BAB III SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

SKL 3: Mengidentifikasi proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian A. Pengertian Sosialisasi Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur oleh naluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Manusia harus memutuskan sendiri apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Manusia mengembangkan kebiasaan tentang apa yang dimakan, sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat. Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan, kebiasaan yang berkembang dalam setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan kata lain, kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses belajar, yang disebut sosialisasi. Berikut beberapa definisi mengenai sosialisasi. Peter L. Berger: Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah peran-peran, sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory). Robert M.Z. Lawang: Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran dan persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial. Horton dan Hunt: Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya. Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses, yaitu: (1) belajar nilai dan norma (sosialisasi), (2) menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA

Halaman

1

dan partisipatoris. dakwah. Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya. sikap seorang ibu ditiru oleh anak perempuannya. Menurut status pihak yang terlibat: sosialisasi equaliter dan otoriter. (5) bersifat nonverbal. Macam-macam Sosialisasi 1. indoktrinasi. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagai sarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial. individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya. misalnya perilaku sikap seorang ayah ditiru oleh anak laki-lakinya. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 2 . individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.(internalisasi). yaitu represif. dan lain-lain. Menurut tahapnya: sosialisasi primer dan sekunder. Berdasarkan berlangsungnya: sosialisasi yang disengaja/disadari dan tidak disengaja/tidak disadari. antara guru dengan murid. 4. (4) komunikasi satu arah (perintah). antara pimpinan dengan pengikut. nasehat. 2. Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak. Sosialisasi yang disengaja/disadari: Sosialisasi yang dilakukan secara sadar/disengaja: pendidikan. pengajaran. terjadi dalam lingkungan keluarga. Apabila mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi . Sosialisasi yang tidak disadari/tidak disengaja: perilaku/sikap sehari-hari yang dilihat/dicontoh oleh pihak lain. (6) orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting. B. Sosialisasi Represif menekankan pada: (1) penggunaan hukuman. dan lain-lain. C. Sosialisasi equaliter berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama. Fungsi Sosialisasi 1. sesama murid. dll. dst. Berdasarkan caranya: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris. terdapat dua pola. dan (7) keluarga menjadi significant others. misalnya di antara teman. pemberian petunjuk. (2) memakai materi dalam hukuman dan imbalan. 3. sedangkan sosialisasi otoriter berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya berlangsung antara orangtua dengan anak. sehingga tidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota masyarakat 2. (3) kepatuhan anak pada orang tua. dan (3) membiasakan tindakan dan perilaku sesuai dengan nilai dan norma yang telah menjadi miliknya (enkulturasi).

mulai dari play stage. Agus”. “Oh. tetapi bertanding sepakbola baru dapat dilakukan oleh anak-anak yang telah mengalami sosialisasi pada tahap game stage. Bahkan. karena tindakan meniru digantikan dengan tindakan yang disadari. Tahap 1: Preparatory • • Dalam tahap ini individu meniru perilaku orang-orang yang ada di sekitarnya. atau tahap permainan. Mulai mengenal bahasa. Definisi diri pada tahap ini sebagaimana yang diberikan oleh significant other. Bisakah Anda membedakan antara “bermain bola” dengan “pertandingan sepakbola”? Bermain bola dapat dilakukan oleh anak-anak pada yang telah mengalami sosialisasi tahap play stage. Mengapa demikian? Karena dalam pertandingan sepakbola ada prosedur dan tatacara yang harus ditaati. (3) anak diberi kebebasan. Pintar”. Merupakan peniruan murni. maka anak mengerti: “Oh – aku Agus”.Sedangkan sosialisasi partisipatoris menekankan pada (1) individu diberi imbalan jika berkelakuan baik. dan generalized other. (6) anak pusat sosialisasi sehingga keperluan anak dianggap penting. orangtua merupakan significant other. (5) komunikasi terjadi secara lisan/verbal. aku bodoh banget”. Tahap 2: Play Stage Play Stage. dan (7) keluarga menjadi generalized others. tetapi belum mampu memberi makna apapun pada tindakan yang ditiru. tetapi juga peran orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Bagi anak-anak dalam tahap play stage. “Hi. Anak-anak akan SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 3 . dan setertusnya. (4) penekanan pada interaksi. Tahap-tahap Sosialisasi George Herbert Mead menjelaskan bahwa diri manusia berkembang secara bertahap melalui interaksinya dengan anggota masyarfakat yang lain. Significant other merupakan orang yang secara nyata penting bagi seseorang dalam proses sosialisasi. Tidak hanya mengetahui peran yang dijalankannya. (2) hukuman dan imbalan bersifat simbolik. aku pintar”. “Oh. Tahap 3 Game Stage • • • Tahap ini berbeda dari tahap permainan. “Bodoh banget kamu”. D. game stage. Mulai mendefinisikan siapa dirinya (identifikasi diri) sebagaimana definisi yang diberikan oleh significant other. anak mulai memberi makna terhadap perilaku yang ditiru. anak-anak tidak dapat memilih siapa significant other-nya! Ketika ada yang menyapa: “Hi.

(2) kelompok pertemanan. (3) lembaga pendidikan. paman. Dapat juga disebut sebagai media sosialisasi. dan atau tanpa anak-anak baik yang dilahirkan maupun diadopsi). bibi. peran dan harapan yang berbeda-beda dalam masyarakatnya.memahami tentang prosedur dan tatacara apabila telah mengalami sosialisasi pada tahap game stage. yaitu: (1) keluarga. guru pada play group. kakek. Di kalangan remaja kelompok sepermainan dapat berkembang menjadi kelompok persahabatan dengan frekuensi dan intensitas interaksi yang lebih mantap. E. 2. kerelaan untuk berkorban. Melalui lingkungan teman sepermainan seseorang mempelajari nilai-nilai dan normanorma dan interaksinya dengan orang-orang lain yang bukan anggota keluarganya. kelompok persahabatan dapat berfungsi sebagai SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 4 . 1. Para ahli sosiologi menambahkan juga peran dan pengaruh dari lingkungan kerja. dapat berupa keluarga inti (ayah. yaitu keluarga yang terdiri atas lebih dari satu keluarga inti yang mempunyai hubungan darah baik secara hirarkhi maupun horizontal. Di sinilah seseorang belajar mengenai berbagai keterampilan sosial. solidaritas. Jacobs dan Fuller (1973). Nilai dan norma yang disosialisasikan di keluarga adalah nilai norma dasar yang diperlukan oleh seseorang agar nanti dapat berinteraksi dengan orang-orang dalam masyarakat yang lebih luas. Agen-agen Sosialisasi Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. dan (4) media massa. jiwa sosial. ia telah mampu berinteraksi dan memainkan perannya dengan berbagai macam orang dengan status. mengidentifikasi empat agen utama sosialisasi. seseorang belajar bersikap dan berperilaku terhadap orang-orang yang setara kedudukannya. ibu saudara kandung. pada keluarga luas: nenek. baik tingkat umur maupun pengalaman hidupnya. Bagi seorang remaja. Pihak yang terlibat (significant other): Pada keluarga inti: ayah. pembantu rumah tangga. Tahap 4: Generalized Other Pada tahap ini individu telah mampu mengambil peran yang dijalankan oleh orang-orang dalam masyarakatnya. pada masyarakat menengah perkotaan sejalan dengan meningkatnya partisipasi kerja perempuan: baby sitter. seperti kerjasama. Kelompok pertemanan sebagai agen/media sosialisasi Dalam lingkungan teman sepermainan lebih banyak sosialisasi yang berlangsung equaliter. dan keluarga luas. petugas pada penitipan anak. dll. ibu. mengelola konflik. Keluarga sebagai agen/media sosialisasi Keluarga merupakan satuan sosial yang didasarkan pada hubungan darah (genealogis). kemampuan untuk mengalah dan keadilan.

Fungsi sekolah sebagai media sosialisasi antara lain:       mengenali dan mengembangkan karakteristik diri (bakat. misalnya gang. minat serta perhatian yang tidak mungkin disalurkan di lingkungan keluarga atau yang lain. Tidaklah berlebihan apabila dinyatakan bahwa cara dan prosedur kerja di lingkungan militer berbeda dengan di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi. rasional dan objektif memperkaya kehidupan dengan cakrawala intelektual serta cita rasa keindahan mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dan kemandirian membelajarkan tentang hidup sehat. dan berhitung. bakat. seperti perilaku-perilaku yang berkembang di lingkungan delinquen (menyimpang). minat dan kemampuan) melestarikan kebudayaan merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran ketrampilan berbicara dan pengembangan kemampuan berfikir kritis. Peran positif kelompok sepermainan/persahabatan:     memberikan rasa aman dan rasa yang dianggap penting dalam kelompok yang berguna bagi pengembangan jiwa menumbuhkan dengan baik kemandirian dan kedewasaan tempat yang baik untuk mencurahkan berbagai perasaaan: kecewa. 3. prestasi. dll. spesifisitas. 4. dan sebagainya Tentu saja ada peran kelompok persahabatan yang negatif. Sistem/lingkungan kerja sebagai agen/media sosialisasi Di lingkungan kerja seseorang juga belajar tentang nilai. mengelola konflik. Merupakan tempat yang baik untuk mengembangkan ketrampilan sosial: kemampuan memimpin. Sistem/lingkungan pendidikan sebagai agen/media sosialisasi Dilingkungan pendidikan/sekolah anak mempelajari sesuatu yang baru yang belum dipelajari dalam keluarga maupun kelompok bermain. Lingkungan sekolah terutama untuk sosialisasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai-nilai kebudayaan yang dipandang luhur dan akan dipertahankan kelangsungannya dalam masyarakat melalui pewarisan (transformasi) budaya dari generasi ke generasi berikutnya. Seorang anggota tentara akan bersosialisasi dengan cara kerja lingkungan militer dengan garis komando yang tegas. kawatir. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 5 . seperti kemampuan membaca. menyamakan persepsi. termasuk cinta. dan sebagainya. suka ria. takut. universalisme.penyaluran berbagai perasaan dan aspirasi. menulis. norma dan cara hidup. Dosen atau guru lebih banyak bersosialisasi dengan iklim kerja yang lebih demokratis. analistis.

dari yang penyimpangannya berkadar ringan sampai yang berat. Dengan pengetahuan dan kemampuan akalnya manusia menjadi mampu membentuk konsep-konsep. terutama anak-anak. yang unsurunsurnya adalah: pengetahuan. Kepribadian merupakan organisasi dari faktor-faktor biologis. 3. buku. Perasaan Kecuali pengetahuan. Diakui oleh banyak pihak bahwa media massa telah berperan dalam proses homogenisasi. internet. alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. yaitu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilainya sebagai positif atau negatif. psikologis dan sosiologis. google talk. Di lembaga-lembaga itu nilai-nilai dan cara hidup yang telah menjadi milik diri seseorang. G. Perasaan bersifat subjektif dalam diri manusia dan mampu menimbulkan kehendak-kehendak. idea atau gagasan-gagasan. dst. perasaan. Peran media massa Para ilmuwan sosial telah banyak membuktikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan melalui media massa (televisi. rumah singgah. film. merupakan hasil dari pengalaman inderanya atau reseptor organismanya. 1. seperti yahoo messenger. dan sebagainya. persepsi. makalah. Desosialisasi dan Resosialisasi Beberapa lembaga yang ada dalam masyarakat berfungsi melaksanakan proses resosialisasi terhadap anggota masyarakat yang perilakunya tidak sesuai harapan sebagian besar warga masyarakat (baca: menyimpang). 2.5. surat kabar. Beberapa hasil penelian menyatakan bahwa sebagaian besar waktu anak-anak dan remaja dihabiskan untuk menonton televisi. rumah sakit jiwa. Lembaga yang dimaksud antara lain: penjara. friendster. dan naluri. karena tidak sesuai dengan nilai dan norma serta harapan sebagian besar warga masyarakat. Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian Kepribadian atau personalitas dapat didefinisikan sebagai ciri watak seorang individu yang konsisten memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas. dicabut (desosialisasi) dan digantikan dengan nilai-nilai dan cara hidup baru yang sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat. F. Proses penggantian nilai dan cara hidup lama dengan nilai dan cara hidup baru ini disebut resosialisasi. radio. dll. Dorongan naluri (drive) SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 6 . bahwa akhirnya masyarakat dari berbagai belahan dunia memiliki struktur dan kecenderungan cara hidup yang sama. facebook. bermain game online dan berkomunikasi melalui internet. Pengetahuan Pengetahuan merupakan unsur yang mengisi akal-pikiran seseorang yang sadar.) memberikan pengaruh bagi perkembangan diri seseorang. pendiidkan militer.

d. dll. sehingga pada akhirnya menjadi lebih percaya diri. politisi. ectomorph/kurus tinggi. Katholik. dan mesomorph/atletis. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan kepribadian Perempuan-perempuan cantik sering tampak lebih tenang dan percaya diri daripada mereka yang bermuka kurang cantik. Pengalaman kelompok (lingkungan sosial): dengan siapakah seseorang bergaul dan berinteraksi akan mempengaruhi kepribadiannya Pengalaman unik (misalnya sensasi-sensasi ketika seseorang dalam situasi jatuh cinta) SOSIALISASI DAN PEMBENTUKANKEPRIBADIAN AGUS SANTOSA Halaman 7 . Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian. Hindu. kebudayaan khusus kedaerahan atau etnis (Jawa. e. dataran rendah. dapat berupa: a. Mengapa demikian? Apakah sikap tenang dan percaya diri merupakan hal yang taken from granted sejak kelahirannya? Ataukah hal ini merupakan hasil dari suatu proses belajar? Adalah kenyataan bahwa para perempuan cantik lebih dapat diterima dan diperlakukan secara lebih baik –bahkan dapat jadi diistimewakan. 5. Budha. Warisan biologis (misalnya bentuk tubuh. pesisir/pantai. dst. akan mempengaruhi kepribadiannya) Faktor lingkungan kultural (Kebudayaan masyarakat). tentara. tetapi lebih merupakan gaya hidup) kebudayaan khusus karena perbedaan agama (Islam. Minang. termasuk berperilaku menyimpang dan melakukan kejahatan) Lingkungan fisik/alam (tempat kediaman seseorang.Naluri merupakan perasaan dalam diri individu yang bukan ditimbulkan oleh pengaruh pengetahuannya. b. apakah endomorph/gemuk bulat. 4. 3. dosen. melainkan sudah terkandung dalam organisma atau gennya. c. Sunda. Batak. wartawan. Kristen. apakah seseorang berdiam di pegunungan.oleh banyak pihak daripada mereka yang kurang cantik! Penerimaan dan perlakuan yang baik di setiap lingkup dan situasi sosial ini menjadi pengalaman belajar para perempuan cantik. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa mesomorph lebih berpeluang melakukan tindakan-tindakan. birokrat. pedagang. antara lain: 1.) cara hidup yang berbeda antara desa (daerah agararis-tradisional) dengan kota (daerah industri-modern) kebudayaan khusus kelas sosial (ingat: kelas sosial buka sekedar kumpulan dari orang-orang yang tingkat ekonomi. pendidikan atau derajat sosial yang sama. dst. dan lain-lain) pekerjaan atau keahlian (guru.) 2.