PERCOBAAN 2 REAKSI KIMIA: GEJALA UMUM DAN LAJU REAKSI

I. TUJUAN PERCOBAAN 1.1 Mampu menjelaskan jenis dan tanda-tanda reaksi kimia 1.2 Mampu menentukan nilai parameter laju reaksi II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Reaksi Kimia 2.1.1 Pengertian Reaksi Kimia Reaksi kimia adalah suatu proses di mana zat – zat baru, yaitu hasil reaksi, terbentuk dari beberapa zat aslinya disebut pereaksi.Biasanya, suatu reaksi kimia disertai oleh kejadian – kejadian fisis, seperti perubahan warna, pembenukan endapan, atau timbulnya gas. (Petrucci,1992) 2.1.2 Pengggolongan Perubahan Kimia Reaksi pembentukan merupakan reaksi apabila suatu zat yang dibentuk dari gabungan dua atau lebih zat. Contoh: CaO + CO2 → CaCO3 Fe + S → FeS 2Na + Cl2 → 2NaCl (Pudjaa tmaka,2001)

a. Reaksi Pembentukan

b. Reaksi Perkaratan

Korosi merupakan proses perusakan suatu materi yang terjadi secara perlahan – lahan dalam waktu yang lama oleh suatu proses kimia. Misalnya korosi besi. Besi secara lambat dan terus – menerus akan bereaksi dengan udara ( terutama O2 ) membentuk suatu oksidasi besi. ( Vogel,1990 ) c. Reaksi Penguraian Reaksi penguraian merupakan kebalikan dari reaksi pembentukan. Reaksi ini terjadi apabila dua atau lebih zat dihasilkan dari satu zat. Contoh: C12H22O11 → 12C + 11H2O c. Reaksi Substitusi Reaksi ini terjadi dimana satu unsur digantikan dengan unsur yang lain dari senyawanya. Contoh: Zn + 2HCl → ZnCl2 + H2
asam klorida

(Pudjaatmaka,2001) d. Reaksi Pembakaran Reaksi ini terjadi dimana suatu unsur / senyawa bergabung dengan O2 membentuk senyawa yang mengandung O2 sederhana, misalnya: CO2, H2O dan SO2. Contoh: C3H8 + CO2 → 3CO2 + H2O (Kee nan,1990)

e. Reaksi Penggabungan / sintetis

Reaksi dimana suatu zat yang lebih kompleks terbentuk dari dua / lebih zat yang lebih sederhana. Contoh: 2H2 + O2 → 2H2O (Keenan,1990) 2.2 Laju Reaksi 2.2.1 Pengertian Laju Reaksi Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi ataupun produk dalam suatu satuan waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju bertambahnya konsentrasi suatu produk. Konsentrasi biasanya dinyatakan dalam mol per liter, tetapi untuk reaksi fase gas, satuan tekanan atmosfer atau melimeter mercurium atau pascal dapat digunakan sebagai pengganti konsentrasi. Satuan waktu dapat detik, menit, jam, hari, atau bahkan tahun tergantung apakah reaksi itu cepat atau lambat. A+B ∆[C] V= ∆t Sehingga persamaan laju V = k[A]m[B]n ( keenan,1990) C ∆[B] atau V = -- ------∆t

2.2.2

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi laju Reaksi

2001) c. Konsentrasi Percobaan menunjukkan bahwa kelajuan reaksi kimia yang bersifat homogen tergantung pada konsentrasi pereaksinya. Jenis Reaktan Tiap-tiap zat mempunyai sifat yang berbeda-beda apabila bereaksi dengan zat lain. Larutan dapat berupa cairan atu gas. Kenyataan bahwa reaksi heterogen sebanding dengan luas permukaan antara fase – fase pereaksi. Reaksi homogen merupakan reaksi yang terjadi dalam satu fase.Sifat Dasar Pereaksi . maka laju reaksi semakin cepat. besi.1959) b. dan satu fase oksigen. (Sastrohamidjojo. yang merupakan reaksi heterogen yang meliputi satu fase padatan. Kelajuan reaksi homogen tergantung pada konsentrasi dari pereaksi – pereaksi dalam larutan.a. Semakin reaktif jenis reaktan tersebut. konsentrasi pereaksi dapat diubah berdasarkan penambahan reaksi atau dengan pengubahan volume dari sistem atau berdasarkan penambahan atau pengurangan pelarut. Reaksi heterogen berjalan meliputi lebih dari satu fase. Dalam larutan cairan. Salah satu contoh adalah perkaratan besi. (Brocks.

1987) e. Secara permanen. dalam laju reaksi mereka juga mengalami perbedaan kecepatan reaksi. semkin kecil fraksi mol yang teraktifkan dan semakin lambat reaksi berlangsung (Sastrohamidjojo. Sedangkan energi yang harus dimiliki olekul untuk dapat bereaksi disebut energi aktivasi. diduga mempengaruhi kecepatan reaksi dengan salah satu jalan yaitu : pembentukan senyawa – senyawa ( katalis homogen ) S . Ini dibutuhkan agar tumbukan yang terjadi efektif. Reaksi kimia dapat terjadi akibat tumbukan antara molekul – molekul. uhu Naiknya suhu menyebabkan kecepatan rata-rata dan energi kinetiknya rata-rata molekul naik. kecepatan reksi tergantung pada senyawa yang melakukan reaksi bersama. Semakin tinggi nilai energi aktivasi.Dalam suatu reksi kimia terjadi pemutusan ikatan dan pembentukan ikatan baru sehingga kelajuan reaksi harus bergantung pada macam ikatan yng ada.2001) d. (Miller. Secara percobaan. sehingga frekuensi tumbukan juga semakin besar. tanpa mengalami perubahan kimia. proses ini disebut katalisasi. Setiap zat berbeda secara nyata. Katalis Katalis adalh suatu zat yang menimbulkan kecepatan suatu reaksi kimia. Suhu tinggi diperlukan agar molekul fraksi reaktan meningkat dan dapat menumbuk dengan energi kinetik yang lebih besar daripada energi aktivasi.

Makin besar luas permukaan suatu zat.- absorbsi ( katalis heterogen ) (Keenan. Luas Permukaan Luas permukaan sangat berpengaruh pada keceopatan laju reaksi. makin lambat zat tersebut bereaksi. Untuk memperluas permukaan biasanya dilakukan dengan menghaluskan zat tersebut atau memperkecil ukuran zat. (Keenan.1990) f.1990) Rumus Laju Reaksi Konsentrasi Konsentrasi P Konsentrasi R Berdasarkan grafik di atas : V = -∆ [R] ∆ t= {+∆ [P] ∕ ∆t} Keterangan: -∆ [R] = berkurangnya konsentrasi reaktan ∆t = perubahan waktu . Sebaliknya malin kecil luas permukaan suatu zat. makin cepat reaksi berlangsung. Seperti sebatang kapur dengan butiran kecil kapur akan memiliki laju reaksi yang lebih besar dibandingkan dengan batang kapur.

zat P mulai terbentuk.V = laju reaksi Pada awal reaksi. maka reksinya dikatakan berorde satu. Keadaan ini akan terlihat bila beberapa peubah mengatur laju . sedangkan konsentrasi zat R semakin berkurang. Jika laju reaksi berbanding lurus dengan pangkat satu konsentrasi dari suatu pereaksi. Setelah reaksi berjalan. Semakin lama konsentrasi zat P semakin bertambah. Rumus Umum Laju Reaksi V = K [A]m [B]n Keterangan: V = laju reaksi K = konstanta laju reaksi [A] = konsentrasi zat A [B] = konsentrasi zat B m = orde reaksi terhadap A n = orde reaksi terhadap B (Brady. Orde reaksi dikenal sebagai tingkat reaksi. Reaksi Orde Nol Laju reaksi terkadang tidak tergantung pada konsentrasi pereaksi sama sekali. Kecocokan ini dapat ditentukan dengan cara : menghitung tetapan laju reksi grafik kecepatan terhadap waktu (Keenan.3 Orde dan Konstanta Laju reaksi Orde reaksi adalah jumlah semua komponen dari konsentrasi persamaan laju reaksi. Orde reaksi ditetapkan berdasarkan pada data kinetik eksperimen untuk mengetahui yang paling cocok. V=k[A].1982) 2. zat produk (P) belum terbentuk.1990) Ada 3 orde reaksi yaitu : a.

Konsentrasi ini dapat dirumuskan: . Reaksi Orde Kedua A→B+C Bila reaksi hipotetik merupakan reaksi orde kedua terhadap A.1992) 2.seperempatnya dalam 28. Pada reksi berlangsung dengan laju yang tetap.693/t.4. Sebagai. dan laju menghilangnya A atau B = k [A][B]. Kadang-kadang masa pereaksi.3 hari. Reaksi Orde Pertama Pada reaksi orde pertama. Tetapan laju peluruhannya adalah k = 0. misalnya intensitas reaksi kimia dalam suatu reaksi fotokimia atau tersedianya enzim dalam katalis oleh enzim. Konstanta Reaksi Konstanta reaksi merupakan konstanta (tetap) yang menyatakan hubungan sebanding dengan besarnya laju reaksi dan berbanding terbalik dengan hasil kali reaksi konstantanya. Contohnya yaitu peluruhan atom radio aktif. Berapaun jumlah atom P. data yang digunakan tidak selalu perlu dinyatakan dalam konsetrasi molar.3 hari. sudah cukup. berarti bahwa laju reaksinya adalah laju menghilangnya A = k[A]2 . Laju reaksi = k = tetap Reaksinya mempunyai orde nol dan satuan k sama dengan satuan lajunya.reaksi. Konsentrasi laju reaksi merupakan bilangan pengali dengan konsentrasi reaktan juga mendapatkan besarnya laju reaksi yang sesuai standar. akan terdapat setengah dari jumlah tersebut 14. Bila reaksi hipotetik A+B → C+D merupakan orde pertama terhadap A dan juga terhadap B.6 dan seterusnya. atau hanya fraksi pereaksi yang dikonsumsi. Tetapi orde reaksi tidak dapat ditentukan dari data laju reaksi. (Petrucci. contoh P yang digunakan dalam studi biokimia 14. b. orde totalnya adalah orde kedua. c.

k= v [A]m [b]n Ket. Aktivasi katalis banyak dilakukan oleh sejumlah besar unsur peralihan dan senyawa-senyawanya. . katalis sendiri tidak mengalami perubahan yang permanen. Selisih tenaga ini yang disebut tenaga aktivasi. 1997) 2. antarapereaksi dan katalis berada dalam fase tunggal. Teori Tumbukan Menurut teori tumbukan. Molekul-molekul hanya dapat bereaksi bila mempunyai tenaga lebih tinggi dari tenaga ratarata molekul-molekul dalam sistem. Akibat tumbukan ini molekul-molekul hanya dapat bereaksi bila mempunyai tenaga kinetik yang tinggi. Persyaratan kunci dalam katalis heterogen adalah bahwa pereaksi fase gas atau larutan di absorbsi ke permukaan katalis. tersedianya elektron d dan orbital d pada atom-atom permukaan katalis memegang peranan penting. molekul-molekul pereaksi selalu mengadakan tumbukan. (Sukardjo. Dalam reaksi kimia. Pada katalis heterogen.1992) Secara kualitatif teori tumbukan dapat menerangkan adanya faktor mempengaruhi kelajuan reaksi. M dan N adalah orde reaksi (Atkins. antara lain : Peningkatan suhu menyebabkan molekul terbentuk makin cepat. Pada katalis homogen.5. Hanya molekul yang mempunyai tenaga lebih besar atau sama dengan tenaga aktivasi yang dapat bereaksi. Katalis dibagi menjadi dua : yakni katalis homogen dan katalis heterogen. sehingga molekul lebih sering bertumbukan makin hebat dan mengakibatkan reaksi makin cepat. Katalis dapat mempercepat reaksi karena katalis dapat menurunkan energi aktivasi.

Persamaan Reaksi Ion Bersih H+ + OH. Semakin luas permukaan bidang sentuh.6. maka.→ H2O . Semakin tinggi konsentrasi.+ Na+ + OH-.→ Na+ + Cl.Tidak semua atom permukaannya sama efektifnya. (Petrucci.6. Sifat dasar pereaksi karena mempunyai energi aktivasi yang berbeda-beda. maka semain tinggi konsentrasinya. Jenis-jenis Reaksi Kimia 2. Bagian aktif tersebut disebut sisi aktif katalis. tumbukan antar partikel yang terjadi semakin banyak.+ H2O asam basa garam air 3.1Reaksi netralisasi Reaksi netralisasi adalah reaksi asam dan basa. Semakin kecil volume. Maka. maka jumlah partikelnya semakin banyak. tumbukan antar partikel yang terjadi semakin banyak. Hal ini mengakibatkan makin cepatnya laju reaksi. Jumlah partikelnyapun semakin banyak. Tumbukan antar partikel yang terjadi semakin banyak maka laju reaksinya semain cepat. Persamaan Reaksi Ion H+ + Cl. dapat ditunjukan oleh salah satu dari tiga buah cara sebagai berikut: 1. Persamaan Reaksi Lengkap HCl + NaOH → NaCl + H2O Asam basa garam air 2.1992) 2. Hal ini berdampak pada makin cepatnya laju reaksi.

ion. sehingga berlaku untuk zat padat. Zat pereduksi adalah zat yang kehilangan electron. lelehan maupun gas.Persamaan reaksi ion bersih merupakan gambaran yang tepat dari reaksi netralisasi menurut teori Archenius . keadaan oksidasi menjadi lebih negative.2Reaksi Redoks Oksidasi adalah suatu prosese yang mengakibatkan kehilangan suatu electron atau lebih dari dalam zat ( atom.3. Bila suatu unsure dioksidasi. Ini berlaku untuk proses zat padat. maupun gas. Apabila tetapan kelarutan antara ion hidrogen dan ion hidroksida untuk menghasilkan air (H2O). Tahap reduksi maupun oksidasi yang melibatkan pelepasan maupun pengambilan electron disebut reaksi setengah sel.Reaksi Pengendapan Tetapan kesetimbangan yang menyatakan kelarutan endapan dalam air disebut tetapan hasil kali kelarutan. ion. Suatu zat pengpksidasi adalah zat yang memperoleh electron dan dalam reaksi itu zat direduksi. keadaan oksidasinya berubah ke harga yang lebih positif. molekul ).1987) 2.6. dalam proses ion dioksidasi.6.1990 ) 2. lelehan. Defenisi ini sangat umum . . Hal ini menghasilkan satu pokok penting yaitu suatu reaksi netralisasi meliputi penggabungan (Petr ucci. Bila unsure direduksi. Reaksi sebaliknya adalah proses yang mengangkibatkan diperolehnya suatu electron atau lebih oleh zat ( atom. molekul ). Contoh : Cu(s) + 2Ag+(aq) → Cu2+(aq)+2Ag Terdiri dari : reduksi Ag+ oksidasi Cu ( Vogel.

Contoh ion kompleks: [Fe(Cn)6]3. Asam yang digunakan harus selain HNO3 pekat. Dalam ion kompleks terdapat 2 unsur.1987) 2.4.→ ion heksanoferat (III) . Reaksi: Logam + Asam keras encer → Garam +H2 Contoh: 2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2 ( Petrucci. HNO3 encer.terlampaui. maka pengendapan mulai terjadi dengan terbentuknya sejumlah inti atau nukleon yang merupakan suatu partikel-partikel. H2SO4 pekat. Contoh reaksi: 2Na 3PO4 6NaCl(aq) (g) + BaCl2 (aq) → Ba3(PO4)2 (s) + (Petrucci.Reaksi Pembentukan Gas Reaksi yang menimbulkan gas biasanya terjadi apabila logam direaksikan dengan asam keras encer.5.6. Gas yang dihasilkan biasanya adalah gas hidrogen. Reaksi ini menghasilkan ion atau molekul kompleks. Ion kompleks adalah ion logam transisi yang dapat berikatan kovalen koordinasi dengan ion-ion negatif atau molekul netral yang mempunyai pasangan elektron bebas dan membentuk suatu kesatuan gabungan ionion yang stabil.6. yaitu logam transisi selaku atom pusat dan ion negatif selaku ligan / gugus pengeliling. ion kompleks dinyatakan dengan notasi kurang siku. karena logam yang bereaksi harus diletakkan disebelah kiri H dalam deret volta.1987) 2. Reaksi ini disebut juga reaksi pendesakan logam.Reaksi Pembentukan Kompleks Reaksi ini terjadi pada zat-zat yang mudah larut dan tidak terdisosiasi.

77% . sedangkan oksidasi adalah pelepasan elektron atau peningkatan bilangan oksidasi. Kerapatan 2. Komposisi C 14. H 1. Setiap reaksi redoks merupakan pasangan antara reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. massa jenis 2.(Petrucci.6. Contoh: Cu 2.6. Plumbum Acetat (Pb(CH3COOH)2) Asam timbal normal. (Windholz. Analisa bahan a. Asam Klorida ( HCl ) 2+ (aq) + Zn (s) → Cu (s) + Zn 2+ (aq) . Digunakan dalam pewarna pakaian. higroskopis. gumpalan putih.1976) c. BM=325.ikatan asam asetat mulai menghilang.1 (Mulyono. sangat korosif terhadap jaringan organik. reaksi redoks adalah reaksi yang didalamnya terdapat serah terima elektron antar zat.1987) 2. Titik leleh 139 0C. Titik leleh 750C. Bau asetatnya tidak terlalu tajam. atau bubuk. atau reaksi yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi. membentuk Na2CO3.55 g/cm3.86% . gula timbal. mudah mudah menyerap CO2. Reduksi adalah penerimaan elektron atau penurunan bilangan oksidasi. Mengikat CO 2 dari udara dan menjadi sol yang tidak sempurna. Reaksi Pertukaran Muatan Reaksi ini sering juga disebut sebagai reaksi redoks. Pada keadaan terhidrat.67%. Pada suhu di atas 1000C. NaOH Padatan putih. titik didih 318 0C.8. Jadi.7% .O 13. 1997) b. Pb 63.7. garam saturnus. merupakan kristal tak berwarna. beracun. Reaksi redoks singkatan dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi.

(Mulyono. Reaksi asam menghasilkan pembebasan hidrogen. titik leleh 0 0C. menyerupai minyak. Salah satu unsur yang paling banyak terdapat dikulit bumi. 1997) . Ditentukan secara alami dalam bentuk persenyawaan magnesit kornalit. Bereaksi sangat lambat dengan air pada temperatur ruangan. dan bubuk. digunakan sebagai fungisida.47 gram/mol. CaMg(CO3)2.Larutan jernih yang berat molekulnya 36. kawat. epsomit. pita. titik didih 118 0 C. titik didih 11000C. juga terdapat di air laut. 1997) f. Tersedia dalam bentuk batangan. (Windholez. pelarut oranik yang baik. teroksidasi dengan lambat pada udara lembab.1976) g. (Mulyono. bersifat asam kuat (Mulyono. bersifat asam kuat. Logam Magnesium (Mg) BM=24. titik didih 100 0C bersifat polar. bahan pewarna dan pengawet kayu. Tidak berwarna. Aquades Air yang diperoleh pada pengembunan uap air melalui proses penguapan atau pendidihan air. CuSO4 Berwarna biru bersifat higroskopis. 1997) e.Logam berwarna putih keperakan. kieserite. Termasuk logam alkali tanah. tidak berasa. massa jenis 1. 1997) d.dan lain-lain. Bervalensi 2. titik leleh 100 0C. Titik lebur 6510C.305. dolomit. H2SO4 Zat cair kental tak berwarna.8 (Mulyono. titik didih 315-338 0C. Nomor atom 12. Struktur kerangka tertutup heksagonal.

gelas beker e.III. gelas ukur d. Aqudes 3. NaOH b. tabung reaksi b. Pb(CH3COO)2 e.1 Alat a. METODE PERCOBAAN 3. H2SO4 d. HCl c.3 Tabung reaksi Gambar Alat Gelas Ukur Gelas Beaker Pipet Tetes Stopwatch . Kristal CuSO4 f.2 Bahan a. Pita logam Mg g. pipet tetes c. stopwatch 3.

2 Menilai Laju Reaksi dan Menentukan Ordenya HCl 0.Penghitungan waktu Hasil HCl 0.Penambahan pita logam Mg .Penambahan larutan H2SO4 .Pengamatan Hasil HCl Tabung reaksi .Penambahan larutan H2SO4 .4.4.Pengamatan Hasil PbOAc Tabung reaksi .Penghitungan waktu Hasil .4 Skema Kerja 3.8 M Tabung reaksi .Pengahitungan waktu Hasil HCl 2 M Tabung reaksi .Penambahan pita logam Mg .Penambahan pita logam Mg .3.Penambahan pita logam Mg .1 Mengenal Jenis-Jenis Reaksi Kimia NaOH Tabung reaksi .Pengamatan Hasil Aquades Tabung reaksi .Penghitungan waktu Hasil HCl 1.Penambahan larutan H2SO4 .Pengamatan Hasil 3.Penambahan larutan H2SO4 .2 M Tabung reaksi .6 M Tabung reaksi .

214 -0.2 1.204 0. kenaikan suhu 4.204 -1.785 -1. permukaan logam Mg melebur Mg+H2OMg(OH)2+H2 4. kenaikan suhu Timbul gelembung gas di sekitar Mg.0416 0. kenaikan suhu Timbul gelembung gas di sekitar Mg. ada uap Gelembung gas banyak.1 No Mengenal jenis-jenis reaksi kimia Reaktan 2 H2SO4 pekat H2SO4 encer Gejala Gelembung gas sedikit panas.241 x 10—3 0.y 0.364 -0.091 .6 2 T (detik) 160 78 61 40 Pengamatan Timbul gelembung gas di sekitar Mg.2 Menilai laju reaksi dan menentukan ordenya No [HCl]M 1 2 3 4 0.1.301 x.8 1. DATA PENGAMATAN 4. kenaikan suhu Timbul gelembung gas di sekitar Mg.079 0.3 Tabel pengamatan laju rekasi dan penentuan ordenya No 1 2 3 4 Log 1/t (y) -2.1.409 x 10—3 6.602 Log[HCl](x) -0.149 -0.1 Data Pengamatan 4.892 -1. hangat terbentuk endapan Terbentuk endapan PbOAc+2HClPbCl+OHAc Reaksi 2NaOH+H2SO4Na2SO4+2H2O 1 Reaktan 1 NaOH NaOH 2 3 4 PbOAc HCl Aquades HCl CuSO4 Mg warna putih Terjadi perubahan warna 2HCl+CuSO4CuCl2+H2SO4 menjadi biru Terjadi gelembunggelembung kecil.IV.097 0.482 x2 9.1.

5 Log 1/t y = 1.483 4.1 -0.0481 log k= -2.4 V= K[HCl]m V= 1/t Log 1/t = log k[HCl]m Log 1/t = m.301 ∑X = 0.681 ∑x.204 -1.y = -1.4 Tabel dari grafik X -0.3 0.95 X 10-3 .0481 R = 0.602 Grafik Laju Reaksi 0 -0.785 -1.0481 k= 8.1 0.892 -1.∑y = -7.9837 2 0 0.079 0.4568 c= 2.2 0.4568x .0481 k= antilog -2.5 -1 -1.2.204 0.log[HCl]m y= mx+c y x m c log 1/t log[HCl] m log k Keterangan m= 1.209 ∑X2 = 0.1.2 Log [HCl] -0.5 -2 -2.146 Y -2.097 0.

2 Perhitungan Mencari regresi linier : m = n ∑xy -.01011 [HCl]2.(-1.096) data 4.464) = 0.26 0.209) -.204 Log k Log k K K = log k + 2.097) = log k – 0.Persamaan Laju Reaksi Dari Grafik : V = K [HCl]m 1/t = K [HCl]m = 0.204 + 0.4568 4.12 = 2.01011 Ket : X = log [HCl] Y = log [1/t] n = banyak Persamaan Laju Reaksi dari perhitungan : V = K [HCl]m 1/t = K [HCl]m 0.∑x .0.16 (-0.209 = -2.16 . ∑y n ∑x2 – ( ∑x )2 = 4.995 = antilog (-1.204 -2.01014 [HCl]1.146 — (0.209 = -1.995) = 0.16 (orde reaksi) Konstanta Reaksi Hasil Perhitungan : Sampel 1 = log [1/t] = log k + m log [HCl] -2.(-5.

01014 [HCl]2.Persamaan Laju Reaksi Dari Grafik : V = K [HCl]m 1/t = K [HCl]m = 0.1667 .

Reaksi metasis (reaksi perpindahan rangkap) menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. gejala yang terjadi yaitu timbul sedikit gelembung gas.dan H+ akan berikatan dengan OH-.V. Sedangkan pada larutan NaOH yang ditambahkan H2SO4 encer. 1985) Selain merupakan reaksi netralisasi dan reaksi eksoterm.1 Mengenal jenis-jenis reaksi kimia Reaksi antara NaOH dengan H2SO4 Pada reaksi ini. sehingga konsentrasi tumbukan yang menghasilkan reaksi banyak. Pada reaksi ini terbentuk endapan PbCl 2 yang berwarna putih. panas dan uap.1994) 5. panas.1. tabung 2 berisi (CH3COO)2Pb yang ditambahkan dengan HCl. Sehingga pada reaksi ini dibuktikan dengan terjadinya kenaikan suhu yang terbukti dengan adanya gelembung gas. Hal ini terjadi secara spontan antara asam kuat dengan basa kuat. Karena tumbukan yang menghasilkan reaksi kimia itu melepaskan panas kelingkungan (eksoterm). gejala yang terjadi yaitu timbul banyak gelembung gas dan hangat. Sehingga tumbukkan antar molekul banyak karena samasama kuat. Reaksi yang terjadi : 5. percobaan ini juga disebut reaksi metasis. Pada larutan NaOH yang ditambahkan H2SO4 pekat.1. Reaksi yang terjadi : 2NaOH + H2SO4 → Na2SO4 + 2H2O Reaksi tersebut adalah reaksi netralisasi asam kuat dan basa kuat yang menghasilkan garam dan air disertai pelepasan panas (eksoterm) (Petruc ci. Na + akan berikatan dengan SO42.2 Reaksi antara (CH3COO)2Pb(aq) dengan larutan HCl Pada reaksi ini.1 . PEMBAHASAN 5. (Brady. sehingga suhu sistem menjadi naik. dan terdapat uap. tabung 1 terisi NaOH yang ditambahkan H 2SO4 pekat dan H2SO4 encer.

akan berikatan dengan H+ dan Pb2+ akan berikatan dengan Cl-. sehingga hasil kali ion(Qsp) sama dengan Ksp. 1986) Ada 3 kemungkinan hubungan Ksp dengan Qsp.1. hingga terbentuk kovalen koordinasi. pada percobaan ini juga terjadi reaksi metatesis antara (CH 3OO)2Pb dengan HCl. Pada percobaan ini. CH3COO. Perubahan warna ini disebabkan oleh terbentuknya senyawa kompleks yang terdiri sebagai atom pusat dan ligan.3 Reaksi antara HCl dan CuSO4 Pada reaksi antara HCl dan CuSO4 terjadi perubahan warna larutan menjadi biru.(CH3COO)2Pb(aq) + 2HCl(aq) → PbCl2 + CH3COOH(aq) Reaksi tersebut merupakan reaksi pengendapan dari larutan garam CH3COO2Pbdan larutan asam kuat (HCl) yang menghasilkan garam (PbCl2) dan asam lemah (CH3COOH). Artinya terjadinya endapan ini untuk menurunkan konsentrasi ion dalam larutan. (Underwood. Sehingga pengendapan mulai terjadi dengan terbentuknya sejumlah inti atau nukleon yang merupakan suatu pertikel.yaitu : a. (Brady. Selain terbentuknya endapan. Maksud dari tetapan kelarutan terlampaui yaitu hasil kali ion-ionnya(Qsp) lebih besar dari Kspnya sehingga larutan menjadi lebih jenuh. Hal ini menunjukan bahwa energi solvasinya lebih kecil dari pada energi ikatannya. Jika Qsp< Ksp maka dikatakan larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan) Jika Qsp = Ksp maka dikatakan larutan tepat jenuh (akan terjadi endapan) Jika Qsp > Ksp maka dikatakan larutan lewat jenuh (akan terjadi endapan) Energi solvasi yang lebih besar daripada energi ikatan maka zat terlarut akan larut pada pelarutnya. Ligan adalah suatu suatu senyawa atau unsur yang memiliki . Reaksi Pengendapan terjadi apabila tetapan kelarutan terlampaui. PbCl2 yang diketahui dengan terbentuknya endapan PbCl2. b. c.1994) 5.

5. Dalam hal ini.pasangan elektron bebas. Sesuai dengan reaksi : Mg + 2H2O → Mg(OH)2 + H2 (Chang. tabung 4 berisi aquadest yang ditambah dengan logam Mg. 1987) Gas H2 dihasilkan dari reduksi H2O. Warna yang tampak sebagai hasil reaksi adalah warna yang terabsorbsi ketika sinar putih melewati larutan yang berisi ion tersebut direfleksikan oleh larutan tersebut. H2O sebagai oksidator dan Mg sebagai reduktor. (Petrucci.4 Reaksi antara Aquadest dengan Mg Pada reaksi ini. H2O yang bilangan oksidasinya turun dan mengikat elektron (mengalami reduksi) sedangkan Mg yang bilangan oksidasinya naik dan melepaskan elektron (mengalami oksidasi). sedangkan atom pusat adalah suatu atom sebagai penyedia orbital kosong. Reaksi :2HCl + CuSO4 → CuCl2 + H2SO4 (Petrucci.1. Pada reaksi ini. yang termasuk ligan adalah ion klorida. Pasangan elektron tak berikatan ini digunakan untuk membentuk ikatan koordinasi dengan ion logam. Maksud dari perbedaan molaritas tersebut adalah untuk membandingkan bagaimana pengaruh konsentrasi pada laju reaksi. Dari hasil pengamatan diperoleh hasil. Pelekatan ligan pada ion logam merupakan efek dari energi orbital-orbital d.2 Menilai laju reaksi dan menentukan ordenya Dalam percobaan ini digunakan pita logam Mg yang dimasukkan dalam larutan HCl yang mempunyai molaritas yang berbeda-beda. Sinar yang diserap sebagai akibat dari perpindahan elektron diantara orbital d satu dengan yang lain. . 1992) 5. 1992) Pada reaksi tersebut. dihasilkan gelembung-gelembung kecil yaitu gelembunggelembung gas H2. Dimana ligan tersebut memilki pasangan elektron tak berikatan yang aktif pada tingkat energi paling luar.

sehingga reaksi berlangsung cepat. Hal yang menyebabkabn perbedaan nilainya yaitu : . Konsentrasi Mg tidak dimasukkan kedalam perhitungan.bahwa semakin besar konsentrasi HCl semain cepat waktu yang digunakan untuk bereaksi. jarak antar molekul akan semakin rapat.01014 Dalam literatur dijelaskan semakin pekat konsentrasi. 1985) Semakin besar konsentrasi.01011 Persamaan laju reaksinya : v = k [HCl]m 1/t = k [HCl]m = 0. sehingga tidak berpengaruh pada laju reaksi.01014 [HCl]1. nilai orde reaski dan konstanta yang diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus diperoleh orde reaksi 2.01011 [HCl]2. Reaksi : Mg + 2HCl → MgCl2 + H2 (Petruc ci.01014 Persamaan laju reaksinya : v = k [HCl]m 1/t = k [HCl]m = 0. Hal ini disebabkan karena HCl dengan konsentrasi besar bila bereaksi dengan Mg akan terjadi banyak tumbukan sehingga prosentase tumbukan yang menghasilkan reaksi semakin banyak. sehingga akan sering terjadi tumbukan antar partikel. Dari hasil perhitungan diperoleh : k = 0. Peristiwa itu dapat terjadi karena konsentrasi yang tinggi.16 Sedangkan dari grafik diperoleh k = 0. karena Mg berwujud solid dan konsentrasi Mg sama pada setiap larutan. maka laju reaksi semakin cepat.4568 Pada percobaan ini.1667 dan k =0.16 dan k =0. semakin cepat pula reaksi berlangsung.01011 Sedangkan pada hasil grafik. diperoleh orde reaksi 2.

. Sedangkan yang menyebabkan perbedaan nilai antara data perhitungan dan grafik adalah ketidaktepatan dalam pembulatan angka antara angka manual dan angka yang ada dalam komputer. Ketidaktepatan dalam membuat HCl dalam konsentrasi tersebut. b. Ketidaktepatan dalam menyatakan atau memastikan stopwatch dalam menghitung waktu Mg sampai habis.a.

katalis. .terjadi kenaikan suhu.1 Jenis-jenis reaksi kimia antara lain : • • • Reaksi netralisasi : 2NaOH(aq) + H2SO4(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l) Gejalanya adalah timbulnya panas Pembentukan endapan : (CH3COOH)2Pb(aq) + 2HCl(aq) → PbCl(s) + (CH3COOH)2 (aq) Pembentukan senyawa kompleks : [Cu(H 2O)4]2+ + 4Cl.1.konsentrasi.suhu.5 Nilai konstanta berdasarkan grafik adalah 0.1.1.01011. • Penggantian tunggal : Mg(s) + 2H2O (l) → Mg (OH)2 (aq) + H2(g) Gejalanya adalah terjadinya gelembung-gelembung udara.1667 sedangkan dari hasil perhitungan adalah 2.timbulnya uap. 6.dan terbentuknya endapan.1 Kesimpulan 6.4 Nilai orde reaksi berdasarkan grafik 2.VI PENUTUP 6.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain karena faktor jenis reaktan.→ CuCl42.terjadi peleburan logam.+ 4H2O. Gejalanya adalah berubahnya warna larutan menjadi biru atau hijau.perubahan PH. 6.luas permukaan.3 Tanda-tanda terjadinya reaksi kimia yang terjadi dalam praktikum kali ini adalah adanya perubahan warna.1. 6.16.01014 sedangkan dari hasil perhitungan adalah 0. 6. .gas atau gelembung.

. Depdikbud: Jakarta Sastrohamidjojo.Jilid I. 1990.An Introduction to Chemistry.W.Charles.. The Merck Index Ninth Edition. Kimia Dasar. 2001. 1997. Edisi I . Kimia Dasar .. Wasorth Publishing Company: California Mulyono.. Ilmu Kimia Untuk Universitas. James . 1992. Hardjono.1987... Kimia Koordinasi.A . Martha. Ralph. Chemistry A Basic Introduction. Kimia Universitas. UGM Press : Yogyakarta Sukardjo. Erlangga: Jakarta Kenneth. Analisa Kimia Kuantitatif. 1982.. Kamus Kimia Organik .1986. Erlangga : Jakarta Keenan. Watkins. Erlangga : Jakarta Brady. Erlangga : Jakarta Miller.Mc Graw Hill Inc: New York Oxford . 1990.. Edisi keempat. Kimia Dasar. 1991. Kimia Fisik II. Bina Aksara : Jakarta Sukardjo.4th edition. Kamus Kimia. 1976 . Merck & Co.. P. 2001.. Erlangga : Jakarta Vogel. Gaesindo : Bandung Petrucci. DAFTAR PUSTAKA Atkins. 1985.Inc: Rahway . Mannan. 1992. Kalman Media Pustaka : Jakarta Windholez.. H.VII. Rineka Cipta: Jakarta Underwood . Binarupa Aksara : Jakarta Brocks .. Kimia Anorganik. Erlangga : Jakarta Pudjaatmaka. H. Kamus lengkap kimia. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif.. 1959 . 1993. 1987.

Dwi Surya J2C008013 Praktikan. Eka Hariyanto J2C008016 Sri Lestari . Dwi Jayanti J2C008012 Praktikan. Dyah Arum J2C008014 Praktikan.Semarang. Dian Amalia J2C008010 Praktikan. Asisten Praktikan. Dian Nurvika J2C008011 Praktikan. Dyah Lasna J2C008015 Mengetahui. Chalida Z J2C008009 Praktikan. 31 Januari 2009 Praktikan.

LAPORAN TERBAIK PRAKTIKUM KIMIA DASAR I JUDUL PERCOBAAN : REAKSI KIMIA : GEJALA UMUM DAN LAJU REAKSI Disusun Oleh Kelompok 2 : Chalida Z (J2C008009) Dian Amalia (J2C008010) Dian Nurvika (J2C008011) Dwi Jayanti (J2C008012) Dwi Surya A (J2C008013) Dyah Arum (J2C008014) Dyah Lasna (J2C008015) Eka Hariyanto S (J2C008016) Asisten : Sri Lestari JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG .

2009 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful