URAIAN MATERI MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA DOSEN : 1. Prof.Dr.H.Tb.Hasanuddin,M.Sc.,Ak.P. 2. Dr.Hj.Ellen Rusliati,SE.,MSIE. 3. Jaja Suteja,SE.,M.Si. SUMBER : 1.

Principles of Public Finance, Routledge & Keegan Paul Ltd,London, 2000 – Hugh Dalton. 2. Public , Prentice Hall, Twelve Edition, Otto Eckstein 1999. 3. Finance in Theory and Practice, Mc Grow Hill Book Coy, International Students Edition, 2000. Richard A Musgrove, Peggy B Musgrove. 4. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, BPPE, Yogjakarta. M. Suparmoko, Drs,MA.,Ph.D.

MANAJEMEN
FUNGSI ENTITAS DAN SUMBER DAYA

FUNGSI ENTITAS

SUMBER DAYA

G O O D G O V E R N M E N T

FUNGSI MANAJEMEN

HANKAM

KESRA

DIKJAR

SDM

KEU

FAS
EKONOMIS

PLANNING

ORGANIZING

ADIL & MAKMUR

EFISIENSI

LEADING / ACTUATING

CONTROLLING

EFEKTIVITAS

PAN CAS I LA

KEUANGAN NEGARA : I. PENDAHULUAN 1. Pemerintah dan Rumah Tangga : Perbedaan dalam cara berfikir : terdapat, rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi, pemerintah/negara, entitas luar negeri. Bertujuan memenuhi kebutuhan anggotanya. Pada pemerintah pengeluaran ditentukan oleh kegiatan. Pada rumah tangga lainnya oleh penerimaan. 2. Peranan pemerintah dalam perekonomian (kapitalis vs sosialis) 3. Kepincangan –kepincangan dalam mekanisme pasar (perlunya barang kolektif, biaya manfaat privat dan biaya manfaat sosial, adanya risiko besar, adanya sifat monopoli, adanya inflasi dan deflasi, perkembangan usaha, distribusi pendapatan tidak merata). 4. Eksternalitas (external benefit dan external cost) dan barang publik (non exclusion). 5. Macam kegiatan pemerintah (alokasi faktor produksi, redistribusi pendapatan, stabilisasi ekonomi, meningkatkanpertumbuhanekonomi)

II. PENGELUARAN PEMERINTAH 1. Meningkatnya kegiatan dan pengeluaran negara (adanya, perang, kenaikan penghasilan masyarakat, urbanisasi, perkembangan demokrasi, penggerak pembangunan) 2. Efisiensi dalam pengeluaran negara (keadilan, efisiensi ekonomi, kebapakan (paternalisme), kebebasan terkendali) 3. Kebijakan subsidi (subsidi BBM, gas, listrik dll) 4. Pengaruh subsidi barang dengan jumlah tertentu (mengurangi jumlah pembelian, tidak mengubah konsumsi total, konsumsi berlebihan, konsumsimenjadi terlalu rendah, 5. Klasifikasi pengeluaran pemerintah (investasi, kesejahteraan, penghematan pengeluaran uang yad, membuka peluang kerja dan meningkatkan daya beli.

III. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. Pengertian anggaran (pernyataan yang terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran negara yangdiharapkan dalam jangka waktu tertentu atau satu tahun) 2. Kebijakan anggaran : a. PerekonomianTertutup3 RT 1) APBN tak seimbang, 2) APBN seimbang ; b. PerekonomianTerbuka 3 RT+Perdagangan LN 3. Kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara pengalaman Indonesia PerekonomianTertutup (3RT) + Pinjaman L/D N . /GBHN/PELITA IV. ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT 1. Kriteria investasi 2. Macam manfaat dan biaya suatu proyek 3. Mengenal dan mengukur manfaat suatu proyek 4. Mengenal dan mengukur biaya proyek 5. Menentukan waktu dan bunga diskonto

V. PENERIMAAN PEMERINTAH 1. Sumber-sumber penerimaan negara 2. Distribusi beban pemerintah 3. Sistem perpajakan dan politik pajak 4. Penggeseran beban pajak 5. Hubungan antara seorang penjual/produsen(firm) dengan pasar (industri) 6. Kesejahteraan yang hilang karena pajak

VII. PENENTUAN HARGA BARANG OLEH PEMERINTAH 1. Penentuan harga barang-barang publik 2. Kebijakan harga hasil pertanian VIII. PENGARUH PAJAK TERHADAP PEREKONOMIAN 1. Pengaruh pajak terhadap produksi 2. Pengaruh pajak terhadap distribusi pendapatan 3. Pengaruh pajak terhadap keinginan untuk bekerja

IX. HUTANG NEGARA 1. Macam dan ciri dari hutang negara 2. Sumber panjaman negara 3. Beban dan hutang negara 4. Masalah pengelolaan hutang negara X. KEBIJAKAN FISKAL 1. Asal mula dari kebijakan fiskal 2. Macam kebijakan fiskal 3. Tujuan kebijakan fiskal 4. Konflik antara stabilitas dan kesempatan kerja 5. Kaitan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter

Meringankan bebean pinjaman 7. Pembayaran cicilan hutang luar negeri dan bunganya dalam hubungannya dengan APBN 9. PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PINJAMAN LUAR NEGERI 1. Kapasitas untuk membiayai pinjaman luar negeri Indonesia 6. Pendahuluan 2. Posisi pinjaman luar negeri Indonesia diantara negara Asean 8. Pinjaman luar negeri sebagai sumber kapital 3. Pinjaman luar negeri dan inflasi 5.XI. Kesimpulan . Pemilihan antara pinjaman dalam negeri (Internal Debt) dan pinjaman luar negeri (External Debt) 4.

Bantuan pusat. DISTIBUSI PENDAPATAN 1. Beberapa teknik redistribusi pendapatan 4. Redistribusi pendapatan : Pro dan kontra 2. biaya sosial (welfare cost) dan pembebanan pajak (Tax Incidence). Tax Effort dan Fiscal Need 5. Bantuan pemerintah dan pembangunan daerah yang seimbang 4. Pengaruh kebijakan redistribusi pendapatan terhadap keinginan untuk bekerja. XIII. Ikhtisar dan kesimpulan . Beberapa kesulitan pengukuran derajat ketidakmerataan distibusi pendapatan 3. Besarnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah 3. Transfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah 2. HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH 1.XII.

Fundamental of Financial Management. Richard A Breally. Joel F Houston. Financial Management Policy. Stewart C Meyers. • • . Eugene F Brigham.MATERI KEUANGAN BISNIS SUMBER : • Principles Corporate Finance. James C Von Horn.

INVESTASI DALAM ASET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Teori dan struktur modal 2. Dividen dan pembelian kembali teori dan praktek . Tujuan dan fungsi keungan 2. DASAR-DASAR KEUANGAN 1. Multi variabel dan faktor penilaian 5. Prinsip investasi modal 2. Resiko dan opsi nyata dalam anggaran modal 3. Membuat keputusan struktur modal 3. Konsep penilaian 3. Menciptakan nilai melalui hasil yang diharapkan III. KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN 1. Opsi penilaian II.MATERI KEUANGAN BISNIS I. Resiko dasar dan hasil 4.

kas dan sekuritas marketabel 2. Analisis ratio keuangan 2. Likuiditas.IV. Manajemen utang dan pembiayaan jangka Pendek dan menengah . Manajemen piutang dan persediaan 3. Perencanaan keaungan V. LIKUIDITAS DAN MANAJEMEN MODAL KERJA 1. ALAT ANALISIS DAN PENGENDALIAN KEUANGAN 1.

Merger dan pasar untuk pengendalian korporat 2. Keuangan leasing 3. Manajemen keungan internasional . EKSPANSI DAN KONTRAKSI 1. Resiko manajemen keuangan VII. Hybrid financing melalui sekuritas yang terkait 6. Korporat dan restrukturisasi tidak dipaksakan 3.VI. Penerbitan saham 4. KEUANGAN PASAR MODAL DAN RESIKO MANAJEMEN 1. Keuangan pendapatan tetap dan utang Pensiun 5. Dasar permodalan jangka panjang 2.

Prof. 1) 2) 3) IV. 3. 2.Dr. I. 2.MSIE.Sc.Ak.M. METODE BELAJAR Diskusi dalam kuliah tatap muka Membahas konsep manajemen keuangan melalui studi literatur dan membuat laporan Membahas kasus UJIAN Responsidan diskusi Ujian tengah semester Ujian akhir semester UNSUR YANG DINILAI Kehadiran Responsi dan tugas UTS UAS 5% 15% 30% 50% .Tb.SE. 1) 2) 3) II. III. Manajemen Keuangan Perusahaan Agar mahasiswa mampu mengetahui permasalahan keuangan Agar mampu memberikan pandangan mengenai upaya memperbaiki kelemahan yang ada.Hasanuddin.MANAJEMEN KEUANGAN Dosen : 1. 1) 2) 3) 4) TUJUAN Agar mahasiswa memahami Manajemen Keuangan Negara...Hj.M. Dr.SE. 1.Si.Ellen Rusliati. 3. Jaja Suteja..H.P.

Anggaran Belanja Negara 2. Pengelolaan Likuiditas dan Modal Kerja 6. Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2) Manajemen Keuangan Entitas Bisnis : 1. Utang Negara 4. Dasar Manajemen Keuangan 2. MATERI 1) Keuangan Negara : 1. Pengelolaan Keuangan dan Kebijakan Dividen 4. Keuangan Pasar Modal dan Manajemen Resiko 7. Ekspansi dan Kontraksi . Kebijakan Paskal 3.V. Investasi Aset dan Hasil Yang Diharapkan 3. Alat Analisis dan Kendali 5.

I. Fin Management is concerned with the acquisition. 2. The Role Of Fin Management ( Peran Manajemen Keuangan ) 1. financing and management of assets with some overall goal in mind. Decision Function Of Fin Management 1) The Investment 2) Financing 3) Asset Management .

INVESTMENT DECISION 1) A determination of the total amount of assets needed to be held by the firm Balance sheet 2) Invest decis Total How Much Assets Need ? 3) Assets that can no longer be economi cally justified may need to be reduced.3 . eliminated or replaced .

4.Lease .Stocks 100 x 100 x .Bonds .Long term loan .Short term loan . FINANCING DECISION Financial manager is Concerned with make up if the right hand side of The arrangement balance sheet Balance Sheet Assets Liabilities : .

LIABILITIES 1) 2) 3) 4) .5. ASSETS MANAGEMENT DECISION BALANCE SHEET ASSETS The third important Decision of the firm is the asset Management decis Assets have been acquired and appropriate financing provided This assets must still be managed efficiently The fin. Man is charged with varying degrees of operating responsibility over existing assets The Fin Man’s responsibilities require that the greater concers be placed with the management of current assets than with fixed assets.

maximizing a firm’s earnings after taxes (eat) 2) Earning per share (EPS). Efficient fin Man requires the exictence of some objectives or goal because judgement as to wether or not a fin decision is efficient must be in light of some standard 2. earnings after taxes divided by the number of common shares out standing . TUJUAN PERUSAHAAN ( THE GOAL OF THE FIRM) 1. Goal of the firm is to maximize the wealth of the firm’s present owners.II. 1) Profit maximation .

in each of the next 5 years ? (2) an answer to this question depens on the time value of money to the firm and to investors at the margin (3) an objective of maximazing earnings per share may not be the same as maximizing market price per share.return 5 years from now more valuable than the project that will produce annual returns of $ 15. ..000.000. (1) Is the investment project that will produse a $ 100.3) Maximation of earnings per share is notafully appropriate goal because it does not specify the timing or duration expected returns.

It take into account present and prospective future earnings per share. the timing.Represents tge focal judgement of all market participants as to the value of the partcular firm.The Latest : . . the dividend policy of the firm.The market price serves as a barometer for business performances it indicates how well management is doing in behalf of its stockholders. . . and other factors that bear upon the market price of the stock. duration and risk of these earnings.

Agent (s). Share holders. (1) The objectives of management may differ from those of the firm’s share holders (2) Creates a situation in which management may act in its own best interest rather than those of the share holders.4) MANAGEMENT VERSUS SHARES HOLDERS The separation of ownership and control in the modern corporation results in potensial conflicts between owners and managers. i. (3) Management as the agents of the owners. delegate decision making authority to them. a branch of economics relating to the behaviour of principals (such as owners) and their agents (such as managers). hoping that the agents will act in the share holders’ best interests. to act in the latter’s behalf. ii. individual (s) authorised by another person. called the principal. . Agency (theory).

.5) Social Resposibility Maximizing share holders wealth does notimly that management. (4) Supporting education. (2) Paying fair wages to employees. it is difficult to formulate consistent policies. (1) Protecting the consumers. Should ignore social responsibility. (3) Maintaining fair hiring practices and safe working conditions. Because the criteria for social responsibility are not clearly defined. (5) Involved in environmental issues such as clean air and water.

MANAJEMEN KEUANGAN MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS PASUNDAN .

Analisis keuangan otomatis menjadi porsi bagian keuangan .Bagian operasi mempercayakan analisis keuangan ke bagian keuangan    Sebetulnya setiap orang melaksanakan manajemen keuangan Fungsi audit harus memahami manajemen keuangan agar dapat memahami cara pandang manajemen waktu memutuskan suatu keputusan transaksi .UNIT I.  Mengapa Manajemen Keuangan Orang berpresepsi bahwa manajemen keuangan adalah model yang rumit Keputusan operasi perusahaan tidak optimal .MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1.

Pengertian Manajemen Keuangan  Seperti apakah pekerjaan manajer keuangan di perusahaan Bapak dan Ibu ?  Manajer keuangan diperusahaan : . Mendapatkan aktiva dengan harga yang semurah-murahnya  Terlihat bahwa manajer keuangan bertugas untuk mencari uang dan menetapkan kebijakan penggunaannya agar diperoleh biaya pendanaan yang murah dan mendapatkan aktiva yang murah juga . Mencermati perkembangan pasar uang dan pasar modal. Memutuskan agar pendanaan dapat dipenuhi dengan murah . dan .2.

Keputusan investasi dan . Keputusan Operasi . Kriteria Keberhasilan Manajemen Keuangan  Orang mengira keberhasilan manajemen keuangan adalah laba  Kriteria yang harus diukurkan pada manajer keuangan adalah nilai tambah : .3. Keputusan pendanaan  Nilai tambah ini mencerminkan dari meningkatnya nilai hak (klaim) terhadap perusahaan .

MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1. Catatan atas laporan keuangan . Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan  L/K adalah titik pusat proses pelaporan keuangan  L/K adalah alat komunikasi informasi akuntansi bagi eksternal perusahaan  Saat ini.UNIT II. laporan keuangan terdiri dari : . Neraca atau laporan posisi keuangan . Laporan Rugi Laba . Laporan Arus Kas dan .

Biaya dan seterusnya  Pelaporan keuangan memuat tidak hanya laporan keuangan tetapi juga : .Bentuk yang biasa dipakai misalnya : . .Prospektus . . bea cukai. Bank Indonesia dan Badan Pengawasan Pasar Modal.Alat lain untuk mengkomunikasikan informasi yang terkait baik langsung ataupun tidak langsung dengan informasi yang disaji oleh sistem akuntansi.Formulir – formulir pemenuhan kewajiban terhadap Kantor Pajak. Asset . Laporan keuangan mungkin mengandung informasi sumber selain catatan akuntansi. tetapi sistem akuntansi perusahan biasa disusun berdasarkan laporan keuangan : .Laporan tahunan .Mungkin diharuskan oleh peraturan atau sukarela . Pendapatan . Utang .

Pemerintah  Efektivitas keputusan akan meningkat jika keputusan tersebut dibuat berdasarkan pemahaman mengenai posisi dan kinerja objek pengambilan keputusan  Oleh karena itu. .2. Tujuan Laporan Keuangan  Memberikan informasi kuantitatif yang bermakna keuangan tentang suatu entitas agar dapat dipergunakan oleh mereka yang menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan :  Pengambilan keputusan ekonomi : .Perusahaan . laporan keuangan bukanlah tujuan akhir dari proses pelaporan keuangan.Pasar .Perorangan .

2. . Informasi yang disajikan hanya relevan terhadap perusahaan dan bukan pada industri atau perekonomian secara keseluruhan Informasi yang disajikan sering merupakan hasil dari taksiran dan bukan pengukuran yang pasti Informasi yang disajikan mencerminkan dampak keuangan transaksi dan kejadian terutama yang sudah terjadi Laporan keuangan bukanlah sumber informasi tunggal bagi mereka yang ingin membuat keputusan ekonomi tentang suatu perusahaan.Ciri dan Keterbatasan Laporan Keuangan 1. 4. 3.

Menyajikan informasi bagi pengambilan keputusan investasi. saat dan kepastian penerimaan kas dimasa yang akan datang dari dividen atau bunga serta hasil penjualan. 2. . informasi yang dapat dimengerti oleh mereka yang mempunyai pengetahuan dan kesungguhan belajar yang wajar tentang usaha dan aktivitas ekonomi. kredit dan keputusan sejenis. harga tebusan atau jatuh temponya surat berharga atau piutang Menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Menyediakan informasi untuk menilai jumlah.Tujuan Yang Hendak Dicapai 1. hak atas sumber daya tersebut dan dampak dari transaksi. kejadian dan kondisi yang menyebabkan terdapatnya perubahan atas sumber daya perusahaan serta hak atas sumber daya tersebut. 3.

. kewajiban dan hak kepemilikan suatu perusahaan  Membantu investor. kreditor dan pemakai lain untuk mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan keuangan serta likuiditas dan solvabilitas suatu perusahaan  Menilai kinerja perusahaan pada suatu periode  Indikasi aliran kas yang dapat diperoleh dari beberapa sumber daya ekonomi dan kas yang akan keluar bagi pelunasan beberapa kewajiban.3. Neraca :  Menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi.

Pj. dan Modal • • • TOTAL AKTIVA .NERACA UNTUK MASA XXX • Aktiva Lancar Kas dan setara Kas Surat berharga yang mudah dijual Piutang Persediaan Pembayaran Dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Aktiva Lainnya Proyek Dalam Penyelesaian Aktiva Lainnya Total Aktiva Jangka Panjang TOTAL AKTIVA • Utang Lancar Utang Usaha Pemotongan PPh Harus Disetor Utang Jk.Pj Yang Harus Dilunasi Total Utang Lancar Utang Jangka Panjang dan Modal Obligasi Agio dan Disagio Saham Modal Agio Saham Sisa Laba (Rugi) Tahun lalu Laba (Rugi) Tahun Berjalan Total Utang Jk.

. • Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode Sebagai alat bantu untuk menaksir prospek dari suatu perusahaan Fokus diletakkan pada pengukuran laba dan komponennya Rangkaian informasi yang mencakup waktu yang panjang lebih disukai Agar laba dan komponennya digunakan untuk : Mengevaluasi kinerja manajemen Memperkirakan daya laba atau jumlah lain yang diyakini sebagai kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dalam jangka panjang Menaksir laba untuk suatu masa mendatang Menaksir resiko kredit dan resiko investasi Akuntansi keuangan mengukur laba dan komponen laba menggunakan akuntansi akrual.4. Laporan Laba Rugi : • • • • • 1. 3. 2. 4.

DAFTAR LABA (RUGI) UNTUK MASA XXX Pendapatan Operasional Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Penjualan Biaya Operasional Biaya Pegawai Biaya Peralatan dan Perlengkapan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Transportasi dan Komunikasi Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Biaya Promosi dan Humas Biaya Barang dan Jasa Pihak III Biaya Rapat dan Penugasan Biaya-biaya Pajak Laba (Rugi) Operasional Pendapatan Non Operasional Pendapatan Bunga Biaya Bunga Pajak Laba (Rugi) Non Operasional LABA (RUGI) BERSIH .

Laporan Arus Kas o Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas. menaksir likuiditas dan solvabilitas dan menginterpretasi informasi laba yang disajikan. transaksi permodalan termasuk pembayaran dividen dan transfer sumber daya lain dari perusahaan kepada pemilik. mengevaluasi transaksi investasi.5. . serta faktor lain yang berpengaruh pada likuiditas dan solvabilitas perusahaan o Informasi aliran kas akan dapat dipergunakan untuk memahami operasi perusahaan. o Informasi ini terkait dengan pinjaman dan pembayarannya.

ARUS KAS UNTUK MASA XXX Kas dari Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Investasi Tanah Lokasi Pabrik Engineering dan Supervisi Mesin dan Peralatan Alat Pengangkut Budi Daya Tanaman Bunga dalam Konstruksi Hasil Bersih Penjualan Aktiva Tetap Total Kas dari Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman Pengakuan Bunga Pembayaran Kembali Pinjaman Total Kas dari Pendanaan Total Aliran Kas .

. Analisa Laporan Keuangan : o Analisa Laporan Keuangan .6.Rata-rata industri .Membaca laporan keuangan dan .Praktek bisnis yang baku .Menggali informasi yang ada dibalik angka – angka laporan keuangan o Dimungkinkan karena dirancang sebagai bentuk laporan yang saling terkait o Disamping angka laporan keuangan terkait dengan informasi non keuangan.

keterhubungan antar informasi dapat diharapkan ada dan tetap berkesinambungan  Menggunakan Prosedur ini dapat ditemukan : . Prosedur Audit Analitis  Diatur dalam SIAS # 8. Analytical Auditing Procedures  Tanpa ada kondisi yang menyebabkan hal yang berlawanan.1. .Penyimpangan  Jika prosedur audit analitis menemukan hasil yang tidak diinginkan : . ketidak wajaran atau penyimpangan.Ketidak wajaran atau .Hasil dari keterhubungan yang tidak dapat dijelaskan mungkin merupakan indikasi terdapatnya kondisi yang mengandung kesalahan.Kemungkinan kesalahan .Internal auditor harus meneliti dan mengevaluasi sehingga hasil dan keterhubungan tersebut dapat dijelaskan .6.

6. Mengidentifikasikan hal-hal yang diharapkan atau tidak diharapkan Melalui pengujian konsistensi internal antar informasi Prosedur audit analitis digunakan untuk mendapatkan : Perbedaan yang tidak diharapkan Tidak adanya perbedaan yang diharapkan Kemungkinan kesalahan Kemungkinan ketidak-wajaran dan penyimpangan Transaksi atau kejadian yang tidak biasa atau tidak berulang.1.Kegunaan Prosedur Audit Analitis    1. 5. 3. .1. 4. 2.

2.Dengan Anggaran . Teknik Prosedur Audit Analitis  1) 2) 3) 4) Teknik yang biasa menggunakan dasar : Jumlah Uang Kuantitas Fisik Rasio Atau Persentasi  1) 2) 3) 4) 5) Analitis khusus dapat dilakukan dengan : Rasio Trend Pengujian Kewajaran Regresi Perbandingan : .6.Antar Periode .1.Dengan informasi ekonomi eksternal .

. 5. 3. 2. 4. Pembandingan informasi periode sekarang dengan periode sebelumnya Perbandingan informasi periode sekarang dengan anggaran atau ramalan Mempelajari keterhubungan informasi keuangan dengan non keuangan Mempelajari keterhubungan antar elemen informasi Membandingkan informasi suatu unit dengan informasi unit lain Membandingkan informasi dengan informasi perusahaan lain dalam industri 6. Beberapa teknik yang lazim dalam prosedur audit analitis adalah : 1.

Rasio Aktivitas Penjualan Rasio Perputaran Aktiva AAA = Saldo (Rata-rata) Aktiva AAA .1.2.Persediaan Rasio Cepat = Pasiva Lancar 6.2.Analisa Rasio : 6. Rasio Kelancaran Aktiva Lancar Rasio Lancar = Pasiva Lancar Aktiva Lancar .2.2.6.

UNIT III. MENGELOLA ASSET LANCAR  Asset lancar bersama-sama dengan kewajiban lancar mencerminkan pengelolaan operasi perusahaan  Bersama-sama mereka mendapatkan sebutan modal kerja  Modal kerja adalah pos-pos yang menampung dampak kegiatan operasi. .

proforma neraca dan proforma arus kas . anggaran laba dan anggaran kas  Dalam anggaran keuangan dikenal adalah pengangguran modal.1. alat pengendali kegiatan organisasi dan alat evaluasi kinerja  Demikian luasnya penggunaan anggaran. anggaran penjualan. alat memotivasi pegawai. anggaran biaya. Perencanaan Laba  Perencanaan laba dibuat perusahaan dalam rangka untuk memperkirakan kebutuhan pendanaan di masa mendatang  Manajemen menggunakan media anggaran untuk menuangkan rencana ini dalam format kuantitatif  Karena muatannya. proforma laba rugi. peran anggaran dapat diperluas menjadi alat perencanaan. sehingga dikenal berbagai macam anggaran dengan berbagai tujuan pula  Untuk mengendalikan operasi perusahaan misalnya anggaran fisik.

800.000.000.000 .889.000 0 0 3.000 -11.632.000.440.500.632.000.000.000 91.000 0 116.320.200.000 104.000 30.000 54.000.632.822.000.000 116.000 116.000.000.597.291.000 11.000.710.000.000 53.499.559.000.000 58.000 125.658.000 5.000.632.000.440.454. Laba Operasi Biaya Bunga 16% Setahun Pajak 30% Laba Bersih 2000 2001 2002 2003 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 71.040.000 119.000 32.000.398.480.954.000.658.400.000 146.000.320.000 147.000 12.131.280.264.000 Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Total Aktiva 0 0 0 116.180.000 -23.000.971.000 12.541.000.000 9.000 47.257.400.400.000 12.484.320.840.000 3.000.dan Biaya Ops.360.224.056.320.000 Neraca Aktiva Lancar Kas Piutang Persediaan Total Aktiva Lancar 0 0 0 0 3.000 11.632.000 58.000 14.000 42.440.000 14.320.000 93.000 14.000 47.000.200.760.000.200.000 23.Proforma Laporan Keuangan Tahun Proforma Laba Rugi Pendapatan Harga Produksi dan Biaya Operasi Biaya Penyusutan Total Harga Pokok Prod.180.688.

000 -15.000.320.000 13.320.610.000.291.Utang dan Modal Pinjaman Modal Laba Ditahan Total Utang dan Modal Arus Kas Kas dan Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Inventaris Tanah lokasi pabrik Engineering dan supervisi Mesin dan peralatan Alat pengangkut Budidaya Tanaman Bunga dalam konstruksi Total kas dan Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman pengakuan Bunga Pembayaran kembali Pinjaman 0 0 0 0 77.000 0 0 0 0 0 0 0 0 125.000.945.829.000 -26.950.000.000.000 -12.440.632.320.000 -10.440.540.000 0 0 0 0 0 0 0 -14.000.000 11.000.000.500.971.320.320.440.180.000 -5.000 3.500.611.000 790.400.000.440.000.320.000 77.000.000.000 12.000 .774.368.500.500.000 42.200.000 77.400.000.000.000.000.000 125.000.500.000 -12.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42.000.000.000 Total kas dari Pendanaan Total Aliran Kas 0 0 119.000 0 0 0 14.040.280.000 5.000 11.000 -38.000.000.00 146.000 -26.000 -6.440.000 -116.000.000.000.000.000.097.000.000 57.000 0 119.000.632.000.500.000.000.000 17.597.000 147.280.000 0 0 15.000 -60.000 0 12.000.000 27.000 57.000 89.200.509.000.

. tetapi tidak berlebihan.2. kas disebut sebagai darah perusahaan  Ketekoran kas sekecil apapun. Manajemen Kas  Kas adalah media utama bagi perusahaan untuk mengelola likuiditasnya  Demikian pentingnya likuiditas. kadang bisa membuat perusahaan berhenti beroperasi  Menyediakan kas yang cukup adalah prasyarat hak hidup perusahaan  Walaupun penting kas adalah asset perusahaan yang paling tidak produktif  Pedoman pengelolaan kas adalah tersedianya kas yang cukup.

Menunda Pembayaran 2. Motif Memegang Kas 1. Sebagai media pertukaran 2. Mempercepat Penerimaan 3. Anggaran Kas .1. Sebagai media berjaga-jaga 3.2. Sebagai media spekulasi 2. Mengelola Arus Kas 1.2.

000.000.000 14.000.000.000 MEI JUNI 20.000 6.000 10.000.000 3.000 7.500.000 7.000 17.000 APRIL 15.000 0 0 1.500.000 7.500.000 4.000 1.000.000 Surplus (Defisit) Kas 1.000 1.000 FEBRUARI 5.000 10.000 4.000 7.000.500.000 2.000 .000.000 3.000 0 7.000.000 1.000 3.Anggaran Kas BULAN Penjualan Penagihan Dlm Bln Penj 1 Bln Sth Penj 2 Bln Sth Penj Total Penagihan Pembelian Pembayaran JANUARI 5.500.000 10.000 14.500.500.000 0 2.000.500.000 7.000 10.000.500.000.000.000.000) 0 1.000 500.000 3.000.000 (1.000 14.000.000 10.000 3.000.000 MARET 10.000.500.000.000 1.500.000.500.000 15.000 1.000.000.000 10.000.000.000.000.500.000 500.000.000.

Manajemen Piutang  Proporsi Penjualan Kredit  Tingkat Penjualan  Kebijakan Kredit .3. Manajemen Surat Berharga Yang Mudah Dijual  Pembahasan diberikan dalam pendanaan jangka pendek pada modul Manajemen Keuangan berikutnya 4.

sebelum dipergunakannya tatanan operasi yang memungkinkan perusahaan beroperasi tanpa persediaan  Kemajuan teknologi dan penataan kembali hubungan pemasok dengan konsumen pada beberapa industri telah memungkinkan perusahaan melaksanakan metode operasi just in time . Manajemen Persediaan  Keputusan terhadap besaran jumlah persediaan yang akan dipelihara sangat tergantung pada hasil analisa imbal hasil dan risiko akibat stock out dan biaya pemeliharaan persediaan  Persediaan telah banyak membantu pekerjaan manajemen keuangan dalam suatu periode yang panjang.5.

1. Jenis Persediaan  Persediaan barang untuk dijual  Persediaan bahan baku dan bahan pembantu  Persediaan barang dalam proses dan  Persediaan barang jadi  Persediaan peralatan dan suku cadang .5.

dan C adalah biaya penyimpanan per unit 2 X 12.500 X 3. dimana : S adalah total kebutuhan persediaan periode yang dihitung O adalah biaya penempatan order.2.600 Q= √ 1. Kuantitas Pesanan Ekonomis (Economic Order Quantity) Total Biaya Persediaan = Biaya Penyimpanan + Biaya Pesanan Kuantitas Ekonomis adalah : 2 SO Q= √ C .5. Teknik Pengelolaan Persediaan 1.0000 = 300 unit. .

c. Model Pengendalian Persediaan dengan sistem ABC a. .2. Kelompok A meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang tinggi Kelompok B meliputi barang-barang persediaan dengan nilai unag yang sedang Kelompok C meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang rendah. b.

c.3. ruang dan fasilitas menganggur. f. Sistem Just In Time a. b. Pengurangan persediaan berarti tidak lagi dibutuhkan model pengendalian persediaan yang rumit Kebanyakan bahan akan diterima oleh para pemakainya Keandalan pemasok merupakan persyaratan yang penting dalam JIT. tenaga. g. . d. Menekankan pada tarikan permintaan (demand pull) Target JIT adalah zero defect Fasilitas produksi disusun tanpa persediaan Elemen utama JIT adalah pengurangan terhadap adanya bahan sisa. e.

IMBAL HASIL DAN RISIKO  Imbal hasil dan risiko adalah pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan keuangan  Dalam pasar efisien. maka apakah suatu investasi akan diambil atau tidak. .  Secara umum pasar memberikan pedoman mengenai imbangan imbal hasil dan risiko dan dicerminkan dari terbentuknya harga pasar asset. imbal hasil biasanya sebanding dengan risikonya  Semakin tinggi risiko investasi akan semakin besar pula premium risiko yang diperhitungkan dalam analisanya  Karena setiap orang mempunyai aversi terhadap risiko yang berbeda-beda. tidak akan dapat disamakan untuk setiap orang.UNIT IV.

Sejumlah berapakah uang akan kita pinjamkan kepada dia ? Analisa paling mudah adalah menempatkan aliran kas tersebut dalam suatu garis waktu.000 2 +1.. kita perhitungkan bahwa dia akan dapat mengembalikan kepada kita setiap tahun selama lima tahun berturut-turut masing-masing Rp.1.000 5 +1.000 3 +1. Dari analisa penghasilan dan pengeluarannya.000. sebagai berikut : 0 1 + 1. Pengukuran Nilai berdasarkan Nilai Waktu Uang Bagaimana persepsi seseorang mengenai nilai relatif terhadap waktu ? Misalkan seseorang datang kepada kita untuk meminjam uang.000 4 +1.000 .1.

709.000 + (1+0.1)5 Atau sama dengan : 0 1 +909.45 3 +751.Jika kita percaya bahwa ―tingkat bunga pasar‖ adalah 10% setahun maka nilai sekarang dari uang yang akan kita terima adalah 0 + 1 1.01 5 +620.70.000 + (1+0.1)2 3 1.1)1 2 1.45 3 +751.000 + (1+0.92 Sehingga pertukaran yang mungkin terjadi adalah : 0 -3.31 4 +683.09 2 +826.01 5 = 3.31 4 +683.1)3 4 1.78 +620.000 (1+0.09 2 +826.1)4 5 1.78 1 +909.000 + (1+0.92 .

000. (Konsep premium risiko) . Dengan mengoreksi taksiran kas yang akan kita terima.akan kita terima. Manajemen keuangan mempunyai metode untuk menganalisa hal tersebut yaitu : a. Istri karyawan yang hendak meminjam uang tersebut akan segera melahirkan anak bungsunya. Dengan nengubah nilai kepastian bahwa uang cicilan yang Rp. dimana : Uang hari ini lebih baik dari pada uang besok.1. Jika kemudian ditambahkan informasi yang lain. b. Konsep ini menjelaskan nilai waktu uang. masing-masing Rp.3..78 dan akan mendapatkan pengembalian selama lima tahun berturut turut.misalnya : a.Kita akan memberi dia pinjaman sebesar Rp.790. atau b.000.-.1. Anak tertua karyawan tersebut segera akan bekerja.

