Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi Persaingan di era globalisasi mengarah pada s emakin ketatnya persaingan di sektor industri. Daya saing tidak lagi ditentukan oleh keberadaan kekayaan alam, modal, atau aset berwujud, melainkan juga berdasa rkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yang matang, penguasaan pengetahua n dan teknologi, dan pola, metode serta proses kerja yang yang berdaya dan berha sil guna. Bicara tentang sumber daya manusia tentu tidak lepas dari manusianya sendiri bes erta dengan atribut-atributnya uniknya dari aspek fisik hingga aspek psikologis. Satu hal yang paling menonjol dari manusia adalah makhluk yang komunol, dimana setiap individu selalu membutuhkan individu yang lain untuk saling berinteraksi. Karenanya, pengembangan industri nasional khususnya Industri Kecil Menengah(IKM) perlu memperhatikan dimensi pembangunan inovasi manajemen dan teknologi, pemban gunan infrastruktur ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu dengan komitmen seluruh pemangku kepentingan di sector industri. B. Rumusan Masalah 1. Masalah-masalah dalam industri pembuatan kue kering 2. Bagaimana mengatasi masalah dalam industri kue kering? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui masalah-masalah dalam industri pembuatan kue kering 2. Untuk mengetahui langkah-langkah mengatasi masalah dalam industri pembuatan k ue kering. BAB II PEMBAHASAN A. Masalah-Masalah Dalam Industri Kue Kering Kue kering merupakan hasil olahan industri yang bisa dikatakan maju di daerah SI DRAP dan banyak disukai oleh masyarakat. Meskipun kue kering banyak disukai kons umen namun kue kering ini masih banyak tidak dikenal para konsumen karena kurang nya perhatian dari pihak terkait untuk membantu mengembangkannya sehingga indust ri kue kering pun bisa dikatakan belum bisa menembus pasar luar hanya bersifat l ocal oleh produsen. Selain masalah tersebut masalah yang dihadapi produsen lebih banyak berurusan de ngan kemamapan sumber daya manusia dalam mengelola kue kering Sumber daya manusi a merupakan faktor sentra dalam suatu industri. Padahal apa pun bentuk serta tuj uannya suatu industri dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan pelaksanaan misinya diurus dan dikelola oleh manusia itu sendiri. Di sisi lain masalah yang dihadapi oleh industri kue kering yaitu kemampuan mana jemen usaha yang bisa dikatakan belum profesional. Seperti dalam pengolahan pemb ukuan keuangan, kebanyakan mereka belum bisa mengatur yang mana modal, harta, pe masukan dan pengeluaran sehingga membuat mereka bingung. Selain itu, keterampila n dalam menggunakan alat dan pengetahuan tentang teknologi masih kurang. Sehingg a produk yang dihasilkan masih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan menggunaka n alat yang lebih modern yang produksinya jauh lebih banyak jumlahnya dan lebih menarik. B. Pendekatan Masalah Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pad a ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. Manusia merpakan faktor penentu dalam kemajuan zaman. Hal tersebut h arus diakui karena perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikiran m anusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Di bidang ekono mi dan bisnis, hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaan u ntuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan tersebu t terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Oleh karena itu, faktor manus ia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusahaan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha. Ruang lingkup sumber daya manusia, tugas manajemen sumber daya manusia berkisar

Mengadakan pameran promosi dalam rangka pemasaran produk industri untuk menun jang struktur daerah antara lain mampu bersaing dengan produk luar dengan harga yang wajar dan stabil c. Simpulan Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pad a ruang lingku[p karyawan. SEdan gkan persfektif mikro adlah perencanaan pengorganisasian. pemberian kompensasi. Pengenalan teknologi tepat guna e. dan mikro. Persfektif internasional atau makro adalah pengembangan atau pemamfaatan personil(pegawai) sebagai pencapaian yang efektif mengenai sasa ran-sasaran dan tijuan-tujuan individu. Di bidang ek onomi dan bisnis. Diharapkan kepada Disperindag untuk lebih serius dalam melayani dan memberika n informasi kepada IKM. pejabat dan aparatur .pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefek tif mungkin sehingga diperoleh sumber daya manusia yang puas( satified) dan memu askan ( satifactoty) bagi organisasi. nasi onal/ makro.1999. manajer dan tenaga kerja lainnya untu k dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. pengembangan. BAB III PENUTUP A. Analisi Usaha Kecil dan Menengah. Terdapat tiga persfektif