juz lengkap. dan contoh penafsirannya.

yakni purifikasi dan modernisasi. Mahmud Yunus lahir pada tanggal 10 februari 1899 M/30 Ramadhan 1316 H. Profil Para Mufassir.[3] Di tangan Thaib Umar ini Yunus dapat mempelajari pelbagai disiplin keilmuan Islam. Biografi Prof. pembaruan Islam ini terwujud dalam dua bentuk. (Jakarta: Gema Insani Press. Tahir bin Ali. Yunus lantas pindah belajar di madrasah milik H. Ayahnya adalah seorang imam. Sebab. Pendidikan di Sekolah Desa hanya dijalaninya selama kurang dari tiga tahun. Lalu [ [ [ [ Herry Mohammad. Batusangkar. seorang pengajar di Surau dan Ibunya Hafsah binti Imam Samiun adalah anak Engku Gadang M. Di sekolah ini. Siang hari ia belajar disana dan malam harinya mengajar di Surau kakeknya.[4] Tak heran hanya dalam waktu empat tahun ia telah dipercaya oleh sang Guru untuk menggantikannya mengajar bahkan mewakilinya dalam forum akbar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. Karena itu.M. yakni di Sekolah Desa pada tahun 1908. Pada tahun 1917. Profil Mahmud Yunus Mahmud Yunus dilahirkan dari pasangan Yunus B. Syekh H. (Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. Selain ilmuilmu keagamaan yang ia dapatkan. ia mempelajari ilmu Nahwu. Mahmud Yunus 1. yaitu gerakan yang bertujuan untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. DR.wordpress.[1] Mahmud Yunus tumbuh dikalangan keluarga yang taat beragama. M Thaib Umar di Tanjung Pauh Sunggayang. 2008). karena ia memperoleh penghargaan untuk dinaikkan ke kelas berikutnya. Berhitung dan Bahasa Arab. 85-86 2] Saiful Amin Ghofur. dan hanya sekali ayahnya menjenguknya. Di samping mendapat pendidikan agama. di desa Sunggayang. pendiri serta pengasuh surau si wilayah tersebut. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. Karena merasa masih haus pengetahuan. Saat bersamaan. Ayahnya bernama Yunus bin Incek. Sumatra Barat. Para alumni Timur Tengah lebih condong dalam gerakan purifikasi. Ia juga mewarisi semangat pembaharuan sang guru. Ketika usianya masih balita. ia ikut ibunya. namun Yunus tetap antusias dalam belajar baik agama maupun umum. hal: 197 3] http://menyempal. Yunus juga pernah bersekolah di pendidikan sekuler. sedangkan ibunya adalah anak dari Engku Gadang M. Umumnya. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 1] . pada waktu belajar di kelas empat.A. Hal. Tahun pertama Sekolah Desa ia selesaikan hanya dalam masa 4 (empat) bulan. Yunus memulai pendidikannya dengan belajar Alquran dan bahasa Arab.Thahir bin Ali. Yunus menunjukkan ketidakpuasannya terhadap mata pelajaran di sekolah tersebut. H. Yunus secara langsung ditugasi untuk menggantikan gurunya memimpin Madras School. 2006). dkk. yang langsung ia peroleh dari kakeknya. ayah ibunya Mahmud Yunus bercerai.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 4] http://menyempal. incek dan hafsah binti Imam Sami’un. Thaib Umar sakit.wordpress. [2] Meski ada yang mengatakan bahwa ayah dan Ibu Mahmud Yunus bercerai sejak balita. dalam rentang waktu 1917-1923. Madrasah ini bernama Madras School. ilmu Sharaf.

Kairo-Mesir. Tafsir al-Qur’an al-Karim. yang sebagian besar adalah bidang-bidang ilmu agama Islam. Pendidikan Islam. termasuk pula tafsir dan terjemahan al-qur’an. Yunus lebih banyak memberi perhatian pada bidang pendidikan Islam. Ia memulai [ [ [ [ Saiful Amin … hal: 198 Herry Mohammad. Pada tahun 1982. Sesuai dengan kemampuan bahasa yang ia miliki. dan menjadi orang kedua yang menyabet predikat tersebut. buku-bukunya tidak hanya ditulis dalam bahasa Indonesia. akan tetapi juga dalam bahasa Arab. 85-86 http://pusat-akademik. Mahmud Yunus meninggal dunia. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). ia telah menghasilkan buku sebanyak 82 buah meskipn sebagian menyebutkan karyanya hanya berkisar 43 buku. Karya-karya Mahmud Yunus Pada perjalanan hidupnya.[7] Selain itu Yunus juga sering berkunjung ke luar negri. seperti bidang Fiqh. fiqh hanafi dan tafsir. Sepanjang hidupnya. Yunus mendapat kesempatan untuk belajar di alazhar. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 8] Mahmud Yunus. terutama buku pelajaran agama islam untuk anak-anak. Tauhid. bidang Fiqh. Yunus membahas berbagai bidang ilmu.[8] Pada awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. DR. dan Yunus sebagai pemimpi redaksinya. pada 15 Oktober 1977. Karena kebriliannya ini ia mendapatkan Syahadah ‘alimiyah dari al-Azhar . Ushul Fiqh. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. Tafsir dan Akhlak yang lebih memfokus pada materi sajian.1969). 2. Sejarah dan lain-lain. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. Mahmud Yunus juga banyak menulis buku. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (19481949). Dalam tempo setahun ia mampu mempelajari ushul fiqh. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (19661071). Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. beliau adalah orang Indonesia yang pertama belajar disini. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (1931-1932). Secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbagai sekolah. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). Lihat kulit depan tafsir beliau.blogspot. Di antara bidang-bidang ilmu yang disebutkan. Akhlak.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus.Hidakarya Agung. 5] 6] 7] . dkk… Hal. H. Dari jumlah itu. bahasa Arab.pada tahun 1920 Yunus membentuk perkumpulan pelajar Islam yang juga menerbitkan majalah al-Basyir. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta (1957-1980). Pada tahun 1924. Beliau mengambil takhasshus tadris sampai memperoleh ijazah tadris (diploma guru).[6] Kemampuan mengajar yang ia miliki sejak masih belajar di Batusangkar memantabkan karier ke-guruannya terutama setelah ia kembali dari Mesir.html. bahasa Arab (keduanya lebih banyak memfokus pada segi metodik). baik sebagai tugas yang diberikan pemerintah kepada beliauu maupun atas undangan untuk menghadiri berbagai muktamar. (Jakarta: PT.[5] kemudian pada tahun 1926-1930 belajar di madrasah darul ulum ulya. Tafsir. Prof.

hal: 130 . Karirnya sebagai pengarang tetap ditekuninya pada masa-masa selanjutnya. dalam situasi apapun. Mahmud Aziz. (Bandung: Penerbit Mizan. Mahmud Yunus (Tafsir Quran Indonesia.[13] Sedangkan Baidan mengelompokkan . Khazanah Tafsir di Indonesia. Federspiel. untuk tingkat Aliyah. untuk Muballigh-Muballigh / umum. 2003). Yakni periode pertama mulai abad ke-20 ditandai dengan penafsiran terpisah-pisah. (Bandung: penerbit Teraju. Hukum Warisan dalam Islam.[9] Adapun diantara karya-karya Mahmud Yunus ialah:[10] 1. Yunus senantiasa mengisi waktu-waktunya untuk menulis. 11. Pedoman Dakwah Islamiyah. setidaknya ada enam buah karya Tafsir yang muncul pada masa Mahmud Yunus yang berturut-turut hingga menjelang kemerdekaan Indonesia menurut Nashruddin Baidan: a. A. 6. 5. Juz Amma dan terjemahnya. tahun 1938.mengarang sejak tahun 1920. Ilmu Mustalahul Hadist. 8. 9. 1928) b. periode kedua (1960) dengan ditandai dengan catatan kaki kemudian periode ketiga (1970) ditandai dengan penjelasan yang lebih luas dari periode kedua. Upaya rintisan ini kemudian diikuti oleh Munawar Chalil (Tafsir Al Quran Hidayatur rahman). Dasar-dasar Negara Islam. Hukum perkawinan dalam Islam. Ilmu Jiwa kanak-kanak. 12.blogspot. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. Kesimpulan isi al-Quran. ia membagi kemunculan dan perkembangan Tafsir di Indonesia dalam 3 periode. kuliyah untuk kursus-kursus. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. 1928). 4 Madzhab.com/2004/12/22/arkeologi-pemikiran-tafsir-di-indonesia/ diunduh pada 12:59 [12] Islah Gusmian. 3.[12] Karya Mahmud Yunus tetap menjadi literature yang paling popular di bandingkan karya Tafsir semasanya meskipun kemudian lahirlah karya-karya Tafsir yang lebih ilmiah.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. bersama H. Federspiel.html. pada pertengahan abad XVII. aktivitas seputar Al Quran di Indonesia dirintis oleh Abdur Rauf Singkel. 10. 4. A. 2.Hassan Bandung (Al-Furqan. 1994). [11] Dalam konsep Howard M. Sekilas Tentang Tafsir al-Qur’an al-Karim Secara singkat. Allah dan Makhluq-Nya.Hassan Bandung (Al-Furqan. dalam usia 21 tahun. yang menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Melayu. Al-Qur’an Indonesia oleh Syarikat Kweek School Muhammadiyah (1932) [ [ 9] Saiful Amin … hal: 200 10] http://pusat-akademik. Kajian al-Qur’an di Indonesia. 7. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. B. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [ 11] http://luluvikar. kuliyah untuk dakwah. untuk tingkat Aliyah. hal: 65 [13] Howard M. 13.wordpress. 1935). Perbandingan Agama. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia.

supaya diberhentikan mencetak tafsir al-Qur’an itu. dalam penafsiran yang mereka berikan secara umum masih dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Arab sehingga budaya dan bahasa Indonesia belum terlihat secara ekplisit.I. (Jakarta: PT.I. K. Salinannya disampaikan kepada beliau (Mahmud Yunus) oleh kementerian agama. Meskipun saaat itu para ulama mengharamkan penterjemahan al-Qur’an tetapi ia tetap berusaha untuk menterjemahkan al-Qur’an. diantaranya ialah merevisi dari penulisan arab melayu menjadi bahasa Indonesia dengan penulisan latin sebelum kemudian tafsir al-Qur’an al-Karim diterbitkan oleh CV. pada tahun 1950 dengan persetujuan menteri agama almarhum Wahid Hasyim. Tafsir Hibarna oleh Iskandar Idris (1934) Tafsir Al-Qur’annul karim oleh Mahmud Yunus (1938) Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia oleh Mahmud Aziz (1942) Jika keenam kitab tersebut diamati secara seksama maka secara umum penafsiran mereka belum terlau signifikan perkembangannya. III Pendahuluan 14] . hal. 2003) hal: 88 15] Nashruddin Baidan … hal: 89 16]Mahmud Yunus. Bakry. dan menteri Agama.000 eksemplar. 21.[15] Selanjutnya.I. hingga membuat percetakan tidak lagi mau menerbitkan Tafsir al-Qur’anul Karim. f. Mahmud mulai menterjemahkan al-Qur’an serta tafsir ayat-ayat yang di anggap penting. dan menteri agama. Sanusi (1935) [ [ [ Nashruddin Baidan. d.000 eksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. M. Akhirnya di ambil alih oleh M. bantahan itu dikirimnya pada Presiden R. lalu dicetak dan diterbitkan sebanyak 200. Terjadi beberapa kali revisi. Kabarnya ada bantahan dari ulama Yagyakarta. Bila diteliti lebih lanjut lagi. Tafsir asy-Syamsiyah oleh KH. Al-Hidayah. yang kemudian dinamai dengan tafsir al-Qur’an al-Karim.c. Pada waktu menterjemahkan juz 7 sampai juz 18 beliau dibantu oleh almarhum H. bantahan itu dikirimnya kepada menteri agama R. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Pada tahun 1953 M seorang ulama dari Jatinegara membantah pula. pada bulan april 1938 beliau menyelesaikan tiga puluh juz dan di sebar luaskan keseluruh Indonesia. Mahmud Yunus mulai menterjamahkan al-Qur’an dan diterbitkan tiga juz dengan huruf arab-melayu pada tahun 1922. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. akhirnya tidak ada yang mengganggu gugat lagi. salah satu penerbit Indonesia hendak menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu dengan mendapat fasilitas kertas dari menteri agama dan dicetak sebanyak 200.Baharta direktur percetahan Ma’arif Bandung. Setelah Indonesia merdeka. Tembusannya beliau kirimkan kepada Presiden R. Namun bagaimanapun karya para Ulama tersebut sangat berarti karena merupakan upaya konkrit dan sistematis dalam usaha untuk memahami al-Qur’an.00 per eksemplar. beliau bersama istrinya (Darisah binti Ibrahim) meneruskan usahanya dalam menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu.Hidakarya Agung. kemudian beliau membalas suratnya dengan panjang lebar dan mengukuhkan pendiriannya untuk tetap menerbitan Terjemah alQur’an yang merupakan Tafsir Bahasa Indonesia pertama tersebut. [16] Pada bulan ramadhan tahun 1354 H/Desember 1935. e.1969). Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. [14] Manfaat tersebut juga dapat dirasakan pada generasi-generasi setelahnya. Kemudian setelah menyelesaikan percetakan itu.

Referensi penafsiran dari pelpagai kitab-kitab tafsir. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. pertama dari juz 1 sampai dengan juz 10.blogspot. tiga jilid. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. 5.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. diantaranya adalah: 1) 2) 3) [ Tafsir al-Thabary Tafsir Ibn Katsir Tafsir al-Qasimy http://pusat-akademik.html. 4. 4. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahasa arab telah menimbulkan hasrat besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yang tetap populer sampai saat ini. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. sumber utama penafsiran Mahmud Yunus masih tergolong bil-ma’tsur. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. Tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an Tafsir al-Qur’an dengan hadis yang shahih Tafsir al-Qur’an dengan perkataan sahabat Tafsir al-Qur’an dengan perkataan tabi’in Tafsir al-Qur’an dengan ilmu bahasa ‘arab bagi ahli ilmu lughah ‘arabiyyah Tafsir al-Qur’an dengan ijtihad bagi ahli ijtihad. surat demi surat. Ia telah mencintai ilmu-ilmu kebahasaan dan juga menguasai metode mengajar. 2. Sistematika Penulisan Tafsir Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. Jadi. 6. Tafsir al-Quran ini sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. Sumber-sumber tafsir al-Qur’an al-Karim: 1. 2. merupakan tindakan yang cukup berani disaat masih maraknya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsur-angsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh.1. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. 3. kedua . Selain itu kebutuhan untuk mengajar dan menjadikan al-Qur’an aar lebih mudah dipahami oleh umat Islam di Nusantara.[17] 3. Motivasi penulisan Tafsir Sejak kecil Mahmud Yunus telah mempelajarari berbagai displin keagaman Islam terutama bahasa Arab. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 17] .

1969). (Jakarta: PT. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. Artinya belum ada suatu ke-khas-an yang khusus dalam Tafsirnya. Hal. hal. Keterangan-keterangan atau penafsirannya diletakkan dihalaman ayat yang bersangkutan (footnote) Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. sehingga memudahkan pembaca untuk mencari terjemah.[19] Dalam pandangan Nashruddin Baidan. berwasiat itu hukumnya sunnah.Hidakarya Agung. VI pendahuluan http://pusat-akademik. Tafsir al-Qur’an al-Karim. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [20] Seperti halnya dengan isu hukum ber-Jilbab di Indonesia. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Tafsir al-Qur’an al-Karim. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Metode dan corak Penafsiran al-Qur’an al-Karim Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. Demikian hukum islam [ [ Mahmud Yunus.4) 5) Fajrul Islam Dhuhal Islam[18] 5. supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia Teks al-Qur’an dan terjemahan disusun sejajar. Kelebihan sistematika penulisan Tafsir al-Qur’an al-Karim 1) 2) 3) 4) Terjemahan al-Qur’an disusun baru. bila ia meninggal dunia. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anak-anaknya yang masih lemah (kecil).[20] [21] 7.1969). Dalam tafsir Mahmud Yunus.Hidakarya Agung. Menurut islam. 6.blogspot. Kedua aspek tersebut dijelaskan ketika dianggap perlu. VI-V Pendahuluan 18] 19] [ . (Jakarta: PT. (Lihat di ayat-ayat Aurat dalam Tafsir alQur’anul Karim) 21] Mahmud Yunus. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpƒÍh‘èŒ $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{‚÷·| ™öNÎgøŠn=tæ (#qà)Gu‹ù=sù ©!$# (#qä9qà)u‹ø9ur Zwöqs% #´‰ƒÏ‰y Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Mahmud Yunus juga menambahkan keterangan dan mengaitkannya dengan isu-isu kontemporer saat itu. Tafsir Mahmud Yunus ialah ‘umum’ sebagaimana Tafsir yang tumbuh semasanya.html.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Contoh Penafsiran Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: u‹ø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä.

Jakarta: PT. Herry dkk. 2003 Federspiel. Mahmud. corak umum dan metode Tahily dan juga sumber penafsiran Bil Ra’yi karna upaya penerjemahan tersebut juga merupakan suatu ijtihad berdasarkan Ra’yu. Penafsirannya masih sebatas penjelasan Al-Qur’an secara global dan belum sampai pada taraf yang khas dan khusus. Bandung: Penerbit Mizan.Hidakarya Agung. karakteristik Tafsir. Beliau adalah alah satu tokoh yang berpengaruh di Indonesia karena produktivitas tulisannya dan juga progresfitas pemikirannya. Mahmud Yunus merupakan salah satu mufassir dan penulis produktif yang menulis sejak usia 21 tahun dan mengajar sejak dini. DAFTAR PUSTAKA Baidan.wordpress. Islah. Tafsir al-Qur’an al-karim merupakan penafsiran dengan corak umum dan global. Profil Para Mufassir. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. Kajian al-Qur’an di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press. Howard M. 2.com http://luluvikar.blogspot.8. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.com http://pusat-akademik.wordpress. Nashruddin Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. Lampiran itu juga menunjukkan sistematika. 2006 Yunus. Tafsir al-Qur’an al-Karim. 1994 Ghofur. 2003 2003 Mohammad. Khazanah Tafsir di Indonesia. Bandung: penerbit Teraju. PENUTUP Kesimpulan 1. Metode yang digunakannya juga tergolong tahlily. Saiful Amin. Berikut ini penulis melampirkan contoh Kitan Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus.1969 http://menyempal. Minat dalam dunia pendidikan ini tidak hanya mengantarkannya ke berbagai daerah dan belahan dunia namun juga mempengaruhi sistem pendidikan agama Islam dimasanya hingga sekarang. 2008 Gusmian.com . Lampiran contoh Kitab Tafsir.

Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. 9 Desember 1975 pada umur 71 tahun. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. seperti hadis berjumlah 8 judul. karya tulis yang telah dihasilkannya berjumlah 73 judul buku.M. yang ia tulis beberapa waktu sebelum meninggal dunia. . T. Karya terakhirnya adalah Pedoman Haji. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Beliau mempelajari bahasa Arab dari gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. tafsir 6 judul. Hasbi Ash Shiddieqy Lahir Meninggal Agama Islam 10 Maret 1904 Lhokseumawe 9 Desember 1975 Islam Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy lahir di Lhokseumawe . terdiri dari 142 jilid. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) yaitu khalifah yang pertama. Pada tahun 1926 T. selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fiqh yang berjumlah 36 judul. Pendidikan Prof. Daftar isi • • • • • 1 Keluarga 2 Pendidikan 3 Karya 4 Bacaan Lebih Lanjut: 5 Sumber Keluarga Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Dr. Menurut catatan.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). dan 50 artikel. dan tauhid 5 judul. seorang ulama’ berbangsa Arab. Dr. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. Karya Semasa hidupnya. Hasbi ash-Shiddieqy aktif menulis dalam berbagai disiplin ilmu. Sementara bidang-bidang lainnya. Menurut salasilah. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. 10 Maret 1904 – meninggal di Jakarta.Muhammad Hasbi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. khususnya ilmu-ilmu keislaman. seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . cari Prof. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz .

Attahirijah . 1964. 16. Biro Kemahasiswaan I. 25. . 9 Jilid. al-Islam. Mutiara Hadis 4 (Jenazah.I.Karya Hasbi paling fenomenal adalah Tafsir an-Nur.N. biro Kemahasiswaan I. Iktikaf & Haji). Lembaga pribadi. Islam dan HAM (Hak Asasi Manusia): Dokumenter Politik Pokok-pokok Pikiran Partai Islam dalam Sidang Konsituante 4 Februari 1958. Jual Beli. 1952 . Dua ribu dua] mutiara hadiets.158 halaman. 1955 . Bulan Bintang. Bulan Bintang. 1966 . Volume 1. Pustaka Madju . 1970. IAIN Sunan Kalijaga. 1.I. Mutiara Hadis 2 (Thaharah & Shalat). 1971 . Hukum antar golongan dalam fiqih Islam. Bulan Bintang. 38. Bulan Bintang. Hukum perang dalam Ǐslam. Dasar-dasar ideologi Islam. Bulan Bintang. s. I. Sunan Kalidjaga. 15. Mukhtārāt min aḥādīth al-aḥkām li-qism al-duktūrāh al-ūlá. 1967 . Bulan-Bintang. 39.122 halaman.N. 1975 .78 halaman. 34. Hukum-hukum fiqih Islam: yang berkembang dalam kalangan ahlus sunnah.V. 1955 . Kullijah 'ibâdah: ibadah ditindjau dari segi hukum dan hikmah. Islamyah. Biografie pelopor2 pahlawan Islam. doʾa dan dzikir.135 halaman. 22.300 halaman. Koleksi Hadits-hadits Hukum. kesusilaan. 9.40 halaman. 43. Fighul mawaris: hukum-hukum warisan dalam syariat ̓ Islam.128 halaman. Fakta2 keagungan sjari'at Islam.M. 19. 3.117 halaman. Ichtisar tuntunan zakah dan fithrah. 1953 .108 halaman. Kelengkapan dasar2 fiqih Islam: pengantar ushul fiqih. Madju .96 halaman. Dasar-dasar kehakiman dalam pemerintahan Islam. Bulan Bintang.". al Qurän mu'djiat jang terbesar jang tak terkalahkan: kandungan dan artinja bagi ummat Islam chususnja dan ummat manusia umumnja. 7. Bulan Bintang..A. amal kebadjikan. Dr.64 halaman. 1994 . 28.160 halaman. 41. Falsafah hukum Islam. n. Ramadhani . 1973 . Bulan Bintang. 1975 .152 halaman.40 halaman. Al Islam: kepertjaan. Pidana & Peradilan.934 halaman. 30. Fiqih Islam mempunyai daya elastis. 2002 mutiara hadiets.56 halaman. Puasa. Thinker's Library. Biro Kemahasiswaan I. 1967 . Kumpulan soal-jawab dalam post graduate course jurusan ilmu fiqh dosen2 I. 1962 . 1953 . "Sunan Kalidjaga". Pahala dan keutamaan ibadat.". 14.476 halaman. lengkap. 36. Mutiara Hadis 5 (Nikah & Hukum Keluarga. Bulan Bintang. 1950 . 1951. 27. Forum Studi Hukum Islam. al-Islâm: penuntun bathin & pembimbing masjarakat. Ideologi Islam dan qaedah pemerintahan.324 halaman. Kulijah hadiets: sjarahan hadiets-hadietstasjrie' ʻibadah. T. 10. Ilmu2 al-Qurän: media2 pokok dalam menafsirkan al-Qurän. N. Nazar & Sumpah.93 halaman. 1950 . 1973 . 8. 2002 [i. 18. Lapangan perjuangan wanita Islam. 40. Islamyah. Islamyah. 1956 . 42. Fiqh Islam. Tokobuku Islamyah.488 halaman. 6. 1978 677 halaman. Mutiara Hadis 1 (Keimanan). Bulan Bintang. 20. 24.I. Bulan Bintang. 35. 1999 . 1968 . Mu'djizat al-Qurän. Alma'arif.168 halaman. Kriteria antara sunnah dan bid'ah. 2. Menara Kudus.584 halaman.576 halaman. Pustaka Alhambra. 5. 1982 . . 32. 13. Hasbi Ash Shiddieqy. A. Saiful. Al-Ahkaam:Hukum-hukum fiqih Islam. 12. 1953 . 1969 . Zakat. Bulan-Bintang. 26. 1986 .236 halaman. Fakultas Syari'ah. alDjami'ah "Sunan Kalidjogo. Menara Kudus. Pudjangga Islam . 33. 1958 . Perbudakan.95 halaman.164 halaman.91 halaman.207 halaman.181 halaman. Hakikat Islam dan unsur-unsur agama. 23. Kursus sembahjang dan do'a.94 halaman.44 halaman.e. ‫السثيناسﺔ الدستنوريﺔ الشرعثيﺔ‬:‫الفقه الدستنور ي‬. Bulan Bintang. Dasar-dasar Fiqih Islam. 4. Karya ini fenomenal karena tidak banyak ulama Indonesia yang mampu menghasilkan karya tafsir semacam itu. 21. Ke arah fiqh Indonesia: mengenang jasa Prof. Jihad).N.A. Mutiara Hadis 3 (Shalat). Darul Irfan.636 halaman. Pustaka Rizki Putra. 17. Volumes 1-2. 1972 . 1965 . Sebuah tafsir al-Qur`an 30 juz dalam bahasa Indonesia. 11.175 halaman.A. Bulan Bintang. 37. C. 29. 31. bulat dan tuntas.

382 halaman. Bulan Bintang. Perbedaan mathlaʻ tidak mengharuskan kita berlainan hari pada memulai puasa. 65.34 halaman. 2000 . Volume 4. Problematika 'iedul fithri. 1955 . Pidana mati (dalam syari'at Islam). 73.106 halaman. 1950 .35 halaman.24 halaman. Pedoman dzikir dan doʻa. 70.A. 1978 .20 halaman. 74. Lembaga Penerbitan. 72. 75. 1954 . Sedjarah dan pengantar ilmu hadits. Madju. Bulan Bintang. Pedoman ibadat puasa. Bulan-Bintang. 1964 .44. Tuntunan zakah dan fithrah:tjaranja memberi. Bulan Bintang. Volume 5. Volume 3. Sedjarah kehakiman dalam pemerintahan2 Islam.V.24 halaman. C. Pedoman hukum Sjar'y jang berkembang dalam 'alam Islamy Sunny. 1965 . Pedoman puasa.262 halaman.58 halaman. "Bulan-Bintang". 1955 . 1953 . al-Djamilah . 49.24 halaman. 53. Ridjalul hadiets: biographi 7 shahabi dan 18 tabi'in jang terkemuka dalam lapangan hadiets : kullijah hadiets. Pokok-pokok sebab perbedaan faham para ulama/fuqoha dalam menetapkan hukum syara.276 halaman. 1956 . 1966 . Pustaka Islam. Perbendaharaan zakat.I. 1963 . 1972 . Sedjarah peradilan Islam. Pengantar fiqih mu'amalah.59 halaman. Thinker's Library. Sedjarah dan pengantar ilmu tafsir. Pokok-pokok ilmu dirajah hadiets. Problematika bulan Ramadhan.119 halaman. 47. 1973 . Tafsir al-Qur'anul Majid an-Nuur: Surat 42-114. Bulan Bintang. 59. 1964 . Bulan Bintang. . Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 60. 1968 . Bulan Bintang. 52. 1967. 83. 79. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 1955 . Sedjarah dan pengantar 'ilmu al-Qurän/tafsir. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 1971 . Al-Ma'arif. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 1986 .48 halaman. Biro Kemahasiswaan IAIN al-Djami'ah Jogjakarta . Alma'arif. 1976. 82. 1958 . Bulan Bintang. 64. Sjari'at Islam mendjawab tantangan zaman. Pelajaran tauhid: pokok2 ʾaqaid Islam : untuk pelajaran agama bagi sekolah2 permulaan dan umum. Bulan Bintang. 62. 71. 81.4760 halaman. 1974 . Pedoman Hajji. Volume 25. Tafsir al-Bayaan. Menara Kudus. Pokok-pokok pegangan imam-imam madzhab dalam membina hukum Islam.63 halaman. Pustaka Islam. Tuntutan qurban. menerima dan membagi. 84. Problematika hadits sebagai dasar pembinaän hukum Islam.432 halaman. Sedjarah dan perdjuangan 40 pahlawan utama dalam Islam. 1971 .274 halaman. menurut hukum Islam.N. Bulan Bintang. Pustaka Rizki Putra. Menara Kudus. 48. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". Pemindahan darah (blood transfusion) dipandang dari sudut hukum agama Islam. 76. Bulan Bintang. 1975 . slamijah. 1972 . 61.61 halaman.69 halaman.68 halaman. Ladjnah Taʻlif Wan Nasjr Fakultas Sjariʻah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalidjaga. 1972 . Bulan Bintang.144 halaman. Pengantar ilmu fiqh.288 halaman. 63.76 halaman. Bulan Bintang. Polygami.272 halaman. Tafsir al Qurânul majied "An Nur". Pengantar hukum Islam.92 halaman. 55. 1963 . 57. Biro Kemahasiswaan I. Islamyah. 1954 . 1965. Ramadhani. 45. Sedjarah petumbuhan dan perkembangan hukum Islam.155 halaman. Pedoman shalat.. 69. 77. Bulan-Bintang. Bulan Bintang. Pengantar ilmu perbandingan madzhab. Bulan Bintang. 1973.208 halaman. 1966 . Bulan Bintang.121 halaman. Volume 1. Bulan Bintang. Bulan Bintang. Ramadhani. 66. Syari'at Islam adalah syari'at dunia dan kemanusiaan. Volume 6.568 halaman. 78. 50. Bulan Bintang. 1949 .216 halaman. Bulan Bintang. 51. 1965. 85. 68. 1974 . 1966. 56. 1965 .478 halaman.272 halaman. 1962 . 54. Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga. Bulan Bintang. 46. 67. 1965. 80. 58.180 halaman. Bulan Bintang.

Penerbitan buku ini sangat penting untuk menjernihkan dan mempertegas pemikiran Buya Hamka tentang Pluralisme Agama. Padahal. “Nasrani” (berasal dari nama Nashirah.” Setelah menjelaskan bahwa Hamka menolak pendapat yang menyatakan bahwa ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah telah di¬nasakh oleh ayat ke-85 dalam Surah Ali ‘Imran. Adian Husaini BELUM lama. Saya pun segera menulis artikel yang menjawab artikel Syafii Maarif tersebut. bahwa Pluralisme Agama. maka dapat dipahami pula bahwa penelaahan ini digunakan untuk meredam keinginan sementara pihak di kalangan umat Muslim untuk melakukan kekerasan pada umat lain. mengaku beragama atau tidak.. atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka. Bogor. Mcgrath. no one religion is superior to any other. yang diberi judul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. inilah salah satunya yang nampaknya paling penting: “Inilah janjian yang adil dari Tuhan kepada seluruh manusia. adalah perihal penggunaan kedua ayat tersebut yang jauh dari konteks aslinya. dan “Shabi’in” adalah nama yang diberikan bagi orang yang keluar dari agama nenek moyangnya. ST. Perlu dicatat. Syafii Maarif – dan sang Jenderal Polisi yang berkonsultasi dengannya – menganggap bahwa kedua ayat ini dapat digunakan untuk menanggulangi konflik horizontal di Poso. tidak pandang dalam agama yang mana mereka hidup. “Yahudi” (berasal dari nama Yehuda. Tapi. Karena digali dari al-Qur’an. Di bagian awalnya. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Al-Quran (lih. pada awalnya penulisan buku ini bersumber dari sebuah makalah yang dibuatnya saat sedang mengikuti studi di Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA). yakni untuk menjawab pertanyaan Salman al-Farisi r. terjadi perdebatan yang cukup seru di Rubrik Opini Harian Republika. al-Baqarah 256. (Alister E. seputar orang-orang sholeh yang dijumpainya di masa lampau. Padahal. 20 April 2012 Oleh: Dr.I. tegas Akmal. Menurut Akmal. dalam makalahnya. setelah keluarnya tulisan Syafii Maarif tersebut. Dari paragraf kesimpulan yang ditulis oleh Syafii Maarif sebelumnya. Buya Hamka sudah menjelaskan masalah ini. Akmal Syafril. saya menegaskan. (Oxford: Blackwell Publisher. Yahudi dan lain-lain.” Di antara berbagai kutipan Tafsir Al Azhar dari artikel tersebut. Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. Menurut penulisnya. Dalam Pluralisme agama. kita dapat memahami bahwa konflik horizontal yang dimaksud adalah konflik antar umat beragama. sehingga Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam pun pernah disebut sebagai shabi’. bahwa Buya Hamka sama sekali bukan seorang Pluralis Agama. tidak ada satu agama yang merasa superior dibanding yang lain. M. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. pada 20 Maret 2012. salah satu peneliti INSISTS.” Memang.. Kesalahan kedua disebabkan oleh kelengahan Syafii Maarif untuk melacak penjelasan nama-nama agama “Yahudi”. Intinya. Isinya mengulas sebuah artikel karya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat di Rubrik Resonansi. jika Tafsir Al Azhar dibaca secara runut. akan ditemukan asbabun nuzul dari ayat ke-62 dalam Surah alBaqarah itu. namun mereka masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan. each and every religion is equally valid way to truth and God). salah satu anak Nabi Ya’qub as) pada hakikatnya adalah agama-keluarga. Menurut Hamka. asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. 1994).“Memperjelas Posisi Hamka soal Pluralisme Agama” Jum'at. dalam CAP ini adalah paham yang menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sah menuju inti realitas keagamaan. Sebagian besar isinya adalah kutipan-kutipan dari Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. sepadan dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu. Yunus 99). ia mengaku menemukan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Syafii Maarif dalam pengutipan Tafsir Al Azhar tersebut. setiap agama dipandang sebagai jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran dan Tuhan (In pluralism. terlepas dari ada-tidaknya unsur kesengajaan. Syafii Maarif pun memungkas artikelnya dengan opini berikut: “Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja. Syafii Maarif menjelaskan alasan di balik penelitiannya terhadap kedua ayat ini: “Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat alBaqarah. menerbitkan bukunya yang berjudul Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme. Kesalahan pertama. surat kabar Republika. . Buku ini sebenarnya merupakan Tesis Master Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. sedangkan orang-orang tersebut beragama Nasrani. edisi 21 November 2006. Kesalahan kontekstual ini akan terlihat jelas kemudian. Christian Theology: an Introduction.a. yaitu daerah kelahiran Nabi ‘Isa as) pada hakikatnya adalah agama-bangsa.Pd. “Nasrani” dan “Shabi’in” dalam Tafsir Al Azhar.

Tetapi kalau keterangan telah sampai. Oleh karena itu. maka dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah: surga. tidaklah sulit menunjukkan kesalahan (untuk tidak menyebutnya ketidakjujuran) fatal yang dilakukan oleh Ayang Utriza NWAY. Ayang bahkan telah melangkah lebih jauh lagi daripada Syafii Maarif. niscaya nerakalah tempat mereka kelak. Contoh yang dapat diambil adalah Pendeta Bahira. Dengan memperbandingkan penafsiran Hamka dengan penjelasan ayat-ayat tersebut oleh kaum pluralis Muslim. bab keempat dalam buku ini menguraikan argumen-argumen yang digunakan oleh kaum pluralis dari kalangan Muslim. Hanya berselang enam hari dari dimuatnya artikel Syafii Maarif tentang Tafsir Al Azhar di surat kabar Republika. walaupun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. dan oleh karena itu.” Menurut Akmal. Sebaliknya jika ada non-Muslim yang taat dan patuh menjalankan ajaran agamanya. Pembahasan ini cukup penting. kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan/atau perbedaan cara berpikir keduanya. Setelah mengutip beberapa poin dalam Tafsir Al Azhar – lagi-lagi untuk QS. karena memang ia tidak sempat mengikuti ajaran Nabi Muhammad. kita pun bertanya-tanya mengapa Syafii Maarif justru memilih untuk meninggalkan penjelasan ini. ia dikategorikan sebagai orang yang beriman. tak ada koreksi terhadap kekeliruan yang sudah dilakukan. maka orang yang terlanjur dikenal sebagai Yahudi. tentu ia harus mengucap syahadatain. Jika ia sempat bertemu dengan dakwah Rasulullah. Bahkan. terutama dengan bersandar pada sejumlah ayat al-Qur’an. Hal-hal ini dijabarkan di dalam bab ketiga. tetapi tidak pernah menjalankan rukun Islam. buku ini pun menguraikan secara mendalam persoalan definisi pluralisme. juga karena tokoh yang pemikirannya sedang dibahas – yaitu Buya Hamka – adalah seorang mufassir. Diskusi publik tersebut diadakan sebagai rangkaian kegiatan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture di sebuah Perguruan Tinggi di Banten. maka penulis buku ini merasa perlu . (Jakarta: Universitas Paramadina. alBaqarah [2]: 62 – Ayang menyimpulkan: “Ini berarti bahwa walaupun seseorang mengaku beragama Islam. dapat dijumpai di bagian akhirnya. Saya pribadi (Adian Husaini) juga menemukan tulisan Ayang Utriza yang menfitnah Buya Hamka dalam buku Bayang-bayang Fanatisisme: Esei-esei untuk Mengenang Nurcholish Madjid. Kesalahan ketiga – mungkin yang paling fatal – adalah tidak dicantumkannya sebuah paragraf penting yang dapat ditemukan di akhir penjelasan ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah dalam Tafsir Al Azhar yang justru menyimpulkan pendapat Buya Hamka yang sebenarnya secara utuh. Setelah menjelaskan tren-tren tersebut. Persoalan paling fundamental yang pasti muncul ketika membahas pluralisme. Kutipan makalah Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina itu dimuat di halaman 307.Dengan definisi tersebut. “Dengan menyimak betapa pentingnya penjelasan di atas. Ayang Utriza NWAY menyampaikan makalahnya dalam acara diskusi publik bertajuk Islam dan Kemajemukan di Indonesia. Masing-masing pihak yang mengusung pluralisme memiliki konsepnya sendiri-sendiri. Bahira tetaplah dikenal sebagai penganut agama Nasrani. dan hanya dengan cara itulah ia bisa dianggap sebagai orang yang beriman. untuk memperjelas posisi Hamka dalam soal Pluralisme Agama dan membentengi upaya orang-orang yang mengutip tulisan Hamka secara tidak proporsional atau bahkan memuarbalikkan makna tulisan Hamka yang sebenarnya. telah terlanjur bergulir. tesis ini tidak hanya membahas kontroversi dari artikel Syafii Maarif dan makalah Ayang Utriza NWAY belaka. yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”. yang – jika dicantumkan – akan segera menghapus kesan pluralis dari sosok Buya Hamka dalam artikel tersebut?” tulis Akmal. Nasrani dan Shabi’in di masa lampau (yaitu sebelum masa kenabian Rasulullah saw) bisa beriman dan tak beriman. Dan dengan demikian mereka namanya telah benar-benar menyerah (Muslim) kepada Tuhan. Karena pada masa hidup Buya Hamka dahulu istilah “pluralisme” belum dikenal. yang hanya bermodalkan dua kalimat syahadat. Dalam makalahnya. saat bertemu keluarga Hamka. selain karena posisi sentral al-Qur’an dalam ajaran Islam. bagaimana pun. tetap saja pendapat yang mengutip tulisan Buya Hamka secara tidak proporsional juga terus berkeliaran. Fungsinya. yaitu surga. Sejarah mengenalnya sebagai tokoh yang pertama kali membenarkan kenabian Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam berdasarkan tanda-tanda yang diketahuinya dari Injil. sebagaimana dijelaskan oleh Anis Malik Thoha dalam bukunya Tren Pluralisme Agama. Tentu saja. bahkan tidak jarang orang menulis sebuah makalah atau buku tentang pluralisme tanpa pernah memberikan definisi pluralisme itu. hadirnya buku Akmal ini menjadi penting. Bahkan. Penjelasannya adalah sebagai berikut: “Yahudi dan Nasrani sudah sepatutnya terlebih dahulu percaya kepada kerasulan Muhammad apabila keterangan tentang diri beliau telah mereka terima. Hal ini akan semakin jelas pada poin berikutnya.” Umumnya. termasuk penafsiran al-Qur’an. Menurut Akmal. Akan tetapi. namun mereka menolak juga. Saya sudah menulis jawaban terhadap tulisan Ayang tersebut untuk buku 100 Tahun Buya Hamka. hingga kini. melainkan mengupas tuntas jawaban dari sebuah pertanyaan besar: apakah Buya Hamka memang seorang pluralis? Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme merupakan hasil adaptasi dari tesis tersebut. sejarah pluralisme dan tren-tren pluralisme yang ada. Opini dan kesan bahwa ‘Buya Hamka seorang pluralis’. Bahira dapat dianggap sebagai Nasrani yang beriman hanya karena ia hidup pada masa prakenabian Rasulullah saw. Dalam kaitan itulah. meskipun artikel dan makalah sudah kita tulis di berbagai media massa. 2007). Meski demikian. maka ia tidak akan pernah mendapat ganjaran dari Allah. Sesuai dengan judulnya. adalah mendefinisikan makna Pluralisme itu sendiri. kesimpulan dari sebuah uraian ilmiah. . itulah yang mendasarinya mengembangkan makalahnya menjadi sebuah Tesis dengan judul Studi Komparatif Antara Pluralisme Agama dengan Konsep Hubungan Antar Umat Beragama dalam Pemikiran Hamka. Makalah yang dibawakannya berjudul “Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”. saya sampaikan keprihatinan saya tentang tulisan-tulisan yang menfitnah Buya Hamka.

Siapa pun yang berpikiran seperi itu. posisi Islam di antara agamaagama lainnya. Walhasil.” tulis Akmal yang menyelesaikan sarjana S-1 nya di bidang civil engineering di Institut Teknologi Bandung. Poin-poin ini merupakan hal-hal yang sangat fundamental dalam gagasan pluralisme. insya Allah mereka yang sudah tuntas membaca buku ini tidak akan memiliki keraguan lagi. seorang pluralis pasti menganggap Islam sejajar dan tidak lebih unggul daripada agama lainnya. sehingga usaha pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidaklah sulit untuk dilakukan. dan juga dari para cendekiawan Muslim terdahulu lainnya. Tetapi Hamka tidak berpikiran seperti itu. dan sebagainya.menguraikan konsep hubungan antar umat beragama menurut Hamka ke dalam beberapa poin penting. di tengah carut-marutnya pemikiran di Indonesia dewasa ini. “Adapun seputar ‘klaim pluralisme’ terhadap pribadi Hamka. Sebagai contoh. Referensi yang telah ditinggalkan oleh Hamka begitu berlimpah. misalnya konsep agama. Karya ini diharapkan mampu merangsang kembali minat para pemuda Muslim untuk menggali kembali warisan intelektual dari Buya Hamka. dan kita menunggu terus karya-karya ilmiah yang bermutu dari para pejuang Islam lainnya. maka ia memang seorang pluralis. 20 April 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme karya Saudara Akmal ini cukup memberikan penjelasan tuntas seputar kesemrawutan konsep pluralisme. pengejawantahan toleransi beragama.*/Jakarta. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. pandangan seputar aliran-aliran yang menyimpang. Semoga bermanfaat.com Ilustrasi: serbasejarah WP Red: Cholis Akbar More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on google Share on favorites KOMENTAR .

:) Nurim . 21 April 2012 Pluralisme dan liberalisme menggejala krn kaum muslim pada hari ini belum bisa membuktikan kehebatan Islam. Afwan. Ahad. 01 Oktober 2012 Memang informasi ini sangat diperlukan khususnya dlm meluruskan asumsi salah yg beredar selama ini. 22 April 2012 Ahamdulillah... setidaknya mampu meluruskan kembali dr ketidak benaran. 20 April 2012 Bukunya di jual gak ya ? ane berminat nih Akmal .amin Miftach . Korea selatan. smga ini m'jadi amal sholih si Penulis. Jum'at. dll. Senin.. Muhammad Abduh . bahasa. Bagi yg ingin memesannya. Keadaan ini menyebabkan banyak muslim yg silau dgn kehebatan org-org tsb. Eropa.. Sabtu. Mudah2an ini membantu penyebarluasan pemikiran yg terkandung di dalamnya. silakan kirim email ke malami.. 20 April 2012 Alhamdulillaah.. baik individu maupun negara.bookstore@gmail.. shg merembet pd bidang agama dengan menyatakan semua agama itu adalah sama!! Kehebatan seseorg itu bisa mempengaruhi org lain dlm semua hal: gaya hidup. semoga ustadz DR Adian Husaini senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk selalu istiqamah dlm mengawal dan menjaga kebenaran dan kesucian Islam melalui tulisan2 beliau dari upaya pengkaburan oleh kaum kuffar. ust Adian menulis CAP tentang buku saya. termasuk agama!! Bangsa yg ditaklukan cenderung mengagumi semua hal yg datang dari para penakluknya. Jazaakallah ahsanal jaza'. jadi belum masuk ke toko-toko buku. baik dlm perilaku maupun peranan di masyarakat. bukunya memang disebarluaskan secara online.com. keadaan muslim hari ini. spt dalam hegemoni kekuatan-kekuatan yang datang dari non-muslim di Amerika... Jepang.syukron.Aminnn . terutama untuk membersihkan nama Buya Hamka dari klaim2 kaum pluralis.Avi . Jum'at..

Tafsir Depag : Sudut bahasa yang digunakan sangatlah standart atau datar (dimaksudkan agar memudahkan seseorang dalam memahaminya) CONTOH PENAFISRAN HAMKA Penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat Amar Ma’rûf nahî Munkar dalam Tafsir al-Azhar. maupun secara individu. kata ma’rûf ( ‫ )معشششروف‬berasal dari kata urf ( ‫ )عشششششرف‬artinya “yang .baik masyarakat kelas atas seperti raja. hadits Nabi. beliau mengguanakan contoh-contoh yang hidup di tengah masyarakat.Tafsir al-Misbah : Sudut pemikirannya mendalam dan dilengkapi oleh data-data kontemporer(modern) c. KARAKTERISTIK TAFSIR AL-AZHAR Tafsir al-Azhar merupakan karya Hamka yang memperlihatkan keluasan pengetahuan beliau.Karakteristik yang tampak dari tafsir al-Azhar ini adalah gaya penulisannya yang bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan) yang dapat disaksikan dengan begitu kentalnya warna setting sosial budaya Minangnya yang ditampilkan oleh Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur’an PERBEDAAN DENGAN TAFSIR LAIN Tafsir al-Azhar sangatlah berbeda dengan tafsir-tafsir lainnya. tidak memihak. Iqbal. dia hanya menjelaskan pengertian raj’i. maka seseorang harus terjun ke dalam tasawuf. Perbedaan dari sudut bahasa. Mulai dari sudut pemikiran sampai sudut bahasa yang digunakan dalam menafsirkan pun sangatlah berbeda. Sumber penafsiran yang dipakai olehHamka antara lain.Berdasarkan fakta yang demikian. Sementara hamka dalam menjelaskan ayat itu. rakyat biasa. pendapat tabi’in. Depag : Sudut pemikirannya datar (karena tafsir ini ditulis oleh banyak ulama atau dapat dikatakan tulisan b.Tafsir dan Penafsiran Buya Hamka 7:09 PM Tafsir No comments CORAK TAFSIR BUYA HAMKA Agama bersifat netral. al Qur’an. Yaitu sebagaiberikut: Perbedaan gotong dari sudut pemikiran: royong) a. Tafsir al-Azhar : Sudut pemikirannya selalu menggiring seseorang kepada tasawuf (karenaberangkat dari setting sosial politik pada saat tafsir ini ditulis dan untuk selamat dari kondisiseperti itu. Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar. Tafsir ini ditulis dalam bentuk pemikiran dengan metode analitis atau tahlili. yang hampir mencakup semua disiplin ilmu penuh berinformasi. kamiakan membendingkan tafsir al-Azhar ini dengan tafsir Depag dan tafsir al-Misbah. riwayat dari kitab tafsir mu’tabar seperti al-Manar. serta juga dari syair-syair seperti syair Moh. tafsir Hamka dalam menjelaskan ayat itu bercorak sosial kemsyarakatan (adabi ijtima’i). Oleh karena itu.

Ali Imran ayat104. Demikian sekilas penjelasan mengenai pengertian ma’rûf ( ‫ )معششروف‬dan munkar (‫ )مشنشكشششر‬menurut Hamka Seperti diketahui bahwa ayat amar ma’rûf nahî munkar dituliskan secara bersambung disebutkan dalam alQur’ân pada lima surat. ma’rûf (‫ )معروف‬berarti perbuatan yang patut. Pada surat al-A’râf ayat 157. Sebagai nabi yang ummi. kecuali jiwa yang sakit. langsung disetujui oleh hatinya. 71. segala perintah yang dikerjakan oleh nabi yang ummi. karena shalat adalah pekerjaan yang patut dilakukan. beliau juga mendapat tugas untuk menyebarkan risalah ketuhanan kepada umat manusia. pastilah sesuai dengan jiwa. ditafsirkan oleh Hamka dengan kalimat sehaja. 110. menjelaskan tentang peran yang telah dimainkan oleh para nabi dan rasul. Meskipun begitu. Risalah yang akan dibawa oleh Nabi akhir zaman itu ialah yang menyuruh akan mereka “berbuat yang ma’rûf dan mencegah akan mereka yang munkar”. pantas dan sopan yang berlaku secara umum. yang memang patut dikerjakan. tugas berat yang diemban nabi Muhamad saw. Nabi Muhamad saw adalah seorang yang ummî (yang tidak pandai menulis dan membaca) yang telah disebutkan bahwa beliau akan datang sebagai Nabi akhir zaman di dalam Taurat dan Injil. Lebih lanjut Hamka menjelaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan baik ( ‫ )معروف‬jika perbuatan itu dapat diterima dan dipahami oleh manusia. akan selalu menghadapi risiko. Kalimat ‫ ينامرﻫشم بنا لمعشرو ف و يشنشهششهشم عشن المشنكشر‬yang terdapat dalam surat al-‘Arâf ayat 157 seperti tersebut di atas. Apabila suatu perintah datang kepada manusia yang berakal budi. Perbuatan itu patut diterima dan dipahami ma-nusia karena memang perbuatan baik (‫ )معروف‬itulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. Di antara contoh yang diberikan Hamka adalah perintah shalat dan membayar zakat. dan 112. dan 103. konteks amar ma’rûf dan nahî munkar menjelaskan tentang keberadaan Nabi Muhamad saw sebagai seorang rasul Tuhan. serta al-Taubah ayat 67. dan 114. Masing-masing ayat mempunyai konteks dan situasi yang berbeda. Luqman ayat 17.dikenal. Dengan kalimat pendek Hamka menyimpulkan bahwa tidak ada suatu perintahpun yang tidak ma’rûf (‫ )معروف‬kepada jiwa. karena memang masyarakat miskin perlu mendapat bantuan. Begitu juga pemberian zakat. seberat apapun risiko itu. . Kebalikan dari kata ma’rûf (‫ )معروف‬adalah kata mun¬kar ( ‫)مشنشكشر‬. dan dipuji. karena tidak patut. yaitu al-‘Araf ayat 157. dalam menjalankan risalah atau nubuwah kepada umat manusia. yang tidak disenangi atau ditolak oleh ma¬syarakat. Tidak selayaknya yang demikian itu dikerjakan oleh manusia berakal. termasuk ke-pada para ahl al-kitab. Menurut Hamka. nabi siap menanggungnya. berarti yang dikenal atau patut untuk dilakukan. Hamka menjelaskan bahwa sebagai nabi yang ummi. al-Hajj ayat 103. Nabi Muhamad dan umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat. semua ayat ini menyerukan agar mengerjakan perbuatan yang ma’rûf dan menjauhi perbuatan keji yang dilarang oleh Allâh SWT. sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini. karena hati nurani mengenalnya sebagai suatu yang baik. kata ma’rûf (‫ )معروف‬yang terdapat dalam surat ini. nabi Isa dan nabi Muhamad saw yang ummi. Oleh karena itu.”atau“yang dapat dimengerti dan dapat dipa¬hami serta diterima oleh masyarakat. berarti yang dibenci. Dalam konteks ini. tidak pantas. karena beliau telah mendapatkan amanah untuk melaksanakan yang ma’rûf (‫)معشششششششششششروف‬ dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكششششششششششششر‬. segala gejala-gejala buruk yang tidak diterima oleh masyarakat secara akal sehat. Tetapi.” Dalam pengertian lain. sebab jiwa mengenalnya sebagai suatu yang baik. seperti nabi Musa. Dalam konteks amar ma’rûf nahî munkar.

dan mencegah. yang tidak disenangi. terdapat dua kata penting. semakin tinggi kecerdasan beragama. Oleh karena itu. apabila tidak ada dakwah. supaya masyarakat itu bertambah tinggi nilainya. Dalam konteks dakwah. Suatu golongan yang terdapat dalam ayat tersebut. yaitu pengetahuan keagamaan dan sikap keberagamaan. kalau ada perbuatan munkar. dalam konteks ayat tersebut. Menurutnya. melarang perbuatan munkar ( ‫)مشنشكشر‬. maka tidak ada dinamika kehidupan beragama. yang ditolak oleh masyarakat. yaitu melakukan dakwah. dan mencegah dari yang munkar. Untuk itu. Kesimpulan yang disampaikan oleh Hamka dalam penafsirannya pada surat Âli Imrân ayat 104 dalam tafsir al-Azhar adalah bahwa ‫ المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬itu adalah menyeru untuk melakukan ke-bajikan dan mencegah kemunkaran. tentulah itu lebih baik bagi mereka. mereka menyuruh kepada yang ma'ruf. menjadi lebih dinamis dan agama menjadi hidup. membenarkan dan memuji. yang dibenci dan yang tidak diterima oleh akal dan jiwa yang sehat. dan beriman kepada Allah. Karena itu. dan 114. dan bertambah benci kepada yang munkar. Sekiranya ahli kitab beriman. yaitu perbuatan yang patut. terdapat hal penting yang menjadi tugas dan kewajiban umat manusia. dan mencegah dari yang Munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. Ali-Imran:104) Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. mereka itu Termasuk orang-orang yang saleh (Ali-Imran 114) Pada surat Âl-Imrân ayat 104. yaitu me-nyuruh berbuat ma’rûf ( ‫)معروف‬. karena tidak patut dan tidak pantas untuk dikerjakan. seluruh masyarakat. dan . menurut Hamka. umumnya menyetujui. ada dinamika kehidupan umat Islam. Kata ma’rûf (‫)معروف‬. ada sekelompok umat yang bertugas dan bekerja keras untuk menggerakkan masyarakat agar mereka berbuat yang ma’ruf. artinya yang dibenci. Sebaliknya. Dengan dakwah. Hamka tampaknya membagi bidang garapan dakwah menjadi dua. Sebaliknya. 110. hendaknya dalam suatu masyarakat. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Ali-Imran:110) Artinya:mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan. haruslah ada sekelompok orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan. yaitu. menyuruh kepada yang ma'ruf. membenci dan tidak menyukainya. dan dipuji.Selanjutnya ayat–ayat yang menjelaskan amar ma’rûf nahî munkar ( ‫الـمـربـالـمـعـروف وا‬ ‫ لنهى عن الـمـنكر‬secara berurutan ialah surat Âli ‘Imrân ayat 104. Ayat- ayat tersebut adalah sebagai berikut. diambil dari kata ‘urf (‫( عشرف‬yang berarti dikenal atau yang dapat dimengerti. Menurut Hamka. Sedang yang munkar. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung (QS. di antara mereka ada yang beriman. menyuruh berbuat ma’rûf (‫)معروف‬. dan mencegah perbuatan munkar (‫)مشنشكشر‬. menurut Hamka lebih lanjut. dan menjauhi yang munkar. yaitu ummat. bertambah kenal orang akan yang ma’ruf. Hamka memberikan sebuah tips. Menyeru atau mengajak merupakan aktivitas dakwah. memiliki tugas dan kewajiban untuk mengajak dan membawa manusia kepada kebaikan. dapat dipahami serta dapat diterima oleh manusia. pan-tas dan sopan. Artimya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. adalah untuk kalangan masyarakat umum. Untuk mengatasi masalah ini. seluruh masyarakat menolak. Karena begitulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. ( ‫)مشنشكشر‬. kalau ada orang berbuat ma’ruf. umum.

maka akan berdampak pada sikap dan perilaku seseorang dalam bermasyarakat. Seperti ditegaskan sebelumnya bahwa Hamka mengartikan kata ma’ruf ( ‫ )معروف‬dengan suatu perbuatan baik yang diterima oleh masyarakat dan akal sehat. lanjut Hamka. mereka yang melakukan kebaikan ( ‫ )الشخشثيشر‬dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. apabila sikap keberagamaan masyarakat belum tumbuh dan masih rendah. yang kerjanya khusus mengadakan dakwah. adalah mereka yang . Oleh karena itu.khusus. Diharapkan dengan adanya kegiatan dakwah. Sedang dakwah ke luar Islam tujuannya agar masyarakat non-muslim memahami posisi Islam sebagai sebuah agama damai dan memberikan pengertian tentang hakikat kebenaran Islam kepada orang-orang yang belum memeluknya. Oleh sebab itu. Bila amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. serta menangkis tuduhan yang tidak benar yang diarahkan kepada agama Islam. bila dakwah ke dalam. yang ma’ruf ( ‫)معروف‬. dan mana yang tidak baik. Kalimat ‫ يشدعشنون الى الشخشثيشر امشﺔ‬. sehingga ia memiliki keberanian untuk melakukan kebaikan dan mencegah keburukan. hendaklah ada segolongan umat yang menjadi inti. ditujukan kepada keluarga sendiri. Menurut Hamka. terhenti. Tujuannya. menurut Hamka sebagai hakikat kesadaran beragama yang menimbulkan pengetahuan sehingga dapat membedakan mana yang baik. untuk keluarga sendiri. Di dalam ayat 104 surat Âl-Imrân ini terdapat 3 (tiga) kewajiban. artinya umat mengajak pada kebaikan yang terdapat pada surat Âl-Imrân ayat 104. yaitu munkar ( ‫)مشنشكشر‬. dan ketiga mengajak kepada kebaikan (‫ )الخشثيشششر‬Menurut Hamka. yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Islam. yaitu menyuruh berbuat ma’ruf ( ‫)معروف‬. Pelaksanaan dakwah yang dimaksudkan Hamka tidak hanya kegiatan dakwah ke dalam. akan terbentuk masyarakat yang sehat. atau seluruh umat ini sendiri sadar akan kewajibannya yaitu melaksanakan dakwah. yang dimaksud dengan kata (‫)الخشثيشر‬ yang berarti kebaikan. maka percuma saja menyebut yang ma’rûf (‫)معروف‬. sehingga mampu melakukan yang ma’ruf (‫ )معروف‬dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكشر‬. maka hal itu dapat dijadikan sebagai indikator masyarakat yang sedang sakit. Dakwah yang bersifat umum adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat serta mengajak mereka untuk memahami hikmah ajaran Islam yang benar. Sebab. yaitu dakwah di kalangan umat Islam sendiri. termasuk tauhid dan ma’rifat. melarang berbuat munkar(‫)مشنشكشر‬. semua berpusat pada yang satu. sebagai bagian dari aktivitas dakwah. juga dakwah ke masyarakat luar Islam. yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. Sedang dakwah yang bersifat khusus. menurut Hamka pentingnya juru dakwah atau da’i memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai ajaran agama Islam yang sebenarnya. kemajuan dan kemundurannya sangat tergantung pada dakwah. agar patuh kepada Tuhan. Sebab kehidupan agama. yaitu ummatun (‫ ) امشﺔ‬dan kedua kata yad’ûna ‫ يشدعشنون‬. menurut Hamka untuk membedakan yang ma’rûf ( ‫)معشششششششروف‬. dengan yang munkar (‫)مشنشكششششششششر‬ tidak ada lain kecuali ajaran Islam. menurut Hamka memiliki dua kata penting. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa dikalangan umat Islam yang besar jumlahnya. yaitu me¬mupuk kepercayaan dan iman kepada Tuhan. Di sinilah. Dengan kesadaran beragama yang tinggi. ketiga kewajiban itu. Sebaliknya. Hal itulah. yaitu ‫يشدعشنون الى الشخشثيشر‬mengajak pada ke-baikan. seorang da’i apabila berdakwah hendaklah ia mengeluarkan pendapat umum yang sehat atau public opini yang sehat dan dapat diterima masyarakat umum. menurutnya. dan menentang yang munkar. diharapkan umat Islam semakin kuat kesadaran beragamanya. sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran beragama yang tinggi.

Karena mereka telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا‬ ‫ لنهى عن الشمشنكر‬. sehingga umat menjadi pelopor kebajikan di dalam dunia. ke-simpulan umum yang hendak dijelaskan pada ayat ini adalah suatu kewajiban bagi umat Islam untuk menyampaikan yang ma’ruf ( ‫ )معروف‬dan melarang perbuatan yang munkar( ‫)مشنكر‬. Dalam konteks ini ayat tersebut di atas. lanjut yach. ada tiga hal yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. baca juga ulama tafsir Quraisy Shihab . Karena perbuatan demikian merupakan ujung tombak dari dakwah Islam. Oleh karena itu. mengajak orang kepada al-khair (‫)يشدعشششنون الششى الشخشثيشششر‬. Kedua. lafal atau kata al-khair (‫ )الشخشثيشر‬dan lafal al-ma’rûf ‫ الشمشعشروف‬menurut harfiahnya sama. yaitu kebaikan.. sehingga keburukan dapat dihindari atau dikalahkan. Pertama. mengajak orang kepada yang al-ma’rûf ( ‫)المشربشنالشمشعشروف‬. Dari terjemahan ayat tersebut.akan memperoleh kemenangan. Ketiga. mencegah orang dari al-munkar ( ‫)وا لنهى عن الشمشنكر‬. Terdapat dua ka-ta yang berbeda akan tetapi memiliki pengertian sama. dan mengajak pada kebaikan. yakni menyampaikan yang baik dan melarang kepada yang munkar..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful