P. 1
metakognisi

metakognisi

|Views: 13|Likes:
Published by pandanarum7707

More info:

Published by: pandanarum7707 on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2013

pdf

text

original

Teori Metakognisi Dalam Pembelajaran Metakognisi adalah fungsi eksekutif yang mengurus dan mengawal bagaimana seseorang menggunakan

pikirannya. Metkognisi ini merupakan proses kognitif yang paling tinggi dan canggih. Metakognisi tidak sama dengan kognisi atau proses pemikiran (seperti membuat inferensi, membuat pemikiran, membuat perbandingan, menilai, membuat sintesis atau analisis).Metakognisi adalah suatu kemampuan individu “beridiri” di luar kepalanya” dan berusaha merenungkan cara dia berfikir atau merenungkan proses kognitif yang dilakukan. 1. Variabel-variabel Penting dalam Metakognisi. a. Variabel individu Variabel individu mengandung makna bahwa manusia itu adalah organism kognitif atau pemikir. Artinya segala tindak tanduk kita adalah akibat dari cara kita berfikir. Variabel-variabel individu dibagi menjadi tiga, yaitu: 1) Variabel Intra Individu Variabel Intra-individu adalah apa saja yang terjadi di dalam diri seseorang. Misalnya seorang siswa mengetahui dirinya lebih pandai dalam mata pelajaran matematika dibandingkan mata pelajaran sejarah. 2) Variabel Antra-individu Variabel antra-individu adalah kemampuan individu membandingkan dan membedakan kemampuan kognitif dirinya dengan orang lain. Misalnya; seorang siswa mengetahui bahwa gurunya jauh lebih pandai dalam bahasa inggris dibandingkan dengan dia sendiri. b. Variabel universal Variabel universal adalah pengetahuan yang diperoleh dari unsure-unsur yang ada di dalam system budaya sendiri. c. Varibel Tugas Variabel tugas adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu atau mengatasi kesulitan yang timbul. Ini dilakukan dengan cara yang disebut “pemantauan kognitf” (“Cognitive monitoring”). 2. Kaedah Peningkatan Kemampuan Metakognitif Setidaknya ada empat cara meningkatkan kemampuan metakognitif, yaitu: a. Pelabelan (Labeling) Pada langkah ini cara yang dilakukan adalah (1) nyatakan tujuan yang akan dicapai;(2)berikan nama atau label kemampuan kognitif yang akan dilakukan;(3)berikan sinonim/perkataan sama-maksud terhadap sesuatu yang akan dimasukkan ke dalam proses kognitif;(4)nyatakan cara kemampuan kognitf itu digunakan; dan (5) jelaskan mengapa kempuan itu harus dipelajari. b. Proseduring Pada langkah ini cara yang dilakukan adalah (1) nyatakan prosedur kemampuan kognitif berkenaan dengan member urutan langkah-langkah, apa yang dilakukan pada setiap langkah dan mengapa lankah itu dilakukan; (2) tunjukkan bagaiman kemampuan itu dapat diperoleh;(3) nyatakan aturan-aturan pokok dan hal-hal yang penting untuk diketahui mengenai kemampuan itu. (4) uraikan hambatan yang mungkintimbul dan cara mengatasinya. c. Demontrasi Pada langkah ini cara yang dilakukan adalah : (1) tunjukkan bagaimana sesuatu kemampuan itu digunakan dengan menunjuk pada contoh tertentu berdasarkan prosedur yang ada;(2)deskripsikan apa yang terjadi dalam pikiran selama terlibat dengan kemampuan yang bersangkutan (think aloud) dan (3) terangkan bagaiaman mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. d. Aplikasi Pada langkah ini cara yang dilakukan adalah (1) siswa diberi tugas untuk mengaplikasikan kemampuan kognitif yang bersangkutan; (2) siswa memperhatikan dan menganalisa bagaimana proses kemampuan kognitif itu digunakan antara mereka. e. Refleksi Pada langkah ini cara yang dilakukan adalah guru dan siswa merenungkan dan menganalisis tentang kemampuan kognitif yang digunakan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->