METODOLOGI PENELITIAN I

Dr. Mudatsir, M.Kes
Koordinator Blok Research Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Rabu, 30 Desember 2009

1. Perumusan Masalah 2. Pengembangan Kerangka Konsep 3. Hipotesis

• Kenyataan sering dijumpai adanya fenomenafenomena kedokteran biologik.Pengertian • Permasalahan muncul karena ada “kesenjangan” antara teori (what should be) dengan kenyataan yang dijumpai (what is). klinik. maupun sosial yang bertentangan atau tidak dapat diterangkan dengan teori kedokteran yang ada atau fakta empirik temuan penelitian terdahulu • Adanya kesenjangan tsb menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. yaitu mengapa kesenjangan tsb terjadi dan dari pertanyaan inilah permasalahan penelitian dapat dikembangkan .

 Apakah semua setiap “kesenjangan” dapat dikembangkan menjadi masalah penelitian? .

Adanya kesenjangan antara yang seharusnya (teori maupun fakta empiris temuan penelitian terdahulu) dengan kenyataan medik yang dihadapi 2.Tiga prasyarat agar suatu agar permasalahan penelitian dapat diidentifikasi dan dirumuskan: 1. mengapa kesenjangan itu terjadi 3. Kesenjangan tersebut dapat dikembangkan pertanyaan. Pertanyaan tsb memungkinkan untuk dapat dikembangkan jawaban lebih dari satu kemungkinan .

Permasalahan Penelitian “Pertanyaan tentang suatu problematik yang timbul dari kesenjangan antara kenyataan dengan teori atau fakta empirik penelitian terdahulu yang memungkinkan untuk dijawab dan terdapat lebih dari satu kemungkinan jawaban” .

Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas 3.Ciri Masalah Penelitian yang baik Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian 2. Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti 1. .

Masalah harus ada nilai penelitian  Masalah harus mempunyai nilai keaslian  Masalah harus menyatakan suatu hubungan  Masalah harus merupakan hal yang penting  Masalah harus dapat diuji  Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan .

Masalah harus Fisibel  Data serta motode harus tersedia  Equipment dan kondisi harus mengizinkan  Biaya dan hasil harus seimbang  Didukung oleh sponsor yang kuat  Tidak bertentangan dengan hukum dan adat .

Masalah harus sesuai dengan kualifikasi Peneliti  Masalah harus sesuai dengan kualifikasi  Menarik bagi si peneliti .

4. Dari rumusan permasalahan dapat dilakukan konfirmasi ketetapan judul dan tujuan penelitian yang ditetapkan. Dengan perumusan masalah yang baik seorang peneliti dapat mengetahui “prognosis” penelitian yang akan dilakukan 3. Perumusan masalah merupakan langkah awal yang menentukan bagi penyusunan matarantai metodologik selanjutnya 2.Signifikansi Masalah Penelitian 1. Dari rumusan masalah dapat diketahui seberapa jauh penelitian yang akan dilakukan cukup berbobot dan oisrinal .

Rumusan Masalah Adekuat  Rumusan Permasalahan Penelitian yang bagaimana yang dianggap baik/adekuat? Tiga aspek kriteria permaslahan adekuat: 1. Aspek formulasi 3. Aspek substansi 2. Aspek teknis .

Masalah bobot dan 2. Masalah osrisinalitas .Aspek Substansi  Isi permasalahan dari aspek substansi 1.

atau 2. Mempunyai arti dalam perkembangan metodologi baru (bidang preventif. Mempunyai kegunaan praktis dalam dalam praktek sehari-hari. setidaknya aktualitas dan bobot suatu permasalahan dari 3 hal: 1. kuratif atau rehabilitatif).  Satu atau dua dari tiga kriteria di atas harus terpenuhi suatu permasalahan mendekati kriteria berbobot . Mempunyai arti bagi perkembangan ilmu (kegunaan teoritik). diagnostik.Masalah bobot/kegunaannya  Tidak ada patokan baku “alat pengkuran” mengenai bobot suatu penelitian  Namun. atau 3.

Masalah Orisinalitas • Masalah yang diajukan belum terjawabkan oleh teori maupun penelitian yang pernah dilakukan • Dalam kaitan dengan orisinalitas sering muncul tentang penelitian yang bersifat “replikasi” yang sama tapi dilakukan ditempat lain • Ada yang berpendapat orisinalitas tetap ada karena dilakukan di tempat yg berbeda harus hati-hati lihat latar belakang permasalahan yang ada • Tanpa ada faktor spesifik yg berbeda dgn daerah penelitian terdahulupenelitian perulangan belaka .

namun formulasi permasalahan penelitian yang baik biasanya memperhatikan hal tersebut. Kriteria ini memang tdk mutlak sifatnya. .Aspek Formulasi  Dua aspek formulasi rumusan masalah penelitian: 1. Rumusan hendaknya diajukan dalam bentuk pertanyaan (Kalimat interogratif) yang jelas. “Pertanyaan yang disusun dengan baik adalah pertanyaan yang mengandung setengah jawaban. tajam dan akurat menyangkut inti permasalahan yang dikehendaki. Rumusan mempermasalahkan hubungan antara dua variabel atau lebih. 2.

motivasi. peralatan. Masalah kelayakan penelitian itu sendiri  Memungkinkan permasalahan yang dirumuskan dapat dijawab secera empirik Pertimbangan dari aspek teknis: 1. dsb) Aspek Teknis . waktu. Pertimbangan metodologik (sejauh mana pemahaman teoritik dan kemampuan praktis di bidang metodologik yang telah dikuasai peneliti) 3. dan ketrampilan peneliti) 2. Peneliti (latar belakang pengetahuan dengan objek yang akan diteliti. biaya. Tersedianya fasilitas dan prasarana penelitian (bahan.

SUMBER MASALAH PENELITIAN  Bagaimana seorang peneliti menemukan masalah penelitian? bagi peneliti pemula?  Permasalahn penelitian tidak akan datang sendirinya kecuali pada penelitian”pesanan”  Sikap mandiri sangat diperlukan dalam mengolah permasalah penelitian  Sikap mandiri baru dapat dicapai apabila seorang peneliti aktif mencari dan menemukan masalah .

b. klinik. baik laboratorium. Kepekaan peneliti”menangkap” fenomena problematik yang terjadi dalam praktek. Beberapa hal yaang amat membantu peneliti mewujudkan sikap mandiri dalam penelitian: a. maupun masyarakat. Kesiapan penelitiPengetahuan teori dan informasi penelitian-penelitian terdahulu bidang ilmu yang ditekuninya c. Ketekunan peneliti mengikuti perkembangan mutakhir bidang ilmu yang ditekuninya .

Profesi 2. Faktor yang mempengaruhi kepekaan terhadap permasalahan penelitian 1. Spesialisasi 3. Kebutuhan dan praktek kehidupan sehari-hari 5. Bahan bacaan . Akademis 4. Pengalaman lapangan 6.

Kriteria pemilihan masalah penelitian Masih baru Aktual Praktis Memadai Sesuai dengan kemampuan peneliti Sesuai dengan kebijakan pemerintah Ada yang mendukung . 5. 2. 3. 6. 4. 1. 7.

7. 6. 3. 4. 5. 2.Sumber permasalahan penelitian 1. Kepustakaan Forum ilmiah Pengalaman praktek Ulangan serta perluasan penelitian Cabang studi yang sedang dikerjakan Pengalaman serta catatan pribadi dll .

     Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan Rumusan masalah harus jelas dan padat Rumusan harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian .

maka konsep tidak langsung diamatai atau diukur Konsep hanya dapat diamati atau diukur melalui konstruk atau variabel Variabel adalah simbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau bilangan dari konsep Variabel adalah adalah sesuatu yang bervariasi .     Abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal khusus Konsep merupakanan abstraksi.

Hb darah .dsb  . variabel yang dapat diukur adalah: .Sehat adalah konsep  menunjukkan keragaman kondisi kesehatan seseorang  Untuk mengetahui seseorang sehat atau tidak sehat.Tekanan darah .Denyut nadi .

 Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan .

Contoh Kerangka konsep Faktor Prediposisi -Pendidikan -Pengetahuian -Sikap -Persepsi Faktor Pendukung .Orang tua .Ketersediaan waktu Prilaku pemberian ASI Faktor Pendorong .Pendapatan keluarga .Sikap petugas .