Tafsir Al-Furqon adalah karya besar A.

Hassan

Bagian pertama al-Furqon diterbitkan pada tahun 1928. Terbitan pertama itu mungkin belum seperti yang diharapkan karena baru dapat memenuhi sebagian ilmu yang diperlukan oleh umat Islam di Indonesia. Untuk memenuhi desakan sejumlah anggota Persatuan Islam, bagian kedua tafsir itu diterbitkan tahun 1941, tetapi hanya sampai Surah Maryam. Selanjutnya, atas bantuan seorang pengusaha, yaitu Sa’ad Nabhan, pada tahun 1953 barulah proses penulisannya dilanjutkan kembali hingga akhirnya tulisan Tafsir Al-Furqân secara keseluruhan (30 juz) dapat diterbitkan pada tahun 1956. Mengingat tafsir tersebut ditulis pada dekade sebelum 1960-an, bahasa Indonesia yang digunakan pun tentunya bahasa Indonesia yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Dalam periode selanjutnya bahasa Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat berarti, terutama setelah ditetapkannya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Edisi Kedua, 1987), penulisan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), dan Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia (1987). Penulisan tafsir ini yang merupakan langkah pertama dalam sejarah penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia itu dilakukan dalam kurun waktu 1920-1950-an. Dalam penerjemahan ayat-ayat al-Qur’an, A. Hassan menggunakan metode harfiah, yaitu penerjemahan kata demi kata, kecuali terhadap beberapa hal yang tidak memungkinkan penggunaan metode itu. Untuk hal seperti itu, barulah A. Hassan menggunakan metode maknawiah (semantik). Tafsir Al-Furqân merupakan gabungan dari terjemahan dan tafsiran yang dilakukan oleh A. Hassan, seorang yang dikenal luas reputasi keilmuannya. Usaha yang serius dan bertanggung jawab yang dilakukannya dalam tafsir ini diakui oleh banyak kalangan sebagai usaha yang berhasil. Bahkan, tidak sedikit orang yang lebih memilih menggunakan tafsir ini untuk mendapatkan terjemahan dan pemahaman Qur’an daripada tafsir dan terjemahan Qur’an dalam bahasa Indonesia yang lain. Inilah yang membuat keinginan keluarga besar A. Hassan untuk memutakhirkan bahasa Indonesia tafsir ini disambut oleh tim, sebagai upaya pelestarian aset intelektual bangsa. Ini juga merupakan upaya untuk menjaga amal jariah yang ditinggalkan A. Hassan, yang akan baik bila tidak diputus rantainya hanya karena bahasa yang dipergunakan sudah tidak akrab lagi dengan pembaca masa kini.

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy by sariono sby I. PENDAHULUAN RIWAYAT TAFSIR AN-NUR Tafsir An-Nur ini dikerjakan oleh Hasbi Ash-Shiddiqy sejak tahun 1952-1961 (sembilan tahun) di sela-sela kesibukannya mengajar, memimpin fakultas, menjadi anggota konstituante dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hidupnya yang sarat dengan beban itu tidak memberi peluang baginya untuk secara konsisten mengikuti tahap-tahap kerja yang lazim dilakukan oleh penulis-penulis profesional. Dengan bekal pengetahuan, semangat dan dambaannya untuk menghadirkan sebuah kitab tafsir dalam bahasa indonesia yang tidak hanya sekedar terjemahan, ia mendiktekan naskah kitab tafsirnya ini kepada seorang pengetik dan langsung menjadi naskah siap cetak. Memang ketika ia mendiktekan naskah itu, di atas meja kerjanya penuh terhampar buku-buku referensi dan catatan-catatannya berupa kertas berserakan. Itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadi pengulangan informasi, penekanan ayat, penomoran catatan kaki yang tidak mengikuti metode penulisan karya ilmiah dalam tafsir ini. Tafsir an-Nur telah dicetak sebanyak dua kali, cetakan yang kedua telah mengalami beberapa penyempurnaan menyangkut penggantian kulit muka dan struktur bahasa indonesia. Tafsir An-Nur yang pertama terbit pada tahun 1956, ini adalah kitab tafsir pertama yang diterbitkan di indonesia, sehingga merupakan pelopor dari khazanah perpustakaan di tanah air, menurut penilaian seorang mubaligh, tafsir ini mudah dicerna tidak saja oleh golongan pemula, namun juga bisa dipelajari dan dijadikan objek penelitian dan para peminat tafsir. Penerbitan cetakan kedua dilakukan penyempurnaan bahasa oleh H. Sudarto, seorang wartawan yang berdiam di Semarang, dan juga penyuntingan, persiapan sistem penyusunan tafsir oleh alm. Prof. Dr. Nourrouzzaman shiddiqi, M. A. (salah seorang putera alm. Teungku muhammad hasbi ash-shiddiqi, yang wafat pada tanggal 19 Juli 1999). II. BIOGRAFI HASBI AL-SHIDDIEQY Prof. DR. Hasbi al-Shiddieqy Lahir di Lhokseumawe, 10 Maret 1904 – Wafat di Jakarta, 9 Desember 1975. Seorang ulama Indonesia, ahli ilmu fiqh dan usul fiqh, tafsir, hadis, dan ilmu kalam. Ayahnya, Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husein ibn Muhammad Su’ud, adalah seorang ulama terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pesantren (meunasah). Ibunya bernama Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz, putri seorang Qadhi Kesultanan Aceh ketika itu. Menurut silsilah, Hasbi al-Shiddieqy adalah keturunan Abu Bakar al-Shiddieq (573-13 H/634 M), khalifah pertama. Ia sebagai generasi ke-37 dari khalifah tersebut melekatkan gelar al-Shiddieqy di belakang namanya. Pendidikan agamanya diawali di dayah (pesantren) milik ayahnya. Kemudian selama 20 tahun ia mengunjungi berbagai dayah dari satu kota ke kota lain. Pengetahuan bahasa Arabnya diperoleh dari Syekh Muhammad ibn Salim al-Kalali, seorang ulama berkebangsaan Arab. Pada tahun 1926, ia berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Madrasah al-Irsyad, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syekh Ahmad Soorkati (1874-1943), ulama yang berasal dari Sudan yang mempunyai pemikiran modern ketika itu. Di sini ia mengambil pelajaran takhassus (spesialisasi) dalam bidang pendidikan dan bahasa. Pendidikan ini dilaluinya selama 2 tahun. Al-Irsyad dan Ahmad Soorkati inilah yang ikut berperan dalam membentuk pemikirannya yang modern sehingga, setelah kembali ke Aceh. Hasbi ash-Shiddieqy langsung bergabung dalam keanggotaan organisasi Muhammadiyah. Pada zaman demokrasi liberal ia terlibat secara aktif mewakili Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Pada tahun 1951 ia menetap di Yogyakarta dan mengkonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan. Pada tahun 1960 ia diangkat menjadi dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jabatan ini dipegangnya hingga tahun 1972. Kedalaman pengetahuan keislamannya dan pengakuan ketokohannya sebagai ulama terlihat dari beberapa gelar doktor (honoris causa) yang diterimanya, seperti dari Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975 dan dari IAIN

Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. Sebelumnya, pada tahun 1960, ia diangkat sebagai guru besar dalam bidang ilmu hadis pada IAIN Sunan Kalijaga. Hasbi ash-Shiddieqy adalah ulama yang produktif menuliskan ide pemikiran keislamannya. yang didasari karena lima jasa yang dimiliki oleh beliau, yakni : 1. Pembinaan IAIN; 2. Perkembangan Ilmu agama Islam; 3. Jasa-jasa beliau kepada masyarakat; 4. Pokok-pokok pemikiran beliau tentang cita-cita hukum Islam, dan: 5. Pendapat-pendapat beliau tentang beberapa masalah hukum. Sementara gelar Professor dalam bidang ilmu Hadits beliau peroleh tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. B.IV.I/37-92 tanggal 30 Juli 1962 dan dikukuhkan dengan Keputusan Presidn RI No. 71/M-1 tanggal 22 Mei 1963. Ada beberapa sisi menarik pada diri Muhammad Hasbi, antara lain: Pertama, ia adalah seorang otodidak. Pendidikan yang ditempuhnya dari dayah ke dayah, dan hanya satu setengah tahun duduk di bangku sekolah Al Irsyad (1926). Dengan basis pendidikan formal seperti itu, ia memperlihatkan dirinya sebagai seorang pemikir. Kemampuannya selaku seorang intelektual diakui oleh dunia internasional. Ia diundang dan menyampaikan makalah dalam Internasional Islamic Colloquium yang diselenggarakan di Lahore Pakistan (1958). Selain itu, berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya di Indonesia, ia telah mengeluarkan suara pembaharuan sebelum naik haji atau belajar di Timur Tengah. Kedua, ia mulai bergerak di Aceh, di lingkungan masyarakat yang dikenal fanatik, bahkan ada yang menyangka “angker”. Namun Hasbi pada awal perjuangannya berani menentang arus. Ia tidak gentar dan surut dari perjuangannya kendatipun karena itu ia dimusuhi, ditawan dan diasingkan oleh pihak yang tidak sepaham dengannya. Ketiga, dalam berpendapat ia merasa dirinya bebas tidak terikat dengan pendapat kelompoknya. Ia berpolemik dengan orang-orang Muhammadiyah dan Persis, padahal ia juga anggota dari kedua perserikatan itu. Ia bahkan berani berbeda pendapat dengan jumhur ulama, sesuatu yang langka terjadi di Indonesia. Keempat, ia adalah orang pertama di Indonesia yang sejak tahun 1940 dan dipertegas lagi pada tahun 1960, menghimbau perlunya dibina fiqh yang berkepribadian Indonesia. Himbauan ini menyentak sebagian ulama Indonesia. Mereka angkat bicara menentang fiqh (hukum in concreto) di-Indonesia-kan atau dilokalkan. Bagi mereka, fiqh dan syariat (hukum in abstracto) adalah semakna dan sama-sama universal. Kini setelah berlalu tigapuluh lima tahun sejak 1960, suara-suara yang menyatakan masyarakat muslim Indonesia memerlukan “fiqh Indonesia” terdengar kembali. Namun sangat disayangkan, mereka enggan menyebut siapa penggagas awalnya. Mencatat penggagas awal dalam sejarah adalah suatu kewajiban, demi tegaknya kebenaran sejarah. Pada tanggal 9 Desember 1975, berusia 71 tahun, setelah beberapa hari memasuki karantina haji, dalam rangka menunaikan ibadah haji, beliau berpulang ke rahmatullah, beliau meninggal di Rumah Sakit Islam Jakarta dan jasad beliau dimakamkan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Pada waktu pemberangkatan jenazahnya dari rumah anaknya yang bungsu di Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat ke Pekuburan IAIN Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta selatan telah memberikan kata sambutan pelepasan : Amelz (Abdul Manaf el-Zamzami) mewakili keluarga, serta Prof. Dr. Hamka dan Drs. H. Kafrawi Ridwan, M.A atas nama menteri agama. Makamnya berdampingan dengan Prof. Thoha Yahya Umar M.A, dan dekat makam Sa’adudin Jambek. III. KARYA-KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY Hasbi Ash-Shiddieqy adalah seorang alim yang sangat produktif dan banyak menulis. Karya tulisnya mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman. Menurut catatan, buku yang ditulisnya berjumlah 73 judul (142 jilid). Sebagian besar karyanya adalah tentang fiqh (36 judul). Bidang-bidang lainnya adalah hadis (8 judul), tafsir (6 judul), tauhid (ilmu kalam; 5 judul). Sedangkan selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Beberapa diantaranya adalah : 1. Tafsir an-Nur 2. Al-Bayan, yang merupakan penyempurnaan dari tafsir an-nur 3. Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Qur’an. Karena keahliannya dalam bidang tafsir, sehingga ia diberi penghargaan sebagai salah seorang penulis tafsir terkemuka di Indonesia pada tahun 1957/1958, serta dipilih sebagai wakil ketua lembaga penerjemah dan Penafsir al-Qur’an Departemen Agama RI. 4. Pengantar Hukum Islam 5. Peradilan dan Hukum Acara Islam

6. Sejarah Pengantar Ilmu Hadis 7. Pokok-pokok Ilmu Diniyah Hadis (I-II) 8. Kuliah Ibadah 9. Fiqh Mawaris 10. Pedoman Haji 11. Pidana Mati dalam Syariat Islam 12. Hukum-hukum Fiqih Islam 13. Pengantar Fiqh Muamalah 14. Filsafat Hukum Islam 15. Kriteria antara Sunnah dan Bid’ah 16. Buklet “ Penoetoep Moeloet” (karya pertama pada awal tahun 1930-an) 17. Buku Al-Islam, dua jilid (1951) 18. Buku Pedoman Shalat, yang dicetak ulang sebanyak 15 kali oleh dua percetakan yang berbeda (1984) 19. Buku Mutiara Hadits, sebanyak 8 jilid (1968) 20. Buku Koleksi Hadits Hukum, sebanyak 11 jilid, baru terbit 6 jilid (1971) dll. IV. METODE PENAFSIRAN Untuk menentukan metode apa yang di gunakan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy, harus diketahui dulu motivasi dan sumber-sumber dalam penafsiran An-Nur. Pada kata pengantar Tafsir An-Nur, beliau mengatakan : Indonesia membutuhkan perkembangan tafsir dalam bahasa persatuan Indonesia, maka untuk memperbanyak lektur Islam dalam masyarakat Indonesia dan untuk mewujudkan suatu tafsir yang sederhana yang menuntun para pembacanya kepada pemahaman ayat dengan perantaraan ayat-ayat itu sendiri. Sebagaimana Allah telah menerangkan ; bahwa Al-Qur’an itu setengahnya menafsirkan yang setengahnya, yang meliputi penafsiran-penafsiran yang diterima akal berdasarkan pentakhwilan ilmu dan pengetahuan, yang menjadikan intisari pendapat para ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diisyaratkan AlQur’an secara ringkas. Dengan berharap taufiq dan inayah yang maha pemurah lagi maha penyayang, kemudian dengan berpedoman kepada kitab-kitab tafsir yang mu’tabar, kitab-kitab hadits yang mu’tamad, kitab-kitab sirah yang terkenal. Saya menyusun kitab tafsir in dengan saya namai “An-Nur. Melihat ungkapan diatas, terlihat bahwa motivasi Hasbi Ash-Shiddieqy sangat mulia yaitu untuk memenuhi hajat orang Islam di Indonesia untuk mendapatkan tafsir dalam Bahasa Indonesia yang lengkap, sederhana dan mudah dipahami, sesrta ia menerangkan sepenggal-sepenggal ayat al-qur’an dengan menulisnya menggunakan bahasa latin dimaksudkan agar orang-orang yang tidak bisa membaca al-qur’an dengan bahasa arabnya maka ia bisa membacanya dengan huruf latin. Sumber yang beliau gunakan dalam menyusun tafsir An-Nur adalah : 1. 'Umdatut Tafsir 'Anil Hafidz Ibnu Katsir, 2. Tafsir al-Manar(karya Muhammad Abduh); 3. Tafsir al-Qasimy; 4. Tafsir al-Maraghy (karya Ahmad Musthafa al-Maraghi), dan 5. Tafsir al-Wadhih. Sedangkan metode yang dilakukan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy adalah: Pertama, mengemukakan ayat-ayat yang akan ditafsirkan satu, dua, atau tiga ayat dan kadang-kadang lebih. Dan dalam hal ini Hasbi Ash-Shiddieqy menuruti al-maragy, yang pada umumnya menuruti al-manar dan kadang-kadang menuruti tafsir al-wadhih. Kedua, ayat-ayat tersebut kemudian di bagi kepada beberapa jumlah. Masing-masing jumlah ditafsirkan sendiri-sendiri. Ketiga, dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa indonesia, Hasbi Ash-Shiddieqy berpedoman kepada tafsir abu suud, tafsir shiddiqy hasan khan dan tafsir al-qasimy. Keempat, menerangkan tafsiran ayat, dalam materi penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy mensarikan dari uraian al-maraghy dan al-manar, dan dalam menafsirkan ayat-ayat yang semakna menuruti tafsir al-imam ibnu katsir. Kelima, menerangkan asbabun nuzul ayat, apabila terdapat atsar yang diakui keshahihannya oleh ahli atsar. Metode semacam ini juga dipergunakan oleh mufassir pada abad modern yang ditulis pasca kebangkitan umat Islam, seperti metode yang dipakai Prof. DR. Hamka (Indonesia). Berdasarkan sumber-sumber yang dipakai, maka dapat diketahui bahwa metode yang dipakai oleh Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menyusun tafisir An-Nur adalah metode campuran antara metode bil Ro’yi atau bil

Ma’qul. Hal ini juga beliau kemukakan bahwa, dalam menyusun tafsir ini berpedoman pada tafsir induk, baik kitab tafsir bil Matsur maupun kitab tafsir bin Ma’qul. Sementara jika diperhatikan sistematika yang terkandung dalam kitab tafsir An-Nur, terdiri dari 4 (empat) tahap pembahasan, yakni : 1. Penyebutkan ayat secara tartib mushaf tanpa diberi judul; 2. Terjemahan ayat kedalam Bahasa Indonesia dengan diberi judul “Terjemahan”; 3. Penafsiran masing-masing ayat dengan didukung oleh ayat yang lain, hadits, riwayat Shahabat dan Tabi’in serta penjelasan yang ada kaitannya dengan ayat tersebut dan tahapan ini diberi judul “Tafsirnya”; 4. Kesimpulan, intisari dari kandungan ayat yang diberi judul “Kesimpulan”. V. KESIMPULAN Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy tidak mempunyai corak dan orientasi terhadap bidang tertentu, sebab kalau diperhatikan semua tafsirnya tidak memuat bidang ilmu tertentu, seperti bidang Bahasa, hukum, sufi, filsafat dan sebagainya. Hasbi Ash-Shiddieqy membahasnya dengan mengaitkan bidang ilmu pengetahuan secara merata artinya tidak ada penekanan pada bidang tertentu, sebab membahas dengan memfokuskan pada bidang tertentu menurutnya akan membahwa para pembaca keluar dari bidang tafsir. Pada kata pengantar kitab tafsir an-Nur beliau menyatakan : “Meninggalkan uraian yang tidak langsung berhubungan dengan tafsir ayat, supaya tidak selalu para pembaca dibawa keluar dari bidang tafsir, baik ke bidang sejarah atau bidang ilmiah yang lain” Dari ungkapan di atas, Hasbi Ash-Shiddieqy tidak bermaksud menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan uraian ilmiah yang panjang lebar yang dikhawatirkan keluar dari tujuan ayat-ayat tertentu. Dengan demikian tafsir An-Nur tidak mempunyai corak atau orientasi tertentu, namun bisa dikatakan komplit, artinya meliputi segala bidang. http://referensiagama.blogspot.com

Beliau dikenal sebagai seorang tokoh dan pengarang (pujangga) Islam. Sebelum betul-betul masuk dalam tafsir ayat Al-Qur’an. Menafsirkan Al-Qur’an. Kemudian menetap di Medan di mana ia aktif sebagai ulama dan bekerja sebagai redaktur majalah Pedoman Masyarakat dan Pedoman Islam (1938-1941). Pernah memimpin majalah Panji Masyarakat yang terbit sejak 1959. Kemunculan para mufasir dari satu masa ke masa berikutnya memperpanjang daftar perbendaharaan rahasia dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Merantau ke Deli (1940). Isi Mu’jizat Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang halal-haram. Hamka banyak sekali menulis buku tentang Islam. Tahun 1924 mulai merantau ke tanah Jawa untuk belajar antara lain kepada HOS Cokroaminoto. Pendidikan formalnya hanya sampai SD. perintah dan larangan. Hamka December 30. 16 Februari 1908 dan wafat di Jakarta. Al-Qur’an. sang mufasir terlebih dahulu memberikan banyak pembukaan. Jakarta. Nama-nama yang disebutnya itu boleh jadi merupakan orang-orang pemberi motivasi untuk segala karya cipta dan dedikasinya terhadap . etika dan akhlak. 24 Juli 1981. petunjuk dan kemenangan di sisi Tuhan berupa surga yang penuh kenikmatan. semenjak ia turun pada masa hidup Rasulullah Saw. bentuk serta coraknya. yang kesemuanya itu harus dipedomani oleh mereka yang mengaku menjadikan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya. Beliau adalah imam masjid Al-Azhar Kebayoran. dan terakhir Hikmat Ilahi. sehingga timbul heboh karena ada pihak yang tidak setuju kiai mengarang roman. Keharusan itu dapat dipahami. Yang penulis coba tampilkan dalam makalah ini memang hanya sisi-sisi yang dianggap penting saja. Keahliannya dalam Islam diakui dunia internasional sehingga kemudian mendapat gelar kehormatan dari Universitas Al-Azhar (1955) dan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (1976). I’jâz AlQur’an. Pada waktu itu ia mulai banyak menulis roman. Lahir di Maninjau. DR. Sementara itu sejak tanggal 21 Mei 1981 Hamka meletakkan jabatannya selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). dan sepeninggal beliau. yang mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar Mesir dan membawa pembaharuan dalam soal agama di Minangkabau. dalam sejarah perjalanan umat ini bersama Kitab Sucinya. dan lainnya. lalu aktif dalam organissi Muhammadiyah. banyak sudah ulama yang mencurahkan perhatiannya untuk membidangi tafsir dengan berbagai manhaj. Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”. Di Dalam Lembah Kehidupan (1940.[1] Di zaman Orde Lama pernah meringkuk dalam tahanan beberapa tahun. mendalami dan mengamalkan segala isinya. yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul. Sosok yang ditampilkan sangat mungkin tidak utuh (karena berbagai pertimbangan). Haluan Tafsir. merupakan riwayat hidup dan kisah perjuangan ayahnya). Sekilas Biografi Prof. Jika demikian halnya. kumpulan cerita pendek). 2011 Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber tasyri’ dan hukum yang menuntut kaum muslimin untuk mengetahui. Hamka Hamka adalah nama singkatan Haji ‘Abdul Malik Karim Amrullah. Di antara roman yang ditulisnya adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938). Tulisan ini akan coba menampilkan sosok tafsir tersebut. terutama tentang manhaj yang ditempuh oleh sang mufasir serta bagaimana penerapannya dalam tafsirnya. Ia adalah putera seorang ulama terkemuka. 1982. Sumatera Barat. Untuk merespon kenisacayaan itu. Dalam Kata Pengantar. Di antara karya tafsir modern Indonesia yang dapat kita jumpai dengan cukup mudah dan banyak dibicarakan (dikaji) orang adalah Tafsir Al-Azhar. Pandahuluan. Pergantian zaman. tetapi banyak belajar sendiri (otodidak). bahkan hingga sekarang dan yang akan datang. seluruhnya ratusa judul.[2] Sekilas Profil Tafsir Al-Azhar Kitab Tafsir berbahasa Indonesia yang akan kita kaji sekarang ini adalah terbitan Pustaka Panjimas. yang terdiri dari: Kata Pengantar. karena memegangteguh ajaran Al-Qur’an merupakan sumber kebahagiaan. terutama dalam bidang agama. Al-Qur’an Lafaz dan Makna. Pada setiap fase waktu dapat kita temukan “peninggalan” tafsir yang sejalan dengan tuntutan dan dinamika masanya. Dalam kesempatan itulah ia menyelesaikan Tafsir Al-Azhar-nya. maka aktivitas tafsir Al-Qur’an serta upaya penjelasan makna-maknanya yang dianggap musykil oleh kebanyakan kaum Muslimin menjadi suatu keniscayaan. cetakan I. Ayahku (1949.STUDI ANALISIS ATAS TAFSIR AL-AZHAR Karya Prof. penemuan ilmu-pengetahuan dan kemajuan akal-pikir manusia semakin memperjelas betapa luasnya samudera hikmah yang dikandung AlQur’an. Dr. Tahun 1927 berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Hamka menyebut beberapa nama yang ia anggap berjasa bagi dirinya dalam pengembaraan dan pengembangan keilmuan keislaman yang ia jalani.

” demikian Hamka mengawali paparannya tentang haluan tafsir. . terutama bagi ia yang sudah memiliki standar minimal dalam pemenuhan syarat-syarat tersebut. tetapi mempergunakan juga tinjauan dan pengalaman pribadi. mengakui bahwa ia tidaklah ta’ashshub kepada satu paham.[3] Di bawah Pendahuluan Hamka menyitir beberapa patokan dan persyaratan yang mesti dimiliki oleh seseorang yang akan memasuki gelanggang tafsir. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. baik fikih maupun kalam. tidak pula melulu menuruti pertimbangan akal seraya melalaikan apa yang dinukil dari penafsir terdahulu. sedang mereka haus akan bimbingan agama haus akan pengetahuan tentang rahasia Al-Qur’an. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berpikir. Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak iparnya). tetapi penulis tidaklah mengakui bahwa penulis sudah sangat alim dalam segala itu……Maka kalau menurut syarat yang dikemukakan ulama tentang ilmu-ilmu itu.pengembangan dan penyebarluasan ilmu-ilmu keislaman. sehingga dengan tidak disadari boleh jadi menjauh dari maksud agama. tidaklah akan jadi ‘Tafsir’ ini dilaksanakan. Ia menulis: “Syarat-syarat itu memang berat dan patut. seperti diakuinya. “melainkan sedaya upaya mendekati maksud ayat. dalam arti menghindar dari perselisihan kemazhaban. antara riwâyah dan dirâyah. namun dalam dirâyah ia telah mencocoki pikiran setelah Perang Dunia II. Dan Hamka sendiri. di negara yang penduduk Muslimnya adalah mayoritas. dalam sub ini Hamka sadar betul akan pentingnya pemenuhan syarat-syarat tafsir bagi orang yang hendak menafsir.” Secara jujur Hamka mengatakan bahwa Tafsir karya Sayyid Quthub itu banyak mempengaruhinya dalam menulis tafsir Al-Azhar-nya. Bagian yang penulis anggap menarik dari sub-sub yang terdapat dalam pembukaan tafsir Al-Azhar adalah sub “Haluan Tafsir” dan “Mengapa Dinamai Tafsir Al-Azhar”. Doktor Syaikh Abdulkarim Amrullah. Hamka menjanjikan bahwa ia tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil pendapat yang telah terdahulu. Kalau tidak ada syarat demikian tentu segala orang dapat berani saja menafsirkan Al-Qur’an. tafsir al-Marâghî. Hamka. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. kalau hanya memperturutkan akal sendiri.[5] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”.”[4] Intinya. tempat Al-Qur’an ini akan diterjemah dan ditafsirkan tidaklah penulis tafsir ini termasuk ahli yang sangat terkemuka. Meskipun dalam hal riwâyah ia belum (tidak) mengatasi al-Manâr. Suatu tafsir yang hanya mengekor riwayat atau naqal dari ulama terdahulu. maka perselisihan-perselisihan mazhab dihindari dalam Tafsirnya. Karena itu. Tafsir yang disebut terakhir misalnya. sedangkan bahasa Indoensia sendiri. Hamka mengabarkan bahwa Tafsir Al-Azhar ditulis dalam suasana baru.”[6] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. Tafsir ini ia nilai sebuah sosok tafsir yang mampu menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. Ilmu-ilmu yang dijadikan syarat oleh ulama-ulama itu alhamdulillah telah penulis ketahui ala kadarnya. Sebaliknya. berarti hanya suatu textbook thinking belaka.[7] Hingga di sini penulis makalah hendak mengatakan bahwa Tafsir Al-Azhar mempunyai corak non-mazhabi. Syaikh Muhammad Amrullah (kakek). Pada saat yang sama. patokan-patokan yang berat itu tidak harus menjadi kendala dan penghalang bagi lahirnya karya-karya baru tafsir. Hanya saja. dua sub itu akan penulis jadikan sub juga dalam makalah ini. sebagai penulis Tafsir. besar bahayanya akan terpesona keluar dari garis tertentu yang digariskan agama melantur ke mana-mana. Di antara karya tafsir yang jelas-jelas ia menyatakan ketertarikan hati terhadapnya adalah tafsir Al-Manâr karya Sayyid Rasyîd Ridhâ. Haluan Tafsir “Tiap-tiap tafsir Al-Qur’an memberikan corak haluan daripada peribadi penafsirnya. wajiblah ilmu sangat dalam benar lebih dahulu. al-Qâsimî dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân juga termasuk tafsir-tafsir yang Hamka ‘saluti’. juga disebutnya sebagai guru-gurunya. Jangankan bahasa Arab dengan segala nahwu dan sharaf-nya. fikih. tidak terkecuali karya tafsirnya. ayahnya sendiri. Dalam Tafsir Al-Azhar-nya. memelihara sebaik mungkin hubungan antara naqal dan ‘aql’. Selain tafsir Al-Manâr. ia nilai sebagai “satu tafsir yang munasabah buat zaman ini. Nama-nama tersebut selain disebut Hamka sebagai orang-orang tua dan saudara-saudaranya. Nama-nama itu antara lain.

Dalam bahasa dia: “…penafsiran tidak terlalu tinggi mendalam. Tuhanlah yang lebih tahu akan artinya. yang pada bulan Desember 1960 datang ke Indonesia sebagai tamu agung dan mengadakan lawatan ke masjid tersebut yang waktu itu namanya masih Masjid Agung Kebayoran Baru. Hamka langsung memberi nama bagi kajian tafsir yang dimuat di majalah itu dengan Tafsir AlAzhar.[8] Hal lain yang dimasukkan Hamka dalam sub ini adalah janjinya untuk menyuguhkan sebuah tafsir yang ‘tengah-tengah’. dan tidak terlalu rendah. seperti Al-Manâr dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân.”[9] Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”? Nama Al-Azhar diambil dari nama masjid tempat kuliah-kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri. dengan setting sosial-kemasyarakatan keindonesiaan sebagai objek sasarannya. dan Mim untuk nama Nabi Muhammad Saw. niscaya tidak akan ragu-ragu lagi seluruh bangsa Arab akan artinya.”[13] Hingga di sini dapat kita nilai bahwa Hamka dalam hal yang berkaitan dengan makna huruf-huruf di pangkal surat lebih cenderung menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. Thâ Hâ dan semacamnya. misalnya. Pertama. Kebayoran Baru. Yang banyak memberikan arti bagi huruf-huruf itu adalah sahabat-mufasir yang terkenal yakni ‘Abdullah bin ‘Abbas.[11] Ada pula. Alif Lam Mim. menurut Ibnu ‘Abbas. Pengajian tafsir setelah shalat shubuh di masjid Al-Azhar telah terdengar di mana-mana. Lam untuk nama Jibril. angka-angka dan tahun…. Pandangan para mufasir tentang huruf-huruf pembuka surat (fawâtih al-suwar) seperti itu.[12] Hamka menutup pembahasan tentang huruf-huruf fawâtih al-suwar ini dengan mengatakan: “Nyatalah bahwa huruf-huruf itu bukan kalimat bahasa yang bisa diartikan. ia juga. syaikh (rektor) Universitas Al-Azhar. Alif Lâm Mîm Râ. sehingga tidak menjemukan.[14] Ketajaman analisis Hamka juga teruji ketika. Warna-warna tafsir itu mempengaruhi Tafsir Al-Azhar yang penulisnya jelas-jelas menyatakan kekaguman dan keterpengaruhannya. merupakan isyarat bagi tiga nama. Kalau dia suatu kalimat yang mengandung arti. terbagi kepada dua golongan. sebab tafsir itu—sebelum dimuat di majalah—digelar di dalam masjid agung Al-Azhar. kata Hamka.Di sisi lain. sehingga yang dapat memahaminya tidak hanya semata-mata sesama ulama. Majalah ini selalu memuat kuliah tafsir ba’da shubuh tersebut. dengan jeli menunjukkan korelasi antara makna yang terdapat pada akhir surat al-Fâtihah dengan makna yang ada pada awal surat al-Baqarah (ayat . Ketika membahas ayat pertama surat al-Baqarah. baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. banyak diwarnai (diberi corak) oleh tafsir ‘modern’ yang telah ada sebelumnya.[10] Studi Kritis Tafsir Al-Azhar: Metode Tafsir Manhaj yang ditempuh tafsir Al-Azhar adalah Tahlili. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat.. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushhaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat. lanjut Hamka. atau sebagai panggilan untuk menarik perhatian tentang ayat-ayat yang akan turun mengiringinya. pendapat yang mengatakan bahwa huruf-huruf di pangkal surat itu adalah rahasia Allah. ia katakan bahwa dalam Al-Qur’an kita akan menemukan beberapa surat yang dimulai dengan hurufhuruf seperti: Kâf Hâ Yâ ‘Aîn Shâd. Nama masjid Al-Azhar sendiri adalah pemberian dari Syaikh Mahmoud Syaltout. Dengan begitu. Oleh sebab itu maka lebih baiklah kita terima saja huruf-huruf itu menurut keadaannya… “Sebab mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. seperti diakuinya. mereka yang memberikan arti sendiri bagi huruf-huruf tersebut.sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. yakni masjid Al-Azhar. segolongan ahli tafsir yang menyatakan bahwa huruf-huruf itu adalah sebagai pemberitahuan. terutama sejak terbitnya majalah Gema Islam. pula hal itu tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian AlQur’an. yang berupa huruf-huruf yakni Alif Lâm Mîm. termasuk ayat mutasyabihat yang kita baca dan percayai saja. dapat dengan mudah kita katakan bahwa corak Tafsir yang sedang kita kaji ini bercorak Adabi-Ijtimâ`î. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. Kedua. misalnya. dua tafsir tersebut dikenal bercorak adabi-ijtimâ`î. Demikian halnya huruf-huruf pembuka surat lainnya. Selama ini. Alif untuk nama Allah. dalam makna selalu mengaitkan pembahasan tafsir dengan persoalanpersoalan riil umat Islam. menurut Ibnu ‘Abbas ada maknanya sendiri.

atau aku mundur.2: “Inilah Kitab itu. Baru saja menarik nafas selesai membaca surat itu. satu petunjuk bagi orang-orang yang hendak bertakwa”). menyebut nama surat dan artinya dalam bahasa Indonesia. Itu terlihat misalnya ketika ia menukil riwayat dari Abu Hurairah ra. dan bukan karena nama itu lebih penting dari yang lain . dapat kiranya penulis menyebut mekanisme kerja Tafsir Al-Azhar sebagai berikut: Pertama. tatkala membahas arti takwa dalam kerangka penafsiran ayat hudan li al-muttaqîn. jalan orang yang diberi nikmat. Tentang hal ini Hamka menulis: “Pernah ditanyakan orang kepada sahabat Rasulullah Saw. langkah seperti ini dilakukan oleh semua penafsir. juga Imam al-Bukhari di dalam Tarikh-nya. Hamka juga menempuh manhaj naqlî (tafsîr bi al-ma`tsûr/bi al-riwâyah). Mereka meriwayatkan dari Abu Jum’ah al-Anshârî. Adapun nama surat-surat Al-Qur’an bukanlah sebagai judul dari satu rencana atau nama dari satu buku yang menerangkan suatu yang khas. karena ada kisah tentang Bani Israil (yang) disuruh oleh Nabi Musa mencari seekor lembu betina (yang) akan disembelih. yaitu soal penggunaan isyarat jauh untuk menunjuk Al-Qur’an (Dzâlik al-Kitâb). Di sana kita telah memohon kepada Tuhan agar ditunjuki jalan yang lurus. seperti ini: “Surat yang kedua ini bernama Surat Al-Baqarah yang berarti lembu betina. yang diberi nikmat. dan keturunanketurunan kita mendatang.”[17] Kejadian serupa (menukil riwayat) juga kita dapati ketika Hamka menerangkan ciri-ciri orang yang takwa. jumlah ayat dan tempat diturunkannya surat. dia adalah petunjuk bagi orang yang suka bertakwa. ada lagi hal-hal yang gaib. (Ia) hanyalah sebagai tanda belaka dari Surat yang dinamai itu. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. bila kita tinjau dari sisi sumber rujukan penafsiran yang dipergunakan. apa arti takwa? Beliau berkata: ‘Pernahkah engkau bertemu jalan yang banyak duri dan bagaimana tindakanmu waktu itu?’ Orang itu menjawab: ‘Apabila aku melihat duri. yaitu orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci berada dalam kedudukan yang amat tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. aku mengelak ke tempat yang tidak ada durinya atau aku langkahi. Abu Hurairah ra. Hanya saja Hamka tidak membincang lebih panjang tentang kata Al-Baqarah yang menjadi nama surat ini. Tentang hal ini Hamka memperkuatnya dengan banyak riwayat. masih kata Pak Quraish. Tidak syak lagi. bukan yang dimurkai dan tidak yang sesat. ada satu hal menarik yang ia lewatkan yang sepatutnya disitir barang sedikit sebelum lebih jauh membahas korelasi antara akhir surat al-Fatihah dengan awal ayat surat al-Baqarah. jangan jalan orang yang dimurkai atau orang yang sesat. karena kita tidak melihat wajah beliau. Seperti berikut: Surat Al-Baqarah (Lembu Betina) Surat 2: 286 ayat Diturunkan di MADINAH Hemat penulis.[18] Mekanisme Kerja (Langkah-langkah) Tafsir Sejauh pengamatan penulis atas tafsir surat al-Baqarah. Kamu bisa mendapat jalan yang lurus. Penggunaan isyarat jauh ini. sedang penggunaan kata hadza/ini. yang tersebut pada ayat 67 sampai 74. karena dia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi.. Permohonan kita di surat al-Fatihah sekarang diperkenankan. Itu pun termasuk iman kepada yang gaib. Kaum Muslimin yang telah hidup belasan abad sepeninggal Rasulullah Saw.[16] Kembali ke Tafsir Al-Azhar.. al-Tahbrani dan al-Hakim.”[15] Kendati kita akui ketajaman analisis Hamka. seperti kata Pak Quraish dalam Al-Mishbah-nya. semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama Al-Qur’an (bukan al-Kitab) ditunjuk dengan isyarat dekat ( Hâdzâ Al-Qur’ân). Padahal di tempat lain. nomor urut surat dalam susunan mushhaf. di antaranya dari Imam Ahmad. al-Baqawardi dan Ibu Qani di dalam Majma’ al-Shahabah. Komentar dia tentang kata ini hanya sedikit saja.’ Abu Hurairah menjawab: ‘Itulah dia takwa!’ (Riwayat dari Ibnu Abi ad-Dunya). asal saja kamu suka memakai pedoman kitab ini. kita langsung kepada surat al-Baqarah dan kita langsung kepada ayat ini. untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fithrah manusia. Hamka menulis: “Kita baru saja selesai membaca surat al-Fatihah. atau sebelum membincang soal takwa dan ciri-ciri muttaqin. tidak ada sebarang keraguan padanya.

[24] Langkah ini berbeda dengan tafsir Al-Maraghi dan Al-Manar yang memenggal satu ayat yang ada dalam satu kelompok tertentu menjadi beberapa penggalan.” [20] Kedua. Jadi. kelompok pertama dari surat alBaqarah terdiri atas lima ayat (1-5). Rasyid Ridha dan Quraish Shihab dalam menentukan jumlah ayat dalam satu kelompok tertentu tersebut. Misalnya. Setiap kelompok ayat diberi nama subtema. lalu 3 dan begitu seterusnya hingga ayat 5. Hamka barangkali memandang bahwa lima ayat pertama itu memiliki kesatuan sub tema.. ketimbang membaginya menjadi beberapa penggal kecil. “Surah ini dinamai al-Baqarah karena tema pokok-nya adalah inti ayat-ayat yang menguraikan kisah al-Baqarah. Ini berbeda dengan. Yang menentukan nama-nama ini adalah Rasulullah Saw. 4 dan 5 (baca: ayat 3. sehingga tidak ‘mengaburkan’ konsentrasi yang telah tertuju untuk membaca tafsir atas penggalan ayat yang sudah ditampilkan sebelumnya. Catatan penulis. 4 dan 5 menjadi satu kelompok).”[19] Di sini kita melihat bahwa Hamka tidak menjadikan nama Al-Baqarah sebagai tema sentral keseluruhan surat Al-Baqrah. Kelompok pertama. langkah Hamka yang menafsir satu ayat sekaligus. Tidak menafsirkan satu kelompok secara sekaligus. al-Maraghi pecah lagi menjadi tiga penggalan: dzalik al-kitab. kurang proporsional. Pula langkah Hamka. pengelompokkan semacam itu pun bisa dibilang sebagai salah satu langkah para mufasir.[22] Tidak penulis temukan dasar bagi masing-masing Hamka. serta beberapa karakteristik ayat dalam surat al-Baqarah yang tergolong sebagai surat Madaniyah dibanding ayat-ayat lain yang tergolong dalam kelompok surat-surat Makiyah. dan tidak memenggalnya menjadi beberapa penggalan. karena semuanya penting. Perbedaan antara mereka hanya terletak pada penentuan jumlah ayat yang berada dalam satu kelompok tertentu. Keempat.[25] . Quraish menulis. hudan li al-muttaqin. bukan gambaran umum tentang kelompok ayat yang akan ditafsir.[21] Sementara itu Pak Quraish baru melakukan pengelompokkan pada ayat 3. sebagai misal. Quraish Shihab yang justru memandang nama tersebut sebagai tema pokok surat. Tafsir Al-Marâghî dan Al-Manâr misalnya. penulis nilai. tiga front masyarakat yang dihadapi Rasulullah di Madinah. Ayat kedua (dzâlik al-kitâb lâ raiba fîh hudan li al-muttaqîn) misalanya. karena mereka dapat membaca dan menangkap kandungan ayat tersebut secara lengkap dalam waktu yang relatif singkat.yang diuraikan di dalamnya. Hemat penulis. dan demikian seterusnya. sendiri dengan petunjuk Jibril as. Kelompok pertama dari surat al-Baqarah terdiri dari lima ayat pertama (dari Alif Lâm Mîm sampai wa ulâ`ika hum al-muflihûn). Hamka menafsirakan ayat 1. diberi nama Takwa dan Iman.[23] Terlepas dari itu. Menurut penulis. misalnya. dan pembentukan jiwa kaum Mukminin di dalam memegang teguh agama. sedang ayat 1 dan 2 ditafsirkan secara terpisah. peletakkan pendahuluan setelah sebelumnya menampilkan satu kelompok ayat yang memiliki kesatuan sub-tema. menafsirkan ayat perayat dari satu kelompok ayat. lâ raiba fîh. pendahuluan tersebut berisikan antara lain arti nama surat. Demikian juga Rasyid Ridha dalam Al-Manâr. lebih menjaga kesinambungan isi-isi yang terdapat dalam satu ayat tertentu. Dalam operasional tafsirnya. al-Maraghi. memberikan butiran-butiran hikmah atas satu persoalan yang dianggapnya krusial dalam bentuk pointers. lebih tepat dan efektif bagi para pembaca Indonesia. Sementara al-Maraghi dan Ridha melihat bahwa sub tema pertama surat al-Baqarah hanya diwakili oleh dua ayat saja (ayat 1 dan 2). yakni kisah Bani Israil dengan seekor sapi. Ketiga. Kelima. kemudian ayat 2. Sebagai sampel dapat dilihat ketika Hamka menunjuk lima hikmah dari iman kepada hari akhirat tatkala menafsirkan penggalan kedua ayat 4 surat al-Baqarah ( wa bi al-âkhirati hum yûqinûn). menjadikan kelompok pertama dari surat al-Baqarah hanya terdiri dari dua ayat saja: Alif Lâm Mîm (ayat 1) Dzâlik al-kitâb lâ raib fîh hudan li al-muttaqîn (ayat 2). mengelompokkan ayat-ayat dalam satu surat menjadi beberapa kelompok sesuai tuntutan sub-tema dari keseluruhan tema surat. pembinaan masyarakat Muslim oleh Nabi Saw. memberi pendahuluan sebelum betul-betul masuk pada penafsiran atas ayat-ayat yang sudah dipenggal dalam satu kelompok ayat. Yang jelas bahwa penentuan itu terkait dengan penilaian masing-masing tentang kesatuan sub tema antara ayat-ayat yang tergabung dalam satu kelompok tertentu. Sebab pendahuluan ini isinya berupa gambaran umum dan inti sari tentang seluruh surat al-Baqarah. yang tepat pendahuluan ini diletakkan sebelum menampilkan kelompok ayat yang akan ditafsir.

Tetapi dia dapat dirasa adanya oleh akal. yaitu pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hidup. Semua itu akan diperhitungkan dengan adil. Orang yang seperti ini niscaya tidak akan dapat mengambil petunjuk dari Al-Qur’an. semuanya bergantian. 3. langkah seperti ini tidaklah baku. atau roh. Seperti itu barangkali pertimbangan Hamka. di hari kiamat. Bagi mereka koran pembungkus gula sama dengan Al-Qur’an. Bukan tanggung jawab kepada manusia. menyuguhkan tafsir dalam kemasan bahasa yang mudah dipahami dengan sentuhan logika yang tidak sulit dicerna. Kejayaan yang hakiki adalah pada nilai iman dan takwa di sisi Allah. atau Malaikat. Buktinya. Yang gaib adalah yang tidak dapat disaksikan oleh pancaindera. Sunan. bagi mereka yang ingin mengetahui untaian rawi bagi hadis yang dikutip Hamka secara lengkap harus merujuk langsung kepada kitab hadis yang disebut oleh Hamka.[27] Dalam pengamatan penulis. dan yang kekal hanyalah peraturan kekal dari Allah. tidak nampak oleh mata. yaitu dua indera yang utama dari kelima (panca) indera kita. Perbincangan tentang sanad hadis bagi umumnya orang Indonesia bisa dibilang sudah tak lagi urgen. bukan sanad. Harta yang melimpah. tetapi kepada Tuhan yang selalu mengawasi kita. Ketujuh. Baru pada ayat 4 kita temukan. Tempat baru itu adalah surga bagi mereka yang berat amal baiknya. seperti Jâmi’ Shahîh. Mu’jam dan sebagainya. dan manusia dipanggil buat hidup kembali di alam yang baru dan akan ditentukan tempatnya sesudah penyaringan dan perhitungan amal di dunia. semuanya berputar. Kita sudah sama tahu bahwa manusia itu dua juga coraknya. Berikut kutipanya: “Inilah tiga tanda pada taraf yang pertama: Percaya kepada yang gaib. 5. Ini menandakan bahwa langkah itu sifatnya situasional. Iman yang berarti percaya. dan neraka bagi mereka yang berat amal jahatnya. Setelah hancur alam ini. Sebagai berikut: 1. dan tidak mengakui bahwa ada pula di balik kenyataan ini sesuatu yang lain. Kepercayaan kepada hari akhirat memberikan satu pandangan khas tentang menilai bahagia atau celakanya manusia. memperkuat penjelasan dengan ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang sepadan kandungannya dengan ayat yang sedang ditafsirkan. Tuhan akan menciptakan alam yang lain.Dalam pengamatan penulis. seperti Imam al-Bukhârî. riwayat hadis yang dikutip Hamka tidak menampilkan semua untaian rawi yang ada dalam sanad hadis. Jadi yang penting matan-nya. kegagahan dan pencapaian duniawi bukan ukuran kebahagiaan. dari ayat 1 hingga ayat 3 dari surat al-Baqarah tidak kita temukan bentuk pounters semacam itu. Hal ini sepenuhnya terpulang kepada tuntutan tema ayat yang sedang ditafsir. tapi hanya menampilkan râwî a’lâ (rawi pada level shahabat) saja dan penulis kitab hadis tersebut. tidak terdengar oleh telinga. Mereka tidak percaya ada Tuhan. Jadi. Apa yang kita kerjakan di dunia ini adalah dengan tanggung jwab yang penuh. dan dengan sendirinya mereka tidak percaya akan ada lagi hidup akhirat itu. . Muslim dan lainnya. ada baiknya kita tuangkan di sini lima butir yang disebut Hamka sebagai hikmah dari beriman kepada hari akhir itu. kemudian itu percaya akan adanya hari kemudian. 4. Pada ayat 5 juga tidak ada. mereka tidak percaya. 2. serta dilengkapi dengan pendekatan sosio-kultural keindonesiaan. zat yang menciptakan sekalian alam. Maka iman akan yang gaib itulah tanda pertama atau syarat pertama dari takwa. pertama orang yang hanya percaya kepada benda yang nyata. Terlepas dari itu. Artinya tidak setiap akhir penafsiran atas satu ayat mesti diakhiri dengan pemberian buturan-butiran hikmah dalam bentuk pointers. Kepercayaan kepada hari akhir meyakinkan kita bahwa apapun peraturan atau susunan yang berlaku di alam dunia ini tidaklah kekal. Semua ini penulis nilai sebagai upaya “membumikan Al-Qur’an”. Barangkali kutipan dari tafsir Hamka atas ayat 3 surat al-Baqarah sedikitnya dapat memperkuat apa yang penulis nyatakan dalam poin ketujuh di atas. Maka yang pertama sekali adalah percaya kepada Allah. Langkah seperti ini nampaknya sengaja ditempuh Hamka untuk menjadikan tafsirnya lebih praktis dan efektif bagi pembaca Indonesia yang umumnya awam tentang ilmu hadis dan “kurang peduli” dengan validitas sanad sebuah hadis. yaitu kehidupan kekal yang sesudah dibangkitkan dari maut. sebab mereka berpikiran bahwa persolaan tentang sanad telah usai dengan telah dibukukannya hadis ke dalam berbagai bentuk kitab hadis. Malahan terhadap adanya nyawapun. [26] Keenam.

”[31] .”[28] Hingga di sini penulis mencatat beberapa hal. Ini dapat dimaklumi sebab konsumen tafsirnya adalah masyarakat Indonesia yang umumnya awam dengan persoalan semacam itu. pada sub ini sitiran tersebut akan dibuktikan secara nyata dan praktis dengan mengemukakan contohcontoh nyata dari penafsiran langsung atas ayat. Al-Marâghî. Meskipun penyimpangan yang jauh itu bukanlah atas suatu sengaja yang buruk dari yang mengeluarkan pendapat itu. 4. melainkan mencoba sedaya upaya mendekati maksud ayat.Kedua ialah orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berfikir. haus hendak mengetahui rahasia Al-Qur’an. Hamka sendiri dalam Haluan Tafsir-nya mengakui bahwa Al-Manâr. Dalam arti penulisnya menganut mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau serta ulama yang mengikuti jejak beliau. Hanya menuangkan hal-hal yang benar-benar diinginkan oleh para pembaca tafsir. Tetapi tidaklah semata-mata taklid kepada pendapat manusia. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan (dijanjikan) Hamka dalam Haluan Tafsir-nya ketika menulis: “Tafsir Al-Azhar ini ditulis dalam suasana baru. Pikir penulis. Tidak menyebutkan sumber rujukan tafsir. Dari sudut pandang mazhab yang dianut dapat kita sebut tafsir Al-Azhar bercorak Salafi. karena kita tidak melihat wajah beliau. antara lain: 1. salah satu karya tafsir yang dikaguminya. Kuat dugaan. nomor halaman. artinya menyerah dengan tidak banyak tanya lagi. nama Tafsir dan penulisnya. sedang mereka haus akan bimbingan agama. di antara pembaca ada yang mencukupkan dengan tafsiran singkat tersebut. seorang mufasir berkaliber tinggi pun hampir bisa dipastikan tidak dapat menghidar dari menukil dan merujuk karya atau pendapat orang lain. Al-Qâsimî. paling tidak. hal ini sengaja ditempuh karena masyarakat pembaca tafsirnya (orang Indonesia) tidak membutuhkan kajian kebahasaan seperti itu yang sifatnya suplemen atau pelengkap sekunder semata. maka pertikaian-pertikaian mazhab tidaklah dibawakan dalam tafsir ini. Kita kaum Muslimin yang telah hidup empat belas abad sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Kiranya lebih dari satu corak yang dapat kita tunjuk buat tafsir Al-Azhar. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. Ini seperti ia akui dalam Haluan Tafsir-nya: “Mazhab yang dianut oleh Penafsir ini adalah Mazhab Salaf. seraya menghindari perselisihan paham dan takwil-takwil jauh yang tidak perlu. di negara yang penduduk Muslimnya lebih besar jumlahnya dari penduduk lain. Menghindari persoalan nahw dan sharf. Hal demikian menjadikan pembacaan tafsir tidak tuntas dan menyeluruh. dan keturunanketurunan kita yang akan datang di belakang pun insya Allah. bertambah mendalamlah kepercayaan mereka kepada yang gaib itu. ketika ia merujuk suatu pendapat dari tafsir lain ia menyebut. 2. kebesaran dan nilai Tafsir Al-Azhar tidak berkurang barang sedikit pun. Hamka tidak mengawali tafsirnya atas beberapa ayat yang sudah ia penggal ke dalam satu kelompok dengan makna global (al-ma’nâ al-jumalî) seperti yang kerap dilakukan oleh Tafsîr Al-Maraghi. Besar dugaan. ada lagi hal-hal yang gaib. Dalam hal akidah dan ibadah. Bertambah banyak pengalaman dalam arena penghidupan.[30] Namun demikian. Hamka tidak mengawali tafsirnya dengan memberikan penjelasan arti kata-kata tertentu dalam ayat (syarh al-mufradât). Bila dalam sub Haluan Tafsir sudah disitir beberapa karakter yang dapat diasumsikan sebagai corak tafsir Al-Azhar secara umum dan teoritis. Jika persoalan semacam itu ditampilkan. 3. bukan wawasan kebahasaan. yaitu mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau dan ulama-ulama yang mengikuti jejak beliau. Harap penulis. Corak Tafsir Sub ini terkait erat dengan sub sebelumnya yaitu Haluan Tafsir. hal itu ditempuh karena ia ingin membawa pembacanya untuk meneliti tafsir ayat demi ayat secara teliti dan tuntas.”[29] 5. dan tidaklah penulisnya ta’ashshub kepada suatu faham. melainkan meninjau mana yang lebih dekat kepada kebenaran untuk diikuti. dan meninggalkan mana yang jauh menyimpang. hasilnya malah akan kontra-prorduktif. tidak harus menyebut tempat. Sebab bisa saja kalau didahului oleh tafsir global. jilid dan lainnya secara detail. tidak efektif bagi pembaca tafsir Indonesia yang diharapkan mendapatkan pencerahan Qur’ani. semata-mata taslim. dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân adalah karya-karya tafsir yang banyak memberikan “masukan” baginya dalam menulis Tafsir Al-Azhar. tergantung dari sudut mana kita meninjau.

yaitu bahwa tafsir itu juga bercorak hida`î. Tafsir yang demikian dinilai oleh para ahli sebagai tafsir bercorak adabi-ijtima’î (sosial-kemasyarakatan). ridha. tuntutan dan tuntunan AlQur’an. jenis profesi dan beragam status sosial lainnya. sedekah.”[35] . cemas. Hamka menulis: “…mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. Ada sarjana-sarjana yang bertitel SH. sebab hatinya dihadapkannya kepada Allah yang diimaninya. Bahkan dalam takwa. sehingga ia lebih mencintai benda pemberian Allah itu daripada sesamanya manusia. angka-angka dan tahun…sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. bersedekah. terdapat juga berani![34] Menandai sebuah karya tafsir sebagai bercorak ijtimâ`î. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. kasih. Bersatu di dalam shaf yang teratur. Contoh konkret untuk corak ini adalah ketika mufasir Al-Azhar membincang wacana iman. hampir dapat dipastikan akan membawa pada kesimpulan lain tentang corak tafsir tersebut. itu nampak dalam pernyataan mufasir berikut: “Ketika menyusun (tafsir) ini terbayanglah oleh penafsirnya corak ragam dari murid-murid dan anggota jamaah yang ma’mum di belakangnya sebagai imam. Tafsir Al-Azhar—seperti diakui mufasirnya dalam Haluan Tafsir—memanglah dirancang seperti itu. kapten. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. Dan ada pula saudagar-sudagar besar. Yaitu bagaimana tafsir ini dapat menjadi obor penerang bagi sebanyak mungkin masyarakat Muslim dengan berbagai latar belakang pendidikan. ketika sang mufasir membahas soal takwa ia katakan bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa. dan kepercayaan kepada yang gaib dibuktikan dengan sembahyang. menghadapkan muka bersama. Dikatakan demikian karena tafsir ijtimâ`î adalah tafsir yang banyak mengedepankan fenomena-fenomena sosial-kemasyarakatan dalam upayanya me-landing-kan pesan. Orang yang Mukmin apabila dia ada kemampuan.”[32] Dalam sub Haluan Tafsir. sabar dan lainnya. Dan ada juga pelayan-pelayan dan tukang tukang pemelihara kebun dan pegawai negeri. Insinyur. suka menolong sesama dan amal-amal sosial lainnya. berderma. Ada pula perwira-perwira tinggi yang berpangkat jenderal dan laksamana dan ada juga anak buah mereka yang masih berpangkat letnan. imannya telah dibuktikannya pula kepada masyarakat. Menurutnya. di antaranya tafsir Al-Manar. harap.Contoh nyata untuk menunjukan ke-salaf-an tafsir Al-Azhar adalah ketika membahas huruf-huruf pembuka suatu surat (fawâtih al-suwar). mayor dan para bawahan. Maka dengan kesukaan memberi. Takwa lebih mengumpul akan banyak hal. agen automobil dengan relasinya yang luas. Ada mahasiswa-mahasiswa yang tengah tekun berstudi dan terdidik dalam keluarga Islam. pengakuan iman perlu pembuktian dalam tataran sosial-praktis. importir dan exportir kawakan di samping saudagar perantara. tawakal. Maka dapatlah diasumsikan bahwa sedikit banyak tafsir Al-Azhar mewarisi corak tersebut. Orang Mukmin tidak mungkin hidup nafsi-nafsi dalam dunia.”[33] Warna ijtimâ`î tafsir Al-Azhar juga dapat kita lihat ketika mufasirnya menjadikan pengalaman pribadi dalam bermasyarakat sebagai anasir pelengkap tafsirnya. Kesimpulan untuk mengatakan kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa ini diambil dari kesepakatan Konferensi Kebudayaan Islam di Jakarta yang diselenggarakan pada akhir Desember 1962. membantu dan menolong. “Di tingkat pertama percaya kepada yang gaib. Dalam hal ini mufasir Al-Azhar memilih menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. kasih-mengasihi dan harga menghargai. Tafsir ini menurutnya sebuah tafsir yang sanggup menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. Upaya demikian tak lepas dari tujuan sang mufasir untuk menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai sumber petunjuk dan pedoman hidup setiap Muslim dalam memerankan fungsi khilafahnya di muka bumi ini. dengan khusyu’ kepada Ilahi. Paling kurang. Semuanya bersatu membentuk masyarakat yang beriman. misalnya dengan memperbanyak derma. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. Dokter dan Profesor. dipadukan oleh jamaah subuh. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. karena imannya sangatlah dia percaya bahwa dia hanya saluran saja dari Tuhan untuk membantu hamba Allah yang lemah. Sekadar sampel. kesan. fikih. Orang Mukmin tidak mungkin menjadi budak dari benda. di samping isteri mereka masing-masing. lanjutnya. Selanjutnya mufasir menegaskan bahwa dalam takwa terkandung cinta. pula tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian Al-Qur’an.

I 2000. h. vol. II. vol. telah membuktikan betapa seorang Muslim non-Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan. 48. 1969. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. [10]Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Dan yang lebih penting tentu bukan sekadar memuji. 41. MA. h. I. Federspiel. Shihab. [1]Ensikopedi Indonesia. Bandung: Mizan. 3-4. Bagi para pengkaji tafsir. cet. Mufasirnya. 42. cet. vol. I. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. Wallâhu A’lam…? Bahan Bacaan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. h. Tajul Arifin. juz` I. Ia juga menghindar dari kajian kebahasaan. h. [4]Ibid. ia harus diakui sebagai “maha karya” Hamka yang patut dipuji. Kajian Al-Qur’an di Indonesia). Quraish. Tafsîr Al-Manâr. vol. h. 1996. cet. Dalam penelitian Howard M. cet. [11]Tafsir Al-Azhar. cet. Penulis makalah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Anda. cet. 137). Ke-hida`î-an Al-Azhar juga nampak pada tipe paparan tafsir yang disuguhkan. Ia tidak terpancing memunculkan perselisihan pendapat (fikih dan teologi) yang memang tidak menyuntuh inti tafsir. sekurangnya bagi kaum cerdik-cendekia Muslim Indonesia. Tafsir Al-Azhar. [12]Ibid. Federspiel. tetapi juga banyak mengecam praktek ziarah kubur. Tajul Arifin. h. Ahmad Mushtafâ. Dr. kerja kolektif pun akan sangat berarti dan cukup menggembirakan. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an [terj. Beirut: Dâr al-Ma’rifah li al-Thibâ’ah wa al-Nasyr. Tafsir-tafsir generasi ini bertujuan untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara komprehensif dan.Hingga titik ini. oleh karena itu berisi materi tentang teks dan metodologi dalam menganalisis tafsir. Hamka. I 1990. Ma’lûf. I 1982. tapi mengelaborasikan pesan-pesan Qur’ani yang disampaikannya dalam tata kehidupan keseharian kita sebagai Muslim yang mengaku diri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Howard M.. qira’at dan tetek bengek non-tafsir lainnya. 55). I 1982. M. Dr. XXXVII. Louis. I. h. [5]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. 1218 [3]Lihat “Kata Pengantar Penulis” dalam Tafsir Al-Azhar. Dr. Jakarta: Lentera Hati. Tafsîr al-Marâghî. cet. II. Penulis hanya mengatakan bahwa apa pun kesan Anda tentang tafsir Al-Azhar. 1217. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. h. Prof. 40. Federspiel. Al-Marâghî. Tafsir al-Mishbâh. Kajian Al-Qur'an di Indonesia]. tidak keliru rupanya jika kita katakan bahwa Tafsir Al-Azhar bercorak hida`î. 121-122. h. kekaguman terhadap Hamka dan tafsirnya tentu harus menjadi pemicu untuk menghasilkan karya serupa. 1. 42. Bandung: Mizan. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. cet. [6]Ibid. I. untuk menilai plus-minus yang terkandung dalam tafsir tersebut. h. Tafsir-tafsir ini menekankan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan konteksnya dalam bidang keislaman (lihat Howard M. vol.. Beirut: Dâr al-Masyriq. MA. IV. Kajian-kajian semacam itu memang dalam banyak hal sering cukup ‘mengaburkan’ tujuan semula pembaca tafsir —terlebih jika ia orang non-Arab—yaitu mencari butiran-butiran hikmah dan hidayah Al-Qur’an. Taufik Abdullah]. tt. Alif Lâm Mîm dan huruf-huruf pembuka surat lainnya merupakan huruf-huruf li al-tanbih (pemberitahuan atau panggilan) sama seperti Alâ dan Yâ. [9]“Haluan Tafsir”. 1990. Al-Maraghi berpendapat seperti itu. [2]Ibid. Kalaupun tidak sanggup secara sendiri-sendiri. cet. Prof Dr Hamka. juz` I. Di berbagai penafsiran ayatnya menyangkut ajaran keesaan Tuhan (Tauhid). vol. h. juz I. h. I. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an (terj. Penutup Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi. [7]Lihat Ibid. Tafsir AlAzhar termasuk tafsir yang mewakili tafsir-tafsir generasi ketiga. IV. . kepercayaan kepada keris. IV. I. Ridhâ. Taufik Abdullah]. tt. Hamka tidak sekadar menjelaskan ayat. Muhammad Rasyîd. vol. Al-Mujid fî al-Lughah wa al-A’lâm. 1996. dan adat kebiasaan lain dalam masyarakat Indonesia (lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. [8]Ibid. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. 122. cet. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. I. Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Ensikopedi Indonesia. I. pembaca tafsir Al-Azhar. II h. Menurutnya. Op Cit. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî alHalabî.

ia menuangkan juga pendapat mufasir-mufasir lain yang mencoba menguak rahasia di balik huruf-huruf itu (lihat Tafsir al-Manâr. [27]Lihat misalnya Ibid. II. kendati tidak memuaskan nalar manusia (lihat M. 122 dan Tafsîr al-Marâghî. Al-Syarâ’wî. h. Quraish Shihab. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. 81-82). h. h. meski sepakat dengan Muhammad ‘Abduh yang menyerahkan makna dan rahasia di balik huruf-huruf itu kepada Allah. 85. I h. h. [34]Ibid. h. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. [35]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Tafsir Al-Azhar. 123. 128. 81. h. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî al-Halabî. [24]Lihat Tafsir Al-Azhar. cet. 120-128. Op Cit. h. sehingga mereka tidak memperoleh kepastian. h. [13]Tafsir Al-Azhar. 1969. Maka Allah memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. 117. I h. I 2000. 124-125. 41-42. I. Dari sini dimulai kisah l-Baqarah. vol. h. [17]Tafsir Al-Azhar. masih merupakan jawaban yang relevan hingga kini. 39). tt. 124. juga mengambil sikap seperti itu. Tafsir al-Mishbah. h. h. Quraish Shihab. 123. 117. Bandingkan misalnya dengan Tafsir Al-Mishbah yang secara tepat meletakkan pendahuluan sebelum betul-betul menampilkan ayat-ayat dalam surat yang akan ditafsir (lihat Tafsir Al-Mishbâh. mereka menyembelihnya— setelah dialog tentang sapi berkepanjangan—dan dengan memukulkan bagian sapi itu kepada mayat yang terbunuh. Menghadapi hal tersebut mereka menoleh kepada Nabi Musa as. h. h. [23]Untuk lebih jelasnya lihat Ibid. Jakarta: Lentera Hati. 40-41. h. [28]Lihat Ibid. 41. Loc Cit. h. h. vol. [20]M. al-Biqâ`î. [14]Pakar tafsir Indonesia pasca Hamka. atau tafsir Al-Mishbâh yang acap kali menyebut nama seperti al-Thabâthabâ`î. 122. [21]Lihat Tafsir al-Manâr. cet. Kelanjutan keterangan Quraish di atas adalah: “Ada seseorang yang terbunuh dan tidak diketahui siapa pembunuhnya. tt. meminta beliau berdoa agar Allah menunjukkan siapa pembunuhnya. [18]Ibid. Akhir dari kisah itu adalah. menunjukkan kemukjizatannya dan menampakkan hujjah-nya atas Ahli Kitab serta lainnya yang terkandung dalam surat al-Baqarah (lihat Tafsîr al-Marâghî. Ia menulis: “Tampaknya jawaban: ‘Allah A’lam. juz` I. yakni Allah lebih mengetahui. bolehlah disebut sebagai pendekatan. 127. 39. vol. [30]Bandingkan misalnya dengan tafsir Al-Manâr dan Al-Marâghî yang kerap kali menyebut “Qâla alUstâdz al-Imâm” untuk menunjukkan bahwa mereka menukil pendapat Syaikh Muhammad ‘Abduh. cet. IV. [19]Tafsir Al-Azhar. II. Tafsir Al-Mishbâh. 83-88. Murtadha Muthahhari atau Sayyid Quthub. Rasyid Ridha. . IV. 122. M.Di sini tujuannya untuk membangkitkan perhatian mukhâthâb kepada Al-Qur’an. maka atas kudrat Allah korban hidup kembali dan menyampaikan siapa pembunuhnya” (lihat Ibid. [26]Lihat Ibid. Jika pun pengambilan riwayat seperti itu tidak terkategorikan sebagai manhaj. 1969. h. [29]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Quraish Shihab. 84). I. 81-82). vol. Op Cit. [22]Lihat Tafsir Al-Mishbah. 129. [33]Ibid. Tafsir Al-Mishbâh. Masyarakat Bani Israil saling mencurigai bahkan tuduh-menuduh tentang pelaku pembunuhan tanpa ada bukti. I h. h. [16]M. vol. Quraish Shihab. Kairo: Mathba’ah al-Bâbî al-Halabî. cet. [31]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. h. [25]Lihat Ibid. [15]Tafsir Al-Azhar. h. h. 122). h. [32]Tafsir Al-Azhar. cet. 123-125. h. Tapi penulis sendiri lebih suka menamainya sebagai manhaj.

Pada masa itu umumnya Ulama islam mengatakan haram untuk menterjemahkan al-Quran namun.Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus DIposting Oleh Administrator | 9:28 PM | a. Dalam tafisir in yang paling dipentingkan ialah menerangakan dan menjelaskan petunujuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Quran untuk diamalkan kaum Muslimin khususnyadan seluruh umat manusia pada umumnya sebgai petunjuk universal.000 aksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. Boleh jadi karena bantahan itu karena sebab-sebab yang lain. untuk menyampaikan dakwah islamiyah kepada bangsa asing yagn tidak mengetahui bahasa arab. Pendahuluan Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus>>> Tafsir al-Quranul karim karangan Mahmud Yunus ini awalnya di terjemahkan pada tahun 1992 kemudian di terbitkan tiga juz dengan huruf arab-malayu. bantahan dari Ulama islam tersebut tidak beliau perdulikan dan beliaupun tetap menterjemahkan al-Quran al-Karim tersebut. Pada bulan April 1938 tamatlah 30 juz dengan pertolongan Alah awt. kalau tidak di terjemahkan kedalam bahasanya? Dengan berbagai ilimu yang telah diserap oleh akal pikirannya. bahkan di anjurkan atau hukumnya fardu kifayah. Hanya ada perubahan sedikit demi sedikit. Kabarnya ada bantuan dari Ulama Yogyakarta. salah seorang penerbit Indonesia Tafsir al-Quranul Karim itu dengan mendapatkan fasilitas kertas dari Menteri Agama dan di cetak sebanyak 200. Bagaimanakah menyampaikan kitabullah kepada mereka.M. Lalu di tunjuk percetakan bangsa Indonesia untuk mencetaknya. Mahmud yunus bersama istri Darisah binti Ibrahim meneruskan menerbitkan tafsir Quran Karim itu. bukanlah tejemahan dari kitab bahasa arab. Lalu ia dicetak dan di terbitkan sebanyak 200. padahal telah dimulainya mencetak beberapa halaman banyaknya. supaya di stop mencetak Tafsir Quran Karim itu. Baharata Direktur percetakan Al-Ma’arif Bandung. Sedang menterjemahkan juz 7 sampai dengan 18 dibantu oleh almarhum H. hanya diam. Bakry. Tembusannya M. bantahan itu dikirinya kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Yunus kirimkan kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Lalu mereka terbitkan beberapa kali tanpa ada perubahan yagn besar. Karena petunujuk itulah tujuan utama kitab suci al-Quran seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya pada permulaan surat al-Baqoroh: . Makalah Ilmu Tafsir | 0 comments » A. 21 per eksemplar. Kemudian beliau berhenti menterjemahkan al-Quran. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1950. Beliau menerima pelajaran dari Syeokh Darul Ulum. Sebab itu tafsir ini berlainan dengan tafsir-tafsir yang lain. melainkan hasil penyelidikan pengarang sejak berumur 29 tahu sampai sekarang berumur 73 tahun.000 aksemplar. yang empunya percetakan tidak mau meneruskan mencetak tafsir Quran karim itu. pada bulan Ramadlan tahun 1354 H (Desember 1935) beliau mulai kembali menterjemahkan al-Quran serta tafsir ayat-ayatnya yang penting yang kemudian beliau beri nama : Tafsir al-Quranul Karim. Akhirnya di ambil alih oleh M. dengan petunjuk menteri Agama Almarhum Wahid Hasyim. Salinannya disampaikan kepada Mahmud Yunus oleh Menteri Agama. Pada tahun 1953 seorang Ulama dari Jatinegara membantah pula. lalu Mahmud yunus balas suratnyaitu dengan lebar panjang. Dengan susah payah di terbitkan tefisr tersebut berjuz 2 tiap 2 bulan. Bantahan itu dikirim nya kepada Maeteri Agama RI tetapi saya tidak menerima bantuan. Ditegaskan bahwa tafsir in serta kesimpulan isi al-Quran. dan disiarkan di seluruh Indonesia. bahwa menterjemahkan al-Quran itu hukumnya mubah. Akhirnya beliau tidak berkituk lagi. karena beliau lebih memilih untuk melanjutkan ilmu pengetahuannya di Mesir (Th 1924) di berbgai tempat hingga akhirnya di Darul Ulum. Kemudian setelah habis cetakan itu.

Puasa dan Zakat untuk anak-anak SD. tahun 1938. 9. 8.Tahir. disaat masih suburnya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. .Tahir. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsurangsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. Berkat ketekunannya dalam waktu empat tahun. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. perbandingan agama. kelurahan Kebon Kosong. untuk anak-anak SD. 2. 4.Artinya: “ Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan didalamnya. Karena sejarah itu tetap mengulang jejaknya. M. hokum. Terjemahan Tafsir al-Quran tanpa tafsir. cara mengerjakan haji. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) jkarta (1957-1980). Muhammad Thaib di Surau Tanjung Pauh. Kemayoran Jakarta Pusat. sebab tegaknya dan jatuhnya. Biografi Mahmud Yunus Dilahirkan di Sungkayang Batusangkar Sumetera Barat pada hari sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadlan 1361). Pendidikan Mahmud Yunus belajar dari al-Quran dan bahasa Arab yang ia tempuh semenjak berusia tujuh tahun di Surau kakeknya M. secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbgai sekolah. Lagu-lagu baru/Not angka-angka. tauhid akidah. 4 jilid. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (1948-1949). Kemampuan menjadi guru tersebut lebih menonjol manakala ia kembali dari Mesir . buyutnya dari pihak ibu adalah seorang ulama besar di Sungkayang Batu sangkar. sebab hidu dan matinya. Syah. Pandangan terpenting tentang metode mengajar adalah “Metode itu lebih penting daripada pengajaran”. Akhirnya pada 18 Januari 1983. Ayahnya bernama Yunus bin Incek dan ibunya bernama Hafsoh bini M. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahsa arab telah menimbulakan hasarta besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yagn tetap populer sampai saat ini. dan peribadatan. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (1966-1071). Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. Pelajaran Sholat untuk-untuk anak0anak SD. untuk anak-anak SD. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). Selain itu ditrgaskan pula sebab-sebab majunya satu umat dan sebab-sebab mundurnya. Dari surau kakeknya ini. Profesi sebagai guru semenjak masih menjadi pelajar di Surau Tanjung Pauh sudah ia geluti. tafsir. B. jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain: 1. bersama Rasyidin/Zubir Usman. 7. bersama Kasim St. hadist. Marilah sembahyang. 3. sebab kuat dan lemahnya. sejarah. Keimanan dan Akhlaq. Demikian itu dengan mengambil ‘brah dan pengajaran dari sejarah umat dahulu kala. terutama pendidikan Islam di samping bidang-bidang lain seperti bahasa. Mahmud Yunus telah sanggup mengajarkan kitab-kitab Mahalli. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. tetapi hanya sampai kelas tiga saja. yang ia tulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. di samping itu ia juga memasuki sekolah rakyat. Beberapa kisah pendek. 6. bernama Muhammad Ali gelar angku kolo. Banyak karya tulis yang telah di hasilkan Mahmud Yunus dalam berbgai bidang Ilmu Agama Islam. Sehari kemudian ia dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 5. Riwayat Rasul dua puluh lima. dalam Usia 83 Mahmud Yunus berpulang ke Rohmatullah di kediamannya. untuk anak-anak SD. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (19311932). Mahmud Yunus pindah ke Madrasah yang diasuh oleh Syeikh H. al-Fiyah dan Jam’ul Jawami’. 4 jilid. untuk memudahkan membaca al-Quran. pada 15 Oktober 1977. merupakan tindakan yang cukup berani. Haji ke Mekkah.

ekonomi. kemudian yang ketiganya terdapat dalam surat al-Baqoroh. Pedoman Dakwah Islamiyah. 3 jilid. untuk tingkat tsanawiyah/PGA bersama H.. Soal Jawab HUkum Islam. 31. untuk tingkat Aliyah. Do’a-do’a Rasulullah. Sejarah PEndidikan Islam (umum). 18. Allah dan Makhluq-Nya. 26. bersama H. Surat Al-A’la--898……dan seterusnya. 22. akhlaq. 37. dan ilmu pengetahuan. Ilmu Jiwa kanak-kanak. Tarbiyah / PGAA 30. Juz ke-2……29. untuk Muballigh-Muballigh / umum. Tarbiyah / PGAA 29. Pemimpin Pelajaran Agama. Kesimpulan isi al-Quran. Hukum perkawinan dalam Islam. 14. dlaam penyelidikan baru. Fak. 25. Marilah ke Al-Qur’an. Sejarah Islam di Minangkabau.…. Said. Setelah daftar isi dan surat-surat kemudian juga terdapatdaftar isi juz-juz al-Quran yang tujuannya memudahkan pembaca dalam pencarian sebuah ayat al-Quran seperti juz ke-1…. Disamping itu kitab tafsir ini terdapat daftar kesimpulan isi al-Quran. bersama St. Sistematika Tafsir Sistematika Tafsir karangan Mahmud Yunus susunannya diawali dengan pendahuluan yang di dalamnay dijabarkan tentang penulisan dan usaha yang ditempuh oleh Mahmud Yunus ketika beliau menterjemahkan dan menerbitkan al-Quran tersebut. seperti orang-orang yang bertaqwadan sifat-sifatnya……….I. 23. Tafsir al-Quran ini dibelakangi juga terdapat beberapa kesimpulan isi al-Quran. 16. M. Pelajaran Sembahyang. Fak. 4 Madzhab. mahasiswa/umum. 33. Metodik Khusu bahasa Arab. untuk tingkat Aliyah.3.10. orang-orang yang dimurkai dan orang – orang yang sesat………2. . 17. 35.. Juz Amma dan terjemahnya. 32. 34. untuk tingkat Aliyah.2-8.. untuk murid-murid SMP. 13. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Pkok-pokok Pendidikan/Pengajaran. dan seterusnya. 24. C. petunjuk atau pengajaran. untuk tingkat Aliyah. alBaqoroh hingga pada akhir surawt an-Naas (30 Juz)untuk dapat membuka mengetehui isi al-Quran ini dengan mudah. 21. Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik. Dasar-dasar Negara Islam. 27.. 28. kuliyah untuk dakwah. Tarbiyah / PGAA. untuk tingkat Aliyah.I. untuk anak-anak SD. Mahmud Aziz. 15. Fak. Perbandingan Agama. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. Setelah penaduhulan kemudian langsung kepada ayat al-Quran berupa terjemahan dan dibawahnya langsung dijelaskan tafsirnya yang diawali dengan surawt al-fatihah. 36. Ilyas M. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. kuliyah untuk kursus-kursus. Kumpulan Do’a. yang berhubungan dengan keimanan. 11. sebelum mengerjakan pekerjaan yang beik diucapkan Bismillah…. Ilmu Mustalahul Hadist. Moral Pembangunan dalam Alam. 20. untuk tingkat tsanawiyah. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. Manasik haji. untuk orang dewasa. 4 Madzhab. hokum-hukum. kita dapat membuka dan melihat pada halaman belakang yaitu Daftar Surat dan isi Tafsir alQuran Karim disini ditulis surat dan beberapa tema yang biasa di kaji beserta nomor urut halaman. Akhlaq (bahasa Indonesia). dan seterusnya. untuk tingkat Aliyah 19. Beriman dan Berbudi Perkerti. 12 Hukum Warisan dalam Islam. Kemudian seterusnya dihalaman belakang kitab terdapat daftar isi surat-surat al-Quran beserta nomor halaman yang memudahkan pembaca dalam pencarian surat seperti surat al-A’raf……. Ali. apabila mendapatkan nikmat diucapkan Alhamdulillah………I.

jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. karena ayat-ayat itu tafsir-menafsirkan dan jelas-menjelaskan antara satu dengan yang lain. tiga jilid. e). f). Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. tafsir al-Quran dengan al-Quran. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. seperti hadist Bukahri dan Muslim. bila mereka ijma’ atas semua tafsir. Tafsir dengan umum bahasa arab bagi Ahli Ilmu Lughah. Sumber-sumber Tafsir al-Quran Mahmud Yunus Setelah mempelajari: 1. Metode dan Corak Tafsir Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. F. g). bukan menurut pendapat dan pikirannya. b). suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. ini tidak dapat di muat diawal kitab. tapi khusus dengan menerangakan sebab-sebab turunnya sayat. .D. Tafsir al-Quran in sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. Tafsir dengan Ijtihad bagi Mujtahid. Fajrul Islam juz 1 hal 199 5. Zhurul Islam juz 2 hal 40-43 dan juz 3 hal 37 Dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumber-sumber tafsir itu tujuh: a). c). Tafsir dengan perkataan sahabat. Sekali-kali tidak boleh dengan hadist yagn Maudlu’ dan Dlo’if. Sistematika Penafsiran Dalam tafsir Mahmud Yunus ini telah dijelaskan sebelumnhy bahwa didalamnya dibelakangi kitab terdapat kesimpulan isi al-Quran. Tafsir at-Thabaryjuz 1 hal 42 2. Yafsir dengan hadist yang shahih. d). Selain dari pada itu ada lagi tafsir Akil menurut Syi’ah dan tafsir Shufi bagi ahli Tasawwuf. Al-Qasimy juz 1 hal 7 4. surat demi surat. E. kedua . Ibnu Katsir juz 1 hal 3 3. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. karena berhubung tafsir al-Quran in berubah halamanny adari cetakan yang lama ke percetakan yang beru dan karangan ini. Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. Hal ini menurut pendapat bahwa ijma’ itu hujjah. pertama dari juz 1 sampai dengan 10 n. Tafsir dengan tafsir Aqli bagi Mu’tazilah. Tafsir dengan perkataan tabi’in.

tapi jika mereka ditanya apa isi quran itu? Mereka tidak bias menjawab apa-apa. Jika orang yang mengeluarkan mutiara itu hanya memekai perkakas lama dan serba kurang. seperti cetakan yang lama. H. sehingga mudah mempelajarinya tanpa memeriksa ke halaman-halaman yagn lain. bahkan masih banyak lagi yang tersembunyi di sana sini. sedangakan lafadz yang lain dijelaskan arti kosa katanya. ? Teks al-Quran terjemahannya disusun sejajar dan setentang. serta mengajak teman sejawat. Jika selalu kita membaca al-Quran dan memperhatikan isinya. Sekarang dengan keluarnya “kesimpulan isi al-Quran “ ini. Tetapi apabila ia mempunyai perkakas yang modern serta sempurna. ? Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. Apabila orang-oarang islam menurut sebagaimana yang termaktub didalamnya itu. akhlaq. tentu ia dapat mengeluarkan sedikit saja. Meskipun sekarang telah kita usahakan mengeluarkan apa-apa yagn tersebut dalam kitab ini. Bahkan mahasiswa-mahasiswa dapat memperluas bahasa arabnya. bahwa mutiara yang ada dalam al-Quran itu telah habis. suatu lafadz dijelaskan arti kosakatakatanya. Saudara-saudara yang tidak sanggup membaca al-Quran dari awal sampai tamat. Maka bagitulah juga dalam mengeluarkan hukum-hukum dan ilmu pengetahuan dari dalam Quran itu. Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: . niscaya akan terbuka juga bagi kita rahasiarahasianya yang lain. Inilah kesimpulan isi al-Quran yang berhubungan dengan keimanan.. supaya bertambah kaimanan kita kepada Allah swt. hokum-hukum. serta mudah difahami oleh pembaca. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. Sebenarnya kaum Muslimin memuliakan dan menjunjung tinggi al-Qran . Sesunggunhnya mengeluarkan hukum-hukum atau ilmu pengetahuan dan yang lain-lain dari dalam al-Quran tak ubahnya seperti mengeluarkan mutiara dari dalam lautan. diterangkan dengan ijmal (kesimpulan) saja. Kesimpulan Tafsir al-Quran Mahmud Yunus ini mudah untuk dipelajari dan dipahami kaerna di dalamnya sudah kategori-kategori membuka kitab tafsir tersebut dan didalamnya juga terdapat beberapa kesimpulan yang memudahkan kita untuk mengetahui isi kandungan tafsir tersebut secara garis besar kesimpulan isi al-Quran. dan supaya bersih hati kita kita dari pada sifat yang tidak baik. meskipun beberapa ayat di tiap-tiap hari. supaya bersama-sama ke jurusan itu. ? Keterangan-keterangan ayat ditaruh dan diletakkan didalam ayat yang bersangkutan. sekurang-kurangnya hendanyalah dibacanya” kesimpulan isi al-Quran” ini. petunjuk/pelajaran.dalam tafsir Mahmud Yunus. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia. bahkan dijelaskan secara terperinci dengan memperlihatkan penggunaan istilah itu pada ayat-ayat yang lain. Dengan demikian mudah mengetahui nomornomor ayat al-Quran dalam teks bahasa arab dan terjemahanny adalam bahasa Indonesia. tentu mereka dapat menjawabnya. tentu ia menghasilkan mutiara yang amat banyak. Tetapi meskipun begitu. niscaya mereka akan mendapat kemajuan dan keselamatan dari dunia sampai akherat. ekonomi dan ilmu pengetahuan. G. setengahnya berupa masalah-masalah ilmiyah yang harus dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa. Keistimewaan Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus Adapun keistimewaannya adalah: ? Terjemahan al-Quran disusun baru. mutiara yang dalam lautan itu tidak juga akan habisn-habisnya. sedengkan lafadz yang lain dijelaskan arti globalnya karena mengadung suatu istilah. Oleh sebab itu hendaklah tiap-tiap orang islam membiasakan membaca al-Quran. Kedua aspek tersebut dijelskan ketika dianggap perlu atau kadang pula suatu ayat. Oleh sebab itu hendaknya tiap-tiap kita bersungguh-sungguh mengikutinya sekedar tenaga. tetapi janganlah kita sangka.

=> Abdul Ghofur. Demikian hukum islam. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Referensi: => Mahmud Yunus. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anakanaknya yang masih lemah (kecil). Ensiklopedi Islam .Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Tafsir al-Quran Mahmud Yunus. Studi Analisis Surah Al-‘An’am Ayat 74-79. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. berwasiat itu hukumnya sunnah. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Faham Tauhid Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Katsir. supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. => Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. bila ia meninggal dunia. Menurut islam.

Melihat sederet rujukan yang digunakan. Tafsir ini juga dapat digolongkan sebagai at-tafsir bil ra'y (tafsir berdasarkan ijtihad). Untuk membantu para pemula dalam membaca dan mendalami Al-Qur'an. Tafsir An Nur menggunakan dua metode sekaligus. kitab Tafsir An-Nur ini dilengkapi pula dengan transliterasi huruf ke Arab ke dalam huruf latin.M. Dapat pula digolongkan sebagai at-tafsir bil-ma'tsur (tafsir dengan riwayat). Teungku Muhammad (TM) Hasbi ashShiddiegy. tafsir Jami` al-Bayan karya ath-Thabari. Tafsir An-Nur pertama kali terbit pada tahun 1956. tampaknya T. tafsir al-Maraghi. Karenanya. yaitu penjelasan suatu ayat dengan ayat lain atau dengan hadits dan atsar yang shahih . seperti. Dalam kitab tafsir ini Hasbi ash-Shiddieqy banyak mengutip dari rujukan-rujukan mu`tabar (otoritatif). walaupun tidak semua ayat dijelaskan dengan metode tersebut. Tafsir ini mudah dicerna oleh semua golongan masyarakat. yaitu Prof. ***** . semisal. terlebih lagi ia mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam bidang ushul at-tafsir. Dr. dan dengan bentuk penyajian yang rinci. Tafsir al-Qur’an al`Azhim karya Ibnu Katsir. Hasbi ash-Shiddieqy menggarap karya tafsirnya ini dengan sangat serius. Tafsir inilah pula yang menjadi rujukan Terjemah Qur'an Departemen Agama yang pertama tahun 1952. tafsir al-Manar karya Muhammad Rasyid Ridha. ia juga merujuk kepada kitab-kitab induk hadis yang mu`tamad (dipercaya). dan atTafsir al-Kabir karya Fakhruddin ar-Razi. Tidak hanya tafsir klasik. dan kitab-kitab as-Sunan. tafsir al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari. yaitu ilmu yang mempelajari media-media yang diperlukan untuk menafsirkan al-Qur’an. dan tafsir al-Wadhih. tafsir al-Qurthubi. Ini adalah kitab tafsir lengkap pertama karya ulama ahli tafsir Indonesia yang diterbitkan di Indonesia. Sebut saja di antaranya. ayat per ayat dan surah per surah. wajar bila Tafsir an-Nur menjadi sebuah karya yang cukup diperhitungkan dan menjadi rujukan kalangan intelektual di Indonesia. Selain kitab-kitab tafsir. dan juga metode maudhu'i (tematik) karena sebelum menjelaskan tafsir suatu surah terlebih dahulu dijelaskan gambaran umum surah tersebut. yaitu mudhi'i tahlili karena dibuat berdasarkan urutan dan susunan Al-Qur'an. kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. dari para peneliti sampai para pemula. Pembahasan ayat disertai keterangan hadits. sebagai sebuah kitab tafsir yang ringkas namun lengkap. dan pendapat yang kuat. menjelaskan apa yang dimaksud tiap-tiap ayat.Tafsir Al-Qur'anul Majid atau yang lebih dikenal dengan nama TAFSIR AN-NUR ini adalah salah satu karya monumental ulama Indonesia asal Aceh. Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. dalil. tafsir ulama muta’akhkhirin juga menjadi sumber ash-Shiddieqy. tafsir al-Qasimi.

dia berhasil mendapatkan Syahadah Alimiyah dari alAzhar dan menjadi orang Indonesia kedua yang memperoleh predikat itu. Biografi Mahmud Yunus. Umumnya pembaruan Islam terwujud dalam dua bentuk. terutama berkat pandangan-pandangan yang dikemukakan sejumlah tokoh pembaru seperti Abdullah Ahmad serta Abdul Karim Amrullah. Kairo. Saat Mahmud belajar di Madras School antara tahun 1917-1923. karya-karyanya banyak dipergunakan di sekolah-sekolah khususnya di pesantren. Gurunya adalah kakeknya sendiri. dia merasa tidak betah lantaran seringnya pelajaran kelas sebelumnya diulangi. yang dilakukan oleh para alumni adalah gerakan purifikasi untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. Dalam bidang keilmuan Alquran. Namun saat duduk di kelas empat.[1] Bersama staf pengajar lainnya yang bergiat di gerakan pembaruan. Dia pun berkeinginan melanjutkan studi ke madrasah Dar al-Ulum yang . di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. Dia diminta untuk mewakili gurunya. Dia pun memutuskan pindah ke madrasah yang berada di Surau Tanjung Pauh bernama Madras School. Misalnya dalam karya Al-Munir. seorang tokoh pembaru Islam di Minangkabau. Sejarah mencatat HM Umar Thaib amat berpengaruh terhadap pembentukan keilmuan Mahmud Yunus.Mahmud Yunus adalah seorang tokoh pendidikan nasional. tahun 1908. purifikasi dan modernisasi. at-Tarbiyah wa at-Ta’lim yang juga terdiri dari tiga juz. Dia tidak pernah masuk ke sekolah umum. sebagai seorang yang mempunyai spesialisasi dalam bidang bahasa Arab. Karya ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Beberapa karyanya yang lain adalah seperti al-Fiqh al-Wadhih (fikih sederhana berbahasa Arab) yang terdiri dari 3 juz. Sumatera Barat. Mahmud Yunus mulai terlibat di gerakan pembaruan saat berlangsung rapat besar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. Salah satu kegiatan kelompok ini adalah menerbitkan majalah al-Basyir dengan Mahmud Yunus menjadi pemimpin redaksinya. Maksudnya agar para santri dapat juga memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut bagi peningkatan kesejahteraan umat dan perkembangan Islam. Di sana dia mempelajari ilmu ushul fiqh. Mahmud Yunus dikenal sebagai seorang tokoh pembaharu dalam metode pengajaran bahasa Arab. bahasa Eropa maupun ilmu pengetahuan umum. Ketika menginjak usia tujuh tahun (1906). Melalui karya-karya gurunya itu. Mahmud Yunus lahir di desa Sungayang. Mahmud Yunus dididik dalam lingkungan agama. tahun 1920 Mahmud membentuk perkumpulan pelajar Islam di Sungayang bernama Sumatera Thawalib. berbagai kendala dihadapi. Mahmud mulai belajar Alquran serta ibadah lainnya. Mahmud Yunus seorang murid yang cerdas. Tidak mudah untuk mewujudkan hasratnya itu. Mahmud dapat menyerap semangat pembaruan yang dibawa. ilmu tafsir. Hanya dalam tempo setahun. Beliau sendiri mempunyai karya yang berupa kamus Arab-Indonesia yang masih mudah didapatkan saat ini. Nah. fikih Hanafi dan sebagainya. Disebutkan dalam buku Tokoh dan Pemimpin Agama. B. Biografi Sosial-Intelektual. hari Sabtu 10 Pebruari 1899. Ayahnya bernama Yunus bin Incek menjadi pengajar surau yang dikelola sendiri. Tetapi dia merasa belum cukup dengan apa yang telah diperoleh lantaran peningkatan pengetahuan umumnya belum terpenuhi. Keluarganya adalah tokoh agama yang cukup terkemuka. Mahmud sempat selama tiga tahun menimba ilmu di sekolah desa. Interaksi yang kian intens dengan gerakan pembaru. Sejak kecil. asuhan HM Thaib Umar. tahun 1924. beliau berhasil menulis Tafsir Alquran al-Karim. ditekankan penguasaan pengetahuan umum serta bahasa Eropa. Namun pada akhirnya kegigihan Mahmud Yunus dapat mengantarkannya ke al-Azhar. Batusangkar. mendorongnya untuk menimba pengetahuan lebih jauh di Mesir. Karenanya para santri di surau/pesantren HM Umar Thaib diwajibkan mempelajari ilmu agama. Pertemuan itu secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran pembaruan Mahmud. Ibundanya bernama Hafsah binti Imam Samiun merupakan anak Engku Gadang M Tahir bin Ali. pendiri serta pengasuh surau di wilayah itu.

4. Sedangkan Normal Islam hanya menerima tamatan madrasah 7 tahun dan dimaksudkan untuk mendidik calon guru. atau apa yang dikatakan Rukun Iman. Kitab-kitabNya. Demikian pula di kementerian agama yakni dengan menjabat selaku Kepala Penghubung Pendidikan Agama. dia juga aktif di organisasi Islam antara lain menjadi salah satu anggota Minangkabau Raad. al-Jami'ah Islamiyah terpaksa ditutup tahun 1933. pembaruan Mahmud Yunus tak hanya menekankan penguasaan bahasa Arab. yakni al-Jami'ah Islamiyah di Sungayang dan Normal Islam di Padang. ilmu jiwa dan ilmu kesehatan. Berikut akan penulis sajikan pemikiran Mahmud Yunus yang tertuang dalam karyanya. Pada tahun 30-an. Dr. dia mendapat ijazah diploma guru dengan spesialisasi bidang ilmu kependidikan. dia kembali ke kampung halamannya di Sungayang Batusangkar. Beliau menyatakan seperti berikut: "Iman (percaya) yaitu: Beriman kepada: 1. Tahun 1909 Abdullah Ahmad sudah mengajarkan berhitung. Semua mahasiswanya berkebangsaan Mesir. Tahun 1982. yakni pemikiran yang bercorak aliran al-Qadariyah dalam masalah takdir Prof.memang mengajarkan pengetahuan umum. Pada tahun 1982. Hari yang kemudian atau kiamat (surat al-Baqarah: 285) . ilmu mengajar. pengetahuan umum. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. dan tata buku. Mahmud Yunus telah menulis di dalam kitabnya Tafsir Quran Karim" mengenai iman. Pada bidang pengajaran bahasa Arab. Tahun 1929. Lantas tahun 1943 dipilih menjadi Penasehat Residen mewakili Majelis Islam Tinggi. Sepanjang hidupnya. Pengajaran pengetahuan umum di sekolahnya sebenarnya tidaklah baru. Ilmu yang diajarkan berupa ilmu agama. bahasa Eropa di Adabiyah School. hitung dagang. 2. Awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. Karena kekurangan tenaga pengajar. namun juga menunjukkan bagaimana secara didaktis-metodis modern para siswa menguasai bahasa tersebut dengan cepat dan mudah. Allah. Dua penekanan dalam pembaruan Mahmud Yunus di lembaga pendidikannya yakni pengenalan pengetahuan umum dan pembaruan pengajaran bahasa Arab. Mahmud Yunus meninggal dunia[2] B. Tercatat dia menjadi orang Indonesia pertama yang masuk Dar al-Ulum. Setelah itu. Kuliah Mahmud Yunus berakhir dengan lancar. Ini amat menggembirakan Mahmud Yunus yang lantas mendirikan dua lembaga pendidikan Islam. Malaekat-malaekatNya. Gerakan pembaruan di Minangkabau saat itu makin berkembang. Di kedua lembaga inilah dia menerapkan pengetahun dan pengalaman yang didapatnya di Dar al-Ulum. tahun 1931. mulai 1931-1938 dan 1942 dan 1946. Dia memimpin Normal Islam selama 11 tahun. dia memperoleh gelar doctor honoris causa di bidang ilmu tarbiyah dari IAIN Jakarta atas karya-karyanya dan jasanya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. H. Dia dimasukkan sebagai mahasiswa di kelas bagian malam (qiyam lail). Pemikiran Mahmud Yunus Dalam Tafsir Alquran al-Karim. 5. kecuali Mahmud Yunus. Rasul-rasulNya. Mahmud Yunus kemudian meneguhkan diri untuk mengikuti seluruh persyaratan yang diminta dan terbukti mampu memenuhi. bahasa Arab. Sementara Mahmud menambahkan beberapa pelajaran umum semisal ilmu alam. 3. Kairo.

dan kemudian. yang keenam. Dia mencipta manusia dan jin untuk menyembah-Nya. terlebih dahulu. yang baik. neraka baginya di akhirat kelak.w." (QS an-Nahl:33) Memang benar kata orang-orang yang percaya kepada takdir yaitu semuanya datang dari Allah. setelah diizinkan-Nya. ingin ditegaskan bahwa rukun yang kelima seperti yang dicatat itu. Ajaran percaya kepada taqdir telah mengelirukan sesetengah umat Islam. atau memilih untuk tidak percaya kepadanya. Namun.a.) Sebelum diteruskan tulisan di sini." Justru. Kepercayaan tersebut adalah penyimpangan dalam Islam. Di dalam Alquran disebutkan: ‫نو ي‬ ِ‫شش ُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫هش ُم‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫كنا ِل‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫مششنا‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ثنوا ُم‬ ُ‫غششنا نو‬ َ) ‫ي‬ ُ‫ثنوا نو‬ ُ‫غثي نو‬ ِ‫ت ُم‬ َ) ‫سش‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ن‬ ْ‫إ ِل‬ ِ‫وُم‬ َ) ‫هنا‬ َ) ‫ق‬ ُ‫د نو‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫سش‬ ُ‫م نو‬ ْ‫هش ِل‬ ِ‫ب ُم‬ ِ‫ط ُم‬ َ) ‫حششنا‬ َ) ‫أ‬ َ) ‫را‬ ً‫نششنا ا‬ َ) ‫ن‬ َ) ‫مثي‬ ِ‫ل ُم‬ ِ‫ظشناُم‬ َّ‫لل ه‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫د‬ ْ‫ت ِل‬ َ) ‫ع‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننا‬ َّ‫إه‬ ِ‫ر ُم‬ ْ‫ف ِل‬ ُ‫ك نو‬ ْ‫ثي ِل‬ َ)‫ل‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ؤ ُم‬ ْ‫ثي ِل‬ ُ‫لنو‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫ف‬ َ) ‫م‬ ْ‫ك ِل‬ ُ‫ب نو‬ ِّ‫رك‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُّ ‫ح‬ َ) ‫ل‬ ْ‫ل ا ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُ‫و نو‬ َ) 29)‫قنا‬ ً‫ف ا‬ َ) ‫ت‬ َ) ‫ر‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ت نو‬ ْ‫ء ِل‬ َ) ‫سنا‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ب‬ ُ‫را نو‬ َ) ‫ش‬ َّ‫س ال ه‬ َ) ‫ئ‬ ْ‫ب ِل‬ ِ‫ه ُم‬ َ) ‫جنو‬ ُ‫نو نو‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫)ا ِل‬ "Katakanlah.'" (QS al-Kahfi: 29) Contoh kedua ialah dalam masalah buah-buahan dan anggur yang Dia rezekikan. Percaya kepada taqdir (dalam hadits Nabi s. dan rezeki yang baik. Kuasa untuk memilih itu agak jelas ditunjukkan apabila Dia menurunkan yang benar. tetapi diri-diri mereka sendiri mereka menzalimkan. Di samping itu. Dengan itu. kamu mengambil daripadanya minuman yang memabukkan.w. Hal ini disebutkan dalam Alquran: ‫ننا‬ ً‫س ا‬ َ) ‫ح‬ َ) ‫قنا‬ ً‫ز ا‬ ْ‫ر ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) ‫را‬ ً‫ك ا‬ َ) ‫س‬ َ) ‫ه‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ن ُم‬ َ) ‫ذو‬ ُ‫خ نو‬ ِ‫ت ُم‬ َّ‫ت ه‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫ع‬ ْ‫ل ِل‬ ْ‫وا )َِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫خثي ُم‬ ِ‫ن ُم‬ َّ‫ت ال ه‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫م‬ َ) ‫ث‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) "Dan daripada buah-buahan palma dan anggur. Maka. manusia diberi kuasa memilih. atau. itu adalah karena Allah sudah takdirkan baginya . (QS al-Qamar: 49). penentuan dari Allah.a. Takdir adalah (takdirullah) sesuatu yang ditentukan oleh Allah terlebih dahulu. diajar oleh "hadits Nabi s. rukun yang keenam. karena bertentangan dengan sifat dan ajaran Allah yang sebenarnnya. percaya kepada takdir artinya percaya bahwa segala-galanya sudah ditentukan oleh Allah terlebih dahulu." (QS an-Nahl: 67) lalu bolehkah orang yang mabuk berkata kemudian bahwa dia menjadi seorang pemabuk karena Allah telah menakdirkannya demikian? dia telah diberi pilihan untuk mengambil "rezeki yang baik" dari buah-buahan tersebut! . percaya. Ayat tersebut ada pada an-Nisa:136. Allah sudah tentukan. Dia tidak mencipta segala sesuatu tanpa menurut ukuran tertentu.atau. lima daripada enam rukun iman itu telah diajar oleh Allah. Sehingga ada yang percaya seperti.6. tidak percaya. yang terakhir. tidak didapati tercatat di dalam ayat al-Baqarah tersebut. 'Yang benar adalah daripada Pemelihara kamu. dan hendaklah sesiapa yang menghendaki. adalah tambahan kepada ajaran Allah. Percaya kepada taqdir. 49)‫ر‬ ٍ)4 ‫د‬ َ) ‫ق‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ه ُم‬ ُ‫ننا نو‬ َ) ‫ق‬ ْ‫ل ِل‬ َ)‫خ‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫ي‬ ْ‫ش ِل‬ َ) ‫ل‬ َّ‫ك ه‬ ُ‫ننا نو‬ َّ‫إ ه‬ ِ‫)ُم‬ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. apakah seseorang mau menyembah-Nya atau tidak. maka hendaklah sesiapa yang menghendaki. memberi kebebasan kepada manusia untuk percaya kepadanya. maupun yang buruk. jika mereka dimasukkan ke dalam neraka. Manusia diizinkan-Nya membuat minuman yang baik dan yang memabukkan. Dai dalam Alquran disebutkan: 33)‫ن‬ َ) ‫منو‬ ُ‫ل نو‬ ِ‫ظُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫م‬ ْ‫ه ِل‬ ُ‫س نو‬ َ) ‫ف‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننوا‬ ُ‫كنا نو‬ َ) ‫ن‬ ْ‫ك ِل‬ ِ‫ل ُم‬ َ)‫و‬ َ) ‫لل‬ ُ‫م ا نو‬ َّ‫ه‬ ُ‫ه نو‬ ُ‫م نو‬ َ) ‫ل‬ َ)‫ظ‬ َ) ‫منا‬ َ) ‫و‬ َ) ) "Allah tidak menzalimi mereka. Seolah-olah mempercayai Tuhan itu zalim. Dan.

2. mereka tidak bisa beralasan dengan mengatakan bahwa telah menakdirkan mereka untuk masuk neraka. 3. Percaya kepada Takdir bukanlah rukun iman dalam Islam. Jadi. kepada manusia untuk dipakai semasa menggunakan kuasa memilih tersebut. Mereka yang tidak menggunakan ketiga-tiga potensi itu akan dimasukkan ke dalam Jahanam. Tafsir Alquran al-Karim karya Mahmud Yunus ini adalah tafsir ijmali yakni hanya menafsirkan ayat secara global saja. kemudian.Ayat itu juga menyebut mengenai kaum yang memahami. . Dari ayat yang menceritakan tentang peristiwa tersebut. Pembaharu Pemikiran. dapat dikatakan bahwa karyanya ini merupakan tafsir bir-ra’yi[4] meskipun ada banyak sumber yang berupa riwayat-riwayat dipergunakan sebagai penafsir bagi ayat-ayat tertentu. mengenai kepercayaan tersebut. Namun pada beberapa ayat. yang kononnya telah disabdakan oleh Nabi. Mahmud Yunus juga merupakan seorang pembaharu pemikiran ummat muslimin. seperti yang telah dinyatakan oleh Prof. sehingga mereka berdua melanggar perintah Allah. Tafsir Alquran al-Karim: Kajian Kritis. seperti yang diajar oleh hadis. Di Jahanam nanti. Karena itu. Mahmud Yunus merupakan seorang tokoh pendidikan. Malah. ajaran Percaya kepada takdir memang tidak dianjurkan Allah. Semua hadis yang menyatakan ajaran tersebut pada dasarnya dapat dibantah karena bertentangan dengan ajaran Alquran itu sendiri. Metode-metode yang dibangun oleh beliau sangat berpengaruh dalam pendidikan bahasa Arab di Indonesia. tidak kelihatan bahwa Allah telah menentukan terlebih dahulu bahwa Adam dan isteri akan makan daripada pohon tertentu. Terlepas dari pengaruhnya terhadap pemikiran ummat muslimin. Tahlili atau Ijmali[5] Pada dasarnya. beliau memberikan perhatian lebih hingga terlihat corak penafsiran tahlilil. Mahmud Yunus. yang juga merupakan salah satu karunia terbesar Allah swt. Namun selain itu ternyata dalam pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya Tafsir Alquran al-Karim.[3] C. Akan tetapi. 1. Potensi lain adalah penglihatan dan pendengaran. Mahmud Yunus menginginkan Ummat Islam sebagai ummat yang dinamis yang tidak hanya bersandar kepada takdir seperti yang banyak diyakini oleh ummat Islam pada masanya. Adam dan isterinya telah dapat diperdaya oleh Syetan. meminta ampun serta bertaubat kepada Allah. atau yang menggunakan akal fikiran. Bila melihat sumber penafsiran yang digunakan di dalam Tafsir Alquran al-Karim. Memang benar juga kata mereka yang percaya kepada takdir bahwa Allah mengetahui segala-galanya. Bukti terakhir untuk menunjukkan bahwa Allah tidak menentukan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kepada seseorang. Dia mengetahui bahwa seseorang itu akan ditimpa keburukan. Di dalam kitab-kitab hadis terdapat beberapa buah hadis. Oleh yang demikian. Akan tetapi. dan pembaharu dalam pendidikan. Corak bir-Ra’yi dan bil-Ma’tsur. wajarlah ia ditolak. ajaran tersebut bertentangan dengan kehendak-Nya Ajaran yang bertentangan dengan ajaran Allah itu datang dari hadis. Corak pemikiran al-Qadariyah ini memang sungguh kental pada pemikiran beliau. tetapi keburukan yang menimpa orang itu merupakan akibat dari usahanya sendiri. mereka berdua. ialah kejadian Adam. mengetahui dan menentukan sesuatu adalah dua perkara yang jauh berbeda. Dr.

akan tetapi hadis tersebut menurut beliau lemah karena bertentangan dengan Alquran. Dalam bidang tafisr. Beliau beranggapan bahwa iman terhadap qada dan qadar bukanlah termasuk dari rukun iman karena tidak didapatkan dalam Alquran dan banyak ayat-ayat yang menentangnya. beliau menulis Tafsir Alquran al-Karim. Salah satu pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya ini adalah gugatan terhadap kepercayaan yang berlebihan akan takdir.D. Kepercayaan ini didapatkan dalam hadis. Penekanannya terhadap penolakan kepercayaan takdir merupakan antisipasi terhadap statisnya dinamika kehidupan ummat Islam. Penutup. . Yang merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Mahmud Yunus lebih dikenal sebagai tokoh pendidikan yang mempunyai spesialiasi dalam bidang ilmu Bahasa Arab.

Beliau memiliki kepekaran [ . Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden.M Hasbi ash Shiddieqy menggunakan metode tersendiri dalam menyusun dan mengolah Tafsir al-Bayan dan mempunyai kelainan dengan karya yang pertamanya. [1] 2.M Hasbi ash Shiddieqy merupakan seorang ulama’ Indonesia yang terkenal. T. Khidmatnya masih digunakan sehingga ke hari ini. Menurut salasilah. Dr. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. T.Tafsir al-Bayan oleh Prof. Hasil karya ini terdiri daripada dua jilid dan merupakan karya kedua beliau selepas Tafsir an-Nur.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad iaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . T.M Hasbi ash Shiddieqy PENDAHULUAN Tafsir al-Bayan merupakan sebuah kitab tafsir yang unggul di rantau ini. Dikarang oleh tokoh agung yang tidak asing lagi iaitu Prof. Pada tahun 1926 T. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun.M Hasbi ash Shiddieqy. Dr. Jelasnya. kitab tafsir ini banyak memberi sumbangan terhadap pengajian dan pembelajaran Ulum al-Qur’an di Nusantara. Kitab ini juga mempunyai keistemewaan dan perbezaan yang tersendiri berbanding dengan kitab-kitab tafsir lain. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . Kitab ini dinamakan Tafsir al-Bayan diambil sempena ayat al-Qur’an. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. Cetakan pertamanya ialah pada tahun 1971 yang diterbitkan PT. Tafsir al-Bayan adalah kitab tafsir dan terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang di hasilkan pengarang seawal tahun 60-an lagi. Prof. Frman Allah s. Almaarif. KELAHIRAN DAN LATAR BELAKANG KELUARGA Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dilahirkan di Lhokseumawe pada 10 March 1904. Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud.Disertasi Ilmiah 4 . KEILMUAN T. Dr. PENDIDIKAN Prof. surah Ali ‘Imran ayat 138.Beliau mempelajari bahasa Arab daripada gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali.w. 3. dengan ukuran 15 x 22 cm. Bandung. Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) iaitu khalifah yang pertama. BIOGRAFI PENGARANG 1. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. seorang ulama’ berbangsa Arab.t : ‫نثيقتملل ﺔﻆعنوم نو ﻯدﻫنو ﺱنانلل ننايب‬ Yang bererti: “Al-Qur’an adalah penerangan (penjelasan) bagi seluruh manusia dan nasihat bagi mereka yang bertakwa” Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”.

Malik. Di antara mereka yang terkenal adalah imam-imam mujtahid mazhab empat iaitu Abu Hanifah. hadith. Menurut Hasbi ash Shiddieqy. KETOKOHAN T. 6. Anugerah tersebut diperolehi dari Universiti Islam Bandung dan (UMSBA) pada 22 March 1975. Beliau turut menganggotai Organisasi Muhammadiyah. Namun begitu begitu. T. Selama ini terdapat masyarakat Indonesia yang yang cenderung menganggap fiqh sebagai syariat. Akibatnya.. baik dalam hubungannya dengan sesama manusia mahupun hubungan dengan Tuhannya. Beliau mula bergerak di Acheh dalam lingkungan masyarakat fanatik. Hasbi masih meneruskan perjuangannya walaupun beliau dimusuhi oleh pihak yang tidak bersefahaman dengannya. Sebagai alternatif terhadap sikap tersebut. Banyak kitab fiqh yang ditulis oleh ulama’ mujtahid. Namun begitu. Ruang lingkupnya mencakupi semua aspek kehidupan manusia. kebanyakan umat Islam. hukum fiqh yang dianuti oleh masyarakat Islam Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan keperibadian bangsa Indonesia. difahami oleh umat Islam melalui metode ijtihad untuk diadaptasikan setiap perkembangan yang berlaku dalam masyarakat. Kepakaran beliau dalam pengetahuan Islam dan pengiktirafan ketokohannya sebagai ulama’ dapat dilihat dari beberapa gelaran doktor (honoris cause) yang diterimanya seperti dari Universiti Islam Bandung pada 22 March 1975 dan dari IAIN Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. tafsir. al-Syafi’i dan Ahmad ibn Hanbal.M Hasbi ash Shiddieqy menetap di Yogyakarta pada tahun 1951 dan melibatkan diri secara serius dalam bidang pendidikan. Tentu sahaja hal ini berbeza dengan keadaan masyrakat kita sekarang. umat Islam harus mencipta hukum fiqh yang sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia. beliau mencadangkan gagasan perumusan kembali fiqh Islam yang berkeperibadian Indonesia. Beliau menyandang jawatan ini hingga tahun 1972. Mereka terlalu berkecenderungan mengikut mazhab imam-imam tersebut. pada tahun 1960. Sebelum itu.M Hasbi ash Shiddieqy telah dianugerahkan dua gelaran Doctor Honoris Cause sebagai penghargaan di atas jasa-jasanya terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan keislaman Indonesia. PENGLIBATAN POLITIK DAN ORGANISASI Pada zaman demokrasi liberal T. walaupun kadang-kadang pendapat imam mazhab tersebut ada yang perlu diteliti dan dikaji dengan konteks terkini. 4. Kemampuannya sebagai seorang intlektual diakui dunia antarabangsa. Ijtihad inilah yang kemudiannya melahirkan fiqh. kerana hasil ijtihad mereka tidak terlepas dari situasi dan keadaan sosial budaya serta lingkungan geografik. 5. kitab-kitab fiqh yang ditulis oleh imamimam mazhab diambil sebagai sumber syariat. dan dari IAIN Sunan KalijagaYogyakarta pada 29 Oktober 1975.M Hasbi ash Shiddieqy pernah diundang dan menyampaikan makalah dalam International Islamic Colloquium yang diadakan di Lahore Pakistan (1958). khususnya di Indonesia tidak membezakan antara syariat asal dari Allah swt dan fiqh yang merupakan ijtihad ulama’ terhadap syariat tersebut. sesuai dengan perkembangan masa dan tempat. Pada tahun 1960 beliau diangkat menjadi dekan di Fakulti Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. dan ilmu kalam. tidak beerti ijtihad ulama’ terdahulu harus . beliau diangkat sebagai ketua dalam bidang ilmu hadith di IAIN Sunan Kalijaga. Pendidikan yang diterimanya dari pondok-pondok pengajian dan Madrasah al-Irsyad mampu menyerlahkan dirinya sebagai seorang pemikir. Menurutnya. Hasbi ash Shiddieqy berpendirian bahawa syariat Islam bersifat dinamik. T. Menurutnya. Syariat Islam yang bersumbekan wahyu Allah swt.M Hasbi ash Shiddieqy terlibat secara langsung dalam Parti Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) dan mewakilinya dalam perdebatan ideologi di Konstituante. PEMIKIRAN Seperti ulama’ lain.dalam bidang ilmu fiqh dan usul fiqh.

Pertama: Ijtihad dengan mengklasifikasi hukum-hukum keluaran ulama’ mazhab terdahulu. tetapi juga terdiri dari pelbagai kalangan muslim yang lain seperti. ada tiga bentuk ijtihad yang perlu dilakukan. Untuk usaha ini. istihsan. Rum di hari pengkebumiannnya.M Hasbi ash Shiddieqy kembali ke rahmatullah tanggal 9 Disember 1975 ketika dalam membuat persiapan untuk menunaikan ibadah haji. Pengarang menyatakan sebab-sebab penulisan tafsir ini adalah untuk menyempurnakan sistem penterjemahan yang terdapat dalam Tafsir An-Nur karya pertamanya dalam bidang ini. sarjana. tetapi harus diteliti dan dipelajari secara bebas. Ketiga: Ijtihad dengan mencari hukum-hukum terhadap masalah kontemporari yang timbul akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. kritis dan terlepas dari sikap fanatik. Mereka yang duduk dalam lembaga ijtihad masing-masing berusaha memberi buah fikiran yang sesuai dengan keahlian dan dan disiplin ilmu.maka pendekatan yang dilakukan untuk mengatasinya tidak boleh dikhususkan hanya pada bidang-bidang tertentu sahaja. Oleh kerana itu. menurut beliau berubah sesuai dengan perubahan masa dan keadaan masyarakat. Hasbi ash Shiddieqy menawarkan gagasan ijtihad jama’i.M hasbi ash Shiddieqy dalam bidang pentafsiran al-Qur’an selepas karyanya yang pertama iaitu Tafsir An-Nur yang diterbitkan pada tahun 1956. hadith. untuk menuju fiqh Islam yang berwawasan ke Indonesiaan. ulama’ harus mengembangkan dan menggalakkan ijtihad. Juga pengarang mendapati bahawa terjemahan-terjemahan al-Qur’an yang beredar ditengah-tengah masyarakat perlu dikaji [ [ . pengarang menulis: “Dengan inayah Allah Taala dan taufiq-Nya. PENGENALAN KITAB TAFSIR AL-BAYAN Tafsir al-Bayan merupakan hasil karya ke dua yang dikarang oleh Prof. pendapat ulama’ dari mazhab manapun. tertarik pula hati saya kepada menyusun al-Bayan”[3]. Beliau dimakamkan di permakaman IAIN Ciputat Jakarta. Disebabkan kompleksnya permasalahan yang terjadi akibat daripada kemajuan. yang bertarikh Yokyakarta: 21 Mei 1966. Hasbi ash Shiddieqy berpendapat bahawa pintu ijtihad tidak pernah tertutup.M Hasbi telah menghasilkan 72 judul buku dan 50 artikel dalam bidang tafsir. ijtihad tidak dapat dilaksanakan dengan efektif jika dilakukan secara individu. Dengan demikian. asalkan sesuai dan relevan dengan situasi masyarakat Indonesia dapat diterima dan diterapkan.Dianggotai bukan hanya golongan ulama’. masalah mursalah dan urf. dan ahli politik yang mempunyai visi dan wawasan terhadap permasalahan umat Islam. T. ahli ekonomi. setelah saya selesai dari menyusun Tafsir An-Nur yang menterjemahkan ayat dan menafsirkannya. Dengan demikian. Hukum ini.dibuang sama sekali. Dalam gagasan ijtihad ini memandang metodologi pengambilan dan penetapan hukum (istinbat) yang telah dirumuskan oleh para ulama’ seperti qias. Moh. Ini bertujuan agar dapat memilih pendapat yang masih sesuai untuk diterapkan dalam masyarakat. fiqh dan pedoman ibadah. HASIL KARYA Semasa hayatnya T. budayawan. [2] Pada Muqaddimah tafsir ini. Kedua: Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum yang semata-mata didasarkan pada adat kebiasaan dan suasana masyarakat di mana hukum itu berkembang. rumusan ijtihad yang diputuskan oleh lembaga ini lebih mendekati kebenaran dan lebih sesuai dengan tuntutan situasi dan kemaslahatan masyarakat. Menurutnya. kerana ijtihad adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan dari semasa ke semasa. Turut hadir almarhum Hamka dan almarhum Mr. KEWAFATAN T.

dan ditinjau semula. 1. Bagi jilid ke dua Tafsir al-Bayan ini. Jakarta. Kesemua terjemahan dan tafsiran bagi jilid pertama mengandungi 789 muka surat. Di kesempatan ini. nyatalah bahawa banyak terjemahan kalimat yang perlu ditinjau dan disempurnakan. Kitab yang ada ditangan penulis ini mudah-mudahan membawa manfaat kepada seluruh masyarakat Islam atas usaha-usaha mereka yang murni lagi suci. Pendahuluan Segala puji bagi Allah yang telah berfirman dalam kitabNya yang mulia: [ 6‫]قد جشناءكم من الل ننور وكتشب مبثين‬ “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. [ [ [ .a. walaupun tidak secara mendalam tetapi cukup sebagai satu kepuasan dalam diri.w telah bersabda: ‫خثيركم من تعلم القرءان وعلمه‬ “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan yang mengajarkannya. dimulai dari surah al-Kahf ayat ke 75 dan berakhir dengan surah al-Nas bersama terjemahan dan tafsirannya yang terkandung dalam muka surat 789 sehingga 1604[5]. penulis cuba meninjau kaedah-kaedah yang digunakan oleh penterjemah terhadap kitab ini. serta meneliti secara tekun terjemahan-terjemahan itu. dengan ukuran 15 x 22 cm. Bentuk masyarakat yang berbagai memerlukan kepada kaedah dakwah yang pelbagai.” Dan Nabi Muhammad s. Pengenalan Kitab Nama Kitab : Al-Quran dan Terjemahnya (Indonesia) Penterjemah : Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir Al-Quran. Oleh karananya. mudah-mudahan ada baiknya untuk masyarakat Islam keseluruhannya.” ( Al-Hadith ) Atas dasar itu penulis merasa satu kenikmatan dan ketenangan apabila terlibat dalam tugas ini. Cetakan pertama kitab tafsir ini ialah pada tahun 1971 melalui terbitan PT Almaarif Bandung. Penterjemahan yang salah pula membawa kepada kepada kesalahfahaman masyarakat terhadap isi kandungan al-Quran yang akhirnya menjejaskan akidah mereka. saya menyusun sebuah terjemah yang lain dari yang sudah-sudah”[4] Karyanya yang kedua ini juga merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang diperkirakan dihasilkan oleh pengarang pada awal tahun 60-an lagi. Apatah lagi mengkaji kandungan kitab suci al-Quran.segala usaha peterjemahan sepatutnya diberi sokongan penuh kerana usaha mereka terlalu mulia di sisi Islam. dengan memohon taufiq daripada Allah Taala. 2. Oleh itu. Pengarang berkata di dalam kitab tafsirnya: “Maka setelah saya memerhatikan perkembangan penterjemahan al-Qur’an akhir-akhir ini. Cetakan : Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif. Jilid pertama mengandungi nas-nas ayat al-Qur’an bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan ayat 75 surah al-Kahf. Kitab ini terdiri dari dua jilid. Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”. Penterjemahan al-Quran merupakan salah satu cara dakwah yang kesannya cukup mendalam terhadap sesebuah masyarakat kerana isi kandungannya lebih mudah difahami.

Soenarjo S. Bapanya pula bernama al-Hajj Teungku Muhammad Husen bin Muhammad Mas‘ud. Toha Jahya Omar. 3. Setelah itu belajar di sekolah kerajaan iaitu sekolah al-Irsyad selama satu setengah tahun. Latarbelakang Keluarga : Keluarganya tergolong dari kalangan ulama pejabat. Gani. K. 11. H. Latarbelakang Pendidikan : Beliau mula belajar ketika berusia lapan tahun di beberapa sekolah-sekolah pondok. Cetusan ini telah menimbulkan polemik yang hebat di kalangan para ulamak sezamannya hingga sekarang. (Ketua) 2. Bustami A. 3. ( 1418H ) Bil. Drs. dipenjara dan sebagainya. walaupun kerananya ia dimusuhi. Hasbi Ashshiddiqi Nama : Muhammad Hasbi Ashshiddiqi. Musaddad. 8. A. Prof. H. menerbit dan mengedarkan Kitab Tafsir al-Quran dan Terjemahnya kepada masyarakat Islam setempat dan sekitarnya. Busjairi Madjidi. Walaupun tempoh beliau belajar sedikit tetapi dapat dilihat dari keperibadiannya sebagai seorang pemikir yang hebat. Kamal Muchtar. 9. H. Keturunan : Beliau berdarah campuran Arab. T. A. 5. A. H. Hasbi Ashshiddiqi. Ibunya bernama Teungku Amrah yang merupakan puteri kepada Teungku Abdu Aziz.Medinah Munawwarah. Beliau adalah Prof.1 Biodata Prof. Beliau berani dalam mengutarakan pendapatnya. H. Mereka itu ialah: 1. 10. H. Menurutnya silsilah yang diketahui beliau adalah keturunan ketiga puluh tujuh dari Khalifah Abu Bakr al-Siddiq. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal dan diasuh oleh neneknya yang bernama Teungku Syamsiyah.M. H. Jilid : 1 Jilid 3. 4. M. Prof. M. pemangku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi. Pada tahun 1958.[7] Di antara kesebelasan anggota di atas. Beliau adalah orang pertama yang menimbulkan isu perlunya kepada kekinian fiqh yang berkepribadian Indonesia atau istilahnya sebagai “Fiqh Indonesia”. Prof. K. Dr. H. 7. Ali Maksum. R. Prof. beliau dijemput untuk membentangkan kertaskerja dalam SeminarIslam Antarabangsa di Lahore Pakistan. Saudi Arabia. Prof. Gazali Thaib. penulis ingin mengenengahkan salah seorang tokoh untuk ditonjolkan latarbelakangnya. Keintelektualannya diiktiraf dunia. Muchtar Jahya. Hasbi Ashshiddiqi. T. Mukti Ali. 6. Tarikh dan Tempat Lahir : Dilahirkan pada 10 Mac 1904 di Lhokseumawe yang terletak di Acheh Utara. M. T. Terjemahan ini mengambil masa lapan tahun (1964-1971) untuk disempurnakan oleh anggota “Dewan Penterjemah” seramai sebelas orang yang terdiri dari kalangan tokoh-tokoh ulama terkenal. Latarbelakang Penterjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir al-Quran merupakan satu badan yang dipertanggungjawabkan oleh Menteri Agama untuk menterjemah. Drs. H. Karya-karya Yang Dihasilkan : Beliau telah menghasilkan karya-karya dalam bidang [ .

7. Al-Islam. Al-Tafsir al-Kabir.[8] 4. Al-Fayruz Abadi. Ternyata penterjemah mengambil rujukan dari kitab-kitab yang muktabar dan pelbagai dan bilangannya sebanyak 105 buah kitab. The Holy Qur’an. Bilangan karyanya mencapai 72 buah buku dan 50 artikel. 3. ‘Ali ‘Abd Allah Yusuf. Al-Tabari. Mutiara Hadith. Metodologi Penulisan Mukadimah Ia dibahagikan kepada enam bab utama. Gelaran itu ialah Doctor Honoris Causa yang diperoleh dari dua institusi pengajian tinggi di Indonesia. Anugerah ini diberikan sebagai jasa-jasa beliau terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan pengetahuan keislaman di Indonesia. 3. 2. Antara rujukannya seperti.tafsir. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadith. Fiqhul Mawarith 6. Al-Kasysyaf. Sebagai contoh. Jami‘ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an. Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas. Bab Dua : Nabi Muhammad sallallahu ‘alayhi wa sallam. 5. 1. Bab Satu : Sejarah al-Quran. Al-Fakhr al-Razi. aa . 4.[10] Transliterasi yang digunakan mengikut kaedah Indonesia. Pedoman Shalat 8. Th = ‫ط‬ 3. Pedoman Puasa. Bab Lima : Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan. Dh = ‫ض‬ 2.sebagai tanda bacaan fathah yang panjang. [ [ [ . hadith. 4. 2. Bab Tiga : Kandungan al-Quran. fiqh dan panduan ibadah umum. Sh = ‫ص‬ 4. Gelaran Yang Diterima : Beliau memperoleh dua gelaran sepanjang hidupnya. Kriteria Antara Sunnah dan Bid’ah. Institusi yang pertama ialah Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada 22 Mac 1975 dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29 Oktober 1975. 5. Antaranya seperti: 1. Bab Enam : Keutamaan Membaca al-Quran dan Cara Bacaannya. Kembali Ke Rahmatullah : Beliau meninggal pada 9 Disember 1975 dan dikebumikan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. 1. Al-Zamakhsyari. Tafsir al-Quran an-Nur. Bab Empat : Al-Quran Sebagai Mukjizat.[9] Bibliografi diletakkan selepas membicarakan bab-bab di atas.

1. al-Nas dan sebagainya. pengkategorian al-Makki atau al-Madani.[11] Sebelum penterjemahan pada setiap surah dibuat. pendefinisian nama pada setiap surah. 3. Adapun yang paling sedikit sekali ialah satu tajuk seperti surah al-Ikhlas. sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula”. Setiap tajuk itu pula terdapat tajuk-tajuk kecil sebagai pendetilan tajuk-tajuk besar tersebut. kecuali surah al-Fatihah dengan tidak ditulis tajuk padanya. Ia dimulai dengan tajuk “JANJI PRASETIA KEPADA ALLAH DAN PENYEMPURNAAN AGAMA ISLAM” dan diakhiri dengan tajuk “BEBERAPA KISAH TENTANG ISA A. Secara umumnya. Contoh-contoh perkara di atas dapat dilihat dalam kitab ini seperti.”. Teknik penulisan terjemahan dalam kitab ini adalah secara bersebelahan antara ayat dan terjemahan pada setiap lembaran. 2. Golongan Kafir. Pendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat: Dalam menhuraikan maksud ayat 5 surah al-Anfal. ialah berdasarkan ‘tahlili mawdu‘i’. Golongan Munafik. nama-nama lain bagi surah dan topik-topik penting yang dibincangkan pada keseluruhan surah. Penjelasan pada nota kaki ini boleh dikatakan sebagai ‘tahlili’ kerana ia meliputi dari segi pendapatpendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat. 2. 4. Kisah-kisah: Bahagian ini memberikan gambaran ringkas mengenai kisah yang terdapat pada surah. ii . Manakala pendapat al-Tabari: “Keluar dari rumah dengan maksud berperang”. Penterjemah membahagikan kepada tajuk-tajuk penting yang ada pada setiap surah dengan ditulis secara huruf besar. 3. ia didahului dengan mukadimah yang menyatakan beberapa perkara penting yang dihuraikan dalam bentuk sinopsis.[13] Di antara surah-surah yang paling banyak tajuk-tajuk penting di dalamnya ialah surah al-Ma’idah sebanyak lapan belas tajuk. 1. al-Falaq. sebab-sebab nuzul.5. Golongan Mukmin. nikmat Allah yang tidak terhitung dan sebagainya. Hukum-hukum: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas tentang perbincangan mengenai hukum yang boleh dipetik dari surah.[14] Terdapat nota kaki yang menjelaskan atau mentafsirkan terjemahan yang dibuat.[12] Konsep terjemahan yang dibuat.S.sebagai tanda bacaan kasrah yang panjang. qiraat dan sebagainya. pada awal surah al-Baqarah diberi tajuk besar yang berbunyi “TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QURAN”. Keimanan: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas konsep-konsep keimanan yang dibincangkan pada surah. 1. Lain-lain: Bahagian ini memasukkan perbincangan selain dari tiga bahagian di atas seperti balasan perbuatan baik. bahagian ini menyatakan bilangan ayat.akibat perbuatan buruk.[15] [ [ [ [ [ . ‫كمنا أخرجك ربك من بثيتك بنالحق‬ Penterjemah mengambil pendapat al-Maraghi yang menyatakan: “Allah mengatur pembahagian harta rampasan perang dengan kebenaran. Sebagai contoh. Dalam menyatakan topik-topik penting ini ia dibahagikan kepada empat bahagian. nasikh mansukh. Selepas tajuk besar itu terdapat tajuk-tajuk kecil yang menjelaskan tajuk besar tersebut iaitu.

a.a. …[19]”. Seterusnya dinyatakan hubungkait antara surah samada pada permulaan. 2. serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit. yang ditulis padanya sebagai ‘PENUTUP’. Jika ia merupakan huraian terhadap sesuatu terjemahan. Jika ia merupakan penjelasan berkenaan sesuatu kisah. ia akan ditulis seperti “Lihat not …. isi kandungan atau pengakhirannya. Pendapat yang sahih terhadap makna ‘Kursi’ ialah tempat letak telapak kakiNya. Sebagai contoh pada membicarakan “HUBUNGAN SURAT AN NABA’ DENGAN SURAT AN NAAZI’AAT. 1. mengemukakan ayat ini – di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s.610 nota kaki.”[17] 4. sehingga mereka salat ke arah yang berbeda-beda. metod yang digunakan seperti. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan ‘mim’) berarti raja. Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu. dan sahabat-sahabatnya yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. Ayat ini dinasakhkan dengan ayat mawarith.. Sebagai contoh pada ayat 255 surah al-Baqarah. 3. dengan memanjangkan ‘mim’ ia bererti: pemilik (yang empunya). penterjemah ada membawa riwayat al-Tabari berkenaan ayat 115 surah al-Baqarah. 1. ‫وسع كرسثيه السمشنوت والرض‬ “Kursi dalam ayat ini oleh sebahagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaanNya.” Dalam membicarakan pada ayat-ayat akidah penterjemah lebih berminat mengambil pendapat Asy‘ariyyah. not no. Dalam bab qiraat penterjemah ada menyatakan pada ayat 4 surah al-Fatihah. s/d[21] …. ‫ولل المشرق والمغرب فأينمنا تنولنوا فثم وجه الل‬ “Al-Tabari menyebutkan bahawa ayat ini turun berkenaan tentang suatu kaum yang suatu ketika tidak dapat melihat arah kiblat yang tepat. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat). Surat An Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit. ‫ومنا محمد إل رسنول قد خلت من قبله الرسل‬ “Abu Bakar r.”.”. Jika terdapat pengulangan dari segi penjelasan pada nota kaki. ia akan ditulis seperti “Lihat kembali kisah kaum Luth ini pada surat …… ( )[20] ayat ….w. sedang pada surat An [ [ [ [ [ [ [ [ .”[23] Penterjemah mengakhiri setiap surah dengan membuat kesimpulan terhadap keseluruhan surah.a. untuk mententeramkan Umar Ibnul Khaththab r. Jika ia merupakan suatu penjelasan terhadap sesuatu kalimah ia akan ditulis seperti “Lihat yang dimaksud dengan ……. Sebagai contoh pada membicarakan ayat 144 dari surah Ali Imran. ‫كتب علثيكم إذا حضر أحدكم المنوت إن ترك خثيرا النوصثيﺔ للنولدين والقربثين‬ ‫بنالمعروف‬ “Ma’ruf ialah adil dan baik.”[16] 3.”[18] Nota kaki yang dibuat adalah mengikut turutan dari awal surah hingga akhir surah al-Quran yang bilangannya mencapai angka 1.”[22] Terdapat juga penjelasan sesuatu ayat yang diambil dari mafhum sesuatu hadith dan dinilai oleh penterjemah dengan menyatakan rujukan kitab hadith yang diambil dan bab pada kitab tersebut. Pada menyatakan sebab-sebab nuzul. Contoh nasikh mansukh dalam kitab ini dinyatakan pada membicarakan ayat 180 surah al-Baqarah.2. ‫مشلك ينوم الدين‬ “Maalik (Yang menguasai).

Prof.[24] 5.rizki-putera. Penulis berpendapat agar kitab ini dapat diperbaiki lagi penterjemahannya terutama dari segi akidah kepada yang lebih selamat dan berlandaskan ahli sunnah wal jamaah. Sehubungan dengan itu. 596. [ 14] Lihat lampiran m/s: 18 [ 15] Lihat nota kaki no. [ [ 1] Biografi pengarang diambil dari http//www. [ 18] Lihat nota kaki no. di atas bermaksud nombor rujukan pada nota kaki sebelumnya.Naazi’aat Allah bersumpah bahawa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi. hlm 7. Ini kerana terjemahan yang dibuat tidak terlalu panjang dan tidak terlalu ringkas. PT Almaarif./hasbi. Data-data Terbitan Awal Penterjemahan Dan Penafsiran Al-Qur’an Di Alam Melayu. Yogyakarta.cit. hlm 100-101 [ 6] Surah al-Ma‘idah : 15 [ 7] Lihat lampiran m/s: 16 [ 8] Siddiqi. [ 9] Lihat lampiran m/s: 17 [ 10] Lihat lampiran m/s: 21 [ 11] Lihat lampiran m/s: 19 [ 12] Lihat lampiran m/s: 20 [ 13] Penulis berpendapat ia sesuai dengan fungsinya sebagai Umm al-Kitab. [ 17] Lihat nota kaki no. 4. penulis mendapati ia merupakan kitab yang cukup menarik dan mudah difahami. Bandung. Dr. [ 16] Lihat nota kaki no. penulis percaya kitab ini mendapat perhatian pembaca dan tidak hairanlah kitab ini dipilih untuk dicetak di Mujamma‘ al-Malik al-Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif di Madinah untuk disebarkan kepada masyarakat Islam di rantau ini. [ 4] Ibid [ 5] Muhammad Nur Lubis.com. Nourouzzaman MA. Tafsir al-Bayan. Kuala Lumpur.htm 2] Muhammad Nur Lubis. 83. Terbitan Al-Hidayah Publishers. J 1. 2. Kesimpulan Setelah ditinjau secara rambang kitab “Al-Quran dan Terjemahnya”. [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ .M Hasbi ash Shiddieqy. op. T. Selain dari itu huraian-huraian atau penjelasan yang dibuat pada nota kaki. [ 19] No. Hlm 99 [ 3] Prof. menggambarkan penterjemah cukup teliti dan memahami keperluan pembaca yang terdiri dari orang awam. cetakan pertama 2002. (1997) Fiqh Indonesia. Dr. Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit. 112.

bilangan surah yang terdapat dalam al-Quran. 161. [ 24] Lihat m/s: 1017.[ [ 20] Dalam kurungan bermaksud no. [ 22] Lihat nota kaki no. [ 23] Lihat nota kaki no. 21] Penulis berpendapat ia bermaksud ‘sehingga datang’. [ [ [ [ [ . 234.

Abu Ishaq asy-Syathibi (w. Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal: . Tafsîr al-Mishbâh adalah karya monumental Muhammad Quraish Shihab dan diterbitkan oleh Lentera Hati. Setelah dirapikan. Keagungan firman Allah dapat menampung segala kemampuan. Kemudian beliau mengambil tokoh-tokoh para ulama tafsir. pemisah antara yang haq dan bathil serta jalan keluar bagi setiap probelam kehidupan yang dihadapi. Di sana gambaran mengenai hari kiamat dan nasib orang-orang durhaka. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi (w.Tafsir Al-Mishbah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dan kondisi yang berbeda-beda itu. Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah: QS. kecederungan. M. Quraish Shihab dalam karya tafsirnya. sambil melemparkan kesalahan kepada para penulis wahyu. Mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalah pahaman terhadap al-Qur’an atau kandungan ayat-ayat. Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT. Seorang mufassir di tuntut untuk menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. tingkat. cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. tolong hapus pesan ini.794 H) dan lain-lain yang menekuni ilmu Munasabat al-Quran/keserasian hubungan bagian-bagian al-Quran. baik tahlîlî maupun mawdhû‘î. sehingga al-Quran dapat benar-benar berfungsi sebagai petunjuk.790 H/1388 M). Sekilas Tentang Isi Tafsir M. kemudian dilanjutkan dengan gambaran orang-orang yang taat. Kaum orientalis berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Quran yang ditulis pada masa awal karier Nabi Muhammad saw. tokoh-tokohnya seperti: Fakhruddin ar-Razi (606 H/1210 M). Al-Ghasyiyah. Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i (809-885 H/14061480 M). di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Quraish Shihab memulai dengan menjelaskan tentang maksud-maksud firman Allah swt sesuai kemampuan manusia dalam menafsirkan sesuai dengan keberadaan seseorang pada lingkungan budaya dan kondisisosial dan perkambangan ilmu dalam menangkap pesan-pesan al-Quran. Quraish Shihab juga memasukkan tentang kaum Orientalis mengkiritik tajam sistematika urutan ayat dan surah-surah al-Quran. Dalam al-Mishbâh. Quraish Shihab dalam rekaman "Kultum" di RCTI (2007) M. Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M.

Mari terangi jiwa dan keimanan kita dengan Tafsîr al-Mishbâh sekarang juga. pelita. Quraish Shihab pantas dan wajib menjadi bacaan setiap Muslim di Indonesia sekarang. Penjelasan makna sebuah ayat tertuang dengan tamsilan yang semakin menarik atensi pembaca untuk menelaahnya. • Keserasian tema surah dengan nama surah. Tafsîr al-Mishbâh banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufasir ternama sehingga menjadi referensi yang mumpuni. yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya alQur’an. Ke-Indonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. Tafsîr al-Mishbâh merupakan tafsir Al-Quran lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir. yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. Begitu menariknya uraian yang terdapat dalam banyak karyanya. pemerhati karya tafsir Nusantara. atau lentera”. Quraish Shihab. merekomendasikan bahwa karya-karya tafsir M. al-Mishbah berarti “lampu. • keserasian penutup surah dengan uraian awal/mukadimah surah sesudahnya. Howard M. Penulisnya mencitakan al-Qur’an agar semakin ‘membumi’ dan mudah dipahami. Federspiel. argumentatif. • keserasian kandungan ayat dengan penutup ayat (fawâshil). M. dari mulai akademisi hingga masyarakat luas. Buku ini terdiri dari 15 volume: Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah Halaman : 624 + xxviii halaman Volume 2 : Ali-‘Imran s/d An-Nisa Halaman : 659 + vi halaman Volume 3 : Al-Ma’idah Halaman : 257 + v halaman Volume 4 : Al-An’am Halaman : 367 + v halaman Volume 5 : Al-A’raf s/d At-Taubah Halaman : 765 + vi halaman Volume 6 : Yunus s/d Ar-Ra’d Halaman : 613 + vi halaman Volume 7 : Ibrahim s/d Al-Isra’ Halaman : 585 + vi halaman Volume 8 : Al-Kahf s/d Al-Anbiya’ Halaman : 524 + vi halaman Volume 9 : Al-Hajj s/d Al-Furqan Halaman : 554 + vi halaman Volume 10 : Asy-Syu’ara s/d Al-‘Ankabut Halaman : 547 + vi halaman Volume 11 : Ar-Rum s/d Yasin Halaman : 582 + vi halaman Volume 12 : Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf Halaman : 601 + vi halaman Volume 13 : Ad-Dukhan s/d Al-Waqi’ah Halaman : 586 + vii halaman Volume 14 : Al-Hadid s/d Al-Mursalat Halaman : 695 + vii halaman Volume 15 : Juz ‘Amma Halaman : 646 + viii halaman Tafsir Mahmud Yunus . informatif. • keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya.• keserasian kata demi kata dalam satu surah. Tafsir ini tersaji dengan gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna segenap kalangan. • keserasian uraian awal/mukadimah satu surah dengan penutupnya. Dari segi penamaannya. Dr.

Tindakannya yang progresif ini terbukti menyadarkan kita bahwa Tafsir bukanlah karya yang mustahil jika umat Islam benar-benar mengkaji keilmuan dan persyaratan penafsiran. Biografi dan karya-karya Mahmud Yunus Sekilas tentang kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim . Namun sejarah membuktikan bahwa eksistensi dari progresifitas ummat yang berkembang dan maju harus sebenarnya telah ddimulai dari sejarah. dan contoh penafsirannya. Ia tumbuh pada saat penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang diharamkan pada Ulama’ semasanya. corak. Latar Belakang Mahmud Yunus merupakan salah seorang Mufassir Indonesia yang mampu menafsirkan al-Qur’an 30 Juz lengkap. B. Islam menjadi semakin difahami dengan adanya Tafsir-tafsir bahasa Indonesia yang bermunculan di abad 20-an. metode. Rumusan Masalah a. b.PENDAHULUAN A. Karnanya agama merupakan salah satu upaya agar mampu meningkatkan moralitas ummat yang kini menurun. Lahirnya Tafsir masakini juga tidak luput dari upaya ulama masa lalu yang turut mengkaji dan menafsirkan al-Qur’an meskipun masih tergolong penafsiran yang gobal. Karenanya tiap decade dan periode hendaknya menciptakan sejarahnya sendiri khususnya Umat Islam dalam bidang terpenting yakni penafsiran al-Qur’an. PEMBAHASAN . sistematika.

dalam rentang waktu 1917-1923. ayah ibunya Mahmud Yunus bercerai. Tahun pertama Sekolah Desa ia selesaikan hanya dalam masa 4 (empat) bulan. Yunus lantas pindah belajar di madrasah milik H.wordpress. (Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. yang langsung ia peroleh dari kakeknya. Yunus memulai pendidikannya dengan belajar Alquran dan bahasa Arab. Saat bersamaan. H. Mahmud Yunus 1. Selain ilmuilmu keagamaan yang ia dapatkan. Lalu [ [ [ [ Herry Mohammad. karena ia memperoleh penghargaan untuk dinaikkan ke kelas berikutnya. Yunus secara langsung ditugasi untuk menggantikan gurunya memimpin Madras School. (Jakarta: Gema Insani Press. pendiri serta pengasuh surau si wilayah tersebut. Tahir bin Ali. yakni di Sekolah Desa pada tahun 1908.A. Sebab. Ayahnya adalah seorang imam. seorang pengajar di Surau dan Ibunya Hafsah binti Imam Samiun adalah anak Engku Gadang M. pada waktu belajar di kelas empat.M. hal: 197 3] http://menyempal. [2] Meski ada yang mengatakan bahwa ayah dan Ibu Mahmud Yunus bercerai sejak balita.[1] Mahmud Yunus tumbuh dikalangan keluarga yang taat beragama. Yunus juga pernah bersekolah di pendidikan sekuler. yakni purifikasi dan modernisasi. Mahmud Yunus lahir pada tanggal 10 februari 1899 M/30 Ramadhan 1316 H. Batusangkar.Thahir bin Ali. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. di desa Sunggayang. incek dan hafsah binti Imam Sami’un. Sumatra Barat. Thaib Umar sakit. 85-86 2] Saiful Amin Ghofur. Karena itu. Pada tahun 1917. M Thaib Umar di Tanjung Pauh Sunggayang. Syekh H. Ketika usianya masih balita. 2008). Biografi Prof. Para alumni Timur Tengah lebih condong dalam gerakan purifikasi. ia ikut ibunya. Yunus menunjukkan ketidakpuasannya terhadap mata pelajaran di sekolah tersebut. Hal.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 1] . Karena merasa masih haus pengetahuan.wordpress.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 4] http://menyempal. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. ia mempelajari ilmu Nahwu. yaitu gerakan yang bertujuan untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. Madrasah ini bernama Madras School. Pendidikan di Sekolah Desa hanya dijalaninya selama kurang dari tiga tahun. ilmu Sharaf. DR. 2006). Umumnya. dkk. Ia juga mewarisi semangat pembaharuan sang guru. Di sekolah ini. Profil Mahmud Yunus Mahmud Yunus dilahirkan dari pasangan Yunus B.[4] Tak heran hanya dalam waktu empat tahun ia telah dipercaya oleh sang Guru untuk menggantikannya mengajar bahkan mewakilinya dalam forum akbar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. sedangkan ibunya adalah anak dari Engku Gadang M.[3] Di tangan Thaib Umar ini Yunus dapat mempelajari pelbagai disiplin keilmuan Islam. Di samping mendapat pendidikan agama. dan hanya sekali ayahnya menjenguknya. Ayahnya bernama Yunus bin Incek. Berhitung dan Bahasa Arab. Siang hari ia belajar disana dan malam harinya mengajar di Surau kakeknya. namun Yunus tetap antusias dalam belajar baik agama maupun umum. Profil Para Mufassir. pembaruan Islam ini terwujud dalam dua bentuk.

Sejarah dan lain-lain. Di antara bidang-bidang ilmu yang disebutkan. Sepanjang hidupnya. seperti bidang Fiqh. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku.html. H. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 8] Mahmud Yunus. Mahmud Yunus meninggal dunia. Karya-karya Mahmud Yunus Pada perjalanan hidupnya. bahasa Arab. Karena kebriliannya ini ia mendapatkan Syahadah ‘alimiyah dari al-Azhar . buku-bukunya tidak hanya ditulis dalam bahasa Indonesia.Hidakarya Agung. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). 5] 6] 7] . Kairo-Mesir. Yunus mendapat kesempatan untuk belajar di alazhar. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Dari jumlah itu. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta (1957-1980).[7] Selain itu Yunus juga sering berkunjung ke luar negri. 2.[6] Kemampuan mengajar yang ia miliki sejak masih belajar di Batusangkar memantabkan karier ke-guruannya terutama setelah ia kembali dari Mesir. dan menjadi orang kedua yang menyabet predikat tersebut. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). bahasa Arab (keduanya lebih banyak memfokus pada segi metodik). baik sebagai tugas yang diberikan pemerintah kepada beliauu maupun atas undangan untuk menghadiri berbagai muktamar. Ushul Fiqh. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (19481949). fiqh hanafi dan tafsir. dan Yunus sebagai pemimpi redaksinya. bidang Fiqh. 85-86 http://pusat-akademik. akan tetapi juga dalam bahasa Arab. Pada tahun 1982. Yunus membahas berbagai bidang ilmu. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (19661071). Dalam tempo setahun ia mampu mempelajari ushul fiqh. Secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbagai sekolah. Akhlak. beliau adalah orang Indonesia yang pertama belajar disini. Tafsir dan Akhlak yang lebih memfokus pada materi sajian. yang sebagian besar adalah bidang-bidang ilmu agama Islam. Prof. Ia memulai [ [ [ [ Saiful Amin … hal: 198 Herry Mohammad. DR.pada tahun 1920 Yunus membentuk perkumpulan pelajar Islam yang juga menerbitkan majalah al-Basyir. termasuk pula tafsir dan terjemahan al-qur’an.[5] kemudian pada tahun 1926-1930 belajar di madrasah darul ulum ulya. pada 15 Oktober 1977. Beliau mengambil takhasshus tadris sampai memperoleh ijazah tadris (diploma guru). Tauhid. Pendidikan Islam.1969). dkk… Hal. Lihat kulit depan tafsir beliau. Yunus lebih banyak memberi perhatian pada bidang pendidikan Islam.[8] Pada awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (1931-1932). ia telah menghasilkan buku sebanyak 82 buah meskipn sebagian menyebutkan karyanya hanya berkisar 43 buku. Tafsir. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Mahmud Yunus juga banyak menulis buku.blogspot. Pada tahun 1924. Sesuai dengan kemampuan bahasa yang ia miliki. terutama buku pelajaran agama islam untuk anak-anak. (Jakarta: PT.

Hassan Bandung (Al-Furqan. 3. 1928). (Bandung: Penerbit Mizan. bersama H. yang menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Melayu. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran.html. Sekilas Tentang Tafsir al-Qur’an al-Karim Secara singkat. Mahmud Aziz.Hassan Bandung (Al-Furqan. periode kedua (1960) dengan ditandai dengan catatan kaki kemudian periode ketiga (1970) ditandai dengan penjelasan yang lebih luas dari periode kedua. pada pertengahan abad XVII. 11. 2003). hal: 65 [13] Howard M. Mahmud Yunus (Tafsir Quran Indonesia. aktivitas seputar Al Quran di Indonesia dirintis oleh Abdur Rauf Singkel. 4. B. untuk tingkat Aliyah. Ilmu Jiwa kanak-kanak. Karirnya sebagai pengarang tetap ditekuninya pada masa-masa selanjutnya. kuliyah untuk dakwah. Federspiel. dalam situasi apapun. setidaknya ada enam buah karya Tafsir yang muncul pada masa Mahmud Yunus yang berturut-turut hingga menjelang kemerdekaan Indonesia menurut Nashruddin Baidan: a. dalam usia 21 tahun. Tafsir al-Quran tamat 30 juz.[12] Karya Mahmud Yunus tetap menjadi literature yang paling popular di bandingkan karya Tafsir semasanya meskipun kemudian lahirlah karya-karya Tafsir yang lebih ilmiah. untuk tingkat Aliyah. hal: 130 . Hukum perkawinan dalam Islam.[9] Adapun diantara karya-karya Mahmud Yunus ialah:[10] 1. Kajian al-Qur’an di Indonesia. ia membagi kemunculan dan perkembangan Tafsir di Indonesia dalam 3 periode.[13] Sedangkan Baidan mengelompokkan . Yakni periode pertama mulai abad ke-20 ditandai dengan penafsiran terpisah-pisah. Allah dan Makhluq-Nya. Upaya rintisan ini kemudian diikuti oleh Munawar Chalil (Tafsir Al Quran Hidayatur rahman). Hukum Warisan dalam Islam. 5. kuliyah untuk kursus-kursus. tahun 1938.wordpress. 6. Ilmu Mustalahul Hadist. 4 Madzhab. untuk Muballigh-Muballigh / umum. Perbandingan Agama. Juz Amma dan terjemahnya. Dasar-dasar Negara Islam.mengarang sejak tahun 1920. (Bandung: penerbit Teraju. Khazanah Tafsir di Indonesia. A.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. 1994). 7. A. [11] Dalam konsep Howard M. 12. 10. Yunus senantiasa mengisi waktu-waktunya untuk menulis. 1928) b. 9. Federspiel. 1935).com/2004/12/22/arkeologi-pemikiran-tafsir-di-indonesia/ diunduh pada 12:59 [12] Islah Gusmian. 8. Al-Qur’an Indonesia oleh Syarikat Kweek School Muhammadiyah (1932) [ [ 9] Saiful Amin … hal: 200 10] http://pusat-akademik. 13. Kesimpulan isi al-Quran.blogspot. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Pedoman Dakwah Islamiyah. 2. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [ 11] http://luluvikar.

I. Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. [16] Pada bulan ramadhan tahun 1354 H/Desember 1935. Pada tahun 1953 M seorang ulama dari Jatinegara membantah pula. diantaranya ialah merevisi dari penulisan arab melayu menjadi bahasa Indonesia dengan penulisan latin sebelum kemudian tafsir al-Qur’an al-Karim diterbitkan oleh CV. Tafsir asy-Syamsiyah oleh KH. Kemudian setelah menyelesaikan percetakan itu. dan menteri Agama. 21. pada bulan april 1938 beliau menyelesaikan tiga puluh juz dan di sebar luaskan keseluruh Indonesia. d.000 eksemplar. hingga membuat percetakan tidak lagi mau menerbitkan Tafsir al-Qur’anul Karim. (Jakarta: PT. M. dan menteri agama. yang kemudian dinamai dengan tafsir al-Qur’an al-Karim. K. Sanusi (1935) [ [ [ Nashruddin Baidan. supaya diberhentikan mencetak tafsir al-Qur’an itu. III Pendahuluan 14] .I. Bila diteliti lebih lanjut lagi. Akhirnya di ambil alih oleh M. bantahan itu dikirimnya pada Presiden R.c. [14] Manfaat tersebut juga dapat dirasakan pada generasi-generasi setelahnya. Terjadi beberapa kali revisi. akhirnya tidak ada yang mengganggu gugat lagi. f. Pada waktu menterjemahkan juz 7 sampai juz 18 beliau dibantu oleh almarhum H.000 eksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. hal. bantahan itu dikirimnya kepada menteri agama R.Baharta direktur percetahan Ma’arif Bandung. Mahmud mulai menterjemahkan al-Qur’an serta tafsir ayat-ayat yang di anggap penting.00 per eksemplar. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Al-Hidayah. Salinannya disampaikan kepada beliau (Mahmud Yunus) oleh kementerian agama.1969). salah satu penerbit Indonesia hendak menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu dengan mendapat fasilitas kertas dari menteri agama dan dicetak sebanyak 200. Tembusannya beliau kirimkan kepada Presiden R. Bakry.[15] Selanjutnya. Meskipun saaat itu para ulama mengharamkan penterjemahan al-Qur’an tetapi ia tetap berusaha untuk menterjemahkan al-Qur’an. e. Setelah Indonesia merdeka. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. kemudian beliau membalas suratnya dengan panjang lebar dan mengukuhkan pendiriannya untuk tetap menerbitan Terjemah alQur’an yang merupakan Tafsir Bahasa Indonesia pertama tersebut.I. Mahmud Yunus mulai menterjamahkan al-Qur’an dan diterbitkan tiga juz dengan huruf arab-melayu pada tahun 1922. 2003) hal: 88 15] Nashruddin Baidan … hal: 89 16]Mahmud Yunus. Namun bagaimanapun karya para Ulama tersebut sangat berarti karena merupakan upaya konkrit dan sistematis dalam usaha untuk memahami al-Qur’an. beliau bersama istrinya (Darisah binti Ibrahim) meneruskan usahanya dalam menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu. lalu dicetak dan diterbitkan sebanyak 200. dalam penafsiran yang mereka berikan secara umum masih dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Arab sehingga budaya dan bahasa Indonesia belum terlihat secara ekplisit.Hidakarya Agung. Tafsir Hibarna oleh Iskandar Idris (1934) Tafsir Al-Qur’annul karim oleh Mahmud Yunus (1938) Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia oleh Mahmud Aziz (1942) Jika keenam kitab tersebut diamati secara seksama maka secara umum penafsiran mereka belum terlau signifikan perkembangannya. pada tahun 1950 dengan persetujuan menteri agama almarhum Wahid Hasyim. Kabarnya ada bantahan dari ulama Yagyakarta.

5. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahasa arab telah menimbulkan hasrat besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yang tetap populer sampai saat ini. Motivasi penulisan Tafsir Sejak kecil Mahmud Yunus telah mempelajarari berbagai displin keagaman Islam terutama bahasa Arab. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. Tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an Tafsir al-Qur’an dengan hadis yang shahih Tafsir al-Qur’an dengan perkataan sahabat Tafsir al-Qur’an dengan perkataan tabi’in Tafsir al-Qur’an dengan ilmu bahasa ‘arab bagi ahli ilmu lughah ‘arabiyyah Tafsir al-Qur’an dengan ijtihad bagi ahli ijtihad. 6. Selain itu kebutuhan untuk mengajar dan menjadikan al-Qur’an aar lebih mudah dipahami oleh umat Islam di Nusantara. surat demi surat. Jadi. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. tiga jilid. 3.[17] 3. Sumber-sumber tafsir al-Qur’an al-Karim: 1. Referensi penafsiran dari pelpagai kitab-kitab tafsir. 4. Ia telah mencintai ilmu-ilmu kebahasaan dan juga menguasai metode mengajar. Tafsir al-Quran ini sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. pertama dari juz 1 sampai dengan juz 10. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf.html. sumber utama penafsiran Mahmud Yunus masih tergolong bil-ma’tsur.blogspot. 2. merupakan tindakan yang cukup berani disaat masih maraknya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. kedua . Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsur-angsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30.1.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 17] . diantaranya adalah: 1) 2) 3) [ Tafsir al-Thabary Tafsir Ibn Katsir Tafsir al-Qasimy http://pusat-akademik. 4. 2. Sistematika Penulisan Tafsir Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30.

sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia Teks al-Qur’an dan terjemahan disusun sejajar. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka.4) 5) Fajrul Islam Dhuhal Islam[18] 5. Hal. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [20] Seperti halnya dengan isu hukum ber-Jilbab di Indonesia.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. Menurut islam. berwasiat itu hukumnya sunnah. VI pendahuluan http://pusat-akademik. (Lihat di ayat-ayat Aurat dalam Tafsir alQur’anul Karim) 21] Mahmud Yunus. Kelebihan sistematika penulisan Tafsir al-Qur’an al-Karim 1) 2) 3) 4) Terjemahan al-Qur’an disusun baru. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. Demikian hukum islam [ [ Mahmud Yunus. Kedua aspek tersebut dijelaskan ketika dianggap perlu. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpƒÍh‘èŒ $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{‚÷·| ™öNÎgøŠn=tæ (#qà)Gu‹ù=sù ©!$# (#qä9qà)u‹ø9ur Zwöqs% #´‰ƒÏ‰y Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah.1969). yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. (Jakarta: PT. Mahmud Yunus juga menambahkan keterangan dan mengaitkannya dengan isu-isu kontemporer saat itu. Dalam tafsir Mahmud Yunus.[20] [21] 7. supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. hal. bila ia meninggal dunia. Contoh Penafsiran Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: u‹ø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä. sehingga memudahkan pembaca untuk mencari terjemah. (Jakarta: PT. 6. Metode dan corak Penafsiran al-Qur’an al-Karim Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.blogspot.1969). VI-V Pendahuluan 18] 19] [ .Hidakarya Agung.[19] Dalam pandangan Nashruddin Baidan. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anak-anaknya yang masih lemah (kecil).Hidakarya Agung.html. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. Tafsir Mahmud Yunus ialah ‘umum’ sebagaimana Tafsir yang tumbuh semasanya. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Artinya belum ada suatu ke-khas-an yang khusus dalam Tafsirnya. Keterangan-keterangan atau penafsirannya diletakkan dihalaman ayat yang bersangkutan (footnote) Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. Tafsir al-Qur’an al-Karim. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya.

corak umum dan metode Tahily dan juga sumber penafsiran Bil Ra’yi karna upaya penerjemahan tersebut juga merupakan suatu ijtihad berdasarkan Ra’yu. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Kajian al-Qur’an di Indonesia. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. Tafsir al-Qur’an al-karim merupakan penafsiran dengan corak umum dan global.blogspot.com http://pusat-akademik. Khazanah Tafsir di Indonesia. Nashruddin Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. Saiful Amin. 2003 2003 Mohammad. 2006 Yunus. Mahmud Yunus merupakan salah satu mufassir dan penulis produktif yang menulis sejak usia 21 tahun dan mengajar sejak dini. 2003 Federspiel.com http://luluvikar. Minat dalam dunia pendidikan ini tidak hanya mengantarkannya ke berbagai daerah dan belahan dunia namun juga mempengaruhi sistem pendidikan agama Islam dimasanya hingga sekarang. Islah. Penafsirannya masih sebatas penjelasan Al-Qur’an secara global dan belum sampai pada taraf yang khas dan khusus. Herry dkk. 2.wordpress. 2008 Gusmian. 1994 Ghofur. Jakarta: PT. Bandung: Penerbit Mizan. Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. Bandung: penerbit Teraju. Beliau adalah alah satu tokoh yang berpengaruh di Indonesia karena produktivitas tulisannya dan juga progresfitas pemikirannya. Profil Para Mufassir. Berikut ini penulis melampirkan contoh Kitan Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus. karakteristik Tafsir.8.wordpress. Howard M.Hidakarya Agung. DAFTAR PUSTAKA Baidan. Lampiran contoh Kitab Tafsir. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Mahmud. PENUTUP Kesimpulan 1.com . Lampiran itu juga menunjukkan sistematika.1969 http://menyempal. Jakarta: Gema Insani Press. Metode yang digunakannya juga tergolong tahlily.

dan tauhid 5 judul. Menurut salasilah. 9 Desember 1975 pada umur 71 tahun. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. Beliau mempelajari bahasa Arab dari gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. Pendidikan Prof. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. Dr.M. Hasbi ash-Shiddieqy aktif menulis dalam berbagai disiplin ilmu. cari Prof. dan 50 artikel. terdiri dari 142 jilid.Muhammad Hasbi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fiqh yang berjumlah 36 judul. Karya Semasa hidupnya. . seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . seperti hadis berjumlah 8 judul.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. Sementara bidang-bidang lainnya. 10 Maret 1904 – meninggal di Jakarta. Dr. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. T. yang ia tulis beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Pada tahun 1926 T. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. seorang ulama’ berbangsa Arab. khususnya ilmu-ilmu keislaman. Karya terakhirnya adalah Pedoman Haji. tafsir 6 judul. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. Menurut catatan. Hasbi Ash Shiddieqy Lahir Meninggal Agama Islam 10 Maret 1904 Lhokseumawe 9 Desember 1975 Islam Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy lahir di Lhokseumawe . Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) yaitu khalifah yang pertama. Daftar isi • • • • • 1 Keluarga 2 Pendidikan 3 Karya 4 Bacaan Lebih Lanjut: 5 Sumber Keluarga Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. karya tulis yang telah dihasilkannya berjumlah 73 judul buku.

‫السثيناسﺔ الدستنوريﺔ الشرعثيﺔ‬:‫الفقه الدستنور ي‬. 19. n. C. 9.56 halaman. 1973 . 29. 23.300 halaman. 11. 34.I. 27. Menara Kudus.181 halaman.236 halaman. alDjami'ah "Sunan Kalidjogo.152 halaman. 38. 2.95 halaman. Sunan Kalidjaga.V. 1969 . 1953 .N.135 halaman. 5. Fiqh Islam. Bulan Bintang.. Biro Kemahasiswaan I. Mutiara Hadis 4 (Jenazah. 36. Bulan-Bintang. Bulan-Bintang. Puasa. Jual Beli. Kursus sembahjang dan do'a. Kumpulan soal-jawab dalam post graduate course jurusan ilmu fiqh dosen2 I. Mutiara Hadis 1 (Keimanan). 41. Lapangan perjuangan wanita Islam. 1972 . Mukhtārāt min aḥādīth al-aḥkām li-qism al-duktūrāh al-ūlá.78 halaman. Madju . Koleksi Hadits-hadits Hukum. Al Islam: kepertjaan. doʾa dan dzikir.64 halaman. s. A. 1. amal kebadjikan.207 halaman. 1953 . 1955 . Bulan Bintang. IAIN Sunan Kalijaga. Dasar-dasar kehakiman dalam pemerintahan Islam. bulat dan tuntas. Pidana & Peradilan. Hukum antar golongan dalam fiqih Islam.108 halaman. Alma'arif. 1978 677 halaman. Attahirijah . al Qurän mu'djiat jang terbesar jang tak terkalahkan: kandungan dan artinja bagi ummat Islam chususnja dan ummat manusia umumnja. Dr. 2002 mutiara hadiets. Bulan Bintang. Bulan Bintang. 1964. 26. Pudjangga Islam . 25.93 halaman. 17. "Sunan Kalidjaga".40 halaman. Hukum-hukum fiqih Islam: yang berkembang dalam kalangan ahlus sunnah. 1966 .A.M. 33.636 halaman. 1956 . Saiful. Ramadhani . Bulan Bintang.117 halaman. lengkap. al-Islâm: penuntun bathin & pembimbing masjarakat. Nazar & Sumpah.576 halaman.". Kullijah 'ibâdah: ibadah ditindjau dari segi hukum dan hikmah.94 halaman. al-Islam. Fiqih Islam mempunyai daya elastis.168 halaman. 21. Islam dan HAM (Hak Asasi Manusia): Dokumenter Politik Pokok-pokok Pikiran Partai Islam dalam Sidang Konsituante 4 Februari 1958.44 halaman. Darul Irfan. Karya ini fenomenal karena tidak banyak ulama Indonesia yang mampu menghasilkan karya tafsir semacam itu. 28. Bulan Bintang. 9 Jilid. 7. 13. 18. 1971 . Islamyah.A. 20. 1999 . Mu'djizat al-Qurän.I.40 halaman. Hakikat Islam dan unsur-unsur agama.324 halaman. Menara Kudus. Bulan Bintang.A.122 halaman. biro Kemahasiswaan I. Bulan Bintang. Bulan Bintang. 35. Mutiara Hadis 2 (Thaharah & Shalat). 3. Ideologi Islam dan qaedah pemerintahan. 1986 . 1968 . 1982 .584 halaman.476 halaman. Lembaga pribadi. Bulan Bintang. Ilmu2 al-Qurän: media2 pokok dalam menafsirkan al-Qurän. 1953 . 12.158 halaman.488 halaman. 1958 .N. 15. Biografie pelopor2 pahlawan Islam. . kesusilaan.96 halaman. 16. Islamyah. 24. Bulan Bintang. Ke arah fiqh Indonesia: mengenang jasa Prof. 1952 .160 halaman. Falsafah hukum Islam. 1975 . Kulijah hadiets: sjarahan hadiets-hadietstasjrie' ʻibadah. 1950 . 8. Thinker's Library. 14. T. Dua ribu dua] mutiara hadiets. Volume 1. N. 1973 . 1962 . 40.I. Volumes 1-2. Bulan Bintang. 1975 . 2002 [i.Karya Hasbi paling fenomenal adalah Tafsir an-Nur. Jihad). Mutiara Hadis 3 (Shalat). Hukum perang dalam Ǐslam. Dasar-dasar ideologi Islam. Zakat. 1951. 32. Perbudakan. 43. Fakta2 keagungan sjari'at Islam. Fakultas Syari'ah. Sebuah tafsir al-Qur`an 30 juz dalam bahasa Indonesia. Al-Ahkaam:Hukum-hukum fiqih Islam.". Islamyah. 22.934 halaman. Kelengkapan dasar2 fiqih Islam: pengantar ushul fiqih. 1970. Ichtisar tuntunan zakah dan fithrah. I. 10. 1965 . . Iktikaf & Haji). Pustaka Alhambra.e. Tokobuku Islamyah. 1955 . Pustaka Rizki Putra.164 halaman.128 halaman. Forum Studi Hukum Islam. 6. Fighul mawaris: hukum-hukum warisan dalam syariat ̓ Islam. Dasar-dasar Fiqih Islam.175 halaman. Biro Kemahasiswaan I. Bulan Bintang. Kriteria antara sunnah dan bid'ah. 1967 . 30. 42. Pahala dan keutamaan ibadat. 37. Mutiara Hadis 5 (Nikah & Hukum Keluarga. 1967 . 4. 39.91 halaman. 1950 . 1994 .N. Hasbi Ash Shiddieqy. 31. Pustaka Madju .

272 halaman. 70. Pokok-pokok ilmu dirajah hadiets. Tafsir al Qurânul majied "An Nur". Bulan Bintang. 81. 1949 .48 halaman. Ladjnah Taʻlif Wan Nasjr Fakultas Sjariʻah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalidjaga. Bulan Bintang. 1966. 1950 . Sedjarah petumbuhan dan perkembangan hukum Islam. Pengantar fiqih mu'amalah. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 60. 50. 64.208 halaman.34 halaman. Pokok-pokok pegangan imam-imam madzhab dalam membina hukum Islam.4760 halaman. 1966 .63 halaman.58 halaman. 68. 73. 65. 56. Biro Kemahasiswaan I.92 halaman.568 halaman. Bulan Bintang. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 1965 . Bulan-Bintang. 85. Bulan Bintang. Sedjarah dan perdjuangan 40 pahlawan utama dalam Islam. 1976.276 halaman. 1955 . Menara Kudus. 79. 1972 . 76.A. Tafsir al-Qur'anul Majid an-Nuur: Surat 42-114. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur".262 halaman. 1962 . Pemindahan darah (blood transfusion) dipandang dari sudut hukum agama Islam. Bulan Bintang. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 1954 .68 halaman. Sedjarah peradilan Islam. Sjari'at Islam mendjawab tantangan zaman. Pustaka Rizki Putra. 1955 .432 halaman. 47. Pokok-pokok sebab perbedaan faham para ulama/fuqoha dalam menetapkan hukum syara. Madju. 1972 . C. 62.24 halaman. 61. Perbendaharaan zakat. Bulan Bintang. Pustaka Islam. 59.24 halaman. 1967. 1968 . 71. 46. Pedoman puasa. 83. 75. 2000 . 1956 . Bulan Bintang.61 halaman. Volume 25.274 halaman. Pedoman Hajji.216 halaman. Bulan Bintang. Bulan Bintang. Pidana mati (dalam syari'at Islam). Bulan Bintang. Pengantar ilmu perbandingan madzhab. Problematika bulan Ramadhan. Polygami. 53. Bulan Bintang. 1953 . 1954 . Pustaka Islam. 84. Volume 6. 1978 . Pelajaran tauhid: pokok2 ʾaqaid Islam : untuk pelajaran agama bagi sekolah2 permulaan dan umum. 52. 1972 . 1965. Bulan Bintang. 1973. Biro Kemahasiswaan IAIN al-Djami'ah Jogjakarta . Volume 4. 49. Tuntunan zakah dan fithrah:tjaranja memberi. Lembaga Penerbitan. Islamyah. Al-Ma'arif. 1971 . Pengantar hukum Islam.272 halaman. 1965 . Sedjarah kehakiman dalam pemerintahan2 Islam.69 halaman. Sedjarah dan pengantar ilmu hadits. 58. Bulan Bintang. menurut hukum Islam. 66. Bulan Bintang. Volume 3.I. 74.106 halaman. Alma'arif.35 halaman. 1974 . 1974 . Pedoman shalat. 45. . 69. Bulan Bintang. Bulan Bintang. 80. Tuntutan qurban. 1986 . 77. 51. Pedoman ibadat puasa. 63. 1971 . Syari'at Islam adalah syari'at dunia dan kemanusiaan. Menara Kudus. Thinker's Library. 57. 55. Tafsir al-Bayaan.121 halaman. menerima dan membagi. al-Djamilah .478 halaman. 67. slamijah. 1965. Bulan Bintang. Bulan Bintang.V.20 halaman.. Sedjarah dan pengantar 'ilmu al-Qurän/tafsir.N. Volume 5.288 halaman. 54. 1973 . Problematika 'iedul fithri. Pedoman dzikir dan doʻa. Bulan Bintang.59 halaman. 82. Bulan Bintang.144 halaman. Perbedaan mathlaʻ tidak mengharuskan kita berlainan hari pada memulai puasa. Pedoman hukum Sjar'y jang berkembang dalam 'alam Islamy Sunny.24 halaman. Ridjalul hadiets: biographi 7 shahabi dan 18 tabi'in jang terkemuka dalam lapangan hadiets : kullijah hadiets. 78. 48.180 halaman. Bulan Bintang. Bulan-Bintang.382 halaman. Volume 1.155 halaman. Sedjarah dan pengantar ilmu tafsir. 1958 . Problematika hadits sebagai dasar pembinaän hukum Islam. Ramadhani. 72. "Bulan-Bintang". 1975 . 1965. Pengantar ilmu fiqh. 1963 . 1966 . 1964 . Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga.76 halaman. Ramadhani. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur".44. 1955 . 1963 . 1964 .119 halaman.

ia mengaku menemukan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Syafii Maarif dalam pengutipan Tafsir Al Azhar tersebut. each and every religion is equally valid way to truth and God). ST.Pd.I. Menurut Akmal. pada awalnya penulisan buku ini bersumber dari sebuah makalah yang dibuatnya saat sedang mengikuti studi di Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA).” Di antara berbagai kutipan Tafsir Al Azhar dari artikel tersebut. kita dapat memahami bahwa konflik horizontal yang dimaksud adalah konflik antar umat beragama. saya menegaskan. M. sepadan dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu.. jika Tafsir Al Azhar dibaca secara runut. edisi 21 November 2006. sedangkan orang-orang tersebut beragama Nasrani. 20 April 2012 Oleh: Dr. Dalam Pluralisme agama. Karena digali dari al-Qur’an. maka dapat dipahami pula bahwa penelaahan ini digunakan untuk meredam keinginan sementara pihak di kalangan umat Muslim untuk melakukan kekerasan pada umat lain. Akmal Syafril. setelah keluarnya tulisan Syafii Maarif tersebut. Sebagian besar isinya adalah kutipan-kutipan dari Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. yang diberi judul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. (Oxford: Blackwell Publisher. “Nasrani” dan “Shabi’in” dalam Tafsir Al Azhar. al-Baqarah 256. dalam makalahnya. Mcgrath.“Memperjelas Posisi Hamka soal Pluralisme Agama” Jum'at. terjadi perdebatan yang cukup seru di Rubrik Opini Harian Republika.” Setelah menjelaskan bahwa Hamka menolak pendapat yang menyatakan bahwa ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah telah di¬nasakh oleh ayat ke-85 dalam Surah Ali ‘Imran. Menurut penulisnya. Yahudi dan lain-lain. surat kabar Republika. Kesalahan kedua disebabkan oleh kelengahan Syafii Maarif untuk melacak penjelasan nama-nama agama “Yahudi”. “Nasrani” (berasal dari nama Nashirah.a. Tapi. Perlu dicatat. Intinya. namun mereka masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan. Syafii Maarif menjelaskan alasan di balik penelitiannya terhadap kedua ayat ini: “Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat alBaqarah. Syafii Maarif – dan sang Jenderal Polisi yang berkonsultasi dengannya – menganggap bahwa kedua ayat ini dapat digunakan untuk menanggulangi konflik horizontal di Poso. dan “Shabi’in” adalah nama yang diberikan bagi orang yang keluar dari agama nenek moyangnya. . menerbitkan bukunya yang berjudul Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme. Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. tegas Akmal. Buya Hamka sudah menjelaskan masalah ini. salah satu anak Nabi Ya’qub as) pada hakikatnya adalah agama-keluarga. tidak ada satu agama yang merasa superior dibanding yang lain. bahwa Buya Hamka sama sekali bukan seorang Pluralis Agama. (Alister E. yaitu daerah kelahiran Nabi ‘Isa as) pada hakikatnya adalah agama-bangsa. Padahal. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. Buku ini sebenarnya merupakan Tesis Master Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. bahwa Pluralisme Agama. Yunus 99). Di bagian awalnya. no one religion is superior to any other. pada 20 Maret 2012. Dari paragraf kesimpulan yang ditulis oleh Syafii Maarif sebelumnya. sehingga Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam pun pernah disebut sebagai shabi’. Christian Theology: an Introduction. Saya pun segera menulis artikel yang menjawab artikel Syafii Maarif tersebut. Bogor. Menurut Hamka. inilah salah satunya yang nampaknya paling penting: “Inilah janjian yang adil dari Tuhan kepada seluruh manusia. yakni untuk menjawab pertanyaan Salman al-Farisi r. asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. adalah perihal penggunaan kedua ayat tersebut yang jauh dari konteks aslinya. Isinya mengulas sebuah artikel karya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat di Rubrik Resonansi. “Yahudi” (berasal dari nama Yehuda. mengaku beragama atau tidak. setiap agama dipandang sebagai jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran dan Tuhan (In pluralism.. Kesalahan pertama. Penerbitan buku ini sangat penting untuk menjernihkan dan mempertegas pemikiran Buya Hamka tentang Pluralisme Agama. Adian Husaini BELUM lama. tidak pandang dalam agama yang mana mereka hidup. seputar orang-orang sholeh yang dijumpainya di masa lampau.” Memang. 1994). akan ditemukan asbabun nuzul dari ayat ke-62 dalam Surah alBaqarah itu. atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka. Kesalahan kontekstual ini akan terlihat jelas kemudian. terlepas dari ada-tidaknya unsur kesengajaan. salah satu peneliti INSISTS. dalam CAP ini adalah paham yang menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sah menuju inti realitas keagamaan. Padahal. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Al-Quran (lih. Syafii Maarif pun memungkas artikelnya dengan opini berikut: “Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja.

tentu ia harus mengucap syahadatain. Karena pada masa hidup Buya Hamka dahulu istilah “pluralisme” belum dikenal. Menurut Akmal. kita pun bertanya-tanya mengapa Syafii Maarif justru memilih untuk meninggalkan penjelasan ini. Bahira tetaplah dikenal sebagai penganut agama Nasrani. Hal-hal ini dijabarkan di dalam bab ketiga. dapat dijumpai di bagian akhirnya. juga karena tokoh yang pemikirannya sedang dibahas – yaitu Buya Hamka – adalah seorang mufassir. maka ia tidak akan pernah mendapat ganjaran dari Allah. alBaqarah [2]: 62 – Ayang menyimpulkan: “Ini berarti bahwa walaupun seseorang mengaku beragama Islam. Contoh yang dapat diambil adalah Pendeta Bahira.” Umumnya. Oleh karena itu.Dengan definisi tersebut. sejarah pluralisme dan tren-tren pluralisme yang ada. buku ini pun menguraikan secara mendalam persoalan definisi pluralisme. Opini dan kesan bahwa ‘Buya Hamka seorang pluralis’. Dan dengan demikian mereka namanya telah benar-benar menyerah (Muslim) kepada Tuhan. Penjelasannya adalah sebagai berikut: “Yahudi dan Nasrani sudah sepatutnya terlebih dahulu percaya kepada kerasulan Muhammad apabila keterangan tentang diri beliau telah mereka terima. yang hanya bermodalkan dua kalimat syahadat. “Dengan menyimak betapa pentingnya penjelasan di atas. bagaimana pun. maka orang yang terlanjur dikenal sebagai Yahudi. Dalam makalahnya. hadirnya buku Akmal ini menjadi penting. yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”. Dengan memperbandingkan penafsiran Hamka dengan penjelasan ayat-ayat tersebut oleh kaum pluralis Muslim. niscaya nerakalah tempat mereka kelak. terutama dengan bersandar pada sejumlah ayat al-Qur’an. ia dikategorikan sebagai orang yang beriman. Sesuai dengan judulnya. hingga kini. Tetapi kalau keterangan telah sampai. adalah mendefinisikan makna Pluralisme itu sendiri. itulah yang mendasarinya mengembangkan makalahnya menjadi sebuah Tesis dengan judul Studi Komparatif Antara Pluralisme Agama dengan Konsep Hubungan Antar Umat Beragama dalam Pemikiran Hamka. bab keempat dalam buku ini menguraikan argumen-argumen yang digunakan oleh kaum pluralis dari kalangan Muslim. Persoalan paling fundamental yang pasti muncul ketika membahas pluralisme. Akan tetapi. maka penulis buku ini merasa perlu . tidaklah sulit menunjukkan kesalahan (untuk tidak menyebutnya ketidakjujuran) fatal yang dilakukan oleh Ayang Utriza NWAY.” Menurut Akmal. meskipun artikel dan makalah sudah kita tulis di berbagai media massa. (Jakarta: Universitas Paramadina. . melainkan mengupas tuntas jawaban dari sebuah pertanyaan besar: apakah Buya Hamka memang seorang pluralis? Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme merupakan hasil adaptasi dari tesis tersebut. kesimpulan dari sebuah uraian ilmiah. kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan/atau perbedaan cara berpikir keduanya. saat bertemu keluarga Hamka. Makalah yang dibawakannya berjudul “Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”. Bahira dapat dianggap sebagai Nasrani yang beriman hanya karena ia hidup pada masa prakenabian Rasulullah saw. untuk memperjelas posisi Hamka dalam soal Pluralisme Agama dan membentengi upaya orang-orang yang mengutip tulisan Hamka secara tidak proporsional atau bahkan memuarbalikkan makna tulisan Hamka yang sebenarnya. Nasrani dan Shabi’in di masa lampau (yaitu sebelum masa kenabian Rasulullah saw) bisa beriman dan tak beriman. dan oleh karena itu. dan hanya dengan cara itulah ia bisa dianggap sebagai orang yang beriman. telah terlanjur bergulir. Dalam kaitan itulah. saya sampaikan keprihatinan saya tentang tulisan-tulisan yang menfitnah Buya Hamka. tetapi tidak pernah menjalankan rukun Islam. namun mereka menolak juga. Saya pribadi (Adian Husaini) juga menemukan tulisan Ayang Utriza yang menfitnah Buya Hamka dalam buku Bayang-bayang Fanatisisme: Esei-esei untuk Mengenang Nurcholish Madjid. yaitu surga. Sejarah mengenalnya sebagai tokoh yang pertama kali membenarkan kenabian Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam berdasarkan tanda-tanda yang diketahuinya dari Injil. Hanya berselang enam hari dari dimuatnya artikel Syafii Maarif tentang Tafsir Al Azhar di surat kabar Republika. Ayang Utriza NWAY menyampaikan makalahnya dalam acara diskusi publik bertajuk Islam dan Kemajemukan di Indonesia. Setelah mengutip beberapa poin dalam Tafsir Al Azhar – lagi-lagi untuk QS. 2007). Diskusi publik tersebut diadakan sebagai rangkaian kegiatan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture di sebuah Perguruan Tinggi di Banten. Pembahasan ini cukup penting. Bahkan. Saya sudah menulis jawaban terhadap tulisan Ayang tersebut untuk buku 100 Tahun Buya Hamka. maka dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah: surga. Sebaliknya jika ada non-Muslim yang taat dan patuh menjalankan ajaran agamanya. Kutipan makalah Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina itu dimuat di halaman 307. Bahkan. tak ada koreksi terhadap kekeliruan yang sudah dilakukan. Tentu saja. karena memang ia tidak sempat mengikuti ajaran Nabi Muhammad. walaupun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah menjelaskan tren-tren tersebut. sebagaimana dijelaskan oleh Anis Malik Thoha dalam bukunya Tren Pluralisme Agama. tesis ini tidak hanya membahas kontroversi dari artikel Syafii Maarif dan makalah Ayang Utriza NWAY belaka. bahkan tidak jarang orang menulis sebuah makalah atau buku tentang pluralisme tanpa pernah memberikan definisi pluralisme itu. Fungsinya. Kesalahan ketiga – mungkin yang paling fatal – adalah tidak dicantumkannya sebuah paragraf penting yang dapat ditemukan di akhir penjelasan ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah dalam Tafsir Al Azhar yang justru menyimpulkan pendapat Buya Hamka yang sebenarnya secara utuh. Hal ini akan semakin jelas pada poin berikutnya. termasuk penafsiran al-Qur’an. yang – jika dicantumkan – akan segera menghapus kesan pluralis dari sosok Buya Hamka dalam artikel tersebut?” tulis Akmal. selain karena posisi sentral al-Qur’an dalam ajaran Islam. Meski demikian. Ayang bahkan telah melangkah lebih jauh lagi daripada Syafii Maarif. Jika ia sempat bertemu dengan dakwah Rasulullah. tetap saja pendapat yang mengutip tulisan Buya Hamka secara tidak proporsional juga terus berkeliaran. Masing-masing pihak yang mengusung pluralisme memiliki konsepnya sendiri-sendiri.

Walhasil. Tetapi Hamka tidak berpikiran seperti itu. pengejawantahan toleransi beragama. seorang pluralis pasti menganggap Islam sejajar dan tidak lebih unggul daripada agama lainnya. dan juga dari para cendekiawan Muslim terdahulu lainnya. maka ia memang seorang pluralis.*/Jakarta. di tengah carut-marutnya pemikiran di Indonesia dewasa ini. dan sebagainya. posisi Islam di antara agamaagama lainnya.” tulis Akmal yang menyelesaikan sarjana S-1 nya di bidang civil engineering di Institut Teknologi Bandung. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme karya Saudara Akmal ini cukup memberikan penjelasan tuntas seputar kesemrawutan konsep pluralisme. “Adapun seputar ‘klaim pluralisme’ terhadap pribadi Hamka. Sebagai contoh.menguraikan konsep hubungan antar umat beragama menurut Hamka ke dalam beberapa poin penting. Karya ini diharapkan mampu merangsang kembali minat para pemuda Muslim untuk menggali kembali warisan intelektual dari Buya Hamka. 20 April 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). pandangan seputar aliran-aliran yang menyimpang. sehingga usaha pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidaklah sulit untuk dilakukan. Siapa pun yang berpikiran seperi itu. misalnya konsep agama. Referensi yang telah ditinggalkan oleh Hamka begitu berlimpah.com Ilustrasi: serbasejarah WP Red: Cholis Akbar More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on google Share on favorites KOMENTAR . Poin-poin ini merupakan hal-hal yang sangat fundamental dalam gagasan pluralisme. dan kita menunggu terus karya-karya ilmiah yang bermutu dari para pejuang Islam lainnya. insya Allah mereka yang sudah tuntas membaca buku ini tidak akan memiliki keraguan lagi. Semoga bermanfaat.

:) Nurim .. Afwan. terutama untuk membersihkan nama Buya Hamka dari klaim2 kaum pluralis. Muhammad Abduh . silakan kirim email ke malami. 01 Oktober 2012 Memang informasi ini sangat diperlukan khususnya dlm meluruskan asumsi salah yg beredar selama ini.bookstore@gmail.. spt dalam hegemoni kekuatan-kekuatan yang datang dari non-muslim di Amerika. Jum'at. setidaknya mampu meluruskan kembali dr ketidak benaran. dll. baik individu maupun negara. Jum'at.Avi . 21 April 2012 Pluralisme dan liberalisme menggejala krn kaum muslim pada hari ini belum bisa membuktikan kehebatan Islam.. 20 April 2012 Bukunya di jual gak ya ? ane berminat nih Akmal . Jazaakallah ahsanal jaza'.syukron.Aminnn . Bagi yg ingin memesannya. Senin. bahasa. Ahad. Eropa.amin Miftach .. Sabtu. termasuk agama!! Bangsa yg ditaklukan cenderung mengagumi semua hal yg datang dari para penakluknya.... 22 April 2012 Ahamdulillah. semoga ustadz DR Adian Husaini senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk selalu istiqamah dlm mengawal dan menjaga kebenaran dan kesucian Islam melalui tulisan2 beliau dari upaya pengkaburan oleh kaum kuffar. jadi belum masuk ke toko-toko buku. Korea selatan. Jepang.. smga ini m'jadi amal sholih si Penulis.. 20 April 2012 Alhamdulillaah. baik dlm perilaku maupun peranan di masyarakat. keadaan muslim hari ini.. bukunya memang disebarluaskan secara online. Keadaan ini menyebabkan banyak muslim yg silau dgn kehebatan org-org tsb. Mudah2an ini membantu penyebarluasan pemikiran yg terkandung di dalamnya. shg merembet pd bidang agama dengan menyatakan semua agama itu adalah sama!! Kehebatan seseorg itu bisa mempengaruhi org lain dlm semua hal: gaya hidup. ust Adian menulis CAP tentang buku saya.com.

beliau mengguanakan contoh-contoh yang hidup di tengah masyarakat. Perbedaan dari sudut bahasa. pendapat tabi’in. Oleh karena itu.Tafsir dan Penafsiran Buya Hamka 7:09 PM Tafsir No comments CORAK TAFSIR BUYA HAMKA Agama bersifat netral.baik masyarakat kelas atas seperti raja. Iqbal. Mulai dari sudut pemikiran sampai sudut bahasa yang digunakan dalam menafsirkan pun sangatlah berbeda.Berdasarkan fakta yang demikian.Tafsir al-Misbah : Sudut pemikirannya mendalam dan dilengkapi oleh data-data kontemporer(modern) c. hadits Nabi. riwayat dari kitab tafsir mu’tabar seperti al-Manar. Sementara hamka dalam menjelaskan ayat itu. Tafsir ini ditulis dalam bentuk pemikiran dengan metode analitis atau tahlili. kamiakan membendingkan tafsir al-Azhar ini dengan tafsir Depag dan tafsir al-Misbah. Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar.Karakteristik yang tampak dari tafsir al-Azhar ini adalah gaya penulisannya yang bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan) yang dapat disaksikan dengan begitu kentalnya warna setting sosial budaya Minangnya yang ditampilkan oleh Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur’an PERBEDAAN DENGAN TAFSIR LAIN Tafsir al-Azhar sangatlah berbeda dengan tafsir-tafsir lainnya. KARAKTERISTIK TAFSIR AL-AZHAR Tafsir al-Azhar merupakan karya Hamka yang memperlihatkan keluasan pengetahuan beliau. maka seseorang harus terjun ke dalam tasawuf. serta juga dari syair-syair seperti syair Moh. Yaitu sebagaiberikut: Perbedaan gotong dari sudut pemikiran: royong) a. Depag : Sudut pemikirannya datar (karena tafsir ini ditulis oleh banyak ulama atau dapat dikatakan tulisan b. dia hanya menjelaskan pengertian raj’i. Tafsir Depag : Sudut bahasa yang digunakan sangatlah standart atau datar (dimaksudkan agar memudahkan seseorang dalam memahaminya) CONTOH PENAFISRAN HAMKA Penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat Amar Ma’rûf nahî Munkar dalam Tafsir al-Azhar. tafsir Hamka dalam menjelaskan ayat itu bercorak sosial kemsyarakatan (adabi ijtima’i). Sumber penafsiran yang dipakai olehHamka antara lain. al Qur’an. tidak memihak. Tafsir al-Azhar : Sudut pemikirannya selalu menggiring seseorang kepada tasawuf (karenaberangkat dari setting sosial politik pada saat tafsir ini ditulis dan untuk selamat dari kondisiseperti itu. maupun secara individu. kata ma’rûf ( ‫ )معشششروف‬berasal dari kata urf ( ‫ )عشششششرف‬artinya “yang . rakyat biasa. yang hampir mencakup semua disiplin ilmu penuh berinformasi.

Dengan kalimat pendek Hamka menyimpulkan bahwa tidak ada suatu perintahpun yang tidak ma’rûf (‫ )معروف‬kepada jiwa. Pada surat al-A’râf ayat 157. ma’rûf (‫ )معروف‬berarti perbuatan yang patut. berarti yang dikenal atau patut untuk dilakukan. Kalimat ‫ ينامرﻫشم بنا لمعشرو ف و يشنشهششهشم عشن المشنكشر‬yang terdapat dalam surat al-‘Arâf ayat 157 seperti tersebut di atas. pantas dan sopan yang berlaku secara umum.dikenal. Dalam konteks amar ma’rûf nahî munkar. sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini. yang memang patut dikerjakan. karena tidak patut. Perbuatan itu patut diterima dan dipahami ma-nusia karena memang perbuatan baik (‫ )معروف‬itulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. segala gejala-gejala buruk yang tidak diterima oleh masyarakat secara akal sehat. seberat apapun risiko itu. Demikian sekilas penjelasan mengenai pengertian ma’rûf ( ‫ )معششروف‬dan munkar (‫ )مشنشكشششر‬menurut Hamka Seperti diketahui bahwa ayat amar ma’rûf nahî munkar dituliskan secara bersambung disebutkan dalam alQur’ân pada lima surat. Meskipun begitu. Oleh karena itu. karena memang masyarakat miskin perlu mendapat bantuan. yang tidak disenangi atau ditolak oleh ma¬syarakat. Masing-masing ayat mempunyai konteks dan situasi yang berbeda. nabi Isa dan nabi Muhamad saw yang ummi. dan 112. Tidak selayaknya yang demikian itu dikerjakan oleh manusia berakal. tugas berat yang diemban nabi Muhamad saw. Kebalikan dari kata ma’rûf (‫ )معروف‬adalah kata mun¬kar ( ‫)مشنشكشر‬. dan 103. Lebih lanjut Hamka menjelaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan baik ( ‫ )معروف‬jika perbuatan itu dapat diterima dan dipahami oleh manusia. beliau juga mendapat tugas untuk menyebarkan risalah ketuhanan kepada umat manusia.” Dalam pengertian lain. Menurut Hamka. dalam menjalankan risalah atau nubuwah kepada umat manusia. akan selalu menghadapi risiko. segala perintah yang dikerjakan oleh nabi yang ummi. karena hati nurani mengenalnya sebagai suatu yang baik. serta al-Taubah ayat 67. Risalah yang akan dibawa oleh Nabi akhir zaman itu ialah yang menyuruh akan mereka “berbuat yang ma’rûf dan mencegah akan mereka yang munkar”. kecuali jiwa yang sakit. yaitu al-‘Araf ayat 157. Di antara contoh yang diberikan Hamka adalah perintah shalat dan membayar zakat.”atau“yang dapat dimengerti dan dapat dipa¬hami serta diterima oleh masyarakat. karena beliau telah mendapatkan amanah untuk melaksanakan yang ma’rûf (‫)معشششششششششششروف‬ dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكششششششششششششر‬. seperti nabi Musa. Nabi Muhamad saw adalah seorang yang ummî (yang tidak pandai menulis dan membaca) yang telah disebutkan bahwa beliau akan datang sebagai Nabi akhir zaman di dalam Taurat dan Injil. Ali Imran ayat104. Apabila suatu perintah datang kepada manusia yang berakal budi. konteks amar ma’rûf dan nahî munkar menjelaskan tentang keberadaan Nabi Muhamad saw sebagai seorang rasul Tuhan. Nabi Muhamad dan umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat. nabi siap menanggungnya. Dalam konteks ini. ditafsirkan oleh Hamka dengan kalimat sehaja. al-Hajj ayat 103. langsung disetujui oleh hatinya. Sebagai nabi yang ummi. karena shalat adalah pekerjaan yang patut dilakukan. pastilah sesuai dengan jiwa. Luqman ayat 17. berarti yang dibenci. Hamka menjelaskan bahwa sebagai nabi yang ummi. semua ayat ini menyerukan agar mengerjakan perbuatan yang ma’rûf dan menjauhi perbuatan keji yang dilarang oleh Allâh SWT. sebab jiwa mengenalnya sebagai suatu yang baik. 71. dan 114. termasuk ke-pada para ahl al-kitab. 110. dan dipuji. Tetapi. tidak pantas. . menjelaskan tentang peran yang telah dimainkan oleh para nabi dan rasul. Begitu juga pemberian zakat. kata ma’rûf (‫ )معروف‬yang terdapat dalam surat ini.

yaitu melakukan dakwah. yaitu. yaitu ummat. dalam konteks ayat tersebut. umum.Selanjutnya ayat–ayat yang menjelaskan amar ma’rûf nahî munkar ( ‫الـمـربـالـمـعـروف وا‬ ‫ لنهى عن الـمـنكر‬secara berurutan ialah surat Âli ‘Imrân ayat 104. ada sekelompok umat yang bertugas dan bekerja keras untuk menggerakkan masyarakat agar mereka berbuat yang ma’ruf. umumnya menyetujui. karena tidak patut dan tidak pantas untuk dikerjakan. memiliki tugas dan kewajiban untuk mengajak dan membawa manusia kepada kebaikan. dan dipuji. Sebaliknya. dan mencegah dari yang munkar. Untuk mengatasi masalah ini. membenci dan tidak menyukainya. dan mencegah perbuatan munkar (‫)مشنشكشر‬. Karena begitulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. ada dinamika kehidupan umat Islam. yang dibenci dan yang tidak diterima oleh akal dan jiwa yang sehat. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Ali-Imran:110) Artinya:mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan. haruslah ada sekelompok orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan. ( ‫)مشنشكشر‬. pan-tas dan sopan. tentulah itu lebih baik bagi mereka. Hamka tampaknya membagi bidang garapan dakwah menjadi dua. Artimya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Untuk itu. yaitu perbuatan yang patut. menyuruh berbuat ma’rûf (‫)معروف‬. mereka menyuruh kepada yang ma'ruf. Dengan dakwah. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung (QS. Kesimpulan yang disampaikan oleh Hamka dalam penafsirannya pada surat Âli Imrân ayat 104 dalam tafsir al-Azhar adalah bahwa ‫ المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬itu adalah menyeru untuk melakukan ke-bajikan dan mencegah kemunkaran. yang tidak disenangi. maka tidak ada dinamika kehidupan beragama. membenarkan dan memuji. Menurut Hamka. terdapat hal penting yang menjadi tugas dan kewajiban umat manusia. menurut Hamka lebih lanjut. hendaknya dalam suatu masyarakat. Hamka memberikan sebuah tips. Menurutnya. Suatu golongan yang terdapat dalam ayat tersebut. dapat dipahami serta dapat diterima oleh manusia. bertambah kenal orang akan yang ma’ruf. dan bertambah benci kepada yang munkar. menyuruh kepada yang ma'ruf. Sekiranya ahli kitab beriman. melarang perbuatan munkar ( ‫)مشنشكشر‬. seluruh masyarakat. dan mencegah. menjadi lebih dinamis dan agama menjadi hidup. Karena itu. artinya yang dibenci. Kata ma’rûf (‫)معروف‬. terdapat dua kata penting. Dalam konteks dakwah. apabila tidak ada dakwah. dan beriman kepada Allah. diambil dari kata ‘urf (‫( عشرف‬yang berarti dikenal atau yang dapat dimengerti. 110. Oleh karena itu. kalau ada perbuatan munkar. Ali-Imran:104) Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. supaya masyarakat itu bertambah tinggi nilainya. semakin tinggi kecerdasan beragama. dan menjauhi yang munkar. yaitu me-nyuruh berbuat ma’rûf ( ‫)معروف‬. yaitu pengetahuan keagamaan dan sikap keberagamaan. adalah untuk kalangan masyarakat umum. dan 114. Sebaliknya. menurut Hamka. dan mencegah dari yang Munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. Sedang yang munkar. yang ditolak oleh masyarakat. kalau ada orang berbuat ma’ruf. di antara mereka ada yang beriman. mereka itu Termasuk orang-orang yang saleh (Ali-Imran 114) Pada surat Âl-Imrân ayat 104. Menyeru atau mengajak merupakan aktivitas dakwah. seluruh masyarakat menolak. Ayat- ayat tersebut adalah sebagai berikut. dan .

Dakwah yang bersifat umum adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat serta mengajak mereka untuk memahami hikmah ajaran Islam yang benar. yang ma’ruf ( ‫)معروف‬. maka percuma saja menyebut yang ma’rûf (‫)معروف‬. bila dakwah ke dalam. Sedang dakwah yang bersifat khusus. dan mana yang tidak baik. yaitu dakwah di kalangan umat Islam sendiri. Dengan kesadaran beragama yang tinggi. Sedang dakwah ke luar Islam tujuannya agar masyarakat non-muslim memahami posisi Islam sebagai sebuah agama damai dan memberikan pengertian tentang hakikat kebenaran Islam kepada orang-orang yang belum memeluknya. Tujuannya. dengan yang munkar (‫)مشنشكششششششششر‬ tidak ada lain kecuali ajaran Islam. termasuk tauhid dan ma’rifat. Bila amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. adalah mereka yang . dan ketiga mengajak kepada kebaikan (‫ )الخشثيشششر‬Menurut Hamka. yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Islam. yang kerjanya khusus mengadakan dakwah. Di sinilah. terhenti. mereka yang melakukan kebaikan ( ‫ )الشخشثيشر‬dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. artinya umat mengajak pada kebaikan yang terdapat pada surat Âl-Imrân ayat 104. dan menentang yang munkar. yaitu munkar ( ‫)مشنشكشر‬. untuk keluarga sendiri. yaitu menyuruh berbuat ma’ruf ( ‫)معروف‬. menurut Hamka memiliki dua kata penting. ditujukan kepada keluarga sendiri. menurut Hamka untuk membedakan yang ma’rûf ( ‫)معشششششششروف‬. sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran beragama yang tinggi. Hal itulah. maka hal itu dapat dijadikan sebagai indikator masyarakat yang sedang sakit. sehingga mampu melakukan yang ma’ruf (‫ )معروف‬dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكشر‬. kemajuan dan kemundurannya sangat tergantung pada dakwah. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa dikalangan umat Islam yang besar jumlahnya. sebagai bagian dari aktivitas dakwah. yaitu ummatun (‫ ) امشﺔ‬dan kedua kata yad’ûna ‫ يشدعشنون‬. Menurut Hamka. yaitu ‫يشدعشنون الى الشخشثيشر‬mengajak pada ke-baikan. semua berpusat pada yang satu. yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. hendaklah ada segolongan umat yang menjadi inti. serta menangkis tuduhan yang tidak benar yang diarahkan kepada agama Islam. menurut Hamka pentingnya juru dakwah atau da’i memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai ajaran agama Islam yang sebenarnya. apabila sikap keberagamaan masyarakat belum tumbuh dan masih rendah. menurut Hamka sebagai hakikat kesadaran beragama yang menimbulkan pengetahuan sehingga dapat membedakan mana yang baik. Sebab kehidupan agama. lanjut Hamka. Oleh karena itu. melarang berbuat munkar(‫)مشنشكشر‬. Di dalam ayat 104 surat Âl-Imrân ini terdapat 3 (tiga) kewajiban. menurutnya. Sebaliknya. juga dakwah ke masyarakat luar Islam. akan terbentuk masyarakat yang sehat. seorang da’i apabila berdakwah hendaklah ia mengeluarkan pendapat umum yang sehat atau public opini yang sehat dan dapat diterima masyarakat umum. atau seluruh umat ini sendiri sadar akan kewajibannya yaitu melaksanakan dakwah. Diharapkan dengan adanya kegiatan dakwah. yaitu me¬mupuk kepercayaan dan iman kepada Tuhan. Sebab. Oleh sebab itu. Pelaksanaan dakwah yang dimaksudkan Hamka tidak hanya kegiatan dakwah ke dalam. agar patuh kepada Tuhan.khusus. sehingga ia memiliki keberanian untuk melakukan kebaikan dan mencegah keburukan. ketiga kewajiban itu. Kalimat ‫ يشدعشنون الى الشخشثيشر امشﺔ‬. yang dimaksud dengan kata (‫)الخشثيشر‬ yang berarti kebaikan. maka akan berdampak pada sikap dan perilaku seseorang dalam bermasyarakat. Seperti ditegaskan sebelumnya bahwa Hamka mengartikan kata ma’ruf ( ‫ )معروف‬dengan suatu perbuatan baik yang diterima oleh masyarakat dan akal sehat. diharapkan umat Islam semakin kuat kesadaran beragamanya.

ada tiga hal yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. lanjut yach. sehingga umat menjadi pelopor kebajikan di dalam dunia. mencegah orang dari al-munkar ( ‫)وا لنهى عن الشمشنكر‬. Terdapat dua ka-ta yang berbeda akan tetapi memiliki pengertian sama. ke-simpulan umum yang hendak dijelaskan pada ayat ini adalah suatu kewajiban bagi umat Islam untuk menyampaikan yang ma’ruf ( ‫ )معروف‬dan melarang perbuatan yang munkar( ‫)مشنكر‬. baca juga ulama tafsir Quraisy Shihab . Pertama. mengajak orang kepada al-khair (‫)يشدعشششنون الششى الشخشثيشششر‬.. lafal atau kata al-khair (‫ )الشخشثيشر‬dan lafal al-ma’rûf ‫ الشمشعشروف‬menurut harfiahnya sama. yakni menyampaikan yang baik dan melarang kepada yang munkar. Dalam konteks ini ayat tersebut di atas. Karena mereka telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا‬ ‫ لنهى عن الشمشنكر‬.akan memperoleh kemenangan. Kedua. Ketiga. Dari terjemahan ayat tersebut. Karena perbuatan demikian merupakan ujung tombak dari dakwah Islam. yaitu kebaikan. Oleh karena itu. dan mengajak pada kebaikan.. sehingga keburukan dapat dihindari atau dikalahkan. mengajak orang kepada yang al-ma’rûf ( ‫)المشربشنالشمشعشروف‬.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful