P. 1
Mekanisme Kerja Otot

Mekanisme Kerja Otot

|Views: 269|Likes:
Published by Farella Kartika
jm,n,
jm,n,

More info:

Published by: Farella Kartika on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2015

pdf

text

original

Mekanisme Kerja Otot

Farella Kartika Huzna* Pendahuluan
Bergerak merupakan salah satu ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup. Manusia dan sebagian besar hewan dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar hewan, umumnya merupakan suatu gerak.Gerak yang dilakukan oleh manusia dan hewan biasanya terlihat jelas oleh mata kita. Pada manusia dan vertebrata, gerakan tubuh melibatkan tulang dan otot. Tulang dan otot merupakan alat gerak yang berkaitan erat. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak bila tidak digerakkan oleh otot. Karena tulang tidak dapat bergerak dengan sendirinya tanpa bantuan otot, maka tulang merupakan alat gerak pasif. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif karena berperan sebagai penggerak tulang. Tubuh terbentuk atas banyak jaringan dan organ,masing-masing dengan fungsinya yang khusus untuk dilaksanakan. Sel ialah unit atau unsur terkecil dari tubuh dan yang dimiliki oleh semua bagian. Sel disesuaikan dengan fungsi yang harus dilaksanakan atau dengan jaringan dimana sel itu berada. Beberapa sel, misalnya yang berada dalam sistem saraf dan otot, memang sangat khas. Beberapa lainnya seperti yang ada dalam jaringan ikat perkembangannya tidak sesempurna yang di otot atau saraf.1 maka dapat terjadilah kelelahan otot akibat metabolisme otot akibat tidak sempurnanya pembuatan ATP oleh glikolisis aerob sehingga digantikan oleh glikolisis anaerob dimana asam laktat yang menumpuk menyebabkan kelelahan otot. Dalam hal ini akan dianalisis kasus yang berkaitan dengan penjelasan yang diatas, sebagai berikut : “Seorang perempuan berusia 55 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena tiba – tiba ia merasa lemas dan jantungnya berdegub sangat kencang. Pada pemeriksaan fisik didapat : tekanan darah 80/60 , denyut nadi 150 kali/menit , pernafasan 32kali/menit , suhu 35,5o C. setelah melakukan pemeriksaan fisik (termasuk EKG), dokter melakukan massage pada sinus karotikus. Tidak beberapa lama setelah massage pasien pulih kembali.”

dan pembuluh limfe. Akan tetapi. tibia. Tulang kompakta secara makroskopis terlihat padat. femur. Kerangka tulang merupakan kerangka yang kuat untuk menyangga struktur tubuh. Struktur tulang memberi perlindungan terhadap organ vital. klavikula. termasuk otak. kaluna (ruang diantara lamelayang mengandung sel-sel tulang atau osteosit dan saluran limfe). yaitu : 1. metakarpal. fibula) dan kaki (tarsal. saraf. ulna. c) Ekstremitas bawah (tulang pelvik. Sebuah kanal Havers mengandung pembuluh darah. lamela (lempengan tulang yang mengelilingi kanal sentral). jikadiperiksa dengan mikroskop terdiri dari sistem Havers. jantung. Axial skeleton 2. terdiri dari kerangka tulang kepala dan leher.2 Pembagian skeletal. falang). patela.metat arsal. falang) Tulang tersusun oleh jaringan tulang kompakta (kortikal) dan kanselus (trabekular atau spongiosa). kolumna vertebrae. Sistem Havers terdiri dari kanal Havers. dan tulang hioid sternum 3. Apendikular skeleton terdiri dari : a) Kerangka tulang lengan dan kaki b) Ekstremitas atas (skapula. dan kanalikuli (saluran kecilyang menghubungkan lakuna dan kanal sentral). Otot yang melekat ke tulang memungkinkan tubuh bergerak. radial) dan tangan (karpal.*Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Pembahasan Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25% berat badan dan ototmenyusun kurang lebih 50%. tulang iga. Kesehatan dan fungsi sistem musculoskeletal sangat bergantung pada sistem tubuh yang lainnya. tengkorak. dan paru. humerus.2 . Saluran ini mengandung pembuluh limfe yang membawa nutrien dan oksigen ke osteosit.

sehingga kalsium dan fosfat Struktur tulang pada tungkai Ekstremitas bawah terdiri dari tulang pelvis. dan tulang-tulang phalangs:3 1. fungsinya adalah untuk artikulasi dengan tulang femur. Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai lintasan untuk pertukarankimiawi melalui tulang yang padat.Tulang kanselus juga keras seperti tulang kompakta. melarutkan mineral tulang. tetapi secara makroskopis terlihat berlubang-lubang (spons). Terdapat suatu cekungan di bagian pertemuan ilium-ischium-pubis disebut acetabulum. Masing-masing tulang pinggul terdiri atas 3 bagian utama yaitu ilium. Osteoklas adalah sel-sel berinti banyak yang memungkinkan mineral dan matriks tulangdapat diabsorpsi. yang di bagian proksimal berartikulasi dengan pelvis dan dibagian distal berartikulasi dengan tibia melalui condyles. tulang kanselus terlihat lebih besar dan mengandung lebih sedikit lamela. Jika dilihat dengan mikroskop kanal Havers. dan pubis terletak di bagian inferioranterior-medial. metatarsal. Osteoblas berfungsi menghasilkan jaringan osteosid dan menyekresi sejumlah besar fosfatase alkali yang berperan penting dalam pengendapan kalsium dan fosfat kedalammatriks tulang 2. Sel-sel penyusun tulang terdiri dari : 1. tarsal. Di daerah proksimal terdapat . 2. ischium terletak di bagian inferior-posterior. Sel-sel ini menghasilkan enzim proteolitik yang memecah matriks dan beberapa asam yang terlepas kedalam darah. Bagian ujung ilium disebut sebagai puncak iliac (iliac crest). femur. Pelvis Pelvis terdiri atas sepasang tulang panggul (hip bone) yang merupakan tulang pipih. fibula. Ilium terletak di bagian superior dan membentuk artikulasi dengan vertebra sakrum. 3. pubis dan ischium. Femur Femur merupakan tulang betis. tibia. Pertemuan antara pubis dari pinggul kiri dan pinggul kanan disebut simfisis pubis.

Terdapat 7 tulang tarsal. Sedangkan di bagian distal. Di bagian distal anterior terdapat condyle lateral dan condyle medial untuk artikulasi dengan tibia. Di bagian proksimal. Di daerah distal tibia membentuk artikulasi dengan tulangtulang tarsal dan malleolus medial. menyebabkan jari tersebut tidak sefleksibel ibu jari tangan. 6. fibula berartikulasi dengan tibia. Selain itu. Phalangs Phalangs merupakan tulang jari-jari kaki. tibia memiliki condyle medial dan lateral di mana keduanya merupakan facies untuk artikulasi dengan condyle femur. Tibia Tibia merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih medial dibanding dengan fibula. serta permukaan untuk tulang patella. Terdapat juga facies untuk berartikulasi dengan kepala fibula di sisi lateral. Karena tidak ada sendi pelana di ibu jari kaki. Di bagian distal posterior terdapat fossa intercondylar.prosesus yang disebut trochanter mayor dan trochanter minor. 4. yaitu calcaneus. cuboid. 3). talus. 3. tibia memiliki tuberositas untuk perlekatan ligamen. Di bagian proksimal. Fibula Fibula merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih lateral dibanding dengan tibia. Struktur otot pada tungkai . Tarsal Tarsal merupakan 7 tulang yang membentuk artikulasi dengan fibula dan tibia di proksimal dan dengan metatarsal di distal. fibula membentuk malleolus lateral dan facies untuk artikulasi dengan tulang-tulang tarsal. 7. Terdapat 2 tulang phalangs di ibu jari dan 3 phalangs di masing-masing jari sisanya. Calcaneus berperan sebagai tulang penyanggah berdiri. Metatarsal Metatarsal merupakan 5 tulang yang berartikulasi dengan tarsal di proksimal dan dengan tulang phalangs di distal. navicular. 5. dan cuneiform (1. 2. Khusus di tulang metatarsal 1 (ibu jari) terdapat 2 tulang sesamoid. dihubungkan oleh garis intertrochanteric.

fungsinya mengangkat dan memutar kalkaneus ke bagian luar. Fungsinya. terdapat di bagian belakang dari sendiilium di bawah gluteus maksimus. Muskulus ekstensor (quadriseps femoris) otot kepala empat. Muskulus gluteus medius dan minimus. Ketiga otot ini menjadi satu yang di sebut muskulus abduktor femoralis. antagonis dari iliopsoas yaitu rotasi fleksi dan endorotasi femur. terbentang dari prosesus transversi lumbalis menuju trokanter minor dan iliakus b. 2. Muskulus iliakus. Sebelah posterior bagian luar terdapat :4 a.A) Otot – otot sekitar ilium Otot ini berasal dari tulang ilium atau kolumna vertebralis menuju ke pangkal paha. mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata yang dibagi atas 3 golongan yaitu :4 1. Sebelah anferior bagian dalam dari ilium terdapat:4 a. Ketiga otot ini disebut juga otot iliopsoas. Muskulus gluteus maksimus merupakan otot yang terbesar yang terdapat di sebelah luar ilium membentuk perineum.4 1.Otot ini merupakan otot yang terbesar dari : a) Muskulus rektus femoris . berasal dari fosa iliaka menuju trokanter minor. Muskulus psoas mayor. B) Otot. abduksi dan endorotasi dari femur dan bagian medius eksorotasi femur. Fungsinya menyelenggarakan gerakan abduksi dari femur. yang terletak di muka psoas mayor.otot tungkai atas Muskulus femoris superior. Muskulus abduktor yang terdiri dari : a) Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam b) Muskulus abduktor brevis sebelah tengah c) Muskulus abduktor longus sebelah luar. b. 2. Muskulius psoas minor. c.gfungsinya.

Otot fleksor femoris.b) Muskulus vastus lateralis eksternal c) Muskulus vastus medialis internal d) Muskulus vastus intermedial 3. otot yang seperti selaput. b) Muskulus semi membranosus. Otot – otot tersebut di paut oleh ikat melintang dan ikat silang sehinggaotot itu bisa membengkokkan kaki ke atas. Otot akiles (tendo achilles). jari manis dan kelingking kaki. otot seperti urat. Fungsinya membengkokkan tungkai bawah. 4. Fungsinya dapat mengangkat kaki sebelah luar. Otot kentul jari (muskulus fleksor falangus longus). Fungsinya membengkokkan femur dan meluruskan tungkai bawah. Fungsinya membengkokkan otot bawah serta memutarkan ke dalam. Fungsinya menggangkat pinggir kaki sebelah tengah dan membengkokkan kaki. C) Otot. eksorotasi femur memutar keluar pada waktu lutut mengentul. Muskulus ekstensor talangus longus. Fungsinya. Funfsinya meluruskan kaki di sendi kalkaneus dan membengkokkan tungkai bawah patela (muskulus popliteus) yang : a) Berpangkal pada kondilus fibula. serta membantu gerakan fleksi femur dan membengkokkan keluar. otot berkepala dua. yang terdapat di bagian belakang femur terdiri dari : a) Biseps femoris. terdapat di bagian femur. Bentuknya bentuknya panjang seperti pita. Muskulus tibialis anterior. d) Muskulus sartorius. otot penjahit. b) Melintang dan melekat di kondilus lateralis tulang femur. Fungsinya meluruskan jari telinjuk ke tengah jari. Otot kedang jempol.otot tungkai bawah Terdiri dari :4 1. Fungsinya memutar tibia kedalam (endorotasi). 2. 3. c) Muskulus semi tendinosus. .otot – otot yang terdapat di belakang mata kaki luar dipaut oleh ikat silang dan ikat melintang. fungsinya dapat meluruskan ibu jari kaki.

fungsinya dapat meluruskan jari kaki. Berpangkal pada selaput antara tulang dan melekat pada pangkal falang. Tulang keras dapat terbentuk baik melalui prosesosifikasi intramembran. Otot tulang tibia (muskulus tibialis posterior). Ada dua jenis osifikasi yaitu osifikasiintramembran dan osifikasi endokondral. Otot kedang jari bersama. ototnya melewati falang dan melekat pada ruas falang. Fungsinya dapat membengkokkan kaki di sendi kalkaneus dan metatarsal di sebelah ke dalam. 6.Berpangkal pada tibia dan ototnya menuju metatarsal dan melekat pada tuas falang.6 . 7.1 otot pada tungkai5 Pertumbuhan dan Metabolisme tulang Osifikasi adalah proses pembentukan tulang. Berpangkal pada fibula. Fungsinya membengkokkan falang. 5. osifikasi endokondral atau kombinasi keduanya. Gambar 1. Osifikasiintramembran berasal dari mesenkim yang merupakan cikal bakal dari tulang. Muskulus falangus longus. Letaknya di punggung kaki. Fungsinya membengkokkan jari dan menggerakkan kaki kedalam.

Setelah jaringantulang menggantikan tulang rawan. dan penggantian oleh tulang. maka bagian epifisis tetap kurang lebih sama ukurannya. Tumbuh dan memanjangnya terutama terjadi akibat pembelahan berulangkondrosit. beberapa waktu kemudian menjadi keropos dan mudah patah. kedua ujung tulang yang berkembang itu masih tetapterdiri dari tulang rawan. Osteoblast yang tumbuh menjadi osteosit akan mempengaruhi zat-zat disekitarnya (matriks) yang mula-mula cair akan menjadi kental. Bagian tengah tulang menjadi batangnya. Setelahmodel tulang rawan ini terbentuk. Hal initerjadi karena jaringan tulang juga dapat melemah dan sebagian osteositnya mati. Diantara kedua tempat ini yang menjadi tempat osifikasi primer adalah pada diafisisnya. 6 Karena pemanjangan pusat osifikasi diafisis sejalan dengan penumbuhan interstisial pada epifisis rawan.Osifikasi endokondral diawali dengan pembentukan model tulang rawan. yang berakibat memanjangnya tulang. kemudian tulang bertumbuh secara interstisial danaposisional. pada gilirannya membutuhkan pelebaran rongga medula sebagai kompensasi untuk mencegah korteks tulang menjadi terlalu tebal dan berat. Pertumbuhan aposisional ini mengakibatkan melebarnya bagian batang. Pertumbuhan interstisial terjadi pada epifisis yang masih tulang rawan. Apabila osteoklas bekerja lebih aktif maka keseimbangan proses remodeling akan terganggu dan akibatnya massa tulang berkurang secara perlahan. sehingga . disertai pembentukan matriks oleh sel anak dan pertumbuhan melebarnya terutamadisebabkan penambahan matriks pada bagian tepi oleh kondroblas baru. Epifisis sendiri tidak memanjang karena tulang rawan pada sisi pusat osifikasi diafisis secara progresif mengalami pematangan. pengapuran.kemudian membentuk osteoid.6 Osteogenesis intramembranosa (osteogenesis desmalis=osteogenesis primer) yaitu suatu proses penulangan secara langsung.Pertumbuhan aposisional membuat diameter batang tulang membesar. sehinggasetiap hari perlu diganti dengan sejumlah osteosit baru. disebutdiafisis. Tulang secara tetap menyesuaikan diri terhadap stress dengan proses remodelling terhadap struktur internanya mengisi matriks tulang agar tulang menjadi padat dan kuat. Osteoid akan mengeras karena proses pengapuran(cakification).6 Kedua tempat ini diafisis danepifisis. Pertumbuhan aposisional ini terjadi kontinyu sepanjang hidup. Perubahan pada struktur tulang tidak hanya terjadi pada saat tulang mengalami pertumbuhan. Tulang mengalami proses remodelling struktur interna seumur hidup. menjadi tempat osifikasi.sementara diafisis tulang di antaranya memanjang. Ujungtulang yang masih berupa tulang rawan menjadi epifisisnya.

terjadi proses pembentukan tulang hingga tulang mencapai kondisi sempurna atau disebut dengan „massa puncak tulang´ atau disebut juga dengan proses Remodelling. Sel-sel kondroblas yang besar mensekresikan matriks yang berupa kondrin.Kondroblas berubah menjadi osteoblas yang menghasilkan osteosit dan menghasilkan mineral untuk membentuk matriks tulang. proses penghancuran tulang lebihaktif sehingga kepadatan tulang berkurang dan akibatnya tulang menjadi rapuh. Osteoklas dapat mengeluarkan enzimyang dapat melarutkan atau menghancurkan tulang. kemudian digantikan dengan sel-sel tulang yang baru. artinya tidak dibawah perintah otak. kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung. Proses pergantian tulang ini berkaitan dengan pelepasan dan penambahan kalsium mengisi matriks tulang agar tulang menjadi padat dan kuat. Osteoblas bertugas membentuk selsel tulang baru.6 Proses remodeling tulang meliputi proses pembentukan dan penghancuran tulang. Pada usia lanjut.6 Prosesremodelling tulang melibatkan osteoklas dan osteoblas. Contoh tulang yang pembentukannya melalui proses ini pada umumnya terjadi pada tulang pipih misalnyaos frontalis. kemudian melepaskan mineral yang tersimpan di dalam tulang.akan mengurung osteosit. Tidak memiliki garis-garis melintang ( polos ). Disinilah mulai terbentuk pulau tulang pertama.6 Tulang manusia merupakan jaringan hidup yang selalu mengalami pergantian atau Remodelling dan proses ini berlangsung sepanjang hidup manusia.6 . beberapa waktu kemudian menjadi keropos dan mudah patah. oleh karena itu otot polos disebut .6 Jaringan Muskular  Otot polos Otot yang bentuknya gelondong. os parietalis. Sel tulang yang rusak dihancurkan dan dibuang.6 Sebagian besar tulang juga dapat terbentuk dari gabungan osifikasi intramembran danosifikasi endokondral pada proses ini sel mesenkim berkembang menjadi kondroblast yangaktif membelah. Mempunyai satu inti sel. dan tempat proses ini disebut titik penulangan (punctum ossification).Kondisi ini dicapai pada usia sekitar 30an. Sejak janin hingga usiadewasa muda. Apabila osteoklas bekerja lebih aktif maka keseimbangan proses remodeling akan terganggu dan akibatnya massa tulang berkurang secara perlahan. termasuk kalsium. Bekerja diluar kesadaran.

Otot jantung memiliki tubulus-T dan reticulum sarkoplasma yang terbentuk dengan baik. dan hanya ditemukan pada jantung.8 Tidak seperti otot rangka. Otot ini berkontraksi seseuai dengan mekanisme sliding filament. Sedangkan pita I yang dibentuk protein aktin terlihat lebih terang. Miofibril berisi miofilamen yang terdiri dari pita A (bagian tebal) dan pita I (bagian tipis).8  Otot Jantung Otot jantung adalah otot lurik. Batas keduanya disebut dengan sarkomer. otot jantung menjadi sangat sensitive terhadap ketidakseimbangan kalsium dalam cairan tubuh.8 Miofilamen disusun dalam pola pemitaan regular sehingga otot jantung berlurik. serabut terelongasi dan membentuk cabang dengan satu nucleus sentral. Kontraksi otot jantung kuat dan berirama. antara lain jaringan otot. tiap serabut otot rangka terdiri atas miofibril. involunter. dinding pembuluh darah. saluran pernafasan. Secara mikroskopis. Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom.sebagai otot tak sadar. Filament aktin tipis mengandung troponin dan tropomiosin.7  Otot skelet Sekitar 40 persen dari seluruh tubuh terdiri dari otot rangka yang dibentuk oleh sejumlah serat otot berdiameter 10-80 mikrometer. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan. Otot jantung adalah otot miogenik dan dapat memicu potensial aksinya sendiri tanpa memerlukan stimulasi saraf. sebagian ion kalsium yang dilepas untuk memicu kontraksi berasal dari carian ekstraselular. pembuluh darah sebagai penyuplai nutrisi dan oksigen penghasil energi untuk proses kontraksi. Mekanisme aksi ion kalsiumnya serupa dengan yang terjadinya di otot rangka. Akibatnya. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis. Sarkomer akan memendek ketika terjadi kontraksi. Otot rangka bekerja secara volunter. Gap junction yang terletak . Ada beberapa bagian dari otot rangka. Bila otot polos dirangsang. serta terdapat jaringan ikat. Panjangnya berkisar antara 85 mikron sampai 100 mikron dan diameternya 15 mikron. Pita A dibentuk oleh protein miosin dan terlihat lebih gelap. Diskus terinterkalasi adalah sambungan kuat khusus pada sisi ujung yang bersentuhan dengan sel-sel otot tetangga. reaksinya lambat. saraf sebagai penyalur rangsang dan pengatur kontraksi.

pada diskus terinterkalasi saling menghubungkan sel-sel otot jantung dan meningkatkan penyebaran depolarisasi ke selutuh jantung. Selama kontraksi otot.Namun. yaitu penghapusan sebagian atau seluruhnya garis H. Kontraksi berlangsung pada interaksi antara aktin miosin untuk membentuk komplek aktin-miosin. gerakan pergeseran itu mengakibatkan perubahan dalam penampilansarkomer. meskipun filamen tersebut tidak bertambah banyak.9 . filamen-filamen tipis aktin terikat pada dua garis yang bergerak ke Pita A. selain itu filamen myosin letaknya menjadi sangat dekat dengan garis-garis Z dan pita-pita A serta lebar sarkomer menjadi berkurang sehingga kontraksi terjadi.8 Mekanisme kerja otot Mekanisme kerja otot pada dasarnya melibatkan suatu perubahan dalam keadaan yang relatif dari filamen-filamen aktin dan myosin.

dalam jumlah sedikit. Di sini. Di setiap ujung. saraf menyekresikan substansi neurotransmitter. . yaitu asetilkolin.2 perbedaan posisi aktin dan myosin10 Secara spesifik yaitu suatu potensial aksi berjalan di sepanjang sebuah saraf motorik sampai ke ujungnya pada serabut otot. dan banyak aliran listrik potensial aksi mengalir melalui pusat serabut otot. Asetilkolin bekerja pada area setempat pada membrane serabut otot untuk membuka banyak kanal “bergerbang asetilkolin” melalui molekul-molekul protein yang terapung pada membrane. Terbukanya kanal bergerbang asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium untuk berdifusi ke bagian dalam membrane serabut otot.. Potensial aksi akan menimbulkan depolarisasi membrane otot. Potensial aksi akan berjalan disepangjang membrane serabut otot dengan cara yang sama seperti potensial aksi berjalan di sepanjang membrane serabut saraf.Gambar 1. Peristiwa ini akan menimbulkan suatu potensial aksi pada membrane.

11 Sebuah filament aktin murni tanpa adanya kompleks troponin-tropomiosin akan berikatan secara cepat dan kuat dengan kepala molekul myosin. dan setiap molekul troponin C dapat berikatan secara kuat dengan empat ion kalsium. yang menyebabkan kedua filament tersebut bergeser satu sama lain. efek penghambatan kompleks troponin-tropomiosin terhadap filament aktinitu sendiri dihambat. dan ion-ion ini tetap disimpan dalam reticulum sampai potensial aksi otot yang baru datang lagi. kompleks troponin ini diduga akan mengalami perubahan bentuk yang menaruk molekul tropomiosin dan memindahkannya lebih dalam ke lekukan antara dua untai aktin.potensial aksi menyebabkan reticulum sarkoplasma melepaskan sejumlah besar ion kalsium. jika kompleks troponin-tropomiosin ditambahkan pada filament aktin. ikatan antara aktin dan myosin ini tidak akan terbentuk. diduga bahwa bagian aktif pada filament aktin normal dari otot yang sedang relaksasi akan dihambat atau secara fisik akan ditutupi oleh kompleks troponin-tropomiosin.11 .11 Kontraksi otot Interaksi aktin (filament tipis) dan myosin (filament tebal) menyebabkan kontraksi otot. dan menghasilkan proses kontraksi. sehingga memungkinkan kompleks ini menarik kepala jembatan silang myosin dan menyebabkan terjadinya kontraksi. yang telah tersimpan di dalam reticulum ini. Sebelum terjadinya kontraksi. Mekanisme penghambatan ini tidak diketahui. pengeluaran ion kalsium dari myofibril akan menyebabkan kontraksi otot terhenti. Setelah kurang dari satu detik. Lalu.11 Keadaan tersebut membawa kita kepada peran ion Ca++. tetapi salah satu dugaan adalah sebagai berikut: Bila ion-ion kalsium bergabung dengan troponin C. yang disebabkan oleh terbentuknya jembatan silang. Dengan adanya ion-ion kalsium dalam jumlah besar. 11 Ion-ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filament aktin dan myosin. ion kalsium dipompa kembali ke dalam reticulum sarkoplasma oleh pompa membrane Ca++. Oleh karena itu. efek penghambatan kompleks troponin-tropomiosin itu sendiri harus dihambat. Akibatnya tempat ini tidak dapat melekat pada kepala filament myosin untuk menimbulkan kontraksi. suatu akibat dari interaksi troponin dan ion Ca++.

ATP. kembali memberikan energy bagi jembatan silang.Jembatan silang myosin memiliki dua tempat khusus. sehingga jembatan silang myosin yang mendapat energy dapat berikatan dengan molekul aktin. Energy yang tersimpan di dalam jembatan silang myosin dibebaskan untuk menyebabkan jembatan silang menekuk dan menghasilkan gaya ayunan yang kuat yang menarik filament tipis ke arah dalam.11 Relaksasi otot Serabut otot mengalami relaksasi ketika kalsium dipompa keluar dari sitoplasma dankembali ke dalam retikulum sarkoplasma. Sebegai analoginya. berturut-turut menarik filament tipis kearah dalam untuk menyelesaikan kontraksi. Ca++ menarik kompleks troponin-tromiosin keluar dari posis menghambatnya. Yang terakhir adalah suatu tempat enzimatik yang dapat mengikat molekul pembawa energy.11 ADP dan Pi juga dibebaskan dengan cepat dari myosin ketika myosin berkontak dengan aktin saat gerakan mengayun timbul. siap untuk menjalani siklus baru. dan mengurainya menjadi ADP dan Pi. ADP dan Pi tetap berikatan dengan myosin. dalam prosesnya menghasilkan energy. Penguraian ATP terjadi di jembatan silang myosin sebelum jembatan berikatan dengan molekul aktin. jembatan silang yang telah mendapatkan energy tersebut kembali menekuk. Aktin dan myosin tetap berikatan di jembatan silang sampai ada molekul ATP segar melekat ke myosin di akhir gerakan mengayun. Pemompaan kalsium adalah proses aktif . Kontak antara myosin dan aktin ini “menarik pelatuk”. Sewaktu berikatan dengan molekul aktin yang lain. demikian seterusnya. Ketika serat otot tereksitasi. tempat pengikatan aktin dan tempat ATPase. magnesium (Ma++) harus terlebih dahulu melekat ke ATP sebelum ATPase myosin dapat menguraikan ATP. Di otot rangka. siap untuk ditembakkan ketika pelatuk (pemicu) ditarik. Perlekatan molekul ATP baru memungkinkan terlepasnya jembatan silang yang kemudian kembali ke konformasinya semula. dan energy yang dibebaskan disimpan di dalam jembatan silang untuk menghasilkan bentuk myosin berenergi tinggi. Hal ini membebaskan tempat ATPase myosin untuk berikatan dengan molekul ATP lain. ATP yang baru melekat kemudian diuraikan oleh ATPase. jembatan silang “dikokang” seperti sebuah senapan.

Pembentukan ikatan-silang angtara aktin dan myosin dan pergeseran (sliding) filament tipis pada filament tebal sehingga terjadi pemendekan otot. yang menyebabkan kontraksi otot berhenti. Tahap dalam relaksasi 1.13 Tahap dalam Kontraksi 1. Penyebaran depolarisasi kea rah dalam di sepanjang tubulus T 8. troponin kembali ke posisinya semula dan tropomiosin 12 kembali menghambat pengikatan aktin dan miosin. Pengikatan Ca2+ pada toponin C. Pembebasan Ca2+ dari troponin 3. Pembebasan Ca2+ dari sisterna terminal reticulum sarkoplasma dan difusi ke filament tebal dan tipis 9. yang memajankan tempat pengikatan myosin pada aktin. Pembentukan potensial endplate 6. Meningkatnya hantaran Na+ dan K+ di membrane endplate 5. Pembebasan transmitter (asetilkolin) di motor endplate 3.yangterjadi di membran retikulum sarkoplasma. Terikatnya asetilkolin pada reseptor asetilkolin nikotinik. . Pembentukan potensial aksi di serat otot 7. Ketika kadar kalsium turun sampai sekitar 107 molar. Proses ini menggunakan energi yang berasal dari pemecahan molekul ATP yang berbeda. Pelepasan impuls neuron motorik 2. Penghentian interaksi antara aktin dan myosin. Ca2+ dipompa kembali kedalam reticulum sakoplasma 2. 4. Rangkaian kejadian dalam kontraksi dan relaksasi otot rangka. 10. Tabel 1.

Proses respirasi aerob menghasilkan 36 ATP setiap satu molekul glukosa. Adenosine tri fosfat (ATP) menyediakan energy untuk kontraksi otot. 2.Sumber energy Kontraksi otot memerlukan sejumlah energy yang besar. asam lemak dll. Oksigen tidak diperlukan pada metabolism anaerob. Mempertahankan gradien ion Na/K melewati sarkoplasma (potensial membrane) Banyak alternative sumber ATP didalam tubuh. Respirasi Aerob (siklus krebs/TCA cycle) Respirasi aerob merupakan metode yang paling efisien. Respirasi Anaerob (glikolisis) Respirasi anaerob terjadi tanpa adanya oksigen. Pada proses ini terjadi pemecahan glukosa menjadi ATP dan asam laktat. 3. Sedikit energy dari glukosa yang ditangkap sebagai ATP untuk . Dalam proses kontraksi sel otot. sumber untuk respirasi aerob adalah glukosa. Energy ini merupakan energy simpanan di otot skelet. sumber – simber ATP tersebut adalah :12 1. dan H2O. Glukosa dipecah menjadi asam piruvat untuk menghasilkan beberapa ATP. sehingga toidak efisien. Memompa kalsium kembali ke reticulum sarkoplasma selama fase relaksasi 3. ATP berguna untuk:12 1. Glikolisis dan glikogenolisis terjadi untuk memenuhui kebutuhan energinya. Namun hanya 1 ATP yang dihasilkan untuk setiap penggunaan satu molekul keratin fosfat. metionin) dan ditransport ke sel otot dimana akan difosforilasi oleh kretin kinase (memerlukan ATP) menjadi keratin fosfat. gllisin . proses pemecahan glukosa dilakukan untuk menghasilkan ATP. Asam piruvat dikonversi menjadi asam laktat. Proses kontraksi 2. Respirasi ini memerlukan oksigen. Keratin disintesis di hepar (dari arginin. CO2 . Creatine phosphate (CP) Keratin fosfat merupakan cara yang cepat dalam menghasilkan ATP.

Regangan (pemijatan) setelah aktivitas membantu memetabolisme asam laktat. Manurung S. Jakarta : EGC.com/2008/10/sistem-rangka-manusia. 2003. P. Jakarta : EGC . Maka tubuh dan lebih spesifisiknya tungkai akan merasa lemah dan lemas . Tate.html 14 Maret 2012. h. 5. Hal ini disebabkan karena terjadi pergantian siklus saat melakukan aktifitas . 6th edition .. international edition.347-9. Suratun. sehingga dibutuhkan banyak glukosa. Fisiologi dan anatomy modern untuk perawat.1. Asam laktat yang dihasilkan menyebabkan kelelahan pada otot. Klien gangguan sistem muskoskeletal : seri asuhan keperawatan. 2006.2003 . Mc Graw Hill : New York . Asam laktat dikonversi kembali menjadi asam piruvat oleh hepar melalui siklus Cori.3-11. 4. laju glukosa sekitar 30-60 detik. Edisi . Gibson J. Bordui F. Stephen .125. Daftar pusaka 1. Diunduh dari http://prestasiherfen. Asam laktat digunakan sebagai bahan bakar oleh hepar. Jilid 1 ed 2. Heryati. Stevens PJ.blogspot. 2. Penutup Dapat disimpulkan bahwa kedua tungkai lemas dan lelah dipengaruhi oleh mekanisme kerja otot dimana kelelahan otot dikarenakan penumpukan asam laktat pada saat glikolisis anaerob. . 3. Raenah E. h. Asam laktat berdifusi ke dalam peredaran darah. Seeley . h. ginjal dan jantung.1999. Reaksi ini berjalan cepat. Namun tidak efisien karna hanya menghasilkan 2 ATP per molekul glukosa. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC . Glikolisis dapat memenuhi jika persediaan kebutuhan ATP untuk kontraksi otot dalam waktu singkat oksigen tidak mencukupi. Ilmu keperawatan.digunakan oleh sel. dimana pada saat otot berkontraksi lebih cepat maka akan terjadi respirasi anaerob mengantikan respirasi aerob maka ATP yang dihasilkan pun lebih sedikit sedangkan yang dibutuhkan tubuh relative banyak. van der Weyde JAG. Anatomy and Physiologi.

Ed. 317. McGraw-hill : New York. 10.6. 8. 2007. Ke-1. Slonane E. 2011. Biokimia otot.121123. Asmadi . Ed. Corwin EJ. Muha medika : Yogyakarta . 2003.h. Katja Human Anatomy & Physiology. 23 Oktober 2008. Suryati H.com/2008/10/kontraksi-otot.Ganong WF. Buku saku patofisiologi.com/2008/10/sistem-rangka-manusia. Jakarta : EGC. Diunduh dari http://prestasiherfen. 7.h. 2011. Saryono. Jakarta: EGC.html 14 Maret 2012.h. Hoehn. Saryono.114-17 12. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula.2009. Sistem rangka manusia.blogspot. Chicago: Pearson Benjamin Cummings. . ke-7. Muha medika : Yogyakarta .h.html 14 Maret 2012. Marieb. 21th ed.blogspot. 2004.h. 9. 14. 11. Review of medical physiology. 13. Elaine.316-7.103-105.320. Teknik prosedural konsep & aplikasi kebutuhan dasar klien.95-97. Biokimia otot. Diunduh dari http://prestasiherfen. h.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->