utama dalam penge mbangan manajemen sumber daya manusia ini. Manajemen Sumber Daya Manusia. C. faktor ma nusia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusah aan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha B. nasional dan internasional. Hal tersebut harus diakui karenana perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikira n manusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Diharapkan kepada pelaku industri IKM supaya rajin mengikuti apabila ada pela tihan-pelatiahan tentang sumber daya manusia atau sejenisnya. Pemantapan aparatur c. ormas. CV Andi Offset: Yogyakarta . organisasi dan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA Jackson Susan. Oleh karena itu. Menyiapkan program operasional pada masing-masing didang b. Meningkatkan manajemen sumber daya manusia bagi pekerja. e. yakni persfektif internaasional. buruh. pengintegra sian pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai kebut uhan indivudu. Mengadakan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun industri terkait lainny a. 2. Saran 1. Meningkatkan pelayanan pada tingkat dunia usaha d. Menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan motovasi melalui program Achivement Mo tivation Training (AMT) f. Masalah Internal a. Mengupayakan kelancaran arus barang dan bahan keperluan pokok dan strategis y ang ditopang dengan sarana dan prasarana secara lintas sektoral b. pengarahan dan pengawa san kegiatan-kegiatan pengadaan. Memperbaiki sisi mutu produk industri agar dapat bersaing dengan produk dari luar 2. Peningkatan informasi tentang peluang pasar maupun potensi yang berpeluang ek spor kepada dunia usaha dan investor d. Manusia merpakan factor penentu dalam kemajuan zaman. Masalah Eksternal a. hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaa n untuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan ters ebut terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. pegawai. 2007. Erlangga: Jakarta Adi Kwartono. Pemecahan Masalah 1.

12:372). Hal ini terlihat misalnya pada penggunaan bahasa pad a waktu mencipta suatu hasil karya. Kompas dan Media Indones ia. banyak bahasa-bahasa slank (pergaulan) yang menjadi bahasa pengantar dalam ti ap rubrik ataupun kolom-kolom yang ada pada media cetak tersebut. Dalam menciptakan ha sil karya itu orang dengan sengaja mencari. dan menemukan konstruksi . Era teknologi dan informasi saat ini telah mempermudah kita untuk mendapatkan be rbagai macam informasi yang kita perlukan. 1. Namun. Dengan kat a lain. Dengan adanya internet kita dapat men dapatkan informasi dalam hitungan detik. Penggunaan huruf kapital. 2:36) yang mengatakan bahwa Pikiran membentuk bahasa dan membentuk diri lantaran bahasa . sebuah tayangan stasiun swasta sep erti MTV. Ekspresi ini sudah tersusun dalam pola-pola dan formula-formula tertentu. kesalahan dalam penggunan bahasa Indonesia masih banyak kita temukan.2 Tujuan dan Ruang Lingkup Penelitian bertujuan meneliti kenyataan penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa oleh masyarakat kaum terpelajar dan kaum jurnalis. bahasa erat hubungannya dengan berpikir. Sebagai bahan penelitia n diambil sebagai sample tajuk rencana Koran Republika. Hal ini sesuai pula dengan pendapat Dela kroi (dalam Chauchard (1976. media yang merupakan sarana bela jar dan informasi masih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang tidak sesuai de ngan kaidahnya. ada dua macam bentuk penggunaan bahasa. penulisan k ata. XXVI. Kita dapat lihat di televisi. c. yakni pemakaian huruf kapital. Dan penggunaan tanda baca. 1. bahasa dan berpikir berkembang bersama-sama sehingga sukar memperkatakan soal bahasa ta npa menyebut soal berpikir dan pikiran. dimana bahasa Indonesia telah dicampuradukkan dengan bahasa asing. antara lain : a. secara resmi dijadika n bahasa negara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bab XV Pas al 36. terutama media massa. membentuk. hingga saat ini bahasa Indonesia oleh masyarakat pemakainya masih banyak yang belum menuruti syarat-syarat penggunaan bahasa yang baik dan b enar. Jenis penguasaan seperti ini terdapat dalam penguasa an bahasa kebanyakan orang dalam bahasa ibunya. dan sudah mendarah daging baginy a. Yang dimaksud dengan yang pertama ialah penguasaan bahasa dengan ekspresi otomatis yang telah dipelajari dan dikuasai sejak kecil. Menurut Jakson. baik media cetak maupun media elektronik. Setelah kemerdekaan Indonesia. Penulisan kata. Dengan demiki an.3 Kerangka Teori Bahasa (kata) berupa lambang dari rangkaian bunyi-bunyi yang diartikulasikan. makalah dan sejenisnya. Se bagai dasar kajian saya dalam penelitian ini ialah kesalahan penggunaan bahasa d alam aspek ejaan. Klisen ya sudah ada dalam pikiran.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Melayu semenjak Kongres Pemuda 28Oktober 1928 telah diangkat dan naik ked udukannya menjadi bahasa persatuan/nasional. baha sa Indonesia yang diangkat dan berasal dari bahasa Melayu. seh ingga maksud dan maknanya sudah tidak jelas lagi. Jenis yang kedua terdapat pada penguasaan bahasa yang dikehendaki dan direkayasa yang sifatnya intelektual. dan pemakaian tanda baca. Dengan batasan pada bulan juni 2007 yaitu edisi minggu ke-3 tiap harinya. yakni penggunaan bahasa dengan batas-batas tertentu dan penggunaan bahasa dengan usaha sendiri (dalam Ch auchard 1977. penulis mencoba untuk mengamati kesalaha n penggunaan bahasa Indonesia khususnya dalam media cetak. b. Media cetak pun tak ketinggala n. Menurut Affandi (1971:218). Dengan latar belakang masalah tersebut. dan penulis fokuskan kepada permasalahan pada aspek ejaan. Akan tetapi. XXVI.Contoh Paper BAB 1 PENDAHULUAN 1. Ka ta adalah abstraksi dari benda-benda atau segala sesuatu yang ada.

kualitatif maupun kuant itatif. Dia kurang sadar akan kesalahan tersebut karena frasa-frasa otomatis yang telah dikuasainya sejak kecil dari bahasa ibuny a lebih dominan dan terlalu mempengaruhi keadaan berbahasanya. hin gga saat ini ternyata masih terdapat kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa tersebut. b. Namun. 1. dan teran g. misalnya penggunaan huruf kapital. Seperti telah dikemukakan pada bagian pendahuluan. Dia kurang tahu d an kurang mengerti tentang kesalahan yang telah diperbuatnya karena daya intelek tual penguasaan bahasanya yang kurang sehingga menyebabkan kegiatan berpikirnya dan berbahasa tidak sinkronis. akan diadakan pengamatan terhada p sumber data yang ada hubungannya dengan topik yang akan diteliti. kemudian diklarifikasi sesuai dengan topik yan g akan diteliti. Pengulangan kesal ahan terjadi karena kekurangsadaran dan kekurangtahuan si penulis berita tersebu t tentang kesalahan yang diperbuatnya. secar a tidak sadar pemakai bahasa atau kaum jurnalis menggunakan bahasa yang memperli hatkan penyimpangan dan kesalahan tata bahasa. dari hari senin sampai d engan minggu. 1. p enulisan kata.frasa. juga kurang berdisiplinan mereka dalam menggunakan menggunakan bahasan ya. Data-data ya ng relevan dengan topik penelitian dikumpulkan dan dicatat. bentuk . Data menunjukkan bahwa terdapat kesalahan-kesalahan pada pemakaian ejaan. baik pada media elektronik maupun media cetak. harian Media Indonesia. Penyimpangan itu dapat terjadi pa da struktur ejaan. Kekurangcermatan berbahasa ini semua. dan peristiwa sehari-hari dengan menggunakan alat komunikasi bahasa. Berdasarkan alasan-alasan di atas. Data-data yang sudah terklarifikasi ini lah yang menjadi bahan analisis. Penggunaan bahasanya dapat dianggap baku. jelas. disamping disebabkan oleh kaum jurnalis banyak yang masih kurang terampil berbahasa Indonesia yang baik d an benar. serta baik dan benar. Golongan pembacanya pada umumnya berasal dari lapisan masyarakat golong an menegah ke atas. yakni pemakaian huruf kapital. Bahkan kesalahan tersebut dapat terjadi secara berulang-ulang. harian yang dipilih sebagai sumber data ialah harian Republika. dan pemakaian tanda baca. BAB 2 KESALAHAN PENGGUNAAN UNSUR EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM MEDIA MASSA CETAK Media massa adalah salah satu sarana pengungkapan buah pikiran (ide). harian Kompas. Slip-slip yang berisi data-data. dan penggu naan tanda baca. hal itu diduga ant ara lain karena penulis berita atau redaktur media massa merupakan individu-indi vidu yang dwibahasawan. sering kali terjadi. dan masing-masing hari an diambil dari terbitan minggu ke III bulan juni 2007. kejadian. pengumpulan data dila kukan dengan cara mencatat kalimat demi kalimat pada secarik kertas berupa slip. dan mengkombinasikannya dengan frasa-frasa yang telah terekam dalam benak nya sehingga dapat digunakan membentuk buah pikiran yang luwes. baik secara deskrippsi. penulisan kata. Jumlah pembacanya meliputi sebagian masyarakat.5 Sumber Data dan Pemilihan Sampel Yang digunakan sebagai sumber data untuk bahan penelitian ini ialah buku-buku. yakni masalah kesalahan ejaan. Karena data yang dip ilih untuk bahan analisis berupa tajuk rencana dari koran. Rubrik tajuk rencana ini dianggap mempunyai tingkatan yang tinggi dalam penggunaan bahasa Indonesia. Sebelum tahap pengumpulan data. Namun.4 Metode dan Teknik Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini didahului dengan stud i pustaka dengan menelaah buku dan makalah yang berisi tulisan/ulasan tentang ba hasa pers dan hal-hal yang bersangkut-paut dengan penggunaan bahasa Indonesia ka um jurnalistik. P emilihan buku sebagai sample dilakukan secara purposif berdasarkan anggapan bahw a buku itu merupakan buku yang a. Adapun topik yang dipilih sebagai pencarian sumber data ialah tajuk rencana. c.

seperti pada kalimat-kalimat berikut. Dalam bab ini akan disajikan temuan tent ang kesalahan pemakaian ejaan atau ketidaktaatan penerapan kaidah ejaan. kalau kita kaji lebih dalam sasaran perjuangan Kartini . Sesua i dengan kaidah ejaan. Lain halnya dengan bentuk sering kali. Berikut ini adalah contoh penulisan yang benar. (1a) Sementara itu. penulisan kata. bilamana. oleh ketidakkonsistenan penerapan kaidah ejaan. dan struktur kalimat. 2. sedangkan penulisan sering kali pada contoh kalimat (2) dipisahkan atau tidak diserangkaikan. Pada kalimat (2). Sebaliknya huruf awal nama jenis ditulis dengan huruf ka pital. Berikut ini saya sajikan kasus-kasunya. antara lain . (2) disaksikan oleh Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB). maka pengaturan lalu lintas untuk pemudik di lakukan dengan lebih cermat. Sebaliknya. D . huruf kapital dipakai pada huruf awal setiap kata dalam judul tulisan. uns ur kedua pada bentuk ulang nama badan (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak ditulis dengan huruf kapital. Demikian juga bentuk tahun anggaran pada contoh kalimat ( 1) seharusnya ditulis dngan hurf kapital karena tahun anggaran yang dimaksud pad a konteks tertentu (2007/2008) dan merupakan nama diri. kata banteng pada contoh kalimat (3) adalah nama jenis yang penulisannya seharusnya dengan h uruf kecil saja.2 ton. Pemakaian huruf kapital pada penulisan semua kata awal paragraf itu diduga berk aitan dengan penciptaan identitas surat kabar tersebut. 2. TETAPI. sebagai media m assa yang baik. Berikut ini adalah beberapa contoh kesalahan tersebut.dan pilihankata. Menurut kai dah EYD. atau karangan berikutnya adalah pemakaian huruf awal nama diri yang dit ulis dengan nama kecil. BELAJAR dari pengalaman tahun lalu. penulisan bentuk dasar yang berupa gabungan kata hanya ji ka pendapat awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung meng ikutinya. . manakala.2 Penulisan Kata Kesalahan penulisan kata. sedangkan jika hanya mendapat akhiran saja seperti kata garis bawahi h arus ditulis terpisah. dan pemakaian tanda b aca. (2a) disaksikan oleh Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PB B). seharusnya mereka tidak menciptakan sesuatu yang terlalu menyimp ang dari kaidah penulisan karena pemakaian huruf kapital seluruhnya. antara lain. . berkaitan dengan penulisan kata pe rtama pada awal paragraf. Hal ini disebabkan. antara lain. dan barangkali. Padahal. acapkali. lem baga pemerintahan dan ketatanegaraan.2 ton. (3) Mereka mengharapkan partai berlambang Banteng itu akan benar-benar me ndengus . (1) Yang harus kita garisbawahi pada kesempatan ini adalah (2) Petugas polisi dan keamanan Australia sering kali bertingkah dan ber tindak Pada contoh kalimat (1) penulasn garisbawahi diserangkaikan. baik kata turunan maupun gabungan/kata masih terdapat dalam media massa walaupun tidak telalu banyak. serta dokumen resmi. Misalnya : LIBUR sekolah ajaran ini baru saja kita ketahui. (3a) Mereka mengharapkan partai berlambang banteng itu akan benar-benar mend engus . artikel. padahal. bentuk ini harus d itulis serangkai dengan gabungan kata tersebut sudah dianggap padu benar seperti halnya kata bagaimana. Kesalahan penulisan kata masih kita jumpai. Salah satu butir kaidah ejaan menyatakan bahwa huruf kapital dipakai sebagai hur uf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. perkiraan import beras alternatif dalam tahun anggara n 2007/2008 adalah sehitar 3. Data memperlihatkan bahwa kata-kata pertama sering dit ulis seluruhnya dengan huruf kapital. tampak pada pemakaian huruf capital. baik pada Koran Kompas maupun pada Koran R epublika dan Media Indonesia.1 Pemakaian Huruf Kapital Masalah pemakaian huruf kapital. (1) Sementara itu. perkiraan import beras alternatif dalam Tahun Anggaran 2007/2008 adalah sehitar 3.

Jadi. menyangkut perihal Dalam contoh kalimat (3) (5) bentuk di merupakan kata depan. Penghilangan Tanda Koma pada Keterangan Tambahan Penghilangan tanda koma pada keterangan tambahan seperti terdapat ada kalimat be rikut. Dibawah ini adalah uraiannya satu per s atu.3. (1) Senin lalu. pe nulisan yang sesuai dengan kaidah ejaan adalah sebagai berikut. Menteri Komunikasi dan Informatika DR. (1a) Yang harus kita garis bawahi pada kesempatan ini adalah (2a) Petugas polisi dan keamanan Australia seringkali bertingkah dan bertin dak Kekeliruan atau kesalahan penulisan kata depan atau preposisi masih juag terdapa t dalam media massa.3 Pemakaian Tanda Baca Kesalahan atau kekeliruan pemakaian tanda baa.2 Pemakaian Tanda Koma Kesalahan pemakaian tanda koma adalah kesalahan yang cenderung tinggi ditemukan dalam data media cetak.ibawah ini adalah contoh penulisan yang benar. bukan awalan. 1. M. di lain pihak. 2. seperti pada kalimat-kalimat berikut. menyangkut perihal 2. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata. Sebelum anak kalimat da n sebagai penyulih konjungsi bahwa. oleh ketidak konsistena n dalam penerapan kaidah tanda baca atau sebagai akibat pengaruh ragam bahsa lis an. dilain pihak. . keterangan aposisi. Pia Alisjahbana dalam televisi belum lama ini 2. Jadi. SC mengigatkan kepada (2) Dalam Konteks ini.3. penulisan setiap unsur singkatan gelar akademik harus denga n tanda titik dan antara satu gelar dengan gelar lainnya diikuti spasi. penulisan kata depan pada kata-kata dalam kalimat tersebut harus dipis ahkan dari kata yang mengikutinya. Presiden sebagai kepala pemerintahan (5a) di antaranya.1 Pemakaian Tanda Titik Data menunjukkan bahwa kesalahan atau kekeliruan pemakain tanda titik terdapat p ada penulisan gelar akademik seperti pada kata-kata berikut. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata. SH menyatak an (3) Mimbar Dra Pia Alisjahbana dalam televisi belum lama ini Penulisan gelar akademik pada ketiga kalimat (1) (3) tidak sesuai dengan kaidah ej aan. khususnya pulau jawa (4a) Namun. tanda koma. ungkapan penghubung intrakalimat. kesalahan pemakaian tanda koma juga terdapat did alam struktur kalimat majemuk. Selama 25 Tahun pada kalimat diatas merupakan frasa keterangan tambahan. penulisan yang benar adalah sebagai ber ikut. (3) disamping harga minyak goreng yang naik di seluruh wilayah Indonesia khususnya pulau jawa (4) Namun. meliputi pemakaian t anda titik. Menteri Komunikasi dan Informatika DR. (3a) di samping harga minyak goreng yang naik di seluruh wilayah Indonesia. S.) Penghilangan Tanda Koma A. yaitu dua kalimat setara. Menurut . Sc . dan ungkapan penghub ung antar kalimat. bagian terakhir kalimat yang mengandung rincian.H. Muhammad Nuh. Dibawah ini akan paparkan kesalahan-kesalaha n pemakaian tanda baca koma. Setelah itu. Data yang ditemukan menunjukkan bahwa kesalahan tersebut tampak pada pemakaian t anda koma untuk keterangan tambahan. menyatak an (5a) Mimbar Dra. (3a) Senin lalu. (1) Impian panjang mereka selama 25 tahun kini menjadi nyata. Menurut kaidah. antara lain. M. dan tanda pisah. antara lain.mengigatkan kepada (4a) Dalam Konteks ini. Oleh ka rena itu. Hal ini disebabkan. Presiden sebagai kepala pemerintahan (5) di antaranya. Muhammad Nuh.

yaitu Ketua M ahkamah Agung (MA) menurut kaidah ejaan. diapit oleh tanda koma. P enambahan tanda koma di antara unsur subjek dan predikat. Berikut penulisan yang benar. Menurut kaidah ejaan. Berikut ini adalah contoh penghilangan t nda koma pada ungkapan penghubung antarkalimat. sesuai kaidah ejaan. tetapi mutu akademiknya rendah. Penulisannya yang benar adalah sebagai berikut. penulisan frasa keterangan tambahan seperti itu sebaiknya diapit oleh tanda koma sehingga penulisannya tampak pada kalimat dibawah ini. Penambahan Tanda Koma pada Dua Klausa Setara Penambahan tanda koma di antar dua klausa setara terdapat pada pemakaian bahasa Indonesia di media surat kabar. Me nurut kaidah ejaan. (2) Ketika itu. Dalam cont oh tersebut tidak ada tanda koma sebelum penghubung intrakalimat tersebut. pemakaian ungkapan penghubung intrakalimat. Sesuai dengan kaidah ejaan. Contoh tersebut mengandung ungkapan penghubung intrakalimat dan. Penghilangan Tanda Koma pada Ungkapan Penghubung Intrakalimat Ketidakkonsistenan pemakaian tanda koma sebelum ungkapan penghubung intrakalimat tamapak pada contoh berikut. (3a) Bahkan. B. pemakaian tanda koma dalam konteks ini tidak benar (harus di buang). B. sebelum kata tetapi diberi tanda koma sehingga penulisan yang benar sebagai berikut. tampak pada kalimat b erikut ini. (6) Cara mengatasinya adalah dengan meninjau ulang semua peraturan yang ada. (4) Penampilan luarnya amat mengesankan tetapi mutu akademiknya rendah. Penghilangan Tanda Koma pada Keterangan Aposisi Penghilangan tanda koma pada keterangan aposisi. ada yang sama sekali tidak menghiraukan lagi D. penulisan ungkapan pe nghubung antar kalimat harus diikuti tanda koma. (2a) Ketika itu Bagir Manan. 2. misalnya. seperti pada contoh. Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing pada contoh ka limat berfungsi sebagai subjek kalimat yang berupa frasa nominal yang panjang. Penghilangan Tanda Koma pada Ungkapan Penghubung Antarkalimat Kasus penghilangan tanda koma pada ungkapan penghubung antarkalimat sangat tingg i frekuensi pemakaiannya di dalam data. (5) Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing. Oleh karena itu. Ketua Mahkamah Agung (MA) melaporkan kepada Pr esiden C. Tanda koma sebelu . yaitu bahkan yangdisaj ikan tanpa diikuti tanda koma. (4a) Penampilan luarnya amat mengesankan.kaidah ejaan. Perbaikannya se perti terlihat pada kalimat dibawah ini. Ungkapan penghu bung itu berfungsi menghubungkan dua klausa yang mengikutinya. (1a) Impian panjang mereka selama 25 tahun kini menjadi nyata. Penambahan Tanda Koma Sebelum Unsur Predikat Data juga memperlihatkan bahwa penambahan tanda koma di antara unsur subjek dan predikat merupakan masalah yang lain pula sehubungan denagn tanda koma terutama apabila slah satu atau kedua unsur tersebut berupa frasa nomina panjang. pada contoh kalimat dan bagian kalimat berikut i ni. k emungkinan akibat pengaruh ragam bahsa lisan yang dimaksud dengan tanda jeda. dan memperbaikinya. seperti tetapi terdapat pada kalimat majemuk setara harus didahului oleh tada koma. Bagir Manan Ketua Mahkamah Agung (MA) melaporkan kepada Presiden Contoh tersebut adalah kalimat yang mengandung keterangan aposisi.) Penambahan Tanda Koma A. (3) Bahkan ada yang sama sekali tidak menghiraukan lagi Kalimat yang mengandung ungkapan penghubung antarkalimat. justr u sering gagal menata hubungan harmonis diantara mereka sendiri. (5a) Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing justru sering gagal menata hubungan harmonis diantara mereka sendiri.

Penambahan Tanda Koma Sebelum Anak Kalimat Contoh data berikut merupakan contoh kasus yang lain sehubungan dengan kesalahan pemakaian tanda koma. yaitu untuk diletakkan di antara dua bilangan yang bermakna sampai dengan . Jadi. (1a) Rakernas itu berlangsung tanggal 21--23 Mei lalu di Jakarta dan (2a) Peningkatan setiap tahunnya rata-rata 5.4 Pemakaian Tanda Petik Contoh di bawah ini mengandung kesalahan pemakaian tanda petik. apabila terdapat lebih dari dua klausa yang d ihubungkan. Perhatikan contoh berikut : (8) Dalam keterangannya kepada pers. kedua contoh bagian kalimat itu kekurangan satu buah tanda hubung. bol eh dipakai untuk konteks makna sampai dengan . Kalimat berikut merupakan kalimat majemuk bertingkat. tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalima t jika anak kalimat itu mengikuti induknya. tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.3. (8a) Dalam keterangannya kepada pers. Sebaliknya. penulisan yang benara adalah sebagai berikut. tanda koma tersebut harus disunting. Den gan demikian.. (0a) Rakernas itu berlangsung tanggal 21 23 Mei lalu di Jakarta dan (1a) Peningkatan setiap tahunnya rata-rata 5. (7) MOU ini dipandang telah menguntungkan Indoesia. Menurut kaidah ejaan. Hanya saja. Presiden dengan tegas membantah pendapat Presiden dengan tegas membantah pendapat pada contoh merupakan klausa anak kalim at dari bagian kalimat itu. (6a) Cara mengatasinya adalah dengan meninjau ulang semua peraturan yang ada d an memperbaikinya. Sebagai kalimat majemuk bertingk at. penulisan yang bena r adalah sebagai berikut.3. Dalam contoh terdapat pemakaian tand a koma diantara anak kalimat karean Indonesia mendapat . Mak sud pemakaian tanda pisah tersebut sudah benar. tanda koma perlu dicantumkan. pemakaian ata u penambahan tanda koma tersebut tidaklah sesuai dengan kaidah ejaan.2007 Contoh tersebut adalah bagian kalimat yang di dalamnya terdapat tanda pisah. pengetikan tanda pisah dalam konteks itu harus dinyatakan dengan dua buah tanda hubung. C. an ak kalimat yang mengikuti induk kalimat tidak dipisahkan tanda koma. karena Indonesia mendapa t Contoh kalimat diatas berpola induk kalimat diikuti anak kalimat.m ungkapan penghubung dan tersebut sebaiknya dihilangkan karena hanya ada dua kl ausa yang dihubungkan. Seperti yang dinyatakan dalam buku pedoman ejaan. Menteri Sekretariat Negara Hatta Rajasa mengemukakan bahwa Presiden dengan tegas membantah pendapat 2. Data seperti itu sangat tinggi frekuensi pemakaianny dalam medi a cetak. Oleh karena itu. Jadi. Menurut kaidah pula tandapisah (--). Menteri Sekretariat Negara Hatta Rajasa mengemukakan. tanda koma yang terdapat pada contoh rupanya berfungsi sebagai penyu lih konjungsi bahwa pada anak kalimat tersebut. Oleh karen a itu.5% selama tahun 2006--2007 2.. Berikut ini adalah penulisan yang be nar. penulisan nya yang benar adalah sebagai berikut. kehadiran konjungsi bahwa sebelum anak kalimat justru wajib. (7a) MOU ini dipandang telah menguntungkan Indoesia karena Indonesia mendapat 3. Sehubungan dengan itu. cara menyatakannya tidak be nar.5% selama tahun 2006 .. (1) Pada kesempatan lainnya Ketua Komisi B DPRD DKI itu pernah mengungka pkan. yang panjangnya dua kali tanda hubung. adalah keliru jika Perda DKI dalam hal ini berhitung untung rugi (2) bahwa pemerintah seakan-akan ingin membuldoser atau mencekoki DPR deng . Sesuai dengan kaidah ejaan.3 Pemakaian Tanda Pisah Kesalahan pemakaian tanda pisah yang bermakna sampai dengan masih juga terdapat da lam media massa cetak walaupun jumlahnya masih sedikit.) Tanda Koma Sebagai Penyulih Konjungsi Bahwa Didalam penelitian ini ditemukan pula pelesapan konjungsi bahasa yang disulih de ngan tanda koma. Denagn demikian.

c. pemakaian tanda petik pada bagian kalimat itu tidak benar. l. Penulisan kalimat lansung ditulis seolah-olah kalimat tidak langsung. i) terjadi penggunaan penggunaan tanda k oma yang salah pada kalimat sebelum unsur predikat. m. dan pe makaian tanda baca. . d. g. f. Kompas. Adalah keliru jika Perda DKI dalam hal ini berhitung untung rugi (2a) bahwa pemerintah seakan-akan ingin membuldoser atau mencekoki DPR deng an RUU-RUU yang diajukannya. Diuga gaya penulisan yang salah ini berkaitan dengan pencipt aan identitas secara spesifik surat kabar bersangkutan. Hal ini mungkin akibat pengaruh ragam bahasa lisan yang disamakan dengan t anda jeda. b. tanda petik digunakan un tuk mengapit kata asing buldoser. seharusnya mereka tidak menciptakan sesuatu yang terlalu menyimp ang dari kaidah penulisan karena penggunaan huruf kapital seluruhnya yang tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia. ternyata masih banyak memperlihatkan kesalahan . Jadi. Tidak digunakan tanda koma pada keterangan aposisi.an RUU-RUU yang diajukannya. Sebaliknya. Sebaliknya. Berikut ini saya utarakan beberapa hal yang berupa kesimpulan dari penelitian te rsebut. tetapi penyajiannya tidak men ggunakan tanda petik. berikut dari segi pemakaian. Penghilangan tanda koma terdapat juga pada (sebelum) rincian terakhir . i. Pengetikan tanda pisah ditulis dengan hanya satu tanda hubung dan denga n spasi. Hal yang sama juga terjadi (sebelum) kata ungkapan penghubung intrakali mat. terdapat kekeliruan besa r tidak tampilnya tanda petik tersebut karena hal itu dapat ditafsirkan sebagai kalimat jurnalis (bukan kalimat narasumber). hu ruf awal nama jenis ditulis huruf kapital. Penulisan kata pertama pada awal paragraph banyak ditulis dengan huruf kapital seluruhnya. pada aspek ejaan yang meliputi pemakaian huruf kapital. Lain halnya dengan data pada contoh bagian kalimat (2). Penghilangan tanda koma juga sangat tinggi frekuensinya pada (sesudah) ungkapan pengantar penghubung. j. Pemakaian tanda koma yang salah terdapat juga pada (sebelum) anak kal imat. e. e. Sesuai dengan kaidah ejaan . Pemakaian tanda koma yang salah juga terdapat sebagai peyulih konjungsi b ahwa. Pembubuhan tanda koma yang salah terdapat diantara unsur subjek dan pred ikat. (1a) Pada kesempatan lainnya Ketua Komisi B DPRD DKI itu pernah mengungkapk an. k. kalimat langsung itu harus disajikan dengan menggunakan tanda petik seperti pa da perbaikan kalimat (1a). Tidak digunakan tanda koma sebagai pengapit keterangan sisipan. Di dalam bukum pedoman ejaan dinyatakan bahwa tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. a. dari butir (h. sebagai media m assa yang baik. Huruf awal nama diri ada yang ditulis dengan kuruf kecil. BAB 3 KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian yang telah penulis lakukan pada Koran Republ ika. penulisan kata. ya ni dengan menghilangkan tanda petik pada awal dan akhir kalimat. h. P enulisan yang benar adalah menghilangkan tanda petik dan merangkaikan imbuhan me m. Padahal. Pada contoh kalimat (1) terdapat kalimat langsung. Kesalahan penyajian kalimat langsung itu menimbulkan kesan seakan-akan kalimat itu menjadikalimat tak langsung. dan Media Indonesia.dengan kata buldoser menjadi satu kata seperti pada perbaikan bagian kalimat (2a) berikut.

1991. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : P usat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. M. Jakarta : Pu sat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. .Mudah-mudahan kesimpulan penulis dapat memberikan manfaat untuk perbaikan media massa cetak dalam penggunaan ejaan yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Sehingga kesalahan-kesalahan serupa tidak terulang la gi. Handout Mata Kuliah Bahasa Indonesia. 2007. Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Berita Radio. Bahasa Indonesia sebagai Sarana Komunikasi. Slamet. 1991. Astrid S. Jakarta : Pusat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. Peningkatan Kualitas Bahas Media Massa. Dra. Da n khususnya kita sebagai mahasiswa sebagai pengguna sekaligus pemerhati pengguna an bahasa Indonesia untuk lebih disiplin dan kritis dalam penggunaan bahasa Indo nesia yang baik dan benar. Darius.Hum. Rusmiati. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Umari. Jakarta : STIA LAN. DAFTAR PUSTAKA Djabarudi. Susanto.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful