Tafsir Al-Furqon adalah karya besar A.

Hassan

Bagian pertama al-Furqon diterbitkan pada tahun 1928. Terbitan pertama itu mungkin belum seperti yang diharapkan karena baru dapat memenuhi sebagian ilmu yang diperlukan oleh umat Islam di Indonesia. Untuk memenuhi desakan sejumlah anggota Persatuan Islam, bagian kedua tafsir itu diterbitkan tahun 1941, tetapi hanya sampai Surah Maryam. Selanjutnya, atas bantuan seorang pengusaha, yaitu Sa’ad Nabhan, pada tahun 1953 barulah proses penulisannya dilanjutkan kembali hingga akhirnya tulisan Tafsir Al-Furqân secara keseluruhan (30 juz) dapat diterbitkan pada tahun 1956. Mengingat tafsir tersebut ditulis pada dekade sebelum 1960-an, bahasa Indonesia yang digunakan pun tentunya bahasa Indonesia yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Dalam periode selanjutnya bahasa Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat berarti, terutama setelah ditetapkannya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Edisi Kedua, 1987), penulisan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Pertama, 1988), dan Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia (1987). Penulisan tafsir ini yang merupakan langkah pertama dalam sejarah penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia itu dilakukan dalam kurun waktu 1920-1950-an. Dalam penerjemahan ayat-ayat al-Qur’an, A. Hassan menggunakan metode harfiah, yaitu penerjemahan kata demi kata, kecuali terhadap beberapa hal yang tidak memungkinkan penggunaan metode itu. Untuk hal seperti itu, barulah A. Hassan menggunakan metode maknawiah (semantik). Tafsir Al-Furqân merupakan gabungan dari terjemahan dan tafsiran yang dilakukan oleh A. Hassan, seorang yang dikenal luas reputasi keilmuannya. Usaha yang serius dan bertanggung jawab yang dilakukannya dalam tafsir ini diakui oleh banyak kalangan sebagai usaha yang berhasil. Bahkan, tidak sedikit orang yang lebih memilih menggunakan tafsir ini untuk mendapatkan terjemahan dan pemahaman Qur’an daripada tafsir dan terjemahan Qur’an dalam bahasa Indonesia yang lain. Inilah yang membuat keinginan keluarga besar A. Hassan untuk memutakhirkan bahasa Indonesia tafsir ini disambut oleh tim, sebagai upaya pelestarian aset intelektual bangsa. Ini juga merupakan upaya untuk menjaga amal jariah yang ditinggalkan A. Hassan, yang akan baik bila tidak diputus rantainya hanya karena bahasa yang dipergunakan sudah tidak akrab lagi dengan pembaca masa kini.

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy

TAFSIR AN-NUR Karya Prof. Dr. Hasbi al-shiddieqy by sariono sby I. PENDAHULUAN RIWAYAT TAFSIR AN-NUR Tafsir An-Nur ini dikerjakan oleh Hasbi Ash-Shiddiqy sejak tahun 1952-1961 (sembilan tahun) di sela-sela kesibukannya mengajar, memimpin fakultas, menjadi anggota konstituante dan kegiatan-kegiatan lainnya. Hidupnya yang sarat dengan beban itu tidak memberi peluang baginya untuk secara konsisten mengikuti tahap-tahap kerja yang lazim dilakukan oleh penulis-penulis profesional. Dengan bekal pengetahuan, semangat dan dambaannya untuk menghadirkan sebuah kitab tafsir dalam bahasa indonesia yang tidak hanya sekedar terjemahan, ia mendiktekan naskah kitab tafsirnya ini kepada seorang pengetik dan langsung menjadi naskah siap cetak. Memang ketika ia mendiktekan naskah itu, di atas meja kerjanya penuh terhampar buku-buku referensi dan catatan-catatannya berupa kertas berserakan. Itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadi pengulangan informasi, penekanan ayat, penomoran catatan kaki yang tidak mengikuti metode penulisan karya ilmiah dalam tafsir ini. Tafsir an-Nur telah dicetak sebanyak dua kali, cetakan yang kedua telah mengalami beberapa penyempurnaan menyangkut penggantian kulit muka dan struktur bahasa indonesia. Tafsir An-Nur yang pertama terbit pada tahun 1956, ini adalah kitab tafsir pertama yang diterbitkan di indonesia, sehingga merupakan pelopor dari khazanah perpustakaan di tanah air, menurut penilaian seorang mubaligh, tafsir ini mudah dicerna tidak saja oleh golongan pemula, namun juga bisa dipelajari dan dijadikan objek penelitian dan para peminat tafsir. Penerbitan cetakan kedua dilakukan penyempurnaan bahasa oleh H. Sudarto, seorang wartawan yang berdiam di Semarang, dan juga penyuntingan, persiapan sistem penyusunan tafsir oleh alm. Prof. Dr. Nourrouzzaman shiddiqi, M. A. (salah seorang putera alm. Teungku muhammad hasbi ash-shiddiqi, yang wafat pada tanggal 19 Juli 1999). II. BIOGRAFI HASBI AL-SHIDDIEQY Prof. DR. Hasbi al-Shiddieqy Lahir di Lhokseumawe, 10 Maret 1904 – Wafat di Jakarta, 9 Desember 1975. Seorang ulama Indonesia, ahli ilmu fiqh dan usul fiqh, tafsir, hadis, dan ilmu kalam. Ayahnya, Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husein ibn Muhammad Su’ud, adalah seorang ulama terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pesantren (meunasah). Ibunya bernama Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz, putri seorang Qadhi Kesultanan Aceh ketika itu. Menurut silsilah, Hasbi al-Shiddieqy adalah keturunan Abu Bakar al-Shiddieq (573-13 H/634 M), khalifah pertama. Ia sebagai generasi ke-37 dari khalifah tersebut melekatkan gelar al-Shiddieqy di belakang namanya. Pendidikan agamanya diawali di dayah (pesantren) milik ayahnya. Kemudian selama 20 tahun ia mengunjungi berbagai dayah dari satu kota ke kota lain. Pengetahuan bahasa Arabnya diperoleh dari Syekh Muhammad ibn Salim al-Kalali, seorang ulama berkebangsaan Arab. Pada tahun 1926, ia berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Madrasah al-Irsyad, sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syekh Ahmad Soorkati (1874-1943), ulama yang berasal dari Sudan yang mempunyai pemikiran modern ketika itu. Di sini ia mengambil pelajaran takhassus (spesialisasi) dalam bidang pendidikan dan bahasa. Pendidikan ini dilaluinya selama 2 tahun. Al-Irsyad dan Ahmad Soorkati inilah yang ikut berperan dalam membentuk pemikirannya yang modern sehingga, setelah kembali ke Aceh. Hasbi ash-Shiddieqy langsung bergabung dalam keanggotaan organisasi Muhammadiyah. Pada zaman demokrasi liberal ia terlibat secara aktif mewakili Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Pada tahun 1951 ia menetap di Yogyakarta dan mengkonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan. Pada tahun 1960 ia diangkat menjadi dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jabatan ini dipegangnya hingga tahun 1972. Kedalaman pengetahuan keislamannya dan pengakuan ketokohannya sebagai ulama terlihat dari beberapa gelar doktor (honoris causa) yang diterimanya, seperti dari Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975 dan dari IAIN

Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975. Sebelumnya, pada tahun 1960, ia diangkat sebagai guru besar dalam bidang ilmu hadis pada IAIN Sunan Kalijaga. Hasbi ash-Shiddieqy adalah ulama yang produktif menuliskan ide pemikiran keislamannya. yang didasari karena lima jasa yang dimiliki oleh beliau, yakni : 1. Pembinaan IAIN; 2. Perkembangan Ilmu agama Islam; 3. Jasa-jasa beliau kepada masyarakat; 4. Pokok-pokok pemikiran beliau tentang cita-cita hukum Islam, dan: 5. Pendapat-pendapat beliau tentang beberapa masalah hukum. Sementara gelar Professor dalam bidang ilmu Hadits beliau peroleh tahun 1962 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. B.IV.I/37-92 tanggal 30 Juli 1962 dan dikukuhkan dengan Keputusan Presidn RI No. 71/M-1 tanggal 22 Mei 1963. Ada beberapa sisi menarik pada diri Muhammad Hasbi, antara lain: Pertama, ia adalah seorang otodidak. Pendidikan yang ditempuhnya dari dayah ke dayah, dan hanya satu setengah tahun duduk di bangku sekolah Al Irsyad (1926). Dengan basis pendidikan formal seperti itu, ia memperlihatkan dirinya sebagai seorang pemikir. Kemampuannya selaku seorang intelektual diakui oleh dunia internasional. Ia diundang dan menyampaikan makalah dalam Internasional Islamic Colloquium yang diselenggarakan di Lahore Pakistan (1958). Selain itu, berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya di Indonesia, ia telah mengeluarkan suara pembaharuan sebelum naik haji atau belajar di Timur Tengah. Kedua, ia mulai bergerak di Aceh, di lingkungan masyarakat yang dikenal fanatik, bahkan ada yang menyangka “angker”. Namun Hasbi pada awal perjuangannya berani menentang arus. Ia tidak gentar dan surut dari perjuangannya kendatipun karena itu ia dimusuhi, ditawan dan diasingkan oleh pihak yang tidak sepaham dengannya. Ketiga, dalam berpendapat ia merasa dirinya bebas tidak terikat dengan pendapat kelompoknya. Ia berpolemik dengan orang-orang Muhammadiyah dan Persis, padahal ia juga anggota dari kedua perserikatan itu. Ia bahkan berani berbeda pendapat dengan jumhur ulama, sesuatu yang langka terjadi di Indonesia. Keempat, ia adalah orang pertama di Indonesia yang sejak tahun 1940 dan dipertegas lagi pada tahun 1960, menghimbau perlunya dibina fiqh yang berkepribadian Indonesia. Himbauan ini menyentak sebagian ulama Indonesia. Mereka angkat bicara menentang fiqh (hukum in concreto) di-Indonesia-kan atau dilokalkan. Bagi mereka, fiqh dan syariat (hukum in abstracto) adalah semakna dan sama-sama universal. Kini setelah berlalu tigapuluh lima tahun sejak 1960, suara-suara yang menyatakan masyarakat muslim Indonesia memerlukan “fiqh Indonesia” terdengar kembali. Namun sangat disayangkan, mereka enggan menyebut siapa penggagas awalnya. Mencatat penggagas awal dalam sejarah adalah suatu kewajiban, demi tegaknya kebenaran sejarah. Pada tanggal 9 Desember 1975, berusia 71 tahun, setelah beberapa hari memasuki karantina haji, dalam rangka menunaikan ibadah haji, beliau berpulang ke rahmatullah, beliau meninggal di Rumah Sakit Islam Jakarta dan jasad beliau dimakamkan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. Pada waktu pemberangkatan jenazahnya dari rumah anaknya yang bungsu di Tanjung Duren Selatan Jakarta Barat ke Pekuburan IAIN Syarif Hidayatullah di Ciputat Jakarta selatan telah memberikan kata sambutan pelepasan : Amelz (Abdul Manaf el-Zamzami) mewakili keluarga, serta Prof. Dr. Hamka dan Drs. H. Kafrawi Ridwan, M.A atas nama menteri agama. Makamnya berdampingan dengan Prof. Thoha Yahya Umar M.A, dan dekat makam Sa’adudin Jambek. III. KARYA-KARYA HASBI ASH-SHIDDIEQY Hasbi Ash-Shiddieqy adalah seorang alim yang sangat produktif dan banyak menulis. Karya tulisnya mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman. Menurut catatan, buku yang ditulisnya berjumlah 73 judul (142 jilid). Sebagian besar karyanya adalah tentang fiqh (36 judul). Bidang-bidang lainnya adalah hadis (8 judul), tafsir (6 judul), tauhid (ilmu kalam; 5 judul). Sedangkan selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. Beberapa diantaranya adalah : 1. Tafsir an-Nur 2. Al-Bayan, yang merupakan penyempurnaan dari tafsir an-nur 3. Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Qur’an. Karena keahliannya dalam bidang tafsir, sehingga ia diberi penghargaan sebagai salah seorang penulis tafsir terkemuka di Indonesia pada tahun 1957/1958, serta dipilih sebagai wakil ketua lembaga penerjemah dan Penafsir al-Qur’an Departemen Agama RI. 4. Pengantar Hukum Islam 5. Peradilan dan Hukum Acara Islam

6. Sejarah Pengantar Ilmu Hadis 7. Pokok-pokok Ilmu Diniyah Hadis (I-II) 8. Kuliah Ibadah 9. Fiqh Mawaris 10. Pedoman Haji 11. Pidana Mati dalam Syariat Islam 12. Hukum-hukum Fiqih Islam 13. Pengantar Fiqh Muamalah 14. Filsafat Hukum Islam 15. Kriteria antara Sunnah dan Bid’ah 16. Buklet “ Penoetoep Moeloet” (karya pertama pada awal tahun 1930-an) 17. Buku Al-Islam, dua jilid (1951) 18. Buku Pedoman Shalat, yang dicetak ulang sebanyak 15 kali oleh dua percetakan yang berbeda (1984) 19. Buku Mutiara Hadits, sebanyak 8 jilid (1968) 20. Buku Koleksi Hadits Hukum, sebanyak 11 jilid, baru terbit 6 jilid (1971) dll. IV. METODE PENAFSIRAN Untuk menentukan metode apa yang di gunakan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy, harus diketahui dulu motivasi dan sumber-sumber dalam penafsiran An-Nur. Pada kata pengantar Tafsir An-Nur, beliau mengatakan : Indonesia membutuhkan perkembangan tafsir dalam bahasa persatuan Indonesia, maka untuk memperbanyak lektur Islam dalam masyarakat Indonesia dan untuk mewujudkan suatu tafsir yang sederhana yang menuntun para pembacanya kepada pemahaman ayat dengan perantaraan ayat-ayat itu sendiri. Sebagaimana Allah telah menerangkan ; bahwa Al-Qur’an itu setengahnya menafsirkan yang setengahnya, yang meliputi penafsiran-penafsiran yang diterima akal berdasarkan pentakhwilan ilmu dan pengetahuan, yang menjadikan intisari pendapat para ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan yang diisyaratkan AlQur’an secara ringkas. Dengan berharap taufiq dan inayah yang maha pemurah lagi maha penyayang, kemudian dengan berpedoman kepada kitab-kitab tafsir yang mu’tabar, kitab-kitab hadits yang mu’tamad, kitab-kitab sirah yang terkenal. Saya menyusun kitab tafsir in dengan saya namai “An-Nur. Melihat ungkapan diatas, terlihat bahwa motivasi Hasbi Ash-Shiddieqy sangat mulia yaitu untuk memenuhi hajat orang Islam di Indonesia untuk mendapatkan tafsir dalam Bahasa Indonesia yang lengkap, sederhana dan mudah dipahami, sesrta ia menerangkan sepenggal-sepenggal ayat al-qur’an dengan menulisnya menggunakan bahasa latin dimaksudkan agar orang-orang yang tidak bisa membaca al-qur’an dengan bahasa arabnya maka ia bisa membacanya dengan huruf latin. Sumber yang beliau gunakan dalam menyusun tafsir An-Nur adalah : 1. 'Umdatut Tafsir 'Anil Hafidz Ibnu Katsir, 2. Tafsir al-Manar(karya Muhammad Abduh); 3. Tafsir al-Qasimy; 4. Tafsir al-Maraghy (karya Ahmad Musthafa al-Maraghi), dan 5. Tafsir al-Wadhih. Sedangkan metode yang dilakukan oleh Hasbi Ash-Shiddieqy adalah: Pertama, mengemukakan ayat-ayat yang akan ditafsirkan satu, dua, atau tiga ayat dan kadang-kadang lebih. Dan dalam hal ini Hasbi Ash-Shiddieqy menuruti al-maragy, yang pada umumnya menuruti al-manar dan kadang-kadang menuruti tafsir al-wadhih. Kedua, ayat-ayat tersebut kemudian di bagi kepada beberapa jumlah. Masing-masing jumlah ditafsirkan sendiri-sendiri. Ketiga, dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa indonesia, Hasbi Ash-Shiddieqy berpedoman kepada tafsir abu suud, tafsir shiddiqy hasan khan dan tafsir al-qasimy. Keempat, menerangkan tafsiran ayat, dalam materi penafsiran Hasbi Ash-Shiddieqy mensarikan dari uraian al-maraghy dan al-manar, dan dalam menafsirkan ayat-ayat yang semakna menuruti tafsir al-imam ibnu katsir. Kelima, menerangkan asbabun nuzul ayat, apabila terdapat atsar yang diakui keshahihannya oleh ahli atsar. Metode semacam ini juga dipergunakan oleh mufassir pada abad modern yang ditulis pasca kebangkitan umat Islam, seperti metode yang dipakai Prof. DR. Hamka (Indonesia). Berdasarkan sumber-sumber yang dipakai, maka dapat diketahui bahwa metode yang dipakai oleh Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menyusun tafisir An-Nur adalah metode campuran antara metode bil Ro’yi atau bil

Ma’qul. Hal ini juga beliau kemukakan bahwa, dalam menyusun tafsir ini berpedoman pada tafsir induk, baik kitab tafsir bil Matsur maupun kitab tafsir bin Ma’qul. Sementara jika diperhatikan sistematika yang terkandung dalam kitab tafsir An-Nur, terdiri dari 4 (empat) tahap pembahasan, yakni : 1. Penyebutkan ayat secara tartib mushaf tanpa diberi judul; 2. Terjemahan ayat kedalam Bahasa Indonesia dengan diberi judul “Terjemahan”; 3. Penafsiran masing-masing ayat dengan didukung oleh ayat yang lain, hadits, riwayat Shahabat dan Tabi’in serta penjelasan yang ada kaitannya dengan ayat tersebut dan tahapan ini diberi judul “Tafsirnya”; 4. Kesimpulan, intisari dari kandungan ayat yang diberi judul “Kesimpulan”. V. KESIMPULAN Tafsir An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddieqy tidak mempunyai corak dan orientasi terhadap bidang tertentu, sebab kalau diperhatikan semua tafsirnya tidak memuat bidang ilmu tertentu, seperti bidang Bahasa, hukum, sufi, filsafat dan sebagainya. Hasbi Ash-Shiddieqy membahasnya dengan mengaitkan bidang ilmu pengetahuan secara merata artinya tidak ada penekanan pada bidang tertentu, sebab membahas dengan memfokuskan pada bidang tertentu menurutnya akan membahwa para pembaca keluar dari bidang tafsir. Pada kata pengantar kitab tafsir an-Nur beliau menyatakan : “Meninggalkan uraian yang tidak langsung berhubungan dengan tafsir ayat, supaya tidak selalu para pembaca dibawa keluar dari bidang tafsir, baik ke bidang sejarah atau bidang ilmiah yang lain” Dari ungkapan di atas, Hasbi Ash-Shiddieqy tidak bermaksud menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan uraian ilmiah yang panjang lebar yang dikhawatirkan keluar dari tujuan ayat-ayat tertentu. Dengan demikian tafsir An-Nur tidak mempunyai corak atau orientasi tertentu, namun bisa dikatakan komplit, artinya meliputi segala bidang. http://referensiagama.blogspot.com

Dr. Al-Qur’an Lafaz dan Makna. bahkan hingga sekarang dan yang akan datang. Hamka Hamka adalah nama singkatan Haji ‘Abdul Malik Karim Amrullah. Di dalamnya terdapat penjelasan tentang halal-haram. Dalam Kata Pengantar. Untuk merespon kenisacayaan itu. penemuan ilmu-pengetahuan dan kemajuan akal-pikir manusia semakin memperjelas betapa luasnya samudera hikmah yang dikandung AlQur’an. karena memegangteguh ajaran Al-Qur’an merupakan sumber kebahagiaan. seluruhnya ratusa judul. Kemunculan para mufasir dari satu masa ke masa berikutnya memperpanjang daftar perbendaharaan rahasia dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Jika demikian halnya. Sementara itu sejak tanggal 21 Mei 1981 Hamka meletakkan jabatannya selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Di Dalam Lembah Kehidupan (1940. Keharusan itu dapat dipahami. I’jâz AlQur’an. Ia adalah putera seorang ulama terkemuka. Menafsirkan Al-Qur’an. yang kesemuanya itu harus dipedomani oleh mereka yang mengaku menjadikan Al-Qur’an sebagai Kitab Sucinya. Pada setiap fase waktu dapat kita temukan “peninggalan” tafsir yang sejalan dengan tuntutan dan dinamika masanya. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh dan pengarang (pujangga) Islam. Pergantian zaman. maka aktivitas tafsir Al-Qur’an serta upaya penjelasan makna-maknanya yang dianggap musykil oleh kebanyakan kaum Muslimin menjadi suatu keniscayaan. mendalami dan mengamalkan segala isinya. perintah dan larangan. kumpulan cerita pendek). Pandahuluan.[2] Sekilas Profil Tafsir Al-Azhar Kitab Tafsir berbahasa Indonesia yang akan kita kaji sekarang ini adalah terbitan Pustaka Panjimas. Ayahku (1949. terutama dalam bidang agama. Yang penulis coba tampilkan dalam makalah ini memang hanya sisi-sisi yang dianggap penting saja. 1982. banyak sudah ulama yang mencurahkan perhatiannya untuk membidangi tafsir dengan berbagai manhaj. Nama-nama yang disebutnya itu boleh jadi merupakan orang-orang pemberi motivasi untuk segala karya cipta dan dedikasinya terhadap . Sekilas Biografi Prof. Kemudian menetap di Medan di mana ia aktif sebagai ulama dan bekerja sebagai redaktur majalah Pedoman Masyarakat dan Pedoman Islam (1938-1941). DR. petunjuk dan kemenangan di sisi Tuhan berupa surga yang penuh kenikmatan. lalu aktif dalam organissi Muhammadiyah. Sebelum betul-betul masuk dalam tafsir ayat Al-Qur’an. Tahun 1927 berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.STUDI ANALISIS ATAS TAFSIR AL-AZHAR Karya Prof. Hamka banyak sekali menulis buku tentang Islam. Pada waktu itu ia mulai banyak menulis roman. Pernah memimpin majalah Panji Masyarakat yang terbit sejak 1959. sehingga timbul heboh karena ada pihak yang tidak setuju kiai mengarang roman. cetakan I. Hamka menyebut beberapa nama yang ia anggap berjasa bagi dirinya dalam pengembaraan dan pengembangan keilmuan keislaman yang ia jalani. Pendidikan formalnya hanya sampai SD. dan sepeninggal beliau. 16 Februari 1908 dan wafat di Jakarta. yang terkenal dengan sebutan Haji Rasul. Haluan Tafsir. merupakan riwayat hidup dan kisah perjuangan ayahnya). Tahun 1924 mulai merantau ke tanah Jawa untuk belajar antara lain kepada HOS Cokroaminoto.[1] Di zaman Orde Lama pernah meringkuk dalam tahanan beberapa tahun. etika dan akhlak. 24 Juli 1981. Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”. yang mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar Mesir dan membawa pembaharuan dalam soal agama di Minangkabau. Hamka December 30. Di antara roman yang ditulisnya adalah Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938). Sumatera Barat. dan lainnya. 2011 Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber tasyri’ dan hukum yang menuntut kaum muslimin untuk mengetahui. Jakarta. Dalam kesempatan itulah ia menyelesaikan Tafsir Al-Azhar-nya. yang terdiri dari: Kata Pengantar. Merantau ke Deli (1940). Tulisan ini akan coba menampilkan sosok tafsir tersebut. Al-Qur’an. Beliau adalah imam masjid Al-Azhar Kebayoran. tetapi banyak belajar sendiri (otodidak). semenjak ia turun pada masa hidup Rasulullah Saw. terutama tentang manhaj yang ditempuh oleh sang mufasir serta bagaimana penerapannya dalam tafsirnya. Isi Mu’jizat Al-Qur’an. dan terakhir Hikmat Ilahi. Sosok yang ditampilkan sangat mungkin tidak utuh (karena berbagai pertimbangan). bentuk serta coraknya. sang mufasir terlebih dahulu memberikan banyak pembukaan. dalam sejarah perjalanan umat ini bersama Kitab Sucinya. Keahliannya dalam Islam diakui dunia internasional sehingga kemudian mendapat gelar kehormatan dari Universitas Al-Azhar (1955) dan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (1976). Di antara karya tafsir modern Indonesia yang dapat kita jumpai dengan cukup mudah dan banyak dibicarakan (dikaji) orang adalah Tafsir Al-Azhar. Lahir di Maninjau.

[3] Di bawah Pendahuluan Hamka menyitir beberapa patokan dan persyaratan yang mesti dimiliki oleh seseorang yang akan memasuki gelanggang tafsir. tetapi penulis tidaklah mengakui bahwa penulis sudah sangat alim dalam segala itu……Maka kalau menurut syarat yang dikemukakan ulama tentang ilmu-ilmu itu. Suatu tafsir yang hanya mengekor riwayat atau naqal dari ulama terdahulu. tidaklah akan jadi ‘Tafsir’ ini dilaksanakan. Dan Hamka sendiri. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. di negara yang penduduk Muslimnya adalah mayoritas. Pada saat yang sama. Hamka. tetapi mempergunakan juga tinjauan dan pengalaman pribadi. Ilmu-ilmu yang dijadikan syarat oleh ulama-ulama itu alhamdulillah telah penulis ketahui ala kadarnya. kalau hanya memperturutkan akal sendiri. sedang mereka haus akan bimbingan agama haus akan pengetahuan tentang rahasia Al-Qur’an. dua sub itu akan penulis jadikan sub juga dalam makalah ini.” demikian Hamka mengawali paparannya tentang haluan tafsir. mengakui bahwa ia tidaklah ta’ashshub kepada satu paham. Tafsir ini ia nilai sebuah sosok tafsir yang mampu menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. Hamka menjanjikan bahwa ia tidak hanya semata-mata mengutip atau menukil pendapat yang telah terdahulu.[5] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. ayahnya sendiri. Selain tafsir Al-Manâr. ia nilai sebagai “satu tafsir yang munasabah buat zaman ini. .”[6] Masih dalam kerangka “Haluan Tafsir”. Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak iparnya). besar bahayanya akan terpesona keluar dari garis tertentu yang digariskan agama melantur ke mana-mana. berarti hanya suatu textbook thinking belaka. Nama-nama itu antara lain. Jangankan bahasa Arab dengan segala nahwu dan sharaf-nya. Ia menulis: “Syarat-syarat itu memang berat dan patut. Hamka mengabarkan bahwa Tafsir Al-Azhar ditulis dalam suasana baru. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berpikir. seperti diakuinya. Sebaliknya. namun dalam dirâyah ia telah mencocoki pikiran setelah Perang Dunia II. terutama bagi ia yang sudah memiliki standar minimal dalam pemenuhan syarat-syarat tersebut. tidak pula melulu menuruti pertimbangan akal seraya melalaikan apa yang dinukil dari penafsir terdahulu. Nama-nama tersebut selain disebut Hamka sebagai orang-orang tua dan saudara-saudaranya. Hanya saja. Doktor Syaikh Abdulkarim Amrullah. sehingga dengan tidak disadari boleh jadi menjauh dari maksud agama. Kalau tidak ada syarat demikian tentu segala orang dapat berani saja menafsirkan Al-Qur’an. tidak terkecuali karya tafsirnya. tafsir al-Marâghî. al-Qâsimî dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân juga termasuk tafsir-tafsir yang Hamka ‘saluti’. Tafsir yang disebut terakhir misalnya. Meskipun dalam hal riwâyah ia belum (tidak) mengatasi al-Manâr. “melainkan sedaya upaya mendekati maksud ayat. patokan-patokan yang berat itu tidak harus menjadi kendala dan penghalang bagi lahirnya karya-karya baru tafsir. Haluan Tafsir “Tiap-tiap tafsir Al-Qur’an memberikan corak haluan daripada peribadi penafsirnya. juga disebutnya sebagai guru-gurunya. baik fikih maupun kalam. Karena itu. antara riwâyah dan dirâyah. tempat Al-Qur’an ini akan diterjemah dan ditafsirkan tidaklah penulis tafsir ini termasuk ahli yang sangat terkemuka. Dalam Tafsir Al-Azhar-nya. fikih. dalam sub ini Hamka sadar betul akan pentingnya pemenuhan syarat-syarat tafsir bagi orang yang hendak menafsir.” Secara jujur Hamka mengatakan bahwa Tafsir karya Sayyid Quthub itu banyak mempengaruhinya dalam menulis tafsir Al-Azhar-nya.pengembangan dan penyebarluasan ilmu-ilmu keislaman. maka perselisihan-perselisihan mazhab dihindari dalam Tafsirnya.”[4] Intinya. wajiblah ilmu sangat dalam benar lebih dahulu. Di antara karya tafsir yang jelas-jelas ia menyatakan ketertarikan hati terhadapnya adalah tafsir Al-Manâr karya Sayyid Rasyîd Ridhâ. sedangkan bahasa Indoensia sendiri. Bagian yang penulis anggap menarik dari sub-sub yang terdapat dalam pembukaan tafsir Al-Azhar adalah sub “Haluan Tafsir” dan “Mengapa Dinamai Tafsir Al-Azhar”. dalam arti menghindar dari perselisihan kemazhaban.[7] Hingga di sini penulis makalah hendak mengatakan bahwa Tafsir Al-Azhar mempunyai corak non-mazhabi. memelihara sebaik mungkin hubungan antara naqal dan ‘aql’. sebagai penulis Tafsir. Syaikh Muhammad Amrullah (kakek).

[12] Hamka menutup pembahasan tentang huruf-huruf fawâtih al-suwar ini dengan mengatakan: “Nyatalah bahwa huruf-huruf itu bukan kalimat bahasa yang bisa diartikan.[11] Ada pula.Di sisi lain. atau sebagai panggilan untuk menarik perhatian tentang ayat-ayat yang akan turun mengiringinya. Selama ini. yang berupa huruf-huruf yakni Alif Lâm Mîm. Alif untuk nama Allah. Alif Lam Mim. sehingga tidak menjemukan. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. dengan jeli menunjukkan korelasi antara makna yang terdapat pada akhir surat al-Fâtihah dengan makna yang ada pada awal surat al-Baqarah (ayat . terbagi kepada dua golongan. Demikian halnya huruf-huruf pembuka surat lainnya. dapat dengan mudah kita katakan bahwa corak Tafsir yang sedang kita kaji ini bercorak Adabi-Ijtimâ`î. dua tafsir tersebut dikenal bercorak adabi-ijtimâ`î. menurut Ibnu ‘Abbas ada maknanya sendiri. syaikh (rektor) Universitas Al-Azhar. dan tidak terlalu rendah.[8] Hal lain yang dimasukkan Hamka dalam sub ini adalah janjinya untuk menyuguhkan sebuah tafsir yang ‘tengah-tengah’. Warna-warna tafsir itu mempengaruhi Tafsir Al-Azhar yang penulisnya jelas-jelas menyatakan kekaguman dan keterpengaruhannya. pendapat yang mengatakan bahwa huruf-huruf di pangkal surat itu adalah rahasia Allah.”[9] Mengapa Dinamai “Tafsir Al-Azhar”? Nama Al-Azhar diambil dari nama masjid tempat kuliah-kuliah tafsir yang disampaikan oleh Hamka sendiri. mereka yang memberikan arti sendiri bagi huruf-huruf tersebut. pula hal itu tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian AlQur’an. Dalam arti menafsir ayat demi ayat sesuai urutannya dalam mushhaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat. merupakan isyarat bagi tiga nama. Oleh sebab itu maka lebih baiklah kita terima saja huruf-huruf itu menurut keadaannya… “Sebab mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. dan Mim untuk nama Nabi Muhammad Saw. menurut Ibnu ‘Abbas. termasuk ayat mutasyabihat yang kita baca dan percayai saja. Lam untuk nama Jibril. Dalam bahasa dia: “…penafsiran tidak terlalu tinggi mendalam. misalnya. Yang banyak memberikan arti bagi huruf-huruf itu adalah sahabat-mufasir yang terkenal yakni ‘Abdullah bin ‘Abbas. sebab tafsir itu—sebelum dimuat di majalah—digelar di dalam masjid agung Al-Azhar. yang pada bulan Desember 1960 datang ke Indonesia sebagai tamu agung dan mengadakan lawatan ke masjid tersebut yang waktu itu namanya masih Masjid Agung Kebayoran Baru. Ketika membahas ayat pertama surat al-Baqarah. Hamka langsung memberi nama bagi kajian tafsir yang dimuat di majalah itu dengan Tafsir AlAzhar. Dengan begitu. Nama masjid Al-Azhar sendiri adalah pemberian dari Syaikh Mahmoud Syaltout. seperti diakuinya. ia juga. Pandangan para mufasir tentang huruf-huruf pembuka surat (fawâtih al-suwar) seperti itu. Kalau dia suatu kalimat yang mengandung arti. seperti Al-Manâr dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân.. kata Hamka. yakni masjid Al-Azhar. Majalah ini selalu memuat kuliah tafsir ba’da shubuh tersebut. lanjut Hamka. segolongan ahli tafsir yang menyatakan bahwa huruf-huruf itu adalah sebagai pemberitahuan.[14] Ketajaman analisis Hamka juga teruji ketika. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. ia katakan bahwa dalam Al-Qur’an kita akan menemukan beberapa surat yang dimulai dengan hurufhuruf seperti: Kâf Hâ Yâ ‘Aîn Shâd. Kebayoran Baru. Alif Lâm Mîm Râ. Pengajian tafsir setelah shalat shubuh di masjid Al-Azhar telah terdengar di mana-mana. banyak diwarnai (diberi corak) oleh tafsir ‘modern’ yang telah ada sebelumnya.[10] Studi Kritis Tafsir Al-Azhar: Metode Tafsir Manhaj yang ditempuh tafsir Al-Azhar adalah Tahlili. Kedua. terutama sejak terbitnya majalah Gema Islam. dengan setting sosial-kemasyarakatan keindonesiaan sebagai objek sasarannya. angka-angka dan tahun….sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat memperkaya wawasan pembaca tafsirnya. sehingga yang dapat memahaminya tidak hanya semata-mata sesama ulama. niscaya tidak akan ragu-ragu lagi seluruh bangsa Arab akan artinya. Tuhanlah yang lebih tahu akan artinya. dalam makna selalu mengaitkan pembahasan tafsir dengan persoalanpersoalan riil umat Islam. Pertama.”[13] Hingga di sini dapat kita nilai bahwa Hamka dalam hal yang berkaitan dengan makna huruf-huruf di pangkal surat lebih cenderung menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. Thâ Hâ dan semacamnya. misalnya.

yang tersebut pada ayat 67 sampai 74. Seperti berikut: Surat Al-Baqarah (Lembu Betina) Surat 2: 286 ayat Diturunkan di MADINAH Hemat penulis. Itu pun termasuk iman kepada yang gaib. Padahal di tempat lain.[16] Kembali ke Tafsir Al-Azhar. ada satu hal menarik yang ia lewatkan yang sepatutnya disitir barang sedikit sebelum lebih jauh membahas korelasi antara akhir surat al-Fatihah dengan awal ayat surat al-Baqarah. Komentar dia tentang kata ini hanya sedikit saja. satu petunjuk bagi orang-orang yang hendak bertakwa”). Kamu bisa mendapat jalan yang lurus. Kaum Muslimin yang telah hidup belasan abad sepeninggal Rasulullah Saw. Hanya saja Hamka tidak membincang lebih panjang tentang kata Al-Baqarah yang menjadi nama surat ini. langkah seperti ini dilakukan oleh semua penafsir. karena kita tidak melihat wajah beliau. Tidak syak lagi. bila kita tinjau dari sisi sumber rujukan penafsiran yang dipergunakan. jumlah ayat dan tempat diturunkannya surat. jalan orang yang diberi nikmat. al-Baqawardi dan Ibu Qani di dalam Majma’ al-Shahabah.”[15] Kendati kita akui ketajaman analisis Hamka. tidak ada sebarang keraguan padanya. Hamka juga menempuh manhaj naqlî (tafsîr bi al-ma`tsûr/bi al-riwâyah). Mereka meriwayatkan dari Abu Jum’ah al-Anshârî. bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci berada dalam kedudukan yang amat tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. juga Imam al-Bukhari di dalam Tarikh-nya. karena ada kisah tentang Bani Israil (yang) disuruh oleh Nabi Musa mencari seekor lembu betina (yang) akan disembelih. menyebut nama surat dan artinya dalam bahasa Indonesia. Adapun nama surat-surat Al-Qur’an bukanlah sebagai judul dari satu rencana atau nama dari satu buku yang menerangkan suatu yang khas. di antaranya dari Imam Ahmad. Hamka menulis: “Kita baru saja selesai membaca surat al-Fatihah.2: “Inilah Kitab itu. jangan jalan orang yang dimurkai atau orang yang sesat. Baru saja menarik nafas selesai membaca surat itu. aku mengelak ke tempat yang tidak ada durinya atau aku langkahi. seperti ini: “Surat yang kedua ini bernama Surat Al-Baqarah yang berarti lembu betina.”[17] Kejadian serupa (menukil riwayat) juga kita dapati ketika Hamka menerangkan ciri-ciri orang yang takwa. semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama Al-Qur’an (bukan al-Kitab) ditunjuk dengan isyarat dekat ( Hâdzâ Al-Qur’ân).[18] Mekanisme Kerja (Langkah-langkah) Tafsir Sejauh pengamatan penulis atas tafsir surat al-Baqarah. tatkala membahas arti takwa dalam kerangka penafsiran ayat hudan li al-muttaqîn. al-Tahbrani dan al-Hakim. karena dia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi. apa arti takwa? Beliau berkata: ‘Pernahkah engkau bertemu jalan yang banyak duri dan bagaimana tindakanmu waktu itu?’ Orang itu menjawab: ‘Apabila aku melihat duri. Tentang hal ini Hamka menulis: “Pernah ditanyakan orang kepada sahabat Rasulullah Saw. ada lagi hal-hal yang gaib. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. bukan yang dimurkai dan tidak yang sesat. atau sebelum membincang soal takwa dan ciri-ciri muttaqin. yaitu orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. dan keturunanketurunan kita mendatang.’ Abu Hurairah menjawab: ‘Itulah dia takwa!’ (Riwayat dari Ibnu Abi ad-Dunya). yaitu soal penggunaan isyarat jauh untuk menunjuk Al-Qur’an (Dzâlik al-Kitâb). seperti kata Pak Quraish dalam Al-Mishbah-nya. (Ia) hanyalah sebagai tanda belaka dari Surat yang dinamai itu. dan bukan karena nama itu lebih penting dari yang lain . asal saja kamu suka memakai pedoman kitab ini. Di sana kita telah memohon kepada Tuhan agar ditunjuki jalan yang lurus. sedang penggunaan kata hadza/ini. dapat kiranya penulis menyebut mekanisme kerja Tafsir Al-Azhar sebagai berikut: Pertama. dia adalah petunjuk bagi orang yang suka bertakwa. atau aku mundur. masih kata Pak Quraish. Abu Hurairah ra. untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fithrah manusia. Itu terlihat misalnya ketika ia menukil riwayat dari Abu Hurairah ra. Penggunaan isyarat jauh ini. nomor urut surat dalam susunan mushhaf. Permohonan kita di surat al-Fatihah sekarang diperkenankan. yang diberi nikmat. kita langsung kepada surat al-Baqarah dan kita langsung kepada ayat ini.. Tentang hal ini Hamka memperkuatnya dengan banyak riwayat..

Sebab pendahuluan ini isinya berupa gambaran umum dan inti sari tentang seluruh surat al-Baqarah. Quraish Shihab yang justru memandang nama tersebut sebagai tema pokok surat. pembinaan masyarakat Muslim oleh Nabi Saw. langkah Hamka yang menafsir satu ayat sekaligus.” [20] Kedua. dan pembentukan jiwa kaum Mukminin di dalam memegang teguh agama. dan demikian seterusnya. Hamka barangkali memandang bahwa lima ayat pertama itu memiliki kesatuan sub tema. menafsirkan ayat perayat dari satu kelompok ayat. yang tepat pendahuluan ini diletakkan sebelum menampilkan kelompok ayat yang akan ditafsir. “Surah ini dinamai al-Baqarah karena tema pokok-nya adalah inti ayat-ayat yang menguraikan kisah al-Baqarah. peletakkan pendahuluan setelah sebelumnya menampilkan satu kelompok ayat yang memiliki kesatuan sub-tema. Tidak menafsirkan satu kelompok secara sekaligus. lebih tepat dan efektif bagi para pembaca Indonesia. Kelompok pertama dari surat al-Baqarah terdiri dari lima ayat pertama (dari Alif Lâm Mîm sampai wa ulâ`ika hum al-muflihûn). pengelompokkan semacam itu pun bisa dibilang sebagai salah satu langkah para mufasir. kelompok pertama dari surat alBaqarah terdiri atas lima ayat (1-5). Yang jelas bahwa penentuan itu terkait dengan penilaian masing-masing tentang kesatuan sub tema antara ayat-ayat yang tergabung dalam satu kelompok tertentu.yang diuraikan di dalamnya. kurang proporsional. 4 dan 5 (baca: ayat 3.[24] Langkah ini berbeda dengan tafsir Al-Maraghi dan Al-Manar yang memenggal satu ayat yang ada dalam satu kelompok tertentu menjadi beberapa penggalan. Jadi. misalnya. karena semuanya penting. Sebagai sampel dapat dilihat ketika Hamka menunjuk lima hikmah dari iman kepada hari akhirat tatkala menafsirkan penggalan kedua ayat 4 surat al-Baqarah ( wa bi al-âkhirati hum yûqinûn). Demikian juga Rasyid Ridha dalam Al-Manâr.[23] Terlepas dari itu.[25] . al-Maraghi pecah lagi menjadi tiga penggalan: dzalik al-kitab. dan tidak memenggalnya menjadi beberapa penggalan. Ini berbeda dengan. yakni kisah Bani Israil dengan seekor sapi. Quraish menulis. tiga front masyarakat yang dihadapi Rasulullah di Madinah. sedang ayat 1 dan 2 ditafsirkan secara terpisah. al-Maraghi. Hemat penulis. menjadikan kelompok pertama dari surat al-Baqarah hanya terdiri dari dua ayat saja: Alif Lâm Mîm (ayat 1) Dzâlik al-kitâb lâ raib fîh hudan li al-muttaqîn (ayat 2). Menurut penulis. memberi pendahuluan sebelum betul-betul masuk pada penafsiran atas ayat-ayat yang sudah dipenggal dalam satu kelompok ayat. karena mereka dapat membaca dan menangkap kandungan ayat tersebut secara lengkap dalam waktu yang relatif singkat.[22] Tidak penulis temukan dasar bagi masing-masing Hamka. lalu 3 dan begitu seterusnya hingga ayat 5. mengelompokkan ayat-ayat dalam satu surat menjadi beberapa kelompok sesuai tuntutan sub-tema dari keseluruhan tema surat. sehingga tidak ‘mengaburkan’ konsentrasi yang telah tertuju untuk membaca tafsir atas penggalan ayat yang sudah ditampilkan sebelumnya. hudan li al-muttaqin. Tafsir Al-Marâghî dan Al-Manâr misalnya. Yang menentukan nama-nama ini adalah Rasulullah Saw.. Sementara al-Maraghi dan Ridha melihat bahwa sub tema pertama surat al-Baqarah hanya diwakili oleh dua ayat saja (ayat 1 dan 2). Dalam operasional tafsirnya. Catatan penulis. lâ raiba fîh. lebih menjaga kesinambungan isi-isi yang terdapat dalam satu ayat tertentu. Keempat. penulis nilai.[21] Sementara itu Pak Quraish baru melakukan pengelompokkan pada ayat 3. ketimbang membaginya menjadi beberapa penggal kecil. Hamka menafsirakan ayat 1. serta beberapa karakteristik ayat dalam surat al-Baqarah yang tergolong sebagai surat Madaniyah dibanding ayat-ayat lain yang tergolong dalam kelompok surat-surat Makiyah. Pula langkah Hamka. Rasyid Ridha dan Quraish Shihab dalam menentukan jumlah ayat dalam satu kelompok tertentu tersebut. sebagai misal. kemudian ayat 2. Setiap kelompok ayat diberi nama subtema. Perbedaan antara mereka hanya terletak pada penentuan jumlah ayat yang berada dalam satu kelompok tertentu. Ketiga. Ayat kedua (dzâlik al-kitâb lâ raiba fîh hudan li al-muttaqîn) misalanya. Kelima. memberikan butiran-butiran hikmah atas satu persoalan yang dianggapnya krusial dalam bentuk pointers. sendiri dengan petunjuk Jibril as. diberi nama Takwa dan Iman. bukan gambaran umum tentang kelompok ayat yang akan ditafsir. Misalnya. Kelompok pertama.”[19] Di sini kita melihat bahwa Hamka tidak menjadikan nama Al-Baqarah sebagai tema sentral keseluruhan surat Al-Baqrah. pendahuluan tersebut berisikan antara lain arti nama surat. 4 dan 5 menjadi satu kelompok).

Ketujuh. Harta yang melimpah. Tuhan akan menciptakan alam yang lain. Yang gaib adalah yang tidak dapat disaksikan oleh pancaindera. Berikut kutipanya: “Inilah tiga tanda pada taraf yang pertama: Percaya kepada yang gaib. Sebagai berikut: 1. Terlepas dari itu. Apa yang kita kerjakan di dunia ini adalah dengan tanggung jwab yang penuh. dan manusia dipanggil buat hidup kembali di alam yang baru dan akan ditentukan tempatnya sesudah penyaringan dan perhitungan amal di dunia. yaitu pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hidup. Jadi yang penting matan-nya. Ini menandakan bahwa langkah itu sifatnya situasional. Bukan tanggung jawab kepada manusia. sebab mereka berpikiran bahwa persolaan tentang sanad telah usai dengan telah dibukukannya hadis ke dalam berbagai bentuk kitab hadis. 4. Bagi mereka koran pembungkus gula sama dengan Al-Qur’an. tapi hanya menampilkan râwî a’lâ (rawi pada level shahabat) saja dan penulis kitab hadis tersebut. Seperti itu barangkali pertimbangan Hamka. mereka tidak percaya. Maka yang pertama sekali adalah percaya kepada Allah. bagi mereka yang ingin mengetahui untaian rawi bagi hadis yang dikutip Hamka secara lengkap harus merujuk langsung kepada kitab hadis yang disebut oleh Hamka. Pada ayat 5 juga tidak ada. Hal ini sepenuhnya terpulang kepada tuntutan tema ayat yang sedang ditafsir. Buktinya.[27] Dalam pengamatan penulis. dari ayat 1 hingga ayat 3 dari surat al-Baqarah tidak kita temukan bentuk pounters semacam itu. Kejayaan yang hakiki adalah pada nilai iman dan takwa di sisi Allah. Artinya tidak setiap akhir penafsiran atas satu ayat mesti diakhiri dengan pemberian buturan-butiran hikmah dalam bentuk pointers. Sunan. Kepercayaan kepada hari akhirat memberikan satu pandangan khas tentang menilai bahagia atau celakanya manusia. ada baiknya kita tuangkan di sini lima butir yang disebut Hamka sebagai hikmah dari beriman kepada hari akhir itu. yaitu kehidupan kekal yang sesudah dibangkitkan dari maut. Orang yang seperti ini niscaya tidak akan dapat mengambil petunjuk dari Al-Qur’an. Muslim dan lainnya. Tempat baru itu adalah surga bagi mereka yang berat amal baiknya. tidak terdengar oleh telinga. Baru pada ayat 4 kita temukan. Langkah seperti ini nampaknya sengaja ditempuh Hamka untuk menjadikan tafsirnya lebih praktis dan efektif bagi pembaca Indonesia yang umumnya awam tentang ilmu hadis dan “kurang peduli” dengan validitas sanad sebuah hadis. menyuguhkan tafsir dalam kemasan bahasa yang mudah dipahami dengan sentuhan logika yang tidak sulit dicerna. atau Malaikat. seperti Jâmi’ Shahîh. Barangkali kutipan dari tafsir Hamka atas ayat 3 surat al-Baqarah sedikitnya dapat memperkuat apa yang penulis nyatakan dalam poin ketujuh di atas. . dan yang kekal hanyalah peraturan kekal dari Allah. Tetapi dia dapat dirasa adanya oleh akal. kegagahan dan pencapaian duniawi bukan ukuran kebahagiaan. dan neraka bagi mereka yang berat amal jahatnya. Maka iman akan yang gaib itulah tanda pertama atau syarat pertama dari takwa. [26] Keenam. Kepercayaan kepada hari akhir meyakinkan kita bahwa apapun peraturan atau susunan yang berlaku di alam dunia ini tidaklah kekal. zat yang menciptakan sekalian alam. serta dilengkapi dengan pendekatan sosio-kultural keindonesiaan. langkah seperti ini tidaklah baku. 5. Mu’jam dan sebagainya. kemudian itu percaya akan adanya hari kemudian. dan tidak mengakui bahwa ada pula di balik kenyataan ini sesuatu yang lain. di hari kiamat. Setelah hancur alam ini. Jadi. yaitu dua indera yang utama dari kelima (panca) indera kita. memperkuat penjelasan dengan ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang sepadan kandungannya dengan ayat yang sedang ditafsirkan. Kita sudah sama tahu bahwa manusia itu dua juga coraknya. atau roh. semuanya bergantian. Mereka tidak percaya ada Tuhan. semuanya berputar. tetapi kepada Tuhan yang selalu mengawasi kita. 3. dan dengan sendirinya mereka tidak percaya akan ada lagi hidup akhirat itu. Iman yang berarti percaya. Semua itu akan diperhitungkan dengan adil. 2. Malahan terhadap adanya nyawapun.Dalam pengamatan penulis. Perbincangan tentang sanad hadis bagi umumnya orang Indonesia bisa dibilang sudah tak lagi urgen. tidak nampak oleh mata. pertama orang yang hanya percaya kepada benda yang nyata. riwayat hadis yang dikutip Hamka tidak menampilkan semua untaian rawi yang ada dalam sanad hadis. seperti Imam al-Bukhârî. Semua ini penulis nilai sebagai upaya “membumikan Al-Qur’an”. bukan sanad.

salah satu karya tafsir yang dikaguminya. Jika persoalan semacam itu ditampilkan. artinya menyerah dengan tidak banyak tanya lagi. melainkan mencoba sedaya upaya mendekati maksud ayat. hasilnya malah akan kontra-prorduktif. haus hendak mengetahui rahasia Al-Qur’an. bukan wawasan kebahasaan.”[29] 5. menguraikan makna dan lafaz bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan memberi kesempatan orang buat berfikir. Harap penulis. yaitu mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau dan ulama-ulama yang mengikuti jejak beliau. maka pertikaian-pertikaian mazhab tidaklah dibawakan dalam tafsir ini. dan meninggalkan mana yang jauh menyimpang. Kita kaum Muslimin yang telah hidup empat belas abad sesudah wafatnya Rasulullah Saw. sedang mereka haus akan bimbingan agama. dan tidaklah penulisnya ta’ashshub kepada suatu faham. 2. pada sub ini sitiran tersebut akan dibuktikan secara nyata dan praktis dengan mengemukakan contohcontoh nyata dari penafsiran langsung atas ayat. Tetapi tidaklah semata-mata taklid kepada pendapat manusia. tidak efektif bagi pembaca tafsir Indonesia yang diharapkan mendapatkan pencerahan Qur’ani. bertambah lagi keimanan kepada yang gaib itu. Hal demikian menjadikan pembacaan tafsir tidak tuntas dan menyeluruh. 4. melainkan meninjau mana yang lebih dekat kepada kebenaran untuk diikuti. kebesaran dan nilai Tafsir Al-Azhar tidak berkurang barang sedikit pun. di antara pembaca ada yang mencukupkan dengan tafsiran singkat tersebut.Kedua ialah orang-orang yang percaya bahwa di balik benda yang nampak ini. Pikir penulis. bertambah mendalamlah kepercayaan mereka kepada yang gaib itu.”[28] Hingga di sini penulis mencatat beberapa hal. karena kita tidak melihat wajah beliau. Corak Tafsir Sub ini terkait erat dengan sub sebelumnya yaitu Haluan Tafsir. Bila dalam sub Haluan Tafsir sudah disitir beberapa karakter yang dapat diasumsikan sebagai corak tafsir Al-Azhar secara umum dan teoritis. hal itu ditempuh karena ia ingin membawa pembacanya untuk meneliti tafsir ayat demi ayat secara teliti dan tuntas. Ini sejalan dengan apa yang dikatakan (dijanjikan) Hamka dalam Haluan Tafsir-nya ketika menulis: “Tafsir Al-Azhar ini ditulis dalam suasana baru. dan Fî Zhilâl Al-Qur’ân adalah karya-karya tafsir yang banyak memberikan “masukan” baginya dalam menulis Tafsir Al-Azhar. ketika ia merujuk suatu pendapat dari tafsir lain ia menyebut. Hamka tidak mengawali tafsirnya atas beberapa ayat yang sudah ia penggal ke dalam satu kelompok dengan makna global (al-ma’nâ al-jumalî) seperti yang kerap dilakukan oleh Tafsîr Al-Maraghi.[30] Namun demikian. Meskipun penyimpangan yang jauh itu bukanlah atas suatu sengaja yang buruk dari yang mengeluarkan pendapat itu. semata-mata taslim. Ini seperti ia akui dalam Haluan Tafsir-nya: “Mazhab yang dianut oleh Penafsir ini adalah Mazhab Salaf. Hamka tidak mengawali tafsirnya dengan memberikan penjelasan arti kata-kata tertentu dalam ayat (syarh al-mufradât). hal ini sengaja ditempuh karena masyarakat pembaca tafsirnya (orang Indonesia) tidak membutuhkan kajian kebahasaan seperti itu yang sifatnya suplemen atau pelengkap sekunder semata. nomor halaman. Al-Marâghî. Kiranya lebih dari satu corak yang dapat kita tunjuk buat tafsir Al-Azhar. dan keturunanketurunan kita yang akan datang di belakang pun insya Allah. Al-Qâsimî. Bertambah banyak pengalaman dalam arena penghidupan. Tidak menyebutkan sumber rujukan tafsir. Kuat dugaan. Menghindari persoalan nahw dan sharf. Hamka sendiri dalam Haluan Tafsir-nya mengakui bahwa Al-Manâr. Sebab bisa saja kalau didahului oleh tafsir global. Besar dugaan. nama Tafsir dan penulisnya. seorang mufasir berkaliber tinggi pun hampir bisa dipastikan tidak dapat menghidar dari menukil dan merujuk karya atau pendapat orang lain. Dalam hal akidah dan ibadah. tergantung dari sudut mana kita meninjau. jilid dan lainnya secara detail. seraya menghindari perselisihan paham dan takwil-takwil jauh yang tidak perlu. 3. antara lain: 1. di negara yang penduduk Muslimnya lebih besar jumlahnya dari penduduk lain. paling tidak. Hanya menuangkan hal-hal yang benar-benar diinginkan oleh para pembaca tafsir. Dalam arti penulisnya menganut mazhab Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau serta ulama yang mengikuti jejak beliau. Dari sudut pandang mazhab yang dianut dapat kita sebut tafsir Al-Azhar bercorak Salafi. tidak harus menyebut tempat. Ini dapat dimaklumi sebab konsumen tafsirnya adalah masyarakat Indonesia yang umumnya awam dengan persoalan semacam itu.”[31] . ada lagi hal-hal yang gaib.

jenis profesi dan beragam status sosial lainnya. Sebab hal itu dinilainya lebih selamat. misalnya dengan memperbanyak derma.”[32] Dalam sub Haluan Tafsir. yaitu bahwa tafsir itu juga bercorak hida`î. Bersatu di dalam shaf yang teratur. kapten. “Di tingkat pertama percaya kepada yang gaib. terdapat juga berani![34] Menandai sebuah karya tafsir sebagai bercorak ijtimâ`î. Tafsir ini menurutnya sebuah tafsir yang sanggup menguraikan ilmu-ilmu keagamaan sebangsa hadis. fikih. harap. kasih. imannya telah dibuktikannya pula kepada masyarakat. sejarah dan lainnya lalu menyesuaikannya dengan perkembangan politik dan kemasyarakatan yang sesuai dengan zaman di waktu tafsir itu ditulis. Ada sarjana-sarjana yang bertitel SH. pula tidak bersentuhan langsung dengan tujuan pendalaman dan pengkajian Al-Qur’an. Bahkan dalam takwa. karena imannya sangatlah dia percaya bahwa dia hanya saluran saja dari Tuhan untuk membantu hamba Allah yang lemah. Upaya demikian tak lepas dari tujuan sang mufasir untuk menjadikan Al-Qur’an benar-benar sebagai sumber petunjuk dan pedoman hidup setiap Muslim dalam memerankan fungsi khilafahnya di muka bumi ini. Sekadar sampel. menghadapkan muka bersama. Yaitu bagaimana tafsir ini dapat menjadi obor penerang bagi sebanyak mungkin masyarakat Muslim dengan berbagai latar belakang pendidikan. Paling kurang. Dalam hal ini mufasir Al-Azhar memilih menyerahkan pengertiannya semata kepada Allah. Apatah lagi kalau sudah dibawa pula kepada arti rahasia-rahasia huruf. Dan ada juga pelayan-pelayan dan tukang tukang pemelihara kebun dan pegawai negeri. ketika sang mufasir membahas soal takwa ia katakan bahwa kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa. importir dan exportir kawakan di samping saudagar perantara. kesan. Orang yang Mukmin apabila dia ada kemampuan.”[35] . sebab hatinya dihadapkannya kepada Allah yang diimaninya. Orang Mukmin tidak mungkin menjadi budak dari benda. suka menolong sesama dan amal-amal sosial lainnya. sedekah. tuntutan dan tuntunan AlQur’an. berderma. dengan khusyu’ kepada Ilahi. pengakuan iman perlu pembuktian dalam tataran sosial-praktis. cemas. lanjutnya. Ada mahasiswa-mahasiswa yang tengah tekun berstudi dan terdidik dalam keluarga Islam. Semuanya bersatu membentuk masyarakat yang beriman. bersedekah. Insinyur. Maka dapatlah diasumsikan bahwa sedikit banyak tafsir Al-Azhar mewarisi corak tersebut. Dokter dan Profesor.Contoh nyata untuk menunjukan ke-salaf-an tafsir Al-Azhar adalah ketika membahas huruf-huruf pembuka suatu surat (fawâtih al-suwar). membantu dan menolong. Menurutnya. dipadukan oleh jamaah subuh. Selanjutnya mufasir menegaskan bahwa dalam takwa terkandung cinta. angka-angka dan tahun…sehingga telah membawa Al-Qur’an terlampau jauh dari pangkalan aslinya. Hamka menulis: “…mendalami Al-Qur’an tidaklah bergantung daripada mencari-cari arti dari huruf-huruf itu. tawakal. Orang Mukmin tidak mungkin hidup nafsi-nafsi dalam dunia. Tafsir Al-Azhar—seperti diakui mufasirnya dalam Haluan Tafsir—memanglah dirancang seperti itu. Dikatakan demikian karena tafsir ijtimâ`î adalah tafsir yang banyak mengedepankan fenomena-fenomena sosial-kemasyarakatan dalam upayanya me-landing-kan pesan.”[33] Warna ijtimâ`î tafsir Al-Azhar juga dapat kita lihat ketika mufasirnya menjadikan pengalaman pribadi dalam bermasyarakat sebagai anasir pelengkap tafsirnya. Hamka mengemukakan ketertarikan hatinya terhadap beberapa karya tafsir. agen automobil dengan relasinya yang luas. Ada pula perwira-perwira tinggi yang berpangkat jenderal dan laksamana dan ada juga anak buah mereka yang masih berpangkat letnan. Tafsir yang demikian dinilai oleh para ahli sebagai tafsir bercorak adabi-ijtima’î (sosial-kemasyarakatan). hampir dapat dipastikan akan membawa pada kesimpulan lain tentang corak tafsir tersebut. sabar dan lainnya. Takwa lebih mengumpul akan banyak hal. Maka dengan kesukaan memberi. di samping isteri mereka masing-masing. itu nampak dalam pernyataan mufasir berikut: “Ketika menyusun (tafsir) ini terbayanglah oleh penafsirnya corak ragam dari murid-murid dan anggota jamaah yang ma’mum di belakangnya sebagai imam. Kesimpulan untuk mengatakan kebudayaan Islam adalah kebudayaan takwa ini diambil dari kesepakatan Konferensi Kebudayaan Islam di Jakarta yang diselenggarakan pada akhir Desember 1962. sehingga ia lebih mencintai benda pemberian Allah itu daripada sesamanya manusia. ridha. di antaranya tafsir Al-Manar. Dan ada pula saudagar-sudagar besar. mayor dan para bawahan. Contoh konkret untuk corak ini adalah ketika mufasir Al-Azhar membincang wacana iman. dan kepercayaan kepada yang gaib dibuktikan dengan sembahyang. kasih-mengasihi dan harga menghargai.

h. Tajul Arifin. Tajul Arifin. I. vol. Tafsîr al-Marâghî. [9]“Haluan Tafsir”. XXXVII. [1]Ensikopedi Indonesia. Ensikopedi Indonesia. Tafsir-tafsir generasi ini bertujuan untuk memahami kandungan Al-Qur’an secara komprehensif dan. cet. h. cet. kepercayaan kepada keris. Tafsir al-Mishbâh. M. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. h. cet. [2]Ibid. vol. Dr. Bandung: Mizan. Tafsir Al-Azhar. Bandung: Mizan. [4]Ibid. 55). Tafsir AlAzhar termasuk tafsir yang mewakili tafsir-tafsir generasi ketiga. 122. 1217. Penutup Tafsir Al-Azhar adalah salah satu tafsir buah tangan salah satu putra terbaik bumi pertiwi. Hamka. Penulis makalah ini menyerahkan sepenuhnya kepada Anda. Ke-hida`î-an Al-Azhar juga nampak pada tipe paparan tafsir yang disuguhkan. h. Federspiel. Jakarta: Lentera Hati. juz I.Hingga titik ini. 1. Dalam penelitian Howard M.. Ahmad Mushtafâ. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. vol. 40. Bagi para pengkaji tafsir. [8]Ibid. [7]Lihat Ibid. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. I. I. 42. oleh karena itu berisi materi tentang teks dan metodologi dalam menganalisis tafsir. II. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an (terj. Al-Marâghî. Op Cit. cet. Di berbagai penafsiran ayatnya menyangkut ajaran keesaan Tuhan (Tauhid). I. Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. I 1982. Ia tidak terpancing memunculkan perselisihan pendapat (fikih dan teologi) yang memang tidak menyuntuh inti tafsir. 1996. juz` I. Dr. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî alHalabî. Howard M. h. juz` I. cet.. tt. IV. h. Ma’lûf. 48. Ia juga menghindar dari kajian kebahasaan. cet. Beirut: Dâr al-Ma’rifah li al-Thibâ’ah wa al-Nasyr. Kajian Al-Qur’an di Indonesia). II h. Dr. I. Kajian Al-Qur'an di Indonesia]. I. Kalaupun tidak sanggup secara sendiri-sendiri. vol. cet. tetapi juga banyak mengecam praktek ziarah kubur. kerja kolektif pun akan sangat berarti dan cukup menggembirakan. Al-Maraghi berpendapat seperti itu. h. Tafsir-tafsir ini menekankan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan konteksnya dalam bidang keislaman (lihat Howard M. kekaguman terhadap Hamka dan tafsirnya tentu harus menjadi pemicu untuk menghasilkan karya serupa. I 2000. Beirut: Dâr al-Masyriq. tapi mengelaborasikan pesan-pesan Qur’ani yang disampaikannya dalam tata kehidupan keseharian kita sebagai Muslim yang mengaku diri menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. ia harus diakui sebagai “maha karya” Hamka yang patut dipuji. 1990. cet. Kajian-kajian semacam itu memang dalam banyak hal sering cukup ‘mengaburkan’ tujuan semula pembaca tafsir —terlebih jika ia orang non-Arab—yaitu mencari butiran-butiran hikmah dan hidayah Al-Qur’an. 1996. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve cet. vol. IV. untuk menilai plus-minus yang terkandung dalam tafsir tersebut. Tafsîr Al-Manâr. Prof Dr Hamka. Ridhâ. Mufasirnya. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. 3-4. Menurutnya. [11]Tafsir Al-Azhar. Louis. [10]Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. vol. h. 1218 [3]Lihat “Kata Pengantar Penulis” dalam Tafsir Al-Azhar. I 1982. I. dan adat kebiasaan lain dalam masyarakat Indonesia (lihat Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. IV. tt. Quraish. Prof. Federspiel. [12]Ibid. sekurangnya bagi kaum cerdik-cendekia Muslim Indonesia. [5]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Federspiel. Penulis hanya mengatakan bahwa apa pun kesan Anda tentang tafsir Al-Azhar. 41. II. tidak keliru rupanya jika kita katakan bahwa Tafsir Al-Azhar bercorak hida`î. I 1990. 1969. cet. vol. . 42. I. Alif Lâm Mîm dan huruf-huruf pembuka surat lainnya merupakan huruf-huruf li al-tanbih (pemberitahuan atau panggilan) sama seperti Alâ dan Yâ. Al-Mujid fî al-Lughah wa al-A’lâm. MA. Shihab. cet. Dan yang lebih penting tentu bukan sekadar memuji. h. Jakarta: Penerbit Pustaka Panjimas. Taufik Abdullah]. pembaca tafsir Al-Azhar. 121-122. telah membuktikan betapa seorang Muslim non-Arab pun mampu menghasilkan sebuah karya tafsir yang cukup membanggakan. Hamka tidak sekadar menjelaskan ayat. MA. h. Popular Indonesian Literature of the Al-Qur’an [terj. qira’at dan tetek bengek non-tafsir lainnya. Wallâhu A’lam…? Bahan Bacaan Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [ed. 137). [6]Ibid. h. Muhammad Rasyîd. h. Taufik Abdullah].

84). bolehlah disebut sebagai pendekatan. Rasyid Ridha. cet. [16]M. 39. M. h. I. [24]Lihat Tafsir Al-Azhar. Kairo: Syirkah wa Mathba’ah Mushtafâ al-Bâbî al-Halabî. Quraish Shihab. mereka menyembelihnya— setelah dialog tentang sapi berkepanjangan—dan dengan memukulkan bagian sapi itu kepada mayat yang terbunuh. 124. Murtadha Muthahhari atau Sayyid Quthub. ia menuangkan juga pendapat mufasir-mufasir lain yang mencoba menguak rahasia di balik huruf-huruf itu (lihat Tafsir al-Manâr. sehingga mereka tidak memperoleh kepastian. IV. h. [21]Lihat Tafsir al-Manâr. Quraish Shihab. yakni Allah lebih mengetahui. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. Jakarta: Lentera Hati. 122). h. masih merupakan jawaban yang relevan hingga kini. 129. h. vol. [29]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. Menghadapi hal tersebut mereka menoleh kepada Nabi Musa as. vol. menunjukkan kemukjizatannya dan menampakkan hujjah-nya atas Ahli Kitab serta lainnya yang terkandung dalam surat al-Baqarah (lihat Tafsîr al-Marâghî. h. Ia menulis: “Tampaknya jawaban: ‘Allah A’lam. maka atas kudrat Allah korban hidup kembali dan menyampaikan siapa pembunuhnya” (lihat Ibid. 81. [13]Tafsir Al-Azhar. Quraish Shihab. [34]Ibid. 124-125. 127. cet. Tafsir Al-Mishbâh. 83-88. 41. [33]Ibid. Maka Allah memerintahkan mereka menyembelih seekor sapi. h. h. [31]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Mukaddimah Tafsir Al-Azhar. 117. Tapi penulis sendiri lebih suka menamainya sebagai manhaj. h. Kelanjutan keterangan Quraish di atas adalah: “Ada seseorang yang terbunuh dan tidak diketahui siapa pembunuhnya. [32]Tafsir Al-Azhar. Dari sini dimulai kisah l-Baqarah. Op Cit. h. [19]Tafsir Al-Azhar. cet. [20]M. Quraish Shihab. 39). 85. [23]Untuk lebih jelasnya lihat Ibid. h. [30]Bandingkan misalnya dengan tafsir Al-Manâr dan Al-Marâghî yang kerap kali menyebut “Qâla alUstâdz al-Imâm” untuk menunjukkan bahwa mereka menukil pendapat Syaikh Muhammad ‘Abduh. Kairo: Mathba’ah al-Bâbî al-Halabî. [35]Lihat “Haluan Tafsir” dalam Tafsir Al-Azhar. vol. 122 dan Tafsîr al-Marâghî. Tafsir al-Mishbah. 123. II. Jika pun pengambilan riwayat seperti itu tidak terkategorikan sebagai manhaj. Al-Syarâ’wî. h. [18]Ibid. h. [14]Pakar tafsir Indonesia pasca Hamka. h. tt. 41-42. [22]Lihat Tafsir Al-Mishbah. h. Masyarakat Bani Israil saling mencurigai bahkan tuduh-menuduh tentang pelaku pembunuhan tanpa ada bukti. . 81-82). I h. [28]Lihat Ibid. al-Biqâ`î. 1969. I h. meminta beliau berdoa agar Allah menunjukkan siapa pembunuhnya. h. h. Loc Cit. Akhir dari kisah itu adalah. juga mengambil sikap seperti itu. h.Di sini tujuannya untuk membangkitkan perhatian mukhâthâb kepada Al-Qur’an. h. h. Tafsir Al-Mishbâh. 117. I 2000. 1969. h. I h. meski sepakat dengan Muhammad ‘Abduh yang menyerahkan makna dan rahasia di balik huruf-huruf itu kepada Allah. Op Cit. 122. [27]Lihat misalnya Ibid. IV. [25]Lihat Ibid. tt. juz` I. 128. vol. cet. I. 123-125. Beirut: Dâr al-Ma’rifah. h. 122. atau tafsir Al-Mishbâh yang acap kali menyebut nama seperti al-Thabâthabâ`î. 40-41. II. 123. [15]Tafsir Al-Azhar. h. [17]Tafsir Al-Azhar. Bandingkan misalnya dengan Tafsir Al-Mishbah yang secara tepat meletakkan pendahuluan sebelum betul-betul menampilkan ayat-ayat dalam surat yang akan ditafsir (lihat Tafsir Al-Mishbâh. cet. vol. [26]Lihat Ibid. 81-82). kendati tidak memuaskan nalar manusia (lihat M. h. 120-128.

Makalah Ilmu Tafsir | 0 comments » A. Boleh jadi karena bantahan itu karena sebab-sebab yang lain. untuk menyampaikan dakwah islamiyah kepada bangsa asing yagn tidak mengetahui bahasa arab. Karena petunujuk itulah tujuan utama kitab suci al-Quran seperti diterangkan Allah dalam firman-Nya pada permulaan surat al-Baqoroh: . 21 per eksemplar. Salinannya disampaikan kepada Mahmud Yunus oleh Menteri Agama. Pada masa itu umumnya Ulama islam mengatakan haram untuk menterjemahkan al-Quran namun. Kabarnya ada bantuan dari Ulama Yogyakarta. Bakry. melainkan hasil penyelidikan pengarang sejak berumur 29 tahu sampai sekarang berumur 73 tahun. Lalu di tunjuk percetakan bangsa Indonesia untuk mencetaknya. kalau tidak di terjemahkan kedalam bahasanya? Dengan berbagai ilimu yang telah diserap oleh akal pikirannya. Kemudian setelah habis cetakan itu. dan disiarkan di seluruh Indonesia. salah seorang penerbit Indonesia Tafsir al-Quranul Karim itu dengan mendapatkan fasilitas kertas dari Menteri Agama dan di cetak sebanyak 200. karena beliau lebih memilih untuk melanjutkan ilmu pengetahuannya di Mesir (Th 1924) di berbgai tempat hingga akhirnya di Darul Ulum. Baharata Direktur percetakan Al-Ma’arif Bandung.000 aksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. bantahan dari Ulama islam tersebut tidak beliau perdulikan dan beliaupun tetap menterjemahkan al-Quran al-Karim tersebut. Beliau menerima pelajaran dari Syeokh Darul Ulum. Yunus kirimkan kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Sedang menterjemahkan juz 7 sampai dengan 18 dibantu oleh almarhum H. Akhirnya di ambil alih oleh M. Hanya ada perubahan sedikit demi sedikit. yang empunya percetakan tidak mau meneruskan mencetak tafsir Quran karim itu. Lalu mereka terbitkan beberapa kali tanpa ada perubahan yagn besar. Pada tahun 1953 seorang Ulama dari Jatinegara membantah pula. Akhirnya beliau tidak berkituk lagi.Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus DIposting Oleh Administrator | 9:28 PM | a. pada bulan Ramadlan tahun 1354 H (Desember 1935) beliau mulai kembali menterjemahkan al-Quran serta tafsir ayat-ayatnya yang penting yang kemudian beliau beri nama : Tafsir al-Quranul Karim. Kemudian beliau berhenti menterjemahkan al-Quran. bantahan itu dikirinya kepada Presiden RI dan Menteri Agama. Bagaimanakah menyampaikan kitabullah kepada mereka. Sebab itu tafsir ini berlainan dengan tafsir-tafsir yang lain. Pada bulan April 1938 tamatlah 30 juz dengan pertolongan Alah awt. Mahmud yunus bersama istri Darisah binti Ibrahim meneruskan menerbitkan tafsir Quran Karim itu. padahal telah dimulainya mencetak beberapa halaman banyaknya. bukanlah tejemahan dari kitab bahasa arab. dengan petunjuk menteri Agama Almarhum Wahid Hasyim. bahwa menterjemahkan al-Quran itu hukumnya mubah. Ditegaskan bahwa tafsir in serta kesimpulan isi al-Quran. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1950. supaya di stop mencetak Tafsir Quran Karim itu. Lalu ia dicetak dan di terbitkan sebanyak 200. lalu Mahmud yunus balas suratnyaitu dengan lebar panjang. Pendahuluan Tafsir Al-Qur'an Al-Karim Mahmud Yunus>>> Tafsir al-Quranul karim karangan Mahmud Yunus ini awalnya di terjemahkan pada tahun 1992 kemudian di terbitkan tiga juz dengan huruf arab-malayu. Tembusannya M.000 aksemplar. hanya diam. Dalam tafisir in yang paling dipentingkan ialah menerangakan dan menjelaskan petunujuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Quran untuk diamalkan kaum Muslimin khususnyadan seluruh umat manusia pada umumnya sebgai petunjuk universal. Dengan susah payah di terbitkan tefisr tersebut berjuz 2 tiap 2 bulan.M. bahkan di anjurkan atau hukumnya fardu kifayah. Bantahan itu dikirim nya kepada Maeteri Agama RI tetapi saya tidak menerima bantuan.

Puasa dan Zakat untuk anak-anak SD. 8. Profesi sebagai guru semenjak masih menjadi pelajar di Surau Tanjung Pauh sudah ia geluti. Keimanan dan Akhlaq. tafsir. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (1966-1071). 4 jilid. sejarah. dan peribadatan. Dari surau kakeknya ini. kelurahan Kebon Kosong. pada 15 Oktober 1977. Terjemahan Tafsir al-Quran tanpa tafsir. Kemayoran Jakarta Pusat. untuk anak-anak SD. Pelajaran Sholat untuk-untuk anak0anak SD. Adapun karya-karya Mahmud Yunus antara lain: 1. 7. Mahmud Yunus telah sanggup mengajarkan kitab-kitab Mahalli. Lagu-lagu baru/Not angka-angka.Tahir. 3. sebab kuat dan lemahnya. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsurangsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. Karena sejarah itu tetap mengulang jejaknya. hadist. 9. Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). di samping itu ia juga memasuki sekolah rakyat. Mahmud Yunus pindah ke Madrasah yang diasuh oleh Syeikh H. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) jkarta (1957-1980). Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahsa arab telah menimbulakan hasarta besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yagn tetap populer sampai saat ini. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963). dalam Usia 83 Mahmud Yunus berpulang ke Rohmatullah di kediamannya. cara mengerjakan haji. yang ia tulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. . 2. jadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. tahun 1938.Artinya: “ Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan didalamnya. Selain itu ditrgaskan pula sebab-sebab majunya satu umat dan sebab-sebab mundurnya. Marilah sembahyang. disaat masih suburnya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. 6. hokum. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah. Banyak karya tulis yang telah di hasilkan Mahmud Yunus dalam berbgai bidang Ilmu Agama Islam. bersama Rasyidin/Zubir Usman. sebab tegaknya dan jatuhnya. bersama Kasim St. sebab hidu dan matinya. al-Fiyah dan Jam’ul Jawami’.Tahir. untuk anak-anak SD. bernama Muhammad Ali gelar angku kolo. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. Pendidikan Mahmud Yunus belajar dari al-Quran dan bahasa Arab yang ia tempuh semenjak berusia tujuh tahun di Surau kakeknya M. Demikian itu dengan mengambil ‘brah dan pengajaran dari sejarah umat dahulu kala. terutama pendidikan Islam di samping bidang-bidang lain seperti bahasa. buyutnya dari pihak ibu adalah seorang ulama besar di Sungkayang Batu sangkar. yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (19311932). B. Beberapa kisah pendek. Syah. Riwayat Rasul dua puluh lima. perbandingan agama. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (1948-1949). tauhid akidah. Ayahnya bernama Yunus bin Incek dan ibunya bernama Hafsoh bini M. secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbgai sekolah. 4. Haji ke Mekkah. untuk memudahkan membaca al-Quran. Sehari kemudian ia dimakamkan di pemakaman IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Akhirnya pada 18 Januari 1983. untuk anak-anak SD. Pandangan terpenting tentang metode mengajar adalah “Metode itu lebih penting daripada pengajaran”. tetapi hanya sampai kelas tiga saja. 4 jilid. 5. Biografi Mahmud Yunus Dilahirkan di Sungkayang Batusangkar Sumetera Barat pada hari sabtu 10 Februari 1899 (30 Ramadlan 1361). Muhammad Thaib di Surau Tanjung Pauh. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. M. Berkat ketekunannya dalam waktu empat tahun. merupakan tindakan yang cukup berani. Kemampuan menjadi guru tersebut lebih menonjol manakala ia kembali dari Mesir .

untuk orang dewasa. untuk tingkat Aliyah. untuk anak-anak SD. 14. Pkok-pokok Pendidikan/Pengajaran. Manasik haji. dan seterusnya. Kemudian seterusnya dihalaman belakang kitab terdapat daftar isi surat-surat al-Quran beserta nomor halaman yang memudahkan pembaca dalam pencarian surat seperti surat al-A’raf……. Sejarah Islam di Minangkabau. 16. akhlaq. 35. 23. Tarbiyah / PGAA 29. Do’a-do’a Rasulullah. kita dapat membuka dan melihat pada halaman belakang yaitu Daftar Surat dan isi Tafsir alQuran Karim disini ditulis surat dan beberapa tema yang biasa di kaji beserta nomor urut halaman. Metodik Khusus Pendidikan Agama. dan seterusnya. alBaqoroh hingga pada akhir surawt an-Naas (30 Juz)untuk dapat membuka mengetehui isi al-Quran ini dengan mudah. Juz Amma dan terjemahnya. . Surat Al-A’la--898……dan seterusnya. Perbandingan Agama. Ali. Ilmu Mustalahul Hadist. bersama St. Beriman dan Berbudi Perkerti. Sejarah PEndidikan Islam (umum). Metodik Khusu bahasa Arab. ekonomi. Mahmud Aziz.. 15. petunjuk atau pengajaran. 28. Fak. Setelah daftar isi dan surat-surat kemudian juga terdapatdaftar isi juz-juz al-Quran yang tujuannya memudahkan pembaca dalam pencarian sebuah ayat al-Quran seperti juz ke-1…. 22. Ilyas M. Kesimpulan isi al-Quran. dan ilmu pengetahuan. Pelajaran Sembahyang. 20. 34. untuk tingkat tsanawiyah. Pengetahuan Umum Ilmu Mendidik. Pemimpin Pelajaran Agama. Fak. 36.2-8..…. Dasar-dasar Negara Islam. dlaam penyelidikan baru. Disamping itu kitab tafsir ini terdapat daftar kesimpulan isi al-Quran. untuk tingkat tsanawiyah/PGA bersama H. untuk tingkat Aliyah. Ilmu Jiwa kanak-kanak. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. 26. M. Pedoman Dakwah Islamiyah. untuk tingkat Aliyah.I. Setelah penaduhulan kemudian langsung kepada ayat al-Quran berupa terjemahan dan dibawahnya langsung dijelaskan tafsirnya yang diawali dengan surawt al-fatihah. C. Sistematika Tafsir Sistematika Tafsir karangan Mahmud Yunus susunannya diawali dengan pendahuluan yang di dalamnay dijabarkan tentang penulisan dan usaha yang ditempuh oleh Mahmud Yunus ketika beliau menterjemahkan dan menerbitkan al-Quran tersebut. untuk tingkat Aliyah 19. untuk tingkat Aliyah. Moral Pembangunan dalam Alam. 13. orang-orang yang dimurkai dan orang – orang yang sesat………2. mahasiswa/umum.I. bersama H. kemudian yang ketiganya terdapat dalam surat al-Baqoroh. Allah dan Makhluq-Nya. Akhlaq (bahasa Indonesia). 4 Madzhab. 33. Soal Jawab HUkum Islam. Tarbiyah / PGAA.3. 4 Madzhab. Juz ke-2……29.10. 12 Hukum Warisan dalam Islam. untuk tingkat Aliyah. 18. Tarbiyah / PGAA 30. 3 jilid. hokum-hukum. sebelum mengerjakan pekerjaan yang beik diucapkan Bismillah…. 31. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Kumpulan Do’a. 25. kuliyah untuk dakwah. Hukum perkawinan dalam Islam. 27. Tafsir al-Quran ini dibelakangi juga terdapat beberapa kesimpulan isi al-Quran. yang berhubungan dengan keimanan.. Marilah ke Al-Qur’an.. untuk Muballigh-Muballigh / umum. untuk murid-murid SMP. 21. apabila mendapatkan nikmat diucapkan Alhamdulillah………I. 24. 37. kuliyah untuk kursus-kursus. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. 11. Fak. 17. 32. seperti orang-orang yang bertaqwadan sifat-sifatnya………. Said.

suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. karena ayat-ayat itu tafsir-menafsirkan dan jelas-menjelaskan antara satu dengan yang lain. kedua . Sumber-sumber Tafsir al-Quran Mahmud Yunus Setelah mempelajari: 1. f). Metode dan Corak Tafsir Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. . Selain dari pada itu ada lagi tafsir Akil menurut Syi’ah dan tafsir Shufi bagi ahli Tasawwuf. Fajrul Islam juz 1 hal 199 5. Yafsir dengan hadist yang shahih. Al-Qasimy juz 1 hal 7 4. bila mereka ijma’ atas semua tafsir. surat demi surat. Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. tafsir al-Quran dengan al-Quran.D. Tafsir dengan perkataan tabi’in. e). Tafsir dengan Ijtihad bagi Mujtahid. pertama dari juz 1 sampai dengan 10 n. Ibnu Katsir juz 1 hal 3 3. bukan menurut pendapat dan pikirannya. Hal ini menurut pendapat bahwa ijma’ itu hujjah. karena berhubung tafsir al-Quran in berubah halamanny adari cetakan yang lama ke percetakan yang beru dan karangan ini. E. Sistematika Penafsiran Dalam tafsir Mahmud Yunus ini telah dijelaskan sebelumnhy bahwa didalamnya dibelakangi kitab terdapat kesimpulan isi al-Quran. d). Zhurul Islam juz 2 hal 40-43 dan juz 3 hal 37 Dapatlah diambil kesimpulan bahwa sumber-sumber tafsir itu tujuh: a). Tafsir dengan umum bahasa arab bagi Ahli Ilmu Lughah. tapi khusus dengan menerangakan sebab-sebab turunnya sayat. tiga jilid. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. b). c). jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. F. ini tidak dapat di muat diawal kitab. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. Tafsir dengan tafsir Aqli bagi Mu’tazilah. Tafsir al-Quran in sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran. Tafsir at-Thabaryjuz 1 hal 42 2. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. Sekali-kali tidak boleh dengan hadist yagn Maudlu’ dan Dlo’if. Tafsir dengan perkataan sahabat. g). seperti hadist Bukahri dan Muslim.

meskipun beberapa ayat di tiap-tiap hari. Tetapi meskipun begitu. Meskipun sekarang telah kita usahakan mengeluarkan apa-apa yagn tersebut dalam kitab ini. G. Apabila orang-oarang islam menurut sebagaimana yang termaktub didalamnya itu. Sebenarnya kaum Muslimin memuliakan dan menjunjung tinggi al-Qran . sedengkan lafadz yang lain dijelaskan arti globalnya karena mengadung suatu istilah. Saudara-saudara yang tidak sanggup membaca al-Quran dari awal sampai tamat. tentu ia dapat mengeluarkan sedikit saja. Oleh sebab itu hendaklah tiap-tiap orang islam membiasakan membaca al-Quran. Jika selalu kita membaca al-Quran dan memperhatikan isinya. tapi jika mereka ditanya apa isi quran itu? Mereka tidak bias menjawab apa-apa. Bahkan mahasiswa-mahasiswa dapat memperluas bahasa arabnya. diterangkan dengan ijmal (kesimpulan) saja. supaya bertambah kaimanan kita kepada Allah swt. ? Teks al-Quran terjemahannya disusun sejajar dan setentang. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia. sehingga mudah mempelajarinya tanpa memeriksa ke halaman-halaman yagn lain. niscaya akan terbuka juga bagi kita rahasiarahasianya yang lain. Kesimpulan Tafsir al-Quran Mahmud Yunus ini mudah untuk dipelajari dan dipahami kaerna di dalamnya sudah kategori-kategori membuka kitab tafsir tersebut dan didalamnya juga terdapat beberapa kesimpulan yang memudahkan kita untuk mengetahui isi kandungan tafsir tersebut secara garis besar kesimpulan isi al-Quran. dan supaya bersih hati kita kita dari pada sifat yang tidak baik. sekurang-kurangnya hendanyalah dibacanya” kesimpulan isi al-Quran” ini. Jika orang yang mengeluarkan mutiara itu hanya memekai perkakas lama dan serba kurang.. tetapi janganlah kita sangka. serta mengajak teman sejawat. sedangakan lafadz yang lain dijelaskan arti kosa katanya. Keistimewaan Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus Adapun keistimewaannya adalah: ? Terjemahan al-Quran disusun baru. akhlaq. tentu ia menghasilkan mutiara yang amat banyak. Kedua aspek tersebut dijelskan ketika dianggap perlu atau kadang pula suatu ayat. suatu lafadz dijelaskan arti kosakatakatanya. bahkan masih banyak lagi yang tersembunyi di sana sini. hokum-hukum. ? Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. Tetapi apabila ia mempunyai perkakas yang modern serta sempurna. mutiara yang dalam lautan itu tidak juga akan habisn-habisnya. Sekarang dengan keluarnya “kesimpulan isi al-Quran “ ini. Sesunggunhnya mengeluarkan hukum-hukum atau ilmu pengetahuan dan yang lain-lain dari dalam al-Quran tak ubahnya seperti mengeluarkan mutiara dari dalam lautan. H. Oleh sebab itu hendaknya tiap-tiap kita bersungguh-sungguh mengikutinya sekedar tenaga. petunjuk/pelajaran. niscaya mereka akan mendapat kemajuan dan keselamatan dari dunia sampai akherat. setengahnya berupa masalah-masalah ilmiyah yang harus dipelajari oleh mahasiswa-mahasiswa. seperti cetakan yang lama. supaya bersama-sama ke jurusan itu. ekonomi dan ilmu pengetahuan. bahwa mutiara yang ada dalam al-Quran itu telah habis. ? Keterangan-keterangan ayat ditaruh dan diletakkan didalam ayat yang bersangkutan. aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan. Maka bagitulah juga dalam mengeluarkan hukum-hukum dan ilmu pengetahuan dari dalam Quran itu.dalam tafsir Mahmud Yunus. Inilah kesimpulan isi al-Quran yang berhubungan dengan keimanan. tentu mereka dapat menjawabnya. Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: . Dengan demikian mudah mengetahui nomornomor ayat al-Quran dalam teks bahasa arab dan terjemahanny adalam bahasa Indonesia. serta mudah difahami oleh pembaca. bahkan dijelaskan secara terperinci dengan memperlihatkan penggunaan istilah itu pada ayat-ayat yang lain.

supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. Demikian hukum islam. Tafsir al-Quran Mahmud Yunus. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. => Abdul Ghofur. => Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anakanaknya yang masih lemah (kecil). Ensiklopedi Islam . Referensi: => Mahmud Yunus. Faham Tauhid Nabi Ibrahim Menurut Ibnu Katsir. Menurut islam. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. berwasiat itu hukumnya sunnah. bila ia meninggal dunia. Studi Analisis Surah Al-‘An’am Ayat 74-79.

tafsir Jami` al-Bayan karya ath-Thabari. tafsir ulama muta’akhkhirin juga menjadi sumber ash-Shiddieqy. Tafsir An-Nur pertama kali terbit pada tahun 1956. Tafsir ini juga dapat digolongkan sebagai at-tafsir bil ra'y (tafsir berdasarkan ijtihad). Hasbi ash-Shiddieqy menggarap karya tafsirnya ini dengan sangat serius. tafsir al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari. tafsir al-Manar karya Muhammad Rasyid Ridha. tafsir al-Qasimi. Tidak hanya tafsir klasik. dan juga metode maudhu'i (tematik) karena sebelum menjelaskan tafsir suatu surah terlebih dahulu dijelaskan gambaran umum surah tersebut. kitab Tafsir An-Nur ini dilengkapi pula dengan transliterasi huruf ke Arab ke dalam huruf latin. seperti. dan kitab-kitab as-Sunan. kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Karenanya. Ini adalah kitab tafsir lengkap pertama karya ulama ahli tafsir Indonesia yang diterbitkan di Indonesia. Dalam kitab tafsir ini Hasbi ash-Shiddieqy banyak mengutip dari rujukan-rujukan mu`tabar (otoritatif). ***** . ayat per ayat dan surah per surah. Melihat sederet rujukan yang digunakan. Untuk membantu para pemula dalam membaca dan mendalami Al-Qur'an. Tafsir Al-Qur'anul Majid An-Nur. dalil. Dapat pula digolongkan sebagai at-tafsir bil-ma'tsur (tafsir dengan riwayat). dan dengan bentuk penyajian yang rinci. Tafsir inilah pula yang menjadi rujukan Terjemah Qur'an Departemen Agama yang pertama tahun 1952. dan atTafsir al-Kabir karya Fakhruddin ar-Razi. Selain kitab-kitab tafsir.M. terlebih lagi ia mempunyai kapasitas yang mumpuni dalam bidang ushul at-tafsir. dari para peneliti sampai para pemula. Tafsir An Nur menggunakan dua metode sekaligus. semisal. yaitu penjelasan suatu ayat dengan ayat lain atau dengan hadits dan atsar yang shahih . Dr. wajar bila Tafsir an-Nur menjadi sebuah karya yang cukup diperhitungkan dan menjadi rujukan kalangan intelektual di Indonesia. Tafsir al-Qur’an al`Azhim karya Ibnu Katsir. Tafsir ini mudah dicerna oleh semua golongan masyarakat. Pembahasan ayat disertai keterangan hadits. yaitu mudhi'i tahlili karena dibuat berdasarkan urutan dan susunan Al-Qur'an. yaitu Prof. yaitu ilmu yang mempelajari media-media yang diperlukan untuk menafsirkan al-Qur’an. ia juga merujuk kepada kitab-kitab induk hadis yang mu`tamad (dipercaya). walaupun tidak semua ayat dijelaskan dengan metode tersebut. dan pendapat yang kuat.Tafsir Al-Qur'anul Majid atau yang lebih dikenal dengan nama TAFSIR AN-NUR ini adalah salah satu karya monumental ulama Indonesia asal Aceh. tafsir al-Qurthubi. Sebut saja di antaranya. Teungku Muhammad (TM) Hasbi ashShiddiegy. tafsir al-Maraghi. menjelaskan apa yang dimaksud tiap-tiap ayat. dan tafsir al-Wadhih. tampaknya T. sebagai sebuah kitab tafsir yang ringkas namun lengkap.

Mahmud Yunus dididik dalam lingkungan agama. Pertemuan itu secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pola pemikiran pembaruan Mahmud. at-Tarbiyah wa at-Ta’lim yang juga terdiri dari tiga juz. Biografi Mahmud Yunus. Di sana dia mempelajari ilmu ushul fiqh. Keluarganya adalah tokoh agama yang cukup terkemuka. Karya ini merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Umumnya pembaruan Islam terwujud dalam dua bentuk. Gurunya adalah kakeknya sendiri. Kairo. mendorongnya untuk menimba pengetahuan lebih jauh di Mesir. Dia pun berkeinginan melanjutkan studi ke madrasah Dar al-Ulum yang . dia berhasil mendapatkan Syahadah Alimiyah dari alAzhar dan menjadi orang Indonesia kedua yang memperoleh predikat itu. hari Sabtu 10 Pebruari 1899. Tidak mudah untuk mewujudkan hasratnya itu. Salah satu kegiatan kelompok ini adalah menerbitkan majalah al-Basyir dengan Mahmud Yunus menjadi pemimpin redaksinya. Dia pun memutuskan pindah ke madrasah yang berada di Surau Tanjung Pauh bernama Madras School. Dia tidak pernah masuk ke sekolah umum. Namun saat duduk di kelas empat. karya-karyanya banyak dipergunakan di sekolah-sekolah khususnya di pesantren. Biografi Sosial-Intelektual. Sumatera Barat. Mahmud Yunus seorang murid yang cerdas. Tetapi dia merasa belum cukup dengan apa yang telah diperoleh lantaran peningkatan pengetahuan umumnya belum terpenuhi. Batusangkar.Mahmud Yunus adalah seorang tokoh pendidikan nasional. Maksudnya agar para santri dapat juga memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut bagi peningkatan kesejahteraan umat dan perkembangan Islam. terutama berkat pandangan-pandangan yang dikemukakan sejumlah tokoh pembaru seperti Abdullah Ahmad serta Abdul Karim Amrullah. tahun 1908. tahun 1924. Ayahnya bernama Yunus bin Incek menjadi pengajar surau yang dikelola sendiri. fikih Hanafi dan sebagainya. Namun pada akhirnya kegigihan Mahmud Yunus dapat mengantarkannya ke al-Azhar. Ketika menginjak usia tujuh tahun (1906).[1] Bersama staf pengajar lainnya yang bergiat di gerakan pembaruan. Beliau sendiri mempunyai karya yang berupa kamus Arab-Indonesia yang masih mudah didapatkan saat ini. ilmu tafsir. Dalam bidang keilmuan Alquran. pendiri serta pengasuh surau di wilayah itu. Interaksi yang kian intens dengan gerakan pembaru. Mahmud sempat selama tiga tahun menimba ilmu di sekolah desa. beliau berhasil menulis Tafsir Alquran al-Karim. Misalnya dalam karya Al-Munir. B. bahasa Eropa maupun ilmu pengetahuan umum. Mahmud dapat menyerap semangat pembaruan yang dibawa. Beberapa karyanya yang lain adalah seperti al-Fiqh al-Wadhih (fikih sederhana berbahasa Arab) yang terdiri dari 3 juz. dia merasa tidak betah lantaran seringnya pelajaran kelas sebelumnya diulangi. Mahmud Yunus mulai terlibat di gerakan pembaruan saat berlangsung rapat besar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. sebagai seorang yang mempunyai spesialisasi dalam bidang bahasa Arab. ditekankan penguasaan pengetahuan umum serta bahasa Eropa. asuhan HM Thaib Umar. Mahmud Yunus lahir di desa Sungayang. Melalui karya-karya gurunya itu. Nah. berbagai kendala dihadapi. tahun 1920 Mahmud membentuk perkumpulan pelajar Islam di Sungayang bernama Sumatera Thawalib. Saat Mahmud belajar di Madras School antara tahun 1917-1923. Sejak kecil. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. Hanya dalam tempo setahun. Karenanya para santri di surau/pesantren HM Umar Thaib diwajibkan mempelajari ilmu agama. Dia diminta untuk mewakili gurunya. yang dilakukan oleh para alumni adalah gerakan purifikasi untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. Sejarah mencatat HM Umar Thaib amat berpengaruh terhadap pembentukan keilmuan Mahmud Yunus. seorang tokoh pembaru Islam di Minangkabau. Disebutkan dalam buku Tokoh dan Pemimpin Agama. Mahmud mulai belajar Alquran serta ibadah lainnya. Ibundanya bernama Hafsah binti Imam Samiun merupakan anak Engku Gadang M Tahir bin Ali. Mahmud Yunus dikenal sebagai seorang tokoh pembaharu dalam metode pengajaran bahasa Arab. purifikasi dan modernisasi.

Mahmud Yunus kemudian meneguhkan diri untuk mengikuti seluruh persyaratan yang diminta dan terbukti mampu memenuhi. Demikian pula di kementerian agama yakni dengan menjabat selaku Kepala Penghubung Pendidikan Agama. Mahmud Yunus meninggal dunia[2] B. 4. Setelah itu. Allah. Berikut akan penulis sajikan pemikiran Mahmud Yunus yang tertuang dalam karyanya. ilmu jiwa dan ilmu kesehatan. bahasa Arab. 5. Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku. Dia memimpin Normal Islam selama 11 tahun. Malaekat-malaekatNya. pembaruan Mahmud Yunus tak hanya menekankan penguasaan bahasa Arab. Kuliah Mahmud Yunus berakhir dengan lancar. Dua penekanan dalam pembaruan Mahmud Yunus di lembaga pendidikannya yakni pengenalan pengetahuan umum dan pembaruan pengajaran bahasa Arab. Pada bidang pengajaran bahasa Arab. Dia dimasukkan sebagai mahasiswa di kelas bagian malam (qiyam lail). 2. dia memperoleh gelar doctor honoris causa di bidang ilmu tarbiyah dari IAIN Jakarta atas karya-karyanya dan jasanya dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Di kedua lembaga inilah dia menerapkan pengetahun dan pengalaman yang didapatnya di Dar al-Ulum.memang mengajarkan pengetahuan umum. Dr. kecuali Mahmud Yunus. Karena kekurangan tenaga pengajar. Beliau menyatakan seperti berikut: "Iman (percaya) yaitu: Beriman kepada: 1. dia juga aktif di organisasi Islam antara lain menjadi salah satu anggota Minangkabau Raad. Pada tahun 30-an. H. Sepanjang hidupnya. Sementara Mahmud menambahkan beberapa pelajaran umum semisal ilmu alam. Tahun 1929. Sedangkan Normal Islam hanya menerima tamatan madrasah 7 tahun dan dimaksudkan untuk mendidik calon guru. Gerakan pembaruan di Minangkabau saat itu makin berkembang. atau apa yang dikatakan Rukun Iman. bahasa Eropa di Adabiyah School. pengetahuan umum. Hari yang kemudian atau kiamat (surat al-Baqarah: 285) . hitung dagang. Semua mahasiswanya berkebangsaan Mesir. tahun 1931. Tahun 1909 Abdullah Ahmad sudah mengajarkan berhitung. Tahun 1982. yakni pemikiran yang bercorak aliran al-Qadariyah dalam masalah takdir Prof. dia mendapat ijazah diploma guru dengan spesialisasi bidang ilmu kependidikan. Mahmud Yunus telah menulis di dalam kitabnya Tafsir Quran Karim" mengenai iman. ilmu mengajar. Awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit. Ilmu yang diajarkan berupa ilmu agama. Pada tahun 1982. namun juga menunjukkan bagaimana secara didaktis-metodis modern para siswa menguasai bahasa tersebut dengan cepat dan mudah. Tercatat dia menjadi orang Indonesia pertama yang masuk Dar al-Ulum. Rasul-rasulNya. Kitab-kitabNya. dia kembali ke kampung halamannya di Sungayang Batusangkar. Ini amat menggembirakan Mahmud Yunus yang lantas mendirikan dua lembaga pendidikan Islam. Pengajaran pengetahuan umum di sekolahnya sebenarnya tidaklah baru. Kairo. Pemikiran Mahmud Yunus Dalam Tafsir Alquran al-Karim. al-Jami'ah Islamiyah terpaksa ditutup tahun 1933. 3. dan tata buku. yakni al-Jami'ah Islamiyah di Sungayang dan Normal Islam di Padang. mulai 1931-1938 dan 1942 dan 1946. Lantas tahun 1943 dipilih menjadi Penasehat Residen mewakili Majelis Islam Tinggi.

Kepercayaan tersebut adalah penyimpangan dalam Islam. Dia mencipta manusia dan jin untuk menyembah-Nya. Sehingga ada yang percaya seperti. rukun yang keenam. yang baik. Dia tidak mencipta segala sesuatu tanpa menurut ukuran tertentu. kamu mengambil daripadanya minuman yang memabukkan. neraka baginya di akhirat kelak. jika mereka dimasukkan ke dalam neraka.a.a.w. percaya. dan hendaklah sesiapa yang menghendaki.'" (QS al-Kahfi: 29) Contoh kedua ialah dalam masalah buah-buahan dan anggur yang Dia rezekikan. yang keenam. penentuan dari Allah. maka hendaklah sesiapa yang menghendaki. Seolah-olah mempercayai Tuhan itu zalim. Hal ini disebutkan dalam Alquran: ‫ننا‬ ً‫س ا‬ َ) ‫ح‬ َ) ‫قنا‬ ً‫ز ا‬ ْ‫ر ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) ‫را‬ ً‫ك ا‬ َ) ‫س‬ َ) ‫ه‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ن ُم‬ َ) ‫ذو‬ ُ‫خ نو‬ ِ‫ت ُم‬ َّ‫ت ه‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫ع‬ ْ‫ل ِل‬ ْ‫وا )َِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫خثي ُم‬ ِ‫ن ُم‬ َّ‫ت ال ه‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫م‬ َ) ‫ث‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫و ُم‬ َ) "Dan daripada buah-buahan palma dan anggur. Di samping itu. terlebih dahulu. ingin ditegaskan bahwa rukun yang kelima seperti yang dicatat itu. itu adalah karena Allah sudah takdirkan baginya .) Sebelum diteruskan tulisan di sini. adalah tambahan kepada ajaran Allah. 'Yang benar adalah daripada Pemelihara kamu. memberi kebebasan kepada manusia untuk percaya kepadanya. manusia diberi kuasa memilih.atau. Dengan itu. Maka. Allah sudah tentukan. Percaya kepada taqdir." (QS an-Nahl:33) Memang benar kata orang-orang yang percaya kepada takdir yaitu semuanya datang dari Allah. dan kemudian. Takdir adalah (takdirullah) sesuatu yang ditentukan oleh Allah terlebih dahulu. Ajaran percaya kepada taqdir telah mengelirukan sesetengah umat Islam. Kuasa untuk memilih itu agak jelas ditunjukkan apabila Dia menurunkan yang benar. Manusia diizinkan-Nya membuat minuman yang baik dan yang memabukkan. diajar oleh "hadits Nabi s. Ayat tersebut ada pada an-Nisa:136. dan rezeki yang baik. Percaya kepada taqdir (dalam hadits Nabi s. yang terakhir. setelah diizinkan-Nya. tetapi diri-diri mereka sendiri mereka menzalimkan. Namun. atau. tidak percaya. apakah seseorang mau menyembah-Nya atau tidak. tidak didapati tercatat di dalam ayat al-Baqarah tersebut. Di dalam Alquran disebutkan: ‫نو ي‬ ِ‫شش ُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ل‬ ِ‫هش ُم‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫كنا ِل‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫مششنا‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ثنوا ُم‬ ُ‫غششنا نو‬ َ) ‫ي‬ ُ‫ثنوا نو‬ ُ‫غثي نو‬ ِ‫ت ُم‬ َ) ‫سش‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫ن‬ ْ‫إ ِل‬ ِ‫وُم‬ َ) ‫هنا‬ َ) ‫ق‬ ُ‫د نو‬ ِ‫را ُم‬ َ) ‫سش‬ ُ‫م نو‬ ْ‫هش ِل‬ ِ‫ب ُم‬ ِ‫ط ُم‬ َ) ‫حششنا‬ َ) ‫أ‬ َ) ‫را‬ ً‫نششنا ا‬ َ) ‫ن‬ َ) ‫مثي‬ ِ‫ل ُم‬ ِ‫ظشناُم‬ َّ‫لل ه‬ ِ‫ننا ُم‬ َ) ‫د‬ ْ‫ت ِل‬ َ) ‫ع‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننا‬ َّ‫إه‬ ِ‫ر ُم‬ ْ‫ف ِل‬ ُ‫ك نو‬ ْ‫ثي ِل‬ َ)‫ل‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ؤ ُم‬ ْ‫ثي ِل‬ ُ‫لنو‬ ْ‫ف ِل‬ َ) ‫ء‬ َ) ‫شنا‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ َ) ‫ف‬ َ) ‫م‬ ْ‫ك ِل‬ ُ‫ب نو‬ ِّ‫رك‬ َ) ‫ن‬ ْ‫م ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُّ ‫ح‬ َ) ‫ل‬ ْ‫ل ا ِل‬ ِ‫ق ُم‬ ُ‫و نو‬ َ) 29)‫قنا‬ ً‫ف ا‬ َ) ‫ت‬ َ) ‫ر‬ ْ‫م ِل‬ ُ‫ت نو‬ ْ‫ء ِل‬ َ) ‫سنا‬ َ) ‫و‬ َ) ‫ب‬ ُ‫را نو‬ َ) ‫ش‬ َّ‫س ال ه‬ َ) ‫ئ‬ ْ‫ب ِل‬ ِ‫ه ُم‬ َ) ‫جنو‬ ُ‫نو نو‬ ُ‫ل نو‬ ْ‫)ا ِل‬ "Katakanlah. karena bertentangan dengan sifat dan ajaran Allah yang sebenarnnya.w. Dai dalam Alquran disebutkan: 33)‫ن‬ َ) ‫منو‬ ُ‫ل نو‬ ِ‫ظُم‬ ْ‫ي ِل‬ َ) ‫م‬ ْ‫ه ِل‬ ُ‫س نو‬ َ) ‫ف‬ ُ‫ن نو‬ ْ‫أ ِل‬ َ) ‫ننوا‬ ُ‫كنا نو‬ َ) ‫ن‬ ْ‫ك ِل‬ ِ‫ل ُم‬ َ)‫و‬ َ) ‫لل‬ ُ‫م ا نو‬ َّ‫ه‬ ُ‫ه نو‬ ُ‫م نو‬ َ) ‫ل‬ َ)‫ظ‬ َ) ‫منا‬ َ) ‫و‬ َ) ) "Allah tidak menzalimi mereka. 49)‫ر‬ ٍ)4 ‫د‬ َ) ‫ق‬ َ) ‫ب‬ ِ‫ه ُم‬ ُ‫ننا نو‬ َ) ‫ق‬ ْ‫ل ِل‬ َ)‫خ‬ َ) ‫ء‬ ٍ)4 ‫ي‬ ْ‫ش ِل‬ َ) ‫ل‬ َّ‫ك ه‬ ُ‫ننا نو‬ َّ‫إ ه‬ ِ‫)ُم‬ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. atau memilih untuk tidak percaya kepadanya." (QS an-Nahl: 67) lalu bolehkah orang yang mabuk berkata kemudian bahwa dia menjadi seorang pemabuk karena Allah telah menakdirkannya demikian? dia telah diberi pilihan untuk mengambil "rezeki yang baik" dari buah-buahan tersebut! . Dan. maupun yang buruk. (QS al-Qamar: 49). lima daripada enam rukun iman itu telah diajar oleh Allah." Justru. percaya kepada takdir artinya percaya bahwa segala-galanya sudah ditentukan oleh Allah terlebih dahulu.6.

Akan tetapi.Ayat itu juga menyebut mengenai kaum yang memahami. Bukti terakhir untuk menunjukkan bahwa Allah tidak menentukan terlebih dahulu apa yang akan terjadi kepada seseorang. Malah. 2. atau yang menggunakan akal fikiran. mereka tidak bisa beralasan dengan mengatakan bahwa telah menakdirkan mereka untuk masuk neraka. . Namun selain itu ternyata dalam pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya Tafsir Alquran al-Karim. beliau memberikan perhatian lebih hingga terlihat corak penafsiran tahlilil. Di dalam kitab-kitab hadis terdapat beberapa buah hadis. Namun pada beberapa ayat. Mahmud Yunus menginginkan Ummat Islam sebagai ummat yang dinamis yang tidak hanya bersandar kepada takdir seperti yang banyak diyakini oleh ummat Islam pada masanya. seperti yang telah dinyatakan oleh Prof.[3] C. Percaya kepada Takdir bukanlah rukun iman dalam Islam. kepada manusia untuk dipakai semasa menggunakan kuasa memilih tersebut. Pembaharu Pemikiran. Adam dan isterinya telah dapat diperdaya oleh Syetan. Mahmud Yunus juga merupakan seorang pembaharu pemikiran ummat muslimin. Mereka yang tidak menggunakan ketiga-tiga potensi itu akan dimasukkan ke dalam Jahanam. wajarlah ia ditolak. Jadi. ialah kejadian Adam. ajaran tersebut bertentangan dengan kehendak-Nya Ajaran yang bertentangan dengan ajaran Allah itu datang dari hadis. Memang benar juga kata mereka yang percaya kepada takdir bahwa Allah mengetahui segala-galanya. Dr. tidak kelihatan bahwa Allah telah menentukan terlebih dahulu bahwa Adam dan isteri akan makan daripada pohon tertentu. meminta ampun serta bertaubat kepada Allah. Di Jahanam nanti. kemudian. Terlepas dari pengaruhnya terhadap pemikiran ummat muslimin. Semua hadis yang menyatakan ajaran tersebut pada dasarnya dapat dibantah karena bertentangan dengan ajaran Alquran itu sendiri. Dia mengetahui bahwa seseorang itu akan ditimpa keburukan. Mahmud Yunus. Tafsir Alquran al-Karim: Kajian Kritis. Oleh yang demikian. yang kononnya telah disabdakan oleh Nabi. 1. Corak pemikiran al-Qadariyah ini memang sungguh kental pada pemikiran beliau. mengenai kepercayaan tersebut. Dari ayat yang menceritakan tentang peristiwa tersebut. dapat dikatakan bahwa karyanya ini merupakan tafsir bir-ra’yi[4] meskipun ada banyak sumber yang berupa riwayat-riwayat dipergunakan sebagai penafsir bagi ayat-ayat tertentu. Karena itu. mereka berdua. mengetahui dan menentukan sesuatu adalah dua perkara yang jauh berbeda. Tahlili atau Ijmali[5] Pada dasarnya. Potensi lain adalah penglihatan dan pendengaran. tetapi keburukan yang menimpa orang itu merupakan akibat dari usahanya sendiri. Mahmud Yunus merupakan seorang tokoh pendidikan. ajaran Percaya kepada takdir memang tidak dianjurkan Allah. Corak bir-Ra’yi dan bil-Ma’tsur. 3. Akan tetapi. Bila melihat sumber penafsiran yang digunakan di dalam Tafsir Alquran al-Karim. Metode-metode yang dibangun oleh beliau sangat berpengaruh dalam pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Tafsir Alquran al-Karim karya Mahmud Yunus ini adalah tafsir ijmali yakni hanya menafsirkan ayat secara global saja. sehingga mereka berdua melanggar perintah Allah. yang juga merupakan salah satu karunia terbesar Allah swt. dan pembaharu dalam pendidikan. seperti yang diajar oleh hadis.

Mahmud Yunus lebih dikenal sebagai tokoh pendidikan yang mempunyai spesialiasi dalam bidang ilmu Bahasa Arab. beliau menulis Tafsir Alquran al-Karim. Beliau beranggapan bahwa iman terhadap qada dan qadar bukanlah termasuk dari rukun iman karena tidak didapatkan dalam Alquran dan banyak ayat-ayat yang menentangnya. . Dalam bidang tafisr. Yang merupakan salah satu pionir karya tafsir berbahasa Indonesia yang banyak digunakan oleh orang-orang berbahasa Melayu. Penekanannya terhadap penolakan kepercayaan takdir merupakan antisipasi terhadap statisnya dinamika kehidupan ummat Islam. akan tetapi hadis tersebut menurut beliau lemah karena bertentangan dengan Alquran. Salah satu pemikiran yang beliau tuangkan dalam karyanya ini adalah gugatan terhadap kepercayaan yang berlebihan akan takdir.D. Kepercayaan ini didapatkan dalam hadis. Penutup.

t : ‫نثيقتملل ﺔﻆعنوم نو ﻯدﻫنو ﺱنانلل ننايب‬ Yang bererti: “Al-Qur’an adalah penerangan (penjelasan) bagi seluruh manusia dan nasihat bagi mereka yang bertakwa” Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”.Beliau mempelajari bahasa Arab daripada gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. T. T. Pada tahun 1926 T. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. seorang ulama’ berbangsa Arab. [1] 2. Bandung. Dr. surah Ali ‘Imran ayat 138. dengan ukuran 15 x 22 cm. Khidmatnya masih digunakan sehingga ke hari ini. Kitab ini juga mempunyai keistemewaan dan perbezaan yang tersendiri berbanding dengan kitab-kitab tafsir lain. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. Dr. Hasil karya ini terdiri daripada dua jilid dan merupakan karya kedua beliau selepas Tafsir an-Nur. Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. Tafsir al-Bayan adalah kitab tafsir dan terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang di hasilkan pengarang seawal tahun 60-an lagi. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu.M Hasbi ash Shiddieqy menggunakan metode tersendiri dalam menyusun dan mengolah Tafsir al-Bayan dan mempunyai kelainan dengan karya yang pertamanya. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. Prof. Kitab ini dinamakan Tafsir al-Bayan diambil sempena ayat al-Qur’an.w. Cetakan pertamanya ialah pada tahun 1971 yang diterbitkan PT. PENDIDIKAN Prof.M Hasbi ash Shiddieqy PENDAHULUAN Tafsir al-Bayan merupakan sebuah kitab tafsir yang unggul di rantau ini.M Hasbi ash Shiddieqy merupakan seorang ulama’ Indonesia yang terkenal. kitab tafsir ini banyak memberi sumbangan terhadap pengajian dan pembelajaran Ulum al-Qur’an di Nusantara. BIOGRAFI PENGARANG 1. Dr. 3. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. KEILMUAN T. Dikarang oleh tokoh agung yang tidak asing lagi iaitu Prof.Tafsir al-Bayan oleh Prof.Disertasi Ilmiah 4 . Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz .M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad iaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). Almaarif.M Hasbi ash Shiddieqy. T. seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . Menurut salasilah. KELAHIRAN DAN LATAR BELAKANG KELUARGA Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy dilahirkan di Lhokseumawe pada 10 March 1904. Jelasnya. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. Dr. Frman Allah s. Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) iaitu khalifah yang pertama. Beliau memiliki kepekaran [ .

Sebelum itu. dan ilmu kalam. Mereka terlalu berkecenderungan mengikut mazhab imam-imam tersebut. Hasbi masih meneruskan perjuangannya walaupun beliau dimusuhi oleh pihak yang tidak bersefahaman dengannya.M Hasbi ash Shiddieqy menetap di Yogyakarta pada tahun 1951 dan melibatkan diri secara serius dalam bidang pendidikan. Namun begitu begitu. kitab-kitab fiqh yang ditulis oleh imamimam mazhab diambil sebagai sumber syariat. difahami oleh umat Islam melalui metode ijtihad untuk diadaptasikan setiap perkembangan yang berlaku dalam masyarakat.. pada tahun 1960. khususnya di Indonesia tidak membezakan antara syariat asal dari Allah swt dan fiqh yang merupakan ijtihad ulama’ terhadap syariat tersebut. Selama ini terdapat masyarakat Indonesia yang yang cenderung menganggap fiqh sebagai syariat. Sebagai alternatif terhadap sikap tersebut. Menurut Hasbi ash Shiddieqy. kebanyakan umat Islam. Malik. Menurutnya. walaupun kadang-kadang pendapat imam mazhab tersebut ada yang perlu diteliti dan dikaji dengan konteks terkini. 5. Syariat Islam yang bersumbekan wahyu Allah swt. tidak beerti ijtihad ulama’ terdahulu harus . dan dari IAIN Sunan KalijagaYogyakarta pada 29 Oktober 1975. umat Islam harus mencipta hukum fiqh yang sesuai dengan latar belakang masyarakat Indonesia. 6. Beliau mula bergerak di Acheh dalam lingkungan masyarakat fanatik. Ruang lingkupnya mencakupi semua aspek kehidupan manusia.M Hasbi ash Shiddieqy pernah diundang dan menyampaikan makalah dalam International Islamic Colloquium yang diadakan di Lahore Pakistan (1958). Di antara mereka yang terkenal adalah imam-imam mujtahid mazhab empat iaitu Abu Hanifah. baik dalam hubungannya dengan sesama manusia mahupun hubungan dengan Tuhannya. Tentu sahaja hal ini berbeza dengan keadaan masyrakat kita sekarang. T. hadith. Pendidikan yang diterimanya dari pondok-pondok pengajian dan Madrasah al-Irsyad mampu menyerlahkan dirinya sebagai seorang pemikir. Pada tahun 1960 beliau diangkat menjadi dekan di Fakulti Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kemampuannya sebagai seorang intlektual diakui dunia antarabangsa. kerana hasil ijtihad mereka tidak terlepas dari situasi dan keadaan sosial budaya serta lingkungan geografik. Beliau turut menganggotai Organisasi Muhammadiyah. PEMIKIRAN Seperti ulama’ lain. beliau diangkat sebagai ketua dalam bidang ilmu hadith di IAIN Sunan Kalijaga. al-Syafi’i dan Ahmad ibn Hanbal. Menurutnya. T. PENGLIBATAN POLITIK DAN ORGANISASI Pada zaman demokrasi liberal T. Akibatnya. Namun begitu. Anugerah tersebut diperolehi dari Universiti Islam Bandung dan (UMSBA) pada 22 March 1975. beliau mencadangkan gagasan perumusan kembali fiqh Islam yang berkeperibadian Indonesia.dalam bidang ilmu fiqh dan usul fiqh. Banyak kitab fiqh yang ditulis oleh ulama’ mujtahid. Hasbi ash Shiddieqy berpendirian bahawa syariat Islam bersifat dinamik. sesuai dengan perkembangan masa dan tempat. Ijtihad inilah yang kemudiannya melahirkan fiqh. hukum fiqh yang dianuti oleh masyarakat Islam Indonesia banyak yang tidak sesuai dengan keperibadian bangsa Indonesia. tafsir. Beliau menyandang jawatan ini hingga tahun 1972.M Hasbi ash Shiddieqy terlibat secara langsung dalam Parti Masyumi (Majlis Syura Muslimin Indonesia) dan mewakilinya dalam perdebatan ideologi di Konstituante. Kepakaran beliau dalam pengetahuan Islam dan pengiktirafan ketokohannya sebagai ulama’ dapat dilihat dari beberapa gelaran doktor (honoris cause) yang diterimanya seperti dari Universiti Islam Bandung pada 22 March 1975 dan dari IAIN Sunan Kalijaga pada 29 Oktober 1975.M Hasbi ash Shiddieqy telah dianugerahkan dua gelaran Doctor Honoris Cause sebagai penghargaan di atas jasa-jasanya terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan keislaman Indonesia. KETOKOHAN T. 4.

M Hasbi ash Shiddieqy kembali ke rahmatullah tanggal 9 Disember 1975 ketika dalam membuat persiapan untuk menunaikan ibadah haji. [2] Pada Muqaddimah tafsir ini. Disebabkan kompleksnya permasalahan yang terjadi akibat daripada kemajuan. Rum di hari pengkebumiannnya. budayawan. sarjana. Untuk usaha ini. Moh. T.M hasbi ash Shiddieqy dalam bidang pentafsiran al-Qur’an selepas karyanya yang pertama iaitu Tafsir An-Nur yang diterbitkan pada tahun 1956. tetapi harus diteliti dan dipelajari secara bebas. Beliau dimakamkan di permakaman IAIN Ciputat Jakarta. Dengan demikian. yang bertarikh Yokyakarta: 21 Mei 1966. Dalam gagasan ijtihad ini memandang metodologi pengambilan dan penetapan hukum (istinbat) yang telah dirumuskan oleh para ulama’ seperti qias.dibuang sama sekali. ulama’ harus mengembangkan dan menggalakkan ijtihad. Hukum ini. PENGENALAN KITAB TAFSIR AL-BAYAN Tafsir al-Bayan merupakan hasil karya ke dua yang dikarang oleh Prof. Dengan demikian. Oleh kerana itu. KEWAFATAN T. untuk menuju fiqh Islam yang berwawasan ke Indonesiaan. ijtihad tidak dapat dilaksanakan dengan efektif jika dilakukan secara individu. HASIL KARYA Semasa hayatnya T. Menurutnya. ada tiga bentuk ijtihad yang perlu dilakukan.Dianggotai bukan hanya golongan ulama’. pengarang menulis: “Dengan inayah Allah Taala dan taufiq-Nya. Hasbi ash Shiddieqy menawarkan gagasan ijtihad jama’i. kritis dan terlepas dari sikap fanatik. Turut hadir almarhum Hamka dan almarhum Mr. Mereka yang duduk dalam lembaga ijtihad masing-masing berusaha memberi buah fikiran yang sesuai dengan keahlian dan dan disiplin ilmu. fiqh dan pedoman ibadah. Juga pengarang mendapati bahawa terjemahan-terjemahan al-Qur’an yang beredar ditengah-tengah masyarakat perlu dikaji [ [ . tertarik pula hati saya kepada menyusun al-Bayan”[3]. Ini bertujuan agar dapat memilih pendapat yang masih sesuai untuk diterapkan dalam masyarakat. Hasbi ash Shiddieqy berpendapat bahawa pintu ijtihad tidak pernah tertutup. masalah mursalah dan urf. rumusan ijtihad yang diputuskan oleh lembaga ini lebih mendekati kebenaran dan lebih sesuai dengan tuntutan situasi dan kemaslahatan masyarakat. dan ahli politik yang mempunyai visi dan wawasan terhadap permasalahan umat Islam. setelah saya selesai dari menyusun Tafsir An-Nur yang menterjemahkan ayat dan menafsirkannya. asalkan sesuai dan relevan dengan situasi masyarakat Indonesia dapat diterima dan diterapkan. Ketiga: Ijtihad dengan mencari hukum-hukum terhadap masalah kontemporari yang timbul akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi juga terdiri dari pelbagai kalangan muslim yang lain seperti. hadith. kerana ijtihad adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan dari semasa ke semasa. Pengarang menyatakan sebab-sebab penulisan tafsir ini adalah untuk menyempurnakan sistem penterjemahan yang terdapat dalam Tafsir An-Nur karya pertamanya dalam bidang ini. ahli ekonomi. Kedua: Ijtihad dengan mengklasifikasikan hukum-hukum yang semata-mata didasarkan pada adat kebiasaan dan suasana masyarakat di mana hukum itu berkembang. Pertama: Ijtihad dengan mengklasifikasi hukum-hukum keluaran ulama’ mazhab terdahulu. pendapat ulama’ dari mazhab manapun.M Hasbi telah menghasilkan 72 judul buku dan 50 artikel dalam bidang tafsir.maka pendekatan yang dilakukan untuk mengatasinya tidak boleh dikhususkan hanya pada bidang-bidang tertentu sahaja. menurut beliau berubah sesuai dengan perubahan masa dan keadaan masyarakat. istihsan.

Penterjemahan al-Quran merupakan salah satu cara dakwah yang kesannya cukup mendalam terhadap sesebuah masyarakat kerana isi kandungannya lebih mudah difahami. Pengenalan Kitab Nama Kitab : Al-Quran dan Terjemahnya (Indonesia) Penterjemah : Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir Al-Quran. Kitab ini terdiri dari dua jilid. dimulai dari surah al-Kahf ayat ke 75 dan berakhir dengan surah al-Nas bersama terjemahan dan tafsirannya yang terkandung dalam muka surat 789 sehingga 1604[5]. Bentuk masyarakat yang berbagai memerlukan kepada kaedah dakwah yang pelbagai. saya menyusun sebuah terjemah yang lain dari yang sudah-sudah”[4] Karyanya yang kedua ini juga merupakan terjemahan dan tafsir al-Qur’an dalam bahasa Indonesia yang diperkirakan dihasilkan oleh pengarang pada awal tahun 60-an lagi.segala usaha peterjemahan sepatutnya diberi sokongan penuh kerana usaha mereka terlalu mulia di sisi Islam. Kitab yang ada ditangan penulis ini mudah-mudahan membawa manfaat kepada seluruh masyarakat Islam atas usaha-usaha mereka yang murni lagi suci. Oleh itu. Oleh karananya. Jilid pertama mengandungi nas-nas ayat al-Qur’an bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan ayat 75 surah al-Kahf. Di kesempatan ini. Kesemua terjemahan dan tafsiran bagi jilid pertama mengandungi 789 muka surat. 2. Jakarta. Cetakan : Mujamma‘ al-Malik Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif.w telah bersabda: ‫خثيركم من تعلم القرءان وعلمه‬ “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan yang mengajarkannya.” ( Al-Hadith ) Atas dasar itu penulis merasa satu kenikmatan dan ketenangan apabila terlibat dalam tugas ini.” Dan Nabi Muhammad s. 1. walaupun tidak secara mendalam tetapi cukup sebagai satu kepuasan dalam diri. Penterjemahan yang salah pula membawa kepada kepada kesalahfahaman masyarakat terhadap isi kandungan al-Quran yang akhirnya menjejaskan akidah mereka. dengan memohon taufiq daripada Allah Taala.a. Pendahuluan Segala puji bagi Allah yang telah berfirman dalam kitabNya yang mulia: [ 6‫]قد جشناءكم من الل ننور وكتشب مبثين‬ “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. dengan ukuran 15 x 22 cm.dan ditinjau semula. penulis cuba meninjau kaedah-kaedah yang digunakan oleh penterjemah terhadap kitab ini. Cetakan pertama kitab tafsir ini ialah pada tahun 1971 melalui terbitan PT Almaarif Bandung. serta meneliti secara tekun terjemahan-terjemahan itu. [ [ [ . mudah-mudahan ada baiknya untuk masyarakat Islam keseluruhannya. Pengarang berkata di dalam kitab tafsirnya: “Maka setelah saya memerhatikan perkembangan penterjemahan al-Qur’an akhir-akhir ini. nyatalah bahawa banyak terjemahan kalimat yang perlu ditinjau dan disempurnakan. Apatah lagi mengkaji kandungan kitab suci al-Quran. Al-Bayan yang dinamakan oleh pengarang adalah bermaksud “Suatu penjelasan bagi makna-makna alQur’an”. Bagi jilid ke dua Tafsir al-Bayan ini.

Ali Maksum. Hasbi Ashshiddiqi Nama : Muhammad Hasbi Ashshiddiqi. Walaupun tempoh beliau belajar sedikit tetapi dapat dilihat dari keperibadiannya sebagai seorang pemikir yang hebat. 8. Latarbelakang Penterjemah Yayasan Penyelenggara Penterjemah / Pentafsir al-Quran merupakan satu badan yang dipertanggungjawabkan oleh Menteri Agama untuk menterjemah. M. Ketika berusia 6 tahun ibunya meninggal dan diasuh oleh neneknya yang bernama Teungku Syamsiyah. K. H.1 Biodata Prof. Soenarjo S. A. H. H. K. Pada tahun 1958. 3. dipenjara dan sebagainya. Busjairi Madjidi. T. Keturunan : Beliau berdarah campuran Arab. Prof.Medinah Munawwarah. 6. H. A. Terjemahan ini mengambil masa lapan tahun (1964-1971) untuk disempurnakan oleh anggota “Dewan Penterjemah” seramai sebelas orang yang terdiri dari kalangan tokoh-tokoh ulama terkenal. beliau dijemput untuk membentangkan kertaskerja dalam SeminarIslam Antarabangsa di Lahore Pakistan. Latarbelakang Pendidikan : Beliau mula belajar ketika berusia lapan tahun di beberapa sekolah-sekolah pondok. Beliau adalah Prof. Karya-karya Yang Dihasilkan : Beliau telah menghasilkan karya-karya dalam bidang [ . M. Beliau adalah orang pertama yang menimbulkan isu perlunya kepada kekinian fiqh yang berkepribadian Indonesia atau istilahnya sebagai “Fiqh Indonesia”. M. Menurutnya silsilah yang diketahui beliau adalah keturunan ketiga puluh tujuh dari Khalifah Abu Bakr al-Siddiq. Latarbelakang Keluarga : Keluarganya tergolong dari kalangan ulama pejabat. Beliau berani dalam mengutarakan pendapatnya. Prof. A. 5. pemangku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi. walaupun kerananya ia dimusuhi. H. Keintelektualannya diiktiraf dunia. Bapanya pula bernama al-Hajj Teungku Muhammad Husen bin Muhammad Mas‘ud. 9. H. Mukti Ali. Muchtar Jahya. 7.[7] Di antara kesebelasan anggota di atas. Cetusan ini telah menimbulkan polemik yang hebat di kalangan para ulamak sezamannya hingga sekarang. R. Bustami A. Prof. 3. 10. Hasbi Ashshiddiqi. Setelah itu belajar di sekolah kerajaan iaitu sekolah al-Irsyad selama satu setengah tahun. Jilid : 1 Jilid 3. Toha Jahya Omar. H. 11. Kamal Muchtar. T. Gazali Thaib. Dr. Drs. H. (Ketua) 2. Gani. H. Drs. Musaddad. Prof. Tarikh dan Tempat Lahir : Dilahirkan pada 10 Mac 1904 di Lhokseumawe yang terletak di Acheh Utara. Ibunya bernama Teungku Amrah yang merupakan puteri kepada Teungku Abdu Aziz. penulis ingin mengenengahkan salah seorang tokoh untuk ditonjolkan latarbelakangnya. Saudi Arabia. ( 1418H ) Bil. Prof. T. 4. Mereka itu ialah: 1. menerbit dan mengedarkan Kitab Tafsir al-Quran dan Terjemahnya kepada masyarakat Islam setempat dan sekitarnya. Hasbi Ashshiddiqi.M.

Institusi yang pertama ialah Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada 22 Mac 1975 dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29 Oktober 1975. Al-Tafsir al-Kabir. Metodologi Penulisan Mukadimah Ia dibahagikan kepada enam bab utama. 3. [ [ [ . 4. Bab Enam : Keutamaan Membaca al-Quran dan Cara Bacaannya.[9] Bibliografi diletakkan selepas membicarakan bab-bab di atas. Bab Lima : Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan. hadith. 5. Antara rujukannya seperti. Al-Zamakhsyari. Pedoman Puasa. Bab Empat : Al-Quran Sebagai Mukjizat. Kembali Ke Rahmatullah : Beliau meninggal pada 9 Disember 1975 dan dikebumikan di pemakaman keluarga IAIN Ciputat Jakarta. 7. Al-Islam. Fiqhul Mawarith 6. fiqh dan panduan ibadah umum. Al-Tabari. Mutiara Hadith. Dh = ‫ض‬ 2. Th = ‫ط‬ 3.tafsir. 4. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadith. Sh = ‫ص‬ 4. Bilangan karyanya mencapai 72 buah buku dan 50 artikel. The Holy Qur’an. Tafsir al-Quran an-Nur. Bab Dua : Nabi Muhammad sallallahu ‘alayhi wa sallam. Tanwir al-Miqbas min Tafsir Ibn ‘Abbas. Bab Satu : Sejarah al-Quran. Ternyata penterjemah mengambil rujukan dari kitab-kitab yang muktabar dan pelbagai dan bilangannya sebanyak 105 buah kitab.[10] Transliterasi yang digunakan mengikut kaedah Indonesia. Sebagai contoh. 2. Al-Fayruz Abadi. Jami‘ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an. 1. Gelaran itu ialah Doctor Honoris Causa yang diperoleh dari dua institusi pengajian tinggi di Indonesia. 2. aa . Bab Tiga : Kandungan al-Quran. Pedoman Shalat 8.sebagai tanda bacaan fathah yang panjang. 5. 1. 3.[8] 4. Kriteria Antara Sunnah dan Bid’ah. Gelaran Yang Diterima : Beliau memperoleh dua gelaran sepanjang hidupnya. Anugerah ini diberikan sebagai jasa-jasa beliau terhadap perkembangan Perguruan Tinggi Islam dan perkembangan pengetahuan keislaman di Indonesia. Antaranya seperti: 1. ‘Ali ‘Abd Allah Yusuf. Al-Fakhr al-Razi. Al-Kasysyaf.

pengkategorian al-Makki atau al-Madani. 3. Lain-lain: Bahagian ini memasukkan perbincangan selain dari tiga bahagian di atas seperti balasan perbuatan baik. al-Nas dan sebagainya. Secara umumnya. al-Falaq.[15] [ [ [ [ [ . Hukum-hukum: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas tentang perbincangan mengenai hukum yang boleh dipetik dari surah. Setiap tajuk itu pula terdapat tajuk-tajuk kecil sebagai pendetilan tajuk-tajuk besar tersebut. Ia dimulai dengan tajuk “JANJI PRASETIA KEPADA ALLAH DAN PENYEMPURNAAN AGAMA ISLAM” dan diakhiri dengan tajuk “BEBERAPA KISAH TENTANG ISA A. ‫كمنا أخرجك ربك من بثيتك بنالحق‬ Penterjemah mengambil pendapat al-Maraghi yang menyatakan: “Allah mengatur pembahagian harta rampasan perang dengan kebenaran.S. Penjelasan pada nota kaki ini boleh dikatakan sebagai ‘tahlili’ kerana ia meliputi dari segi pendapatpendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat. Sebagai contoh. Adapun yang paling sedikit sekali ialah satu tajuk seperti surah al-Ikhlas.”. 2. qiraat dan sebagainya. bahagian ini menyatakan bilangan ayat.[13] Di antara surah-surah yang paling banyak tajuk-tajuk penting di dalamnya ialah surah al-Ma’idah sebanyak lapan belas tajuk. nikmat Allah yang tidak terhitung dan sebagainya. pendefinisian nama pada setiap surah.[12] Konsep terjemahan yang dibuat. 3.akibat perbuatan buruk. nama-nama lain bagi surah dan topik-topik penting yang dibincangkan pada keseluruhan surah. Kisah-kisah: Bahagian ini memberikan gambaran ringkas mengenai kisah yang terdapat pada surah. ialah berdasarkan ‘tahlili mawdu‘i’.[14] Terdapat nota kaki yang menjelaskan atau mentafsirkan terjemahan yang dibuat. Manakala pendapat al-Tabari: “Keluar dari rumah dengan maksud berperang”. sebab-sebab nuzul. Dalam menyatakan topik-topik penting ini ia dibahagikan kepada empat bahagian. Golongan Mukmin. Teknik penulisan terjemahan dalam kitab ini adalah secara bersebelahan antara ayat dan terjemahan pada setiap lembaran. Penterjemah membahagikan kepada tajuk-tajuk penting yang ada pada setiap surah dengan ditulis secara huruf besar. kecuali surah al-Fatihah dengan tidak ditulis tajuk padanya. Golongan Kafir. Keimanan: Bahagian ini dinyatakan secara ringkas konsep-konsep keimanan yang dibincangkan pada surah. 1. Golongan Munafik. pada awal surah al-Baqarah diberi tajuk besar yang berbunyi “TIGA GOLONGAN MANUSIA DALAM MENGHADAPI AL-QURAN”.[11] Sebelum penterjemahan pada setiap surah dibuat. 4. 1. 2.5. 1. Contoh-contoh perkara di atas dapat dilihat dalam kitab ini seperti. ia didahului dengan mukadimah yang menyatakan beberapa perkara penting yang dihuraikan dalam bentuk sinopsis. Selepas tajuk besar itu terdapat tajuk-tajuk kecil yang menjelaskan tajuk besar tersebut iaitu. Pendapat ulama tafsir terhadap sesuatu kalimah atau ayat: Dalam menhuraikan maksud ayat 5 surah al-Anfal.sebagai tanda bacaan kasrah yang panjang. ii . nasikh mansukh. sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula”.

untuk mententeramkan Umar Ibnul Khaththab r. ia akan ditulis seperti “Lihat not …. ‫كتب علثيكم إذا حضر أحدكم المنوت إن ترك خثيرا النوصثيﺔ للنولدين والقربثين‬ ‫بنالمعروف‬ “Ma’ruf ialah adil dan baik. …[19]”. Dalam bab qiraat penterjemah ada menyatakan pada ayat 4 surah al-Fatihah. Ayat ini dinasakhkan dengan ayat mawarith. Jika terdapat pengulangan dari segi penjelasan pada nota kaki.a. Contoh nasikh mansukh dalam kitab ini dinyatakan pada membicarakan ayat 180 surah al-Baqarah. Jika ia merupakan suatu penjelasan terhadap sesuatu kalimah ia akan ditulis seperti “Lihat yang dimaksud dengan ……. Pada menyatakan sebab-sebab nuzul. Sebagai contoh pada ayat 255 surah al-Baqarah. yang ditulis padanya sebagai ‘PENUTUP’. metod yang digunakan seperti. Sebagai contoh pada membicarakan “HUBUNGAN SURAT AN NABA’ DENGAN SURAT AN NAAZI’AAT. 2. 3.”[18] Nota kaki yang dibuat adalah mengikut turutan dari awal surah hingga akhir surah al-Quran yang bilangannya mencapai angka 1. Surat An Naba’ menerangkan ancaman Allah terhadap sikap orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit. s/d[21] ….”[16] 3. isi kandungan atau pengakhirannya. mengemukakan ayat ini – di mana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s. not no.”[17] 4. ‫ومنا محمد إل رسنول قد خلت من قبله الرسل‬ “Abu Bakar r. 1. ‫وسع كرسثيه السمشنوت والرض‬ “Kursi dalam ayat ini oleh sebahagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaanNya.”. penterjemah ada membawa riwayat al-Tabari berkenaan ayat 115 surah al-Baqarah. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan ‘mim’) berarti raja. Jika ia merupakan huraian terhadap sesuatu terjemahan. dengan memanjangkan ‘mim’ ia bererti: pemilik (yang empunya). 1.” Dalam membicarakan pada ayat-ayat akidah penterjemah lebih berminat mengambil pendapat Asy‘ariyyah.a.”[23] Penterjemah mengakhiri setiap surah dengan membuat kesimpulan terhadap keseluruhan surah.”[22] Terdapat juga penjelasan sesuatu ayat yang diambil dari mafhum sesuatu hadith dan dinilai oleh penterjemah dengan menyatakan rujukan kitab hadith yang diambil dan bab pada kitab tersebut. Jika ia merupakan penjelasan berkenaan sesuatu kisah. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat). dan sahabat-sahabatnya yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. Pendapat yang sahih terhadap makna ‘Kursi’ ialah tempat letak telapak kakiNya. Seterusnya dinyatakan hubungkait antara surah samada pada permulaan. sedang pada surat An [ [ [ [ [ [ [ [ . ‫مشلك ينوم الدين‬ “Maalik (Yang menguasai).a. Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu.610 nota kaki.2. serta mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit.”. ia akan ditulis seperti “Lihat kembali kisah kaum Luth ini pada surat …… ( )[20] ayat ….w. sehingga mereka salat ke arah yang berbeda-beda. Sebagai contoh pada membicarakan ayat 144 dari surah Ali Imran.. ‫ولل المشرق والمغرب فأينمنا تنولنوا فثم وجه الل‬ “Al-Tabari menyebutkan bahawa ayat ini turun berkenaan tentang suatu kaum yang suatu ketika tidak dapat melihat arah kiblat yang tepat.

[ 16] Lihat nota kaki no. Kesimpulan Setelah ditinjau secara rambang kitab “Al-Quran dan Terjemahnya”. Yogyakarta.[24] 5. [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ [ . hlm 100-101 [ 6] Surah al-Ma‘idah : 15 [ 7] Lihat lampiran m/s: 16 [ 8] Siddiqi. Kuala Lumpur. Sehubungan dengan itu. Tafsir al-Bayan.cit. penulis percaya kitab ini mendapat perhatian pembaca dan tidak hairanlah kitab ini dipilih untuk dicetak di Mujamma‘ al-Malik al-Fahd li Tiba‘at al-Mushaf al-Syarif di Madinah untuk disebarkan kepada masyarakat Islam di rantau ini. 112. 596. hlm 7. Bandung. [ 9] Lihat lampiran m/s: 17 [ 10] Lihat lampiran m/s: 21 [ 11] Lihat lampiran m/s: 19 [ 12] Lihat lampiran m/s: 20 [ 13] Penulis berpendapat ia sesuai dengan fungsinya sebagai Umm al-Kitab./hasbi.htm 2] Muhammad Nur Lubis. Penulis berpendapat agar kitab ini dapat diperbaiki lagi penterjemahannya terutama dari segi akidah kepada yang lebih selamat dan berlandaskan ahli sunnah wal jamaah. [ 4] Ibid [ 5] Muhammad Nur Lubis. Terbitan Al-Hidayah Publishers. T. Selain dari itu huraian-huraian atau penjelasan yang dibuat pada nota kaki. penulis mendapati ia merupakan kitab yang cukup menarik dan mudah difahami. di atas bermaksud nombor rujukan pada nota kaki sebelumnya. 83.Naazi’aat Allah bersumpah bahawa hari kiamat yang mendahului hari berbangkit itu pasti terjadi. op. Ini kerana terjemahan yang dibuat tidak terlalu panjang dan tidak terlalu ringkas. Hlm 99 [ 3] Prof.M Hasbi ash Shiddieqy. 2. Nourouzzaman MA. cetakan pertama 2002. (1997) Fiqh Indonesia. Dr. menggambarkan penterjemah cukup teliti dan memahami keperluan pembaca yang terdiri dari orang awam. [ 14] Lihat lampiran m/s: 18 [ 15] Lihat nota kaki no. Prof. PT Almaarif. 4. Dr. J 1. Data-data Terbitan Awal Penterjemahan Dan Penafsiran Al-Qur’an Di Alam Melayu. Sama-sama menerangkan huru-hara yang terjadi pada hari kiamat dan hari berbangkit. [ 17] Lihat nota kaki no. [ 19] No.rizki-putera. [ [ 1] Biografi pengarang diambil dari http//www.com. [ 18] Lihat nota kaki no.

[ 24] Lihat m/s: 1017. [ 22] Lihat nota kaki no. [ 23] Lihat nota kaki no. [ [ [ [ [ .[ [ 20] Dalam kurungan bermaksud no. bilangan surah yang terdapat dalam al-Quran. 21] Penulis berpendapat ia bermaksud ‘sehingga datang’. 234. 161.

tingkat. Keagungan firman Allah dapat menampung segala kemampuan. Tafsîr al-Mishbâh adalah karya monumental Muhammad Quraish Shihab dan diterbitkan oleh Lentera Hati. Ada beberapa prinsip yang dipegangi oleh M. Mufassir dituntut pula untuk menghapus kesalah pahaman terhadap al-Qur’an atau kandungan ayat-ayat. Dalam al-Mishbâh. Kemudian beliau mengambil tokoh-tokoh para ulama tafsir. baik tahlîlî maupun mawdhû‘î. sambil melemparkan kesalahan kepada para penulis wahyu. beliau tidak pernah luput dari pembahasan ilmu al-munâsabât yang tercermin dalam enam hal: . Quraish Shihab dalam rekaman "Kultum" di RCTI (2007) M. kemudian dilanjutkan dengan gambaran orang-orang yang taat. pemisah antara yang haq dan bathil serta jalan keluar bagi setiap probelam kehidupan yang dihadapi. Quraish Shihab juga memasukkan tentang kaum Orientalis mengkiritik tajam sistematika urutan ayat dan surah-surah al-Quran. cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. dan kondisi yang berbeda-beda itu. M. Abu Ishaq asy-Syathibi (w.790 H/1388 M). tolong hapus pesan ini.Tafsir Al-Mishbah Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Contoh bukti yang dikemukakannya antara lain adalah: QS. Ibrahim Ibn Umar al-Biqa’i (809-885 H/14061480 M). Warna keindonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khazanah pemahaman dan penghayatan umat Islam terhadap rahasia makna ayat Allah SWT. Kaum orientalis berpendapat bahwa ada bagian-bagian al-Quran yang ditulis pada masa awal karier Nabi Muhammad saw. Quraish Shihab memulai dengan menjelaskan tentang maksud-maksud firman Allah swt sesuai kemampuan manusia dalam menafsirkan sesuai dengan keberadaan seseorang pada lingkungan budaya dan kondisisosial dan perkambangan ilmu dalam menangkap pesan-pesan al-Quran. Setelah dirapikan. Sekilas Tentang Isi Tafsir M. sehingga al-Quran dapat benar-benar berfungsi sebagai petunjuk.794 H) dan lain-lain yang menekuni ilmu Munasabat al-Quran/keserasian hubungan bagian-bagian al-Quran. Di sana gambaran mengenai hari kiamat dan nasib orang-orang durhaka. Tafsir al-Misbah adalah sebuah tafsir al-Quran lengkap 30 Juz pertama dalam kurun waktu 30 tahun terakhir. Seorang mufassir di tuntut untuk menjelaskan nilai-nilai itu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. Badruddin Muhammad ibn Abdullah Az-Zarkasyi (w. tokoh-tokohnya seperti: Fakhruddin ar-Razi (606 H/1210 M). Quraish Shihab dalam karya tafsirnya. di antaranya bahwa al-Qur’an merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. kecederungan. Al-Ghasyiyah.

argumentatif. yang ditulis oleh ahli tafsir terkemuka Indonesia : Prof. informatif. • Keserasian tema surah dengan nama surah. al-Mishbah berarti “lampu. pelita. M. yang mengindikasikan makna kehidupan dan berbagai persoalan umat diterangi oleh cahaya alQur’an. Tafsîr al-Mishbâh banyak mengemukakan ‘uraian penjelas’ terhadap sejumlah mufasir ternama sehingga menjadi referensi yang mumpuni. Penjelasan makna sebuah ayat tertuang dengan tamsilan yang semakin menarik atensi pembaca untuk menelaahnya. • keserasian penutup surah dengan uraian awal/mukadimah surah sesudahnya. Dr. Penulisnya mencitakan al-Qur’an agar semakin ‘membumi’ dan mudah dipahami. Tafsîr al-Mishbâh merupakan tafsir Al-Quran lengkap 30 juz pertama dalam 30 tahun terakhir. Buku ini terdiri dari 15 volume: Volume 1 : Al-Fatihah s/d Al-Baqarah Halaman : 624 + xxviii halaman Volume 2 : Ali-‘Imran s/d An-Nisa Halaman : 659 + vi halaman Volume 3 : Al-Ma’idah Halaman : 257 + v halaman Volume 4 : Al-An’am Halaman : 367 + v halaman Volume 5 : Al-A’raf s/d At-Taubah Halaman : 765 + vi halaman Volume 6 : Yunus s/d Ar-Ra’d Halaman : 613 + vi halaman Volume 7 : Ibrahim s/d Al-Isra’ Halaman : 585 + vi halaman Volume 8 : Al-Kahf s/d Al-Anbiya’ Halaman : 524 + vi halaman Volume 9 : Al-Hajj s/d Al-Furqan Halaman : 554 + vi halaman Volume 10 : Asy-Syu’ara s/d Al-‘Ankabut Halaman : 547 + vi halaman Volume 11 : Ar-Rum s/d Yasin Halaman : 582 + vi halaman Volume 12 : Ash-Shaffat s/d Az-Zukhruf Halaman : 601 + vi halaman Volume 13 : Ad-Dukhan s/d Al-Waqi’ah Halaman : 586 + vii halaman Volume 14 : Al-Hadid s/d Al-Mursalat Halaman : 695 + vii halaman Volume 15 : Juz ‘Amma Halaman : 646 + viii halaman Tafsir Mahmud Yunus . Federspiel. Mari terangi jiwa dan keimanan kita dengan Tafsîr al-Mishbâh sekarang juga. • keserasian hubungan ayat dengan ayat berikutnya.• keserasian kata demi kata dalam satu surah. • keserasian kandungan ayat dengan penutup ayat (fawâshil). Dari segi penamaannya. Begitu menariknya uraian yang terdapat dalam banyak karyanya. Ke-Indonesiaan penulis memberi warna yang menarik dan khas serta sangat relevan untuk memperkaya khasanah pemahaman dan penghayatan kita terhadap rahasia makna ayat-ayat Allah. pemerhati karya tafsir Nusantara. Tafsir ini tersaji dengan gaya bahasa penulisan yang mudah dicerna segenap kalangan. Quraish Shihab pantas dan wajib menjadi bacaan setiap Muslim di Indonesia sekarang. • keserasian uraian awal/mukadimah satu surah dengan penutupnya. Quraish Shihab. Howard M. atau lentera”. merekomendasikan bahwa karya-karya tafsir M. dari mulai akademisi hingga masyarakat luas.

Karenanya tiap decade dan periode hendaknya menciptakan sejarahnya sendiri khususnya Umat Islam dalam bidang terpenting yakni penafsiran al-Qur’an. B. b. Biografi dan karya-karya Mahmud Yunus Sekilas tentang kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim . PEMBAHASAN . Lahirnya Tafsir masakini juga tidak luput dari upaya ulama masa lalu yang turut mengkaji dan menafsirkan al-Qur’an meskipun masih tergolong penafsiran yang gobal. Tindakannya yang progresif ini terbukti menyadarkan kita bahwa Tafsir bukanlah karya yang mustahil jika umat Islam benar-benar mengkaji keilmuan dan persyaratan penafsiran. Islam menjadi semakin difahami dengan adanya Tafsir-tafsir bahasa Indonesia yang bermunculan di abad 20-an. Namun sejarah membuktikan bahwa eksistensi dari progresifitas ummat yang berkembang dan maju harus sebenarnya telah ddimulai dari sejarah. sistematika. Rumusan Masalah a. Ia tumbuh pada saat penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang diharamkan pada Ulama’ semasanya.PENDAHULUAN A. Karnanya agama merupakan salah satu upaya agar mampu meningkatkan moralitas ummat yang kini menurun. metode. corak. Latar Belakang Mahmud Yunus merupakan salah seorang Mufassir Indonesia yang mampu menafsirkan al-Qur’an 30 Juz lengkap. dan contoh penafsirannya.

seorang pengajar di Surau dan Ibunya Hafsah binti Imam Samiun adalah anak Engku Gadang M. dan hanya sekali ayahnya menjenguknya. Ketika usianya masih balita. yakni di Sekolah Desa pada tahun 1908. ia ikut ibunya. Ayahnya adalah seorang imam.wordpress. Yunus memulai pendidikannya dengan belajar Alquran dan bahasa Arab.M. Lalu [ [ [ [ Herry Mohammad.[4] Tak heran hanya dalam waktu empat tahun ia telah dipercaya oleh sang Guru untuk menggantikannya mengajar bahkan mewakilinya dalam forum akbar ulama Minangkabau tahun 1919 di Padang Panjang. H. Mahmud Yunus 1. (Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. M Thaib Umar di Tanjung Pauh Sunggayang.[3] Di tangan Thaib Umar ini Yunus dapat mempelajari pelbagai disiplin keilmuan Islam. Ia juga mewarisi semangat pembaharuan sang guru.A. Profil Para Mufassir.[1] Mahmud Yunus tumbuh dikalangan keluarga yang taat beragama. Sumatra Barat. Tahun pertama Sekolah Desa ia selesaikan hanya dalam masa 4 (empat) bulan. pada waktu belajar di kelas empat.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 1] . pembaruan Islam ini terwujud dalam dua bentuk. Di sekolah ini. karena ia memperoleh penghargaan untuk dinaikkan ke kelas berikutnya. Yunus secara langsung ditugasi untuk menggantikan gurunya memimpin Madras School. Yunus menunjukkan ketidakpuasannya terhadap mata pelajaran di sekolah tersebut. yaitu gerakan yang bertujuan untuk mengembalikan Islam ke zaman awal Islam dan menyingkirkan segala tambahan yang datang dari zaman setelahnya. Profil Mahmud Yunus Mahmud Yunus dilahirkan dari pasangan Yunus B. di Minangkabau tengah tumbuh gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para alumni Timur Tengah. 2008). Di samping mendapat pendidikan agama. Tahir bin Ali. [2] Meski ada yang mengatakan bahwa ayah dan Ibu Mahmud Yunus bercerai sejak balita. DR. yang langsung ia peroleh dari kakeknya. Ayahnya bernama Yunus bin Incek. Biografi Prof. 2006). incek dan hafsah binti Imam Sami’un. yakni purifikasi dan modernisasi. Pada tahun 1917. dalam rentang waktu 1917-1923. dkk. Yunus juga pernah bersekolah di pendidikan sekuler. Saat bersamaan. hal: 197 3] http://menyempal.wordpress. ia mempelajari ilmu Nahwu. ilmu Sharaf.com/kajian-pemikiran/tafsir-alquran-mahmud-yunus/ di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 4] http://menyempal. Berhitung dan Bahasa Arab. di desa Sunggayang. 85-86 2] Saiful Amin Ghofur. Selain ilmuilmu keagamaan yang ia dapatkan. Siang hari ia belajar disana dan malam harinya mengajar di Surau kakeknya.Thahir bin Ali. pendiri serta pengasuh surau si wilayah tersebut. ayah ibunya Mahmud Yunus bercerai. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20. Syekh H. Yunus lantas pindah belajar di madrasah milik H. Thaib Umar sakit. sedangkan ibunya adalah anak dari Engku Gadang M. Karena merasa masih haus pengetahuan. Mahmud Yunus lahir pada tanggal 10 februari 1899 M/30 Ramadhan 1316 H. Para alumni Timur Tengah lebih condong dalam gerakan purifikasi. Hal. (Jakarta: Gema Insani Press. namun Yunus tetap antusias dalam belajar baik agama maupun umum. Pendidikan di Sekolah Desa hanya dijalaninya selama kurang dari tiga tahun. Madrasah ini bernama Madras School. Umumnya. Sebab. Batusangkar. Karena itu.

Kuliyah Mu’alimin Islamiyah Noramal Islam Padang (1932-1946). Sejarah dan lain-lain. bidang Fiqh. beliau adalah orang Indonesia yang pertama belajar disini. Kairo-Mesir. (Jakarta: PT. Ushul Fiqh. Akhlak. yang sebagian besar adalah bidang-bidang ilmu agama Islam. pada 15 Oktober 1977. 85-86 http://pusat-akademik. bahasa Arab. dkk… Hal. terutama buku pelajaran agama islam untuk anak-anak. menjadi Dekan dan Guru Besar pada fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1960-1963).[5] kemudian pada tahun 1926-1930 belajar di madrasah darul ulum ulya. Tauhid. akan tetapi juga dalam bahasa Arab. Akademi Pramong Praja di Bukit Tinggi (19481949).blogspot. Di antara bidang-bidang ilmu yang disebutkan. seperti bidang Fiqh. 2. fiqh hanafi dan tafsir. Mahmud Yunus meninggal dunia. Yunus mendapat kesempatan untuk belajar di alazhar. Yunus membahas berbagai bidang ilmu. baik sebagai tugas yang diberikan pemerintah kepada beliauu maupun atas undangan untuk menghadiri berbagai muktamar. DR. Tafsir dan Akhlak yang lebih memfokus pada materi sajian.Hidakarya Agung. Sesuai dengan kemampuan bahasa yang ia miliki. Lihat kulit depan tafsir beliau. Pendidikan Islam. Beliau mengambil takhasshus tadris sampai memperoleh ijazah tadris (diploma guru). Mahmud menulis tak kurang dari 43 buku.html. Rektor IAIN Imam Bonjol Padang (19661071). Karya-karya Mahmud Yunus Pada perjalanan hidupnya. Prof. Atas jasa-jasanya dibidang pendidikan ini. termasuk pula tafsir dan terjemahan al-qur’an. Pada tahun 1982. Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Jakarta (1957-1980). Yunus lebih banyak memberi perhatian pada bidang pendidikan Islam. ia telah menghasilkan buku sebanyak 82 buah meskipn sebagian menyebutkan karyanya hanya berkisar 43 buku. dan menjadi orang kedua yang menyabet predikat tersebut.1969). Pada tahun 1924. 5] 6] 7] . Dalam tempo setahun ia mampu mempelajari ushul fiqh. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Tafsir. bahasa Arab (keduanya lebih banyak memfokus pada segi metodik). yakni pada al-Jami’ah al-Islamiyah Batusangkar (1931-1932). Ia memulai [ [ [ [ Saiful Amin … hal: 198 Herry Mohammad.[8] Pada awal tahun 1970 kesehatan Mahmud Yunus menurun dan bolak balik masuk rumah sakit.pada tahun 1920 Yunus membentuk perkumpulan pelajar Islam yang juga menerbitkan majalah al-Basyir. Sepanjang hidupnya.[7] Selain itu Yunus juga sering berkunjung ke luar negri. IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menganugerahi Mahmud Yunus Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Tarbiyah.[6] Kemampuan mengajar yang ia miliki sejak masih belajar di Batusangkar memantabkan karier ke-guruannya terutama setelah ia kembali dari Mesir. Dari jumlah itu. Mahmud Yunus juga banyak menulis buku. H. buku-bukunya tidak hanya ditulis dalam bahasa Indonesia. Secara terus menerus Mahmud Yunus mengajar dan memimpin berbagai sekolah.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 8] Mahmud Yunus. Karena kebriliannya ini ia mendapatkan Syahadah ‘alimiyah dari al-Azhar . dan Yunus sebagai pemimpi redaksinya.

kuliyah untuk dakwah. 1928) b. [11] Dalam konsep Howard M. 11. Ilmu Jiwa kanak-kanak. setidaknya ada enam buah karya Tafsir yang muncul pada masa Mahmud Yunus yang berturut-turut hingga menjelang kemerdekaan Indonesia menurut Nashruddin Baidan: a. 12.mengarang sejak tahun 1920. 1935). 9. yang menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Melayu. Juz Amma dan terjemahnya. 4. Pedoman Dakwah Islamiyah. 4 Madzhab. B. Perbandingan Agama. pada pertengahan abad XVII. Ilmu Tauhid menurut Al-Quran. Mahmud Yunus (Tafsir Quran Indonesia. Pendidikan-Pendidikan Umum di Negara-negara Islam/Pendidikan Barat. A. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus.com/2004/12/22/arkeologi-pemikiran-tafsir-di-indonesia/ diunduh pada 12:59 [12] Islah Gusmian.Hassan Bandung (Al-Furqan.[12] Karya Mahmud Yunus tetap menjadi literature yang paling popular di bandingkan karya Tafsir semasanya meskipun kemudian lahirlah karya-karya Tafsir yang lebih ilmiah.blogspot. Yakni periode pertama mulai abad ke-20 ditandai dengan penafsiran terpisah-pisah. kuliyah untuk kursus-kursus.Hassan Bandung (Al-Furqan. 2003). hal: 130 . Federspiel. Mahmud Aziz. Sekilas Tentang Tafsir al-Qur’an al-Karim Secara singkat. Allah dan Makhluq-Nya. 5. Hukum perkawinan dalam Islam. 2. Hukum Warisan dalam Islam.[13] Sedangkan Baidan mengelompokkan . (Bandung: Penerbit Mizan. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [ 11] http://luluvikar. Upaya rintisan ini kemudian diikuti oleh Munawar Chalil (Tafsir Al Quran Hidayatur rahman). dalam situasi apapun. Dasar-dasar Negara Islam. bersama H. periode kedua (1960) dengan ditandai dengan catatan kaki kemudian periode ketiga (1970) ditandai dengan penjelasan yang lebih luas dari periode kedua. 1928). Karirnya sebagai pengarang tetap ditekuninya pada masa-masa selanjutnya.html. 13. Kajian al-Qur’an di Indonesia. untuk tingkat Aliyah. A. Tafsir al-Quran tamat 30 juz. Kesimpulan isi al-Quran. aktivitas seputar Al Quran di Indonesia dirintis oleh Abdur Rauf Singkel. Yunus senantiasa mengisi waktu-waktunya untuk menulis.[9] Adapun diantara karya-karya Mahmud Yunus ialah:[10] 1. untuk tingkat Aliyah. Al-Qur’an Indonesia oleh Syarikat Kweek School Muhammadiyah (1932) [ [ 9] Saiful Amin … hal: 200 10] http://pusat-akademik. 8. dalam usia 21 tahun. 10. hal: 65 [13] Howard M. untuk Muballigh-Muballigh / umum. Ilmu Mustalahul Hadist. 3. Khazanah Tafsir di Indonesia. 1994). 6. 7. (Bandung: penerbit Teraju. tahun 1938. ia membagi kemunculan dan perkembangan Tafsir di Indonesia dalam 3 periode.wordpress. Federspiel.

Baharta direktur percetahan Ma’arif Bandung. Tembusannya beliau kirimkan kepada Presiden R. Sanusi (1935) [ [ [ Nashruddin Baidan. pada tahun 1950 dengan persetujuan menteri agama almarhum Wahid Hasyim. dan menteri agama.000 eksemplar dan dijualnya dengan harga Rp. Mahmud Yunus mulai menterjamahkan al-Qur’an dan diterbitkan tiga juz dengan huruf arab-melayu pada tahun 1922. kemudian beliau membalas suratnya dengan panjang lebar dan mengukuhkan pendiriannya untuk tetap menerbitan Terjemah alQur’an yang merupakan Tafsir Bahasa Indonesia pertama tersebut. lalu dicetak dan diterbitkan sebanyak 200. Tafsir al-Qur’an al-Karim. III Pendahuluan 14] . Setelah Indonesia merdeka. 21. Bila diteliti lebih lanjut lagi. Akhirnya di ambil alih oleh M. supaya diberhentikan mencetak tafsir al-Qur’an itu.00 per eksemplar. diantaranya ialah merevisi dari penulisan arab melayu menjadi bahasa Indonesia dengan penulisan latin sebelum kemudian tafsir al-Qur’an al-Karim diterbitkan oleh CV. (Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Meskipun saaat itu para ulama mengharamkan penterjemahan al-Qur’an tetapi ia tetap berusaha untuk menterjemahkan al-Qur’an.I.I. Pada tahun 1953 M seorang ulama dari Jatinegara membantah pula. Kabarnya ada bantahan dari ulama Yagyakarta.000 eksemplar. Kemudian setelah menyelesaikan percetakan itu. pada bulan april 1938 beliau menyelesaikan tiga puluh juz dan di sebar luaskan keseluruh Indonesia. beliau bersama istrinya (Darisah binti Ibrahim) meneruskan usahanya dalam menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu. K. f. 2003) hal: 88 15] Nashruddin Baidan … hal: 89 16]Mahmud Yunus. [16] Pada bulan ramadhan tahun 1354 H/Desember 1935. Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia. yang kemudian dinamai dengan tafsir al-Qur’an al-Karim. Salinannya disampaikan kepada beliau (Mahmud Yunus) oleh kementerian agama. Bakry.1969). Mahmud mulai menterjemahkan al-Qur’an serta tafsir ayat-ayat yang di anggap penting. akhirnya tidak ada yang mengganggu gugat lagi.Hidakarya Agung. Namun bagaimanapun karya para Ulama tersebut sangat berarti karena merupakan upaya konkrit dan sistematis dalam usaha untuk memahami al-Qur’an.[15] Selanjutnya.c. dan menteri Agama. salah satu penerbit Indonesia hendak menerbitkan tafsir al-Qur’an al-Karim itu dengan mendapat fasilitas kertas dari menteri agama dan dicetak sebanyak 200. dalam penafsiran yang mereka berikan secara umum masih dipengaruhi oleh budaya dan tradisi Arab sehingga budaya dan bahasa Indonesia belum terlihat secara ekplisit. hal. bantahan itu dikirimnya pada Presiden R. d.I. Tafsir asy-Syamsiyah oleh KH. e. Al-Hidayah. [14] Manfaat tersebut juga dapat dirasakan pada generasi-generasi setelahnya. (Jakarta: PT. M. Tafsir Hibarna oleh Iskandar Idris (1934) Tafsir Al-Qur’annul karim oleh Mahmud Yunus (1938) Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia oleh Mahmud Aziz (1942) Jika keenam kitab tersebut diamati secara seksama maka secara umum penafsiran mereka belum terlau signifikan perkembangannya. hingga membuat percetakan tidak lagi mau menerbitkan Tafsir al-Qur’anul Karim. Terjadi beberapa kali revisi. bantahan itu dikirimnya kepada menteri agama R. Pada waktu menterjemahkan juz 7 sampai juz 18 beliau dibantu oleh almarhum H.

1. 4. 3. Maka secara sitematika penafsiran tafsir ini menempuh tartib Mushaf. surat demi surat. 5. Perlu di garis bawahi disini bahwa upaya penulisan Mahmud Yunus ketika itu. Jadi. dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Naas. 2. Tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an Tafsir al-Qur’an dengan hadis yang shahih Tafsir al-Qur’an dengan perkataan sahabat Tafsir al-Qur’an dengan perkataan tabi’in Tafsir al-Qur’an dengan ilmu bahasa ‘arab bagi ahli ilmu lughah ‘arabiyyah Tafsir al-Qur’an dengan ijtihad bagi ahli ijtihad. sumber utama penafsiran Mahmud Yunus masih tergolong bil-ma’tsur. pertama dari juz 1 sampai dengan juz 10.html.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. merupakan tindakan yang cukup berani disaat masih maraknya pandangan yang mengatakan bahwa haram menterjemahkan al-Quran. Referensi penafsiran dari pelpagai kitab-kitab tafsir. Sistematika Penulisan Tafsir Kitab ini terdiri dari dua jilid yaitu pertama satu jilid tamat dari juz 1 sampai dengan 30. jilid kedua dari juz 11 sampai dengan 20. Selain itu kebutuhan untuk mengajar dan menjadikan al-Qur’an aar lebih mudah dipahami oleh umat Islam di Nusantara. Minatnya terhadap studi al-Quran serta bahasa arab telah menimbulkan hasrat besar dalam diri Mahmud Yunus untuk menulis tafsir al-Quran yang kemudian menjadi karya monumentalnya sendiri yang tetap populer sampai saat ini. Sumber-sumber tafsir al-Qur’an al-Karim: 1.blogspot. diantaranya adalah: 1) 2) 3) [ Tafsir al-Thabary Tafsir Ibn Katsir Tafsir al-Qasimy http://pusat-akademik. 4. Penulisan tafsir ini dimulai pada November 1922 yang dilakukan secara berangsur-angsur juz demi juz sampai dengan selesai juz ke-tiga puluh. tiga jilid. kedua . 2. jilid ketiga dari juz 21 sampai dengan 30. Motivasi penulisan Tafsir Sejak kecil Mahmud Yunus telah mempelajarari berbagai displin keagaman Islam terutama bahasa Arab.[17] 3. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 17] . Ia telah mencintai ilmu-ilmu kebahasaan dan juga menguasai metode mengajar. 6. Sistematika penafsiran Mahmud Yunus menafsirkan seluruh ayat sesuai susunannya dalam mushaf al-Quran ayat demi ayat. Tafsir al-Quran ini sistematika penafsirannya sama seperti isi al-Quran dan terjamahan disamping kanan ayat (setiap ayat) kemudian terjemahannya dibawahnya terdapat penafsiran.

aspek kosa kata dan penjelasan arti global tidak selalu dijelaskan.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz ZpƒÍh‘èŒ $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{‚÷·| ™öNÎgøŠn=tæ (#qà)Gu‹ù=sù ©!$# (#qä9qà)u‹ø9ur Zwöqs% #´‰ƒÏ‰y Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah. Demikian hukum islam [ [ Mahmud Yunus. Menurut islam. sedang mendidik anak-anak hukumnya wajib. suatu metode tafsir yagn bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Quran dan seluruh aspeknya. Keterangan-keterangan atau penafsirannya diletakkan dihalaman ayat yang bersangkutan (footnote) Keterangan-keterangan ayat ditambah dan diperluas. 6. Tafsir al-Qur’an al-Karim. Sebab itu hendaklah ia bertakwa dan berusaha meninggalkan harta pusaka untuk mereka. Metode dan corak Penafsiran al-Qur’an al-Karim Tafsir al-Quran Karim Mahmud Yunus ini menunjuk pada metode tahlili. Janganlah mewasiatkan hartanya untuk fakir miskin dan amalan sosial lebih dari mestinya. sehingga memudahkan pembaca untuk mencari terjemah. Hal.html. Contoh Penafsiran Contoh Tafsir Mahmud Yunus dalam surat An-Nisa’ ayat 9: u‹ø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä. di unduh pkl 12:19 tgl 20-10-11 [20] Seperti halnya dengan isu hukum ber-Jilbab di Indonesia. Dalam tafsir Mahmud Yunus. Yang wajib harus didahulukan daripada yang sunnah.1969). (Jakarta: PT.Hidakarya Agung.1969). oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. hal. Tafsir al-Qur’an al-Karim. bila ia meninggal dunia. supaya tidak terlantar kehidupan anak-anaknya yang masih kecil itu. Tafsir Mahmud Yunus ialah ‘umum’ sebagaimana Tafsir yang tumbuh semasanya.Hidakarya Agung.com/2008/10/tafsir-al-quran-al-karim-mahmud-yunus. VI pendahuluan http://pusat-akademik. sesuai dengan perkembangan bahasa Indonesia Teks al-Qur’an dan terjemahan disusun sejajar. Kedua aspek tersebut dijelaskan ketika dianggap perlu.[19] Dalam pandangan Nashruddin Baidan. Keterangan ayat 9: “ dalam ayat ini Allah menganjurkan kepada orang tua agar memikirkan akibat anak-anaknya yang masih lemah (kecil). Mahmud Yunus juga menambahkan keterangan dan mengaitkannya dengan isu-isu kontemporer saat itu. berwasiat itu hukumnya sunnah. (Lihat di ayat-ayat Aurat dalam Tafsir alQur’anul Karim) 21] Mahmud Yunus. Kelebihan sistematika penulisan Tafsir al-Qur’an al-Karim 1) 2) 3) 4) Terjemahan al-Qur’an disusun baru. VI-V Pendahuluan 18] 19] [ .4) 5) Fajrul Islam Dhuhal Islam[18] 5. (Jakarta: PT.[20] [21] 7. Artinya belum ada suatu ke-khas-an yang khusus dalam Tafsirnya.blogspot.

com .com http://pusat-akademik.wordpress.Hidakarya Agung. Islah. Tafsir al-Qur’an al-Karim. corak umum dan metode Tahily dan juga sumber penafsiran Bil Ra’yi karna upaya penerjemahan tersebut juga merupakan suatu ijtihad berdasarkan Ra’yu. Yogyajarta: Pustaka Insan Madani. Lampiran contoh Kitab Tafsir. Metode yang digunakannya juga tergolong tahlily. Minat dalam dunia pendidikan ini tidak hanya mengantarkannya ke berbagai daerah dan belahan dunia namun juga mempengaruhi sistem pendidikan agama Islam dimasanya hingga sekarang.com http://luluvikar. Bandung: penerbit Teraju. 1994 Ghofur. Kajian al-Qur’an di Indonesia. 2003 Federspiel. Khazanah Tafsir di Indonesia. Jakarta: PT. 2003 2003 Mohammad. Mahmud Yunus merupakan salah satu mufassir dan penulis produktif yang menulis sejak usia 21 tahun dan mengajar sejak dini. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Beliau adalah alah satu tokoh yang berpengaruh di Indonesia karena produktivitas tulisannya dan juga progresfitas pemikirannya. Profil Para Mufassir. Lampiran itu juga menunjukkan sistematika. 2.wordpress. Herry dkk. Tafsir al-Qur’an al-karim merupakan penafsiran dengan corak umum dan global. Bandung: Penerbit Mizan. 2008 Gusmian. Berikut ini penulis melampirkan contoh Kitan Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus. Saiful Amin. Penafsirannya masih sebatas penjelasan Al-Qur’an secara global dan belum sampai pada taraf yang khas dan khusus. Tokoh-tokoh Islam Yang Berpengaruh Abad 20.blogspot. 2006 Yunus.1969 http://menyempal. DAFTAR PUSTAKA Baidan. Jakarta: Gema Insani Press. PENUTUP Kesimpulan 1. Howard M. Mahmud. Nashruddin Perkembangan Tafsir al-Qur’an di Indonesia.8. karakteristik Tafsir.

Ibunya Teungku Amrah binti Teungku Chik Maharaja Mangkubumi Abdul Aziz . Hasbi ash Shiddieqy adalah berketurunan Abu Bakar al-Shiddiq (573-13/634M) yaitu khalifah yang pertama. khususnya ilmu-ilmu keislaman. tafsir 6 judul. Beliau mempelajari bahasa Arab dari gurunya yang bernama Syeikh Muhammad ibn Salim al-Kalali. seorang ulama’ berbangsa Arab.M Hasbi ash Shiddieqy berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pelajarannya di Madrasah al-Irsyad yaitu sebuah organisasi keagamaan yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Soorkati (1874-1943). Dr. Pendidikan Prof. karya tulis yang telah dihasilkannya berjumlah 73 judul buku. Teungku Muhammad Hasbi ash Shiddieqy mula mendapat pendidikan awalnya di pondok pengajian milik bapanya. Beliua merupakan generasi ke 37 dari Abu Bakar al-Shiddiq yang meletakkan gelaran ash Shiddieqy diakhir namanya. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Beliau menuntut ilmu di pelbagai pondok pengajian dari stu kota ke kota yang lain selama 20 tahun. adalah seorang ulama’ terkenal di kampungnya dan mempunyai sebuah pondok. 10 Maret 1904 – meninggal di Jakarta. merupakan anak seorang Qadi Kesultanan Acheh ketika itu. Karya terakhirnya adalah Pedoman Haji.M. Daftar isi • • • • • 1 Keluarga 2 Pendidikan 3 Karya 4 Bacaan Lebih Lanjut: 5 Sumber Keluarga Ayahnya Teungku Qadhi Chik Maharaja Mangkubumi Husien ibn Muhammad Su’ud. dan 50 artikel. seperti hadis berjumlah 8 judul. Hasbi Ash Shiddieqy Lahir Meninggal Agama Islam 10 Maret 1904 Lhokseumawe 9 Desember 1975 Islam Profesor Doktor Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy lahir di Lhokseumawe . Menurut catatan.Muhammad Hasbi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Menurut salasilah. Sementara bidang-bidang lainnya. Beliau juga pernah menuntut di Timur Tengah. cari Prof. Di Madrasah al-Irsyad Hasbi ash Shiddieqy mengambil takhassus dalam bidang pendidikan selama 2 tahun. dan tauhid 5 judul. Hasbi ash-Shiddieqy aktif menulis dalam berbagai disiplin ilmu. . 9 Desember 1975 pada umur 71 tahun. selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum. yang ia tulis beberapa waktu sebelum meninggal dunia. Dr. Karya Semasa hidupnya. seorang ulama’ yang berasal dari Sudan . terdiri dari 142 jilid. Pengajiannya di al-Irsyad dan gurunya Ahmad Soorkati banyak memberi didikan ke arah pembentukan pemikiran moden. Pada tahun 1926 T. T. Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fiqh yang berjumlah 36 judul.

Hukum antar golongan dalam fiqih Islam. 5. Ideologi Islam dan qaedah pemerintahan. 1953 .108 halaman. 24. Bulan Bintang.56 halaman. 1955 . 33. 8. IAIN Sunan Kalijaga. 1970. 1967 .".I.476 halaman. Ke arah fiqh Indonesia: mengenang jasa Prof. 9 Jilid. Bulan Bintang. 7.V. Karya ini fenomenal karena tidak banyak ulama Indonesia yang mampu menghasilkan karya tafsir semacam itu. Sunan Kalidjaga. I. 1971 .I. 11.40 halaman. 1950 . Bulan Bintang. 1953 . 1973 . Al Islam: kepertjaan. 1953 . Iktikaf & Haji). Kullijah 'ibâdah: ibadah ditindjau dari segi hukum dan hikmah. Zakat.91 halaman. 25. Fiqh Islam. 2002 mutiara hadiets. al-Islâm: penuntun bathin & pembimbing masjarakat. Ichtisar tuntunan zakah dan fithrah. 1967 . Bulan Bintang. Koleksi Hadits-hadits Hukum. 12. 40.93 halaman. Kumpulan soal-jawab dalam post graduate course jurusan ilmu fiqh dosen2 I.N. n.122 halaman. 1966 . 29. 2002 [i.207 halaman. Fiqih Islam mempunyai daya elastis. 1978 677 halaman. Islamyah.300 halaman. 26. bulat dan tuntas. Pahala dan keutamaan ibadat. Bulan Bintang. Biografie pelopor2 pahlawan Islam.".584 halaman.164 halaman. Lembaga pribadi.N. 36.Karya Hasbi paling fenomenal adalah Tafsir an-Nur. N. 37. Madju . Bulan Bintang. Mutiara Hadis 3 (Shalat). Jual Beli. 1950 . 1968 . 22. 1965 .e. Bulan-Bintang. 18. Dasar-dasar ideologi Islam. 3. A. . Darul Irfan. Perbudakan.A. Bulan Bintang. Attahirijah .236 halaman.94 halaman.576 halaman. Hukum-hukum fiqih Islam: yang berkembang dalam kalangan ahlus sunnah. Hukum perang dalam Ǐslam. Bulan Bintang. alDjami'ah "Sunan Kalidjogo.A. 42. 1982 . 21. Bulan Bintang. Pidana & Peradilan. 20. 1986 . Tokobuku Islamyah. Dasar-dasar Fiqih Islam.488 halaman. Fighul mawaris: hukum-hukum warisan dalam syariat ̓ Islam. Ilmu2 al-Qurän: media2 pokok dalam menafsirkan al-Qurän. Pustaka Madju . Jihad). . Forum Studi Hukum Islam. Kulijah hadiets: sjarahan hadiets-hadietstasjrie' ʻibadah. Dr. Volume 1. C. lengkap. 6. Biro Kemahasiswaan I. Kursus sembahjang dan do'a. 1. Mutiara Hadis 4 (Jenazah. Fakta2 keagungan sjari'at Islam. 14. al-Islam.934 halaman. Pustaka Rizki Putra. Kriteria antara sunnah dan bid'ah. 1972 .78 halaman.A. 43.96 halaman. Pudjangga Islam . Mu'djizat al-Qurän. 23. Ramadhani .. biro Kemahasiswaan I.N. Mukhtārāt min aḥādīth al-aḥkām li-qism al-duktūrāh al-ūlá.40 halaman. 41. 10. Nazar & Sumpah. 39. 16.181 halaman.44 halaman. doʾa dan dzikir. Bulan Bintang. 1962 . Biro Kemahasiswaan I.I. 32. Mutiara Hadis 1 (Keimanan). Dasar-dasar kehakiman dalam pemerintahan Islam. 1975 . 1951. T. 1969 . Menara Kudus. Fakultas Syari'ah. 2. ‫السثيناسﺔ الدستنوريﺔ الشرعثيﺔ‬:‫الفقه الدستنور ي‬.152 halaman. Bulan-Bintang. Pustaka Alhambra. s.128 halaman. Lapangan perjuangan wanita Islam. 1975 .175 halaman. Kelengkapan dasar2 fiqih Islam: pengantar ushul fiqih. Menara Kudus. Falsafah hukum Islam. Thinker's Library. 1958 . 17. 9. 1952 .168 halaman. 1994 . Islamyah. 1955 .M. Bulan Bintang.160 halaman. Islam dan HAM (Hak Asasi Manusia): Dokumenter Politik Pokok-pokok Pikiran Partai Islam dalam Sidang Konsituante 4 Februari 1958. 27.135 halaman. 13. 4. 1973 . 1956 . Saiful. Volumes 1-2. Alma'arif. Bulan Bintang. 15.636 halaman. 35. Bulan Bintang.324 halaman.64 halaman.95 halaman. 31. 28. Al-Ahkaam:Hukum-hukum fiqih Islam. Islamyah. amal kebadjikan. 1999 . Sebuah tafsir al-Qur`an 30 juz dalam bahasa Indonesia. Hasbi Ash Shiddieqy. Dua ribu dua] mutiara hadiets.117 halaman. 19. 1964.158 halaman. 34. kesusilaan. Mutiara Hadis 5 (Nikah & Hukum Keluarga. 38. "Sunan Kalidjaga". Puasa. 30. al Qurän mu'djiat jang terbesar jang tak terkalahkan: kandungan dan artinja bagi ummat Islam chususnja dan ummat manusia umumnja. Mutiara Hadis 2 (Thaharah & Shalat). Hakikat Islam dan unsur-unsur agama.

48.63 halaman.20 halaman. Sjari'at Islam mendjawab tantangan zaman. Pengantar hukum Islam. Bulan Bintang. Pedoman Hajji.35 halaman. Pedoman dzikir dan doʻa.106 halaman. Bulan Bintang. Problematika bulan Ramadhan. 1966 . 54. 1978 . Al-Ma'arif. 67.. 69. 50.68 halaman. al-Djamilah . 1973 .180 halaman. Sedjarah dan pengantar ilmu tafsir.92 halaman.568 halaman. . 60. 1971 . 61. 1965 . Biro Kemahasiswaan IAIN al-Djami'ah Jogjakarta . Pustaka Rizki Putra. 1954 . 2000 . Sedjarah kehakiman dalam pemerintahan2 Islam. Bulan Bintang. 1974 . Bulan-Bintang. 55.I.59 halaman. 1962 . Perbedaan mathlaʻ tidak mengharuskan kita berlainan hari pada memulai puasa. 59. 1965. Pengantar fiqih mu'amalah. Syari'at Islam adalah syari'at dunia dan kemanusiaan. 1949 . menerima dan membagi. 52. Pokok-pokok sebab perbedaan faham para ulama/fuqoha dalam menetapkan hukum syara. Volume 4.208 halaman.432 halaman. Bulan Bintang. 1955 .478 halaman. Sedjarah peradilan Islam. 51. Lembaga Penerbitan. Pedoman puasa. menurut hukum Islam. 1975 . 53. 83.119 halaman. "Bulan-Bintang". 1950 . 66. 45. 57.24 halaman. Bulan Bintang. 56.24 halaman. Problematika 'iedul fithri. Pustaka Islam. 72.44. 1976. 1974 . 46. Volume 5. 79. 63. 76. Tafsir al-Bayaan. Bulan Bintang. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". Alma'arif. Polygami. Bulan-Bintang. Biro Kemahasiswaan I. Tafsir al-Qur'anul Majid an-Nuur: Surat 42-114. Pedoman ibadat puasa. 1966 . Bulan Bintang. 1958 . Tafsir al Qurânul majied "An Nur". 49. C. 1986 . Pengantar ilmu fiqh.61 halaman.58 halaman. Bulan Bintang. 1965. Menara Kudus. Bulan Bintang. 1972 . 1956 .262 halaman. Pustaka Islam. Perbendaharaan zakat.155 halaman. Volume 3. 1971 . Pemindahan darah (blood transfusion) dipandang dari sudut hukum agama Islam.4760 halaman. 80. Bulan Bintang. Bulan Bintang. 1964 . 70. Pedoman hukum Sjar'y jang berkembang dalam 'alam Islamy Sunny. Ladjnah Taʻlif Wan Nasjr Fakultas Sjariʻah Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalidjaga. Tafsier al-Qurânul madjied "An-Nur". 1955 . 1965. Sedjarah petumbuhan dan perkembangan hukum Islam. 65.48 halaman. 81. Bulan Bintang.382 halaman.24 halaman. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 1968 . Pengantar ilmu perbandingan madzhab. 1967. Pokok-pokok pegangan imam-imam madzhab dalam membina hukum Islam. 78. Ramadhani.121 halaman. Volume 6.V. Bulan Bintang. Sedjarah dan pengantar ilmu hadits. 1973. 1963 . 82. Madju.272 halaman. Pidana mati (dalam syari'at Islam). 1965 . 77. Pelajaran tauhid: pokok2 ʾaqaid Islam : untuk pelajaran agama bagi sekolah2 permulaan dan umum. 84. 68.N. 64. Problematika hadits sebagai dasar pembinaän hukum Islam. slamijah. 1955 . Bulan Bintang. 1954 .A. 47. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". 73. 1953 . 1964 . 1963 . Tuntunan zakah dan fithrah:tjaranja memberi. Tuntutan qurban.76 halaman. 58. Sedjarah dan perdjuangan 40 pahlawan utama dalam Islam. Islamyah. 74. 71. Sedjarah dan pengantar 'ilmu al-Qurän/tafsir. 75. Bulan Bintang. 1972 .216 halaman. Ramadhani.288 halaman.144 halaman. Pokok-pokok ilmu dirajah hadiets.69 halaman. Menara Kudus.274 halaman. 62. Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga.272 halaman. 1966. Bulan Bintang. Bulan Bintang.34 halaman.276 halaman. Tafsir al-Qurânul madjied "An-Nur". Volume 1. Bulan Bintang. 1972 . 85. Bulan Bintang. Bulan Bintang. Ridjalul hadiets: biographi 7 shahabi dan 18 tabi'in jang terkemuka dalam lapangan hadiets : kullijah hadiets. Bulan Bintang. Volume 25. Thinker's Library. Pedoman shalat.

Intinya..Pd. yaitu daerah kelahiran Nabi ‘Isa as) pada hakikatnya adalah agama-bangsa. M. Bogor.” Di antara berbagai kutipan Tafsir Al Azhar dari artikel tersebut. sepadan dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu. Padahal. Yunus 99). setiap agama dipandang sebagai jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran dan Tuhan (In pluralism. bahwa Pluralisme Agama. terjadi perdebatan yang cukup seru di Rubrik Opini Harian Republika. dan “Shabi’in” adalah nama yang diberikan bagi orang yang keluar dari agama nenek moyangnya. (Alister E. Syafii Maarif menjelaskan alasan di balik penelitiannya terhadap kedua ayat ini: “Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang maksud ayat 62 surat alBaqarah. Dari paragraf kesimpulan yang ditulis oleh Syafii Maarif sebelumnya. dalam CAP ini adalah paham yang menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sah menuju inti realitas keagamaan. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang anti Al-Quran (lih. terlepas dari ada-tidaknya unsur kesengajaan. sedangkan orang-orang tersebut beragama Nasrani. adalah perihal penggunaan kedua ayat tersebut yang jauh dari konteks aslinya. Yahudi dan lain-lain. pada 20 Maret 2012. “Nasrani” (berasal dari nama Nashirah. 20 April 2012 Oleh: Dr. ia mengaku menemukan beberapa kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Syafii Maarif dalam pengutipan Tafsir Al Azhar tersebut. inilah salah satunya yang nampaknya paling penting: “Inilah janjian yang adil dari Tuhan kepada seluruh manusia. Tapi. . pada awalnya penulisan buku ini bersumber dari sebuah makalah yang dibuatnya saat sedang mengikuti studi di Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA). Buya Hamka sudah menjelaskan masalah ini. salah satu anak Nabi Ya’qub as) pada hakikatnya adalah agama-keluarga. yakni untuk menjawab pertanyaan Salman al-Farisi r. bahwa Buya Hamka sama sekali bukan seorang Pluralis Agama. Menurut Akmal. seputar orang-orang sholeh yang dijumpainya di masa lampau. menerbitkan bukunya yang berjudul Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme. Isinya mengulas sebuah artikel karya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat di Rubrik Resonansi. Saya pun segera menulis artikel yang menjawab artikel Syafii Maarif tersebut. asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. akan ditemukan asbabun nuzul dari ayat ke-62 dalam Surah alBaqarah itu. “Yahudi” (berasal dari nama Yehuda. Christian Theology: an Introduction. Menurut Hamka. Kesalahan kontekstual ini akan terlihat jelas kemudian. edisi 21 November 2006. Kesalahan pertama. jika Tafsir Al Azhar dibaca secara runut. Syafii Maarif – dan sang Jenderal Polisi yang berkonsultasi dengannya – menganggap bahwa kedua ayat ini dapat digunakan untuk menanggulangi konflik horizontal di Poso. each and every religion is equally valid way to truth and God). salah satu peneliti INSISTS. namun mereka masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan. 1994). Kesalahan kedua disebabkan oleh kelengahan Syafii Maarif untuk melacak penjelasan nama-nama agama “Yahudi”. kita dapat memahami bahwa konflik horizontal yang dimaksud adalah konflik antar umat beragama. dalam makalahnya. Padahal. tidak pandang dalam agama yang mana mereka hidup.“Memperjelas Posisi Hamka soal Pluralisme Agama” Jum'at. Syafii Maarif pun memungkas artikelnya dengan opini berikut: “Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk didiami oleh siapa saja. tidak ada satu agama yang merasa superior dibanding yang lain. mengaku beragama atau tidak. ST. Penerbitan buku ini sangat penting untuk menjernihkan dan mempertegas pemikiran Buya Hamka tentang Pluralisme Agama. tegas Akmal. “Nasrani” dan “Shabi’in” dalam Tafsir Al Azhar. saya menegaskan. Adian Husaini BELUM lama. Buku ini sebenarnya merupakan Tesis Master Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. Menurut penulisnya. Sebagian besar isinya adalah kutipan-kutipan dari Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka. surat kabar Republika.I. yang diberi judul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. Sepengetahuan saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi seperti yang diajarkan Al-Quran. Akmal Syafril. Mcgrath. Di bagian awalnya.. Kata jenderal ini pengertian ayat ini penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang ditangkap di sana. maka dapat dipahami pula bahwa penelaahan ini digunakan untuk meredam keinginan sementara pihak di kalangan umat Muslim untuk melakukan kekerasan pada umat lain. atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka. Perlu dicatat. (Oxford: Blackwell Publisher. Dalam Pluralisme agama. no one religion is superior to any other.” Memang.a.” Setelah menjelaskan bahwa Hamka menolak pendapat yang menyatakan bahwa ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah telah di¬nasakh oleh ayat ke-85 dalam Surah Ali ‘Imran. setelah keluarnya tulisan Syafii Maarif tersebut. sehingga Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam pun pernah disebut sebagai shabi’. Karena digali dari al-Qur’an. al-Baqarah 256.

Diskusi publik tersebut diadakan sebagai rangkaian kegiatan dalam Nurcholish Madjid Memorial Lecture di sebuah Perguruan Tinggi di Banten. Setelah menjelaskan tren-tren tersebut. Oleh karena itu.” Menurut Akmal. Sesuai dengan judulnya. tetapi tidak pernah menjalankan rukun Islam. (Jakarta: Universitas Paramadina. yang hanya bermodalkan dua kalimat syahadat. hadirnya buku Akmal ini menjadi penting. namun mereka menolak juga. sebagaimana dijelaskan oleh Anis Malik Thoha dalam bukunya Tren Pluralisme Agama. Jika ia sempat bertemu dengan dakwah Rasulullah. Bahkan. kesimpulan dari sebuah uraian ilmiah. Bahira tetaplah dikenal sebagai penganut agama Nasrani. Dalam kaitan itulah. termasuk penafsiran al-Qur’an. saya sampaikan keprihatinan saya tentang tulisan-tulisan yang menfitnah Buya Hamka. Dalam makalahnya. Akan tetapi. bahkan tidak jarang orang menulis sebuah makalah atau buku tentang pluralisme tanpa pernah memberikan definisi pluralisme itu. Pembahasan ini cukup penting. ia dikategorikan sebagai orang yang beriman. Saya sudah menulis jawaban terhadap tulisan Ayang tersebut untuk buku 100 Tahun Buya Hamka. saat bertemu keluarga Hamka. bagaimana pun. karena memang ia tidak sempat mengikuti ajaran Nabi Muhammad. maka dia akan mendapatkan ganjaran dari Allah: surga. melainkan mengupas tuntas jawaban dari sebuah pertanyaan besar: apakah Buya Hamka memang seorang pluralis? Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme merupakan hasil adaptasi dari tesis tersebut. Saya pribadi (Adian Husaini) juga menemukan tulisan Ayang Utriza yang menfitnah Buya Hamka dalam buku Bayang-bayang Fanatisisme: Esei-esei untuk Mengenang Nurcholish Madjid. Tentu saja. Fungsinya. Dengan memperbandingkan penafsiran Hamka dengan penjelasan ayat-ayat tersebut oleh kaum pluralis Muslim. Sebaliknya jika ada non-Muslim yang taat dan patuh menjalankan ajaran agamanya. 2007). alBaqarah [2]: 62 – Ayang menyimpulkan: “Ini berarti bahwa walaupun seseorang mengaku beragama Islam. selain karena posisi sentral al-Qur’an dalam ajaran Islam. terutama dengan bersandar pada sejumlah ayat al-Qur’an. Tetapi kalau keterangan telah sampai. dapat dijumpai di bagian akhirnya. buku ini pun menguraikan secara mendalam persoalan definisi pluralisme. adalah mendefinisikan makna Pluralisme itu sendiri. sejarah pluralisme dan tren-tren pluralisme yang ada. hingga kini. meskipun artikel dan makalah sudah kita tulis di berbagai media massa. Menurut Akmal. Kutipan makalah Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina itu dimuat di halaman 307. maka penulis buku ini merasa perlu . “Dengan menyimak betapa pentingnya penjelasan di atas. yaitu surga. Penjelasannya adalah sebagai berikut: “Yahudi dan Nasrani sudah sepatutnya terlebih dahulu percaya kepada kerasulan Muhammad apabila keterangan tentang diri beliau telah mereka terima. kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persamaan dan/atau perbedaan cara berpikir keduanya. Nasrani dan Shabi’in di masa lampau (yaitu sebelum masa kenabian Rasulullah saw) bisa beriman dan tak beriman. Ayang bahkan telah melangkah lebih jauh lagi daripada Syafii Maarif. Hal ini akan semakin jelas pada poin berikutnya. Bahkan. Karena pada masa hidup Buya Hamka dahulu istilah “pluralisme” belum dikenal. juga karena tokoh yang pemikirannya sedang dibahas – yaitu Buya Hamka – adalah seorang mufassir. telah terlanjur bergulir. walaupun tidak mengucapkan dua kalimat syahadat. Makalah yang dibawakannya berjudul “Islam dan Pluralisme di Indonesia: Pandangan Sejarah”.” Umumnya. Kesalahan ketiga – mungkin yang paling fatal – adalah tidak dicantumkannya sebuah paragraf penting yang dapat ditemukan di akhir penjelasan ayat ke-62 dalam Surah al-Baqarah dalam Tafsir Al Azhar yang justru menyimpulkan pendapat Buya Hamka yang sebenarnya secara utuh. dan oleh karena itu. Persoalan paling fundamental yang pasti muncul ketika membahas pluralisme. Ayang Utriza NWAY menyampaikan makalahnya dalam acara diskusi publik bertajuk Islam dan Kemajemukan di Indonesia. Setelah mengutip beberapa poin dalam Tafsir Al Azhar – lagi-lagi untuk QS. Dan dengan demikian mereka namanya telah benar-benar menyerah (Muslim) kepada Tuhan. untuk memperjelas posisi Hamka dalam soal Pluralisme Agama dan membentengi upaya orang-orang yang mengutip tulisan Hamka secara tidak proporsional atau bahkan memuarbalikkan makna tulisan Hamka yang sebenarnya. tesis ini tidak hanya membahas kontroversi dari artikel Syafii Maarif dan makalah Ayang Utriza NWAY belaka. niscaya nerakalah tempat mereka kelak. dan hanya dengan cara itulah ia bisa dianggap sebagai orang yang beriman. Hal-hal ini dijabarkan di dalam bab ketiga. Bahira dapat dianggap sebagai Nasrani yang beriman hanya karena ia hidup pada masa prakenabian Rasulullah saw. Contoh yang dapat diambil adalah Pendeta Bahira. Masing-masing pihak yang mengusung pluralisme memiliki konsepnya sendiri-sendiri. Opini dan kesan bahwa ‘Buya Hamka seorang pluralis’. yang – jika dicantumkan – akan segera menghapus kesan pluralis dari sosok Buya Hamka dalam artikel tersebut?” tulis Akmal. Sejarah mengenalnya sebagai tokoh yang pertama kali membenarkan kenabian Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam berdasarkan tanda-tanda yang diketahuinya dari Injil. Meski demikian. Hanya berselang enam hari dari dimuatnya artikel Syafii Maarif tentang Tafsir Al Azhar di surat kabar Republika. itulah yang mendasarinya mengembangkan makalahnya menjadi sebuah Tesis dengan judul Studi Komparatif Antara Pluralisme Agama dengan Konsep Hubungan Antar Umat Beragama dalam Pemikiran Hamka. tak ada koreksi terhadap kekeliruan yang sudah dilakukan. tidaklah sulit menunjukkan kesalahan (untuk tidak menyebutnya ketidakjujuran) fatal yang dilakukan oleh Ayang Utriza NWAY. bab keempat dalam buku ini menguraikan argumen-argumen yang digunakan oleh kaum pluralis dari kalangan Muslim. . maka orang yang terlanjur dikenal sebagai Yahudi. tentu ia harus mengucap syahadatain. maka ia tidak akan pernah mendapat ganjaran dari Allah.Dengan definisi tersebut. kita pun bertanya-tanya mengapa Syafii Maarif justru memilih untuk meninggalkan penjelasan ini. yang sebelumnya sudah dikenal sebagai penulis buku “Islam Liberal 101”. tetap saja pendapat yang mengutip tulisan Buya Hamka secara tidak proporsional juga terus berkeliaran.

misalnya konsep agama.*/Jakarta. Referensi yang telah ditinggalkan oleh Hamka begitu berlimpah. dan kita menunggu terus karya-karya ilmiah yang bermutu dari para pejuang Islam lainnya. pengejawantahan toleransi beragama. Poin-poin ini merupakan hal-hal yang sangat fundamental dalam gagasan pluralisme. di tengah carut-marutnya pemikiran di Indonesia dewasa ini. 20 April 2012 Penulis Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor). insya Allah mereka yang sudah tuntas membaca buku ini tidak akan memiliki keraguan lagi. dan sebagainya.menguraikan konsep hubungan antar umat beragama menurut Hamka ke dalam beberapa poin penting. Siapa pun yang berpikiran seperi itu.” tulis Akmal yang menyelesaikan sarjana S-1 nya di bidang civil engineering di Institut Teknologi Bandung. Catatan Akhir Pekan (CAP) bekerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah. seorang pluralis pasti menganggap Islam sejajar dan tidak lebih unggul daripada agama lainnya. Walhasil.com Ilustrasi: serbasejarah WP Red: Cholis Akbar More Sharing ServicesShare | Share on facebook Share on twitter Share on google Share on favorites KOMENTAR . Sebagai contoh. “Adapun seputar ‘klaim pluralisme’ terhadap pribadi Hamka. Semoga bermanfaat. maka ia memang seorang pluralis. Tetapi Hamka tidak berpikiran seperti itu. Karya ini diharapkan mampu merangsang kembali minat para pemuda Muslim untuk menggali kembali warisan intelektual dari Buya Hamka. dan juga dari para cendekiawan Muslim terdahulu lainnya. buku Buya Hamka: Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme karya Saudara Akmal ini cukup memberikan penjelasan tuntas seputar kesemrawutan konsep pluralisme. pandangan seputar aliran-aliran yang menyimpang. sehingga usaha pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidaklah sulit untuk dilakukan. posisi Islam di antara agamaagama lainnya.

. Ahad. bahasa. silakan kirim email ke malami.com.amin Miftach .syukron. 21 April 2012 Pluralisme dan liberalisme menggejala krn kaum muslim pada hari ini belum bisa membuktikan kehebatan Islam.. Muhammad Abduh .. baik individu maupun negara. Sabtu. Jazaakallah ahsanal jaza'. ust Adian menulis CAP tentang buku saya. terutama untuk membersihkan nama Buya Hamka dari klaim2 kaum pluralis. Jepang. Eropa. 22 April 2012 Ahamdulillah. Senin. keadaan muslim hari ini. smga ini m'jadi amal sholih si Penulis. Jum'at. :) Nurim .. dll. termasuk agama!! Bangsa yg ditaklukan cenderung mengagumi semua hal yg datang dari para penakluknya.. bukunya memang disebarluaskan secara online.Avi .bookstore@gmail. Mudah2an ini membantu penyebarluasan pemikiran yg terkandung di dalamnya. Jum'at. Afwan. jadi belum masuk ke toko-toko buku. Bagi yg ingin memesannya.. spt dalam hegemoni kekuatan-kekuatan yang datang dari non-muslim di Amerika. setidaknya mampu meluruskan kembali dr ketidak benaran.... Keadaan ini menyebabkan banyak muslim yg silau dgn kehebatan org-org tsb. 20 April 2012 Bukunya di jual gak ya ? ane berminat nih Akmal . semoga ustadz DR Adian Husaini senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk selalu istiqamah dlm mengawal dan menjaga kebenaran dan kesucian Islam melalui tulisan2 beliau dari upaya pengkaburan oleh kaum kuffar. Korea selatan. shg merembet pd bidang agama dengan menyatakan semua agama itu adalah sama!! Kehebatan seseorg itu bisa mempengaruhi org lain dlm semua hal: gaya hidup.Aminnn . 01 Oktober 2012 Memang informasi ini sangat diperlukan khususnya dlm meluruskan asumsi salah yg beredar selama ini. baik dlm perilaku maupun peranan di masyarakat.. 20 April 2012 Alhamdulillaah.

al Qur’an. tafsir Hamka dalam menjelaskan ayat itu bercorak sosial kemsyarakatan (adabi ijtima’i).Karakteristik yang tampak dari tafsir al-Azhar ini adalah gaya penulisannya yang bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan) yang dapat disaksikan dengan begitu kentalnya warna setting sosial budaya Minangnya yang ditampilkan oleh Hamka dalam menafsirkan ayat-ayat al Qur’an PERBEDAAN DENGAN TAFSIR LAIN Tafsir al-Azhar sangatlah berbeda dengan tafsir-tafsir lainnya.Berdasarkan fakta yang demikian. yang hampir mencakup semua disiplin ilmu penuh berinformasi. Menurut Hamka dalam tafsir al-Azhar.baik masyarakat kelas atas seperti raja. riwayat dari kitab tafsir mu’tabar seperti al-Manar. pendapat tabi’in. KARAKTERISTIK TAFSIR AL-AZHAR Tafsir al-Azhar merupakan karya Hamka yang memperlihatkan keluasan pengetahuan beliau. Yaitu sebagaiberikut: Perbedaan gotong dari sudut pemikiran: royong) a. tidak memihak.Tafsir dan Penafsiran Buya Hamka 7:09 PM Tafsir No comments CORAK TAFSIR BUYA HAMKA Agama bersifat netral. Tafsir Depag : Sudut bahasa yang digunakan sangatlah standart atau datar (dimaksudkan agar memudahkan seseorang dalam memahaminya) CONTOH PENAFISRAN HAMKA Penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat Amar Ma’rûf nahî Munkar dalam Tafsir al-Azhar. Tafsir al-Azhar : Sudut pemikirannya selalu menggiring seseorang kepada tasawuf (karenaberangkat dari setting sosial politik pada saat tafsir ini ditulis dan untuk selamat dari kondisiseperti itu. hadits Nabi. Sumber penafsiran yang dipakai olehHamka antara lain. rakyat biasa. serta juga dari syair-syair seperti syair Moh. maupun secara individu. maka seseorang harus terjun ke dalam tasawuf. Sementara hamka dalam menjelaskan ayat itu. kamiakan membendingkan tafsir al-Azhar ini dengan tafsir Depag dan tafsir al-Misbah.Tafsir al-Misbah : Sudut pemikirannya mendalam dan dilengkapi oleh data-data kontemporer(modern) c. Perbedaan dari sudut bahasa. Depag : Sudut pemikirannya datar (karena tafsir ini ditulis oleh banyak ulama atau dapat dikatakan tulisan b. Iqbal. Tafsir ini ditulis dalam bentuk pemikiran dengan metode analitis atau tahlili. dia hanya menjelaskan pengertian raj’i. Mulai dari sudut pemikiran sampai sudut bahasa yang digunakan dalam menafsirkan pun sangatlah berbeda. beliau mengguanakan contoh-contoh yang hidup di tengah masyarakat. kata ma’rûf ( ‫ )معشششروف‬berasal dari kata urf ( ‫ )عشششششرف‬artinya “yang . Oleh karena itu.

Pada surat al-A’râf ayat 157.” Dalam pengertian lain.”atau“yang dapat dimengerti dan dapat dipa¬hami serta diterima oleh masyarakat. Masing-masing ayat mempunyai konteks dan situasi yang berbeda. dan 112. kata ma’rûf (‫ )معروف‬yang terdapat dalam surat ini. yaitu al-‘Araf ayat 157. Tetapi. nabi Isa dan nabi Muhamad saw yang ummi. beliau juga mendapat tugas untuk menyebarkan risalah ketuhanan kepada umat manusia. Sebagai nabi yang ummi. al-Hajj ayat 103. karena shalat adalah pekerjaan yang patut dilakukan. . Dalam konteks ini. yang memang patut dikerjakan. langsung disetujui oleh hatinya. karena beliau telah mendapatkan amanah untuk melaksanakan yang ma’rûf (‫)معشششششششششششروف‬ dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكششششششششششششر‬. Dengan kalimat pendek Hamka menyimpulkan bahwa tidak ada suatu perintahpun yang tidak ma’rûf (‫ )معروف‬kepada jiwa. karena memang masyarakat miskin perlu mendapat bantuan. Nabi Muhamad dan umatnya diperintahkan untuk melaksanakan shalat. berarti yang dikenal atau patut untuk dilakukan. Nabi Muhamad saw adalah seorang yang ummî (yang tidak pandai menulis dan membaca) yang telah disebutkan bahwa beliau akan datang sebagai Nabi akhir zaman di dalam Taurat dan Injil. 110. seperti nabi Musa. akan selalu menghadapi risiko. Risalah yang akan dibawa oleh Nabi akhir zaman itu ialah yang menyuruh akan mereka “berbuat yang ma’rûf dan mencegah akan mereka yang munkar”. sebab jiwa mengenalnya sebagai suatu yang baik. menjelaskan tentang peran yang telah dimainkan oleh para nabi dan rasul. sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini.dikenal. dan 103. ma’rûf (‫ )معروف‬berarti perbuatan yang patut. semua ayat ini menyerukan agar mengerjakan perbuatan yang ma’rûf dan menjauhi perbuatan keji yang dilarang oleh Allâh SWT. Demikian sekilas penjelasan mengenai pengertian ma’rûf ( ‫ )معششروف‬dan munkar (‫ )مشنشكشششر‬menurut Hamka Seperti diketahui bahwa ayat amar ma’rûf nahî munkar dituliskan secara bersambung disebutkan dalam alQur’ân pada lima surat. Ali Imran ayat104. Menurut Hamka. kecuali jiwa yang sakit. dan 114. Hamka menjelaskan bahwa sebagai nabi yang ummi. Dalam konteks amar ma’rûf nahî munkar. karena hati nurani mengenalnya sebagai suatu yang baik. yang tidak disenangi atau ditolak oleh ma¬syarakat. segala perintah yang dikerjakan oleh nabi yang ummi. karena tidak patut. Lebih lanjut Hamka menjelaskan bahwa suatu perbuatan dapat dikatakan baik ( ‫ )معروف‬jika perbuatan itu dapat diterima dan dipahami oleh manusia. Tidak selayaknya yang demikian itu dikerjakan oleh manusia berakal. segala gejala-gejala buruk yang tidak diterima oleh masyarakat secara akal sehat. Perbuatan itu patut diterima dan dipahami ma-nusia karena memang perbuatan baik (‫ )معروف‬itulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. 71. seberat apapun risiko itu. Meskipun begitu. nabi siap menanggungnya. Di antara contoh yang diberikan Hamka adalah perintah shalat dan membayar zakat. ditafsirkan oleh Hamka dengan kalimat sehaja. konteks amar ma’rûf dan nahî munkar menjelaskan tentang keberadaan Nabi Muhamad saw sebagai seorang rasul Tuhan. dalam menjalankan risalah atau nubuwah kepada umat manusia. serta al-Taubah ayat 67. Kebalikan dari kata ma’rûf (‫ )معروف‬adalah kata mun¬kar ( ‫)مشنشكشر‬. Luqman ayat 17. pantas dan sopan yang berlaku secara umum. Kalimat ‫ ينامرﻫشم بنا لمعشرو ف و يشنشهششهشم عشن المشنكشر‬yang terdapat dalam surat al-‘Arâf ayat 157 seperti tersebut di atas. Begitu juga pemberian zakat. tugas berat yang diemban nabi Muhamad saw. dan dipuji. tidak pantas. pastilah sesuai dengan jiwa. Apabila suatu perintah datang kepada manusia yang berakal budi. Oleh karena itu. berarti yang dibenci. termasuk ke-pada para ahl al-kitab.

haruslah ada sekelompok orang yang mengajak pada kebaikan dan mencegah keburukan. ada dinamika kehidupan umat Islam. dan bertambah benci kepada yang munkar. mereka menyuruh kepada yang ma'ruf. menjadi lebih dinamis dan agama menjadi hidup. menyuruh berbuat ma’rûf (‫)معروف‬. Untuk mengatasi masalah ini. membenci dan tidak menyukainya. dan 114. hendaknya dalam suatu masyarakat. dan mencegah perbuatan munkar (‫)مشنشكشر‬. Karena begitulah yang patut dikerjakan oleh manusia yang berakal. diambil dari kata ‘urf (‫( عشرف‬yang berarti dikenal atau yang dapat dimengerti. dapat dipahami serta dapat diterima oleh manusia. pan-tas dan sopan. terdapat dua kata penting. yaitu pengetahuan keagamaan dan sikap keberagamaan. Sedang yang munkar. dan mencegah dari yang munkar. dan menjauhi yang munkar. apabila tidak ada dakwah. Menurutnya. supaya masyarakat itu bertambah tinggi nilainya.Selanjutnya ayat–ayat yang menjelaskan amar ma’rûf nahî munkar ( ‫الـمـربـالـمـعـروف وا‬ ‫ لنهى عن الـمـنكر‬secara berurutan ialah surat Âli ‘Imrân ayat 104. seluruh masyarakat menolak. tentulah itu lebih baik bagi mereka. bertambah kenal orang akan yang ma’ruf. yaitu me-nyuruh berbuat ma’rûf ( ‫)معروف‬. yang tidak disenangi. ( ‫)مشنشكشر‬. menurut Hamka lebih lanjut. Menyeru atau mengajak merupakan aktivitas dakwah. dan . seluruh masyarakat. menurut Hamka. Suatu golongan yang terdapat dalam ayat tersebut. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Ali-Imran:110) Artinya:mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan. Menurut Hamka. yang ditolak oleh masyarakat. kalau ada perbuatan munkar. Kata ma’rûf (‫)معروف‬. Hamka tampaknya membagi bidang garapan dakwah menjadi dua. memiliki tugas dan kewajiban untuk mengajak dan membawa manusia kepada kebaikan. Hamka memberikan sebuah tips. Ali-Imran:104) Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. umum. menyuruh kepada yang ma'ruf. Ayat- ayat tersebut adalah sebagai berikut. Oleh karena itu. 110. Sekiranya ahli kitab beriman. menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung (QS. melarang perbuatan munkar ( ‫)مشنشكشر‬. yaitu ummat. Sebaliknya. yaitu melakukan dakwah. Dalam konteks dakwah. yaitu perbuatan yang patut. semakin tinggi kecerdasan beragama. maka tidak ada dinamika kehidupan beragama. dalam konteks ayat tersebut. artinya yang dibenci. Untuk itu. dan beriman kepada Allah. kalau ada orang berbuat ma’ruf. yaitu. Sebaliknya. adalah untuk kalangan masyarakat umum. membenarkan dan memuji. umumnya menyetujui. dan dipuji. mereka itu Termasuk orang-orang yang saleh (Ali-Imran 114) Pada surat Âl-Imrân ayat 104. dan mencegah dari yang Munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. yang dibenci dan yang tidak diterima oleh akal dan jiwa yang sehat. ada sekelompok umat yang bertugas dan bekerja keras untuk menggerakkan masyarakat agar mereka berbuat yang ma’ruf. dan mencegah. Artimya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Dengan dakwah. Kesimpulan yang disampaikan oleh Hamka dalam penafsirannya pada surat Âli Imrân ayat 104 dalam tafsir al-Azhar adalah bahwa ‫ المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬itu adalah menyeru untuk melakukan ke-bajikan dan mencegah kemunkaran. Karena itu. di antara mereka ada yang beriman. karena tidak patut dan tidak pantas untuk dikerjakan. terdapat hal penting yang menjadi tugas dan kewajiban umat manusia.

atau seluruh umat ini sendiri sadar akan kewajibannya yaitu melaksanakan dakwah. agar patuh kepada Tuhan. sehingga mampu melakukan yang ma’ruf (‫ )معروف‬dan mencegah yang munkar (‫)مشنشكشر‬.khusus. Sebab. seorang da’i apabila berdakwah hendaklah ia mengeluarkan pendapat umum yang sehat atau public opini yang sehat dan dapat diterima masyarakat umum. Di dalam ayat 104 surat Âl-Imrân ini terdapat 3 (tiga) kewajiban. semua berpusat pada yang satu. Sedang dakwah yang bersifat khusus. Menurut Hamka. sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran beragama yang tinggi. yaitu ‫يشدعشنون الى الشخشثيشر‬mengajak pada ke-baikan. sehingga ia memiliki keberanian untuk melakukan kebaikan dan mencegah keburukan. menurut Hamka sebagai hakikat kesadaran beragama yang menimbulkan pengetahuan sehingga dapat membedakan mana yang baik. yaitu ummatun (‫ ) امشﺔ‬dan kedua kata yad’ûna ‫ يشدعشنون‬. juga dakwah ke masyarakat luar Islam. menurutnya. sebagai bagian dari aktivitas dakwah. dan menentang yang munkar. untuk keluarga sendiri. Sebab kehidupan agama. maka akan berdampak pada sikap dan perilaku seseorang dalam bermasyarakat. yaitu munkar ( ‫)مشنشكشر‬. kemajuan dan kemundurannya sangat tergantung pada dakwah. Sedang dakwah ke luar Islam tujuannya agar masyarakat non-muslim memahami posisi Islam sebagai sebuah agama damai dan memberikan pengertian tentang hakikat kebenaran Islam kepada orang-orang yang belum memeluknya. ketiga kewajiban itu. Seperti ditegaskan sebelumnya bahwa Hamka mengartikan kata ma’ruf ( ‫ )معروف‬dengan suatu perbuatan baik yang diterima oleh masyarakat dan akal sehat. Di sinilah. apabila sikap keberagamaan masyarakat belum tumbuh dan masih rendah. lanjut Hamka. Oleh karena itu. maka percuma saja menyebut yang ma’rûf (‫)معروف‬. Hal itulah. melarang berbuat munkar(‫)مشنشكشر‬. yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Islam. akan terbentuk masyarakat yang sehat. yang ma’ruf ( ‫)معروف‬. Kalimat ‫ يشدعشنون الى الشخشثيشر امشﺔ‬. diharapkan umat Islam semakin kuat kesadaran beragamanya. yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. menurut Hamka pentingnya juru dakwah atau da’i memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai ajaran agama Islam yang sebenarnya. menurut Hamka memiliki dua kata penting. Pelaksanaan dakwah yang dimaksudkan Hamka tidak hanya kegiatan dakwah ke dalam. Dakwah yang bersifat umum adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat serta mengajak mereka untuk memahami hikmah ajaran Islam yang benar. yaitu dakwah di kalangan umat Islam sendiri. yaitu me¬mupuk kepercayaan dan iman kepada Tuhan. Oleh sebab itu. dengan yang munkar (‫)مشنشكششششششششر‬ tidak ada lain kecuali ajaran Islam. dan mana yang tidak baik. hendaklah ada segolongan umat yang menjadi inti. ditujukan kepada keluarga sendiri. Dengan kesadaran beragama yang tinggi. bila dakwah ke dalam. menurut Hamka untuk membedakan yang ma’rûf ( ‫)معشششششششروف‬. maka hal itu dapat dijadikan sebagai indikator masyarakat yang sedang sakit. artinya umat mengajak pada kebaikan yang terdapat pada surat Âl-Imrân ayat 104. serta menangkis tuduhan yang tidak benar yang diarahkan kepada agama Islam. Tujuannya. yang kerjanya khusus mengadakan dakwah. Bila amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا لنهى عن الشمشنكر‬. terhenti. Sebaliknya. termasuk tauhid dan ma’rifat. Diharapkan dengan adanya kegiatan dakwah. yaitu menyuruh berbuat ma’ruf ( ‫)معروف‬. yang dimaksud dengan kata (‫)الخشثيشر‬ yang berarti kebaikan. adalah mereka yang . Dari ayat ini dapat dipahami bahwa dikalangan umat Islam yang besar jumlahnya. dan ketiga mengajak kepada kebaikan (‫ )الخشثيشششر‬Menurut Hamka. mereka yang melakukan kebaikan ( ‫ )الشخشثيشر‬dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

dan mengajak pada kebaikan. Dalam konteks ini ayat tersebut di atas. baca juga ulama tafsir Quraisy Shihab . Karena perbuatan demikian merupakan ujung tombak dari dakwah Islam. Terdapat dua ka-ta yang berbeda akan tetapi memiliki pengertian sama. lanjut yach. mengajak orang kepada yang al-ma’rûf ( ‫)المشربشنالشمشعشروف‬. ke-simpulan umum yang hendak dijelaskan pada ayat ini adalah suatu kewajiban bagi umat Islam untuk menyampaikan yang ma’ruf ( ‫ )معروف‬dan melarang perbuatan yang munkar( ‫)مشنكر‬. Kedua. Oleh karena itu.akan memperoleh kemenangan.. yakni menyampaikan yang baik dan melarang kepada yang munkar. Karena mereka telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar ‫المشربشنالشمشعشروف وا‬ ‫ لنهى عن الشمشنكر‬. yaitu kebaikan. ada tiga hal yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. sehingga umat menjadi pelopor kebajikan di dalam dunia.. sehingga keburukan dapat dihindari atau dikalahkan. Ketiga. lafal atau kata al-khair (‫ )الشخشثيشر‬dan lafal al-ma’rûf ‫ الشمشعشروف‬menurut harfiahnya sama. Dari terjemahan ayat tersebut. Pertama. mengajak orang kepada al-khair (‫)يشدعشششنون الششى الشخشثيشششر‬. mencegah orang dari al-munkar ( ‫)وا لنهى عن الشمشنكر‬.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful