PENGAMBILAN SAMPEL TINJA UNTUK PEMERIKSAAN FESES RUTIN Tujuan : mendapatkan spesimen tinja/feses yang memenuhi persyaratan

untuk pemeriksaan feses rutine Waktu : pengambilan dilakukan setiap saat, terutama pada gejala awal dan sebaiknya sebelum pemberian anti biotik. Alat-alat : – lidi kapas steril - pot tinja Cara kerja : 1. Penderita diharuskan buang air kecil terlebih dahulu karena tinja tidak boleh boleh tercemar urine 2. instruksikan pada penderita untuk buang air besar langsung kedalam pot tinja ( kira kira 5 gram ) 3. tutup pot dengan rapat 4. Berikan label berisi tanggal pemeriksaan,nama pasien dan jenis spesimen

Pendahuluan Feces ( tinja) normal terdiri dari sisa- sisa makanan yang tidak tercerna, air, bermacam produk hasil pencernaan makanan dan kuman- kuman nonpatogen. Orang dewasa normal mengeluarkan 100 – 300 gram tinja per hari. Dari jumlah tesebut 60- 70% merupakan air dan sisanya terdiri dari substansi solid (10-20%) yang terdiri dari makanan yang tidak tercerna (selulosa), sisa makanan yang tidak terabsorbsi, sel- sel saluran pencernaan (sel epitel) yang rusak, bakteri dan unsur- unsur lain (+ 30%). Tinja yang dikeluarkan merupakan hasil pencernaan dari + 10 liter cairan masuk dalam saluran cerna. Tinja normal menggambarkan bentuk dan ukuran liang kolon. Perhatian terhadap pemeriksaan tinja di laboratorium dan klinik pada umumnya masih kurang. Berlainan dengan pemeriksaan cairan tubuh lainnya, sampel tinja biasanya tidak dapat dikeluarkan pada waktu hendak diperiksa dan penderita biasanya enggan untuk mengumpulkan dan mengirimkannya untuk pemeriksaan. Hal yang sama dirasakan pula bila dokter, perawat atau pegawai laboratorium lain diminta untuk melakukan pemeriksaan tinja. Tinja merupakan spesimen yang penting untuk diagnosis adanya kelainan pada system traktus gastrointestinal seperti diare, infeksi parasit, pendarahan gastrointestinal, ulkus peptikum, karsinoma dan sindroma malabsorbsi. Pemeriksaan dan tes yang dapat dilakukan pada tinja umumnya meliputi : Tes makroskopi, tes mikroskopi, tes kimia dan tes mikrobiologi. Metode – metode

Begitupun dengan obat. Preparat besi akan mempengaruhi warna tinja dan sebaiknya dihentikan 4-6 hari sebelum pengambilan sampel. minyak atau magnesium akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. 2. Analitik Alat 1. Beri label : nama. sampel sebaiknya diberi pengawet buffered glycerol saline. Kertas toilet tidak dibenarkan sebagai wadah tinja oleh karena mengandung bismuth. masukkan kedalam wadah dan tutup rapat. Persiapan pasien : Pasien tidak dibenarkan makan obat pencehar sebelumnya. tertutup rapat dan bersih. Ambil tinja bagian tengahnya sebesar ujung ibu jari. umur. jenis kelamin. Pengumpulan/ pengambilan sampel 1.obat antidiare. Wadah : Pot plastik yang bermulut lebar. Cara pengambilan : a. Bila sarana laboratorium jauh dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Rectal swab c. b. bismuth. Persiapan sampel : Sampel sebaiknya tinja segar (pagi hari) sebelum sarapan pagi. atau tinja baru.1. Tinja tidak boleh mengenai bagian luar wadah dan diisi jangan terlalu penuh. barium. Tes Makroskopi 1. Anal swab ( jarang dilakukan ) 2. b. Lidi atau spatel kayu . golongan tetracycline. Pra Analitik a. defekasi spontan dan diperiksa dilaboratorium dalam waktu 2-3 jam setelah defekasi (warm stool). diagnosis awal. tanggal. nomor pasien. c. Tinja segar : sebaiknya tinja pagi hari atau tinja baru dan defekasi spontan. Pasien diberitahu agar sampel tinja jangan tercampur dengan urin atau sekresi tubuh lainnya.

3. iritasi mungkin pada usus kecil. adanya darah. 6. 5. nanah. cacing dll. lokasi iritasi mungkin pada usus besar dan bila bercampur dengan tinja. Perhatikan warna. Lendir pada bagian luar tinja. skatol dan asam butirat. bismuth zat Pendarahan disaluran bagian proksimal cerna . 3. apakah bercampur atau hanya dibagian luar tinja saja. Kapas lidi Cara kerja 1. basi. Coklat tua. coklat tua sekali empedu Dibiarkan lama diudara Makanan yang banyak daging Hitam mengandung Makanan mengandung besi . lender. asam. Darah : Normal tinja tidak mengandung darah. Sampel diperiksa ditempat yang terang 2. Parasit : Cacing mungkin dapat terlihat Warna Tidak Patologis Patologis Coklat. Lendir : Adanya lendir berarti ada iritasi atau radang dinding usus. Warna tinja yang abnormal dapat disebabkan atau berubah oleh pengaruh jenis makanan. Warna : normal tinja berwarna kuning coklat. Bau : bau normal tinja disebabkan olah indol.2. bau.obatan dan adanya perdarahan pada saluran pencernaan 2. coklat atau hitam. kuning Oksidasi normal dari pigmen coklat. konsistensi. Perhatikan apakah darah itu segar (merah muda). Tinja yang abnormal mempunyai bau tengik. Konsistensi : tinja normal agak lunak dan mempunyai bentuk seperti sosis 4. obat. Pasca Analitik Hasil dan interpretasi 1.

masing larutan 4. Kristal. Analitik 1.abu muda sekali Makanan mengandung banyak Obstruksi saluran empedu bahan susu barium Makanan mengandung banyak Makanan melalui usus dalam bayam. Amati apakah ada telur cacing. 5. amuba. Aduk sampai rata pada masing. Ambil tinja dibagian tengahnya atau pada permukaan yang mengandung lendir. Periksa dibawah mikroskop. sel epitel. Alat 1. Pra Analitik Persiapan sampel dan persiapan pasien sama dengan tes makroskopi 1.mula dengan pembesaran 10x kemudian 40x. empedu belum sempat teroksidasi Makanan yang mengandung Pendarahan yang berasal dari banyak lobak merah (bit) saluran cerna bagian distal Hijau atau kuning hijau Merah Tabel 1. Tutupi dengan kaca penutup 5. mula. eritrosit.abu / putih Makanan mengandung coklat Steatore (konsistensi bubur dan berbuih) seperti Abu. Cara kerja 1. larutan NaCl 0. darah atau nanah + seujung lidi 3.9% 2. 4. Lidi/ kapas lidi Kaca objek Kaca penutup Mikroskop Reagen : Larutan eosin 2%. sisa makanan dll . 3. waktu cepat hingga pigmen Pencahar berasal dari sayuran. Tes Mikroskopi 2.Abu. larutan lugol. Keadaan yang mempengaruhi warna tinja 1.9% dan sebelah kanan dengan 1 tetes larutan eosin 2% atau larutan lugol 2. sayuran hijau lain. leukkosit. 2. Tetesi kaca objek disebelah kiri dengan 1 tetes NaCl 0.

Keadaan ini selalu bersifat patologis. Eritrosit. Enterobius vermicularis Trichiurus trichiura. Pasca Analitik Hasil dan interpretasi 1. jumlah lekosit yang ditemukan banyak menjadi besar. Strongyloides stercoralis. Pada disentri basiler. Jumlah sel epitel bertambah banyak kalau ada perangsangan atau peradangan dinding usus. dalam plasmanya sering dilihat sel. Makrofag. 6. 2. Larutan jenuh Sudan III dan Sudan IV dalam alcohol 70% juga dipakai : lemak netral menjadi tetes. Dalam preparat natif ( tanpa pewarnaan) sel. khususnya amubiasis.tetes merah atau jingga. Sel. Telur cacing. 4. Kalau hanya dilihat beberapa dalam seluruh sediaan. Sebagai kelainan mungkin dijumpai Kristal Charcot-Leyden dan Kristal hematoidin. dan sebagainya. kalsium oksalat dan asam lemak. 3. Sisa makanan itu sebagian berasal dari makanan daun. Dalam tinja normal mungkin terlihat Kristal. Necator americanus. Lebih jelas terlihat kalau tinja dicampur dengan beberapa tetes larutan asam acetat 10%. 7. rectum atau anus. serat elastic. Hanya dilihat kalau lesi mempunyai lokalisasi dalam kolon. 5. Makroskopi/ Mikroskopi Penyebab .daunan dan sebagian lagi makanan berasal dari hewan. yaitu yang berasal dari dinding usus bagian distal dapat ditemukan dalam keadaan normal. seperti serat otot. Ascaris lumricoides.Kristal.daunan dan sebagian lagi makanan berasal dari makanan daun. dll. sel.sel itu sebagian atau seluruhnya rusak.lain.butir biru atau merah. Untuk identifikasi lebih lanjut emulsi tinja dicampur dengan larutan lugol : pati (amilum) yang tidak sempurna dicerna tampak seperti butir.benda lain. Sel epitel. juga yang termasuk genus cestodas dan trematodas mungkin didapat. Kristal hematoidin dapat ditemukan pada perdarahan usus.sel besar berinti satu memiliki daya fagositosis.1.sel lain (leukosit. kolitis ulserosa dan peradangan lain. Pada umumnya tidakk banyak artinya. Beberapa sel epitel.sel itu menyerupai amuba : perbedaanya ialah sel ini tidak dapat bergerak. Kristal CharcotLeyden biasanya ditemukan pada keadaan kelainan ulseratif usus. eritrosit) atau benda. Kristal. Hampir selalu dapat ditemukan tertentu dikaitkan dengan sesuatu hal yang abnormal. Sisa makanan. tidak ada artinya. Kalau sel epitel berasal dari bagian yang lebih proksimal. Lekosit.Kristal tripelfosfat.

warna tua Volume besar. E. makan berlebihan) jaringan Divertikulitis atau abses lain. TBC usus shigellosis. bromide.coli keadaan toksik. enteritis. Beberapa diagnostic pada tes makroskopik dan mikroskopik tinja 1. diverticulitis akut. cair. salmonellosis. kolera. iodide. tumor ganas Perdarahan saluran cerna bagian atas Infeksi non-invasif (kolera. TES KIMIA Tes darah samar ( Occult blood Test ) cara Guaiac 1. klorofil .Butir. vitamin c. adenoma dengan jonjot. amubiasis Kolitis ulseratif. Tujuan : Untuk mengetahui adanya perdarahan kecil yang tidak dapat dinyatakan secara makroskopik atau mikroskopi. Persiapan pasien : perlu dihindari zat.jonjot Inflamasi usus besar. shigella.zat yang mengandung besi. Rapuh dengan darah dan lendir (darah nyata) Hitam.abu sedikit Cair bercampur lendir dan eritrosit Cair bercampur lendir dan leukosit Lendir dengan nanah dan darah Kolitis ulseratif. radang selaput osmotic (defisiensi disakharida. amubiasis. keras. tumor nekrotik. mudah melekat seperti ter Volume besar. tifoid. kecil. parasit Obstruksi jaundice. 2. karsinoma ulseratif colon. sisa padat sedikit Rapuh mengandung nekrotik nanah atau Agak lunak. TBC akut Tabel 2. disentri basiler. makanan yang mengandung mioglobin (daging). Pra Analitik 1. putih abu. berbau dan mengambang Rapuh dengan lendir tanpa darah Konstipasi Malabsorbsi zat lemak atau protein Sindroma usus besar yang mudah terangsang inflamasi dangkal dan difus. alkoholik Tifoid. kkeracunan makanan oleh stafilokokus.

penderita sebaiiknya tidak gosok gigi.kira 5-10 ml dan panaskan hingga mendidih 2.samar . Alat dan Bahan 1. Prinsip : Pembebasan O2 dari H2O2menunjukkan adanya aktifitas peroksidase molekul hemoglobin dan pelepasan oxidizesgum guaiac akan menghasilkan produk oksidasi yang berwarna biru.dan peroksidase tumbuhan selama 2-3 hari. salisilat. Beberapa obat. 6. Buatlah emulsi tiinja dalam tabung reaksi dengan air atau dengan larutan garam kira. dan tambahkan 1 ml asam asetat glasial. Hasil positif terlihat dari warna biru yang terjadi pada batas kadua lapisan itu 7. iodium. antikoagulan. 3. Hasil dibaca dalam waktu 5 menit (jangan lebih lama). campur 3. Saringlah emulsi yang masih panas dan biarkan filtrat sampai menjadi dingin. preparat besi. Tuanglah secara hati. Serbuk Gum guaiac 3 gram 4. Asam asetat glasial 6. Analitik 1. indometasid. 3.hati isi tabung kedua kedalam tabung yang berisi emulsi tinja sehingga kedua jenis campuran tetap sebagai lapisan terpisah 5. Tabung Reaksi 2.9 % 3. misalnya aspirin. 4. perlu diperhatikan juga agar tinja tidak tercampur dengan urin. Persiapan Sampel : Tidak ada persiapan khusus 4. Alkohol 95 % 5.obat dapat memberikan hasil positif palsu. Berikan 1 ml hydrogen peroksidase 3%. Dalam tabung reaksi kedua masukkan sepucuk pisau serbuk guaiac dan 2 ml alcohol 95% campur. Hidrogen peroksidase (H2O2) 3% 2. Aquadest atau larutan NaCl 0. steroid. campur. bila ditakutkan adanya perdarahan gusi yang mungkin tertelan. 5. Interpretasi Hasil negative : tidak ada perubahan warna atau hijau samar. perhatikan warna yang timbul. Cara Kerja 1. NSAIDS.

Interpretasi klinik : Tes darah samar positif mungkin disebabkan oleh : karsinoma kolon. karsinoma lambung. . Divertikulitis. Hernia diapragmatik. Colitis ulcerative.hijau : Biru : biru tua 1. Adenoma.Positif 1 Positif 2 Positif 3 Positif 4 : hijau : Biru. Ulkus lambung. Pasca Analitik 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful