Hiperemesis Gravidarum

Oleh Sulastri, Amd.Keb., SKp., MKes.

Adalah suatu keadaan pada masa kehamilan dimana terjadi mual dan muntah yang berlebihan, kehilangan berat badan, serta terjadinya gangguan keseimbangan elektrolit. Terjadi pada 1-2% ibu yang pada masa kehamilannya mengalami morning sickness. Umumnya gangguan mual muntah tersebut bisa berlangsung hingga minggu ke-20 kehamilan, yang ditandai dengan mual yang tidak terkendali serta muntah-muntah hampir dua puluh kali setiap harinya. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Walaupun ada dugaan bahwa mual muntah yang berlebihan dapat memperbesar risiko terjadinya keguguran, namun kondisi tersebut sebenarnya lebih membahayakan si ibu. Ibu hamil bisa mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Dehidrasi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan organ hati dan ginjal. Biasanya dokter akan memberikan suntikan serta obat-obatan antimual untuk mengatasinya. Penyebab Hyperemesis gravidarum sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas faktor yang menjadi penyebab pastinya. Namun perubahan hormonal diduga memiliki kaitan dengan kejadian ini. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala-gejala yang dialami Pada setiap ibu hamil gejalanya tidak selalu sama, tapi yang paling sering dirasakan seperti :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Pada keadaan yang parah perlu perawatan khusus karena hiperemesis gravidarum ini akan menyebabkan perubahan bahkan ganguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan

membran mukosa). Dan kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin. Penatalaksanaan Tujuan dari penatalaksaan ini diantaranya adalah :  Menurunkan rasa mual dan muntah  Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit  Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil  Cara yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala saat dirumah adalah :  Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi  besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. Perawatan yang biasa dilakukan di Rumah Sakit antara lain :  Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vit dan nutrisi  Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication.

Hyperemesis gravidarum merupakan suatu keadaan yang dikarakteristikkan dengan rasa mual yang berlebihan, muntah, kehilangan berat badan, dan gangguan keseimbangan elektrolit. Sebagian besar ibu hamil (70-80%) mengalami morning sickness dan sebanyak 1-2% dari semua ibu hamil mengalami morning sickness yang ekstrim yang disebut hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum tidak dapat dicegah namun ibu hamil dapat menjadi lebih nyaman jika mengetahui cara manajemen perawatan hyperemesis gravidarum tersebut. Kasus hyperemesis gravidarum ringan dapat diatasi dengan perubahan diet, istirahat dan pemberian antasida. Keadaan yang lebih parah hampir selalu memerlukan perawatan di Rumah Sakit untuk penggantian cairan tubuh yang hilang akibat muntah, dan mendapatkan nutrisi melalui iv line. Penyebab hyperemesis gravidarum belum diketahui. Keadaan tersebut mungkin berhubungan dengan perubahan hormonal akibat kehamilan. Hypermemesis gravidarum lebih sering dialami oleh ibu dengan kehamilan multipel (kembar dua atau lebih) dan seorang wanita yang mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan berikutnya. Gejala hyperemesis yang dialami berbeda diantara ibu hamil. Namun gejala umum hyperemesis gravidarum antara lain :  Mual dan muntah berat terutama pada trimester pertama kehamilan  Muntah setelah makan atau minum  Kehilangan berat badan >5% dari BB ibu hamil sebelum hamil, (rata-rata kehilanagn BB 10%)  Dehidrasi  Penurunan jumlah urine  Sakit kepala  Bingung  Pingsan  Jaundise Hypermesis gravidarum harus mendapatkan perhatian khusus dalam manajemen pengelolaannya karena hyperemesis dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, defisiensi nutrisi, gangguan liver dan jaundise (warna kuning pada kulit, mata dan membran mukosa) yang dapat terjadi pada hyperemesis gravidarum yang parah. Kehilangan berat badan ibu hamil yang berlebih dan kekurangan nutrisi berefek pada pertumbuhan janin.

Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum Morning Sickness Mual kadang disertai muntah Mual berkurang pada 12 mgg kehamilan Muntah tidak menyebabkan dehidrasi Masih toleran terhadap makanan tertentu Hyperemesis Gravidarum Mual berat disertai muntah Mual tidak berkurang setelah 12 mgg kehamilan Muntah menyebabkan dehidrasi berat Tidak toleran terhadap makanan Treatment Hyperemesis Gravidarum Tujuan Treatment : Menurunkan rasa mual dan muntah Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit Memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengatasi kehilangan BB ibu hamil Hospitalisasi diperlukan untuk mengatasi hyperemesis gravidarum yang parah. Semua makanan dan minuman dihentikan sementara untuk mengistirahatkan GI track. Tindakan perawatan di Rumah Sakit antara lain : Pemberian cairan intra vena : untuk memberikan hidrasi, elektrolit, vitamin dan nutrisi Percutaneus endoscopic gastrotomy : memberikan nutrisi Medikasi : Metoclopramide, Antihistamin, dan anti reflux medication. Tindakan perawatan pada Hyperemesis gravidarum : Bed rest : membuat ibu hamil lebih nyaman, namun harus berhati-hati karena istirahat terlalu banyak menyebabkan kehilangan berat badan. Akupresur : menekanan pada titik anti mual dan muntah yang terletak pada 3 jari diatas pergelangan diantara dua tendon. Lakukan penekanan secara lembut selama 3 menit untuk masing-masing tangan. Hypnosis. Herbal : jahe dan peppermint

Beberapa gejala gangguan kehamilan yang dapat terjadi pada ibu hamil, antara lain:
Perdarahan

Bagian tangan. Sakit pada bagian perut Rasa sakit yang diderita ibu memungkinkan terjadinya kehamilan terjadi di luar rahim. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. kaki atau wajah membengkak secara mendadak Pembengkakan yang tiba-tiba terjadi ini. atau buta pada titik tertentu. Mengalami rasa sakit pada bagian kaki Jika ibu mengalami gejala menderita sakit pada bagian kakinya.Walaupun pendarahan yang terjadi hanya sedikit. serta melahirkan prematur. Mengalami sakit yang amat sangat pada daerah sekitar pangkal paha . akibat ditentukan oleh penghitungan gerakan janin. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah selaput pecah. gangguan yang mungkin terjadi adalah hipertensi. Gejala ini menimbulkan kemungkinan ibu melahirkan bayi prematur. Bagian perut terasa keras. Pendarahan dapat mengakibatkan keguguran. keguguran. Gejala ini menimbulkan keadaan placenta abruption. Bagian perut mengencang dalam waktu yang cukup lama. sakit. Vagina mengeluarkan cairan Jika Anda mengalami gejala seperti ini. Gangguan penglihatan Jika ibu mengalami gangguan pengelihatan. placenta abruption. kelap-kelip. Sakit kepala ringan hingga berat. kejang. placenta abruption. seperti melihat dengan remang-remang. dapat berakibat buruk pada ibu. mungkin disebabkan sebagai akibat trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah). Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan Jika ibu mengalami sakit kepala yang amat sangat dan berkepanjangan. dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang dapat mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. gangguan yang mungkin saja terjadi adalah hipertensi. sebentar-sebentar mengalami kontraksi. dan kemudian menjadi merah. plasenta praevia. kontraksi. hingga berat dalam jangka waktu yang berkepanjangan. melahirkan premature. Terjadi perubahan yang nyata pada kegiatan janin Gejala yang demikian dapat disebabkan karena kesulitan yang dialami janin. ketika berdiri atau berjalan. dan terjadi secara berkepanjangan Jika mengalami gangguan sakit kepala ringan.

atau bisa juga adanya penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Mual dan muntah Infeksi dapat menyebabkan ibu merasa mual. dan mengalami muntah dalam keadaan yang cukup lama. rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Vagina terasa gatal dan sakit. ditandai dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki. (info-sehat) . Iritasi pada vagina. Merasa sakit atau panas ketika buang air kecil Rasa sakit atau panas saat buang air kecil dapat terjadi karena infeksi saluran air seni. dapat disebabkan karena adanya ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint). Mengalami demam (suhu di atas 380 derajat) Dengan demam.Jika ibu mengalami sakit parah pada daerah sekitar pangkal paha. terjadi akibat adanya infeksi pada vagina. Atau dapat juga mengalami muntah-muntah yang berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum). tubuh memberi signal mengalami gangguan infeksi.

(1) Etiologi ________ Tidak jelas. berat-badan menurun. dan terdapat aseton dalam urin bukan karena penyakit seperti appendisitis. hiperemesis gravidarum dibedakan atas 3 tingkatan. dehidrasi. tekanan darah sistole . turgor kulit berkurang dan urin masih normal. muntah begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari.3. 2. yaitu : 1. Tingkat I Muntah yang terus-menerus.(2) Klasifikasi(2. Nadi meningkat sampai 100 kali per menit dan tekanan darah sistole menurun. subfebril. Mata cekung dan lidah kering. nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit.HIPEREMESIS GRAVIDARUM Pengertian __________ Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu. lendir dan sedikit empedu kemudian hanya lendir. Tingkat II Gejala lebih berat. nyeri epigastrium. muntah pertama keluar makanan.4) ___________ Secara klinis. haus hebat. segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan. berat badan menurun. pielititis. timbul intoleransi terhadap makanan dan minuman. dan sebagainya. cairan empedu dan terakhir keluar darah.

berat badan menurun. muntah berkurang atau berhenti. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. sianosis. . kadang ikterus ada. Diagnosis(2. vit. uterus besar sesuai besarnya kehamilan. 2. Fisis : dehidrasi. ikterus. . 4. ikterus. bilirubin ada. dan proteinuria.Antasida : acidrine 3 x 1 tab per hari per oral atau mylanta 3 x 1 tab per hari per oral atau magnam 3 x 1 tab per hari per oral. batasi pengunjung. Amenore yang disertai muntah hebat (segala yang dimakan dan diminum akan dimuntahkan). aseton ada. 4. bilirubin ada dan berat-badan cepat menurun. Fungsi vital : nadi meningkat 100 kali per menit.Phenobarbital 30 mg IM 2-3 kali per hari atau chlorpromazine 25-50 mg/hr IM atau diazepam 5 mg 2-3 kali per hari IM. Makanan ini kurang dalam zat-zat gizi kecuali vitamin C karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. 5. keadaan berat. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Minuman tidak diberikan bersama makanan. 3. . apatis. pekerjaan sehari-hari terganggu.4) _________ 1. Laboratorium : kenaikan relatif hemoglobin dan hematokrit. . kulit pucat. porsio lunak pada vaginal touche. Secara berangsur mulai diberikan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D. shift to the left. c.Vitamin B1. B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/infus. Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. tekanan darah menurun pada keadaan berat. benda keton dan proteinuria. Stop per oral 24-48 jam. gangguan jantung. C 200/hr/infus. Diet a. sianosis.kurang 80 mmHg. lidah kotor.3) ________________ 1. 3. subfebril dan gangguan kesadaran (apatis-koma). 2. Penatalaksanaan(2. . b. 3.Antiemetik : prometazine (avopreg) 2-3 kali 25 mg per hari per oral atau prochlorperazine (stimetil) 3 kali 3 mg per hari per oral atau mediamer B6 3 kali 1 per hari per oral. Rawat di rumah sakit. Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. 40 tetes per menit. Tingkat III Gangguan kesadaran (delirium-koma). dan haus hebat. Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang.Vitamin B12 200 mcg/hr/infus. kulit pucat. nistagmus. Obat . Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. Infus glukosa 10% atau 5% : RL = 2 : 1.

3. Kaminetzky HA eds. Sp. 375377. Di Indonesia tirah baring masih diperlukan. Obstetric and the Newborn and Illustrated Textbook 2nd. dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Macky.160/110 mmHg. kenaikan darah sistolik 30 mmHg atau lebih dan kenaikan darah diastolik 15 mmHg atau lebih. dr. 1981. 1968. 4. Murah Manoe. 3. Rawat inap (hospitalisasi) Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) : 1. dr. Update : 15 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi.Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium. Pengelolaan pre eklampsia ringan dapat secara : 1. Greenhill.. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan : 1.. Tidak mutlak harus tirah baring. dr. Daftar Pustaka ______________ 1. Nausea and Vomity in Pregnancy. tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi yang cermat. 102. & gynec. ed.OG. ed. Syahrul Rauf. PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endothel. dr. Am J Obst. 1961. Edema : lokal pada tungkai tidak dimasukkan dalam kriteria diagnostik kecuali anasarka. (editors). Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.S. Hendrie Usmany. vol.M. 2. Saunders Company. Fairwether. In : Iffty L. Wahidin Sudirohusodo. 135-171.OG. Philadelphia : WB. 1155-1164. I. Mannor SM. Sp. Sp. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih jumlah urin atau dipstick +1 atau lebih. 305. Toronto : A Wiley Medical Publication. Diet reguler : tidak perlu diet khusus.OG. Belscher NA. Principles and Practise of Obstetric and Perinatology. Rumah Sakit Umum Pusat. 12. 2. . Makassar. 2. Hyperemesis Gravidarum. 1999. Desakan darah 140/90 . Rawat jalan (ambulatoir) 2. Vol. Obstetrics 12 th. Saunders Company 1986. Sydney : WB.

Evaluasi pertumbuhan janin dengan USG setiap 3-4 minggu. d. Tes fungsi ginjal dengan pengukuran kreatinin serum. d. 4. 4. Tidak perlu pemberian diuretik. bila NST non reaktif. Pengelolaan obstetrik Tergantung umur kehamilan : a. Pemeriksaan dan monitoring pada ibu a. ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan. Terapi medikamentosa : 1.Umur kehamilan kurang 37 minggu . Tes fungsi hepar 2 kali seminggu. b. asam urat dan BUN. Bila penderita tidak inpartu . antihipertensi dan sedativum. Hipertensi yang menetap selama lebih 2 minggu.Gangguan visus . Proteinuria dipstick pada waktu masuk dan minimal diikuti 2 hari setelahnya. 2. e. Penimbangan berat badan pada saat ibu masuk rumah sakit dan penimbangan dilakukan tiap hari. b.Nyeri kepala frontal atau occipital. NST 2 kali seminggu c. Pengukuran produksi urin setiap 3 jam (tidak perlu dengan kateter tetap). c. Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda pre eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Vitamin pre natal. Hematokrit dan trombosit 2 kali seminggu. Proteinuria yang menetap selama lebih 2 minggu. Pemeriksaan laboratorium a. Pada dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. d. Indikasi pre eklampsia ringan yang dirawat inap (hospitalisasi) a. Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) : 1. Adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat. b. 5. c. 6. Profil biofisik janin. Hasil tes laboratorium yang abnormal. d.Nyeri kuadran kanan atas perut . Pengamatan yang cermat adanya edema pada muka dan abdomen. Pengukuran desakan darah setiap 4 jam kecuali ibu tidur. . Pemeriksaan kesejahteraan janin a. arteri uterina. 2.3. Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu. e. Tidak perlu restriksi konsumsi garam. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan impending eklampsia : . c. Ultrasound Doppler arteri umbilikalis.Nyeri epigastrium 3. Pengamatan gerakan janin setiap hari b.

ke-2. LDH. Kehamilan dipertahankan sampai timbul onset partus. Semua wanita hamil dengan keluhan nyeri pada kuadran atas abdomen tanpa memandang ada tidaknya tanda dan gejala pre eklampsia harus dipertimbangkan sindroma HELLP. kelemahan. kehamilan dapat dipertahankan sampai aterm. Tanda dan gejala pre eklampsia : hipertensi. SINDROMA HELLP Sindroma HELLP adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis. Bagian lain atas indikasi. Tanda kerusakan / disfungsi sel hepatosit : Kenaikan ALT. Penurunan haptoglobin. b. Tanda dan gejala yang tidak khas : mual. (H = Hemolisis. Klasifikasi Missisippi . Bagian penyakit jantung 3. Bila serviks matang pada taksiran tanggal persalinan dapat dipertimbangkan dilakukan induksi persalinan. Tanda-tanda hemolisis intravaskuler : a. b. (Semuanya mirip tanda dan gejala infeksi virus). Update : 23 Februari 2006 Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Klasifikasi sindroma HELLP : 1. LP = Low Platelets Count) Diagnosis sindroma HELLP : 1. dan kenaikan asam urat. proteinuria. EL = Elevated Liver Enzim. Peningkatan urobilinogen dalam urine. peningkatan enzim hepar. Kenaikan LDH. . 2005. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. Trombositopenia : Trombosit 150. c. disfungsi hepar dan trombositopenia. edema. d. nyeri kepala. malaise. Selama dirawat di rumah sakit dilakukan konsultasi pada : 1. 3.000/ml atau kurang. nyeri epigastrium. 4. Bagian penyakit mata 2. 2. AST. 2. Ed. muntah. AST dan bilirubin indirek. Apusan darah tepi : fragmentasi eritrosit. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan dapat diikuti dengan grafik Friedman atau partograf WHO.Umur kehamilan 37 minggu atau lebih 1.Bila tanda dan gejala tidak memburuk. 5.

000/ml atau adanya tanda koagulopati konsumtif maka harus diperiksa : .000 IU/l atau lebih. serum LDH 600. 3. 4. Trombotik angiopati 2.Kelas I : Trombosit 50. 4.Acute fatty liver of pregnancy.000/ml. .000 IU/l atau lebih. Dapat dipertimbangkan pemberian : a.000 sampai 100. Antepartum : diberikan double strength dexamethasone (double dose). gejala fulminant maka diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap 12 jam. Terapi dexamethasone dihentikan bila terjadi : 1. Kelas II : Trombosit lebih 50. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih.000/cc atau .000/ml. Perbaikan laboratorium : Trombosit lebih 100. misalnya : . 2. Pemberian dexamethasone rescue : a. Kelainan konsumtif fibrinogen. Transfusi trombosit bila trombosit kurang 50. hipertensi berat.000 sampai 150. c. Mengikuti terapi medikamentosa : pre eklampsia dan eklampsia.000/ml atau kurang. Diagnosa banding pre eklampsia-sindroma HELLP : 1. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. Perbaikan tanda dan gejala klinik pre eklampsia .000/cc. Sikap : Pengelolaan obstetrik . Klasifikasi Tennesse Kelas lengkap : Trombosit kurang 100. 2. .Sepsis. Antioksidan.000-150.Waktu tromboplastin parsial . Kelas III : Trombosit lebih 100. b. nyeri epigastrium. 5. AST 70 IU/l atau lebih. serum LDH 600.000/cc dan dengan eklampsia. Terapi Medikamentosa : 1.eklampsia.000/ml dan penurunan LDH. b.000/ml.Fibrinogen.Trombosit kurang 100. Bila trombosit kurang 50. 3. Jika didapatkan : . Penyakit ginjal primer.Hipovolemia berat / perdarahan berat. Pemeriksaan laboratorium untuk trombosit dan LDH setiap 12 jam. Postpartum : Dexamehasone diberikan 10 mg intravena setiap 12 jam 2 kali lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 jam 2 kali.000 IU/l atau lebih.000 IU/l atau lebih. AST dan/atau ALT 40 IU/l atau lebih. LDH 600. Kelainan jaringan ikat : SLE.Trombosit 100. serum LDH 600.Waktu protombin . 2. Kelas tidak lengkap : Bila ditemukan 1 atau 2 dari tanda-tanda diatas.

Denyut jantung janin ada 10. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1.Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP ialah aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa memandang umur kehamilan. Ed. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Warna perdarahan merah segar 4. Waktu terjadinya saat hamil 7. Perdarahan tidak berulang 3. Timbulnya tiba-tiba 6. PERDARAHAN ANTEPARTUM Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. ke-2. 2005. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. Perdarahan dengan nyeri 2. Warna perdarahan merah coklat 4. Denyut jantung janin biasanya tidak ada . Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. His biasanya tidak ada 8. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Presentasi mungkin abnormal. Rasa tegang saat palpasi 9. Persalinan dapat dilakukan pervaginam atau perabdomen. Sumber : Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. Perdarahan berulang 3. Plasenta previa 2. Timbulnya perlahan-lahan 6. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Kedokteran Feto Maternal POGI. His ada 8. Perdarahan tanpa nyeri 2.

Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. c. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. 2. Kehamilan kurang 37 minggu. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir.10. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. Anak mati . Penanganan aktif bila : a. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 5. 2. c. Etiologi plasenta previa belum jelas. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. USG untuk menentukan letak plasenta. b. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. 2. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Konservatif bila : a. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. 3. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. 3. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. 4. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. b. 4. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1.

Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. .Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. .Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. kadar . belum ada tanda renjatan.Persalinan per vaginam. uterus tidak tegang. janin hidup. lakukan seksio sesar. Bila terjadi perdarahan banyak.Plasenta previa totalis . Indikasi melakukan seksio sesar : .Panggul sempit. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir.Presentase abnormal.Pemeriksaan USG. kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Plasenta previa marginalis 2. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc. .Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Hb. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang. dan hematokrit. Penanganan aktif berupa : .Memberikan antibiotik bila ada indikasii. .Persalinan per abdominal. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap.Perawatan konservatif berupa : .Istirahat. . Plasenta previa letak rendah 3.Perdarahan banyak tanpa henti. pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan. . (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. . . Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb. berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Etiologi solusio plasenta belum jelas. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 4. 6. terdapat tanda pre renjatan. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. Penatalaksanaannya meliputi : 1. terdapat tanda renjatan. 2. memperbaiki anemia. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pre eklampsia berat. Pemberian transfusi darah 2. penderita dimobilisasi. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan. Perdarahan banyak. (2) . 7. pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc. fibrinogen. uterus tegang. 3. 2. janin mati. 3. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. hematokrit dan trombosit. menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan. Pelvik score kurang 5. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik. Bila proses berhenti secara berangsur. Panggul sempit. pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. gawat janin atau janin telah mati. kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. Letak lintang. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat. 5.fibrinogen plasma lebih 120 mg%. Pemberian infus oksitosin 4. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan.

Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag.S. berkerringat banyak. (editors). tekanan sistolik kurang 90 mmHg. . Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Sp. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin.Periksa tanda-tanda syok (pucat. Murah Manoe. dr. dilakukan persalinan pervaginam. Daftar Pustaka ______________ 1.Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. 1999. Jakarta. I. ukuran janin.Lakukan penilaian secara cepat mengenaii keadaan umum pasien. termasuk tanda-tanda vital (nadi. Sp. Perdarahan Antepartum. 1991 : 9-13. Makassar. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. Rumah Sakit Umum Pusat. Moerniaeni N. Hartono E. tekanan darah. dr. dr. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 22 minggu. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Rambulangi J. pingsan. pernapasan. Syahrul Rauf. dan suhu).. dr. Hendrie Usmany. khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Wahidin Sudirohusodo. deselerasi atau bradikardi.OG. I. nadi lebih 112 kali per menit). Penanganan umum perdarahan pada kehamilan muda : . Sp. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. ..OG. Ujung Pandang.OG. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan. 1997. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS.M. Update : 21 Februari 2006 Sumber : Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi. 2. Gasong MS. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum.

. Diagnosis abortus insipiens : . 3.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Perdarahan ringan membutuhkan waktu lebih 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. Jika tidak terlihat tandatanda syok. 3. .Jika pasien dalam keadaan syok.PID). segera mullai penanganan syok.Pasang infus dengan jarum infus besar ((16 G atau lebih). Jika terjadi syok.Serviks tertutup. berikan larutan garam fisiologik atau ringer laktat dengan tetesan cepat (500 cc dalam 2 jam pertama). dan cairan bebas intra abdomen.Jika dicurigai terjadi syok.. 4. sangat penting untuk memulai penanganan syok dengan segera. 2. . gejala abortus atau keluhan nyeri yang tidak biasa. massa adneksa.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang.Gejala / tanda : kram perut bawah dan uterus lunak.Bercak perdarahan hingga perdarahan sedang. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik pada wanita dengan anemia.Serviks tertutup atau terbuka.Gejala / tanda : limbung atau pingsan. .Uterus lebih kecil dari usia kehamilan normal . pengeluaran sebagian produk konsepsi. Diagnosis perdarahan pada kehamilan muda : 1.Serviks tertutup. serviks yang berdilatasi atau uterus yang lebih kecil dari seharusnya.Gejala / tanda : sedikit atau tanpa nyeri perut bawah. tetap pikirkan kemungkinan tersebut saat penolong melakukan evaluasi mengenai kondisi wanita karena kondisinya dapat memburuk dengan cepat. pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. nyeri perut bawah. 2. nyeri goyang porsio. Diagnosis abortus imminens : .Perdarahan sedang hingga masif (banyak). 1. Diagnosis abortus komplit : . . Catatan : Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik. kaku perut.Uterus sedikit membesar dari usia kehamilan normal . Pikirkan kemungkinan abortus pada wanita usia reproduktif yang mengalami terlambat haid (lebih 1 bulan sejak haid terakhir) dan mempunyai 1 atau lebih tanda berikut : perdarahan. . .Uterus sesuai dengan usia kehamilan. . . . lakukan pemeriksaan bimanual secara hati-hati karena kehamilan ektopik awal bisa sampai mudah pecah. kenali dan segera tangani komplikasi yang ada. dan riwayat ekspulsi hasil konsepsi. Diagnosis kehamilan ektopik terganggu : . Perdarahan berat membutuhkan waktu kurang 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain bersih. penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosis.

. lemah. dan keluar jaringan seperti anggur. . distensi abdomen.Perdarahan sedang hingga masif (banyak).Serviks terbuka. Jenis-Jenis Abortus ___________________ Jenis-jenis abortus : 1. Abortus komplit (seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan). dan belum terjadi ekspulsi hasil konsepsi. . Abortus yang disengaja 3. . . Abortus imminens (kehamilan dapat berlanjut). Mintalah bantuan lebih lanjut jika dibutuhkan. . Tanda dan gejala abortus antara lain nyeri abdomen bawah.Uterus sesuai usia kehamilan. Abortus insipiens (kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). tidak ada janin. dan demam. Abortus tidak aman 4. Abortus septik Abortus spontan adalah penghentian kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas (usia kehamilan 22 minggu). 5.Serviks terbuka. Komplikasinya adalah infeksi / sepsis.. Diagnosis abortus inkomplit : . Abortus spontan 2. perdarahan berlanjut. dan ekspulsi sebagian hasil konsepsi. 4. Komplikasinya adalah perlukaan uterus. nyeri lepas. . dan nyeri goyang serviks. Diagnosis abortus mola : .Serviks terbuka.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah.Perdarahan sedang hingga masif (banyak). Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi vakum manual secara berurutan. 3. abdomen terasa tegang & keras. demam. Tahapan abortus spontan meliputi : 1. mual-muntah. 2. Tanda dan gejala lainnya adalah nyeri / kaku pada abdomen. nyeri lepas. 6. kram perut bawah. vagina atau usus. sindrom mirip pre eklampsia. sekret & pus dari serviks. sekret vagina berbau.Gejala / tanda : mual / muntah.Uterus sesuai usia kehamilan. nyeri bahu. Penanganannya adalah mulai memberikan antibiotik sesegera mungkin sebelum melakukan aspirasi vakum manual. Antibiotiknya berupa ampisilin 2 gr IV tiap 6 jam ditambah gentamisin 5 mg/kgbb IV tiap 24 jam ditambah metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam sampai ibu bebas demam 48 jam. Abortus inkomplit (sebagian hasil konsepsi telah dikeluarkan).Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan . . uterus terasa lemas.Gejala / tanda : kram / nyeri perut bawah. lesu.

Sepsis merupakan komplikasi yang sering terjadi pada abortus tidak aman dengan menggunakan peralatan. obat-obat lokal atau bahan lainnya. . lakukan evaluasi uterus dengan aspirasi vakum manual. Penanganan abortus imminens : 1. Penanganan abortus insipiens : 1. Jika usia kehamilan kurang 16 minggu. Jika evaluasi tidak dapat. segera lakukan : .2 mg intramuskuler (dapat diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang sesudah 4 jam bila perlu). khususnya jika ditemukan uterus yang lebih besar dari yang diharapkan. periksalah adanya tanda-tanda infeksi atau adanya perlukaan uterus. mungkin menunjukkan kehamilan ganda atau mola. lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan.Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran hasil konsepsi dari uterus. Tidak perlu terapi hormonal (estrogen atau progestin) atau tokolitik (misalnya salbutamol atau indometasin) karena obat-obat ini tidak dapat mencegah abortus. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus tidak aman terjadi.Jika perlu. Perdarahan berlanjut. 3. . lakukan infus 20 unit oksitosin dalam 500 ml cairan intravena . vagina dan usus. 2.Berhenti : lakukan asuhan antenatal seperti biasa.Terus berlangsung : nilai kondisi janin (uji kehamilan atau USG). Abortus tidak aman adalah suatu prosedur yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam lingkungan yang tidak memenuhi standar medis minimal atau keduanya. Jika usia kehamilan lebih 16 minggu : . Jika perdarahan : .Abortus yang disengaja adalah suatu proses dihentikannya kehamilan sebelum janin mencapai viabilitas. Abortus septik adalah abortus yang mengalami komplikasi berupa infeksi-sepsis dapat berasal dari infeksi jika organisme penyebab naik dari saluran kemih bawah setelah abortus spontan atau abortus tidak aman. . 2.Berikan ergometrin 0. Sepsis cenderung akan terjadi jika terdapat sisa hasil konsepsi atau terjadi penundaan dalam pengeluaran hasil konsepsi. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. 4. Tidak perlu pengobatan khusus atau tirah baring total. lakukan penilaian jika perdarahan terjadi lagi. Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain.Tunggu ekspulsi spontan hasil konsepsi lalu evaluasi sisa-sisa hasil konsepsi.

(garam fisiologik atau larutan ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi hasil konsepsi. 5. 4. 2.Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mcg).Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi. . beri ergometrin 0. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. Konseling asuhan pasca keguguran dan pemantauan lanjut. Penanganan abortus inkomplit : 1. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. 3. Jika anemia berat berikan transfusi darah. evaluasi sisa hasil konsepsi dengan : . Tidak perlu evaluasi lagi.Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus. Penanganan abortus komplit : 1. Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Apabila terdapat anemia sedang.Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. 2. 4. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi dalam waktu 7 hari pada kehamilan yang tidak diinginkan : 1. Jika perdarahan berhenti. . Observasi untuk melihat adanya perdarahan banyak.2 mg intramuskuler atau misoprostol 400 mcg per oral. Pemantauan Pasca Abortus __________________________ Insidens abortus spontan kurang lebih 15% (1 dari 7 kehamilan) dari seluruh kehamilan. 3. . 3. Jika perdarahan banyak atau terus berlangsung dan usia kehamilan kurang 16 minggu.Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera. beri ergometrin 0. berikan tablet sulfas ferrosus 600 mg per hari selama 2 minggu. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang 16 minggu. Jika kehamilan lebih 16 minggu : . Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan. . evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. 2.2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per oral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu). Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai.

Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual.Metode kontrasepsi pasca abortus : 1. 5. berikan booster tetanus toksoid 0.Efektivitasnya tergantung dari tingkat kedisiplinan klien.Jika dicurigai adanya infeksi. berikan serum anti tetanus 1500 unit intramuskuler diikuti dengan tetanus toksoid 0. Alat penting yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kehamilan ektopik yang pecah adalah tes kehamilan dari serum yang dikombinasi dengan pemeriksaan USG. 3. Jika hemoglobin kurang 7 gram/dl. tunda prosedur sampai keadaan jelas.Waktu aplikasinya segera. . .Untuk pasangan yang ingin menghentikan fertilitas.Waktu aplikasinya segera. . Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. Penapisan kanker serviks. Jika klien pernah diimunisasi.Waktu aplikasinya segera. Alat kontrasepsi dalam rahim . Suntikan . 6. Implan . Jika diperoleh haril darah yang tidak membeku segera mulai penanganan. . Pil kontrasepsi .5 ml setelah 4 minggu. 2. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Tubektomi . Tuba Fallopii merupakan tempat tersering terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). 4.Sediakan metode alternatif (seperti kondom). . .Cukup efektif tetapi perlu ketaatan klien untuk minum pil secara teratur.Waktu aplikasinya segera. Beberapa wanita mungkin membutuhkan : 1.Jika pasangan tersebut mempunyai 1 anak atau lebih dan ingin kontrasepsi jangka panjang.Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih kembali.Waktu aplikasinya segera.5 ml atau jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi.Konseling untuk pilihan hormon tunggal atau kombinasi. . 4. . Jika riwayat imunisasi tidak jelas. 2.Tunda insersi jika hemoglobin kurang 7 gr/dl (anemia) atau jika dicurigai adanya infeksi. Kondom . tunda sampai anemia telah diperbaiki.Dapat mencegah penyakit menular seksual. 3. . .

Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu : 1. Jika terjadi perdarahan banyak dapat dilakukan autotransfusi apabila darah intraabdominal masih segar dan tidak terinfeksi atau terkontaminasi (pada akhir kehamilan.Kerusakan tuba yang kecil : lakukan salpingostomi (hasil konsepsi dikeluarkan dan tuba dipertahankan). Pucat. Pada laparatomi. 8. perubahan warna pada vagina & serviks. Diagnosis banding kehamilan ektopik yang tersering adalah abortus imminens. Nyeri lepas. .Tanda dan gejala kehamilan ektopik : 1. pembesaran payudara. 2. saat itu memungkinkan untuk memasukkan jarum melalui dinding abdomen dan darah dikumpulkan diset donor. Nyeri pada abdomen dan pelvis. 6. perlunakan serviks. Segera lakukan uji silang darah dan laparatomi. darah dapat terkontaminasi dengan air ketuban dan lain-lain sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk autotransfusi). 2. kista ovarium (terpuntir atau ruptur) dan appendisitis akut. Distensi abdomen dengan shifting dullness merupakan petunjuk adanya darah bebas. 7. Cara lain. Diagnosa banding lainnya adalah penyakit radang panggul akut & kronik. 3. USG dapat membedakan antara kehamilan ektopik. pembesaran uterus. Jika tidak ada fasilitas. Jangan menunggu darah sebelum melakukan pembedahan. 5.Kerusakan tuba yang berat : lakukan salpingektomi (hasil konsepsi dan tuba keduanya dikeluarkan). Ini merupakan terapi pilihan pada sebagian besar kasus. Distensi abdomen. bukalah abdomen : . Penanganan awal kehamilan ektopik : 1. frekuensi buang air kecil meningkat. Denyut nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). Kolaps dan kelelahan. segera rujuk ke fasilitas lebih lengkap dan lakukan penilaian awal. Darah dapat dikumpulkan sebelum pembedahan atau setelah abdomen dibuka : 1. eksplorasi kedua ovarium dan tuba Fallopii : . Gejala kehamilan awal berupa flek atau perdarahan ireguler. 3. 2. 4. Hipotensi. Hipovolemia. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan konservasi kesuburan karena resiko kehamilan ektopik berikutnya cukup tinggi. abortus imminens dan kista ovarium terpuntir. Sewaktu ibu berbaring di atas meja operasi sebelum operasi dan abdomen tampak tegang akibat terkumpulnya darah. Abdomen akut dan nyeri pelvis. mual. 2.

Resiko perforasi dengan menggunakan kuret tajam cukup tinggi. Penanganan selanjutnya : 1. Jadwalkan kunjungan berikutnya untuk pemantauan dalam waktu 4 minggu.Jika dibutuhkan dilatasi serviks.Ambil darah ke dalam suatu tempat dan saringlah darah dengan menggunakan kasa untuk memisahkan bekuan darah. . konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi.Lakukan pemantauan setiap 8 minggu selaama minimal 1 tahun pasca evakuasi dengan menggunakan tes kehamilan dengan urin karena adanya resiko timbulnya penyakit trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. Sebelum membolehkan ibu pulang. .Pasien dianjurkan untuk menggunakan konntrasepsi hormonal (apabila masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. .. Penanganan selanjutnya kehamilan mola : .Jika tidak tersedia kantong donor dengan antikoagulan. . siapkan peralatan aspirasi vakum manual minimal 3 set agar dapat digunakan secara bergantian hingga pengosongan kavum uteri selesai. rujuk ke pusat kesehatan tersier untuk pemantauan dan penanganan lebih lanjut. Perbaiki anemia dengan sulfas ferrous 600 mg/hr per oral selama 2 minggu. lakukan evaluasi uterus : . Jika tes kehamilan dengan urin tidak negatif setelah 8 minggu atau menjadi positif kembali dalam 2 tahun pertama. jika diinginkan. lakukan konseling dan nasehat mengenai prognosis kesuburannya. Update : 6 Maret 2006 Sumber : . . Penanganan awal kehamilan mola : Jika diagnosa kehamilan mola telah ditegakkan. 2. tambahkan sodium sitrat 10 ml untuk setiap 90 ml darah.Jika sumber vakum adalah tabung manual. Isi uterus cukup banyak tetapi penting untuk cepat dikosongkan.Tuangkan darah wanita tersebut ke dalam kantong dan masukkan kembali melalui set penyaring dengan cara biasa.Pengosongan dengan aspirasi vakum manuaal lebih aman daripada kuretase tajam.. merupakan hal yang penting. . 3. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya.Bersihkan bagian atas dari kantong darah dengan cairan antiseptik dan bukalah dengan pisau steril. gunakkan blok paraservikal. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan mola merupakan proliferasi abnormal dari vili khorialis.

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Editor : Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

PERDARAHAN ANTEPARTUM
Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada jalan lahir setelah kehamilan 20 minggu. (1) Klasifikasi perdarahan antepartum yaitu :(2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernya (idiopatik) Ciri-ciri plasenta previa : (2) 1. Perdarahan tanpa nyeri 2. Perdarahan berulang 3. Warna perdarahan merah segar 4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya perlahan-lahan 6. Waktu terjadinya saat hamil 7. His biasanya tidak ada 8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. Denyut jantung janin ada 10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12. Presentasi mungkin abnormal. Ciri-ciri solusio plasenta : (2) 1. Perdarahan dengan nyeri 2. Perdarahan tidak berulang 3. Warna perdarahan merah coklat 4. Adanya anemia dan renjatan yang tidak sesuai dengan keluarnya darah 5. Timbulnya tiba-tiba 6. Waktu terjadinya saat hamil inpartu 7. His ada 8. Rasa tegang saat palpasi 9. Denyut jantung janin biasanya tidak ada 10. Teraba ketuban yang tegang pada periksa dalam vagina 11. Penurunan kepala dapat masuk pintu atas panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah

rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu : (2) 1. Plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 2. Plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta. 3. Plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. 4. Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. (2) Diagnosis plasenta previa : (2) 1. Anamnesis : adanya perdarahan per vaginam pada kehamilan lebih 20 minggu dan berlangsung tanpa sebab. 2. Pemeriksaan luar : sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul. 3. Inspekulo : adanya darah dari ostium uteri eksternum. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta secara langsung dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi. Penatalaksanaan plasenta previa : (2) 1. Konservatif bila : a. Kehamilan kurang 37 minggu. b. Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb masih dalam batas normal). c. Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (dapat menempuh perjalanan selama 15 menit). 2. Penanganan aktif bila : a. Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. b. Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. c. Anak mati Perawatan konservatif berupa : - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, dan hematokrit. Bila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan.

Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. Penanganan aktif berupa : - Persalinan per vaginam. - Persalinan per abdominal. Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. Bila pada pemeriksaan dalam didapatkan : 1. Plasenta previa marginalis 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar. Indikasi melakukan seksio sesar : - Plasenta previa totalis - Perdarahan banyak tanpa henti. - Presentase abnormal. - Panggul sempit. - Keadaan serviks tidak menguntungkan (beelum matang). - Gawat janin Pada keadaan dimana tidak memungkinkan dilakukan seksio sesar maka lakukan pemasangan cunam Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu : 1. Ringan : Perdarahan kurang 100-200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 120 mg%. 2. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg%. 3. Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan plasenta bisa terjadi lebih 2/3 bagian atau keseluruhan. Etiologi solusio plasenta belum jelas. (2)

Penatalaksanaan solusio plasenta : (2) Tergantung dari berat ringannya kasus. Pada solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif lalu tentukan apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila proses berhenti secara berangsur, penderita dimobilisasi. Selama perawatan dilakukan pemeriksaan Hb, fibrinogen, hematokrit dan trombosit. Pada solusio plasenta sedang dan berat maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, memperbaiki anemia, menghentikan perdarahan dan mengosongkan uterus secepat mungkin. Penatalaksanaannya meliputi : 1. Pemberian transfusi darah 2. Pemecahan ketuban (amniotomi) 3. Pemberian infus oksitosin 4. Kalau perlu dilakukan seksio sesar. Bila diagnosa solusio plasenta secara klinis sudah dapat ditegakkan, berarti perdarahan yang terjadi minimal 1000 cc sehingga transfusi darah harus diberikan minimal 1000 cc. Ketuban segera dipecahkan dengan maksud untuk mengurangi regangan dinding uterus dan untuk mempercepat persalinan diberikan infus oksitosin 5 UI dalam 500 cc dekstrose 5 %. Seksio sesar dilakukan bila : 1. Persalinan tidak selesai atau diharapkan tidak selesai dalam 6 jam. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan tidak ada atau kurang 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Pre eklampsia berat. 7. Pelvik score kurang 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni pada selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa belum jelas. (2) Diagnosis vasa previa : (2) Pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal dari janin dan untuk mengetahuinya

Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum.dapat dilakukan dengan tes Apt dan tes Kleihauer-Betke serta hapusan darah tepi. Gejala Klinis (4) _____________ Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi : 1. Gasong MS. 1997. Bila ada keraguan tentang viabilitas janin. diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau . Moerniaeni N. Patofisiologi (4) _____________ Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Update : 21 Februari 2006 PRE EKLAMPSIA & EKLAMPSIA A. Penatalaksanaan vasa previa : (2) Sangat bergantung pada status janin. Pre Eklampsia Ringan _______________________ Pengertian (1. Bila janin hidup dan cukup matur dapat dilakukan seksio sesar segera namun bila janin sudah meninggal atau imatur. 1991 : 9-13. maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan janin dengan USG dan kardiotokografi.3) __________ Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. dilakukan persalinan pervaginam. Perdarahan Antepartum. Jakarta. 2. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. Penyakit ini dianggap sebagai "maladaptation syndrome" akibat vasospasme general dengan segala akibatnya. Hartono E. tentukan lebih dahulu umur kehamilan. Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih. ukuran janin. Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS. Daftar Pustaka ______________ 1.2. Rambulangi J. I. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Ujung Pandang.

(1) Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria :(1) 1. Kehamilan lebih 20 minggu. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu).3 gram/liter/24 jam. urine lengkap. persalinan . 3.3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). Edema pada pretibia. Penatalaksanaan (2) _______________ Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan : . dinding perut. Edema tekan pada tungkai (pretibial). dinding abdomen.Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka pre eklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat.Kunjungan ulang setiap 1 minggu. lumbosakral. .Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring). kualitatif (++). . trombosit. lumbosakral.sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg. fungsi hati. Pemeriksaan dan Diagnosis (4) _________________________ 1. Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan : 1. Proteinuria lebih 0. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat . Kehamilan preterm (kurang 37 minggu) a. wajah atau tangan. 3. 3. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan. .Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin. 2.Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari.Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. . 4. wajah atau tungkai.Diet : cukup protein. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia.Roborantia . 2. rendah karbohidraat. hematokrit. 2. lemak dan garam. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit). fungsi ginjal. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan. . Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0. asam urat darah. diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.

Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia.4. Janin . ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan). Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal. b.(3. Ibu . Pre Eklampsia Berat ______________________ Pengertian (4) __________ Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih) . Indikasi (salah satu atau lebih) a.Adanya tanda IUGR . 2. 2.5) 1.Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan.ditunggu sampai aterm.Usia kehamilan 37 minggu atau lebih . B. Penatalaksanaan (1) _______________ Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre eklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi : 1. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. Cara persalinan . 3. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Perawatan Aktif ---------------Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST & USG). Bila perlu memperpendek kala II.Hasil fetal assesment jelek (NST & USG) . b.Persalinan dapat dilakukan secara spontan.

9) b. Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. (Syakib Bakri. lemak dan garam. Antasida 5. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. 4. .(4) Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. diberikan digitalisasi cepat dengan cedilanid D. Pengobatan Medisinal ____________________ Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : 1.c. Lain-lain : . 6. trombositopenia). Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. 1997) 9.Adanya "HELLP syndrome" (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. mata. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat 7. (4) 8.Konsul bagian penyakit dalam / jantung. rendah karbohidrat. Diet cukup protein. 10. Tirah baring miring ke satu sisi. Dosis yang biasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg.Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38.Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. d. Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam. Antihipertensi diberikan bila : a. maksimal 4-5 kali. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Laboratorium .5 derajat celcius dapat dibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 cc IM. . Tanda vital diperiksa setiap 30 menit. payah jantung kongestif atau edema anasarka. c.(3) 3. . Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja. refleks patella setiap jam. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. (8. Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung. . Segera masuk rumah sakit 2.Antibiotik diberikan atas indikasi. catapres injeksi.

Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). fungsi jantung terganggu. Pengobatan Obstetrik _____________________ Cara Terminasi Kehamilan yang Belum Inpartu --------------------------------------------1. Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. . MgSO4 dihentikan bila :(7) a.7) .7) b.Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%. Syarat-syarat pemberian MgSO4 :(4. .(3) 3. .(6) 2.Pemberian Magnesium Sulfat --------------------------Cara pemberian magnesium sulfat : 1.5 cc/kgBB/jam). depresi SSP. refleks fisiologis menurun.Berikan oksigen.Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. 1 gram (10% dalam 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit.Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0.(4) 2.Syarat tetesan oksitosin tidak dipenuhi (nilai Bishop kurang dari 5) atau adanya kontraindikasi tetesan oksitosin.Fetal assesment jelek . Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat :(7) .Hentikan pemberian magnesium sulfat . Seksio sesaria bila : . c. hipotensi. Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otot-otot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. Induksi persalinan : tetesan oksitosin dengan syarat nilai Bishop 5 atau lebih dan dengan fetal heart monitoring.Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit. 4.Refleks patella positif kuat .Lakukan pernapasan buatan. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3. . .(3. Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM.7 cm.

Fase aktif : . (1. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dahulu MgSO4 20% 2 gram intravenous. 2.Amniotomi saja . 3. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. 2.2) --------------------------------------------Kala I ------1.. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan pre eklampsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai pre eklampsia ringan . terminasi ditunda 2 kali 24 jam untuk memberikan kortikosteroid.2) _____________________ 1. cukup intramuskuler saja dimana 4 gram pada bokong kiri dan 4 gram pada bokong kanan. Pada kehamilan 32 minggu atau kurang. c. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan intravenous.Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap maka dilakukan seksio sesaria (bila perlu dilakukan tetesan oksitosin). Amniotomi dan tetesan oksitosin dilakukan sekurang-kurangnya 3 menit setelah pemberian pengobatan medisinal. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda pre eklampsia ringan. Penderita dipulangkan bila : a. 4. Pengobatan obstetri : a. Fase laten : 6 jam belum masuk fase aktif maka dilakukan seksio sesaria. Indikasi : Bila kehamilan preterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik.2) Cara Terminasi Kehamilan yang Sudah Inpartu (1. selambat-lambatnya dalam 24 jam. b. Pada primigravida lebih diarahkan untuk dilakukan terminasi dengan seksio sesaria. Kala II -------Pada persalinan per vaginam maka kala II diselesaikan dengan partus buatan. Pengobatan medisinal : Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. b. d. bila keadaan memungkinkan.12 jam setelah dimulainya tetesan oksitosin belum masuk fase aktif. Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre eklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. Perawatan Konservatif (1.

edema dan proteinuria) .(diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Pengobatan Medisinal Sama seperti pengobatan pre eklampsia berat kecuali bila timbul kejang-kejang lagi maka dapat diberikan MgSO4 2 gram intravenous selama 2 menit minimal 20 menit setelah pemberian terakhir. 2.Fungsi hematologi / hemostasis. paru-paru dan jantung yakni terjadi nekrosis dan perdarahan pada organorgan tersebut. Untuk menghentikan dan mencegah kejang.2) Eklampsia adalah kelainan akut pada wanita hamil. Mengakhiri kehamilan dengan trauma ibu seminimal mungkin. Pemeriksaan dan diagnosis (4) 1. C.Kadang-kadang disertai gangguan fungsi organ.Tanda-tanda pre eklampsia (hipertensi.Fungsi organ hepar. mata. Patofisiologi (4) Sama dengan pre eklampsia dengan akibat yang lebih serius pada organ-organ hati. Dosis tambahan 2 gram hanya diberikan 1 kali saja. dan jantung . Pemeriksaan laboratorium . khususnya hipertensi krisis 3. otak.2) Tujuan pengobatan : 1. Perawatan bersama : konsul bagian saraf. Eklampsia Pengertian (1. anestesi dan anak. Perawatan pada serangan kejang : di kamar isolasi yang cukup terang / ICU . Berdasarkan gejala klinis di atas 2.Kehamilan lebih 20 minggu atau persalinnan atau masa nifas . Sebagai penunjang untuk mencapai stabilisasi keadaan ibu seoptimal mungkin 4.Kejang-kejang dan/atau koma . Mencegah dan mengatasi penyulit. dalam persalinan atau masa nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang (bukan timbul akibat kelainan neurologik) dan/atau koma dimana sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala pre eklampsia. Gejala Klinis (4) . ginjal. Bila setelah diberi dosis tambahan masih tetap kejang maka diberikan amobarbital / thiopental 3-5 mg/kgBB/IV perlahan-lahan.Adanya protein dalam urin . penyakit dalam / jantung. Penatalaksanaan (1. ginjal.

Soetomo. Salgas Gestosis POGI.2) 1. Gumilar E. Fields DH. Kaufman SA.Fase laten . Dibacakan pada seminar dan lokakarya Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia Berat. Pengobatan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia dengan Magnesium Sulfat dan Diazepam pada Beberapa Rumah Sakit Bersalin di Ujung Pandang. z : 144-148. Handaya. Bhalla AK. Ed. Panduan Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia. 2. ke-2. 3. Bilamana diakhiri. dkk. Quick Deference to Obgyn Procedure. Waspodo D. Sombolinggi A. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Surabaya. sikap dasar : Kehamilan diakhiri bila sudah terjadi stabilisasi (pemulihan) hemodinamik dan metabolisme ibu. 4. Januari 1993. Abadi A. Tindakan seksio sesar dilakukan pada keadaan : . Aust NZ J Obstet Gynecol 1994 : 34. Penanganan Pre Eklampsia Berat / Eklampsia. Laboratorium / UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 1994. 1.Setelah pemberian obat-obat antihipertensi terakhir . Stabilisasi ibu dicapai dalam 48 jam setelah salah satu atau lebih keadaan dibawah : . Uktolsea F. 1994. Apabila penderita sudah inpartu pada fase aktif. Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bag. Dhall K.Setelah pemberian obat anti kejang terakhir. langsung dilakukan amniotomi lalu diikuti partograf. Skripsi Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas . Pedoman Diagnosis dan Terapi RSUD Dr. 1-8. 2. 3.Pengobatan Obstetrik (1. eds. Cet. Daftar Pustaka ______________ 1.Penderita belum inpartu . In : Barber HRK.Penderita mulai sadar (responsif dan orientasi) Terminasi Kehamilan (4) 1. 6. Apabila pada pemeriksaan. . 2.Gawat janin Tindakan seksio sesar dikerjakan dengan mempertimbangkan keadaan atau kondisi ibu. syarat-syarat untuk mengakhiri persalinan per vaginam dipenuhi maka persalinan tindakan dengan trauma yang minimal. Sukaputra B. Bila ada kemacetan dilakukan seksio sesar. Philadelphia : AB Lippincoti Company. 1990 : 166-173. Sikap dasar : Semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri dengan tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Fields DH. POGI. Jakarta : Gaya baru. A Safer and More Effective Treatment Regimen for Eclampsia. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. 5. 1985. 7. Djuarsa E. Gestationally Induced Hypertention. Dhall 61.Setelah kejang terakhir .

Basic Gynecology and Obstetrics. Bakri S. lakukan periksa dalam. Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilakukan partus per vasginam dengan usia kehamilan ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram. timbul tiba-tiba atau pasca koitus. Dibacakan pada Simposium Penanganan Pre Eklampsia dan Eklampsia. dan apakah ada penyakit sistemik. 426-431. Connecticut Appleton and Lange. dan bila banyak dapat terbentuk bekuan darah. Inspekulo : apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. trauma. 9. 8. Desember 1996. Pemeriksaan Status Generalis Tanda vital dan keadaan umum pasien. solusio plasenta. plasenta (letak. Ujung Pandang. kelainan serviks. Cunningham FG. . dan kelainan). Update : 22 Januari 2006 Timbul perdarahan pada kehamilan ³ 20 minggu. Pemeriksaan Status Obstetrik Periksa Luar : apakah bagian terbawah janin sudah masuk PAP. 1992. Hipertensi pada Wanita Hamil. Jumlah darah yang keluar sesuai dengan beratnya keadaan pasien. USG : biometri janin. Tanyakan siklus haid dan hari pertama haid terakhir. presentasi kepala dan ada kecurigaan plasenta praevia. DIAGNOSIS BANDING Plasenta praevia. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. 1993. Bila tidak teraba bantalan plasenta. dan lakukan pemeriksaan Leopold bila kehamilan di atas 36 minggu. Perabaan Forniks : dilakukan bila kehamilan > 28 minggu. tidak disertai atau dapat disertai nyeri perut (kontraksi uterus).Hasanuddin Ujung Pandang. varises vagina pecah. apakah ada kelainan letak. apakah sudah pernah di USG. Gant NF. ICA. berwarna merah segar. derajat maturasi.

2. infeksi. b. reaksi transfusi. lama perawatan sampai usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram ditambah perawatan pasca persalinan. 3. Kardiotokografi : kehamilan > 28 minggu. Achmad Mediana Endjun. a. Bila ada penyulit. hipotonia atau atonia uteri. Laboratorium : darah perifer lengkap. Jelondra Djoesman. a. Bawono Hasan. prematuritas. Bambang Winarno . PENYULIT Karena Penyakit. infeksi. Kesembuhan : diharapkan sempurna. Sanny Santana. seksio sesarea : 3 bulan. KELUARAN Komplikasi : diharapkan minimal atau tidak ada. Karena Tindakan / Terapi. b. MASA PEMULIHAN Partus per vaginam : 42 hari. Author Judi Januadi Endjun. BBLR. lama perawatan dapat lebih lama lagi. RDS. infeksi LAMA PERAWATAN Bila pasien akan dilakukan tindakan konservatif. Pada Janin : asfiksia. KONSULTASI Spesialis Anak dan Spesialis Anestesi PERAWATAN RUMAH SAKIT Setiap pasien dengan perdarahan antepartum perlu segera dirawat. Pada Janin : asfiksia. Pada Ibu : kelebihan cairan. Pada Ibu : renjatan.

Jakarta. In : Williams Obstetrics. it's called a marginal previa. RSPAD Gatot Soebroto. But if it persists into later pregnancy. 2. next to or covering your cervix. 3.) If the edge of the placenta is within 2 centimeters of the cervix but not bordering it. Obstetrical Hemorrhage.PUSTAKA 1. which may require you to deliver early and can lead to other complications. you'll need to have a c-section. it can cause bleeding. it means that your placenta is lying unusually low in your uterus. Placenta previa is not usually a problem early in pregnancy. What is placenta previa? If you have placenta previa. 1994. it's called a complete or total previa. 1996. If the placenta covers the cervix completely. If it's right on the border of the cervix. (You may also hear the term "partial previa." which refers to a placenta that covers part of the cervical opening once the cervix starts to dilate. it's called a low-lying placenta. Departemen Obstetri dan Ginekologi. If you have placenta previa when it's time to deliver your baby. 21st Ed. . The location of your placenta will be checked during your midpregnancy ultrasound exam. Standar Pelayanan Medik Obstetri Ginekologi. Cunningham et al. Balai Penerbit FKUI. 2001. New York. POGI Standar Pelayanan Medik Obstetri dan Ginekologi Bagian I. Jakarta. The placenta is the pancake-shaped organ — normally located near the top of the uterus — that supplies your baby with nutrients through the umbilical cord. Cetakan Kedua.

it doesn't actually move. 1991). the placenta may still move away from the cervix (although the later it's found. an ultrasound will be done then to find out what's going on. Even if previa is discovered later in pregnancy. but it can end up farther from your cervix as your uterus expands. . As your pregnancy progresses. it's likely to grow toward the richer blood supply in the upper part of the uterus. the less likely this is to happen). 1992). A placenta that completely covers the cervix is more likely to stay that way than one that's bordering it (marginal) or nearby (low-lying). Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono.What happens if I'm diagnosed with placenta previa? It depends on how far along you are in pregnancy. (Rustam Mochtar.) Only about 10 percent of women who have placenta previa noted on ultrasound at midpregnancy still have it when they deliver their baby. If you have any vaginal bleeding in the meantime. (Since the placenta is implanted in the uterus. sehingga janin dilahirkan melalui perut dan dinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan utuh dan sehat. as the placenta itself grows. Sesuai pengertian di atas maka penulis mengambil kesimpulan. sectio caesaria adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus persalinan buatan. Also. You'll have a follow-up ultrasound early in your third trimester to check on the location of your placenta. Pengertian sectio caesaria Ada beberapa pengertian mengenai sectio caesaria : Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Don't panic if your second trimester ultrasound shows that you have placenta previa. your placenta is likely to "migrate" farther from your cervix and no longer be a problem.

Rustam. kelainan kongenital berat (monster). sectio caesaria dapat dilakukan sebagai berikut : • • • Sayatan memanjang (longitudinal) menurut Kronig Sayatan melintang (transversal) menurut Kerr Sayatan huruf T (T-incision) (Mochtar. syok. Sectio caesaria transperitonialis yang terdiri dari : 2.Ibu o Indikasi sectio caesaria o disproporsi kepala panggul/CPD//FPD o Disfungsi uterus o Distosia jaringan lunak o Plasenta previa o Janin besar o Gawat janin o Letak lingtang Kontra indikasi sectio caesaria : pada umumnya sectio caesarian tidak dilakukan pada janin mati. Sektio caesaria ekstraperitonealis. sebelum diatasi. Sektio caesaria ismika atau profunda atau low cervical dengan insisi pada segmen bawah rahim 1. (Sarwono. 1992) . anemi berat. 1991) Sektio caesaria abdominalis Tipe operasi sektio caesaria • • Sektio caesaria klasik atau korporal dengan insisi memanjang pada korpus uteri. yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka kavum abdominalis. Sektio Caesaria vaginalis Menurut sayatan pada rahim.

Pada anak Seperti halnya dengan ibunya. 1999). Menurut statistik di negara – negara dengan pengawasan antenatal dan intra natal yang baik. anestesi. angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 % (Mochtar Rustam. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi. Angka kematian ibu pada rumah-rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga – tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. dan sebagainya jarang terjadi. kematian perinatal pasca sectio caesaria berkisar antara 4 dan 7 %.Prognosis • • • Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. 2. Komplikasi 1. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dari fasilitas neonatal yang sempurna. 1992). penyediaan cairan dan darah. nasib anak yang dilahirkan dengan sectio caesaria banyak tergantung dari keadaan yang menjadi alasan untuk melakukan sectio caesaria. (Sarwono. Nasib janin yang ditolong secara sectio caesaria sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. Pemeriksaan diagnostik • • • • • • Pemantauan janin terhadap kesehatan janin Pemantauan EKG JDL dengan diferensial Elektrolit Hemoglobin/Hematokrit Golongan dan pencocokan silang darah . indikasi dan antibiotika angka ini sangat menurun. embolisme paru. Pada Ibu • • • Infeksi puerperal Perdarahan Komplikasi lain seperti luka kandung kencing.

Buat laporan operasi dan cantumkan hasil pemeriksaan diatas pada lembar laporan. 1998) Periksa tekanan darah. singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan pada No. jenis kelamin. Ultrasound sesuai pesanan (Tucker. Pemberian oksitosin sesuai indikasi. lembar operasi ditandatangani oleh operator.• • • • Urinalisis Amniosentesis terhadap maturitas paru janin sesuai indikasi Pemeriksaan sinar x sesuai indikasi. Susan Martin. ukur jumlah urin yang tertampung dikantong urin. frekuensi nadi dan pernafasan. Buat instruksi perawatan yang meliputi : • • • • • • • • • • • • • Perawatan pasca operasi Jadwal pemeriksaan ulang tekanan darah. frekuensi nadi dan nafas. nilai APGAR dan kondisi bayi saat lahir. Penatalaksanaan medis Cairan IV sesuai indikasi. Catat lama operasi. regional atau general Perjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. 1 dan 2. periksa/kultur jumlah perdarahan selama operasi. Tes laboratorium/diagnostik sesuai indikasi. Jadwal pengukuran jumlah produksi urin Berikan infus dengan jelas. Anestesia. Tanda vital per protokol ruangan pemulihan Persiapan kulit pembedahan abdomen Persetujuan ditandatangani. .

kegagalan untuk melanjutkan persalinan. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. 1998) yaitu . malposisi janin. Perencanaan 1. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. data yang dapat ditemukan meliputi distress janin. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. Susan Martin. prolaps tali pust. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. 5. 2. Susan Martin. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang prosedur dan perawatan sebelum melahirkan sesar. 1998) Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan yang dapat muncul pada klien dengan post operasi sectio caesaria ada 6 (Tucker. 4. (Tucker. 6. abrupsio plasenta dan plasenta previa. Tujuan : . Intervensi : • Diskusikan dengan ibu dan orang terdekat alasan untuk seksio saesaria. 3. 1.Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan. .• Pemasangan kateter foley Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Pelaksanaan asuhan keperawatan masa nifas pada post operasi sectio caesaria melalui pendekatan proses keperawatan dengan melaksanakan : Pengkajian Pada pengkajian klien dengan sectio caesaria.

Dapatkan urine untuk urinalisis. Tujuan : Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman. • Perhatikan dokumentasikan. seperti perubahan posisi atau menyokong dengan bantal. • • Anjurkan pasien untuk batuk. atau kongesti jalan napas atas. membalik. Demostrasikan pembebatan untuk menyokong insisi. elektrolit. ronki terdengar. • Dokumentasikan dan laporkan peningkatan frekuensi pernafasan. penurunan mobilitas. dan identifikasi keluhan nyeri pada sisi insisi. Berikan tindakan kenyamanan lain yang dapat membantu. 3. rales. 2. • • Berikan obat nyeri sesuai pesanan dan evaluasi efektivitasnya. Kerusakan perfusi jaringan kardiopulmoner dan perifer yang berhubungan dengan interupsi aliran sekunder terhadap imobilitas pasca operasi. wajah meringis terhadap nyeri.• • • • Jelaskan prosedur praoperasi “normal” dan resiko variasi untuk situasi saat ini. Ambil darah untuj JDL. Intervensi : • Antisipasi kebutuhan terhadap obat nyeri dan atau metode tambahan penghilang nyeri. batuk non produktif. Intervensi : • Kaji status pernafasan dengan tanda vital. . golongan darah dan skrin. Nyeri yang berhubungan dengan kondisi pasca operasi. Saksi penandatanganan persetujuan tindakan dan dapatkan tanda vital dasar. Tujuan : − Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan − Menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. abdomen. dan napas dalam setiap 2 jam selama hari pascaoperasi pertama. perilaku distraksi/penghilang.

• • • Penggantian pembalut atau sesuai pesanan Kaji fundus. Resiko terhadap perubahan pola eliminasi perkemihan dan/atau konstipasi yang berhubungan dengan manipulasi dan/atau trauma sekunder terhadap sectio caesaria. • Berikan tekhnik untuk mendorong berkemih sesuai kebutuhan.Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar. 4. Resiko terhadap infeksi atau cedera yang berhubungan dengan prosedur pembedahan.• Anjurkan penggunaan spirometer insentif. Anjurkan ibu untuk ambulasi sesuai toleransi. Tujuan : . Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan melahirkan caesar. • Observasi insisi terhadap infeksi. Tujuan : − Insisi bedah dan kering. Palpasi abdomen bawah bila pasien melaporkan distensi kandung kemih dan ketidakmampuan untuk berkemih. − Involusi uterus berlanjut secara normal Intervensi : • Pantau terhadap peningkatan suhu atau takikardia sebagai tanda infeksi. tanpa tanda atau gejala infeksi. Intervensi : . 5. Intervensi : • Anjurkan berkemih setiap 4 jam sampai 6 jam bila mungkin. Massage fundus uteri bila menggembung dan tidak tetap keras 6. Tujuan : − Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan − Mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan. lochia. dan kandung kemih dengan tanda vital sesuai pesanan. • • • Jelaskan prosedur perawatan perineal per kebijakan rumah sakit.

Tindakan keperawatan mandiri ini ditetapkan dengan standar praktek American Nurses Association.• • • • • Diskusikan tentang perawatan insisi. undang – undang praktik keperawatan negara bagian. Frekuensi dokumentasi terhantung pada kondisi klien dan terapi yang diberikan. Setiap klien harus dikaji dan dikaji ulang sesuai dengan kebijakan institusi perawatan kesehatan (Allen. . Jelaskan tentang perawatan payudara dan ekspresi manual bila menyusui. tidak mulai latiha keras sampai diizinkan oleh dokter. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respons klien terhadap asuhan keperawatan. catatan perawat ditulis minimal setiap shift dan diagnosa keperawatan dicatat di rencana asuhan keperawatan. Carol Vestal. Tindakan keperawatan kolaboratif Tindakan keperawatan kolaboratif diimplementasikan bila perawat bekerja dengan anggota tim perawatan kesehatan yang lain dalam membuat keputusan bersama yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah klien. Di rumah sakit. Klien keluar dari siklus proses keperawatan apabila kriteria hasil telah dicapai. gejala infeksi dan pentingnya diet nutrisi. Komponen tahap implementasi terdiri dari : 1. Jelaskan tentang pentingnya periode istirahat terencana. berubah dari merah ke coklat sampai putih. 2. Instruksi keperawatan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. Jelaskan bahwa lochia dapat berlanjut selama 3 – 4 minggu. dan kebijakan institusi perawatan kesehatan. Jelaskan pentingnya latihan. Pelaksanaan Selama tahap implementasi perawat melaksanakan rencana asuhan keperawatan. Tindakan keperawatan mandiri Tindakan keperawatan mandiri dilakukan tanpa pesanan dokter. Klien akan masuk kembali ke dalam siklus apabila kriteria hasil belum tercapai. 3. 1998) Evaluasi Tahap evaluasi adalah perbandingan hasil – hasil yang diamati dengan kriteria hsil yang dibuat pada tahap perencanaan.

Jakarta. (1998) Memahami Proses Keperawatan. Berkemih secara spontan tanpa ketidaknyamanan dan mengalami defeksi dalam 3 sampai 4 hari setelah pembedahan Insisi bedah dan kering. EGC. Ilmu Kebidanan. 3.(1999). kriteria evaluasi adalah sebagai berikut : • Pasien akan mengungkapkan rasional untuk melahirkan sesar dan bekerjasama dalam persiapan prabedah • Nyeri diminimalkan/dikontrol dan pasien mengungkapkan bahwa ia nyaman • Pasien tidak mengalami kongesti pernafasan dan menunjukkan tak ada tanda atau gejala emboli pulmonal atau trombosis vena dalam selama perawatan di rumah sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 6. Jakarta. EGC.(1998). 7.(1995) Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas.Komponen tahap evaluasi terdiri dari pencapaian kriteria hasil. Edisi 2 Cetakan II Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. (1997). keefektifan tahap – tahap proses keperawatan dan revisi atau terminasi rencana asuhan keperawatan. Jakarta. Hamilton. 4. tanpa tanda atau gejala infeksi. Edisi 6. (1999). Cristina. Muchtar. (1998). 8.(1993) Perawatan Kebidanan. Sarwono Prawiroharjo. Allen. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Manuaba. 5. Ibrahim S. Sinopsis Obstetri. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Carol Vestal. Jakarta. involusi uterus berlanjut secara normal Klien mengungkapkan pemahaman tentang perawatan melahirkan sesar • • • Sumber: 1. Carol Vestal. Jakarta. EGC. Ida Bagus Gde. (Allen. Ilmu Kebidanan. Bratara Jakarta. . Jakarta. Edisi 2.. Jilid 1. EGC. Bedah Kebidanan Martius. Rustam. Jakarta. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. ______________. Penerbit Buku Kedokteran. Martius. Gerhard. Persis Mary. 1998) Pada evaluasi klien dengan post operasi sectio caesaria. 2.

Volume 4. Standar Perawatan Pasien. Jenis – jenis operasi sectio caesarea • Abdomen (sectio caesarea abdominalis) • Sectio caesarea transperitonealis • SC klasik atau corporal (dengan insisi memanjang pada corpus uteri) Dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira-kira 10 cm. Yayasn Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. EGC. Ilmu Bedah Kebidanan.1. Edisi 5. (1998). ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PANGGUL SEMPIT Pengertian Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim. Tucker. (1991). Jakarta. 2. 2. Susan Martin. Kelebihan : • Mengeluarkan janin dengan cepat • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik . Edisi 1 Cet. _____________. Penerbit Buku Kedokteran.

• Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal Kekurangan • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim) Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm Kelebihan : • Penjahitan luka lebih mudah • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum • Perdarahan tidak begitu banyak • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil Kekurangan : • Luka dapat melebar kekiri. dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi • SC ektra peritonealis yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis dengan demikian tidak membuka cavum abdominal • Vagina (section caesarea vaginalis) Menurut sayatan pada rahim. kanan. Sayatan memanjang ( longitudinal ) . sectio caesarea dapat dilakukan sebagai berikut : 1.

Sayatan melintang ( Transversal ) 3.2. dengan pertimbangan hal-hal yang perlu tindakan SC proses persalinan normal lama/ kegagalan proses persalinan normal ( Dystasia ) • Fetal distress • His lemah / melemah • Janin dalam posisi sungsang atau melintang • Bayi besar ( BBL ³ 4. dengan suhu meningkat dalam beberapa hari • Sedang.2 kg ) • Plasenta previa • Kalainan letak • Disproporsi cevalo-pelvik ( ketidakseimbangan antar ukuran kepala dan panggul ) • Rupture uteri mengancam • Hydrocephalus • Primi muda atau tua • Partus dengan komplikasi • Panggul sempit • Problema plasenta • Komplikasi Kemungkinan yang timbul setelah dilakukan operasi ini antara lain : • Infeksi puerperal ( Nifas ) • Ringan. Sayatan huruf T ( T insicion ) • Indikasi Operasi sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan resiko pada ibu ataupun pada janin. suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut sedikit kembung .

2002) adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. sepsis dan usus paralitik • Perdarahan • Banyak pembuluh darah yang terputus dan terbuka • Perdarahan pada plasenta bed • Luka kandung kemih. • Immediate post partum Minggu pertama post partum. • Late post partum Minggu kedua sampai dengan minggu keenam. masa nifas berlangsung selama ± 6 minggu. . (Obstetri Fisiologi. emboli paru dan keluhan kandung kemih bila peritonealisasi terlalu tinggi • Kemungkinan rupture tinggi spontan pada kehamilan berikutnya • Post Partum • DEFINISI PUERPERIUM / NIFAS Adalah masa sesudah persalinan dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.• Berat. 1983) • PERIODE Masa nifas dibagi dalam 3 periode: • Early post partum Dalam 24 jam pertama. (Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. peritonealis.

• TUJUAN ASUHAN KEPERAWATAN • Menjaga kesehatan Ibu dan bayinya. jumlah meningkat saat berdiri. Jumlah keluaran rata-rata 240-270 ml. • TANDA DAN GEJALA • Perubahan Fisik • Sistem Reproduksi • Uterus • Involusi : Kembalinya uterus ke kondisi normal setelah hamil. • Serosa (pink kecoklatan) • Alba (kuning-putih) : 10-14 hari Lochea terus keluar sampai 3 minggu. nutrisi. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. baik fisik maupun psikologiknya. • Tahap • Rubra (merah) : 1-3 hari. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. Proses ini dipercepat oleh rangsangan pada puting susu. • Bau normal seperti menstruasi. darah dan limfe. • Lochea • Komposisi Jaringan endometrial. . pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. keluarga berencana. • Melaksanakan skrining yang komprehensif. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. mendeteksi masalah. menyusui.

. Pada payudara yang tidak disusui. • Laserasi TK I : Kulit dan strukturnya dari permukaan s/d otot TK II : Meluas sampai dengan otot perineal TK III : Meluas sampai dengan otot spinkter TK IV : melibatkan dinding anterior rektal • Payudara Payudara membesar karena vaskularisasi dan engorgement (bengkak karena peningkatan prolaktin pada hari I-III). • Ovulasi Ada tidaknya tergantung tingkat proluktin. • Perineum • Episiotomi Penyembuhan dalam 2 minggu. produksi mukus normal dengan ovulasi. struktur eksternal melebar dan tampak bercelah. Ibu menyusui mulai ovulasi pada bulan ke-3 atau lebih. bentuk ramping lebar. puting mudah erektil bila dirangsang. engorgement akan berkurang dalam 2-3 hari. untuk itu tidak menyusui akan kembali ke siklus normal. Pada ibu yang tidak menyusui akan mengecil pada 1-2 hari. struktur internal kembali dalam 2 minggu. Ibu tidak menyusui mulai pada minggu ke-6 s/d minggu ke-8. dalam 6 sampai 8 minggu.• Siklus Menstruasi Ibu menyusui paling awal 12 minggu rata-rata 18 minggu. Ovulasi mungkin tidak terlambat. • Vagina Nampak berugae kembali pada 3 minggu. dibutuhkan salah satu jenis kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. bentuk distensi untuk beberapa hari. • Serviks Segera setelah lahir terjadi edema. kembali mendekati ukuran seperti tidak hamil.

• Volume darah Menurun karena kehilangan darah dan kembali normal 3-4 minggu Persalinan normal : 200 – 500 cc. LH. • Sistem Respirasi Fungsi paru kembali normal. • Jantung Kembali ke posisi normal. • Sistem Kardiovaskuler • Tanda-tanda vital Tekanan darah sama saat bersalin. . suhu meningkat karena dehidrasi pada awal post partum terjadi bradikardi. keseimbangan asam-basa kembali setelah 3 minggu post partum. COP meningkat dan normal 2-3 minggu. RR : 16-24 x/menit. progesteron plasma tidak terdeteksi dalam 72 jam post partum normal setelah siklus menstruasi.5 kg.• Sistem Endokrin • Hormon Plasenta HCG (-) pada minggu ke-3 post partum. • Perubahan hematologik Ht meningkat. • Nafsu makan kembali normal. tidak ditemukan pada minggu I post partum. neutrophil meningkat. menurun sampai tidak ada pada ibu tidak menyusui FSH. sesaria : 600 – 800 cc. • Kehilangan rata-rata berat badan 5. leukosit meningkat. • Hormon pituitari Prolaktin serum meningkat terjadi pada 2 minggu pertama. • Sistem Gastrointestinal • Mobilitas lambung menurun sehingga timbul konstipasi.

diberikan anti RHO imunoglobin. • Sistem Imun Rhesus incompability. urethra dan meatus urinarius terjadi karena trauma. • Sistem Integumen Hiperpigmentasi perlahan berkurang. ASUHAN KEPERAWATAN POST PARTUM FISIOLOGIS • PENGKAJIAN • Pemeriksaan Fisik • Monitor Keadaan Umum Ibu • Jam I : tiap 15 menit. • Sistem Muskuloskeletal Terjadi relaksasi pada otot abdomen karena terjadi tarikan saat hamil. • Pada fungsi ginjal: proteinuria. Diastasis rekti 2-4 cm. • Fungsi kembali normal dalam 4 minggu. jam II tiap 30 menit • 24 jam I : tiap 4 jam • Setelah 24 jam : tiap 8 jam • Monitor Tanda-tanda Vital • Payudara Produksi kolustrum 48 jam pertama. kembali normal 6-8 minggu post partum. • Uterus . diuresis mulai 12 jam.• Sistem Urinaria • Edema pada kandung kemih.

memar. ayah dan bayi. laserasi dan hemoroid. • Perineum Episiotomi. edema. adakah anxietas. • Diagnostik Jumlah darah lengkap. drainase. marah.Konsistensi dan tonus. tenderness. respon depresi dan psikosis. Kemerahan menandakan infeksi. sebagai orang tua. posisi tinggi dan ukuran. faktor keluarga. • Insisi SC Balutan dan insisi. kondisi bayi. dan nyeri. • Attachment yang mempengaruhi dari faktor ibu. usia ibu. hematoma. dan perubahan warna. urinalisis. periksa redness. jumlah distensi. edema. • Lochea Tipe. • Baby Blues: Mulai terjadinya. • Kandung Kemih dan Output Urine Pola berkemih. jumlah. bau dan adanya gumpalan. faktor sosial-ekonomi. warna. discharge dan approximation. • Ekstremitas Tanda Homan. • Perubahan Psikologis • Perubahan peran. hemoroid dan bising usus. . • Bowel Pergerakan usus. • Perubahan Psikologis • Peran Ibu meliputi: Kondisi Ibu. konflik peran.

• Faktor-faktor Risiko • Duerdistensi uterus • Persalinan yang lama • Episiotomi/laserasi • Ruptur membran prematur • Kala II persalinan • Plasenta tertahan • Breast feeding PANGGUL SEMPIT Dalam Obstetri yang terpenting bukan panggul sempit secara anatomis melainkan panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : • Kesempitan pintu atas panggul • kesempitan bidang bawah panggul • kesempitan pintu bawah panggul • kombinasi kesempitan pintu atas pangul. maka sudah jelas bahwa conjugata vera yang kurang dari 10cm dapat menimbulkan kesulitan. Kesukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara posterior maupun diameter transversa sempit.• Baby Blues merupakan gangguan perasaan yang menetap. bidang tengah dan pintu bawah panggul. Sebab-sebab yang dapat menimbulkan kelainan panggul dapat dibagi sebagai berikut : . biasanya pada hari III dimungkinkan karena turunnya hormon estrogen dan pergeseran yang mempengaruhi emosi ibu. • Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit kalau conjugata vera kurang dari 10 cm atau kalau diameter transversa kurang dari 12 cm Conjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang ± 9½ cm dan kadang-kadang mencapai 10 cm.

Pengaruh panggul sempit pada kehamilan dan persalinan Panggul sempit mempunyai pengaruh yang besar pada kehamilan maupun persalinan.pintu bawah panggul sempit • Panggul belah : symphyse terbuka • kelainan karena penyakit tulang panggul atau sendi-sendinya • Panggul rachitis : panggul picak. Salah satu anggota menyebabkan panggul sempit miring. luxatio. panggul sempit. Disamping itu mungkin pula ada exostase atau fraktura dari tulang panggul yang menjadi penyebab kelainan panggul. • Pengaruh pada kehamilan • Dapat menimbulkan retrafexio uteri gravida incarcerata • Karena kepala tidak dapat turun maka terutama pada primi gravida fundus atau gangguan peredaran darah Kadang-kadang fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung . ukuran melintang biasa • Panggul sempit picak : semua ukuran kecil tapi terlebiha ukuran muka belakang • Panggul corong :pintu atas panggul biasa. atrofia.• Kelainan karena gangguan pertumbuhan • Panggul sempit seluruh : semua ukuran kecil • Panggul picak : ukuran muka belakang sempit. seluruha panggul sempit picak dan lain-lain • Panggul osteomalacci : panggul sempit melintang • Radang articulatio sacroilliaca : panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan tulang belakang • kyphose didaerah tulang pinggang menyebabkan panggul corong • sciliose didaerah tulang panggung menyebabkan panggul sempit miring • kelainan panggul disebabkan kelainan aggota bawah coxitis.

Infeksi ini tidak saja membahayakan ibu tapi juga dapat menyebabkan kematian anak didalam rahim. Kadang-kadang karena infeksi dapat terjadi tympania uteri atau physometra. • Pengaruh pada persalinan • Persalinan lebih lama dari biasa. • Terjadi fistel : tekanan yang lama pada jaringan dapat menimbulkan ischaemia yang menyebabkan nekrosa. karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan cervix karena tertahan pada pintu atas panggul • Pada panggul sempit sering terjadi kelainan presentasi atau posisi misalnya : • Pada panggul picak sering terjadi letak defleksi supaya diameter bitemporalis yang lebih kecil dari diameter biparietalis dapat melalui conjugata vera yang sempit itu.Perut yang menggantung pada seorang primi gravida merupakan tanda panggul sempit • Kepala tidak turun kedalam panggul pada bulan terakhir • Dapat menimbulkan letak muka. yang diterapkan dengan “knopfloch mechanismus” (mekanisme lobang kancing) • Pada oang sempit kepala anak mengadakan hyperflexi supaya ukuran-ukuran kepala belakang yang melalui jalan lahir sekecil-kecilnya • Pada panggul sempit melintang sutura sagitalis dalam jurusan muka belang (positio occypitalis directa) pada pintu atas panggul. • Karena gangguan pembukaan • Karena banyak waktu dipergunakan untuk moulage kepala anak Kelainan pembukaan disebabkan karena ketuban pecah sebelum waktunya. letak sungsang dan letak lintang. . Asynclitismus sering juga terjadi. • Dapat terjadi ruptura uteri kalau his menjadi terlalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yang ditimbulkan oleh panggul sempit • Sebaiknya jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh panggul sempit dapat terjadi infeksi intra partum. • Biasanya anak seorang ibu dengan panggul sempit lebih kecil dari pada ukuran bayi pukul rata.

yang paling sering adalah kelumpuhan N. Peroneus . • Prolapsus foeniculli dapat menimbulkan kematian pada anak • Moulage yang kuat dapat menimbulkan perdarahan otak. Terutama kalau diameter biparietalis berkurang lebih dari ½ cm. Kalau terjadi symphysiolysis maka pasien mengeluh tentang nyeri didaerah symphyse dan tidak dapat mengangkat tungkainya.pincang dan lain-lain) • osborn positip . • Parase kaki dapat menjelma karena tekanan dari kepala pada urat-urat saraf didalam rongga panggul . malahan kadang – kadang ruptur dari articulatio scroilliaca. • Pengaruh pada anak • Patus lama misalnya: yang lebih dari 20 jam atau kala II yang lebih dari 3 jam sangat menambah kematian perinatal apalagi kalau ketuban pecah sebelum waktunya. Fistula vesicovaginalis lebih sering terjadi karena kandung kencing tertekan antara kepala anak dan symphyse sedangkan rectum jarang tertekan dengan hebat keran adanya rongga sacrum. selain itu mungkin pada tengkorak terdapat tandatanda tekanan. Persangkaan Panggul sempit Seorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit kalau : • Aprimipara kepala anak belum turun setelah minggu ke 36 • Pada primipara ada perut menggantung • pada multipara persalinan yang dulu – dulu sulit • kelainan letak pada hamil tua • kelainan bentuk badan (Cebol. • Ruptur symphyse dapat terjadi .Nekrosa menimbulkan fistula vesicovaginalis atau fistula recto vaginalis. scoliose. Terutama pada bagian yang melalui promontorium (os parietal) malahan dapat terjadi fraktur impresi.

Karena itu kalau CV < 8 ½ cm dilakukan SC primer ( panggul demikuan disebut panggul sempit absolut ) Sebaliknya pada CV antara 8. Menurut pengalaman tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir dengan selamat per vaginam kalau CV kurang dari 8 ½ cm.Prognosa Prognosa persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai faktor • Bentuk panggul • Ukuran panggul.5-10 cm hasil persalinan tergantung pada banyak faktor : • Riwayat persalinan yang lampau • besarnya presentasi dan posisi anak • pecahnya ketuban sebelum waktunya memburuknya prognosa • his • lancarnya pembukaan • infeksi intra partum • bentuk panggul dan derajat kesempitan . jadi derajat kesempitan • Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul • Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala • Presentasi dan posisi kepala • His Diantara faktor faktor tersebut diatas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul : karena itu ukuran – ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan. Sebaliknya kalau CV 8 ½ cm atau lebih persalinan pervaginam dapat diharapkan berlangsung selamat.

Kalau SC dilakukan atas indikasi tersebut dalam golongan 2 (dua) maka pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya dilakukan persalinan percobaan lagi Dalam istilah inggris ada 2 macam persalinan percobaan : • Trial of labor : serupa dengan persalinan percobaan yang diterngkan diatas • test of labor : sebetulnya merupakan fase terakhir dari trial of labor karena test of labor mulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam sesudahnya. letak dahi. Kita menghentikan presalianan percobaan kalau: • – pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuaannya • Keadaan ibu atau anak menjadi kurang baik • Kalau ada lingkaran retraksi yang patologis • – setelah pembukaan lengkap dan pecahnya ketuban. Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. Sekarang test of labor jarang dilakukan lagi karena: . Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala.kepala dalam 2 jam tidak mau masuk ke dalam rongga panggul walaupun his cukup kuat • Forcepe gagal Dalam keadaan-keadaan tersebut diatas dilakukan SC.10cm (sering disebut panggul sempit relatip) maka pada panggul sedemikian dilakukan persalinan percobaan. letak muka atau kelainan letak lainnya. Persalinan percobaan Yang disebut persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita wanita dengan panggul yang relatip sempit. jadi tidak dilakukan pada letak sungsang.karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8 ½ . Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik. Kalau dalam 2 jam setelah pembukaan lengkap kepala janin tidak turun sampai H III maka test of labor dikatakan berhasil.

kalau diameter antar spinae 9 cm atau kurang kadang-kadang diperlukan SC.5 cm + 5 cm = 15.5 atau kurang ( normal 10. tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau : • Spinae ischiadicae sangat menonjol • Kalau diameter antar tuber ischii 8 ½ cm atau kurang Prognosa Kesempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi.• Seringkali pembukaan tidak menjadi lengkap pada persalinan dengan panggul sempit • kematian anak terlalu tinggo dengan percobaan tersebut • kesempitan bidang tengah panggul bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 Ukuran yang terpenting dari bidang ini adalah : • Diameter transversa ( diameter antar spina ) 10 ½ cm • diameter anteroposterior dari pinggir bawah symphyse ke pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antar spina ke pertemuan sacral 4 dan 5 5 cm dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit : • Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. • Terapi . harus diukur secara rontgenelogis.5 cm) • diameter antara spina < 9 cm ukuran – ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis.

• Kesempitan pintu bawah panggul: Pintu bawah panggul terdiri dari 2 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan Ukuran – ukuran yang penting ialah : • Diameter transversa (diameter antar tuberum ) 11 cm • diameter antara posterior dari pinggir bawah symphyse ke ujung os sacrum 11 ½ cm • diameter sagitalis posterior dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung os sacrum 7 ½ cm pintu bawah panggul dikatakan sempit kalau jarak antara tubera ossis ischii 8 atau kurang kalau jarak ini berkurang dengan sendirinya arcus pubis meruncing maka besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul.5 cm = 18. stimulasi simpatis . penyakit vaskuler perifer atau stasis vaskuler ( peningkatan resiko pembentukan thrombus ) • integritas ego perasaan cemas. Dengan tanda-tanda tidak dapat beristirahat. marah.5 cm ) Kalau pintu bawah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. takut. Menurut thomas dustacia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior < 15 cm ( normal 11 cm + 7. karena ekstraksi dengan forceps memperkecil ruangan jalan lahir. • Pengkajian • Sirkulasi Perhatikan riwayat masalah jantung. peningkatan ketegangan. gaya hidup. Kesempitan pintu bawah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi. serta adanya factor-faktor stress multiple seperti financial. hubungan.Kalau persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka baiknya dipergunakan ekstraktor vacum. apatis. udema pulmonal. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan SC bisanya dapat diselesaikan dengan forcepe dan dengan episiotomy yang cukup luas.

makanan. predisposisi untuk hipoglikemia/ ketoasidosis • Pernafasan Adanya infeksi. plester dan larutan • Adanya defisiensi imun • Munculnya kanker/ adanya terapi kanker • Riwayat keluarga. kondisi yang kronik/ batuk. merokok • Keamanan • Adanya alergi atau sensitive terhadap obat.d pengalaman pembedahan dan hasil tidak dapat diperkirakan . tentang hipertermia malignan/ reaksi anestesi • Riwayat penyakit hepatic • Riwayat tranfusi darah • Tanda munculnya proses infeksi Proritas Keperawatan • Mengurangi ansietas dan trauma emosional • Menyediakan keamanan fisik • Mencegah komplikasi • Meredakan rasa sakit • Memberikan fasilitas untuk proses kesembuhan • Menyediakan informasi mengenai proses penyakit Diagnosa Keperawatan • Ansietas b. membrane mukosa yang kering pembatasan puasa pra operasi insufisiensi Pancreas/ DM.• Makanan / cairan Malnutrisi.

d peningkatan kebutuhan untuk penyembuhan luka.d destruksi pertahanan terhadap bakteri • Nyeri akut b. Persalinan kembar memiliki resiko terjadinya komplikasi misalnya lahir premature sering terjadi preeklamsi pada ibu.1998). Oleh karena itu pada persalinan kembar dianjurkan dirumah sakit. Dikatakan juga seksio sesarea adalah memindahkan fetus dari uterus melalui insisi yang dibuat dalam dinding abdomen dan uterus (Long.• Resti infeksi b. Faktor Ibu 1) Usia Ibu yang melahirkan pertama kali diatas usia 35 tahun atau wanita usia 40 tahun ke atas. penurunan masukan ( sekunder akibat nyeri. 2) Tulang Panggul . Gangguan pada bayi juga diketahui adanya mekonium dalam air ketuban. atau suatu histerotomy untuk melahirkan janin dari dalam rahim (mochtar. mual.d insisi. flatus dan mobilitas • Resti perubahan nutrisi b.1996). Indikasi Seksio Sesarea Menurut Kasdu (2003) indikasi seksio sesarea di bagi menjadi dua factor : Faktor Janin 1) Bayi terlalu besar Berat bayi sekitar 4000 gram atau lebih. Bayi kembar dapat juga terjadi sungsang atau letak lintang. 4) Janin abnormal Janin abnormal misalnya kerusakan genetic dan hidrosephalus 5) Faktor plasenta Ada beberapa kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan gawat darurat pada ibu dan janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi bila itu plasenta previa dan solutio plasenta 6) Kelainan tali pusat Ada dua kelainan tali pusat yang bias terjadi yaitu prolaps tali pusat dan terlilit tali pusat 7) Multiple pregnancy Tidak selamanya bayi kembar dilaksanakan secara operasi. kencing manis dan eklamsia. muntah ) Konsep Seksio Sesarea Definisi Seksio sesarea Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding depan perut atau vagina. Apabila proses persalinan sulit melalui vagina maka dilakukan operasi seksio sesarea. kemungkinan dilakukan tindakan operasi. menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir 2) Kelainan letak bayi Ada dua kelainan letak janin dalam rahim yaitu letak sungsang dan lintang 3) Ancaman gawat janin (Fetal Distres) Gangguan pada janin melalui tali pusat akibat ibu menderita hipertensi atau kejang rahim. Pada usia ini seseorang memiliki penyakit yang beresiko misalnya hipertensi jantung.

Jenis ini mempunyai kelebihan: 1) Mengeluarkan janin lebih cepat 2) Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik 3) Sayatan bisa di perpanjang proksimal atau distal Sedang kekurangannya adalah : 1) Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal 2) Untuk persalinan selanjutnya sering terjadi rupture uteri spontan Seksio sesarea ismika (Profunda) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat syatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim (Low Servic Transversal) kira – kira 10 centimeter. arah sayatan operasi seksio sesarea dibagi : Seksio sesarea klasik (Corporal) Seksio sesarea dilakukan dengan membuat sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira 10 centimeter. Dengan kelebihan : 1) Penjahitan luka lebih mudah 2) Perdarahan berkurang dibandingkan cara klasik 3) Kemungkinan rupture uteri spontan kecil Sedangkan kekurangannya : Luka dapat melebar kekiri. barulah dokter akan melakukan tindakan operasi seksio sesarea Jenis-jenis seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Perdarahan dapat disebabkan karena pembuluh darah banyak yang terputus atau dapat juga karena atonia uteri 3. emboli paru dan terluka kandung kemih bila repertonial terlalu tinggi 4. Infeksi peurperal (nifas) Kenaikan suhu beberapa hari merupakan infeksi ringan. Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau tidak maju adalah distosia 5) Ketuban pecah dini Berdasarkan penelitian yang dilakukan sekitar 60-70% bayi yang mengalami ketuban pecah dini akan lahir sendiri 2×24 jam. komplikasi seksio sesarea sebagai berikut : 1. Kemungkinan ruptur uteri spontan pada kehamilan mendatang . Apabila bayi tidak lahir lewat waktu. kenaikan suhu yang disertai dehidrasi serta perut kembung termasuk infeksi sedang.Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin. Sedangkan peritonitis. 3) Persalinan sebelumnya dengan operasi 4) Faktor hambatan jalan lahir Gangguan jalan lahir terjadi adanya tumor atau myoma. kekanan sehingga menyebabkan arteri uterine putus sehingga mengakibatkan perdarahan lebih banyak Komplikasi seksio sesarea Menurut Mochtar (1998). Luka kandung kemih. sepsis serta ileus paralitik merupakan infeksi berat 2.

S. Definisi 1. Kondisi dimana telur yang telah dibuahi (the fertilized egg) menjadi tertanam (implanted) di bagian bawah uterus. Berbagai varian termasuk: 1. 2.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Sinonim Plasenta previa. placenta previa. Pregnancy in which the placenta is implanted in the lower part of the uterus (instead of the upper part). Implantasi lengkap di atas mulut atau complete implantation over the os (complete placenta previa) 2.[www.com] KabarIndonesia . Varian Plasenta Previa Plasenta previa melibatkan implantasi plasenta di atas mulut serviks bagian dalam (internal cervical os). 3. Ked. Plasenta mencapai perbatasan atau the placenta approaching the border of the os (marginal placenta previa). delivery by cesarean section may be necessary. can cause bleeding late in pregnancy. 25-Mei-2008. 14:58:57 WIB . serta menimbulkan perdarahan saat pembentukan segmen bawah rahim. placenta praevia.kabarindonesia.Tips Praktis Mengenali Plasenta Previa Oleh : Dito Anurogo. . Sebagian tepi plasenta menutupi mulut atau a placental edge partially covering the os (partial placenta previa) 3. Implantasi plasenta di bagian bawah sehingga menutupi ostium uteri internum. yang berarti bahwa plasenta terletak melewati (lies across) serviks dan dapat terpisah/tidak lagi melekat (detached) selama masa kelahiran bayi/bersalin (childbirth) dan dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi.

Penyebab lainnya termasuk pemeriksaan dengan jari (digital exam). Erythroblastosis 7. Tumbuh kembang plasenta tipis 2.4. Merokok 12. Status sosioekonomi yang rendah 10. Segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi dan oleh karenanya tidak dapat menekan/mempersempit (constrict) pembuluh darah di korpus uterus. 2. dapat sekunder ke dilatasi serviks dan gangguan (disruption) implantasi plasenta dari servikas dan segmen bawah rahim (lower uterine segment). Melebarkan pertumbuhan plasenta a. Terlambatnya tumbuh kembang hasil konsepsi dalam bentuk blastula yang siap untuk nidasi. Multiple gestation (larger surface area of the placenta) 6. Sering dijumpai pada grandemultipara 3. bagian plasenta yang sedang mengalami perubahan atrofik dapat berlanjut sebagai vasa previa. Terlambat implantasi a. jika berhubungan dengan kehamilan (labor). Endometrium fundus kurang subur b. diperkirakan bahwa suatu vaskularisasi decidua (jaringan epitel endometrium) defective terjadi di atas (over) serviks. Dengan pertumbuhan dan penambahan plasenta. Malnutrisi ibu hamil b. Bagaimanapun juga. Kurang suburnya endometrium a. Penggunaan kokain 13. Kehamilan kembar (gemelli) b. Jarak antarkehamilan yang pendek (short interpregnancy interval) 11. perkembangan plasenta dapat menutupi mulut plasenta (cervical os). Perdarahan (hemorrhaging). Faktor Predisposisi 1. menyebabkan perdarahan yang terus-menerus. Pengobatan infertilitas 5. dll) dan penyebab trauma lainnya (seperti: trauma postcoital). Usia lebih dari 35 tahun 3. Per se. Melebarnya plasenta karena gemelli c. hipertensi kronis. mungkin ini sekunder terhadap inflamasi atau perubahan atrofik. Riwayat operasi/pembedahan uterus sebelumnya (prior uterine surgery) 8. abruption (preeclampsia. placenta previa memberikan . Patofisiologi Implantasi plasenta diprakarsai (initiated) oleh embrio (embryonic plate) menempel di uterus (cauda) bagian bawah. penggunaan kokain. Plasenta letak rendah atau a low-lying plasenta berimplantasi di caudad setengah sampai sepertiga dari uterus atau sekitar 2-3 cm dari mulut (os). Multiparitas 4. Penyebab 1. Sebagai penyebab penting perdarahan pada trimester ketiga. Keguguran berulang (recurrent abortions) 9.

Tambahan (attachment) plasenta terganggu (disrupted) karena daerah ini (segmen bawah rahim) menipis secara bertahap dalam rangka persiapan untuk permulaan kelahiran (the onset of labor). Ada peningkatan risiko sebesar 1.5 sampai 5 kali lipat jika disertai riwayat seksio sesarea (cesarean delivery). rata-rata perpindahan plasenta yang diamati (observed) pada 28-36 minggu masa gestation (perkembangan embrio) dapat mengidentifikasi pasien yang lebih mungkin untuk melahirkan per vagina dengan resolution previa. Bagaimanapun juga. Ras Plasenta previa tidak memiliki predileksi untuk ras tertentu. Mortalitas/Morbiditas Faktor-faktor yang memengaruhi morbiditas dan risiko relatifnya: 1. Jenis Kelamin Plasenta previa hanya terjadi pada wanita hamil. Mortalitas maternal sebesar 0.03% di Amerika Serikat. Septikemia: 5. Kebutuhan akan histerektomi: 33 3. Dengan peningkatan jumlah kelahiran secara seksio sesarea. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelahiran secara seksio sesarea sebelumnya tidak meningkatkan jumlah plasenta previa yang terdeteksi dengan ultrasonography pada trimester kedua.gambaran sebagai perdarahan tanpa disertai rasa nyeri (painless bleeding). Perdarahan antepartum: 10 2. Tromboflebitis: 5 Rata-rata mortalitas perinatal yang berhubungan dengan plasenta previa sebesar 2-3%. plasenta previa parsial sekitar 30%.5% dari semua kelahiran. dan plasenta previa marginal sebesar 25-50%. Saat ini berlangsung. Thrombin yang dilepaskan dari area perdarahan memacu (promotes) kontraksi uterus dan timbulnya lingkaran setan (vicious cycle): perdarahan-kontraksipemisahan plasenta-perdarahan. . maka perdarahan terjadi pada daerah implantasi/nidasi karena uterus tidak dapat berkontraksi dengan cukup kuat dan menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang terbuka.5 5. Dari semua plasenta previa. Epidemiologi Di Amerika Serikat Plasenta previa terjadi pada 0. risiko ini dapat menjadi sebesar 10%. frekuensi plasenta previa total (complete) sebesar 20-45%. Perdarahan ini dipercaya memiliki hubungan dengan perkembangan segmen bawah rahim (the lower uterine segmen) pada trimester ketiga. Transfusi darah: 10 4.3-0.

Riwayat Penyakit (History of Disease) Gambaran klasik plasenta previa adalah perdarahan vagina tanpa disertai rasa sakit atau nyeri (painless vaginal bleeding). Usia 20-29 tahun – 0. Vulvovaginitis (radang vulva dan vagina) Problem Lain yang Perlu Dipertimbangkan . * Perdarahan ini seringkali berhenti spontan dan kemudian terjadi lagi dengan kehamilan (labor).2% Gejala Klinis 1. 2. Perdarahan dapat sedikit atau banyak sehingga timbul gejala. Monitoring aktivitas uterus mengungkapkan bahwa sekitar 20% pasien memiliki kontraksi yang bersamaan (concurrent/simultaneous) dengan perdarahan. yang terjadi pada trimester ketiga. dengan kata lain. Cervicitis (radang serviks) 3. 3.Usia Risiko plasenta previa berhubungan dengan usia adalah sebagai berikut: 1. Perdarahan tanpa disertai rasa sakit. Pemeriksaan Fisik 1. Usia 12-19 tahun .1% 2. Vaginitis (radang vagina) 6. Karena risiko perdarahan yang membahayakan kehidupan (provoking life-threatening hemorrhage). Usia 30-39 tahun . Bagian terendah masih tinggi di atas pintu atas panggul (kelainan letak). 3. maka pemeriksaan dengan jari (a digital examination) mutlak dikontraindikasikan sampai plasenta previa di-exclude.1% 4. Preterm Labor (kehamilan preterm) 5. Semua wanita hamil diluar trimester pertama yang mengalami perdarahan vagina memerlukan pemeriksaan speculum diikuti oleh diagnostic ultrasound. Diagnosis Banding 1. jika sebelumnya tidak ada konfirmasi riwayat plasenta previa. Usia di atas 40 tahun . 2. terbukti tidak ada plasenta previa. dengan setengah dari pasien ini menampakkan gejala sebelum 30 minggu gestation. Premature rupture of membranes 4. Sering terjadi pada malam hari saat pembentukan segmen bawah rahim.33% 3. 4. Abruptio placentae (solusio plasenta) 2. * Sekitar dua pertiga pasien menunjukkan gejala sebelum 36 minggu gestation.

Evaluasi ultrasonografi janin (fetus) bermanfaat untuk mengidentifikasi usia dan berat perkembangan embrio terakhir (current gestational). 2. peningkatan usia ibu (advancing maternal age). 2. Translabial sonography juga merupakan alternatif lainnya 3. Profil disseminated intravascular coagulopathy (DIC) dengan prothrombin time (PT). false-positive dan false-negative dapat berkisar antara 2% sampai 25%. kelainan kongenital potensial (potential congenital anomalies). Pemeriksaan dengan spekulum yang steril sebaiknya dilakukan untuk mengevaluasi ruptur membran pada fetus. hypertensive disease. plasenta inkreta. Vasa previa 2. Tes Lainnya 1. merokok. activated partial thromboplastin time (aPTT). dan kasus plasenta previa. Miscarriage (spontaneous abortion) Pemeriksaan Laboratorium dan Penunjang 1. Meskipun dalam banyak situasi. Laserasi (robekan) serviks atau vagina 3. meskipun demikian. Penatalaksanaan Medikamentosa Belum ada medikasi yang spesifik dan bermanfaat untuk pasien dengan plasenta previa. dan bukti terjadinya fetal growth restriction. dan fibrin split products dapat juga membantu. Meskipun kejadian coagulopathy jarang ditemukan. Studi yang paling bermanfaat dan paling murah adalah menggunakan transvaginal ultrasonography yang akurasinya (ketepatannya) mencapai 100% dalam mengidentifikasi plasenta previa. suatu protokol 2 tahap (2-step) yang pertama menggunakan ultrasonography dan kemudian MRI untuk kasuskasus dengan inconclusive ultrasonographic features dapat menegakkan diagnosis dengan optimal dan akurat. . hitung darah lengkap dan trombosit (a complete blood count with platelets) dapat bermanfaat. MRI masih lebih unggul (superior) dalam menegakkan diagnosis posterior placenta accreta atau lebih invasif untuk plasenta inkreta dan plasenta perkreta.1. fibrinogen. Untuk wanita dengan risiko tinggi untuk plasenta akreta. MRI tidak lagi lebih sensitif dalam mendiagnosis plasenta akreta dibandingkan dengan ultrasonography. malpresentation. atau plasenta perkreta. Evaluasi ultrasonografi juga direkomendasikan untuk mengidentifikasi insersi tali pusat (umbilical cord insertion) dan mengeluarkan/mengeksklusi (excluding) insersi velamentous. Imaging Studies 1. Laserasi dinding samping vagina (vaginal sidewall laceration) 4. Sebagai alternatif dapat dipakai transabdominal ultrasonography yang akurasinya mencapai 95%.2% dari kehamilan) karena peningkatan pada persalinan sesarea. Semua abnormalitas plasenta invasif ini lebih umum terjadi (misalnya. plasenta akreta terjadi pada 0. 2. MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan yang disertai dengan plasenta akreta.

terlibat dalam transmisi neurochemical dan muscular excitability. Tocolytics A. jangan melebihi 4 g/jam. dan berilah semangat pada pasien dengan plasenta previa untuk mempertahankan asupan (intake) zat besi dan asam folat sebagai safety margin terutama bila terjadi perdarahan. aturlah untuk mengurangi kontraksi. D. Dosis Dewasa Loading dose: 6 g IV di atas/lebih dari 20 menit. Gunakanlah jalur IV untuk onset kerja yang lebih cepat pada eklamsia sejati (true eclampsia). kofaktor pada sistem enzim. maka dokter sebaiknya menyarankan pasien untuk mondok di rumah sakit (hospitalization) sampai melahirkan. C. Nama Obat Magnesium sulfat. mengingat ini berpotensi tinggi untuk terjadi solusio plasenta dan kematian janin (fetal demise). B. Pada dewasa. besarkanlah hati. E. Deskripsi Suplemen nutrisional pada total parenteral nutrition (hyperalimentation). lalu 2-4 g/jam diteruskan infusion. 60-180 mEq potassium. Addison disease 4. Hentikanlah pengobatan jika terjadi efek desired. Sebagai tambahan. Hypersensitivity 2. Myocardial damage (kerusakan otot jantung) 5. tocolytics dapat juga diberikan pada kasus-kasus perdarahan minimal dan extreme prematurity untuk memberikan kortikosteroid antenatal. Kontraindikasi 1. Myasthenia gravis . Berilah secara intravena (IV) atau intramuskular (IM) untuk profilaksis kejang pada preeklamsia. Heart block 3. dan 10-40 mEq fosfat per hari sangatlah penting untuk respon metabolik yang optimum. 10-30 mEq magnesium. Pengulangan dosis tergantung dari adanya reflek patela yang berlanjut dan fungsi pernafasan yang cukup (adequate). Jika terjadi lebih dari satu episode perdarahan selama gestation (pada perkembangan dan pertumbuhan normal/viability atau lebih dari 24 minggu). Manfaat Mencegah preterm labor atau kontraksi.Tocolysis dapat dipertimbangkan secara hati-hati pada keadaan tertentu. Dukunglah.

Monitorlah rata-rata pernafasan (respiratory rate). then the patient and surgical team must be prepared prior to delivery. Severe hepatitis (hepatitis berat) F. Most authorities recommend delivery at 36-37 weeks' gestation after confirming fetal lung maturity via amniocentesis. Jika overdosis. Department of Obstetrics and Gynecology. When the placental edge is greater than 2 cm from the internal cervical os. 5. although vaginal delivery is still possible depending on the clinical circumstances. or percreta). (Sengaja kami kutip dalam bahasa Inggris untuk menghindari salah dalam interpretasi/penerjemahannya) The distance between the placental edge and internal cervical os on transvaginal ultrasonography after 35 weeks’ gestation is valuable in planning route of delivery. women can be offered a trial of labour with a high expectation of success. However. Monitoring janin amat penting. Berhati-hatilah saat memberikan magnesium karena dapat menimbulkan hipertensi yang signifikan atau asistol. if the fetal lung maturity testing is immature or is not available. increta. then delivery is often scheduled for 38 weeks' gestation. karena dapat terjadi penurunan rata-rata jantung janin (fetal heart rate). The timing of delivery is often driven by the patients history and an increased risk for bleeding with advancing gestation. 3. Wake Forest University School of Medicine bersama dengan Deborah Lyon. Impaired renal function 7. MS. 4. Division of Maternal-Fetal Medicine. Director. University of Florida Health Science Center at Jacksonville menjelaskan teknik pembedahan pada plasenta previa sebagai berikut di bawah ini. however. These invasive . dan fungsi ginjal (renal function) saat elektrolit diberikan/diresepkan parenteral. Most often a low transverse uterine incision is used. MD. seorang asisten Profesor. 6. 2. MD. a vertical uterine incision may be considered secondary to an anterior placenta and risk of fetal bleeding. refleks tendon dalam (deep tendon reflex). However. Perhatian! 1. Magnesium dapat merubah konduksi jantung. berikanlah calcium gluconate (10-20 mL IV dari 10% solution) sebagai antidotum untuk hypermagnesemia yang signifikan secara klinis. Pembedahan (Surgical Care) Saju Joy. Associate Professor.6. Department of Obstetrics and Gynecology. memicu terjadinya heart block pada pasien yang diberi obat digitalis/stimulan jantung yang kuat. Keracunan (toxicity) magnesium pada ibu (maternal) dapat terjadi baik pada ekstrak (infusion) kadar tinggi maupun rendah. Division of Benign Gynecology. If the patient is at increased risk for invasive placentation (accreta. a distance of less than 2 cm from the os is associated with a higher cesarean rate.

2. Jumlah perdarahan. infection. adjacent organ damage). manajemen umum pada plasenta previa adalah sebagai berikut: a. Uterine artery ligation. 2. Perencanaan persalinan dan pengendalian perdarahan sangatlah penting pada kasus plasenta previa seperti halnya pada placenta accreta. Teknik ini efektif untuk mengurangi kehilangan darah pada cesarean hysterectomy. Diagnosis pasti: 1. Kejadian plasenta previa makin berkurang seiring dengan semakin diterimanya konsep Well Born Baby dan Well Health Mother. Keadaan umum penderita. Cara untuk mengontrol perdarahan (hemorrhage): 1. Bila dijumpai di Puskesmas. c. 4.OG. 3. Congenital malformations 4. Hysterectomy. Manajemen Umum Menurut Prof. Komplikasi 1. 1. Ida Bagus Gde Manuaba. B-Lynch or parallel vertical compression sutures. reseksi daerah implantasi dan perbaikan primer (primary repair) dapat memungkinkan pemeliharaan uterus (uterine preservation). Perdarahan (hemorrhage) diharapkan sekunder pada lemahnya kemampuan kontraksi (poor contractibility) pada segmen bawah rahim (lower uterine segment). Pada kasus placenta accreta kecil dan fokal. d. sebaiknya direferal (dirujuk) ke rumah sakit umum tipe C. Tergantung dari: 1. 2. increta. Pemeriksaan dalam di meja operasi. Kehamilan preterm (preterm delivery) 3. Letak janin abnormal (abnormal fetal presentation) . Menyiapkan referal (rujukan) bila di Puskesmas. dan percreta. 2. 3.placentations carry a high mortality rate (7% with placenta accreta) as well as a high morbidity rate (blood transfusion. 2. Pemeriksaan ultrasonografi. dr. Menyiapkan transfusi darah. Dengan teknik "predelivery placement of balloon catheters for angiographic embolization of pelvic vessels". Upaya preventif. Keadaan janin intrauterin. 3. e. 5. Hypogastric artery ligation. Sp. b. Memasang infus. (2004).

Banyak terminologi medis di dalam bahasa Inggris untuk menyatakan abortus atau aborsi.5. Oversewing the placental implantation site b. 5. 2. 3. Circular interrupted ligation di sekitar segmen bawah rahim baik di atas dan dibawah insisi transverse e. Ligasi arteri iliaka interna d. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan YME. . Selalu cek kondisi kandungan secara rutin dan teratur. Lima puluh persen wanita dengan plasenta previa memiliki kehamilan (delivery) preterm. miscarriage. Tahukah Anda? Periode perinatal (perinatal period) yaitu: 1. Terjadi selama periode melhirkan (5 bulan sebelum dan 1 bulan sesudah). 4. Bagimanapun juga. Ligasi bilateral uterine artery c. Jangan bekerja terlalu keras (terlalu memaksakan diri). lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah terjadinya perdarahan: 1. abortion. Pencegahan Belum ada guidelines untuk mencegah plasenta previa. Cesarean hysterectomy Prognosis 1. 2. Ketahuilah langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan jika terjadi kontraksi atau perdarahan. 2. yaitu: 1. 3. Packing dengan kain kasa (gauze) atau tamponading dengan Bakri balloon catheter f. Kasus-kasus tersebut dipersulit dengan perdarahan vagina dan extreme prematurity yang dapat meningkatkan risiko kematian perinatal. Insiden malformasi janin (fetal malformation) yang lebih besar dan hambatan pertumbuhan (growth restriction) haruslah diwaspadai pada kasus plasenta previa. Hemostasis dapat ditentukan (established) dengan adanya: a. Waktu sebelum dan sesudah proses bersalin (dari minggu ke-28 setelah konsepsi/pembuahan sampai minggu pertama setelah melahirkan). hiduplah secara teratur. Solusio plasenta (placental abruption) 6. 2. Beristirahatlah. B-lynch stitch (jahitan B-lynch) g. bila Anda mengalami plasenta previa.

3. New York. Obstet Gynecol. Hwu YM. Chen HS. Moore J. Apr 2004. Gilliam M. termination of pregnancy. Su TH. 1999:616-21. Gilstrap LC. 3rd ed. Prefumo F. Rosenberg D. Clark SL. Williams Obstetrics. Dashe JS. B-Lynch uterine compression suture for postpartum haemorrhage due to placenta praevia accreta. In: Gabbe SJ. et al. 20th ed. Parallel vertical compression sutures: a technique to control bleeding from placenta praevia or accreta during caesarean section.97(1):35-8. Faiz AS. Association between maternal serum alphafetoprotein and adverse outcomes in pregnancies with placenta previa. NY: McGraw-Hill. Prior cesarean and the risk for placenta previa .45(1):93-5. Laughon SK.3. New York. stillbirth. Obstetrical hemorrhage. BJOG. \ 2. Butler EL. Niebyl JR. The likelihood of placenta previa with greater number of cesarean deliveries and higher parity. Comstock CH. Davis F.99(6):976-80. 6. Harma M. 4. Ananth CV. Chen CP. Cunningham FG. Benedetti TJ. Love JJ. Maternal-Fetal Medicine. Obstet Gynecol. Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies. Mar 2003. 1996:510-5. Placenta previa and abruptio placentae. eds. In: Cunningham FG. Aust N Z J Obstet Gynaecol. Bronsteen RA. 4. Ramus RM. Creasy RK.110(9):860-4. spontaneous abortion. Simpson JL. Jun 2002. eds. 8. 1997:755-60. Sonographic detection of placenta accreta in the second and third trimesters of pregnancy. Visco AG. Ozturk A. 10. Jan 2001. 6. et al. Oct 2005. Placental edge to internal os distance in the late third trimester and mode of delivery in placenta praevia. Obstetric hemorrhage. Gant NF. Etiology and risk factors for placenta previa: an overview and meta-analysis of observational studies. 7. 9. Gungen N. 4th ed. Bhide A. Wenstrom KD.13(3):175-90. Leveno KJ. Gabbe SJ. eds. In: Creasy RK. MacDonald PC. Resnik R. Feb 2005. Resnik R. 11. Wolfe HM. Pa: WB Saunders. J Matern Fetal Neonatal Med. 5. NY: Churchill Livingstone.190(4):1135-40. BJOG. Am J Obstet Gynecol. Sep 2003.112(10):1420-3. 5. a natural loss of the products of conception. Hauth JC. Bacaan Lebih Lanjut 1. Philadelphia.

Goodwin TM. 21. Placenta previa-accreta: risk factors and complications. Wu S. Musa AA. Perni SC.Hlm. Brizot ML. Mustafa SA. Obstet Gynecol. Avoiding an incision through the anterior previa at cesarean delivery. Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada. May 2005. Miller DA.107(4):927-41. Obstet Gynecol. EGC: Jakarta. Chasen ST. Scioscia AL. Sep 2005. Kocherginsky M. Hobeika EM. Oppenheimer L. Pollak J. Nassar AH. Jun 2005. Sep 2003. Warshak CR.20(4):356-9.102(3):552-4. Fleischer A. 13.177(1):210-4. May 2005. A sonographic assessment of different patterns of placenta previa "migration" in the third trimester of pregnancy. Ultrasound Obstet Gynecol. Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi. . Electronic Dictionary of Medicine v1. Edisi 2. Benirschke K. Am J Obstet Gynecol. 23. Nov 2003. WordWeb 3. Mattrey RF. 2004. Obstet Gynecol. Obstet Gynecol. Princeton University. 17. Baergen RN. Software. et al. Oyelese Y. Pelvic embolization for intractable postpartum hemorrhage: long-term follow-up and implications for fertility. Peter Collin Publishing. Software. Jean-Pierre C.192(5):1458-61. Clinical risk factors for placenta previaplacenta accreta. J Ultrasound Med. Conservative management of placenta previa percreta in a Jehovah's Witness.87-88. Schiavello H. Jul 1997. Chervenak FA. 12.01. Mar 2007.193(3 Pt 2):1045-9. Accuracy of ultrasonography and magnetic resonance imaging in the diagnosis of placenta accreta. 24.29(3):261-73. 1999. 20. Ward CR.108(3 Pt 1):573-81. Obstet Gynecol. 2003.102(5 Pt 1):904-10. placenta accreta.24(6):773-80. Ornan D. 19. 16. May 2005. Obstet Gynecol. Transvaginal ultrasonography in predicting placenta previa at delivery: a longitudinal study.105(5 Pt 1):962-5. Diagnosis and management of placenta previa. Eskander R.on second-trimester ultrasonography. Usta IM. Placenta previa. Abnormal placentation: twenty-year analysis. Carvalho MH. Smulian JC. Am J Obstet Gynecol. Chandra P. 15. Tal M. Chollet JA. Apr 2006. Weinstein A. Manuaba IBG. Am J Obstet Gynecol. White R. and vasa previa. Hull AD. Predanic M.0. 25.105(5 Pt 2):1247-50. Gabriel GE. 18. Hibbard JU. J Obstet Gynaecol Can. Oct 2002. 14. 22. Sep 2006.

Freeware. Ini terjadi bila sebagian atau hampir seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum waktunya melahirkan.com/healthandhealing/getcontent.htm 16 pertanda gangguan kehamilan Bila tanda-tanda ini terjadi pada diri Anda atau kerabat Anda yang sedang hamil. Medline Plus website. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada wanita-wanita perokok. Available at: http://www. Seiring dengan pertambahan usia kehamilan. 'pemisahan plasenta'. March of Dimes website. 1999. segera kunjungi dokter atau bidan terdekat.nlm. Plasenta Praevia Kondisi ini cukup jarang terjadi dimana plasenta terletak di bawah.marchofdimes. Placenta Abruption Istilah awamnya. tidak terdiagnosa plasenta praevia. maka berarti ibu betul-betul aman dari masalah ini.03. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy. pemakai narkoba.com/printableArticles/188_1132. dan pernah mengalami trauma fisik berat. http://www. Plasenta praevia bisa mengakibatkan perdarahan hebat. wanita hamil yang mengalaminya diharuskan menjalani persalinan caesar. Pemisahan plasenta sering terjadi pada kehamilan trimester ketiga tanpa sebab yang jelas. An English-Indonesian and Indonesian-English Dictionary. Plasenta praevia bisa dideteksi dengan alat kehamilan (USG).gov/medlineplus/ency/article/000900. National Library of Medicine. www. Pemisahan plasenta sangat berbahaya karena mengakibatkan terjadinya perdarahan pada .htm 30. Hoboken.nih. Laporkan semua keluhan yang dirasakan agar dokter atau petugas medis dapat melakukan diagnosa dan mengambil tindakan yang tepat untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan calon bayi yang tengah dikandung. NJ: John Wiley & Sons. 27. 2007. 28. Berkow R.26.beliefnet.com/Peripartum%20Hemorrhage. Untuk mencegahnya.aspx?cid=1524 31. Kamus 2. suka minum-minuman keras. padahal mungkin tidak. Available at: http://www.asp 29. semakin terlihat jelas bahwa posisi plasenta semakin naik ke atas menjauhi leher rahim. 17th ed. Setiawan E. Pada awal kehamilan bisa saja terdiagnosa plasenta tumbuh di atas leher rahim. Jika sampai kehamilan usia 14 minggu. atau di atas leher rahim. Beers MH.ramanathans.

Bila kondisinya berat.selaput pecah 6.melahirkan prematur 2.kontraksi melahirkan prematur . kaki atau wajah. Trombosis pembuluh darah Ini termasuk gangguan kehamilan yang jarang terjadi. Gangguan yang mungkin terjadi: . Pengobatan sendiri dilakukan dengan cara memberikan kompres hangat dan istirahat di tempat tidur. Pembengkakan secara tiba-tiba pada bagian tangan. Risikonya.melahirkan prematur 3. Tindakan penyelamatan biasanya dilakukan dengan menyegarkan persalinan caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi. .hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. dengan atau tanpa pendarahan di vagina. Perut mengencang berkepanjangan.ibu dan menghentikan aliran suplai oksigen pada janin.keguguran . Perut kokoh (keras) yang tetap. Rasa sakit pada bagian perut Gangguan yang mungkin terjadi: .plasenta praevia . Gangguan yang mungkin terjadi: .keguguran . 16 Pertanda tersebut bisa dilihat di bawah ini: 1. kejang. Cairan vagina keluar atau menyembur.placenta abruption . bisa menjalar sampai ke organ-organ penting seperti paru-paru. sebentar-sebentar kontraksi Gangguan yang mungkin terjadi: . Cirinya ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di kaki atau rongga pinggul yang menimbulkan penggumpalan darah pada dinding pembuluh darah.placentaabruption .melahirkan prematur 4.hamil di luar rahim .Placenta abruption 5. Perdarahan pada vagina. disertai rasa sakit. Gangguan yang mungkin terjadi: . mau tidak mau ibu hamil harus menjalani opname di rumah sakit. meskipun jumlahnya sedikit Gangguan yg mungkin terjadi: .

Adanya iritasi pada daerah vagina. Gangguan yang mungkin terjadi: . Gangguan yang mungkin terjadi: .7. Gangguan penglihatan berupa kelap-kelip. Penurunan atau perubahan yang nyata pada kegiatan janin.infeksi 16. 8. 9. Sakit kepala yang hebat dan berkepanjangan. Pusing sekali dan terus menerus. Mual dan muntah-muntah berkepanjangan Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit pada bagian kaki dan menjadi merah. Rasa sakit atau panas ketika buang air kecil. Gangguan yang mungkin terjadi: . remang-remang atau buta pada titik tertentu. serta sakit kepala ringan.ketegangan atau pemisahan sendi pertautan tulang kemaluan (pubic symphysis joint) 13.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia.penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks 14. atau rasa sakit di bagian kaki ketika berdiri atau berjalan. 10.infeksi saluran air seni . Gangguan yang mungkin terjadi: . rasa sakit atau gatal-gatal pada alat kelamin Gangguan yang mungkin terjadi: . Rasa sakit yang parah di sekitar tulang kemaluan dan pangkal paha dengan melemahnya gerakan-gerakan kaki.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Demam (suhu di atas 380 derajat) Gangguan yang mungkin terjadi: .Infeksi vagina 15. Gangguan yang mungkin terjadi: .trombosis urat darah halus (peradangan dan penggumpalan darah pada pembuluh darah) 12. 11. Gangguan yang mungkin terjadi: .Kesulitan janin karena ditentukan oleh penghitungan gerakan janin.hipertensi yang mempengaruhi kehamilan atau pre-eclampsia. Gangguan yang mungkin terjadi: .

tetap ada kemungkinan tubuh kita kekurangan unsur nutrisi tertentu. Penelitian telah menunjukkan bahwa berat badan yang berlebih mengganggu proses metabolisme tubuh menghancurkan lemak. 1. Namun tak perlu melakukan diet ketat. Mengetahui kadar kolesterol Periksakan kadar kolesterol Anda secara reguler. seperti selai kacang.5 kg dalam seminggu. Jalan kaki atau jenis olahraga ringan lain yang dilakukan secara rutin. menguranginya adalah salah satu cara untuk mengendalikan kadar kolesterol darah. avokad. Hati-hati. minyak zaitun dan kanola. jangan menghentikan konsumsi lemak.5 kg dapat memperbaiki kadar kolesterol. Sebaiknya Anda mengonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal. Mengurangi 2.5 – 4. akan membantu meningkatkan kadar HDL. Sehingga sekalipun Anda hanya mengonsumsi sedikit lemak. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL. melainkan menguranginya.muntah-muntah berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan (hyperemesis gravidarum) . 2. Jika hasil tes Anda tidak konsisten berada dalam rentang angka tersebut. Pastikan saja bahwa Anda berolahraga 30 menit setiap hari. Untuk mengatasi kondisi ini.3 – 0. dan meningkatkan HDL. jika hasilnya tetap maka Anda akan segera menjalani terapi pengendalian kolesterol. Penelitian telah membuktikan bahwa jenis lemak ini membantu menurunkan kadar LDL dan trigliserida dalam darah. 3. Mengonsumsi multivitamin Sekalipun telah mengonsumsi makanan sehat. dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah 130. Menjaga keseimbangan berat badan Jika bobot tubuh Anda berlebih. Berkenalan dengan lemak baik Jika telah terdiagnosa bahwa kadar kolesterol Anda tergolong tinggi. dokter cenderung menyarankan untuk melakukan tes ulang. serta kacang-kacangan. 5 hari dalam seminggu. para ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi multivitamin/makanan suplemen untuk mencukupi . tidak terlihat penurunan kadar kolesterol yang berarti. Upayakan saja penurunan berat sebanyak 0. dan HDL (kolesterol baik) berada di atas 40.. 4. Aktvitas fisik rutin Salah satu cara mengendalikan kadar kolesterol adalah berolahraga secara rutin. dokter biasanya memberi saran agar Anda menurunkan konsumsi lemak.Infeksi Langkah-langkah berikut diketahui dapat mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. 5.

Pada usia kehamilan kira2 3 bulan tidak/belum bisa dipastikan bahwa plasenta tsb akan terus demikian letaknya. karena itu perlu dilakukan USG ulang pada usia 7-8 bulan dan sekali lagi menjelang persalinan untuk melihat letak plasenta. semoga bisa bergeser keatas dan tidak lagi menutupi jalan lahir sehingga bisa diharapkan persalinan spontan melalui jalan lahir/vagina. dimulai sekitar kehamilan 7-8 bulan. hal ini akan menimbulkan perdarahan. artinya letak plasenta yang “didepan”. Istirahat baring/bed rest hanya bila masih ada perdarahan. vitamin B6 dan vitamin B12.kebutuhan dasar nutrisi dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. karena ada mekanisme alamiah yang membuat plasenta bergeser keatas . Pilihlah multivitamin yang mengandung asam folat. bila sudah berhenti pasien boleh mulai mobilisasi kembali. Placenta Previa . karena ketiganya memiliki manfaat penting menjaga kesehatan jantung. plasenta previa Placenta Praevia. menutupi jalan lahir.

mendapat kehidupan normal kembali seperti biasa tanpa efek apa-apa sampai kehamilan2 berikutnya. Plasentaku pindah ke . maka barulah wanita hamil tersebut dinyatakan memiliki PP. Apabila diketahui PP tetap ada.com Placenta Previa (PP) bukanlah sebuah penyakit plasenta.Gambar dari: obfocus. seluruh plasenta menutup jalan kelahiran 2. Beberapa mendapatkan tanda dengan bleeding terus menerus atau kadang2. bleeding. Bayiku lahir dengan normal melalui operasi yang bukan disebabkan PP. dan sebagian lagi. demikian pula dengan bayi yang dilahirkan bersama PP. updated setelah bayiku berusia 5 bulan: PP yang pernah dialami selama sekitar 4 bulan tidak memberi pengaruh apa2. Hampir keseluruhan wanita dengan PP menjalani kelahiran dengan c-section. Hampir 100% wanita hamil dengan PP sampai saat melahirkan. Langkah yang harus dilakukan adalah: menghindari bleeding. hanya bagian kecil plasenta menutup jalan kelahiran PP biasa ditemukan pada awal kehamilan. PP ditemukan pada 5-20% kehamilan. 1 dari 4 wanita dengan PP tercatat bisa melahirkan dengan normal yaitu apabila plasenta tidak menyentuh jalan lahir. Low-laying Placenta Previa. tanpa merasakan tanda2 apapun sampai saat melahirkan. tidak bleeding. Pada ultrasound trimester ke-2. Sekitar 9075% plasenta tercatat berpindah dan tidak menutupi jalannya kelahiran. dan cramping. Marginal Placenta Previa. ultrasound dilakukan lagi. sekitar 18 weeks. Tujuan utama adalah mencapai minggu ke-36 ketika bayi sudah siap dikeluarkan. dan seluruh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan normal. Pada kondisi ini. sebagian plasenta menutup jalan kelahiran 3. Pada awal trimester ke-3. hidup normal selayaknya bayi2 lain. Complete Placenta Previa. terdiri dari tiga macam: 1. wanita dengan PP harus berhati2 untuk menghindari bleeding dan mencatat adanya spotting. sekitar minggu ke-28. melainkan posisi plasenta yang menutupi jalannya kelahiran. biasanya dengan istirahat total di tempat tidur.

. bahkan aku diam saja disebabkan sakit tulang belakang.samping pada usia kandungan 32 tanpa aksi apa2: no urut atau no nungging apalagi ngepel.