MUROQOBAH Arti ( merasakan kesertaan ALLAH ) Merasakan keagungan ALLAH AZZA WA JALLA di setiap waktu dan keadaan serta

merasakan kebersamaan-NYA di kala sepi ataupun ramai. • Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri. • Dari segi bahasa muraqabah berarti pengawasan dan pantauan. Karena sikap muraqabah ini mencerminkan adanya pengawasan dan pemantauan Allah terhadap dirinya. • Adapun dari segi istilah, muraqabah adalah, suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa Allah SWT senantiasa mengawasinya, melihatnya, mendengarnya, dan mengetahui segala apapun yang dilakukannya dalam setiap waktu, setiap saat, setiap nafas atau setiap kedipan mata sekalipun. Sang Kyai memerintahkan, “Potonglah ayam itu tapi jangan sampai terlihat oleh siapapun”. Maka santri-santripun melaksanakan perintah Kyai, ada yang bersembunyi di kebun, bersembunyi dibalik dinding, dana dimana-mana tempat yang tidak terlihat orang. Kemudian masing-masing santri ini menghadap satu per satu ke Kyai sambil membawa ayam yang telah terpotong urat lehernya denngan perasaan senang telah menunaikan perintah Kyai yang dihormatinya. Kecuali santri yang muda, sang Kyai bertanya, “Wahai santriku, mengapa belum juga engkau tunaikan perintahku, tidakkah engkau mendengarkannya?”. Santri muda inipun menjawab, “Wahai Kyaiku yang aku hormati, sungguh aku dengar dan paham perintahmu, tapi bagaimana aku bisa memotong ayam ini tanpa bisa dilihat oleh siapapun karena Allah selalu melihatku”. Ketika Ibnu Umar r.a. sedang berada dalam perjalanan, ia melihat seorang anak laki laki sedang menggembalakan kambing. Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Maukah engkau menjual seekor kambingmu kepadaku?” Si anak menjawab, “Kambing kambing ini ini bukan milikku.” Ibnu Umar berkata, “Katakan saja kepada pemiliknya bahwa seekor serigala telah melarikannya.” Si anak berkata, “Lantas, di mana Allah?” Setelah kejadian itu, untuk beberapa waktu lamanya Ibnu Umar selalu mengatakan, “Budak itu berkata, ‘Di mana Allah’?” Urgensi Muraqabah dan Muhasabah Syekh Ibrahim bin Khawas mengatakan, bahwa muraqabah “adalah bersihnya segala amalan, baik yang sembunyi-sembunyi atau yang terang-terangan hanya kepada Allah.” Beliau mengemukakan hal seperti ini karena konsekwensi sifat muraqabah adalah berperilaku baik dan bersih hanya karena Allah, dimanapun dan kapanpun. 3. Kebersamaan Allah dengan diri kita. (QS. 57: 4) : “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” 4. Pengetahuan Allah tentang sesuatu yang tidak diketahui makhluknya Allah berfirman dalam QS. 2: 30 " Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". 5. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada dihadapan manusia maupun dibelakangnya Allah berfirman, QS. 2: 255: “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” Suatu hal yang sudah pasti dari adanya sifat seperti ini adalah optimalnya ibadah yang dilakukan seseorang serta jauhnya ia dari kemaksiatan. Karena ia menyadari bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasinya. "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud " ( Asy-Syura :218-219 ) 1.

” 3. “Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib. beritahukanlah kepadaku apa itu ihsan?’ Rasulullah SAW menjawab. pasti Allah mengetahuinya. “Barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah. 26: 218-220) “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Bukhari). Rasulullah pernah bersabda: “hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya dan jika (memang) kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu” “.(QS. Sedangkan derajat ihsan merupakan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Muslim) 2. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. dalam Shahihnya: “…Jibril bertanya. niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Sehingga dari sini pula akan timbul kecintaan yang membara untuk bertemu denganNya. 31:16) “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. maka Allah pun tidak menyukai pertemuan dengannya” (HR. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. 1. ‘Bahwa ihasan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. maka Allah pun akan merindukan pertemuannya dengan diri-Nya. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah.” . dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”. Sikap muraqabatullah membawa seorang insan memiliki derajat ihsan. Dalam al-Qur’anpun Allah pernah mengatakan. 57:4). (QS. . niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. (QS.Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. dan tidak jatuh sebutir pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering.”s rasa kedekatan kepada Allah SWT. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi.. Sekiranyapun engkau tidak (dapat) melihat-Nya. melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 3: 29) “Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya. maka sesungguhnya Dia melihatmu…” (HR.” (QS.Dalam sebuah hadits. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. 6:59) (Luqman berkata) : “Hai anakku. 2: 284): (QS. 40:19) “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” . “Dan Kami lebih dekat padanya dari pada urat lehernya sendiri.(QS. Dan jika kamu menampakkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya..(QS. 50:16).

Rasulullah SAW bersabda. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu. Jika benar-benar karena ridha ALLAH. ‘diantara kesempurnaan iman seseorang adalah. Dengan muraqabah seseorang akan sadar untuk beramal guna kehidupan akhiratnya.” (HR. “Wahai ghulam.” (HR.” (HR. Dalam hadits beliau mengatakan: “Dari Ibnu Abas ra. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan: “Dari Abu Hurairah ra. seseorang memiliki prosentase jatuh pada kemaksiatan lebih besar. Muraqabah juga akan membawa seseorang untuk meninggalkan suatu perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Dan kecemburuan Allah terjadi jika seorang hamba mendatangi (melakukan) sesuatu yang telah diharamkan baginuya’ (HR.ia akan melaksanakannnya meskipun hawa nafsunya tidak setuju dan ingin meninggalkannya. Bukhari) 5. Tirmidzi) 6. Dan hal seperti ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai seseorang yang memiliki akal yang sempurna (cerdas).ataukah karena dorongan ridha ALLAH dan mengendaki pahalan-NYA. Padahal jika seseorang berbua maksiat.hendaklah seorang mukmin memeriksa dirinya. lalu beliau berkata..” (HR.. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya.2. . Allah sangat cemburu padanya.penyesalan dan meninggalkannya secara total -Muroqobah dalam hal-hal yang mubah adalah dengan menjaga adab-adab terhadap ALLAH dan bersyukur atas segala nikmat-NYA -Muroqobah dalam musibah adalah dengan ridha kepada ketentuan ALLAH serta memohon pertolongan-NYA dengan penuh kesabaran. Aplikasi Sebelum memulai sesuatu pekerjaan dan di saat mengerjakannnya. meninggalkan suatu pekerjaan yang tidak menjadi kepentingannya. Tirmidzi) 4. Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk bertaqwa kepada Allah SWT dimanapun kita berada. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang cara untuk dapat menghadirkan sikap muraqabatullah. Rasulullah SAW bersabda. ‘sesungguhnya Allah SWT cemburu. Dalam sebuah hadits digambarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Dari Abu Hurairah ra. Dalam hadits dikatakan: “Orang yang sempurna akalnya adalah yang mennudukkan jiwanya dan beramal untuk bekal kehidupan setelah kematian. Rasulullah SAW mengatakan: “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada.Kemudian ia menguatkan niat dan tekad untuk melangsungkan ketaatan kepada-NYA dengan keikhlasan sepenuhnya dan semata-mata demi mencari ridha ALLAH. Sedangkan ketaqwaan tidak akan lahir tanpa adanya muraqabatullah. serta gaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. peliharalah (perintah) Allah. Tirmidzi) Macam -Muroqobah dalam melaksanakan ketaatan adalah dengan ikhlas kepada-NYA: dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan segala perintah-Nya -Muroqobah dalam kemaksiatan adalah dengan taubat. niscaya Allah akan memeliharamu. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. di samping itu ia mengharapkan angan-angan kepada Allah SWT. Tirmidzi) 3. berkata.. Dan peliharalah (larangan) Allah. Tanpa adanya muraqabah. dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik guna menghapuskan perbuatan buruk tersebut.Apakah setiap gerak dalam melaksanakan amal dan ketaatannnya di maksudkan untuk kepentingan pribadi dan mencari popularitas.

Dengan persahatan insya Allah akan menimbulkan pengaruh positif pada diri kita untuk turut memiliki rasa takut kepada Allah sebagaimana sahabat kita. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. Merenungi ayat-ayat kauniyah (ciptaan Allah SWT) melalui tadabur (baca. pastilah dimiliki oleh Dzat yang Maha Sempurna. . akan sulit untuk dapat merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Allah. peliharalah (perintah) Allah. Ada beberapa cara yang dapat memupuk keimanan kepada Allah: 2. Mengapa terjadinya suatu kegagalan. Lc. Merenungi ayat-ayat qauliyah (al-Qur’an). Dan jiwa yang terisi dengan keimanan yang membara memunculkan sikap tenang dan tawadhu’. dengan mentadaburinya ayat per ayat secara perlahan. 7. Inti muraqabah Cara Untuk Menumbuhkan Sifat Muraqabah Penulis melihat. tanpa teman. Tirmidzi) 5. Sehingga ketika sampai pada suatu waktu tertentu akan terlihat. yang mengetahui hingga sesuatu yang terkecil dari ciptaan-Nya. Dan apakah kita telah siap untuk menghadap-Nya? 6.Ag. Melatih diri untuk ‘menjaga’ perintah dan larangan Allah SWT. ataukah masih jauh? 8. M. Muraqabah juga dapat tumbuh dari adanya ‘ziarah qubur’. dan hal ini juga akan menumbuhkan keimanan kepada Allah SWT. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu. Memperbanyak menangis (karena Allah). Dan peliharalah (larangan) Allah. lebihlebih bertemu dengan kegagalan. shalat sunnah. karena hal ini akan menumbuhkan sikap muraqabah dalam jiwa kita. terdapat beberapa cara untuk dapat menumbuh suburkan sikap muraqabah ini. Memupuk keimanan kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya. dan lain sebagainya. 3. dengan tujuan bahwa kita semua pasti akan mati dan memasuki kuburan.Pelaksanaan muraqabah dimulai ketika akan dimulai saat akan melakukan suatu pekerjaan dan di saat mengerjakannya. dan meminimalisir tertawa. Dan rasa ketenangan ini merupakan bekal pokok untuk menumbuhkan muraqabah. diantara caranya adalah: 1. Tanpa adanya keimanan. Karena jiwa yang banyak tertawa. hendaknya setiap orang mengoreksinya. Memperbanyak amalan-amalan sunnah. perenungan) alam. bahwa ciptaan yang demikian sempurna ini. tanpa saudara dan tanpa keluarga. Bersahabat dengan orang-orang shaleh yang memilki rasa takut kepada Allah. Untuk kemudian dibandingkan dengan diri kita sendiri. Rikza Maulan. Amalan-amalan seperti ini akan menumbuhkan rasa ketenangan dalam hati. Hanya amal kitalah yang akan menemani diri kita. “Wahai ghulam. seperti dzikrullah. muraqabah tidak akan pernah muncul. padahal menurut perasaan melakukannya secara maksimal. apakah telah sesuai dengan aturannya atau sebaliknya. berkata. lalu beliau berkata. dimanapun dan kapanmu ia berada. 4. niscaya Allah akan memeliharamu. karena iman merupakan pondasi yang paling dasar untuk menumbuhkan sikap seperti ini.” (HR. apakah kita sudah dapat seperti mereka.. rasa takut mereka terhadap azab Allah yang sangat luar biasa. 9. tilawah al-Qur’an dan lain sebagainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: Dari Ibnu Abas ra. terutama karena senda gurau. Merenungi kehidupan salaf shaleh dalam muraqabah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful