Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

kelap-kelip. kejang. seperti melihat dengan remang-remang. dapat berakibat buruk pada ibu. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. placenta abruption. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. kontraksi. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. sakit. Bagian tangan. plasenta praevia.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Bagian perut terasa keras. placenta abruption. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. melahirkan premature. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. dan kemudian menjadi merah. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. Sakit kepala ringan hingga berat. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. keguguran. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . atau buta pada titik tertentu. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. serta melahirkan prematur. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. ketika berdiri atau berjalan. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim.

Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. (info-sehat) . Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum). terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. Iritasi pada vagina. ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama.

nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit.3. turgor kulit berkurang dan urin masih normal. berat badan menurun. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. dehidrasi. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. 2. haus hebat. dan sebagainya. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. tekanan darah sistole . Mata cekung dan lidah kering.(2) Klasifikasi(2. berat-badan menurun. muntah pertama keluar makanan. yaitu : 1.(1) Etiologi ________ Tidak jelas.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. Tingkat II Gejala lebih berat. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan. subfebril. nyeri epigastrium. pielititis.4) ___________ Secara klinis. cairan empedu dan terakhir keluar darah.

b.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus. gangguan jantung. Stop per oral 24-48 jam. ikterus. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). muntah berkurang atau berhenti. nistagmus. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. c. . kulit pucat. Obat . Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. lidah kotor. batasi pengunjung. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. 40 tetes per menit. kadang ikterus ada. dan proteinuria. 3. . Rawat di rumah sakit. 2. Minuman tidak diberikan bersama makanan. shift to the left. 2. apatis. 3. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma). aseton ada. berat badan menurun. . . 3. kulit pucat. dan haus hebat. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. porsio lunak pada vaginal touche.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral. benda keton dan proteinuria. sianosis. Diet a. C 200/hr/infus. bilirubin ada. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. ikterus. Fisis : dehidrasi. 4. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan).Vitamin B1. pekerjaan sehari-hari terganggu. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. sianosis. vit. 5.4) _________ 1.3) ________________ 1. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun.kurang 80 mmHg. keadaan berat. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1. Diagnosis(2. . Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. 4.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. tekanan darah menurun pada keadaan berat. Penatalaksanaan(2.

Obstetrics 12 th. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel.OG. Fairwether. dr. Sp. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. I. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. 4. Rumah Sakit Umum Pusat. Sp. Kaminetzky HA eds. vol. Tidak mutlak harus tirah baring. Saunders Company 1986. 1999.OG. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. Nausea and Vomity in Pregnancy. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. 375377. 1961. Mannor SM.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Syahrul Rauf.M. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. 135-171. Vol.S. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. 1968.160/110 mmHg. Rawat jalan (ambulatoir) 2. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 102. dr.OG. . Greenhill. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Wahidin Sudirohusodo. Belscher NA. ed. Hendrie Usmany. 12. Hyperemesis Gravidarum. 305.. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. Sydney : WB.. 3. ed. Daftar Pustaka ______________ 1. dr. 3. Macky. Am J Obst. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. (editors). 2. Toronto : A Wiley Medical Publication. 2. Philadelphia : WB. Sp. Saunders Company. Makassar. 1155-1164. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 2. dr. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. In : Iffty L. Desakan darah 140/90 . 1981. & gynec. Murah Manoe.

c. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari.Nyeri kepala frontal atau occipital. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. 2. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. d. Tidak perlu pemberian diuretik. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. Vitamin pre natal.Nyeri epigastrium 3. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. b. d. 2. 5. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : .Nyeri kuadran kanan atas perut . 6. e. Pemeriksaan kesejahteraan janin a.Umur kehamilan kurang 37 minggu . e. c. Profil biofisik janin. antihipertensi dan sedativum. c. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. arteri uterina. asam urat dan BUN. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. 4. bila NST non reaktif. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. d. b. 4. d.Gangguan visus . Pemeriksaan laboratorium a. Terapi medikamentosa : 1. Hasil tes laboratorium yang abnormal. Bila penderita tidak inpartu . . b.3. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. NST 2 kali seminggu c.

Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. 2005. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. b. Bagian penyakit jantung 3. 3. Penurunan haptoglobin. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. (H = Hemolisis. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. d. peningkatan enzim hepar. Peningkatan urobilinogen dalam urine. Ed. nyeri epigastrium. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. EL = Elevated Liver Enzim. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. Klasifikasi Missisippi .Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. AST dan bilirubin indirek. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. c. proteinuria. dan kenaikan asam urat. Bagian penyakit mata 2. AST. Trombositopenia : Trombosit 150. . 2. 2. malaise. b. LDH. kelemahan. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. disfungsi hepar dan trombositopenia. 4. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. Bagian lain atas indikasi.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. ke-2. edema. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Kenaikan LDH.000/ml atau kurang. 5. nyeri kepala. Klasifikasi sindroma HELLP : 1. muntah.

. misalnya : .000/ml. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1. Dapat dipertimbangkan pemberian : a. Terapi Medikamentosa : 1. Kelas III : Trombosit lebih 100.Sepsis. 3.Hipovolemia berat / perdarahan berat. nyeri epigastrium.000-150.Waktu protombin . 4.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : . Kelas II : Trombosit lebih 50. Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali.000/cc dan dengan eklampsia. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100.Waktu tromboplastin parsial . Penyakit ginjal primer. c. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1. hipertensi berat. serum LDH 600.Trombosit 100.000/ml dan penurunan LDH.Trombosit kurang 100. Kelainan jaringan ikat : SLE. Antioksidan. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia .eklampsia. Sikap : Pengelolaan obstetrik . . AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.000 sampai 150. AST 70 IU/l atau lebih.Fibrinogen. b. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. serum LDH 600. serum LDH 600. 3. Jika didapatkan : . Trombotik angiopati 2. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia. 2.000/ml.000/ml. Bila trombosit kurang 50.000/cc atau .000/ml atau kurang.000 IU/l atau lebih. 2. Kelainan konsumtif fibrinogen.Kelas I : Trombosit 50.000 IU/l atau lebih. gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam. 5. Pemberian dexamethasone rescue : a. 2. b. 4.000 IU/l atau lebih. Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100.000 sampai 100. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas.Acute fatty liver of pregnancy.000 IU/l atau lebih.000/cc. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam. LDH 600. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50.

His ada 8. Timbulnya perlahan-lahan 6. Presentasi mungkin abnormal.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. His biasanya tidak ada 8. Ed. Warna perdarahan merah coklat 4. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Plasenta previa 2. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Solusio plasenta 3. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Timbulnya tiba-tiba 6. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Denyut jantung janin ada 10. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Perdarahan tidak berulang 3. ke-2. Perdarahan tanpa nyeri 2. Waktu terjadinya saat hamil 7. Warna perdarahan merah segar 4. Rasa tegang saat palpasi 9. 2005.

2. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. 2. Konservatif bila : a. c. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 5. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1.10. Etiologi plasenta previa belum jelas. 4. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). c. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. 3. 4. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. Kehamilan kurang 37 minggu. 3. Anak mati . Penanganan aktif bila : a. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). b. b. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 2. USG untuk menentukan letak plasenta. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11.

Istirahat. . belum ada tanda renjatan. . . Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. Plasenta previa letak rendah 3.Pemeriksaan USG.Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.Plasenta previa totalis . . dan hematokrit.Panggul sempit. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi.Perdarahan banyak tanpa henti. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1.Perawatan konservatif berupa : . lakukan seksio sesar. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. . . Penanganan aktif berupa : . . uterus tidak tegang. kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan).Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. . Indikasi melakukan seksio sesar : .Persalinan per abdominal. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.Persalinan per vaginam. Plasenta previa marginalis 2. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1.Memberikan antibiotik bila ada indikasii.Presentase abnormal.Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. kadar . Hb. janin hidup. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc. Bila terjadi perdarahan banyak.

Pelvik score kurang 5. Perdarahan banyak. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. 4. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. Pre eklampsia berat.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Letak lintang. terdapat tanda renjatan. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. 7. gawat janin atau janin telah mati. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. penderita dimobilisasi. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. 2. memperbaiki anemia. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. 2. terdapat tanda pre renjatan. hematokrit dan trombosit. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. janin mati. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan. 3. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 6. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. uterus tegang. Pemberian transfusi darah 2. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. 5. Bila proses berhenti secara berangsur. (2) . fibrinogen. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. Panggul sempit. Etiologi solusio plasenta belum jelas. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Seksio sesar dilakukan bila : 1. 3.

OG. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Wahidin Sudirohusodo.. I. 1997. dan suhu). Ujung Pandang.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. (editors). I. nadi lebih 112 kali per menit). PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu..Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. tekanan darah. dr. Hartono E.OG. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. Sp. 2. dilakukan persalinan pervaginam. Rambulangi J.S. pernapasan. berkerringat banyak. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. ukuran janin. deselerasi atau bradikardi. Gasong MS. Murah Manoe. tekanan sistolik kurang 90 mmHg. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. . Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. 1999.Periksa tanda-tanda syok (pucat. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Moerniaeni N. Sp. Jakarta. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.OG. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Hendrie Usmany. 1991 : 9-13. dr. dr. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Daftar Pustaka ______________ 1. dr. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. . Rumah Sakit Umum Pusat. Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . termasuk tanda-tanda vital (nadi. Syahrul Rauf. Makassar. Sp. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. pingsan. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. Perdarahan Antepartum.M.

serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya. kenali dan segera tangani komplikasi yang ada.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). . Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1. Jika tidak terlihat tandatanda syok. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia.Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. massa adneksa. . sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera. Diagnosis abortus imminens : .Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease. . pengeluaran sebagian produk konsepsi. . nyeri goyang porsio.Gejala / tanda : limbung atau pingsan. . Diagnosis abortus insipiens : . berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama).Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . dan cairan bebas intra abdomen. nyeri perut bawah. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. 3. pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. .Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. .Serviks tertutup atau terbuka.Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). . dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi.Uterus sesuai dengan usia kehamilan.Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah. Diagnosis abortus komplit : .Jika pasien dalam keadaan syok. 4. 3. . lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang..Jika dicurigai terjadi syok. 1. Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis. kaku perut. .PID).Serviks tertutup. 2. 2. segera mullai penanganan syok. Jika terjadi syok.Serviks tertutup. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.

Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). . perdarahan berlanjut. Diagnosis abortus inkomplit : .Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). . 2. mual-muntah. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. Abortus tidak aman 4.Uterus sesuai usia kehamilan. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah. sindrom mirip pre eklampsia. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). lesu.Gejala / tanda : mual / muntah. . . Tahapan abortus spontan meliputi : 1.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. . 5. . uterus terasa lemas. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam. Abortus spontan 2. lemah. .Serviks terbuka. dan nyeri goyang serviks. Abortus yang disengaja 3. dan keluar jaringan seperti anggur. Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan. nyeri lepas. sekret vagina berbau. Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Komplikasinya adalah perlukaan uterus. nyeri bahu. sekret & pus dari serviks. Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. nyeri lepas. Diagnosis abortus mola : . dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi.Serviks terbuka. 3.. vagina atau usus. abdomen terasa tegang & keras. dan demam.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. demam. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. 6. tidak ada janin.Uterus sesuai usia kehamilan.Serviks terbuka. 4. . distensi abdomen. kram perut bawah.

segera lakukan : .2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu).Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi. 2. . lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena . obat-obat lokal atau bahan lainnya. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total.Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. Penanganan abortus insipiens : 1. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . 3. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. Jika evaluasi tidak dapat. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. . . lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. Perdarahan berlanjut. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. vagina dan usus. 2. Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola.Berikan ergometrin 0. Jika perdarahan : . lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. 4. Penanganan abortus imminens : 1.Jika perlu.

Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). 2. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. 5. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. beri ergometrin 0. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral.Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. . Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. Jika perdarahan berhenti.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih.(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : . 4. 3.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Tidak perlu evaluasi lagi. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. . evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. 3. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . Penanganan abortus komplit : 1. beri ergometrin 0. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. Penanganan abortus inkomplit : 1. Apabila terdapat anemia sedang. 4. Jika anemia berat berikan transfusi darah. 2. 2. 3. . Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. .

Jika klien pernah diimunisasi. . .Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG.Dapat mencegah penyakit menular seksual. 2. 6. tunda prosedur sampai keadaan jelas. berikan booster tetanus toksoid 0.Jika dicurigai adanya infeksi.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. . .Waktu aplikasinya segera. Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut.Sediakan metode alternatif (seperti kondom). Jika riwayat imunisasi tidak jelas. 2.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%).Waktu aplikasinya segera. .Waktu aplikasinya segera. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan. tunda sampai anemia telah diperbaiki. Kondom .5 ml setelah 4 minggu. Implan . Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi.Waktu aplikasinya segera. Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1. 5. Pil kontrasepsi . Alat kontrasepsi dalam rahim .Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur. 3. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0.Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang. 3. . 4. Tubektomi . 4.Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien.Waktu aplikasinya segera. Suntikan . Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali. Penapisan kanker serviks. .Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas. . . .

2. perubahan warna pada vagina & serviks. 8. Abdomen akut dan nyeri pelvis. pembesaran uterus. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. 6. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan. 4. Pucat. Jika tidak ada fasilitas. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). 3. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. Distensi abdomen. Hipotensi. Kolaps dan kelelahan.Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. mual.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). Hipovolemia. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. 2. 5. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. Nyeri pada abdomen dan pelvis. bukalah abdomen : . Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. 2. Nyeri lepas. perlunakan serviks. 7. . Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Cara lain. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. Pada laparatomi.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). 3. frekuensi buang air kecil meningkat. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. 2. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik. pembesaran payudara. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih).

Update : 6 Maret 2006 Sumber : . . . jika diinginkan. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya. 3.Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa. merupakan hal yang penting. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah. 2.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam. lakukan evaluasi uterus : .Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi.Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. Penanganan selanjutnya kehamilan mola : . rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. gunakkan blok paraservikal. . Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama. .. . Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu. Penanganan selanjutnya : 1.Jika sumber vakum adalah tabung manual.Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya. . Sebelum membolehkan ibu pulang.. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan.Jika dibutuhkan dilatasi serviks.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

2. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. Moerniaeni N. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. ukuran janin. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. Ujung Pandang. Daftar Pustaka ______________ 1. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Rambulangi J. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Perdarahan Antepartum. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. dilakukan persalinan pervaginam. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. I. 1991 : 9-13. Gasong MS. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Hartono E. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. Jakarta. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau .3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. 1997. 2. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas.

3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). 3. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. 3. 2. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.Roborantia . Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1.Kunjungan ulang setiap 1 minggu. persalinan . Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. lumbosakral.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari. . . kualitatif (++). rendah karbohidraat. fungsi hati. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. hematokrit. fungsi ginjal. 3. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. .Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat. wajah atau tungkai. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). wajah atau tangan. Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . 4.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). trombosit. . Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. 2. lumbosakral. lemak dan garam. Kehamilan lebih 20 minggu. 2. . Edema pada pretibia.3 gram/liter/24 jam. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu).(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. dinding abdomen. dinding perut. urine lengkap.Diet : cukup protein. Proteinuria lebih 0.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. Edema tekan pada tungkai (pretibial). asam urat darah.

Indikasi (salah satu atau lebih) a. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan).5) 1.Adanya tanda IUGR .4. 2.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia.Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Ibu . Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1. B.Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan. Janin . Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG).(3. b. Cara persalinan .Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) . Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) . 3. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Bila perlu memperpendek kala II. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. 2. Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.Usia kehamilan 37 minggu atau lebih .ditunggu sampai aterm. b.

9) b. mata. d. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. (Syakib Bakri. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari.Antibiotik diberikan atas indikasi. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. . (4) 8. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. . trombositopenia). (8.c. Antihipertensi diberikan bila : a. Tirah baring miring ke satu sisi. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. catapres injeksi. 1997) 9. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu).(3) 3. rendah karbohidrat. 4. maksimal 4-5 kali. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. Segera masuk rumah sakit 2.Konsul bagian penyakit dalam / jantung. Lain-lain : .Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. Antasida 5. payah jantung kongestif atau edema anasarka. . c. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. . Diet cukup protein. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. Laboratorium . refleks patella setiap jam. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. 10. 6. lemak dan garam.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38.

Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0. .7 cm.Hentikan pemberian magnesium sulfat . depresi SSP. hipotensi.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit.Fetal assesment jelek . . Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari.7) . Seksio sesaria bila : . Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter.Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%.(6) 2. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. refleks fisiologis menurun.Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3.Lakukan pernapasan buatan.(3) 3. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit).Berikan oksigen. . MgSO4 dihentikan bila :(7) a.7) b. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring.(3.Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1.(4) 2. c. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif).Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) . Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. fungsi jantung terganggu. Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. . .Refleks patella positif kuat .5 cc/kgBB/jam). Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. 4. 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit.

Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. Perawatan Konservatif (1. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . selambat-lambatnya dalam 24 jam. b. (1. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. c..2) --------------------------------------------Kala I ------1. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi.2) _____________________ 1. 2. 4. 2. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. Penderita dipulangkan bila : a. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. b. bila keadaan memungkinkan.Amniotomi saja . 3.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin).12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Fase aktif : . Pengobatan obstetri : a. d. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Pada kehamilan 32 minggu atau kurang.

paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. Berdasarkan gejala klinis di atas 2. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin. mata. Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan. otak. khususnya hipertensi krisis 3.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi. Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1.Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas .Fungsi organ hepar. Perawatan bersama : konsul bagian saraf. dan jantung .2) Tujuan pengobatan : 1. 2.Kejang-kejang dan/atau koma . anestesi dan anak. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. Mencegah dan mengatasi penyulit. Pemeriksaan laboratorium . ginjal. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4. Eklampsia Pengertian (1.2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. C. edema dan proteinuria) .Adanya protein dalam urin . Untuk menghentikan dan mencegah kejang. Penatalaksanaan (1. Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati.(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). penyakit dalam / jantung.Fungsi hematologi / hemostasis. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. Gejala Klinis (4) . ginjal. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU .Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ.

Sukaputra B. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf.Pengobatan Obstetrik (1. z : 144-148. Salgas Gestosis POGI. Waspodo D. Soetomo. . Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Kaufman SA. 3.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar. eds. Januari 1993. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. 1994. Jakarta : Gaya baru. ke-2. 2. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas . Bilamana diakhiri.Penderita belum inpartu . Daftar Pustaka ______________ 1. Djuarsa E. Sombolinggi A. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif. 1994. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ed.2) 1. Quick Deference to Obgyn Procedure. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. 1990 : 166-173. 1-8.Fase laten . Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Dhall K. Handaya. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. 6. Apabila pada pemeriksaan. dkk. Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Abadi A. Philadelphia : AB Lippincoti Company. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Gestationally Induced Hypertention. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. 3. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. 2. Bhalla AK. Gumilar E. 5. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . 7. Fields DH.Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. Dhall 61. 1985.Setelah kejang terakhir . Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . Cet. Uktolsea F. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. 1. 4. In : Barber HRK. Fields DH. 2. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. POGI.

Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. Ujung Pandang. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. kelainan serviks. dan kelainan).Hasanuddin Ujung Pandang. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. Desember 1996. varises vagina pecah. 1993. 9. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. Cunningham FG. 1992. . 8. lakukan periksa dalam. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). dan apakah ada penyakit sistemik. berwarna merah segar. Bakri S. Gant NF. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. Hipertensi pada Wanita Hamil. plasenta (letak. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. apakah ada kelainan letak. derajat maturasi. apakah sudah pernah di USG. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. trauma. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. ICA. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. solusio plasenta. Basic Gynecology and Obstetrics. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. Connecticut Appleton and Lange. 426-431. USG : biometri janin. Bila tidak teraba bantalan plasenta.

Laboratorium : darah perifer lengkap. Karena Tindakan / Terapi. Bambang Winarno . Kesembuhan : diharapkan sempurna. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. infeksi. PENYULIT Karena Penyakit. BBLR. reaksi transfusi. a. Pada Ibu : renjatan. Bila ada penyulit. Jelondra Djoesman. seksio sesarea : 3 bulan. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. Author Judi Januadi Endjun. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. infeksi. b. a. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. lama perawatan dapat lebih lama lagi. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. prematuritas. b. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Pada Ibu : kelebihan cairan. Sanny Santana. Pada Janin : asfiksia. Pada Janin : asfiksia. RDS.2. Bawono Hasan. Achmad Mediana Endjun. 3. hipotonia atau atonia uteri.

2001. But if it persists into later pregnancy. RSPAD Gatot Soebroto. 3. it's called a complete or total previa. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. it's called a marginal previa. Departemen Obstetri dan Ginekologi.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it. What is placenta previa? If you have placenta previa. Cunningham et al. If it's right on the border of the cervix. you'll need to have a c-section. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. Cetakan Kedua. 1996. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. (You may also hear the term "partial previa. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. it's called a low-lying placenta. Obstetrical Hemorrhage. New York. 21st Ed. In : Williams Obstetrics. which may require you to deliver early and can lead to other complications. 1994. Jakarta. 2. next to or covering your cervix. . If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus.PUSTAKA 1. it can cause bleeding." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. If the placenta covers the cervix completely.

As your pregnancy progresses. If you have any vaginal bleeding in the meantime. 1991). it doesn't actually move. Even if previa is discovered later in pregnancy. (Rustam Mochtar. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. an ultrasound will be done then to find out what's going on. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. . Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono.What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. Also. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. 1992). (Since the placenta is implanted in the uterus. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. as the placenta itself grows. the less likely this is to happen).

kelainan kongenital berat (monster). Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. (Sarwono. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1. sebelum diatasi. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. 1992) . Sektio caesaria ekstraperitonealis.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. anemi berat. syok. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. Rustam.

penyediaan cairan dan darah. 1992). kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. 1999). Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. embolisme paru. 2. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. dan sebagainya jarang terjadi. (Sarwono. Komplikasi 1. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. anestesi. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam.

Susan Martin. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. 1 dan 2. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. . frekuensi nadi dan nafas. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi. lembar operasi ditandatangani oleh operator. Catat lama operasi. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi. Anestesia. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. frekuensi nadi dan pernafasan. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. jenis kelamin. 1998) Periksa tekanan darah.

abrupsio plasenta dan plasenta previa. Perencanaan 1. Susan Martin.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Tujuan : . Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. 6.• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. malposisi janin. prolaps tali pust. 2. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. (Tucker. 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. kegagalan untuk melanjutkan persalinan. . Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. 4. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. 5. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Susan Martin. 1998) yaitu . 3. 1. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin.

Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. • Perhatikan dokumentasikan. batuk non produktif. Dapatkan urine untuk urinalisis. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. . Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. Ambil darah untuj JDL. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. rales. wajah meringis terhadap nyeri. golongan darah dan skrin. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. elektrolit.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. • • Anjurkan pasien untuk batuk. membalik. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. ronki terdengar. penurunan mobilitas. abdomen. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. 2. atau kongesti jalan napas atas. perilaku distraksi/penghilang. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. 3. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit.

tanpa tanda atau gejala infeksi. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan.Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. • Observasi insisi terhadap infeksi. Tujuan : − Insisi bedah dan kering. Intervensi : . Tujuan : . 4. − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. 5. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. lochia. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan.

Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. berubah dari merah ke coklat sampai putih. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. . 2. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. Carol Vestal.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. Jelaskan pentingnya latihan. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. 3. Di rumah sakit.

Gerhard. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. Jakarta. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Sarwono Prawiroharjo.(1999).(1998). Hamilton. Jakarta.(1993) Perawatan Kebidanan. Penerbit Buku Kedokteran.. Ilmu Kebidanan. Ida Bagus Gde. Martius. 2. (1998). 8. Allen. Jakarta. Manuaba. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. EGC.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. Muchtar. ______________. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Rustam. 5.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. (1997). involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. Sinopsis Obstetri. 4. Ibrahim S. (1998) Memahami Proses Keperawatan. EGC. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. Bratara Jakarta. (1999). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta. 6. Jilid 1. EGC. tanpa tanda atau gejala infeksi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Edisi 2. Jakarta. 3. Edisi 6. . (Allen. Bedah Kebidanan Martius. Carol Vestal. EGC. Cristina. 7. Carol Vestal. Persis Mary. Jakarta. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit.

2. Edisi 1 Cet. Penerbit Buku Kedokteran. _____________. (1991). Jakarta. Tucker. Edisi 5. 2. EGC. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Susan Martin. Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta. Standar Perawatan Pasien. Volume 4.1. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. (1998).

sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1. kanan. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim.• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. Sayatan memanjang ( longitudinal ) .

suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung .2. Sayatan melintang ( Transversal ) 3.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang. dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin.

.• Berat. (Obstetri Fisiologi. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. • Immediate post partum Minggu pertama post partum. peritonealis. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih. 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.

. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. • Bau normal seperti menstruasi. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. mendeteksi masalah. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. nutrisi. baik fisik maupun psikologiknya. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. menyusui. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. darah dan limfe. keluarga berencana. • Melaksanakan skrining yang komprehensif. jumlah meningkat saat berdiri.

kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. dalam 6 sampai 8 minggu. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). Pada payudara yang tidak disusui. . bentuk distensi untuk beberapa hari. struktur internal kembali dalam 2 minggu. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. puting mudah erektil bila dirangsang. Ovulasi mungkin tidak terlambat.• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. bentuk ramping lebar. produksi mukus normal dengan ovulasi. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8.

• Jantung Kembali ke posisi normal. • Perubahan hematologik Ht meningkat.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. . suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. • Nafsu makan kembali normal. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. RR : 16-24 x/menit. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. LH. sesaria : 600 – 800 cc. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. leukosit meningkat. neutrophil meningkat.5 kg. tidak ditemukan pada minggu I post partum. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum.

jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. diberikan anti RHO imunoglobin. Diastasis rekti 2-4 cm. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. kembali normal 6-8 minggu post partum. • Pada fungsi ginjal: proteinuria. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. • Uterus . • Sistem Imun Rhesus incompability. diuresis mulai 12 jam. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil.

faktor sosial-ekonomi. periksa redness. laserasi dan hemoroid. • Bowel Pergerakan usus.Konsistensi dan tonus. respon depresi dan psikosis. drainase. edema. hemoroid dan bising usus. • Ekstremitas Tanda Homan. discharge dan approximation. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. jumlah distensi. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. memar. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. • Lochea Tipe. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. ayah dan bayi. posisi tinggi dan ukuran. adakah anxietas. konflik peran. kondisi bayi. usia ibu. jumlah. dan nyeri. edema. • Insisi SC Balutan dan insisi. hematoma. urinalisis. . • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. tenderness. Kemerahan menandakan infeksi. marah. faktor keluarga. bau dan adanya gumpalan. sebagai orang tua. • Baby Blues: Mulai terjadinya. dan perubahan warna. • Perineum Episiotomi. warna.

bidang tengah dan pintu bawah panggul. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : . Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit.• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul.

• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis. atrofia. Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. panggul sempit. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring. luxatio. • Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak.

yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. . letak sungsang dan letak lintang. Asynclitismus sering juga terjadi. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata.

Peroneus . • Ruptur symphyse dapat terjadi . Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol. scoliose. Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca. Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi.Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis.pincang dan lain-lain) • osborn positip . selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan. • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. yang paling sering adalah kelumpuhan N. • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak.

Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan . jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm.Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul.

jadi tidak dilakukan pada letak sungsang.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya. Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala. Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. letak muka atau kelainan letak lainnya. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . letak dahi.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC.

tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.5 cm + 5 cm = 15. • Terapi .• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. harus diukur secara rontgenelogis.kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC.5 atau kurang ( normal 10.

• Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial. takut. penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. hubungan. peningkatan ketegangan. stimulasi simpatis . karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir.5 cm = 18. • Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. udema pulmonal. marah. apatis. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas. gaya hidup.

predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi. makanan. tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. kondisi yang kronik/ batuk.• Makanan / cairan Malnutrisi. membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat.

penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim.1998). Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih.d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka. Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. kencing manis dan eklamsia. kemungkinan dilakukan tindakan operasi.d insisi. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang.1996). Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. 2) Tulang Panggul .d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b. Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea.• Resti infeksi b. mual. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban.

Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. Sedangkan peritonitis. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. Luka kandung kemih. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998).Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin.

Berbagai varian termasuk: 1. 25-Mei-2008. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa).com] KabarIndonesia . serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. Definisi 1.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. placenta praevia. delivery by cesarean section may be necessary. Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus.[www. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2. 14:58:57 WIB . can cause bleeding late in pregnancy. 3. 2. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi. placenta previa. S.kabarindonesia. . Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. Ked.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo.

Erythroblastosis 7. menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). abruption (preeclampsia. Kurang suburnya endometrium a. Kehamilan kembar (gemelli) b. hipertensi kronis. Merokok 12. Melebarkan pertumbuhan plasenta a. Endometrium fundus kurang subur b. penggunaan kokain. Per se. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Penyebab 1. Pengobatan infertilitas 5. dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). Perdarahan (hemorrhaging). 2. Penggunaan kokain 13. Tumbuh kembang plasenta tipis 2. Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. jika berhubungan dengan kehamilan (labor). Bagaimanapun juga. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Malnutrisi ibu hamil b. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. Faktor Predisposisi 1. Melebarnya plasenta karena gemelli c.4. Usia lebih dari 35 tahun 3. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. Status sosioekonomi yang rendah 10. Multiparitas 4. placenta previa memberikan . Terlambat implantasi a. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8.

gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding).5% dari semua kelahiran. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. Saat ini berlangsung. Bagaimanapun juga. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor).03% di Amerika Serikat. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil.5 5. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. Mortalitas maternal sebesar 0.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery). Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. Dari semua plasenta previa. Perdarahan antepartum: 10 2.3-0. . maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. Transfusi darah: 10 4. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. Ada peningkatan risiko sebesar 1. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. Septikemia: 5. plasenta previa parsial sekitar 30%. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu. dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%.

Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor). Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim. maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. Usia 30-39 tahun . Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). Usia 20-29 tahun – 0. Cervicitis (radang serviks) 3. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan .1% 4. 2. terbukti tidak ada plasenta previa.2% Gejala Klinis 1. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala.33% 3. Usia 12-19 tahun . Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). 2. Premature rupture of membranes 4. 3. Usia di atas 40 tahun . Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. Vaginitis (radang vagina) 6.1% 2. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation. Pemeriksaan Fisik 1. dengan kata lain. Diagnosis Banding 1. yang terjadi pada trimester ketiga. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. 4. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. 3. Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa.

hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. malpresentation. dan fibrin split products dapat juga membantu. kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. fibrinogen. Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. Vasa previa 2. activated partial thromboplastin time (aPTT). hypertensive disease. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. 2. plasenta inkreta. Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. dan kasus plasenta previa.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. plasenta akreta terjadi pada 0. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. Tes Lainnya 1. Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). 2. Meskipun dalam banyak situasi. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. meskipun demikian. Imaging Studies 1. Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. 2.1. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. . Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). merokok. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. atau plasenta perkreta. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3.

Pada dewasa. Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). Kontraindikasi 1. lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. 10-30 mEq magnesium. Addison disease 4. Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. Dukunglah. Hypersensitivity 2. kofaktor pada sistem enzim. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. B. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. besarkanlah hati. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Myasthenia gravis . E. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. 60-180 mEq potassium. jangan melebihi 4 g/jam. C.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. Tocolytics A. Sebagai tambahan. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). Nama Obat Magnesium sulfat. D. aturlah untuk mengurangi kontraksi. Heart block 3. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi.

then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. Perhatian! 1. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. increta. MD. However. 5. Division of Maternal-Fetal Medicine. however. Director. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. 2. Impaired renal function 7. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. Most often a low transverse uterine incision is used. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. Jika overdosis. or percreta). However.6. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. Monitoring janin amat penting. Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). MD. 3. Associate Professor. 4. Department of Obstetrics and Gynecology. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. Department of Obstetrics and Gynecology. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. MS. karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. Division of Benign Gynecology. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. These invasive . 6. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. seorang asisten Profesor.

Hypogastric artery ligation. Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. infection. 3. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. Menyiapkan transfusi darah. increta. Komplikasi 1. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. 2. Memasang infus. Jumlah perdarahan. (2004). 2. Ida Bagus Gde Manuaba. Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). e. 5. Congenital malformations 4. Upaya preventif. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. Pemeriksaan dalam di meja operasi. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. dr. b. c. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". adjacent organ damage).OG. 1. 2. d. Keadaan umum penderita. Manajemen Umum Menurut Prof. 2. Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. Pemeriksaan ultrasonografi. 3. Uterine artery ligation. Sp. 2. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. Diagnosis pasti: 1. reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). 4. Bila dijumpai di Puskesmas. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . Tergantung dari: 1. dan percreta. Hysterectomy. Keadaan janin intrauterin. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. 3.

4. 5. 3.5. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. miscarriage. Solusio plasenta (placental abruption) 6. bila Anda mengalami plasenta previa. . 2. 2. yaitu: 1. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). Ligasi arteri iliaka interna d. abortion. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. Bagimanapun juga. Oversewing the placental implantation site b. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. Ligasi bilateral uterine artery c. Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. hiduplah secara teratur. 2. 2. 3. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Beristirahatlah. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1.

Simpson JL. Ramus RM. In: Gabbe SJ. Feb 2005. Leveno KJ. stillbirth. BJOG. \ 2. Dashe JS. Gilstrap LC. Bronsteen RA. In: Cunningham FG. Bhide A. Wolfe HM. Faiz AS. Gilliam M. eds. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. Harma M. et al. Obstetrical hemorrhage. 6. Apr 2004. Wenstrom KD. eds. 6. Prior cesarean and the risk for placenta previa . BJOG. 4. Laughon SK. Ananth CV. Niebyl JR. New York. Chen HS. Am J Obstet Gynecol. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section.110(9):860-4. Moore J. Jun 2002. Ozturk A. Sep 2003. 8. Obstetric hemorrhage.13(3):175-90. NY: McGraw-Hill. Obstet Gynecol. Comstock CH. 1996:510-5.112(10):1420-3. NY: Churchill Livingstone. Clark SL. Williams Obstetrics.3. Oct 2005. Butler EL.99(6):976-80. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa. New York. eds. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. 1997:755-60. Creasy RK. Gabbe SJ. In: Creasy RK. Resnik R. Benedetti TJ. Cunningham FG. Gant NF. Mar 2003. 7.190(4):1135-40. 5. Bacaan Lebih Lanjut 1. Gungen N. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. a natural loss of the products of conception.97(1):35-8. Hauth JC. Philadelphia. 3rd ed. 3. spontaneous abortion. 9. Hwu YM. Jan 2001. 1999:616-21. 4th ed. Love JJ. 5. Prefumo F. Chen CP.45(1):93-5. Rosenberg D. Resnik R. 10. 11. Placenta previa and abruptio placentae. MacDonald PC. Visco AG. termination of pregnancy. Davis F. et al. Pa: WB Saunders. Aust N Z J Obstet Gynaecol. Maternal-Fetal Medicine. Obstet Gynecol. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. 20th ed. J Matern Fetal Neonatal Med. 4. Su TH.

Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Chasen ST. Oppenheimer L.01.0. Predanic M. 1999. Wu S. Oct 2002. Chollet JA. Miller DA. Oyelese Y.Hlm. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Sep 2003. Sep 2006. 12. Sep 2005. Obstet Gynecol. Chervenak FA. 25. Peter Collin Publishing.20(4):356-9. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Obstet Gynecol. Obstet Gynecol. Benirschke K. 13. Abnormal placentation: twenty-year analysis. Perni SC.102(5 Pt 1):904-10. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery. Mattrey RF. Mar 2007. Princeton University. Usta IM. Obstet Gynecol. Pollak J. Placenta previa. Hobeika EM. 24. Ward CR. May 2005. Musa AA.105(5 Pt 1):962-5. Goodwin TM. 19. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. 23. Fleischer A. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy.87-88.29(3):261-73.108(3 Pt 1):573-81. Nov 2003. Mustafa SA. 21. Kocherginsky M. 22. Chandra P. placenta accreta. Schiavello H. WordWeb 3.on second-trimester ultrasonography. . Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. Edisi 2. EGC: Jakarta. 14. Smulian JC. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. et al. Software. Warshak CR. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. Ornan D. 18. J Obstet Gynaecol Can. Tal M. Gabriel GE. Electronic Dictionary of Medicine v1. Hull AD. Weinstein A. May 2005.177(1):210-4.192(5):1458-61. and vasa previa. May 2005. Jul 1997. 20. Baergen RN. White R. 2003.102(3):552-4. Obstet Gynecol. 16. Scioscia AL. Apr 2006. Obstet Gynecol.24(6):773-80.107(4):927-41. Diagnosis and management of placenta previa. Am J Obstet Gynecol. 17. Nassar AH. Eskander R. Am J Obstet Gynecol.193(3 Pt 2):1045-9. 2004. Hibbard JU. Carvalho MH. Jean-Pierre C. Am J Obstet Gynecol. Jun 2005. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Brizot ML. Ultrasound Obstet Gynecol. Manuaba IBG. J Ultrasound Med. Software.105(5 Pt 2):1247-50. 15.

Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. 'pemisahan plasenta'.asp 29. Berkow R.marchofdimes. padahal mungkin tidak. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary.htm 30. dan pernah mengalami trauma fisik berat. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar.03. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan. tidak terdiagnosa plasenta praevia. Freeware. Setiawan E.aspx?cid=1524 31.com/Peripartum%20Hemorrhage. March of Dimes website.gov/medlineplus/ency/article/000900. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok. Placenta Abruption Istilah awamnya. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. Untuk mencegahnya. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada . National Library of Medicine. atau di atas leher rahim. 2007.com/healthandhealing/getcontent. http://www.ramanathans. Available at: http://www. pemakai narkoba. Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu. 1999. suka minum-minuman keras.com/printableArticles/188_1132. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. Beers MH. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Kamus 2. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat.nih. Medline Plus website. 27.nlm.26. NJ: John Wiley & Sons.beliefnet. www. 17th ed. Hoboken. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas. Available at: http://www. 28.

Gangguan yang mungkin terjadi: . Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan. kejang. mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit. Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. kaki atau wajah. disertai rasa sakit. meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur.keguguran . . Risikonya.placenta abruption . Perut mengencang berkepanjangan.melahirkan prematur 2. bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru.keguguran .ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin. 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. Cairan vagina keluar atau menyembur. Gangguan yang mungkin terjadi: .plasenta praevia . Perut kokoh (keras) yang tetap.selaput pecah 6. Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: .placentaabruption .hamil di luar rahim .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. dengan atau tanpa pendarahan di vagina.melahirkan prematur 4.Placenta abruption 5.melahirkan prematur 3. Perdarahan pada vagina.kontraksi melahirkan prematur . Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: . Bila kondisinya berat.

Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil. Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin. Gangguan yang mungkin terjadi: . Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. remang-remang atau buta pada titik tertentu. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah. Gangguan yang mungkin terjadi: . Pusing sekali dan terus menerus.penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14.Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. serta sakit kepala ringan.trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12.7.infeksi saluran air seni .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.Infeksi vagina 15. Gangguan yang mungkin terjadi: . atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: . 10. 9.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: .infeksi 16. Adanya iritasi pada daerah vagina. 11. Gangguan yang mungkin terjadi: . Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: . 8.ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13.

4. tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. 5 hari dalam seminggu. Mengurangi 2. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari. Namun tak perlu melakukan diet ketat. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak.. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40. 1. Hati-hati. serta kacang-kacangan. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. jangan menghentikan konsumsi lemak. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah.5 kg dalam seminggu. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. 5. Untuk mengatasi kondisi ini. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi .3 – 0. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. melainkan menguranginya.5 – 4. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. 2. seperti selai kacang. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. dan meningkatkan HDL. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. avokad. akan membantu meningkatkan kadar HDL. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut. minyak zaitun dan kanola.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . 3.

Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. artinya letak plasenta yang “didepan”. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. vitamin B6 dan vitamin B12. hal ini akan menimbulkan perdarahan. plasenta previa Placenta Praevia. karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. menutupi jalan lahir. Placenta Previa .kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3. Plasentaku pindah ke . wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. dan sebagian lagi. terdiri dari tiga macam: 1. tidak bleeding. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. Low-laying Placenta Previa. sekitar minggu ke-28.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. Pada awal trimester ke-3. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. Apabila diketahui PP tetap ada. Complete Placenta Previa. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP.Gambar dari: obfocus. Pada kondisi ini. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. sekitar 18 weeks. bleeding. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. Marginal Placenta Previa. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. ultrasound dilakukan lagi. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. hidup normal selayaknya bayi2 lain. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. dan cramping. Pada ultrasound trimester ke-2. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur.

samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel. . bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful