28

LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL ( PKP )
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI RANTAU BUJUR TENGAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH (Mencari Pasangan)

OLEH ILKAWATI 814 786 516 SEMESTER X (sepuluh)

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM SI PGSD POKJAR SUNGAI PANDAN 2013

28

LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN PGSD
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI RANTAU BUJUR TENGAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

OLEH ILKAWATI NIM. 814 786 516
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM SI PGSD POKJAR SUNGAI PANDAN 2013

28

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN RANTAU BUJUR TENGAH MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH

Nama NIM Prodi Tempat Mengajar Lama Penelitian Tempat dan Tanggal Pelaksanaan

: ILKAWATI : 814 786 516 : SI PGSD : SDN Rantau Bujur Tengah : 2 Siklus : SDN Rantau Bujur Tengah, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara : Siklus I : Tgl 15 April 2013 : Siklus II : Tgl 22 April 2013

Masalah Yang Menjadi Fokus Penelitian : Penggunaan model pembelajaran Make a Match ( mencari pasangan ) dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Rantau Bujur Tengah tentang Operasi hitung pecahan. Penerapan metode kooperatif melalui model pembelajaran tipe Make a Match (mencari pasangan) untuk meningkatkan pemahaman konsep tentang Operasi hitung pecahan. Menyetujui Supervisor I Sungai Pandan, 25 April 2013 Mahasiswa

19600627 198403 2 006 NIM.28 Rahmiani. 814 786 516 . S.Pd. ILKAWATI NIP.

Mengetahui: Pembimbing PKP Sungai Pandan. saya: Nama Nim Program Studi Judul Laporan : Ilkawati : 814 786 516 : S-I PGSD :”Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SDN Rantau Bujur Tengah Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match “ Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa: (1) Laporan Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP ) yang saya tulis adalah benar-benar pekerjaan saya sendiri (bukan barang jiplakan ) (2) Apabila dikemudian hari terbukti/dapat dibuktikan bahwa laporan PKP ini hasil plagiat/jiplakan. maka saya akan menanggung risiko diperkarakan oleh Universitas Terbuka. S. 814 786 516 . 22 April 2013 Yang membuat pernyataan RAHMIANI.Pd ILKAWATI NIP. 19600627 198403 2 006 NIM.1 Yang bertanda tangan dibawah ini.28 KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN PENULISAN LAPORAN PKP MASA REGESTRASI 2013.

baik dari lingkungan UT. selaku kepala SDN Rantau Bujur Tengah. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan laporan ini serta sebagai pedoman penulisan laporan berikutnya dikemudian hari. sehingga saya dapat menyelesaikan laporan pembelajaran Matematika dan PKn sebagai persyaratan mengikuti Mata Kuliah PKP di Universitas Tebuka ( UT ). 3.Pd. 3. Rahmiani. S. Laporan ini disusun berdasarkan partisipasi dan pengalaman dalam menjalani KBM dengan tujuan untuk melengkapi Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional ( PDGK 4501 ). Oleh karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat : 1. Dalam penyusunan ini tidak lepas dari bimbingan dan petunjuk.Pd. H. Assalamu’alaikum Wr. dan SDN Rantau Bujur Tengah. Saidi Padilah. Penulis ILKAWATI NIM : 814 786 516 . saya menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari sempurna. Dewan guru SDN Rantau Bujur Tengah. S.28 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT.. Atas segala rahmat dan hidayahNya. Dan semua pihak yang membantu terlaksananya penelitian ini Sebagai penulis pemula. selaku dosen pembimbing/ Supervisor I 2. Penulis berharap laporan ini bermanfaat. Supervisor.Wb.

......... C................................................................... Belajar dan Pembelajaran Matematika di SD................ DAFTAR ISI......... dan Waktu Penelitian........ Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran................................... Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran...................... Subjek................... Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran... B...................................................................... DAFTAR LAMPIRAN BAB I : PENDAHULUAN 1 1 1 1 2 2 2 i ii iii iv v A........ C..................................... KATA PENGANTAR................. Latar Belakang............................ Metode Inkuiri................................... Alternatif dan prioritas pemecahan masalah........ 1................................................................................................................ B................................... BAB II : KAJIAN PUSTAKA A............ C............................................. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu............. Manfaat Perbaiakan Pembelajaran.................................. 4 7 8 BAB III : PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A............. D..... BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN A....... 3..... Identifikasi masalah.. 2................................... LEMBAR PENGESAHAN............... Tempat....... B......................................................................................... B.... Analisis masalah................................................................................................................. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran............................................................................................................................... 10 11 15 20 29 .................... Teknik Analisis Data................................................................. Rumusan Masalah......... LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT..............28 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL..........................................................................

............................................ LAMPIRAN – LAMPIRAN Surat Kesediaan supervisor 2 sebagai pembimbing Surat Pernyataan mahasiswa Perencanaan PTK Berkas RPP Copy jurnal pembimbingan Hasil pekerjaan siswa terbaik dan terburuk persiklus ................................................... DAFTAR PUSTAKA........... B.......28 BAB V : SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT 32 32 33 A..................................................... Saran dan Tindak Lanjut........................... Simpulan..........................................................

2. Maka dari itu peneliti mencoba untuk melakukan penelitian tindakan kelas dalam mengatasi masalah tersebut. Perubahan masyarakat dunia maupun masyarakat kita sendiri dibidang sosssial budaya dan berkembangnya isu bahwa kualitas pendidikan rendah. Oleh karena itu untuk menghadapi tantangan tersebut pendidkan dan pembelajara perlu adanya perubahan baik kuantitas maupun kualitasnya. KTSP. Analisis Masalah Di SDN Rantau Bujur Tengah Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara ditentukan KKM untuk pelajaran matematika adalah 65 keatas. sifat-sifat atau rumus .kurikulum baru seperti kurikulum 2004. Namun satu hal yang penting yaitu guru sebagai pelaksana langsung pencapaian tujuan pembelajaran perlu meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan memperhatikan bagaimana cara menyampaikan pengetahuan yang dimiliki itu kepada peserta didiknya. Misalnya dikeluarkan UU SISDIKNAS no 2 tahun 1985 dan program pendidikan 9 tahun serta diberlakukannya kurikulum. 3. Latar Belakang Masalah 1. KBK.28 BAB I PENDAHULUAN A. Berbagai upaya telah dilakukan di bidang pendidikan. Alternatif dan prioritas pemecahan masalah Pendekatan dengan metode inkuiri model pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match pada pembelajaran matematika dimaksudkan untuk mendorong siswa dalam memahami sesuatu yang bersifat fakta atau relasi matematika yng masih baru bagi siswa. Sedangkan siswa kelas IV SDN Rantau Bujur Tengah dikatakan belum berhasil karena mendapat nilai KKM masih dibawah dari 60. terutama di bidang IPTEK yang sangat pesat. Identifikasi masalah Memasuki abad ke-21 ini dunia pendidikan menghapi tantangan yang tidak ringan. misalnya pola.

Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match? 3. untuk mengetahui bagaimana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika. B. 3. 2. terhadap Match. Setelah menemukan fakta/relasi siswa diminta untuk menarik suatu generalisasi dari apa yang mereka temukan sendiri.Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match? C. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Berdasar permasalahan diatas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. D. Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match.Bagaimana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika? 2. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: Untuk mengetahui bagaimana meningkatkan pemahamansiswa materi pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan metode inkuiri model pembelajaran kooperatif tipe Make a . Rumusan Masalah Berdasar uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.28 tertentu.

Lembaga Bagi lembaga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan informasi tentang salah satu topik dan cara pembelajaran matematika pada siswa SD dengan pendekatan metode inkuiri model kooperatif tipe Make a Match untuk mencapai tujuan pembelajaran. Diharapkan dapat mengembangkan profesinya sehingga menjadi guru yang professional. Siswa Siswa akan mudah memahami materi pelajaran sehingga menjadi aktif dan dapat meningkatkan belajarnya. Melatih siswa dalam bekerja sama dalam memecahkan masalah. . 2.28 1. Guru Guru akan memiliki gambatan tentang pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas sekaligus dapat memecahkan permasalahan pembelajaran. 3.

anak-anak akan dapat memahami secara penuh konsep tersebut jika hanya dibandingkan dengan satu macam sajian. belajar matematika memahami cara efektif. Teori Belajar Zolton P. menggunakan cara-cara . Dienes Dengan menggunakan berbagai sajian tentang suatu konsep matematika. ekspositoris dan eksperimen sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika serta sebagai alat komunikasi melalui symbol. dalam menjelaskan gagasan.28 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 2. Pendekatan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match adalah : Guru matematika SD mempunyai tugas yang kompleks yaitu memahami dengan baik materi yang akan diajarkan. diagram. yaitu tahap sensorimotor. Teori belajar Jean Piaget Perkembangan mental setiap pribadi melewati 4 tahap. Tujuan pembelajaran matematika SD menurut kurikulum 2004 adalah mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan panyelidikan. Teori belajar William Brownell Anak-anak pasti memahami apa yang sedang mereka pelajari jika belajar secara permanent atau terus menerus untuk waktu yang lama. Belajar Dan Pembelajaran Matematika SD 1. Teori belajar matematika untuk mengajar matematika di SD menurut Winataputra (2007:7) ada 6 teori yaitu sebagai berikut: 1. memahami dan memanfaatkan dengan baik siswa mengajarkan matematika yang pembelajaran matematika. dan tahap operasi formal. Salah satu cara bagi siswa untuk mengembangkan pemahaman tentang matematika adalah dengan menggunakan benda-benda tertentu ketika mereka mempelajari konsep matematika. tahap operasi kongkrit. tabel. 3. tahap praoperasional. grafik.

3.28 4. Bruner adalah pendekatan metode Inkuiri model pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match. 2. 5. Bruner Metode belajar merupakan factor yang menentukan dalam pembelajaran dibandingkan dengan pemerolehan suaatu kemampuan khusus. Cara-cara pembelajaran matematika Cara-cara pembelajaran matematika di sekolah dasar yang di anggap sesuai saat ini menurut Mahsetyo (2007:26) adalah sebagai berikut: 1. Teori belajar Robert M. Gagne Hasil belajar lebih penting dari pada proses belajar. Mathematical Investigation Mathematical Investigation adalah penyelidikan matematika tentang masalah yang dapat di kembangkan menjadi model matematika berpusat pada tema tertentu. Contextual Learning . berorientasi pada kajian atau eksplorasi mendalam dan bersifat open ended. Teori Jeremi S. Teori belajar Albert Bandura Belajar yang menekankan pada pemerolehan kompleks melalui pengamatan modeled behavior / prilaku yang diteladani beserta konsekuensinya terhadap individu. 6. Metode yang sangat didukung oleh Jeromi S. Problem Solving / pemecahan masalah Ciri utama problem solving adalah adanya masalah yang tidak rutin (non routine problem) pada awalnya pembelajaran ini mengalami kesulitan mengerjakanya namun seterusnya menjadi terbiasa dan cerdas dalam memecahkan masalah setelah memperoleh banyak latihan. Kegiatan belajar dapat berupa cooperative learning. Tujuan pembelajaran adalah pemerolehan kemampuan-kemampuan yang telah dideskripsikan secara khusus dan dinyatakan istilah-istilah tingkah laku 2.

Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya. Inkuiri Pendekatan pembelajaran ini mendorong siwa untuk memahami suatu fakta atau relasi matematika dalam mengkaji dan menemukan sendiri sehingga siswa dapat menarik kesimpulan sendiri. Mengajar merupakan proses aktif guru untuk membimbing siswa dalam mempelajari dan memahami konsep-konsep yang dikembangkan dalam proses belajar mengajar (Ariifin. Proses Belajar Mengajar Matematika Proses belajar mengajar merupakan proses interaksi antara siswa dengan guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. 4. Dari beberapa pengertian diatas. Karena kegiatan belajar . 3. hal-hal yang factual atau keadaan nyata yang dialami siswa. bersfat kontinyu dan fungsional.28 Contextual Learning adalah pengelolaan suasana belajar yang mengaitkan bahan pelajaran dengan situasi dan atau kehidupan seharihari. Selanjutnya menurut Yuli Kurnia (2005:8) belajar didefinisikan sebagai perubahan dalam pengetahuan atau prilaku yang dihasilkan oleh pengalaman. Menurut Hudojo (2002:92) belajar merupakan proses aktiv dalam memperoleh pengalaman atau pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku. belajar pada dasarnya adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. Adapun ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam arti belajar adalah perubahan terjadi secara sadar. perubahan tidak terjadi semata-mata terjadi melalui maturasi atau kondisi-kondisi bersifat sementara. positif dan aktif bukan bersifat sementara. Menurut Bell Gredler dalam Winata putra (2007:5) belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kemampuan.2003:8). ketrampilan dan sikap. oleh karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. perubahn tersebut bertujuan dan terarah serta mencakup seluruh aspek tingkah laku.

Siswa hamper tidak mendapat bimbingan guru. B. Fakta atau relasi sebenarnya sudah ada atau ditemukan sebelumnya namun belum pernah digunakan secara langsung oleh guru. Setiawan (1993:4) adalah usaha untuk mengkoordinasikan lingkungannya dengan siswa dan bahan pangajaran sehingga menimbulkan proses belajar pada siswa. Misalnya pola-pola atau rumus tertentu. Penemuan Murni Pelajaran terfokus pada siswa. maka guru hendaknya memberikan bimbingan dan dorongan kepada siswa agar timbul motivasi pada diri siswa sebagai motivasi ekstrinsik. Dari pendapat tersebut mengajar merupakan suatu kegiatan atau proses yang menyediakan kondisi yang merangsang kegiatan belajar siswa untuk memperoleh pengetahuan. tidak terfokus pada guru.28 merupakan hal yang wajib dikerjakan oleh individu. mendorong siswa untuk memahami fakta/relasi matematika yang masih baru bagi siswa. Kegiatan dalam metode ini menggunakan konsep maupun ketrampilan matematika dalam kaitan dengan pemecahan masalah. Bimbingan bisa berupa petunjuk. Selanjutnya mengajar menurut Usman dan L. arahan. Bimbingan yang diberkan sangat tergantung kepada kemampuan siswa dan topik yang dipeljari. keterampilan dan sikap nilai-nilai tertentu. Menurut Muhsetyo (2007:35) metode penemuan (inkuiri) dibedakan menjadi dua jenis yaitu: 1. Penemuan Terbimbing Guru mengarahkan atau memberi petunjuk kepada siswa tentang materi pelajaran. Metode Inkuiri Pembelajaran menggunakan metode inkuri/penemuan merupakan suatu model pengajaran. 2. pertanyaan atau dialog sehingga diharapkan siswa . siswa yang menentukan tujuan dan pngalaman belajar yang diinginkan kepada para siswa kemudian siswa diminta untuk mangkaji dan menemukan fakta atau relasi yang terdapat dalam masalah tadi yang ahkhirnya siswa juga yng menarik kesimpulan dari apa yang mereka temukan.

4. Hasil penelitiannya juga menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dan aktifitas siswa dalam pembelajaran sangat memuaskan. Melatih siswa untuk menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tidak ada habisnya. 2. C. Memberi pengalaman belajar seumur hidup Alasan penggunaan metode inkuiri model kooperatif tipe Make a Match adalah sebagai berikut: 1. Adapun tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam menggunakan metode inkuiri dengan model kooperatif tipe Make a Match adalah sebagai berikut: 1. 3. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat Belajar tidak hanya dapat diperoleh dari sekolah. 3. Penanaman kebiasaan untuk belajar seumur hidup. Melatih siswa untuk memiliki kesadaran sendiri kebutuhan belajarnya. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam menemukan dan memproses bahan belajarnya. Adapun langkah-langkah pembelajaran model adalah: 1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topic yang cocok untuk siswa review. Guru harus sudah merancang secara jelas kesimpulan apa yang harus ditemukan. dengan judul “Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN Rantau Bujur Tengah Melalui Pendekatan Metode Inkuiri Model Kooperatif Tipe Make a Match” diperoleh hasil bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi dalam menggunakan pendekatan metode Inkuiri adalah memuaskan. 4. Mengurangi ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya. 2.28 sampai pada kesimpulan sesuai dengan yang diinginkan guru. sebaliknya satu Make a Match . tetapi juga lingkungan sekitar. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu Dari hasil penelitian penulis .

kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 2) Siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang.28 bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. demikian seterusnya 6) Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran . Setiap siswa mendapat satu kartu. 5) Setelah satu babak. 3) Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya ( soal jawaban ) 4) .Siswa yang dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.

Dengan jumlah siswa 15 orang. Subjek.00-09. 1. No 1 2 Mata Pelajaran Matematika Matematika Siklus 1 2 Tanggal 15 April 2013 22 April 2013 Waktu 08.1. siklus II pada tanggal 24 April 2013 dan sesuai dengan jadwal kegiatan. Tempat Penelitian Tempat penelitian perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada SDN Rantau Bujur Tengah kecamatan Sungai Tabukan. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran . kabupaten Hulu Sungai Utara. 3. Penelitian ini di bantu oleh supervisot II sebagai rekan kerja dan pengamat dalam penelitian. Tempat. Sebagai gambaran konkrit jadwal penelitian dapat digambarkan sebagai berikut : Tabel 3.10 Ket B. 2. Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara.10 08. laki-laki 7 orang dan 8 orang perempuan. siklus I pada tanggal 10 April 2013.28 BAB III PELAKSANAAN PENELITIANPERBAIKAN PEMBELAJARAN A. dan Waktu Penelitian Subyek Penelitian Adapun yang menjadi subyek penelitian perbaikan pembelajaran adalah siswa kelas IV SDN Rantau Bujur Tengah. Waktu penelitian perbaikan pembelajaran Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus.00-09. serta kepala sekolah sebagai penanggung jawab.

2.28 Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK). Pada hakekatnya PTK merupakan suatu proses dimana melalui proses ini guru menginginkan adanya perbaikan. dan perubahan pembelajaran lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. . peningkatan. Adapun desain penelitian perbaikan pembelajaran mengunakan 2 siklus yaitu : Tabel 3.

Setelah itu peneliti menyusun . Tindakan atau Pelaksanaan Pada tahap ini tindakan yang harus dilaksanakan peneliti sebagai upaya untuk melaksanakan perbaikan kegiatan belajar mengajar serta mengamati hasil dan proses kegiatan belaar mengajar yang dilakukan oleh teman supervisor 2. 3. Pengumpulan Data Pada tahap ini peneliti berusaha mengumpulkan data untuk mendapatkan hasil. Penyusunan RPP (Rencana Perbaikan Pembelajaran) untuk observasi proses belajar mengajar yang bisa dilakukan guru. tujuan penelitan. Banyak ditemukan kesalahan konsep ketika guru menerangkan materi pelajaran. Selain itu tahap ini juga dipersiapkan instrument penelitian dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. serta membuat rencana tindakan yang akan dilaksanakan pada proses belajar mengajar. Rencana Tindakan Perbaikan atau Tahap Rancangan a.28 Prosedur penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus dilaksanakan dalam empat tahap. Refleksi (analisis dan interpretasi) Pada tahap ini peneliti bersama guru dan teman sejawat sebagai pengamat melihat serta mempertimbangkan hasil dan dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Pefleksi Empat tahap dalam satu putaran pada penelitian adalah: 1. Prosedur Penilaian Siklus I 1. yaitu: 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. 2. pada pelajaran matematika. Perencanaan Sebelum melakukan penelitian pada tahap ini peneliti menyusun rumusan masalah. 4. Pengumpulan Data 4.

Saat pelaksanaan tindakan. b. siswa diberi angket prestasi belajar pada awal kegiatan sebelum melakukan tindakan dan juga pada lembar jawaban observasi prestasi belajar yang dibawa menyusun langkah-langkah pembelajaran. Memberikan tes di akhir pelajaran yang dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan prestasi. peneliti dibantu teman sejawat untuk melakukan pengumpulan data dengan cara mencatat kejadiankejadian selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk mengetahui sejauh mana data prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberi tindakan. c. b. d. Mempersiapkan daftar pengamatan sebagai acuan untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran matematika serta menyiapkan bahan penelitian. Pada waktu guru mengajar. Kegiatan selanjutnya terdiri dari kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran. peneliti bertindak sebagai guru dibantu oleh supervisor II sebagai pengamat yang memantau jalannya proses pembelajaran yang hasilnya berupa rekaman data kegiatan pembelajaran. Pengumpulan Data a. diajarkan. Guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan untuk meningkatkan prestasi belajar dimana guru menggunakan media yang mendukung sesuai dengan materi yang disampaikan. 2.28 rencana pembelajaran dengan metode penemuan berdasarkan materi pelajaran yang diberikan. Untuk mengetahui perkembangan prestasi. b. 3. Pelaksanaan Perbaikan a. merencanakan alat yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan . guru kemudian memberikan pertanyaan-pertanyaan dan tugas-tugas sehingga siswa dapat menjawab pertanyaanpertanyaan yang diajukan guru.

Menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II sebagai kelengkapan proses belajar mengajar. Hasil analisis data pada siklus I tersebut digunakan sebagai acuan refleksi untuk menentukan rencana tindakan tahap ke II dengan mengadakan beberapa perbaikan dari rencana tindakan tahap pertama. . Memberikan tes pada akhir pelajaran untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa. Mempersiapkan daftar pengamatan sebagai acuan untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran matematika serta menyiapkan bahan penelitian. c. Rencana tindakan kelas siklus II disusun berdasarkan hasil analisis dan refleksi selama siklus I. perlu dilakukan tindakan selanjutnya. 2. b. Pada siklus II ini lebih banyak memberikan kesempatan pada siswa untuk menemukan dan mencari bentuk-bentuk bangun datar dan jumlah sisinya.28 peneliti. 4. Rencana Tindakan Perbaikan (perencanaan) a. Prosedur Penilaian Siklus II 1. pada siklus I guru menyampaikan materi dengan metode penemuan dengan menggunakan media gambar tidak dengan media benda nyata. b. Refleksi Dari hasil observasi. Pada saat pelaksanaan tindakan ini didapat hasil rekaman data tentang kegiatan pembelajaran dari supervisor 2. Tindakan pada siklus II disusun berdasarkan refleksi dari hasil tindakan pertama. d. . Pelaksanaan Perbaikan a. dilakukan analisis pada tindakan I kemudian dilanjutkan dengan refleksi yang dilakukan bersama supervisor II. Untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa dilakukan melalui tes yang diberikan setiap akhir siklus.

maka data tersebut diolah dan dianalisis. C. 4. Angket Respon Siswa Angket ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan. Lembar kerja siswa. Instrumen penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Sebagai penunjang pengumpulan data diperlukan perangkat pembelajaran sebagai berikut : 1. Refleksi Berdasarkan data tentang prilaku siswa yang diperoleh pada pemberian tindakan yang berupa data jawaban tes siswa baik prestasi belajar maupun pemantauan Proses pembelajaran di kelas.28 3. Lembar Observasi Lembar ini digunakan untuk mengamati peneliti dalam kegiatan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan. pemberian tugas. Pengumpulan Data Untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa dilakukan pengisian lembar observasi prestasi belajar siswa dan melalui tes yang diberikan setiap akhir siklus. 2. Lembar Aktifitas Siswa Lembar ini digunakan untuk mengetahui aktifitas siswa dalam proses pembelajaran 3. Rencana perbaikan pembelajaran 2. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh dari lembar observasi pengelolaan pembelajaran. lembar penilaian aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa dianalisis dengan cara sebagai berikut : Tes hasil belajar . Hasil analisis tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu masukan untuk melakukan refleksi dan digunakan sebagai bahan untuk menyusun tindakan selanjutnya.

sedang yang mencapai daya serap 70% kebawah adalah 2 siswa. Lembar pengamatan kepada siswa b. Melaksanakan penilaian. Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan. Menyusun lembar pengamatan.28 Analisis data pre-tes dan post-tes hasil belajar siswa dilakukan untuk mengetahui peningkatan kompetensi kognitif siswa akibat adanya perbaikan pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran untuk menentukan peningkatan kompetensi kognitif belajar siswa dianalisis dengan menggunakan topik deskriptif atau prosentase (%) sebagai berikut : daya serap = jumlah nilai yang benar x 100% jumlah soal Hasil daya serap siswa dapat diketahui. 3. b. Pengamatan Instrumen yang digunakan dalam pengamatan adalah: a. Yang mendapat daya serap mencapai 70% ke atas adalah 13 siswa. menyusun lembar kerja siswa. Pelaksanaan a. Ketuntasan kelas menggunakan persamaan : Ketuntasan kelas = jumlah siswa yang tuntas x 100% Jumlah total siswa Ketuntasan kelas = 13 x 100 % = 86 % 15 Siklus I 1. Menyusun skenario pembelajaran (RPP). untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru dalam proses pembelajarn 2. Lembar tes . menyiapkan masalah dan lembar penilaian b. Lembar pengamatan kegiatan guru c. Rencana a.

Menilai hasil belajar siswa 5.Menilai pemahaman setiap siswa tentang materi pelajaran . hasil yang dicapai belum maksimal.28 4. Guru kurang mendorong aktifitas siswa Siklus II Dalam siklus II ini meliputi hal-hal sebagai berikut: 1.Membimbing kelompok yang mengalami kesulitan . Refleksi Setelah menganalisa dan mendiskusikan dengan supervisor II. Hal ini disebabkan oleh: a. siklus I agar siklus II lebih baik . Keberanian siswa untuk bertanya masih rendah dan keberanian untuk mengungkapkan pendapat masih rendah.Menyusun rencana perbaikan .Menilai aktifitas siswa dan hasil tes .Menjelaskan tujuan pembelajaran . c.Menjelaskan materi pembelajaran .Memberi masalah . Pengumpulan data a.Melaksanakan penilaian 3.Menilai hasil kerja kelompok . Pelaksanaan . Menilai aktifitas siswa b.Memadukan hasil refleksi I.Menyimpulkan materi .Melaporkan hasil kerja kelompok . Perencanaan .Menyiapkan masalah/soal 2.Membagi kelompok sesuai dengan kelompok belajar . Pengumpulan data Sumber data yang diperoleh dari peneliti adalah sebagai berikut: Dari siswa antara lain: . Guru kurang maksimal dalam menggunakan metode pembelajaran b.

Menyusun lembar pengamatan. Perencanaan .Menyiapkan masalah/soal 2. Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkahlangkah yang telah direncanakan.Memadukan hasil refleksi I. b. Menilai aktifitas siswa b. Guru kurang mendorong aktifitas siswa . untuk mengetahui aktifitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran 2. Data korelatif berupa : 1. Menilai hasil belajar siswa 4. menyiapkan masalah dan lembar penilaian. menyusun lembar kerja siswa.Menyusun rencana perbaikan . siklus I agar siklus II lebih baik . 3.Menjelaskan tujuan pembelajaran . Siklus II Dalam siklus II ini meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. b. Menyusun skenario pembelajaran (RPP). Pelaksanaan . Pengumpulan data a. Refleksi Setelah menganalisa dan mendiskusikan dengan teman sejawat. Hal ini disebabkan oleh: a. Melaksanakan penilaian.Menjelaskan materi pembelajaran Guru kurang maksimal dalam menggunakan metode pembelajaran Keberanian siswa untuk bertanya masih rendah dan keberanian untuk mengungkapkan pendapat masih rendah. Rencana a. c. Pelaksanaan a.28 Jenis-jenis data adalah sebagai berikut : a. b. hasil yang dicapai belum maksimal.

Membimbing kelompok yang mengalami kesulitan .28 . Tehnik pengumpulan data .Prosentase banyak siswa yang mendapat nilai diatas 65 .Menyimpulkan materi .Melaporkan hasil kerja kelompok .Menganalisis hasil belajar siswa .Melaksanakan penilaian 3. guru mengevaluasi kekurangan dan kelebihan data hasil pengamatan 4.Menilai hasil kerja kelompok .Menganalisis aktifitas siswa .Data kesulitan siswa diambil dari penilaian hasil pembelajaran melalui tes . Jenis data . Dari siswa antara lain: .Data aktifitas guru dan siswa diambil dari proses pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan d.Data korelatif berupa berupa data hasil pengamatan .Menyusun laporan Dalam perbaikan pembelajaran pada siklus kedua ini.Menilai aktifitas siswa dan hasil tes . guru mengevaluasi kekurangan dan kelebihan yang terjadi pada proses .Memberi masalah . Pengumpulan data Sumber data yang diperoleh dari peneliti adalah sebagai berikut: 1.Data kuantitatif berupa data hasil pembelajaran siswa c.Membagi kelompok sesuai dengan kelompok belajar . Refleksi . Analisis data .Menilai pemahaman setiap siswa tentang materi pelajaran b.Prosentase banyak siswa yang aktif dalam proses pembelajaran Dalam perbaikan pembelajaran pada siklus kedua ini.

Ternyata proses pembelajaran lebih baik. . keberanian siswa untuk bertanya bertambah dan antusias meningkat dan menyenangkan.28 pembelajaran.

sebagai berikut : . Prestasi belajar siswa dan aktifitas siswa serta pemahaman terhadap materi pembelajaran masih kurang maksimal. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran a.6. Yang menjadi topik pengamatan adalah kegiatan siswa.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1.alat pencernaan makanan dengan model pembelajaran make a match. Dari hasil tes diperoleh nilai rata-rata 46. kegiatan guru dan hasil pembelajaran siswa pada mata pelajaran Matematika tentang Operasi hitung pecahan .28 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Nilai ini belum mencapai standar SKM yang ditetapkan di SD Negeri Rantau Bujur Tengah. Hasil Penelitian Siklus I Untuk memperoleh gambaran dari hasil penelitian diperlukan data. Data tersebut adalah sejumlah fakta yang digunakan sebagai sumber atau masukan untuk menentukan kesimpulan atau keputusan yang diambil. Setelah diadakan penelitian pada siklus I masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran yaitu dalam mengidentifikasi alat.

1 Tabel prestasi belajar matematika siswa kelas IV siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama siswa Abdurrahman Anita Bawaihi Bahran Fahrurraji Hafis Ansari Hapsah Hikmah M. 15 April 2013 No Aspek yang diamati Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester: IV / II Materi : Operasi hitung pecahan Selalu Sering Jarang Tidak pernah .Gazali Muti’ah Novianti Riski Siti Naimah Siti Rahmah Widya Sari Sebelum siklus 30 60 40 65 65 20 34 65 20 10 20 20 40 10 20 Nilai siklus I 60 40 70 70 65 40 50 50 30 20 30 30 50 20 30 Ketuntasan kelas = jumlah siswa yang tuntas x 100% Jumlah total siswa Ketuntasan kelas = 7 x 100 % = 46.28 Tabel 4.2 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus 1 Nama Sekolah : SDN Rantau Bujur Tengah Nama Guru : Ilkawati Hari / Tanggal : Senin.6 % 15 Tabel 4.

19801226 200701 2 009 Analisis : Hasil pengamatan kegiatan siswa dalam pembelajaran hendaknya ditingkatkan menjadi sering dan yang sering hendaknya ditingkatkan menjadi selalu.28 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Siswa memperhatikan penjelasan atau pertanyaan Siswa terdorong menggunakan kemampuan berfikir kritis (menganalisis dan menguraikan masalah) Siswa terdorong menggunakan kemampuan berfikir kreatif Siswa belajar dalam keadaan antusias dan gembira Terjadi interaksi siswa dengan siswa Terjadi interaksi siswa dengan guru Siswa mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapat Siswa berbicara dan berbagi pengalaman(bekerjasama) Siswa aktif dalam pembelajaran Siswa melakukan refleksi / berfikir kembali tentang apa yang dipelajari √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rantau Bujur Tengah. dan yang selalu hendaknya dipertahankan. 15 April 2013 Supervisor 2 Rudiyanti S. Adapun aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4. . sebagai berikut : Tabel 4.3.3.Pd.SD NIP.

S. Aktifitas belajar berlangsung √ dalam suasana menyenangkan. 5. 2. Menekankan pada pemecahan √ masalah 3. 9. Guru memberikan √ penghargaan kepada siswa. 15 April 2013 Materi : Operasi hitung pecahan No Aspek yang diamati Selalu Sering Jarang Tidak pernah A. SD . Memberikan masalah √ kontekstual 2. C. Kegiatan akhir 1. Memperhatikan dan √ menghargai ide atau pendapat siswa 8. Kegiatan awal 1. Kegiatan inti 1. sederhana dan mudah dimengerti. Mengkomunikasikan tujuan √ pembelajaran B. Guru mengadakan penilaian √ Rantau Bujur Tengah.Pd.28 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus I Nama Sekolah : SDN Rantau Bujur Tengah Mata Pelajaran: Matematika Nama Guru : Ilkawati Kelas / Semester: IV / II Hari / Tanggal : Senin. Membangkitkan minat siswa √ 2. Membuat kesimpulan materi √ yang diajarkan. Penjelasan atau demonstrasi √ (pemodelan) guna melakukan dengan jelas. 15 April 2013 Supervisor 2 Rudiyanti. Guru membimbing dan √ memperhatikan siswa 6. 7. Guru menggunakan alat √ peraga yang cocok 4. Guru melakukan √ refleksi/berfikir kembali tentang apa yang diajarkan.

22 April 2013 Materi: Operasi hitung pecahan No 1 Aspek yang diamati Siswa memperhatikan Selalu Sering √ Jarang Tidak pernah . 19801226 200701 2 009 Analisis : Hasil pengamatan kegiatan siswa dalam pembelajaran hendaknya ditingkatkan menjadi sering dan yang sering hendaknya ditingkatkan menjadi selalu dan yang selalu hendaknya dipertahankan. 2) Pelaksanaan Pembelajaran .4 Lembar pengamatan Aktivitas siswa kelas IV siklus II Nama Sekolah : SDN Rantau Bujur Tengah MataPelajaran: Matematika Nama Guru : Ilkawati Kelas / Semester: IV / II Hari / Tanggal : Senin. 3) Pengamatan Pengamatan yang dilakukan oleh pengamat sama dengan pengamatan siklus I.Melaksanakan penilaian.28 NIP. 1) Perencanaan Bersama teman sejawat peneliti menyusun rencana tindakan untuk memecahkan masalah yang timbul pada siklus I. Hasil Penelitian Siklus II Pada siklus II ini peneliti berusaha untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan pada siklus I.Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan langkahlangkah yang telah ditentukan olah RPP II. rencana tindakan pada siklus II ini sama dengan siklus I. b.4 adalah sebagai berikut : Tabel 4. Hasil pengamatan siklus ini dapat dilihat pada tabel 4. .

28 2 3 4 5 6 7 8 9 10 penjelasan atau pertanyaan Siswa terdorong menggunakan kemampuan berfikir kritis (menganalisis dan menguraikan masalah) Siswa terdorong menggunakan kemampuan berfikir kreatif Siswa belajar dalam keadaan antusias dan gembira Terjadi interaksi siswa dengan siswa Terjadi interaksi siswa dengan guru Siswa mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapat Siswa berbicara dan berbagai pengalaman(bekerjasama) Siswa aktif dalam pembelajaran Siswa melakukan refleksi / berfikir kembali tentang apa yang dipelajari √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rantau Bujur Tengah. S. 19801226 200701 2 009 Analisis : Hasil pengamatan kegiatan siswa dalam pembelajaran hendaknya ditingkatkan menjadi sering dan yang sering hendaknya ditingkatkan menjadi selalu dan yang selalu hendaknya dipertahankan. . 22 April 2013 Pengamat Rudiyanti.SD NIP.Pd.

28 Tabel 4.5 Lembar Aktivitas Pengamatan Guru Siklus II Nama Sekolah : SDN Rantau Bujur Tengah Nama Guru : Ilkawati Hari / Tanggal : Senin. 22 April 2013 No Aspek yang diamati Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VI / II Materi : Operasi hitung pecahan Selalu Sering Jarang Tidak pernah .

5. sederhana dan mudah dimengerti. Guru membimbing dan memperhatikan siswa 6. Aktifitas belajar berlangsung dalam suasana menyenangkan 8. Membuat kesimpulan materi yang diajarkan. 22 April 2013 Pengamat . C. Guru menggunakan alat peraga yang cocok 4. Guru mengadakan penilaian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rantau Bujur Tengah. Kegiatan inti 1. Memperhatikan dan menghargai ide atau pendapat siswa 9. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan akhir 1. Aktifitas belajar berlangsung dalam suasana menyenangkan. 10 Guru melakukan .28 A. Guru memberikan penghargaan kepada siswa. Penjelasan atau demonstrasi (pemodelan) guna melakukan dengan jelas. refleksi/berfikir kembali tentang apa yang diajarkan. Kegiatan awal 1. Memberikan masalah kontekstual 2. 7. Menekankan pada pemecahan masalah 3. 2. Membangkitkan minat siswa 2.

Sebelum siklus siswa yang mendapat nilai sesuai dengan standar ketuntasan minimal (SKM) hanya 3 siswa dari 9 siswa di SD Negeri Rantau Bujur Tengah.Pd.5. Namun setelah diadakan perbaikan pada siklus II terjadi peningkatan yang begitu cepat.SD NIP. S. Setelah diadakan penelitian pada siklus II menunjukkan hasil bahwa kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan.28 Rudiyanti. 19801226 200701 2 009 Analisis : Hasil pengamatan kegiatan siswa dalam pembelajaran hendaknya ditingkatkan menjadi sering dan yang sering hendaknya ditingkatkan menjadi selalu dan yang selalu hendaknya dipertahankan. sebagai berikut: . Peningkatan tersebut dapat dilihat dari tabel 4. sedangkan siswa yang lain mendapatkan dibawah SKM.

Beberapa hal yang menyebabkan ini adalah: c. Pembahasan Siklus I Hasil penelitian pembelajaran untuk peningkatan prestasi belajar matematika tentang pengerjaan Operasi hitung pecahan di kelas IV terutama dalam mengidentifikasi pengerjaan Operasi hitung pecahan belum sepenuhnya dipahami anak. Siswa kurang termotifasi untuk belajar matematika . Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran 1. B. Gazali Muti’ah Novianti Riski Siti Naimah Siti Rahmah Widya Sari Nilai siklus I 60 65 70 65 80 45 50 65 40 65 75 65 70 70 65 Nilai siklus II 75 90 80 65 70 55 75 65 70 65 70 70 85 70 65 Ketuntasan kelas = jumlah siswa yang tuntas x 100% Jumlah total siswa Ketuntasan kelas = 14 x 100 % = 93. hanya 1 siswa yang belum berhasil dari 9 siswa di SDN Rantau Bujur Tengah.3% 15 Dengan melihat tabel prestasi belajar siswa dapat diketahui bahwa prestasi hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup pesat yaitu 8 siswa sudah berhasil sesuai dengan SKM bahkan ada yang diatas SKM.28 Daftar prestasi belajar siswa kelas IV semester II pada siklus I dan II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama siswa Abdurrahman Anita Bawaihi Bahran Fahrurraji Hafis Ansari Hapsah Hikmah M.

c. Dari segi prestasi belajar juga tampak jelas bahwa prestasi belajar siswa masih jauh dan kurang memuaskan bagi peneliti hal ini dapat dilihat dari hasil nilai pada diagram grafik siklus I sebagai berikut: Diagram grafik pada sebelum dan siklus I 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Sebelum Siklus 2. Pembahasan Siklus II Pada siklus II ini pengamatan yang diperoleh adalah: a. Antusias siswa untuk mengikuti pembelajaran semakin meningkat. dari rata-rata 46. b. Interaksi antar guru dan siswa juga sering terjadi karena guru memperhatikan dan menghargai ide atau pendapat siswa.3% Diagram grafik pada sebelum siklus. Hasil akhir siklus pembelajaran ke II ini semakin meningkat dibanding siklus I.6% .28 d.3 % Siklus I 40% 46. siklus I & II 100 90 93. Metode yang diterapkan guru masih belum bisa membuat siswa aktif dalam pembelajaran di kelas.6% menjadi 93. karena pembelajaran dengan metode penemuan lebih jelas dan terarah.

28 80 70 60 50 40 30 20 10 Pra Siklus Siklus I Siklus II 40.6% 46.6% .

pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kemampuan/prestasi siswa 2. Saran Tindak Lanjut Dari kesimpulan diatas dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: 1. menyenangkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.28 BAB V SIMPULAN SARAN DAN TIDAK LANJUT A. Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a macth dapat muncul dan berkembang 4. keaktifan siswa dan pemahaman terhadap materi sebaiknya menggunakan pembelajaran yang aktif. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat melatih dan mendorong siswa dalam menemukan suatu fakta atau relasi yang belum diketahui. Dengan melihat prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a macht yang mengalami peningkatan. Dengan adanya perbaikan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan profesional guru dalam mengemban amanat sebagai guru yang profesional. B. efektif. 3. Simpulan Dari Penelitian perbaikan pembelajaran yang dilakukan peneliti dapat diambil kesimpulan sebagai berikut 1. Kegiatan pembelajaran matematika yang selama ini menggunakan metode ceramah kurang meningkatkan prestasi belajar siswa. . Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match mengalami peningkatan 3. tentunya bisa dikembangkan dengan metode pembelajaran yang lain yang dianggap lebih efektif. 2.

Mary M.1992. (jr).New York : Ny : Harpell Collins. Mata Pelajaran Matematika. Proyek pembinaan tenaga . and Smith. Jakarta : Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah. Ditjen DIKTI. Edward. 1998. Boston : Allyn and Bacon. (ED) 1998. T. Theaching Elementary School Mathematic. Ditjen DIKTI. kependidikan. Moedjiono dan Moh. Jakarta : Depdiknas. Ditjen Pendidikan Tinggi. Kardiawarman & Hadi Subroto. Raka Joni. 1991/1992. Bagian Pertama Konsep Dasar.28 DAFTAR PUSTAKA Augustine. Depdikbud. Penelitian Tindakan Kelas. Kurikulum. C. Mathematic Method for The Elementary and Midle School. Raka Joni. Garry G.Jakarta : Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah. Nancy Tanner & Bitter. T. T. 2004. Dimyati. W. Strategi Belajar Mengajar. C. 1993. Penelitian Tindakan Kelas Bagian Kedua prosedur Pelaksanaan . Hatfield.

28 .

Kabupaten Hulu Sungai Utara. Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.Pd. RT.Pd. 19650502 198804 1 003 Rudiyanti. Kecamatan Sungai Tabukan. April 2013 Supervisor 2. 19801226 200701 2 009 .Sungai kuli.SD NIP. H. S.Pd NIP. S. S.01. Saidi Padilah.01 Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara. : III : 085248761180 : Rudiyanti.28 Lampiran 1 Kesediaan Supervisor 2 dalam Penyelenggaraan PKP Kepada Kepala UPBJJ -UT Di Banjarmasin Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah Menyatakan bahwa: Nama NIM Program Studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah Guru kelas Telpon/HP : Ilkawati : 814 786 516 : S I PGSD : SDN Rantau Bujur Tengah : Jl.SD : 19801226 200701 2 009 : SDN Rantau Bujur Tengah : Jl. Mengetahui Kepala Sekolah Sungai Pandan. RT. Sungai kuli.

Supervisor 2 Sungai Pandan.Pd. 814 786 516 . S. menerangkan bahwa: Nama NIM UPBJJ : Ilkawati : 814 786 516 : 49 / Banjarmasin Menyatakan bahwa: Nama NIP Guru Kelas : Rudiyanti. April 2013 Mahasiswa.SD : 19801226 200701 2 009 : III Tempat Mengajar : SDN Rantau Bujur Tengah Adalah supervisor 2 yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 5401 Pemantapan Kemampuan Profisional ( PKP ) Demikian agar surat pernyataan ini digunakan sebagaimana mestinya.Pd. Rudiyanti. S.28 Lampiran 2 Surat Pernyataan Kesediaan sebagai Supervisor 2 Yang bertanda tangan di bawah ini.SD NIP. 19801226 200701 2 009 Ilkawati NIM.

28 Lampiran 3 Format Perencanaan Perbaikan Pembelajaran IPA Fakta/Data pembelajaran yang terjadi di kelas Identifikasi masalah Analisis masalah Alternatif dan Prioritas Pemecahan masalah .

.2 1 .28 Rumusan masalah JURNAL PEMBIMBINGAN SUPERVISOR 2 PKP NIM / Nama Mahasiswa : 814 786 516 / Ilkawati Mengajar di kelas Sekolah : IV : SDN Rantau Bujur Tengah N o . Hari/Tan ggal Kegi atan Hasil/kom entar Tin dak Lan jut M hs Su p. 2 .

28

3 .

4 .

5

6

28

7

8

28

mengaitkan materi dengan pelajaran sebelumnya atau berkaitan dengan pengalaman siswa sehari-hari 4.28 Lampiran 4 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (SIKLUS I) Satuan Pendidikan Materi Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu Materi Pokok I. 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran Menyampaikan kegiatan yang akan di lakukan Apersepsi: mengajukan pertanyaan. b. 3.  Mengidentifakasi simetri lipat bangun datar III. Standar Kompetensi  Mengidentifikasi sifat-sifat kesebangunan simetri lipat dan simetri putar bangun datar II. Kegiatan Awal 1. Indikator  Menentukan simetri lipat dan simetri putar bangun datar  Membandingkan simetri lipat dan simetri putar antar bangun IV. Tujuan Perbaikan  Siswa dapat membandingkan simetri lipat dan simetri putar pada bangun datar  Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan tepat V. Kompetensi Dasar  Menentukan sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun. Langkah-langkah Pembelajaran a. Memberikan pre-test Kegiatan Inti : : : : : SDN Padang Luar Matematika IV/2 2 x 35 Menit Sifat dan Hubungan Antar Bangun .

7. segitiga.Keaktifan siswa Mengetahui Kepala Sekolah Padang Luar. Metode . Membahas hasil tes VI. LKS VII. Buku Matematika kelas IV penerbit Yudistira 2. lingkaran pada setiap siswa Guru membimbing siswa dalam menemukan simetri lipat Masing-masing siswa melaporkan hasil temuannya Dengan bimbingan guru siswa membuat kesimpulan Kegiatan Ahir Memberikan tes tertulis 10. Guru membagikan bangun datar yaitu bangun persegi.Tes tertulis . Penilaian . 6. 9.28 5. trapezium.Diskusi .Penugasan VII. Alat dan Sumber Alat: Beberapa potong kertas berbentuk bermacam-macam bangun datar Sumber: 1. c. 8. Buku-buku penunjang lain 3.Unjuk kerja . persegi panjang.Tanya jawab . Oktober 2012 Mahasiswa .Penemuan .

814 018 352 . 19540305 197801 1 002 ZUBAIDAH NIM. BAHRUNI. S.Ag NIP.28 H.

Daun lengkap dan daun tidak lengkap Daun lengkap terdiri dari : Tulang daun. helai daun. Materi Pelajaran Struktur daun dan fungsinya 1. II. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya. menjari. 2. Bentuk daun : menyirip. dan pelepah daun.28 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (SIKLUS II) Satuan Pendidikan Materi Pelajaran Kelas/semester Alokasi Waktu Materi Pokok I. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 2.3. tangkai daun.Menyebutkan bagian – bagian daun beserta fungsinya . Fungsi daun : a. Tempat berlangsungnya penguapan V. Indikator . Tempat bernapas c. Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya III. Tujuan Perbaikan : : : : SDN Sungai Limas IPA IV/1 2 x 35 menit : Struktur daun dan fungsinya . dan sejajar 3. Struktur daun : ada daun tunggal . melengkung.Bagian – bagian daun : . dan ada daun majemuk 4. Daun tidak lengkap terdiri dari : tangkai daun dan helai daun.Menjelaskan hubungan antara struktur daun beserta fungsinya IV. Tempat terjadinya fotosintersis b.

c. Langkah-langkah Pembelajaran a. Guru menyampaikan materi sebagain pengantar. 2. Guru menanyakan alasan / dasar pemikiran mengenai urutan gambar tersebut. VI. guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 16. Siswa mampu menjelaskan hubungan antara struktur bagian –bagian daun beserta fungsinya. Guru bersama siswa menyimpulkan pelajaran / merangkum materi pelajaran. 14. 21. 19.28 1. guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar – gambar sehingga menjadi urutan yang logis. 17. Membahas hasil tes 25. Perbaikan dan pengayaan . Dari alasan / urutan gambar yang di susun siswa. Memberikan pre-test b. Menyampaikan tujuan pembelajaran 12. Siswa mampu menyebutkan bagian-bagian daun beserta fungsinya. Kegiatan Awal ( 10 menit ) 11. Apersepsi: mengajukan pertanyaan. 18. 20. mengaitkan materi dengan pelajaran sebelumnya atau berkaitan dengan pengalaman siswa. Kegiatan Akhir ( 15 menit ) 22. Guru memperlihatkan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Memberikan tes tertulis 24. Kegiatan Inti ( 45 menit ) 15. Menyampaikan kegiatan yang akan di lakukan 13. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan dan membuat rangkuman materi 23.

27. Buku IPA kelas IV penerbit Yudistira 2. Buku-buku penunjang lain Tanya jawab Kelompok Diskusi Inkuiri B.28 VII. Model Pembelajaran : . Picture and Picture VIII. Metode : 26. 28. Alat dan Sumber Alat : Beberapa gambar daun Sumber: 1. Metode dan Model Pembelajaran A. 29.

816 885 164 . Suriannoor.SD NIP.Tes tertulis .Pd. LKS VIII.Unjuk kerja . Rinawati NIM.28 3. 25 Oktober 2012 Mahasiswa H. Penilaian . S. 19521101 197511 1 001 Hj.Keaktifan siswa Mengetahui Kepala Sekolah Sungai Limas.

28 LEMBAR KERJA SISWA 1. Jelaskan pengertian bagian – bagian daun beserta fungsinya sesuai pemahaman .

28 LEMBAR KERJA SIKLUS I Kelompokkan bangun berikut ke dalam kelompok bangun simetris dan tidak simetris ! A B C D E F G H I J Kelompok Bangun Bangun yang simetris Gambar Huruf Alasan Bangun yang tidak simetris .

simetris atau tidak simetris! No 1 Gambar Benda Simetris Benda Tidak Simetris 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .28 LEMBAR KERJA SIKLUS II Berilah tanda centang (  ) sesuai sifat benda itu.

Par af Par af Sup 2 .28 Lampiran 5 JURNAL PEMBIMBINGAN SUPERVISOR 2 PKP NIM/Nama Mahasiswa : ZUBAIDAH Mengajar di kelas Nama Sekolah N o Hari/ Tangg al Kegiat an : V ( lima ) : SDN Padang Luar Hasil/ Koment ar Tind ak Lanj ut Mh s 1.

M.Pd.19660720 199103 1 006 FORMAT PENILAIAN Format penilaia proses N 0 Nam a Sisw a 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2 3 1 2 3 1 2 . S. Supervisor 1 Amuntai. Oktober 2012 Supervisor 2.28 Mengetahui.19760619 200012 1 003 NIP.SD NIP.Pd IDERIS. IRWAN ROZANIE.

28 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful