Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

atau buta pada titik tertentu. serta melahirkan prematur. placenta abruption. melahirkan premature. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. plasenta praevia. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . placenta abruption. Sakit kepala ringan hingga berat. kelap-kelip. Bagian perut terasa keras. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. sakit. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. kejang. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. dan kemudian menjadi merah. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. ketika berdiri atau berjalan. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Bagian tangan. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. dapat berakibat buruk pada ibu. keguguran. seperti melihat dengan remang-remang. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. kontraksi.

rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam. Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni.Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. Iritasi pada vagina. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. (info-sehat) . dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum).

muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. dan sebagainya. nyeri epigastrium. turgor kulit berkurang dan urin masih normal. berat-badan menurun. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. cairan empedu dan terakhir keluar darah. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. 2. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan.3. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. Mata cekung dan lidah kering. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan.(1) Etiologi ________ Tidak jelas. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit. dehidrasi. yaitu : 1.(2) Klasifikasi(2.4) ___________ Secara klinis. subfebril. berat badan menurun. muntah pertama keluar makanan. tekanan darah sistole . pielititis. Tingkat II Gejala lebih berat. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. haus hebat.

c. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. batasi pengunjung. lidah kotor. Rawat di rumah sakit. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya.4) _________ 1. ikterus. dan proteinuria. b. Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit. ikterus. Fisis : dehidrasi. . kulit pucat. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. 3.3) ________________ 1. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. 3. Diagnosis(2. Stop per oral 24-48 jam. . sianosis. aseton ada. vit. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan).kurang 80 mmHg.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. 2. muntah berkurang atau berhenti. 3. kulit pucat. benda keton dan proteinuria.Vitamin B1. Penatalaksanaan(2. porsio lunak pada vaginal touche. 2. tekanan darah menurun pada keadaan berat.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus. berat badan menurun. dan haus hebat. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1. bilirubin ada. gangguan jantung. apatis. . bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. nistagmus. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. pekerjaan sehari-hari terganggu. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma). Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. 40 tetes per menit. 4. . shift to the left. 5. C 200/hr/infus. sianosis. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). keadaan berat. . Diet a. 4. Obat . Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. kadang ikterus ada.

Obstetrics 12 th. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. 3. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1.OG. (editors). Rawat jalan (ambulatoir) 2. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. Nausea and Vomity in Pregnancy. Saunders Company 1986. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. 3. Fairwether. Wahidin Sudirohusodo. Sp. Makassar. Sydney : WB. dr. Rumah Sakit Umum Pusat. Philadelphia : WB. Mannor SM. 375377. . 2. dr. 135-171. Saunders Company. ed. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. 1961. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. In : Iffty L. Toronto : A Wiley Medical Publication. Sp. Belscher NA. vol. Sp. 4. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. dr. Tidak mutlak harus tirah baring. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.S.OG. ed. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. I. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. Macky. 2. 102. dr.160/110 mmHg. Hyperemesis Gravidarum. Vol. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. Greenhill.M.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. 12.OG. Diet reguler : tidak perlu diet khusus. Syahrul Rauf.. & gynec. 1999. 305. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Hendrie Usmany. Desakan darah 140/90 . Daftar Pustaka ______________ 1. 1981. Am J Obst. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 2. 1155-1164. Murah Manoe. 1968. Kaminetzky HA eds..

Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan.Nyeri kepala frontal atau occipital. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar.Gangguan visus . Tidak perlu restriksi konsumsi garam. NST 2 kali seminggu c. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . e. c.Nyeri epigastrium 3. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap).Umur kehamilan kurang 37 minggu . 6. c. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. 2. d. 4.Nyeri kuadran kanan atas perut . Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. 2. Tidak perlu pemberian diuretik. c. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. antihipertensi dan sedativum. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. asam urat dan BUN. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Pemeriksaan laboratorium a. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. d. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. Vitamin pre natal. Profil biofisik janin. bila NST non reaktif. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. b. 4. arteri uterina. d. Terapi medikamentosa : 1. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. . Hasil tes laboratorium yang abnormal. 5.3. e. d. b. Bila penderita tidak inpartu . Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. b.

2. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. peningkatan enzim hepar. (H = Hemolisis. Klasifikasi Missisippi . Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Kenaikan LDH. nyeri kepala. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. 2005. ke-2. d. LDH. Ed. Trombositopenia : Trombosit 150. edema. AST dan bilirubin indirek. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. EL = Elevated Liver Enzim. . muntah. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. Klasifikasi sindroma HELLP : 1. dan kenaikan asam urat. 3. malaise. nyeri epigastrium. Bagian penyakit mata 2. Bagian penyakit jantung 3. proteinuria. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). 4. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. 5.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. Penurunan haptoglobin. c. disfungsi hepar dan trombositopenia. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. Peningkatan urobilinogen dalam urine. AST. b.000/ml atau kurang. Bagian lain atas indikasi. 2. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. b. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP. kelemahan. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO.

Kelas I : Trombosit 50.000/ml.000-150.000 IU/l atau lebih. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia . AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.000/cc. 5. LDH 600. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50. . Kelas III : Trombosit lebih 100. 2. hipertensi berat.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : . Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali. Dapat dipertimbangkan pemberian : a. Bila trombosit kurang 50.000 sampai 100. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam. serum LDH 600.000/cc atau . 4.000 IU/l atau lebih. Kelainan jaringan ikat : SLE. serum LDH 600. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). Sikap : Pengelolaan obstetrik . nyeri epigastrium. serum LDH 600. Penyakit ginjal primer. AST 70 IU/l atau lebih. Pemberian dexamethasone rescue : a. Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100.Waktu tromboplastin parsial . misalnya : . Jika didapatkan : . 2.000/ml atau kurang. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1.Trombosit 100. Terapi Medikamentosa : 1.000 IU/l atau lebih. gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam.Fibrinogen.000 IU/l atau lebih. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia. b. c. 3.000/ml.Sepsis.eklampsia.000/ml dan penurunan LDH. .000 sampai 150.Waktu protombin . Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100.000/ml. 4. Trombotik angiopati 2. Kelas II : Trombosit lebih 50.000/cc dan dengan eklampsia. Kelainan konsumtif fibrinogen.Trombosit kurang 100. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.Hipovolemia berat / perdarahan berat. 3. b. Antioksidan.Acute fatty liver of pregnancy. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas. 2. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1.

Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Ed. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. His ada 8. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Perdarahan tidak berulang 3. Plasenta previa 2. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. 2005. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan berulang 3. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Waktu terjadinya saat hamil 7. Timbulnya tiba-tiba 6. Timbulnya perlahan-lahan 6.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Perdarahan dengan nyeri 2. Solusio plasenta 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Rasa tegang saat palpasi 9. Warna perdarahan merah segar 4. His biasanya tidak ada 8. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Perdarahan tanpa nyeri 2. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Presentasi mungkin abnormal. ke-2. Denyut jantung janin ada 10. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia.

b. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Penanganan aktif bila : a. Etiologi plasenta previa belum jelas. 2. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. 2. Anak mati . Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. 4. Konservatif bila : a. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. b.10. 4. c. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. USG untuk menentukan letak plasenta. Kehamilan kurang 37 minggu. 5. 2. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. c. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. 3. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). 3. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1.

Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). Plasenta previa marginalis 2. . kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan).Memberikan antibiotik bila ada indikasii. . Hb. . .Perawatan konservatif berupa : .Panggul sempit.Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc. . Indikasi melakukan seksio sesar : . Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. . . lakukan seksio sesar. janin hidup. kadar . Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama.Perdarahan banyak tanpa henti. dan hematokrit. Bila terjadi perdarahan banyak. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Penanganan aktif berupa : . Plasenta previa letak rendah 3.Persalinan per abdominal.Presentase abnormal. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1.Persalinan per vaginam. uterus tidak tegang. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi.Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks.Plasenta previa totalis .Pemeriksaan USG.Istirahat. . belum ada tanda renjatan. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1.

memperbaiki anemia. terdapat tanda renjatan. Etiologi solusio plasenta belum jelas.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. fibrinogen. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. 4. Letak lintang. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. terdapat tanda pre renjatan. Panggul sempit. Pemberian infus oksitosin 4. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. gawat janin atau janin telah mati. penderita dimobilisasi. Bila proses berhenti secara berangsur. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. hematokrit dan trombosit. Pemberian transfusi darah 2. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. 5. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. (2) . 7. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. 2. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. 3. Penatalaksanaannya meliputi : 1. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Pelvik score kurang 5. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 3. Pre eklampsia berat. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. Perdarahan banyak. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. 6. uterus tegang. janin mati. 2. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan.

Sp. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 1997. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. dilakukan persalinan pervaginam. pernapasan.Periksa tanda-tanda syok (pucat. dr. .OG. Wahidin Sudirohusodo. 2. Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . (editors). Hendrie Usmany. Sp.OG.M. Jakarta. Syahrul Rauf. nadi lebih 112 kali per menit). maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Murah Manoe. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. 1999. dr. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. dan suhu). Hartono E. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan.S. dr. I. 1991 : 9-13. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. ukuran janin. . pingsan.OG. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. I. Moerniaeni N. Rambulangi J. Makassar. berkerringat banyak. Daftar Pustaka ______________ 1. Sp. deselerasi atau bradikardi.Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Perdarahan Antepartum. tekanan darah. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. dr. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. termasuk tanda-tanda vital (nadi. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Rumah Sakit Umum Pusat. Ujung Pandang. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu.. tekanan sistolik kurang 90 mmHg.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. Gasong MS.. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin.

berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama). 4. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . .Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Diagnosis abortus imminens : . .PID). .Serviks tertutup atau terbuka.Uterus sesuai dengan usia kehamilan. nyeri perut bawah. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis. serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.Perdarahan sedang hingga masif (banyak)..Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). Jika terjadi syok. . Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1. Diagnosis abortus insipiens : .Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . . .Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. kaku perut. sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera.Jika pasien dalam keadaan syok. dan cairan bebas intra abdomen. nyeri goyang porsio. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. 2. 1.Jika dicurigai terjadi syok.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia. kenali dan segera tangani komplikasi yang ada. . Diagnosis abortus komplit : . 2.Serviks tertutup. penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah. . dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. 3. segera mullai penanganan syok. pengeluaran sebagian produk konsepsi. pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih.Gejala / tanda : limbung atau pingsan. Jika tidak terlihat tandatanda syok. 3. massa adneksa. . .Serviks tertutup. Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik.

Abortus spontan 2. kram perut bawah. Diagnosis abortus mola : . distensi abdomen. dan nyeri goyang serviks. Komplikasinya adalah perlukaan uterus. . nyeri lepas.Serviks terbuka. Tahapan abortus spontan meliputi : 1. . 3. demam. Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis. 6. nyeri bahu.Perdarahan sedang hingga masif (banyak).Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. lemah. perdarahan berlanjut. nyeri lepas.Perdarahan sedang hingga masif (banyak).Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . mual-muntah. sekret & pus dari serviks. .Gejala / tanda : mual / muntah. . dan keluar jaringan seperti anggur.Uterus sesuai usia kehamilan. Abortus yang disengaja 3. tidak ada janin. 4.. Abortus tidak aman 4. sekret vagina berbau. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. 5. . Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. abdomen terasa tegang & keras. Diagnosis abortus inkomplit : . . Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual.Serviks terbuka. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam.Serviks terbuka.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. uterus terasa lemas. sindrom mirip pre eklampsia.Uterus sesuai usia kehamilan. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). vagina atau usus. dan demam. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). lesu. . Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). 2. Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi. . Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan).

Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. .Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus. Perdarahan berlanjut. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi.Jika perlu. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. segera lakukan : . Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Penanganan abortus insipiens : 1. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . 3. Jika perdarahan : .Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola.2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu). . Penanganan abortus imminens : 1. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. obat-obat lokal atau bahan lainnya.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena . lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. 4. 2. 2. .Berikan ergometrin 0.Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. Jika evaluasi tidak dapat. vagina dan usus. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi.

Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. . 4. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . 4. Penanganan abortus komplit : 1.Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. beri ergometrin 0.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu).Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). 3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. 2.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1.(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. Apabila terdapat anemia sedang. Jika anemia berat berikan transfusi darah. Tidak perlu evaluasi lagi. . Penanganan abortus inkomplit : 1. 2. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. beri ergometrin 0.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : . 3. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. . Jika perdarahan berhenti. 3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. 5. . 2. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.

Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien. . Alat kontrasepsi dalam rahim . . Implan .Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan.Dapat mencegah penyakit menular seksual.Waktu aplikasinya segera. Jika riwayat imunisasi tidak jelas. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus.Waktu aplikasinya segera.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali. 4.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi.Waktu aplikasinya segera. . 6. Pil kontrasepsi .Sediakan metode alternatif (seperti kondom).Waktu aplikasinya segera. tunda sampai anemia telah diperbaiki. . Tubektomi . .Jika dicurigai adanya infeksi. 3. 2. Suntikan . . 2.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. .5 ml setelah 4 minggu.Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas.Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. 4. Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual. Kondom . Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1. berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. berikan booster tetanus toksoid 0. 5. Jika klien pernah diimunisasi. . Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. . . tunda prosedur sampai keadaan jelas.Waktu aplikasinya segera.Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur. 3. Penapisan kanker serviks.

perlunakan serviks. Jika tidak ada fasilitas. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). 2. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Pada laparatomi. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. pembesaran payudara. Distensi abdomen. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. perubahan warna pada vagina & serviks. pembesaran uterus. frekuensi buang air kecil meningkat. Nyeri pada abdomen dan pelvis. 2. 2. Kolaps dan kelelahan. 7. Pucat. 3. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. bukalah abdomen : . Cara lain. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. 3. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. .Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. mual. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. Abdomen akut dan nyeri pelvis. Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. 8. Nyeri lepas. 6. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Hipovolemia. 2. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. 5. 4. Hipotensi. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens.

siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai..Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. . konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi.. Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan.Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa. gunakkan blok paraservikal.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis. Penanganan selanjutnya : 1. Penanganan selanjutnya kehamilan mola : . . lakukan evaluasi uterus : . Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu.Jika sumber vakum adalah tabung manual. rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut.Jika dibutuhkan dilatasi serviks. merupakan hal yang penting. . 2. Sebelum membolehkan ibu pulang. . Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama.Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma.Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. jika diinginkan. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam. . 3. . tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah. Update : 6 Maret 2006 Sumber : . Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya.Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur.2. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Gasong MS. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. 1997. Perdarahan Antepartum. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Hartono E. 2. Moerniaeni N. Rambulangi J. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. 1991 : 9-13. Ujung Pandang. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau .3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. dilakukan persalinan pervaginam. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. ukuran janin. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. I. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. Daftar Pustaka ______________ 1. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. Jakarta. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum.

Edema tekan pada tungkai (pretibial). Proteinuria lebih 0. lumbosakral. persalinan . wajah atau tungkai.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin.Kunjungan ulang setiap 1 minggu. . wajah atau tangan. 2.3 gram/liter/24 jam. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu). Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . 2. kualitatif (++). 4. 2. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan.Diet : cukup protein. 3.Roborantia . Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia. lumbosakral. . Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. lemak dan garam. fungsi ginjal. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. hematokrit. Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). 3. fungsi hati.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. 3.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). . Kehamilan lebih 20 minggu. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . Edema pada pretibia. dinding perut. .Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat. asam urat darah. . Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. trombosit. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari. dinding abdomen. urine lengkap.(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. rendah karbohidraat.

5) 1.4. Ibu . Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. 2. b. B. Indikasi (salah satu atau lebih) a. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. 2. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan). Cara persalinan . Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1.Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) . Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) . Janin .Adanya tanda IUGR . kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal.(3.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia. Bila perlu memperpendek kala II. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). 3.Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan. b.ditunggu sampai aterm.Usia kehamilan 37 minggu atau lebih .

Konsul bagian penyakit dalam / jantung. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. Antihipertensi diberikan bila : a. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. . Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. Lain-lain : . refleks patella setiap jam. catapres injeksi. . d. 6. . Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. Tirah baring miring ke satu sisi. (4) 8. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya.(3) 3. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. (Syakib Bakri. 1997) 9. payah jantung kongestif atau edema anasarka. Laboratorium . . Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). maksimal 4-5 kali. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. rendah karbohidrat. mata.c. Antasida 5.Antibiotik diberikan atas indikasi. c. trombositopenia). 4. Diet cukup protein.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. (8.(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung.9) b. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. 10. lemak dan garam. Segera masuk rumah sakit 2.

. MgSO4 dihentikan bila :(7) a. . Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. .7) b.(3) 3.Fetal assesment jelek .Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. depresi SSP. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3.Hentikan pemberian magnesium sulfat .Refleks patella positif kuat .(6) 2. . Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring. fungsi jantung terganggu. 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) .Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0.7 cm.5 cc/kgBB/jam).7) . Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Seksio sesaria bila : .Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%.Berikan oksigen. Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter.Lakukan pernapasan buatan.(3.Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. refleks fisiologis menurun. 4. hipotensi. .(4) 2.Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin. c. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung.

Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. c. b. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. Pengobatan obstetri : a..2) --------------------------------------------Kala I ------1. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. Penderita dipulangkan bila : a. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. Fase aktif : . 4. selambat-lambatnya dalam 24 jam. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. (1. bila keadaan memungkinkan. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. Perawatan Konservatif (1. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous.12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. b. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . d. Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria.Amniotomi saja . 3. 2.2) _____________________ 1.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. 2.

Berdasarkan gejala klinis di atas 2. 2.2) Tujuan pengobatan : 1.2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. edema dan proteinuria) . Gejala Klinis (4) . ginjal. Perawatan bersama : konsul bagian saraf. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir.Fungsi hematologi / hemostasis.Fungsi organ hepar. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan. anestesi dan anak. Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. Untuk menghentikan dan mencegah kejang. dan jantung . Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati. mata.Adanya protein dalam urin .Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU . Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ. khususnya hipertensi krisis 3.Kejang-kejang dan/atau koma . otak. C. penyakit dalam / jantung. ginjal. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin.(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Eklampsia Pengertian (1. Mencegah dan mengatasi penyulit.Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas . Pemeriksaan laboratorium . paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. Penatalaksanaan (1.

Gumilar E. ke-2. Waspodo D.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. Bilamana diakhiri. Gestationally Induced Hypertention. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : .Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. . Fields DH. 1985. Apabila pada pemeriksaan. Sukaputra B. Handaya. Philadelphia : AB Lippincoti Company.Penderita belum inpartu . Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas . Ed.Pengobatan Obstetrik (1. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. Kaufman SA. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar. 1-8. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Abadi A. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu.Fase laten . 2. 1. eds. 2. Bhalla AK. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. Soetomo. Jakarta : Gaya baru. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. Uktolsea F. POGI. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. In : Barber HRK. z : 144-148. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Dhall K. Daftar Pustaka ______________ 1. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Dhall 61. Salgas Gestosis POGI. 4. Djuarsa E. 1994. 1994. Sombolinggi A.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Fields DH. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. 5. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif. dkk. 7. Januari 1993. 6.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. 3.Setelah kejang terakhir . 2.2) 1. Cet. 1990 : 166-173. 3. Quick Deference to Obgyn Procedure. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag.

Cunningham FG. apakah sudah pernah di USG. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. Bila tidak teraba bantalan plasenta. lakukan periksa dalam. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. kelainan serviks. plasenta (letak. Connecticut Appleton and Lange. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. 9. 426-431. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien.Hasanuddin Ujung Pandang. Hipertensi pada Wanita Hamil. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. berwarna merah segar. trauma. . varises vagina pecah. Bakri S. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. solusio plasenta. Ujung Pandang. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. 1993. ICA. Basic Gynecology and Obstetrics. dan kelainan). Desember 1996. 8. Gant NF. apakah ada kelainan letak. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. 1992. USG : biometri janin. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. dan apakah ada penyakit sistemik. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. derajat maturasi.

Pada Ibu : kelebihan cairan. Achmad Mediana Endjun. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. reaksi transfusi. PENYULIT Karena Penyakit. a.2. infeksi. Author Judi Januadi Endjun. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. Jelondra Djoesman. Sanny Santana. prematuritas. Pada Janin : asfiksia. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. Bawono Hasan. Pada Ibu : renjatan. RDS. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. 3. hipotonia atau atonia uteri. a. Bila ada penyulit. Bambang Winarno . b. Karena Tindakan / Terapi. Pada Janin : asfiksia. infeksi. b. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. Laboratorium : darah perifer lengkap. Kesembuhan : diharapkan sempurna. seksio sesarea : 3 bulan. BBLR. lama perawatan dapat lebih lama lagi.

Jakarta. (You may also hear the term "partial previa. 2001.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it. . next to or covering your cervix. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. it can cause bleeding. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. Jakarta. New York. But if it persists into later pregnancy. Cetakan Kedua. In : Williams Obstetrics. Cunningham et al.PUSTAKA 1. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. it's called a marginal previa. RSPAD Gatot Soebroto. Departemen Obstetri dan Ginekologi. 2. it's called a low-lying placenta. 21st Ed. 1994. which may require you to deliver early and can lead to other complications. you'll need to have a c-section. 1996. If the placenta covers the cervix completely. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. Balai Penerbit FKUI. If it's right on the border of the cervix. Obstetrical Hemorrhage. 3. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. it's called a complete or total previa. What is placenta previa? If you have placenta previa.

Even if previa is discovered later in pregnancy. an ultrasound will be done then to find out what's going on. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. 1992). Also. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. 1991). Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. as the placenta itself grows. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. it doesn't actually move. Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. the less likely this is to happen). Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono. Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. but it can end up farther from your cervix as your uterus expands.What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. (Since the placenta is implanted in the uterus. . (Rustam Mochtar. As your pregnancy progresses. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. If you have any vaginal bleeding in the meantime.

1992) . Rustam. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. anemi berat. Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. kelainan kongenital berat (monster). Sektio caesaria ekstraperitonealis. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. syok. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. (Sarwono. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. sebelum diatasi.

anestesi. 1999). nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . dan sebagainya jarang terjadi. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. (Sarwono. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. Komplikasi 1. kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %. indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. 1992). 2.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. penyediaan cairan dan darah. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. embolisme paru.

Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. . nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. 1998) Periksa tekanan darah. Anestesia. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. 1 dan 2. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. lembar operasi ditandatangani oleh operator. frekuensi nadi dan nafas. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. jenis kelamin. frekuensi nadi dan pernafasan. Catat lama operasi. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. Susan Martin.

1. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Tujuan : . Susan Martin. Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. 5. Susan Martin. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. 3. abrupsio plasenta dan plasenta previa. . Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. 2. 4. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. prolaps tali pust.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. (Tucker. Perencanaan 1. kegagalan untuk melanjutkan persalinan.• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. 6. 1998) yaitu . malposisi janin. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin.

dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. • • Anjurkan pasien untuk batuk. ronki terdengar. penurunan mobilitas. Ambil darah untuj JDL. membalik. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. wajah meringis terhadap nyeri. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. golongan darah dan skrin. Dapatkan urine untuk urinalisis. perilaku distraksi/penghilang. batuk non produktif. 3. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. . abdomen. elektrolit. 2. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. rales.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. atau kongesti jalan napas atas. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. • Perhatikan dokumentasikan.

tanpa tanda atau gejala infeksi. 5. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. Tujuan : . • Observasi insisi terhadap infeksi. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan.Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan. Intervensi : . − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. lochia. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. 4. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. Tujuan : − Insisi bedah dan kering.

Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. . 2. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. 3. Carol Vestal. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. Di rumah sakit. Jelaskan pentingnya latihan. Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. berubah dari merah ke coklat sampai putih. dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi.

(1998) Memahami Proses Keperawatan. Ilmu Kebidanan. Bratara Jakarta. Jakarta. Cristina. Manuaba.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. (Allen. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Edisi 2. Sinopsis Obstetri. Gerhard. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. Allen. 2. Hamilton. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. tanpa tanda atau gejala infeksi. Carol Vestal.(1998). 7. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. 4. Carol Vestal. 3. Jakarta. (1997). Jilid 1. Martius. Jakarta. Ida Bagus Gde. Ibrahim S. Edisi 6. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. EGC. Bedah Kebidanan Martius. Penerbit Buku Kedokteran EGC..(1993) Perawatan Kebidanan. Sarwono Prawiroharjo. Rustam. Jakarta. Jakarta. . ______________. Ilmu Kebidanan. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Jakarta.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Muchtar. EGC. EGC. 6. EGC.(1999). Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 5. 8. Penerbit Buku Kedokteran. (1998). Persis Mary. (1999).

2. EGC. Edisi 1 Cet. Susan Martin. Tucker. ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. (1998). Standar Perawatan Pasien. Jakarta. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Edisi 5. (1991). Ilmu Bedah Kebidanan. Volume 4.1. Jakarta. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . _____________. Penerbit Buku Kedokteran. 2.

kanan.• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim. Sayatan memanjang ( longitudinal ) .

Sayatan melintang ( Transversal ) 3.2. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung .2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin. dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4.

sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih.• Berat. • Immediate post partum Minggu pertama post partum. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. (Obstetri Fisiologi. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. peritonealis. . 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama.

mendeteksi masalah. • Melaksanakan skrining yang komprehensif. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. keluarga berencana. • Bau normal seperti menstruasi. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. darah dan limfe. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. baik fisik maupun psikologiknya. jumlah meningkat saat berdiri. nutrisi. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. menyusui. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. .

• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. bentuk ramping lebar. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. Pada payudara yang tidak disusui. puting mudah erektil bila dirangsang. Ovulasi mungkin tidak terlambat. bentuk distensi untuk beberapa hari. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. struktur internal kembali dalam 2 minggu. dalam 6 sampai 8 minggu. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. . produksi mukus normal dengan ovulasi. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8.

neutrophil meningkat. RR : 16-24 x/menit. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. LH. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. . • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. • Perubahan hematologik Ht meningkat. • Nafsu makan kembali normal. leukosit meningkat. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. tidak ditemukan pada minggu I post partum. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. sesaria : 600 – 800 cc.5 kg. • Jantung Kembali ke posisi normal.

jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. • Pada fungsi ginjal: proteinuria. Diastasis rekti 2-4 cm. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. diuresis mulai 12 jam. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit. • Uterus . • Sistem Imun Rhesus incompability. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. kembali normal 6-8 minggu post partum. diberikan anti RHO imunoglobin. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma.

edema. edema.Konsistensi dan tonus. hemoroid dan bising usus. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. • Lochea Tipe. kondisi bayi. respon depresi dan psikosis. periksa redness. adakah anxietas. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. warna. marah. faktor keluarga. posisi tinggi dan ukuran. ayah dan bayi. hematoma. laserasi dan hemoroid. dan nyeri. usia ibu. drainase. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. tenderness. . discharge dan approximation. konflik peran. • Bowel Pergerakan usus. • Baby Blues: Mulai terjadinya. • Insisi SC Balutan dan insisi. • Perineum Episiotomi. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. memar. Kemerahan menandakan infeksi. sebagai orang tua. faktor sosial-ekonomi. jumlah distensi. bau dan adanya gumpalan. jumlah. dan perubahan warna. • Ekstremitas Tanda Homan. urinalisis.

• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap. • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm. Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : . bidang tengah dan pintu bawah panggul.

pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul.• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. panggul sempit. luxatio. Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan. • Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis. atrofia. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring.

Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. Asynclitismus sering juga terjadi. . Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa. letak sungsang dan letak lintang. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata.

• Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. Peroneus . • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak. Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi. scoliose.pincang dan lain-lain) • osborn positip . Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. yang paling sering adalah kelumpuhan N. • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . • Ruptur symphyse dapat terjadi . malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca. Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum.Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan.

Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan .Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul. jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm.

Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil. Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. letak muka atau kelainan letak lainnya. Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC. letak dahi.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala. Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban.

tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.5 atau kurang ( normal 10. • Terapi .5 cm + 5 cm = 15. harus diukur secara rontgenelogis.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13.kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.

marah. • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. peningkatan ketegangan. gaya hidup. takut. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum. hubungan. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial. stimulasi simpatis .5 cm = 18.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. udema pulmonal. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. • Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. apatis. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat.

plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. makanan.• Makanan / cairan Malnutrisi. predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi. membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . kondisi yang kronik/ batuk. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat. tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b.

Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit.1996). menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b.• Resti infeksi b. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung. 2) Tulang Panggul . Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban. kemungkinan dilakukan tindakan operasi.d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka. Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih.d insisi. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar.1998). mual. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b. kencing manis dan eklamsia.

komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Sedangkan peritonitis. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang .Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Luka kandung kemih. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998).

14:58:57 WIB . . placenta praevia. Ked. 2. delivery by cesarean section may be necessary. Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum.com] KabarIndonesia . 25-Mei-2008. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). Berbagai varian termasuk: 1.[www. S. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim.kabarindonesia. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2. placenta previa. can cause bleeding late in pregnancy.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. 3. Definisi 1.

Penyebab 1. Kurang suburnya endometrium a. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. Malnutrisi ibu hamil b. Kehamilan kembar (gemelli) b. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Tumbuh kembang plasenta tipis 2. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Terlambat implantasi a. 2. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. Endometrium fundus kurang subur b. Status sosioekonomi yang rendah 10. Penggunaan kokain 13. Multiparitas 4. placenta previa memberikan . Bagaimanapun juga. Per se. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. Merokok 12. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. Melebarnya plasenta karena gemelli c. Usia lebih dari 35 tahun 3. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. penggunaan kokain. abruption (preeclampsia. Erythroblastosis 7. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam).4. Perdarahan (hemorrhaging). dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Melebarkan pertumbuhan plasenta a. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. Faktor Predisposisi 1. Pengobatan infertilitas 5. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. hipertensi kronis. jika berhubungan dengan kehamilan (labor). Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi.

dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%. Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). Mortalitas maternal sebesar 0. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu. Transfusi darah: 10 4. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery). Bagaimanapun juga. plasenta previa parsial sekitar 30%. Saat ini berlangsung. Septikemia: 5. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua.3-0. maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka.03% di Amerika Serikat.gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding). Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%.5 5. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. Perdarahan antepartum: 10 2.5% dari semua kelahiran. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. . Dari semua plasenta previa. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil. Ada peningkatan risiko sebesar 1. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga.

Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). 4. * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor). 3. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan . Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. Premature rupture of membranes 4. Usia 30-39 tahun .1% 4. Pemeriksaan Fisik 1. Vaginitis (radang vagina) 6. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. Cervicitis (radang serviks) 3. Usia 20-29 tahun – 0. yang terjadi pada trimester ketiga.2% Gejala Klinis 1. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. Usia 12-19 tahun . jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. dengan kata lain.Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. 2. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2. Usia di atas 40 tahun . 3. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation. terbukti tidak ada plasenta previa.33% 3. Diagnosis Banding 1. 2. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim.1% 2.

Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3.1. hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. hypertensive disease. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%. atau plasenta perkreta. . Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. malpresentation. 2. Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). Imaging Studies 1. Tes Lainnya 1. 2. meskipun demikian. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. dan kasus plasenta previa. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. Meskipun dalam banyak situasi. activated partial thromboplastin time (aPTT). false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. dan fibrin split products dapat juga membantu. fibrinogen. 2. kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta. Vasa previa 2. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). merokok. plasenta inkreta. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. plasenta akreta terjadi pada 0.

Dukunglah. 10-30 mEq magnesium. Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. E. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). Kontraindikasi 1. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. aturlah untuk mengurangi kontraksi. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. Myasthenia gravis . Addison disease 4. B. Pada dewasa. Heart block 3. dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). C. Hypersensitivity 2. 60-180 mEq potassium. Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. besarkanlah hati. kofaktor pada sistem enzim. Tocolytics A. Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). D. tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Sebagai tambahan. jangan melebihi 4 g/jam. Nama Obat Magnesium sulfat. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu.

University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. Department of Obstetrics and Gynecology. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. seorang asisten Profesor. then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. Impaired renal function 7. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. MS. Jika overdosis. Monitoring janin amat penting. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. increta. however. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. Division of Benign Gynecology. 2. 6. Associate Professor. However. Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). Director. Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. 4. (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. Most often a low transverse uterine incision is used. or percreta). MD. Perhatian! 1. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). MD. 5. However. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. These invasive . Department of Obstetrics and Gynecology. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. Division of Maternal-Fetal Medicine. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat.6. 3. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah.

(2004). infection. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . Hypogastric artery ligation.OG. 2. increta. Pemeriksaan dalam di meja operasi. dan percreta. 3.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. c. Manajemen Umum Menurut Prof. 2. 4. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. Sp. Bila dijumpai di Puskesmas. Upaya preventif. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. e. Pemeriksaan ultrasonografi. reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). Komplikasi 1. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. 3. adjacent organ damage). Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Tergantung dari: 1. Ida Bagus Gde Manuaba. Congenital malformations 4. Memasang infus. 5. Jumlah perdarahan. Diagnosis pasti: 1. 2. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Hysterectomy. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. 2. Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. 3. Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. d. dr. 2. b. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". Keadaan umum penderita. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. Uterine artery ligation. 1. Keadaan janin intrauterin. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. Menyiapkan transfusi darah.

Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). 2. hiduplah secara teratur. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). Oversewing the placental implantation site b. Bagimanapun juga. Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm.5. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. yaitu: 1. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. 2. Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). Beristirahatlah. 5. 4. Ligasi arteri iliaka interna d. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. bila Anda mengalami plasenta previa. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. . Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. 3. Ligasi bilateral uterine artery c. 2. lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. abortion. 2. miscarriage. Solusio plasenta (placental abruption) 6. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. 3. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e.

Wolfe HM. 4. eds. Ramus RM. Clark SL. Comstock CH. Davis F. et al. Benedetti TJ. BJOG. NY: McGraw-Hill. Hauth JC.3. Niebyl JR. 4th ed. Wenstrom KD. spontaneous abortion. Visco AG. \ 2. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. Simpson JL. Obstetrical hemorrhage. Moore J. Maternal-Fetal Medicine. Bhide A. Gilstrap LC.45(1):93-5. J Matern Fetal Neonatal Med. termination of pregnancy. Chen CP. 11. In: Creasy RK. Apr 2004. 7. Jan 2001. New York. Bronsteen RA.99(6):976-80. 10.112(10):1420-3. 3rd ed. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. Faiz AS. Bacaan Lebih Lanjut 1. Gabbe SJ. 1996:510-5. BJOG. New York. 1997:755-60. a natural loss of the products of conception.13(3):175-90. Philadelphia. Rosenberg D. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. 8. Chen HS. Ozturk A. Butler EL. eds. et al. 6. Gant NF. Prefumo F. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. Oct 2005. 3.110(9):860-4. eds. Laughon SK. Gilliam M. Resnik R. Obstetric hemorrhage. Placenta previa and abruptio placentae. In: Cunningham FG. Am J Obstet Gynecol. Aust N Z J Obstet Gynaecol. In: Gabbe SJ. 5. Feb 2005. 4. 1999:616-21. Mar 2003. Love JJ. 6. Dashe JS. Pa: WB Saunders. 20th ed. Hwu YM. Leveno KJ. Obstet Gynecol. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa. Su TH.190(4):1135-40.97(1):35-8. 5. Sep 2003. Harma M. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. Creasy RK. stillbirth. MacDonald PC. Prior cesarean and the risk for placenta previa . Jun 2002. Cunningham FG. Resnik R. Williams Obstetrics. Ananth CV. Obstet Gynecol. 9. NY: Churchill Livingstone. Gungen N. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta.

01.24(6):773-80. Miller DA. Smulian JC. 25. Usta IM. Obstet Gynecol. 2004. Sep 2005. Manuaba IBG. Obstet Gynecol. Mustafa SA. Abnormal placentation: twenty-year analysis. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery.20(4):356-9.on second-trimester ultrasonography. Pollak J. Musa AA. 21. 24.105(5 Pt 1):962-5. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada.Hlm. Tal M. Edisi 2. Software. Obstet Gynecol. placenta accreta. Obstet Gynecol. Warshak CR. 23. May 2005. Chasen ST. Am J Obstet Gynecol. Princeton University. Am J Obstet Gynecol.105(5 Pt 2):1247-50. Diagnosis and management of placenta previa. 19. et al. 22. Placenta previa. Oyelese Y. Oppenheimer L. Wu S.192(5):1458-61. May 2005.29(3):261-73. Hull AD. Ornan D. Peter Collin Publishing. Baergen RN. White R. Jul 1997. J Obstet Gynaecol Can.193(3 Pt 2):1045-9. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Apr 2006. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy.87-88. WordWeb 3. Scioscia AL. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. 16. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. 2003. Chollet JA. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Sep 2006. Software. Fleischer A. Hobeika EM. and vasa previa. Benirschke K. Nov 2003. Ultrasound Obstet Gynecol. Hibbard JU. Chandra P.107(4):927-41. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. Schiavello H. Obstet Gynecol. Obstet Gynecol. EGC: Jakarta. Predanic M. 14.102(5 Pt 1):904-10. May 2005. Kocherginsky M. Jean-Pierre C. Goodwin TM. Gabriel GE. 15. . Perni SC. 17.108(3 Pt 1):573-81. Brizot ML.102(3):552-4. Carvalho MH. 20. Jun 2005. Electronic Dictionary of Medicine v1. Mar 2007. 18. Am J Obstet Gynecol. 13. Mattrey RF. Chervenak FA. Nassar AH. Sep 2003. Weinstein A. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. Eskander R. J Ultrasound Med. 1999.0. Ward CR. Oct 2002. 12.177(1):210-4.

Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah.com/printableArticles/188_1132. 28. Available at: http://www. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung.asp 29. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada .com/healthandhealing/getcontent. 2007. Freeware. Beers MH.26. dan pernah mengalami trauma fisik berat. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok.com/Peripartum%20Hemorrhage. tidak terdiagnosa plasenta praevia. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. 17th ed. http://www. pemakai narkoba. atau di atas leher rahim. National Library of Medicine. Available at: http://www.03. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu. Medline Plus website. 'pemisahan plasenta'. Hoboken. Setiawan E. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. 1999.nlm.nih.htm 30. March of Dimes website. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas.gov/medlineplus/ency/article/000900. suka minum-minuman keras. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan. www. NJ: John Wiley & Sons. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary.aspx?cid=1524 31. Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. Placenta Abruption Istilah awamnya.marchofdimes. Berkow R.ramanathans. padahal mungkin tidak. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat.beliefnet. 27. Untuk mencegahnya.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. Kamus 2.

keguguran . disertai rasa sakit.keguguran . Cairan vagina keluar atau menyembur. dengan atau tanpa pendarahan di vagina.hamil di luar rahim . Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: . sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: . . 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. Perdarahan pada vagina.melahirkan prematur 4.placentaabruption . bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru.melahirkan prematur 2. kaki atau wajah.Placenta abruption 5. Gangguan yang mungkin terjadi: . mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit.melahirkan prematur 3. Gangguan yang mungkin terjadi: . Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur.plasenta praevia . Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan. Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. Risikonya.placenta abruption . Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Perut mengencang berkepanjangan. Bila kondisinya berat. Perut kokoh (keras) yang tetap. meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: .selaput pecah 6. kejang.kontraksi melahirkan prematur .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin. Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. Gangguan yang mungkin terjadi: .

infeksi saluran air seni . Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: . 8. remang-remang atau buta pada titik tertentu. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: . Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan.penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14. Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . Pusing sekali dan terus menerus.infeksi 16. 11. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah.Infeksi vagina 15.trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12. 10.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: .7. Gangguan yang mungkin terjadi: .ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13. serta sakit kepala ringan. Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil. Gangguan yang mungkin terjadi: . Adanya iritasi pada daerah vagina. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki.Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. 9. Gangguan yang mungkin terjadi: . Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: .

Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi . Hati-hati. tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. avokad. 3. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah.. Namun tak perlu melakukan diet ketat. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL.3 – 0. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. dan meningkatkan HDL. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40. 2.5 – 4. 1. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. jangan menghentikan konsumsi lemak. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. akan membantu meningkatkan kadar HDL.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. melainkan menguranginya. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol. 5 hari dalam seminggu.5 kg dalam seminggu. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut. minyak zaitun dan kanola. serta kacang-kacangan. 5. 4. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. Untuk mengatasi kondisi ini. Mengurangi 2. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. seperti selai kacang.

karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta.kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Placenta Previa . menutupi jalan lahir. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. vitamin B6 dan vitamin B12. artinya letak plasenta yang “didepan”. karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . hal ini akan menimbulkan perdarahan. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. plasenta previa Placenta Praevia. Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya.

bleeding. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. Complete Placenta Previa. hidup normal selayaknya bayi2 lain. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. Pada kondisi ini. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. Marginal Placenta Previa. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. dan cramping. tidak bleeding. dan sebagian lagi. Apabila diketahui PP tetap ada. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan.Gambar dari: obfocus. Plasentaku pindah ke . maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP. Pada ultrasound trimester ke-2. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. sekitar 18 weeks. Pada awal trimester ke-3. terdiri dari tiga macam: 1. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. sekitar minggu ke-28. ultrasound dilakukan lagi.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. Low-laying Placenta Previa.

bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang. .samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful