P. 1
penyakit oxyuriasis

penyakit oxyuriasis

|Views: 129|Likes:

More info:

Published by: Rhenna Vhieridyce Cii'Renette on Apr 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

Nama : Renawati Nama Penyakit Oxyuriaris atau Enterobiasis

NPM : 111170057 Pengobatan Pengobatan umum : 1) pengobatan sebaiknya dilakukan juga terhadap keluarga serumah atau yang sering berhubungan dengan pasien. 2) kesehatan pribadi perlu diperhatkan terutama kuku-kuku jari danpakaian tidur. 3) toilet sebaiknya dibersihkan dan disiram dengan disinfektan, bila Dosis 1. Mebendazol: diberikan dosis tunggal 500 mg, diulang setelah 2 minngu 2. Albendazol: diberikan dosis tunggal 400 mg, diulang setelah 2 minggu 3. Piperazin sitrat: diberikan dengan dosis 2x1 g/hari selama 7 hari berturut-turut, dapat diulang Efek samping 1. Pirvium pamoat: obat ini dapat menyebabkan rasa mual, muntah dan warna tinja menjadi merah Indikasi Pirvium pamoat bersama mebendazol efektif terhadap semua stadium perkembangan Kontraindikasi 1. Albendazol tidak boleh diberikan pada pasien yang diketahui menderita hipersensitivitas terhadap obat benzimidazol lain atau penderita sirosis. Keamanan albendazol pada kehamillan dan pada anak usia kurang dari 2 tahun belum ditetapkan.

Ciri-ciri Penyebab penyakit ini adalah Oxyuris vermicularis atau Enterbius vermicularis atau cacing kremi. Ciri-cirinya adalah : rasa gatal pada anus (pruritus ani), yang timbul terutama pada malam hari, anoreksia, badan menjadi kurus, sukar tiur dan pasien menjadi iritabel, pada wanita dapat menyebabkan vagiinitis. Dapat juga menimbulkan apendisitis tetapi sangat jarang. Cacing dewasa di

2. Pirental pamoat: cacing kremi. obat ini bisa menyebabkan mual dam muntah. 3. Piperazin : efek samping ringan yang sesekali terjadi meliputi Sedangkan pirantel pamoat dan piperazin yang diberikan dalam dosis tunggal tidak efektif

25 g) dan diulangi 2 minggu kemudian. 2. Pirantel pamoat: diberikan dengan dosis 10 mg/kg berat badan sebagai dosis tunggal dan maksimum mual. terhadap telur. 5. apendiks dan sekitar muara anus besar. diare. muntah. Pirvium pamoat: obat ini diberikan dengan dosis 5 mg/kg berat badan (maksimum 0. mungkin setiap hari. rasa mual. Mebendazol : mual ringan. diare dan nyeri abdmen 5. pusing dan nyeri kepala. nyeri abdmen. Pengobatan spesifik: 1) Mebendazol 2) Albendazol 3) Piperazin sitrat 4) Pirvium pamoat 5) Pirantel pamoat dengan interval 7 hari 4. Albendazol ketika digunakan selama 1-3 hari hampir bebas dari efek samping yang bermakna. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada anak yang berusia < 2 th karena terbatasnya pengalaman dan adanya laporan bahwa obat ini mennimbulkan kejang pada kelompok usia ini . Mebendazol bersifat teratogenik pada binatang sehingga dikontaindikasika n pada kehamilan. 4.dalam usus dapat menyebabkan gejala nyeri perut. muntah. mencet-mencret yang di sebabkan karena iritasi cacing dewasa pada sekum. muntah.

1 gram. 4. 3. (meskipun jarang). . Piperazin sebaiknya tidak diberikan pada perempuan yang sedanng hamil. atau pada pasien dengan riwayat epilepi atau riwayat penyakit neurologis kronis. Pirantel pamoat harus digunakan secara hati-hati pada penderita disfungsi hati. pada penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.

. Pengalaman mengenai penggunaan obat ini pada ibu hamil dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun masih terbatas.karena dijumpai adanya sedikit peningkatan aminotransferase selintas pada sejumlah kecil pasien.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->