Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). kejang. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. kelap-kelip. placenta abruption. sakit. atau buta pada titik tertentu. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. dapat berakibat buruk pada ibu. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. Bagian perut terasa keras. placenta abruption. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. plasenta praevia. dan kemudian menjadi merah. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. serta melahirkan prematur. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. Sakit kepala ringan hingga berat. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. melahirkan premature. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. kontraksi. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. seperti melihat dengan remang-remang. ketika berdiri atau berjalan. keguguran. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. Bagian tangan. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini.

(info-sehat) . ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Iritasi pada vagina. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum).Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi. terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks.

segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan. pielititis. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. berat badan menurun. 2. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. dan sebagainya. muntah pertama keluar makanan. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan.(1) Etiologi ________ Tidak jelas. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. subfebril. Tingkat II Gejala lebih berat. nyeri epigastrium.3. yaitu : 1. Mata cekung dan lidah kering. berat-badan menurun. tekanan darah sistole .4) ___________ Secara klinis. haus hebat. cairan empedu dan terakhir keluar darah. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit. dehidrasi. turgor kulit berkurang dan urin masih normal.(2) Klasifikasi(2. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman.

kulit pucat. ikterus. . Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. 2. apatis. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan). Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. ikterus. 2. muntah berkurang atau berhenti. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. gangguan jantung. berat badan menurun. Rawat di rumah sakit. 4. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma).Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus. Obat . kadang ikterus ada. Diagnosis(2. Diet a. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi.3) ________________ 1. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1. pekerjaan sehari-hari terganggu. 3. sianosis. 3. lidah kotor. nistagmus. dan haus hebat. c. kulit pucat. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. 3. Stop per oral 24-48 jam. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. . Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. . sianosis. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. 4. C 200/hr/infus. Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun. benda keton dan proteinuria. 5. batasi pengunjung. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Minuman tidak diberikan bersama makanan. vit. Penatalaksanaan(2. . tekanan darah menurun pada keadaan berat.4) _________ 1. 40 tetes per menit. bilirubin ada. . aseton ada. porsio lunak pada vaginal touche.kurang 80 mmHg. dan proteinuria.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral.Vitamin B1. shift to the left. b. Fisis : dehidrasi. keadaan berat.

Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Toronto : A Wiley Medical Publication. Macky. dr. 3. ed.. Saunders Company 1986. Rumah Sakit Umum Pusat. 2. Philadelphia : WB. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Syahrul Rauf.160/110 mmHg. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. 4. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. Daftar Pustaka ______________ 1. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih.S. ed. Mannor SM. Sp. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Vol. Greenhill. dr.M. (editors). dr. 102. Tidak mutlak harus tirah baring. & gynec. Wahidin Sudirohusodo. 1999. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan..OG. Kaminetzky HA eds. Saunders Company. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. 135-171.OG. 3.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. Obstetrics 12 th. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. . Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. I. Sp. Murah Manoe. Am J Obst. Fairwether. In : Iffty L. 1961. 1155-1164. 375377. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. Sp. Hendrie Usmany. 2. 1981. Hyperemesis Gravidarum. Desakan darah 140/90 . vol. 2. Belscher NA. Sydney : WB. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. dr. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. 12. Nausea and Vomity in Pregnancy.OG. Rawat jalan (ambulatoir) 2. Makassar. 305. 1968.

bila NST non reaktif.Nyeri kuadran kanan atas perut . Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . arteri uterina. b. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. Tidak perlu pemberian diuretik. d. 5. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. e. antihipertensi dan sedativum. 4. . Bila penderita tidak inpartu . Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. d. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. c. Tidak perlu restriksi konsumsi garam.3. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. Vitamin pre natal. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. asam urat dan BUN.Nyeri kepala frontal atau occipital. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. d. b. Profil biofisik janin. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. d. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. e. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. c. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. 6.Umur kehamilan kurang 37 minggu .Nyeri epigastrium 3. 2. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat.Gangguan visus . Terapi medikamentosa : 1. 2. c. Hasil tes laboratorium yang abnormal. b. 4. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. Pemeriksaan laboratorium a. NST 2 kali seminggu c. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih.

Ed. kelemahan. 4. Kenaikan LDH. Penurunan haptoglobin. Bagian penyakit mata 2.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. muntah. proteinuria. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. (H = Hemolisis.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. nyeri kepala. Klasifikasi sindroma HELLP : 1. EL = Elevated Liver Enzim. 2005. dan kenaikan asam urat. malaise. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. Bagian lain atas indikasi. Bagian penyakit jantung 3. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). edema. d. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP. nyeri epigastrium. Peningkatan urobilinogen dalam urine. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. Trombositopenia : Trombosit 150. ke-2. AST. disfungsi hepar dan trombositopenia. 2. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. Klasifikasi Missisippi .000/ml atau kurang. . peningkatan enzim hepar. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. b. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. LDH. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. AST dan bilirubin indirek. b. c. 5. 2. 3.

serum LDH 600.Trombosit kurang 100. nyeri epigastrium. Jika didapatkan : . serum LDH 600. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50.000/cc.Fibrinogen.000/ml dan penurunan LDH.eklampsia.000 IU/l atau lebih. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia.Trombosit 100. hipertensi berat. Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali. Kelainan konsumtif fibrinogen. Kelainan jaringan ikat : SLE. Bila trombosit kurang 50.000 IU/l atau lebih.000/ml.000/ml. 4. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1. Pemberian dexamethasone rescue : a. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1. Terapi Medikamentosa : 1.Kelas I : Trombosit 50. . Sikap : Pengelolaan obstetrik .Waktu tromboplastin parsial . Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia . b.Acute fatty liver of pregnancy.000/cc atau .000/cc dan dengan eklampsia. Trombotik angiopati 2. 3. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. 2. 2. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100. Penyakit ginjal primer.000/ml.000 sampai 100. gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam. . Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100. Kelas II : Trombosit lebih 50.Sepsis. 4. Antioksidan. 5. misalnya : .Hipovolemia berat / perdarahan berat. Kelas III : Trombosit lebih 100.000 sampai 150.000 IU/l atau lebih. AST 70 IU/l atau lebih. b.000/ml atau kurang. Dapat dipertimbangkan pemberian : a.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : . 3. serum LDH 600. c.000-150.000 IU/l atau lebih. 2. LDH 600.Waktu protombin . Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam.

Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Plasenta previa 2. ke-2. 2005. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Timbulnya perlahan-lahan 6. Ed. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Timbulnya tiba-tiba 6. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. His biasanya tidak ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Warna perdarahan merah coklat 4. Perdarahan tidak berulang 3. Solusio plasenta 3. His ada 8. Warna perdarahan merah segar 4.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Denyut jantung janin ada 10. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Waktu terjadinya saat hamil 7. Presentasi mungkin abnormal. Perdarahan tanpa nyeri 2. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7.

Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. 4. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Kehamilan kurang 37 minggu. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. 3.10. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. USG untuk menentukan letak plasenta. b. 2. 3. Penanganan aktif bila : a. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. c. 2. b. (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. 2. 4. c. Konservatif bila : a. 5. Etiologi plasenta previa belum jelas. Anak mati .

Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.Memberikan antibiotik bila ada indikasii. . .Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.Perawatan konservatif berupa : . . janin hidup. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. belum ada tanda renjatan. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. Penanganan aktif berupa : .Persalinan per vaginam. kadar .Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. uterus tidak tegang. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1.Istirahat.Pemeriksaan USG. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. . Plasenta previa letak rendah 3. . kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan).Presentase abnormal. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. .Perdarahan banyak tanpa henti. .Panggul sempit. Hb. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. . lakukan seksio sesar. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. dan hematokrit.Persalinan per abdominal. Indikasi melakukan seksio sesar : .Plasenta previa totalis . Bila terjadi perdarahan banyak.

terdapat tanda pre renjatan. (2) . Letak lintang. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Seksio sesar dilakukan bila : 1. hematokrit dan trombosit. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. Penatalaksanaannya meliputi : 1.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. 5. Pemberian infus oksitosin 4. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. gawat janin atau janin telah mati. Panggul sempit. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. 2. uterus tegang. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 2. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Pelvik score kurang 5. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. terdapat tanda renjatan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. Bila proses berhenti secara berangsur. fibrinogen. 3. Pre eklampsia berat. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 6. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. penderita dimobilisasi. 7. memperbaiki anemia. 3. Pemberian transfusi darah 2. janin mati. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Perdarahan banyak. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban.

berkerringat banyak. Makassar. Hartono E. pernapasan. deselerasi atau bradikardi. 1997. Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : .. Sp. Sp. dan suhu). Rambulangi J. 1991 : 9-13.. dr. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag.OG. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Hendrie Usmany. (editors). . Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. Perdarahan Antepartum.Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Ujung Pandang. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. dr. I.Periksa tanda-tanda syok (pucat. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 1999. nadi lebih 112 kali per menit). maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. dilakukan persalinan pervaginam. Rumah Sakit Umum Pusat. pingsan. Sp.M. dr.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. termasuk tanda-tanda vital (nadi. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. tentukan lebih dahulu umur kehamilan.S. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. I. 2. dr. ukuran janin. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. tekanan darah. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Jakarta. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Murah Manoe. tekanan sistolik kurang 90 mmHg. Wahidin Sudirohusodo. Daftar Pustaka ______________ 1. Gasong MS. Moerniaeni N. Syahrul Rauf.OG. . Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.OG.

lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah.Serviks tertutup atau terbuka.Jika dicurigai terjadi syok. pengeluaran sebagian produk konsepsi. pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. .Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat.PID). . sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera.Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah. 2. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. . serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.Uterus sesuai dengan usia kehamilan. massa adneksa.Serviks tertutup. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. Jika tidak terlihat tandatanda syok. kaku perut. .Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1.Jika pasien dalam keadaan syok. Diagnosis abortus insipiens : .Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). 2.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. .Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama).Gejala / tanda : limbung atau pingsan. Jika terjadi syok. . .. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . . Diagnosis abortus imminens : . . 3. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis. 4. dan cairan bebas intra abdomen. . 3.Serviks tertutup. penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia. nyeri goyang porsio. Diagnosis abortus komplit : .Perdarahan sedang hingga masif (banyak).Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. 1. dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. kenali dan segera tangani komplikasi yang ada. Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa. segera mullai penanganan syok. nyeri perut bawah.

Tahapan abortus spontan meliputi : 1. sekret vagina berbau. dan nyeri goyang serviks. Diagnosis abortus mola : . Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam. Diagnosis abortus inkomplit : . Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. 5. . Abortus spontan 2. Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. dan demam. 2.Uterus sesuai usia kehamilan. lesu. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi. uterus terasa lemas. nyeri lepas.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). 4. kram perut bawah. . .Serviks terbuka.Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. vagina atau usus. tidak ada janin. . Abortus yang disengaja 3. .Perdarahan sedang hingga masif (banyak). sekret & pus dari serviks. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis. . dan keluar jaringan seperti anggur.. Komplikasinya adalah perlukaan uterus. demam.Serviks terbuka.Gejala / tanda : mual / muntah. Abortus tidak aman 4.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. perdarahan berlanjut. mual-muntah.Uterus sesuai usia kehamilan. 3. lemah. distensi abdomen. abdomen terasa tegang & keras. . nyeri lepas. Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan. nyeri bahu. dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). 6. . sindrom mirip pre eklampsia.Serviks terbuka. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah.

Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. . 2. Penanganan abortus imminens : 1. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . 2.Jika perlu.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Perdarahan berlanjut. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi. lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. .Berikan ergometrin 0. segera lakukan : . Jika evaluasi tidak dapat. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. vagina dan usus. obat-obat lokal atau bahan lainnya. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. 4. 3. lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Penanganan abortus insipiens : 1.2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu). Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Jika perdarahan : . . khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena .

2. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. .Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. 2. . Jika anemia berat berikan transfusi darah. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. 4. 2. beri ergometrin 0.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. 4. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. .2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). Jika kehamilan lebih 16 minggu : .(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. . Jika perdarahan berhenti. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. 3. 3.Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). beri ergometrin 0. Penanganan abortus inkomplit : 1. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. 5. Penanganan abortus komplit : 1. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Apabila terdapat anemia sedang. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. Tidak perlu evaluasi lagi. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : . 3.

.5 ml setelah 4 minggu.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual. . berikan booster tetanus toksoid 0. Pil kontrasepsi . 3. Penapisan kanker serviks. Jika klien pernah diimunisasi.Waktu aplikasinya segera.Waktu aplikasinya segera. .Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas. berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0.Waktu aplikasinya segera. Tubektomi . 2.Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang. . Implan . 5.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi. . . 2. Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. tunda sampai anemia telah diperbaiki.Waktu aplikasinya segera. .Dapat mencegah penyakit menular seksual. .Jika dicurigai adanya infeksi.Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur. Suntikan .Sediakan metode alternatif (seperti kondom). . Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1. Kondom . 4. Jika riwayat imunisasi tidak jelas.Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. 3. 4. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%).Waktu aplikasinya segera. . 6.Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. tunda prosedur sampai keadaan jelas. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan. Alat kontrasepsi dalam rahim .

eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. Nyeri pada abdomen dan pelvis. 8. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. Abdomen akut dan nyeri pelvis. pembesaran uterus. Hipovolemia. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. Kolaps dan kelelahan. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. perubahan warna pada vagina & serviks. 3. Pucat.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). perlunakan serviks. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. 3. mual. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Nyeri lepas. pembesaran payudara. bukalah abdomen : . 5. Hipotensi. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). Distensi abdomen. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik.Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. 2. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. Cara lain. . Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. 4. 2. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. Jika tidak ada fasilitas. Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. 7.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). 2. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan. 6. frekuensi buang air kecil meningkat. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. 2. Pada laparatomi.

Penanganan selanjutnya kehamilan mola : . Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu.Jika sumber vakum adalah tabung manual. . merupakan hal yang penting. . . Sebelum membolehkan ibu pulang. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis. jika diinginkan. tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah.. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu.. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya. Update : 6 Maret 2006 Sumber : .Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama. Penanganan selanjutnya : 1. Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan.Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. gunakkan blok paraservikal.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan. 2. . 3. .Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa. lakukan evaluasi uterus : . siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai. konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi.Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. .Jika dibutuhkan dilatasi serviks.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. 2. Hartono E. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag.2. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. dilakukan persalinan pervaginam. Gasong MS. 1991 : 9-13. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau . Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Daftar Pustaka ______________ 1. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. Moerniaeni N. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. Perdarahan Antepartum. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. Jakarta. Rambulangi J. I. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. 1997.3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Ujung Pandang. ukuran janin. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. dinding perut.Kunjungan ulang setiap 1 minggu.(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. 2. wajah atau tungkai.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). 3.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. persalinan . hematokrit. lemak dan garam. .3 gram/liter/24 jam. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . urine lengkap. rendah karbohidraat. lumbosakral. wajah atau tangan. fungsi ginjal. . Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0. 4. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. 2. lumbosakral. Proteinuria lebih 0. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). fungsi hati. 3. Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1.Roborantia . . dinding abdomen. Edema pada pretibia. . 3. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu). asam urat darah. Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. Kehamilan lebih 20 minggu.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari. Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . 2. Edema tekan pada tungkai (pretibial).Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat.Diet : cukup protein. . trombosit. kualitatif (++).

Adanya tanda IUGR .Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) .Usia kehamilan 37 minggu atau lebih .5) 1. b.(3.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia. 2. b. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) . Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal.4. 2.Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan. Indikasi (salah satu atau lebih) a. B.Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.ditunggu sampai aterm. Ibu . Bila perlu memperpendek kala II. Cara persalinan . Janin . kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. 3. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan).

refleks patella setiap jam. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. (Syakib Bakri. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. Diet cukup protein. Lain-lain : .Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). rendah karbohidrat.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung.Antibiotik diberikan atas indikasi. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. Segera masuk rumah sakit 2. c. Antihipertensi diberikan bila : a. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. . 1997) 9. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit.(3) 3. (4) 8.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. .(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah.Konsul bagian penyakit dalam / jantung. 6. 10. .c. 4. Laboratorium . Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam.9) b. . Antasida 5. (8. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. maksimal 4-5 kali. d. Tirah baring miring ke satu sisi. lemak dan garam. trombositopenia). Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. catapres injeksi. mata. payah jantung kongestif atau edema anasarka. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7.

Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. hipotensi. depresi SSP. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. fungsi jantung terganggu.Hentikan pemberian magnesium sulfat .Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1.(4) 2.(6) 2. . .Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. . 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit. .Berikan oksigen. c. MgSO4 dihentikan bila :(7) a. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter.Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin.(3.7) b. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring. .Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot.Refleks patella positif kuat .Lakukan pernapasan buatan. Seksio sesaria bila : .Fetal assesment jelek .5 cc/kgBB/jam).Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%. 4. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM.(3) 3.Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit.7 cm. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) . refleks fisiologis menurun.7) . Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1.

Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria.12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. Penderita dipulangkan bila : a. b. d. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. Fase aktif : .. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. bila keadaan memungkinkan. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. 2. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. selambat-lambatnya dalam 24 jam. Perawatan Konservatif (1. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. 3.Amniotomi saja . 4.2) --------------------------------------------Kala I ------1. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. b. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. 2.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin).2) _____________________ 1. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. c. Pengobatan obstetri : a. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. (1. Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan.

khususnya hipertensi krisis 3. Perawatan bersama : konsul bagian saraf.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ. 2.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi. edema dan proteinuria) . Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin. Pemeriksaan laboratorium .2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. Untuk menghentikan dan mencegah kejang.2) Tujuan pengobatan : 1. penyakit dalam / jantung. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU . Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Mencegah dan mengatasi penyulit. dan jantung .(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. Penatalaksanaan (1. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. otak. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4. Berdasarkan gejala klinis di atas 2. ginjal.Kejang-kejang dan/atau koma .Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas . Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan.Adanya protein dalam urin . Eklampsia Pengertian (1. Gejala Klinis (4) . Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati. C. ginjal.Fungsi organ hepar. anestesi dan anak. mata.Fungsi hematologi / hemostasis.

Abadi A. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. 1985.2) 1. Fields DH. 1990 : 166-173. 1-8. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Salgas Gestosis POGI. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. ke-2. Cet. Waspodo D. 7. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. eds. Philadelphia : AB Lippincoti Company. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar.Setelah kejang terakhir . Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. Soetomo. 2. . Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . Jakarta : Gaya baru. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. 1994. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. Januari 1993. Fields DH. Dhall 61. POGI.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. Apabila pada pemeriksaan. 2. Quick Deference to Obgyn Procedure. 1994. Ed. 5. 3. dkk.Fase laten . Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Daftar Pustaka ______________ 1. Djuarsa E. Bilamana diakhiri. 1. Gumilar E. 6.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal.Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. z : 144-148. Dhall K. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas .Pengobatan Obstetrik (1. Sombolinggi A. Handaya. Kaufman SA. Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Gestationally Induced Hypertention. Uktolsea F.Penderita belum inpartu . langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. 2. 3. Bhalla AK. Sukaputra B. In : Barber HRK. 4.

Desember 1996. solusio plasenta. USG : biometri janin. Cunningham FG. kelainan serviks.Hasanuddin Ujung Pandang. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. 9. apakah sudah pernah di USG. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. dan kelainan). plasenta (letak. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. 8. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. 426-431. Gant NF. varises vagina pecah. Bila tidak teraba bantalan plasenta. Bakri S. Basic Gynecology and Obstetrics. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. Connecticut Appleton and Lange. lakukan periksa dalam. derajat maturasi. dan apakah ada penyakit sistemik. . dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. trauma. ICA. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. Ujung Pandang. Hipertensi pada Wanita Hamil. 1992. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. 1993. apakah ada kelainan letak. berwarna merah segar.

KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. BBLR. Karena Tindakan / Terapi. Author Judi Januadi Endjun. seksio sesarea : 3 bulan. 3. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. lama perawatan dapat lebih lama lagi. hipotonia atau atonia uteri. infeksi. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Bambang Winarno . b. PENYULIT Karena Penyakit. b. a. reaksi transfusi. Jelondra Djoesman. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. Pada Ibu : renjatan. Pada Ibu : kelebihan cairan. Achmad Mediana Endjun. Kesembuhan : diharapkan sempurna. a. infeksi. Pada Janin : asfiksia. Pada Janin : asfiksia. Sanny Santana.2. Laboratorium : darah perifer lengkap. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. prematuritas. RDS. Bawono Hasan. Bila ada penyulit.

RSPAD Gatot Soebroto. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. it's called a low-lying placenta. next to or covering your cervix. What is placenta previa? If you have placenta previa. 2. 3. New York. But if it persists into later pregnancy. it's called a complete or total previa. In : Williams Obstetrics. Cetakan Kedua. Jakarta. Cunningham et al. (You may also hear the term "partial previa. 2001." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. it's called a marginal previa. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. . POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. which may require you to deliver early and can lead to other complications. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. Departemen Obstetri dan Ginekologi. Balai Penerbit FKUI.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it.PUSTAKA 1. it can cause bleeding. If it's right on the border of the cervix. you'll need to have a c-section. Obstetrical Hemorrhage. 1994. 21st Ed. Jakarta. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. 1996. If the placenta covers the cervix completely. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby.

1991). but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. (Rustam Mochtar. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying).What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. the less likely this is to happen). Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. (Since the placenta is implanted in the uterus. Even if previa is discovered later in pregnancy. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. an ultrasound will be done then to find out what's going on. Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono. it doesn't actually move. as the placenta itself grows. Also. 1992). As your pregnancy progresses. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. .) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. If you have any vaginal bleeding in the meantime. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan.

Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. kelainan kongenital berat (monster). Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. sebelum diatasi. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. anemi berat. (Sarwono. 1992) . yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. Sektio caesaria ekstraperitonealis. Rustam. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. syok. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1.

embolisme paru. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. dan sebagainya jarang terjadi. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. 1999). penyediaan cairan dan darah.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. anestesi. Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. (Sarwono. Komplikasi 1. 2. kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %. 1992). Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000.

jenis kelamin. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. Catat lama operasi. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. . singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. 1 dan 2. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. frekuensi nadi dan nafas. 1998) Periksa tekanan darah. Susan Martin. lembar operasi ditandatangani oleh operator. frekuensi nadi dan pernafasan. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. Anestesia.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi.

Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. 6. 1. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. 1998) yaitu . Susan Martin. Perencanaan 1. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. 4. 3. prolaps tali pust. Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. malposisi janin. . Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. (Tucker. kegagalan untuk melanjutkan persalinan. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin. Tujuan : . Susan Martin. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria.• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. abrupsio plasenta dan plasenta previa. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. 2. 5.

Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. rales. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. 3. ronki terdengar. . Ambil darah untuj JDL. 2. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. batuk non produktif. • Perhatikan dokumentasikan. abdomen. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. golongan darah dan skrin. membalik. penurunan mobilitas. atau kongesti jalan napas atas. wajah meringis terhadap nyeri. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. Dapatkan urine untuk urinalisis. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. • • Anjurkan pasien untuk batuk. perilaku distraksi/penghilang. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. elektrolit. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri.

Intervensi : . Tujuan : − Insisi bedah dan kering. Tujuan : .Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. 5. lochia. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. • Observasi insisi terhadap infeksi. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. 4. tanpa tanda atau gejala infeksi. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan.

Jelaskan pentingnya latihan.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. Carol Vestal. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. . dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. 2. Di rumah sakit. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. berubah dari merah ke coklat sampai putih. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. 3. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi.

Sarwono Prawiroharjo. Edisi 2.(1999). Ilmu Kebidanan. Jakarta. Jakarta.. Manuaba. EGC. Bratara Jakarta. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. 5. EGC. tanpa tanda atau gejala infeksi.(1998). 3. EGC. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. Edisi 6. Hamilton. Ilmu Kebidanan. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jilid 1. 8. (1998) Memahami Proses Keperawatan. (1997). Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Persis Mary. Ida Bagus Gde. (1999). . Bedah Kebidanan Martius. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. 2.(1993) Perawatan Kebidanan. 6. Muchtar. Gerhard. Sinopsis Obstetri.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. 4. ______________. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Ibrahim S. Jakarta. Jakarta. Rustam. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Jakarta.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Carol Vestal. Martius. (1998). (Allen. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. Jakarta. Jakarta. Cristina. Allen. Carol Vestal. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 7.

Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . Penerbit Buku Kedokteran. (1991). Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta. (1998). 2. Jakarta. Tucker. 2. Standar Perawatan Pasien.1. _____________. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Edisi 5. EGC. Volume 4. ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Edisi 1 Cet. Susan Martin.

• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. kanan. sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Sayatan memanjang ( longitudinal ) . dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim.

Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin. Sayatan melintang ( Transversal ) 3. dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang.2. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung .

masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. . (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. (Obstetri Fisiologi. peritonealis.• Berat. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih. • Immediate post partum Minggu pertama post partum.

• Bau normal seperti menstruasi. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. • Melaksanakan skrining yang komprehensif. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. mendeteksi masalah. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. menyusui. keluarga berencana. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. . jumlah meningkat saat berdiri. darah dan limfe. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. baik fisik maupun psikologiknya. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. nutrisi. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

puting mudah erektil bila dirangsang. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. bentuk ramping lebar. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. produksi mukus normal dengan ovulasi. Ovulasi mungkin tidak terlambat. .• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Pada payudara yang tidak disusui. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). dalam 6 sampai 8 minggu. struktur internal kembali dalam 2 minggu. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. bentuk distensi untuk beberapa hari. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil.

progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. sesaria : 600 – 800 cc. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. • Nafsu makan kembali normal. leukosit meningkat. . COP meningkat dan normal 2-3 minggu. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. • Jantung Kembali ke posisi normal. RR : 16-24 x/menit. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. tidak ditemukan pada minggu I post partum.5 kg. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. • Perubahan hematologik Ht meningkat. neutrophil meningkat. LH.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal.

• Pada fungsi ginjal: proteinuria. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit. Diastasis rekti 2-4 cm. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. diberikan anti RHO imunoglobin. jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. kembali normal 6-8 minggu post partum.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. diuresis mulai 12 jam. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. • Sistem Imun Rhesus incompability. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. • Uterus .

discharge dan approximation. memar. konflik peran. usia ibu. adakah anxietas. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. sebagai orang tua. . urinalisis. ayah dan bayi. hematoma. posisi tinggi dan ukuran. jumlah. marah. warna. • Perineum Episiotomi. dan nyeri. laserasi dan hemoroid. drainase. • Insisi SC Balutan dan insisi. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. faktor sosial-ekonomi. • Ekstremitas Tanda Homan. kondisi bayi. tenderness.Konsistensi dan tonus. respon depresi dan psikosis. • Bowel Pergerakan usus. • Baby Blues: Mulai terjadinya. faktor keluarga. jumlah distensi. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. periksa redness. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. hemoroid dan bising usus. • Lochea Tipe. bau dan adanya gumpalan. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. edema. Kemerahan menandakan infeksi. edema. dan perubahan warna.

• Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan.• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : . • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. bidang tengah dan pintu bawah panggul. Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit.

• Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis. Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring. Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul. panggul sempit.• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. luxatio. atrofia.

Asynclitismus sering juga terjadi. . letak sungsang dan letak lintang. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra.

malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca.Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis. • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan. Peroneus . Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . yang paling sering adalah kelumpuhan N. • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak.pincang dan lain-lain) • osborn positip . Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi. scoliose. • Ruptur symphyse dapat terjadi . Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol.

Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat.Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan . Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8. jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan.

Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban. letak dahi. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. letak muka atau kelainan letak lainnya.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC. Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya.

kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC.5 cm + 5 cm = 15. tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.5 atau kurang ( normal 10. harus diukur secara rontgenelogis.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. • Terapi .5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.

penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial. apatis. udema pulmonal.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit.5 cm = 18. takut. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi. • Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. peningkatan ketegangan. marah. gaya hidup. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. hubungan. stimulasi simpatis . • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas.

plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. makanan. kondisi yang kronik/ batuk. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.• Makanan / cairan Malnutrisi. predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi.

Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih. menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim.1996). penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi.1998). Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar.d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka. Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit. kemungkinan dilakukan tindakan operasi. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban.d insisi. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. kencing manis dan eklamsia. 2) Tulang Panggul . Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang.• Resti infeksi b.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b. mual. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung.

Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. Sedangkan peritonitis. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998).Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. Luka kandung kemih.

[www. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). 2. delivery by cesarean section may be necessary. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. Definisi 1. . Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Berbagai varian termasuk: 1. 25-Mei-2008. can cause bleeding late in pregnancy.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2. placenta praevia. Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). Ked.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. 3. 14:58:57 WIB . Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi. serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. placenta previa. S.kabarindonesia.com] KabarIndonesia .

jika berhubungan dengan kehamilan (labor). Penggunaan kokain 13. Erythroblastosis 7. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Multiparitas 4. Faktor Predisposisi 1. Endometrium fundus kurang subur b.4. Perdarahan (hemorrhaging). Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. 2. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. Kurang suburnya endometrium a. Merokok 12. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. abruption (preeclampsia. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Bagaimanapun juga. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Per se. Melebarnya plasenta karena gemelli c. Usia lebih dari 35 tahun 3. Status sosioekonomi yang rendah 10. Malnutrisi ibu hamil b. Kehamilan kembar (gemelli) b. Penyebab 1. placenta previa memberikan . Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). Tumbuh kembang plasenta tipis 2. Melebarkan pertumbuhan plasenta a. penggunaan kokain. hipertensi kronis. Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Terlambat implantasi a. Pengobatan infertilitas 5.

5% dari semua kelahiran. Septikemia: 5.3-0. Dari semua plasenta previa. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery).5 5. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. plasenta previa parsial sekitar 30%. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa.gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding).03% di Amerika Serikat. Ada peningkatan risiko sebesar 1. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu. dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%. Perdarahan antepartum: 10 2. Saat ini berlangsung. Bagaimanapun juga. Mortalitas maternal sebesar 0. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. . Transfusi darah: 10 4. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%.

Usia di atas 40 tahun . maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan . 2. Premature rupture of membranes 4. 3. terbukti tidak ada plasenta previa. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation.Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2. Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). dengan kata lain. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. 2. Cervicitis (radang serviks) 3. Usia 12-19 tahun . 4.2% Gejala Klinis 1. 3. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala. Vaginitis (radang vagina) 6. Usia 20-29 tahun – 0. Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation. * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor).1% 2.1% 4. Diagnosis Banding 1.33% 3. Usia 30-39 tahun . jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa. yang terjadi pada trimester ketiga. Pemeriksaan Fisik 1. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit.

fibrinogen. merokok. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. dan fibrin split products dapat juga membantu. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. 2. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. Tes Lainnya 1. plasenta akreta terjadi pada 0. hypertensive disease. malpresentation. atau plasenta perkreta. kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies).2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. 2. dan kasus plasenta previa. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. meskipun demikian. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%. Vasa previa 2. plasenta inkreta. Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). 2. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. Meskipun dalam banyak situasi. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. . false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta.1. Imaging Studies 1. activated partial thromboplastin time (aPTT).

dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. aturlah untuk mengurangi kontraksi. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. Hypersensitivity 2. kofaktor pada sistem enzim. Heart block 3. Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Addison disease 4. Pada dewasa. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. Tocolytics A. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. jangan melebihi 4 g/jam. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. D. lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. Myasthenia gravis . 60-180 mEq potassium. dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. besarkanlah hati. Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. Kontraindikasi 1. Nama Obat Magnesium sulfat. Sebagai tambahan. 10-30 mEq magnesium. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. B. C. Dukunglah. E.

6. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat. However. MD. Perhatian! 1. (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. MD. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. Division of Maternal-Fetal Medicine. MS. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). These invasive . Department of Obstetrics and Gynecology. Department of Obstetrics and Gynecology. 5. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. Director.6. Impaired renal function 7. however. increta. Division of Benign Gynecology. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. Jika overdosis. Most often a low transverse uterine incision is used. 3. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. Monitoring janin amat penting. 2. 4. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). Magnesium dapat merubah konduksi jantung. However. or percreta). Associate Professor. then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. seorang asisten Profesor. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation.

4. Jumlah perdarahan. Hysterectomy. dr. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . 3. adjacent organ damage). Upaya preventif. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1.OG. d. dan percreta. Bila dijumpai di Puskesmas. Menyiapkan transfusi darah. 3. Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. Keadaan umum penderita. Hypogastric artery ligation. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. 2. Keadaan janin intrauterin. b. 2. Uterine artery ligation. 1. (2004). 2. 5. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. 2. reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). e. Komplikasi 1. Memasang infus. infection. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. Ida Bagus Gde Manuaba. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. Manajemen Umum Menurut Prof. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. increta.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. 2. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. Congenital malformations 4. Tergantung dari: 1. 3. Diagnosis pasti: 1. Sp. c. Pemeriksaan ultrasonografi. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. Pemeriksaan dalam di meja operasi.

Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. Ligasi arteri iliaka interna d. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. 5. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. Ligasi bilateral uterine artery c. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). yaitu: 1.5. Bagimanapun juga. Beristirahatlah. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. 2. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). . Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. hiduplah secara teratur. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. abortion. Oversewing the placental implantation site b. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. miscarriage. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Solusio plasenta (placental abruption) 6. lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. 2. 2. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. 2. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. bila Anda mengalami plasenta previa. 3. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). 3. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. 4.

4. 4. Su TH.110(9):860-4. 1996:510-5. Visco AG.190(4):1135-40. Benedetti TJ. Clark SL. Sep 2003. BJOG.13(3):175-90. 1997:755-60. Chen HS. Ozturk A. Moore J. 20th ed. Love JJ. 6. Simpson JL. et al.45(1):93-5. Cunningham FG. 4th ed. 5. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. Leveno KJ. 9. Obstetrical hemorrhage. Resnik R. BJOG. Gant NF. stillbirth. Gilliam M. NY: McGraw-Hill. Williams Obstetrics. Comstock CH. Mar 2003. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. Obstet Gynecol. Creasy RK. 6. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section. et al. New York. Laughon SK. Rosenberg D. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. Pa: WB Saunders. Davis F. eds. 11. Resnik R. Gilstrap LC. Obstet Gynecol. Wolfe HM. Chen CP. Feb 2005. 3rd ed. NY: Churchill Livingstone. eds. Bacaan Lebih Lanjut 1. Jun 2002. Prior cesarean and the risk for placenta previa . 7. Am J Obstet Gynecol. Obstetric hemorrhage. Bronsteen RA. J Matern Fetal Neonatal Med. Gungen N. eds. In: Gabbe SJ. Hwu YM. Oct 2005. New York. Maternal-Fetal Medicine. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. Faiz AS. \ 2. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. spontaneous abortion. 1999:616-21. Aust N Z J Obstet Gynaecol. Hauth JC. Ramus RM. a natural loss of the products of conception.112(10):1420-3. In: Creasy RK.97(1):35-8. Gabbe SJ. Wenstrom KD. Harma M. 8. Bhide A. Placenta previa and abruptio placentae. Butler EL. Niebyl JR. 5. 3. termination of pregnancy.3. Prefumo F. 10. Jan 2001. MacDonald PC.99(6):976-80. Apr 2004. Ananth CV. In: Cunningham FG. Philadelphia. Dashe JS. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa.

Perni SC. J Ultrasound Med. Obstet Gynecol. Hibbard JU. Fleischer A.177(1):210-4. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. 23. Am J Obstet Gynecol. Miller DA. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Oyelese Y.0.24(6):773-80. Oppenheimer L.01. Scioscia AL. 20. Musa AA. 18. Obstet Gynecol. Obstet Gynecol. 2004. Brizot ML. Chollet JA. placenta accreta. Am J Obstet Gynecol. et al. Nassar AH.102(5 Pt 1):904-10. 24.107(4):927-41. Obstet Gynecol.on second-trimester ultrasonography. Placenta previa. Smulian JC. 17. Chervenak FA.192(5):1458-61. Diagnosis and management of placenta previa. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Mustafa SA. 21. Gabriel GE. Princeton University. Baergen RN. Software. Obstet Gynecol. 2003. Sep 2005. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. 13. Kocherginsky M. Benirschke K. Hobeika EM. May 2005.102(3):552-4. 22. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery.Hlm. WordWeb 3. Pollak J. EGC: Jakarta.105(5 Pt 2):1247-50. Predanic M. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Jean-Pierre C. Carvalho MH. 12. Apr 2006. Tal M. Ornan D. Am J Obstet Gynecol. Usta IM.105(5 Pt 1):962-5. Peter Collin Publishing.193(3 Pt 2):1045-9. Nov 2003.29(3):261-73. 25. Electronic Dictionary of Medicine v1. Eskander R. Sep 2003. Mattrey RF. 19. 1999. 15. Ultrasound Obstet Gynecol. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy. Jun 2005. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. Mar 2007. Chasen ST. Wu S. Ward CR. Warshak CR. White R. . J Obstet Gynaecol Can. Abnormal placentation: twenty-year analysis. Schiavello H. and vasa previa. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. May 2005. 16.87-88. Goodwin TM.20(4):356-9. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. Software. Weinstein A. Obstet Gynecol. Manuaba IBG. Hull AD. Jul 1997. Edisi 2. Chandra P.108(3 Pt 1):573-81. Sep 2006. Oct 2002. 14. May 2005.

Kamus 2. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok. Freeware. NJ: John Wiley & Sons. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. atau di atas leher rahim. March of Dimes website.26. 27. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah. dan pernah mengalami trauma fisik berat. 1999.03. tidak terdiagnosa plasenta praevia. 'pemisahan plasenta'. 17th ed. http://www.nih. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas.ramanathans.nlm. Medline Plus website. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan.com/Peripartum%20Hemorrhage. 28.com/printableArticles/188_1132. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. Setiawan E. 2007. Hoboken. padahal mungkin tidak. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada . pemakai narkoba. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.htm 30. Berkow R.com/healthandhealing/getcontent. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. www. Placenta Abruption Istilah awamnya. National Library of Medicine. Beers MH.asp 29. suka minum-minuman keras.beliefnet.aspx?cid=1524 31. Available at: http://www. Available at: http://www. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung. Untuk mencegahnya. Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim.marchofdimes.gov/medlineplus/ency/article/000900. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu.

placenta abruption .keguguran . Perdarahan pada vagina. mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit.melahirkan prematur 3. disertai rasa sakit. Gangguan yang mungkin terjadi: . Cairan vagina keluar atau menyembur. Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah.Placenta abruption 5. Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan.melahirkan prematur 4.plasenta praevia . meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: .selaput pecah 6. kejang. bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru. 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. kaki atau wajah. Risikonya. Bila kondisinya berat.hamil di luar rahim .kontraksi melahirkan prematur . Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi.placentaabruption . sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Perut kokoh (keras) yang tetap. Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. Perut mengencang berkepanjangan. .melahirkan prematur 2. Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: .keguguran . dengan atau tanpa pendarahan di vagina.ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin.

penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil. Gangguan yang mungkin terjadi: . 11. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip.Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.infeksi 16. 8. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: . Pusing sekali dan terus menerus.trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12. Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.7. remang-remang atau buta pada titik tertentu. 9. atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah. Gangguan yang mungkin terjadi: .Infeksi vagina 15. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . serta sakit kepala ringan. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. Gangguan yang mungkin terjadi: .infeksi saluran air seni . Adanya iritasi pada daerah vagina. Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin.ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: . 10.

Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. jangan menghentikan konsumsi lemak. 3. 5. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. dan meningkatkan HDL. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak.3 – 0. melainkan menguranginya. Hati-hati. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut.5 – 4. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti. seperti selai kacang. akan membantu meningkatkan kadar HDL.. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi . Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. minyak zaitun dan kanola.5 kg dalam seminggu. 2. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. avokad. Mengurangi 2. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. 1. serta kacang-kacangan. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . Untuk mengatasi kondisi ini. 4. Namun tak perlu melakukan diet ketat. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. 5 hari dalam seminggu.

dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. menutupi jalan lahir. karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta. artinya letak plasenta yang “didepan”. vitamin B6 dan vitamin B12. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. Placenta Previa . karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . plasenta previa Placenta Praevia.kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. hal ini akan menimbulkan perdarahan.

demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. sekitar 18 weeks. bleeding. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. Low-laying Placenta Previa. hidup normal selayaknya bayi2 lain. dan sebagian lagi. maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3.Gambar dari: obfocus.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. Complete Placenta Previa. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur. Pada ultrasound trimester ke-2. dan cramping. sekitar minggu ke-28. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. tidak bleeding. Marginal Placenta Previa. ultrasound dilakukan lagi. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. Pada kondisi ini. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. terdiri dari tiga macam: 1. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. Plasentaku pindah ke . Apabila diketahui PP tetap ada. Pada awal trimester ke-3.

samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel. . bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful