P. 1
HIPEREMESIS GRAVIDARUM

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

|Views: 173|Likes:
Published by Niken Aryani

More info:

Published by: Niken Aryani on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2015

pdf

text

original

Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

kelap-kelip. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. Bagian tangan. Sakit kepala ringan hingga berat. serta melahirkan prematur. placenta abruption. dapat berakibat buruk pada ibu. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. Bagian perut terasa keras. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. kontraksi. dan kemudian menjadi merah. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. kejang. keguguran. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. plasenta praevia. seperti melihat dengan remang-remang. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. melahirkan premature. atau buta pada titik tertentu. sakit. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. placenta abruption. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. ketika berdiri atau berjalan. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya.

Iritasi pada vagina. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni. (info-sehat) . Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint).Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi. terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum).

turgor kulit berkurang dan urin masih normal. berat-badan menurun.(2) Klasifikasi(2. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan. Mata cekung dan lidah kering. Tingkat II Gejala lebih berat. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. haus hebat. cairan empedu dan terakhir keluar darah. yaitu : 1. muntah pertama keluar makanan. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. berat badan menurun. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. pielititis. dan sebagainya. dehidrasi.3. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit. tekanan darah sistole .(1) Etiologi ________ Tidak jelas. nyeri epigastrium. 2.4) ___________ Secara klinis. subfebril. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman.

tekanan darah menurun pada keadaan berat.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. berat badan menurun. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Stop per oral 24-48 jam. b. 3. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. nistagmus. kulit pucat. bilirubin ada. 2. Minuman tidak diberikan bersama makanan. dan haus hebat. muntah berkurang atau berhenti. 4. benda keton dan proteinuria. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. porsio lunak pada vaginal touche. Diet a. dan proteinuria. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan.Vitamin B1. apatis. C 200/hr/infus. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan). gangguan jantung. Rawat di rumah sakit. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. ikterus.4) _________ 1. keadaan berat. . subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma). 40 tetes per menit. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. vit.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. Penatalaksanaan(2. . Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun. 4. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. . 3. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma).kurang 80 mmHg.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus. 5. . Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. Fisis : dehidrasi. lidah kotor. sianosis. . ikterus. Obat . Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. shift to the left. c. sianosis. aseton ada. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. batasi pengunjung. Diagnosis(2.3) ________________ 1. 3. pekerjaan sehari-hari terganggu. 2. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. kulit pucat. kadang ikterus ada.

Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Vol. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 1155-1164. 305. Syahrul Rauf. Sydney : WB. Wahidin Sudirohusodo. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. ed. ed. Saunders Company 1986. vol. Obstetrics 12 th. Am J Obst. (editors). Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. Murah Manoe. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. 375377. 102. Macky. & gynec. 1968. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Nausea and Vomity in Pregnancy.M. 2. Sp. 12. I. 1961. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Saunders Company. 3. 4. Kaminetzky HA eds. Makassar.160/110 mmHg. Mannor SM. Sp. dr. Tidak mutlak harus tirah baring.OG. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih.. dr. Hyperemesis Gravidarum. 135-171. dr. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. Greenhill. Desakan darah 140/90 . Rawat jalan (ambulatoir) 2. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. Daftar Pustaka ______________ 1. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 3. Sp. 1999.S. Hendrie Usmany.. Fairwether. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. dr. 2. 2.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.OG. Philadelphia : WB. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. In : Iffty L. . Rumah Sakit Umum Pusat. Belscher NA. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. Toronto : A Wiley Medical Publication. 1981.OG.

d. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). Pengamatan gerakan janin setiap hari b.Gangguan visus . Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. asam urat dan BUN. 2. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. 6. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar.Umur kehamilan kurang 37 minggu . arteri uterina. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. d. . b. e. b. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. NST 2 kali seminggu c. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . Bila penderita tidak inpartu . 2. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. 5. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. Pemeriksaan laboratorium a. c.Nyeri kuadran kanan atas perut .Nyeri kepala frontal atau occipital. c. Hasil tes laboratorium yang abnormal. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. Terapi medikamentosa : 1. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. antihipertensi dan sedativum. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. Tidak perlu pemberian diuretik. Vitamin pre natal. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1.Nyeri epigastrium 3. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. c. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 4. d. 4.3. e. bila NST non reaktif. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. b. Profil biofisik janin. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. d.

Klasifikasi sindroma HELLP : 1. AST. kelemahan. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. EL = Elevated Liver Enzim.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. Bagian lain atas indikasi. nyeri kepala. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Klasifikasi Missisippi . malaise.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. disfungsi hepar dan trombositopenia. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP. Peningkatan urobilinogen dalam urine. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. 3. dan kenaikan asam urat. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. Penurunan haptoglobin. Ed. Bagian penyakit jantung 3. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. b. edema. Kenaikan LDH. LDH. (H = Hemolisis. d. b. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. peningkatan enzim hepar. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). nyeri epigastrium. 2005. muntah. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. AST dan bilirubin indirek. 5. . Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. 2. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. proteinuria. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. 4. 2. Trombositopenia : Trombosit 150. c. ke-2.000/ml atau kurang. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. Bagian penyakit mata 2.

Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali. Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100. Antioksidan.Kelas I : Trombosit 50. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Terapi Medikamentosa : 1. Dapat dipertimbangkan pemberian : a.Trombosit 100. 2. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia.000-150. 3.000 IU/l atau lebih. Sikap : Pengelolaan obstetrik . 2. serum LDH 600. 2.Trombosit kurang 100. hipertensi berat.000/ml.Acute fatty liver of pregnancy. . Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia .000 sampai 150. serum LDH 600. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1.Fibrinogen. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). misalnya : .000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : . Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100. Kelas II : Trombosit lebih 50. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. . 4. Bila trombosit kurang 50. c.000 IU/l atau lebih. nyeri epigastrium. 5. Jika didapatkan : . Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam. 4. serum LDH 600. LDH 600. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50. 3. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1.000 sampai 100.Sepsis.eklampsia. AST 70 IU/l atau lebih.000/ml dan penurunan LDH.000/cc dan dengan eklampsia.000/cc.000/ml. gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam.000 IU/l atau lebih. Kelas III : Trombosit lebih 100.000/cc atau .Waktu protombin . Kelainan konsumtif fibrinogen. Pemberian dexamethasone rescue : a. b. b.000/ml atau kurang.000 IU/l atau lebih.000/ml. Kelainan jaringan ikat : SLE.Hipovolemia berat / perdarahan berat. Trombotik angiopati 2.Waktu tromboplastin parsial . Penyakit ginjal primer. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas.

Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Presentasi mungkin abnormal. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. 2005. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Waktu terjadinya saat hamil 7. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Timbulnya perlahan-lahan 6. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Plasenta previa 2. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Timbulnya tiba-tiba 6. Perdarahan dengan nyeri 2. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. Ed. Warna perdarahan merah segar 4. Denyut jantung janin ada 10. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Solusio plasenta 3. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tidak berulang 3. His biasanya tidak ada 8. Perdarahan tanpa nyeri 2. ke-2. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Rasa tegang saat palpasi 9. Warna perdarahan merah coklat 4. His ada 8. Perdarahan berulang 3.

Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. b. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. 4. Penanganan aktif bila : a. 4. 2. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Anak mati . c. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. USG untuk menentukan letak plasenta. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. 3. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. 2. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 5. Konservatif bila : a.10. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. b. Kehamilan kurang 37 minggu. c.

Perdarahan banyak tanpa henti. . Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. janin hidup. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Penanganan aktif berupa : . Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. uterus tidak tegang. kadar . pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. Plasenta previa marginalis 2. Indikasi melakukan seksio sesar : .Istirahat. . kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap.Perawatan konservatif berupa : . Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. . . Bila terjadi perdarahan banyak. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. . belum ada tanda renjatan. . Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi.Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. . dan hematokrit. Hb.Plasenta previa totalis . Plasenta previa letak rendah 3.Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. . Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc.Persalinan per vaginam.Pemeriksaan USG.Presentase abnormal.Panggul sempit. lakukan seksio sesar.Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang).Persalinan per abdominal.Memberikan antibiotik bila ada indikasii. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1.

fibrinogen. gawat janin atau janin telah mati. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. hematokrit dan trombosit. terdapat tanda renjatan. 3. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Pemberian transfusi darah 2. Pre eklampsia berat. Panggul sempit. 5. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan. 4. Letak lintang. terdapat tanda pre renjatan. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. Pemberian infus oksitosin 4. penderita dimobilisasi. Bila proses berhenti secara berangsur. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Perdarahan banyak. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. memperbaiki anemia. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Etiologi solusio plasenta belum jelas. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. janin mati. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. uterus tegang. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. 2. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 6. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. 2. 3. (2) . Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus.

Makassar.Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. ukuran janin. Syahrul Rauf. berkerringat banyak.OG. 2. 1999. dilakukan persalinan pervaginam.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. deselerasi atau bradikardi. Ujung Pandang. pernapasan. dr. Rumah Sakit Umum Pusat.. . Gasong MS. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. Hendrie Usmany. dr. dr. dan suhu). Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. 1991 : 9-13. Rambulangi J. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Moerniaeni N. pingsan. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. (editors). Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . I. nadi lebih 112 kali per menit). Daftar Pustaka ______________ 1. Jakarta. Sp. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. . Hartono E. Sp.S. I.OG. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS..Periksa tanda-tanda syok (pucat. Sp. tekanan sistolik kurang 90 mmHg. Murah Manoe. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi.M. termasuk tanda-tanda vital (nadi. Perdarahan Antepartum. dr. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. 1997. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Wahidin Sudirohusodo.OG. tekanan darah.

Jika dicurigai terjadi syok. .PID).Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). . Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. . Jika terjadi syok. dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. Jika tidak terlihat tandatanda syok. . 3. lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah.Uterus sesuai dengan usia kehamilan. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.Serviks tertutup.Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . . massa adneksa. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama). kenali dan segera tangani komplikasi yang ada.Serviks tertutup. 4. Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia. 1. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa. . .Jika pasien dalam keadaan syok.Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. 3. 2. pengeluaran sebagian produk konsepsi. . .. Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat. Diagnosis abortus komplit : . Diagnosis abortus imminens : .Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . dan cairan bebas intra abdomen.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.Gejala / tanda : limbung atau pingsan. sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera.Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. 2. nyeri goyang porsio. penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease. segera mullai penanganan syok. Diagnosis abortus insipiens : . .Perdarahan sedang hingga masif (banyak). kaku perut. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis.Serviks tertutup atau terbuka. nyeri perut bawah.

. demam. distensi abdomen.Uterus sesuai usia kehamilan.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. Diagnosis abortus inkomplit : . Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan.Uterus sesuai usia kehamilan. Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Komplikasinya adalah perlukaan uterus. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. . lesu. Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan.Serviks terbuka. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis. dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. perdarahan berlanjut. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). 4. nyeri bahu. uterus terasa lemas. 6. Abortus yang disengaja 3. sekret vagina berbau. 5.. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi.Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . Tahapan abortus spontan meliputi : 1.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). . . nyeri lepas. . Abortus spontan 2. tidak ada janin. Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. Diagnosis abortus mola : . sindrom mirip pre eklampsia. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). 3. dan nyeri goyang serviks.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. lemah. dan demam.Serviks terbuka. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam.Gejala / tanda : mual / muntah. kram perut bawah. Abortus tidak aman 4. . nyeri lepas. sekret & pus dari serviks. mual-muntah.Serviks terbuka. . dan keluar jaringan seperti anggur. vagina atau usus.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). 2. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). . abdomen terasa tegang & keras.

. 2. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual.Jika perlu. Perdarahan berlanjut. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. Penanganan abortus imminens : 1. 4. segera lakukan : .Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus.2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu).Berikan ergometrin 0. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. vagina dan usus. lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena . obat-obat lokal atau bahan lainnya. Jika perdarahan : . Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. 3. lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. . Jika evaluasi tidak dapat. . mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi.Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. 2. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Penanganan abortus insipiens : 1. Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total.

beri ergometrin 0. 4. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. Apabila terdapat anemia sedang. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. Jika anemia berat berikan transfusi darah. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. beri ergometrin 0. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. 3. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : .Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. .Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg).Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. Penanganan abortus inkomplit : 1. 2. 2. 5. Penanganan abortus komplit : 1. Jika perdarahan berhenti. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia.Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi.(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. . Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. .2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). . 2.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. Jika kehamilan lebih 16 minggu : .2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. 4. Tidak perlu evaluasi lagi. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. 3. 3. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2.Waktu aplikasinya segera. Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1.Jika dicurigai adanya infeksi.Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. 3.Waktu aplikasinya segera. Kondom .Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur. tunda prosedur sampai keadaan jelas. . .Dapat mencegah penyakit menular seksual. .5 ml setelah 4 minggu. .Waktu aplikasinya segera. 3. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan.Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. Pil kontrasepsi . Implan . Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). Jika riwayat imunisasi tidak jelas. 4.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. Penapisan kanker serviks. Tubektomi .Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali. Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi.Waktu aplikasinya segera. . berikan booster tetanus toksoid 0. 2. 5.Sediakan metode alternatif (seperti kondom). Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi. 6. Jika klien pernah diimunisasi. . . Alat kontrasepsi dalam rahim . Suntikan . 4. . berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. .Waktu aplikasinya segera. tunda sampai anemia telah diperbaiki. .Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien.

perubahan warna pada vagina & serviks.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan. Hipovolemia. Nyeri pada abdomen dan pelvis. Kolaps dan kelelahan. Nyeri lepas. 2. mual. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. 7. Pada laparatomi. Pucat. Abdomen akut dan nyeri pelvis. 6. pembesaran uterus. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Cara lain. 3. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. 4. pembesaran payudara. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. 8. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). . perlunakan serviks. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). bukalah abdomen : . 5. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . 2. Distensi abdomen. 2. Hipotensi.Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik. Jika tidak ada fasilitas. 2. 3. frekuensi buang air kecil meningkat. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1.

lakukan evaluasi uterus : . Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis. 3. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu..Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa.Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. Penanganan selanjutnya kehamilan mola : .Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. . merupakan hal yang penting. konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi.Jika dibutuhkan dilatasi serviks. gunakkan blok paraservikal. Sebelum membolehkan ibu pulang. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya. jika diinginkan. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai.Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. .Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya. 2.Jika sumber vakum adalah tabung manual. . . . tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah. . Penanganan selanjutnya : 1.. Update : 6 Maret 2006 Sumber : . Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Daftar Pustaka ______________ 1. dilakukan persalinan pervaginam. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. 1997. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Ujung Pandang.3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. ukuran janin. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. 2.2. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Perdarahan Antepartum. Jakarta. Rambulangi J. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Moerniaeni N. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. Hartono E. Gasong MS. 1991 : 9-13. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau . Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. I. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih.

urine lengkap.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). lumbosakral. lumbosakral.Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg. Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit).Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. dinding perut. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu). Edema tekan pada tungkai (pretibial). persalinan . 3. fungsi hati. 2. lemak dan garam. trombosit. Edema pada pretibia. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. dinding abdomen.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg.Roborantia . 4. fungsi ginjal. wajah atau tungkai.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia. . Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. Proteinuria lebih 0. . Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . . 2.3 gram/liter/24 jam.Diet : cukup protein. 3. Kehamilan lebih 20 minggu. asam urat darah.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin. wajah atau tangan. 2. hematokrit. rendah karbohidraat.(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. kualitatif (++). .Kunjungan ulang setiap 1 minggu. 3. . Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : .

ditunggu sampai aterm. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal.5) 1. b. 2. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal.Adanya tanda IUGR . b. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 3. Indikasi (salah satu atau lebih) a. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) .Usia kehamilan 37 minggu atau lebih .4. Ibu . Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. B. Bila perlu memperpendek kala II. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia.Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) . 2. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan).Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan.Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Janin . Cara persalinan .(3.

4.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. payah jantung kongestif atau edema anasarka. c.(3) 3. 10. (8. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. maksimal 4-5 kali. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. d. Antasida 5. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. catapres injeksi. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. (4) 8. Antihipertensi diberikan bila : a. . Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. lemak dan garam. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. Laboratorium . .Antibiotik diberikan atas indikasi. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7.Konsul bagian penyakit dalam / jantung.9) b. Diet cukup protein.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. trombositopenia). 1997) 9. Lain-lain : . Tirah baring miring ke satu sisi. mata. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. . Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. . Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. rendah karbohidrat. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Segera masuk rumah sakit 2. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. (Syakib Bakri. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru.c. 6. refleks patella setiap jam.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari.

1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot.(6) 2.5 cc/kgBB/jam). Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). .Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin.(4) 2. depresi SSP.7 cm.Fetal assesment jelek . Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) .Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. MgSO4 dihentikan bila :(7) a.Berikan oksigen. .Hentikan pemberian magnesium sulfat . c. .Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0. fungsi jantung terganggu.Refleks patella positif kuat . Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari.7) .Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4.7) b.(3) 3. hipotensi.(3. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif).Lakukan pernapasan buatan. refleks fisiologis menurun.Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1. 4. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. . Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. . Seksio sesaria bila : .

Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi.Amniotomi saja . Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria. Fase aktif : .12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. selambat-lambatnya dalam 24 jam. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. (1.2) _____________________ 1. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. Perawatan Konservatif (1. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. 3. b. bila keadaan memungkinkan. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. 4.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). Penderita dipulangkan bila : a. d. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. 2. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan.. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. c. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. b.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. 2. Pengobatan obstetri : a.2) --------------------------------------------Kala I ------1. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal.

Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas . khususnya hipertensi krisis 3. Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir.Adanya protein dalam urin . Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. C. Penatalaksanaan (1. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4. 2. Gejala Klinis (4) . Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. otak.2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. Perawatan bersama : konsul bagian saraf.2) Tujuan pengobatan : 1.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi. ginjal. Mencegah dan mengatasi penyulit.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ. Eklampsia Pengertian (1. mata. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU . Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan. penyakit dalam / jantung. Untuk menghentikan dan mencegah kejang. Pemeriksaan laboratorium .Fungsi hematologi / hemostasis. edema dan proteinuria) . Berdasarkan gejala klinis di atas 2.(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati. ginjal. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja.Kejang-kejang dan/atau koma . anestesi dan anak.Fungsi organ hepar. dan jantung .

2. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. 4. Dhall 61. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. 1994. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . 3. Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Gestationally Induced Hypertention. Uktolsea F.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . Januari 1993. 1990 : 166-173. 5. 1985. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Sombolinggi A.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. Ed. 2. 6. Bhalla AK. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Waspodo D. Gumilar E. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. Soetomo. Quick Deference to Obgyn Procedure. Philadelphia : AB Lippincoti Company. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. dkk. Handaya.Pengobatan Obstetrik (1. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Sukaputra B. Salgas Gestosis POGI. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. Dhall K. Jakarta : Gaya baru. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas . Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. 2. 3. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. 1-8. z : 144-148. 1994.Penderita belum inpartu . POGI. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar.Setelah kejang terakhir .Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. 1.Fase laten . . 7. In : Barber HRK. Abadi A.2) 1. Fields DH. Daftar Pustaka ______________ 1. eds.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. Apabila pada pemeriksaan. Bilamana diakhiri. Fields DH. Djuarsa E. Cet. ke-2. Kaufman SA.

plasenta (letak. Hipertensi pada Wanita Hamil. ICA. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). trauma. apakah sudah pernah di USG. USG : biometri janin. 9. . kelainan serviks. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. lakukan periksa dalam. Ujung Pandang. derajat maturasi. dan apakah ada penyakit sistemik. 426-431. Gant NF. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. apakah ada kelainan letak. Basic Gynecology and Obstetrics. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. solusio plasenta. Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. Desember 1996. Bakri S. 8. berwarna merah segar. Connecticut Appleton and Lange. varises vagina pecah. Cunningham FG. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. 1992.Hasanuddin Ujung Pandang. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. dan kelainan). Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. Bila tidak teraba bantalan plasenta. 1993. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu.

Kesembuhan : diharapkan sempurna. Bambang Winarno . b. Author Judi Januadi Endjun. BBLR. lama perawatan dapat lebih lama lagi. Pada Ibu : renjatan. Bila ada penyulit. Laboratorium : darah perifer lengkap. infeksi. b. PENYULIT Karena Penyakit. Pada Janin : asfiksia. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. Bawono Hasan. Jelondra Djoesman. Sanny Santana. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. a. Pada Janin : asfiksia. a. hipotonia atau atonia uteri. Pada Ibu : kelebihan cairan.2. 3. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Achmad Mediana Endjun. reaksi transfusi. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. seksio sesarea : 3 bulan. RDS. Karena Tindakan / Terapi. infeksi. prematuritas.

Balai Penerbit FKUI. But if it persists into later pregnancy. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. What is placenta previa? If you have placenta previa." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. In : Williams Obstetrics. Cunningham et al. it can cause bleeding. it's called a marginal previa. you'll need to have a c-section. New York. (You may also hear the term "partial previa. Obstetrical Hemorrhage. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. it's called a low-lying placenta. 1994. Cetakan Kedua.PUSTAKA 1. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. 3. RSPAD Gatot Soebroto. which may require you to deliver early and can lead to other complications. it's called a complete or total previa. 1996. 21st Ed. If it's right on the border of the cervix. If the placenta covers the cervix completely. Jakarta. . Jakarta. next to or covering your cervix.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it. 2. Departemen Obstetri dan Ginekologi. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. 2001.

as the placenta itself grows.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby.What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. If you have any vaginal bleeding in the meantime. it doesn't actually move. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). Even if previa is discovered later in pregnancy. Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. an ultrasound will be done then to find out what's going on. (Rustam Mochtar. 1992). the less likely this is to happen). but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. As your pregnancy progresses. 1991). Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono. (Since the placenta is implanted in the uterus. . Also. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut.

Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1. syok. Sektio caesaria ekstraperitonealis. Rustam. kelainan kongenital berat (monster). yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. anemi berat. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. (Sarwono.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. 1992) . sebelum diatasi.

angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. (Sarwono. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. 1999). Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. penyediaan cairan dan darah. 1992). Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. embolisme paru. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %. dan sebagainya jarang terjadi. Komplikasi 1. 2. indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. anestesi. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah .

frekuensi nadi dan nafas.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi. Catat lama operasi. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. . Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. Susan Martin. 1998) Periksa tekanan darah. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. 1 dan 2. frekuensi nadi dan pernafasan. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. jenis kelamin. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. lembar operasi ditandatangani oleh operator. Anestesia.

. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin. 6. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. 2. abrupsio plasenta dan plasenta previa. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar.• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. 3. Perencanaan 1. Tujuan : . Susan Martin. 1998) yaitu . 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. Susan Martin. 1. prolaps tali pust. (Tucker. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. kegagalan untuk melanjutkan persalinan. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. 4.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. malposisi janin. 5.

• • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. batuk non produktif. Dapatkan urine untuk urinalisis. 3. Ambil darah untuj JDL. • • Anjurkan pasien untuk batuk. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. penurunan mobilitas. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. wajah meringis terhadap nyeri. membalik. ronki terdengar. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. . dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. golongan darah dan skrin. perilaku distraksi/penghilang. • Perhatikan dokumentasikan.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. abdomen. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. 2. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. elektrolit. atau kongesti jalan napas atas. rales.

− Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi.Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. • Observasi insisi terhadap infeksi. Tujuan : . dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. 5. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. lochia. Tujuan : − Insisi bedah dan kering. tanpa tanda atau gejala infeksi. Intervensi : . • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. 4.

dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. . 2. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. Di rumah sakit. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. Carol Vestal. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. Jelaskan pentingnya latihan. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. 3. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. berubah dari merah ke coklat sampai putih.

2. Jilid 1. EGC. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Jakarta. Persis Mary.(1999). Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. 8. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran. Ibrahim S. Jakarta. Martius. (1997). EGC. Muchtar. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. Jakarta. .(1993) Perawatan Kebidanan. Ida Bagus Gde. (1998) Memahami Proses Keperawatan.(1998). Jakarta. (1999). Allen. Edisi 2. Hamilton.. EGC. Carol Vestal. (Allen. 5. Rustam.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. ______________. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. EGC. 3. Bratara Jakarta. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. Cristina. 7. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Ilmu Kebidanan. Carol Vestal. tanpa tanda atau gejala infeksi. Gerhard. Ilmu Kebidanan. Sarwono Prawiroharjo. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 6.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (1998). Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. Manuaba. Edisi 6. Sinopsis Obstetri. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 4. Jakarta. Bedah Kebidanan Martius.

Tucker. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Jakarta. 2. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . Edisi 1 Cet. Volume 4. Penerbit Buku Kedokteran. Susan Martin. ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Standar Perawatan Pasien. 2. EGC. _____________. (1998).1. Jakarta. Edisi 5. Ilmu Bedah Kebidanan. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. (1991).

Sayatan memanjang ( longitudinal ) . kanan. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim. sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1.• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri.

dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang. Sayatan melintang ( Transversal ) 3. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung .2.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4.

(Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. peritonealis. 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. . 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih.• Berat. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. (Obstetri Fisiologi. • Immediate post partum Minggu pertama post partum.

nutrisi. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. jumlah meningkat saat berdiri. mendeteksi masalah. • Melaksanakan skrining yang komprehensif.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. . menyusui. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. darah dan limfe. keluarga berencana. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. baik fisik maupun psikologiknya. • Bau normal seperti menstruasi.

Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. struktur internal kembali dalam 2 minggu. produksi mukus normal dengan ovulasi. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. puting mudah erektil bila dirangsang. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. dalam 6 sampai 8 minggu. Pada payudara yang tidak disusui. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. bentuk distensi untuk beberapa hari. . struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. bentuk ramping lebar. Ovulasi mungkin tidak terlambat. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III).

keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. tidak ditemukan pada minggu I post partum. sesaria : 600 – 800 cc. leukosit meningkat. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. RR : 16-24 x/menit. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. • Perubahan hematologik Ht meningkat. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. . • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. • Nafsu makan kembali normal. neutrophil meningkat. • Jantung Kembali ke posisi normal.5 kg. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. LH.

• Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. • Sistem Imun Rhesus incompability. jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. diuresis mulai 12 jam. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. Diastasis rekti 2-4 cm. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. kembali normal 6-8 minggu post partum. diberikan anti RHO imunoglobin. • Uterus . • Pada fungsi ginjal: proteinuria.

• Insisi SC Balutan dan insisi. . discharge dan approximation. urinalisis. ayah dan bayi. faktor keluarga. dan nyeri. warna. • Ekstremitas Tanda Homan. konflik peran. Kemerahan menandakan infeksi. laserasi dan hemoroid. edema. edema. respon depresi dan psikosis. memar. • Lochea Tipe. • Bowel Pergerakan usus. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. jumlah distensi. hematoma. periksa redness. adakah anxietas. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. • Baby Blues: Mulai terjadinya.Konsistensi dan tonus. drainase. marah. posisi tinggi dan ukuran. jumlah. tenderness. • Perineum Episiotomi. usia ibu. hemoroid dan bising usus. bau dan adanya gumpalan. kondisi bayi. dan perubahan warna. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. faktor sosial-ekonomi. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. sebagai orang tua. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih.

Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit. bidang tengah dan pintu bawah panggul. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : .• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap.

Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan.• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. • Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. panggul sempit. luxatio. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring. atrofia.

• Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. . • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. Asynclitismus sering juga terjadi. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim. letak sungsang dan letak lintang. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu.

Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. scoliose. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan.Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis. Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm.pincang dan lain-lain) • osborn positip . • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. • Ruptur symphyse dapat terjadi . yang paling sering adalah kelumpuhan N. Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol. Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi. Peroneus . • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak. malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca.

jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8. Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm.Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan .

10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC. letak muka atau kelainan letak lainnya. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang. Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. letak dahi.

5 cm + 5 cm = 15. harus diukur secara rontgenelogis.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.5 atau kurang ( normal 10.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13.kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC. tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi. • Terapi .

• Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul.5 cm = 18. penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat. apatis. marah. takut. • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. peningkatan ketegangan. udema pulmonal. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. stimulasi simpatis . gaya hidup. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. hubungan.

d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat. kondisi yang kronik/ batuk. makanan. predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi.• Makanan / cairan Malnutrisi. membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.

Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. mual. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung. Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b.d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka. 2) Tulang Panggul . penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi.1996).1998). menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim.d insisi. kencing manis dan eklamsia. kemungkinan dilakukan tindakan operasi. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b. Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas.• Resti infeksi b. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu.

arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3.Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. Sedangkan peritonitis. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. Luka kandung kemih. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998).

[www. Definisi 1. delivery by cesarean section may be necessary. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). Ked. can cause bleeding late in pregnancy. Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. 2. Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. S. placenta previa.kabarindonesia. . Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2.com] KabarIndonesia .Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. Berbagai varian termasuk: 1. placenta praevia. 3. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi. 14:58:57 WIB .Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. 25-Mei-2008.

Bagaimanapun juga. Erythroblastosis 7. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. Malnutrisi ibu hamil b. Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. Pengobatan infertilitas 5. placenta previa memberikan . 2. Merokok 12. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Melebarnya plasenta karena gemelli c. Faktor Predisposisi 1. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Penyebab 1. Terlambat implantasi a. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta.4. jika berhubungan dengan kehamilan (labor). mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. Status sosioekonomi yang rendah 10. Per se. Perdarahan (hemorrhaging). perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. Usia lebih dari 35 tahun 3. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. Tumbuh kembang plasenta tipis 2. abruption (preeclampsia. Multiparitas 4. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. Endometrium fundus kurang subur b. Penggunaan kokain 13. Melebarkan pertumbuhan plasenta a. Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). hipertensi kronis. penggunaan kokain. Kurang suburnya endometrium a. Kehamilan kembar (gemelli) b.

Saat ini berlangsung.3-0. maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. Mortalitas maternal sebesar 0. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery). Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. Perdarahan antepartum: 10 2. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan.5 5. plasenta previa parsial sekitar 30%. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%.5% dari semua kelahiran. Bagaimanapun juga. Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. . Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa. Transfusi darah: 10 4. Ada peningkatan risiko sebesar 1. Dari semua plasenta previa. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. Septikemia: 5.gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding).03% di Amerika Serikat.

Usia 12-19 tahun . 3.1% 2. Cervicitis (radang serviks) 3. * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor). Abruptio placentae (solusio plasenta) 2.Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim. Vaginitis (radang vagina) 6. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). Diagnosis Banding 1. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. 2. dengan kata lain. 4. 2. 3. Usia 30-39 tahun .2% Gejala Klinis 1. Premature rupture of membranes 4. Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. terbukti tidak ada plasenta previa. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). Pemeriksaan Fisik 1. Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. Usia di atas 40 tahun . Usia 20-29 tahun – 0. yang terjadi pada trimester ketiga. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan .33% 3. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation.1% 4. jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa.

atau plasenta perkreta. Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. 2. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. Tes Lainnya 1. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. dan kasus plasenta previa. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. 2. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta. dan fibrin split products dapat juga membantu. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%.1. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3. plasenta inkreta. hypertensive disease. fibrinogen. merokok. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. 2. malpresentation. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. plasenta akreta terjadi pada 0. Imaging Studies 1. Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). . Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. Meskipun dalam banyak situasi. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. Vasa previa 2. activated partial thromboplastin time (aPTT). Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. meskipun demikian.

10-30 mEq magnesium. Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. D. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). Heart block 3. dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. Pada dewasa. Addison disease 4. E. 60-180 mEq potassium. Kontraindikasi 1. Sebagai tambahan. aturlah untuk mengurangi kontraksi. Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. Myasthenia gravis . jangan melebihi 4 g/jam. lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. Hypersensitivity 2. kofaktor pada sistem enzim. Dukunglah. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise).Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. besarkanlah hati. Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. Nama Obat Magnesium sulfat. Tocolytics A. C. tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. B.

3. 5. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. seorang asisten Profesor. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. Jika overdosis. (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. MS. or percreta). women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. Impaired renal function 7. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. 4. Division of Maternal-Fetal Medicine. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. These invasive . Most often a low transverse uterine incision is used. However. increta. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. Monitoring janin amat penting. 6. Department of Obstetrics and Gynecology.6. Perhatian! 1. Division of Benign Gynecology. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). Associate Professor. Director. Department of Obstetrics and Gynecology. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. 2. MD. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. However. Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. MD. however. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis.

c. dr. 1. Hysterectomy. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. 2. Diagnosis pasti: 1. Ida Bagus Gde Manuaba. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. Keadaan umum penderita. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. Hypogastric artery ligation. 4. Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. e. 2. 3. d. Manajemen Umum Menurut Prof. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels".OG. Komplikasi 1. 3. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. increta. Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. (2004). adjacent organ damage). 2. Tergantung dari: 1. b. Pemeriksaan ultrasonografi. Jumlah perdarahan. Pemeriksaan dalam di meja operasi. Memasang infus. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. infection. Congenital malformations 4. Keadaan janin intrauterin. 2. reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). 3. 5. Uterine artery ligation. dan percreta. Bila dijumpai di Puskesmas. 2. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. Upaya preventif. Sp. Menyiapkan transfusi darah.

Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. Ligasi arteri iliaka interna d. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). yaitu: 1. Bagimanapun juga. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. Ligasi bilateral uterine artery c. 2. 3. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. 3. 4. . 5. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. abortion. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. miscarriage. Beristirahatlah. 2.5. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. Solusio plasenta (placental abruption) 6. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. bila Anda mengalami plasenta previa. Oversewing the placental implantation site b. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. 2. 2. Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. hiduplah secara teratur.

9.110(9):860-4. 8. NY: McGraw-Hill. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. Su TH. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies.13(3):175-90. \ 2. Feb 2005. a natural loss of the products of conception. Philadelphia. Chen CP. Resnik R. Rosenberg D. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. Bacaan Lebih Lanjut 1. 3rd ed. Oct 2005. spontaneous abortion. 6. Pa: WB Saunders. In: Gabbe SJ. 20th ed. Obstetrical hemorrhage. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. Benedetti TJ. Niebyl JR. Hwu YM. New York. Gilstrap LC. 1999:616-21. eds. Creasy RK. Gant NF. J Matern Fetal Neonatal Med. In: Creasy RK. New York. stillbirth. BJOG. Sep 2003.3.99(6):976-80. Prefumo F. Hauth JC.190(4):1135-40. Dashe JS. Prior cesarean and the risk for placenta previa . 1996:510-5. Maternal-Fetal Medicine. Ozturk A. Obstet Gynecol. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section. BJOG. Am J Obstet Gynecol. 11. Wolfe HM. Gabbe SJ. Butler EL. Visco AG. et al. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. 3. Ramus RM. Love JJ. 5. Wenstrom KD. 4th ed. Apr 2004. Laughon SK. NY: Churchill Livingstone. Williams Obstetrics. eds. Faiz AS. Bronsteen RA. Obstetric hemorrhage. 4. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. Leveno KJ. Bhide A. Comstock CH. 5. Jun 2002. 7. Chen HS. 6. Gilliam M.97(1):35-8. Mar 2003. Placenta previa and abruptio placentae. 10. Moore J. Clark SL.45(1):93-5. Simpson JL. In: Cunningham FG. eds. et al. 1997:755-60. Ananth CV. Obstet Gynecol. Harma M. Aust N Z J Obstet Gynaecol. MacDonald PC. Resnik R.112(10):1420-3. termination of pregnancy. Gungen N. Cunningham FG. Jan 2001. 4. Davis F. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa.

Oppenheimer L.Hlm. Software. placenta accreta. 14. Sep 2006. Peter Collin Publishing. Scioscia AL. Am J Obstet Gynecol. Am J Obstet Gynecol. Baergen RN. Hull AD. Placenta previa. May 2005.01. 17. Chollet JA. Tal M. Fleischer A. Schiavello H. Obstet Gynecol.on second-trimester ultrasonography. May 2005. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. 16. J Obstet Gynaecol Can. 15. Obstet Gynecol. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Obstet Gynecol. 12. Carvalho MH. Wu S. 20. Oyelese Y. Nov 2003. Chervenak FA. Musa AA. Sep 2003. Gabriel GE. Kocherginsky M. 23. Electronic Dictionary of Medicine v1. . Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. Obstet Gynecol. Brizot ML.102(5 Pt 1):904-10. Ornan D. 19. Obstet Gynecol. and vasa previa. Warshak CR. 21. Abnormal placentation: twenty-year analysis. 2004. 2003. Pollak J. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Ward CR.29(3):261-73. Edisi 2. Diagnosis and management of placenta previa. Apr 2006.24(6):773-80. Smulian JC. Princeton University. Jean-Pierre C. Chasen ST. 18. Mattrey RF.105(5 Pt 1):962-5.0. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy. Mar 2007. White R. Am J Obstet Gynecol. Goodwin TM. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Jun 2005. Sep 2005. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. Manuaba IBG. et al. Miller DA.102(3):552-4. Obstet Gynecol. Benirschke K. Ultrasound Obstet Gynecol. J Ultrasound Med. 13. Perni SC. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. 1999. Oct 2002. EGC: Jakarta.193(3 Pt 2):1045-9.87-88. Weinstein A. 24. Predanic M. Hobeika EM. 25. Software. Nassar AH. Jul 1997. 22. Eskander R. Usta IM. May 2005.177(1):210-4. Hibbard JU. WordWeb 3.20(4):356-9.105(5 Pt 2):1247-50.192(5):1458-61.107(4):927-41.108(3 Pt 1):573-81. Chandra P. Mustafa SA.

Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. Placenta Abruption Istilah awamnya. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary. suka minum-minuman keras. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada . March of Dimes website. padahal mungkin tidak. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan. 2007. NJ: John Wiley & Sons. pemakai narkoba. Beers MH. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung.26. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. Freeware.com/healthandhealing/getcontent. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. http://www. tidak terdiagnosa plasenta praevia. Setiawan E. 1999. Available at: http://www. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. atau di atas leher rahim. Hoboken. Kamus 2. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.com/printableArticles/188_1132. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah. 'pemisahan plasenta'. Untuk mencegahnya.03.com/Peripartum%20Hemorrhage. www.asp 29.gov/medlineplus/ency/article/000900. Berkow R. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok. 27. Available at: http://www.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar.marchofdimes.beliefnet. National Library of Medicine. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas.htm 30. 28.ramanathans.nlm. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan.aspx?cid=1524 31. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. 17th ed.nih. Medline Plus website. dan pernah mengalami trauma fisik berat.

hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: .keguguran . Perut kokoh (keras) yang tetap.melahirkan prematur 3. Gangguan yang mungkin terjadi: . Risikonya. Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: . kaki atau wajah. 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit. Bila kondisinya berat. disertai rasa sakit. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. Gangguan yang mungkin terjadi: . Cairan vagina keluar atau menyembur. Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. .ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin.placentaabruption . Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan.melahirkan prematur 2.Placenta abruption 5.plasenta praevia .placenta abruption . Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. kejang. bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru.hamil di luar rahim .melahirkan prematur 4. Perdarahan pada vagina.kontraksi melahirkan prematur . Gangguan yang mungkin terjadi: . Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: . Perut mengencang berkepanjangan.selaput pecah 6.keguguran .

Gangguan yang mungkin terjadi: . Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin. Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil. Adanya iritasi pada daerah vagina. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: .penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14. serta sakit kepala ringan. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. 10. remang-remang atau buta pada titik tertentu.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.infeksi saluran air seni . rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: . 8. Pusing sekali dan terus menerus. Gangguan yang mungkin terjadi: . 11. Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13. 9. atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: .Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.infeksi 16.7.Infeksi vagina 15. Gangguan yang mungkin terjadi: .trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12.

tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti. Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi . Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. avokad. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. Mengurangi 2.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. Hati-hati. 3. jangan menghentikan konsumsi lemak. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari.3 – 0.5 – 4. 2. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. melainkan menguranginya.5 kg dalam seminggu. 1. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. 4. Untuk mengatasi kondisi ini. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. minyak zaitun dan kanola. 5. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler. Namun tak perlu melakukan diet ketat. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. serta kacang-kacangan.. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . 5 hari dalam seminggu. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak. akan membantu meningkatkan kadar HDL. dan meningkatkan HDL. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. seperti selai kacang. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut.

dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. plasenta previa Placenta Praevia. vitamin B6 dan vitamin B12. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. Placenta Previa . karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. hal ini akan menimbulkan perdarahan. menutupi jalan lahir. Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta. artinya letak plasenta yang “didepan”.kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas .

dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. bleeding. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. Apabila diketahui PP tetap ada. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. tidak bleeding. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3. sekitar minggu ke-28. Pada kondisi ini. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. terdiri dari tiga macam: 1.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. Plasentaku pindah ke . Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. dan cramping.Gambar dari: obfocus. Complete Placenta Previa. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. dan sebagian lagi. sekitar 18 weeks. Pada ultrasound trimester ke-2. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. Marginal Placenta Previa. hidup normal selayaknya bayi2 lain. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. Low-laying Placenta Previa. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. ultrasound dilakukan lagi. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. Pada awal trimester ke-3. maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP.

.samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel. bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->