. Diskon tunai 3. Model-model pengelolaan float 4. Pembayaran langganan koran/majalah 3 bulan dimuka lebih murah daripada pembayaran bulanan 2.Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : 1. Pemberian kupon undian bagi pembayaran awal.

kita mempunyai beberapa pilihan akan kita kemanakan uang kita.400 0.a.4 320 Dagang 1. 800 0.1.800. a. Alternatif yang tersedia dan hasilnya setelah 1 tahun misalnya adalah sebagai berikut.2.000 11% Deposito 1. Sementara itu. Kemungkinan untung sehingga uang kita menjadi rp.000 Premium Resiko 5% . Kita gunakan untuk berdagang dengan peluang hasil seperti berikut : a. Penyertaan Risiko Berdasarkan Kepastian Aliran Kas Jika kita memiliki uang lebih pada hari Rp.6 840 1.- b.1.400.2. peluang untuk untung kemungkinannya adalah 80% dan peluang untuk rugi adalah 20%.000.1. Kemungkinan rugi sehingga uang kita tinggal Rp. Kita masukkan sebagai deposito di Bank dengan hasil 11%.1.600 atau 16% 1..

Premium Risiko : • Adalah tambahan hasil yang mungkin diperoleh karena seseorang mau menanggung risiko tambahan. Kita kan sama indiferrent terhadap : a. Terjun di trading dengan hasil 16% dan b. • Premium risiko membuat arus kas yang tidak sama kepastiannya menjadi seolah olah sama nilainya • Secara sederhana contoh diatas menjelaskan konsep manajemen keuangan bahwa : Uang yang pasti lebih baik daripada uang yang tidak pasti. . Menaruh deposito dengan hasil 11% Mengapa ? Karena pertambahan kekayaan yang mungkin diperoleh dari kedua keputusan tersebut persis sama.

Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : • Bunga/jasa yang ditawarkan bank untuk giro lebih rendah dari tabungan • Bunga tabungan lebih rendah dari bunga deposito • Bunga di bank asing lebih tinggi daripada bunga di bank pemerintah • Bunga di bank pemerintah lebih tinggi dari pada bunga di bank umum swasta • Bunga di bank umum swasta lebih tinggi daripada bunga di BPR. .

1 x 1.000 x 1.000 x 1.2 = 1.518 Nilai setelah masa pertama Nilai setelah masa kedua Nilai setelah masa ketiga = 1.3.15 x 1. Bunga Sejumlah uang yang dibungakan selama serangkaian waktu pada suatu Tingkat bunga yang bervariasi akan dihitung sebagai berikut : 15% 10% 20% 1.150 = 1.15 x 1.158 .265 1.150 1.1 = 1.000 x 1.15 = 1.000 1.265 = 1.

000 = 1 +9. Bagaimana pelepas uang memperhitungkan bunga Misalkan seseorang membutuhkan uang Rp..000. kepadanya disodorkan tiga pilihan pinjaman yang dari sisi bank arus kasnya terlihat sebagai berikut : 0 -8.Saat mendatangi sebuah bank.120 0 -8.000 = 1 +0 2 +0 3 +12.8.144 Bagaimana mencari tahu tingkat bunga yang diperhitungkan bank ? .4.200 1 +0 2 +10.0000 = 0 -8.

144 r3 = .518 – 1 = 0.8 % 8.265 – 1 = 0. minggu.4.000 . 9.265 = 26.5% .1 = 1.15 – 1 = 0.000 10. bulan.518 = 51.120 r2 = .200 r1 = 8. Implied n – period bisa diterapkan pada periode dengan hitungan hari.000 12.15 = 15% 8. Implied n-period spot rate Implied n – period spot rate menyatakan bunga yang diperhitungkan untuk suatu periode yang awal dan akhirnya bisa kapan saja.1 = 1.1 = 1.1. tahun dan seterusnya .

1 = 1.000 1/2 1/1 .247 – 1 = 0.1 = 1.1 = 1.2.120 r2 = 8.493 – 1 = 0.15 = 15% .47% 12.1247 = 12.000 1/3 .4.144 r3 = 8. Model bunga ini disebut sebagai Annualized Spot Rate atau sering disebut sebagai spot rate saja.000 10. 9.1493 = 14.200 r1 = 8.93 % .15 – 1 = 0. Annualized spot rate Bunga dapat pula dinyatakan dalam nilai yang disetahunkan.

000 1/3 .200 r1 = 8. Model bunga ini disebut sebagai Forward Rate. forward Implisit untuk suatu periode dapat dihitung.3.20 = 20 % . maka dengan berpedoman pada nilai yang terjadi setelah suatu periode.11 = 11% 12. Dengan diketahuinya bunga pada suatu periode bunga.120 r2 = 8.4.2 – 1 = 0.1 = 1.000 10.1 = 1.000 1/2 1/1 .15 – 1 = 0.144 r3 = 8.15 = 15% .1 = 1.1 – 1 = 0. Forward Rate Bunga dapat pula dinyatakan secara individual untuk setiap satuan waktu dari suatu masa yang panjang. 9.

• Biaya modal (cost of capital) adalah konsep terpadu yang harus diingat dalam usaha penilaian perusahaan melalui penilaian sekuritasnya • Oleh karena itu. Biaya modal bersumber pada imbal hasil yang diharapkan para investor perusahaan. yaitu : 1.terdapat setidaknya dua alasan mengapa penilaian asset keuangan harus dipelajari. .UNIT V PENILAIAN • Penilaian digunakan untuk menyebut usaha mencari nilai suatu perusahaan • Penilaian asset biasanya difokuskan pada penilaian saham dan obligasi • Manager perusahaan merespon kebutuhan investor dan kreditor dengan usaha pengelolaan perusahaan yang dapat memaksimalkan nilai. Untuk memahami bagaimana usaha penilaian asset 2.

2. Definisi Nilai 1. 3. 4.1. Nilai Buku Nilai Likuidasi Nilai Pasar Nilai Intrinsik .

...... + 1+R n . Proses Dasar Penilaian  Proses pemberian nilai pada suatu asset dengan menghitung nilai sekarang : o Taksiran aliran kas dimasa mendatang o Menggunakan tingkat imbal hasil yang diharapkan investor  Tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh investor o Tingkat imbal hasil bebas risiko o Disesuaikan dengan premium risiko yang mampu mengkompensasi risiko investasi C1 C2 C3 Cn V= 1+R 1 + 1+R 2 + 1+R 3 + ...2.

160 1 +160 2 +160 2 3 +1. Sensitivitas Bunga terhadap harga sebuah asset Misalkan kepada seorang investor ditawarkan tiga buah asset. masing masing asset A.160 3 4 1 2 Asset B Dengan harga berapakah investor ini bersedia membeli asset tersebut ? .B dan C dengan pola aliran kas bersih sebagai berikut : 0 Asset A +160 0 1 +160 0 Asset C +160 +160 +160 +1.3.

16 + 1 + 0.1..93 + 118.16 1 1 2 160 3 160 2 4 160 3 + 1 + 0.1.91 + 102.karena nilai sekarang kas bersih yang akan diterima dari ketiga asset tersebut adalah Rp.Pada faktor Diskonto 16% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 16% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga Maksimum Rp.000 = + 137.000.-. 0 Asset A 160 + 1 + 0.16 + 1 + 0.51 + 640.65 .000.16 4 -1.

16 -1.16 0 Asset C 1 160 + 1 + 0.93 + 118.93 + 862.16 1 + 0.16 -1.16 1 2 160 2 1 + 0.000 = + 137.91 + 743.Asset B 0 Asset B 160 + 1 1 2 160 + 2 3 160 + 3 4 1 + 0.16 1 + 0.07 .000 = + 137.

89 + 619.88 + 99.17 -972.75 + 116.17 1 1 2 160 + 1 + 0.55 = + 136.03 .17 2 3 160 + 4 160 3 + 1 + 0.Pada faktor Diskonto 17% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 17% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 160 + 1 + 0.17 4 1 + 0.

88 + 724.17 2 -984.40 .17 1 2 160 + 1 + 0.15 = + 136.0 Asset B 1 160 + 1 + 0.75 + 116.17 1 2 160 + 1 + 0.75 + 847. 160 + 1 + 0.17 3 4 -980.17 2 3 1.90 = + 136.27 0 Asset C 1 160 + 1 + 0.

23 .028.15 1 2 160 + 1 + 0.20 + 663.15 2 3 160 + 1 + 0.Pada faktor Diskonto 15% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 15% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 1 160 + 1 + 0.13 + 120.54 = + 139.98 + 105.15 4 -1.15 3 4 160 + 1 + 0.

028.72 0 1 160 + 1 + 0.13 + 877.028.13 + 120.54 = + 139. 160 + 1 + 0.160 + 1 + 0.15 2 3 1.0 Asset B 1 160 + 1 + 0.15 1 2 160 + 1 + 0.15 3 4 -1.13 .98 + 762.17 2 Asset C -1.17 1 2 1.54 = + 139.

91 Nominal 1.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Hasil lengkap dari perbandingan terhadap perubahan harga asset relatif terhadap perubahan tingkat bunga adalah : Pada 17% Pada 16% Nominal Asset A Asset B 1.26 +1.59 1.000 1.15 -1.54 1.028.000 972.016.83 0% +2.55 980.000 984.022. semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga.28 Pada 15% Asset C 1.90 0% -2.85 +2. .74 -1.63 Semakin panjang umur asset.

34 730.69 Semakin panjang umur asset.63 +1.16 862.55 -1.66 743. A berumur 3 tahun.52 756..70 -0. Misalkan terhadap suatu zeros dengan nominal Rp.51 854.56 +2. semakin sensitif asset tersebut terhadap tingkat bunga . maka : Pada 17% Pada 16% Nominal 0% Nominal 0% Pada 15% Asset A Asset B Asset C 640.000.70 -2.14 869.75 +0.07 624.1.84 657. B berumur 2 tahun dan C berumur 1 tahun.dengan jatuh waktu yang Berbeda beda.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Berikut ini disajikan suatu gambaran jika asset dengan hasil tunggal dihadapkan pada perubahan tingkat bunga.

Semakin panjang umurnya. . Semakin pembayaran tertumpuk kebelakang akan semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga. Mengapa ? Umur efektif yang berbeda menyebabkan sensitivitas mereka terhadap tingkat bunga menjadi berbeda. asset akan semakin sensitif terhadap tingkat bunga 4. harga asset akan naik atau turun untuk mempertahankan hasil 3. Harapan hasil suatu asset hanya dapat diperbandingkan jika mereka mempunyai tingkat risiko yang setara 2. Terhadap gerakan tingkat bunga.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Beberapa hal mengenai nilai asset terhadap tingkat bunga : 1.

PENGANGGARAN MODAL Penganggaran modal memerlukan kehatihatian  Dampak keputusan ini mencakup jangka waktu yang panjang  Jumlah uang yang terkait dengan keputusan ini biasanya meliputi jumlah yang mahal  Pada beberapa jenis asset.UNIT IV. sehingga kesalahan dalam keputusan penganggaran modal sama sekali tidak dapat dikoreksi. likuiditasnya sangat kurang. .

. 9. 4. Mengidentifikasi Dampak Keuangan Operasi 1. 3. 6. Gunakan angka aliran kas dan bukan laba akuntansi Pertimbangkan hanya pertambahan kas yang sebenarnya terjadi (incremental) Perhatian perubahan kas yang barangkali mengurangi aliran kas proyek yang sudah ada Perhitungkan dampak sinergis yang mungkin ada Setiap proyek membutuhkan modal kerja Setiap proyek menambah modal kerja Pengeluaran untuk keputusan yang lampau adalah sunk-cost Perhitungkan kemungkinan terdapatnya kesempatan yang hilang (oportunity cost) Perhitungkan apakah biaya-biaya overhead adalah biaya incremental 8. 7.1. 5. 2.

000 +15.000 2 3 4 +8.000 . sebut proyek A dengan nilai investasi dan aliran kas masuk bersih setelah pajak seperti berikut 0 1 +18. Non discounted cash flow 1. Accounting Rate Of Return b. Net Present Value 2. Kriteria Penilaian Manajemen Keuangan a.000 Proyek A -40. Discounted Cash Flow : 1. Profitability Index 3. Payback Period 2.000 +12. Internal Rate Of Return Misalkan terdapat sebuah proyek.2.

Payback Period mengukur seberapa cepat suatu investasi dapat kembali.000 -22.000 +4.2.000 +8.000 Payback Period = 2 + 7/13 tahun = 2 tahun 7 bulan .1.000 +12.000 Kas Kumulatif -40.000 +15.000 -7.Payback Period Payback Period adalah kriteria pengukuran non – discounted.semakin menarik dari sisi penilaian payback period 0 1 2 3 4 Proyek A -40. Semakin cepat investasi kembali.000 +18.000 +12.

000 +15.50% .2.000 +18.000 +53.000 = 32.000 +45. Accounting Rate Of Return Accounting Rate Of Return termasuk kriteria penilaian non-discounted.000 – 40. 0 Proyek A -40.000 Kas Kumulatif +18.000 +8.000 + 33.2.000 +12.000 1 2 3 4 Accounting Rate Of Return = 40.000 53. Accounting Rate Of Return mengukur model laba akuntansi.

40.000 +18.652 + 11. Semakin positif NPV proyek semakin disukai.000 +12.890 +4.000 1 2 3 4 Discounted Cash .890 + 4. Net Present Value Net Present Value menyajikan pertambahan kekayaan yang diperoleh dengan diambilnya suatu keputusan.000 + 18.574 = .15 1 +15.160 1+ 0.342 + 7.542 Net Present Value (NPV) negatif adalah indikasi penurunan nilai kekayaan akibat diambilnya suatu keputusan.15 2 160 + 1+ 0.000 + 1+ 0.000 +15.15 4 Disconted Cash -40. Misal untuk proyek A ini dianggap tingkat risikonya 15% maka : 0 Proyek A -40.342 +7.000 + 1+ 0.40.652 +11.15 3 1.2.3.574 Net Present Value = . Konsep ini dianggap konsep yang paling baik untuk dipakai dalam analisis keputusan manajemen keuangan.000 + 15. .000 +15.000 +8.

4.2.342 +12.000 +15.000 +4.000 +18.000 +15.000 NPV pada 15% -40.342 +7.890 +4. Manual dengan metode coba-coba yang berakhir dengan interpolasi diantara dua hasil 2.890 +8. Dengan program komputer 3.652 +11. Internal Rate Of Return Internal Rate Of Return (IRR) mengukur discount factor yang menyertakan cash inflows dengan cash outflows. NPV pada 14% -40.652 +11. Dengan kalkulator berprogram atau kalkulator financial Dengan cara 1 IRR proyek A dapat dihitung sebagai : -40.574 = -167 .000 +15.574 = -542 Dapat diyakini bahwa discount factor 15% kebesaran. Oleh karena itu. sehingga IRR proyek A harus lebih kecil dari 15%. perhitungan IRR merupakan perhitungan yang rumit yang hanya dapat dilakukan dengan : 1.000 +7.

23% Atau IRR Proyek A = 15% + (542/709 X 1)% = 15% + 0.IRR Proyek A adalah (14+0.77% = 15.23% = 14.XX)% atau (15-YY)% Jarak perubahan nilai kekayaan antara 14 dengan 15% adalah = +167 – (-542) = 709 IRR Proyek A = 14% + (167/709) X 1 )% = 14% + 0.23% .

. atau organisasi yang memiliki kepentingan dan/ atau kepedulian terhadap pendidikan. Pemerintah Kabupaten c. Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Dana Pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. Pengelolaan dan Pendanaan : a. d.BAB I MANAJEMEN PENDANAAN PENDIDIKAN Dasar : Undang-undang No. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat b. kelompok orang. Pemerintah daerah adalah Pemerintah Provinsi. f. Pemangku kepentingan pendidikan adalah orang. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah di bidang pendidikan. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendanaan Pendidikan Nasional. e.

Pihak lain selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Biaya pribadi peserta didik 2) Biaya satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas : a. Biaya Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan c. Peserta didik. Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Biaya satuan pendidikan b. Biaya investasi selain lahan pendidikan . Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.Penanggung Jawab Pendanaan 1. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama 2. orang tua atau wali peserta didik c. JENIS BIAYA PENDIDIKAN 1) Biaya Pendidikan meliputi : a. Biaya Investasi yang terdiri atas : 1. Biaya Investasi lahan pendidikan 2. b.

Biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi : a. Biaya non personalia 4. Biaya personalia 2. Gaji pokok bagi pegawai pada satuan 2.b. Biaya investasi. Biaya operasi yang terdiri atas : 1. yang terdiri atas : 1. Biaya personalia satuan pendidikan. Biaya operasi yang terdiri atas : 1. Biaya investasi lahan pendidikan 2. d. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan . yang terdiri atas : 1. Biaya investasi selain lahan pendidikan 3. Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1 dan ayat (3) huruf b angka 1 meliputi : a. Biaya nonpersonalia c. Biaya personalia 2. Bantuan biaya pendidikan Beasiswa 3. b.

