P. 1
135167615 Manajemen Keuangan Bisnis Ppt

135167615 Manajemen Keuangan Bisnis Ppt

|Views: 99|Likes:
malim muhammad
malim muhammad

More info:

Published by: Malim Muhammad Siregar on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2013

pdf

text

original

URAIAN MATERI MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA DOSEN : 1. Prof.Dr.H.Tb.Hasanuddin,M.Sc.,Ak.P. 2. Dr.Hj.Ellen Rusliati,SE.,MSIE. 3. Jaja Suteja,SE.,M.Si. SUMBER : 1.

Principles of Public Finance, Routledge & Keegan Paul Ltd,London, 2000 – Hugh Dalton. 2. Public , Prentice Hall, Twelve Edition, Otto Eckstein 1999. 3. Finance in Theory and Practice, Mc Grow Hill Book Coy, International Students Edition, 2000. Richard A Musgrove, Peggy B Musgrove. 4. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, BPPE, Yogjakarta. M. Suparmoko, Drs,MA.,Ph.D.

MANAJEMEN
FUNGSI ENTITAS DAN SUMBER DAYA

FUNGSI ENTITAS

SUMBER DAYA

G O O D G O V E R N M E N T

FUNGSI MANAJEMEN

HANKAM

KESRA

DIKJAR

SDM

KEU

FAS
EKONOMIS

PLANNING

ORGANIZING

ADIL & MAKMUR

EFISIENSI

LEADING / ACTUATING

CONTROLLING

EFEKTIVITAS

PAN CAS I LA

KEUANGAN NEGARA : I. PENDAHULUAN 1. Pemerintah dan Rumah Tangga : Perbedaan dalam cara berfikir : terdapat, rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi, pemerintah/negara, entitas luar negeri. Bertujuan memenuhi kebutuhan anggotanya. Pada pemerintah pengeluaran ditentukan oleh kegiatan. Pada rumah tangga lainnya oleh penerimaan. 2. Peranan pemerintah dalam perekonomian (kapitalis vs sosialis) 3. Kepincangan –kepincangan dalam mekanisme pasar (perlunya barang kolektif, biaya manfaat privat dan biaya manfaat sosial, adanya risiko besar, adanya sifat monopoli, adanya inflasi dan deflasi, perkembangan usaha, distribusi pendapatan tidak merata). 4. Eksternalitas (external benefit dan external cost) dan barang publik (non exclusion). 5. Macam kegiatan pemerintah (alokasi faktor produksi, redistribusi pendapatan, stabilisasi ekonomi, meningkatkanpertumbuhanekonomi)

II. PENGELUARAN PEMERINTAH 1. Meningkatnya kegiatan dan pengeluaran negara (adanya, perang, kenaikan penghasilan masyarakat, urbanisasi, perkembangan demokrasi, penggerak pembangunan) 2. Efisiensi dalam pengeluaran negara (keadilan, efisiensi ekonomi, kebapakan (paternalisme), kebebasan terkendali) 3. Kebijakan subsidi (subsidi BBM, gas, listrik dll) 4. Pengaruh subsidi barang dengan jumlah tertentu (mengurangi jumlah pembelian, tidak mengubah konsumsi total, konsumsi berlebihan, konsumsimenjadi terlalu rendah, 5. Klasifikasi pengeluaran pemerintah (investasi, kesejahteraan, penghematan pengeluaran uang yad, membuka peluang kerja dan meningkatkan daya beli.

III. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. Pengertian anggaran (pernyataan yang terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran negara yangdiharapkan dalam jangka waktu tertentu atau satu tahun) 2. Kebijakan anggaran : a. PerekonomianTertutup3 RT 1) APBN tak seimbang, 2) APBN seimbang ; b. PerekonomianTerbuka 3 RT+Perdagangan LN 3. Kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara pengalaman Indonesia PerekonomianTertutup (3RT) + Pinjaman L/D N . /GBHN/PELITA IV. ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT 1. Kriteria investasi 2. Macam manfaat dan biaya suatu proyek 3. Mengenal dan mengukur manfaat suatu proyek 4. Mengenal dan mengukur biaya proyek 5. Menentukan waktu dan bunga diskonto

V. PENERIMAAN PEMERINTAH 1. Sumber-sumber penerimaan negara 2. Distribusi beban pemerintah 3. Sistem perpajakan dan politik pajak 4. Penggeseran beban pajak 5. Hubungan antara seorang penjual/produsen(firm) dengan pasar (industri) 6. Kesejahteraan yang hilang karena pajak

VII. PENENTUAN HARGA BARANG OLEH PEMERINTAH 1. Penentuan harga barang-barang publik 2. Kebijakan harga hasil pertanian VIII. PENGARUH PAJAK TERHADAP PEREKONOMIAN 1. Pengaruh pajak terhadap produksi 2. Pengaruh pajak terhadap distribusi pendapatan 3. Pengaruh pajak terhadap keinginan untuk bekerja

IX. HUTANG NEGARA 1. Macam dan ciri dari hutang negara 2. Sumber panjaman negara 3. Beban dan hutang negara 4. Masalah pengelolaan hutang negara X. KEBIJAKAN FISKAL 1. Asal mula dari kebijakan fiskal 2. Macam kebijakan fiskal 3. Tujuan kebijakan fiskal 4. Konflik antara stabilitas dan kesempatan kerja 5. Kaitan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter

Pemilihan antara pinjaman dalam negeri (Internal Debt) dan pinjaman luar negeri (External Debt) 4. Pendahuluan 2. Kesimpulan . PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PINJAMAN LUAR NEGERI 1. Meringankan bebean pinjaman 7. Pinjaman luar negeri sebagai sumber kapital 3. Pembayaran cicilan hutang luar negeri dan bunganya dalam hubungannya dengan APBN 9. Pinjaman luar negeri dan inflasi 5. Kapasitas untuk membiayai pinjaman luar negeri Indonesia 6. Posisi pinjaman luar negeri Indonesia diantara negara Asean 8.XI.

DISTIBUSI PENDAPATAN 1. XIII. biaya sosial (welfare cost) dan pembebanan pajak (Tax Incidence). Bantuan pusat.XII. Bantuan pemerintah dan pembangunan daerah yang seimbang 4. Transfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah 2. Pengaruh kebijakan redistribusi pendapatan terhadap keinginan untuk bekerja. Ikhtisar dan kesimpulan . Tax Effort dan Fiscal Need 5. Redistribusi pendapatan : Pro dan kontra 2. Besarnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah 3. HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH 1. Beberapa kesulitan pengukuran derajat ketidakmerataan distibusi pendapatan 3. Beberapa teknik redistribusi pendapatan 4.

Stewart C Meyers.MATERI KEUANGAN BISNIS SUMBER : • Principles Corporate Finance. Joel F Houston. Eugene F Brigham. James C Von Horn. Financial Management Policy. Richard A Breally. Fundamental of Financial Management. • • .

Resiko dasar dan hasil 4. DASAR-DASAR KEUANGAN 1. INVESTASI DALAM ASET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Menciptakan nilai melalui hasil yang diharapkan III. Opsi penilaian II. Membuat keputusan struktur modal 3. Multi variabel dan faktor penilaian 5. Tujuan dan fungsi keungan 2.MATERI KEUANGAN BISNIS I. Konsep penilaian 3. Prinsip investasi modal 2. Resiko dan opsi nyata dalam anggaran modal 3. Teori dan struktur modal 2. Dividen dan pembelian kembali teori dan praktek . KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN 1.

Analisis ratio keuangan 2.IV. kas dan sekuritas marketabel 2. Manajemen piutang dan persediaan 3. Likuiditas. ALAT ANALISIS DAN PENGENDALIAN KEUANGAN 1. Perencanaan keaungan V. LIKUIDITAS DAN MANAJEMEN MODAL KERJA 1. Manajemen utang dan pembiayaan jangka Pendek dan menengah .

Korporat dan restrukturisasi tidak dipaksakan 3. Keuangan leasing 3. Manajemen keungan internasional . EKSPANSI DAN KONTRAKSI 1. Resiko manajemen keuangan VII. Penerbitan saham 4. KEUANGAN PASAR MODAL DAN RESIKO MANAJEMEN 1. Merger dan pasar untuk pengendalian korporat 2. Dasar permodalan jangka panjang 2.VI. Hybrid financing melalui sekuritas yang terkait 6. Keuangan pendapatan tetap dan utang Pensiun 5.

METODE BELAJAR Diskusi dalam kuliah tatap muka Membahas konsep manajemen keuangan melalui studi literatur dan membuat laporan Membahas kasus UJIAN Responsidan diskusi Ujian tengah semester Ujian akhir semester UNSUR YANG DINILAI Kehadiran Responsi dan tugas UTS UAS 5% 15% 30% 50% . 2. 1.MSIE.H.SE. 3..P. I. 1) 2) 3) IV. Manajemen Keuangan Perusahaan Agar mahasiswa mampu mengetahui permasalahan keuangan Agar mampu memberikan pandangan mengenai upaya memperbaiki kelemahan yang ada.Hasanuddin. 3.SE.M. Dr.Ak. 2.M. Prof.Ellen Rusliati. 1) 2) 3) 4) TUJUAN Agar mahasiswa memahami Manajemen Keuangan Negara.Dr..Sc.MANAJEMEN KEUANGAN Dosen : 1.Tb.Si. Jaja Suteja. III. 1) 2) 3) II.Hj..

MATERI 1) Keuangan Negara : 1. Utang Negara 4. Pengelolaan Likuiditas dan Modal Kerja 6.V. Investasi Aset dan Hasil Yang Diharapkan 3. Alat Analisis dan Kendali 5. Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2) Manajemen Keuangan Entitas Bisnis : 1. Anggaran Belanja Negara 2. Pengelolaan Keuangan dan Kebijakan Dividen 4. Keuangan Pasar Modal dan Manajemen Resiko 7. Dasar Manajemen Keuangan 2. Kebijakan Paskal 3. Ekspansi dan Kontraksi .

Decision Function Of Fin Management 1) The Investment 2) Financing 3) Asset Management . Fin Management is concerned with the acquisition. 2. financing and management of assets with some overall goal in mind. The Role Of Fin Management ( Peran Manajemen Keuangan ) 1.I.

INVESTMENT DECISION 1) A determination of the total amount of assets needed to be held by the firm Balance sheet 2) Invest decis Total How Much Assets Need ? 3) Assets that can no longer be economi cally justified may need to be reduced. eliminated or replaced .3 .

Stocks 100 x 100 x .Bonds .4.Short term loan . FINANCING DECISION Financial manager is Concerned with make up if the right hand side of The arrangement balance sheet Balance Sheet Assets Liabilities : .Long term loan .Lease .

Man is charged with varying degrees of operating responsibility over existing assets The Fin Man’s responsibilities require that the greater concers be placed with the management of current assets than with fixed assets.5. LIABILITIES 1) 2) 3) 4) . ASSETS MANAGEMENT DECISION BALANCE SHEET ASSETS The third important Decision of the firm is the asset Management decis Assets have been acquired and appropriate financing provided This assets must still be managed efficiently The fin.

maximizing a firm’s earnings after taxes (eat) 2) Earning per share (EPS). Efficient fin Man requires the exictence of some objectives or goal because judgement as to wether or not a fin decision is efficient must be in light of some standard 2.II. TUJUAN PERUSAHAAN ( THE GOAL OF THE FIRM) 1. 1) Profit maximation . earnings after taxes divided by the number of common shares out standing . Goal of the firm is to maximize the wealth of the firm’s present owners.

000..3) Maximation of earnings per share is notafully appropriate goal because it does not specify the timing or duration expected returns. (1) Is the investment project that will produse a $ 100. .return 5 years from now more valuable than the project that will produce annual returns of $ 15.000.in each of the next 5 years ? (2) an answer to this question depens on the time value of money to the firm and to investors at the margin (3) an objective of maximazing earnings per share may not be the same as maximizing market price per share.

Represents tge focal judgement of all market participants as to the value of the partcular firm.It take into account present and prospective future earnings per share.The market price serves as a barometer for business performances it indicates how well management is doing in behalf of its stockholders. . the dividend policy of the firm. . and other factors that bear upon the market price of the stock.The Latest : . . the timing. duration and risk of these earnings.

to act in the latter’s behalf. . individual (s) authorised by another person. Share holders.4) MANAGEMENT VERSUS SHARES HOLDERS The separation of ownership and control in the modern corporation results in potensial conflicts between owners and managers. Agency (theory). i. a branch of economics relating to the behaviour of principals (such as owners) and their agents (such as managers). (1) The objectives of management may differ from those of the firm’s share holders (2) Creates a situation in which management may act in its own best interest rather than those of the share holders. (3) Management as the agents of the owners. called the principal. hoping that the agents will act in the share holders’ best interests. ii. Agent (s). delegate decision making authority to them.

it is difficult to formulate consistent policies. . (4) Supporting education. (5) Involved in environmental issues such as clean air and water. Should ignore social responsibility.5) Social Resposibility Maximizing share holders wealth does notimly that management. (2) Paying fair wages to employees. (1) Protecting the consumers. (3) Maintaining fair hiring practices and safe working conditions. Because the criteria for social responsibility are not clearly defined.

MANAJEMEN KEUANGAN MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS PASUNDAN .

Bagian operasi mempercayakan analisis keuangan ke bagian keuangan    Sebetulnya setiap orang melaksanakan manajemen keuangan Fungsi audit harus memahami manajemen keuangan agar dapat memahami cara pandang manajemen waktu memutuskan suatu keputusan transaksi .MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1.Analisis keuangan otomatis menjadi porsi bagian keuangan .UNIT I.  Mengapa Manajemen Keuangan Orang berpresepsi bahwa manajemen keuangan adalah model yang rumit Keputusan operasi perusahaan tidak optimal .

Pengertian Manajemen Keuangan  Seperti apakah pekerjaan manajer keuangan di perusahaan Bapak dan Ibu ?  Manajer keuangan diperusahaan : . dan . Mendapatkan aktiva dengan harga yang semurah-murahnya  Terlihat bahwa manajer keuangan bertugas untuk mencari uang dan menetapkan kebijakan penggunaannya agar diperoleh biaya pendanaan yang murah dan mendapatkan aktiva yang murah juga . Mencermati perkembangan pasar uang dan pasar modal.2. Memutuskan agar pendanaan dapat dipenuhi dengan murah .

Keputusan investasi dan . Keputusan pendanaan  Nilai tambah ini mencerminkan dari meningkatnya nilai hak (klaim) terhadap perusahaan .3. Keputusan Operasi . Kriteria Keberhasilan Manajemen Keuangan  Orang mengira keberhasilan manajemen keuangan adalah laba  Kriteria yang harus diukurkan pada manajer keuangan adalah nilai tambah : .

MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1. Neraca atau laporan posisi keuangan . Laporan Rugi Laba . Catatan atas laporan keuangan . laporan keuangan terdiri dari : . Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan  L/K adalah titik pusat proses pelaporan keuangan  L/K adalah alat komunikasi informasi akuntansi bagi eksternal perusahaan  Saat ini. Laporan Arus Kas dan .UNIT II.

Laporan tahunan .Bentuk yang biasa dipakai misalnya : . tetapi sistem akuntansi perusahan biasa disusun berdasarkan laporan keuangan : . bea cukai. . Asset .Prospektus . Biaya dan seterusnya  Pelaporan keuangan memuat tidak hanya laporan keuangan tetapi juga : . Utang . Bank Indonesia dan Badan Pengawasan Pasar Modal.Formulir – formulir pemenuhan kewajiban terhadap Kantor Pajak.Alat lain untuk mengkomunikasikan informasi yang terkait baik langsung ataupun tidak langsung dengan informasi yang disaji oleh sistem akuntansi.Mungkin diharuskan oleh peraturan atau sukarela . . Laporan keuangan mungkin mengandung informasi sumber selain catatan akuntansi. Pendapatan .

Tujuan Laporan Keuangan  Memberikan informasi kuantitatif yang bermakna keuangan tentang suatu entitas agar dapat dipergunakan oleh mereka yang menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan :  Pengambilan keputusan ekonomi : .Pasar . laporan keuangan bukanlah tujuan akhir dari proses pelaporan keuangan.2.Perorangan . .Perusahaan .Pemerintah  Efektivitas keputusan akan meningkat jika keputusan tersebut dibuat berdasarkan pemahaman mengenai posisi dan kinerja objek pengambilan keputusan  Oleh karena itu.

Ciri dan Keterbatasan Laporan Keuangan 1. . 3. 4. 2. Informasi yang disajikan hanya relevan terhadap perusahaan dan bukan pada industri atau perekonomian secara keseluruhan Informasi yang disajikan sering merupakan hasil dari taksiran dan bukan pengukuran yang pasti Informasi yang disajikan mencerminkan dampak keuangan transaksi dan kejadian terutama yang sudah terjadi Laporan keuangan bukanlah sumber informasi tunggal bagi mereka yang ingin membuat keputusan ekonomi tentang suatu perusahaan.

Menyediakan informasi untuk menilai jumlah. 3. informasi yang dapat dimengerti oleh mereka yang mempunyai pengetahuan dan kesungguhan belajar yang wajar tentang usaha dan aktivitas ekonomi. 2. Menyajikan informasi bagi pengambilan keputusan investasi. kejadian dan kondisi yang menyebabkan terdapatnya perubahan atas sumber daya perusahaan serta hak atas sumber daya tersebut. saat dan kepastian penerimaan kas dimasa yang akan datang dari dividen atau bunga serta hasil penjualan. .Tujuan Yang Hendak Dicapai 1. kredit dan keputusan sejenis. hak atas sumber daya tersebut dan dampak dari transaksi. harga tebusan atau jatuh temponya surat berharga atau piutang Menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan.

. kewajiban dan hak kepemilikan suatu perusahaan  Membantu investor. Neraca :  Menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi.3. kreditor dan pemakai lain untuk mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan keuangan serta likuiditas dan solvabilitas suatu perusahaan  Menilai kinerja perusahaan pada suatu periode  Indikasi aliran kas yang dapat diperoleh dari beberapa sumber daya ekonomi dan kas yang akan keluar bagi pelunasan beberapa kewajiban.

dan Modal • • • TOTAL AKTIVA . Pj.NERACA UNTUK MASA XXX • Aktiva Lancar Kas dan setara Kas Surat berharga yang mudah dijual Piutang Persediaan Pembayaran Dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Aktiva Lainnya Proyek Dalam Penyelesaian Aktiva Lainnya Total Aktiva Jangka Panjang TOTAL AKTIVA • Utang Lancar Utang Usaha Pemotongan PPh Harus Disetor Utang Jk.Pj Yang Harus Dilunasi Total Utang Lancar Utang Jangka Panjang dan Modal Obligasi Agio dan Disagio Saham Modal Agio Saham Sisa Laba (Rugi) Tahun lalu Laba (Rugi) Tahun Berjalan Total Utang Jk.

3.4. . 4. Laporan Laba Rugi : • • • • • 1. • Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode Sebagai alat bantu untuk menaksir prospek dari suatu perusahaan Fokus diletakkan pada pengukuran laba dan komponennya Rangkaian informasi yang mencakup waktu yang panjang lebih disukai Agar laba dan komponennya digunakan untuk : Mengevaluasi kinerja manajemen Memperkirakan daya laba atau jumlah lain yang diyakini sebagai kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dalam jangka panjang Menaksir laba untuk suatu masa mendatang Menaksir resiko kredit dan resiko investasi Akuntansi keuangan mengukur laba dan komponen laba menggunakan akuntansi akrual. 2.

DAFTAR LABA (RUGI) UNTUK MASA XXX Pendapatan Operasional Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Penjualan Biaya Operasional Biaya Pegawai Biaya Peralatan dan Perlengkapan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Transportasi dan Komunikasi Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Biaya Promosi dan Humas Biaya Barang dan Jasa Pihak III Biaya Rapat dan Penugasan Biaya-biaya Pajak Laba (Rugi) Operasional Pendapatan Non Operasional Pendapatan Bunga Biaya Bunga Pajak Laba (Rugi) Non Operasional LABA (RUGI) BERSIH .

mengevaluasi transaksi investasi. o Informasi ini terkait dengan pinjaman dan pembayarannya.5. transaksi permodalan termasuk pembayaran dividen dan transfer sumber daya lain dari perusahaan kepada pemilik. . Laporan Arus Kas o Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas. menaksir likuiditas dan solvabilitas dan menginterpretasi informasi laba yang disajikan. serta faktor lain yang berpengaruh pada likuiditas dan solvabilitas perusahaan o Informasi aliran kas akan dapat dipergunakan untuk memahami operasi perusahaan.

ARUS KAS UNTUK MASA XXX Kas dari Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Investasi Tanah Lokasi Pabrik Engineering dan Supervisi Mesin dan Peralatan Alat Pengangkut Budi Daya Tanaman Bunga dalam Konstruksi Hasil Bersih Penjualan Aktiva Tetap Total Kas dari Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman Pengakuan Bunga Pembayaran Kembali Pinjaman Total Kas dari Pendanaan Total Aliran Kas .

. Analisa Laporan Keuangan : o Analisa Laporan Keuangan .Menggali informasi yang ada dibalik angka – angka laporan keuangan o Dimungkinkan karena dirancang sebagai bentuk laporan yang saling terkait o Disamping angka laporan keuangan terkait dengan informasi non keuangan.Rata-rata industri .Praktek bisnis yang baku .6.Membaca laporan keuangan dan .

keterhubungan antar informasi dapat diharapkan ada dan tetap berkesinambungan  Menggunakan Prosedur ini dapat ditemukan : . Prosedur Audit Analitis  Diatur dalam SIAS # 8.6. Analytical Auditing Procedures  Tanpa ada kondisi yang menyebabkan hal yang berlawanan. .Kemungkinan kesalahan . ketidak wajaran atau penyimpangan.1.Ketidak wajaran atau .Penyimpangan  Jika prosedur audit analitis menemukan hasil yang tidak diinginkan : .Hasil dari keterhubungan yang tidak dapat dijelaskan mungkin merupakan indikasi terdapatnya kondisi yang mengandung kesalahan.Internal auditor harus meneliti dan mengevaluasi sehingga hasil dan keterhubungan tersebut dapat dijelaskan .

.Kegunaan Prosedur Audit Analitis    1.6.1. 2. 3. 4.1. Mengidentifikasikan hal-hal yang diharapkan atau tidak diharapkan Melalui pengujian konsistensi internal antar informasi Prosedur audit analitis digunakan untuk mendapatkan : Perbedaan yang tidak diharapkan Tidak adanya perbedaan yang diharapkan Kemungkinan kesalahan Kemungkinan ketidak-wajaran dan penyimpangan Transaksi atau kejadian yang tidak biasa atau tidak berulang. 5.

6.Dengan informasi ekonomi eksternal . Teknik Prosedur Audit Analitis  1) 2) 3) 4) Teknik yang biasa menggunakan dasar : Jumlah Uang Kuantitas Fisik Rasio Atau Persentasi  1) 2) 3) 4) 5) Analitis khusus dapat dilakukan dengan : Rasio Trend Pengujian Kewajaran Regresi Perbandingan : .2.1.Dengan Anggaran .Antar Periode .

4. 5. 2. . Pembandingan informasi periode sekarang dengan periode sebelumnya Perbandingan informasi periode sekarang dengan anggaran atau ramalan Mempelajari keterhubungan informasi keuangan dengan non keuangan Mempelajari keterhubungan antar elemen informasi Membandingkan informasi suatu unit dengan informasi unit lain Membandingkan informasi dengan informasi perusahaan lain dalam industri 6. 3. Beberapa teknik yang lazim dalam prosedur audit analitis adalah : 1.

1.2.2. Rasio Aktivitas Penjualan Rasio Perputaran Aktiva AAA = Saldo (Rata-rata) Aktiva AAA . Rasio Kelancaran Aktiva Lancar Rasio Lancar = Pasiva Lancar Aktiva Lancar .2.6.Analisa Rasio : 6.2.Persediaan Rasio Cepat = Pasiva Lancar 6.

MENGELOLA ASSET LANCAR  Asset lancar bersama-sama dengan kewajiban lancar mencerminkan pengelolaan operasi perusahaan  Bersama-sama mereka mendapatkan sebutan modal kerja  Modal kerja adalah pos-pos yang menampung dampak kegiatan operasi.UNIT III. .

alat memotivasi pegawai. proforma neraca dan proforma arus kas . anggaran biaya. Perencanaan Laba  Perencanaan laba dibuat perusahaan dalam rangka untuk memperkirakan kebutuhan pendanaan di masa mendatang  Manajemen menggunakan media anggaran untuk menuangkan rencana ini dalam format kuantitatif  Karena muatannya. anggaran penjualan. alat pengendali kegiatan organisasi dan alat evaluasi kinerja  Demikian luasnya penggunaan anggaran. sehingga dikenal berbagai macam anggaran dengan berbagai tujuan pula  Untuk mengendalikan operasi perusahaan misalnya anggaran fisik.1. proforma laba rugi. anggaran laba dan anggaran kas  Dalam anggaran keuangan dikenal adalah pengangguran modal. peran anggaran dapat diperluas menjadi alat perencanaan.

000 93.710.000 147.000 58.000.000 146.000 14.440.000 42.000 12. Laba Operasi Biaya Bunga 16% Setahun Pajak 30% Laba Bersih 2000 2001 2002 2003 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 71.000 5.889.000 0 116.000 47.760.000.320.224.257.822.360.000.000.180.454.632.400.658.632.000 91.000 32.658.000.131.000.180.000 104.000.632.320.000.000 12.000.499.688.500.840.000 Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Total Aktiva 0 0 0 116.000 Neraca Aktiva Lancar Kas Piutang Persediaan Total Aktiva Lancar 0 0 0 0 3.400.000 116.800.632.200.000.440.000 3.000 14.320.000 11.954.000 0 0 3.000.398.320.000 12.000.000 54.000.541.000.000 116.480.000 53.200.000 119.000 9.000 11.000 125.000.000 30.000 -23.320.000.000.000 58.200.484.000.291.dan Biaya Ops.000 14.280.440.264.000 47.559.000.000 .632.000.000 -11.Proforma Laporan Keuangan Tahun Proforma Laba Rugi Pendapatan Harga Produksi dan Biaya Operasi Biaya Penyusutan Total Harga Pokok Prod.000 23.400.000.000.597.971.056.040.

000 -26.280.000 -10.500.000 57.000.000 -26.000.000.000 57.440.000.000.000 77.291.500.000.200.320.000 0 0 0 0 0 0 0 0 125.440.945.180.400.000 0 0 0 0 0 0 0 -14.000 11.000 0 12.509.000.000.500.440.000 0 0 0 14.000.000.829.000.000 0 119.000 -38.000.000.200.280.Utang dan Modal Pinjaman Modal Laba Ditahan Total Utang dan Modal Arus Kas Kas dan Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Inventaris Tanah lokasi pabrik Engineering dan supervisi Mesin dan peralatan Alat pengangkut Budidaya Tanaman Bunga dalam konstruksi Total kas dan Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman pengakuan Bunga Pembayaran kembali Pinjaman 0 0 0 0 77.000.610.320.000 -116.000 3.440.000 89.000 125.320.400.000 17.000 .000.500.000.440.000 11.000 -12.320.320.000 -15.000.000.000.000 -12.000 77.000.000.000.000 -60.000.000 12.320.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42.971.000.000 -6.500.500.000.597.000 42.950.000.000.000.000.000.611.00 146.774.000.000 27.000 147.000.040.000 790.000.097.000 13.632.632.000 Total kas dari Pendanaan Total Aliran Kas 0 0 119.000 5.368.540.000 -5.000 0 0 15.

kadang bisa membuat perusahaan berhenti beroperasi  Menyediakan kas yang cukup adalah prasyarat hak hidup perusahaan  Walaupun penting kas adalah asset perusahaan yang paling tidak produktif  Pedoman pengelolaan kas adalah tersedianya kas yang cukup. . tetapi tidak berlebihan. Manajemen Kas  Kas adalah media utama bagi perusahaan untuk mengelola likuiditasnya  Demikian pentingnya likuiditas. kas disebut sebagai darah perusahaan  Ketekoran kas sekecil apapun.2.

Mengelola Arus Kas 1. Mempercepat Penerimaan 3. Sebagai media spekulasi 2. Motif Memegang Kas 1. Menunda Pembayaran 2.1. Sebagai media berjaga-jaga 3.2. Anggaran Kas .2. Sebagai media pertukaran 2.

000 Surplus (Defisit) Kas 1.000 (1.500.000 14.000 10.500.000 MEI JUNI 20.000 .000 0 2.000 14.000.500.000 3.000 FEBRUARI 5.500.000 3.000.000 4.000.000 APRIL 15.000 7.000 7.000.000 14.000 17.000.000 0 7.000.000.000.000 3.000 MARET 10.000 7.000 3.000.000 7.000.000.000 500.000.000 1.500.000.000 15.500.000.000 1.500.000 7.500.500.000 10.000.000 10.000.500.000 10.000.000 0 0 1.000 3.000.000.000 1.000.000.000.000.000.000 10.500.000.000) 0 1.000.Anggaran Kas BULAN Penjualan Penagihan Dlm Bln Penj 1 Bln Sth Penj 2 Bln Sth Penj Total Penagihan Pembelian Pembayaran JANUARI 5.000 4.500.000 500.000.000 1.000 10.500.000 1.000 2.000.000 6.

Manajemen Surat Berharga Yang Mudah Dijual  Pembahasan diberikan dalam pendanaan jangka pendek pada modul Manajemen Keuangan berikutnya 4.3. Manajemen Piutang  Proporsi Penjualan Kredit  Tingkat Penjualan  Kebijakan Kredit .

sebelum dipergunakannya tatanan operasi yang memungkinkan perusahaan beroperasi tanpa persediaan  Kemajuan teknologi dan penataan kembali hubungan pemasok dengan konsumen pada beberapa industri telah memungkinkan perusahaan melaksanakan metode operasi just in time .5. Manajemen Persediaan  Keputusan terhadap besaran jumlah persediaan yang akan dipelihara sangat tergantung pada hasil analisa imbal hasil dan risiko akibat stock out dan biaya pemeliharaan persediaan  Persediaan telah banyak membantu pekerjaan manajemen keuangan dalam suatu periode yang panjang.

5.1. Jenis Persediaan  Persediaan barang untuk dijual  Persediaan bahan baku dan bahan pembantu  Persediaan barang dalam proses dan  Persediaan barang jadi  Persediaan peralatan dan suku cadang .

0000 = 300 unit.2. Kuantitas Pesanan Ekonomis (Economic Order Quantity) Total Biaya Persediaan = Biaya Penyimpanan + Biaya Pesanan Kuantitas Ekonomis adalah : 2 SO Q= √ C .5. dan C adalah biaya penyimpanan per unit 2 X 12.500 X 3. dimana : S adalah total kebutuhan persediaan periode yang dihitung O adalah biaya penempatan order. Teknik Pengelolaan Persediaan 1. .600 Q= √ 1.

b.2. . c. Model Pengendalian Persediaan dengan sistem ABC a. Kelompok A meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang tinggi Kelompok B meliputi barang-barang persediaan dengan nilai unag yang sedang Kelompok C meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang rendah.

. tenaga. Pengurangan persediaan berarti tidak lagi dibutuhkan model pengendalian persediaan yang rumit Kebanyakan bahan akan diterima oleh para pemakainya Keandalan pemasok merupakan persyaratan yang penting dalam JIT. e. b. c. g. d. Sistem Just In Time a.3. f. Menekankan pada tarikan permintaan (demand pull) Target JIT adalah zero defect Fasilitas produksi disusun tanpa persediaan Elemen utama JIT adalah pengurangan terhadap adanya bahan sisa. ruang dan fasilitas menganggur.

IMBAL HASIL DAN RISIKO  Imbal hasil dan risiko adalah pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan keuangan  Dalam pasar efisien. imbal hasil biasanya sebanding dengan risikonya  Semakin tinggi risiko investasi akan semakin besar pula premium risiko yang diperhitungkan dalam analisanya  Karena setiap orang mempunyai aversi terhadap risiko yang berbeda-beda.UNIT IV. maka apakah suatu investasi akan diambil atau tidak. tidak akan dapat disamakan untuk setiap orang.  Secara umum pasar memberikan pedoman mengenai imbangan imbal hasil dan risiko dan dicerminkan dari terbentuknya harga pasar asset. .

000.Sejumlah berapakah uang akan kita pinjamkan kepada dia ? Analisa paling mudah adalah menempatkan aliran kas tersebut dalam suatu garis waktu.1.000 3 +1.1. sebagai berikut : 0 1 + 1.000 2 +1. Pengukuran Nilai berdasarkan Nilai Waktu Uang Bagaimana persepsi seseorang mengenai nilai relatif terhadap waktu ? Misalkan seseorang datang kepada kita untuk meminjam uang. Dari analisa penghasilan dan pengeluarannya.000 5 +1.000 .000 4 +1. kita perhitungkan bahwa dia akan dapat mengembalikan kepada kita setiap tahun selama lima tahun berturut-turut masing-masing Rp..

31 4 +683.000 + (1+0.92 Sehingga pertukaran yang mungkin terjadi adalah : 0 -3.45 3 +751.01 5 = 3.Jika kita percaya bahwa ―tingkat bunga pasar‖ adalah 10% setahun maka nilai sekarang dari uang yang akan kita terima adalah 0 + 1 1.78 +620.000 + (1+0.09 2 +826.09 2 +826.92 .1)1 2 1.01 5 +620.70.1)4 5 1.31 4 +683.45 3 +751.1)2 3 1.1)3 4 1.000 + (1+0.000 (1+0.000 + (1+0.1)5 Atau sama dengan : 0 1 +909.78 1 +909.709.

Konsep ini menjelaskan nilai waktu uang.78 dan akan mendapatkan pengembalian selama lima tahun berturut turut..000.000.akan kita terima. Dengan nengubah nilai kepastian bahwa uang cicilan yang Rp.3. Jika kemudian ditambahkan informasi yang lain. b.Kita akan memberi dia pinjaman sebesar Rp. Anak tertua karyawan tersebut segera akan bekerja. masing-masing Rp. atau b. dimana : Uang hari ini lebih baik dari pada uang besok. (Konsep premium risiko) .1.790.1. Manajemen keuangan mempunyai metode untuk menganalisa hal tersebut yaitu : a. Istri karyawan yang hendak meminjam uang tersebut akan segera melahirkan anak bungsunya.-. Dengan mengoreksi taksiran kas yang akan kita terima.misalnya : a.

Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : 1. . Pemberian kupon undian bagi pembayaran awal. Model-model pengelolaan float 4. Diskon tunai 3. Pembayaran langganan koran/majalah 3 bulan dimuka lebih murah daripada pembayaran bulanan 2.

6 840 1.2.2.400.1.4 320 Dagang 1. Kemungkinan untung sehingga uang kita menjadi rp.1. Sementara itu. 800 0. Alternatif yang tersedia dan hasilnya setelah 1 tahun misalnya adalah sebagai berikut.1.kita mempunyai beberapa pilihan akan kita kemanakan uang kita. Kita masukkan sebagai deposito di Bank dengan hasil 11%. Kita gunakan untuk berdagang dengan peluang hasil seperti berikut : a.000 Premium Resiko 5% .800.- b.600 atau 16% 1.a. a. Penyertaan Risiko Berdasarkan Kepastian Aliran Kas Jika kita memiliki uang lebih pada hari Rp..400 0.000.000 11% Deposito 1. Kemungkinan rugi sehingga uang kita tinggal Rp.1. peluang untuk untung kemungkinannya adalah 80% dan peluang untuk rugi adalah 20%.

Kita kan sama indiferrent terhadap : a.Premium Risiko : • Adalah tambahan hasil yang mungkin diperoleh karena seseorang mau menanggung risiko tambahan. Terjun di trading dengan hasil 16% dan b. • Premium risiko membuat arus kas yang tidak sama kepastiannya menjadi seolah olah sama nilainya • Secara sederhana contoh diatas menjelaskan konsep manajemen keuangan bahwa : Uang yang pasti lebih baik daripada uang yang tidak pasti. Menaruh deposito dengan hasil 11% Mengapa ? Karena pertambahan kekayaan yang mungkin diperoleh dari kedua keputusan tersebut persis sama. .

.Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : • Bunga/jasa yang ditawarkan bank untuk giro lebih rendah dari tabungan • Bunga tabungan lebih rendah dari bunga deposito • Bunga di bank asing lebih tinggi daripada bunga di bank pemerintah • Bunga di bank pemerintah lebih tinggi dari pada bunga di bank umum swasta • Bunga di bank umum swasta lebih tinggi daripada bunga di BPR.

150 1.15 = 1.15 x 1.1 = 1.158 . Bunga Sejumlah uang yang dibungakan selama serangkaian waktu pada suatu Tingkat bunga yang bervariasi akan dihitung sebagai berikut : 15% 10% 20% 1.000 1.15 x 1.000 x 1.265 1.000 x 1.1 x 1.265 = 1.000 x 1.150 = 1.2 = 1.518 Nilai setelah masa pertama Nilai setelah masa kedua Nilai setelah masa ketiga = 1.3.

8.. Bagaimana pelepas uang memperhitungkan bunga Misalkan seseorang membutuhkan uang Rp.200 1 +0 2 +10.0000 = 0 -8.000 = 1 +0 2 +0 3 +12.120 0 -8.144 Bagaimana mencari tahu tingkat bunga yang diperhitungkan bank ? .4. kepadanya disodorkan tiga pilihan pinjaman yang dari sisi bank arus kasnya terlihat sebagai berikut : 0 -8.000 = 1 +9.000.Saat mendatangi sebuah bank.

1 = 1.15 = 15% 8.120 r2 = . Implied n – period bisa diterapkan pada periode dengan hitungan hari.5% .000 12.200 r1 = 8. 9.144 r3 = .1.4. bulan.518 – 1 = 0. minggu.8 % 8. Implied n-period spot rate Implied n – period spot rate menyatakan bunga yang diperhitungkan untuk suatu periode yang awal dan akhirnya bisa kapan saja.265 – 1 = 0. tahun dan seterusnya .000 .518 = 51.1 = 1.000 10.1 = 1.15 – 1 = 0.265 = 26.

000 1/2 1/1 .144 r3 = 8.1 = 1.493 – 1 = 0. Annualized spot rate Bunga dapat pula dinyatakan dalam nilai yang disetahunkan.1247 = 12.4.93 % .200 r1 = 8.15 – 1 = 0.47% 12.1 = 1. Model bunga ini disebut sebagai Annualized Spot Rate atau sering disebut sebagai spot rate saja.15 = 15% .2.1493 = 14.120 r2 = 8.000 10.1 = 1.247 – 1 = 0. 9.000 1/3 .

120 r2 = 8.15 – 1 = 0. Forward Rate Bunga dapat pula dinyatakan secara individual untuk setiap satuan waktu dari suatu masa yang panjang.000 1/3 .1 = 1.200 r1 = 8.2 – 1 = 0. 9.15 = 15% . Dengan diketahuinya bunga pada suatu periode bunga. forward Implisit untuk suatu periode dapat dihitung.000 1/2 1/1 .1 = 1.20 = 20 % .4. Model bunga ini disebut sebagai Forward Rate.144 r3 = 8.000 10. maka dengan berpedoman pada nilai yang terjadi setelah suatu periode.11 = 11% 12.3.1 = 1.1 – 1 = 0.

.UNIT V PENILAIAN • Penilaian digunakan untuk menyebut usaha mencari nilai suatu perusahaan • Penilaian asset biasanya difokuskan pada penilaian saham dan obligasi • Manager perusahaan merespon kebutuhan investor dan kreditor dengan usaha pengelolaan perusahaan yang dapat memaksimalkan nilai. • Biaya modal (cost of capital) adalah konsep terpadu yang harus diingat dalam usaha penilaian perusahaan melalui penilaian sekuritasnya • Oleh karena itu. Untuk memahami bagaimana usaha penilaian asset 2. Biaya modal bersumber pada imbal hasil yang diharapkan para investor perusahaan.terdapat setidaknya dua alasan mengapa penilaian asset keuangan harus dipelajari. yaitu : 1.

2. Definisi Nilai 1.1. 3. Nilai Buku Nilai Likuidasi Nilai Pasar Nilai Intrinsik . 4.

.. + 1+R n .2.. Proses Dasar Penilaian  Proses pemberian nilai pada suatu asset dengan menghitung nilai sekarang : o Taksiran aliran kas dimasa mendatang o Menggunakan tingkat imbal hasil yang diharapkan investor  Tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh investor o Tingkat imbal hasil bebas risiko o Disesuaikan dengan premium risiko yang mampu mengkompensasi risiko investasi C1 C2 C3 Cn V= 1+R 1 + 1+R 2 + 1+R 3 + ......

Sensitivitas Bunga terhadap harga sebuah asset Misalkan kepada seorang investor ditawarkan tiga buah asset. masing masing asset A.160 1 +160 2 +160 2 3 +1.3.160 3 4 1 2 Asset B Dengan harga berapakah investor ini bersedia membeli asset tersebut ? .B dan C dengan pola aliran kas bersih sebagai berikut : 0 Asset A +160 0 1 +160 0 Asset C +160 +160 +160 +1.

0 Asset A 160 + 1 + 0..000 = + 137.16 + 1 + 0.16 + 1 + 0.93 + 118.51 + 640.Pada faktor Diskonto 16% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 16% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga Maksimum Rp.91 + 102.000.-.1.1.65 .karena nilai sekarang kas bersih yang akan diterima dari ketiga asset tersebut adalah Rp.16 1 1 2 160 3 160 2 4 160 3 + 1 + 0.16 4 -1.000.

93 + 118.16 1 + 0.Asset B 0 Asset B 160 + 1 1 2 160 + 2 3 160 + 3 4 1 + 0.16 -1.16 1 2 160 2 1 + 0.07 .91 + 743.16 0 Asset C 1 160 + 1 + 0.16 -1.16 1 + 0.000 = + 137.000 = + 137.93 + 862.

89 + 619.55 = + 136.88 + 99.75 + 116.17 -972.17 2 3 160 + 4 160 3 + 1 + 0.03 .17 4 1 + 0.17 1 1 2 160 + 1 + 0.Pada faktor Diskonto 17% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 17% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 160 + 1 + 0.

17 3 4 -980.15 = + 136.17 1 2 160 + 1 + 0.90 = + 136.88 + 724.40 .75 + 116.17 1 2 160 + 1 + 0.17 2 -984.27 0 Asset C 1 160 + 1 + 0. 160 + 1 + 0.0 Asset B 1 160 + 1 + 0.17 2 3 1.75 + 847.

20 + 663.Pada faktor Diskonto 15% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 15% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 1 160 + 1 + 0.15 3 4 160 + 1 + 0.028.98 + 105.15 2 3 160 + 1 + 0.13 + 120.15 4 -1.54 = + 139.15 1 2 160 + 1 + 0.23 .

13 .15 2 3 1.72 0 1 160 + 1 + 0.13 + 877.028.028. 160 + 1 + 0.54 = + 139.160 + 1 + 0.98 + 762.0 Asset B 1 160 + 1 + 0.15 3 4 -1.17 2 Asset C -1.17 1 2 1.54 = + 139.13 + 120.15 1 2 160 + 1 + 0.

85 +2.26 +1.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Hasil lengkap dari perbandingan terhadap perubahan harga asset relatif terhadap perubahan tingkat bunga adalah : Pada 17% Pada 16% Nominal Asset A Asset B 1.63 Semakin panjang umur asset.55 980.54 1.91 Nominal 1.90 0% -2.74 -1.15 -1.022.000 1.83 0% +2. .028. semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga.000 972.59 1.28 Pada 15% Asset C 1.016.000 984.

52 756.56 +2.07 624. semakin sensitif asset tersebut terhadap tingkat bunga .000. B berumur 2 tahun dan C berumur 1 tahun.84 657.14 869.51 854. A berumur 3 tahun.66 743.70 -2. Misalkan terhadap suatu zeros dengan nominal Rp.75 +0.34 730.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Berikut ini disajikan suatu gambaran jika asset dengan hasil tunggal dihadapkan pada perubahan tingkat bunga..1.16 862. maka : Pada 17% Pada 16% Nominal 0% Nominal 0% Pada 15% Asset A Asset B Asset C 640.63 +1.70 -0.dengan jatuh waktu yang Berbeda beda.55 -1.69 Semakin panjang umur asset.

Mengapa ? Umur efektif yang berbeda menyebabkan sensitivitas mereka terhadap tingkat bunga menjadi berbeda. asset akan semakin sensitif terhadap tingkat bunga 4. Harapan hasil suatu asset hanya dapat diperbandingkan jika mereka mempunyai tingkat risiko yang setara 2. Terhadap gerakan tingkat bunga.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Beberapa hal mengenai nilai asset terhadap tingkat bunga : 1. Semakin panjang umurnya. harga asset akan naik atau turun untuk mempertahankan hasil 3. Semakin pembayaran tertumpuk kebelakang akan semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga. .

PENGANGGARAN MODAL Penganggaran modal memerlukan kehatihatian  Dampak keputusan ini mencakup jangka waktu yang panjang  Jumlah uang yang terkait dengan keputusan ini biasanya meliputi jumlah yang mahal  Pada beberapa jenis asset. sehingga kesalahan dalam keputusan penganggaran modal sama sekali tidak dapat dikoreksi.UNIT IV. . likuiditasnya sangat kurang.

.1. 3. 2. 9. 4. 6. 5. 7. Mengidentifikasi Dampak Keuangan Operasi 1. Gunakan angka aliran kas dan bukan laba akuntansi Pertimbangkan hanya pertambahan kas yang sebenarnya terjadi (incremental) Perhatian perubahan kas yang barangkali mengurangi aliran kas proyek yang sudah ada Perhitungkan dampak sinergis yang mungkin ada Setiap proyek membutuhkan modal kerja Setiap proyek menambah modal kerja Pengeluaran untuk keputusan yang lampau adalah sunk-cost Perhitungkan kemungkinan terdapatnya kesempatan yang hilang (oportunity cost) Perhitungkan apakah biaya-biaya overhead adalah biaya incremental 8.

000 +15. Profitability Index 3. Payback Period 2. Non discounted cash flow 1.000 +12. Internal Rate Of Return Misalkan terdapat sebuah proyek.000 . sebut proyek A dengan nilai investasi dan aliran kas masuk bersih setelah pajak seperti berikut 0 1 +18.2. Net Present Value 2. Accounting Rate Of Return b. Discounted Cash Flow : 1.000 2 3 4 +8.000 Proyek A -40. Kriteria Penilaian Manajemen Keuangan a.

000 +12. Semakin cepat investasi kembali.semakin menarik dari sisi penilaian payback period 0 1 2 3 4 Proyek A -40.1.Payback Period Payback Period adalah kriteria pengukuran non – discounted.000 -7.000 -22.2. Payback Period mengukur seberapa cepat suatu investasi dapat kembali.000 +8.000 +15.000 +4.000 +12.000 +18.000 Kas Kumulatif -40.000 Payback Period = 2 + 7/13 tahun = 2 tahun 7 bulan .

000 = 32.000 +15.000 +12.000 + 33.000 +53.000 +45.000 +18. Accounting Rate Of Return Accounting Rate Of Return termasuk kriteria penilaian non-discounted.000 Kas Kumulatif +18.000 – 40. 0 Proyek A -40.2.000 1 2 3 4 Accounting Rate Of Return = 40.000 53. Accounting Rate Of Return mengukur model laba akuntansi.000 +8.2.50% .

3.890 + 4.2.000 1 2 3 4 Discounted Cash .000 +15.342 +7.40.000 + 1+ 0.000 + 18.15 3 1.000 + 1+ 0. Net Present Value Net Present Value menyajikan pertambahan kekayaan yang diperoleh dengan diambilnya suatu keputusan.652 + 11.890 +4.160 1+ 0.542 Net Present Value (NPV) negatif adalah indikasi penurunan nilai kekayaan akibat diambilnya suatu keputusan.15 1 +15.652 +11.000 + 15.000 +15.000 +8.40.15 2 160 + 1+ 0.574 Net Present Value = .000 +18. Semakin positif NPV proyek semakin disukai.574 = . Misal untuk proyek A ini dianggap tingkat risikonya 15% maka : 0 Proyek A -40. .15 4 Disconted Cash -40.342 + 7.000 +12. Konsep ini dianggap konsep yang paling baik untuk dipakai dalam analisis keputusan manajemen keuangan.

perhitungan IRR merupakan perhitungan yang rumit yang hanya dapat dilakukan dengan : 1.342 +7.652 +11.574 = -542 Dapat diyakini bahwa discount factor 15% kebesaran.000 +18.000 +15.2. sehingga IRR proyek A harus lebih kecil dari 15%.000 +7. Dengan program komputer 3. Internal Rate Of Return Internal Rate Of Return (IRR) mengukur discount factor yang menyertakan cash inflows dengan cash outflows. NPV pada 14% -40.890 +8.652 +11.000 +4.342 +12.4.574 = -167 .000 +15. Oleh karena itu.000 NPV pada 15% -40. Manual dengan metode coba-coba yang berakhir dengan interpolasi diantara dua hasil 2.000 +15.890 +4. Dengan kalkulator berprogram atau kalkulator financial Dengan cara 1 IRR proyek A dapat dihitung sebagai : -40.

23% Atau IRR Proyek A = 15% + (542/709 X 1)% = 15% + 0.IRR Proyek A adalah (14+0.77% = 15.23% .XX)% atau (15-YY)% Jarak perubahan nilai kekayaan antara 14 dengan 15% adalah = +167 – (-542) = 709 IRR Proyek A = 14% + (167/709) X 1 )% = 14% + 0.23% = 14.

Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah di bidang pendidikan. . atau organisasi yang memiliki kepentingan dan/ atau kepedulian terhadap pendidikan. Pengelolaan dan Pendanaan : a. kelompok orang. Pemangku kepentingan pendidikan adalah orang. Dana Pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan.BAB I MANAJEMEN PENDANAAN PENDIDIKAN Dasar : Undang-undang No. Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat b. Pemerintah daerah adalah Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten c. d. f. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendanaan Pendidikan Nasional. e.

Penanggung Jawab Pendanaan 1. Pihak lain selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Biaya Investasi lahan pendidikan 2. Biaya Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan c. Peserta didik. Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Biaya Investasi yang terdiri atas : 1. orang tua atau wali peserta didik c. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama 2. Biaya satuan pendidikan b. Biaya pribadi peserta didik 2) Biaya satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas : a. b. JENIS BIAYA PENDIDIKAN 1) Biaya Pendidikan meliputi : a. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Biaya investasi selain lahan pendidikan .

Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1 dan ayat (3) huruf b angka 1 meliputi : a.b. b. Biaya personalia satuan pendidikan. Biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi : a. Biaya non personalia 4. Biaya operasi yang terdiri atas : 1. Biaya investasi selain lahan pendidikan 3. Bantuan biaya pendidikan Beasiswa 3. Biaya nonpersonalia c. yang terdiri atas : 1. yang terdiri atas : 1. Gaji pokok bagi pegawai pada satuan 2. Biaya investasi. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan . Biaya investasi lahan pendidikan 2. Biaya personalia 2. d. Biaya personalia 2. Biaya operasi yang terdiri atas : 1.

Tunjangan khusus bagi guru dan dosen 8. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 9. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional . Tunjangan Profesi bagi guru dan dosen 7. Biaya personalia penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan.3. 6. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural 4. yang terdiri atas : 1. Gaji Pokok 2. Tunjungan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan 4. Tunjangan Fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen 5. Tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan professor atau guru besar b. Tunjangan yang melekat pada gaji 3.

2) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan/atau kompetensi sumber daya manusia dan investasi lain yang tidak menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja pegawai dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan.1) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah. baik lahan maupun selain lahan yang menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja modal dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan. . 3) Pengeluaran operasi personalia yang mlenjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. 4) Pengeluaran operasi nonpendidikan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja barang atau bantuan sosial sesuai peraturan perundangan-undangan.

3) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat memberikan hibah kepada masyarakat atau sebaliknya. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. 2) Pemerintah dapat memberikan hibah kepada daerah atau sebaliknya.PENDANAAN OLEH PEMERINTAH 1) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat mendanai investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan dalam bentuk hibah atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. .

pasal 4. . dan pasal 5. dan yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah sesuai dengan sistem penganggaran dalam peraturan perundang-undangan.ALOKASI DANA PEMERINTAH Biaya pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. yang merupakan tanggung jawab Pemerintah dialokasikan dalam anggaran Pemerintah.

yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran daerah. . baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam Pemerintah. 3) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal.BAB II BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. 2) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar.

6. Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atas inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. Tanggung jawab pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. 5. 7. . Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar baik formal maupun nonformal. Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselengarakan oleh Pemerintah atas usulan pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.4.

2) Pemerintah. 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : . pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah.BANTUAN PENDANAAN BIAYA INVESTASI 1) Pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah.

a. pemerintah daerah c. masyarakat d. . sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan program atau satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendidikan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah. baik formal maupun nonformal. bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. pemerintah b.

Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. 2) . yang diselenggarakan oleh Pemerintah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. 3) 1) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan masyarakat.2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal.

dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah. pemangku kepentingan pendidikan. d. 2) Pemerintah. Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah . dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. 1) Pendanaan tambahan di atas hanya biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertarap internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. b. c. pemangku kepentingan pendidikan.1) Pemerintah daerah. e.

.2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) 2) 3) 4) 5) Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi taraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksana dari rencana strategis satuan pendidikan.

yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat. 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat. BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. baik formal maupun nonformal. .BIAYA INVESTASI KANTOR 1) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan atau/ pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. Biaya personalia satuan pendidikan.

5) Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. 11) Tunjangan kehormatan bagi dosen pegawai negeri sipil pusat yang meliliki jabatan professor atau guru besar. 7) Tunjangan profesi bagi guru pegawai negeri sipil daerah. 6) Tunjangan profesi bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. .3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil pusat. 8) Tunjangan khusus bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah. 10) Maslahat tambahan bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 9) Tunjangan khusus bagi guru pegawai negeri sipil daerah yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah.

yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. oleh pemerintah. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah. baik formal nonformal. 3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. . Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.b.

b. d.BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung Jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh pemerintah. Subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap madrasah dan pendidikan keagamaan formal yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Tunjangan profesi bagi guru yang ditugaskan oleh pemerintah atau dosen yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat yang memperoleh persetujuan dari pemerintah. . e. c. Subsidi tunjangan fungsional bagi dosen tetap yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.

BIAYA PERSONALIA PEGAWAI NEGERI SIPIL 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a) Biaya personalia satuan pendidikan. dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah. 4. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil daerah di luar guru. Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. . Konsekuensi anggaran dari maslahat tambahan bagi guru pegawai negeri sipil daerah. keaksaraan. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah. baik formal maupun nonformal. g.f. 5. Tunjangan fungsional bagi guru pegawai negeri sipil daerah 6. terdiri atas : 1. 2. Honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil daerah. Tunjangan kehormatan bagi dosen tetap yang memiliki jabatan professor guru besar yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah. h. 3. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan.

2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah. . 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.b. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen. baik formal maupun nonformal. 3) Tunjangan struktural bagi pejabat structural bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen. oleh pemerintah daerah terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.

honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah daerah. b. c. subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap sekolah yang ditugaskan oleh pemerintah daerah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.TANGGUNG JAWAB BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. . 2) pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. keaksaraan. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan. dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan pemerintah daerah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah daerah.

Masyarakat d. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Pemerintah daerah c. Pemerintah b. Sumber lain yang sah .

.2) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) Pemerintah 2) Pemerintah daerah 3) Masyarakat 4) Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau 5) Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya personalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan oleh pemerintah. 3) Tanggung jawab pendanaan biaya nonpersonalia oleh pemerintah dan pemerintah daerah. menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.BIAYA NON PERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya. baik formal maupun nonformal. . baik formal maupun nonformal. menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar.

2) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar.BIAYA PERSONALIA SATUAN PENDIDIKAN NON PROGRAM VARIABEL 1) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. . baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. 2) Pemerintah. 3) Pemerintah dan pemerintah daerah dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan. baik formal maupun nonformal. pemangku kepentingan pendidikan.PIHAK PENYANDANG DANA 1) Pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. yang diselenggarakan oleh masyarakat. pemangku kepentingan pendidikan.

Pemerintah daerah c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Masyarakat d.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya non personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselengggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari: . Pemerintah b.

Pemerintah daerah c. Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya nonpersonalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana strategis satuan pendidikan. . Masyarakat d.a. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Pemerintah b.

2) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah.BIAYA PERSONALIA 1) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. .

2) 3) . termasuk biaya pribadi peserta didik. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah. 2) PENJELASAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik.

wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri. satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik. orang tua atau wali peserta didik. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1).BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. 3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. .

Pemerintah. Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan. Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. pemangku kepentingan pendidikan. baik formal maupun nonformal. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. baik formal maupun nonformal. pemerintah daerah. 2) 3) 4) . yang diselenggarakan masyarakat.

Sumber lain yang sah. Pemerintah e. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah daerah f. . b. orang tua atau wali peserta didik c.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a.

2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan.3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. ayng diselenggarakan masyarakat. baik formal maupun nonformal. menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. .

3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. . baik formal maupun nonformal. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat. 5) Pemerintah. pemerintah daerah. 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar. pemangku kepentingan pendidikan. menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. yang diselenggarakan masyarakat.

. pemerintah daerah f. b. pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. pemerintah e. sumber lain yang sah. Orang tua atau wali peserta didik c.

.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

. Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. baik formal maupun nonformal. Gaji pokok b. yang diselengarakan masyarakat. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. 3) Pemerintah. pemangku kepentingan pendidikan. pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurang-kurangnya mencakup : a.BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. baik formal maupun nonformal. Tunjangan yang melekat pada gaji c.

Pemerintah e. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. b. Orang tua atau wali peserta didik c. . dapat bersumber dari : a.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah daerah f. Sumber lain yang sah 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d.

3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. . BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 4) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

pemerintah daerah. yang diselenggarakan masyarakat. . baik formal maupun nonformal. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 5) Pemerintah.3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. masyarakat. 4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Sumber lainnya yang sah. . Pemerintah daerah c. Pemerintah b. d. Pemangku kepentingan satuan pendiidkan di luar peserta didik atau orang tua/walinya.6) biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a.

PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemerintah daerah d. . Pemerintah c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Peserta didik atau orang tua/walinya e. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Sumber lainnya yang sah. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. dapat bersumber dari : a. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya.

2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : .

Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. c. Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. termasuk biaya pribadi peserta didik. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. . 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. b. 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah.a.

BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. . orang tua atau wali peserta didik. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik. 3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri.

yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. baik formal maupun nonformal. .

Pemerintah. yang diselenggarakan masyarakat. c. g. f. d. b. baik formal maupun nonformal. e. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. orang tua atau wali peserta didik Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik Pemerintah Pemerintah daerah Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah.3) Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemerintah daerah. . penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. pemangku kepentingan pendidikan. 4) PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a.

. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. baik formal maupun nonformal. ayng diselenggarakan masyarakat. 2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar. menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. .

. menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. pemerintah daerah. yang diselenggarakan masyarakat. baik formal maupun nonformal.3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan. 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat. 5) Pemerintah.

pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. pemerintah daerah f. pemerintah e. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. sumber lain yang sah. Orang tua atau wali peserta didik c. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. . b.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a.

2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. . 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah.

. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan. pemerintah daerah. Gaji pokok b. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. . baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal.BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. 3) Pemerintah. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. pemangku kepentingan pendidikan. yang diselengarakan masyarakat. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurangkurangnya mencakup : a. Tunjangan yang melekat pada gaji c.

PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemerintah e. b. Pemerintah daerah f. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. dapat bersumber dari : a. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Orang tua atau wali peserta didik c. Sumber lain yang sah .

3) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. .1) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. .BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.

pemerintah daerah. 5) Pemerintah. 6) Pendanaan biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya. Pemerintah daerah c. . baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan masyarakat. masyarakat. Sumber lainnya yang sah. Pemerintah b. d.4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemerintah daerah d. dapat bersumber dari : a. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. Pemerintah c. Sumber lainnya yang sah. Peserta didik atau orang tua/walinya e. . Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g.

4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya. .2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

.BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah daerah d. Pemangku kepentingan di luar peserta didik dan orang tua/walinya f. Bantuan pihak asing yang tidak mengikuti dan/atau g. Pemerintah c.BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. . Sumber lainnya yang sah. Orang tua/wali peserta didik e. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : a. b.

. termasuk biaya personal. 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian bantuan biaya pendidikan dan beasiswa oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 diatur dengan peraturan penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. yang tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional atau berbasis keunggulan lokal.PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. Satuan pendidikan pelaksana program wajib wajib belajar yang diselenggarakan masyarakat.

orang tua. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.BAB IV TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH MASYARAKAT DILUAR PENYELENGGARA DAN SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan. Pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/ atau satuan pendidikan. c. DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Peserta didik. baik formal maupun nonformal. . baik formal maupun nonformal. Biaya pribadi peserta didik b. dan/atau wali peserta didik bertanggung jawab atas : a.

yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan e) Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional dan/ atau berbasis keunggulan lokal. . baik formal maupun nonformal.d) Pendanaan biaya nonpersonalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

orang tua.PENJELASAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. mendanai program peningkatan mutu satuan pendidikan di atas Standar Nasional Pendidikan. DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Tanggung jawab peserta didik. . menutup kekurangan pendanaan satuan pendidikan dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan b. dan/atau wali peserta didik dalam pendanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 47 huruf b sampai dengan huruf e ditujukan untuk : a.

dan penggunaan sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diaudit oleh akuntan publik. 3) Penerimaan. . penyimpanan. 2) Sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibukukan dan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan.TANGGUNG JAWAB PENDANAAN Tanggung jawab pendanaan pendidikan oleh masyarakat di luar penyelenggara dan Satuan Pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya. 1) Masyarakat di luar penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan secara sukarela dan sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan. diumumkan secara transparan di media cetak berskala nasional. dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri.

Prinsip keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan dapat digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan layanan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Prinsip kecukupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan cukup untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan. dan masyarakat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. 3) 4) . kecukupan. dan keberlanjutan.BAB V SUMBER PENDANAAN PENDIDIKAN SUMBER PENDANAAN 1) 2) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. pemerintah daerah. Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa besarnya pendanaan pendidikan oleh pemerintah.

Bantuan pemerintah d. Anggaran pemerintah b. Pendiri penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Bantuan pemerintah daerah e. di luar peserta didik atau orang tua/walinya.1) 2) 3) Pendanaan pendidikan bersumber dari pemerintah. pemerintah daerah. c. Bantuan dari masyarakat. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau d. Hasil usaha penyelenggara atau satuan pendidikan g. . dan masyarakat. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. Sumber lainnya yang sah. Dana pendidikan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersumber dari : a. Sumber lain yang sah Dana pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat bersumber dari : a. Anggaran pemerintah daerah c.

Sumber lainnya yang sah . d. Anggaran pemerintah b. Bantuan dari pihak asing yang tidak mengikat f. Bantuan pemerintah daerah c.4) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dapat bersumber dari : a. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya e. Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/wallinya. Sumber lainnya yang sah . Bantuan pemerintah daerah b. d. e. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f.5) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat bersumber dari : a. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat g. Bantuan pemerintah c.

Tidak dipungut dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara ekonomis. Didasarkan pada perencanaan investasi dan/atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis. Dana yang diperoleh dibukukan secara khusus oleh satuan pendidikan terpisah dari dana yang diterima dari penyelenggara satuan pendidikan. Perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud pada huruf a diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. d. b. e. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening atas nama satuan pendidikan. . orang tua dan/atau walinya sebagaimana dimaksud dalam pasal 48 dan pasal 51 ayat (4) huruf c. dan ayat (6) huruf d wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut : a.PUNGUTAN Pungutan oleh satuan pendidikan dalam rangka memenuhi tanggung jawab peserta didik. rencana kerja tahunan. serta anggaran tahunan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. c. ayat (5) huruf c.

Tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota komite sekolah/madrasah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. i. Digunakan sesuai dengan perencanaan sebagaimana dimaksud pada huruf a h. Pengumpulan.f. dan penggunaan dana diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada menteri. j. l. Menerapkan sistem subsidi silang yang diatur sendiri oleh satuan pendidikan g. k. penyimpanan. Pengumpulan. dan penggunaan dana dipertanggung jawabkan oleh satuan pendidikan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan terutama orang tua/wali peserta didik dan penyelenggara satuan pendidikan. Sekurang-kurangnya 20% (dua puluh pesen) dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan. . m. dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Tidak dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik. apabila jumlahnya lebih dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. penyimpanan.

PENJELASAN Apabila dana pungutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 yang diterima satuan pendidikan pada suatu tahun ajaran melebihi jumlah dana yang diperlukan menurut perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a. dapat membantalkan pungutan sebagaimana di maksud dalam pasal 52 apabila melanggar peraturan perundang-undangan atau dinilai meresahkan masyarakat. sesuai kewenangan masing-masing. maka kelebihannya dimasukkan dalam anggaran tahun berikutnya.WEWENGANG MENTERI Menteri atau menteri agama. .

2) BENTUK SUMBANGAN 1) Bantuan dari pihak asing sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (2) huruf c. ayat (4) huruf e. dan ayat (6) huruf f berbentuk utang atau hibah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan menteri keuangan. diaudit oleh akuntan publik. 2) . dan penggunaan sumbangan pendidikan yang bersumber dari peserta didik atau orang tua/walinya. diumunkan secara transparan di media cetak berskala nasional. ayat (3) huruf e. Penerimaan. Bantuan dari pihak asing kepada penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada yat (1) dilaporkan ke pada menteri atau menteri agama. dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. ayat (5) huruf e.BIMBINGAN PENDIDIKAN 1) Peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan yang sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan secara sukarela di luar yang telah diatur dalam pasal 52. penyimpanan.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. 3) Pokok dana pengembangan dapat bersumber dari : a. Sumber lain yang sah. Bantuan pemerintah daerah c. . Sebagian dana peningkatan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf i e. 2) Dana pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas pokok dana pengembangan dan hasil pengelolaan pokok dana pengembangan. Bantuan masyarakat di luar peserta didik atau orang tua/walinya d.DANA PENGEMBANGAN 1) Satuan pendidikan dapat memiliki dana pengembangan. Bantuan pemerintah b.

b. pendidik dan/atau tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan. c. Pengelolaan dana pengembangan mengalami kerugian b. . Bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu membiayai pendidikannya. Dana pengembangan digunakan untuk menyelamatkan eksistensi satuan pendidikan ketika mengalami kesulitan keuangan yang menjurus pada kelipatan c. 5) Hasil pengelolaan pokok dana pengembangan dapat digunakan untuk : a. Digunakan untuk menyelamatkan satuan pendidikan ketika terkena bencana.4) Pokok dana pengembangan tidak boleh digunakan kecuali jika : a. Pendanaan biaya investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan. Beasiswa bagi peserta didik.

8) Dana pengembangan disimpan dalam rekening khusus dana pengembangan atas nama satuan pendidikan.6) Pokok dan hasil dana pengembangan tidak boleh digunakan untuk : a. 7) Dana pengembangan dikelola berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dan tidak boleh diinvestasikan pada usaha yang beresiko tinggi atau melanggar peraturan perundang-undangan. b. . Dipinjaman sebagai piutang baik langsung maupun tidak. Dijadikan jaminan utang baik langsung maupun tidak langsung. 9) Dana pengembangan dipertanggungjawabkan oleh pemimpin satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara periodik tahunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan penyelenggaraan atau satuan pendidikan.

Prinsip transparansi d. Prinsip khusus PRINSIP UMUM Prinsip umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 huruf a adalah : a. Prinsip akuntabilitas publik . Prinsip umum b. Prinsip efisisensi c. penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan oleh masyarakat terdiri atas : a. pemerintah daerah. penyelenggaraan dan satuan.BAB VI PENGELOLAAN DANA PENDIDIKAN Prinsip dalam pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah. Prinsip keadilan b.

pemerintah daerah. ras.2) Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan memberikan akses pelayanan pendidikan yang seluas-luasnya dan merata kepada peserta didik atau calon peserta didik. agama. dan satuan pendidikan sehingga : . dan kemampuan atau status sosial-ekonomi. jenis kelamin. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat. 3) Prinsip efisiensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan mengoptimalkan akses. mutu relevansi. 4) Prinsip transparansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan dengan memenuhi asa kepatutan dan taat kelola yang baik oleh pemerintah. tanpa membedakan latar belakang suku. dan daya saing pelayanan pendidikan.

5) Prinsip akuntabilitas publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan dengan memberikan pertanggungjawabkan atas kegiatan yang dijalankan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. dan menghasilkan opini audit wajar tanpa perkecualian. 3) Pengelolaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. . Dapat diaudit atas dasar standar audit yang berlaku.a. serta peraturan satuan pendidikan. PRINSIP KHUSUS 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. b. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan. Dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan.

SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH SISTEM ANGGARAN 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. . 2) Dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat untuk : a. Biaya operasi satuan pendidikan c. Bantuan kepada satuan pendidikan dalam bentuk hibah untuk mendukung biaya operasi satuan pendidikan. Biaya investasi pada satuan pendidikan b.

3) Dana pendidikan yang dikelola oleh penyelenggara atau satuan pendidikan didirikan masyarakat disimpan dalam rekening penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 4) PENERIMAAN DANA 1) Penerimaan dana pendidikan yang bersumber dari masyarakat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dikelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dana pendidikan pada satuan pendidikan bukan penyelenggara program wajib belajar yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah yang belum berbadan hukum dikelola dengan menggunakan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. 2) . Seluruh dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dikelola melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan satuan pendidikan yang bersangkutan dan disimpan di dalam rekening bendahara satuan pendidikan yang bukan dengan seizin ketua penyelengggara atau pemimpin satuan pendidikan yang bersangkutan.

d. c. d.PERENCANAAN Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis daerah . b. e. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. b. c.

Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis satuan pendidikan Rencana kerja tahunan satuan pendidikan. .Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. e. f. 3) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh satuan pendidikan dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan satuan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. c. d. 2) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah daerah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah sesuai peraturan perundang-undangan. b. 1) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga sesuai peraturan perundang-undangan.

3) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelengggara atau satuan pendidikan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.REALISASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA PENDIDIKAN 1) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH 1) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan undangan. .

3) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan maisng-masing. . 2) Realisasi pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan kerja pemerintah daerah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.STANDAR AKUNTANSI AKUNTABILITAS DAN PELAPORAN 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaporkan kepada kepala daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan paling lambat dalam waktu 15 (lima belas) hari kalender. .REALISASI ANGGARAN DANA PENDIDIKAN DAERAH 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah daerah.

. Pelaporan mengenai penggunaan dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 dan pasal 69 serta realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 70.STANDAR AKUNTANSI NIRLABA Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan satuan pendidikan dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi keuangan nirlaba yang berlaku bagi satuan pendidikan. dan pasal 72 diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. pasal 71.

1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. .PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. . 2) Pemeriksanaan penerimaan dan penggunaan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearturan perundang-undangan.1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan.

.PERTANGGUNGJAWABAN 1) Dana pendidikan pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan.

BAB VII PENGALOKASIAN DANA PENDIDIKAN PADA APBN 1) Anggaran belanja untuk melaksanakan fungsi pendidikan pada sektor pendidikan dalam angaran pendapatan dan belanja Negara setiap tahun anggaran sekurang-kurangnya dialokasikan 20% (dua puluh perseratus) dari belanja Negara. . 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai alokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh menteri keuangan.

.

Analisis Keuangan

Jaja Suteja

Tiga Klasifikasi utama Rasio Keuangan
• Rasio Solvabilitas • Rasio Profitabilitas • Rasio Aktivitas

• Kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek dan panjang tepat pada waktunya • Kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi

Rasio SOLVABILITAS

Liquiditas

Kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajibanJangka pendek tepat pada waktunya

Current Ratio: Aktiva lancar X 100% Hutang lancar

Quick Ratio Aktiva lancar – persediaan X 100% Hutang lancar

Rasio Solvabilitas Jangka Panjang

Aktiva Lancar + aktiva tetap X 100% Total hutang

Debt to Equity Ratio: Modal sendiri X 100% Total hutang

RASIO PROFITABILITAS

RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR PENDAPATAN POTENSIAL SUATU PERUSAHAAN

1. 2.

HASIL ATAS PENJUALAN HASIL ATAS INVESTASI 3. LABA PER SAHAM

HASIL ATAS PENJUALAN

RASIO PROFITABILITAS YANG MENINGDIKASIKAN PROSENTASE PENDAPATANNYA

HASIL ATAS PENJUALAN= PENDAPATAN NETTO PENJUALAN

HASIL ATAS INVESTASI

RASIO PROFITABILITAS YANG MENGUKUR KINERJA PENDAPATAN YANG DIPEROLEH UNTUK SETIAP RUPIAH YANG DI INVESTASIKAN

PENDAPATAN NETTO TOTAL MODAL SENDIRI

LABA PER SAHAM MENGUKUR BESARNYA DEVIDEN YANG DAPAT DIBAYARKAN PERUSAHAAN KEPADA PEMEGANG SAHAM LABA BERSIH JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN .

RASIO AKTIVITAS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI PENGGUNAAN ASSET SUATU PERUSAHAAN OLEH MANAJEMENNYA .

• MENGUKUR EFISIENSI DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA SUATU PERUSAHAAN BERKAITAN DENGAN PROFITABILITAS • MEMPERLIHATKAN PERUSAHAAN YANG MEMPEROLEH LEBIH BANYAK KEUNTUNGAN DIBANDING PERUSAHAAN LAIN PADA SUMBER DAYA YANG SAMA RASIO AKTIVITAS .

AKHIR TAHUN)/2 .RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN MENGUKUR RATA-RATA JUMLAH PERSEDIAAN DIJUAL DAN DI STOCK LANG SELAMA SETAHUN HARGA POKOK PENJUALAN RATA-RATA PERSEDIAAN = HARGA POKOK PENJUALAN (PERSEDIAAN AWAL TAHUN.

.

Property.BAB 2 Capital Budgeting: Kriteria Keputusan Haruskah saya membangun pabrik tersebut ? Plant.Equiptment .

Melibatkan Pembelanjaan Modal dalam jumlah yang sangat besar. • Sangat Penting bagi Masa Depan Perusahaan. • Keputusan Jangka Panjang. .Apakah Penganggaran Modal? Keywords dalam Penganggaran modal: • Analisis terhadap tambahan fixed assets yang potensial.

Penganggaran Modal ( capital bugeting ) Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan Mengenai pengeluaran dana Dengan jangka waktu lebih dari satu tahun .

5.Langkah langkah: 1. baik CIFs maupun COFs 3. apabila NPV > 0 dan atau IRR > WACC. Tentukkan nilai k = WACC untuk 4. kemudian cari nilai NPV dan atau IRR. Terima proyek. Estimasikan aliran kas baik kas masuk maupun kas keluar 2. Hitung risiko yang dikandung dari aliran kas. .

Apakah Perbedaan antara proyek yang bersifat Mutually Ekslusif dan Independen Proyek: independen. mutually exclusive. Jika allran kas dari suatu proyek menyebabkan penolakan dari aliran kas dari proyek lainnya (if the cash flows of one can be adversely impacted by the acceptance of the other). tidak dipengaruhi oleh penerimaan dari aliran kas proyek lainnya. Jika aliran kas dari suatu proyek. .

Sebuah contoh proyek yang bersifat Mutually Exclusif (Saling Meniadakan). Jembatan vs. Kapal Penyebrangan (Ferry) alternatif produk untuk penyebrangan sungai .

Aliran Kas Proyek yg Normal: Biaya (negatif CF) kemudian diikuti oleh aliran kas positip\ Aliran Kas Proyek Yg tidak Normal: Dua atau lebih perubahan arah aliran kas dalam suatu proyek tertentu. .

CIFs (+) COFs (-) Dalam tahun 0 1 + + 2 + + 3 + + + 4 + + + 5 + + N N N NN NN + - + + + + - + - N NN .

Atau how long does it take to get the business’s money back? .Apakah Periode Pengembalian itu ? Jumlah tahun atau periode yang dibutuhkan agar investasi dapat kembali (The number of years required to recover a project’s cost).

Kriteria Investasi        Pay Back Period (PP) Discounted Payback Period Average Rate of Return (ARR) Net Present Value (NPV) Benefit Cost Ratio ( B/C ) atau Profitability Index (PI) Internal Rate of Return (IRR) .

melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek. yaitu proyek L dan S: Payback for Project L (Long: Most CFs in out years) .Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula.

375 years .4 3 Payback Period CFt -100 Cumulative -100 Projek L 10 -90 + 30/80 60 100 -30 0 80 50 = 2 = 2. yaitu proyek L dan S: 0 1 2 2. Payback Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula. melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek.1.

Project S (Short: CFs datang lebih awal) 0 CFt -100 1 1.6 years Proyek S .6 2 3 20 40 70 100 50 -30 0 20 Cumulative -100 PaybackS = 1 + 30/50 = 1.

Kelemahan Metoda Payback: 1. Mengabaikan time value ofmoney(TVM). Memberikan gambaran mengenai indikasi risiko dan likuiditas.Kelebihan dari metode Payback: 1. Mudah untuk menghitung dan memahaminya. 2. . 2. Mengabaikan penerimaan kas setelah PP terpenuhi.

0 10% 1 2 3 CFt PVCFt -100 -100 10 9.2.11 18. Discounted Payback: Uses discounted rather than raw CFs.32/60. + cap.79 Cumulative -100 Discounted = 2 payback + 41.7 yrs.7 yrs Recover invest. costs in 2.59 -41.91 60 49. .32 80 60.09 -90.11 = 2.

NPV   t 1 n 1  k  CFt t  CF0 .NPV Konsep Net Preseng Value merupakan model yang memperhitungkan pola cast flow keseluruhan dari suatu investasi. berdasarkan tingkat diskonto (discount rate) tertentu : CFt . t t  0 1  k  n NPV   Cost often is CF0 and is negative. dalam kaitannya dengan waktu. .3.

Jadi Berapa NPV projek L ? Projek L: 0 -100. .79 = NPVL 10% 1 10 2 60 3 80 NPVS = $19.59 60.09 49.00 9.98.11 18.

Cost = Net gain in wealth. Terima Projek jika: NPV > 0.Rational untuk Metoda NPV NPV = PV inflows . Pilih Projek yang memiliki nilai NPV yang lebih besar apabila proyek tersebut bersifat Mutually Exclusive .

Menggunakan metode NPV. NPV > 0. terima S sebab NPVs > NPVL . • Jika S & L are independen.Proyek mana yang seharusnya diterima ? • Jika Projects S and L bersifat mutually exclusive. . Terima keduanya.

Metode Internal Rate of Return: IRR Bagaiman menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value of proceed dengan outlay sehingga NPV = 0 0 1 2 3 CF0 Cost n = CF1 CF2 Inflows CF3 CFt  0.  t 1  IRR  t 0  .4.

Bagaimana dengan IRR projek L (IRRL)? 0 IRR = ? 1 10 2 60 3 80 -100.56%.00 PV1 PV2 PV3 0 = NPV IRRL = 18.13%. . IRRS = 23.

Alasan Rasional Metode IRR: Jika IRR > WACC. IRR = 15%. dimana tingkat return investasi > biayanya. . oleh karenanya sejumlah return yang tersisa (some return is left over)merupakan return bagi stockholders Example: WACC = 10%. Profitable.

Proyek diterima • Jika IRR < k. Terima S sebab IRRS > IRRL . . projek ditolak  jika S dan L bersifat independen maka terima dua-duanya.Kriteria Penerimaan Proyek Berdasarkan Metode IRR: • Jika IRR > k. IRRs > k = 10%.  jika S dan L bersifat mutually.

Construct NPV Profiles Enter CFs in CFLO and find NPVL and NPVS at different discount rates: k 0 5 10 15 20 NPVL 50 33 19 7 NPVS 40 29 20 12 5 (4) .

NPV ($) 60 50 40 30 20 10 0 0 -10 5 10 15 20 23.1% .6% Discount Rate (%) IRRL = 18.7% 10 15 NPVL 50 33 19 7 (4) NPVS 40 29 20 12 5 S L 20 IRRS = 23.6 k 0 5 Crossover Point = 8.

k > IRR and NPV < 0. k (%) IRR . Reject.NPV and IRR always lead to the same accept/reject decision for independent projects: NPV ($) IRR > k and NPV > 0 Accept.

7: NPVL> NPVS . IRRS > IRRL NO CONFLICT S IRRS k 8. IRRS > IRRL CONFLICT k > 8.7: NPVS> NPVL .7 k % IRRL .Mutually Exclusive Projects NPV L k < 8.

rounded to 8. 3. Find cash flow differences between the projects. Can subtract S from L or vice versa. then press IRR.7%. See data at beginning of the case.68%. .To Find the Crossover Rate 1. but better to have first CF negative. 4. Crossover rate = 8. 2. Enter these differences in CFLO register. If profiles don’t cross. one project dominates the other.

Capital expenditure: jenis pengelaran yang memberikan manfaat jangka panjang(tanah. biaya pabrik.bangunan dan aktiva lainnya) b.operating expenses) .Dasar Pengertian NPV • Pengertian Present Value : Nilai sekarng • Pengertian Cast Flow atau Proceeds: Earning After Taxes(EAT) Plus Depresiasi Net Investment (outlay): a. mesin. tenaga kerja. Revenue Expenditure: jenis pengeluaran yang diperhitungkan sebagai biaya (biaya material.

Cara menentukan besarnya net invesment Harga proyek (+) Biaya pemasangan (-) Proceed atas penjualan aset lama (+) Pajak atas penjualan aset net investment = XX = XX = XX = XX = XX .

Mesin ini dijual sekarang dengan harga Rp 110..000.000.000.-. Capital gain tax rate 30 % dan normal tax rate 50%..(instalation cost). .000.Biaya pemasangan Rp 50.yang usia teknisnya 10 tahun. Mesin baru bila dibeli akan diperoleh dengan harga Rp 200.Contoh Pada suatu perusahaan 4 tahun yang lalu membeli mesin dengan harga Rp 100. Berapa besarnya net investment?.

Capital gain = Rp.000.(nilai yang sudah dipakai) Total pajak yang harus dikeluarkan : Capital gain : Rp.- .000...000.000..– Rp. 163. 100.000.x 50 % = Rp. 3. 40. 110.(--) Proceet atas penjualan aset lama = Rp.= Rp.. 20.Normal gain : Rp. 100. 40. 50.= Rp... 10.000.000. 60.= Rp. 40. 10.(+) Pajak atas penjualan aset = Rp.000.000.= Rp.Nilai buku mesin lama = Rp.000.. 250. 140.000..000.– Rp.000.+ = Rp.. 200.x 30 % = Rp. 23.000. 110. 23.000..+ Net Investment = Rp.000.+ Total = Rp.Harga mesin baru (+) Biaya pemasangan = Rp..Normal gain = Rp.000.000.000.

Rp. Rp. Rp. Rp. Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = PV of Proceeds Net Investment Rp. . Rp.Konsep Net Present Value PV of Proceeds. Rp. x DF x DF x DF x DF Rp. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp. Rp. Rp.

Pola Cash Flow (EAT + Depresiasi) adalah sebagai berikut : Tahun A 1. 3.000. 4. 200. 400.Rp. 200.Contoh : Dua Proyek. c. 400. Proyek manakah yang paling menguntungkan atas dasar konsep : 2.000.000. masing-masing membutuhkan investasi sebesar Rp.- Dari data di atas.000. 300.- a. 200. - Rp. yaitu A dan B. 5.000.000.000.-. 400. 100.Rp.000. 800. 100.Rp. Proyek B Rp. e. Rp.Rp.000.000. Cost of Capital perusahaan diketahui 10%. b. NPV PI IRR Payback ARR 6.Rp.Rp. 200.- .- Rp.000. d.

x 0.Rp.Rp.. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp. 342. 800.794 Rp.Rp..500. 73.000.- .18 Rp.000.x 0.000. 145. 400.800.x 0.Rp. 945.000.000.000.500.= 1.Rp.500. 200. 100. 158. 800.857 Rp. 370.Rp..Konsep Net Present Value PV of Proceeds.x 0.000.. 945.500.735 Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = Rp.Rp.000. 400.926 Rp.

Bab 3 Keputusan Struktur Modal (Capital Structure Decisions): Topik Pembahasan: • Dampak leverage terhadap return • Risiko Bisnis Vs risiko Finansial • Teori Struktur Modal • Struktur Modal Optimal dalam Prakteknya .

Sebagai contoh, misalnya ada dua perusahaan hipotesis, Perusahaan pertama (U) tanpa Hutang

dan (L) dengan Hutang

Perusahaan U Tanpa Hutang $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Perusahaan L $10,000 12% Hutang(debt) $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Baik kedua perusahaan U maupun L memiliki leverage operasi, risiko bisnis dan EBIT $3,000. mereka berbeda hanya dalam hal penggunaan hutang.

Dampak penggunaan Hutang thd Return Perusahaan

Prshn U EBIT Bunga EBT Pajak (40%) NI (net incoem)
ROE=(NI/TE)

Prshn L $3,000 1,200 $1,800 720 $1,080
10.8%

$3,000 0 $3,000 1 ,200 $1,800
9.0%

ROE L > ROE U

Mengapa Hutang dpt meningkatkan return ? • Total Dollars (return) thd investor:
– U: NI – L: NI + Int – Perbedaan = $1,800. = $1,080 + $1,200 = $2,280. = $480.

• Pajak yg dibayar:
– U: $1,200; L: $720. – Perbedaan = $480.

• Banyak pendapatan operasi mengalir pd perusahaan L (Perusahaan dng hutang)

Apakah Risiko bisnis?
 Ketidakpastian mengenai pendapatan operasi masa depan Uncertainty about future operating income (EBIT).

Probability

Risiko bisnis rendah

High risk

0

E(EBIT)

EBIT

 Catatan: risiko bisnis fokus pada pendapatan operasi dan mengabaikan dampak pengaruh pendanaan

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko bisnis

• Ketidakpastian mengenai deman (unit sales). • Ketidakpastian mengenai harga output.

• Ketidakpastian mengenai harga input.
• Produk dan Jenis jenis hutang. • Tingkat leverage operasi

Apakah Leverage Operasi dan Bgmna pengaruhnya thd risiko bisnis?
• Leverage Operasi adalah penggunaan biaya tetap dalam kegiatan bisnisnya dari pada biaya variabel. • Makin tinggi proporsi biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan secara keseluruhan, maka makin tinggi leverage operasi.
(More...)

• Makin tinggi leverage operasi, maka makin tinggi risiko bisnis,sebab penurunan kecil dalam jmlh penjualan akan mengakibatkan penurunan yg signifikan dalam tkt keuntungan

$

Rev. TC

$

Rev.

} Profit
TC FC QBE Sales

FC lebih banyak

FC
QBE Sales

(More...)

Kemungkinan

Leverage operasi rendah Leverage operasi tinggi

EBITL

EBITH

 Dlm situasi tertentu, makin tinggi leverage operasi akan meningkatkan makin tingginginya EBIT yang diharapkan dan jg risiko yg makin tinggi

manajemen.Risiko Bisnis Vs Risiko Finansial • Risiko Bisnis: – Ketidakpastian dalam EBIT masa depan. leverage operasi dll. . – Tergantung pada faktor bisnis seperti persaingan. • Risiko Keuangan: – Risiko bisnis tambahan bagi owners sehubungan dengan penggunaan leverage finansial – Tergantung jumlah hutang dan pendanaan saham preferen.

Risiko finansial = ROE .ROE(U). risk risk Risiko Perusahaan = ROE. .Dari sudut pandang pemilik perusahaan bagaimana risiko bisnis dan keuangan dapat diukur secara sendiri-sendiri ? Risiko Bisnis Business Financial = + . Risiko bisnis = ROE(U).

apa dampa ketidakpastian terhadap profitabilitas dan risiko perusahaan U (UnLeverage) dan L (Leverage) ? .Sekarang pertimbangkan fakta bahwa EBIT tidak diketahui secara pasti.

50 0.000 $3.000 $4.000 $4. 0.25 0.000 Pajak (40%) 800 1.800 $2. Baik Prob.400 .200 $1.000 Bunga 0 0 0 EBT $2.25 EBIT $2.Perusahaan U: tanpa hutang Kondisi Ekonomi Buruk Rata-rata.600 NI $1.000 $3.200 1.

800 $2.200 EBT $ 800 $1.000 $3.080 $1.000 buga 1.200 1. Good Prob.50 0. .800 Pajak (40%) 320 720 1.000 $4.25 0.Firm L: (memiliki Hutang) Leveraged Kondisi Ekonomi Bad Avg.* 0.200 1.120 NI $ 480 $1.680 *sama seperti perusahaan U.25 EBIT* $2.

Firm U Buruk Rerata.4% 14.8% 10.7x 2.0% 9.0% 9. Good BEP=( 10.4% 11. 8 EBIT/TA) NI/TE) 8 8 .0% 15.0% 12.0% 15.0% ROI* 8.5x 3.8% 16.0% 12.4% ROE=( 4. Baik BEP 10.8% TIE= (EBIT/bunga) 1.0% TIE Firm L Bad Avg.0% 20.0% ROE 6.0% 20.3x *ROI = (NI + Interest)/Total financing.0% ROI* 6.

4% 10.0% 9.Ukuran Profitabilitas: E(BEP) E(ROI) E(ROE) Ukuran risiko: U 15.0% 11.8% ROE CVROE E(TIE) 8 2.24 4.12% 0.0% 9.0% L 15.39 2.5x .24% 0.

(More. • ROE dan ROI perusahaan L > ROE dan ROI u. • Perusahaan dengan hutang (Firm’sL) memiliki ROE dan EPS yang lebih tinggi sebab adanya beban bunga pada kondisi ekonomi baik. karena adanya tax saving • Besarnya tax saving(penghematan pajak) = taxes rate*interest expenses.Kesimpulan • Basic earning power = BEP = EBIT/Total assets yang tidak dipengaruhi oleh leverage...) .

(Teori trade off atau Trade-off theory) • 3.Teori Signaling (Signaling theory) • 4.Teori Struktur Modal • 1. Pendanaan Hutang sebagai kendala manajerial (Debt financing as a managerial constraint) .(Teori MM atau MM theory) – Tidak ada pajak – Pajak Perusahaan – Pajak Individu dan perusahaan • 2.

. menurut MM teori setiap peningkatan ROE akan secara tepat ditutup oleh peningkatan risiko.MM (Modgliani dan Miller) Theory: Tanpa pajak • Menurut MM teori. nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh baiuran pendanaan. • Oleh karenanya. • Oleh karena itu. struktur modal tidak relevan. dalam kondisi set asumsi yang sangat ketat.

. maka perusahaan yang menggunakan hutang lebih menguntungkan dari pada menggunakan modal sendiri. • Perusahaan seharusnya menggunakan hampir mendekati 100% pemenuhan kebutuhan pendanaan melalui hutang untuk memaksimumkan nilai perusahaan. manfaat leverage finansial diatas risikonya oleh karenanya akan lebih banyak lagi aliran EBIT masuk pada para invetsor.MM Theory: Ada ajak Perusahaan (Corporate Taxes) • Ketika ada pajak. • Dengan adanya pajak perusahaan.

• Perusahaan seharusnya tetap menggunakan 100% debt. – Pajak personal menguntungkan dengan pengugunaan equity financing. .Teori MM (MM Theory): Ketika ada pajak perusahaan dan pribadi. • Pajak personal lebih kecil dari pajak perusahaan: – Pajak perusahaan menguntungkan bagi debt financing.

T)(D/E)) • Dimana bL = beta untuk perusahaan yg menggunakan hutang (bL = ) • Dalam prakteknya D/E diukur dengan nilai buku hutang terhadap modal sendiri. • bU beta bagi perusahaan tidak berutang (the unlevered beta) • bL = bU(1 + (1 .Persamaan Hamada (Hamada’s Equation) • MM theory menjelaskan bahwa beta berubaha sehubungan dengan adanya leverage. .

Pendanaan Hutang sebagai sebuah kendala Manajerial
• Dalam teori keagenan, manajer memungkinkan menggunakan dana perusahaan untuk hal-hal diluar kepentingan langsung perusahaan (non-value maximizing purposes). • Tujuan dari penggunaan leverage finansial: : – Mengikat aliran kas bebas (Bonds ―free cash flow.‖) – Mendorong disiplin para manajer (Forces discipline on managers). • Namun demikian, pilihan tersebut telah meningkatkan risiko kesulitan keuangan (increases risk of financial distress).

Teori Trade off (Trade-off Theory)

• MM theory mengabaikan kemungkinan kebangkrutan
dan kesulitan keuangan (financial distress), yang mana peningkatannya proporsional dengan leverage yang digunakan makin banyak berarti makin tinggi risikonya. • Pada tk leverage rendah benefit pajak > biaya kebangkrutan • Pada tk leverage tinngibiaya kebangkrutan >, manfaat pajak • Jadi: Struktur modal optimal merupakan keseimbangan diantara biaya dan manfaat yang timbul.

COSTS OF FINANCIAL DISTRESS REDUCE THE OPTIMAL DEBT RATIO
Firm Value

PV Tax Shield
PV Costs Of Distress Value of levered firm

Value If All Equity Financed

Optimum

Debt Ratio
D/E

Teori Signal (Signaling Theory)
• MM Teori mengasumsikan bahwa para investor dan manajer memiliki informasi yang sama. • Akan tetapi, Manajer seringkali memiliki informasi yang lebih baik, oleh karenanya mungkin: menjual saham jika overvalued. Menjual Obligasi jika saham undervalued. • Para investor / pasar sebenarnya memahami akan hal ini, oleh karena itu mereka memandang penjualan saham sebagai signal negatif. • Jadi, apa implikasinya bagi manajer ? (Implications for managers) ?

Konsep Biaya Modal
Prof Dr H. Tb Hasannudin, Drs., MSc AP

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5 DISTRIBUSI EARNINGS PADA PEMILIK: KEBIJAKAN DIVIDEN dan PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PERUSAHAAN • • • • Teori dan Preferensi Investor Signaling effects Model Residual (Residual model) Rencana Investasi Kembali Dividen (Dividend reinvestment plans) • Dividend saham dan pemecahan saham (Stock dividends and stock splits) • Pembelian Kembali Saham Perushanaan (Stock repurchases) .

Frekuensi pembayaran? 4. Stabil datau tidak? 3.Apakah Yg dimaksud Kebijakan Dividen‖? • Merupakan keputusan untuk membayar earning bagi para pemilik dan menahan kembali dan menginvestasikannya pada perusahaan. rendah atau tingginya rasio pembayaran? 2. Apakah perusahaan mengumumkan mengenai kebijakan dividen ini . oleh karena itu keputusan ini terkait pada: 1.

• Preferensi Pajak: Investors menyukai rasio pembayaran rendah . • Bird-in-the-hand: Investor menyukai rasio pembayaran yg tinggi.Apakah Investor Menyukai pembayaran dividen tinggi atau rendah ? Ada 3 teori dasar • Dividend tidak relevan: Investors don’t care about payout.

Jika tdk menghendaki kas. maka mereka dapat menggunakan dividen u/ membeli saham. • Modigliani-Miller mendukung irelavan . oleh karena itu membuthkan tes empiris. mereka dapat menjual saham.Teori Dividen irelevan (Dividend Irrelevance Theory) • Investor memiliki preferensi berbeda antara dividen dan laba ditahan—u/dapat menghasilkan capital gain. • Teori ini didasarkan pada asumsi yang tidak realsitik (no taxes or brokerage costs). .

high P0. • Jika begitu. .Bird-in-the-Hand Theory • Investors berpikir bahwa dividen lebih kecil risikonya dari pada potesi capital gains masa depan. Investor membayar dividen akan memberikan nilai perusahaan yang makin tinggi. hence they like dividends.

) .Preferensi Pajak (Tax Preference Theory) • Laba ditahan mengarah pada capital gains. yang dikenai pajak relatif rendah dari pada dividen • Hal ini menyebabkan investor menyukai perusahaan dengan payout rendah (a high payout results in a low P0.

mana yag tepat ??? .Implikasi ke-3 terhadap para manajer Theory Irrelevance Bird-in-the-hand Tax preference Implication Any payout OK Set high payout Set low payout Namun demikian.

Kemungkinan pengaruhnya terhadap harga saham (Possible Stock Price Effects) Harga Saham ($) Bird-in-Hand 40 30 Indifference 20 Tax preference 10 0 50% 100% Rasio pembayaran .

Pengaruh Terhadap biaya Ekuitas (Possible Cost of Equity Effects) Biaya Ekuitas (%) Tax Preference 20 15 Indifference 10 Bird-in-Hand 0 50% 100% Rasio Pembayaran .

.Teori mana yang Paling Tepat (Which theory is most correct ?) • Tes Empirispun tidak mampu menentukkan teori mana yang relatif tepat • Para manajer menggunakan judgment ketika menentukan kebijakan dividen.

mereka relatif meyukai untuk memberikan dividen relatif stabil.Apakah yang dimaksud hipotesis ―kandungan informasi‖ dan Signaling ? • Manajer tidak menyukai memotong dividen. harga saham meningkat ketika dividen juga meningkat . hal ini merepresentasikan ekspektasi masa depan perusahaan . Sementara investor memandang peningkatan dividen sebagai signal management’s view of the future. • Oleh karena itu. meskipun tidak meningkatkan dividen.

menyukai kebijakan dividend yang berbeda. atau kelompok (clienteles). • Kebijakan dividen masa lalu menentukan kelompok invetor saat ini .Apakah yang dimaksud kelompok yang berpengaruh (What’s the “clientele effect”)? • Kelompok investor yang berbeda.

hence minimizes the WACC. oleh karena itu akan mampu meminimumkan biaya rata-rata tertimbang (This policy minimizes flotation and equity signaling costs. • Memenuhi kebutuhan modal. • Kebijakan ini meminimalisasi biaya signal ekuitas dan flotasi. sehingga menyisakan relatif kecil earnings sebagai dividen (Pay out any leftover earnings (the residual) as dividends.Apakah Model Kebijakan Dividen Residual (What’s the “residual dividend model‖?) • Mengkalkulasi laba ditahan yang dibutuhkan untuk anggaran modal.) .

.Menggunakan Model Residual untuk Menghitung Dividen yang dibayarkan (Using the Residual Model to Calculate Dividends Paid) Net Dividends = – income Target equity ratio Total capital budget [( )( )] .

Given. • Target Struktur modal: 40% debt. • Berapa banyak keuntungan bersih (Rp. 600. 800. 60% equity.000. (Leverage Ratio =40%) • Net income yang diproyeksikan: $600.Data for SSC (Contoh) • Anggaran Modal : Rp.000) seharusnya dibayarkan sebagai dividen ? .000.

atau sebesar [0.000) = $480.000 = 0.000 . 800.] Dengan Rp.000 = Rp. 600. maka residualnya = Rp. 600.000 dipenuhi dari debt.000/Rp.000 = 0. Jadi DPO = 20% .6($800.4($800.000 merupakan kas yg digunakan u/membayar dividen = Rasio pembayaran (Payout ratio) Rp.$480. 600.20 = 20%.120. 120.000 didanai oleh modal sendiri u/menjaga target struktur modal.000) = $320.= Anggaran Modal Rp.000 net income.

000 apakah berpengaruh thd dividend ? Juga bagaimana kalau meningkat menjadi Rp.000.000? • NI = Rp.480. 400.000: perlu Rp. 800.000/Rp. • NI = Rp.000 = 40%.800.Bagaimana kalau adanya penurunan NI menjadi Rp.400.000: • Dividends = Rp. • Payout = Rp. sehingga Dividends = 0.000. 480.000 modal sendiri. 320. 400. oleh karenanya harus menahan dana sebesar Rp.800. . 800.000 – Rp.000 = Rp.320.

akan mengarah pada rendahnya rasio pembayaran dividen.Bagaimana suatu perubahan dalam peluang investasi berpengaruh terhadap dividen dalam kondisi kebijakan atau model residual ? • Terdapat relatif sedikit investasi akan mengarah pada makin kecilnya anggaran modal. oleh karenanya akan meningkatkan rasio pembayaran dividen. • Makin baik peluang investasi. .

• Kelemahan (Disadvantages): memberikan hasil yang beragam dalam masalah dividen. ketika adanya penentuan target pembayaran dividend tertentu. dan tidak memberikan perhatian yang kuat terhadap kelompok tertentu. tanpa harus dilakukan secara kaku. meningkatkan risiko. ha l ini mendorong munculnya signal konflik. • Kesimpulannya (Conclusion): Mempertimbangkan model kebijakan residual.Kelemahan dan keunggulan Model Kebijakan dividen residual • Kelebihan (Advantages): Meminimalisasi biaya flotasi dan Penerbitan saham baru. .

Apakah yang dimaksud DRIPs (―dividend reinvestment plan) ? • Pemilik saham dapat secara otomatis menginvestasikan kembali dividennya dalam saham umum perusahaan. memperoleh lebih banyak saham dari pada uang kas. There are two types of plans: – Pasar terbuka (Open market) – Saham baru (New stock) .

• Menentukan target Struktur modal • Mengestimasi kebutuhan modal sendiri tahunan (Estimate annual equity needs). dan menjaga tingkat pertumbuhan tersebut kalau memungkinkan. jia dibutuhkan perlu adanya variasi Struktur Modal.Penentuan Kebijakan Dividen • Peramalan mengenai kebutuhan modal membutuhkan perencanaan denganhorizon waktu lebih dari 5 tahun. . • Secara umum. sejumlah tingkat pertumbuhan dividen muncul. • Meentukan target rasio pembayaran berdasarkan model residual.

35 *None of the internet companies included in the Value Line Investment Survey paid a dividend. .) Internet Semiconductors Steel Tobacco Water utilities Payout ratio 38.00 67.09 n/a 24.06 67.91 51. S.29 13.96 55.70 38.Rasio Pembayaran Dividen untuk sejumlah industri terpilih Industry Banking Computer Software Services Drug Electric Utilities (Eastern U.

Alasan Pembelian Kembali Saham: • Sebagai alernatif untuk mendistribusikan kas sbg dividen • Untuk mendapatkan kas suatu waktu tertentu dari padamelakukan penjualan aktiva. . • Untuk membuat perubahan struktur modal yang cukup signifikan.Pembelian Kembali Saham Milik Perusahaan (Stock Repurchases) Repurchases: Buying own stock back from stockholders.

Advantages of Repurchases • Pemilik saham dapat melakukan penawaran pada harga tertentu atau tidak • Membantu menghindari penetapan dividen tinggi yang pada masa depan sulit untuk dipertahankan. • Pembelian saham perusahaan dapat digunakan sebagai takeover atau menjual kembali u/meningkatkan kas yang dibutuhkan. • Para pemegang saham menganggap sebagai signal positif--. .manajemen berpikir nahwa saham undervalued. • Pendapatan yang diterima sebagai capital gains dari pada dividen yang dinai tarif pajak yang lebih tinggi.

• Penjualan saham oleh pemilik (Selling stockholders) tidak terinformasikan secara lebih baik. thus paying too much for its own stock. Sehingga banyak yang memperlakukannya sebagai sesautu yg tidak fair. • Firm may have to bid up price to complete purchase. .Kelemahan Pembelian Kembali saham (Disadvantages of Repurchases) • Dipandang sebagai signal negatif ( perusahaan memiliki peluang investasi yang rendah).

Dividen Saham vs Pemecahan Saham (Stock Dividends vs. Stock Splits) • Stock dividend: Perusahaan menerbitkan saham baru sebagai kompensasi pembayaran dividen. misalnya jika 10%.1 Sends shareholders more shares. . • Stock split: Perusahaan meningkatkan jumlah saham yang beredar. memperoleh 10 lembar untuk setiap 100 saham yang dimiliki. misalnya split factor 2.

stock dividend atau split diikuti oleh informasi. harga saham turun sebagai akibat tidak berubahnya kesejahteraan pemilik. Pada sisi lain.” . meningkatkan jumlah saham beredar. Meskipun demikian.Baik pemecahan saham maupun dividen saham. atau diikuti oleh even lainnya seperti meningkatnya dividen. tapi dengan porsi kueh yang relatif lebih kecil. Namun demikian. splits/stock dividends akan mampu mengarah pada ―optimal price range.

• Pemecahan saham (Stock splits) dapat digunakan untuk menjaga harga saham tetap dalam rentang harga optimal. bahwa di pasar modal terdapat rentang harga optimal (optimal price range) misalnya $20 sd $80.) .Kapan seharusnya Perusahaan mempertimbangkan Pemecahan Saham? • Ada keyakinan yang luas. sehingga seharusnya diinterpretasikan sebagai signal positif (positive signals. • Pemecahan saham (Stock splits) umumnya terjadi ketika manajemen dalam posisi confident.

11/e Jaja Suteja. Fundamentals of Financial Management.. M.Si . SE. Inc.Bab 5 Analisis Laporan Keuangan © 2001 Prentice-Hall.

Analisis Laporan Keuangan • • • • • Laporan Keuangan Kerangka Kerja Analisis Analisis Rasio Analisis Trend Common-Size dan Analisis Indeks .

Lebih memfokuskan pada profitabilitas. • Pemegang Obligasi -. . CIF JK Panjang & Kesehatan Perusahaan.Pengguna Hasil Analisis • Kreditur Dagang – Lebih memfokuskan pada likuiditas .Lebih memfokuskan pada CIF Jk Panjang • Pemegang Saham -.

. • Pengawas -.Lebih memfokuskan pada ROI untuk beragam asset dan efisiesni asset.Pengguna Internal Analisis Laporan Keuangan • Perencana -.Lebih memfokuskan pada penilaian posisi keuangan saat ini dan evaluasi peluang potensial perusahaan .

Laporan Laba Rugi – A Sebuah ringkasan mengenai pendapatan dan biaya-biaya selama periode tertentu yang menggambarkan apakah perusahaan dalam posisi untung atau rugi. .Bentuk Dasar Laporan Keuangan Neraca  Sebuah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total assets = total liabilities + owners’ equity .

195 Aktiva Tetap (@Cost)f 1030 Dik: Ak. ABC (000) PER . b. $ 90 Piutang Usaha. f.c 394 Persediaan 696 Biaya dibayar dimuka d 5 AK Pajak dibayar 10 Aktiva Lancare $ 1. Posisi aset pd tanggal tertentu. 31 Desember .NERACA PT. . Aktiva lancar. Jumlah hutang para pelanggan d. e. ABC (Dilihat dari sisi Asset ) NERACA PT. c. Jml Aktiva tetap. g.Penyusutang (329) Aktiva Tetap Bersih $ 701 Investasi 50 Aset lainya 223 Total Assets b $2. Apa yg dimiliki perusahaan.169 a. 2003a Kas. Ak pengurangan atas penggunaan aset tetap. Biaya dimuka yg siap dibayar.

g. Investasi milik perusahan sendiri. Kewajiban pada pemasok perusahaan. e $ 500 Utang Jk Panjangf 530 Modal sendiri pemilik Saham Biasa ($1 par) g 200 Tambahan Dlm Modalg 729 Laba Ditahan h 210 Total MS $1. 2003 Wesel Bayar $ 290 Utang Dagangc 94 Pajak Yg Msh hrs dibyr d 16 Utang yg hrs dibyr lainya. Utang usaha < 1 thn.139 Total Utang & MSa.b $2. ABC (Sisi Utang) NERACA PT. b. f.Apa yg menjadi utang perusahaan dan posisi kepemilikan usaha. . d 100 Utang Lancar. Earnings reinvested. ABC (000) Per 31 Desember. e. Aktiva = Utang + MS.NERACA PT. Upah dan gaji yang masih hrs diabayar.169 a. c. d. Utang > 1 thn. h.

ABC (000) per 31 Desember 2003 a Penjualan Bersih $ 2. Biaya penjualan.599 Laba Kotor $ 612 Biaya Adm umumc 402 EBITd $ 210 Biaya bungae 59 EBT f $ 151 Pajak Pendapatan 60 EATg $ 91 Dividen kas 38 Laba ditahan $ 53 a. d. e. c. iklan adminstrasi kantor dll. g. f. ABC LAPORAN PENDAPATAN PT.211 Harga Pokok Penjb 1. perusahan untuk memperoleh keuntungan. Pendapatan Kena pajak.LAPORAN LABA RUGI PT. . Pendapatan operasi Biaya dana pinjaman. Jumlah yang siap diterima oleh pemilik perusahaan. Mengukur kemapuan b. Yang diterima atau akan diterima dr pelanggan.

KERANGKA KERJA ANALISIS FINASIAL Komponen Trend / Musiman Berapa besar dana yang akan diperlukan dimasa yang akan datang ? 1. Analsis Kebutuhan Dana Perusahaan Apakah ada komponen yang bersifat musiman? Alat Analisis yang digunakan Laporan Sumber & Penggunaan Dana Laporan Aliran kas dan Anggaran Kas .

4. Individual Sepanjang waktu Secara Kombinasi Secara Perbandingan . Analisis Kondisi Finansial Profitabilitas Perusahaan Rasio Keuangan 1.Kerangka Kerja Analisis Finansial Kesehatan Sebuah Perusahaan 1. 2. Analisis Kebutuhan dana perusahaan 2. 3.

Analisis Risiko Bisnis Perusahaan Contoh: Volatilitas penjualan Volatilitas biaya dll . Analysis of the funds needs of the firm. 2. Analysis of the financial condition and profitability of the firm.Kerangka Kerja Analsis Fiansial Risiko Bisnis terkait pada risiko inheren dalam operasi perusahaan. 3. 1.

Analisis Kondisi Keuangan dana dan Profitabilitas perusahaan Yang . Analisis Dana yang dibutuhkan perusahaan.Kerangka Analisis Finansial Seorang manajer keuangan hrs mempertimbangk an ketiga faktor tersebut ketika menentukan kebutuhan pendanaan Perusahaan 1. dibutuhkan 3. perusahaan. Analisis Risiko Bisnis Oleh perusahaan. Penentuan 2. .

Analisis Kebutuhan dana perusahaan. 3. Analisis Risiko Bisnis.Kerangka Kerja Analisis Keuangan 1. Negosiasi Dengan Pemasok Atau penyedia dana. . Penentuan pendanaan perusahaan. 2. Analisis kondisi keuangan dan profitabilitas perusahaan.

.Penggunaan analisis rasio Jenis jenis Perbandingan:  Perbandingan internal  Perbandingan Eksternal Rasio Keuangan merupakan indeks yang terkait pada dua jenis angka akuntansi yang diperoleh dengan membagi satu dengan yang lainnya.

Contoh : PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Dan juga Rasio Keuangan Industri .Perbandingan Eksternal dan Sumber rasio Industri Hal ini melibatkan perbandingan rasio dari satu perusahaan dengan perusahaan sejenis lainnya atau dengan rata-rata kinerja industri. GOLDEN MISSISSIPI PT.

1. Current Ratio [CR] Aktiva lancar Utang lancar PT. 2003 $1. ABC perDesember.39 $500 .195 = 2. Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup hutang jk pendeknya dengan aktiva lancar a.

91 Industry 2.01 Rationya lebih kuat dari rata-rata industri.Perbandingan rasio likuiditas Current Ratio Year 2003 2002 2001 PT. .15 2.09 2.26 1. ABC 2.39 2.

$696 = 1.Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menutup utang lancarnya dengan aset yang paling likuid.195 .ABC Per 31 Desember.00 $500 . 2003 $1.Persediaan Utang Lancar For PT. b. Acid-Test (Quick) rasio cepat Aktiva lancar .

25 1.04 1.23 1. ABC 1. .25 Rasionya lebih lemah dari rata-rata industri.11 Industry 1.Perbandingan Rasio likuiditas Rasio Cepat Year 2003 2002 2001 PT.00 1.

15 Acid-Test 1. • Catatan .00 1.ABC Industry Current 2.Ringkasan perbandingan rasio likuiditas Ratio PT. dalam industri ini memiliki tingkat persediaan barang yang relatif tinggi.39 2.25 • Rasio saat ini (CR) kuat dan lemah pada Rasio cepat (Quick) menunjukkan adanya masalah potensial dalam jumlah persediaan. .

5 Ratio Value 2.Analisis Perbandingan CR dan Trend Trend Analysis of Current Ratio 2.5 2001 2002 Analysis Year 2003 .3 2.1 1.7 1.9 1.

Analisis Perbandingan Rasio Cepat Trend Analysis of Acid-Test Ratio 1.0 0.8 0.3 1. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .5 Ratio Value 1.5 2001 PT.

. pada waktu bersama rasio cepat mengalami penurunan.ABC. sementara rasio cepatnya relatif stabil. • Rasio Lancar industry meningkat secara perlahan. • Hal ini menunjukkan bahwa persediaan merupakan masalah serius bagi PT.ABC telah meningkat.Ringkasan Analisis Trend Likuiditas  Rasio Lancar (CR) PT.

2. .139 Menunjukkan perluasan usaha yang didanai oleh utang.90 $1. Rasio Leverage Keuangan Rasio Neraca Rasio Leverage Finansial a. 2003 $1.030 = . ABC per 31 Desember .Utang Thd Modal sendiri (DER) Total Utang Total Modal sendiri PT.

81 Industry . . ABC memiliki rata-rata penggunaan utang relative thd rerata industri.88 .90 .90 .89 PT.Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang Thd Modal Sendiri Year 2003 2002 2001 PT.ABC .90 .

47 $2.030 = . DAR (Debt to Assets Ratio) Utang Thd Total Aktiva Total Utang Total Aktiva PT.Rasio Leverage Finasial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan persentase kekayaan perusahaan yang didanai dari Utang b.ABC Per 31 Desember . 2003 $1.169 .

47 . .ABC .47 .47 .47 .47 PT.45 Industry .Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang thd total Aktiva Year 2003 2002 2001 PT. ABC memiliki rata-rata utilisasi utang relative thd rata-rata industri.

Rasio Leverage Finansial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan kepentingan relative utang jk panjang thd pendanaan jk panjang perusahaan c..62 $1. Total Kapitalisasi (i.669 . LT-Debt + Equity) Total Utang Total Kapitalisasi PT.030 = .e. 2003 $1. ABC Per 31 Desember.

ABC Industry . PT.62 . ABC memiliki rata-rata utilisasi utang jk panjang relative thd rata-rata industri .61 .Perbandingan Rasio Leverage Finansial Total Rasio Kapitalisasi Year 2003 2002 2001 PT.62 .62 .67 .60 .

Penutupan Beban bunga EBIT Beban bunga Rasio Penutupan Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup beban bunga . ABC per 31 Desember.56 $59 . 2003 $210 = 3.Rasio Pembayaran beban bunga Rasio Laba rugi d. PT.

66 PT.56 4.Perbandingan Rasio Penutupan Beban Bunga Rasio Penutupan Beban Bunga Year 2003 2002 2001 PT.35 10. .19 5.30 Industry 5.02 4. ABC 3. ABC memiliki rata-rata penutupan beban bunga relative dibawah industri .

ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .0 3.0 2001 PT.0 5.0 9.Perbandingan Analisis Trend – RAsio Penutupan Trend Analysis of Interest Coverage Ratio 11.0 7.

• Hal ini menunjukan bahwa earning yang rendah (low earnings) atau (EBIT) merupakan masalah potensial bagi PT.Ringkasan Analisis Trend Penutupan  Rasio penutupan PT. ABC. ABC telah mengalami penurunan sejak 2001. • Catatan. dan mengalami penurunan dibawah rata-rata industri sejak 2 than lalu. kita tahu bahwa tingkat utang masih dalam batasan rata-rata industri. .

211 = 5. ABC per-31 Desember. Perputaran Piutang (Asumsi semua penjualan secara kredit) Penjualan kredit bersih tahunan Piutang Dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan kualitas piutang dan bagaimana keberhasilan perusahaan dalam Pengumpulannya PT.61 $394 .Rasio Aktivitas Rasio neraca/ laba rugi a. 2003 $2.

Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. 2003 365 5. Rata-rata Periode Pengumpulan Hari dalam satu tahun Perputaran Piutang Rasio Aktivitas Jumlah rata-rata hari dimana piutang beredar di pelanggan (or RT in days) PT. ABC per 31 Desember.61 = 65 days .

2 PT.Perbandingan Rasio Aktivitas Periode Pengumpulan rata-rata Year 2003 2002 2001 PT.7 66. ABC telah menunjukkan perbaikan dari Rata-rata industri.1 83.6 Industry 65. ABC 65.3 69.0 71. .

Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Labac.5 $94 .551. PT.) Pembelian kredit tahunan Utang dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan percepatan pembayaran thd pemasok perusahaan . 2003 $1551 = 16.Perputaran Utang (PT) (Assume annual credit purchases = $1.31 Desember. ABC per.

ABC per 31 Desember. PT dalam hari Hari dalam satu tahun Perputaran utang PT. 2003 365 16.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laporan LabaRugi Rasio Aktivitas d.5 = 22.1 days Jumlah hari rata-rata utang beredar di pelanggan .

7 25.Perbandingan Rasio Aktivitas Perputaran Utang dalam hari Year 2003 2002 2001 PT. ABC telah meningkat perputaran utangnya dlm hari . ABC Industry 22. Apakah hal ini baik ? .5 PT.1 46.4 51.1 43.5 48.

ABC Per – 31 Desember.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba Rugi e. .599 = 2. Perputaran Persediaan Harga pokok penjualan Persediaan Rasio aktivitas PT.30 $696 Menunjukkan efektifitas praktek manajemen persediaan perusahaan. 2003 $1.

45 3.76 3.44 2.69 PT. AB 2.64 Industry 3. . ABC memiliki rasio perputaran persediaan yang kurang baik.Perbandingan Rasio AKtivitas Rasio Perputaran persediaan Year 2003 2002 2001 PT.30 2.

0 2.0 2001 PT.Rasio Perputaran PersediaanAnalisis Perbandingan Trend Analysis of Inventory Turnover Ratio 4.0 3.5 2.5 3.ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .

211 = 1. 2003 Rasio aktivitas Menunjukkan efektifitas Perusahaan Secara keseluruhan dalam memanfaatkan aktiva-nya untuk menghasilkan penjualan.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi f. Total perputaran aktiva Penjualan kredit Total aktiva PT. ABC per 31 Desember. $2.169 .02 $2.

14 1. ABC memiliki rasio perputaran aset yang lemah engapa rasio tersebut lemah? .13 .Perbandingan RAsio Aktivitas Rasio Perputaran aktiva Year 2003 2002 2001 PT.03 1.02 1. ABc 1.17 1.01 Industry 1.

. 2003 $612 = .277 $2.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi a. Gross Profit Margin Gross Profit Net Sales For PT.211 Rasio Profitabilitas Menunjukkan efisiensi operasi dan kebijakan penentuan harga . ABC December 31.

7% 31.3 27.1% 28.Perbandingan Rasio Profitabilitas Gross Profit Margin [GPM] Year 2003 2002 2001 PT. ABC Industry 27.8 31. ABC memiliki GPM yang lemah .6 PT.7 30.

Perbandingan Analisis Trend GPM Trend Analysis of Gross Profit Margin 35.5 25.0 27.5 30. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .0 Ratio Value (%) 32.0 2001 PT.

041 memperhitungkan biaya $2.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. Rasio profitabilitas . 2003 Menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah $91 = . Net Profit Margin Net Profit after Taxes Net Sales For PT. ABC December 31.211 dan pajak.

ABC memiliki NPM yang lemah .1 7.9 9.Perbandingan RAsio Profitabilitas Net Profit Margin Year 2003 2002 2001 PT.1% 4. ABc 4.6 PT.2% 8.0 Industry 8.

Perbandingan Analisis Trend – NPM (Net Profit Margin) Trend Analysis of Net Profit Margin 10 Ratio Value (%) 9 8 7 6 5 4 2001 2002 Analysis Year 2003 PT. ABC Industry .

042 $2.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi c.160 . ABC December 31. Return on Investment Net Profit after Taxes Total Assets For PT. 2003 Rasio Profitabilitas Menunjukkan profitabilitas aset perusahaan (setelah pajak dan biaya-biaya) $91 = .

0 9.8 PT.1 10.2% 5.Perbandingan Rasio Profitabilitas Return on Investment Year 2003 2002 2001 PT. ABC memiliki ROI yang lemah .1 9. ABC Industry 4.8% 9.

ROI Trend Analysis of Return on Investment 12 Ratio Value (%) 10 8 6 4 2001 PT. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .Perbandingan Analisis Trend.

Return on Equity(ROE) Net Profit after Taxes Shareholders’ Equity Rasio Profitabilitas Menunjukan profitabilitas bagi pemegang saham perusahaan (setelah biaya-biaya dan pajak) For PT. 2003 $91 = .139 .08 $1. ABC December 31.Rasio Profitabiltas Rasio Neraca/ Laba rugi d.

0% 9.Perbandingan Rasio profitabilitas Return on Equity [ROE] Year 2003 2002 2001 PT. ABC 8.4 16.4 PT.9% 17.6 Industry 17. ABC memiliki ROE yang kurang baik .2 20.

5 7.0 2001 PT. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .0 Ratio Value (%) 17.5 14.0 10.Perbandingan Analisis Trend.ROE Trend Analysis of Return on Equity 21.

041 x 1.098 or 9.2% ROIIndustry = .02 = .8% .ROI dengan Pendekatan Du-Pont System Earning Power = Sales profitability X Asset efficiency ROI = Net profit margin X Total asset turnover ROI2003 = .17 = .042 or 4.082 x 1.

17 x 1.90 = .041 x 1.02 x 1.179 .082 x 1.080 ROEIndustry = .88 = .Return on Equity and the Du Pont Approach Return On Equity = Net profit margin X Total asset turnover X Equity Multiplier Total Assets Equity Multiplier = Shareholders’ Equity ROE2003 = .

. hasil ini konsisten dengan rasio kecukupan/penutupan biaya bunga yang rendah. • Catatan. ABC mengalamim penurunan sejak 2001. setiap sub indiaktor menunjukkan angka dibawah rata-rata industri selama 3 thn terakhir. • Hal ini menunjukkan COGS dan biaya administrasi boleh jadi cukup mahal dan menjadi masalah utama bagi PT. ABC.Ringkasan Analsis Trend Profitabilitas • Rasio Profitabilitas PT.

. • COGS terlalu mahal • Biaya penjualan. • Mungkin pembayaran terhadap kreditur terlalu cepat.Ringkasan Analisis Rasio • Tingkat persediaan cukup tinggi. umum dan administrasi juga terlalu mahal.

.Common-size Analysis An analysis of percentage financial statements where all balance sheet items are divided by total assets and all income statement items are divided by net sales or revenues.

195 701 50 223 2.77 30.09 0.0 2003 4.14 0.0 2002 4.68 55.69 55.06 30.223 2002 100 410 616 14 1.91 100.33 0.169 Common-Size (%) 2001 12.15 18.14 26.00 9.28 100.0 .87 2.044 2003 90 394 696 15 1.PT.54 0.140 631 50 223 2. ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1.82 62.08 100.17 32.09 32.89 20.45 10.10 23.39 28.32 2.31 10.

44 52.05 24.086 2.06 1.78 4.37 4.0 2002 14.71 22.23 32.0 .62 12.223 2002 295 94 16 100 505 453 1.169 Common-Size (%) 2001 23.33 0.51 100.74 4.61 23.26 55.044 2003 290 94 16 100 500 530 1.11 100.13 100. ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1.139 2.71 6.62 1.43 4.PT.89 24.0 2003 13.16 53.60 0.

7 6.211 1. ABC’ Common Size Income Statements Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm.235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2.1 2.3 27.106 1.1 4.9 2.2 9.599 612 402 210 59 151 91 50 Common-Size (%) 2001 100.4 8.5 2.0 71.1 4.5 2.6 15.3 .1 9.0 2002 100.0 68.3 14.7 31.3 28. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1.7 18.8 4.2 10.0 72.6 16.7 18.7 1.PT.501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2.4 2003 100.

0 (percent) and subsequent financial statement items are expressed as percentages of their values in the base year.Index Analyses An analysis of percentage financial statements where all balance sheet or income statement figures for a base year equal 100. .

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1,223 2002 100 410 616 14 1,140 631 50 223 2,044 2003 90 394 696 15 1,195 701 50 223 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 67.6 144.9 191.3 140.0 149.4 180.8 inf. 200.9 167.1 2003 60.8 139.2 216.1 150.0 156.6 200.9 inf. 200.9 177.4

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1,223 2002 295 94 16 100 505 453 1,086 2,044 2003 290 94 16 100 500 530 1,139 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 101.7 116.0 123.1 666.7 126.6 302.0 161.1 167.1 2003 100.0 116.0 123.1 666.7 125.3 353.3 169.0 177.4

PT. ABC’ Indexed Income Statements
Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1,235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2,106 1,501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2,211 1,599 612 402 210 59 151 91 50 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 170.5 176.8 156.7 212.8 107.8 255.0 91.9 92.0 100.0 2003 179.0 188.3 158.5 223.3 101.9 295.0 81.2 81.3 100.0

Penilaian Saham (Stock Valuation)

Jaja Suteja Kompleks Bogenville Estate H-2 Antapani Bandung 40291

Kuliah 7

Saham dan Pasar Modal (Stocks & Capital Market)
Pasar perdana (Primary Market) - Tempat dimana penjualan suatu saham perusahaan untuk pertamakalinya terjadi (Place where the sale of new stock first occurs). Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) – Penawaran saham pertamakalinya pada publik (First offering of stock to the general public). penjualan saham baru yang dilakukan setelah perusahaan terdaftar di Bursa Efek (Seasoned Issue - Sale of new shares by a firm that has already been through an IPO),

Stocks & Stock Market
Saham Biasa (Common Stock) – Kepemilikan saham di perusahaan publik (Ownership shares in a publicly held corporation.) Pasar Sekunder (Secondary Market) – Pasar sekunder. Pasar dimana sekuritas yang sudah diterbitkan diperdagangkan. (market in which already issued securities are traded by investors.)

Sahan dan Pasar saham (Stocks & Stock Market)
Dividend – Pembagian kas secara periodik dari perusahaan ke pemegang saham. (Periodic cash distribution from the firm to the shareholders.) Rasio Harga thd Earnings (P/E Ratio) - Price per share divided by earnings per share. (EPS) ------- mengindikasikan keberanian investor untuk menghargai setiap rupiah earnings dari saham tersebut

 dividen (tidak jaminan).  capital gain.Common stock (biasa):  control.Preferen stock: • fix.  get paid last Nilai saham sama seperti finansial assets yang lainnya adalah present value dari aliran kas di masa yang akan datang . • get paid before common. 1.Penilaian Saham (Stock Valuation) Karakteristik Saham: 1. • no control.

Penilaian Saham Preferen • Saham yg memberikan sejumlah dividen yang tetap jumlahnya dalam waktu yang tak terbatas • Karena saham preferen tidak mempunyai tanggal jatuh tempo. Dps Po = Kps P0 = Nilai saham preferen Dps = dividend saham preferen Kps = tingkat return yang disyaratkan pd saham preferen . maka penilaian saham preferen merupakan suatu perpetuitas.

Tingkat return yang diinginkan investor adalah 14%. Berapa nilai sekarang saham preferen? V=Dp/kps = 1500/0.714.500 tiap tahun.28 .Penilaian Saham Preferen Contoh: Microsoft mempunyai saham preferen dengan dividen yang dibayarkan sebesar Rp1.14 = Rp 10.

Div1  P 1P 0 Expected Return  r  P0 . Sometimes called the holding period return (HPR).Penilaian saham Biasa (Valuing Common Stocks) Return Yg diharapkan Expected Return .The percentage yield that an investor forecasts from a specific investment over a set period of time.

Valuing Common Stocks The formula can be broken into two parts. Dividend Yield + Capital Gain Div1 P1  P0 Expected Return  r   P0 P0 .

Harga saham PT ini sekarang adalah 8.XYZ? r = 3000 + 10000 – 8000 = 62.000 per lembar karena perusahaan baru saja memenangkan proyek besar dari pemerintah.000 per lembar.000.5 % 8000 . XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.Contoh: PT. Berapakah Expected return dr saham PT. Tahun depan diramalkan harga saham akan naik menjadi 10.

.Time horizon for your investment. 0  1 2 (1  r ) (1  r ) (1  r ) H H .Penilaian Saham Biasa Dividend Discount Model (DDM) – Perhitungan harga saham sekarang yang menyatakan bahwa nilai saham sama dengan present value (PV) dari semua dividen yang diharapkan diterima di masa yang akan datang. . Div1 Div2 Div H  PH P  ..

12 ) (1.00 . Pada tahun ketiga.50  94.12 ) PV  $75. kalian mengantisipasi menjual saham dengan harga pasar sebesar $94.24 3.00 3.24.50 untuk 3 tahun yang akan datang. and $3.48. $3.12 ) (1. XYZ akan membayar dividen sebesar $3. Berapakah harga saham apabila diketahui 12% expected return? 3.48 PV    1 2 3 (1.Penilaian Saham Biasa Example Diramalkan bahwa PT.

Penilaian Saham Biasa Dividen Bertumbuh Secara Konstan (Constant Growth Model) • Dividen tumbuh sesuai dengan tingkat pertumbuhan perusahaan • Model ini mengasumsikan bahwa dividen tumbuh pada suatu tingkat tertentu (g) / konstan • Model ini cocok untuk perusahaan yang mature dengan pertumbuhan yang stabil: D0 (1  g ) P0  (K s  g ) .

Rumus Dividen Bertumbuh Konstan D0 (1  g ) P0  (K s  g ) P0 = Harga saham D0 = Nilai dividen terakhir g = tingkat pertumbuhan perusahaan Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham tsb Model ini disebut Gordon model sesuai dgn nama penemunya Myron J Gordon .

33 . Tingkat pertumbuhan perusahaan diperkirakan sebesar 10%.Contoh Constant Growth/ Gordon Model Dengan menggunakan Gordon Model. kita dapat menghitung harga saham A. Investor mensyaratkan return sebesar 16%. berapa harga saham A? 1. apabila diketahui dividen terakhir adalah Rp 1.82. 33.82 (1  10 %) P0  (16 %  10 %) = Rp.

faster than economy.Penilaian Saham Biasa Dividen Tumbuh Secara Tidak Konstan (Nonconstant Growth Rate) • Umumnya. tingkat pertumbuhan dividen tidak konstan karena kebanyakan perusahaan2 mengalami life cyles (earlyfaster growth. then match with economy’s growth. then slower than economy’s growth) .

Menjumlahkan 2 dan 3 untuk mendapatkan P0 . Menentukan estimasi pertumbuhan dividen (g) 2. Menghitung nilai saham pada periode pertumbuhan tidak konstan 4.Langkah2 Perhitungan Nonconstant Growth 1. Menghitung present value dividen selama periode dimana dividen tumbuh tidak konstan 3.

Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? . Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 20% per tahun selama 2 tahun mendatang.Contoh Nonconstant Growth Perusahaan Hayo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak terhingga. Dividen terakhir yang dibagikan adalah Rp 200/ lembar. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 18%.

20) = 240 D2 = D0 (1+0.23+ 1.18)2 = 203.84= 410.670.5 P0 = 410.Jawab D1 = D0 (1+ 0.44) = 288 PV1 (D1. D2) = 240/(1+0.670.05 ) P2   (18 %  5%) PVP2 = 2.23 P2  D3 (K s  g ) P2  302.326P  D2 (1  0.20)2 = 200 (1.73 .18)+288/(1+0.20) = 200 (1.40  2.18)2 = 1.40  2.326/(1+0.05 ) 2 (18%  5%) (18 %  5%) P2  302 .5 = 2.326 (18 %  5%) 288 (1  0.080.39 + 206.

Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? .Dividen terakhir yang dibagikan adalah 1. Perusahaan Yahoo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya berbeda sesuai dgn pertumbuhan perusahaan. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 10% per tahun untuk selamanya. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 16%. Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 30% per tahun selama 3 tahun mendatang.82/ lembar.More Example 2.

82 (1+0.30 )2 = 3.30) = 2.070 • D3 = 1.999 • D4 = 3.366 • D2 = 1.070/(1+0.16)3 = 6.399 PV1 (D1.82 (1. D3) = = 2.89 .30)3 = 3.30 ) = 1.82 • D1 = D0 ( 1+0.82 (1+0.999/(1+0.Answer • D0 = 1.36/(1+0.16)2 +3.16) + 3.D2.999 (1+0.10) = 4.

97 = 53.D3)+ PVP3 = 6.D2.86 .399/ 0.89 + 46.10 = 73.32 / (1+0.• P3 = D4 / Ks – g = 4.97 Jadi harga saham P0 = PV (D1.16)3 =46.16 – 0.32 PVP3 = 73.

No Free Lunches  Technical Analysts  Forecast stock prices based on the watching the fluctuations in historical prices .

the movement of stock prices is random) .Random Walk Theory • Ergerakan harga saham dari hari ke hari yang tidak mencerminkan pola-pola tertentu (The movement of stock prices from day to day DO NOT reflect any pattern). pergerakan harga saham tersebut bersifat ACAK (Statistically speaking. • Secara statistik.

Pemanis sekuritas (Warrant) • Suatu opsi yg dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pd harga yang telah ditentukan. • Biasanya warrant diterbitkan bersama obligasi. Sebagai bonus krn membeli obligasi • Sebagai pemanis/sweetener penerbitan obligasi .

Berbeda dgn warrant.Convertible Security Obligasi atau saham preferen yang dapat ditukarkan/dikonversikan menjadi saham biasa dalam waktu dan kondisi yang telah ditentukan. Utang/ obligasi atau saham preferen hanya digantikan dengan saham biasa di balance sheet ( neraca ) . pengkonversian tidak menambah dana tambahan bagi perusahaan.

• Setiap pemegang saham mempunyai satu right untuk setiap lembar saham yang dimiliki. . • Apabila pemegang saham tidak ingin membeli tambahan saham baru maka ia bisa menjual rights nya ke orang yang mau membel saham tersebut.Right Issue • Para pemegang saham mempunyai hak option untuk membeli sejumlah saham baru.

Use Gordon Model 2. If the same stock is selling for $100 in the stock market. What is the value of a stock that expects to pay a $3 dividend next year.Tugas 1. and then increase the dividend at a rate of 8% per year. indefinitely? Assume a 12% expected return. what might the market be assuming about the growth in dividends? .

Non Constant Growth Model 3. Hitunglah harga saham perusahaan tersebut hari ini. Dividen terakhir yang baru saja dibayarkan kemarin adalah Rp 1. Setelah itu perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan atau dividen akan menurun secara konstan 6% per tahun sampai waktu tak terhingga. Sekarang adalah tanggal 1/1/1991. PT Aqua mengharapkan bahwa perusahaan akan mengalami kenaikan pendapatan 20% per tahun selama 5 tahun mendatang (petunjuk: kenaikan pendapatan = kenaikan dividen). .5. Pemegang saham menginginkan keuntungan sebesar 10%.

hitung dividen yield dan capital gain yield selama setahun mendatang.4. Dividen yg terakhir dibayar oleh PT Paper Mills adalah Rp 1.5.75. . Harga saham perusahaan tersebut saat ini adalah Rp 15. Jika pemegang saham menginginkan rate of return on stock sebesar 15%. Dividen diharpkan bertumbuh secara konstan 5% per tahun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->