Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Contoh Paper Kuliah Bidang Ekonomi Persaingan di era globalisasi mengarah pada s emakin ketatnya persaingan di sektor industri. Daya saing tidak lagi ditentukan oleh keberadaan kekayaan alam, modal, atau aset berwujud, melainkan juga berdasa rkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan yang matang, penguasaan pengetahua n dan teknologi, dan pola, metode serta proses kerja yang yang berdaya dan berha sil guna. Bicara tentang sumber daya manusia tentu tidak lepas dari manusianya sendiri bes erta dengan atribut-atributnya uniknya dari aspek fisik hingga aspek psikologis. Satu hal yang paling menonjol dari manusia adalah makhluk yang komunol, dimana setiap individu selalu membutuhkan individu yang lain untuk saling berinteraksi. Karenanya, pengembangan industri nasional khususnya Industri Kecil Menengah(IKM) perlu memperhatikan dimensi pembangunan inovasi manajemen dan teknologi, pemban gunan infrastruktur ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu dengan komitmen seluruh pemangku kepentingan di sector industri. B. Rumusan Masalah 1. Masalah-masalah dalam industri pembuatan kue kering 2. Bagaimana mengatasi masalah dalam industri kue kering? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui masalah-masalah dalam industri pembuatan kue kering 2. Untuk mengetahui langkah-langkah mengatasi masalah dalam industri pembuatan k ue kering. BAB II PEMBAHASAN A. Masalah-Masalah Dalam Industri Kue Kering Kue kering merupakan hasil olahan industri yang bisa dikatakan maju di daerah SI DRAP dan banyak disukai oleh masyarakat. Meskipun kue kering banyak disukai kons umen namun kue kering ini masih banyak tidak dikenal para konsumen karena kurang nya perhatian dari pihak terkait untuk membantu mengembangkannya sehingga indust ri kue kering pun bisa dikatakan belum bisa menembus pasar luar hanya bersifat l ocal oleh produsen. Selain masalah tersebut masalah yang dihadapi produsen lebih banyak berurusan de ngan kemamapan sumber daya manusia dalam mengelola kue kering Sumber daya manusi a merupakan faktor sentra dalam suatu industri. Padahal apa pun bentuk serta tuj uannya suatu industri dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan pelaksanaan misinya diurus dan dikelola oleh manusia itu sendiri. Di sisi lain masalah yang dihadapi oleh industri kue kering yaitu kemampuan mana jemen usaha yang bisa dikatakan belum profesional. Seperti dalam pengolahan pemb ukuan keuangan, kebanyakan mereka belum bisa mengatur yang mana modal, harta, pe masukan dan pengeluaran sehingga membuat mereka bingung. Selain itu, keterampila n dalam menggunakan alat dan pengetahuan tentang teknologi masih kurang. Sehingg a produk yang dihasilkan masih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan menggunaka n alat yang lebih modern yang produksinya jauh lebih banyak jumlahnya dan lebih menarik. B. Pendekatan Masalah Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pad a ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. Manusia merpakan faktor penentu dalam kemajuan zaman. Hal tersebut h arus diakui karena perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikiran m anusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Di bidang ekono mi dan bisnis, hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaan u ntuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan tersebu t terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Oleh karena itu, faktor manus ia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusahaan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha. Ruang lingkup sumber daya manusia, tugas manajemen sumber daya manusia berkisar

Persfektif internasional atau makro adalah pengembangan atau pemamfaatan personil(pegawai) sebagai pencapaian yang efektif mengenai sasa ran-sasaran dan tijuan-tujuan individu. nasi onal/ makro. 2. CV Andi Offset: Yogyakarta . hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaa n untuk mrngikuti laju perkembangan dan laju kepekaan perusahaan-perusahaan ters ebut terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. pegawai. Di bidang ek onomi dan bisnis. pengembangan. e. pengintegra sian pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai kebut uhan indivudu. Menyiapkan program operasional pada masing-masing didang b. BAB III PENUTUP A. manajer dan tenaga kerja lainnya untu k dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang ditentukan. Manusia merpakan factor penentu dalam kemajuan zaman. faktor ma nusia dalam perusahaan harus dikelola baik untuk menunjang produktivitas perusah aan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha B. Manajemen Sumber Daya Manusia. C. Diharapkan kepada Disperindag untuk lebih serius dalam melayani dan memberika n informasi kepada IKM. Oleh karena itu. ormas. Pemantapan aparatur c.pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefek tif mungkin sehingga diperoleh sumber daya manusia yang puas( satified) dan memu askan ( satifactoty) bagi organisasi. Diharapkan kepada pelaku industri IKM supaya rajin mengikuti apabila ada pela tihan-pelatiahan tentang sumber daya manusia atau sejenisnya. Simpulan Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pad a ruang lingku[p karyawan. Pemecahan Masalah 1. Terdapat tiga persfektif utama dalam penge mbangan manajemen sumber daya manusia ini. Pengenalan teknologi tepat guna e. nasional dan internasional. yakni persfektif internaasional.1999. buruh. dan mikro. Erlangga: Jakarta Adi Kwartono. Mengadakan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun industri terkait lainny a. Masalah Eksternal a. Analisi Usaha Kecil dan Menengah. pemberian kompensasi. Mengadakan pameran promosi dalam rangka pemasaran produk industri untuk menun jang struktur daerah antara lain mampu bersaing dengan produk luar dengan harga yang wajar dan stabil c. Saran 1. Meningkatkan pelayanan pada tingkat dunia usaha d. organisasi dan masyarakat. Hal tersebut harus diakui karenana perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikira n manusia untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri. 2007. DAFTAR PUSTAKA Jackson Susan. pejabat dan aparatur . Menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan motovasi melalui program Achivement Mo tivation Training (AMT) f. SEdan gkan persfektif mikro adlah perencanaan pengorganisasian. pengarahan dan pengawa san kegiatan-kegiatan pengadaan. Mengupayakan kelancaran arus barang dan bahan keperluan pokok dan strategis y ang ditopang dengan sarana dan prasarana secara lintas sektoral b. Meningkatkan manajemen sumber daya manusia bagi pekerja. Memperbaiki sisi mutu produk industri agar dapat bersaing dengan produk dari luar 2. Peningkatan informasi tentang peluang pasar maupun potensi yang berpeluang ek spor kepada dunia usaha dan investor d. Masalah Internal a.

Hal ini terlihat misalnya pada penggunaan bahasa pad a waktu mencipta suatu hasil karya. bahasa erat hubungannya dengan berpikir. Yang dimaksud dengan yang pertama ialah penguasaan bahasa dengan ekspresi otomatis yang telah dipelajari dan dikuasai sejak kecil. Media cetak pun tak ketinggala n. Klisen ya sudah ada dalam pikiran. terutama media massa. Dalam menciptakan ha sil karya itu orang dengan sengaja mencari. Se bagai dasar kajian saya dalam penelitian ini ialah kesalahan penggunaan bahasa d alam aspek ejaan. penulisan k ata. kesalahan dalam penggunan bahasa Indonesia masih banyak kita temukan. baik media cetak maupun media elektronik. Menurut Jakson. Kita dapat lihat di televisi. Dengan batasan pada bulan juni 2007 yaitu edisi minggu ke-3 tiap harinya. Setelah kemerdekaan Indonesia. Penggunaan huruf kapital. Kompas dan Media Indones ia. Dengan latar belakang masalah tersebut. antara lain : a. 12:372). Dengan kat a lain. sebuah tayangan stasiun swasta sep erti MTV. hingga saat ini bahasa Indonesia oleh masyarakat pemakainya masih banyak yang belum menuruti syarat-syarat penggunaan bahasa yang baik dan b enar. Ka ta adalah abstraksi dari benda-benda atau segala sesuatu yang ada. dan pemakaian tanda baca. Jenis yang kedua terdapat pada penguasaan bahasa yang dikehendaki dan direkayasa yang sifatnya intelektual. ada dua macam bentuk penggunaan bahasa. Sebagai bahan penelitia n diambil sebagai sample tajuk rencana Koran Republika. penulis mencoba untuk mengamati kesalaha n penggunaan bahasa Indonesia khususnya dalam media cetak. Penulisan kata. dimana bahasa Indonesia telah dicampuradukkan dengan bahasa asing. 1.2 Tujuan dan Ruang Lingkup Penelitian bertujuan meneliti kenyataan penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa oleh masyarakat kaum terpelajar dan kaum jurnalis.Contoh Paper BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1. media yang merupakan sarana bela jar dan informasi masih banyak menggunakan bahasa Indonesia yang tidak sesuai de ngan kaidahnya. makalah dan sejenisnya. secara resmi dijadika n bahasa negara sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. baha sa Indonesia yang diangkat dan berasal dari bahasa Melayu. Menurut Affandi (1971:218). Jenis penguasaan seperti ini terdapat dalam penguasa an bahasa kebanyakan orang dalam bahasa ibunya. Namun. seh ingga maksud dan maknanya sudah tidak jelas lagi. yakni pemakaian huruf kapital.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Melayu semenjak Kongres Pemuda 28Oktober 1928 telah diangkat dan naik ked udukannya menjadi bahasa persatuan/nasional. Akan tetapi. XXVI. c. dan sudah mendarah daging baginy a. dan penulis fokuskan kepada permasalahan pada aspek ejaan. Hal ini sesuai pula dengan pendapat Dela kroi (dalam Chauchard (1976. Dengan demiki an. Bab XV Pas al 36. XXVI. dan menemukan konstruksi . yakni penggunaan bahasa dengan batas-batas tertentu dan penggunaan bahasa dengan usaha sendiri (dalam Ch auchard 1977. Ekspresi ini sudah tersusun dalam pola-pola dan formula-formula tertentu. membentuk. 2:36) yang mengatakan bahwa Pikiran membentuk bahasa dan membentuk diri lantaran bahasa . Dengan adanya internet kita dapat men dapatkan informasi dalam hitungan detik.3 Kerangka Teori Bahasa (kata) berupa lambang dari rangkaian bunyi-bunyi yang diartikulasikan. Dan penggunaan tanda baca. b. Era teknologi dan informasi saat ini telah mempermudah kita untuk mendapatkan be rbagai macam informasi yang kita perlukan. banyak bahasa-bahasa slank (pergaulan) yang menjadi bahasa pengantar dalam ti ap rubrik ataupun kolom-kolom yang ada pada media cetak tersebut. bahasa dan berpikir berkembang bersama-sama sehingga sukar memperkatakan soal bahasa ta npa menyebut soal berpikir dan pikiran.

c.frasa. b. Jumlah pembacanya meliputi sebagian masyarakat. BAB 2 KESALAHAN PENGGUNAAN UNSUR EJAAN BAHASA INDONESIA DALAM MEDIA MASSA CETAK Media massa adalah salah satu sarana pengungkapan buah pikiran (ide). dan peristiwa sehari-hari dengan menggunakan alat komunikasi bahasa. Data-data yang sudah terklarifikasi ini lah yang menjadi bahan analisis. sering kali terjadi. Bahkan kesalahan tersebut dapat terjadi secara berulang-ulang. yakni pemakaian huruf kapital. P emilihan buku sebagai sample dilakukan secara purposif berdasarkan anggapan bahw a buku itu merupakan buku yang a. Rubrik tajuk rencana ini dianggap mempunyai tingkatan yang tinggi dalam penggunaan bahasa Indonesia. hin gga saat ini ternyata masih terdapat kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa tersebut. Penyimpangan itu dapat terjadi pa da struktur ejaan. harian Media Indonesia. dan pemakaian tanda baca. harian yang dipilih sebagai sumber data ialah harian Republika. disamping disebabkan oleh kaum jurnalis banyak yang masih kurang terampil berbahasa Indonesia yang baik d an benar. kemudian diklarifikasi sesuai dengan topik yan g akan diteliti. juga kurang berdisiplinan mereka dalam menggunakan menggunakan bahasan ya. 1. Sebelum tahap pengumpulan data. bentuk . Seperti telah dikemukakan pada bagian pendahuluan. Penggunaan bahasanya dapat dianggap baku. Dia kurang tahu d an kurang mengerti tentang kesalahan yang telah diperbuatnya karena daya intelek tual penguasaan bahasanya yang kurang sehingga menyebabkan kegiatan berpikirnya dan berbahasa tidak sinkronis. Namun. dan penggu naan tanda baca. serta baik dan benar.5 Sumber Data dan Pemilihan Sampel Yang digunakan sebagai sumber data untuk bahan penelitian ini ialah buku-buku. dan mengkombinasikannya dengan frasa-frasa yang telah terekam dalam benak nya sehingga dapat digunakan membentuk buah pikiran yang luwes.4 Metode dan Teknik Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini didahului dengan stud i pustaka dengan menelaah buku dan makalah yang berisi tulisan/ulasan tentang ba hasa pers dan hal-hal yang bersangkut-paut dengan penggunaan bahasa Indonesia ka um jurnalistik. jelas. 1. baik pada media elektronik maupun media cetak. Adapun topik yang dipilih sebagai pencarian sumber data ialah tajuk rencana. dan teran g. Data-data ya ng relevan dengan topik penelitian dikumpulkan dan dicatat. Berdasarkan alasan-alasan di atas. hal itu diduga ant ara lain karena penulis berita atau redaktur media massa merupakan individu-indi vidu yang dwibahasawan. p enulisan kata. dari hari senin sampai d engan minggu. kejadian. Pengulangan kesal ahan terjadi karena kekurangsadaran dan kekurangtahuan si penulis berita tersebu t tentang kesalahan yang diperbuatnya. dan masing-masing hari an diambil dari terbitan minggu ke III bulan juni 2007. harian Kompas. akan diadakan pengamatan terhada p sumber data yang ada hubungannya dengan topik yang akan diteliti. misalnya penggunaan huruf kapital. Kekurangcermatan berbahasa ini semua. Data menunjukkan bahwa terdapat kesalahan-kesalahan pada pemakaian ejaan. baik secara deskrippsi. Slip-slip yang berisi data-data. secar a tidak sadar pemakai bahasa atau kaum jurnalis menggunakan bahasa yang memperli hatkan penyimpangan dan kesalahan tata bahasa. Karena data yang dip ilih untuk bahan analisis berupa tajuk rencana dari koran. penulisan kata. Dia kurang sadar akan kesalahan tersebut karena frasa-frasa otomatis yang telah dikuasainya sejak kecil dari bahasa ibuny a lebih dominan dan terlalu mempengaruhi keadaan berbahasanya. Namun. pengumpulan data dila kukan dengan cara mencatat kalimat demi kalimat pada secarik kertas berupa slip. kualitatif maupun kuant itatif. Golongan pembacanya pada umumnya berasal dari lapisan masyarakat golong an menegah ke atas. yakni masalah kesalahan ejaan.

baik kata turunan maupun gabungan/kata masih terdapat dalam media massa walaupun tidak telalu banyak. seperti pada kalimat-kalimat berikut. . atau karangan berikutnya adalah pemakaian huruf awal nama diri yang dit ulis dengan nama kecil. Sebaliknya huruf awal nama jenis ditulis dengan huruf ka pital. maka pengaturan lalu lintas untuk pemudik di lakukan dengan lebih cermat. uns ur kedua pada bentuk ulang nama badan (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak ditulis dengan huruf kapital. (1a) Sementara itu. 2. Kesalahan penulisan kata masih kita jumpai. Berikut ini adalah contoh penulisan yang benar. Pada kalimat (2). penulisan bentuk dasar yang berupa gabungan kata hanya ji ka pendapat awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung meng ikutinya. Berikut ini saya sajikan kasus-kasunya. antara lain. (2a) disaksikan oleh Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PB B). dan barangkali. 2. (1) Yang harus kita garisbawahi pada kesempatan ini adalah (2) Petugas polisi dan keamanan Australia sering kali bertingkah dan ber tindak Pada contoh kalimat (1) penulasn garisbawahi diserangkaikan. serta dokumen resmi. sedangkan penulisan sering kali pada contoh kalimat (2) dipisahkan atau tidak diserangkaikan. (3) Mereka mengharapkan partai berlambang Banteng itu akan benar-benar me ndengus . tampak pada pemakaian huruf capital. Misalnya : LIBUR sekolah ajaran ini baru saja kita ketahui. . Dalam bab ini akan disajikan temuan tent ang kesalahan pemakaian ejaan atau ketidaktaatan penerapan kaidah ejaan. Data memperlihatkan bahwa kata-kata pertama sering dit ulis seluruhnya dengan huruf kapital. berkaitan dengan penulisan kata pe rtama pada awal paragraf. Padahal. acapkali.dan pilihankata. Menurut kai dah EYD. manakala. bentuk ini harus d itulis serangkai dengan gabungan kata tersebut sudah dianggap padu benar seperti halnya kata bagaimana. Salah satu butir kaidah ejaan menyatakan bahwa huruf kapital dipakai sebagai hur uf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. (1) Sementara itu. kata banteng pada contoh kalimat (3) adalah nama jenis yang penulisannya seharusnya dengan h uruf kecil saja. perkiraan import beras alternatif dalam tahun anggara n 2007/2008 adalah sehitar 3. penulisan kata. padahal. dan pemakaian tanda b aca. antara lain.2 ton. kalau kita kaji lebih dalam sasaran perjuangan Kartini . baik pada Koran Kompas maupun pada Koran R epublika dan Media Indonesia. Sesua i dengan kaidah ejaan. artikel. dan struktur kalimat. oleh ketidakkonsistenan penerapan kaidah ejaan.2 Penulisan Kata Kesalahan penulisan kata. BELAJAR dari pengalaman tahun lalu. (2) disaksikan oleh Direktur Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB). TETAPI. lem baga pemerintahan dan ketatanegaraan. (3a) Mereka mengharapkan partai berlambang banteng itu akan benar-benar mend engus . Demikian juga bentuk tahun anggaran pada contoh kalimat ( 1) seharusnya ditulis dngan hurf kapital karena tahun anggaran yang dimaksud pad a konteks tertentu (2007/2008) dan merupakan nama diri. Pemakaian huruf kapital pada penulisan semua kata awal paragraf itu diduga berk aitan dengan penciptaan identitas surat kabar tersebut. huruf kapital dipakai pada huruf awal setiap kata dalam judul tulisan. sedangkan jika hanya mendapat akhiran saja seperti kata garis bawahi h arus ditulis terpisah. perkiraan import beras alternatif dalam Tahun Anggaran 2007/2008 adalah sehitar 3. seharusnya mereka tidak menciptakan sesuatu yang terlalu menyimp ang dari kaidah penulisan karena pemakaian huruf kapital seluruhnya. Hal ini disebabkan. antara lain . bilamana. D . Berikut ini adalah beberapa contoh kesalahan tersebut.1 Pemakaian Huruf Kapital Masalah pemakaian huruf kapital. Lain halnya dengan bentuk sering kali. Sebaliknya.2 ton. sebagai media m assa yang baik.

kesalahan pemakaian tanda koma juga terdapat did alam struktur kalimat majemuk. pe nulisan yang sesuai dengan kaidah ejaan adalah sebagai berikut.1 Pemakaian Tanda Titik Data menunjukkan bahwa kesalahan atau kekeliruan pemakain tanda titik terdapat p ada penulisan gelar akademik seperti pada kata-kata berikut.2 Pemakaian Tanda Koma Kesalahan pemakaian tanda koma adalah kesalahan yang cenderung tinggi ditemukan dalam data media cetak.) Penghilangan Tanda Koma A. antara lain. penulisan kata depan pada kata-kata dalam kalimat tersebut harus dipis ahkan dari kata yang mengikutinya. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata. . dan tanda pisah. Muhammad Nuh. Penghilangan Tanda Koma pada Keterangan Tambahan Penghilangan tanda koma pada keterangan tambahan seperti terdapat ada kalimat be rikut.3. menyangkut perihal 2. (3) disamping harga minyak goreng yang naik di seluruh wilayah Indonesia khususnya pulau jawa (4) Namun. Setelah itu. penulisan setiap unsur singkatan gelar akademik harus denga n tanda titik dan antara satu gelar dengan gelar lainnya diikuti spasi. Menteri Komunikasi dan Informatika DR. SC mengigatkan kepada (2) Dalam Konteks ini. Menurut kaidah. Oleh ka rena itu. (3a) di samping harga minyak goreng yang naik di seluruh wilayah Indonesia. Dibawah ini adalah uraiannya satu per s atu. meliputi pemakaian t anda titik.3. Jadi. S. seperti pada kalimat-kalimat berikut. menyangkut perihal Dalam contoh kalimat (3) (5) bentuk di merupakan kata depan. dilain pihak. (1a) Yang harus kita garis bawahi pada kesempatan ini adalah (2a) Petugas polisi dan keamanan Australia seringkali bertingkah dan bertin dak Kekeliruan atau kesalahan penulisan kata depan atau preposisi masih juag terdapa t dalam media massa. 2. Data yang ditemukan menunjukkan bahwa kesalahan tersebut tampak pada pemakaian t anda koma untuk keterangan tambahan. menyatak an (5a) Mimbar Dra. bagian terakhir kalimat yang mengandung rincian. (1) Impian panjang mereka selama 25 tahun kini menjadi nyata. Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata. Presiden sebagai kepala pemerintahan (5a) di antaranya. (1) Senin lalu. tanda koma. Muhammad Nuh. 1. khususnya pulau jawa (4a) Namun. dan ungkapan penghub ung antar kalimat. Sebelum anak kalimat da n sebagai penyulih konjungsi bahwa. Dibawah ini akan paparkan kesalahan-kesalaha n pemakaian tanda baca koma. M. Jadi. Presiden sebagai kepala pemerintahan (5) di antaranya.mengigatkan kepada (4a) Dalam Konteks ini. Sc . oleh ketidak konsistena n dalam penerapan kaidah tanda baca atau sebagai akibat pengaruh ragam bahsa lis an. bukan awalan. yaitu dua kalimat setara. ungkapan penghubung intrakalimat. di lain pihak. Menteri Komunikasi dan Informatika DR. (3a) Senin lalu. M. SH menyatak an (3) Mimbar Dra Pia Alisjahbana dalam televisi belum lama ini Penulisan gelar akademik pada ketiga kalimat (1) (3) tidak sesuai dengan kaidah ej aan.ibawah ini adalah contoh penulisan yang benar. Selama 25 Tahun pada kalimat diatas merupakan frasa keterangan tambahan. penulisan yang benar adalah sebagai ber ikut. Hal ini disebabkan. Pia Alisjahbana dalam televisi belum lama ini 2.3 Pemakaian Tanda Baca Kesalahan atau kekeliruan pemakaian tanda baa.H. antara lain. Menurut . keterangan aposisi.

k emungkinan akibat pengaruh ragam bahsa lisan yang dimaksud dengan tanda jeda. Penghilangan Tanda Koma pada Keterangan Aposisi Penghilangan tanda koma pada keterangan aposisi. pemakaian ungkapan penghubung intrakalimat. pada contoh kalimat dan bagian kalimat berikut i ni. B. tetapi mutu akademiknya rendah. (6) Cara mengatasinya adalah dengan meninjau ulang semua peraturan yang ada. ada yang sama sekali tidak menghiraukan lagi D. penulisan ungkapan pe nghubung antar kalimat harus diikuti tanda koma. Penulisannya yang benar adalah sebagai berikut. penulisan frasa keterangan tambahan seperti itu sebaiknya diapit oleh tanda koma sehingga penulisannya tampak pada kalimat dibawah ini. Berikut penulisan yang benar. justr u sering gagal menata hubungan harmonis diantara mereka sendiri. 2. (5) Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing. Menurut kaidah ejaan. B.) Penambahan Tanda Koma A. Dalam cont oh tersebut tidak ada tanda koma sebelum penghubung intrakalimat tersebut. Penambahan Tanda Koma Sebelum Unsur Predikat Data juga memperlihatkan bahwa penambahan tanda koma di antara unsur subjek dan predikat merupakan masalah yang lain pula sehubungan denagn tanda koma terutama apabila slah satu atau kedua unsur tersebut berupa frasa nomina panjang.kaidah ejaan. Penambahan Tanda Koma pada Dua Klausa Setara Penambahan tanda koma di antar dua klausa setara terdapat pada pemakaian bahasa Indonesia di media surat kabar. Bagir Manan Ketua Mahkamah Agung (MA) melaporkan kepada Presiden Contoh tersebut adalah kalimat yang mengandung keterangan aposisi. (3) Bahkan ada yang sama sekali tidak menghiraukan lagi Kalimat yang mengandung ungkapan penghubung antarkalimat. Perbaikannya se perti terlihat pada kalimat dibawah ini. tampak pada kalimat b erikut ini. Oleh karena itu. (3a) Bahkan. Me nurut kaidah ejaan. dan memperbaikinya. Penghilangan Tanda Koma pada Ungkapan Penghubung Intrakalimat Ketidakkonsistenan pemakaian tanda koma sebelum ungkapan penghubung intrakalimat tamapak pada contoh berikut. diapit oleh tanda koma. Ketua Mahkamah Agung (MA) melaporkan kepada Pr esiden C. (2a) Ketika itu Bagir Manan. Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing pada contoh ka limat berfungsi sebagai subjek kalimat yang berupa frasa nominal yang panjang. P enambahan tanda koma di antara unsur subjek dan predikat. Berikut ini adalah contoh penghilangan t nda koma pada ungkapan penghubung antarkalimat. sebelum kata tetapi diberi tanda koma sehingga penulisan yang benar sebagai berikut. Ungkapan penghu bung itu berfungsi menghubungkan dua klausa yang mengikutinya. Penghilangan Tanda Koma pada Ungkapan Penghubung Antarkalimat Kasus penghilangan tanda koma pada ungkapan penghubung antarkalimat sangat tingg i frekuensi pemakaiannya di dalam data. yaitu Ketua M ahkamah Agung (MA) menurut kaidah ejaan. (5a) Bangsa Afganistan selalu berhasil mengusir pasukan penduduk asing justru sering gagal menata hubungan harmonis diantara mereka sendiri. yaitu bahkan yangdisaj ikan tanpa diikuti tanda koma. (4) Penampilan luarnya amat mengesankan tetapi mutu akademiknya rendah. (2) Ketika itu. (4a) Penampilan luarnya amat mengesankan. Tanda koma sebelu . sesuai kaidah ejaan. misalnya. pemakaian tanda koma dalam konteks ini tidak benar (harus di buang). Sesuai dengan kaidah ejaan. Contoh tersebut mengandung ungkapan penghubung intrakalimat dan. (1a) Impian panjang mereka selama 25 tahun kini menjadi nyata. seperti tetapi terdapat pada kalimat majemuk setara harus didahului oleh tada koma. seperti pada contoh.

Kalimat berikut merupakan kalimat majemuk bertingkat. bol eh dipakai untuk konteks makna sampai dengan . an ak kalimat yang mengikuti induk kalimat tidak dipisahkan tanda koma.) Tanda Koma Sebagai Penyulih Konjungsi Bahwa Didalam penelitian ini ditemukan pula pelesapan konjungsi bahasa yang disulih de ngan tanda koma. Menteri Sekretariat Negara Hatta Rajasa mengemukakan bahwa Presiden dengan tegas membantah pendapat 2. penulisan nya yang benar adalah sebagai berikut. Sebagai kalimat majemuk bertingk at. Dalam contoh terdapat pemakaian tand a koma diantara anak kalimat karean Indonesia mendapat . Oleh karena itu. Jadi. Data seperti itu sangat tinggi frekuensi pemakaianny dalam medi a cetak. kedua contoh bagian kalimat itu kekurangan satu buah tanda hubung.3. Penambahan Tanda Koma Sebelum Anak Kalimat Contoh data berikut merupakan contoh kasus yang lain sehubungan dengan kesalahan pemakaian tanda koma. (1) Pada kesempatan lainnya Ketua Komisi B DPRD DKI itu pernah mengungka pkan. Oleh karen a itu. Perhatikan contoh berikut : (8) Dalam keterangannya kepada pers. (7a) MOU ini dipandang telah menguntungkan Indoesia karena Indonesia mendapat 3.3. penulisan yang benara adalah sebagai berikut. C. Mak sud pemakaian tanda pisah tersebut sudah benar.. Menurut kaidah ejaan. penulisan yang bena r adalah sebagai berikut. (1a) Rakernas itu berlangsung tanggal 21--23 Mei lalu di Jakarta dan (2a) Peningkatan setiap tahunnya rata-rata 5. Sebaliknya. adalah keliru jika Perda DKI dalam hal ini berhitung untung rugi (2) bahwa pemerintah seakan-akan ingin membuldoser atau mencekoki DPR deng . tanda koma perlu dicantumkan. (6a) Cara mengatasinya adalah dengan meninjau ulang semua peraturan yang ada d an memperbaikinya. tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalima t jika anak kalimat itu mengikuti induknya. yang panjangnya dua kali tanda hubung.4 Pemakaian Tanda Petik Contoh di bawah ini mengandung kesalahan pemakaian tanda petik. Presiden dengan tegas membantah pendapat Presiden dengan tegas membantah pendapat pada contoh merupakan klausa anak kalim at dari bagian kalimat itu. apabila terdapat lebih dari dua klausa yang d ihubungkan. pengetikan tanda pisah dalam konteks itu harus dinyatakan dengan dua buah tanda hubung.5% selama tahun 2006 . tanda koma tersebut harus disunting. (8a) Dalam keterangannya kepada pers.. kehadiran konjungsi bahwa sebelum anak kalimat justru wajib. Menteri Sekretariat Negara Hatta Rajasa mengemukakan. Menurut kaidah pula tandapisah (--).2007 Contoh tersebut adalah bagian kalimat yang di dalamnya terdapat tanda pisah. Berikut ini adalah penulisan yang be nar. pemakaian ata u penambahan tanda koma tersebut tidaklah sesuai dengan kaidah ejaan.. tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.5% selama tahun 2006--2007 2.m ungkapan penghubung dan tersebut sebaiknya dihilangkan karena hanya ada dua kl ausa yang dihubungkan. (7) MOU ini dipandang telah menguntungkan Indoesia. karena Indonesia mendapa t Contoh kalimat diatas berpola induk kalimat diikuti anak kalimat. Sehubungan dengan itu. yaitu untuk diletakkan di antara dua bilangan yang bermakna sampai dengan .3 Pemakaian Tanda Pisah Kesalahan pemakaian tanda pisah yang bermakna sampai dengan masih juga terdapat da lam media massa cetak walaupun jumlahnya masih sedikit. Jadi. Seperti yang dinyatakan dalam buku pedoman ejaan. tanda koma yang terdapat pada contoh rupanya berfungsi sebagai penyu lih konjungsi bahwa pada anak kalimat tersebut. Den gan demikian. (0a) Rakernas itu berlangsung tanggal 21 23 Mei lalu di Jakarta dan (1a) Peningkatan setiap tahunnya rata-rata 5. Denagn demikian. Hanya saja. Sesuai dengan kaidah ejaan. cara menyatakannya tidak be nar.

Pemakaian tanda koma yang salah terdapat juga pada (sebelum) anak kal imat. tetapi penyajiannya tidak men ggunakan tanda petik. Kesalahan penyajian kalimat langsung itu menimbulkan kesan seakan-akan kalimat itu menjadikalimat tak langsung. dan Media Indonesia. c. Pengetikan tanda pisah ditulis dengan hanya satu tanda hubung dan denga n spasi. k. BAB 3 KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian yang telah penulis lakukan pada Koran Republ ika. dari butir (h. i. Pemakaian tanda koma yang salah juga terdapat sebagai peyulih konjungsi b ahwa. pada aspek ejaan yang meliputi pemakaian huruf kapital. h. Tidak digunakan tanda koma pada keterangan aposisi. e. pemakaian tanda petik pada bagian kalimat itu tidak benar. Penulisan kata pertama pada awal paragraph banyak ditulis dengan huruf kapital seluruhnya. Sebaliknya. Lain halnya dengan data pada contoh bagian kalimat (2). Diuga gaya penulisan yang salah ini berkaitan dengan pencipt aan identitas secara spesifik surat kabar bersangkutan. Pada contoh kalimat (1) terdapat kalimat langsung. Jadi. Di dalam bukum pedoman ejaan dinyatakan bahwa tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. m. e.an RUU-RUU yang diajukannya. Hal yang sama juga terjadi (sebelum) kata ungkapan penghubung intrakali mat. Adalah keliru jika Perda DKI dalam hal ini berhitung untung rugi (2a) bahwa pemerintah seakan-akan ingin membuldoser atau mencekoki DPR deng an RUU-RUU yang diajukannya. Huruf awal nama diri ada yang ditulis dengan kuruf kecil. sebagai media m assa yang baik. penulisan kata. P enulisan yang benar adalah menghilangkan tanda petik dan merangkaikan imbuhan me m. Sebaliknya. berikut dari segi pemakaian. Padahal. tanda petik digunakan un tuk mengapit kata asing buldoser. Hal ini mungkin akibat pengaruh ragam bahasa lisan yang disamakan dengan t anda jeda. Sesuai dengan kaidah ejaan . seharusnya mereka tidak menciptakan sesuatu yang terlalu menyimp ang dari kaidah penulisan karena penggunaan huruf kapital seluruhnya yang tidak sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia. d. g.dengan kata buldoser menjadi satu kata seperti pada perbaikan bagian kalimat (2a) berikut. hu ruf awal nama jenis ditulis huruf kapital. i) terjadi penggunaan penggunaan tanda k oma yang salah pada kalimat sebelum unsur predikat. Tidak digunakan tanda koma sebagai pengapit keterangan sisipan. l. j. b. Penulisan kalimat lansung ditulis seolah-olah kalimat tidak langsung. a. . terdapat kekeliruan besa r tidak tampilnya tanda petik tersebut karena hal itu dapat ditafsirkan sebagai kalimat jurnalis (bukan kalimat narasumber). ya ni dengan menghilangkan tanda petik pada awal dan akhir kalimat. Kompas. Penghilangan tanda koma terdapat juga pada (sebelum) rincian terakhir . f. kalimat langsung itu harus disajikan dengan menggunakan tanda petik seperti pa da perbaikan kalimat (1a). dan pe makaian tanda baca. Penghilangan tanda koma juga sangat tinggi frekuensinya pada (sesudah) ungkapan pengantar penghubung. (1a) Pada kesempatan lainnya Ketua Komisi B DPRD DKI itu pernah mengungkapk an. Pembubuhan tanda koma yang salah terdapat diantara unsur subjek dan pred ikat. Berikut ini saya utarakan beberapa hal yang berupa kesimpulan dari penelitian te rsebut. ternyata masih banyak memperlihatkan kesalahan .

Jakarta : P usat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. Jakarta : Pusat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. Da n khususnya kita sebagai mahasiswa sebagai pengguna sekaligus pemerhati pengguna an bahasa Indonesia untuk lebih disiplin dan kritis dalam penggunaan bahasa Indo nesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia sebagai Sarana Komunikasi. 1991. Handout Mata Kuliah Bahasa Indonesia. 1978. Susanto. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. DAFTAR PUSTAKA Djabarudi. .Hum. Dra. Rusmiati. 2007. Sehingga kesalahan-kesalahan serupa tidak terulang la gi. 1991. Astrid S. Jakarta : STIA LAN.Mudah-mudahan kesimpulan penulis dapat memberikan manfaat untuk perbaikan media massa cetak dalam penggunaan ejaan yang benar sesuai kaidah bahasa Indonesia. Slamet. Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Berita Radio. M. Umari. Darius. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Pu sat Pembinaan dan PEngembangan Bahasa. Peningkatan Kualitas Bahas Media Massa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.