Tunjangan yang melekat pada gaji 3. Tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan professor atau guru besar b. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 9. Tunjangan Fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen 5. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional . Tunjungan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen. Tunjangan Profesi bagi guru dan dosen 7. 6. Gaji Pokok 2.3. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural 4. yang terdiri atas : 1. Biaya personalia penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan 4. Tunjangan khusus bagi guru dan dosen 8.

. 3) Pengeluaran operasi personalia yang mlenjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. 2) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan/atau kompetensi sumber daya manusia dan investasi lain yang tidak menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja pegawai dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan. baik lahan maupun selain lahan yang menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja modal dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan.1) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah. 4) Pengeluaran operasi nonpendidikan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja barang atau bantuan sosial sesuai peraturan perundangan-undangan.

. 3) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat memberikan hibah kepada masyarakat atau sebaliknya.PENDANAAN OLEH PEMERINTAH 1) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat mendanai investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan dalam bentuk hibah atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. 2) Pemerintah dapat memberikan hibah kepada daerah atau sebaliknya. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan.

yang merupakan tanggung jawab Pemerintah dialokasikan dalam anggaran Pemerintah.ALOKASI DANA PEMERINTAH Biaya pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dan pasal 5. pasal 4. . dan yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah sesuai dengan sistem penganggaran dalam peraturan perundang-undangan.

yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran daerah. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah.BAB II BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. 3) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. . baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam Pemerintah. baik formal maupun nonformal. 2) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal.

Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar baik formal maupun nonformal. Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselengarakan oleh Pemerintah atas usulan pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. 5. 7. . Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atas inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 6.4. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. Tanggung jawab pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.

BANTUAN PENDANAAN BIAYA INVESTASI 1) Pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah. 2) Pemerintah. pemangku kepentingan pendidikan. 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : . dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan.

sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan program atau satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendidikan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar.a. . bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. baik formal maupun nonformal. pemerintah b. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah. masyarakat d. pemerintah daerah c.

yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal. 2) . 3) 1) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh Pemerintah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar.2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan masyarakat. Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. baik formal maupun nonformal.

dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah.1) Pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. 2) Pemerintah. e. b. 1) Pendanaan tambahan di atas hanya biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertarap internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah . c. pemangku kepentingan pendidikan. d. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah.

2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) 2) 3) 4) 5) Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi taraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksana dari rencana strategis satuan pendidikan. .

. BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. 2) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal. 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat.BIAYA INVESTASI KANTOR 1) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan atau/ pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat. Biaya personalia satuan pendidikan.

7) Tunjangan profesi bagi guru pegawai negeri sipil daerah. . 9) Tunjangan khusus bagi guru pegawai negeri sipil daerah yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah. 6) Tunjangan profesi bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 10) Maslahat tambahan bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 8) Tunjangan khusus bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah. 5) Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen.3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil pusat. 11) Tunjangan kehormatan bagi dosen pegawai negeri sipil pusat yang meliliki jabatan professor atau guru besar.

yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. . Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. baik formal nonformal. oleh pemerintah. 3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah.b.

Subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap madrasah dan pendidikan keagamaan formal yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat yang memperoleh persetujuan dari pemerintah. Tunjangan profesi bagi guru yang ditugaskan oleh pemerintah atau dosen yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Subsidi tunjangan fungsional bagi dosen tetap yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. d. e.BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung Jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. . Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh pemerintah. c. b.

dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah.f. Konsekuensi anggaran dari maslahat tambahan bagi guru pegawai negeri sipil daerah. BIAYA PERSONALIA PEGAWAI NEGERI SIPIL 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a) Biaya personalia satuan pendidikan. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 4. . h. terdiri atas : 1. 2. baik formal maupun nonformal. Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan. g. keaksaraan. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil daerah di luar guru. Tunjangan kehormatan bagi dosen tetap yang memiliki jabatan professor guru besar yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil daerah. 3. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah. 5. Honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah. Tunjangan fungsional bagi guru pegawai negeri sipil daerah 6.

4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen. oleh pemerintah daerah terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. . 3) Tunjangan struktural bagi pejabat structural bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen.b. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal. 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah.

. c. 2) pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan. subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap sekolah yang ditugaskan oleh pemerintah daerah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah daerah. b. dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan pemerintah daerah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah daerah. keaksaraan.TANGGUNG JAWAB BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a.

Sumber lain yang sah . Pemerintah daerah c.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Pemerintah b. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Masyarakat d.

2) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) Pemerintah 2) Pemerintah daerah 3) Masyarakat 4) Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau 5) Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya personalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. .

3) Tanggung jawab pendanaan biaya nonpersonalia oleh pemerintah dan pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal. . menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah.BIAYA NON PERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya. yang diselenggarakan oleh pemerintah.

2) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar.BIAYA PERSONALIA SATUAN PENDIDIKAN NON PROGRAM VARIABEL 1) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. baik formal maupun nonformal. .

yang diselenggarakan oleh masyarakat. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah. . pemangku kepentingan pendidikan. 2) Pemerintah. baik formal maupun nonformal. 3) Pemerintah dan pemerintah daerah dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah.PIHAK PENYANDANG DANA 1) Pemerintah daerah.

PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya non personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselengggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Pemerintah daerah c. Pemerintah b. Masyarakat d. Sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari: .

Masyarakat d. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. . Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya nonpersonalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana strategis satuan pendidikan. Pemerintah b.a. Pemerintah daerah c.

BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. . 2) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.BIAYA PERSONALIA 1) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.

2) 3) . Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. termasuk biaya pribadi peserta didik. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah.BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya. 2) PENJELASAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik.

orang tua atau wali peserta didik. . wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik. 3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri.

2) 3) 4) . Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan. baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal. pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. Pemerintah. pemerintah daerah. yang diselenggarakan masyarakat.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

b.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Sumber lain yang sah. . Pemerintah e. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. orang tua atau wali peserta didik c. Pemerintah daerah f. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing.

ayng diselenggarakan masyarakat.3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. 2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. . menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. baik formal maupun nonformal.

menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. pemangku kepentingan pendidikan. pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat. 5) Pemerintah. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan masyarakat.3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar. .

b. pemerintah daerah f.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. Orang tua atau wali peserta didik c. . Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. sumber lain yang sah. pemerintah e.

.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .

BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. 3) Pemerintah. Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan. yang diselengarakan masyarakat. baik formal maupun nonformal. Tunjangan yang melekat pada gaji c. baik formal maupun nonformal. pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurang-kurangnya mencakup : a. pemangku kepentingan pendidikan. Gaji pokok b. .

. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. dapat bersumber dari : a. Pemerintah e. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. b. Pemerintah daerah f. Orang tua atau wali peserta didik c. Sumber lain yang sah 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

4) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. .

4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. . dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. baik formal maupun nonformal. pemerintah daerah. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya.3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan masyarakat. masyarakat. 5) Pemerintah.

Pemerintah b. Pemerintah daerah c. .6) biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a. Pemangku kepentingan satuan pendiidkan di luar peserta didik atau orang tua/walinya. d. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Sumber lainnya yang sah.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. dapat bersumber dari : a. Sumber lainnya yang sah. Peserta didik atau orang tua/walinya e. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Pemerintah daerah d. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. . Pemerintah c.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f.

4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. .3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya. BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. 2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : .BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. . 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah. c.a. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. termasuk biaya pribadi peserta didik. Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. b.

orang tua atau wali peserta didik. satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik.BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. . PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri.

2) Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan. . baik formal maupun nonformal.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

pemangku kepentingan pendidikan. 4) PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a.3) Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. baik formal maupun nonformal. Pemerintah. orang tua atau wali peserta didik Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik Pemerintah Pemerintah daerah Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah. . b. d. f. c. yang diselenggarakan masyarakat. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. g. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. e. pemerintah daerah.

. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah.

menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar. baik formal maupun nonformal.BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. ayng diselenggarakan masyarakat. .

5) Pemerintah. menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. . 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar. pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan masyarakat. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat.3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.

pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. sumber lain yang sah. b. . pemerintah daerah f. Orang tua atau wali peserta didik c. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. pemerintah e.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a.

. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .

yang diselengarakan masyarakat. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. . Tunjangan yang melekat pada gaji c. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurangkurangnya mencakup : a.BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. baik formal maupun nonformal. Gaji pokok b. pemerintah daerah. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan. pemangku kepentingan pendidikan. baik formal maupun nonformal. 3) Pemerintah.

Pemerintah daerah f. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah e. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Orang tua atau wali peserta didik c. dapat bersumber dari : a.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Sumber lain yang sah . b. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d.

.1) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah.

2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. .

. Pemerintah daerah c. Pemerintah b. yang diselenggarakan masyarakat. 6) Pendanaan biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a. pemerintah daerah. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. 5) Pemerintah. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya. baik formal maupun nonformal. Sumber lainnya yang sah. Pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya.4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. d. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. masyarakat.

Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. . Sumber lainnya yang sah.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemerintah c. dapat bersumber dari : a. Peserta didik atau orang tua/walinya e. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. Pemerintah daerah d.

2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya. . 4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

Pemerintah c. Orang tua/wali peserta didik e. Pemangku kepentingan di luar peserta didik dan orang tua/walinya f. Pemerintah daerah d. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : a. .BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. Sumber lainnya yang sah. 2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. Bantuan pihak asing yang tidak mengikuti dan/atau g. b.

Satuan pendidikan pelaksana program wajib wajib belajar yang diselenggarakan masyarakat. . 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian bantuan biaya pendidikan dan beasiswa oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 diatur dengan peraturan penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. termasuk biaya personal.PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. yang tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional atau berbasis keunggulan lokal.

yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/ atau satuan pendidikan. yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan.BAB IV TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH MASYARAKAT DILUAR PENYELENGGARA DAN SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. Pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. baik formal maupun nonformal. . dan/atau wali peserta didik bertanggung jawab atas : a. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. orang tua. c. Biaya pribadi peserta didik b. DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Peserta didik.

baik formal maupun nonformal. yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan e) Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional dan/ atau berbasis keunggulan lokal. .d) Pendanaan biaya nonpersonalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

orang tua. . menutup kekurangan pendanaan satuan pendidikan dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan b.PENJELASAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Tanggung jawab peserta didik. mendanai program peningkatan mutu satuan pendidikan di atas Standar Nasional Pendidikan. dan/atau wali peserta didik dalam pendanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 47 huruf b sampai dengan huruf e ditujukan untuk : a.

. penyimpanan. 1) Masyarakat di luar penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan secara sukarela dan sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan. 2) Sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibukukan dan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. diumumkan secara transparan di media cetak berskala nasional. 3) Penerimaan. dan penggunaan sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diaudit oleh akuntan publik.TANGGUNG JAWAB PENDANAAN Tanggung jawab pendanaan pendidikan oleh masyarakat di luar penyelenggara dan Satuan Pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya.

Prinsip kecukupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan cukup untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan. dan keberlanjutan. Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa besarnya pendanaan pendidikan oleh pemerintah. Prinsip keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan dapat digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan layanan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan.BAB V SUMBER PENDANAAN PENDIDIKAN SUMBER PENDANAAN 1) 2) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. kecukupan. 3) 4) . pemerintah daerah. dan masyarakat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Dana pendidikan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersumber dari : a. di luar peserta didik atau orang tua/walinya. Hasil usaha penyelenggara atau satuan pendidikan g. Bantuan pemerintah daerah e. Anggaran pemerintah daerah c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. c. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau d. Pendiri penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Sumber lainnya yang sah. Bantuan dari masyarakat.1) 2) 3) Pendanaan pendidikan bersumber dari pemerintah. pemerintah daerah. Sumber lain yang sah Dana pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat bersumber dari : a. Bantuan pemerintah d. . dan masyarakat. Anggaran pemerintah b.

Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya e. Bantuan pemerintah daerah c. d.4) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dapat bersumber dari : a. Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Bantuan dari pihak asing yang tidak mengikat f. Anggaran pemerintah b. Sumber lainnya yang sah .

Bantuan pemerintah daerah b. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat g. e. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/wallinya. Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. d. Sumber lainnya yang sah . Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. Bantuan pemerintah c.5) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat bersumber dari : a.

Dana yang diperoleh dibukukan secara khusus oleh satuan pendidikan terpisah dari dana yang diterima dari penyelenggara satuan pendidikan. serta anggaran tahunan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. b. Perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud pada huruf a diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. dan ayat (6) huruf d wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. c. . orang tua dan/atau walinya sebagaimana dimaksud dalam pasal 48 dan pasal 51 ayat (4) huruf c. e. Didasarkan pada perencanaan investasi dan/atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening atas nama satuan pendidikan. ayat (5) huruf c. rencana kerja tahunan. d.PUNGUTAN Pungutan oleh satuan pendidikan dalam rangka memenuhi tanggung jawab peserta didik. Tidak dipungut dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara ekonomis.

j. apabila jumlahnya lebih dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. dan penggunaan dana dipertanggung jawabkan oleh satuan pendidikan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan terutama orang tua/wali peserta didik dan penyelenggara satuan pendidikan. l. Sekurang-kurangnya 20% (dua puluh pesen) dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan. Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. i. Menerapkan sistem subsidi silang yang diatur sendiri oleh satuan pendidikan g. Pengumpulan. dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. k. m. Tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota komite sekolah/madrasah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan. penyimpanan. . Tidak dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik. Pengumpulan. Digunakan sesuai dengan perencanaan sebagaimana dimaksud pada huruf a h.f. dan penggunaan dana diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada menteri. penyimpanan.

WEWENGANG MENTERI Menteri atau menteri agama. dapat membantalkan pungutan sebagaimana di maksud dalam pasal 52 apabila melanggar peraturan perundang-undangan atau dinilai meresahkan masyarakat. maka kelebihannya dimasukkan dalam anggaran tahun berikutnya. PENJELASAN Apabila dana pungutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 yang diterima satuan pendidikan pada suatu tahun ajaran melebihi jumlah dana yang diperlukan menurut perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a. sesuai kewenangan masing-masing. .

dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. dan penggunaan sumbangan pendidikan yang bersumber dari peserta didik atau orang tua/walinya. ayat (4) huruf e. 2) BENTUK SUMBANGAN 1) Bantuan dari pihak asing sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (2) huruf c.BIMBINGAN PENDIDIKAN 1) Peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan yang sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan secara sukarela di luar yang telah diatur dalam pasal 52. diaudit oleh akuntan publik. Penerimaan. penyimpanan. dan ayat (6) huruf f berbentuk utang atau hibah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ayat (3) huruf e. 2) . dan menteri keuangan. diumunkan secara transparan di media cetak berskala nasional. ayat (5) huruf e. Bantuan dari pihak asing kepada penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada yat (1) dilaporkan ke pada menteri atau menteri agama.

Sebagian dana peningkatan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf i e. Bantuan masyarakat di luar peserta didik atau orang tua/walinya d. . Sumber lain yang sah. Bantuan pemerintah b.DANA PENGEMBANGAN 1) Satuan pendidikan dapat memiliki dana pengembangan. 3) Pokok dana pengembangan dapat bersumber dari : a. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. Bantuan pemerintah daerah c. 2) Dana pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas pokok dana pengembangan dan hasil pengelolaan pokok dana pengembangan.

b. Bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu membiayai pendidikannya.4) Pokok dana pengembangan tidak boleh digunakan kecuali jika : a. Beasiswa bagi peserta didik. Pendanaan biaya investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan. Dana pengembangan digunakan untuk menyelamatkan eksistensi satuan pendidikan ketika mengalami kesulitan keuangan yang menjurus pada kelipatan c. pendidik dan/atau tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan. Digunakan untuk menyelamatkan satuan pendidikan ketika terkena bencana. . c. 5) Hasil pengelolaan pokok dana pengembangan dapat digunakan untuk : a. Pengelolaan dana pengembangan mengalami kerugian b.

. Dijadikan jaminan utang baik langsung maupun tidak langsung. 9) Dana pengembangan dipertanggungjawabkan oleh pemimpin satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara periodik tahunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan penyelenggaraan atau satuan pendidikan. Dipinjaman sebagai piutang baik langsung maupun tidak. 7) Dana pengembangan dikelola berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dan tidak boleh diinvestasikan pada usaha yang beresiko tinggi atau melanggar peraturan perundang-undangan. 8) Dana pengembangan disimpan dalam rekening khusus dana pengembangan atas nama satuan pendidikan. b.6) Pokok dan hasil dana pengembangan tidak boleh digunakan untuk : a.

pemerintah daerah. Prinsip akuntabilitas publik . Prinsip efisisensi c. Prinsip khusus PRINSIP UMUM Prinsip umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 huruf a adalah : a. Prinsip umum b. Prinsip transparansi d. penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan oleh masyarakat terdiri atas : a. Prinsip keadilan b.BAB VI PENGELOLAAN DANA PENDIDIKAN Prinsip dalam pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah. penyelenggaraan dan satuan.

tanpa membedakan latar belakang suku. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat. agama. ras. 3) Prinsip efisiensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan mengoptimalkan akses. pemerintah daerah. mutu relevansi. dan satuan pendidikan sehingga : .2) Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan memberikan akses pelayanan pendidikan yang seluas-luasnya dan merata kepada peserta didik atau calon peserta didik. dan kemampuan atau status sosial-ekonomi. dan daya saing pelayanan pendidikan. jenis kelamin. 4) Prinsip transparansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan dengan memenuhi asa kepatutan dan taat kelola yang baik oleh pemerintah.

PRINSIP KHUSUS 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 2) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.a. b. Dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan. 5) Prinsip akuntabilitas publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan dengan memberikan pertanggungjawabkan atas kegiatan yang dijalankan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . dan menghasilkan opini audit wajar tanpa perkecualian. Dapat diaudit atas dasar standar audit yang berlaku. serta peraturan satuan pendidikan. 3) Pengelolaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

Biaya investasi pada satuan pendidikan b. . Biaya operasi satuan pendidikan c. 2) Dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat untuk : a.SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH SISTEM ANGGARAN 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. Bantuan kepada satuan pendidikan dalam bentuk hibah untuk mendukung biaya operasi satuan pendidikan.

Dana pendidikan pada satuan pendidikan bukan penyelenggara program wajib belajar yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah yang belum berbadan hukum dikelola dengan menggunakan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. Seluruh dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dikelola melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan satuan pendidikan yang bersangkutan dan disimpan di dalam rekening bendahara satuan pendidikan yang bukan dengan seizin ketua penyelengggara atau pemimpin satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) .3) Dana pendidikan yang dikelola oleh penyelenggara atau satuan pendidikan didirikan masyarakat disimpan dalam rekening penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 4) PENERIMAAN DANA 1) Penerimaan dana pendidikan yang bersumber dari masyarakat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dikelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. d. c. d. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. b. e. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis daerah .PERENCANAAN Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. c.

. 2) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah daerah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah sesuai peraturan perundang-undangan. e. 1) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga sesuai peraturan perundang-undangan.Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. f. b. 3) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh satuan pendidikan dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan satuan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. c. d. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis satuan pendidikan Rencana kerja tahunan satuan pendidikan.

REALISASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA PENDIDIKAN 1) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. . SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH 1) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelengggara atau satuan pendidikan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan undangan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

. 2) Realisasi pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan kerja pemerintah daerah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.STANDAR AKUNTANSI AKUNTABILITAS DAN PELAPORAN 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah. 3) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan maisng-masing. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

.REALISASI ANGGARAN DANA PENDIDIKAN DAERAH 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah daerah. 2) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaporkan kepada kepala daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan paling lambat dalam waktu 15 (lima belas) hari kalender.

. dan pasal 72 diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri.STANDAR AKUNTANSI NIRLABA Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan satuan pendidikan dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi keuangan nirlaba yang berlaku bagi satuan pendidikan. Pelaporan mengenai penggunaan dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 dan pasal 69 serta realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 70. pasal 71.

2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. .

1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. . 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan.1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Pemeriksanaan penerimaan dan penggunaan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearturan perundang-undangan.

PERTANGGUNGJAWABAN 1) Dana pendidikan pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan. .

2) Ketentuan lebih lanjut mengenai alokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh menteri keuangan.BAB VII PENGALOKASIAN DANA PENDIDIKAN PADA APBN 1) Anggaran belanja untuk melaksanakan fungsi pendidikan pada sektor pendidikan dalam angaran pendapatan dan belanja Negara setiap tahun anggaran sekurang-kurangnya dialokasikan 20% (dua puluh perseratus) dari belanja Negara. .

.

Analisis Keuangan

Jaja Suteja

Tiga Klasifikasi utama Rasio Keuangan
• Rasio Solvabilitas • Rasio Profitabilitas • Rasio Aktivitas

• Kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek dan panjang tepat pada waktunya • Kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi

Rasio SOLVABILITAS

Liquiditas

Kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajibanJangka pendek tepat pada waktunya

Current Ratio: Aktiva lancar X 100% Hutang lancar

Quick Ratio Aktiva lancar – persediaan X 100% Hutang lancar

Rasio Solvabilitas Jangka Panjang

Aktiva Lancar + aktiva tetap X 100% Total hutang

Debt to Equity Ratio: Modal sendiri X 100% Total hutang

RASIO PROFITABILITAS

RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR PENDAPATAN POTENSIAL SUATU PERUSAHAAN

1. 2.

HASIL ATAS PENJUALAN HASIL ATAS INVESTASI 3. LABA PER SAHAM

HASIL ATAS PENJUALAN

RASIO PROFITABILITAS YANG MENINGDIKASIKAN PROSENTASE PENDAPATANNYA

HASIL ATAS PENJUALAN= PENDAPATAN NETTO PENJUALAN

HASIL ATAS INVESTASI

RASIO PROFITABILITAS YANG MENGUKUR KINERJA PENDAPATAN YANG DIPEROLEH UNTUK SETIAP RUPIAH YANG DI INVESTASIKAN

PENDAPATAN NETTO TOTAL MODAL SENDIRI

LABA PER SAHAM MENGUKUR BESARNYA DEVIDEN YANG DAPAT DIBAYARKAN PERUSAHAAN KEPADA PEMEGANG SAHAM LABA BERSIH JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN .

RASIO AKTIVITAS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI PENGGUNAAN ASSET SUATU PERUSAHAAN OLEH MANAJEMENNYA .

• MENGUKUR EFISIENSI DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA SUATU PERUSAHAAN BERKAITAN DENGAN PROFITABILITAS • MEMPERLIHATKAN PERUSAHAAN YANG MEMPEROLEH LEBIH BANYAK KEUNTUNGAN DIBANDING PERUSAHAAN LAIN PADA SUMBER DAYA YANG SAMA RASIO AKTIVITAS .

RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN MENGUKUR RATA-RATA JUMLAH PERSEDIAAN DIJUAL DAN DI STOCK LANG SELAMA SETAHUN HARGA POKOK PENJUALAN RATA-RATA PERSEDIAAN = HARGA POKOK PENJUALAN (PERSEDIAAN AWAL TAHUN.AKHIR TAHUN)/2 .

.

BAB 2 Capital Budgeting: Kriteria Keputusan Haruskah saya membangun pabrik tersebut ? Plant.Property.Equiptment .

.Apakah Penganggaran Modal? Keywords dalam Penganggaran modal: • Analisis terhadap tambahan fixed assets yang potensial. • Sangat Penting bagi Masa Depan Perusahaan. Melibatkan Pembelanjaan Modal dalam jumlah yang sangat besar. • Keputusan Jangka Panjang.

Penganggaran Modal ( capital bugeting ) Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan Mengenai pengeluaran dana Dengan jangka waktu lebih dari satu tahun .

kemudian cari nilai NPV dan atau IRR. baik CIFs maupun COFs 3. Hitung risiko yang dikandung dari aliran kas. Estimasikan aliran kas baik kas masuk maupun kas keluar 2.Langkah langkah: 1. 5. Terima proyek. apabila NPV > 0 dan atau IRR > WACC. . Tentukkan nilai k = WACC untuk 4.

tidak dipengaruhi oleh penerimaan dari aliran kas proyek lainnya. mutually exclusive.Apakah Perbedaan antara proyek yang bersifat Mutually Ekslusif dan Independen Proyek: independen. . Jika allran kas dari suatu proyek menyebabkan penolakan dari aliran kas dari proyek lainnya (if the cash flows of one can be adversely impacted by the acceptance of the other). Jika aliran kas dari suatu proyek.

Kapal Penyebrangan (Ferry) alternatif produk untuk penyebrangan sungai .Sebuah contoh proyek yang bersifat Mutually Exclusif (Saling Meniadakan). Jembatan vs.

.Aliran Kas Proyek yg Normal: Biaya (negatif CF) kemudian diikuti oleh aliran kas positip\ Aliran Kas Proyek Yg tidak Normal: Dua atau lebih perubahan arah aliran kas dalam suatu proyek tertentu.

CIFs (+) COFs (-) Dalam tahun 0 1 + + 2 + + 3 + + + 4 + + + 5 + + N N N NN NN + - + + + + - + - N NN .

Atau how long does it take to get the business’s money back? .Apakah Periode Pengembalian itu ? Jumlah tahun atau periode yang dibutuhkan agar investasi dapat kembali (The number of years required to recover a project’s cost).

Kriteria Investasi        Pay Back Period (PP) Discounted Payback Period Average Rate of Return (ARR) Net Present Value (NPV) Benefit Cost Ratio ( B/C ) atau Profitability Index (PI) Internal Rate of Return (IRR) .

yaitu proyek L dan S: Payback for Project L (Long: Most CFs in out years) .Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula. melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek.

375 years . melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek.1.4 3 Payback Period CFt -100 Cumulative -100 Projek L 10 -90 + 30/80 60 100 -30 0 80 50 = 2 = 2. Payback Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula. yaitu proyek L dan S: 0 1 2 2.

6 2 3 20 40 70 100 50 -30 0 20 Cumulative -100 PaybackS = 1 + 30/50 = 1.Project S (Short: CFs datang lebih awal) 0 CFt -100 1 1.6 years Proyek S .

Kelebihan dari metode Payback: 1. Mengabaikan time value ofmoney(TVM). Kelemahan Metoda Payback: 1. Mudah untuk menghitung dan memahaminya. 2. Memberikan gambaran mengenai indikasi risiko dan likuiditas. 2. Mengabaikan penerimaan kas setelah PP terpenuhi. .

2. + cap.91 60 49.59 -41.32 80 60. costs in 2.09 -90. Discounted Payback: Uses discounted rather than raw CFs. .11 18. 0 10% 1 2 3 CFt PVCFt -100 -100 10 9.7 yrs Recover invest.7 yrs.79 Cumulative -100 Discounted = 2 payback + 41.11 = 2.32/60.

berdasarkan tingkat diskonto (discount rate) tertentu : CFt . NPV   t 1 n 1  k  CFt t  CF0 . dalam kaitannya dengan waktu. t t  0 1  k  n NPV   Cost often is CF0 and is negative.3.NPV Konsep Net Preseng Value merupakan model yang memperhitungkan pola cast flow keseluruhan dari suatu investasi. .

Jadi Berapa NPV projek L ? Projek L: 0 -100.59 60.09 49.98.11 18. .79 = NPVL 10% 1 10 2 60 3 80 NPVS = $19.00 9.

Pilih Projek yang memiliki nilai NPV yang lebih besar apabila proyek tersebut bersifat Mutually Exclusive . Terima Projek jika: NPV > 0.Rational untuk Metoda NPV NPV = PV inflows .Cost = Net gain in wealth.

Terima keduanya. • Jika S & L are independen.Proyek mana yang seharusnya diterima ? • Jika Projects S and L bersifat mutually exclusive. terima S sebab NPVs > NPVL .Menggunakan metode NPV. NPV > 0. .

4. Metode Internal Rate of Return: IRR Bagaiman menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value of proceed dengan outlay sehingga NPV = 0 0 1 2 3 CF0 Cost n = CF1 CF2 Inflows CF3 CFt  0.  t 1  IRR  t 0  .

13%. IRRS = 23.Bagaimana dengan IRR projek L (IRRL)? 0 IRR = ? 1 10 2 60 3 80 -100. .56%.00 PV1 PV2 PV3 0 = NPV IRRL = 18.

oleh karenanya sejumlah return yang tersisa (some return is left over)merupakan return bagi stockholders Example: WACC = 10%. dimana tingkat return investasi > biayanya. IRR = 15%. Profitable.Alasan Rasional Metode IRR: Jika IRR > WACC. .

projek ditolak  jika S dan L bersifat independen maka terima dua-duanya. IRRs > k = 10%.Kriteria Penerimaan Proyek Berdasarkan Metode IRR: • Jika IRR > k.  jika S dan L bersifat mutually. . Terima S sebab IRRS > IRRL . Proyek diterima • Jika IRR < k.

Construct NPV Profiles Enter CFs in CFLO and find NPVL and NPVS at different discount rates: k 0 5 10 15 20 NPVL 50 33 19 7 NPVS 40 29 20 12 5 (4) .

NPV ($) 60 50 40 30 20 10 0 0 -10 5 10 15 20 23.6% Discount Rate (%) IRRL = 18.1% .7% 10 15 NPVL 50 33 19 7 (4) NPVS 40 29 20 12 5 S L 20 IRRS = 23.6 k 0 5 Crossover Point = 8.

k (%) IRR . k > IRR and NPV < 0. Reject.NPV and IRR always lead to the same accept/reject decision for independent projects: NPV ($) IRR > k and NPV > 0 Accept.

7: NPVL> NPVS . IRRS > IRRL NO CONFLICT S IRRS k 8.Mutually Exclusive Projects NPV L k < 8. IRRS > IRRL CONFLICT k > 8.7 k % IRRL .7: NPVS> NPVL .

one project dominates the other. 4. but better to have first CF negative. See data at beginning of the case. 3.To Find the Crossover Rate 1. Crossover rate = 8. 2. rounded to 8. Find cash flow differences between the projects.68%. then press IRR. Can subtract S from L or vice versa. .7%. If profiles don’t cross. Enter these differences in CFLO register.

tenaga kerja. biaya pabrik.bangunan dan aktiva lainnya) b. Revenue Expenditure: jenis pengeluaran yang diperhitungkan sebagai biaya (biaya material. mesin. Capital expenditure: jenis pengelaran yang memberikan manfaat jangka panjang(tanah.operating expenses) .Dasar Pengertian NPV • Pengertian Present Value : Nilai sekarng • Pengertian Cast Flow atau Proceeds: Earning After Taxes(EAT) Plus Depresiasi Net Investment (outlay): a.

Cara menentukan besarnya net invesment Harga proyek (+) Biaya pemasangan (-) Proceed atas penjualan aset lama (+) Pajak atas penjualan aset net investment = XX = XX = XX = XX = XX .

.000. Capital gain tax rate 30 % dan normal tax rate 50%.-.yang usia teknisnya 10 tahun.000.000. .Contoh Pada suatu perusahaan 4 tahun yang lalu membeli mesin dengan harga Rp 100.(instalation cost). Mesin baru bila dibeli akan diperoleh dengan harga Rp 200. Berapa besarnya net investment?. Mesin ini dijual sekarang dengan harga Rp 110.000.Biaya pemasangan Rp 50..

= Rp.000..– Rp..000.000.Nilai buku mesin lama = Rp.Normal gain = Rp.= Rp. 100....– Rp.000.000. 163.000.x 50 % = Rp. 40.000.. 250. 40. 10. 110.Capital gain = Rp..000. 20.000. 140. 100. 23.000.- .000.= Rp.000.(+) Pajak atas penjualan aset = Rp.000. 50.= Rp.000. 3.Harga mesin baru (+) Biaya pemasangan = Rp.(nilai yang sudah dipakai) Total pajak yang harus dikeluarkan : Capital gain : Rp.000.Normal gain : Rp. 200. 23. 60.000.000.. 40.. 10.+ Total = Rp... 110.(--) Proceet atas penjualan aset lama = Rp.000.000.x 30 % = Rp.+ Net Investment = Rp.+ = Rp.

Rp. . Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.Konsep Net Present Value PV of Proceeds. Rp. Rp. Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = PV of Proceeds Net Investment Rp. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp. x DF x DF x DF x DF Rp.

Rp.000. - Rp. 400. d.Rp. 400. b.000.000. Pola Cash Flow (EAT + Depresiasi) adalah sebagai berikut : Tahun A 1. 200. Cost of Capital perusahaan diketahui 10%.000. 5. 3.- Rp. c.Rp.Rp.000.000.- .Contoh : Dua Proyek.000. masing-masing membutuhkan investasi sebesar Rp.000. 300.000. 100.000. 800. yaitu A dan B.000. 200. Rp. Proyek B Rp. 100. 400. NPV PI IRR Payback ARR 6. 4. e. Proyek manakah yang paling menguntungkan atas dasar konsep : 2.- a. 200.-.Rp. 200.- Dari data di atas.Rp.

100.Rp.. 73.Rp.857 Rp. 400. 158.x 0.000. 945.000.500.Rp..- .Rp.735 Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = Rp.x 0.18 Rp.500.Rp. 145. 800.794 Rp. 342.Konsep Net Present Value PV of Proceeds.Rp.. 800.000.x 0. 945.926 Rp.000.000. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp.= 1.Rp..000.x 0.500.000. 370.500. 400.800.000. 200.

Bab 3 Keputusan Struktur Modal (Capital Structure Decisions): Topik Pembahasan: • Dampak leverage terhadap return • Risiko Bisnis Vs risiko Finansial • Teori Struktur Modal • Struktur Modal Optimal dalam Prakteknya .

Sebagai contoh, misalnya ada dua perusahaan hipotesis, Perusahaan pertama (U) tanpa Hutang

dan (L) dengan Hutang

Perusahaan U Tanpa Hutang $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Perusahaan L $10,000 12% Hutang(debt) $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Baik kedua perusahaan U maupun L memiliki leverage operasi, risiko bisnis dan EBIT $3,000. mereka berbeda hanya dalam hal penggunaan hutang.

Dampak penggunaan Hutang thd Return Perusahaan

Prshn U EBIT Bunga EBT Pajak (40%) NI (net incoem)
ROE=(NI/TE)

Prshn L $3,000 1,200 $1,800 720 $1,080
10.8%

$3,000 0 $3,000 1 ,200 $1,800
9.0%

ROE L > ROE U

Mengapa Hutang dpt meningkatkan return ? • Total Dollars (return) thd investor:
– U: NI – L: NI + Int – Perbedaan = $1,800. = $1,080 + $1,200 = $2,280. = $480.

• Pajak yg dibayar:
– U: $1,200; L: $720. – Perbedaan = $480.

• Banyak pendapatan operasi mengalir pd perusahaan L (Perusahaan dng hutang)

Apakah Risiko bisnis?
 Ketidakpastian mengenai pendapatan operasi masa depan Uncertainty about future operating income (EBIT).

Probability

Risiko bisnis rendah

High risk

0

E(EBIT)

EBIT

 Catatan: risiko bisnis fokus pada pendapatan operasi dan mengabaikan dampak pengaruh pendanaan

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko bisnis

• Ketidakpastian mengenai deman (unit sales). • Ketidakpastian mengenai harga output.

• Ketidakpastian mengenai harga input.
• Produk dan Jenis jenis hutang. • Tingkat leverage operasi

Apakah Leverage Operasi dan Bgmna pengaruhnya thd risiko bisnis?
• Leverage Operasi adalah penggunaan biaya tetap dalam kegiatan bisnisnya dari pada biaya variabel. • Makin tinggi proporsi biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan secara keseluruhan, maka makin tinggi leverage operasi.
(More...)

• Makin tinggi leverage operasi, maka makin tinggi risiko bisnis,sebab penurunan kecil dalam jmlh penjualan akan mengakibatkan penurunan yg signifikan dalam tkt keuntungan

$

Rev. TC

$

Rev.

} Profit
TC FC QBE Sales

FC lebih banyak

FC
QBE Sales

(More...)

Kemungkinan

Leverage operasi rendah Leverage operasi tinggi

EBITL

EBITH

 Dlm situasi tertentu, makin tinggi leverage operasi akan meningkatkan makin tingginginya EBIT yang diharapkan dan jg risiko yg makin tinggi

manajemen. – Tergantung pada faktor bisnis seperti persaingan. leverage operasi dll. .Risiko Bisnis Vs Risiko Finansial • Risiko Bisnis: – Ketidakpastian dalam EBIT masa depan. • Risiko Keuangan: – Risiko bisnis tambahan bagi owners sehubungan dengan penggunaan leverage finansial – Tergantung jumlah hutang dan pendanaan saham preferen.

Risiko finansial = ROE .ROE(U).Dari sudut pandang pemilik perusahaan bagaimana risiko bisnis dan keuangan dapat diukur secara sendiri-sendiri ? Risiko Bisnis Business Financial = + . Risiko bisnis = ROE(U). risk risk Risiko Perusahaan = ROE. .

Sekarang pertimbangkan fakta bahwa EBIT tidak diketahui secara pasti. apa dampa ketidakpastian terhadap profitabilitas dan risiko perusahaan U (UnLeverage) dan L (Leverage) ? .

000 Bunga 0 0 0 EBT $2. 0.200 $1.25 0.600 NI $1. Baik Prob.000 Pajak (40%) 800 1.000 $4.50 0.800 $2.000 $3.000 $4.400 .25 EBIT $2.Perusahaan U: tanpa hutang Kondisi Ekonomi Buruk Rata-rata.200 1.000 $3.

50 0. .200 1.000 buga 1.25 EBIT* $2.000 $3.680 *sama seperti perusahaan U.200 EBT $ 800 $1. Good Prob.000 $4.080 $1.* 0.Firm L: (memiliki Hutang) Leveraged Kondisi Ekonomi Bad Avg.200 1.120 NI $ 480 $1.800 $2.25 0.800 Pajak (40%) 320 720 1.

8% TIE= (EBIT/bunga) 1.Firm U Buruk Rerata.0% 12.0% 9.0% ROI* 6.0% 15.0% 12.0% 9.8% 10.0% ROI* 8.0% 20. Good BEP=( 10.0% 15.5x 3.7x 2.8% 16.3x *ROI = (NI + Interest)/Total financing.4% 11.0% 20.4% 14. Baik BEP 10.0% TIE Firm L Bad Avg. 8 EBIT/TA) NI/TE) 8 8 .4% ROE=( 4.0% ROE 6.

Ukuran Profitabilitas: E(BEP) E(ROI) E(ROE) Ukuran risiko: U 15.0% L 15.8% ROE CVROE E(TIE) 8 2.4% 10.39 2.0% 9.24% 0.24 4.0% 11.12% 0.0% 9.5x .

karena adanya tax saving • Besarnya tax saving(penghematan pajak) = taxes rate*interest expenses. • Perusahaan dengan hutang (Firm’sL) memiliki ROE dan EPS yang lebih tinggi sebab adanya beban bunga pada kondisi ekonomi baik..Kesimpulan • Basic earning power = BEP = EBIT/Total assets yang tidak dipengaruhi oleh leverage. (More..) . • ROE dan ROI perusahaan L > ROE dan ROI u.

Teori Struktur Modal • 1.Teori Signaling (Signaling theory) • 4.(Teori trade off atau Trade-off theory) • 3.(Teori MM atau MM theory) – Tidak ada pajak – Pajak Perusahaan – Pajak Individu dan perusahaan • 2. Pendanaan Hutang sebagai kendala manajerial (Debt financing as a managerial constraint) .

• Oleh karena itu. • Oleh karenanya. . menurut MM teori setiap peningkatan ROE akan secara tepat ditutup oleh peningkatan risiko. dalam kondisi set asumsi yang sangat ketat. nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh baiuran pendanaan. struktur modal tidak relevan.MM (Modgliani dan Miller) Theory: Tanpa pajak • Menurut MM teori.

• Perusahaan seharusnya menggunakan hampir mendekati 100% pemenuhan kebutuhan pendanaan melalui hutang untuk memaksimumkan nilai perusahaan. • Dengan adanya pajak perusahaan. . maka perusahaan yang menggunakan hutang lebih menguntungkan dari pada menggunakan modal sendiri.MM Theory: Ada ajak Perusahaan (Corporate Taxes) • Ketika ada pajak. manfaat leverage finansial diatas risikonya oleh karenanya akan lebih banyak lagi aliran EBIT masuk pada para invetsor.

. • Perusahaan seharusnya tetap menggunakan 100% debt. – Pajak personal menguntungkan dengan pengugunaan equity financing.Teori MM (MM Theory): Ketika ada pajak perusahaan dan pribadi. • Pajak personal lebih kecil dari pajak perusahaan: – Pajak perusahaan menguntungkan bagi debt financing.

T)(D/E)) • Dimana bL = beta untuk perusahaan yg menggunakan hutang (bL = ) • Dalam prakteknya D/E diukur dengan nilai buku hutang terhadap modal sendiri. • bU beta bagi perusahaan tidak berutang (the unlevered beta) • bL = bU(1 + (1 .Persamaan Hamada (Hamada’s Equation) • MM theory menjelaskan bahwa beta berubaha sehubungan dengan adanya leverage. .

Pendanaan Hutang sebagai sebuah kendala Manajerial
• Dalam teori keagenan, manajer memungkinkan menggunakan dana perusahaan untuk hal-hal diluar kepentingan langsung perusahaan (non-value maximizing purposes). • Tujuan dari penggunaan leverage finansial: : – Mengikat aliran kas bebas (Bonds ―free cash flow.‖) – Mendorong disiplin para manajer (Forces discipline on managers). • Namun demikian, pilihan tersebut telah meningkatkan risiko kesulitan keuangan (increases risk of financial distress).

Teori Trade off (Trade-off Theory)

• MM theory mengabaikan kemungkinan kebangkrutan
dan kesulitan keuangan (financial distress), yang mana peningkatannya proporsional dengan leverage yang digunakan makin banyak berarti makin tinggi risikonya. • Pada tk leverage rendah benefit pajak > biaya kebangkrutan • Pada tk leverage tinngibiaya kebangkrutan >, manfaat pajak • Jadi: Struktur modal optimal merupakan keseimbangan diantara biaya dan manfaat yang timbul.

COSTS OF FINANCIAL DISTRESS REDUCE THE OPTIMAL DEBT RATIO
Firm Value

PV Tax Shield
PV Costs Of Distress Value of levered firm

Value If All Equity Financed

Optimum

Debt Ratio
D/E

Teori Signal (Signaling Theory)
• MM Teori mengasumsikan bahwa para investor dan manajer memiliki informasi yang sama. • Akan tetapi, Manajer seringkali memiliki informasi yang lebih baik, oleh karenanya mungkin: menjual saham jika overvalued. Menjual Obligasi jika saham undervalued. • Para investor / pasar sebenarnya memahami akan hal ini, oleh karena itu mereka memandang penjualan saham sebagai signal negatif. • Jadi, apa implikasinya bagi manajer ? (Implications for managers) ?

Konsep Biaya Modal
Prof Dr H. Tb Hasannudin, Drs., MSc AP

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5 DISTRIBUSI EARNINGS PADA PEMILIK: KEBIJAKAN DIVIDEN dan PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PERUSAHAAN • • • • Teori dan Preferensi Investor Signaling effects Model Residual (Residual model) Rencana Investasi Kembali Dividen (Dividend reinvestment plans) • Dividend saham dan pemecahan saham (Stock dividends and stock splits) • Pembelian Kembali Saham Perushanaan (Stock repurchases) .

Apakah perusahaan mengumumkan mengenai kebijakan dividen ini . Frekuensi pembayaran? 4.Apakah Yg dimaksud Kebijakan Dividen‖? • Merupakan keputusan untuk membayar earning bagi para pemilik dan menahan kembali dan menginvestasikannya pada perusahaan. Stabil datau tidak? 3. oleh karena itu keputusan ini terkait pada: 1. rendah atau tingginya rasio pembayaran? 2.

• Preferensi Pajak: Investors menyukai rasio pembayaran rendah . • Bird-in-the-hand: Investor menyukai rasio pembayaran yg tinggi.Apakah Investor Menyukai pembayaran dividen tinggi atau rendah ? Ada 3 teori dasar • Dividend tidak relevan: Investors don’t care about payout.

maka mereka dapat menggunakan dividen u/ membeli saham. . Jika tdk menghendaki kas. • Teori ini didasarkan pada asumsi yang tidak realsitik (no taxes or brokerage costs). oleh karena itu membuthkan tes empiris. mereka dapat menjual saham. • Modigliani-Miller mendukung irelavan .Teori Dividen irelevan (Dividend Irrelevance Theory) • Investor memiliki preferensi berbeda antara dividen dan laba ditahan—u/dapat menghasilkan capital gain.

high P0. Investor membayar dividen akan memberikan nilai perusahaan yang makin tinggi. hence they like dividends. . • Jika begitu.Bird-in-the-Hand Theory • Investors berpikir bahwa dividen lebih kecil risikonya dari pada potesi capital gains masa depan.

Preferensi Pajak (Tax Preference Theory) • Laba ditahan mengarah pada capital gains.) . yang dikenai pajak relatif rendah dari pada dividen • Hal ini menyebabkan investor menyukai perusahaan dengan payout rendah (a high payout results in a low P0.

mana yag tepat ??? .Implikasi ke-3 terhadap para manajer Theory Irrelevance Bird-in-the-hand Tax preference Implication Any payout OK Set high payout Set low payout Namun demikian.

Kemungkinan pengaruhnya terhadap harga saham (Possible Stock Price Effects) Harga Saham ($) Bird-in-Hand 40 30 Indifference 20 Tax preference 10 0 50% 100% Rasio pembayaran .

Pengaruh Terhadap biaya Ekuitas (Possible Cost of Equity Effects) Biaya Ekuitas (%) Tax Preference 20 15 Indifference 10 Bird-in-Hand 0 50% 100% Rasio Pembayaran .

Teori mana yang Paling Tepat (Which theory is most correct ?) • Tes Empirispun tidak mampu menentukkan teori mana yang relatif tepat • Para manajer menggunakan judgment ketika menentukan kebijakan dividen. .

mereka relatif meyukai untuk memberikan dividen relatif stabil. Sementara investor memandang peningkatan dividen sebagai signal management’s view of the future. hal ini merepresentasikan ekspektasi masa depan perusahaan . harga saham meningkat ketika dividen juga meningkat .Apakah yang dimaksud hipotesis ―kandungan informasi‖ dan Signaling ? • Manajer tidak menyukai memotong dividen. • Oleh karena itu. meskipun tidak meningkatkan dividen.

• Kebijakan dividen masa lalu menentukan kelompok invetor saat ini . menyukai kebijakan dividend yang berbeda. atau kelompok (clienteles).Apakah yang dimaksud kelompok yang berpengaruh (What’s the “clientele effect”)? • Kelompok investor yang berbeda.

) . oleh karena itu akan mampu meminimumkan biaya rata-rata tertimbang (This policy minimizes flotation and equity signaling costs.Apakah Model Kebijakan Dividen Residual (What’s the “residual dividend model‖?) • Mengkalkulasi laba ditahan yang dibutuhkan untuk anggaran modal. sehingga menyisakan relatif kecil earnings sebagai dividen (Pay out any leftover earnings (the residual) as dividends. hence minimizes the WACC. • Kebijakan ini meminimalisasi biaya signal ekuitas dan flotasi. • Memenuhi kebutuhan modal.

.Menggunakan Model Residual untuk Menghitung Dividen yang dibayarkan (Using the Residual Model to Calculate Dividends Paid) Net Dividends = – income Target equity ratio Total capital budget [( )( )] .

60% equity.Data for SSC (Contoh) • Anggaran Modal : Rp. • Target Struktur modal: 40% debt. 600.000. • Berapa banyak keuntungan bersih (Rp. 800. (Leverage Ratio =40%) • Net income yang diproyeksikan: $600.000.000) seharusnya dibayarkan sebagai dividen ? . Given.

600.000 net income.6($800.000) = $320.] Dengan Rp.4($800.000 .000 didanai oleh modal sendiri u/menjaga target struktur modal.000 = 0. Jadi DPO = 20% .000 merupakan kas yg digunakan u/membayar dividen = Rasio pembayaran (Payout ratio) Rp.000/Rp.000 dipenuhi dari debt. maka residualnya = Rp.120.000) = $480.20 = 20%. 600.000 = 0.= Anggaran Modal Rp. atau sebesar [0.000 = Rp. 600.$480. 120. 800.

Bagaimana kalau adanya penurunan NI menjadi Rp. 400.000.320. 800. sehingga Dividends = 0. 320.400.000? • NI = Rp.800.000. 800.000 modal sendiri.000 apakah berpengaruh thd dividend ? Juga bagaimana kalau meningkat menjadi Rp. 480.000: • Dividends = Rp.480.000 – Rp.800. • NI = Rp.000 = 40%.000/Rp. 400. • Payout = Rp.000 = Rp.000: perlu Rp. . oleh karenanya harus menahan dana sebesar Rp.

akan mengarah pada rendahnya rasio pembayaran dividen. • Makin baik peluang investasi. oleh karenanya akan meningkatkan rasio pembayaran dividen. .Bagaimana suatu perubahan dalam peluang investasi berpengaruh terhadap dividen dalam kondisi kebijakan atau model residual ? • Terdapat relatif sedikit investasi akan mengarah pada makin kecilnya anggaran modal.

ketika adanya penentuan target pembayaran dividend tertentu. dan tidak memberikan perhatian yang kuat terhadap kelompok tertentu. meningkatkan risiko. • Kelemahan (Disadvantages): memberikan hasil yang beragam dalam masalah dividen. tanpa harus dilakukan secara kaku. • Kesimpulannya (Conclusion): Mempertimbangkan model kebijakan residual.Kelemahan dan keunggulan Model Kebijakan dividen residual • Kelebihan (Advantages): Meminimalisasi biaya flotasi dan Penerbitan saham baru. ha l ini mendorong munculnya signal konflik. .

memperoleh lebih banyak saham dari pada uang kas.Apakah yang dimaksud DRIPs (―dividend reinvestment plan) ? • Pemilik saham dapat secara otomatis menginvestasikan kembali dividennya dalam saham umum perusahaan. There are two types of plans: – Pasar terbuka (Open market) – Saham baru (New stock) .

• Meentukan target rasio pembayaran berdasarkan model residual. dan menjaga tingkat pertumbuhan tersebut kalau memungkinkan. jia dibutuhkan perlu adanya variasi Struktur Modal.Penentuan Kebijakan Dividen • Peramalan mengenai kebutuhan modal membutuhkan perencanaan denganhorizon waktu lebih dari 5 tahun. . • Menentukan target Struktur modal • Mengestimasi kebutuhan modal sendiri tahunan (Estimate annual equity needs). sejumlah tingkat pertumbuhan dividen muncul. • Secara umum.

.06 67.00 67.91 51. S.29 13.70 38.09 n/a 24.35 *None of the internet companies included in the Value Line Investment Survey paid a dividend.96 55.Rasio Pembayaran Dividen untuk sejumlah industri terpilih Industry Banking Computer Software Services Drug Electric Utilities (Eastern U.) Internet Semiconductors Steel Tobacco Water utilities Payout ratio 38.

. • Untuk membuat perubahan struktur modal yang cukup signifikan. Alasan Pembelian Kembali Saham: • Sebagai alernatif untuk mendistribusikan kas sbg dividen • Untuk mendapatkan kas suatu waktu tertentu dari padamelakukan penjualan aktiva.Pembelian Kembali Saham Milik Perusahaan (Stock Repurchases) Repurchases: Buying own stock back from stockholders.

• Pembelian saham perusahaan dapat digunakan sebagai takeover atau menjual kembali u/meningkatkan kas yang dibutuhkan. • Para pemegang saham menganggap sebagai signal positif--.manajemen berpikir nahwa saham undervalued.Advantages of Repurchases • Pemilik saham dapat melakukan penawaran pada harga tertentu atau tidak • Membantu menghindari penetapan dividen tinggi yang pada masa depan sulit untuk dipertahankan. . • Pendapatan yang diterima sebagai capital gains dari pada dividen yang dinai tarif pajak yang lebih tinggi.

. Sehingga banyak yang memperlakukannya sebagai sesautu yg tidak fair. • Firm may have to bid up price to complete purchase.Kelemahan Pembelian Kembali saham (Disadvantages of Repurchases) • Dipandang sebagai signal negatif ( perusahaan memiliki peluang investasi yang rendah). thus paying too much for its own stock. • Penjualan saham oleh pemilik (Selling stockholders) tidak terinformasikan secara lebih baik.

Stock Splits) • Stock dividend: Perusahaan menerbitkan saham baru sebagai kompensasi pembayaran dividen.Dividen Saham vs Pemecahan Saham (Stock Dividends vs.1 Sends shareholders more shares. • Stock split: Perusahaan meningkatkan jumlah saham yang beredar. misalnya split factor 2. memperoleh 10 lembar untuk setiap 100 saham yang dimiliki. misalnya jika 10%. .

splits/stock dividends akan mampu mengarah pada ―optimal price range. Namun demikian. Pada sisi lain. harga saham turun sebagai akibat tidak berubahnya kesejahteraan pemilik. stock dividend atau split diikuti oleh informasi. meningkatkan jumlah saham beredar. atau diikuti oleh even lainnya seperti meningkatnya dividen. tapi dengan porsi kueh yang relatif lebih kecil.Baik pemecahan saham maupun dividen saham. Meskipun demikian.” .

Kapan seharusnya Perusahaan mempertimbangkan Pemecahan Saham? • Ada keyakinan yang luas.) . bahwa di pasar modal terdapat rentang harga optimal (optimal price range) misalnya $20 sd $80. • Pemecahan saham (Stock splits) dapat digunakan untuk menjaga harga saham tetap dalam rentang harga optimal. sehingga seharusnya diinterpretasikan sebagai signal positif (positive signals. • Pemecahan saham (Stock splits) umumnya terjadi ketika manajemen dalam posisi confident.

Bab 5 Analisis Laporan Keuangan © 2001 Prentice-Hall. M..Si . SE. Fundamentals of Financial Management. Inc. 11/e Jaja Suteja.

Analisis Laporan Keuangan • • • • • Laporan Keuangan Kerangka Kerja Analisis Analisis Rasio Analisis Trend Common-Size dan Analisis Indeks .

CIF JK Panjang & Kesehatan Perusahaan. • Pemegang Obligasi -.Lebih memfokuskan pada CIF Jk Panjang • Pemegang Saham -.Lebih memfokuskan pada profitabilitas.Pengguna Hasil Analisis • Kreditur Dagang – Lebih memfokuskan pada likuiditas . .

Pengguna Internal Analisis Laporan Keuangan • Perencana -. • Pengawas -.Lebih memfokuskan pada penilaian posisi keuangan saat ini dan evaluasi peluang potensial perusahaan . .Lebih memfokuskan pada ROI untuk beragam asset dan efisiesni asset.

.Bentuk Dasar Laporan Keuangan Neraca  Sebuah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total assets = total liabilities + owners’ equity . Laporan Laba Rugi – A Sebuah ringkasan mengenai pendapatan dan biaya-biaya selama periode tertentu yang menggambarkan apakah perusahaan dalam posisi untung atau rugi.

Posisi aset pd tanggal tertentu. . Ak pengurangan atas penggunaan aset tetap. Jml Aktiva tetap. Jumlah hutang para pelanggan d. ABC (000) PER .c 394 Persediaan 696 Biaya dibayar dimuka d 5 AK Pajak dibayar 10 Aktiva Lancare $ 1. ABC (Dilihat dari sisi Asset ) NERACA PT. Apa yg dimiliki perusahaan. Biaya dimuka yg siap dibayar. 2003a Kas. b. c.195 Aktiva Tetap (@Cost)f 1030 Dik: Ak. Aktiva lancar. g. $ 90 Piutang Usaha. e. 31 Desember .Penyusutang (329) Aktiva Tetap Bersih $ 701 Investasi 50 Aset lainya 223 Total Assets b $2.169 a.NERACA PT. f.

169 a. d. Kewajiban pada pemasok perusahaan.Apa yg menjadi utang perusahaan dan posisi kepemilikan usaha. 2003 Wesel Bayar $ 290 Utang Dagangc 94 Pajak Yg Msh hrs dibyr d 16 Utang yg hrs dibyr lainya. d 100 Utang Lancar. . e $ 500 Utang Jk Panjangf 530 Modal sendiri pemilik Saham Biasa ($1 par) g 200 Tambahan Dlm Modalg 729 Laba Ditahan h 210 Total MS $1. Upah dan gaji yang masih hrs diabayar.139 Total Utang & MSa. ABC (Sisi Utang) NERACA PT. f.b $2. e. Investasi milik perusahan sendiri. c. b. ABC (000) Per 31 Desember. Utang usaha < 1 thn. Aktiva = Utang + MS. Utang > 1 thn. h.NERACA PT. g. Earnings reinvested.

Jumlah yang siap diterima oleh pemilik perusahaan.599 Laba Kotor $ 612 Biaya Adm umumc 402 EBITd $ 210 Biaya bungae 59 EBT f $ 151 Pajak Pendapatan 60 EATg $ 91 Dividen kas 38 Laba ditahan $ 53 a. Pendapatan operasi Biaya dana pinjaman. g. ABC (000) per 31 Desember 2003 a Penjualan Bersih $ 2. iklan adminstrasi kantor dll. c. Biaya penjualan. Mengukur kemapuan b.211 Harga Pokok Penjb 1.LAPORAN LABA RUGI PT. Pendapatan Kena pajak. ABC LAPORAN PENDAPATAN PT. f. e. d. Yang diterima atau akan diterima dr pelanggan. . perusahan untuk memperoleh keuntungan.

KERANGKA KERJA ANALISIS FINASIAL Komponen Trend / Musiman Berapa besar dana yang akan diperlukan dimasa yang akan datang ? 1. Analsis Kebutuhan Dana Perusahaan Apakah ada komponen yang bersifat musiman? Alat Analisis yang digunakan Laporan Sumber & Penggunaan Dana Laporan Aliran kas dan Anggaran Kas .

Individual Sepanjang waktu Secara Kombinasi Secara Perbandingan . 3. Analisis Kondisi Finansial Profitabilitas Perusahaan Rasio Keuangan 1. Analisis Kebutuhan dana perusahaan 2. 2.Kerangka Kerja Analisis Finansial Kesehatan Sebuah Perusahaan 1. 4.

Analisis Risiko Bisnis Perusahaan Contoh: Volatilitas penjualan Volatilitas biaya dll . 2. Analysis of the financial condition and profitability of the firm. 3. 1. Analysis of the funds needs of the firm.Kerangka Kerja Analsis Fiansial Risiko Bisnis terkait pada risiko inheren dalam operasi perusahaan.

Analisis Kondisi Keuangan dana dan Profitabilitas perusahaan Yang .Kerangka Analisis Finansial Seorang manajer keuangan hrs mempertimbangk an ketiga faktor tersebut ketika menentukan kebutuhan pendanaan Perusahaan 1. Penentuan 2. dibutuhkan 3. perusahaan. Analisis Dana yang dibutuhkan perusahaan. Analisis Risiko Bisnis Oleh perusahaan. .

Analisis Risiko Bisnis. Negosiasi Dengan Pemasok Atau penyedia dana. Penentuan pendanaan perusahaan. 2. Analisis Kebutuhan dana perusahaan. Analisis kondisi keuangan dan profitabilitas perusahaan. 3. .Kerangka Kerja Analisis Keuangan 1.

Penggunaan analisis rasio Jenis jenis Perbandingan:  Perbandingan internal  Perbandingan Eksternal Rasio Keuangan merupakan indeks yang terkait pada dua jenis angka akuntansi yang diperoleh dengan membagi satu dengan yang lainnya. .

Contoh : PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Dan juga Rasio Keuangan Industri . GOLDEN MISSISSIPI PT.Perbandingan Eksternal dan Sumber rasio Industri Hal ini melibatkan perbandingan rasio dari satu perusahaan dengan perusahaan sejenis lainnya atau dengan rata-rata kinerja industri.

Current Ratio [CR] Aktiva lancar Utang lancar PT. 2003 $1.1. Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup hutang jk pendeknya dengan aktiva lancar a. ABC perDesember.39 $500 .195 = 2.

91 Industry 2. ABC 2.01 Rationya lebih kuat dari rata-rata industri.26 1. .09 2.15 2.Perbandingan rasio likuiditas Current Ratio Year 2003 2002 2001 PT.39 2.

$696 = 1.195 .00 $500 .Persediaan Utang Lancar For PT. 2003 $1. b.Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menutup utang lancarnya dengan aset yang paling likuid. Acid-Test (Quick) rasio cepat Aktiva lancar .ABC Per 31 Desember.

25 1.25 Rasionya lebih lemah dari rata-rata industri. .04 1. ABC 1.Perbandingan Rasio likuiditas Rasio Cepat Year 2003 2002 2001 PT.23 1.11 Industry 1.00 1.

Ringkasan perbandingan rasio likuiditas Ratio PT.25 • Rasio saat ini (CR) kuat dan lemah pada Rasio cepat (Quick) menunjukkan adanya masalah potensial dalam jumlah persediaan. • Catatan . dalam industri ini memiliki tingkat persediaan barang yang relatif tinggi.00 1.39 2.ABC Industry Current 2.15 Acid-Test 1. .

Analisis Perbandingan CR dan Trend Trend Analysis of Current Ratio 2.3 2.5 Ratio Value 2.1 1.5 2001 2002 Analysis Year 2003 .7 1.9 1.

ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .8 0.5 Ratio Value 1.Analisis Perbandingan Rasio Cepat Trend Analysis of Acid-Test Ratio 1.5 2001 PT.0 0.3 1.

• Rasio Lancar industry meningkat secara perlahan.Ringkasan Analisis Trend Likuiditas  Rasio Lancar (CR) PT.ABC telah meningkat. pada waktu bersama rasio cepat mengalami penurunan. sementara rasio cepatnya relatif stabil.ABC. • Hal ini menunjukkan bahwa persediaan merupakan masalah serius bagi PT. .

139 Menunjukkan perluasan usaha yang didanai oleh utang.Utang Thd Modal sendiri (DER) Total Utang Total Modal sendiri PT.90 $1. ABC per 31 Desember . Rasio Leverage Keuangan Rasio Neraca Rasio Leverage Finansial a. 2003 $1. .2.030 = .

.89 PT.81 Industry .90 . ABC memiliki rata-rata penggunaan utang relative thd rerata industri.88 .90 .Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang Thd Modal Sendiri Year 2003 2002 2001 PT.90 .ABC .

Rasio Leverage Finasial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan persentase kekayaan perusahaan yang didanai dari Utang b.030 = . 2003 $1.47 $2. DAR (Debt to Assets Ratio) Utang Thd Total Aktiva Total Utang Total Aktiva PT.ABC Per 31 Desember .169 .

47 .ABC .Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang thd total Aktiva Year 2003 2002 2001 PT.47 .47 PT.45 Industry .47 .47 . ABC memiliki rata-rata utilisasi utang relative thd rata-rata industri. .

ABC Per 31 Desember. LT-Debt + Equity) Total Utang Total Kapitalisasi PT.e.Rasio Leverage Finansial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan kepentingan relative utang jk panjang thd pendanaan jk panjang perusahaan c.62 $1.030 = . Total Kapitalisasi (i. 2003 $1..669 .

60 .62 .Perbandingan Rasio Leverage Finansial Total Rasio Kapitalisasi Year 2003 2002 2001 PT. ABC memiliki rata-rata utilisasi utang jk panjang relative thd rata-rata industri .67 .62 .61 . PT.62 . ABC Industry .

Penutupan Beban bunga EBIT Beban bunga Rasio Penutupan Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup beban bunga . ABC per 31 Desember.56 $59 .Rasio Pembayaran beban bunga Rasio Laba rugi d. 2003 $210 = 3. PT.

19 5.35 10. ABC memiliki rata-rata penutupan beban bunga relative dibawah industri .Perbandingan Rasio Penutupan Beban Bunga Rasio Penutupan Beban Bunga Year 2003 2002 2001 PT. .02 4.66 PT. ABC 3.30 Industry 5.56 4.

0 9.Perbandingan Analisis Trend – RAsio Penutupan Trend Analysis of Interest Coverage Ratio 11.0 7.0 2001 PT. ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .0 5.0 3.

• Hal ini menunjukan bahwa earning yang rendah (low earnings) atau (EBIT) merupakan masalah potensial bagi PT. ABC. ABC telah mengalami penurunan sejak 2001. kita tahu bahwa tingkat utang masih dalam batasan rata-rata industri.Ringkasan Analisis Trend Penutupan  Rasio penutupan PT. dan mengalami penurunan dibawah rata-rata industri sejak 2 than lalu. . • Catatan.

Perputaran Piutang (Asumsi semua penjualan secara kredit) Penjualan kredit bersih tahunan Piutang Dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan kualitas piutang dan bagaimana keberhasilan perusahaan dalam Pengumpulannya PT. ABC per-31 Desember.61 $394 .Rasio Aktivitas Rasio neraca/ laba rugi a. 2003 $2.211 = 5.

Rata-rata Periode Pengumpulan Hari dalam satu tahun Perputaran Piutang Rasio Aktivitas Jumlah rata-rata hari dimana piutang beredar di pelanggan (or RT in days) PT. ABC per 31 Desember.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. 2003 365 5.61 = 65 days .

6 Industry 65. ABC 65. ABC telah menunjukkan perbaikan dari Rata-rata industri.0 71.2 PT.7 66.1 83.3 69. .Perbandingan Rasio Aktivitas Periode Pengumpulan rata-rata Year 2003 2002 2001 PT.

Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Labac. 2003 $1551 = 16.Perputaran Utang (PT) (Assume annual credit purchases = $1.551.5 $94 . ABC per.31 Desember.) Pembelian kredit tahunan Utang dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan percepatan pembayaran thd pemasok perusahaan . PT.

PT dalam hari Hari dalam satu tahun Perputaran utang PT. ABC per 31 Desember. 2003 365 16.1 days Jumlah hari rata-rata utang beredar di pelanggan .5 = 22.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laporan LabaRugi Rasio Aktivitas d.

4 51. ABC telah meningkat perputaran utangnya dlm hari .Perbandingan Rasio Aktivitas Perputaran Utang dalam hari Year 2003 2002 2001 PT. Apakah hal ini baik ? .7 25.5 PT.5 48.1 46. ABC Industry 22.1 43.

Perputaran Persediaan Harga pokok penjualan Persediaan Rasio aktivitas PT.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba Rugi e.30 $696 Menunjukkan efektifitas praktek manajemen persediaan perusahaan. 2003 $1. .599 = 2. ABC Per – 31 Desember.

44 2. . ABC memiliki rasio perputaran persediaan yang kurang baik. AB 2.45 3.69 PT.Perbandingan Rasio AKtivitas Rasio Perputaran persediaan Year 2003 2002 2001 PT.76 3.64 Industry 3.30 2.

0 3.0 2.5 3.Rasio Perputaran PersediaanAnalisis Perbandingan Trend Analysis of Inventory Turnover Ratio 4.0 2001 PT.ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .5 2.

$2.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi f.169 .211 = 1.02 $2. ABC per 31 Desember. 2003 Rasio aktivitas Menunjukkan efektifitas Perusahaan Secara keseluruhan dalam memanfaatkan aktiva-nya untuk menghasilkan penjualan. Total perputaran aktiva Penjualan kredit Total aktiva PT.

01 Industry 1.17 1.14 1. ABC memiliki rasio perputaran aset yang lemah engapa rasio tersebut lemah? .13 .02 1. ABc 1.Perbandingan RAsio Aktivitas Rasio Perputaran aktiva Year 2003 2002 2001 PT.03 1.

Gross Profit Margin Gross Profit Net Sales For PT.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi a.211 Rasio Profitabilitas Menunjukkan efisiensi operasi dan kebijakan penentuan harga . 2003 $612 = . ABC December 31.277 $2. .

ABC Industry 27.6 PT.7% 31.3 27. ABC memiliki GPM yang lemah .8 31.7 30.Perbandingan Rasio Profitabilitas Gross Profit Margin [GPM] Year 2003 2002 2001 PT.1% 28.

5 30.0 2001 PT.Perbandingan Analisis Trend GPM Trend Analysis of Gross Profit Margin 35.0 Ratio Value (%) 32.0 27.5 25. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .

Net Profit Margin Net Profit after Taxes Net Sales For PT.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. Rasio profitabilitas . ABC December 31.211 dan pajak. 2003 Menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah $91 = .041 memperhitungkan biaya $2.

1 7.1% 4.9 9. ABc 4.Perbandingan RAsio Profitabilitas Net Profit Margin Year 2003 2002 2001 PT. ABC memiliki NPM yang lemah .6 PT.2% 8.0 Industry 8.

Perbandingan Analisis Trend – NPM (Net Profit Margin) Trend Analysis of Net Profit Margin 10 Ratio Value (%) 9 8 7 6 5 4 2001 2002 Analysis Year 2003 PT. ABC Industry .

160 .042 $2.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi c. Return on Investment Net Profit after Taxes Total Assets For PT. ABC December 31. 2003 Rasio Profitabilitas Menunjukkan profitabilitas aset perusahaan (setelah pajak dan biaya-biaya) $91 = .

2% 5. ABC Industry 4.8% 9.Perbandingan Rasio Profitabilitas Return on Investment Year 2003 2002 2001 PT.1 9.0 9. ABC memiliki ROI yang lemah .1 10.8 PT.

ROI Trend Analysis of Return on Investment 12 Ratio Value (%) 10 8 6 4 2001 PT.Perbandingan Analisis Trend. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .

Rasio Profitabiltas Rasio Neraca/ Laba rugi d. Return on Equity(ROE) Net Profit after Taxes Shareholders’ Equity Rasio Profitabilitas Menunjukan profitabilitas bagi pemegang saham perusahaan (setelah biaya-biaya dan pajak) For PT. ABC December 31.08 $1.139 . 2003 $91 = .

4 PT. ABC memiliki ROE yang kurang baik .Perbandingan Rasio profitabilitas Return on Equity [ROE] Year 2003 2002 2001 PT.4 16.9% 17.2 20.0% 9. ABC 8.6 Industry 17.

ROE Trend Analysis of Return on Equity 21.0 10.5 7.0 Ratio Value (%) 17.5 14.Perbandingan Analisis Trend. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .0 2001 PT.

02 = .17 = .041 x 1.2% ROIIndustry = .042 or 4.082 x 1.098 or 9.8% .ROI dengan Pendekatan Du-Pont System Earning Power = Sales profitability X Asset efficiency ROI = Net profit margin X Total asset turnover ROI2003 = .

082 x 1.02 x 1.17 x 1.080 ROEIndustry = .041 x 1.88 = .90 = .Return on Equity and the Du Pont Approach Return On Equity = Net profit margin X Total asset turnover X Equity Multiplier Total Assets Equity Multiplier = Shareholders’ Equity ROE2003 = .179 .

hasil ini konsisten dengan rasio kecukupan/penutupan biaya bunga yang rendah. ABC. • Hal ini menunjukkan COGS dan biaya administrasi boleh jadi cukup mahal dan menjadi masalah utama bagi PT.Ringkasan Analsis Trend Profitabilitas • Rasio Profitabilitas PT. setiap sub indiaktor menunjukkan angka dibawah rata-rata industri selama 3 thn terakhir. • Catatan. ABC mengalamim penurunan sejak 2001. .

• Mungkin pembayaran terhadap kreditur terlalu cepat. .Ringkasan Analisis Rasio • Tingkat persediaan cukup tinggi. • COGS terlalu mahal • Biaya penjualan. umum dan administrasi juga terlalu mahal.

.Common-size Analysis An analysis of percentage financial statements where all balance sheet items are divided by total assets and all income statement items are divided by net sales or revenues.

17 32.044 2003 90 394 696 15 1.68 55.91 100.15 18.87 2.10 23.0 2003 4.31 10.06 30.28 100.PT.223 2002 100 410 616 14 1.82 62.69 55.195 701 50 223 2.14 26.0 .09 32.0 2002 4.140 631 50 223 2.45 10.00 9.32 2.54 0.14 0.77 30.33 0.39 28.89 20.08 100. ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1.169 Common-Size (%) 2001 12.09 0.

71 22.62 1.169 Common-Size (%) 2001 23.13 100.044 2003 290 94 16 100 500 530 1.139 2.33 0.89 24.37 4.51 100.44 52.60 0.06 1.26 55.086 2.0 2003 13.43 4.16 53.0 2002 14.0 . ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1.223 2002 295 94 16 100 505 453 1.61 23.62 12.11 100.PT.74 4.23 32.05 24.78 4.71 6.

1 4.6 15.7 18.4 2003 100.0 2002 100.0 68.PT.7 6.3 .501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2.8 4.3 14.5 2.0 72.599 612 402 210 59 151 91 50 Common-Size (%) 2001 100.235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2.2 10.7 18.6 16.5 2.1 2. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1.1 9.1 4.2 9.3 28.4 8.3 27.7 31.9 2.0 71.211 1. ABC’ Common Size Income Statements Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm.106 1.7 1.

Index Analyses An analysis of percentage financial statements where all balance sheet or income statement figures for a base year equal 100.0 (percent) and subsequent financial statement items are expressed as percentages of their values in the base year. .

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1,223 2002 100 410 616 14 1,140 631 50 223 2,044 2003 90 394 696 15 1,195 701 50 223 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 67.6 144.9 191.3 140.0 149.4 180.8 inf. 200.9 167.1 2003 60.8 139.2 216.1 150.0 156.6 200.9 inf. 200.9 177.4

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1,223 2002 295 94 16 100 505 453 1,086 2,044 2003 290 94 16 100 500 530 1,139 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 101.7 116.0 123.1 666.7 126.6 302.0 161.1 167.1 2003 100.0 116.0 123.1 666.7 125.3 353.3 169.0 177.4

PT. ABC’ Indexed Income Statements
Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1,235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2,106 1,501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2,211 1,599 612 402 210 59 151 91 50 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 170.5 176.8 156.7 212.8 107.8 255.0 91.9 92.0 100.0 2003 179.0 188.3 158.5 223.3 101.9 295.0 81.2 81.3 100.0

Penilaian Saham (Stock Valuation)

Jaja Suteja Kompleks Bogenville Estate H-2 Antapani Bandung 40291

Kuliah 7

Saham dan Pasar Modal (Stocks & Capital Market)
Pasar perdana (Primary Market) - Tempat dimana penjualan suatu saham perusahaan untuk pertamakalinya terjadi (Place where the sale of new stock first occurs). Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) – Penawaran saham pertamakalinya pada publik (First offering of stock to the general public). penjualan saham baru yang dilakukan setelah perusahaan terdaftar di Bursa Efek (Seasoned Issue - Sale of new shares by a firm that has already been through an IPO),

Stocks & Stock Market
Saham Biasa (Common Stock) – Kepemilikan saham di perusahaan publik (Ownership shares in a publicly held corporation.) Pasar Sekunder (Secondary Market) – Pasar sekunder. Pasar dimana sekuritas yang sudah diterbitkan diperdagangkan. (market in which already issued securities are traded by investors.)

Sahan dan Pasar saham (Stocks & Stock Market)
Dividend – Pembagian kas secara periodik dari perusahaan ke pemegang saham. (Periodic cash distribution from the firm to the shareholders.) Rasio Harga thd Earnings (P/E Ratio) - Price per share divided by earnings per share. (EPS) ------- mengindikasikan keberanian investor untuk menghargai setiap rupiah earnings dari saham tersebut

Common stock (biasa):  control.Penilaian Saham (Stock Valuation) Karakteristik Saham: 1.  dividen (tidak jaminan).  get paid last Nilai saham sama seperti finansial assets yang lainnya adalah present value dari aliran kas di masa yang akan datang . • get paid before common.  capital gain.Preferen stock: • fix. • no control. 1.

Dps Po = Kps P0 = Nilai saham preferen Dps = dividend saham preferen Kps = tingkat return yang disyaratkan pd saham preferen . maka penilaian saham preferen merupakan suatu perpetuitas.Penilaian Saham Preferen • Saham yg memberikan sejumlah dividen yang tetap jumlahnya dalam waktu yang tak terbatas • Karena saham preferen tidak mempunyai tanggal jatuh tempo.

Berapa nilai sekarang saham preferen? V=Dp/kps = 1500/0.28 . Tingkat return yang diinginkan investor adalah 14%.500 tiap tahun.14 = Rp 10.Penilaian Saham Preferen Contoh: Microsoft mempunyai saham preferen dengan dividen yang dibayarkan sebesar Rp1.714.

Penilaian saham Biasa (Valuing Common Stocks) Return Yg diharapkan Expected Return .The percentage yield that an investor forecasts from a specific investment over a set period of time. Sometimes called the holding period return (HPR). Div1  P 1P 0 Expected Return  r  P0 .

Valuing Common Stocks The formula can be broken into two parts. Dividend Yield + Capital Gain Div1 P1  P0 Expected Return  r   P0 P0 .

Contoh: PT.000 per lembar.5 % 8000 . Berapakah Expected return dr saham PT. Tahun depan diramalkan harga saham akan naik menjadi 10.XYZ? r = 3000 + 10000 – 8000 = 62.000 per lembar karena perusahaan baru saja memenangkan proyek besar dari pemerintah. XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.000. Harga saham PT ini sekarang adalah 8.

 0  1 2 (1  r ) (1  r ) (1  r ) H H .Time horizon for your investment.Penilaian Saham Biasa Dividend Discount Model (DDM) – Perhitungan harga saham sekarang yang menyatakan bahwa nilai saham sama dengan present value (PV) dari semua dividen yang diharapkan diterima di masa yang akan datang.. Div1 Div2 Div H  PH P  . ..

24 3. $3.48 PV    1 2 3 (1.00 3.24. Berapakah harga saham apabila diketahui 12% expected return? 3.Penilaian Saham Biasa Example Diramalkan bahwa PT.12 ) (1. kalian mengantisipasi menjual saham dengan harga pasar sebesar $94.12 ) PV  $75. Pada tahun ketiga. and $3.48.50 untuk 3 tahun yang akan datang.12 ) (1. XYZ akan membayar dividen sebesar $3.00 .50  94.

Penilaian Saham Biasa Dividen Bertumbuh Secara Konstan (Constant Growth Model) • Dividen tumbuh sesuai dengan tingkat pertumbuhan perusahaan • Model ini mengasumsikan bahwa dividen tumbuh pada suatu tingkat tertentu (g) / konstan • Model ini cocok untuk perusahaan yang mature dengan pertumbuhan yang stabil: D0 (1  g ) P0  (K s  g ) .

Rumus Dividen Bertumbuh Konstan D0 (1  g ) P0  (K s  g ) P0 = Harga saham D0 = Nilai dividen terakhir g = tingkat pertumbuhan perusahaan Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham tsb Model ini disebut Gordon model sesuai dgn nama penemunya Myron J Gordon .

82. Tingkat pertumbuhan perusahaan diperkirakan sebesar 10%.Contoh Constant Growth/ Gordon Model Dengan menggunakan Gordon Model. apabila diketahui dividen terakhir adalah Rp 1. Investor mensyaratkan return sebesar 16%. 33.82 (1  10 %) P0  (16 %  10 %) = Rp. berapa harga saham A? 1.33 . kita dapat menghitung harga saham A.

faster than economy. then match with economy’s growth.Penilaian Saham Biasa Dividen Tumbuh Secara Tidak Konstan (Nonconstant Growth Rate) • Umumnya. then slower than economy’s growth) . tingkat pertumbuhan dividen tidak konstan karena kebanyakan perusahaan2 mengalami life cyles (earlyfaster growth.

Menjumlahkan 2 dan 3 untuk mendapatkan P0 .Langkah2 Perhitungan Nonconstant Growth 1. Menghitung nilai saham pada periode pertumbuhan tidak konstan 4. Menentukan estimasi pertumbuhan dividen (g) 2. Menghitung present value dividen selama periode dimana dividen tumbuh tidak konstan 3.

Dividen terakhir yang dibagikan adalah Rp 200/ lembar. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak terhingga. Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 20% per tahun selama 2 tahun mendatang. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 18%. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? .Contoh Nonconstant Growth Perusahaan Hayo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi.

20)2 = 200 (1.5 P0 = 410.18)2 = 203.5 = 2.20) = 200 (1.23+ 1.20) = 240 D2 = D0 (1+0.39 + 206.05 ) P2   (18 %  5%) PVP2 = 2.84= 410.40  2.18)+288/(1+0.40  2.Jawab D1 = D0 (1+ 0.080.326 (18 %  5%) 288 (1  0.23 P2  D3 (K s  g ) P2  302.670. D2) = 240/(1+0.326P  D2 (1  0.18)2 = 1.73 .44) = 288 PV1 (D1.670.05 ) 2 (18%  5%) (18 %  5%) P2  302 .326/(1+0.

Dividen terakhir yang dibagikan adalah 1. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 16%.More Example 2. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? . Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 30% per tahun selama 3 tahun mendatang. Perusahaan Yahoo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya berbeda sesuai dgn pertumbuhan perusahaan. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 10% per tahun untuk selamanya.82/ lembar.

30)3 = 3.366 • D2 = 1.999/(1+0.82 (1+0.89 .070/(1+0.82 (1+0.82 • D1 = D0 ( 1+0.16) + 3.10) = 4.30) = 2.30 )2 = 3.Answer • D0 = 1.070 • D3 = 1.30 ) = 1.82 (1.16)3 = 6.D2.999 (1+0.999 • D4 = 3. D3) = = 2.36/(1+0.399 PV1 (D1.16)2 +3.

• P3 = D4 / Ks – g = 4.97 = 53.16 – 0.32 PVP3 = 73.86 .89 + 46.399/ 0.D3)+ PVP3 = 6.32 / (1+0.16)3 =46.10 = 73.97 Jadi harga saham P0 = PV (D1.D2.

No Free Lunches  Technical Analysts  Forecast stock prices based on the watching the fluctuations in historical prices .

pergerakan harga saham tersebut bersifat ACAK (Statistically speaking.Random Walk Theory • Ergerakan harga saham dari hari ke hari yang tidak mencerminkan pola-pola tertentu (The movement of stock prices from day to day DO NOT reflect any pattern). the movement of stock prices is random) . • Secara statistik.

• Biasanya warrant diterbitkan bersama obligasi.Pemanis sekuritas (Warrant) • Suatu opsi yg dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pd harga yang telah ditentukan. Sebagai bonus krn membeli obligasi • Sebagai pemanis/sweetener penerbitan obligasi .

Convertible Security Obligasi atau saham preferen yang dapat ditukarkan/dikonversikan menjadi saham biasa dalam waktu dan kondisi yang telah ditentukan. Berbeda dgn warrant. Utang/ obligasi atau saham preferen hanya digantikan dengan saham biasa di balance sheet ( neraca ) . pengkonversian tidak menambah dana tambahan bagi perusahaan.

• Setiap pemegang saham mempunyai satu right untuk setiap lembar saham yang dimiliki. .Right Issue • Para pemegang saham mempunyai hak option untuk membeli sejumlah saham baru. • Apabila pemegang saham tidak ingin membeli tambahan saham baru maka ia bisa menjual rights nya ke orang yang mau membel saham tersebut.

What is the value of a stock that expects to pay a $3 dividend next year.Tugas 1. Use Gordon Model 2. and then increase the dividend at a rate of 8% per year. what might the market be assuming about the growth in dividends? . indefinitely? Assume a 12% expected return. If the same stock is selling for $100 in the stock market.

Non Constant Growth Model 3. .5. Setelah itu perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan atau dividen akan menurun secara konstan 6% per tahun sampai waktu tak terhingga. Dividen terakhir yang baru saja dibayarkan kemarin adalah Rp 1. Sekarang adalah tanggal 1/1/1991. Hitunglah harga saham perusahaan tersebut hari ini. PT Aqua mengharapkan bahwa perusahaan akan mengalami kenaikan pendapatan 20% per tahun selama 5 tahun mendatang (petunjuk: kenaikan pendapatan = kenaikan dividen). Pemegang saham menginginkan keuntungan sebesar 10%.

. Dividen yg terakhir dibayar oleh PT Paper Mills adalah Rp 1. Jika pemegang saham menginginkan rate of return on stock sebesar 15%.75.4. Dividen diharpkan bertumbuh secara konstan 5% per tahun. hitung dividen yield dan capital gain yield selama setahun mendatang. Harga saham perusahaan tersebut saat ini adalah Rp 15.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful