Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. placenta abruption. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. Bagian tangan. placenta abruption. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah).Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. serta melahirkan prematur. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan. Bagian perut terasa keras. keguguran. sakit. Sakit kepala ringan hingga berat. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. ketika berdiri atau berjalan. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. kelap-kelip. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. melahirkan premature. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. dapat berakibat buruk pada ibu. dan kemudian menjadi merah. akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. kontraksi. seperti melihat dengan remang-remang. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. kejang. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. atau buta pada titik tertentu. plasenta praevia.

ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Iritasi pada vagina. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. (info-sehat) . tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi. terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum). Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam.Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni.

dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. nyeri epigastrium. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. muntah pertama keluar makanan. berat badan menurun. tekanan darah sistole . dan sebagainya. pielititis.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. cairan empedu dan terakhir keluar darah.(1) Etiologi ________ Tidak jelas. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan.3.(2) Klasifikasi(2. 2. Tingkat II Gejala lebih berat. turgor kulit berkurang dan urin masih normal. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan. Tingkat I Muntah yang terus-menerus. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit. haus hebat. berat-badan menurun.4) ___________ Secara klinis. subfebril. yaitu : 1. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. dehidrasi. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari. Mata cekung dan lidah kering.

Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan.Vitamin B1. Diagnosis(2. apatis. kulit pucat. .Vitamin B12 200 mcg/hr/infus.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). Diet a. Stop per oral 24-48 jam. c. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Rawat di rumah sakit. . 4. b. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. sianosis. kadang ikterus ada. 3. . berat badan menurun. kulit pucat. aseton ada. 2. nistagmus. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma).kurang 80 mmHg. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. tekanan darah menurun pada keadaan berat. 3. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan). Obat .4) _________ 1. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. ikterus. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. C 200/hr/infus. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. pekerjaan sehari-hari terganggu. gangguan jantung. . Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit. 4. benda keton dan proteinuria. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun. 40 tetes per menit.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. keadaan berat. 3. porsio lunak pada vaginal touche. . vit. dan proteinuria. sianosis. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. 5. shift to the left. batasi pengunjung. lidah kotor. Fisis : dehidrasi. ikterus. muntah berkurang atau berhenti. bilirubin ada. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Penatalaksanaan(2. dan haus hebat. 2.3) ________________ 1. Minuman tidak diberikan bersama makanan.

Toronto : A Wiley Medical Publication. Obstetrics 12 th. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1.OG. Philadelphia : WB. 3. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 1981. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. Am J Obst. Diet reguler : tidak perlu diet khusus.. dr. ed. Wahidin Sudirohusodo. Desakan darah 140/90 . 2.. Vol.M. Makassar. 102. 1999. 375377. Sp. In : Iffty L. Hyperemesis Gravidarum. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. dr. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. 3. . dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Rumah Sakit Umum Pusat. Sp. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. 135-171.OG. Kaminetzky HA eds.160/110 mmHg. 2. Daftar Pustaka ______________ 1. I. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. 1968. Mannor SM. 1961. 2. Macky. 305. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Saunders Company. 12. & gynec. Hendrie Usmany. Syahrul Rauf. Murah Manoe. ed. dr. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1. vol. Fairwether. Belscher NA. Nausea and Vomity in Pregnancy. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. 1155-1164. Greenhill. Sydney : WB.OG. Tidak mutlak harus tirah baring. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 4. Saunders Company 1986.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. dr. Sp. Rawat jalan (ambulatoir) 2. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology.S.

Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. 4. bila NST non reaktif. 5. . Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. 6. d. Pengamatan gerakan janin setiap hari b. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a.Gangguan visus .Nyeri epigastrium 3. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. NST 2 kali seminggu c. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. e. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu. asam urat dan BUN. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. b. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu.Umur kehamilan kurang 37 minggu . Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). Hasil tes laboratorium yang abnormal.Nyeri kepala frontal atau occipital. c. Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. d. Pemeriksaan kesejahteraan janin a. arteri uterina. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. antihipertensi dan sedativum. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis. 2. Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. 2. Tidak perlu pemberian diuretik. Bila penderita tidak inpartu . d. Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. c. e. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. b. Terapi medikamentosa : 1. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Vitamin pre natal.Nyeri kuadran kanan atas perut . Profil biofisik janin. d. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. b.3. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . Pemeriksaan laboratorium a. c. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. 4.

LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO. 2005. proteinuria. 4. malaise. dan kenaikan asam urat. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. AST. kelemahan. 2. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. 3. (H = Hemolisis. EL = Elevated Liver Enzim. edema. nyeri epigastrium. Peningkatan urobilinogen dalam urine. ke-2. . Bagian penyakit jantung 3. Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). Bagian penyakit mata 2. Bagian lain atas indikasi. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. Penurunan haptoglobin. Ed.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1. b. Klasifikasi sindroma HELLP : 1.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. AST dan bilirubin indirek. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. 2. Klasifikasi Missisippi . peningkatan enzim hepar. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP.000/ml atau kurang. disfungsi hepar dan trombositopenia. muntah. 5. d. b. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. nyeri kepala. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. Trombositopenia : Trombosit 150. Kenaikan LDH. c. LDH.

000 IU/l atau lebih. serum LDH 600.000 sampai 150.Fibrinogen. 2.000/ml. c.000 IU/l atau lebih.000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : .000/cc dan dengan eklampsia.000 IU/l atau lebih. Bila trombosit kurang 50.Waktu protombin . . 4. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia. Kelainan jaringan ikat : SLE. 3. Kelas II : Trombosit lebih 50. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam.000/cc atau . Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1. Kelainan konsumtif fibrinogen. Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali. Trombotik angiopati 2. 3.Trombosit 100.000/ml dan penurunan LDH.Trombosit kurang 100. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1.eklampsia. b.Kelas I : Trombosit 50. . Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas.Waktu tromboplastin parsial . AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. AST 70 IU/l atau lebih. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). Dapat dipertimbangkan pemberian : a. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia . LDH 600. serum LDH 600.Hipovolemia berat / perdarahan berat. Pemberian dexamethasone rescue : a. b. Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100. 5. Jika didapatkan : . Penyakit ginjal primer. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50.000/ml.000 IU/l atau lebih. serum LDH 600. misalnya : . Sikap : Pengelolaan obstetrik . gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam.000-150. Kelas III : Trombosit lebih 100. 2. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. hipertensi berat.Sepsis. Antioksidan.000/ml. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.000 sampai 100.000/cc.Acute fatty liver of pregnancy. Terapi Medikamentosa : 1. 2.000/ml atau kurang. 4. nyeri epigastrium.

Denyut jantung janin ada 10. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Ed. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Rasa tegang saat palpasi 9. Presentasi mungkin abnormal. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Perdarahan tidak berulang 3. Perdarahan dengan nyeri 2. ke-2. His ada 8. 2005. Timbulnya perlahan-lahan 6.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. Warna perdarahan merah coklat 4. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . His biasanya tidak ada 8. Plasenta previa 2. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Waktu terjadinya saat hamil 7. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan berulang 3. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Solusio plasenta 3.

Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Etiologi plasenta previa belum jelas. 3. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Anak mati . 4. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. c. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 5. Penanganan aktif bila : a. 4. b. b. Kehamilan kurang 37 minggu. 3. 2. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 2. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. c. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). Konservatif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. USG untuk menentukan letak plasenta. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum.10. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1.

kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan).Perdarahan banyak tanpa henti. dan hematokrit. . lakukan seksio sesar.Panggul sempit. Plasenta previa letak rendah 3. janin hidup. belum ada tanda renjatan. Indikasi melakukan seksio sesar : .Persalinan per abdominal. pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. kadar . . Hb. Plasenta previa marginalis 2. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. uterus tidak tegang. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi.Persalinan per vaginam.Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. .Istirahat. . . .Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang).Presentase abnormal.Pemeriksaan USG. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. Penanganan aktif berupa : .Perawatan konservatif berupa : .Memberikan antibiotik bila ada indikasii. Bila terjadi perdarahan banyak. . (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc.Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. .Plasenta previa totalis .

Letak lintang. Pelvik score kurang 5. 2. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. 5. 4. memperbaiki anemia. hematokrit dan trombosit. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 7. fibrinogen. uterus tegang. Pemberian infus oksitosin 4. Perdarahan banyak. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. Pre eklampsia berat. janin mati. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. Panggul sempit. gawat janin atau janin telah mati. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 2. Penatalaksanaannya meliputi : 1. 3. Bila proses berhenti secara berangsur. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. Etiologi solusio plasenta belum jelas.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. terdapat tanda pre renjatan. (2) . penderita dimobilisasi. 6. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. Pemberian transfusi darah 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. terdapat tanda renjatan. 3. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan.

dr. Sp.S. Gasong MS. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. 1991 : 9-13. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. pingsan. Rambulangi J. 1997. Makassar. . Perdarahan Antepartum.OG. Murah Manoe. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi.Periksa tanda-tanda syok (pucat. 1999. dr. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. berkerringat banyak. termasuk tanda-tanda vital (nadi. dr. (editors).OG. tekanan sistolik kurang 90 mmHg.M. Rumah Sakit Umum Pusat. Moerniaeni N. dr.. Sp. Syahrul Rauf. Daftar Pustaka ______________ 1. tekanan darah. Jakarta. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Ujung Pandang. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum. Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.. I. pernapasan. Hartono E. nadi lebih 112 kali per menit).Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. dan suhu). Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Hendrie Usmany. . dilakukan persalinan pervaginam. I. ukuran janin. Sp.OG. deselerasi atau bradikardi. Wahidin Sudirohusodo. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. 2. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

.Uterus sesuai dengan usia kehamilan. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . 2. 3. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis.Serviks tertutup atau terbuka. dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. segera mullai penanganan syok. nyeri goyang porsio. 2. . .Serviks tertutup. . kaku perut.Serviks tertutup. serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya. . sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera. Jika tidak terlihat tandatanda syok. Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak. gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa. 1. Diagnosis abortus imminens : .. 3. berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama). massa adneksa. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia. . Jika terjadi syok. Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat. Diagnosis abortus komplit : . .Jika pasien dalam keadaan syok. dan cairan bebas intra abdomen. nyeri perut bawah.Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih).Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah.Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal .Perdarahan sedang hingga masif (banyak). penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease.Gejala / tanda : limbung atau pingsan.PID). pengeluaran sebagian produk konsepsi.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. 4. lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah. .Jika dicurigai terjadi syok. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. Diagnosis abortus insipiens : . kenali dan segera tangani komplikasi yang ada.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. . .Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1.

Serviks terbuka. 5.Uterus sesuai usia kehamilan. . lemah. . Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. nyeri bahu. . sekret vagina berbau. Abortus spontan 2. 4. tidak ada janin. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). Abortus tidak aman 4. 2. . Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). Komplikasinya adalah perlukaan uterus. sindrom mirip pre eklampsia. dan keluar jaringan seperti anggur.Serviks terbuka. Abortus yang disengaja 3. . Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). demam. sekret & pus dari serviks. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi.. perdarahan berlanjut. Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah. uterus terasa lemas.Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . Komplikasinya adalah infeksi / sepsis. Diagnosis abortus mola : . . Tahapan abortus spontan meliputi : 1. Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). . dan demam. distensi abdomen. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan). lesu. nyeri lepas.Gejala / tanda : mual / muntah. 3. Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. Diagnosis abortus inkomplit : . Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. dan nyeri goyang serviks.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). kram perut bawah.Uterus sesuai usia kehamilan. dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi.Serviks terbuka. mual-muntah. . vagina atau usus. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). 6. nyeri lepas. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. abdomen terasa tegang & keras.

.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG).Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. .Jika perlu. 3. 2. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. Jika evaluasi tidak dapat. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . vagina dan usus. khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus. Jika perdarahan : .Berikan ergometrin 0. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa. segera lakukan : . Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena . Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan.2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu). Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. 2. lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. obat-obat lokal atau bahan lainnya. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola. Perdarahan berlanjut. lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. Penanganan abortus imminens : 1.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. 4. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi. . Penanganan abortus insipiens : 1.

Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. 4. Penanganan abortus komplit : 1. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . 3. Penanganan abortus inkomplit : 1. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. 3. .Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu. Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. 2.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu).Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. beri ergometrin 0. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : . Jika perdarahan berhenti. Tidak perlu evaluasi lagi. . Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. 2. Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai. 4. . 5. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. . 3.Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg). Jika anemia berat berikan transfusi darah. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu.(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. 2. beri ergometrin 0. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. Apabila terdapat anemia sedang. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu.

Pil kontrasepsi . . . .Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi. Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan. .5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi. 6. Kondom . 3. .Sediakan metode alternatif (seperti kondom). tunda sampai anemia telah diperbaiki. 5.Waktu aplikasinya segera. Jika riwayat imunisasi tidak jelas.Waktu aplikasinya segera. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. Tubektomi . . Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. 4.Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas. .Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang. berikan booster tetanus toksoid 0. tunda prosedur sampai keadaan jelas. 3. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. Penapisan kanker serviks. Alat kontrasepsi dalam rahim .Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien. Jika klien pernah diimunisasi.Waktu aplikasinya segera. 2.Dapat mencegah penyakit menular seksual.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali. Implan .Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi.5 ml setelah 4 minggu. Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). .Waktu aplikasinya segera.Jika dicurigai adanya infeksi. 2. . Suntikan .Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur. .Waktu aplikasinya segera. Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1. 4. berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0. Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut.

USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik.Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. perubahan warna pada vagina & serviks. Kolaps dan kelelahan. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. Hipovolemia. 6. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan. Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. 3.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). . Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). 2. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . 3. 2. Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. Cara lain. mual. Nyeri pada abdomen dan pelvis. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. Nyeri lepas. Pada laparatomi. 5. perlunakan serviks. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). pembesaran payudara. 8.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). 4. Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. 2. 2. bukalah abdomen : . pembesaran uterus. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. frekuensi buang air kecil meningkat. Distensi abdomen. Abdomen akut dan nyeri pelvis. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. Jika tidak ada fasilitas. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. Pucat. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. 7. Hipotensi.

Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa. Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. . . siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai. .Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma.Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. jika diinginkan. Update : 6 Maret 2006 Sumber : .. lakukan evaluasi uterus : .. .Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. Sebelum membolehkan ibu pulang. tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu.Jika dibutuhkan dilatasi serviks. Penanganan selanjutnya kehamilan mola : .Jika sumber vakum adalah tabung manual.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. merupakan hal yang penting. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan. 2. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya. . rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. . gunakkan blok paraservikal. 3. Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama. Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan. konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis. Penanganan selanjutnya : 1.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. 2. Ujung Pandang.2. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Gasong MS. Daftar Pustaka ______________ 1. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau . Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. 1991 : 9-13. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. Rambulangi J.3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. ukuran janin. Moerniaeni N. Perdarahan Antepartum. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. dilakukan persalinan pervaginam. I. Hartono E. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Jakarta. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. 1997. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin.

fungsi ginjal. Proteinuria lebih 0. Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1. lumbosakral. 2. . Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . lemak dan garam. dinding abdomen. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. 2.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. 3. fungsi hati. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. 2. rendah karbohidraat.Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin. dinding perut. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg. Edema pada pretibia. hematokrit. trombosit. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . 3.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. Edema tekan pada tungkai (pretibial). Kehamilan lebih 20 minggu. Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. asam urat darah. . lumbosakral.(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. urine lengkap. 4. wajah atau tangan.Diet : cukup protein. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit).Kunjungan ulang setiap 1 minggu. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu).Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat. persalinan . kualitatif (++). . .Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari.Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. wajah atau tungkai.Roborantia .3 gram/liter/24 jam. 3. .

4. Cara persalinan .Usia kehamilan 37 minggu atau lebih . b. Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. B. Indikasi (salah satu atau lebih) a. 2.Adanya tanda IUGR . Ibu . ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan). 3.Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia.ditunggu sampai aterm. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal.(3. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) .Persalinan dapat dilakukan secara spontan. b. 2.Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) . Janin .5) 1. Bila perlu memperpendek kala II.

Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. Lain-lain : . Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral.Antibiotik diberikan atas indikasi.9) b.5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. Antihipertensi diberikan bila : a. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. 4. (4) 8. .Konsul bagian penyakit dalam / jantung. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. Segera masuk rumah sakit 2. . catapres injeksi. payah jantung kongestif atau edema anasarka. Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. maksimal 4-5 kali. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7. Laboratorium . refleks patella setiap jam. 10. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam. c. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. rendah karbohidrat. Diet cukup protein. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja.c. d. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1. 6. 1997) 9. Tirah baring miring ke satu sisi. lemak dan garam. trombositopenia). (Syakib Bakri. (8. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. . Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. mata. Antasida 5. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38.(3) 3. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. .(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari.

4.Fetal assesment jelek . .(3. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit).(6) 2. MgSO4 dihentikan bila :(7) a. .Berikan oksigen.7 cm. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter.Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM.5 cc/kgBB/jam).Hentikan pemberian magnesium sulfat . depresi SSP.Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin.(4) 2. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3.7) .Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0.(3) 3.7) b.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring. . 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit. .Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%. refleks fisiologis menurun. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. hipotensi.Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1.Lakukan pernapasan buatan. c. Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) . Seksio sesaria bila : .Refleks patella positif kuat . fungsi jantung terganggu. . Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung.

Pengobatan obstetri : a. 2. bila keadaan memungkinkan. c. b. Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal.12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. d. Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. 2. 3. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous. terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. (1.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi..2) --------------------------------------------Kala I ------1.Amniotomi saja . Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. b. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan .2) _____________________ 1. 4. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. Fase aktif : . Penderita dipulangkan bila : a. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. Perawatan Konservatif (1. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. selambat-lambatnya dalam 24 jam. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria.

penyakit dalam / jantung.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ. Mencegah dan mengatasi penyulit. Pemeriksaan laboratorium . 2.(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati. dan jantung . dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi. Perawatan bersama : konsul bagian saraf.Adanya protein dalam urin . Berdasarkan gejala klinis di atas 2. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin.Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas .2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. Penatalaksanaan (1. Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4. Gejala Klinis (4) .2) Tujuan pengobatan : 1. khususnya hipertensi krisis 3.Fungsi hematologi / hemostasis. otak. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. edema dan proteinuria) . Untuk menghentikan dan mencegah kejang. Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. C. paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan.Fungsi organ hepar. anestesi dan anak. Eklampsia Pengertian (1. ginjal. mata. ginjal.Kejang-kejang dan/atau koma . Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU .

Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . 1990 : 166-173. 5. Salgas Gestosis POGI. Fields DH. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. eds. Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. 2. 2. Cet. 1994. Soetomo. Sukaputra B. Handaya.Fase laten . Fields DH. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. Kaufman SA. Apabila pada pemeriksaan. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Januari 1993. . 7. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar. Jakarta : Gaya baru. Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Sombolinggi A. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. 6. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. Uktolsea F. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas .Setelah kejang terakhir . Dhall 61. 1985.2) 1. Bhalla AK. Quick Deference to Obgyn Procedure. 3. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif. z : 144-148. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. Daftar Pustaka ______________ 1. Djuarsa E. Bilamana diakhiri. Ed. Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. Gumilar E. 4. 1994. POGI. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. Philadelphia : AB Lippincoti Company.Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. In : Barber HRK. 3. Dhall K.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. Gestationally Induced Hypertention. 2.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . 1-8. Waspodo D. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin.Penderita belum inpartu . dkk. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. ke-2. 1.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu.Pengobatan Obstetrik (1. Abadi A.

Desember 1996. Bila tidak teraba bantalan plasenta. Connecticut Appleton and Lange. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus). plasenta (letak. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. apakah sudah pernah di USG. Basic Gynecology and Obstetrics. Ujung Pandang. lakukan periksa dalam. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. ICA. kelainan serviks. 1992. dan apakah ada penyakit sistemik. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. 1993. USG : biometri janin. dan kelainan). Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. 8. berwarna merah segar. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. apakah ada kelainan letak. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. solusio plasenta. Bakri S. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. trauma.Hasanuddin Ujung Pandang. Gant NF. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. varises vagina pecah. . Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. Hipertensi pada Wanita Hamil. Cunningham FG. 426-431. 9. derajat maturasi.

a. prematuritas. infeksi. Pada Janin : asfiksia. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. Karena Tindakan / Terapi. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. 3. Bawono Hasan. Pada Ibu : kelebihan cairan. Achmad Mediana Endjun. infeksi. Bambang Winarno . lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. reaksi transfusi. PENYULIT Karena Penyakit. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. Laboratorium : darah perifer lengkap. lama perawatan dapat lebih lama lagi. Kesembuhan : diharapkan sempurna. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. BBLR. RDS. Pada Janin : asfiksia. hipotonia atau atonia uteri. Sanny Santana. Pada Ibu : renjatan. Jelondra Djoesman. Author Judi Januadi Endjun. b. Bila ada penyulit. b. seksio sesarea : 3 bulan. a. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada.2.

) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. which may require you to deliver early and can lead to other complications. Jakarta. 3. next to or covering your cervix. it's called a low-lying placenta. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. 1996. (You may also hear the term "partial previa. The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. What is placenta previa? If you have placenta previa. In : Williams Obstetrics. Cetakan Kedua. it's called a marginal previa. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. it can cause bleeding. it's called a complete or total previa. If the placenta covers the cervix completely. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. Obstetrical Hemorrhage. Departemen Obstetri dan Ginekologi. Jakarta. 2. 21st Ed. you'll need to have a c-section. New York. .PUSTAKA 1. Cunningham et al. 2001. But if it persists into later pregnancy. 1994. Balai Penerbit FKUI." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. If it's right on the border of the cervix. RSPAD Gatot Soebroto.

but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. as the placenta itself grows. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. (Rustam Mochtar. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. the less likely this is to happen). 1992). Also. 1991). If you have any vaginal bleeding in the meantime. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. . your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem. Even if previa is discovered later in pregnancy. Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. it doesn't actually move. (Since the placenta is implanted in the uterus. the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono. Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa. an ultrasound will be done then to find out what's going on. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut.What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). As your pregnancy progresses.

(Sarwono. yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. 1992) . Rustam. sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. anemi berat. syok.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1. sebelum diatasi. kelainan kongenital berat (monster). Sektio caesaria ekstraperitonealis.

Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. 1999). Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %. dan sebagainya jarang terjadi.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. anestesi. Komplikasi 1. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. embolisme paru. penyediaan cairan dan darah. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing. Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. 1992). (Sarwono. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. 2. indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi.

. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. Anestesia. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. Susan Martin. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. lembar operasi ditandatangani oleh operator. Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. Catat lama operasi. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. 1 dan 2. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. frekuensi nadi dan nafas. frekuensi nadi dan pernafasan. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi. jenis kelamin. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. 1998) Periksa tekanan darah. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi.

1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. (Tucker. Susan Martin. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. kegagalan untuk melanjutkan persalinan. 1. malposisi janin. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Tujuan : . Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. 2. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin. prolaps tali pust. Susan Martin. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. Perencanaan 1.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. 3. . 5.• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria. 4. 1998) yaitu . abrupsio plasenta dan plasenta previa. 6. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan.

atau kongesti jalan napas atas.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. perilaku distraksi/penghilang. • • Anjurkan pasien untuk batuk. . golongan darah dan skrin. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. • Perhatikan dokumentasikan. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. ronki terdengar. 2. Ambil darah untuj JDL. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. wajah meringis terhadap nyeri. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. Dapatkan urine untuk urinalisis. Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. batuk non produktif. rales. 3. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. penurunan mobilitas. elektrolit. abdomen. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. membalik.

Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. Tujuan : . 5. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. 4.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. tanpa tanda atau gejala infeksi. − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria.Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. lochia. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan. • • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. Tujuan : − Insisi bedah dan kering. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. Intervensi : . Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. • Observasi insisi terhadap infeksi.

1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan. Jelaskan pentingnya latihan. Di rumah sakit. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. berubah dari merah ke coklat sampai putih. 3. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. Carol Vestal. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. 2. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. .• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu.

Jakarta. . 5.. Sarwono Prawiroharjo. Bratara Jakarta. Jilid 1. Jakarta. Sinopsis Obstetri. Jakarta. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (1998). EGC. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2. Edisi 6. Muchtar. Gerhard. 4. Carol Vestal. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. (1998) Memahami Proses Keperawatan. EGC. ______________. 6. (1999). Carol Vestal. keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Martius. tanpa tanda atau gejala infeksi. Persis Mary. Jakarta. Cristina.(1999). EGC. 3. Ilmu Kebidanan. Allen. Ilmu Kebidanan. Rustam. (Allen. Manuaba. Hamilton. Ibrahim S.(1998). 7. Jakarta. Ida Bagus Gde. Edisi 2. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. EGC.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. Bedah Kebidanan Martius. 8.(1993) Perawatan Kebidanan. Jakarta. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. (1997).

2. 2. ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Volume 4. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Ilmu Bedah Kebidanan. _____________. Standar Perawatan Pasien. Tucker. Edisi 5. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran. Susan Martin. EGC. Jakarta.1. (1991). Edisi 1 Cet. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. (1998).

kanan.• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim. sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Sayatan memanjang ( longitudinal ) .

Sayatan melintang ( Transversal ) 3. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung . dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4.2. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan.

peritonealis. (Obstetri Fisiologi.• Berat. 2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. • Immediate post partum Minggu pertama post partum. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. . 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih.

pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. • Bau normal seperti menstruasi. jumlah meningkat saat berdiri. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil.• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. menyusui. keluarga berencana. nutrisi. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. darah dan limfe. baik fisik maupun psikologiknya. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. . Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. mendeteksi masalah. • Melaksanakan skrining yang komprehensif.

struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. struktur internal kembali dalam 2 minggu. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. produksi mukus normal dengan ovulasi. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. bentuk distensi untuk beberapa hari. bentuk ramping lebar. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. . • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. Pada payudara yang tidak disusui. Ovulasi mungkin tidak terlambat. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. puting mudah erektil bila dirangsang. dalam 6 sampai 8 minggu. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari.• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu.

leukosit meningkat. RR : 16-24 x/menit. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. . menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. • Nafsu makan kembali normal. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. neutrophil meningkat. • Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. COP meningkat dan normal 2-3 minggu.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. • Perubahan hematologik Ht meningkat. tidak ditemukan pada minggu I post partum. • Jantung Kembali ke posisi normal. LH. sesaria : 600 – 800 cc.5 kg.

• Sistem Imun Rhesus incompability. diuresis mulai 12 jam. jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. Diastasis rekti 2-4 cm. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. • Uterus . • Pada fungsi ginjal: proteinuria. diberikan anti RHO imunoglobin. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. kembali normal 6-8 minggu post partum.

faktor sosial-ekonomi. Kemerahan menandakan infeksi. sebagai orang tua. jumlah. memar. konflik peran. urinalisis. faktor keluarga. • Insisi SC Balutan dan insisi. bau dan adanya gumpalan. • Ekstremitas Tanda Homan. laserasi dan hemoroid. kondisi bayi. • Baby Blues: Mulai terjadinya. periksa redness. discharge dan approximation. hematoma. • Lochea Tipe. tenderness. edema. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. marah. • Bowel Pergerakan usus. usia ibu. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. respon depresi dan psikosis. • Perineum Episiotomi. jumlah distensi. . dan perubahan warna. adakah anxietas.Konsistensi dan tonus. edema. hemoroid dan bising usus. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. dan nyeri. posisi tinggi dan ukuran. warna. drainase. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. ayah dan bayi.

Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. bidang tengah dan pintu bawah panggul. biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : .• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap. • Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm.

seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis.• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring. atrofia. Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan. • Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . luxatio.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul. panggul sempit.

. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. Asynclitismus sering juga terjadi. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu. letak sungsang dan letak lintang. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa.

Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis.pincang dan lain-lain) • osborn positip . • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya. • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi. Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. Peroneus . • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak. • Ruptur symphyse dapat terjadi . yang paling sering adalah kelumpuhan N. malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca. scoliose. Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan. Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol.

jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan . Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm.Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul. Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8. Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat.

Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban. Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang. letak muka atau kelainan letak lainnya. letak dahi. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: .

tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13.kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC.5 cm + 5 cm = 15. • Terapi .5 atau kurang ( normal 10. harus diukur secara rontgenelogis.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.

Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat. gaya hidup. apatis.5 cm = 18. • Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. takut. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas. hubungan. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir. • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum. marah. peningkatan ketegangan. udema pulmonal. stimulasi simpatis .

membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM. tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi.• Makanan / cairan Malnutrisi. kondisi yang kronik/ batuk. plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . makanan.

Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea.d insisi. mual. penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih. Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b.d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka.1996). Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang. kemungkinan dilakukan tindakan operasi. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar. Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban. Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu. menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim. 2) Tulang Panggul .1998). Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b. kencing manis dan eklamsia.• Resti infeksi b.

Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang. Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. Apabila bayi tidak lahir lewat waktu.Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . Sedangkan peritonitis. Luka kandung kemih. Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter.

S. 25-Mei-2008. 14:58:57 WIB .Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. delivery by cesarean section may be necessary. Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). .com] KabarIndonesia . Berbagai varian termasuk: 1. serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. placenta praevia. placenta previa. Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. 3.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. Definisi 1. Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Ked. can cause bleeding late in pregnancy. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi.[www.kabarindonesia. Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). 2.

4. Malnutrisi ibu hamil b. Pengobatan infertilitas 5. mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. Tumbuh kembang plasenta tipis 2. menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). penggunaan kokain. placenta previa memberikan . Penggunaan kokain 13. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Perdarahan (hemorrhaging). Melebarkan pertumbuhan plasenta a. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Bagaimanapun juga. abruption (preeclampsia. Merokok 12. Terlambat implantasi a. Usia lebih dari 35 tahun 3. Erythroblastosis 7. Faktor Predisposisi 1. Kurang suburnya endometrium a. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Per se. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. hipertensi kronis. Multiparitas 4. Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). Penyebab 1. Endometrium fundus kurang subur b. Kehamilan kembar (gemelli) b. 2. Status sosioekonomi yang rendah 10. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. jika berhubungan dengan kehamilan (labor). Keguguran berulang (recurrent abortions) 9. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Melebarnya plasenta karena gemelli c.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua.03% di Amerika Serikat. Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. Perdarahan antepartum: 10 2.5 5. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery).gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding). Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu. Septikemia: 5. . dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%. Transfusi darah: 10 4. Saat ini berlangsung. plasenta previa parsial sekitar 30%. Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). Ada peningkatan risiko sebesar 1. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil.3-0. Bagaimanapun juga. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. Mortalitas maternal sebesar 0. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka. rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa. Dari semua plasenta previa.5% dari semua kelahiran.

yang terjadi pada trimester ketiga. 2. dengan kata lain.1% 2.33% 3. Cervicitis (radang serviks) 3. Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). Premature rupture of membranes 4. Usia 20-29 tahun – 0. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation. Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding).Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan . 4. Diagnosis Banding 1. Pemeriksaan Fisik 1. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. 3. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. terbukti tidak ada plasenta previa. jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa. Vaginitis (radang vagina) 6. Usia 12-19 tahun . maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude. 3. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2.1% 4. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim. Usia 30-39 tahun . 2.2% Gejala Klinis 1. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. Usia di atas 40 tahun . * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor). Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan.

2.1. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3. false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). fibrinogen. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). Tes Lainnya 1. Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta. merokok. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta. 2. plasenta akreta terjadi pada 0. malpresentation. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. meskipun demikian. dan kasus plasenta previa. kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). . Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Meskipun dalam banyak situasi. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. Imaging Studies 1. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. 2. hypertensive disease. plasenta inkreta. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. Vasa previa 2. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. atau plasenta perkreta. activated partial thromboplastin time (aPTT). dan fibrin split products dapat juga membantu.

60-180 mEq potassium. Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi. Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Kontraindikasi 1. aturlah untuk mengurangi kontraksi. Dukunglah. lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. Hypersensitivity 2. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). Pada dewasa. Heart block 3. besarkanlah hati. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. jangan melebihi 4 g/jam. Addison disease 4. C.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. D. B. Sebagai tambahan. Nama Obat Magnesium sulfat. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. E. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. kofaktor pada sistem enzim. Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Tocolytics A. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). Myasthenia gravis . dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. 10-30 mEq magnesium.

Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. Department of Obstetrics and Gynecology. 4. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. 3. MS. Perhatian! 1. Division of Maternal-Fetal Medicine. Monitoring janin amat penting. Most often a low transverse uterine incision is used. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. 6. (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. MD. Division of Benign Gynecology. dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. These invasive . seorang asisten Profesor. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. Impaired renal function 7. increta. Director. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. However. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. MD. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). Jika overdosis. however. Department of Obstetrics and Gynecology. Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. 5. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. However. Associate Professor. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. 2. or percreta). then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy.6.

Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. 2. Ida Bagus Gde Manuaba. Keadaan umum penderita. 2. Uterine artery ligation. manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. dr.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Memasang infus. increta. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". Jumlah perdarahan. Congenital malformations 4. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . 4. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. Manajemen Umum Menurut Prof. Komplikasi 1. d. adjacent organ damage). 3. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. 5. Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. Upaya preventif. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. 3. 3. Sp. 2. Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Diagnosis pasti: 1. c. b. Menyiapkan transfusi darah. infection. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. Tergantung dari: 1. 2. Pemeriksaan dalam di meja operasi. (2004). reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). 1. Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. 2. dan percreta. Pemeriksaan ultrasonografi.OG. e. Hysterectomy. Hypogastric artery ligation. Keadaan janin intrauterin. Bila dijumpai di Puskesmas. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta.

Ligasi arteri iliaka interna d. Ligasi bilateral uterine artery c. bila Anda mengalami plasenta previa. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. 2. Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. hiduplah secara teratur. Bagimanapun juga. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Oversewing the placental implantation site b. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). . 2. miscarriage. 5. Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi. Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. 3. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. yaitu: 1.5. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. 3. Solusio plasenta (placental abruption) 6. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. abortion. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). 4. Beristirahatlah. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). 2. 2.

Chen HS.110(9):860-4. BJOG. 6. 10. Philadelphia. 7. Harma M. 5. New York. Gilliam M. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. BJOG. Aust N Z J Obstet Gynaecol.99(6):976-80. spontaneous abortion. 6. Gant NF. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. termination of pregnancy. Mar 2003. Moore J.3. In: Creasy RK. Rosenberg D. In: Cunningham FG.13(3):175-90. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. MacDonald PC. Faiz AS. Obstetrical hemorrhage. Clark SL. New York. Obstet Gynecol. In: Gabbe SJ. Jun 2002. Resnik R. eds.97(1):35-8. 1997:755-60. 1999:616-21. stillbirth. Leveno KJ. Butler EL. 4th ed. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. Chen CP. Gungen N. Obstetric hemorrhage. Bacaan Lebih Lanjut 1. 5. NY: Churchill Livingstone. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. 3rd ed. 1996:510-5. Oct 2005. Wolfe HM. 8.112(10):1420-3.190(4):1135-40. Bronsteen RA. eds. Hwu YM. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. Creasy RK. Maternal-Fetal Medicine. Obstet Gynecol. Jan 2001. Cunningham FG. Ramus RM. Simpson JL. Love JJ. Wenstrom KD. Bhide A. Laughon SK. Prior cesarean and the risk for placenta previa . Gabbe SJ. et al. 20th ed. \ 2. Niebyl JR. Prefumo F. NY: McGraw-Hill. Am J Obstet Gynecol.45(1):93-5. Davis F. eds. a natural loss of the products of conception. Apr 2004. Comstock CH. Benedetti TJ. 4. Placenta previa and abruptio placentae. Ananth CV. Dashe JS. Resnik R. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa. Pa: WB Saunders. Ozturk A. Gilstrap LC. Hauth JC. J Matern Fetal Neonatal Med. Feb 2005. Williams Obstetrics. et al. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section. 9. Su TH. 3. Visco AG. Sep 2003. 11. 4.

19. Jul 1997. Usta IM. 1999. 25. 2003. and vasa previa. Perni SC.24(6):773-80. et al.102(3):552-4.108(3 Pt 1):573-81. 15. WordWeb 3. Musa AA. J Ultrasound Med. Chollet JA. Nassar AH. Eskander R.29(3):261-73. Electronic Dictionary of Medicine v1. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. May 2005. Sep 2003. 16. Obstet Gynecol. Smulian JC. White R. Obstet Gynecol. Hull AD. Sep 2005.Hlm. 23. Abnormal placentation: twenty-year analysis.107(4):927-41.193(3 Pt 2):1045-9. 14. Nov 2003. 17. Princeton University. Software. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery. Jean-Pierre C. May 2005. Software. Benirschke K. Goodwin TM. Pollak J. 12. Ornan D.177(1):210-4. Mattrey RF. Hobeika EM. Ward CR. Fleischer A. Am J Obstet Gynecol. Obstet Gynecol. placenta accreta.105(5 Pt 1):962-5. Edisi 2. 21. Apr 2006. Hibbard JU. 24. Warshak CR.102(5 Pt 1):904-10. Obstet Gynecol.on second-trimester ultrasonography. Mar 2007.20(4):356-9. Obstet Gynecol. Miller DA. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study. Mustafa SA.105(5 Pt 2):1247-50. Diagnosis and management of placenta previa. Chervenak FA. Jun 2005. Weinstein A. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy. Carvalho MH. Peter Collin Publishing. 22. Oyelese Y.192(5):1458-61. Predanic M. 18. Placenta previa. Wu S. Baergen RN.87-88. Ultrasound Obstet Gynecol. May 2005. 2004. Brizot ML. EGC: Jakarta. Gabriel GE.0.01. Chandra P. Manuaba IBG. Oct 2002. Am J Obstet Gynecol. Kocherginsky M. J Obstet Gynaecol Can. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Chasen ST. Sep 2006. 20. Scioscia AL. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness. Oppenheimer L. 13. Am J Obstet Gynecol. . Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. Obstet Gynecol. Schiavello H. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Tal M.

Setiawan E. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada . 27. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok. Hoboken.marchofdimes.gov/medlineplus/ency/article/000900.com/printableArticles/188_1132.htm 30. National Library of Medicine. Berkow R. tidak terdiagnosa plasenta praevia.aspx?cid=1524 31.com/Peripartum%20Hemorrhage. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG). Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas.beliefnet. Available at: http://www. Beers MH. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. atau di atas leher rahim. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar. Placenta Abruption Istilah awamnya.nih. dan pernah mengalami trauma fisik berat.asp 29. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung.03. Freeware. Available at: http://www. 1999. Medline Plus website. NJ: John Wiley & Sons. pemakai narkoba.ramanathans. 2007. www. http://www. 28.com/healthandhealing/getcontent. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat. March of Dimes website. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Untuk mencegahnya. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary. padahal mungkin tidak. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan. 'pemisahan plasenta'. suka minum-minuman keras. 17th ed. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu.nlm.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. Kamus 2. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah.26.

melahirkan prematur 2.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.kontraksi melahirkan prematur . Gangguan yang mungkin terjadi: . 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. Bila kondisinya berat.placentaabruption .keguguran . Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Gangguan yang mungkin terjadi: .plasenta praevia . kaki atau wajah. Risikonya. Perdarahan pada vagina. Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan.Placenta abruption 5. mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit.ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin. Gangguan yang mungkin terjadi: .placenta abruption . . meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: . Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: . dengan atau tanpa pendarahan di vagina.melahirkan prematur 4. Perut kokoh (keras) yang tetap. Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. Cairan vagina keluar atau menyembur.keguguran . disertai rasa sakit. Perut mengencang berkepanjangan.melahirkan prematur 3. sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: .hamil di luar rahim . Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. kejang. Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah. bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru.selaput pecah 6.

trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12. 11.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil.infeksi saluran air seni . Gangguan yang mungkin terjadi: . Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin.Infeksi vagina 15. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: .ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13. Adanya iritasi pada daerah vagina. Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . 10. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: . atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. Gangguan yang mungkin terjadi: . remang-remang atau buta pada titik tertentu. Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: . Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. serta sakit kepala ringan. 9.Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.infeksi 16. 8.7. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. Pusing sekali dan terus menerus. Gangguan yang mungkin terjadi: . Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: .penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.

Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih.. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. 2. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol.3 – 0. 5. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak.5 kg dalam seminggu. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130.5 – 4. 5 hari dalam seminggu. avokad. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi . dan meningkatkan HDL. serta kacang-kacangan. 1. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler. Mengurangi 2. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. akan membantu meningkatkan kadar HDL. Hati-hati.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . melainkan menguranginya. seperti selai kacang. jangan menghentikan konsumsi lemak.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. 4. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak. minyak zaitun dan kanola. Untuk mengatasi kondisi ini. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. 3. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. Namun tak perlu melakukan diet ketat. tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40.

bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. plasenta previa Placenta Praevia. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. Placenta Previa .kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. vitamin B6 dan vitamin B12. karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . hal ini akan menimbulkan perdarahan. Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. menutupi jalan lahir. artinya letak plasenta yang “didepan”. karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta.

bleeding. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. dan cramping. Complete Placenta Previa. Low-laying Placenta Previa. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. Pada kondisi ini. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. Pada ultrasound trimester ke-2. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. Apabila diketahui PP tetap ada. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. ultrasound dilakukan lagi. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. Plasentaku pindah ke . seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. sekitar 18 weeks.Gambar dari: obfocus. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. hidup normal selayaknya bayi2 lain. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. Pada awal trimester ke-3. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. Marginal Placenta Previa. terdiri dari tiga macam: 1. sekitar minggu ke-28. dan sebagian lagi. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. tidak bleeding. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur.

bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang.samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful