Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

kejang. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. Bagian tangan. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. dan kemudian menjadi merah. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. ketika berdiri atau berjalan. Bagian perut terasa keras. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. plasenta praevia. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. sebentar-sebentar mengalami kontraksi.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. kelap-kelip. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. dapat berakibat buruk pada ibu. atau buta pada titik tertentu. keguguran. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. melahirkan premature. serta melahirkan prematur. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Sakit kepala ringan hingga berat. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. sakit. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. placenta abruption. seperti melihat dengan remang-remang. kontraksi. placenta abruption. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan.

tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi.Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. (info-sehat) . dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum). Iritasi pada vagina. Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam. terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks.

4) ___________ Secara klinis. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. subfebril.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. pielititis. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan. muntah pertama keluar makanan. berat badan menurun.(1) Etiologi ________ Tidak jelas.3. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. yaitu : 1. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. turgor kulit berkurang dan urin masih normal. tekanan darah sistole . Tingkat II Gejala lebih berat. dan sebagainya. berat-badan menurun.(2) Klasifikasi(2. 2. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit. cairan empedu dan terakhir keluar darah. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. nyeri epigastrium. haus hebat. dehidrasi. Mata cekung dan lidah kering. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir.

Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit. kulit pucat. tekanan darah menurun pada keadaan berat. C 200/hr/infus. kulit pucat. . nistagmus. Rawat di rumah sakit. aseton ada.Vitamin B1. ikterus. batasi pengunjung.4) _________ 1. Fisis : dehidrasi. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. b. . 2.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral. Stop per oral 24-48 jam. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). keadaan berat. sianosis. Penatalaksanaan(2. dan proteinuria. 4. . ikterus. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma). Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III.kurang 80 mmHg. Diagnosis(2. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. dan haus hebat. vit. berat badan menurun. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1.3) ________________ 1. porsio lunak pada vaginal touche. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan). Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. 3. . 40 tetes per menit. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. 3. . apatis. 2. bilirubin ada. pekerjaan sehari-hari terganggu. 5. muntah berkurang atau berhenti. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. shift to the left. gangguan jantung. sianosis. kadang ikterus ada. 4. Diet a. benda keton dan proteinuria. Obat . lidah kotor. c. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. 3. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun.

ed. Saunders Company. vol. Macky.. Nausea and Vomity in Pregnancy. dr. 2. Desakan darah 140/90 . Fairwether. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat.. Toronto : A Wiley Medical Publication. Daftar Pustaka ______________ 1. 2. Sydney : WB. 1968. Sp. Am J Obst. 1999. ed. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. Vol. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. 102. I. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Sp. 1981. dr. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. dr. Sp.OG. Mannor SM. Rawat jalan (ambulatoir) 2. 305. Saunders Company 1986. 12. Rumah Sakit Umum Pusat. dr. Hendrie Usmany. Belscher NA. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. 3. 3. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Tidak mutlak harus tirah baring. . 1155-1164.160/110 mmHg. (editors). 4. Murah Manoe.S. Makassar. Wahidin Sudirohusodo. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. 375377. Philadelphia : WB. Obstetrics 12 th. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. & gynec. Hyperemesis Gravidarum. In : Iffty L.OG. Kaminetzky HA eds. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih.M. 1961. 135-171. Greenhill. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka.OG. Syahrul Rauf. 2.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium.

bila NST non reaktif. c.Nyeri kuadran kanan atas perut . Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap).Nyeri epigastrium 3. d. Hasil tes laboratorium yang abnormal. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. arteri uterina. antihipertensi dan sedativum. b. e. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. asam urat dan BUN.3. 5. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. Profil biofisik janin. 4. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Terapi medikamentosa : 1. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih.Gangguan visus .Umur kehamilan kurang 37 minggu . Pemeriksaan laboratorium a. e. 6. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. 2. c. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. 2. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. d. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. d. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. Tidak perlu pemberian diuretik. Vitamin pre natal. b. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. b. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. . Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. 4. c. d. Bila penderita tidak inpartu .Nyeri kepala frontal atau occipital. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. NST 2 kali seminggu c. Pemeriksaan kesejahteraan janin a.

(H = Hemolisis. Penurunan haptoglobin. Trombositopenia : Trombosit 150. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Klasifikasi sindroma HELLP : 1. ke-2. AST. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. 2. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. 5. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. AST dan bilirubin indirek. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. Peningkatan urobilinogen dalam urine. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. Klasifikasi Missisippi . . Bagian lain atas indikasi. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. 4. 2. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. peningkatan enzim hepar. kelemahan. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. nyeri kepala. b. LDH. proteinuria. Ed. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. 2005. c. b. 3. dan kenaikan asam urat. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. edema. Kenaikan LDH. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus).Bila tanda dan gejala tidak memburuk. d. malaise. disfungsi hepar dan trombositopenia. EL = Elevated Liver Enzim. nyeri epigastrium. muntah. Bagian penyakit mata 2. Bagian penyakit jantung 3. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP.000/ml atau kurang.

000/ml dan penurunan LDH.000 IU/l atau lebih. 3.000 IU/l atau lebih. 2. Kelainan jaringan ikat : SLE.000/cc. Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100. 3. . Dapat dipertimbangkan pemberian : a.000/ml.000 IU/l atau lebih. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.Trombosit 100. misalnya : .000 IU/l atau lebih. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : . . serum LDH 600. AST 70 IU/l atau lebih. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.Kelas I : Trombosit 50. Kelainan konsumtif fibrinogen.000/cc dan dengan eklampsia. 4.Waktu protombin . 2. 2. Jika didapatkan : . Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia.000/ml. b. Trombotik angiopati 2.Acute fatty liver of pregnancy. serum LDH 600.Waktu tromboplastin parsial . 4. Sikap : Pengelolaan obstetrik . Kelas III : Trombosit lebih 100. Pemberian dexamethasone rescue : a.000/cc atau . Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali. LDH 600.000 sampai 150. Terapi Medikamentosa : 1.Fibrinogen. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50. Kelas II : Trombosit lebih 50. Penyakit ginjal primer. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia . Bila trombosit kurang 50. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100.Trombosit kurang 100. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas. gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam.000/ml.000-150.Sepsis. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose).Hipovolemia berat / perdarahan berat. nyeri epigastrium. Antioksidan. hipertensi berat. serum LDH 600.000/ml atau kurang. c.000 sampai 100. 5. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1. b.eklampsia.

Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. Plasenta previa 2. Rasa tegang saat palpasi 9. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. ke-2. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Perdarahan tanpa nyeri 2. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Denyut jantung janin ada 10. Timbulnya perlahan-lahan 6. Ed. Warna perdarahan merah coklat 4. His biasanya tidak ada 8. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. His ada 8. Timbulnya tiba-tiba 6. Perdarahan dengan nyeri 2.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Waktu terjadinya saat hamil 7. 2005. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Perdarahan berulang 3. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Perdarahan tidak berulang 3. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Warna perdarahan merah segar 4. Solusio plasenta 3. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Presentasi mungkin abnormal.

Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. 2. b. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Kehamilan kurang 37 minggu. c. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 5. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Konservatif bila : a. 2. b. 4. 3. Anak mati . 3. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 4. Penanganan aktif bila : a. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Etiologi plasenta previa belum jelas. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. c.10. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. 2. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. USG untuk menentukan letak plasenta. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum).

uterus tidak tegang. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap.Perdarahan banyak tanpa henti.Persalinan per abdominal.Pemeriksaan USG.Persalinan per vaginam. . Bila terjadi perdarahan banyak.Panggul sempit. Plasenta previa letak rendah 3. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. . . . Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir.Istirahat.Memberikan antibiotik bila ada indikasii. belum ada tanda renjatan. kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). . (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Hb.Presentase abnormal. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.Plasenta previa totalis .Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.Perawatan konservatif berupa : . lakukan seksio sesar.Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia.Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). Indikasi melakukan seksio sesar : . Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. . Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc. . kadar . dan hematokrit. Plasenta previa marginalis 2. Penanganan aktif berupa : . . janin hidup.

fibrinogen. Panggul sempit. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Pemberian infus oksitosin 4. janin mati. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. terdapat tanda pre renjatan. memperbaiki anemia. penderita dimobilisasi. 3. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. 5. terdapat tanda renjatan. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. 7. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. uterus tegang. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. Bila proses berhenti secara berangsur. 4.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. Pemberian transfusi darah 2. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. 2. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. gawat janin atau janin telah mati. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan. Letak lintang. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. Pelvik score kurang 5. (2) . Pre eklampsia berat. hematokrit dan trombosit. 2. Seksio sesar dilakukan bila : 1. 6. Etiologi solusio plasenta belum jelas. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 3. Perdarahan banyak.

Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. pingsan. Sp. pernapasan. dr. Sp. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Makassar. tekanan sistolik kurang 90 mmHg. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Jakarta. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. dr. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. dr. 2.OG. 1999. Ujung Pandang.. deselerasi atau bradikardi.M. dilakukan persalinan pervaginam.. Perdarahan Antepartum.S. berkerringat banyak. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. termasuk tanda-tanda vital (nadi. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu. Moerniaeni N. Hartono E. I. Rambulangi J. . ukuran janin.OG. Sp. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. Murah Manoe. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. dr. . 1991 : 9-13. Hendrie Usmany.Periksa tanda-tanda syok (pucat. Rumah Sakit Umum Pusat. Syahrul Rauf. tekanan darah. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Gasong MS. Daftar Pustaka ______________ 1.Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . I. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah.OG.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. nadi lebih 112 kali per menit). (editors). Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Wahidin Sudirohusodo. dan suhu). 1997.

Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. pengeluaran sebagian produk konsepsi. 1. .Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . 3. 3. Jika tidak terlihat tandatanda syok. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. Diagnosis abortus insipiens : . lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah. penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease.Gejala / tanda : limbung atau pingsan. . Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.Jika pasien dalam keadaan syok. pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. nyeri goyang porsio.Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia.Uterus sesuai dengan usia kehamilan.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya. 4.Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah. kaku perut. nyeri perut bawah. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : .Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa.Serviks tertutup. Jika terjadi syok. berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama). . segera mullai penanganan syok. massa adneksa.Serviks tertutup atau terbuka. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.PID). dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. kenali dan segera tangani komplikasi yang ada.Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera.Serviks tertutup. . .. 2. . Diagnosis abortus imminens : .Jika dicurigai terjadi syok. . dan cairan bebas intra abdomen. .Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis. . 2. Diagnosis abortus komplit : . Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. . tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat.

Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan. Abortus yang disengaja 3.Serviks terbuka. Abortus spontan 2.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. dan keluar jaringan seperti anggur. distensi abdomen. 5.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. 2.Serviks terbuka.Serviks terbuka. dan nyeri goyang serviks. nyeri bahu. Komplikasinya adalah perlukaan uterus. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. . 6. . nyeri lepas. Diagnosis abortus inkomplit : . dan demam. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). . . . nyeri lepas. . sekret vagina berbau. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan).Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). lemah. vagina atau usus. . abdomen terasa tegang & keras. perdarahan berlanjut. tidak ada janin.Uterus sesuai usia kehamilan. Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam. mual-muntah. sindrom mirip pre eklampsia. .. Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. 3.Uterus sesuai usia kehamilan. lesu. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis.Gejala / tanda : mual / muntah. demam. 4. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Tahapan abortus spontan meliputi : 1. Diagnosis abortus mola : .Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. uterus terasa lemas. sekret & pus dari serviks. kram perut bawah. Abortus tidak aman 4.

2. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi. . Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. .2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu). lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. 4. segera lakukan : .Berikan ergometrin 0. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus. . Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena .Jika perlu. vagina dan usus. Jika evaluasi tidak dapat. Penanganan abortus imminens : 1. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Jika perdarahan : . Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. 3. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola. obat-obat lokal atau bahan lainnya.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. Penanganan abortus insipiens : 1. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. 2. Perdarahan berlanjut.Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas.

Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. 3. . 2. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. Jika anemia berat berikan transfusi darah.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. . . Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. . Tidak perlu evaluasi lagi. beri ergometrin 0. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. Jika perdarahan berhenti.Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Penanganan abortus inkomplit : 1. 3. 5. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . Apabila terdapat anemia sedang. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. 4. 2. 4. 2. Penanganan abortus komplit : 1.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut.Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. 3.(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. beri ergometrin 0. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : .

Jika dicurigai adanya infeksi.Waktu aplikasinya segera. tunda prosedur sampai keadaan jelas.5 ml setelah 4 minggu. Implan . . Jika klien pernah diimunisasi. . 5. 3. Pil kontrasepsi .Waktu aplikasinya segera. Kondom . Jika riwayat imunisasi tidak jelas.Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas. Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual.Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien.Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. berikan booster tetanus toksoid 0. Penapisan kanker serviks. 2. . .Waktu aplikasinya segera. Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1. .Dapat mencegah penyakit menular seksual. . 4. .Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi. Tubektomi . berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0. tunda sampai anemia telah diperbaiki. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). 3. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. 6. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus.Waktu aplikasinya segera. 4. .Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali.Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi. Suntikan . Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. .Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. Alat kontrasepsi dalam rahim . . 2.Sediakan metode alternatif (seperti kondom).Waktu aplikasinya segera.

perubahan warna pada vagina & serviks. 4. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. mual. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. 5. . abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. bukalah abdomen : . segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. Nyeri lepas.Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik. Cara lain. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. 7. Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan. 6. 2. 3. perlunakan serviks. Nyeri pada abdomen dan pelvis. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. 2. 2. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. Jika tidak ada fasilitas. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. pembesaran uterus. Pucat. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. Hipovolemia. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). frekuensi buang air kecil meningkat.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Pada laparatomi. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . Kolaps dan kelelahan. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Abdomen akut dan nyeri pelvis. 2. Distensi abdomen. 3. Hipotensi. 8.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). pembesaran payudara. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi.

2..Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan.Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. lakukan evaluasi uterus : . siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai.. Penanganan selanjutnya : 1.Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. .Jika sumber vakum adalah tabung manual. . jika diinginkan. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama. 3. gunakkan blok paraservikal. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu. . . tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah. . lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu. rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. . merupakan hal yang penting.Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi. Update : 6 Maret 2006 Sumber : . Penanganan selanjutnya kehamilan mola : .Jika dibutuhkan dilatasi serviks. Sebelum membolehkan ibu pulang. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

Moerniaeni N. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. ukuran janin. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Perdarahan Antepartum.2. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. dilakukan persalinan pervaginam. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. I. 1991 : 9-13. Ujung Pandang. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau . Gasong MS. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. 1997. Daftar Pustaka ______________ 1. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. 2.3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Jakarta. Hartono E. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Rambulangi J.

Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu). asam urat darah. 2. Proteinuria lebih 0.3 gram/liter/24 jam. . 3. kualitatif (++). . diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg. wajah atau tangan.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin.Diet : cukup protein. rendah karbohidraat.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). . Edema tekan pada tungkai (pretibial). dinding perut.Roborantia . Edema pada pretibia. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. lumbosakral. 2. fungsi ginjal. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia. Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . dinding abdomen. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . 2. persalinan .(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. hematokrit. Kehamilan lebih 20 minggu. wajah atau tungkai. lumbosakral. lemak dan garam. fungsi hati. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. trombosit.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari. 3.Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat. urine lengkap.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. 3.Kunjungan ulang setiap 1 minggu. . 4. . Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1.

Janin .Usia kehamilan 37 minggu atau lebih . Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1.Persalinan dapat dilakukan secara spontan.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG).(3. b. B. 2. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Indikasi (salah satu atau lebih) a. 3. Ibu .Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) .Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan). b. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal.Adanya tanda IUGR .ditunggu sampai aterm. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) .4. 2. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal.5) 1. Cara persalinan . Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Bila perlu memperpendek kala II.

Lain-lain : . Tirah baring miring ke satu sisi.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar.9) b. (8. 10.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari. mata. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. Laboratorium . (4) 8. 1997) 9. trombositopenia). diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. catapres injeksi. Diet cukup protein.(3) 3. . 4. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. c. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. . Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. Antihipertensi diberikan bila : a. payah jantung kongestif atau edema anasarka. . 6. lemak dan garam.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. d.Antibiotik diberikan atas indikasi. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. maksimal 4-5 kali.c. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja. Segera masuk rumah sakit 2. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. refleks patella setiap jam. . rendah karbohidrat. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. (Syakib Bakri.Konsul bagian penyakit dalam / jantung. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam. Antasida 5. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu).Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya.

Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin. .Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1.Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit.(4) 2. c. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. .Hentikan pemberian magnesium sulfat .Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0.Lakukan pernapasan buatan. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif).5 cc/kgBB/jam). Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. 4. .(3) 3. refleks fisiologis menurun. .(6) 2. 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit.Refleks patella positif kuat .7 cm.Fetal assesment jelek . Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. Seksio sesaria bila : .Berikan oksigen. fungsi jantung terganggu. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. depresi SSP. . Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) . Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1. hipotensi. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter.Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. MgSO4 dihentikan bila :(7) a. Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring.7) .7) b.(3. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3.

c.2) _____________________ 1. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. Perawatan Konservatif (1. 2. 4. b.. Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. d. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. Penderita dipulangkan bila : a. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. bila keadaan memungkinkan. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). (1. Pengobatan obstetri : a. b.2) --------------------------------------------Kala I ------1. Fase aktif : . 3.Amniotomi saja .12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. selambat-lambatnya dalam 24 jam. Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. 2.

Kejang-kejang dan/atau koma .2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati.Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas . Pemeriksaan laboratorium . otak. Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. Gejala Klinis (4) .(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). ginjal.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi.Fungsi organ hepar. penyakit dalam / jantung.2) Tujuan pengobatan : 1. Mencegah dan mengatasi penyulit. C. Eklampsia Pengertian (1. paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ. 2. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. Penatalaksanaan (1. ginjal.Adanya protein dalam urin . Untuk menghentikan dan mencegah kejang. khususnya hipertensi krisis 3. edema dan proteinuria) . Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Berdasarkan gejala klinis di atas 2. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4. mata. dan jantung .Fungsi hematologi / hemostasis. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. anestesi dan anak. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU . Perawatan bersama : konsul bagian saraf.

Fields DH. dkk. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. POGI. Abadi A. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif.Pengobatan Obstetrik (1.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Djuarsa E. Waspodo D.2) 1. Bhalla AK. 1-8. Ed. Dhall K. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas . Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Bilamana diakhiri. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. z : 144-148.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . eds. 1985. 2. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.Penderita belum inpartu . syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. Soetomo. Gestationally Induced Hypertention. Uktolsea F. 1994. 5. 7. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . In : Barber HRK. Cet. Salgas Gestosis POGI. 2. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar. 3. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. Gumilar E. Sombolinggi A.Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. ke-2. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. 2. Januari 1993. Sukaputra B. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag.Fase laten . Philadelphia : AB Lippincoti Company. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. 1990 : 166-173.Setelah kejang terakhir . . 6. 1. Fields DH. Jakarta : Gaya baru. Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Handaya. 1994. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. Quick Deference to Obgyn Procedure. Dhall 61. Apabila pada pemeriksaan. 3. Kaufman SA. 4. Daftar Pustaka ______________ 1.

Basic Gynecology and Obstetrics. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. Cunningham FG. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. trauma. . Hipertensi pada Wanita Hamil. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). 1992. Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. lakukan periksa dalam. 9. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. USG : biometri janin. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. berwarna merah segar. Desember 1996. Bila tidak teraba bantalan plasenta.Hasanuddin Ujung Pandang. varises vagina pecah. dan apakah ada penyakit sistemik. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. ICA. derajat maturasi. plasenta (letak. apakah sudah pernah di USG. 426-431. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. 8. 1993. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. solusio plasenta. Ujung Pandang. kelainan serviks. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. Bakri S. Connecticut Appleton and Lange. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. Gant NF. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. dan kelainan). apakah ada kelainan letak.

Bila ada penyulit. b. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. Achmad Mediana Endjun. a. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Pada Ibu : kelebihan cairan. Kesembuhan : diharapkan sempurna. Bawono Hasan. hipotonia atau atonia uteri. Laboratorium : darah perifer lengkap. Pada Janin : asfiksia. infeksi. Bambang Winarno . 3.2. infeksi. PENYULIT Karena Penyakit. prematuritas. Jelondra Djoesman. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. a. Sanny Santana. Author Judi Januadi Endjun. Karena Tindakan / Terapi. lama perawatan dapat lebih lama lagi. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. seksio sesarea : 3 bulan. BBLR. Pada Janin : asfiksia. reaksi transfusi. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. RDS. Pada Ibu : renjatan. b.

Obstetrical Hemorrhage. it's called a complete or total previa. If the placenta covers the cervix completely. Jakarta. What is placenta previa? If you have placenta previa. Departemen Obstetri dan Ginekologi. 2001. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. . 21st Ed. In : Williams Obstetrics. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. (You may also hear the term "partial previa. 2. Jakarta. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. it can cause bleeding. it's called a marginal previa." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. If it's right on the border of the cervix. it's called a low-lying placenta. you'll need to have a c-section. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. RSPAD Gatot Soebroto. Cetakan Kedua.PUSTAKA 1. Cunningham et al. 3. New York. which may require you to deliver early and can lead to other complications. But if it persists into later pregnancy. 1994. Balai Penerbit FKUI. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. 1996. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. next to or covering your cervix.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it.

What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. it doesn't actually move. Even if previa is discovered later in pregnancy. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono. If you have any vaginal bleeding in the meantime. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. (Since the placenta is implanted in the uterus. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). As your pregnancy progresses. but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. . (Rustam Mochtar. Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. an ultrasound will be done then to find out what's going on. the less likely this is to happen). 1991). as the placenta itself grows. Also. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. 1992).

1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. syok. 1992) . Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. anemi berat. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1. kelainan kongenital berat (monster). (Sarwono. sebelum diatasi.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. Rustam. Sektio caesaria ekstraperitonealis.

Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. Komplikasi 1. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. embolisme paru. 2.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. penyediaan cairan dan darah. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. 1992). kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. dan sebagainya jarang terjadi. 1999). Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. anestesi. (Sarwono. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya.

Susan Martin. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. jenis kelamin. 1998) Periksa tekanan darah. lembar operasi ditandatangani oleh operator. 1 dan 2. . Pemberian oksitosin sesuai indikasi. frekuensi nadi dan nafas. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi. frekuensi nadi dan pernafasan. Anestesia. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. Catat lama operasi.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi.

6. 3. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. 2. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. malposisi janin.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Susan Martin. 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. Tujuan : . Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. . abrupsio plasenta dan plasenta previa. (Tucker. 4. 1998) yaitu .• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. kegagalan untuk melanjutkan persalinan. Perencanaan 1. prolaps tali pust. 1. 5. Susan Martin.

Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. wajah meringis terhadap nyeri. abdomen.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. 3. rales. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. • Perhatikan dokumentasikan. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. . membalik. batuk non produktif. 2. elektrolit. atau kongesti jalan napas atas. Dapatkan urine untuk urinalisis. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. ronki terdengar. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. Ambil darah untuj JDL. perilaku distraksi/penghilang. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. golongan darah dan skrin. • • Anjurkan pasien untuk batuk. penurunan mobilitas. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi.

Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. 4. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. lochia. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. Intervensi : .Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. Tujuan : . tanpa tanda atau gejala infeksi. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. 5. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. • Observasi insisi terhadap infeksi. Tujuan : − Insisi bedah dan kering. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif.

Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. Carol Vestal. Jelaskan pentingnya latihan. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. 3. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. . Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Di rumah sakit. 2. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. berubah dari merah ke coklat sampai putih. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. undang – undang praktik keperawatan negara bagian.

Martius. (1998). 5. Jakarta. EGC. (1997). ______________. Manuaba. EGC. Persis Mary. Ida Bagus Gde. Edisi 2. Muchtar. Jakarta. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. (1998) Memahami Proses Keperawatan. Bedah Kebidanan Martius. Ibrahim S.(1999). Jakarta. . Jakarta. Ilmu Kebidanan. EGC. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Penerbit Buku Kedokteran EGC.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Bratara Jakarta.(1998). (1999). 2. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. Jakarta. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Edisi 6. Hamilton. Jilid 1. Gerhard. Penerbit Buku Kedokteran. 6.. tanpa tanda atau gejala infeksi. Carol Vestal. 8. 7. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Allen. Rustam. Ilmu Kebidanan. Jakarta. Carol Vestal. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Cristina. Jakarta. (Allen. Sinopsis Obstetri.(1993) Perawatan Kebidanan. Sarwono Prawiroharjo.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. EGC. 3. 4. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria.

Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Tucker. EGC. _____________. (1998). Volume 4. 2. (1991). Ilmu Bedah Kebidanan.1. Jakarta. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Edisi 5. 2. Susan Martin. Jakarta. Standar Perawatan Pasien. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Edisi 1 Cet. Penerbit Buku Kedokteran.

sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1.• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. kanan. Sayatan memanjang ( longitudinal ) . dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim.

2. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung . dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4. Sayatan melintang ( Transversal ) 3.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang.

. 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.• Berat. (Obstetri Fisiologi. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. peritonealis. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih. • Immediate post partum Minggu pertama post partum.

. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. menyusui. keluarga berencana. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. baik fisik maupun psikologiknya. mendeteksi masalah.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. jumlah meningkat saat berdiri. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. • Bau normal seperti menstruasi. nutrisi. darah dan limfe. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. • Melaksanakan skrining yang komprehensif.

• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. bentuk distensi untuk beberapa hari. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. . kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. Pada payudara yang tidak disusui. dalam 6 sampai 8 minggu. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. produksi mukus normal dengan ovulasi. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. puting mudah erektil bila dirangsang. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. Ovulasi mungkin tidak terlambat. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. struktur internal kembali dalam 2 minggu. bentuk ramping lebar.

menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. • Jantung Kembali ke posisi normal. . • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. RR : 16-24 x/menit. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. LH. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. tidak ditemukan pada minggu I post partum. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. sesaria : 600 – 800 cc.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. neutrophil meningkat. leukosit meningkat. • Nafsu makan kembali normal. • Perubahan hematologik Ht meningkat. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc.5 kg.

jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. • Uterus . ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. kembali normal 6-8 minggu post partum. • Sistem Imun Rhesus incompability. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. diberikan anti RHO imunoglobin. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. diuresis mulai 12 jam. Diastasis rekti 2-4 cm. • Pada fungsi ginjal: proteinuria.

jumlah. urinalisis. posisi tinggi dan ukuran. • Perineum Episiotomi. • Ekstremitas Tanda Homan. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. hematoma. faktor keluarga. drainase. ayah dan bayi. hemoroid dan bising usus. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. • Insisi SC Balutan dan insisi. jumlah distensi. edema. . dan nyeri. • Baby Blues: Mulai terjadinya. memar. laserasi dan hemoroid.Konsistensi dan tonus. kondisi bayi. Kemerahan menandakan infeksi. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. periksa redness. adakah anxietas. warna. usia ibu. edema. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. bau dan adanya gumpalan. tenderness. respon depresi dan psikosis. marah. konflik peran. • Bowel Pergerakan usus. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. dan perubahan warna. sebagai orang tua. • Lochea Tipe. discharge dan approximation. faktor sosial-ekonomi.

maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : . • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm. Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit. bidang tengah dan pintu bawah panggul. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu.• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap.

• Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung .• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. atrofia. Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul. luxatio. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis. Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan. panggul sempit. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa.

• Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. Asynclitismus sering juga terjadi. Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. letak sungsang dan letak lintang. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. .

• Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak.Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi. Peroneus . Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. scoliose. malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca. • Ruptur symphyse dapat terjadi . Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. yang paling sering adalah kelumpuhan N. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan. Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol. • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya.pincang dan lain-lain) • osborn positip . • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul .

Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul. jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm. Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan .

Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala. letak dahi. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil. Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang. letak muka atau kelainan letak lainnya.

harus diukur secara rontgenelogis.5 cm + 5 cm = 15.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. • Terapi .5 atau kurang ( normal 10.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC. tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.

Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas. peningkatan ketegangan. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat. penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. • Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. marah. stimulasi simpatis . apatis. hubungan. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum. gaya hidup. takut. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi. udema pulmonal.5 cm = 18.

tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. makanan. kondisi yang kronik/ batuk. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat. plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.• Makanan / cairan Malnutrisi.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi.

d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka.1998). Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang. 2) Tulang Panggul . Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit. Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b. Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. kemungkinan dilakukan tindakan operasi. kencing manis dan eklamsia. mual.d insisi. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung.1996).• Resti infeksi b. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina.

Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam.Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. Luka kandung kemih. sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. Sedangkan peritonitis. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998).

.kabarindonesia. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2. 3. 2. placenta previa. Definisi 1. 14:58:57 WIB . Ked.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. S.[www. Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. Berbagai varian termasuk: 1.com] KabarIndonesia . delivery by cesarean section may be necessary. placenta praevia. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. 25-Mei-2008. can cause bleeding late in pregnancy. serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os).Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa.

Kurang suburnya endometrium a. Tumbuh kembang plasenta tipis 2. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. Melebarnya plasenta karena gemelli c. Usia lebih dari 35 tahun 3. Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. penggunaan kokain. menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Per se. Endometrium fundus kurang subur b. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. Merokok 12. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Erythroblastosis 7. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. placenta previa memberikan . hipertensi kronis. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Kehamilan kembar (gemelli) b. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Melebarkan pertumbuhan plasenta a. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). Penggunaan kokain 13. Multiparitas 4. Perdarahan (hemorrhaging).4. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. 2. Status sosioekonomi yang rendah 10. Malnutrisi ibu hamil b. Terlambat implantasi a. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. abruption (preeclampsia. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Faktor Predisposisi 1. Penyebab 1. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. Pengobatan infertilitas 5. mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). Bagaimanapun juga. jika berhubungan dengan kehamilan (labor).

Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. Saat ini berlangsung.3-0. dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil. Septikemia: 5. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. Mortalitas maternal sebesar 0.03% di Amerika Serikat.gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding). Transfusi darah: 10 4.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery). Bagaimanapun juga. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). Perdarahan antepartum: 10 2. Ada peningkatan risiko sebesar 1. Dari semua plasenta previa. . Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. plasenta previa parsial sekitar 30%. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu.5 5.5% dari semua kelahiran.

Usia 30-39 tahun .1% 4. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala.1% 2. 3.33% 3. Cervicitis (radang serviks) 3. Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. Diagnosis Banding 1. 3. Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa.2% Gejala Klinis 1. Pemeriksaan Fisik 1. terbukti tidak ada plasenta previa. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan . Premature rupture of membranes 4. maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. 2. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim. Usia di atas 40 tahun . Usia 12-19 tahun . * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor). Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak).Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Vaginitis (radang vagina) 6. Usia 20-29 tahun – 0. 2. dengan kata lain. yang terjadi pada trimester ketiga. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation. Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). 4.

Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). Imaging Studies 1. dan kasus plasenta previa.1. Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. . kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%. 2. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3. hypertensive disease. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. Tes Lainnya 1. Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. 2. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. Vasa previa 2. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. Meskipun dalam banyak situasi. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. malpresentation. activated partial thromboplastin time (aPTT). Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. atau plasenta perkreta. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). plasenta akreta terjadi pada 0. merokok. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. 2. plasenta inkreta. hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. fibrinogen. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. dan fibrin split products dapat juga membantu. meskipun demikian.

10-30 mEq magnesium. C. tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Pada dewasa. Kontraindikasi 1. Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi. besarkanlah hati. jangan melebihi 4 g/jam. Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. Sebagai tambahan. kofaktor pada sistem enzim. Nama Obat Magnesium sulfat. Heart block 3. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. B. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. D. Addison disease 4. Myasthenia gravis . lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. Hypersensitivity 2. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). Dukunglah. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Tocolytics A. aturlah untuk mengurangi kontraksi. Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. E. 60-180 mEq potassium. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan.

(Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. However. karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. Division of Benign Gynecology. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. MS.6. Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). refleks tendon dalam (deep tendon reflex). Department of Obstetrics and Gynecology. Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. Jika overdosis. Division of Maternal-Fetal Medicine. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. or percreta). Department of Obstetrics and Gynecology. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. Most often a low transverse uterine incision is used. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. However. 5. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. These invasive . Impaired renal function 7. 3. MD. then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. 6. Perhatian! 1. 2. Associate Professor. however. increta. Director. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. Monitoring janin amat penting. seorang asisten Profesor. MD. 4. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat.

reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). 3. Upaya preventif. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. Diagnosis pasti: 1. Jumlah perdarahan. 2. Memasang infus. Tergantung dari: 1. Ida Bagus Gde Manuaba. 4. (2004). adjacent organ damage). Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. Uterine artery ligation. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . b. e. 5. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. 2.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. Keadaan umum penderita. increta. 2. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. c. 3. Bila dijumpai di Puskesmas. Komplikasi 1. Hypogastric artery ligation. dr.OG. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Sp. 3. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. dan percreta. Keadaan janin intrauterin. Pemeriksaan ultrasonografi. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". Congenital malformations 4. Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Hysterectomy. Manajemen Umum Menurut Prof. 1. Menyiapkan transfusi darah. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. d. Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. Pemeriksaan dalam di meja operasi. 2. infection. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. 2.

Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. Cesarean hysterectomy Prognosis 1.5. 2. bila Anda mengalami plasenta previa. 2. miscarriage. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. Oversewing the placental implantation site b. Ligasi arteri iliaka interna d. 2. 3. 5. yaitu: 1. lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Ligasi bilateral uterine artery c. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. Bagimanapun juga. Solusio plasenta (placental abruption) 6. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). abortion. Beristirahatlah. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. . 2. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. hiduplah secara teratur. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. 3. 4. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a.

11. Prefumo F. 1999:616-21. Jan 2001. Bacaan Lebih Lanjut 1. Williams Obstetrics. Hauth JC. Maternal-Fetal Medicine. Wenstrom KD. New York. Oct 2005. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa. Su TH. Pa: WB Saunders.3. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. spontaneous abortion.13(3):175-90. Chen HS. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies.45(1):93-5. 4th ed. Gant NF. Obstet Gynecol. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. 7. Gilstrap LC. Laughon SK. Dashe JS. NY: Churchill Livingstone. et al. Resnik R.190(4):1135-40. eds. eds. Simpson JL. Obstetrical hemorrhage. 10. Am J Obstet Gynecol. NY: McGraw-Hill. MacDonald PC. Obstetric hemorrhage. Love JJ. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section. 1996:510-5. Visco AG. eds. Mar 2003. 5. 9. 4. \ 2. Butler EL. 6. Philadelphia. Ananth CV. In: Creasy RK. et al. J Matern Fetal Neonatal Med. In: Gabbe SJ. Obstet Gynecol. Benedetti TJ. Jun 2002. Ramus RM. 6. Comstock CH. 5. Gilliam M. Ozturk A. Moore J. Faiz AS. 4. Bronsteen RA. Cunningham FG. 20th ed. 3rd ed. BJOG. Leveno KJ. Davis F. In: Cunningham FG. Creasy RK. Rosenberg D.97(1):35-8. Niebyl JR. Apr 2004. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. Aust N Z J Obstet Gynaecol. 3. Placenta previa and abruptio placentae. 8. Gungen N. Harma M. Wolfe HM. a natural loss of the products of conception. BJOG. Feb 2005.112(10):1420-3. Clark SL. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. termination of pregnancy. Bhide A. Hwu YM. 1997:755-60. stillbirth.110(9):860-4. Chen CP. Gabbe SJ. Sep 2003.99(6):976-80. Prior cesarean and the risk for placenta previa . New York. Resnik R.

Manuaba IBG. Chandra P.Hlm.192(5):1458-61. Apr 2006.193(3 Pt 2):1045-9. May 2005. 19. Warshak CR. Chervenak FA.01. 13. Nov 2003. Obstet Gynecol. Ultrasound Obstet Gynecol. Wu S. Jul 1997. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery. and vasa previa. Smulian JC. Mattrey RF. 20. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. Goodwin TM.0. Predanic M. Software. 12. Princeton University. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta.105(5 Pt 2):1247-50. Obstet Gynecol. Perni SC.177(1):210-4. Oyelese Y. Sep 2005. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Hibbard JU. Nassar AH. Miller DA. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. 24. Obstet Gynecol. 18. Kocherginsky M. Placenta previa. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. Chasen ST. Obstet Gynecol.on second-trimester ultrasonography. Usta IM. Scioscia AL. Hull AD. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. 15.105(5 Pt 1):962-5. Diagnosis and management of placenta previa. White R. Gabriel GE. Carvalho MH. Am J Obstet Gynecol. . Oct 2002. Jun 2005. et al. Ornan D. Mustafa SA. Pollak J. Chollet JA. 16. Obstet Gynecol. Eskander R. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. May 2005. 21. J Obstet Gynaecol Can. Hobeika EM. Obstet Gynecol. 22. Software. WordWeb 3. Edisi 2. 2003. Weinstein A.107(4):927-41. Musa AA. Oppenheimer L. placenta accreta. Am J Obstet Gynecol.29(3):261-73. Jean-Pierre C. Sep 2006. 14. Abnormal placentation: twenty-year analysis. Ward CR. 17. Mar 2007. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. 25.102(5 Pt 1):904-10. Am J Obstet Gynecol. May 2005. Fleischer A.102(3):552-4.87-88.24(6):773-80. Benirschke K. 23.108(3 Pt 1):573-81. Brizot ML. 2004. Sep 2003. Peter Collin Publishing. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy. 1999.20(4):356-9. Baergen RN. Electronic Dictionary of Medicine v1. Tal M. J Ultrasound Med. Schiavello H. EGC: Jakarta.

Freeware. Medline Plus website. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas. Hoboken.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil.26. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG).com/printableArticles/188_1132. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu. tidak terdiagnosa plasenta praevia.htm 30.nlm. Available at: http://www. 27. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy.nih.ramanathans. 'pemisahan plasenta'. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan.marchofdimes. 1999. National Library of Medicine. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.aspx?cid=1524 31.03. 17th ed. dan pernah mengalami trauma fisik berat.com/healthandhealing/getcontent. Available at: http://www.beliefnet. Kamus 2. NJ: John Wiley & Sons. atau di atas leher rahim. 28. Beers MH. Berkow R. http://www. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung. Setiawan E.gov/medlineplus/ency/article/000900. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar. pemakai narkoba. Placenta Abruption Istilah awamnya. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok.com/Peripartum%20Hemorrhage. 2007. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada .asp 29. padahal mungkin tidak. March of Dimes website. Untuk mencegahnya. www. suka minum-minuman keras.

hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.melahirkan prematur 2. Gangguan yang mungkin terjadi: .selaput pecah 6. Perut kokoh (keras) yang tetap. sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: . Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1.melahirkan prematur 3.placentaabruption . . Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan. Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . Cairan vagina keluar atau menyembur. kejang. disertai rasa sakit. bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru. mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit. Bila kondisinya berat. kaki atau wajah.ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin.melahirkan prematur 4.Placenta abruption 5.kontraksi melahirkan prematur .placenta abruption . Perdarahan pada vagina.keguguran .plasenta praevia . Perut mengencang berkepanjangan. dengan atau tanpa pendarahan di vagina.hamil di luar rahim . Gangguan yang mungkin terjadi: . Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. Risikonya. Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: .keguguran .

10.ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. remang-remang atau buta pada titik tertentu. Gangguan yang mungkin terjadi: . Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin.Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.infeksi 16. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: .Infeksi vagina 15. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah.7.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Adanya iritasi pada daerah vagina. Gangguan yang mungkin terjadi: .infeksi saluran air seni . Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . 11. Gangguan yang mungkin terjadi: .penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. Pusing sekali dan terus menerus. Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: . 8.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil.trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12. 9. Gangguan yang mungkin terjadi: . serta sakit kepala ringan. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: .

jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol.5 kg dalam seminggu. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. 3. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. Hati-hati. akan membantu meningkatkan kadar HDL. melainkan menguranginya. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari.3 – 0. 4. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler. tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. seperti selai kacang. 1. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak. 2. 5. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. minyak zaitun dan kanola. dan meningkatkan HDL.5 – 4. jangan menghentikan konsumsi lemak.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi .5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. Mengurangi 2. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. 5 hari dalam seminggu. Namun tak perlu melakukan diet ketat. avokad. Untuk mengatasi kondisi ini.. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. serta kacang-kacangan.

karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . hal ini akan menimbulkan perdarahan.kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. vitamin B6 dan vitamin B12. karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. menutupi jalan lahir. plasenta previa Placenta Praevia. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. artinya letak plasenta yang “didepan”. Placenta Previa . Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung.

Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. dan sebagian lagi. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP. Plasentaku pindah ke . Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. sekitar minggu ke-28. Pada ultrasound trimester ke-2. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. ultrasound dilakukan lagi. tidak bleeding. Low-laying Placenta Previa. Marginal Placenta Previa. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. Pada awal trimester ke-3. Complete Placenta Previa. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. Apabila diketahui PP tetap ada. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. dan cramping. Pada kondisi ini. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. sekitar 18 weeks. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. hidup normal selayaknya bayi2 lain. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. terdiri dari tiga macam: 1.Gambar dari: obfocus. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. bleeding.

bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang. .samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful