P. 1
Resume tafsir indonesia.doc

Resume tafsir indonesia.doc

5.0

|Views: 485|Likes:
Published by Muhammad Ihsan

More info:

Published by: Muhammad Ihsan on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2014

pdf

text

original

Tafsir Al-Furqon adalah karya besar A.

Hassan

Bagian pertama al-Furqon diterbitkan pada tahun 1928. Terbitan pertama itu mungkin belum seperti yang diharapkan karena baru dapat memenuhi sebagian ilmu yang diperlukan oleh umat Islam di Indonesia. Untuk memenuhi desakan sejumlah anggota Persatuan Islam, bagian kedua tafsir itu diterbitkan tahun 1941, tetapi hanya sampai Surah Maryam. Selanjutnya, atas bantuan seorang pengusaha, yaitu Sa’ad Nabhan, pada tahun 1953 barulah proses penulisannya dilanjutkan kembali hingga akhirnya tulisan Tafsir Al-Furqân secara keseluruhan (30 juz) dapat diterbitkan pada tahun 1956. Mengingat tafsir tersebut ditulis pada dekade sebelum 1960-an, bahasa Indonesia yang digunakan pun tentunya bahasa Indonesia yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Dalam periode selanjutnya bahasa Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat berarti, terutama setelah ditetapkannya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Edisi Kedua, 1987), penulisan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), dan Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia (1987). Penulisan tafsir ini yang merupakan langkah pertama dalam sejarah penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia itu dilakukan dalam kurun waktu 1920-1950-an. Dalam penerjemahan ayat-ayat al-Qur’an, A. Hassan menggunakan metode harfiah, yaitu penerjemahan kata demi kata, kecuali terhadap beberapa hal yang tidak memungkinkan penggunaan metode itu. Untuk hal seperti itu, barulah A. Hassan menggunakan metode maknawiah (semantik). Tafsir Al-Furqân merupakan gabungan dari terjemahan dan tafsiran yang dilakukan oleh A. Hassan, seorang yang dikenal luas reputasi keilmuannya. Usaha yang serius dan bertanggung jawab yang dilakukannya dalam tafsir ini diakui oleh banyak kalangan sebagai usaha yang berhasil. Bahkan, tidak sedikit orang yang lebih memilih menggunakan tafsir ini untuk mendapatkan terjemahan dan pemahaman Qur’an daripada tafsir dan terjemahan Qur’an dalam bahasa Indonesia yang lain. Inilah yang membuat keinginan keluarga besar A. Hassan untuk memutakhirkan bahasa Indonesia tafsir ini disambut oleh tim, sebagai upaya pelestarian aset intelektual bangsa. Ini juga merupakan upaya untuk menjaga amal jariah yang ditinggalkan A. Hassan, yang akan baik bila tidak diputus rantainya hanya karena bahasa yang dipergunakan sudah tidak akrab lagi dengan pembaca masa kini.

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy by sariono sby I. PENDAHULUAN RIWAYAT TAFSIR AN-NUR Tafsir An-Nur ini dikerjakan oleh Hasbi Ash-Shiddiqy sejak tahun 1952-1961 (sembilan tahun) di sela-sela kesibukannya mengajar, memimpin fakultas, menjadi anggota konstituante dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hidupnya yang sarat dengan beban itu tidak memberi peluang baginya untuk secara konsisten mengikuti tahap-tahap kerja yang lazim dilakukan oleh penulis-penulis profesional. Dengan bekal pengetahuan, semangat dan dambaannya untuk menghadirkan sebuah kitab tafsir dalam bahasa indonesia yang tidak hanya sekedar terjemahan, ia mendiktekan naskah kitab tafsirnya ini kepada seorang pengetik dan langsung menjadi naskah siap cetak. Memang ketika ia mendiktekan naskah itu, di atas meja kerjanya penuh terhampar buku-buku referensi dan catatan-catatannya berupa kertas berserakan. Itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadi pengulangan informasi, penekanan ayat, penomoran catatan kaki yang tidak mengikuti metode penulisan karya ilmiah dalam tafsir ini. Tafsir an-Nur telah dicetak sebanyak dua kali, cetakan yang kedua telah mengalami beberapa penyempurnaan menyangkut penggantian kulit muka dan struktur bahasa indonesia. Tafsir An-Nur yang pertama terbit pada tahun 1956, ini adalah kitab tafsir pertama yang diterbitkan di indonesia, sehingga merupakan pelopor dari khazanah perpustakaan di tanah air, menurut penilaian seorang mubaligh, tafsir ini mudah dicerna tidak saja oleh golongan pemula, namun juga bisa dipelajari dan dijadikan objek penelitian dan para peminat tafsir. Penerbitan cetakan kedua dilakukan penyempurnaan bahasa oleh H. Sudarto, seorang wartawan yang berdiam di Semarang, dan juga penyuntingan, persiapan sistem penyusunan tafsir oleh alm. Prof. Dr. Nourrouzzaman shiddiqi, M. A. (salah seorang putera alm. Teungku muhammad hasbi ash-shiddiqi, yang wafat pada tanggal 19 Juli 1999). II. BIOGRAFI HASBI AL-SHIDDIEQY Prof. DR. Hasbi al-Shiddieqy Lahir di Lhokseumawe, 10 Maret 1904 – Wafat di Jakarta, 9 Desember 1975. Seorang ulama Indonesia, ahli ilmu fiqh dan usul fiqh, tafsir, hadis, dan ilmu kalam. Ayahnya, Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husein ibn Muhammad Su’ud, adalah seorang ulama terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pesantren (meunasah). Ibunya bernama Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz, putri seorang Qadhi Kesultanan Aceh ketika itu. Menurut silsilah, Hasbi al-Shiddieqy adalah keturunan Abu Bakar al-Shiddieq (573-13 H/634 M), khalifah pertama. Ia sebagai generasi ke-37 dari khalifah tersebut melekatkan gelar al-Shiddieqy di belakang namanya. Pendidikan agamanya diawali di dayah (pesantren) milik ayahnya. Kemudian selama 20 tahun ia mengunjungi berbagai dayah dari satu kota ke kota lain. Pengetahuan bahasa Arabnya diperoleh dari Syekh Muhammad ibn Salim al-Kalali, seorang ulama berkebangsaan Arab. Pada tahun 1926, ia berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Madrasah al-Irsyad, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syekh Ahmad Soorkati (1874-1943), ulama yang berasal dari Sudan yang mempunyai pemikiran modern ketika itu. Di sini ia mengambil pelajaran takhassus (spesialisasi) dalam bidang pendidikan dan bahasa. Pendidikan ini dilaluinya selama 2 tahun. Al-Irsyad dan Ahmad Soorkati inilah yang ikut berperan dalam membentuk pemikirannya yang modern sehingga, setelah kembali ke Aceh. Hasbi ash-Shiddieqy langsung bergabung dalam keanggotaan organisasi Muhammadiyah. Pada zaman demokrasi liberal ia terlibat secara aktif mewakili Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Pada tahun 1951 ia menetap di Yogyakarta dan mengkonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan. Pada tahun 1960 ia diangkat menjadi dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jabatan ini dipegangnya hingga tahun 1972. Kedalaman pengetahuan keislamannya dan pengakuan ketokohannya sebagai ulama terlihat dari beberapa gelar doktor (honoris causa) yang diterimanya, seperti dari Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975 dan dari IAIN

Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. Sebelumnya, pada tahun 1960, ia diangkat sebagai guru besar dalam bidang ilmu hadis pada IAIN Sunan Kalijaga. Hasbi ash-Shiddieqy adalah ulama yang produktif menuliskan ide pemikiran keislamannya. yang didasari karena lima jasa yang dimiliki oleh beliau, yakni : 1. Pembinaan IAIN; 2. Perkembangan Ilmu agama Islam; 3. Jasa-jasa beliau kepada masyarakat; 4. Pokok-pokok pemikiran beliau tentang cita-cita hukum Islam, dan: 5. Pendapat-pendapat beliau tentang beberapa masalah hukum. Sementara gelar Professor dalam bidang ilmu Hadits beliau peroleh tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. B.IV.I/37-92 tanggal 30 Juli 1962 dan dikukuhkan dengan Keputusan Presidn RI No. 71/M-1 tanggal 22 Mei 1963. Ada beberapa sisi menarik pada diri Muhammad Hasbi, antara lain: Pertama, ia adalah seorang otodidak. Pendidikan yang ditempuhnya dari dayah ke dayah, dan hanya satu setengah tahun duduk di bangku sekolah Al Irsyad (1926). Dengan basis pendidikan formal seperti itu, ia memperlihatkan dirinya sebagai seorang pemikir. Kemampuannya selaku seorang intelektual diakui oleh dunia internasional. Ia diundang dan menyampaikan makalah dalam Internasional Islamic Colloquium yang diselenggarakan di Lahore Pakistan (1958). Selain itu, berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya di Indonesia, ia telah mengeluarkan suara pembaharuan sebelum naik haji atau belajar di Timur Tengah. Kedua, ia mulai bergerak di Aceh, di lingkungan masyarakat yang dikenal fanatik, bahkan ada yang menyangka “angker”. Namun Hasbi pada awal perjuangannya berani menentang arus. Ia tidak gentar dan surut dari perjuangannya kendatipun karena itu ia dimusuhi, ditawan dan diasingkan oleh pihak yang tidak sepaham dengannya. Ketiga, dalam berpendapat ia merasa dirinya bebas tidak terikat dengan pendapat kelompoknya. Ia berpolemik dengan orang-orang Muhammadiyah dan Persis, padahal ia juga anggota dari kedua perserikatan itu. Ia bahkan berani berbeda pendapat dengan jumhur ulama, sesuatu yang langka terjadi di Indonesia. Keempat, ia adalah orang pertama di Indonesia yang sejak tahun 1940 dan dipertegas lagi pada tahun 1960, menghimbau perlunya dibina fiqh yang berkepribadian Indonesia. Himbauan ini menyentak sebagian ulama Indonesia. Mereka angkat bicara menentang fiqh (hukum in concreto) di-Indonesia-kan atau dilokalkan. Bagi mereka, fiqh dan syariat (hukum in abstracto) adalah semakna dan sama-sama universal. Kini setelah berlalu tigapuluh lima tahun sejak 1960, suara-suara yang menyatakan masyarakat muslim Indonesia memerlukan “fiqh Indonesia” terdengar kembali. Namun sangat disayangkan, mereka enggan menyebut siapa penggagas awalnya. Mencatat penggagas awal dalam sejarah adalah suatu kewajiban, demi tegaknya kebenaran sejarah. Pada tanggal 9 Desember 1975, berusia 71 tahun, setelah beberapa hari memasuki karantina haji, dalam rangka menunaikan ibadah haji, beliau berpulang ke rahmatullah, beliau meninggal di Rumah Sakit Islam Jakarta dan jasad beliau dimakamkan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Pada waktu pemberangkatan jenazahnya dari rumah anaknya yang bungsu di Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat ke Pekuburan IAIN Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta selatan telah memberikan kata sambutan pelepasan : Amelz (Abdul Manaf el-Zamzami) mewakili keluarga, serta Prof. Dr. Hamka dan Drs. H. Kafrawi Ridwan, M.A atas nama menteri agama. Makamnya berdampingan dengan Prof. Thoha Yahya Umar M.A, dan dekat makam Sa’adudin Jambek. III. KARYA-KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY Hasbi Ash-Shiddieqy adalah seorang alim yang sangat produktif dan banyak menulis. Karya tulisnya mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman. Menurut catatan, buku yang ditulisnya berjumlah 73 judul (142 jilid). Sebagian besar karyanya adalah tentang fiqh (36 judul). Bidang-bidang lainnya adalah hadis (8 judul), tafsir (6 judul), tauhid (ilmu kalam; 5 judul). Sedangkan selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Beberapa diantaranya adalah : 1. Tafsir an-Nur 2. Al-Bayan, yang merupakan penyempurnaan dari tafsir an-nur 3. Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Qur’an. Karena keahliannya dalam bidang tafsir, sehingga ia diberi penghargaan sebagai salah seorang penulis tafsir terkemuka di Indonesia pada tahun 1957/1958, serta dipilih sebagai wakil ketua lembaga penerjemah dan Penafsir al-Qur’an Departemen Agama RI. 4. Pengantar Hukum Islam 5. Peradilan dan Hukum Acara Islam

6. Sejarah Pengantar Ilmu Hadis 7. Pokok-pokok Ilmu Diniyah Hadis (I-II) 8. Kuliah Ibadah 9. Fiqh Mawaris 10. Pedoman Haji 11. Pidana Mati dalam Syariat Islam 12. Hukum-hukum Fiqih Islam 13. Pengantar Fiqh Muamalah 14. Filsafat Hukum Islam 15. Kriteria antara Sunnah dan Bid’ah 16. Buklet “ Penoetoep Moeloet” (karya pertama pada awal tahun 1930-an) 17. Buku Al-Islam, dua jilid (1951) 18. Buku Pedoman Shalat, yang dicetak ulang sebanyak 15 kali oleh dua percetakan yang berbeda (1984) 19. Buku Mutiara Hadits, sebanyak 8 jilid (1968) 20. Buku Koleksi Hadits Hukum, sebanyak 11 jilid, baru terbit 6 jilid (1971) dll. IV. METODE PENAFSIRAN Untuk menentukan metode apa yang di gunakan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy, harus diketahui dulu motivasi dan sumber-sumber dalam penafsiran An-Nur. Pada kata pengantar Tafsir An-Nur, beliau mengatakan : Indonesia membutuhkan perkembangan tafsir dalam bahasa persatuan Indonesia, maka untuk memperbanyak lektur Islam dalam masyarakat Indonesia dan untuk mewujudkan suatu tafsir yang sederhana yang menuntun para pembacanya kepada pemahaman ayat dengan perantaraan ayat-ayat itu sendiri. Sebagaimana Allah telah menerangkan ; bahwa Al-Qur’an itu setengahnya menafsirkan yang setengahnya, yang meliputi penafsiran-penafsiran yang diterima akal berdasarkan pentakhwilan ilmu dan pengetahuan, yang menjadikan intisari pendapat para ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diisyaratkan AlQur’an secara ringkas. Dengan berharap taufiq dan inayah yang maha pemurah lagi maha penyayang, kemudian dengan berpedoman kepada kitab-kitab tafsir yang mu’tabar, kitab-kitab hadits yang mu’tamad, kitab-kitab sirah yang terkenal. Saya menyusun kitab tafsir in dengan saya namai “An-Nur. Melihat ungkapan diatas, terlihat bahwa motivasi Hasbi Ash-Shiddieqy sangat mulia yaitu untuk memenuhi hajat orang Islam di Indonesia untuk mendapatkan tafsir dalam Bahasa Indonesia yang lengkap, sederhana dan mudah dipahami, sesrta ia menerangkan sepenggal-sepenggal ayat al-qur’an dengan menulisnya menggunakan bahasa latin dimaksudkan agar orang-orang yang tidak bisa membaca al-qur’an dengan bahasa arabnya maka ia bisa membacanya dengan huruf latin. Sumber yang beliau gunakan dalam menyusun tafsir An-Nur adalah : 1. 'Umdatut Tafsir 'Anil Hafidz Ibnu Katsir, 2. Tafsir al-Manar(karya Muhammad Abduh); 3. Tafsir al-Qasimy; 4. Tafsir al-Maraghy (karya Ahmad Musthafa al-Maraghi), dan 5. Tafsir al-Wadhih. Sedangkan metode yang dilakukan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy adalah: Pertama, mengemukakan ayat-ayat yang akan ditafsirkan satu, dua, atau tiga ayat dan kadang-kadang lebih. Dan dalam hal ini Hasbi Ash-Shiddieqy menuruti al-maragy, yang pada umumnya menuruti al-manar dan kadang-kadang menuruti tafsir al-wadhih. Kedua, ayat-ayat tersebut kemudian di bagi kepada beberapa jumlah. Masing-masing jumlah ditafsirkan sendiri-sendiri. Ketiga, dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa indonesia, Hasbi Ash-Shiddieqy berpedoman kepada tafsir abu suud, tafsir shiddiqy hasan khan dan tafsir al-qasimy. Keempat, menerangkan tafsiran ayat, dalam materi penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy mensarikan dari uraian al-maraghy dan al-manar, dan dalam menafsirkan ayat-ayat yang semakna menuruti tafsir al-imam ibnu katsir. Kelima, menerangkan asbabun nuzul ayat, apabila terdapat atsar yang diakui keshahihannya oleh ahli atsar. Metode semacam ini juga dipergunakan oleh mufassir pada abad modern yang ditulis pasca kebangkitan umat Islam, seperti metode yang dipakai Prof. DR. Hamka (Indonesia). Berdasarkan sumber-sumber yang dipakai, maka dapat diketahui bahwa metode yang dipakai oleh Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menyusun tafisir An-Nur adalah metode campuran antara metode bil Ro’yi atau bil

Ma’qul. Hal ini juga beliau kemukakan bahwa, dalam menyusun tafsir ini berpedoman pada tafsir induk, baik kitab tafsir bil Matsur maupun kitab tafsir bin Ma’qul. Sementara jika diperhatikan sistematika yang terkandung dalam kitab tafsir An-Nur, terdiri dari 4 (empat) tahap pembahasan, yakni : 1. Penyebutkan ayat secara tartib mushaf tanpa diberi judul; 2. Terjemahan ayat kedalam Bahasa Indonesia dengan diberi judul “Terjemahan”; 3. Penafsiran masing-masing ayat dengan didukung oleh ayat yang lain, hadits, riwayat Shahabat dan Tabi’in serta penjelasan yang ada kaitannya dengan ayat tersebut dan tahapan ini diberi judul “Tafsirnya”; 4. Kesimpulan, intisari dari kandungan ayat yang diberi judul “Kesimpulan”. V. KESIMPULAN Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy tidak mempunyai corak dan orientasi terhadap bidang tertentu, sebab kalau diperhatikan semua tafsirnya tidak memuat bidang ilmu tertentu, seperti bidang Bahasa, hukum, sufi, filsafat dan sebagainya. Hasbi Ash-Shiddieqy membahasnya dengan mengaitkan bidang ilmu pengetahuan secara merata artinya tidak ada penekanan pada bidang tertentu, sebab membahas dengan memfokuskan pada bidang tertentu menurutnya akan membahwa para pembaca keluar dari bidang tafsir. Pada kata pengantar kitab tafsir an-Nur beliau menyatakan : “Meninggalkan uraian yang tidak langsung berhubungan dengan tafsir ayat, supaya tidak selalu para pembaca dibawa keluar dari bidang tafsir, baik ke bidang sejarah atau bidang ilmiah yang lain” Dari ungkapan di atas, Hasbi Ash-Shiddieqy tidak bermaksud menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan uraian ilmiah yang panjang lebar yang dikhawatirkan keluar dari tujuan ayat-ayat tertentu. Dengan demikian tafsir An-Nur tidak mempunyai corak atau orientasi tertentu, namun bisa dikatakan komplit, artinya meliputi segala bidang. http://referensiagama.blogspot.com

Di antara roman yang ditulisnya adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938). lalu aktif dalam organissi Muhammadiyah. Pada waktu itu ia mulai banyak menulis roman. 24 Juli 1981. terutama tentang manhaj yang ditempuh oleh sang mufasir serta bagaimana penerapannya dalam tafsirnya. Hamka Hamka adalah nama singkatan Haji ‘Abdul Malik Karim Amrullah. yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul. dan lainnya. Pandahuluan. Kemunculan para mufasir dari satu masa ke masa berikutnya memperpanjang daftar perbendaharaan rahasia dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Menafsirkan Al-Qur’an. Pergantian zaman. bentuk serta coraknya. Sekilas Biografi Prof. cetakan I. Dalam Kata Pengantar. Sumatera Barat. dan terakhir Hikmat Ilahi. Hamka menyebut beberapa nama yang ia anggap berjasa bagi dirinya dalam pengembaraan dan pengembangan keilmuan keislaman yang ia jalani. dalam sejarah perjalanan umat ini bersama Kitab Sucinya. semenjak ia turun pada masa hidup Rasulullah Saw. DR. kumpulan cerita pendek). Tulisan ini akan coba menampilkan sosok tafsir tersebut. Di antara karya tafsir modern Indonesia yang dapat kita jumpai dengan cukup mudah dan banyak dibicarakan (dikaji) orang adalah Tafsir Al-Azhar. Pendidikan formalnya hanya sampai SD. etika dan akhlak. 16 Februari 1908 dan wafat di Jakarta. Sosok yang ditampilkan sangat mungkin tidak utuh (karena berbagai pertimbangan). Merantau ke Deli (1940). Pernah memimpin majalah Panji Masyarakat yang terbit sejak 1959. maka aktivitas tafsir Al-Qur’an serta upaya penjelasan makna-maknanya yang dianggap musykil oleh kebanyakan kaum Muslimin menjadi suatu keniscayaan. Dalam kesempatan itulah ia menyelesaikan Tafsir Al-Azhar-nya. Pada setiap fase waktu dapat kita temukan “peninggalan” tafsir yang sejalan dengan tuntutan dan dinamika masanya. Tahun 1924 mulai merantau ke tanah Jawa untuk belajar antara lain kepada HOS Cokroaminoto. Hamka banyak sekali menulis buku tentang Islam. Jika demikian halnya. mendalami dan mengamalkan segala isinya. Di Dalam Lembah Kehidupan (1940. tetapi banyak belajar sendiri (otodidak). karena memegangteguh ajaran Al-Qur’an merupakan sumber kebahagiaan. Haluan Tafsir. Sementara itu sejak tanggal 21 Mei 1981 Hamka meletakkan jabatannya selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemudian menetap di Medan di mana ia aktif sebagai ulama dan bekerja sebagai redaktur majalah Pedoman Masyarakat dan Pedoman Islam (1938-1941). Beliau dikenal sebagai seorang tokoh dan pengarang (pujangga) Islam. Dr. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang halal-haram. Nama-nama yang disebutnya itu boleh jadi merupakan orang-orang pemberi motivasi untuk segala karya cipta dan dedikasinya terhadap . yang terdiri dari: Kata Pengantar. Al-Qur’an Lafaz dan Makna. perintah dan larangan.STUDI ANALISIS ATAS TAFSIR AL-AZHAR Karya Prof. Keharusan itu dapat dipahami. Isi Mu’jizat Al-Qur’an. Al-Qur’an. merupakan riwayat hidup dan kisah perjuangan ayahnya). petunjuk dan kemenangan di sisi Tuhan berupa surga yang penuh kenikmatan. Ayahku (1949. Untuk merespon kenisacayaan itu. sehingga timbul heboh karena ada pihak yang tidak setuju kiai mengarang roman. banyak sudah ulama yang mencurahkan perhatiannya untuk membidangi tafsir dengan berbagai manhaj.[2] Sekilas Profil Tafsir Al-Azhar Kitab Tafsir berbahasa Indonesia yang akan kita kaji sekarang ini adalah terbitan Pustaka Panjimas. I’jâz AlQur’an. yang kesemuanya itu harus dipedomani oleh mereka yang mengaku menjadikan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya. seluruhnya ratusa judul. sang mufasir terlebih dahulu memberikan banyak pembukaan. 2011 Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber tasyri’ dan hukum yang menuntut kaum muslimin untuk mengetahui.[1] Di zaman Orde Lama pernah meringkuk dalam tahanan beberapa tahun. yang mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar Mesir dan membawa pembaharuan dalam soal agama di Minangkabau. penemuan ilmu-pengetahuan dan kemajuan akal-pikir manusia semakin memperjelas betapa luasnya samudera hikmah yang dikandung AlQur’an. Tahun 1927 berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Yang penulis coba tampilkan dalam makalah ini memang hanya sisi-sisi yang dianggap penting saja. terutama dalam bidang agama. Ia adalah putera seorang ulama terkemuka. Hamka December 30. Jakarta. 1982. Sebelum betul-betul masuk dalam tafsir ayat Al-Qur’an. Beliau adalah imam masjid Al-Azhar Kebayoran. Keahliannya dalam Islam diakui dunia internasional sehingga kemudian mendapat gelar kehormatan dari Universitas Al-Azhar (1955) dan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (1976). bahkan hingga sekarang dan yang akan datang. dan sepeninggal beliau. Lahir di Maninjau. Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”.

Hamka. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis.”[4] Intinya. Hamka menjanjikan bahwa ia tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil pendapat yang telah terdahulu. Dalam Tafsir Al-Azhar-nya. baik fikih maupun kalam. memelihara sebaik mungkin hubungan antara naqal dan ‘aql’. Bagian yang penulis anggap menarik dari sub-sub yang terdapat dalam pembukaan tafsir Al-Azhar adalah sub “Haluan Tafsir” dan “Mengapa Dinamai Tafsir Al-Azhar”. . Ia menulis: “Syarat-syarat itu memang berat dan patut. tetapi penulis tidaklah mengakui bahwa penulis sudah sangat alim dalam segala itu……Maka kalau menurut syarat yang dikemukakan ulama tentang ilmu-ilmu itu.pengembangan dan penyebarluasan ilmu-ilmu keislaman. fikih. Dan Hamka sendiri. kalau hanya memperturutkan akal sendiri. sebagai penulis Tafsir. Kalau tidak ada syarat demikian tentu segala orang dapat berani saja menafsirkan Al-Qur’an. Syaikh Muhammad Amrullah (kakek). Meskipun dalam hal riwâyah ia belum (tidak) mengatasi al-Manâr. Ilmu-ilmu yang dijadikan syarat oleh ulama-ulama itu alhamdulillah telah penulis ketahui ala kadarnya. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berpikir.[3] Di bawah Pendahuluan Hamka menyitir beberapa patokan dan persyaratan yang mesti dimiliki oleh seseorang yang akan memasuki gelanggang tafsir. dalam arti menghindar dari perselisihan kemazhaban. maka perselisihan-perselisihan mazhab dihindari dalam Tafsirnya. tempat Al-Qur’an ini akan diterjemah dan ditafsirkan tidaklah penulis tafsir ini termasuk ahli yang sangat terkemuka. Pada saat yang sama. Nama-nama tersebut selain disebut Hamka sebagai orang-orang tua dan saudara-saudaranya. sehingga dengan tidak disadari boleh jadi menjauh dari maksud agama.” demikian Hamka mengawali paparannya tentang haluan tafsir. “melainkan sedaya upaya mendekati maksud ayat. dua sub itu akan penulis jadikan sub juga dalam makalah ini. tidaklah akan jadi ‘Tafsir’ ini dilaksanakan. tetapi mempergunakan juga tinjauan dan pengalaman pribadi. juga disebutnya sebagai guru-gurunya. ayahnya sendiri. Tafsir ini ia nilai sebuah sosok tafsir yang mampu menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. namun dalam dirâyah ia telah mencocoki pikiran setelah Perang Dunia II.[5] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. Karena itu. sedang mereka haus akan bimbingan agama haus akan pengetahuan tentang rahasia Al-Qur’an. Selain tafsir Al-Manâr. Di antara karya tafsir yang jelas-jelas ia menyatakan ketertarikan hati terhadapnya adalah tafsir Al-Manâr karya Sayyid Rasyîd Ridhâ. Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak iparnya). Hamka mengabarkan bahwa Tafsir Al-Azhar ditulis dalam suasana baru. Hanya saja. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. wajiblah ilmu sangat dalam benar lebih dahulu. tidak pula melulu menuruti pertimbangan akal seraya melalaikan apa yang dinukil dari penafsir terdahulu. mengakui bahwa ia tidaklah ta’ashshub kepada satu paham. Sebaliknya. Nama-nama itu antara lain. seperti diakuinya. di negara yang penduduk Muslimnya adalah mayoritas. tafsir al-Marâghî. sedangkan bahasa Indoensia sendiri.[7] Hingga di sini penulis makalah hendak mengatakan bahwa Tafsir Al-Azhar mempunyai corak non-mazhabi. besar bahayanya akan terpesona keluar dari garis tertentu yang digariskan agama melantur ke mana-mana. terutama bagi ia yang sudah memiliki standar minimal dalam pemenuhan syarat-syarat tersebut.”[6] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. tidak terkecuali karya tafsirnya. patokan-patokan yang berat itu tidak harus menjadi kendala dan penghalang bagi lahirnya karya-karya baru tafsir.” Secara jujur Hamka mengatakan bahwa Tafsir karya Sayyid Quthub itu banyak mempengaruhinya dalam menulis tafsir Al-Azhar-nya. Doktor Syaikh Abdulkarim Amrullah. Tafsir yang disebut terakhir misalnya. antara riwâyah dan dirâyah. dalam sub ini Hamka sadar betul akan pentingnya pemenuhan syarat-syarat tafsir bagi orang yang hendak menafsir. berarti hanya suatu textbook thinking belaka. Suatu tafsir yang hanya mengekor riwayat atau naqal dari ulama terdahulu. Jangankan bahasa Arab dengan segala nahwu dan sharaf-nya. al-Qâsimî dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân juga termasuk tafsir-tafsir yang Hamka ‘saluti’. ia nilai sebagai “satu tafsir yang munasabah buat zaman ini. Haluan Tafsir “Tiap-tiap tafsir Al-Qur’an memberikan corak haluan daripada peribadi penafsirnya.

yang berupa huruf-huruf yakni Alif Lâm Mîm. seperti diakuinya. atau sebagai panggilan untuk menarik perhatian tentang ayat-ayat yang akan turun mengiringinya.[8] Hal lain yang dimasukkan Hamka dalam sub ini adalah janjinya untuk menyuguhkan sebuah tafsir yang ‘tengah-tengah’. pula hal itu tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian AlQur’an. ia juga. Tuhanlah yang lebih tahu akan artinya. Majalah ini selalu memuat kuliah tafsir ba’da shubuh tersebut.”[13] Hingga di sini dapat kita nilai bahwa Hamka dalam hal yang berkaitan dengan makna huruf-huruf di pangkal surat lebih cenderung menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. misalnya. dengan setting sosial-kemasyarakatan keindonesiaan sebagai objek sasarannya. Kalau dia suatu kalimat yang mengandung arti. sehingga yang dapat memahaminya tidak hanya semata-mata sesama ulama. Demikian halnya huruf-huruf pembuka surat lainnya. sehingga tidak menjemukan. niscaya tidak akan ragu-ragu lagi seluruh bangsa Arab akan artinya. termasuk ayat mutasyabihat yang kita baca dan percayai saja. Pandangan para mufasir tentang huruf-huruf pembuka surat (fawâtih al-suwar) seperti itu.”[9] Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”? Nama Al-Azhar diambil dari nama masjid tempat kuliah-kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri. dapat dengan mudah kita katakan bahwa corak Tafsir yang sedang kita kaji ini bercorak Adabi-Ijtimâ`î. sebab tafsir itu—sebelum dimuat di majalah—digelar di dalam masjid agung Al-Azhar.[11] Ada pula. Dengan begitu. Kebayoran Baru. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushhaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat. Pertama. menurut Ibnu ‘Abbas ada maknanya sendiri.[10] Studi Kritis Tafsir Al-Azhar: Metode Tafsir Manhaj yang ditempuh tafsir Al-Azhar adalah Tahlili. Pengajian tafsir setelah shalat shubuh di masjid Al-Azhar telah terdengar di mana-mana. banyak diwarnai (diberi corak) oleh tafsir ‘modern’ yang telah ada sebelumnya. Thâ Hâ dan semacamnya. Nama masjid Al-Azhar sendiri adalah pemberian dari Syaikh Mahmoud Syaltout. dalam makna selalu mengaitkan pembahasan tafsir dengan persoalanpersoalan riil umat Islam.sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. mereka yang memberikan arti sendiri bagi huruf-huruf tersebut. syaikh (rektor) Universitas Al-Azhar. Hamka langsung memberi nama bagi kajian tafsir yang dimuat di majalah itu dengan Tafsir AlAzhar.[14] Ketajaman analisis Hamka juga teruji ketika. kata Hamka. Alif untuk nama Allah. seperti Al-Manâr dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân. terbagi kepada dua golongan. Yang banyak memberikan arti bagi huruf-huruf itu adalah sahabat-mufasir yang terkenal yakni ‘Abdullah bin ‘Abbas. dan tidak terlalu rendah. Ketika membahas ayat pertama surat al-Baqarah. terutama sejak terbitnya majalah Gema Islam. dua tafsir tersebut dikenal bercorak adabi-ijtimâ`î. dengan jeli menunjukkan korelasi antara makna yang terdapat pada akhir surat al-Fâtihah dengan makna yang ada pada awal surat al-Baqarah (ayat . yang pada bulan Desember 1960 datang ke Indonesia sebagai tamu agung dan mengadakan lawatan ke masjid tersebut yang waktu itu namanya masih Masjid Agung Kebayoran Baru. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. Alif Lâm Mîm Râ. Lam untuk nama Jibril.Di sisi lain. menurut Ibnu ‘Abbas. Alif Lam Mim. Kedua. Warna-warna tafsir itu mempengaruhi Tafsir Al-Azhar yang penulisnya jelas-jelas menyatakan kekaguman dan keterpengaruhannya. misalnya. Oleh sebab itu maka lebih baiklah kita terima saja huruf-huruf itu menurut keadaannya… “Sebab mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu.. ia katakan bahwa dalam Al-Qur’an kita akan menemukan beberapa surat yang dimulai dengan hurufhuruf seperti: Kâf Hâ Yâ ‘Aîn Shâd. lanjut Hamka. segolongan ahli tafsir yang menyatakan bahwa huruf-huruf itu adalah sebagai pemberitahuan. angka-angka dan tahun….[12] Hamka menutup pembahasan tentang huruf-huruf fawâtih al-suwar ini dengan mengatakan: “Nyatalah bahwa huruf-huruf itu bukan kalimat bahasa yang bisa diartikan. pendapat yang mengatakan bahwa huruf-huruf di pangkal surat itu adalah rahasia Allah. yakni masjid Al-Azhar. Dalam bahasa dia: “…penafsiran tidak terlalu tinggi mendalam. merupakan isyarat bagi tiga nama. dan Mim untuk nama Nabi Muhammad Saw. Selama ini.

untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fithrah manusia.2: “Inilah Kitab itu. atau sebelum membincang soal takwa dan ciri-ciri muttaqin. yang diberi nikmat. Itu terlihat misalnya ketika ia menukil riwayat dari Abu Hurairah ra.”[17] Kejadian serupa (menukil riwayat) juga kita dapati ketika Hamka menerangkan ciri-ciri orang yang takwa. kita langsung kepada surat al-Baqarah dan kita langsung kepada ayat ini. ada satu hal menarik yang ia lewatkan yang sepatutnya disitir barang sedikit sebelum lebih jauh membahas korelasi antara akhir surat al-Fatihah dengan awal ayat surat al-Baqarah. Tentang hal ini Hamka menulis: “Pernah ditanyakan orang kepada sahabat Rasulullah Saw. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. Kamu bisa mendapat jalan yang lurus. bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci berada dalam kedudukan yang amat tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. karena dia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi. Di sana kita telah memohon kepada Tuhan agar ditunjuki jalan yang lurus. al-Tahbrani dan al-Hakim. Penggunaan isyarat jauh ini. jumlah ayat dan tempat diturunkannya surat.[16] Kembali ke Tafsir Al-Azhar. Komentar dia tentang kata ini hanya sedikit saja. karena kita tidak melihat wajah beliau. jalan orang yang diberi nikmat. di antaranya dari Imam Ahmad. Hanya saja Hamka tidak membincang lebih panjang tentang kata Al-Baqarah yang menjadi nama surat ini. Mereka meriwayatkan dari Abu Jum’ah al-Anshârî. atau aku mundur. sedang penggunaan kata hadza/ini. menyebut nama surat dan artinya dalam bahasa Indonesia. yang tersebut pada ayat 67 sampai 74.. dapat kiranya penulis menyebut mekanisme kerja Tafsir Al-Azhar sebagai berikut: Pertama. aku mengelak ke tempat yang tidak ada durinya atau aku langkahi. dan bukan karena nama itu lebih penting dari yang lain . Permohonan kita di surat al-Fatihah sekarang diperkenankan. yaitu soal penggunaan isyarat jauh untuk menunjuk Al-Qur’an (Dzâlik al-Kitâb). seperti kata Pak Quraish dalam Al-Mishbah-nya.[18] Mekanisme Kerja (Langkah-langkah) Tafsir Sejauh pengamatan penulis atas tafsir surat al-Baqarah. Tidak syak lagi. (Ia) hanyalah sebagai tanda belaka dari Surat yang dinamai itu. al-Baqawardi dan Ibu Qani di dalam Majma’ al-Shahabah. tidak ada sebarang keraguan padanya. apa arti takwa? Beliau berkata: ‘Pernahkah engkau bertemu jalan yang banyak duri dan bagaimana tindakanmu waktu itu?’ Orang itu menjawab: ‘Apabila aku melihat duri. nomor urut surat dalam susunan mushhaf.”[15] Kendati kita akui ketajaman analisis Hamka. karena ada kisah tentang Bani Israil (yang) disuruh oleh Nabi Musa mencari seekor lembu betina (yang) akan disembelih. semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama Al-Qur’an (bukan al-Kitab) ditunjuk dengan isyarat dekat ( Hâdzâ Al-Qur’ân). seperti ini: “Surat yang kedua ini bernama Surat Al-Baqarah yang berarti lembu betina. bila kita tinjau dari sisi sumber rujukan penafsiran yang dipergunakan.’ Abu Hurairah menjawab: ‘Itulah dia takwa!’ (Riwayat dari Ibnu Abi ad-Dunya). Adapun nama surat-surat Al-Qur’an bukanlah sebagai judul dari satu rencana atau nama dari satu buku yang menerangkan suatu yang khas. jangan jalan orang yang dimurkai atau orang yang sesat. juga Imam al-Bukhari di dalam Tarikh-nya. ada lagi hal-hal yang gaib. Tentang hal ini Hamka memperkuatnya dengan banyak riwayat. langkah seperti ini dilakukan oleh semua penafsir. bukan yang dimurkai dan tidak yang sesat. tatkala membahas arti takwa dalam kerangka penafsiran ayat hudan li al-muttaqîn. Itu pun termasuk iman kepada yang gaib. dia adalah petunjuk bagi orang yang suka bertakwa. masih kata Pak Quraish. dan keturunanketurunan kita mendatang.. Seperti berikut: Surat Al-Baqarah (Lembu Betina) Surat 2: 286 ayat Diturunkan di MADINAH Hemat penulis. asal saja kamu suka memakai pedoman kitab ini. Padahal di tempat lain. Hamka menulis: “Kita baru saja selesai membaca surat al-Fatihah. yaitu orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. Baru saja menarik nafas selesai membaca surat itu. Kaum Muslimin yang telah hidup belasan abad sepeninggal Rasulullah Saw. satu petunjuk bagi orang-orang yang hendak bertakwa”). Hamka juga menempuh manhaj naqlî (tafsîr bi al-ma`tsûr/bi al-riwâyah). Abu Hurairah ra.

langkah Hamka yang menafsir satu ayat sekaligus. sehingga tidak ‘mengaburkan’ konsentrasi yang telah tertuju untuk membaca tafsir atas penggalan ayat yang sudah ditampilkan sebelumnya. misalnya. Hamka menafsirakan ayat 1. lâ raiba fîh. Menurut penulis. memberi pendahuluan sebelum betul-betul masuk pada penafsiran atas ayat-ayat yang sudah dipenggal dalam satu kelompok ayat. Setiap kelompok ayat diberi nama subtema. kurang proporsional. Quraish menulis.”[19] Di sini kita melihat bahwa Hamka tidak menjadikan nama Al-Baqarah sebagai tema sentral keseluruhan surat Al-Baqrah.yang diuraikan di dalamnya. dan pembentukan jiwa kaum Mukminin di dalam memegang teguh agama. Hemat penulis. Jadi. Tafsir Al-Marâghî dan Al-Manâr misalnya. Yang menentukan nama-nama ini adalah Rasulullah Saw. Catatan penulis. lebih menjaga kesinambungan isi-isi yang terdapat dalam satu ayat tertentu. al-Maraghi. mengelompokkan ayat-ayat dalam satu surat menjadi beberapa kelompok sesuai tuntutan sub-tema dari keseluruhan tema surat. al-Maraghi pecah lagi menjadi tiga penggalan: dzalik al-kitab. Pula langkah Hamka. Sebab pendahuluan ini isinya berupa gambaran umum dan inti sari tentang seluruh surat al-Baqarah. Sementara al-Maraghi dan Ridha melihat bahwa sub tema pertama surat al-Baqarah hanya diwakili oleh dua ayat saja (ayat 1 dan 2). Kelompok pertama dari surat al-Baqarah terdiri dari lima ayat pertama (dari Alif Lâm Mîm sampai wa ulâ`ika hum al-muflihûn). menafsirkan ayat perayat dari satu kelompok ayat. karena mereka dapat membaca dan menangkap kandungan ayat tersebut secara lengkap dalam waktu yang relatif singkat. bukan gambaran umum tentang kelompok ayat yang akan ditafsir. pendahuluan tersebut berisikan antara lain arti nama surat. 4 dan 5 menjadi satu kelompok).[25] . Keempat. sedang ayat 1 dan 2 ditafsirkan secara terpisah. Ayat kedua (dzâlik al-kitâb lâ raiba fîh hudan li al-muttaqîn) misalanya. Kelima. diberi nama Takwa dan Iman. Ketiga. hudan li al-muttaqin. lebih tepat dan efektif bagi para pembaca Indonesia. Sebagai sampel dapat dilihat ketika Hamka menunjuk lima hikmah dari iman kepada hari akhirat tatkala menafsirkan penggalan kedua ayat 4 surat al-Baqarah ( wa bi al-âkhirati hum yûqinûn).. Tidak menafsirkan satu kelompok secara sekaligus. Perbedaan antara mereka hanya terletak pada penentuan jumlah ayat yang berada dalam satu kelompok tertentu.[22] Tidak penulis temukan dasar bagi masing-masing Hamka. pengelompokkan semacam itu pun bisa dibilang sebagai salah satu langkah para mufasir. yang tepat pendahuluan ini diletakkan sebelum menampilkan kelompok ayat yang akan ditafsir. “Surah ini dinamai al-Baqarah karena tema pokok-nya adalah inti ayat-ayat yang menguraikan kisah al-Baqarah.[23] Terlepas dari itu.[24] Langkah ini berbeda dengan tafsir Al-Maraghi dan Al-Manar yang memenggal satu ayat yang ada dalam satu kelompok tertentu menjadi beberapa penggalan. tiga front masyarakat yang dihadapi Rasulullah di Madinah. Misalnya. Dalam operasional tafsirnya. Quraish Shihab yang justru memandang nama tersebut sebagai tema pokok surat. Kelompok pertama. sendiri dengan petunjuk Jibril as. Yang jelas bahwa penentuan itu terkait dengan penilaian masing-masing tentang kesatuan sub tema antara ayat-ayat yang tergabung dalam satu kelompok tertentu. Demikian juga Rasyid Ridha dalam Al-Manâr. penulis nilai. memberikan butiran-butiran hikmah atas satu persoalan yang dianggapnya krusial dalam bentuk pointers. ketimbang membaginya menjadi beberapa penggal kecil. Rasyid Ridha dan Quraish Shihab dalam menentukan jumlah ayat dalam satu kelompok tertentu tersebut.” [20] Kedua. dan demikian seterusnya. lalu 3 dan begitu seterusnya hingga ayat 5.[21] Sementara itu Pak Quraish baru melakukan pengelompokkan pada ayat 3. Ini berbeda dengan. menjadikan kelompok pertama dari surat al-Baqarah hanya terdiri dari dua ayat saja: Alif Lâm Mîm (ayat 1) Dzâlik al-kitâb lâ raib fîh hudan li al-muttaqîn (ayat 2). Hamka barangkali memandang bahwa lima ayat pertama itu memiliki kesatuan sub tema. serta beberapa karakteristik ayat dalam surat al-Baqarah yang tergolong sebagai surat Madaniyah dibanding ayat-ayat lain yang tergolong dalam kelompok surat-surat Makiyah. kemudian ayat 2. pembinaan masyarakat Muslim oleh Nabi Saw. peletakkan pendahuluan setelah sebelumnya menampilkan satu kelompok ayat yang memiliki kesatuan sub-tema. 4 dan 5 (baca: ayat 3. yakni kisah Bani Israil dengan seekor sapi. dan tidak memenggalnya menjadi beberapa penggalan. kelompok pertama dari surat alBaqarah terdiri atas lima ayat (1-5). sebagai misal. karena semuanya penting.

mereka tidak percaya. Semua ini penulis nilai sebagai upaya “membumikan Al-Qur’an”. 4. [26] Keenam. Iman yang berarti percaya. Orang yang seperti ini niscaya tidak akan dapat mengambil petunjuk dari Al-Qur’an. Apa yang kita kerjakan di dunia ini adalah dengan tanggung jwab yang penuh. kemudian itu percaya akan adanya hari kemudian. Langkah seperti ini nampaknya sengaja ditempuh Hamka untuk menjadikan tafsirnya lebih praktis dan efektif bagi pembaca Indonesia yang umumnya awam tentang ilmu hadis dan “kurang peduli” dengan validitas sanad sebuah hadis. Barangkali kutipan dari tafsir Hamka atas ayat 3 surat al-Baqarah sedikitnya dapat memperkuat apa yang penulis nyatakan dalam poin ketujuh di atas. zat yang menciptakan sekalian alam. di hari kiamat. Ini menandakan bahwa langkah itu sifatnya situasional. Hal ini sepenuhnya terpulang kepada tuntutan tema ayat yang sedang ditafsir. langkah seperti ini tidaklah baku. semuanya berputar. Setelah hancur alam ini. bagi mereka yang ingin mengetahui untaian rawi bagi hadis yang dikutip Hamka secara lengkap harus merujuk langsung kepada kitab hadis yang disebut oleh Hamka. Artinya tidak setiap akhir penafsiran atas satu ayat mesti diakhiri dengan pemberian buturan-butiran hikmah dalam bentuk pointers. Ketujuh. Harta yang melimpah. . riwayat hadis yang dikutip Hamka tidak menampilkan semua untaian rawi yang ada dalam sanad hadis. atau Malaikat. Bagi mereka koran pembungkus gula sama dengan Al-Qur’an. Mu’jam dan sebagainya. seperti Jâmi’ Shahîh. memperkuat penjelasan dengan ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang sepadan kandungannya dengan ayat yang sedang ditafsirkan. dari ayat 1 hingga ayat 3 dari surat al-Baqarah tidak kita temukan bentuk pounters semacam itu. seperti Imam al-Bukhârî. yaitu pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hidup.[27] Dalam pengamatan penulis. Maka iman akan yang gaib itulah tanda pertama atau syarat pertama dari takwa. Kepercayaan kepada hari akhir meyakinkan kita bahwa apapun peraturan atau susunan yang berlaku di alam dunia ini tidaklah kekal. tidak terdengar oleh telinga. Kejayaan yang hakiki adalah pada nilai iman dan takwa di sisi Allah. Maka yang pertama sekali adalah percaya kepada Allah. Bukan tanggung jawab kepada manusia. Terlepas dari itu. Jadi. Tetapi dia dapat dirasa adanya oleh akal.Dalam pengamatan penulis. pertama orang yang hanya percaya kepada benda yang nyata. yaitu dua indera yang utama dari kelima (panca) indera kita. Sunan. yaitu kehidupan kekal yang sesudah dibangkitkan dari maut. tetapi kepada Tuhan yang selalu mengawasi kita. Pada ayat 5 juga tidak ada. dan neraka bagi mereka yang berat amal jahatnya. Buktinya. sebab mereka berpikiran bahwa persolaan tentang sanad telah usai dengan telah dibukukannya hadis ke dalam berbagai bentuk kitab hadis. kegagahan dan pencapaian duniawi bukan ukuran kebahagiaan. Jadi yang penting matan-nya. Mereka tidak percaya ada Tuhan. Seperti itu barangkali pertimbangan Hamka. ada baiknya kita tuangkan di sini lima butir yang disebut Hamka sebagai hikmah dari beriman kepada hari akhir itu. Tuhan akan menciptakan alam yang lain. serta dilengkapi dengan pendekatan sosio-kultural keindonesiaan. Perbincangan tentang sanad hadis bagi umumnya orang Indonesia bisa dibilang sudah tak lagi urgen. Sebagai berikut: 1. dan manusia dipanggil buat hidup kembali di alam yang baru dan akan ditentukan tempatnya sesudah penyaringan dan perhitungan amal di dunia. Yang gaib adalah yang tidak dapat disaksikan oleh pancaindera. bukan sanad. semuanya bergantian. tapi hanya menampilkan râwî a’lâ (rawi pada level shahabat) saja dan penulis kitab hadis tersebut. 5. Kita sudah sama tahu bahwa manusia itu dua juga coraknya. Tempat baru itu adalah surga bagi mereka yang berat amal baiknya. atau roh. dan tidak mengakui bahwa ada pula di balik kenyataan ini sesuatu yang lain. Malahan terhadap adanya nyawapun. Muslim dan lainnya. 3. dan dengan sendirinya mereka tidak percaya akan ada lagi hidup akhirat itu. 2. tidak nampak oleh mata. menyuguhkan tafsir dalam kemasan bahasa yang mudah dipahami dengan sentuhan logika yang tidak sulit dicerna. Semua itu akan diperhitungkan dengan adil. Baru pada ayat 4 kita temukan. dan yang kekal hanyalah peraturan kekal dari Allah. Kepercayaan kepada hari akhirat memberikan satu pandangan khas tentang menilai bahagia atau celakanya manusia. Berikut kutipanya: “Inilah tiga tanda pada taraf yang pertama: Percaya kepada yang gaib.

Hamka sendiri dalam Haluan Tafsir-nya mengakui bahwa Al-Manâr. antara lain: 1. bertambah mendalamlah kepercayaan mereka kepada yang gaib itu. bukan wawasan kebahasaan. sedang mereka haus akan bimbingan agama. hal itu ditempuh karena ia ingin membawa pembacanya untuk meneliti tafsir ayat demi ayat secara teliti dan tuntas. dan tidaklah penulisnya ta’ashshub kepada suatu faham. Jika persoalan semacam itu ditampilkan. dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân adalah karya-karya tafsir yang banyak memberikan “masukan” baginya dalam menulis Tafsir Al-Azhar. tidak efektif bagi pembaca tafsir Indonesia yang diharapkan mendapatkan pencerahan Qur’ani. Hanya menuangkan hal-hal yang benar-benar diinginkan oleh para pembaca tafsir. melainkan mencoba sedaya upaya mendekati maksud ayat.”[29] 5. Dalam hal akidah dan ibadah. Menghindari persoalan nahw dan sharf. Al-Qâsimî. maka pertikaian-pertikaian mazhab tidaklah dibawakan dalam tafsir ini. di negara yang penduduk Muslimnya lebih besar jumlahnya dari penduduk lain. Kita kaum Muslimin yang telah hidup empat belas abad sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Hamka tidak mengawali tafsirnya atas beberapa ayat yang sudah ia penggal ke dalam satu kelompok dengan makna global (al-ma’nâ al-jumalî) seperti yang kerap dilakukan oleh Tafsîr Al-Maraghi. Dalam arti penulisnya menganut mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau serta ulama yang mengikuti jejak beliau. Bertambah banyak pengalaman dalam arena penghidupan. dan meninggalkan mana yang jauh menyimpang. karena kita tidak melihat wajah beliau. ada lagi hal-hal yang gaib. Dari sudut pandang mazhab yang dianut dapat kita sebut tafsir Al-Azhar bercorak Salafi. nomor halaman. seorang mufasir berkaliber tinggi pun hampir bisa dipastikan tidak dapat menghidar dari menukil dan merujuk karya atau pendapat orang lain. dan keturunanketurunan kita yang akan datang di belakang pun insya Allah. tergantung dari sudut mana kita meninjau. Tetapi tidaklah semata-mata taklid kepada pendapat manusia. 3. Meskipun penyimpangan yang jauh itu bukanlah atas suatu sengaja yang buruk dari yang mengeluarkan pendapat itu. ketika ia merujuk suatu pendapat dari tafsir lain ia menyebut. Besar dugaan. Bila dalam sub Haluan Tafsir sudah disitir beberapa karakter yang dapat diasumsikan sebagai corak tafsir Al-Azhar secara umum dan teoritis. Kuat dugaan. Pikir penulis. Al-Marâghî. 4. hasilnya malah akan kontra-prorduktif. kebesaran dan nilai Tafsir Al-Azhar tidak berkurang barang sedikit pun. Hal demikian menjadikan pembacaan tafsir tidak tuntas dan menyeluruh. hal ini sengaja ditempuh karena masyarakat pembaca tafsirnya (orang Indonesia) tidak membutuhkan kajian kebahasaan seperti itu yang sifatnya suplemen atau pelengkap sekunder semata.”[31] .Kedua ialah orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. artinya menyerah dengan tidak banyak tanya lagi. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. jilid dan lainnya secara detail. Corak Tafsir Sub ini terkait erat dengan sub sebelumnya yaitu Haluan Tafsir. pada sub ini sitiran tersebut akan dibuktikan secara nyata dan praktis dengan mengemukakan contohcontoh nyata dari penafsiran langsung atas ayat. Kiranya lebih dari satu corak yang dapat kita tunjuk buat tafsir Al-Azhar. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berfikir. di antara pembaca ada yang mencukupkan dengan tafsiran singkat tersebut. yaitu mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau dan ulama-ulama yang mengikuti jejak beliau. Ini seperti ia akui dalam Haluan Tafsir-nya: “Mazhab yang dianut oleh Penafsir ini adalah Mazhab Salaf. melainkan meninjau mana yang lebih dekat kepada kebenaran untuk diikuti. Hamka tidak mengawali tafsirnya dengan memberikan penjelasan arti kata-kata tertentu dalam ayat (syarh al-mufradât). 2. semata-mata taslim. salah satu karya tafsir yang dikaguminya.[30] Namun demikian. Sebab bisa saja kalau didahului oleh tafsir global. Tidak menyebutkan sumber rujukan tafsir. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan (dijanjikan) Hamka dalam Haluan Tafsir-nya ketika menulis: “Tafsir Al-Azhar ini ditulis dalam suasana baru. paling tidak. nama Tafsir dan penulisnya. seraya menghindari perselisihan paham dan takwil-takwil jauh yang tidak perlu.”[28] Hingga di sini penulis mencatat beberapa hal. tidak harus menyebut tempat. Harap penulis. Ini dapat dimaklumi sebab konsumen tafsirnya adalah masyarakat Indonesia yang umumnya awam dengan persoalan semacam itu. haus hendak mengetahui rahasia Al-Qur’an.

Bersatu di dalam shaf yang teratur. sedekah. Ada sarjana-sarjana yang bertitel SH. misalnya dengan memperbanyak derma. cemas. angka-angka dan tahun…sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. Semuanya bersatu membentuk masyarakat yang beriman. kasih-mengasihi dan harga menghargai. Tafsir Al-Azhar—seperti diakui mufasirnya dalam Haluan Tafsir—memanglah dirancang seperti itu. Maka dengan kesukaan memberi. Tafsir ini menurutnya sebuah tafsir yang sanggup menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. importir dan exportir kawakan di samping saudagar perantara. Paling kurang. Orang Mukmin tidak mungkin hidup nafsi-nafsi dalam dunia. kesan. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. sehingga ia lebih mencintai benda pemberian Allah itu daripada sesamanya manusia. pengakuan iman perlu pembuktian dalam tataran sosial-praktis.”[33] Warna ijtimâ`î tafsir Al-Azhar juga dapat kita lihat ketika mufasirnya menjadikan pengalaman pribadi dalam bermasyarakat sebagai anasir pelengkap tafsirnya. Sekadar sampel. kasih. Upaya demikian tak lepas dari tujuan sang mufasir untuk menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai sumber petunjuk dan pedoman hidup setiap Muslim dalam memerankan fungsi khilafahnya di muka bumi ini. Hamka menulis: “…mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. Menurutnya. harap. Dalam hal ini mufasir Al-Azhar memilih menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. Takwa lebih mengumpul akan banyak hal. pula tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian Al-Qur’an. ridha. menghadapkan muka bersama. terdapat juga berani![34] Menandai sebuah karya tafsir sebagai bercorak ijtimâ`î. sebab hatinya dihadapkannya kepada Allah yang diimaninya. Contoh konkret untuk corak ini adalah ketika mufasir Al-Azhar membincang wacana iman. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. mayor dan para bawahan. bersedekah.”[35] . Dikatakan demikian karena tafsir ijtimâ`î adalah tafsir yang banyak mengedepankan fenomena-fenomena sosial-kemasyarakatan dalam upayanya me-landing-kan pesan. “Di tingkat pertama percaya kepada yang gaib.Contoh nyata untuk menunjukan ke-salaf-an tafsir Al-Azhar adalah ketika membahas huruf-huruf pembuka suatu surat (fawâtih al-suwar). tuntutan dan tuntunan AlQur’an. yaitu bahwa tafsir itu juga bercorak hida`î. imannya telah dibuktikannya pula kepada masyarakat. berderma. kapten. hampir dapat dipastikan akan membawa pada kesimpulan lain tentang corak tafsir tersebut. Orang yang Mukmin apabila dia ada kemampuan. karena imannya sangatlah dia percaya bahwa dia hanya saluran saja dari Tuhan untuk membantu hamba Allah yang lemah. dengan khusyu’ kepada Ilahi. Bahkan dalam takwa. ketika sang mufasir membahas soal takwa ia katakan bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa. itu nampak dalam pernyataan mufasir berikut: “Ketika menyusun (tafsir) ini terbayanglah oleh penafsirnya corak ragam dari murid-murid dan anggota jamaah yang ma’mum di belakangnya sebagai imam. sabar dan lainnya. Maka dapatlah diasumsikan bahwa sedikit banyak tafsir Al-Azhar mewarisi corak tersebut. suka menolong sesama dan amal-amal sosial lainnya. Ada mahasiswa-mahasiswa yang tengah tekun berstudi dan terdidik dalam keluarga Islam. Yaitu bagaimana tafsir ini dapat menjadi obor penerang bagi sebanyak mungkin masyarakat Muslim dengan berbagai latar belakang pendidikan. dan kepercayaan kepada yang gaib dibuktikan dengan sembahyang. lanjutnya. di samping isteri mereka masing-masing. Selanjutnya mufasir menegaskan bahwa dalam takwa terkandung cinta. Ada pula perwira-perwira tinggi yang berpangkat jenderal dan laksamana dan ada juga anak buah mereka yang masih berpangkat letnan. Dan ada pula saudagar-sudagar besar. tawakal. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. Kesimpulan untuk mengatakan kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa ini diambil dari kesepakatan Konferensi Kebudayaan Islam di Jakarta yang diselenggarakan pada akhir Desember 1962. Dan ada juga pelayan-pelayan dan tukang tukang pemelihara kebun dan pegawai negeri. jenis profesi dan beragam status sosial lainnya. Orang Mukmin tidak mungkin menjadi budak dari benda. Insinyur. dipadukan oleh jamaah subuh. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. Tafsir yang demikian dinilai oleh para ahli sebagai tafsir bercorak adabi-ijtima’î (sosial-kemasyarakatan). membantu dan menolong. Dokter dan Profesor. agen automobil dengan relasinya yang luas. di antaranya tafsir Al-Manar. fikih.”[32] Dalam sub Haluan Tafsir.

Taufik Abdullah]. Ma’lûf. I. I 1990. 1. 1996. Penutup Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi. Prof Dr Hamka. vol. h. h. 1218 [3]Lihat “Kata Pengantar Penulis” dalam Tafsir Al-Azhar. 137). 1996. h. pembaca tafsir Al-Azhar. tt. 41. I 2000. 42. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. tapi mengelaborasikan pesan-pesan Qur’ani yang disampaikannya dalam tata kehidupan keseharian kita sebagai Muslim yang mengaku diri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. vol. Louis. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Tafsir al-Mishbâh. Beirut: Dâr al-Ma’rifah li al-Thibâ’ah wa al-Nasyr. vol. Op Cit. Dalam penelitian Howard M. XXXVII. [4]Ibid. I 1982. Kajian-kajian semacam itu memang dalam banyak hal sering cukup ‘mengaburkan’ tujuan semula pembaca tafsir —terlebih jika ia orang non-Arab—yaitu mencari butiran-butiran hikmah dan hidayah Al-Qur’an. cet. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. Kalaupun tidak sanggup secara sendiri-sendiri. Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. juz` I. Alif Lâm Mîm dan huruf-huruf pembuka surat lainnya merupakan huruf-huruf li al-tanbih (pemberitahuan atau panggilan) sama seperti Alâ dan Yâ. h. Tafsîr Al-Manâr. h. cet. h. Tafsir AlAzhar termasuk tafsir yang mewakili tafsir-tafsir generasi ketiga. I 1982. tt. h. telah membuktikan betapa seorang Muslim non-Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan. juz` I. Di berbagai penafsiran ayatnya menyangkut ajaran keesaan Tuhan (Tauhid). 1990. Dan yang lebih penting tentu bukan sekadar memuji. [11]Tafsir Al-Azhar. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. vol. 1969. vol. Wallâhu A’lam…? Bahan Bacaan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. kepercayaan kepada keris. [2]Ibid. II. Tafsir Al-Azhar. 1217. 121-122. vol. Shihab. M. I. oleh karena itu berisi materi tentang teks dan metodologi dalam menganalisis tafsir. kekaguman terhadap Hamka dan tafsirnya tentu harus menjadi pemicu untuk menghasilkan karya serupa. cet. Beirut: Dâr al-Masyriq. Hamka. II. cet. Hamka tidak sekadar menjelaskan ayat. 42. Bandung: Mizan. h. MA. juz I. 122. h. IV. [8]Ibid. tidak keliru rupanya jika kita katakan bahwa Tafsir Al-Azhar bercorak hida`î.Hingga titik ini. vol. cet. Ke-hida`î-an Al-Azhar juga nampak pada tipe paparan tafsir yang disuguhkan. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. [10]Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Taufik Abdullah]. Tafsîr al-Marâghî. 55). cet. untuk menilai plus-minus yang terkandung dalam tafsir tersebut. Ensikopedi Indonesia. sekurangnya bagi kaum cerdik-cendekia Muslim Indonesia. tetapi juga banyak mengecam praktek ziarah kubur. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an (terj. Bandung: Mizan. Federspiel. Ahmad Mushtafâ.. Tafsir-tafsir ini menekankan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan konteksnya dalam bidang keislaman (lihat Howard M. h. I. [9]“Haluan Tafsir”. Muhammad Rasyîd. [1]Ensikopedi Indonesia. Federspiel. Ia juga menghindar dari kajian kebahasaan. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî alHalabî. [12]Ibid. Penulis makalah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Anda. Ridhâ. Al-Mujid fî al-Lughah wa al-A’lâm. kerja kolektif pun akan sangat berarti dan cukup menggembirakan. h. 3-4. Prof. Jakarta: Lentera Hati. dan adat kebiasaan lain dalam masyarakat Indonesia (lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. ia harus diakui sebagai “maha karya” Hamka yang patut dipuji. I. Tafsir-tafsir generasi ini bertujuan untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara komprehensif dan. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an [terj. Dr. Penulis hanya mengatakan bahwa apa pun kesan Anda tentang tafsir Al-Azhar. IV. [5]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Kajian Al-Qur'an di Indonesia]. Dr. [7]Lihat Ibid. Federspiel. I. Tajul Arifin. 48. 40. cet. Menurutnya. qira’at dan tetek bengek non-tafsir lainnya. Tajul Arifin.. II h. cet. [6]Ibid. IV. cet. Howard M. I. Mufasirnya. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. MA. I. Bagi para pengkaji tafsir. Al-Maraghi berpendapat seperti itu. Al-Marâghî. I. Ia tidak terpancing memunculkan perselisihan pendapat (fikih dan teologi) yang memang tidak menyuntuh inti tafsir. . Quraish. Kajian Al-Qur’an di Indonesia). cet. Dr. h.

[15]Tafsir Al-Azhar. 124-125. cet. [19]Tafsir Al-Azhar. 117. maka atas kudrat Allah korban hidup kembali dan menyampaikan siapa pembunuhnya” (lihat Ibid. . 39. 122 dan Tafsîr al-Marâghî. [22]Lihat Tafsir Al-Mishbah. 128. M. IV. h. Murtadha Muthahhari atau Sayyid Quthub. sehingga mereka tidak memperoleh kepastian. meski sepakat dengan Muhammad ‘Abduh yang menyerahkan makna dan rahasia di balik huruf-huruf itu kepada Allah. al-Biqâ`î. 81-82). [33]Ibid. cet. 127. h. mereka menyembelihnya— setelah dialog tentang sapi berkepanjangan—dan dengan memukulkan bagian sapi itu kepada mayat yang terbunuh. 129. yakni Allah lebih mengetahui. h.Di sini tujuannya untuk membangkitkan perhatian mukhâthâb kepada Al-Qur’an. h. kendati tidak memuaskan nalar manusia (lihat M. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî al-Halabî. vol. [26]Lihat Ibid. 81-82). [35]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Tafsir Al-Azhar. 41. juz` I. meminta beliau berdoa agar Allah menunjukkan siapa pembunuhnya. I. [23]Untuk lebih jelasnya lihat Ibid. [21]Lihat Tafsir al-Manâr. [31]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Kelanjutan keterangan Quraish di atas adalah: “Ada seseorang yang terbunuh dan tidak diketahui siapa pembunuhnya. vol. I h. Jika pun pengambilan riwayat seperti itu tidak terkategorikan sebagai manhaj. I h. h. 1969. Tapi penulis sendiri lebih suka menamainya sebagai manhaj. h. h. II. I 2000. Quraish Shihab. [14]Pakar tafsir Indonesia pasca Hamka. Akhir dari kisah itu adalah. Kairo: Mathba’ah al-Bâbî al-Halabî. h. atau tafsir Al-Mishbâh yang acap kali menyebut nama seperti al-Thabâthabâ`î. Rasyid Ridha. masih merupakan jawaban yang relevan hingga kini. Loc Cit. [16]M. Masyarakat Bani Israil saling mencurigai bahkan tuduh-menuduh tentang pelaku pembunuhan tanpa ada bukti. Tafsir al-Mishbah. [18]Ibid. cet. Maka Allah memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. Al-Syarâ’wî. h. I h. 123. 124. vol. 120-128. h. tt. [27]Lihat misalnya Ibid. 83-88. 81. h. h. juga mengambil sikap seperti itu. 122). I. 123. 39). vol. h. 85. h. Dari sini dimulai kisah l-Baqarah. cet. [17]Tafsir Al-Azhar. Menghadapi hal tersebut mereka menoleh kepada Nabi Musa as. h. [29]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. IV. Bandingkan misalnya dengan Tafsir Al-Mishbah yang secara tepat meletakkan pendahuluan sebelum betul-betul menampilkan ayat-ayat dalam surat yang akan ditafsir (lihat Tafsir Al-Mishbâh. h. h. tt. Ia menulis: “Tampaknya jawaban: ‘Allah A’lam. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. 1969. Quraish Shihab. [24]Lihat Tafsir Al-Azhar. 122. h. II. Quraish Shihab. Op Cit. Tafsir Al-Mishbâh. 117. 122. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. 40-41. [13]Tafsir Al-Azhar. h. 41-42. ia menuangkan juga pendapat mufasir-mufasir lain yang mencoba menguak rahasia di balik huruf-huruf itu (lihat Tafsir al-Manâr. vol. Quraish Shihab. bolehlah disebut sebagai pendekatan. h. Op Cit. [34]Ibid. Jakarta: Lentera Hati. [30]Bandingkan misalnya dengan tafsir Al-Manâr dan Al-Marâghî yang kerap kali menyebut “Qâla alUstâdz al-Imâm” untuk menunjukkan bahwa mereka menukil pendapat Syaikh Muhammad ‘Abduh. cet. [20]M. Tafsir Al-Mishbâh. menunjukkan kemukjizatannya dan menampakkan hujjah-nya atas Ahli Kitab serta lainnya yang terkandung dalam surat al-Baqarah (lihat Tafsîr al-Marâghî. h. h. [25]Lihat Ibid. h. [32]Tafsir Al-Azhar. [28]Lihat Ibid. 123-125. 84).

Bantahan itu dikirim nya kepada Maeteri Agama RI tetapi saya tidak menerima bantuan. Lalu ia dicetak dan di terbitkan sebanyak 200. pada bulan Ramadlan tahun 1354 H (Desember 1935) beliau mulai kembali menterjemahkan al-Quran serta tafsir ayat-ayatnya yang penting yang kemudian beliau beri nama : Tafsir al-Quranul Karim. Mahmud yunus bersama istri Darisah binti Ibrahim meneruskan menerbitkan tafsir Quran Karim itu. Akhirnya beliau tidak berkituk lagi. Sedang menterjemahkan juz 7 sampai dengan 18 dibantu oleh almarhum H. salah seorang penerbit Indonesia Tafsir al-Quranul Karim itu dengan mendapatkan fasilitas kertas dari Menteri Agama dan di cetak sebanyak 200. untuk menyampaikan dakwah islamiyah kepada bangsa asing yagn tidak mengetahui bahasa arab. Dengan susah payah di terbitkan tefisr tersebut berjuz 2 tiap 2 bulan.M. Lalu di tunjuk percetakan bangsa Indonesia untuk mencetaknya. melainkan hasil penyelidikan pengarang sejak berumur 29 tahu sampai sekarang berumur 73 tahun. yang empunya percetakan tidak mau meneruskan mencetak tafsir Quran karim itu. Beliau menerima pelajaran dari Syeokh Darul Ulum.000 aksemplar. Yunus kirimkan kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Pada bulan April 1938 tamatlah 30 juz dengan pertolongan Alah awt. Kemudian beliau berhenti menterjemahkan al-Quran. 21 per eksemplar. Kabarnya ada bantuan dari Ulama Yogyakarta. Makalah Ilmu Tafsir | 0 comments » A. Hanya ada perubahan sedikit demi sedikit. Salinannya disampaikan kepada Mahmud Yunus oleh Menteri Agama. Pendahuluan Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus>>> Tafsir al-Quranul karim karangan Mahmud Yunus ini awalnya di terjemahkan pada tahun 1992 kemudian di terbitkan tiga juz dengan huruf arab-malayu. Baharata Direktur percetakan Al-Ma’arif Bandung. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1950. bantahan itu dikirinya kepada Presiden RI dan Menteri Agama. dan disiarkan di seluruh Indonesia. hanya diam. Bakry. karena beliau lebih memilih untuk melanjutkan ilmu pengetahuannya di Mesir (Th 1924) di berbgai tempat hingga akhirnya di Darul Ulum.000 aksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. Lalu mereka terbitkan beberapa kali tanpa ada perubahan yagn besar. Pada masa itu umumnya Ulama islam mengatakan haram untuk menterjemahkan al-Quran namun. lalu Mahmud yunus balas suratnyaitu dengan lebar panjang. Bagaimanakah menyampaikan kitabullah kepada mereka. bahwa menterjemahkan al-Quran itu hukumnya mubah. bahkan di anjurkan atau hukumnya fardu kifayah. Sebab itu tafsir ini berlainan dengan tafsir-tafsir yang lain. kalau tidak di terjemahkan kedalam bahasanya? Dengan berbagai ilimu yang telah diserap oleh akal pikirannya. bantahan dari Ulama islam tersebut tidak beliau perdulikan dan beliaupun tetap menterjemahkan al-Quran al-Karim tersebut. Akhirnya di ambil alih oleh M. Tembusannya M. Boleh jadi karena bantahan itu karena sebab-sebab yang lain. Karena petunujuk itulah tujuan utama kitab suci al-Quran seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya pada permulaan surat al-Baqoroh: . Kemudian setelah habis cetakan itu. dengan petunjuk menteri Agama Almarhum Wahid Hasyim. bukanlah tejemahan dari kitab bahasa arab. Ditegaskan bahwa tafsir in serta kesimpulan isi al-Quran. Pada tahun 1953 seorang Ulama dari Jatinegara membantah pula. Dalam tafisir in yang paling dipentingkan ialah menerangakan dan menjelaskan petunujuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Quran untuk diamalkan kaum Muslimin khususnyadan seluruh umat manusia pada umumnya sebgai petunjuk universal. padahal telah dimulainya mencetak beberapa halaman banyaknya.Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus DIposting Oleh Administrator | 9:28 PM | a. supaya di stop mencetak Tafsir Quran Karim itu.

Puasa dan Zakat untuk anak-anak SD.Artinya: “ Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan didalamnya. Riwayat Rasul dua puluh lima. kelurahan Kebon Kosong.Tahir. cara mengerjakan haji. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. bersama Rasyidin/Zubir Usman. untuk anak-anak SD. 4 jilid. bersama Kasim St. Karena sejarah itu tetap mengulang jejaknya. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsurangsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. 4 jilid. Beberapa kisah pendek. hadist. Keimanan dan Akhlaq. untuk anak-anak SD. Kemampuan menjadi guru tersebut lebih menonjol manakala ia kembali dari Mesir .Tahir. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). Pendidikan Mahmud Yunus belajar dari al-Quran dan bahasa Arab yang ia tempuh semenjak berusia tujuh tahun di Surau kakeknya M. Ayahnya bernama Yunus bin Incek dan ibunya bernama Hafsoh bini M. Berkat ketekunannya dalam waktu empat tahun. Kemayoran Jakarta Pusat. di samping itu ia juga memasuki sekolah rakyat. dan peribadatan. Terjemahan Tafsir al-Quran tanpa tafsir. M. Profesi sebagai guru semenjak masih menjadi pelajar di Surau Tanjung Pauh sudah ia geluti. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. Lagu-lagu baru/Not angka-angka. sejarah. Selain itu ditrgaskan pula sebab-sebab majunya satu umat dan sebab-sebab mundurnya. tetapi hanya sampai kelas tiga saja. B. Mahmud Yunus telah sanggup mengajarkan kitab-kitab Mahalli. Muhammad Thaib di Surau Tanjung Pauh. Biografi Mahmud Yunus Dilahirkan di Sungkayang Batusangkar Sumetera Barat pada hari sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadlan 1361). Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). Tafsir al-Quran tamat 30 juz. perbandingan agama. untuk anak-anak SD. jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. Sehari kemudian ia dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya pada 18 Januari 1983. sebab tegaknya dan jatuhnya. sebab kuat dan lemahnya. Haji ke Mekkah. Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain: 1. terutama pendidikan Islam di samping bidang-bidang lain seperti bahasa. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (1948-1949). yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (19311932). al-Fiyah dan Jam’ul Jawami’. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. 2. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (1966-1071). untuk memudahkan membaca al-Quran. buyutnya dari pihak ibu adalah seorang ulama besar di Sungkayang Batu sangkar. Mahmud Yunus pindah ke Madrasah yang diasuh oleh Syeikh H. Banyak karya tulis yang telah di hasilkan Mahmud Yunus dalam berbgai bidang Ilmu Agama Islam. 5. sebab hidu dan matinya. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahsa arab telah menimbulakan hasarta besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yagn tetap populer sampai saat ini. 3. dalam Usia 83 Mahmud Yunus berpulang ke Rohmatullah di kediamannya. Pelajaran Sholat untuk-untuk anak0anak SD. Marilah sembahyang. 7. tauhid akidah. bernama Muhammad Ali gelar angku kolo. . 9. tahun 1938. hokum. Demikian itu dengan mengambil ‘brah dan pengajaran dari sejarah umat dahulu kala. secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbgai sekolah. disaat masih suburnya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. Dari surau kakeknya ini. tafsir. Pandangan terpenting tentang metode mengajar adalah “Metode itu lebih penting daripada pengajaran”. Syah. 4. yang ia tulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. merupakan tindakan yang cukup berani. pada 15 Oktober 1977. 8. 6. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) jkarta (1957-1980).

dan seterusnya. Tarbiyah / PGAA 30. Disamping itu kitab tafsir ini terdapat daftar kesimpulan isi al-Quran. M. Pedoman Dakwah Islamiyah. sebelum mengerjakan pekerjaan yang beik diucapkan Bismillah…. untuk murid-murid SMP.I. 17.. 4 Madzhab. untuk Muballigh-Muballigh / umum. 26. 34. Surat Al-A’la--898……dan seterusnya. 13.2-8. petunjuk atau pengajaran. Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik. Ali. 18. dlaam penyelidikan baru. 32. Marilah ke Al-Qur’an. kemudian yang ketiganya terdapat dalam surat al-Baqoroh. untuk anak-anak SD. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. untuk tingkat Aliyah. 31. Juz Amma dan terjemahnya. Allah dan Makhluq-Nya.. alBaqoroh hingga pada akhir surawt an-Naas (30 Juz)untuk dapat membuka mengetehui isi al-Quran ini dengan mudah. Kesimpulan isi al-Quran. Pelajaran Sembahyang. untuk tingkat Aliyah. 11. 16. ekonomi. 15. bersama H. Do’a-do’a Rasulullah. Ilmu Jiwa kanak-kanak. 3 jilid. untuk tingkat Aliyah. Kumpulan Do’a. orang-orang yang dimurkai dan orang – orang yang sesat………2. Fak. Metodik Khusu bahasa Arab. 36. Juz ke-2……29. Tarbiyah / PGAA 29. untuk tingkat tsanawiyah. Ilmu Mustalahul Hadist. Fak. Said. 21. Perbandingan Agama. Moral Pembangunan dalam Alam. 37. untuk tingkat tsanawiyah/PGA bersama H. Sejarah PEndidikan Islam (umum).3. 28. Manasik haji. C. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. Beriman dan Berbudi Perkerti. 23. 35. 25. 14. dan seterusnya. Akhlaq (bahasa Indonesia). 22. untuk tingkat Aliyah 19. Soal Jawab HUkum Islam. 20. apabila mendapatkan nikmat diucapkan Alhamdulillah………I. Mahmud Aziz. seperti orang-orang yang bertaqwadan sifat-sifatnya………. Pkok-pokok Pendidikan/Pengajaran.10. Tarbiyah / PGAA. yang berhubungan dengan keimanan. Tafsir al-Quran ini dibelakangi juga terdapat beberapa kesimpulan isi al-Quran. Setelah daftar isi dan surat-surat kemudian juga terdapatdaftar isi juz-juz al-Quran yang tujuannya memudahkan pembaca dalam pencarian sebuah ayat al-Quran seperti juz ke-1….. Dasar-dasar Negara Islam. akhlaq. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Sejarah Islam di Minangkabau. Setelah penaduhulan kemudian langsung kepada ayat al-Quran berupa terjemahan dan dibawahnya langsung dijelaskan tafsirnya yang diawali dengan surawt al-fatihah. Hukum perkawinan dalam Islam. Fak. kuliyah untuk dakwah. Kemudian seterusnya dihalaman belakang kitab terdapat daftar isi surat-surat al-Quran beserta nomor halaman yang memudahkan pembaca dalam pencarian surat seperti surat al-A’raf……. Sistematika Tafsir Sistematika Tafsir karangan Mahmud Yunus susunannya diawali dengan pendahuluan yang di dalamnay dijabarkan tentang penulisan dan usaha yang ditempuh oleh Mahmud Yunus ketika beliau menterjemahkan dan menerbitkan al-Quran tersebut. 4 Madzhab. 27.I.. untuk tingkat Aliyah. 33. dan ilmu pengetahuan. Metodik Khusus Pendidikan Agama. untuk orang dewasa. . mahasiswa/umum.…. Ilyas M. untuk tingkat Aliyah. hokum-hukum. kuliyah untuk kursus-kursus. bersama St. 24. kita dapat membuka dan melihat pada halaman belakang yaitu Daftar Surat dan isi Tafsir alQuran Karim disini ditulis surat dan beberapa tema yang biasa di kaji beserta nomor urut halaman. Pemimpin Pelajaran Agama. 12 Hukum Warisan dalam Islam.

F. Zhurul Islam juz 2 hal 40-43 dan juz 3 hal 37 Dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumber-sumber tafsir itu tujuh: a). ini tidak dapat di muat diawal kitab. Sekali-kali tidak boleh dengan hadist yagn Maudlu’ dan Dlo’if. tapi khusus dengan menerangakan sebab-sebab turunnya sayat. E. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. karena ayat-ayat itu tafsir-menafsirkan dan jelas-menjelaskan antara satu dengan yang lain. Hal ini menurut pendapat bahwa ijma’ itu hujjah. bukan menurut pendapat dan pikirannya. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. Tafsir al-Quran in sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. b). tafsir al-Quran dengan al-Quran. . Al-Qasimy juz 1 hal 7 4. Tafsir dengan Ijtihad bagi Mujtahid. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. g). Yafsir dengan hadist yang shahih. bila mereka ijma’ atas semua tafsir. Ibnu Katsir juz 1 hal 3 3. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. d). seperti hadist Bukahri dan Muslim. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. Tafsir dengan tafsir Aqli bagi Mu’tazilah. surat demi surat. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. Metode dan Corak Tafsir Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. pertama dari juz 1 sampai dengan 10 n. c). tiga jilid. e). Tafsir dengan perkataan tabi’in. Sistematika Penafsiran Dalam tafsir Mahmud Yunus ini telah dijelaskan sebelumnhy bahwa didalamnya dibelakangi kitab terdapat kesimpulan isi al-Quran. Tafsir dengan umum bahasa arab bagi Ahli Ilmu Lughah. Selain dari pada itu ada lagi tafsir Akil menurut Syi’ah dan tafsir Shufi bagi ahli Tasawwuf.D. Tafsir at-Thabaryjuz 1 hal 42 2. Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. Sumber-sumber Tafsir al-Quran Mahmud Yunus Setelah mempelajari: 1. f). kedua . Fajrul Islam juz 1 hal 199 5. karena berhubung tafsir al-Quran in berubah halamanny adari cetakan yang lama ke percetakan yang beru dan karangan ini. Tafsir dengan perkataan sahabat.

tentu mereka dapat menjawabnya. serta mudah difahami oleh pembaca. ? Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. ekonomi dan ilmu pengetahuan. Kesimpulan Tafsir al-Quran Mahmud Yunus ini mudah untuk dipelajari dan dipahami kaerna di dalamnya sudah kategori-kategori membuka kitab tafsir tersebut dan didalamnya juga terdapat beberapa kesimpulan yang memudahkan kita untuk mengetahui isi kandungan tafsir tersebut secara garis besar kesimpulan isi al-Quran. tentu ia menghasilkan mutiara yang amat banyak. Saudara-saudara yang tidak sanggup membaca al-Quran dari awal sampai tamat. niscaya mereka akan mendapat kemajuan dan keselamatan dari dunia sampai akherat.dalam tafsir Mahmud Yunus. sedengkan lafadz yang lain dijelaskan arti globalnya karena mengadung suatu istilah. bahwa mutiara yang ada dalam al-Quran itu telah habis. sekurang-kurangnya hendanyalah dibacanya” kesimpulan isi al-Quran” ini. Keistimewaan Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus Adapun keistimewaannya adalah: ? Terjemahan al-Quran disusun baru. tentu ia dapat mengeluarkan sedikit saja. serta mengajak teman sejawat. bahkan masih banyak lagi yang tersembunyi di sana sini. diterangkan dengan ijmal (kesimpulan) saja. sedangakan lafadz yang lain dijelaskan arti kosa katanya. Oleh sebab itu hendaknya tiap-tiap kita bersungguh-sungguh mengikutinya sekedar tenaga. Apabila orang-oarang islam menurut sebagaimana yang termaktub didalamnya itu. bahkan dijelaskan secara terperinci dengan memperlihatkan penggunaan istilah itu pada ayat-ayat yang lain. hokum-hukum. supaya bertambah kaimanan kita kepada Allah swt. niscaya akan terbuka juga bagi kita rahasiarahasianya yang lain. ? Teks al-Quran terjemahannya disusun sejajar dan setentang. sehingga mudah mempelajarinya tanpa memeriksa ke halaman-halaman yagn lain. Oleh sebab itu hendaklah tiap-tiap orang islam membiasakan membaca al-Quran. petunjuk/pelajaran. Maka bagitulah juga dalam mengeluarkan hukum-hukum dan ilmu pengetahuan dari dalam Quran itu. Inilah kesimpulan isi al-Quran yang berhubungan dengan keimanan. Meskipun sekarang telah kita usahakan mengeluarkan apa-apa yagn tersebut dalam kitab ini. Jika orang yang mengeluarkan mutiara itu hanya memekai perkakas lama dan serba kurang. Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: . Tetapi apabila ia mempunyai perkakas yang modern serta sempurna. akhlaq. tetapi janganlah kita sangka. Tetapi meskipun begitu. ? Keterangan-keterangan ayat ditaruh dan diletakkan didalam ayat yang bersangkutan.. mutiara yang dalam lautan itu tidak juga akan habisn-habisnya. suatu lafadz dijelaskan arti kosakatakatanya. Sebenarnya kaum Muslimin memuliakan dan menjunjung tinggi al-Qran . Sekarang dengan keluarnya “kesimpulan isi al-Quran “ ini. Bahkan mahasiswa-mahasiswa dapat memperluas bahasa arabnya. Dengan demikian mudah mengetahui nomornomor ayat al-Quran dalam teks bahasa arab dan terjemahanny adalam bahasa Indonesia. tapi jika mereka ditanya apa isi quran itu? Mereka tidak bias menjawab apa-apa. H. Jika selalu kita membaca al-Quran dan memperhatikan isinya. Kedua aspek tersebut dijelskan ketika dianggap perlu atau kadang pula suatu ayat. setengahnya berupa masalah-masalah ilmiyah yang harus dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa. meskipun beberapa ayat di tiap-tiap hari. G. dan supaya bersih hati kita kita dari pada sifat yang tidak baik. supaya bersama-sama ke jurusan itu. Sesunggunhnya mengeluarkan hukum-hukum atau ilmu pengetahuan dan yang lain-lain dari dalam al-Quran tak ubahnya seperti mengeluarkan mutiara dari dalam lautan. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia. seperti cetakan yang lama.

supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anakanaknya yang masih lemah (kecil). Ensiklopedi Islam . berwasiat itu hukumnya sunnah. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Studi Analisis Surah Al-‘An’am Ayat 74-79. Tafsir al-Quran Mahmud Yunus. Referensi: => Mahmud Yunus. => Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. => Abdul Ghofur. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. Menurut islam. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Demikian hukum islam. Faham Tauhid Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Katsir. bila ia meninggal dunia.

dan pendapat yang kuat. dan kitab-kitab as-Sunan. dan atTafsir al-Kabir karya Fakhruddin ar-Razi. walaupun tidak semua ayat dijelaskan dengan metode tersebut. tampaknya T. Untuk membantu para pemula dalam membaca dan mendalami Al-Qur'an. dari para peneliti sampai para pemula. Sebut saja di antaranya. Melihat sederet rujukan yang digunakan. dan dengan bentuk penyajian yang rinci. Tafsir ini juga dapat digolongkan sebagai at-tafsir bil ra'y (tafsir berdasarkan ijtihad). dan juga metode maudhu'i (tematik) karena sebelum menjelaskan tafsir suatu surah terlebih dahulu dijelaskan gambaran umum surah tersebut. tafsir al-Qasimi. kitab Tafsir An-Nur ini dilengkapi pula dengan transliterasi huruf ke Arab ke dalam huruf latin. Tafsir al-Qur’an al`Azhim karya Ibnu Katsir.Tafsir Al-Qur'anul Majid atau yang lebih dikenal dengan nama TAFSIR AN-NUR ini adalah salah satu karya monumental ulama Indonesia asal Aceh. Teungku Muhammad (TM) Hasbi ashShiddiegy. terlebih lagi ia mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam bidang ushul at-tafsir. tafsir al-Qurthubi. Selain kitab-kitab tafsir. Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. tafsir al-Manar karya Muhammad Rasyid Ridha. Tafsir inilah pula yang menjadi rujukan Terjemah Qur'an Departemen Agama yang pertama tahun 1952. Tafsir An Nur menggunakan dua metode sekaligus. dalil. yaitu ilmu yang mempelajari media-media yang diperlukan untuk menafsirkan al-Qur’an. wajar bila Tafsir an-Nur menjadi sebuah karya yang cukup diperhitungkan dan menjadi rujukan kalangan intelektual di Indonesia. kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. dan tafsir al-Wadhih. menjelaskan apa yang dimaksud tiap-tiap ayat.M. seperti. Dalam kitab tafsir ini Hasbi ash-Shiddieqy banyak mengutip dari rujukan-rujukan mu`tabar (otoritatif). yaitu penjelasan suatu ayat dengan ayat lain atau dengan hadits dan atsar yang shahih . Pembahasan ayat disertai keterangan hadits. sebagai sebuah kitab tafsir yang ringkas namun lengkap. semisal. tafsir Jami` al-Bayan karya ath-Thabari. tafsir al-Maraghi. Dapat pula digolongkan sebagai at-tafsir bil-ma'tsur (tafsir dengan riwayat). tafsir ulama muta’akhkhirin juga menjadi sumber ash-Shiddieqy. Hasbi ash-Shiddieqy menggarap karya tafsirnya ini dengan sangat serius. Ini adalah kitab tafsir lengkap pertama karya ulama ahli tafsir Indonesia yang diterbitkan di Indonesia. Tafsir ini mudah dicerna oleh semua golongan masyarakat. tafsir al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari. ia juga merujuk kepada kitab-kitab induk hadis yang mu`tamad (dipercaya). Dr. yaitu mudhi'i tahlili karena dibuat berdasarkan urutan dan susunan Al-Qur'an. ***** . Tafsir An-Nur pertama kali terbit pada tahun 1956. yaitu Prof. ayat per ayat dan surah per surah. Karenanya. Tidak hanya tafsir klasik.

Mahmud Yunus dikenal sebagai seorang tokoh pembaharu dalam metode pengajaran bahasa Arab. dia merasa tidak betah lantaran seringnya pelajaran kelas sebelumnya diulangi. Ayahnya bernama Yunus bin Incek menjadi pengajar surau yang dikelola sendiri. Mahmud dapat menyerap semangat pembaruan yang dibawa. Mahmud Yunus seorang murid yang cerdas. Gurunya adalah kakeknya sendiri. ilmu tafsir. Ibundanya bernama Hafsah binti Imam Samiun merupakan anak Engku Gadang M Tahir bin Ali. asuhan HM Thaib Umar. tahun 1920 Mahmud membentuk perkumpulan pelajar Islam di Sungayang bernama Sumatera Thawalib. Namun saat duduk di kelas empat. Nah. Hanya dalam tempo setahun. Beberapa karyanya yang lain adalah seperti al-Fiqh al-Wadhih (fikih sederhana berbahasa Arab) yang terdiri dari 3 juz. Mahmud mulai belajar Alquran serta ibadah lainnya. Sejarah mencatat HM Umar Thaib amat berpengaruh terhadap pembentukan keilmuan Mahmud Yunus. tahun 1924. Misalnya dalam karya Al-Munir. Mahmud sempat selama tiga tahun menimba ilmu di sekolah desa. Dia tidak pernah masuk ke sekolah umum. purifikasi dan modernisasi. seorang tokoh pembaru Islam di Minangkabau. Keluarganya adalah tokoh agama yang cukup terkemuka. Salah satu kegiatan kelompok ini adalah menerbitkan majalah al-Basyir dengan Mahmud Yunus menjadi pemimpin redaksinya. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah.[1] Bersama staf pengajar lainnya yang bergiat di gerakan pembaruan. dia berhasil mendapatkan Syahadah Alimiyah dari alAzhar dan menjadi orang Indonesia kedua yang memperoleh predikat itu. Ketika menginjak usia tujuh tahun (1906). Maksudnya agar para santri dapat juga memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut bagi peningkatan kesejahteraan umat dan perkembangan Islam. Dalam bidang keilmuan Alquran. Karenanya para santri di surau/pesantren HM Umar Thaib diwajibkan mempelajari ilmu agama. Kairo. beliau berhasil menulis Tafsir Alquran al-Karim. Dia pun berkeinginan melanjutkan studi ke madrasah Dar al-Ulum yang . sebagai seorang yang mempunyai spesialisasi dalam bidang bahasa Arab. Pertemuan itu secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran pembaruan Mahmud. Tidak mudah untuk mewujudkan hasratnya itu. Interaksi yang kian intens dengan gerakan pembaru. mendorongnya untuk menimba pengetahuan lebih jauh di Mesir. fikih Hanafi dan sebagainya. Di sana dia mempelajari ilmu ushul fiqh. at-Tarbiyah wa at-Ta’lim yang juga terdiri dari tiga juz. Sumatera Barat. Dia diminta untuk mewakili gurunya. Tetapi dia merasa belum cukup dengan apa yang telah diperoleh lantaran peningkatan pengetahuan umumnya belum terpenuhi. Biografi Sosial-Intelektual.Mahmud Yunus adalah seorang tokoh pendidikan nasional. Karya ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Batusangkar. hari Sabtu 10 Pebruari 1899. bahasa Eropa maupun ilmu pengetahuan umum. Saat Mahmud belajar di Madras School antara tahun 1917-1923. Mahmud Yunus mulai terlibat di gerakan pembaruan saat berlangsung rapat besar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. terutama berkat pandangan-pandangan yang dikemukakan sejumlah tokoh pembaru seperti Abdullah Ahmad serta Abdul Karim Amrullah. berbagai kendala dihadapi. yang dilakukan oleh para alumni adalah gerakan purifikasi untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. Melalui karya-karya gurunya itu. karya-karyanya banyak dipergunakan di sekolah-sekolah khususnya di pesantren. Mahmud Yunus lahir di desa Sungayang. ditekankan penguasaan pengetahuan umum serta bahasa Eropa. tahun 1908. Dia pun memutuskan pindah ke madrasah yang berada di Surau Tanjung Pauh bernama Madras School. Disebutkan dalam buku Tokoh dan Pemimpin Agama. Biografi Mahmud Yunus. Umumnya pembaruan Islam terwujud dalam dua bentuk. Namun pada akhirnya kegigihan Mahmud Yunus dapat mengantarkannya ke al-Azhar. Beliau sendiri mempunyai karya yang berupa kamus Arab-Indonesia yang masih mudah didapatkan saat ini. Sejak kecil. Mahmud Yunus dididik dalam lingkungan agama. pendiri serta pengasuh surau di wilayah itu. B.

Ini amat menggembirakan Mahmud Yunus yang lantas mendirikan dua lembaga pendidikan Islam. Berikut akan penulis sajikan pemikiran Mahmud Yunus yang tertuang dalam karyanya. Semua mahasiswanya berkebangsaan Mesir. Kuliah Mahmud Yunus berakhir dengan lancar. Hari yang kemudian atau kiamat (surat al-Baqarah: 285) . Pada bidang pengajaran bahasa Arab. Mahmud Yunus kemudian meneguhkan diri untuk mengikuti seluruh persyaratan yang diminta dan terbukti mampu memenuhi. Sementara Mahmud menambahkan beberapa pelajaran umum semisal ilmu alam. Allah. Setelah itu. Dua penekanan dalam pembaruan Mahmud Yunus di lembaga pendidikannya yakni pengenalan pengetahuan umum dan pembaruan pengajaran bahasa Arab. atau apa yang dikatakan Rukun Iman. tahun 1931. Lantas tahun 1943 dipilih menjadi Penasehat Residen mewakili Majelis Islam Tinggi. mulai 1931-1938 dan 1942 dan 1946. Gerakan pembaruan di Minangkabau saat itu makin berkembang. Karena kekurangan tenaga pengajar. Kairo. Mahmud Yunus meninggal dunia[2] B. pengetahuan umum. Mahmud Yunus telah menulis di dalam kitabnya Tafsir Quran Karim" mengenai iman. ilmu mengajar. dia mendapat ijazah diploma guru dengan spesialisasi bidang ilmu kependidikan. Dia dimasukkan sebagai mahasiswa di kelas bagian malam (qiyam lail). dan tata buku. Di kedua lembaga inilah dia menerapkan pengetahun dan pengalaman yang didapatnya di Dar al-Ulum. yakni pemikiran yang bercorak aliran al-Qadariyah dalam masalah takdir Prof. Tahun 1909 Abdullah Ahmad sudah mengajarkan berhitung. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. Ilmu yang diajarkan berupa ilmu agama. Tahun 1929. Tahun 1982. Pada tahun 30-an. H. namun juga menunjukkan bagaimana secara didaktis-metodis modern para siswa menguasai bahasa tersebut dengan cepat dan mudah. dia kembali ke kampung halamannya di Sungayang Batusangkar. bahasa Arab. kecuali Mahmud Yunus. 3. Pengajaran pengetahuan umum di sekolahnya sebenarnya tidaklah baru. Kitab-kitabNya. al-Jami'ah Islamiyah terpaksa ditutup tahun 1933. Pemikiran Mahmud Yunus Dalam Tafsir Alquran al-Karim. Rasul-rasulNya. 4. Malaekat-malaekatNya. Beliau menyatakan seperti berikut: "Iman (percaya) yaitu: Beriman kepada: 1.memang mengajarkan pengetahuan umum. 2. Sepanjang hidupnya. Awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. dia juga aktif di organisasi Islam antara lain menjadi salah satu anggota Minangkabau Raad. dia memperoleh gelar doctor honoris causa di bidang ilmu tarbiyah dari IAIN Jakarta atas karya-karyanya dan jasanya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Dia memimpin Normal Islam selama 11 tahun. Demikian pula di kementerian agama yakni dengan menjabat selaku Kepala Penghubung Pendidikan Agama. Sedangkan Normal Islam hanya menerima tamatan madrasah 7 tahun dan dimaksudkan untuk mendidik calon guru. pembaruan Mahmud Yunus tak hanya menekankan penguasaan bahasa Arab. ilmu jiwa dan ilmu kesehatan. Pada tahun 1982. Tercatat dia menjadi orang Indonesia pertama yang masuk Dar al-Ulum. 5. bahasa Eropa di Adabiyah School. hitung dagang. Dr. yakni al-Jami'ah Islamiyah di Sungayang dan Normal Islam di Padang.

penentuan dari Allah. dan hendaklah sesiapa yang menghendaki. 'Yang benar adalah daripada Pemelihara kamu. maupun yang buruk. yang keenam. tetapi diri-diri mereka sendiri mereka menzalimkan." Justru. ingin ditegaskan bahwa rukun yang kelima seperti yang dicatat itu. tidak didapati tercatat di dalam ayat al-Baqarah tersebut.w.atau. yang terakhir. neraka baginya di akhirat kelak. Dia mencipta manusia dan jin untuk menyembah-Nya. adalah tambahan kepada ajaran Allah. setelah diizinkan-Nya. apakah seseorang mau menyembah-Nya atau tidak. dan kemudian. diajar oleh "hadits Nabi s. atau." (QS an-Nahl: 67) lalu bolehkah orang yang mabuk berkata kemudian bahwa dia menjadi seorang pemabuk karena Allah telah menakdirkannya demikian? dia telah diberi pilihan untuk mengambil "rezeki yang baik" dari buah-buahan tersebut! . karena bertentangan dengan sifat dan ajaran Allah yang sebenarnnya. Dan.w. 49)‫ر‬ ٍ)4 ‫د‬ َ) ‫ق‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ه ُم‬ ُ‫ننا نو‬ َ) ‫ق‬ ْ‫ل ِل‬ َ)‫خ‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫ي‬ ْ‫ش ِل‬ َ) ‫ل‬ َّ‫ك ه‬ ُ‫ننا نو‬ َّ‫إ ه‬ ِ‫)ُم‬ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. jika mereka dimasukkan ke dalam neraka.) Sebelum diteruskan tulisan di sini. percaya. memberi kebebasan kepada manusia untuk percaya kepadanya. Manusia diizinkan-Nya membuat minuman yang baik dan yang memabukkan. Seolah-olah mempercayai Tuhan itu zalim.a. (QS al-Qamar: 49). Hal ini disebutkan dalam Alquran: ‫ننا‬ ً‫س ا‬ َ) ‫ح‬ َ) ‫قنا‬ ً‫ز ا‬ ْ‫ر ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) ‫را‬ ً‫ك ا‬ َ) ‫س‬ َ) ‫ه‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ن ُم‬ َ) ‫ذو‬ ُ‫خ نو‬ ِ‫ت ُم‬ َّ‫ت ه‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫ع‬ ْ‫ل ِل‬ ْ‫وا )َِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫خثي ُم‬ ِ‫ن ُم‬ َّ‫ت ال ه‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫م‬ َ) ‫ث‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) "Dan daripada buah-buahan palma dan anggur. Dia tidak mencipta segala sesuatu tanpa menurut ukuran tertentu.6. Di dalam Alquran disebutkan: ‫نو ي‬ ِ‫شش ُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫هش ُم‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫كنا ِل‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫مششنا‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ثنوا ُم‬ ُ‫غششنا نو‬ َ) ‫ي‬ ُ‫ثنوا نو‬ ُ‫غثي نو‬ ِ‫ت ُم‬ َ) ‫سش‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ن‬ ْ‫إ ِل‬ ِ‫وُم‬ َ) ‫هنا‬ َ) ‫ق‬ ُ‫د نو‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫سش‬ ُ‫م نو‬ ْ‫هش ِل‬ ِ‫ب ُم‬ ِ‫ط ُم‬ َ) ‫حششنا‬ َ) ‫أ‬ َ) ‫را‬ ً‫نششنا ا‬ َ) ‫ن‬ َ) ‫مثي‬ ِ‫ل ُم‬ ِ‫ظشناُم‬ َّ‫لل ه‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫د‬ ْ‫ت ِل‬ َ) ‫ع‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننا‬ َّ‫إه‬ ِ‫ر ُم‬ ْ‫ف ِل‬ ُ‫ك نو‬ ْ‫ثي ِل‬ َ)‫ل‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ؤ ُم‬ ْ‫ثي ِل‬ ُ‫لنو‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫ف‬ َ) ‫م‬ ْ‫ك ِل‬ ُ‫ب نو‬ ِّ‫رك‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُّ ‫ح‬ َ) ‫ل‬ ْ‫ل ا ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُ‫و نو‬ َ) 29)‫قنا‬ ً‫ف ا‬ َ) ‫ت‬ َ) ‫ر‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ت نو‬ ْ‫ء ِل‬ َ) ‫سنا‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ب‬ ُ‫را نو‬ َ) ‫ش‬ َّ‫س ال ه‬ َ) ‫ئ‬ ْ‫ب ِل‬ ِ‫ه ُم‬ َ) ‫جنو‬ ُ‫نو نو‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫)ا ِل‬ "Katakanlah. tidak percaya. rukun yang keenam. Dai dalam Alquran disebutkan: 33)‫ن‬ َ) ‫منو‬ ُ‫ل نو‬ ِ‫ظُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫م‬ ْ‫ه ِل‬ ُ‫س نو‬ َ) ‫ف‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننوا‬ ُ‫كنا نو‬ َ) ‫ن‬ ْ‫ك ِل‬ ِ‫ل ُم‬ َ)‫و‬ َ) ‫لل‬ ُ‫م ا نو‬ َّ‫ه‬ ُ‫ه نو‬ ُ‫م نو‬ َ) ‫ل‬ َ)‫ظ‬ َ) ‫منا‬ َ) ‫و‬ َ) ) "Allah tidak menzalimi mereka." (QS an-Nahl:33) Memang benar kata orang-orang yang percaya kepada takdir yaitu semuanya datang dari Allah. Maka. manusia diberi kuasa memilih.'" (QS al-Kahfi: 29) Contoh kedua ialah dalam masalah buah-buahan dan anggur yang Dia rezekikan. lima daripada enam rukun iman itu telah diajar oleh Allah. Kepercayaan tersebut adalah penyimpangan dalam Islam. Percaya kepada taqdir (dalam hadits Nabi s.a. kamu mengambil daripadanya minuman yang memabukkan. dan rezeki yang baik. percaya kepada takdir artinya percaya bahwa segala-galanya sudah ditentukan oleh Allah terlebih dahulu. maka hendaklah sesiapa yang menghendaki. Di samping itu. terlebih dahulu. Namun. Ayat tersebut ada pada an-Nisa:136. Percaya kepada taqdir. Sehingga ada yang percaya seperti. yang baik. itu adalah karena Allah sudah takdirkan baginya . atau memilih untuk tidak percaya kepadanya. Ajaran percaya kepada taqdir telah mengelirukan sesetengah umat Islam. Dengan itu. Kuasa untuk memilih itu agak jelas ditunjukkan apabila Dia menurunkan yang benar. Takdir adalah (takdirullah) sesuatu yang ditentukan oleh Allah terlebih dahulu. Allah sudah tentukan.

Corak pemikiran al-Qadariyah ini memang sungguh kental pada pemikiran beliau. dan pembaharu dalam pendidikan. tidak kelihatan bahwa Allah telah menentukan terlebih dahulu bahwa Adam dan isteri akan makan daripada pohon tertentu. Mahmud Yunus menginginkan Ummat Islam sebagai ummat yang dinamis yang tidak hanya bersandar kepada takdir seperti yang banyak diyakini oleh ummat Islam pada masanya. Pembaharu Pemikiran. Metode-metode yang dibangun oleh beliau sangat berpengaruh dalam pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Bila melihat sumber penafsiran yang digunakan di dalam Tafsir Alquran al-Karim. kepada manusia untuk dipakai semasa menggunakan kuasa memilih tersebut. Dari ayat yang menceritakan tentang peristiwa tersebut. ajaran Percaya kepada takdir memang tidak dianjurkan Allah. Di Jahanam nanti. Terlepas dari pengaruhnya terhadap pemikiran ummat muslimin. Bukti terakhir untuk menunjukkan bahwa Allah tidak menentukan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kepada seseorang. ajaran tersebut bertentangan dengan kehendak-Nya Ajaran yang bertentangan dengan ajaran Allah itu datang dari hadis. Tahlili atau Ijmali[5] Pada dasarnya. yang kononnya telah disabdakan oleh Nabi. Akan tetapi. kemudian. Malah. dapat dikatakan bahwa karyanya ini merupakan tafsir bir-ra’yi[4] meskipun ada banyak sumber yang berupa riwayat-riwayat dipergunakan sebagai penafsir bagi ayat-ayat tertentu. ialah kejadian Adam. beliau memberikan perhatian lebih hingga terlihat corak penafsiran tahlilil. Tafsir Alquran al-Karim: Kajian Kritis. Namun pada beberapa ayat. Mahmud Yunus merupakan seorang tokoh pendidikan. Memang benar juga kata mereka yang percaya kepada takdir bahwa Allah mengetahui segala-galanya. Potensi lain adalah penglihatan dan pendengaran. Dr.[3] C. mereka berdua. Semua hadis yang menyatakan ajaran tersebut pada dasarnya dapat dibantah karena bertentangan dengan ajaran Alquran itu sendiri. mereka tidak bisa beralasan dengan mengatakan bahwa telah menakdirkan mereka untuk masuk neraka. Akan tetapi. atau yang menggunakan akal fikiran. Oleh yang demikian. Mahmud Yunus. mengetahui dan menentukan sesuatu adalah dua perkara yang jauh berbeda. Di dalam kitab-kitab hadis terdapat beberapa buah hadis. Karena itu. yang juga merupakan salah satu karunia terbesar Allah swt. Adam dan isterinya telah dapat diperdaya oleh Syetan. 2. Corak bir-Ra’yi dan bil-Ma’tsur. Mereka yang tidak menggunakan ketiga-tiga potensi itu akan dimasukkan ke dalam Jahanam. sehingga mereka berdua melanggar perintah Allah. 1. seperti yang telah dinyatakan oleh Prof. 3. Jadi. mengenai kepercayaan tersebut. Namun selain itu ternyata dalam pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya Tafsir Alquran al-Karim. wajarlah ia ditolak. meminta ampun serta bertaubat kepada Allah. tetapi keburukan yang menimpa orang itu merupakan akibat dari usahanya sendiri. Percaya kepada Takdir bukanlah rukun iman dalam Islam. Tafsir Alquran al-Karim karya Mahmud Yunus ini adalah tafsir ijmali yakni hanya menafsirkan ayat secara global saja.Ayat itu juga menyebut mengenai kaum yang memahami. Mahmud Yunus juga merupakan seorang pembaharu pemikiran ummat muslimin. seperti yang diajar oleh hadis. Dia mengetahui bahwa seseorang itu akan ditimpa keburukan. .

Kepercayaan ini didapatkan dalam hadis. Beliau beranggapan bahwa iman terhadap qada dan qadar bukanlah termasuk dari rukun iman karena tidak didapatkan dalam Alquran dan banyak ayat-ayat yang menentangnya. akan tetapi hadis tersebut menurut beliau lemah karena bertentangan dengan Alquran. beliau menulis Tafsir Alquran al-Karim. Mahmud Yunus lebih dikenal sebagai tokoh pendidikan yang mempunyai spesialiasi dalam bidang ilmu Bahasa Arab. . Penutup. Salah satu pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya ini adalah gugatan terhadap kepercayaan yang berlebihan akan takdir.D. Penekanannya terhadap penolakan kepercayaan takdir merupakan antisipasi terhadap statisnya dinamika kehidupan ummat Islam. Yang merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Dalam bidang tafisr.

Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden.Disertasi Ilmiah 4 . T.Tafsir al-Bayan oleh Prof. Bandung. [1] 2. KEILMUAN T. dengan ukuran 15 x 22 cm. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. Almaarif.Beliau mempelajari bahasa Arab daripada gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. Kitab ini juga mempunyai keistemewaan dan perbezaan yang tersendiri berbanding dengan kitab-kitab tafsir lain. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. Dr. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . Beliau memiliki kepekaran [ . Hasil karya ini terdiri daripada dua jilid dan merupakan karya kedua beliau selepas Tafsir an-Nur.M Hasbi ash Shiddieqy menggunakan metode tersendiri dalam menyusun dan mengolah Tafsir al-Bayan dan mempunyai kelainan dengan karya yang pertamanya. Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Cetakan pertamanya ialah pada tahun 1971 yang diterbitkan PT. Khidmatnya masih digunakan sehingga ke hari ini. Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) iaitu khalifah yang pertama. seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . Dr.M Hasbi ash Shiddieqy. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. Jelasnya. Dr. 3.M Hasbi ash Shiddieqy merupakan seorang ulama’ Indonesia yang terkenal.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad iaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). Frman Allah s. BIOGRAFI PENGARANG 1. Kitab ini dinamakan Tafsir al-Bayan diambil sempena ayat al-Qur’an. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. PENDIDIKAN Prof. Dr. kitab tafsir ini banyak memberi sumbangan terhadap pengajian dan pembelajaran Ulum al-Qur’an di Nusantara. T. Dikarang oleh tokoh agung yang tidak asing lagi iaitu Prof. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. seorang ulama’ berbangsa Arab.w. T. KELAHIRAN DAN LATAR BELAKANG KELUARGA Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dilahirkan di Lhokseumawe pada 10 March 1904. Pada tahun 1926 T. Menurut salasilah.t : ‫نثيقتملل ﺔﻆعنوم نو ﻯدﻫنو ﺱنانلل ننايب‬ Yang bererti: “Al-Qur’an adalah penerangan (penjelasan) bagi seluruh manusia dan nasihat bagi mereka yang bertakwa” Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”. surah Ali ‘Imran ayat 138. Prof.M Hasbi ash Shiddieqy PENDAHULUAN Tafsir al-Bayan merupakan sebuah kitab tafsir yang unggul di rantau ini. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. Tafsir al-Bayan adalah kitab tafsir dan terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang di hasilkan pengarang seawal tahun 60-an lagi.

beliau mencadangkan gagasan perumusan kembali fiqh Islam yang berkeperibadian Indonesia. hadith. Syariat Islam yang bersumbekan wahyu Allah swt. PEMIKIRAN Seperti ulama’ lain.M Hasbi ash Shiddieqy terlibat secara langsung dalam Parti Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) dan mewakilinya dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Hasbi masih meneruskan perjuangannya walaupun beliau dimusuhi oleh pihak yang tidak bersefahaman dengannya. Pendidikan yang diterimanya dari pondok-pondok pengajian dan Madrasah al-Irsyad mampu menyerlahkan dirinya sebagai seorang pemikir. baik dalam hubungannya dengan sesama manusia mahupun hubungan dengan Tuhannya. Menurut Hasbi ash Shiddieqy. Kemampuannya sebagai seorang intlektual diakui dunia antarabangsa. kitab-kitab fiqh yang ditulis oleh imamimam mazhab diambil sebagai sumber syariat. al-Syafi’i dan Ahmad ibn Hanbal. dan ilmu kalam. Menurutnya. Banyak kitab fiqh yang ditulis oleh ulama’ mujtahid. dan dari IAIN Sunan KalijagaYogyakarta pada 29 Oktober 1975. Di antara mereka yang terkenal adalah imam-imam mujtahid mazhab empat iaitu Abu Hanifah. 5. Hasbi ash Shiddieqy berpendirian bahawa syariat Islam bersifat dinamik. Tentu sahaja hal ini berbeza dengan keadaan masyrakat kita sekarang. hukum fiqh yang dianuti oleh masyarakat Islam Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan keperibadian bangsa Indonesia. KETOKOHAN T. Beliau menyandang jawatan ini hingga tahun 1972. kebanyakan umat Islam. Kepakaran beliau dalam pengetahuan Islam dan pengiktirafan ketokohannya sebagai ulama’ dapat dilihat dari beberapa gelaran doktor (honoris cause) yang diterimanya seperti dari Universiti Islam Bandung pada 22 March 1975 dan dari IAIN Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. Mereka terlalu berkecenderungan mengikut mazhab imam-imam tersebut. Namun begitu begitu. Beliau turut menganggotai Organisasi Muhammadiyah. Ijtihad inilah yang kemudiannya melahirkan fiqh.. PENGLIBATAN POLITIK DAN ORGANISASI Pada zaman demokrasi liberal T. Anugerah tersebut diperolehi dari Universiti Islam Bandung dan (UMSBA) pada 22 March 1975. Menurutnya. 4. Malik. T. Ruang lingkupnya mencakupi semua aspek kehidupan manusia.M Hasbi ash Shiddieqy menetap di Yogyakarta pada tahun 1951 dan melibatkan diri secara serius dalam bidang pendidikan.M Hasbi ash Shiddieqy pernah diundang dan menyampaikan makalah dalam International Islamic Colloquium yang diadakan di Lahore Pakistan (1958). sesuai dengan perkembangan masa dan tempat. Beliau mula bergerak di Acheh dalam lingkungan masyarakat fanatik. kerana hasil ijtihad mereka tidak terlepas dari situasi dan keadaan sosial budaya serta lingkungan geografik. khususnya di Indonesia tidak membezakan antara syariat asal dari Allah swt dan fiqh yang merupakan ijtihad ulama’ terhadap syariat tersebut. Selama ini terdapat masyarakat Indonesia yang yang cenderung menganggap fiqh sebagai syariat. tidak beerti ijtihad ulama’ terdahulu harus . umat Islam harus mencipta hukum fiqh yang sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia. Sebagai alternatif terhadap sikap tersebut.dalam bidang ilmu fiqh dan usul fiqh. beliau diangkat sebagai ketua dalam bidang ilmu hadith di IAIN Sunan Kalijaga. pada tahun 1960. 6. Akibatnya. Namun begitu. walaupun kadang-kadang pendapat imam mazhab tersebut ada yang perlu diteliti dan dikaji dengan konteks terkini.M Hasbi ash Shiddieqy telah dianugerahkan dua gelaran Doctor Honoris Cause sebagai penghargaan di atas jasa-jasanya terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan keislaman Indonesia. difahami oleh umat Islam melalui metode ijtihad untuk diadaptasikan setiap perkembangan yang berlaku dalam masyarakat. Pada tahun 1960 beliau diangkat menjadi dekan di Fakulti Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. T. tafsir. Sebelum itu.

KEWAFATAN T. Moh. Ini bertujuan agar dapat memilih pendapat yang masih sesuai untuk diterapkan dalam masyarakat.dibuang sama sekali. Ketiga: Ijtihad dengan mencari hukum-hukum terhadap masalah kontemporari yang timbul akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. untuk menuju fiqh Islam yang berwawasan ke Indonesiaan. Menurutnya. sarjana. ahli ekonomi. hadith. setelah saya selesai dari menyusun Tafsir An-Nur yang menterjemahkan ayat dan menafsirkannya. Untuk usaha ini. yang bertarikh Yokyakarta: 21 Mei 1966. Juga pengarang mendapati bahawa terjemahan-terjemahan al-Qur’an yang beredar ditengah-tengah masyarakat perlu dikaji [ [ . T. Dengan demikian. Dalam gagasan ijtihad ini memandang metodologi pengambilan dan penetapan hukum (istinbat) yang telah dirumuskan oleh para ulama’ seperti qias. tetapi harus diteliti dan dipelajari secara bebas. asalkan sesuai dan relevan dengan situasi masyarakat Indonesia dapat diterima dan diterapkan. PENGENALAN KITAB TAFSIR AL-BAYAN Tafsir al-Bayan merupakan hasil karya ke dua yang dikarang oleh Prof. ada tiga bentuk ijtihad yang perlu dilakukan.maka pendekatan yang dilakukan untuk mengatasinya tidak boleh dikhususkan hanya pada bidang-bidang tertentu sahaja.M hasbi ash Shiddieqy dalam bidang pentafsiran al-Qur’an selepas karyanya yang pertama iaitu Tafsir An-Nur yang diterbitkan pada tahun 1956. Pertama: Ijtihad dengan mengklasifikasi hukum-hukum keluaran ulama’ mazhab terdahulu. ijtihad tidak dapat dilaksanakan dengan efektif jika dilakukan secara individu. Pengarang menyatakan sebab-sebab penulisan tafsir ini adalah untuk menyempurnakan sistem penterjemahan yang terdapat dalam Tafsir An-Nur karya pertamanya dalam bidang ini. Dengan demikian. budayawan.Dianggotai bukan hanya golongan ulama’. Hukum ini. menurut beliau berubah sesuai dengan perubahan masa dan keadaan masyarakat. masalah mursalah dan urf. Oleh kerana itu. kritis dan terlepas dari sikap fanatik. tertarik pula hati saya kepada menyusun al-Bayan”[3]. Turut hadir almarhum Hamka dan almarhum Mr. dan ahli politik yang mempunyai visi dan wawasan terhadap permasalahan umat Islam. fiqh dan pedoman ibadah.M Hasbi ash Shiddieqy kembali ke rahmatullah tanggal 9 Disember 1975 ketika dalam membuat persiapan untuk menunaikan ibadah haji. HASIL KARYA Semasa hayatnya T. istihsan. Mereka yang duduk dalam lembaga ijtihad masing-masing berusaha memberi buah fikiran yang sesuai dengan keahlian dan dan disiplin ilmu. Disebabkan kompleksnya permasalahan yang terjadi akibat daripada kemajuan. rumusan ijtihad yang diputuskan oleh lembaga ini lebih mendekati kebenaran dan lebih sesuai dengan tuntutan situasi dan kemaslahatan masyarakat.M Hasbi telah menghasilkan 72 judul buku dan 50 artikel dalam bidang tafsir. Hasbi ash Shiddieqy berpendapat bahawa pintu ijtihad tidak pernah tertutup. ulama’ harus mengembangkan dan menggalakkan ijtihad. Kedua: Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum yang semata-mata didasarkan pada adat kebiasaan dan suasana masyarakat di mana hukum itu berkembang. Rum di hari pengkebumiannnya. pengarang menulis: “Dengan inayah Allah Taala dan taufiq-Nya. tetapi juga terdiri dari pelbagai kalangan muslim yang lain seperti. pendapat ulama’ dari mazhab manapun. Beliau dimakamkan di permakaman IAIN Ciputat Jakarta. Hasbi ash Shiddieqy menawarkan gagasan ijtihad jama’i. [2] Pada Muqaddimah tafsir ini. kerana ijtihad adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan dari semasa ke semasa.

dan ditinjau semula. mudah-mudahan ada baiknya untuk masyarakat Islam keseluruhannya. Penterjemahan al-Quran merupakan salah satu cara dakwah yang kesannya cukup mendalam terhadap sesebuah masyarakat kerana isi kandungannya lebih mudah difahami.” Dan Nabi Muhammad s. Bagi jilid ke dua Tafsir al-Bayan ini. Cetakan pertama kitab tafsir ini ialah pada tahun 1971 melalui terbitan PT Almaarif Bandung. Pengarang berkata di dalam kitab tafsirnya: “Maka setelah saya memerhatikan perkembangan penterjemahan al-Qur’an akhir-akhir ini. 1. penulis cuba meninjau kaedah-kaedah yang digunakan oleh penterjemah terhadap kitab ini. Jilid pertama mengandungi nas-nas ayat al-Qur’an bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan ayat 75 surah al-Kahf. Oleh karananya. Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”. dimulai dari surah al-Kahf ayat ke 75 dan berakhir dengan surah al-Nas bersama terjemahan dan tafsirannya yang terkandung dalam muka surat 789 sehingga 1604[5]. [ [ [ . serta meneliti secara tekun terjemahan-terjemahan itu.segala usaha peterjemahan sepatutnya diberi sokongan penuh kerana usaha mereka terlalu mulia di sisi Islam. Pengenalan Kitab Nama Kitab : Al-Quran dan Terjemahnya (Indonesia) Penterjemah : Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir Al-Quran. Kesemua terjemahan dan tafsiran bagi jilid pertama mengandungi 789 muka surat. Kitab yang ada ditangan penulis ini mudah-mudahan membawa manfaat kepada seluruh masyarakat Islam atas usaha-usaha mereka yang murni lagi suci.a. saya menyusun sebuah terjemah yang lain dari yang sudah-sudah”[4] Karyanya yang kedua ini juga merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang diperkirakan dihasilkan oleh pengarang pada awal tahun 60-an lagi. 2. Cetakan : Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif. Oleh itu. Kitab ini terdiri dari dua jilid. Pendahuluan Segala puji bagi Allah yang telah berfirman dalam kitabNya yang mulia: [ 6‫]قد جشناءكم من الل ننور وكتشب مبثين‬ “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Bentuk masyarakat yang berbagai memerlukan kepada kaedah dakwah yang pelbagai. Jakarta. Di kesempatan ini.” ( Al-Hadith ) Atas dasar itu penulis merasa satu kenikmatan dan ketenangan apabila terlibat dalam tugas ini.w telah bersabda: ‫خثيركم من تعلم القرءان وعلمه‬ “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan yang mengajarkannya. dengan ukuran 15 x 22 cm. Apatah lagi mengkaji kandungan kitab suci al-Quran. nyatalah bahawa banyak terjemahan kalimat yang perlu ditinjau dan disempurnakan. dengan memohon taufiq daripada Allah Taala. walaupun tidak secara mendalam tetapi cukup sebagai satu kepuasan dalam diri. Penterjemahan yang salah pula membawa kepada kepada kesalahfahaman masyarakat terhadap isi kandungan al-Quran yang akhirnya menjejaskan akidah mereka.

Setelah itu belajar di sekolah kerajaan iaitu sekolah al-Irsyad selama satu setengah tahun. H. Beliau adalah Prof. Keintelektualannya diiktiraf dunia. Hasbi Ashshiddiqi. Prof. 11. H. menerbit dan mengedarkan Kitab Tafsir al-Quran dan Terjemahnya kepada masyarakat Islam setempat dan sekitarnya. Tarikh dan Tempat Lahir : Dilahirkan pada 10 Mac 1904 di Lhokseumawe yang terletak di Acheh Utara. H. 9. Hasbi Ashshiddiqi Nama : Muhammad Hasbi Ashshiddiqi. M. Bustami A. Muchtar Jahya. 3. Cetusan ini telah menimbulkan polemik yang hebat di kalangan para ulamak sezamannya hingga sekarang. H. Beliau berani dalam mengutarakan pendapatnya. Busjairi Madjidi. M. M. 3. Terjemahan ini mengambil masa lapan tahun (1964-1971) untuk disempurnakan oleh anggota “Dewan Penterjemah” seramai sebelas orang yang terdiri dari kalangan tokoh-tokoh ulama terkenal. ( 1418H ) Bil. Toha Jahya Omar. H. Musaddad. Bapanya pula bernama al-Hajj Teungku Muhammad Husen bin Muhammad Mas‘ud. 8. Prof. Mereka itu ialah: 1. Dr. H. beliau dijemput untuk membentangkan kertaskerja dalam SeminarIslam Antarabangsa di Lahore Pakistan. walaupun kerananya ia dimusuhi. 7. Latarbelakang Pendidikan : Beliau mula belajar ketika berusia lapan tahun di beberapa sekolah-sekolah pondok. 10. Kamal Muchtar.1 Biodata Prof. Ali Maksum.Medinah Munawwarah. Menurutnya silsilah yang diketahui beliau adalah keturunan ketiga puluh tujuh dari Khalifah Abu Bakr al-Siddiq. T. Pada tahun 1958. K. Gazali Thaib. Ibunya bernama Teungku Amrah yang merupakan puteri kepada Teungku Abdu Aziz. Mukti Ali. K. T. 5. Keturunan : Beliau berdarah campuran Arab. 6. (Ketua) 2. A. H. pemangku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi. R. Prof. H. 4. Walaupun tempoh beliau belajar sedikit tetapi dapat dilihat dari keperibadiannya sebagai seorang pemikir yang hebat. Jilid : 1 Jilid 3. A. Prof. Prof. Karya-karya Yang Dihasilkan : Beliau telah menghasilkan karya-karya dalam bidang [ . Drs. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal dan diasuh oleh neneknya yang bernama Teungku Syamsiyah. penulis ingin mengenengahkan salah seorang tokoh untuk ditonjolkan latarbelakangnya.M. Gani. T. Latarbelakang Keluarga : Keluarganya tergolong dari kalangan ulama pejabat. dipenjara dan sebagainya. Beliau adalah orang pertama yang menimbulkan isu perlunya kepada kekinian fiqh yang berkepribadian Indonesia atau istilahnya sebagai “Fiqh Indonesia”. Latarbelakang Penterjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir al-Quran merupakan satu badan yang dipertanggungjawabkan oleh Menteri Agama untuk menterjemah. A. Hasbi Ashshiddiqi. Soenarjo S. Saudi Arabia.[7] Di antara kesebelasan anggota di atas. Drs. H.

3. Al-Tafsir al-Kabir. 5. Bilangan karyanya mencapai 72 buah buku dan 50 artikel.[8] 4. Institusi yang pertama ialah Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada 22 Mac 1975 dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29 Oktober 1975. Jami‘ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an. 2. 4. 5. 4. Ternyata penterjemah mengambil rujukan dari kitab-kitab yang muktabar dan pelbagai dan bilangannya sebanyak 105 buah kitab. Pedoman Shalat 8. 3. 1. aa . Bab Dua : Nabi Muhammad sallallahu ‘alayhi wa sallam. Al-Fayruz Abadi. Bab Enam : Keutamaan Membaca al-Quran dan Cara Bacaannya.sebagai tanda bacaan fathah yang panjang. Bab Tiga : Kandungan al-Quran. Al-Kasysyaf. ‘Ali ‘Abd Allah Yusuf. [ [ [ . Al-Fakhr al-Razi. Al-Zamakhsyari. Th = ‫ط‬ 3. fiqh dan panduan ibadah umum. The Holy Qur’an. Gelaran itu ialah Doctor Honoris Causa yang diperoleh dari dua institusi pengajian tinggi di Indonesia. Bab Empat : Al-Quran Sebagai Mukjizat. 1. hadith. Kriteria Antara Sunnah dan Bid’ah. Al-Tabari. Antara rujukannya seperti. Gelaran Yang Diterima : Beliau memperoleh dua gelaran sepanjang hidupnya. Dh = ‫ض‬ 2. Sebagai contoh. Bab Lima : Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan.[9] Bibliografi diletakkan selepas membicarakan bab-bab di atas. Anugerah ini diberikan sebagai jasa-jasa beliau terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan pengetahuan keislaman di Indonesia. Metodologi Penulisan Mukadimah Ia dibahagikan kepada enam bab utama. Pedoman Puasa. 7. Sh = ‫ص‬ 4. Bab Satu : Sejarah al-Quran. Tafsir al-Quran an-Nur. Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas. Antaranya seperti: 1. Fiqhul Mawarith 6.[10] Transliterasi yang digunakan mengikut kaedah Indonesia. Kembali Ke Rahmatullah : Beliau meninggal pada 9 Disember 1975 dan dikebumikan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Al-Islam. 2. Mutiara Hadith.tafsir. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadith.

kecuali surah al-Fatihah dengan tidak ditulis tajuk padanya. Lain-lain: Bahagian ini memasukkan perbincangan selain dari tiga bahagian di atas seperti balasan perbuatan baik. 3. Secara umumnya. 3.S. nikmat Allah yang tidak terhitung dan sebagainya. 2.5. Setiap tajuk itu pula terdapat tajuk-tajuk kecil sebagai pendetilan tajuk-tajuk besar tersebut. nasikh mansukh. Manakala pendapat al-Tabari: “Keluar dari rumah dengan maksud berperang”. qiraat dan sebagainya. Ia dimulai dengan tajuk “JANJI PRASETIA KEPADA ALLAH DAN PENYEMPURNAAN AGAMA ISLAM” dan diakhiri dengan tajuk “BEBERAPA KISAH TENTANG ISA A. Dalam menyatakan topik-topik penting ini ia dibahagikan kepada empat bahagian.[15] [ [ [ [ [ . pengkategorian al-Makki atau al-Madani. Adapun yang paling sedikit sekali ialah satu tajuk seperti surah al-Ikhlas. nama-nama lain bagi surah dan topik-topik penting yang dibincangkan pada keseluruhan surah. Golongan Mukmin. ia didahului dengan mukadimah yang menyatakan beberapa perkara penting yang dihuraikan dalam bentuk sinopsis.[13] Di antara surah-surah yang paling banyak tajuk-tajuk penting di dalamnya ialah surah al-Ma’idah sebanyak lapan belas tajuk. 2. ‫كمنا أخرجك ربك من بثيتك بنالحق‬ Penterjemah mengambil pendapat al-Maraghi yang menyatakan: “Allah mengatur pembahagian harta rampasan perang dengan kebenaran. sebab-sebab nuzul. Keimanan: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas konsep-konsep keimanan yang dibincangkan pada surah.akibat perbuatan buruk. Contoh-contoh perkara di atas dapat dilihat dalam kitab ini seperti. Penterjemah membahagikan kepada tajuk-tajuk penting yang ada pada setiap surah dengan ditulis secara huruf besar. ii .[12] Konsep terjemahan yang dibuat. Golongan Kafir. ialah berdasarkan ‘tahlili mawdu‘i’.sebagai tanda bacaan kasrah yang panjang. Pendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat: Dalam menhuraikan maksud ayat 5 surah al-Anfal. bahagian ini menyatakan bilangan ayat. pendefinisian nama pada setiap surah. pada awal surah al-Baqarah diberi tajuk besar yang berbunyi “TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QURAN”. 4. Kisah-kisah: Bahagian ini memberikan gambaran ringkas mengenai kisah yang terdapat pada surah. Selepas tajuk besar itu terdapat tajuk-tajuk kecil yang menjelaskan tajuk besar tersebut iaitu.[14] Terdapat nota kaki yang menjelaskan atau mentafsirkan terjemahan yang dibuat. al-Nas dan sebagainya.[11] Sebelum penterjemahan pada setiap surah dibuat. 1. Golongan Munafik. Hukum-hukum: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas tentang perbincangan mengenai hukum yang boleh dipetik dari surah. 1.”. sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula”. al-Falaq. Sebagai contoh. 1. Penjelasan pada nota kaki ini boleh dikatakan sebagai ‘tahlili’ kerana ia meliputi dari segi pendapatpendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat. Teknik penulisan terjemahan dalam kitab ini adalah secara bersebelahan antara ayat dan terjemahan pada setiap lembaran.

dan sahabat-sahabatnya yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. isi kandungan atau pengakhirannya.”[23] Penterjemah mengakhiri setiap surah dengan membuat kesimpulan terhadap keseluruhan surah. ‫ولل المشرق والمغرب فأينمنا تنولنوا فثم وجه الل‬ “Al-Tabari menyebutkan bahawa ayat ini turun berkenaan tentang suatu kaum yang suatu ketika tidak dapat melihat arah kiblat yang tepat.”. Surat An Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit.610 nota kaki. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan ‘mim’) berarti raja. Jika terdapat pengulangan dari segi penjelasan pada nota kaki.”[18] Nota kaki yang dibuat adalah mengikut turutan dari awal surah hingga akhir surah al-Quran yang bilangannya mencapai angka 1. s/d[21] ….”[22] Terdapat juga penjelasan sesuatu ayat yang diambil dari mafhum sesuatu hadith dan dinilai oleh penterjemah dengan menyatakan rujukan kitab hadith yang diambil dan bab pada kitab tersebut. Jika ia merupakan huraian terhadap sesuatu terjemahan. Pendapat yang sahih terhadap makna ‘Kursi’ ialah tempat letak telapak kakiNya. 3. Sebagai contoh pada ayat 255 surah al-Baqarah.” Dalam membicarakan pada ayat-ayat akidah penterjemah lebih berminat mengambil pendapat Asy‘ariyyah.w.”. 2.a. not no. Jika ia merupakan suatu penjelasan terhadap sesuatu kalimah ia akan ditulis seperti “Lihat yang dimaksud dengan ……. Dalam bab qiraat penterjemah ada menyatakan pada ayat 4 surah al-Fatihah. …[19]”. Contoh nasikh mansukh dalam kitab ini dinyatakan pada membicarakan ayat 180 surah al-Baqarah. Sebagai contoh pada membicarakan “HUBUNGAN SURAT AN NABA’ DENGAN SURAT AN NAAZI’AAT. ‫كتب علثيكم إذا حضر أحدكم المنوت إن ترك خثيرا النوصثيﺔ للنولدين والقربثين‬ ‫بنالمعروف‬ “Ma’ruf ialah adil dan baik.”[17] 4. 1. ia akan ditulis seperti “Lihat not …. Ayat ini dinasakhkan dengan ayat mawarith.a.2. dengan memanjangkan ‘mim’ ia bererti: pemilik (yang empunya). ‫مشلك ينوم الدين‬ “Maalik (Yang menguasai). serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).”[16] 3. Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu. ‫وسع كرسثيه السمشنوت والرض‬ “Kursi dalam ayat ini oleh sebahagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaanNya. Pada menyatakan sebab-sebab nuzul. Seterusnya dinyatakan hubungkait antara surah samada pada permulaan.a. sehingga mereka salat ke arah yang berbeda-beda.. sedang pada surat An [ [ [ [ [ [ [ [ . 1. mengemukakan ayat ini – di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s. ‫ومنا محمد إل رسنول قد خلت من قبله الرسل‬ “Abu Bakar r. untuk mententeramkan Umar Ibnul Khaththab r. ia akan ditulis seperti “Lihat kembali kisah kaum Luth ini pada surat …… ( )[20] ayat …. Jika ia merupakan penjelasan berkenaan sesuatu kisah. Sebagai contoh pada membicarakan ayat 144 dari surah Ali Imran. metod yang digunakan seperti. yang ditulis padanya sebagai ‘PENUTUP’. penterjemah ada membawa riwayat al-Tabari berkenaan ayat 115 surah al-Baqarah.

[ 14] Lihat lampiran m/s: 18 [ 15] Lihat nota kaki no. Penulis berpendapat agar kitab ini dapat diperbaiki lagi penterjemahannya terutama dari segi akidah kepada yang lebih selamat dan berlandaskan ahli sunnah wal jamaah. [ 16] Lihat nota kaki no. Terbitan Al-Hidayah Publishers. Kesimpulan Setelah ditinjau secara rambang kitab “Al-Quran dan Terjemahnya”. Nourouzzaman MA. di atas bermaksud nombor rujukan pada nota kaki sebelumnya.cit. PT Almaarif. 112. [ 19] No. Dr. Dr. 596. [ [ 1] Biografi pengarang diambil dari http//www. Data-data Terbitan Awal Penterjemahan Dan Penafsiran Al-Qur’an Di Alam Melayu.M Hasbi ash Shiddieqy./hasbi. Yogyakarta. menggambarkan penterjemah cukup teliti dan memahami keperluan pembaca yang terdiri dari orang awam. 83.htm 2] Muhammad Nur Lubis. [ 17] Lihat nota kaki no. Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit. Sehubungan dengan itu. hlm 100-101 [ 6] Surah al-Ma‘idah : 15 [ 7] Lihat lampiran m/s: 16 [ 8] Siddiqi. 4. T. Bandung.com. Kuala Lumpur. Selain dari itu huraian-huraian atau penjelasan yang dibuat pada nota kaki. Hlm 99 [ 3] Prof. [ 9] Lihat lampiran m/s: 17 [ 10] Lihat lampiran m/s: 21 [ 11] Lihat lampiran m/s: 19 [ 12] Lihat lampiran m/s: 20 [ 13] Penulis berpendapat ia sesuai dengan fungsinya sebagai Umm al-Kitab.rizki-putera.[24] 5. Prof. op. penulis mendapati ia merupakan kitab yang cukup menarik dan mudah difahami. hlm 7. [ 4] Ibid [ 5] Muhammad Nur Lubis. cetakan pertama 2002. Ini kerana terjemahan yang dibuat tidak terlalu panjang dan tidak terlalu ringkas. [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ . Tafsir al-Bayan. J 1. [ 18] Lihat nota kaki no. penulis percaya kitab ini mendapat perhatian pembaca dan tidak hairanlah kitab ini dipilih untuk dicetak di Mujamma‘ al-Malik al-Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif di Madinah untuk disebarkan kepada masyarakat Islam di rantau ini. 2.Naazi’aat Allah bersumpah bahawa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi. (1997) Fiqh Indonesia.

234. 21] Penulis berpendapat ia bermaksud ‘sehingga datang’. [ 22] Lihat nota kaki no. [ [ [ [ [ . [ 24] Lihat m/s: 1017. bilangan surah yang terdapat dalam al-Quran. 161.[ [ 20] Dalam kurungan bermaksud no. [ 23] Lihat nota kaki no.

M. beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal: . kecederungan. Seorang mufassir di tuntut untuk menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT. Quraish Shihab dalam rekaman "Kultum" di RCTI (2007) M. Setelah dirapikan. sambil melemparkan kesalahan kepada para penulis wahyu. Kaum orientalis berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Quran yang ditulis pada masa awal karier Nabi Muhammad saw. Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah: QS. Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i (809-885 H/14061480 M). dan kondisi yang berbeda-beda itu. Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Sekilas Tentang Isi Tafsir M. di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.794 H) dan lain-lain yang menekuni ilmu Munasabat al-Quran/keserasian hubungan bagian-bagian al-Quran. Abu Ishaq asy-Syathibi (w. Tafsîr al-Mishbâh adalah karya monumental Muhammad Quraish Shihab dan diterbitkan oleh Lentera Hati. baik tahlîlî maupun mawdhû‘î.790 H/1388 M). Dalam al-Mishbâh. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya. Quraish Shihab juga memasukkan tentang kaum Orientalis mengkiritik tajam sistematika urutan ayat dan surah-surah al-Quran. Mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalah pahaman terhadap al-Qur’an atau kandungan ayat-ayat. Di sana gambaran mengenai hari kiamat dan nasib orang-orang durhaka. pemisah antara yang haq dan bathil serta jalan keluar bagi setiap probelam kehidupan yang dihadapi.Tafsir Al-Mishbah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M. Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi (w. Quraish Shihab memulai dengan menjelaskan tentang maksud-maksud firman Allah swt sesuai kemampuan manusia dalam menafsirkan sesuai dengan keberadaan seseorang pada lingkungan budaya dan kondisisosial dan perkambangan ilmu dalam menangkap pesan-pesan al-Quran. kemudian dilanjutkan dengan gambaran orang-orang yang taat. Kemudian beliau mengambil tokoh-tokoh para ulama tafsir. tolong hapus pesan ini. tingkat. sehingga al-Quran dapat benar-benar berfungsi sebagai petunjuk. tokoh-tokohnya seperti: Fakhruddin ar-Razi (606 H/1210 M). Al-Ghasyiyah. Keagungan firman Allah dapat menampung segala kemampuan.

Penulisnya mencitakan al-Qur’an agar semakin ‘membumi’ dan mudah dipahami. al-Mishbah berarti “lampu. Buku ini terdiri dari 15 volume: Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah Halaman : 624 + xxviii halaman Volume 2 : Ali-‘Imran s/d An-Nisa Halaman : 659 + vi halaman Volume 3 : Al-Ma’idah Halaman : 257 + v halaman Volume 4 : Al-An’am Halaman : 367 + v halaman Volume 5 : Al-A’raf s/d At-Taubah Halaman : 765 + vi halaman Volume 6 : Yunus s/d Ar-Ra’d Halaman : 613 + vi halaman Volume 7 : Ibrahim s/d Al-Isra’ Halaman : 585 + vi halaman Volume 8 : Al-Kahf s/d Al-Anbiya’ Halaman : 524 + vi halaman Volume 9 : Al-Hajj s/d Al-Furqan Halaman : 554 + vi halaman Volume 10 : Asy-Syu’ara s/d Al-‘Ankabut Halaman : 547 + vi halaman Volume 11 : Ar-Rum s/d Yasin Halaman : 582 + vi halaman Volume 12 : Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf Halaman : 601 + vi halaman Volume 13 : Ad-Dukhan s/d Al-Waqi’ah Halaman : 586 + vii halaman Volume 14 : Al-Hadid s/d Al-Mursalat Halaman : 695 + vii halaman Volume 15 : Juz ‘Amma Halaman : 646 + viii halaman Tafsir Mahmud Yunus . Federspiel. yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. Ke-Indonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. atau lentera”. M. Quraish Shihab. • Keserasian tema surah dengan nama surah. dari mulai akademisi hingga masyarakat luas. argumentatif. merekomendasikan bahwa karya-karya tafsir M. Dr. Quraish Shihab pantas dan wajib menjadi bacaan setiap Muslim di Indonesia sekarang. • keserasian penutup surah dengan uraian awal/mukadimah surah sesudahnya. Penjelasan makna sebuah ayat tertuang dengan tamsilan yang semakin menarik atensi pembaca untuk menelaahnya. pemerhati karya tafsir Nusantara. Mari terangi jiwa dan keimanan kita dengan Tafsîr al-Mishbâh sekarang juga. Tafsir ini tersaji dengan gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna segenap kalangan. • keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya. informatif.• keserasian kata demi kata dalam satu surah. yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya alQur’an. Begitu menariknya uraian yang terdapat dalam banyak karyanya. Tafsîr al-Mishbâh merupakan tafsir Al-Quran lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir. Howard M. • keserasian uraian awal/mukadimah satu surah dengan penutupnya. Tafsîr al-Mishbâh banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufasir ternama sehingga menjadi referensi yang mumpuni. • keserasian kandungan ayat dengan penutup ayat (fawâshil). pelita. Dari segi penamaannya.

B. Biografi dan karya-karya Mahmud Yunus Sekilas tentang kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim . Ia tumbuh pada saat penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang diharamkan pada Ulama’ semasanya. Karnanya agama merupakan salah satu upaya agar mampu meningkatkan moralitas ummat yang kini menurun. b. sistematika. Islam menjadi semakin difahami dengan adanya Tafsir-tafsir bahasa Indonesia yang bermunculan di abad 20-an. Tindakannya yang progresif ini terbukti menyadarkan kita bahwa Tafsir bukanlah karya yang mustahil jika umat Islam benar-benar mengkaji keilmuan dan persyaratan penafsiran. Karenanya tiap decade dan periode hendaknya menciptakan sejarahnya sendiri khususnya Umat Islam dalam bidang terpenting yakni penafsiran al-Qur’an. Namun sejarah membuktikan bahwa eksistensi dari progresifitas ummat yang berkembang dan maju harus sebenarnya telah ddimulai dari sejarah.PENDAHULUAN A. PEMBAHASAN . dan contoh penafsirannya. corak. Latar Belakang Mahmud Yunus merupakan salah seorang Mufassir Indonesia yang mampu menafsirkan al-Qur’an 30 Juz lengkap. Lahirnya Tafsir masakini juga tidak luput dari upaya ulama masa lalu yang turut mengkaji dan menafsirkan al-Qur’an meskipun masih tergolong penafsiran yang gobal. Rumusan Masalah a. metode.

hal: 197 3] http://menyempal. Selain ilmuilmu keagamaan yang ia dapatkan. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. ia mempelajari ilmu Nahwu. Biografi Prof. Di samping mendapat pendidikan agama. Sumatra Barat. Para alumni Timur Tengah lebih condong dalam gerakan purifikasi. Pendidikan di Sekolah Desa hanya dijalaninya selama kurang dari tiga tahun. Mahmud Yunus 1.wordpress. Umumnya. ayah ibunya Mahmud Yunus bercerai. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. M Thaib Umar di Tanjung Pauh Sunggayang. pada waktu belajar di kelas empat. di desa Sunggayang. Syekh H. [2] Meski ada yang mengatakan bahwa ayah dan Ibu Mahmud Yunus bercerai sejak balita. Profil Para Mufassir. dkk. Profil Mahmud Yunus Mahmud Yunus dilahirkan dari pasangan Yunus B.A. ia ikut ibunya. Ia juga mewarisi semangat pembaharuan sang guru. dalam rentang waktu 1917-1923.[3] Di tangan Thaib Umar ini Yunus dapat mempelajari pelbagai disiplin keilmuan Islam.Thahir bin Ali.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 4] http://menyempal. Mahmud Yunus lahir pada tanggal 10 februari 1899 M/30 Ramadhan 1316 H. Yunus secara langsung ditugasi untuk menggantikan gurunya memimpin Madras School.[1] Mahmud Yunus tumbuh dikalangan keluarga yang taat beragama.[4] Tak heran hanya dalam waktu empat tahun ia telah dipercaya oleh sang Guru untuk menggantikannya mengajar bahkan mewakilinya dalam forum akbar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. Karena merasa masih haus pengetahuan. yakni di Sekolah Desa pada tahun 1908. yakni purifikasi dan modernisasi. Ayahnya bernama Yunus bin Incek. sedangkan ibunya adalah anak dari Engku Gadang M. ilmu Sharaf. Ayahnya adalah seorang imam. Thaib Umar sakit.wordpress. karena ia memperoleh penghargaan untuk dinaikkan ke kelas berikutnya. Yunus lantas pindah belajar di madrasah milik H. dan hanya sekali ayahnya menjenguknya. Lalu [ [ [ [ Herry Mohammad. Tahun pertama Sekolah Desa ia selesaikan hanya dalam masa 4 (empat) bulan. Yunus menunjukkan ketidakpuasannya terhadap mata pelajaran di sekolah tersebut. Ketika usianya masih balita. 2006). Saat bersamaan. Siang hari ia belajar disana dan malam harinya mengajar di Surau kakeknya.M. 2008). Sebab. yaitu gerakan yang bertujuan untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. pendiri serta pengasuh surau si wilayah tersebut. Karena itu. DR. Tahir bin Ali. seorang pengajar di Surau dan Ibunya Hafsah binti Imam Samiun adalah anak Engku Gadang M. yang langsung ia peroleh dari kakeknya. Berhitung dan Bahasa Arab. pembaruan Islam ini terwujud dalam dua bentuk.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 1] . Yunus juga pernah bersekolah di pendidikan sekuler. Pada tahun 1917. (Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. incek dan hafsah binti Imam Sami’un. Yunus memulai pendidikannya dengan belajar Alquran dan bahasa Arab. namun Yunus tetap antusias dalam belajar baik agama maupun umum. 85-86 2] Saiful Amin Ghofur. Di sekolah ini. Batusangkar. H. Madrasah ini bernama Madras School. Hal. (Jakarta: Gema Insani Press.

bidang Fiqh. Pendidikan Islam. akan tetapi juga dalam bahasa Arab.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Beliau mengambil takhasshus tadris sampai memperoleh ijazah tadris (diploma guru). Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. Akhlak. terutama buku pelajaran agama islam untuk anak-anak. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 8] Mahmud Yunus. DR. Pada tahun 1982. buku-bukunya tidak hanya ditulis dalam bahasa Indonesia. Kairo-Mesir. yang sebagian besar adalah bidang-bidang ilmu agama Islam.html. termasuk pula tafsir dan terjemahan al-qur’an. Tafsir dan Akhlak yang lebih memfokus pada materi sajian. Ushul Fiqh. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah.blogspot.[6] Kemampuan mengajar yang ia miliki sejak masih belajar di Batusangkar memantabkan karier ke-guruannya terutama setelah ia kembali dari Mesir. beliau adalah orang Indonesia yang pertama belajar disini. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (19661071). 5] 6] 7] . baik sebagai tugas yang diberikan pemerintah kepada beliauu maupun atas undangan untuk menghadiri berbagai muktamar.Hidakarya Agung. Sejarah dan lain-lain.[7] Selain itu Yunus juga sering berkunjung ke luar negri. Mahmud Yunus juga banyak menulis buku. bahasa Arab. Sepanjang hidupnya. (Jakarta: PT. Tauhid. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). bahasa Arab (keduanya lebih banyak memfokus pada segi metodik). Karya-karya Mahmud Yunus Pada perjalanan hidupnya. Yunus lebih banyak memberi perhatian pada bidang pendidikan Islam. ia telah menghasilkan buku sebanyak 82 buah meskipn sebagian menyebutkan karyanya hanya berkisar 43 buku. Yunus mendapat kesempatan untuk belajar di alazhar. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). Sesuai dengan kemampuan bahasa yang ia miliki. fiqh hanafi dan tafsir. dkk… Hal.1969). Prof. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (19481949). Mahmud Yunus meninggal dunia. dan Yunus sebagai pemimpi redaksinya. Tafsir. Dari jumlah itu. seperti bidang Fiqh. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (1931-1932).[8] Pada awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. Pada tahun 1924. Lihat kulit depan tafsir beliau. Ia memulai [ [ [ [ Saiful Amin … hal: 198 Herry Mohammad.pada tahun 1920 Yunus membentuk perkumpulan pelajar Islam yang juga menerbitkan majalah al-Basyir. pada 15 Oktober 1977. Di antara bidang-bidang ilmu yang disebutkan. Yunus membahas berbagai bidang ilmu. Secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbagai sekolah. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Dalam tempo setahun ia mampu mempelajari ushul fiqh. H. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta (1957-1980).[5] kemudian pada tahun 1926-1930 belajar di madrasah darul ulum ulya. dan menjadi orang kedua yang menyabet predikat tersebut. Karena kebriliannya ini ia mendapatkan Syahadah ‘alimiyah dari al-Azhar . 2. 85-86 http://pusat-akademik.

com/2004/12/22/arkeologi-pemikiran-tafsir-di-indonesia/ diunduh pada 12:59 [12] Islah Gusmian. A.Hassan Bandung (Al-Furqan. 1928). Mahmud Yunus (Tafsir Quran Indonesia. Ilmu Mustalahul Hadist. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [ 11] http://luluvikar. Yunus senantiasa mengisi waktu-waktunya untuk menulis. 4. Hukum Warisan dalam Islam. dalam situasi apapun. 7. Allah dan Makhluq-Nya. 12. pada pertengahan abad XVII. 9. B. Federspiel. Hukum perkawinan dalam Islam. hal: 65 [13] Howard M.[12] Karya Mahmud Yunus tetap menjadi literature yang paling popular di bandingkan karya Tafsir semasanya meskipun kemudian lahirlah karya-karya Tafsir yang lebih ilmiah. bersama H. tahun 1938.wordpress.Hassan Bandung (Al-Furqan. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. ia membagi kemunculan dan perkembangan Tafsir di Indonesia dalam 3 periode. 4 Madzhab. 5. dalam usia 21 tahun. (Bandung: Penerbit Mizan. 10. periode kedua (1960) dengan ditandai dengan catatan kaki kemudian periode ketiga (1970) ditandai dengan penjelasan yang lebih luas dari periode kedua. kuliyah untuk kursus-kursus. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. 8. untuk Muballigh-Muballigh / umum. aktivitas seputar Al Quran di Indonesia dirintis oleh Abdur Rauf Singkel. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. 1935).[9] Adapun diantara karya-karya Mahmud Yunus ialah:[10] 1.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus.blogspot. setidaknya ada enam buah karya Tafsir yang muncul pada masa Mahmud Yunus yang berturut-turut hingga menjelang kemerdekaan Indonesia menurut Nashruddin Baidan: a. 2003). Al-Qur’an Indonesia oleh Syarikat Kweek School Muhammadiyah (1932) [ [ 9] Saiful Amin … hal: 200 10] http://pusat-akademik. 1994). Perbandingan Agama. untuk tingkat Aliyah.html. Juz Amma dan terjemahnya. Federspiel. Yakni periode pertama mulai abad ke-20 ditandai dengan penafsiran terpisah-pisah. 1928) b.[13] Sedangkan Baidan mengelompokkan . hal: 130 . A. Khazanah Tafsir di Indonesia. Sekilas Tentang Tafsir al-Qur’an al-Karim Secara singkat. Dasar-dasar Negara Islam. 6. kuliyah untuk dakwah. 3. yang menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Melayu.mengarang sejak tahun 1920. 2. Upaya rintisan ini kemudian diikuti oleh Munawar Chalil (Tafsir Al Quran Hidayatur rahman). 13. 11. Kajian al-Qur’an di Indonesia. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. Kesimpulan isi al-Quran. Ilmu Jiwa kanak-kanak. [11] Dalam konsep Howard M. Pedoman Dakwah Islamiyah. Karirnya sebagai pengarang tetap ditekuninya pada masa-masa selanjutnya. untuk tingkat Aliyah. Mahmud Aziz. (Bandung: penerbit Teraju.

Kemudian setelah menyelesaikan percetakan itu. (Jakarta: PT.1969). III Pendahuluan 14] . [14] Manfaat tersebut juga dapat dirasakan pada generasi-generasi setelahnya. yang kemudian dinamai dengan tafsir al-Qur’an al-Karim. Sanusi (1935) [ [ [ Nashruddin Baidan. supaya diberhentikan mencetak tafsir al-Qur’an itu. e. kemudian beliau membalas suratnya dengan panjang lebar dan mengukuhkan pendiriannya untuk tetap menerbitan Terjemah alQur’an yang merupakan Tafsir Bahasa Indonesia pertama tersebut. Akhirnya di ambil alih oleh M. Pada waktu menterjemahkan juz 7 sampai juz 18 beliau dibantu oleh almarhum H.I. beliau bersama istrinya (Darisah binti Ibrahim) meneruskan usahanya dalam menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu. pada bulan april 1938 beliau menyelesaikan tiga puluh juz dan di sebar luaskan keseluruh Indonesia. Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. M. hal. salah satu penerbit Indonesia hendak menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu dengan mendapat fasilitas kertas dari menteri agama dan dicetak sebanyak 200.I. Pada tahun 1953 M seorang ulama dari Jatinegara membantah pula. [16] Pada bulan ramadhan tahun 1354 H/Desember 1935.c. Tafsir Hibarna oleh Iskandar Idris (1934) Tafsir Al-Qur’annul karim oleh Mahmud Yunus (1938) Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia oleh Mahmud Aziz (1942) Jika keenam kitab tersebut diamati secara seksama maka secara umum penafsiran mereka belum terlau signifikan perkembangannya. Namun bagaimanapun karya para Ulama tersebut sangat berarti karena merupakan upaya konkrit dan sistematis dalam usaha untuk memahami al-Qur’an. Meskipun saaat itu para ulama mengharamkan penterjemahan al-Qur’an tetapi ia tetap berusaha untuk menterjemahkan al-Qur’an. Al-Hidayah.00 per eksemplar. 21. bantahan itu dikirimnya kepada menteri agama R. Mahmud Yunus mulai menterjamahkan al-Qur’an dan diterbitkan tiga juz dengan huruf arab-melayu pada tahun 1922.000 eksemplar.[15] Selanjutnya. f. bantahan itu dikirimnya pada Presiden R. Tembusannya beliau kirimkan kepada Presiden R.I. pada tahun 1950 dengan persetujuan menteri agama almarhum Wahid Hasyim. d. Salinannya disampaikan kepada beliau (Mahmud Yunus) oleh kementerian agama.000 eksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. 2003) hal: 88 15] Nashruddin Baidan … hal: 89 16]Mahmud Yunus. lalu dicetak dan diterbitkan sebanyak 200. Setelah Indonesia merdeka. Tafsir asy-Syamsiyah oleh KH. Kabarnya ada bantahan dari ulama Yagyakarta. diantaranya ialah merevisi dari penulisan arab melayu menjadi bahasa Indonesia dengan penulisan latin sebelum kemudian tafsir al-Qur’an al-Karim diterbitkan oleh CV. Terjadi beberapa kali revisi. dan menteri Agama.Baharta direktur percetahan Ma’arif Bandung. hingga membuat percetakan tidak lagi mau menerbitkan Tafsir al-Qur’anul Karim. Mahmud mulai menterjemahkan al-Qur’an serta tafsir ayat-ayat yang di anggap penting. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. K. akhirnya tidak ada yang mengganggu gugat lagi. Bakry. dalam penafsiran yang mereka berikan secara umum masih dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Arab sehingga budaya dan bahasa Indonesia belum terlihat secara ekplisit. dan menteri agama. Tafsir al-Qur’an al-Karim.Hidakarya Agung. Bila diteliti lebih lanjut lagi.

diantaranya adalah: 1) 2) 3) [ Tafsir al-Thabary Tafsir Ibn Katsir Tafsir al-Qasimy http://pusat-akademik. 3. 2. tiga jilid. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsur-angsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. Jadi. Selain itu kebutuhan untuk mengajar dan menjadikan al-Qur’an aar lebih mudah dipahami oleh umat Islam di Nusantara.blogspot. sumber utama penafsiran Mahmud Yunus masih tergolong bil-ma’tsur. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu.[17] 3. Referensi penafsiran dari pelpagai kitab-kitab tafsir. Motivasi penulisan Tafsir Sejak kecil Mahmud Yunus telah mempelajarari berbagai displin keagaman Islam terutama bahasa Arab.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Ia telah mencintai ilmu-ilmu kebahasaan dan juga menguasai metode mengajar. merupakan tindakan yang cukup berani disaat masih maraknya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. surat demi surat. kedua . pertama dari juz 1 sampai dengan juz 10. Sumber-sumber tafsir al-Qur’an al-Karim: 1. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 17] . Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf.html. Tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an Tafsir al-Qur’an dengan hadis yang shahih Tafsir al-Qur’an dengan perkataan sahabat Tafsir al-Qur’an dengan perkataan tabi’in Tafsir al-Qur’an dengan ilmu bahasa ‘arab bagi ahli ilmu lughah ‘arabiyyah Tafsir al-Qur’an dengan ijtihad bagi ahli ijtihad. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. 5. 2. Tafsir al-Quran ini sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahasa arab telah menimbulkan hasrat besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yang tetap populer sampai saat ini. 4. 6. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20.1. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. 4. Sistematika Penulisan Tafsir Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30.

Tafsir al-Qur’an al-Karim. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Tafsir al-Qur’an al-Karim. VI-V Pendahuluan 18] 19] [ . sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia Teks al-Qur’an dan terjemahan disusun sejajar.Hidakarya Agung. berwasiat itu hukumnya sunnah. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpƒÍh‘èŒ $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{‚÷·| ™öNÎgøŠn=tæ (#qà)Gu‹ù=sù ©!$# (#qä9qà)u‹ø9ur Zwöqs% #´‰ƒÏ‰y Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. hal. (Lihat di ayat-ayat Aurat dalam Tafsir alQur’anul Karim) 21] Mahmud Yunus. 6. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [20] Seperti halnya dengan isu hukum ber-Jilbab di Indonesia. Dalam tafsir Mahmud Yunus. Mahmud Yunus juga menambahkan keterangan dan mengaitkannya dengan isu-isu kontemporer saat itu. Contoh Penafsiran Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: u‹ø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä.1969). supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. (Jakarta: PT. Metode dan corak Penafsiran al-Qur’an al-Karim Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili.blogspot. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. VI pendahuluan http://pusat-akademik. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anak-anaknya yang masih lemah (kecil). Hal. Kelebihan sistematika penulisan Tafsir al-Qur’an al-Karim 1) 2) 3) 4) Terjemahan al-Qur’an disusun baru. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.[20] [21] 7. Artinya belum ada suatu ke-khas-an yang khusus dalam Tafsirnya. sehingga memudahkan pembaca untuk mencari terjemah.[19] Dalam pandangan Nashruddin Baidan. Tafsir Mahmud Yunus ialah ‘umum’ sebagaimana Tafsir yang tumbuh semasanya.4) 5) Fajrul Islam Dhuhal Islam[18] 5. (Jakarta: PT.1969). Menurut islam.Hidakarya Agung. Kedua aspek tersebut dijelaskan ketika dianggap perlu. Demikian hukum islam [ [ Mahmud Yunus. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Keterangan-keterangan atau penafsirannya diletakkan dihalaman ayat yang bersangkutan (footnote) Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. bila ia meninggal dunia.html. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya.

Lampiran contoh Kitab Tafsir. PENUTUP Kesimpulan 1. Howard M.com http://pusat-akademik.wordpress. Herry dkk. Islah.1969 http://menyempal. Beliau adalah alah satu tokoh yang berpengaruh di Indonesia karena produktivitas tulisannya dan juga progresfitas pemikirannya. DAFTAR PUSTAKA Baidan. Bandung: Penerbit Mizan. Metode yang digunakannya juga tergolong tahlily. Berikut ini penulis melampirkan contoh Kitan Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus. Bandung: penerbit Teraju.com http://luluvikar. Profil Para Mufassir. 2003 Federspiel. Mahmud Yunus merupakan salah satu mufassir dan penulis produktif yang menulis sejak usia 21 tahun dan mengajar sejak dini. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Khazanah Tafsir di Indonesia. 2006 Yunus. Minat dalam dunia pendidikan ini tidak hanya mengantarkannya ke berbagai daerah dan belahan dunia namun juga mempengaruhi sistem pendidikan agama Islam dimasanya hingga sekarang. 1994 Ghofur. Nashruddin Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. Mahmud.com . Jakarta: Gema Insani Press. Penafsirannya masih sebatas penjelasan Al-Qur’an secara global dan belum sampai pada taraf yang khas dan khusus. Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. Tafsir al-Qur’an al-karim merupakan penafsiran dengan corak umum dan global.blogspot. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20.8. Jakarta: PT. Lampiran itu juga menunjukkan sistematika. corak umum dan metode Tahily dan juga sumber penafsiran Bil Ra’yi karna upaya penerjemahan tersebut juga merupakan suatu ijtihad berdasarkan Ra’yu. Kajian al-Qur’an di Indonesia. Tafsir al-Qur’an al-Karim. 2008 Gusmian. Saiful Amin. karakteristik Tafsir. 2003 2003 Mohammad.Hidakarya Agung.wordpress. 2.

Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) yaitu khalifah yang pertama. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. Daftar isi • • • • • 1 Keluarga 2 Pendidikan 3 Karya 4 Bacaan Lebih Lanjut: 5 Sumber Keluarga Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Karya terakhirnya adalah Pedoman Haji. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. Menurut salasilah. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . Hasbi ash-Shiddieqy aktif menulis dalam berbagai disiplin ilmu. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. Sementara bidang-bidang lainnya. seorang ulama’ berbangsa Arab. dan 50 artikel. seperti hadis berjumlah 8 judul. tafsir 6 judul. selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum.Muhammad Hasbi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fiqh yang berjumlah 36 judul. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. dan tauhid 5 judul. karya tulis yang telah dihasilkannya berjumlah 73 judul buku. Beliau mempelajari bahasa Arab dari gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. terdiri dari 142 jilid. . cari Prof. 10 Maret 1904 – meninggal di Jakarta.M. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. yang ia tulis beberapa waktu sebelum meninggal dunia. 9 Desember 1975 pada umur 71 tahun. Hasbi Ash Shiddieqy Lahir Meninggal Agama Islam 10 Maret 1904 Lhokseumawe 9 Desember 1975 Islam Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy lahir di Lhokseumawe . Pendidikan Prof. Pada tahun 1926 T. Menurut catatan. Karya Semasa hidupnya. T. Dr. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . khususnya ilmu-ilmu keislaman. Dr.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok.

Ke arah fiqh Indonesia: mengenang jasa Prof. Lapangan perjuangan wanita Islam. Dr.934 halaman. Pidana & Peradilan. Thinker's Library.A. 1967 . 1982 . doʾa dan dzikir. Kumpulan soal-jawab dalam post graduate course jurusan ilmu fiqh dosen2 I. Dasar-dasar Fiqih Islam. 36. Fiqh Islam. Dasar-dasar ideologi Islam. Puasa. 39.M. 1955 . 30. 1950 . 21.A.488 halaman. 1966 . Mutiara Hadis 1 (Keimanan). Bulan Bintang. Kriteria antara sunnah dan bid'ah. Ramadhani . Mutiara Hadis 4 (Jenazah. 35. Hasbi Ash Shiddieqy.78 halaman.168 halaman. Bulan Bintang. 34.576 halaman. C. 1972 .108 halaman. Al Islam: kepertjaan. alDjami'ah "Sunan Kalidjogo.300 halaman.Karya Hasbi paling fenomenal adalah Tafsir an-Nur. Jihad). Bulan Bintang.e. Bulan Bintang. Attahirijah . Kulijah hadiets: sjarahan hadiets-hadietstasjrie' ʻibadah. Islamyah. Iktikaf & Haji).". Hukum antar golongan dalam fiqih Islam. Bulan-Bintang. 15. Ilmu2 al-Qurän: media2 pokok dalam menafsirkan al-Qurän. 1953 . 10. 1953 . Saiful. Hakikat Islam dan unsur-unsur agama. 2. 2002 mutiara hadiets. 1955 . Karya ini fenomenal karena tidak banyak ulama Indonesia yang mampu menghasilkan karya tafsir semacam itu. Bulan Bintang.117 halaman. Mukhtārāt min aḥādīth al-aḥkām li-qism al-duktūrāh al-ūlá. n. Lembaga pribadi. Fakultas Syari'ah. 11. 40.96 halaman.128 halaman. "Sunan Kalidjaga". Islam dan HAM (Hak Asasi Manusia): Dokumenter Politik Pokok-pokok Pikiran Partai Islam dalam Sidang Konsituante 4 Februari 1958. 5. IAIN Sunan Kalijaga. N. Koleksi Hadits-hadits Hukum.56 halaman. 18. 1953 . biro Kemahasiswaan I. Tokobuku Islamyah.584 halaman. Pustaka Rizki Putra. 1950 .164 halaman. . Menara Kudus.207 halaman. 1962 . 1967 . I. 9 Jilid. 19. Bulan Bintang. 26. 3. Fighul mawaris: hukum-hukum warisan dalam syariat ̓ Islam. 9. 37. A. 1951. 31.636 halaman. Sunan Kalidjaga.175 halaman. Al-Ahkaam:Hukum-hukum fiqih Islam. Bulan-Bintang. Darul Irfan. 1970. Nazar & Sumpah. 28. Dasar-dasar kehakiman dalam pemerintahan Islam.476 halaman. 7. Forum Studi Hukum Islam. Mutiara Hadis 5 (Nikah & Hukum Keluarga. Perbudakan. 22. 1958 . Menara Kudus. Kullijah 'ibâdah: ibadah ditindjau dari segi hukum dan hikmah.94 halaman.N. Bulan Bintang. 32. . Madju . Biografie pelopor2 pahlawan Islam. Fakta2 keagungan sjari'at Islam. Pustaka Madju . Falsafah hukum Islam. 14. 1994 . Bulan Bintang. Fiqih Islam mempunyai daya elastis. 1964. ‫السثيناسﺔ الدستنوريﺔ الشرعثيﺔ‬:‫الفقه الدستنور ي‬. amal kebadjikan.135 halaman. Kursus sembahjang dan do'a. Biro Kemahasiswaan I. Bulan Bintang. 43. Hukum-hukum fiqih Islam: yang berkembang dalam kalangan ahlus sunnah. 1973 . 1969 . Volumes 1-2.44 halaman. bulat dan tuntas. Volume 1. 1956 . 12. Ideologi Islam dan qaedah pemerintahan.324 halaman.". Kelengkapan dasar2 fiqih Islam: pengantar ushul fiqih. kesusilaan.236 halaman. 4. Sebuah tafsir al-Qur`an 30 juz dalam bahasa Indonesia. 1973 . 1999 . 2002 [i. Dua ribu dua] mutiara hadiets..93 halaman. Pustaka Alhambra.I. 1965 . Pudjangga Islam .I. 1968 . Mu'djizat al-Qurän. 16. 29.64 halaman. 33.160 halaman.181 halaman.V. al Qurän mu'djiat jang terbesar jang tak terkalahkan: kandungan dan artinja bagi ummat Islam chususnja dan ummat manusia umumnja. Hukum perang dalam Ǐslam. s. 42. 6. 13.N.95 halaman. Biro Kemahasiswaan I. 8. al-Islâm: penuntun bathin & pembimbing masjarakat. 23. Islamyah. Ichtisar tuntunan zakah dan fithrah.40 halaman. 1975 . 38. Mutiara Hadis 2 (Thaharah & Shalat).A. Bulan Bintang.N. Bulan Bintang. 1975 . Islamyah. 41. 24. 25. 1978 677 halaman.152 halaman. al-Islam.I.158 halaman. 20. 1952 . Bulan Bintang. Jual Beli.122 halaman. 27. Mutiara Hadis 3 (Shalat). 17.91 halaman.40 halaman. Zakat. Alma'arif. Pahala dan keutamaan ibadat. 1971 . T. lengkap. 1. Bulan Bintang. 1986 .

35 halaman. Pedoman puasa. 79.N..59 halaman. 1968 . 75. 1974 . 1972 . 46. 1967.V. 2000 . 1964 . 66. 61. 56. Bulan Bintang.20 halaman. Bulan Bintang. Biro Kemahasiswaan IAIN al-Djami'ah Jogjakarta . Problematika bulan Ramadhan. Bulan Bintang. 1978 .272 halaman. Perbendaharaan zakat. 80. 1955 . 1966 . 59. Ramadhani. 78. Pokok-pokok pegangan imam-imam madzhab dalam membina hukum Islam. 1975 .208 halaman. Tafsir al-Qur'anul Majid an-Nuur: Surat 42-114. Pengantar hukum Islam. 1949 . Sedjarah petumbuhan dan perkembangan hukum Islam.478 halaman. 69. 48.24 halaman. Tafsir al Qurânul majied "An Nur". Volume 5. 1973.119 halaman. Bulan Bintang. 64. Bulan-Bintang. 1956 .432 halaman. slamijah. 1955 .262 halaman. C. 1962 . Sjari'at Islam mendjawab tantangan zaman. Tuntunan zakah dan fithrah:tjaranja memberi. 1986 . Bulan Bintang. Bulan Bintang. Pemindahan darah (blood transfusion) dipandang dari sudut hukum agama Islam. 1973 . Volume 4. 63.24 halaman. Tafsir al-Bayaan.44.58 halaman.288 halaman. 72. Sedjarah dan pengantar 'ilmu al-Qurän/tafsir. Pokok-pokok ilmu dirajah hadiets.4760 halaman. Bulan Bintang. Volume 6. 1955 . Al-Ma'arif. Bulan Bintang. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 1971 . 1950 . Pelajaran tauhid: pokok2 ʾaqaid Islam : untuk pelajaran agama bagi sekolah2 permulaan dan umum. Sedjarah dan pengantar ilmu tafsir. 60. 53. 1966.121 halaman. Thinker's Library.69 halaman. Bulan Bintang. Sedjarah kehakiman dalam pemerintahan2 Islam. Polygami. 1974 .276 halaman. Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga. Pengantar ilmu fiqh. Ladjnah Taʻlif Wan Nasjr Fakultas Sjariʻah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalidjaga. 49. Pengantar fiqih mu'amalah. 84. 70. Pedoman ibadat puasa. Menara Kudus. 67.106 halaman. Perbedaan mathlaʻ tidak mengharuskan kita berlainan hari pada memulai puasa. 55.180 halaman.I. 81. 45. "Bulan-Bintang". Pokok-pokok sebab perbedaan faham para ulama/fuqoha dalam menetapkan hukum syara. Bulan Bintang.A. Bulan Bintang. 71. 62. Bulan Bintang. 1963 . 57. Pedoman shalat. Pedoman Hajji. . 1966 . Pidana mati (dalam syari'at Islam). menurut hukum Islam. Bulan Bintang. Pedoman hukum Sjar'y jang berkembang dalam 'alam Islamy Sunny. 1953 . Bulan Bintang. Madju. 1954 . Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur".155 halaman.34 halaman. 1972 . Problematika 'iedul fithri.24 halaman. 52. 1965. 1964 . Sedjarah dan perdjuangan 40 pahlawan utama dalam Islam. Ramadhani. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 58. 85.274 halaman.76 halaman. 83. 1976.92 halaman. Sedjarah dan pengantar ilmu hadits.216 halaman. Volume 25. Volume 1. 1965. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 68. 82. 76. Bulan Bintang. Problematika hadits sebagai dasar pembinaän hukum Islam.144 halaman. Pustaka Rizki Putra. 1965 .68 halaman. 74. Tuntutan qurban. 1954 . Menara Kudus. 50. 1958 . Alma'arif.272 halaman. 51. 1963 . Pustaka Islam. menerima dan membagi.382 halaman. Bulan Bintang. 1965. Bulan-Bintang. Bulan Bintang.61 halaman. al-Djamilah . Volume 3. Islamyah. Bulan Bintang.48 halaman. Lembaga Penerbitan. Pustaka Islam. Ridjalul hadiets: biographi 7 shahabi dan 18 tabi'in jang terkemuka dalam lapangan hadiets : kullijah hadiets. 73. Bulan Bintang. Pengantar ilmu perbandingan madzhab. Pedoman dzikir dan doʻa. Bulan Bintang. 1971 . Bulan Bintang. Biro Kemahasiswaan I. 1965 . Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 77.63 halaman. Sedjarah peradilan Islam.568 halaman. 47. 65. 1972 . Syari'at Islam adalah syari'at dunia dan kemanusiaan. 54.

I. bahwa Buya Hamka sama sekali bukan seorang Pluralis Agama. Menurut penulisnya.“Memperjelas Posisi Hamka soal Pluralisme Agama” Jum'at. “Yahudi” (berasal dari nama Yehuda. Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. sedangkan orang-orang tersebut beragama Nasrani. “Nasrani” (berasal dari nama Nashirah. adalah perihal penggunaan kedua ayat tersebut yang jauh dari konteks aslinya. setiap agama dipandang sebagai jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran dan Tuhan (In pluralism. Menurut Akmal. terlepas dari ada-tidaknya unsur kesengajaan. salah satu peneliti INSISTS. salah satu anak Nabi Ya’qub as) pada hakikatnya adalah agama-keluarga. dalam makalahnya. asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. mengaku beragama atau tidak. Dalam Pluralisme agama. menerbitkan bukunya yang berjudul Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme. sehingga Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam pun pernah disebut sebagai shabi’. Perlu dicatat. Saya pun segera menulis artikel yang menjawab artikel Syafii Maarif tersebut. each and every religion is equally valid way to truth and God). yakni untuk menjawab pertanyaan Salman al-Farisi r. kita dapat memahami bahwa konflik horizontal yang dimaksud adalah konflik antar umat beragama. Padahal.a. Akmal Syafril. Bogor. Syafii Maarif pun memungkas artikelnya dengan opini berikut: “Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja. Kesalahan pertama. seputar orang-orang sholeh yang dijumpainya di masa lampau. al-Baqarah 256. Penerbitan buku ini sangat penting untuk menjernihkan dan mempertegas pemikiran Buya Hamka tentang Pluralisme Agama. Mcgrath. inilah salah satunya yang nampaknya paling penting: “Inilah janjian yang adil dari Tuhan kepada seluruh manusia. atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka.” Setelah menjelaskan bahwa Hamka menolak pendapat yang menyatakan bahwa ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah telah di¬nasakh oleh ayat ke-85 dalam Surah Ali ‘Imran. Yahudi dan lain-lain.” Di antara berbagai kutipan Tafsir Al Azhar dari artikel tersebut. Menurut Hamka. terjadi perdebatan yang cukup seru di Rubrik Opini Harian Republika. . sepadan dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu. namun mereka masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan. M. (Alister E. dalam CAP ini adalah paham yang menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sah menuju inti realitas keagamaan. Di bagian awalnya. yang diberi judul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. Syafii Maarif menjelaskan alasan di balik penelitiannya terhadap kedua ayat ini: “Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat alBaqarah. Karena digali dari al-Qur’an. Isinya mengulas sebuah artikel karya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat di Rubrik Resonansi. pada 20 Maret 2012.. maka dapat dipahami pula bahwa penelaahan ini digunakan untuk meredam keinginan sementara pihak di kalangan umat Muslim untuk melakukan kekerasan pada umat lain. surat kabar Republika. Intinya. tidak ada satu agama yang merasa superior dibanding yang lain. Christian Theology: an Introduction. Yunus 99). no one religion is superior to any other. akan ditemukan asbabun nuzul dari ayat ke-62 dalam Surah alBaqarah itu. 1994). jika Tafsir Al Azhar dibaca secara runut.” Memang. Kesalahan kedua disebabkan oleh kelengahan Syafii Maarif untuk melacak penjelasan nama-nama agama “Yahudi”. Tapi. tegas Akmal. pada awalnya penulisan buku ini bersumber dari sebuah makalah yang dibuatnya saat sedang mengikuti studi di Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA).Pd.. Padahal. bahwa Pluralisme Agama. Dari paragraf kesimpulan yang ditulis oleh Syafii Maarif sebelumnya. 20 April 2012 Oleh: Dr. Kesalahan kontekstual ini akan terlihat jelas kemudian. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. “Nasrani” dan “Shabi’in” dalam Tafsir Al Azhar. Buku ini sebenarnya merupakan Tesis Master Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. dan “Shabi’in” adalah nama yang diberikan bagi orang yang keluar dari agama nenek moyangnya. Buya Hamka sudah menjelaskan masalah ini. yaitu daerah kelahiran Nabi ‘Isa as) pada hakikatnya adalah agama-bangsa. ST. ia mengaku menemukan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Syafii Maarif dalam pengutipan Tafsir Al Azhar tersebut. (Oxford: Blackwell Publisher. Adian Husaini BELUM lama. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Al-Quran (lih. Sebagian besar isinya adalah kutipan-kutipan dari Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. saya menegaskan. Syafii Maarif – dan sang Jenderal Polisi yang berkonsultasi dengannya – menganggap bahwa kedua ayat ini dapat digunakan untuk menanggulangi konflik horizontal di Poso. setelah keluarnya tulisan Syafii Maarif tersebut. edisi 21 November 2006. tidak pandang dalam agama yang mana mereka hidup.

karena memang ia tidak sempat mengikuti ajaran Nabi Muhammad. yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”. namun mereka menolak juga. tentu ia harus mengucap syahadatain. kita pun bertanya-tanya mengapa Syafii Maarif justru memilih untuk meninggalkan penjelasan ini.” Umumnya. “Dengan menyimak betapa pentingnya penjelasan di atas. juga karena tokoh yang pemikirannya sedang dibahas – yaitu Buya Hamka – adalah seorang mufassir. kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan/atau perbedaan cara berpikir keduanya. Setelah menjelaskan tren-tren tersebut. (Jakarta: Universitas Paramadina. Kutipan makalah Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina itu dimuat di halaman 307. Tentu saja. Oleh karena itu. yaitu surga. Meski demikian. tetap saja pendapat yang mengutip tulisan Buya Hamka secara tidak proporsional juga terus berkeliaran. Bahkan. walaupun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. maka orang yang terlanjur dikenal sebagai Yahudi. Hanya berselang enam hari dari dimuatnya artikel Syafii Maarif tentang Tafsir Al Azhar di surat kabar Republika. buku ini pun menguraikan secara mendalam persoalan definisi pluralisme. Nasrani dan Shabi’in di masa lampau (yaitu sebelum masa kenabian Rasulullah saw) bisa beriman dan tak beriman. yang hanya bermodalkan dua kalimat syahadat. Hal-hal ini dijabarkan di dalam bab ketiga. tidaklah sulit menunjukkan kesalahan (untuk tidak menyebutnya ketidakjujuran) fatal yang dilakukan oleh Ayang Utriza NWAY. maka dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah: surga. termasuk penafsiran al-Qur’an. maka ia tidak akan pernah mendapat ganjaran dari Allah. Dalam kaitan itulah. Dan dengan demikian mereka namanya telah benar-benar menyerah (Muslim) kepada Tuhan. Dengan memperbandingkan penafsiran Hamka dengan penjelasan ayat-ayat tersebut oleh kaum pluralis Muslim. sebagaimana dijelaskan oleh Anis Malik Thoha dalam bukunya Tren Pluralisme Agama. Sebaliknya jika ada non-Muslim yang taat dan patuh menjalankan ajaran agamanya. meskipun artikel dan makalah sudah kita tulis di berbagai media massa.” Menurut Akmal. Makalah yang dibawakannya berjudul “Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”. saat bertemu keluarga Hamka. Saya pribadi (Adian Husaini) juga menemukan tulisan Ayang Utriza yang menfitnah Buya Hamka dalam buku Bayang-bayang Fanatisisme: Esei-esei untuk Mengenang Nurcholish Madjid. tak ada koreksi terhadap kekeliruan yang sudah dilakukan. saya sampaikan keprihatinan saya tentang tulisan-tulisan yang menfitnah Buya Hamka. . Menurut Akmal. selain karena posisi sentral al-Qur’an dalam ajaran Islam. Saya sudah menulis jawaban terhadap tulisan Ayang tersebut untuk buku 100 Tahun Buya Hamka. Fungsinya. Persoalan paling fundamental yang pasti muncul ketika membahas pluralisme. Sesuai dengan judulnya. Contoh yang dapat diambil adalah Pendeta Bahira. untuk memperjelas posisi Hamka dalam soal Pluralisme Agama dan membentengi upaya orang-orang yang mengutip tulisan Hamka secara tidak proporsional atau bahkan memuarbalikkan makna tulisan Hamka yang sebenarnya.Dengan definisi tersebut. itulah yang mendasarinya mengembangkan makalahnya menjadi sebuah Tesis dengan judul Studi Komparatif Antara Pluralisme Agama dengan Konsep Hubungan Antar Umat Beragama dalam Pemikiran Hamka. Diskusi publik tersebut diadakan sebagai rangkaian kegiatan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture di sebuah Perguruan Tinggi di Banten. Setelah mengutip beberapa poin dalam Tafsir Al Azhar – lagi-lagi untuk QS. sejarah pluralisme dan tren-tren pluralisme yang ada. Ayang Utriza NWAY menyampaikan makalahnya dalam acara diskusi publik bertajuk Islam dan Kemajemukan di Indonesia. Tetapi kalau keterangan telah sampai. dan oleh karena itu. bab keempat dalam buku ini menguraikan argumen-argumen yang digunakan oleh kaum pluralis dari kalangan Muslim. Karena pada masa hidup Buya Hamka dahulu istilah “pluralisme” belum dikenal. bahkan tidak jarang orang menulis sebuah makalah atau buku tentang pluralisme tanpa pernah memberikan definisi pluralisme itu. yang – jika dicantumkan – akan segera menghapus kesan pluralis dari sosok Buya Hamka dalam artikel tersebut?” tulis Akmal. Bahira dapat dianggap sebagai Nasrani yang beriman hanya karena ia hidup pada masa prakenabian Rasulullah saw. maka penulis buku ini merasa perlu . dapat dijumpai di bagian akhirnya. niscaya nerakalah tempat mereka kelak. Kesalahan ketiga – mungkin yang paling fatal – adalah tidak dicantumkannya sebuah paragraf penting yang dapat ditemukan di akhir penjelasan ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah dalam Tafsir Al Azhar yang justru menyimpulkan pendapat Buya Hamka yang sebenarnya secara utuh. Opini dan kesan bahwa ‘Buya Hamka seorang pluralis’. tetapi tidak pernah menjalankan rukun Islam. telah terlanjur bergulir. 2007). terutama dengan bersandar pada sejumlah ayat al-Qur’an. Sejarah mengenalnya sebagai tokoh yang pertama kali membenarkan kenabian Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam berdasarkan tanda-tanda yang diketahuinya dari Injil. dan hanya dengan cara itulah ia bisa dianggap sebagai orang yang beriman. Pembahasan ini cukup penting. alBaqarah [2]: 62 – Ayang menyimpulkan: “Ini berarti bahwa walaupun seseorang mengaku beragama Islam. Masing-masing pihak yang mengusung pluralisme memiliki konsepnya sendiri-sendiri. Bahira tetaplah dikenal sebagai penganut agama Nasrani. kesimpulan dari sebuah uraian ilmiah. Dalam makalahnya. adalah mendefinisikan makna Pluralisme itu sendiri. melainkan mengupas tuntas jawaban dari sebuah pertanyaan besar: apakah Buya Hamka memang seorang pluralis? Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme merupakan hasil adaptasi dari tesis tersebut. hadirnya buku Akmal ini menjadi penting. bagaimana pun. ia dikategorikan sebagai orang yang beriman. Ayang bahkan telah melangkah lebih jauh lagi daripada Syafii Maarif. hingga kini. Penjelasannya adalah sebagai berikut: “Yahudi dan Nasrani sudah sepatutnya terlebih dahulu percaya kepada kerasulan Muhammad apabila keterangan tentang diri beliau telah mereka terima. Jika ia sempat bertemu dengan dakwah Rasulullah. Hal ini akan semakin jelas pada poin berikutnya. Bahkan. tesis ini tidak hanya membahas kontroversi dari artikel Syafii Maarif dan makalah Ayang Utriza NWAY belaka. Akan tetapi.

com Ilustrasi: serbasejarah WP Red: Cholis Akbar More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on google Share on favorites KOMENTAR . Semoga bermanfaat. di tengah carut-marutnya pemikiran di Indonesia dewasa ini.” tulis Akmal yang menyelesaikan sarjana S-1 nya di bidang civil engineering di Institut Teknologi Bandung.menguraikan konsep hubungan antar umat beragama menurut Hamka ke dalam beberapa poin penting. Siapa pun yang berpikiran seperi itu. maka ia memang seorang pluralis. Walhasil. buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme karya Saudara Akmal ini cukup memberikan penjelasan tuntas seputar kesemrawutan konsep pluralisme. dan kita menunggu terus karya-karya ilmiah yang bermutu dari para pejuang Islam lainnya. pandangan seputar aliran-aliran yang menyimpang. misalnya konsep agama. insya Allah mereka yang sudah tuntas membaca buku ini tidak akan memiliki keraguan lagi. dan sebagainya. pengejawantahan toleransi beragama. Poin-poin ini merupakan hal-hal yang sangat fundamental dalam gagasan pluralisme. sehingga usaha pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidaklah sulit untuk dilakukan. 20 April 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). Referensi yang telah ditinggalkan oleh Hamka begitu berlimpah. posisi Islam di antara agamaagama lainnya. seorang pluralis pasti menganggap Islam sejajar dan tidak lebih unggul daripada agama lainnya. “Adapun seputar ‘klaim pluralisme’ terhadap pribadi Hamka. Karya ini diharapkan mampu merangsang kembali minat para pemuda Muslim untuk menggali kembali warisan intelektual dari Buya Hamka. Tetapi Hamka tidak berpikiran seperti itu. dan juga dari para cendekiawan Muslim terdahulu lainnya. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. Sebagai contoh.*/Jakarta.

Aminnn ... Bagi yg ingin memesannya. semoga ustadz DR Adian Husaini senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk selalu istiqamah dlm mengawal dan menjaga kebenaran dan kesucian Islam melalui tulisan2 beliau dari upaya pengkaburan oleh kaum kuffar. 22 April 2012 Ahamdulillah. setidaknya mampu meluruskan kembali dr ketidak benaran. 20 April 2012 Alhamdulillaah.amin Miftach . :) Nurim . smga ini m'jadi amal sholih si Penulis. Keadaan ini menyebabkan banyak muslim yg silau dgn kehebatan org-org tsb. terutama untuk membersihkan nama Buya Hamka dari klaim2 kaum pluralis. Jepang... shg merembet pd bidang agama dengan menyatakan semua agama itu adalah sama!! Kehebatan seseorg itu bisa mempengaruhi org lain dlm semua hal: gaya hidup.com. Mudah2an ini membantu penyebarluasan pemikiran yg terkandung di dalamnya.Avi . baik individu maupun negara. 20 April 2012 Bukunya di jual gak ya ? ane berminat nih Akmal . 21 April 2012 Pluralisme dan liberalisme menggejala krn kaum muslim pada hari ini belum bisa membuktikan kehebatan Islam... Eropa. Korea selatan. bukunya memang disebarluaskan secara online. baik dlm perilaku maupun peranan di masyarakat. Jum'at. Senin. 01 Oktober 2012 Memang informasi ini sangat diperlukan khususnya dlm meluruskan asumsi salah yg beredar selama ini.bookstore@gmail. Afwan. dll. ust Adian menulis CAP tentang buku saya. bahasa.. keadaan muslim hari ini. Jum'at. Muhammad Abduh .. silakan kirim email ke malami. spt dalam hegemoni kekuatan-kekuatan yang datang dari non-muslim di Amerika.syukron. termasuk agama!! Bangsa yg ditaklukan cenderung mengagumi semua hal yg datang dari para penakluknya.. Ahad. Jazaakallah ahsanal jaza'. Sabtu.. jadi belum masuk ke toko-toko buku.

kata ma’rûf ( ‫ )معشششروف‬berasal dari kata urf ( ‫ )عشششششرف‬artinya “yang . maka seseorang harus terjun ke dalam tasawuf. Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar. yang hampir mencakup semua disiplin ilmu penuh berinformasi. Tafsir Depag : Sudut bahasa yang digunakan sangatlah standart atau datar (dimaksudkan agar memudahkan seseorang dalam memahaminya) CONTOH PENAFISRAN HAMKA Penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat Amar Ma’rûf nahî Munkar dalam Tafsir al-Azhar. al Qur’an. pendapat tabi’in.Tafsir al-Misbah : Sudut pemikirannya mendalam dan dilengkapi oleh data-data kontemporer(modern) c. hadits Nabi.Karakteristik yang tampak dari tafsir al-Azhar ini adalah gaya penulisannya yang bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan) yang dapat disaksikan dengan begitu kentalnya warna setting sosial budaya Minangnya yang ditampilkan oleh Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur’an PERBEDAAN DENGAN TAFSIR LAIN Tafsir al-Azhar sangatlah berbeda dengan tafsir-tafsir lainnya. Depag : Sudut pemikirannya datar (karena tafsir ini ditulis oleh banyak ulama atau dapat dikatakan tulisan b. riwayat dari kitab tafsir mu’tabar seperti al-Manar. Perbedaan dari sudut bahasa. beliau mengguanakan contoh-contoh yang hidup di tengah masyarakat. Mulai dari sudut pemikiran sampai sudut bahasa yang digunakan dalam menafsirkan pun sangatlah berbeda. Oleh karena itu. rakyat biasa. Yaitu sebagaiberikut: Perbedaan gotong dari sudut pemikiran: royong) a. dia hanya menjelaskan pengertian raj’i. Iqbal. kamiakan membendingkan tafsir al-Azhar ini dengan tafsir Depag dan tafsir al-Misbah. Tafsir ini ditulis dalam bentuk pemikiran dengan metode analitis atau tahlili. tafsir Hamka dalam menjelaskan ayat itu bercorak sosial kemsyarakatan (adabi ijtima’i). Tafsir al-Azhar : Sudut pemikirannya selalu menggiring seseorang kepada tasawuf (karenaberangkat dari setting sosial politik pada saat tafsir ini ditulis dan untuk selamat dari kondisiseperti itu. Sementara hamka dalam menjelaskan ayat itu.Berdasarkan fakta yang demikian. serta juga dari syair-syair seperti syair Moh. tidak memihak. Sumber penafsiran yang dipakai olehHamka antara lain. KARAKTERISTIK TAFSIR AL-AZHAR Tafsir al-Azhar merupakan karya Hamka yang memperlihatkan keluasan pengetahuan beliau.Tafsir dan Penafsiran Buya Hamka 7:09 PM Tafsir No comments CORAK TAFSIR BUYA HAMKA Agama bersifat netral.baik masyarakat kelas atas seperti raja. maupun secara individu.

kecuali jiwa yang sakit. yang tidak disenangi atau ditolak oleh ma¬syarakat. segala gejala-gejala buruk yang tidak diterima oleh masyarakat secara akal sehat. Tetapi. Luqman ayat 17. semua ayat ini menyerukan agar mengerjakan perbuatan yang ma’rûf dan menjauhi perbuatan keji yang dilarang oleh Allâh SWT. Di antara contoh yang diberikan Hamka adalah perintah shalat dan membayar zakat. pantas dan sopan yang berlaku secara umum. Hamka menjelaskan bahwa sebagai nabi yang ummi. dan 112. karena beliau telah mendapatkan amanah untuk melaksanakan yang ma’rûf (‫)معشششششششششششروف‬ dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكششششششششششششر‬. beliau juga mendapat tugas untuk menyebarkan risalah ketuhanan kepada umat manusia. berarti yang dikenal atau patut untuk dilakukan. karena memang masyarakat miskin perlu mendapat bantuan. tidak pantas. nabi siap menanggungnya. Oleh karena itu.”atau“yang dapat dimengerti dan dapat dipa¬hami serta diterima oleh masyarakat. Begitu juga pemberian zakat. dan dipuji. sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini. Kalimat ‫ ينامرﻫشم بنا لمعشرو ف و يشنشهششهشم عشن المشنكشر‬yang terdapat dalam surat al-‘Arâf ayat 157 seperti tersebut di atas. menjelaskan tentang peran yang telah dimainkan oleh para nabi dan rasul. Kebalikan dari kata ma’rûf (‫ )معروف‬adalah kata mun¬kar ( ‫)مشنشكشر‬. Apabila suatu perintah datang kepada manusia yang berakal budi. yang memang patut dikerjakan. yaitu al-‘Araf ayat 157. ditafsirkan oleh Hamka dengan kalimat sehaja. berarti yang dibenci.” Dalam pengertian lain. dan 103. kata ma’rûf (‫ )معروف‬yang terdapat dalam surat ini. ma’rûf (‫ )معروف‬berarti perbuatan yang patut. karena hati nurani mengenalnya sebagai suatu yang baik. Meskipun begitu. Dalam konteks ini. Risalah yang akan dibawa oleh Nabi akhir zaman itu ialah yang menyuruh akan mereka “berbuat yang ma’rûf dan mencegah akan mereka yang munkar”. karena tidak patut. Dalam konteks amar ma’rûf nahî munkar. tugas berat yang diemban nabi Muhamad saw. serta al-Taubah ayat 67. karena shalat adalah pekerjaan yang patut dilakukan. pastilah sesuai dengan jiwa. Tidak selayaknya yang demikian itu dikerjakan oleh manusia berakal. dan 114. 110. nabi Isa dan nabi Muhamad saw yang ummi. Ali Imran ayat104. segala perintah yang dikerjakan oleh nabi yang ummi. konteks amar ma’rûf dan nahî munkar menjelaskan tentang keberadaan Nabi Muhamad saw sebagai seorang rasul Tuhan. Demikian sekilas penjelasan mengenai pengertian ma’rûf ( ‫ )معششروف‬dan munkar (‫ )مشنشكشششر‬menurut Hamka Seperti diketahui bahwa ayat amar ma’rûf nahî munkar dituliskan secara bersambung disebutkan dalam alQur’ân pada lima surat. Menurut Hamka. Masing-masing ayat mempunyai konteks dan situasi yang berbeda. al-Hajj ayat 103. Perbuatan itu patut diterima dan dipahami ma-nusia karena memang perbuatan baik (‫ )معروف‬itulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. 71. akan selalu menghadapi risiko. seberat apapun risiko itu.dikenal. Sebagai nabi yang ummi. seperti nabi Musa. sebab jiwa mengenalnya sebagai suatu yang baik. termasuk ke-pada para ahl al-kitab. langsung disetujui oleh hatinya. Lebih lanjut Hamka menjelaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan baik ( ‫ )معروف‬jika perbuatan itu dapat diterima dan dipahami oleh manusia. Dengan kalimat pendek Hamka menyimpulkan bahwa tidak ada suatu perintahpun yang tidak ma’rûf (‫ )معروف‬kepada jiwa. dalam menjalankan risalah atau nubuwah kepada umat manusia. Pada surat al-A’râf ayat 157. Nabi Muhamad dan umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat. Nabi Muhamad saw adalah seorang yang ummî (yang tidak pandai menulis dan membaca) yang telah disebutkan bahwa beliau akan datang sebagai Nabi akhir zaman di dalam Taurat dan Injil. .

umum. melarang perbuatan munkar ( ‫)مشنشكشر‬. Dalam konteks dakwah. mereka itu Termasuk orang-orang yang saleh (Ali-Imran 114) Pada surat Âl-Imrân ayat 104. Hamka tampaknya membagi bidang garapan dakwah menjadi dua. tentulah itu lebih baik bagi mereka. dan mencegah dari yang munkar. Hamka memberikan sebuah tips. pan-tas dan sopan. dan dipuji. dan . dan mencegah. yaitu perbuatan yang patut. menyuruh kepada yang ma'ruf. hendaknya dalam suatu masyarakat. terdapat hal penting yang menjadi tugas dan kewajiban umat manusia. di antara mereka ada yang beriman. Sebaliknya. membenarkan dan memuji. Suatu golongan yang terdapat dalam ayat tersebut. haruslah ada sekelompok orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan. bertambah kenal orang akan yang ma’ruf. menyuruh berbuat ma’rûf (‫)معروف‬. maka tidak ada dinamika kehidupan beragama.Selanjutnya ayat–ayat yang menjelaskan amar ma’rûf nahî munkar ( ‫الـمـربـالـمـعـروف وا‬ ‫ لنهى عن الـمـنكر‬secara berurutan ialah surat Âli ‘Imrân ayat 104. dan mencegah perbuatan munkar (‫)مشنشكشر‬. Sebaliknya. Karena begitulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. Dengan dakwah. yang ditolak oleh masyarakat. semakin tinggi kecerdasan beragama. dan beriman kepada Allah. Untuk itu. ada dinamika kehidupan umat Islam. 110. dan mencegah dari yang Munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. Untuk mengatasi masalah ini. yaitu melakukan dakwah. seluruh masyarakat. ada sekelompok umat yang bertugas dan bekerja keras untuk menggerakkan masyarakat agar mereka berbuat yang ma’ruf. yang dibenci dan yang tidak diterima oleh akal dan jiwa yang sehat. Menurut Hamka. diambil dari kata ‘urf (‫( عشرف‬yang berarti dikenal atau yang dapat dimengerti. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Kata ma’rûf (‫)معروف‬. Karena itu. Sekiranya ahli kitab beriman. yaitu pengetahuan keagamaan dan sikap keberagamaan. kalau ada perbuatan munkar. dan bertambah benci kepada yang munkar. menurut Hamka lebih lanjut. kalau ada orang berbuat ma’ruf. apabila tidak ada dakwah. umumnya menyetujui. menurut Hamka. Kesimpulan yang disampaikan oleh Hamka dalam penafsirannya pada surat Âli Imrân ayat 104 dalam tafsir al-Azhar adalah bahwa ‫ المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬itu adalah menyeru untuk melakukan ke-bajikan dan mencegah kemunkaran. yang tidak disenangi. Artimya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Menurutnya. membenci dan tidak menyukainya. artinya yang dibenci. mereka menyuruh kepada yang ma'ruf. adalah untuk kalangan masyarakat umum. dan 114. dalam konteks ayat tersebut. yaitu me-nyuruh berbuat ma’rûf ( ‫)معروف‬. terdapat dua kata penting. seluruh masyarakat menolak. supaya masyarakat itu bertambah tinggi nilainya. Ayat- ayat tersebut adalah sebagai berikut. yaitu ummat. menjadi lebih dinamis dan agama menjadi hidup. karena tidak patut dan tidak pantas untuk dikerjakan. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Ali-Imran:110) Artinya:mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan. yaitu. Menyeru atau mengajak merupakan aktivitas dakwah. Oleh karena itu. dan menjauhi yang munkar. memiliki tugas dan kewajiban untuk mengajak dan membawa manusia kepada kebaikan. ( ‫)مشنشكشر‬. dapat dipahami serta dapat diterima oleh manusia. Ali-Imran:104) Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Sedang yang munkar.

agar patuh kepada Tuhan. ditujukan kepada keluarga sendiri. yaitu ‫يشدعشنون الى الشخشثيشر‬mengajak pada ke-baikan. Seperti ditegaskan sebelumnya bahwa Hamka mengartikan kata ma’ruf ( ‫ )معروف‬dengan suatu perbuatan baik yang diterima oleh masyarakat dan akal sehat. artinya umat mengajak pada kebaikan yang terdapat pada surat Âl-Imrân ayat 104. Oleh sebab itu. semua berpusat pada yang satu. menurut Hamka memiliki dua kata penting. Oleh karena itu. kemajuan dan kemundurannya sangat tergantung pada dakwah. menurutnya. yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. yaitu me¬mupuk kepercayaan dan iman kepada Tuhan. diharapkan umat Islam semakin kuat kesadaran beragamanya. Pelaksanaan dakwah yang dimaksudkan Hamka tidak hanya kegiatan dakwah ke dalam. Sebab kehidupan agama. Bila amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. menurut Hamka pentingnya juru dakwah atau da’i memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai ajaran agama Islam yang sebenarnya. Tujuannya. Sebaliknya. dengan yang munkar (‫)مشنشكششششششششر‬ tidak ada lain kecuali ajaran Islam. mereka yang melakukan kebaikan ( ‫ )الشخشثيشر‬dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Di sinilah. Dengan kesadaran beragama yang tinggi. dan menentang yang munkar. Menurut Hamka. menurut Hamka untuk membedakan yang ma’rûf ( ‫)معشششششششروف‬. Dakwah yang bersifat umum adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat serta mengajak mereka untuk memahami hikmah ajaran Islam yang benar. ketiga kewajiban itu. Sedang dakwah yang bersifat khusus. yaitu menyuruh berbuat ma’ruf ( ‫)معروف‬. untuk keluarga sendiri. lanjut Hamka. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa dikalangan umat Islam yang besar jumlahnya. Sebab. menurut Hamka sebagai hakikat kesadaran beragama yang menimbulkan pengetahuan sehingga dapat membedakan mana yang baik. juga dakwah ke masyarakat luar Islam. hendaklah ada segolongan umat yang menjadi inti. terhenti.khusus. Di dalam ayat 104 surat Âl-Imrân ini terdapat 3 (tiga) kewajiban. dan mana yang tidak baik. Sedang dakwah ke luar Islam tujuannya agar masyarakat non-muslim memahami posisi Islam sebagai sebuah agama damai dan memberikan pengertian tentang hakikat kebenaran Islam kepada orang-orang yang belum memeluknya. melarang berbuat munkar(‫)مشنشكشر‬. yaitu dakwah di kalangan umat Islam sendiri. maka akan berdampak pada sikap dan perilaku seseorang dalam bermasyarakat. sebagai bagian dari aktivitas dakwah. sehingga ia memiliki keberanian untuk melakukan kebaikan dan mencegah keburukan. yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Islam. termasuk tauhid dan ma’rifat. bila dakwah ke dalam. sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran beragama yang tinggi. apabila sikap keberagamaan masyarakat belum tumbuh dan masih rendah. Kalimat ‫ يشدعشنون الى الشخشثيشر امشﺔ‬. yang kerjanya khusus mengadakan dakwah. atau seluruh umat ini sendiri sadar akan kewajibannya yaitu melaksanakan dakwah. maka percuma saja menyebut yang ma’rûf (‫)معروف‬. yaitu ummatun (‫ ) امشﺔ‬dan kedua kata yad’ûna ‫ يشدعشنون‬. dan ketiga mengajak kepada kebaikan (‫ )الخشثيشششر‬Menurut Hamka. yang dimaksud dengan kata (‫)الخشثيشر‬ yang berarti kebaikan. Diharapkan dengan adanya kegiatan dakwah. serta menangkis tuduhan yang tidak benar yang diarahkan kepada agama Islam. Hal itulah. sehingga mampu melakukan yang ma’ruf (‫ )معروف‬dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكشر‬. yaitu munkar ( ‫)مشنشكشر‬. adalah mereka yang . maka hal itu dapat dijadikan sebagai indikator masyarakat yang sedang sakit. seorang da’i apabila berdakwah hendaklah ia mengeluarkan pendapat umum yang sehat atau public opini yang sehat dan dapat diterima masyarakat umum. yang ma’ruf ( ‫)معروف‬. akan terbentuk masyarakat yang sehat.

lanjut yach.. lafal atau kata al-khair (‫ )الشخشثيشر‬dan lafal al-ma’rûf ‫ الشمشعشروف‬menurut harfiahnya sama. Karena perbuatan demikian merupakan ujung tombak dari dakwah Islam. Karena mereka telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا‬ ‫ لنهى عن الشمشنكر‬. sehingga keburukan dapat dihindari atau dikalahkan.. mengajak orang kepada yang al-ma’rûf ( ‫)المشربشنالشمشعشروف‬. Terdapat dua ka-ta yang berbeda akan tetapi memiliki pengertian sama. yaitu kebaikan. sehingga umat menjadi pelopor kebajikan di dalam dunia. Pertama. yakni menyampaikan yang baik dan melarang kepada yang munkar. Dari terjemahan ayat tersebut. mengajak orang kepada al-khair (‫)يشدعشششنون الششى الشخشثيشششر‬.akan memperoleh kemenangan. ada tiga hal yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. Ketiga. dan mengajak pada kebaikan. ke-simpulan umum yang hendak dijelaskan pada ayat ini adalah suatu kewajiban bagi umat Islam untuk menyampaikan yang ma’ruf ( ‫ )معروف‬dan melarang perbuatan yang munkar( ‫)مشنكر‬. Dalam konteks ini ayat tersebut di atas. Oleh karena itu. mencegah orang dari al-munkar ( ‫)وا لنهى عن الشمشنكر‬. baca juga ulama tafsir Quraisy Shihab . Kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->