URAIAN MATERI MANAJEMEN KEUANGAN NEGARA DOSEN : 1. Prof.Dr.H.Tb.Hasanuddin,M.Sc.,Ak.P. 2. Dr.Hj.Ellen Rusliati,SE.,MSIE. 3. Jaja Suteja,SE.,M.Si. SUMBER : 1.

Principles of Public Finance, Routledge & Keegan Paul Ltd,London, 2000 – Hugh Dalton. 2. Public , Prentice Hall, Twelve Edition, Otto Eckstein 1999. 3. Finance in Theory and Practice, Mc Grow Hill Book Coy, International Students Edition, 2000. Richard A Musgrove, Peggy B Musgrove. 4. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, BPPE, Yogjakarta. M. Suparmoko, Drs,MA.,Ph.D.

MANAJEMEN
FUNGSI ENTITAS DAN SUMBER DAYA

FUNGSI ENTITAS

SUMBER DAYA

G O O D G O V E R N M E N T

FUNGSI MANAJEMEN

HANKAM

KESRA

DIKJAR

SDM

KEU

FAS
EKONOMIS

PLANNING

ORGANIZING

ADIL & MAKMUR

EFISIENSI

LEADING / ACTUATING

CONTROLLING

EFEKTIVITAS

PAN CAS I LA

KEUANGAN NEGARA : I. PENDAHULUAN 1. Pemerintah dan Rumah Tangga : Perbedaan dalam cara berfikir : terdapat, rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi, pemerintah/negara, entitas luar negeri. Bertujuan memenuhi kebutuhan anggotanya. Pada pemerintah pengeluaran ditentukan oleh kegiatan. Pada rumah tangga lainnya oleh penerimaan. 2. Peranan pemerintah dalam perekonomian (kapitalis vs sosialis) 3. Kepincangan –kepincangan dalam mekanisme pasar (perlunya barang kolektif, biaya manfaat privat dan biaya manfaat sosial, adanya risiko besar, adanya sifat monopoli, adanya inflasi dan deflasi, perkembangan usaha, distribusi pendapatan tidak merata). 4. Eksternalitas (external benefit dan external cost) dan barang publik (non exclusion). 5. Macam kegiatan pemerintah (alokasi faktor produksi, redistribusi pendapatan, stabilisasi ekonomi, meningkatkanpertumbuhanekonomi)

II. PENGELUARAN PEMERINTAH 1. Meningkatnya kegiatan dan pengeluaran negara (adanya, perang, kenaikan penghasilan masyarakat, urbanisasi, perkembangan demokrasi, penggerak pembangunan) 2. Efisiensi dalam pengeluaran negara (keadilan, efisiensi ekonomi, kebapakan (paternalisme), kebebasan terkendali) 3. Kebijakan subsidi (subsidi BBM, gas, listrik dll) 4. Pengaruh subsidi barang dengan jumlah tertentu (mengurangi jumlah pembelian, tidak mengubah konsumsi total, konsumsi berlebihan, konsumsimenjadi terlalu rendah, 5. Klasifikasi pengeluaran pemerintah (investasi, kesejahteraan, penghematan pengeluaran uang yad, membuka peluang kerja dan meningkatkan daya beli.

III. ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA 1. Pengertian anggaran (pernyataan yang terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran negara yangdiharapkan dalam jangka waktu tertentu atau satu tahun) 2. Kebijakan anggaran : a. PerekonomianTertutup3 RT 1) APBN tak seimbang, 2) APBN seimbang ; b. PerekonomianTerbuka 3 RT+Perdagangan LN 3. Kebijakan anggaran pendapatan dan belanja negara pengalaman Indonesia PerekonomianTertutup (3RT) + Pinjaman L/D N . /GBHN/PELITA IV. ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT 1. Kriteria investasi 2. Macam manfaat dan biaya suatu proyek 3. Mengenal dan mengukur manfaat suatu proyek 4. Mengenal dan mengukur biaya proyek 5. Menentukan waktu dan bunga diskonto

V. PENERIMAAN PEMERINTAH 1. Sumber-sumber penerimaan negara 2. Distribusi beban pemerintah 3. Sistem perpajakan dan politik pajak 4. Penggeseran beban pajak 5. Hubungan antara seorang penjual/produsen(firm) dengan pasar (industri) 6. Kesejahteraan yang hilang karena pajak

VII. PENENTUAN HARGA BARANG OLEH PEMERINTAH 1. Penentuan harga barang-barang publik 2. Kebijakan harga hasil pertanian VIII. PENGARUH PAJAK TERHADAP PEREKONOMIAN 1. Pengaruh pajak terhadap produksi 2. Pengaruh pajak terhadap distribusi pendapatan 3. Pengaruh pajak terhadap keinginan untuk bekerja

IX. HUTANG NEGARA 1. Macam dan ciri dari hutang negara 2. Sumber panjaman negara 3. Beban dan hutang negara 4. Masalah pengelolaan hutang negara X. KEBIJAKAN FISKAL 1. Asal mula dari kebijakan fiskal 2. Macam kebijakan fiskal 3. Tujuan kebijakan fiskal 4. Konflik antara stabilitas dan kesempatan kerja 5. Kaitan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter

Pendahuluan 2. Posisi pinjaman luar negeri Indonesia diantara negara Asean 8. Kesimpulan . Kapasitas untuk membiayai pinjaman luar negeri Indonesia 6. Pinjaman luar negeri dan inflasi 5. Pemilihan antara pinjaman dalam negeri (Internal Debt) dan pinjaman luar negeri (External Debt) 4. PEMBANGUNAN EKONOMI DAN PINJAMAN LUAR NEGERI 1. Meringankan bebean pinjaman 7.XI. Pembayaran cicilan hutang luar negeri dan bunganya dalam hubungannya dengan APBN 9. Pinjaman luar negeri sebagai sumber kapital 3.

DISTIBUSI PENDAPATAN 1. HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH 1. Transfer pemerintah pusat ke pemerintah daerah 2. XIII. Bantuan pemerintah dan pembangunan daerah yang seimbang 4. Redistribusi pendapatan : Pro dan kontra 2. Bantuan pusat. Pengaruh kebijakan redistribusi pendapatan terhadap keinginan untuk bekerja. Beberapa teknik redistribusi pendapatan 4. Besarnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah 3. Tax Effort dan Fiscal Need 5. biaya sosial (welfare cost) dan pembebanan pajak (Tax Incidence). Ikhtisar dan kesimpulan . Beberapa kesulitan pengukuran derajat ketidakmerataan distibusi pendapatan 3.XII.

• • . Financial Management Policy. Richard A Breally. Eugene F Brigham. Stewart C Meyers. Fundamental of Financial Management.MATERI KEUANGAN BISNIS SUMBER : • Principles Corporate Finance. Joel F Houston. James C Von Horn.

Membuat keputusan struktur modal 3. Teori dan struktur modal 2. INVESTASI DALAM ASET DAN HASIL YANG DIHARAPKAN 1. Tujuan dan fungsi keungan 2. Multi variabel dan faktor penilaian 5. DASAR-DASAR KEUANGAN 1. Konsep penilaian 3. Menciptakan nilai melalui hasil yang diharapkan III. Resiko dasar dan hasil 4. Dividen dan pembelian kembali teori dan praktek .MATERI KEUANGAN BISNIS I. Resiko dan opsi nyata dalam anggaran modal 3. Prinsip investasi modal 2. Opsi penilaian II. KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN 1.

Likuiditas.IV. Analisis ratio keuangan 2. kas dan sekuritas marketabel 2. ALAT ANALISIS DAN PENGENDALIAN KEUANGAN 1. Manajemen piutang dan persediaan 3. Manajemen utang dan pembiayaan jangka Pendek dan menengah . LIKUIDITAS DAN MANAJEMEN MODAL KERJA 1. Perencanaan keaungan V.

Keuangan pendapatan tetap dan utang Pensiun 5. Korporat dan restrukturisasi tidak dipaksakan 3. Penerbitan saham 4. Resiko manajemen keuangan VII. Manajemen keungan internasional . Keuangan leasing 3. KEUANGAN PASAR MODAL DAN RESIKO MANAJEMEN 1. Hybrid financing melalui sekuritas yang terkait 6. Merger dan pasar untuk pengendalian korporat 2. Dasar permodalan jangka panjang 2.VI. EKSPANSI DAN KONTRAKSI 1.

1) 2) 3) 4) TUJUAN Agar mahasiswa memahami Manajemen Keuangan Negara.Dr.Hj.M.Ak.SE.Sc.Hasanuddin. Dr.MANAJEMEN KEUANGAN Dosen : 1. Jaja Suteja. I. 3. 2. 1) 2) 3) IV.Si. 1) 2) 3) II. III.MSIE. 2. Manajemen Keuangan Perusahaan Agar mahasiswa mampu mengetahui permasalahan keuangan Agar mampu memberikan pandangan mengenai upaya memperbaiki kelemahan yang ada.SE.M.Ellen Rusliati.. Prof.P.Tb. 3.. METODE BELAJAR Diskusi dalam kuliah tatap muka Membahas konsep manajemen keuangan melalui studi literatur dan membuat laporan Membahas kasus UJIAN Responsidan diskusi Ujian tengah semester Ujian akhir semester UNSUR YANG DINILAI Kehadiran Responsi dan tugas UTS UAS 5% 15% 30% 50% .H.. 1.

Keuangan Pasar Modal dan Manajemen Resiko 7. Dasar Manajemen Keuangan 2. Ekspansi dan Kontraksi . Utang Negara 4. Anggaran Belanja Negara 2. Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 2) Manajemen Keuangan Entitas Bisnis : 1. MATERI 1) Keuangan Negara : 1. Pengelolaan Keuangan dan Kebijakan Dividen 4. Pengelolaan Likuiditas dan Modal Kerja 6. Alat Analisis dan Kendali 5. Kebijakan Paskal 3.V. Investasi Aset dan Hasil Yang Diharapkan 3.

financing and management of assets with some overall goal in mind. 2.I. Fin Management is concerned with the acquisition. Decision Function Of Fin Management 1) The Investment 2) Financing 3) Asset Management . The Role Of Fin Management ( Peran Manajemen Keuangan ) 1.

3 . eliminated or replaced . INVESTMENT DECISION 1) A determination of the total amount of assets needed to be held by the firm Balance sheet 2) Invest decis Total How Much Assets Need ? 3) Assets that can no longer be economi cally justified may need to be reduced.

4.Stocks 100 x 100 x . FINANCING DECISION Financial manager is Concerned with make up if the right hand side of The arrangement balance sheet Balance Sheet Assets Liabilities : .Short term loan .Lease .Bonds .Long term loan .

Man is charged with varying degrees of operating responsibility over existing assets The Fin Man’s responsibilities require that the greater concers be placed with the management of current assets than with fixed assets. LIABILITIES 1) 2) 3) 4) .5. ASSETS MANAGEMENT DECISION BALANCE SHEET ASSETS The third important Decision of the firm is the asset Management decis Assets have been acquired and appropriate financing provided This assets must still be managed efficiently The fin.

Efficient fin Man requires the exictence of some objectives or goal because judgement as to wether or not a fin decision is efficient must be in light of some standard 2. 1) Profit maximation . Goal of the firm is to maximize the wealth of the firm’s present owners. earnings after taxes divided by the number of common shares out standing . TUJUAN PERUSAHAAN ( THE GOAL OF THE FIRM) 1. maximizing a firm’s earnings after taxes (eat) 2) Earning per share (EPS).II.

000..3) Maximation of earnings per share is notafully appropriate goal because it does not specify the timing or duration expected returns.000.in each of the next 5 years ? (2) an answer to this question depens on the time value of money to the firm and to investors at the margin (3) an objective of maximazing earnings per share may not be the same as maximizing market price per share. . (1) Is the investment project that will produse a $ 100.return 5 years from now more valuable than the project that will produce annual returns of $ 15.

the timing. and other factors that bear upon the market price of the stock.Represents tge focal judgement of all market participants as to the value of the partcular firm.The Latest : .It take into account present and prospective future earnings per share. the dividend policy of the firm. duration and risk of these earnings.The market price serves as a barometer for business performances it indicates how well management is doing in behalf of its stockholders. . . .

(1) The objectives of management may differ from those of the firm’s share holders (2) Creates a situation in which management may act in its own best interest rather than those of the share holders. hoping that the agents will act in the share holders’ best interests. to act in the latter’s behalf. Share holders. called the principal. a branch of economics relating to the behaviour of principals (such as owners) and their agents (such as managers). (3) Management as the agents of the owners. .4) MANAGEMENT VERSUS SHARES HOLDERS The separation of ownership and control in the modern corporation results in potensial conflicts between owners and managers. Agent (s). individual (s) authorised by another person. i. delegate decision making authority to them. ii. Agency (theory).

(1) Protecting the consumers. Should ignore social responsibility. (2) Paying fair wages to employees. (3) Maintaining fair hiring practices and safe working conditions. (5) Involved in environmental issues such as clean air and water. . it is difficult to formulate consistent policies.5) Social Resposibility Maximizing share holders wealth does notimly that management. (4) Supporting education. Because the criteria for social responsibility are not clearly defined.

MANAJEMEN KEUANGAN MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS PASUNDAN .

 Mengapa Manajemen Keuangan Orang berpresepsi bahwa manajemen keuangan adalah model yang rumit Keputusan operasi perusahaan tidak optimal .Analisis keuangan otomatis menjadi porsi bagian keuangan .MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1.Bagian operasi mempercayakan analisis keuangan ke bagian keuangan    Sebetulnya setiap orang melaksanakan manajemen keuangan Fungsi audit harus memahami manajemen keuangan agar dapat memahami cara pandang manajemen waktu memutuskan suatu keputusan transaksi .UNIT I.

Mendapatkan aktiva dengan harga yang semurah-murahnya  Terlihat bahwa manajer keuangan bertugas untuk mencari uang dan menetapkan kebijakan penggunaannya agar diperoleh biaya pendanaan yang murah dan mendapatkan aktiva yang murah juga . Pengertian Manajemen Keuangan  Seperti apakah pekerjaan manajer keuangan di perusahaan Bapak dan Ibu ?  Manajer keuangan diperusahaan : . dan .2. Mencermati perkembangan pasar uang dan pasar modal. Memutuskan agar pendanaan dapat dipenuhi dengan murah .

3. Keputusan Operasi . Keputusan pendanaan  Nilai tambah ini mencerminkan dari meningkatnya nilai hak (klaim) terhadap perusahaan . Kriteria Keberhasilan Manajemen Keuangan  Orang mengira keberhasilan manajemen keuangan adalah laba  Kriteria yang harus diukurkan pada manajer keuangan adalah nilai tambah : . Keputusan investasi dan .

Neraca atau laporan posisi keuangan . Laporan Rugi Laba . Catatan atas laporan keuangan . laporan keuangan terdiri dari : . MENGENAL LAPORAN KEUANGAN 1.UNIT II. Laporan Keuangan dan Pelaporan Keuangan  L/K adalah titik pusat proses pelaporan keuangan  L/K adalah alat komunikasi informasi akuntansi bagi eksternal perusahaan  Saat ini. Laporan Arus Kas dan .

.Bentuk yang biasa dipakai misalnya : . Asset . bea cukai. Utang .Prospektus . Bank Indonesia dan Badan Pengawasan Pasar Modal. . tetapi sistem akuntansi perusahan biasa disusun berdasarkan laporan keuangan : .Formulir – formulir pemenuhan kewajiban terhadap Kantor Pajak. Biaya dan seterusnya  Pelaporan keuangan memuat tidak hanya laporan keuangan tetapi juga : .Alat lain untuk mengkomunikasikan informasi yang terkait baik langsung ataupun tidak langsung dengan informasi yang disaji oleh sistem akuntansi.Mungkin diharuskan oleh peraturan atau sukarela .Laporan tahunan . Laporan keuangan mungkin mengandung informasi sumber selain catatan akuntansi. Pendapatan .

Pemerintah  Efektivitas keputusan akan meningkat jika keputusan tersebut dibuat berdasarkan pemahaman mengenai posisi dan kinerja objek pengambilan keputusan  Oleh karena itu.2.Perusahaan . . laporan keuangan bukanlah tujuan akhir dari proses pelaporan keuangan. Tujuan Laporan Keuangan  Memberikan informasi kuantitatif yang bermakna keuangan tentang suatu entitas agar dapat dipergunakan oleh mereka yang menggunakannya untuk dasar pengambilan keputusan :  Pengambilan keputusan ekonomi : .Perorangan .Pasar .

2. 4. Informasi yang disajikan hanya relevan terhadap perusahaan dan bukan pada industri atau perekonomian secara keseluruhan Informasi yang disajikan sering merupakan hasil dari taksiran dan bukan pengukuran yang pasti Informasi yang disajikan mencerminkan dampak keuangan transaksi dan kejadian terutama yang sudah terjadi Laporan keuangan bukanlah sumber informasi tunggal bagi mereka yang ingin membuat keputusan ekonomi tentang suatu perusahaan. .Ciri dan Keterbatasan Laporan Keuangan 1. 3.

informasi yang dapat dimengerti oleh mereka yang mempunyai pengetahuan dan kesungguhan belajar yang wajar tentang usaha dan aktivitas ekonomi. 3. . Menyajikan informasi bagi pengambilan keputusan investasi.Tujuan Yang Hendak Dicapai 1. saat dan kepastian penerimaan kas dimasa yang akan datang dari dividen atau bunga serta hasil penjualan. kredit dan keputusan sejenis. 2. hak atas sumber daya tersebut dan dampak dari transaksi. harga tebusan atau jatuh temponya surat berharga atau piutang Menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Menyediakan informasi untuk menilai jumlah. kejadian dan kondisi yang menyebabkan terdapatnya perubahan atas sumber daya perusahaan serta hak atas sumber daya tersebut.

kreditor dan pemakai lain untuk mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan keuangan serta likuiditas dan solvabilitas suatu perusahaan  Menilai kinerja perusahaan pada suatu periode  Indikasi aliran kas yang dapat diperoleh dari beberapa sumber daya ekonomi dan kas yang akan keluar bagi pelunasan beberapa kewajiban.3. kewajiban dan hak kepemilikan suatu perusahaan  Membantu investor. Neraca :  Menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi. .

dan Modal • • • TOTAL AKTIVA .NERACA UNTUK MASA XXX • Aktiva Lancar Kas dan setara Kas Surat berharga yang mudah dijual Piutang Persediaan Pembayaran Dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Aktiva Lainnya Proyek Dalam Penyelesaian Aktiva Lainnya Total Aktiva Jangka Panjang TOTAL AKTIVA • Utang Lancar Utang Usaha Pemotongan PPh Harus Disetor Utang Jk. Pj.Pj Yang Harus Dilunasi Total Utang Lancar Utang Jangka Panjang dan Modal Obligasi Agio dan Disagio Saham Modal Agio Saham Sisa Laba (Rugi) Tahun lalu Laba (Rugi) Tahun Berjalan Total Utang Jk.

4. Laporan Laba Rugi : • • • • • 1. . 4. 3. • Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan selama suatu periode Sebagai alat bantu untuk menaksir prospek dari suatu perusahaan Fokus diletakkan pada pengukuran laba dan komponennya Rangkaian informasi yang mencakup waktu yang panjang lebih disukai Agar laba dan komponennya digunakan untuk : Mengevaluasi kinerja manajemen Memperkirakan daya laba atau jumlah lain yang diyakini sebagai kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dalam jangka panjang Menaksir laba untuk suatu masa mendatang Menaksir resiko kredit dan resiko investasi Akuntansi keuangan mengukur laba dan komponen laba menggunakan akuntansi akrual. 2.

DAFTAR LABA (RUGI) UNTUK MASA XXX Pendapatan Operasional Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Penjualan Biaya Operasional Biaya Pegawai Biaya Peralatan dan Perlengkapan Biaya Umum dan Administrasi Biaya Transportasi dan Komunikasi Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Biaya Promosi dan Humas Biaya Barang dan Jasa Pihak III Biaya Rapat dan Penugasan Biaya-biaya Pajak Laba (Rugi) Operasional Pendapatan Non Operasional Pendapatan Bunga Biaya Bunga Pajak Laba (Rugi) Non Operasional LABA (RUGI) BERSIH .

Laporan Arus Kas o Dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan kas. o Informasi ini terkait dengan pinjaman dan pembayarannya. menaksir likuiditas dan solvabilitas dan menginterpretasi informasi laba yang disajikan. . serta faktor lain yang berpengaruh pada likuiditas dan solvabilitas perusahaan o Informasi aliran kas akan dapat dipergunakan untuk memahami operasi perusahaan. mengevaluasi transaksi investasi.5. transaksi permodalan termasuk pembayaran dividen dan transfer sumber daya lain dari perusahaan kepada pemilik.

ARUS KAS UNTUK MASA XXX Kas dari Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Investasi Tanah Lokasi Pabrik Engineering dan Supervisi Mesin dan Peralatan Alat Pengangkut Budi Daya Tanaman Bunga dalam Konstruksi Hasil Bersih Penjualan Aktiva Tetap Total Kas dari Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman Pengakuan Bunga Pembayaran Kembali Pinjaman Total Kas dari Pendanaan Total Aliran Kas .

Analisa Laporan Keuangan : o Analisa Laporan Keuangan .Membaca laporan keuangan dan .Menggali informasi yang ada dibalik angka – angka laporan keuangan o Dimungkinkan karena dirancang sebagai bentuk laporan yang saling terkait o Disamping angka laporan keuangan terkait dengan informasi non keuangan. .6.Praktek bisnis yang baku .Rata-rata industri .

Penyimpangan  Jika prosedur audit analitis menemukan hasil yang tidak diinginkan : .Hasil dari keterhubungan yang tidak dapat dijelaskan mungkin merupakan indikasi terdapatnya kondisi yang mengandung kesalahan.Internal auditor harus meneliti dan mengevaluasi sehingga hasil dan keterhubungan tersebut dapat dijelaskan . Analytical Auditing Procedures  Tanpa ada kondisi yang menyebabkan hal yang berlawanan. keterhubungan antar informasi dapat diharapkan ada dan tetap berkesinambungan  Menggunakan Prosedur ini dapat ditemukan : .1.Ketidak wajaran atau . . ketidak wajaran atau penyimpangan.Kemungkinan kesalahan .6. Prosedur Audit Analitis  Diatur dalam SIAS # 8.

3. .1.1. Mengidentifikasikan hal-hal yang diharapkan atau tidak diharapkan Melalui pengujian konsistensi internal antar informasi Prosedur audit analitis digunakan untuk mendapatkan : Perbedaan yang tidak diharapkan Tidak adanya perbedaan yang diharapkan Kemungkinan kesalahan Kemungkinan ketidak-wajaran dan penyimpangan Transaksi atau kejadian yang tidak biasa atau tidak berulang. 2.Kegunaan Prosedur Audit Analitis    1.6. 4. 5.

Dengan informasi ekonomi eksternal . Teknik Prosedur Audit Analitis  1) 2) 3) 4) Teknik yang biasa menggunakan dasar : Jumlah Uang Kuantitas Fisik Rasio Atau Persentasi  1) 2) 3) 4) 5) Analitis khusus dapat dilakukan dengan : Rasio Trend Pengujian Kewajaran Regresi Perbandingan : .2.Antar Periode .6.Dengan Anggaran .1.

4. . 2. 3. Beberapa teknik yang lazim dalam prosedur audit analitis adalah : 1. Pembandingan informasi periode sekarang dengan periode sebelumnya Perbandingan informasi periode sekarang dengan anggaran atau ramalan Mempelajari keterhubungan informasi keuangan dengan non keuangan Mempelajari keterhubungan antar elemen informasi Membandingkan informasi suatu unit dengan informasi unit lain Membandingkan informasi dengan informasi perusahaan lain dalam industri 6. 5.

1.2.2.Analisa Rasio : 6. Rasio Aktivitas Penjualan Rasio Perputaran Aktiva AAA = Saldo (Rata-rata) Aktiva AAA .Persediaan Rasio Cepat = Pasiva Lancar 6.6.2.2. Rasio Kelancaran Aktiva Lancar Rasio Lancar = Pasiva Lancar Aktiva Lancar .

MENGELOLA ASSET LANCAR  Asset lancar bersama-sama dengan kewajiban lancar mencerminkan pengelolaan operasi perusahaan  Bersama-sama mereka mendapatkan sebutan modal kerja  Modal kerja adalah pos-pos yang menampung dampak kegiatan operasi.UNIT III. .

Perencanaan Laba  Perencanaan laba dibuat perusahaan dalam rangka untuk memperkirakan kebutuhan pendanaan di masa mendatang  Manajemen menggunakan media anggaran untuk menuangkan rencana ini dalam format kuantitatif  Karena muatannya. peran anggaran dapat diperluas menjadi alat perencanaan. proforma laba rugi.1. sehingga dikenal berbagai macam anggaran dengan berbagai tujuan pula  Untuk mengendalikan operasi perusahaan misalnya anggaran fisik. anggaran biaya. anggaran penjualan. proforma neraca dan proforma arus kas . anggaran laba dan anggaran kas  Dalam anggaran keuangan dikenal adalah pengangguran modal. alat pengendali kegiatan organisasi dan alat evaluasi kinerja  Demikian luasnya penggunaan anggaran. alat memotivasi pegawai.

000 147.000 9.710.000.000 12.000.440.257.291.320.000.632.400.440.000 53.632.000 32.360.000 30.280.658.000.000.000 14.000 12.000 104.000.000 12.000.484.056.000.632.454.000.559.800.480.760.320.000 14.499.500.040.000 47.000 58.000.000. Laba Operasi Biaya Bunga 16% Setahun Pajak 30% Laba Bersih 2000 2001 2002 2003 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 71.000.954.000.320.131.224.000.000 42.000 54.264.000 .Proforma Laporan Keuangan Tahun Proforma Laba Rugi Pendapatan Harga Produksi dan Biaya Operasi Biaya Penyusutan Total Harga Pokok Prod.822.000 -11.000 5.400.000 -23.000 91.658.000 119.180.889.971.000 0 116.000.000 58.000 11.200.000.000.000 0 0 3.000.180.000 14.541.000.000 93.000 11.000 23.000 Aktiva Tetap Total Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Total Aktiva 0 0 0 116.000 146.320.000 47.000.398.200.000 3.632.688.000 125.840.000.dan Biaya Ops.000 116.632.000.597.400.000 116.000 Neraca Aktiva Lancar Kas Piutang Persediaan Total Aktiva Lancar 0 0 0 0 3.320.200.440.

610.440.320.000.000 0 0 0 14.440.000 17.000 0 0 15.400.000 -6.Utang dan Modal Pinjaman Modal Laba Ditahan Total Utang dan Modal Arus Kas Kas dan Operasi Laba Bersih Penyusutan Perubahan Modal Kerja Total Kas dari Operasi Kas dari Inventaris Tanah lokasi pabrik Engineering dan supervisi Mesin dan peralatan Alat pengangkut Budidaya Tanaman Bunga dalam konstruksi Total kas dan Investasi Kas dan Pendanaan Setoran Modal Pengambilan Pinjaman pengakuan Bunga Pembayaran kembali Pinjaman 0 0 0 0 77.632.000.000.440.500.320.000.000.440.000 0 0 0 0 0 0 0 -14.500.320.000 3.611.000.000 57.774.000.000.000 790.632.000.440.000.000 125.000 -12.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 42.400.097.000 77.000.180.000.000.000.000.000.320.000.000 -12.950.000 11.000 0 119.971.00 146.000.829.000 12.000 11.509.000 5.280.000 147.320.000 -5.000 0 12.000.000.000.945.000 27.500.000.000.000 0 0 0 0 0 0 0 0 125.000 Total kas dari Pendanaan Total Aliran Kas 0 0 119.500.000 89.000.000.000 57.500.040.280.000 13.000.200.000 -26.000 77.000.291.000 -38.000.320.000 -15.000 -116.000 42.000 -26.597.000.000.000 -10.000 -60.200.000.000 .500.540.000.368.000.

kas disebut sebagai darah perusahaan  Ketekoran kas sekecil apapun. tetapi tidak berlebihan. kadang bisa membuat perusahaan berhenti beroperasi  Menyediakan kas yang cukup adalah prasyarat hak hidup perusahaan  Walaupun penting kas adalah asset perusahaan yang paling tidak produktif  Pedoman pengelolaan kas adalah tersedianya kas yang cukup.2. Manajemen Kas  Kas adalah media utama bagi perusahaan untuk mengelola likuiditasnya  Demikian pentingnya likuiditas. .

Sebagai media pertukaran 2.2. Mengelola Arus Kas 1. Sebagai media berjaga-jaga 3.1.2. Menunda Pembayaran 2. Anggaran Kas . Sebagai media spekulasi 2. Motif Memegang Kas 1. Mempercepat Penerimaan 3.

000 500.000.000 0 7.500.000 3.000 3.000) 0 1.000 MEI JUNI 20.000.500.000.000.000 3.000 (1.000.000.000.000 10.000 6.000 4.000 7.000.000.000 2.000.000 10.000 APRIL 15.000 10.000.000 0 2.000 4.000.000.000 7.000 Surplus (Defisit) Kas 1.000 14.500.000.000 1.000.500.000 7.500.000 3.000 15.500.000 .Anggaran Kas BULAN Penjualan Penagihan Dlm Bln Penj 1 Bln Sth Penj 2 Bln Sth Penj Total Penagihan Pembelian Pembayaran JANUARI 5.000 7.000 1.000 14.000 MARET 10.000.500.000 1.000.000 FEBRUARI 5.000.000.500.500.000 7.000 10.000 10.000.500.000 500.000 0 0 1.000 14.000 1.000.000 10.000.000.500.500.000 1.000 17.000.500.000.000.000.000.000 3.

Manajemen Surat Berharga Yang Mudah Dijual  Pembahasan diberikan dalam pendanaan jangka pendek pada modul Manajemen Keuangan berikutnya 4.3. Manajemen Piutang  Proporsi Penjualan Kredit  Tingkat Penjualan  Kebijakan Kredit .

Manajemen Persediaan  Keputusan terhadap besaran jumlah persediaan yang akan dipelihara sangat tergantung pada hasil analisa imbal hasil dan risiko akibat stock out dan biaya pemeliharaan persediaan  Persediaan telah banyak membantu pekerjaan manajemen keuangan dalam suatu periode yang panjang.5. sebelum dipergunakannya tatanan operasi yang memungkinkan perusahaan beroperasi tanpa persediaan  Kemajuan teknologi dan penataan kembali hubungan pemasok dengan konsumen pada beberapa industri telah memungkinkan perusahaan melaksanakan metode operasi just in time .

5. Jenis Persediaan  Persediaan barang untuk dijual  Persediaan bahan baku dan bahan pembantu  Persediaan barang dalam proses dan  Persediaan barang jadi  Persediaan peralatan dan suku cadang .1.

. Kuantitas Pesanan Ekonomis (Economic Order Quantity) Total Biaya Persediaan = Biaya Penyimpanan + Biaya Pesanan Kuantitas Ekonomis adalah : 2 SO Q= √ C .2.0000 = 300 unit. Teknik Pengelolaan Persediaan 1.600 Q= √ 1.500 X 3. dimana : S adalah total kebutuhan persediaan periode yang dihitung O adalah biaya penempatan order.5. dan C adalah biaya penyimpanan per unit 2 X 12.

b. . c.2. Model Pengendalian Persediaan dengan sistem ABC a. Kelompok A meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang tinggi Kelompok B meliputi barang-barang persediaan dengan nilai unag yang sedang Kelompok C meliputi barang-barang persediaan dengan nilai uang yang rendah.

ruang dan fasilitas menganggur. g. b. e. Sistem Just In Time a. tenaga. d. Menekankan pada tarikan permintaan (demand pull) Target JIT adalah zero defect Fasilitas produksi disusun tanpa persediaan Elemen utama JIT adalah pengurangan terhadap adanya bahan sisa.3. f. . Pengurangan persediaan berarti tidak lagi dibutuhkan model pengendalian persediaan yang rumit Kebanyakan bahan akan diterima oleh para pemakainya Keandalan pemasok merupakan persyaratan yang penting dalam JIT. c.

tidak akan dapat disamakan untuk setiap orang. .  Secara umum pasar memberikan pedoman mengenai imbangan imbal hasil dan risiko dan dicerminkan dari terbentuknya harga pasar asset. imbal hasil biasanya sebanding dengan risikonya  Semakin tinggi risiko investasi akan semakin besar pula premium risiko yang diperhitungkan dalam analisanya  Karena setiap orang mempunyai aversi terhadap risiko yang berbeda-beda. IMBAL HASIL DAN RISIKO  Imbal hasil dan risiko adalah pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan keuangan  Dalam pasar efisien.UNIT IV. maka apakah suatu investasi akan diambil atau tidak.

000 .Sejumlah berapakah uang akan kita pinjamkan kepada dia ? Analisa paling mudah adalah menempatkan aliran kas tersebut dalam suatu garis waktu.1.000 5 +1. Dari analisa penghasilan dan pengeluarannya.000 2 +1.000 3 +1.000.1.000 4 +1. sebagai berikut : 0 1 + 1.. Pengukuran Nilai berdasarkan Nilai Waktu Uang Bagaimana persepsi seseorang mengenai nilai relatif terhadap waktu ? Misalkan seseorang datang kepada kita untuk meminjam uang. kita perhitungkan bahwa dia akan dapat mengembalikan kepada kita setiap tahun selama lima tahun berturut-turut masing-masing Rp.

Jika kita percaya bahwa ―tingkat bunga pasar‖ adalah 10% setahun maka nilai sekarang dari uang yang akan kita terima adalah 0 + 1 1.000 + (1+0.70.09 2 +826.1)3 4 1.1)4 5 1.709.000 + (1+0.000 + (1+0.31 4 +683.78 +620.45 3 +751.000 + (1+0.000 (1+0.45 3 +751.92 .01 5 +620.1)1 2 1.01 5 = 3.92 Sehingga pertukaran yang mungkin terjadi adalah : 0 -3.1)5 Atau sama dengan : 0 1 +909.78 1 +909.09 2 +826.1)2 3 1.31 4 +683.

b. (Konsep premium risiko) . Istri karyawan yang hendak meminjam uang tersebut akan segera melahirkan anak bungsunya.1. dimana : Uang hari ini lebih baik dari pada uang besok. Manajemen keuangan mempunyai metode untuk menganalisa hal tersebut yaitu : a. Dengan nengubah nilai kepastian bahwa uang cicilan yang Rp.1. Jika kemudian ditambahkan informasi yang lain.790.Kita akan memberi dia pinjaman sebesar Rp. Anak tertua karyawan tersebut segera akan bekerja.misalnya : a. masing-masing Rp.-.78 dan akan mendapatkan pengembalian selama lima tahun berturut turut. Konsep ini menjelaskan nilai waktu uang.000.000. Dengan mengoreksi taksiran kas yang akan kita terima.3..akan kita terima. atau b.

Pembayaran langganan koran/majalah 3 bulan dimuka lebih murah daripada pembayaran bulanan 2. Diskon tunai 3. Model-model pengelolaan float 4. Pemberian kupon undian bagi pembayaran awal. .Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : 1.

- b.400 0. Kemungkinan rugi sehingga uang kita tinggal Rp.kita mempunyai beberapa pilihan akan kita kemanakan uang kita. peluang untuk untung kemungkinannya adalah 80% dan peluang untuk rugi adalah 20%.4 320 Dagang 1. Kita masukkan sebagai deposito di Bank dengan hasil 11%. Alternatif yang tersedia dan hasilnya setelah 1 tahun misalnya adalah sebagai berikut.2. 800 0.1. a..2.400. Sementara itu.000 11% Deposito 1. Kita gunakan untuk berdagang dengan peluang hasil seperti berikut : a.1. Kemungkinan untung sehingga uang kita menjadi rp.800.1.600 atau 16% 1.1.000 Premium Resiko 5% .000. Penyertaan Risiko Berdasarkan Kepastian Aliran Kas Jika kita memiliki uang lebih pada hari Rp.6 840 1.a.

• Premium risiko membuat arus kas yang tidak sama kepastiannya menjadi seolah olah sama nilainya • Secara sederhana contoh diatas menjelaskan konsep manajemen keuangan bahwa : Uang yang pasti lebih baik daripada uang yang tidak pasti. Terjun di trading dengan hasil 16% dan b. .Premium Risiko : • Adalah tambahan hasil yang mungkin diperoleh karena seseorang mau menanggung risiko tambahan. Menaruh deposito dengan hasil 11% Mengapa ? Karena pertambahan kekayaan yang mungkin diperoleh dari kedua keputusan tersebut persis sama. Kita kan sama indiferrent terhadap : a.

Contoh Penerapan Contoh keputusan yang dapat dilihat sebagai model penerapan premium risiko : • Bunga/jasa yang ditawarkan bank untuk giro lebih rendah dari tabungan • Bunga tabungan lebih rendah dari bunga deposito • Bunga di bank asing lebih tinggi daripada bunga di bank pemerintah • Bunga di bank pemerintah lebih tinggi dari pada bunga di bank umum swasta • Bunga di bank umum swasta lebih tinggi daripada bunga di BPR. .

265 = 1.000 x 1.000 1.15 x 1.1 = 1.150 = 1.1 x 1.518 Nilai setelah masa pertama Nilai setelah masa kedua Nilai setelah masa ketiga = 1.158 .150 1.15 = 1.000 x 1.2 = 1.3. Bunga Sejumlah uang yang dibungakan selama serangkaian waktu pada suatu Tingkat bunga yang bervariasi akan dihitung sebagai berikut : 15% 10% 20% 1.000 x 1.265 1.15 x 1.

kepadanya disodorkan tiga pilihan pinjaman yang dari sisi bank arus kasnya terlihat sebagai berikut : 0 -8.120 0 -8..000 = 1 +0 2 +0 3 +12.000 = 1 +9.4.Saat mendatangi sebuah bank.0000 = 0 -8.8.144 Bagaimana mencari tahu tingkat bunga yang diperhitungkan bank ? .200 1 +0 2 +10.000. Bagaimana pelepas uang memperhitungkan bunga Misalkan seseorang membutuhkan uang Rp.

15 – 1 = 0.1 = 1.1 = 1.15 = 15% 8.144 r3 = .000 10.1.518 = 51. Implied n-period spot rate Implied n – period spot rate menyatakan bunga yang diperhitungkan untuk suatu periode yang awal dan akhirnya bisa kapan saja. minggu.5% .1 = 1.000 12.8 % 8. Implied n – period bisa diterapkan pada periode dengan hitungan hari. bulan.200 r1 = 8.518 – 1 = 0.000 .265 = 26.120 r2 = .265 – 1 = 0. 9. tahun dan seterusnya .4.

1 = 1.000 1/2 1/1 .93 % .247 – 1 = 0.120 r2 = 8.47% 12.1 = 1.15 – 1 = 0. 9.493 – 1 = 0. Model bunga ini disebut sebagai Annualized Spot Rate atau sering disebut sebagai spot rate saja.15 = 15% .1 = 1.2.000 10.000 1/3 .1247 = 12.1493 = 14.144 r3 = 8.4. Annualized spot rate Bunga dapat pula dinyatakan dalam nilai yang disetahunkan.200 r1 = 8.

Forward Rate Bunga dapat pula dinyatakan secara individual untuk setiap satuan waktu dari suatu masa yang panjang.000 10. Model bunga ini disebut sebagai Forward Rate.11 = 11% 12.20 = 20 % .144 r3 = 8.1 = 1.1 = 1.1 = 1. Dengan diketahuinya bunga pada suatu periode bunga.000 1/3 .120 r2 = 8.1 – 1 = 0.15 – 1 = 0.2 – 1 = 0.000 1/2 1/1 .15 = 15% .3.4. maka dengan berpedoman pada nilai yang terjadi setelah suatu periode.200 r1 = 8. 9. forward Implisit untuk suatu periode dapat dihitung.

terdapat setidaknya dua alasan mengapa penilaian asset keuangan harus dipelajari. yaitu : 1. Biaya modal bersumber pada imbal hasil yang diharapkan para investor perusahaan. • Biaya modal (cost of capital) adalah konsep terpadu yang harus diingat dalam usaha penilaian perusahaan melalui penilaian sekuritasnya • Oleh karena itu. Untuk memahami bagaimana usaha penilaian asset 2.UNIT V PENILAIAN • Penilaian digunakan untuk menyebut usaha mencari nilai suatu perusahaan • Penilaian asset biasanya difokuskan pada penilaian saham dan obligasi • Manager perusahaan merespon kebutuhan investor dan kreditor dengan usaha pengelolaan perusahaan yang dapat memaksimalkan nilai. .

3. Definisi Nilai 1. Nilai Buku Nilai Likuidasi Nilai Pasar Nilai Intrinsik . 4.1. 2.

......2... Proses Dasar Penilaian  Proses pemberian nilai pada suatu asset dengan menghitung nilai sekarang : o Taksiran aliran kas dimasa mendatang o Menggunakan tingkat imbal hasil yang diharapkan investor  Tingkat imbal hasil yang diinginkan oleh investor o Tingkat imbal hasil bebas risiko o Disesuaikan dengan premium risiko yang mampu mengkompensasi risiko investasi C1 C2 C3 Cn V= 1+R 1 + 1+R 2 + 1+R 3 + . + 1+R n .

B dan C dengan pola aliran kas bersih sebagai berikut : 0 Asset A +160 0 1 +160 0 Asset C +160 +160 +160 +1. Sensitivitas Bunga terhadap harga sebuah asset Misalkan kepada seorang investor ditawarkan tiga buah asset. masing masing asset A.160 1 +160 2 +160 2 3 +1.3.160 3 4 1 2 Asset B Dengan harga berapakah investor ini bersedia membeli asset tersebut ? .

-.000 = + 137.karena nilai sekarang kas bersih yang akan diterima dari ketiga asset tersebut adalah Rp.93 + 118.65 .16 + 1 + 0.1.000.1.16 1 1 2 160 3 160 2 4 160 3 + 1 + 0.16 4 -1.Pada faktor Diskonto 16% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 16% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga Maksimum Rp.16 + 1 + 0.000.51 + 640.91 + 102.. 0 Asset A 160 + 1 + 0.

16 1 2 160 2 1 + 0.93 + 118.16 -1.93 + 862.16 0 Asset C 1 160 + 1 + 0.000 = + 137.Asset B 0 Asset B 160 + 1 1 2 160 + 2 3 160 + 3 4 1 + 0.07 .16 1 + 0.16 1 + 0.16 -1.000 = + 137.91 + 743.

Pada faktor Diskonto 17% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 17% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 160 + 1 + 0.17 1 1 2 160 + 1 + 0.88 + 99.03 .55 = + 136.17 2 3 160 + 4 160 3 + 1 + 0.17 4 1 + 0.89 + 619.75 + 116.17 -972.

15 = + 136.17 3 4 -980.40 .90 = + 136.75 + 847.0 Asset B 1 160 + 1 + 0.17 2 3 1.75 + 116.17 2 -984.17 1 2 160 + 1 + 0.17 1 2 160 + 1 + 0. 160 + 1 + 0.27 0 Asset C 1 160 + 1 + 0.88 + 724.

15 1 2 160 + 1 + 0.98 + 105.13 + 120.028.20 + 663.15 3 4 160 + 1 + 0.54 = + 139.15 4 -1.15 2 3 160 + 1 + 0.Pada faktor Diskonto 15% Jika kita percaya bahwa orang lain yang memelihara asset sejenis mendapatkan pengembalian hasil 15% maka kita harus percaya bahwa investor mau membeli ketiga asset tersebut dengan harga maksimum masing-masing : 0 Asset A 1 160 + 1 + 0.23 .

15 1 2 160 + 1 + 0.13 + 877.15 3 4 -1.028.15 2 3 1.17 2 Asset C -1.72 0 1 160 + 1 + 0.028.54 = + 139.13 + 120.160 + 1 + 0.0 Asset B 1 160 + 1 + 0. 160 + 1 + 0.54 = + 139.17 1 2 1.13 .98 + 762.

semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga.74 -1.15 -1.85 +2.91 Nominal 1.55 980.83 0% +2.000 972.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Hasil lengkap dari perbandingan terhadap perubahan harga asset relatif terhadap perubahan tingkat bunga adalah : Pada 17% Pada 16% Nominal Asset A Asset B 1.022.028.59 1. .26 +1.63 Semakin panjang umur asset.000 984.016.28 Pada 15% Asset C 1.54 1.000 1.90 0% -2.

maka : Pada 17% Pada 16% Nominal 0% Nominal 0% Pada 15% Asset A Asset B Asset C 640.52 756.70 -0.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Berikut ini disajikan suatu gambaran jika asset dengan hasil tunggal dihadapkan pada perubahan tingkat bunga.07 624.56 +2.14 869.55 -1.69 Semakin panjang umur asset.34 730.dengan jatuh waktu yang Berbeda beda. B berumur 2 tahun dan C berumur 1 tahun.16 862.51 854.70 -2.66 743.75 +0.84 657. A berumur 3 tahun.000.. Misalkan terhadap suatu zeros dengan nominal Rp. semakin sensitif asset tersebut terhadap tingkat bunga .1.63 +1.

Semakin panjang umurnya. Terhadap gerakan tingkat bunga. Mengapa ? Umur efektif yang berbeda menyebabkan sensitivitas mereka terhadap tingkat bunga menjadi berbeda. asset akan semakin sensitif terhadap tingkat bunga 4.Sensitivitas Harga Asset Terhadap Tingkat Bunga Beberapa hal mengenai nilai asset terhadap tingkat bunga : 1. Harapan hasil suatu asset hanya dapat diperbandingkan jika mereka mempunyai tingkat risiko yang setara 2. Semakin pembayaran tertumpuk kebelakang akan semakin sensitif asset tersebut terhadap perubahan tingkat bunga. harga asset akan naik atau turun untuk mempertahankan hasil 3. .

sehingga kesalahan dalam keputusan penganggaran modal sama sekali tidak dapat dikoreksi. PENGANGGARAN MODAL Penganggaran modal memerlukan kehatihatian  Dampak keputusan ini mencakup jangka waktu yang panjang  Jumlah uang yang terkait dengan keputusan ini biasanya meliputi jumlah yang mahal  Pada beberapa jenis asset. . likuiditasnya sangat kurang.UNIT IV.

.1. 9. Gunakan angka aliran kas dan bukan laba akuntansi Pertimbangkan hanya pertambahan kas yang sebenarnya terjadi (incremental) Perhatian perubahan kas yang barangkali mengurangi aliran kas proyek yang sudah ada Perhitungkan dampak sinergis yang mungkin ada Setiap proyek membutuhkan modal kerja Setiap proyek menambah modal kerja Pengeluaran untuk keputusan yang lampau adalah sunk-cost Perhitungkan kemungkinan terdapatnya kesempatan yang hilang (oportunity cost) Perhitungkan apakah biaya-biaya overhead adalah biaya incremental 8. Mengidentifikasi Dampak Keuangan Operasi 1. 2. 3. 6. 5. 7. 4.

sebut proyek A dengan nilai investasi dan aliran kas masuk bersih setelah pajak seperti berikut 0 1 +18. Accounting Rate Of Return b.000 .000 +12. Non discounted cash flow 1.000 Proyek A -40. Payback Period 2. Discounted Cash Flow : 1.2. Profitability Index 3. Net Present Value 2. Internal Rate Of Return Misalkan terdapat sebuah proyek.000 +15. Kriteria Penilaian Manajemen Keuangan a.000 2 3 4 +8.

000 +12.000 -7.000 +4.000 +8. Semakin cepat investasi kembali. Payback Period mengukur seberapa cepat suatu investasi dapat kembali.000 +15.000 Payback Period = 2 + 7/13 tahun = 2 tahun 7 bulan .000 +18.1.000 -22.semakin menarik dari sisi penilaian payback period 0 1 2 3 4 Proyek A -40.000 +12.Payback Period Payback Period adalah kriteria pengukuran non – discounted.2.000 Kas Kumulatif -40.

000 53.000 1 2 3 4 Accounting Rate Of Return = 40. 0 Proyek A -40.000 = 32.000 + 33. Accounting Rate Of Return mengukur model laba akuntansi.000 +15.000 Kas Kumulatif +18.000 +18.000 +8.000 – 40.000 +12.50% .2.000 +53. Accounting Rate Of Return Accounting Rate Of Return termasuk kriteria penilaian non-discounted.000 +45.2.

000 +15. Net Present Value Net Present Value menyajikan pertambahan kekayaan yang diperoleh dengan diambilnya suatu keputusan.15 4 Disconted Cash -40.000 + 15.3.2. Konsep ini dianggap konsep yang paling baik untuk dipakai dalam analisis keputusan manajemen keuangan.342 +7.890 +4. Misal untuk proyek A ini dianggap tingkat risikonya 15% maka : 0 Proyek A -40.000 + 1+ 0.652 +11. Semakin positif NPV proyek semakin disukai.15 1 +15.160 1+ 0.000 +18.890 + 4.000 + 18.000 +12. .000 +15.40.40.15 3 1.652 + 11.342 + 7.000 1 2 3 4 Discounted Cash .000 + 1+ 0.542 Net Present Value (NPV) negatif adalah indikasi penurunan nilai kekayaan akibat diambilnya suatu keputusan.000 +8.15 2 160 + 1+ 0.574 = .574 Net Present Value = .

NPV pada 14% -40. Manual dengan metode coba-coba yang berakhir dengan interpolasi diantara dua hasil 2. Oleh karena itu.000 +7.4.000 +18.000 +15.652 +11.652 +11.000 +4.342 +12.890 +4.574 = -542 Dapat diyakini bahwa discount factor 15% kebesaran.000 +15.000 NPV pada 15% -40. perhitungan IRR merupakan perhitungan yang rumit yang hanya dapat dilakukan dengan : 1. Dengan program komputer 3. Dengan kalkulator berprogram atau kalkulator financial Dengan cara 1 IRR proyek A dapat dihitung sebagai : -40.000 +15.2.890 +8.342 +7. sehingga IRR proyek A harus lebih kecil dari 15%. Internal Rate Of Return Internal Rate Of Return (IRR) mengukur discount factor yang menyertakan cash inflows dengan cash outflows.574 = -167 .

XX)% atau (15-YY)% Jarak perubahan nilai kekayaan antara 14 dengan 15% adalah = +167 – (-542) = 709 IRR Proyek A = 14% + (167/709) X 1 )% = 14% + 0.23% Atau IRR Proyek A = 15% + (542/709 X 1)% = 15% + 0.IRR Proyek A adalah (14+0.23% = 14.77% = 15.23% .

atau organisasi yang memiliki kepentingan dan/ atau kepedulian terhadap pendidikan. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendanaan Pendidikan Nasional. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat b. kelompok orang. e. . Pemerintah daerah adalah Pemerintah Provinsi. Pemangku kepentingan pendidikan adalah orang.BAB I MANAJEMEN PENDANAAN PENDIDIKAN Dasar : Undang-undang No. Dana Pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. f. d. Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Menteri adalah menteri yang menangani urusan pemerintah di bidang pendidikan. Pemerintah Kabupaten c. Pengelolaan dan Pendanaan : a.

Pihak lain selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. b. Biaya Investasi lahan pendidikan 2. Peserta didik. Biaya investasi selain lahan pendidikan . Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. orang tua atau wali peserta didik c. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama 2. Biaya pribadi peserta didik 2) Biaya satuan Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas : a. Biaya satuan pendidikan b. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Biaya Investasi yang terdiri atas : 1. JENIS BIAYA PENDIDIKAN 1) Biaya Pendidikan meliputi : a.Penanggung Jawab Pendanaan 1. Biaya Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan c.

Bantuan biaya pendidikan Beasiswa 3. Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b angka 1 dan ayat (3) huruf b angka 1 meliputi : a. Biaya investasi. Biaya nonpersonalia c.b. Biaya personalia 2. Biaya personalia 2. Biaya operasi yang terdiri atas : 1. Biaya non personalia 4. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai pada satuan pendidikan . yang terdiri atas : 1. d. Gaji pokok bagi pegawai pada satuan 2. Biaya personalia satuan pendidikan. Biaya investasi selain lahan pendidikan 3. b. Biaya operasi yang terdiri atas : 1. Biaya investasi lahan pendidikan 2. Biaya penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi : a. yang terdiri atas : 1.

Gaji Pokok 2. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural 4. yang terdiri atas : 1. Tunjungan fungsional atau subsidi tunjangan fungsional bagi guru dan dosen. Tunjangan Fungsional bagi pejabat fungsional di luar guru dan dosen 5. Tunjangan khusus bagi guru dan dosen 8. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 9. Biaya personalia penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional . Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan 4. 6.3. Tunjangan Profesi bagi guru dan dosen 7. Tunjangan kehormatan bagi dosen yang memiliki jabatan professor atau guru besar b. Tunjangan yang melekat pada gaji 3.

1) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah. . 3) Pengeluaran operasi personalia yang mlenjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja pegawai atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan. 4) Pengeluaran operasi nonpendidikan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah dibiayai melalui belanja barang atau bantuan sosial sesuai peraturan perundangan-undangan. baik lahan maupun selain lahan yang menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja modal dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan. 2) Investasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah atau pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas dan/atau kompetensi sumber daya manusia dan investasi lain yang tidak menghasilkan asset fisik dibiayai melalui belanja pegawai dan/atau belanja barang sesuai peraturan perundang-undangan.

2) Pemerintah dapat memberikan hibah kepada daerah atau sebaliknya. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. untuk kepentingan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. 3) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat memberikan hibah kepada masyarakat atau sebaliknya. .PENDANAAN OLEH PEMERINTAH 1) Pemerintah atau pemerintah daerah dapat mendanai investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan dalam bentuk hibah atau bantuan sosial sesuai peraturan perundang-undangan.

pasal 4. dan yang merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah sesuai dengan sistem penganggaran dalam peraturan perundang-undangan. dan pasal 5.ALOKASI DANA PEMERINTAH Biaya pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. . yang merupakan tanggung jawab Pemerintah dialokasikan dalam anggaran Pemerintah.

baik formal maupun nonformal.BAB II BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam Pemerintah. 3) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran daerah. 2) Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. . yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah.

5. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. Tanggung jawab pendanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.4. Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar baik formal maupun nonformal. Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselengarakan oleh Pemerintah atas usulan pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. 7. . Pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah atas inisiatif pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 6.

1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : . dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah.BANTUAN PENDANAAN BIAYA INVESTASI 1) Pemerintah daerah. 2) Pemerintah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan.

yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran Pemerintah. bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. . pemerintah b. masyarakat d.a. sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan program atau satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Pendidikan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. pemerintah daerah c.

yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan masyarakat. baik formal maupun nonformal.2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. 2) . yang diselenggarakan oleh Pemerintah menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. baik formal maupun nonformal. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. 3) 1) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.

1) Pendanaan tambahan di atas hanya biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertarap internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. b.1) Pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. 2) Pemerintah. Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah . pemangku kepentingan pendidikan. e. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah. c. d.

2) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) 2) 3) 4) 5) Pemerintah Pemerintah daerah Masyarakat Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi taraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksana dari rencana strategis satuan pendidikan. .

baik formal maupun nonformal. 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat. . 2) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.BIAYA INVESTASI KANTOR 1) Pendanaan biaya investasi lahan untuk kantor penyelenggaraan dan atau/ pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat. BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. Biaya personalia satuan pendidikan.

10) Maslahat tambahan bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. 5) Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat. 6) Tunjangan profesi bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat.3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil pusat. 11) Tunjangan kehormatan bagi dosen pegawai negeri sipil pusat yang meliliki jabatan professor atau guru besar. 8) Tunjangan khusus bagi guru dan dosen pegawai negeri sipil pusat yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah. 7) Tunjangan profesi bagi guru pegawai negeri sipil daerah. 9) Tunjangan khusus bagi guru pegawai negeri sipil daerah yang ditugaskan di daerah khusus oleh pemerintah. .

baik formal nonformal. . 3) Tunjangan struktural bagi pejabat struktural bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah. yang terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil pusat 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil pusat.b. Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. oleh pemerintah. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil pusat di luar guru dan dosen.

Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh pemerintah. Tunjangan khusus bagi guru atau dosen yang ditugaskan didaerah khusus oleh penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat yang memperoleh persetujuan dari pemerintah. e. Subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap madrasah dan pendidikan keagamaan formal yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. c.BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung Jawab Pemerintah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. Tunjangan profesi bagi guru yang ditugaskan oleh pemerintah atau dosen yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. d. . b. Subsidi tunjangan fungsional bagi dosen tetap yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.

baik formal maupun nonformal. 4. Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan. keaksaraan. Tunjangan fungsional bagi guru pegawai negeri sipil daerah 6. Tunjangan struktural bagi pejabat struktural pada satuan pendidikan bagi pegawai negeri sipil daerah. 2. Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. BIAYA PERSONALIA PEGAWAI NEGERI SIPIL 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a) Biaya personalia satuan pendidikan. 5. Honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah. dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah. . Tunjangan kehormatan bagi dosen tetap yang memiliki jabatan professor guru besar yang ditugaskan oleh pemerintah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.f. Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional pegawai negeri sipil daerah di luar guru. Konsekuensi anggaran dari maslahat tambahan bagi guru pegawai negeri sipil daerah. terdiri atas : 1. g. 3. h.

Biaya personalia penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. . oleh pemerintah daerah terdiri atas : 1) Gaji pokok bagi pegawai negeri sipil daerah. 3) Tunjangan struktural bagi pejabat structural bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen. 4) Tunjangan fungsional bagi pejabat fungsional bagi pegawai negeri sipil daerah di luar guru dan dosen. 2) Tunjangan yang melekat pada gaji bagi pegawai negeri sipil daerah. 2) Pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. baik formal maupun nonformal.b.

subsidi tunjangan fungsional bagi guru tetap sekolah yang ditugaskan oleh pemerintah daerah atau penyelenggara/satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. keaksaraan.TANGGUNG JAWAB BIAYA PERSONALIA 1) Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pendanaan biaya personalia bukan pegawai negeri sipil di sektor pendidikan meliputi : a. 2) pendanaan biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. b. dan pendidikan nonformal lainnya yang diselenggarakan pemerintah daerah atau masyarakat atas inisiatif pemerintah daerah. Honorarium bagi personalia pendidikan kesetaraan. . honorarium bagi guru honor yang ditugaskan oleh pemerintah daerah. c.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Pemerintah b. Masyarakat d. Pemerintah daerah c.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Sumber lain yang sah .

.2) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : 1) Pemerintah 2) Pemerintah daerah 3) Masyarakat 4) Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau 5) Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya personalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

yang diselenggarakan oleh pemerintah. baik formal maupun nonformal. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.BIAYA NON PERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar. yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya. baik formal maupun nonformal. . 3) Tanggung jawab pendanaan biaya nonpersonalia oleh pemerintah dan pemerintah daerah. menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.

baik formal maupun nonformal. 2) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar. baik formal maupun nonformal. . yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. yang diselenggarakan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.BIAYA PERSONALIA SATUAN PENDIDIKAN NON PROGRAM VARIABEL 1) Pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang bukan pelaksana program wajib belajar.

yang diselenggarakan oleh masyarakat. . 2) Pemerintah. baik formal maupun nonformal. 3) Pemerintah dan pemerintah daerah dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan.PIHAK PENYANDANG DANA 1) Pemerintah daerah. pemangku kepentingan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah.

Pemerintah daerah c.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya non personalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselengggarakan pemerintah menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Masyarakat d. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Sumber lain yang sah 2) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pemenuhan rencana pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah sesuai kewenangannya menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari: . Pemerintah b.

a. Pemerintah b. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Masyarakat d. Pemerintah daerah c. . Sumber lain yang sah 3) Anggaran biaya nonpersonalia satuan pendidikan dasar dan menengah yang dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana strategis satuan pendidikan.

2) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah. BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. .BIAYA PERSONALIA 1) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 2) Pendanaan biaya personalia kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh pemerintah daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.

2) PENJELASAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah. 2) 3) . termasuk biaya pribadi peserta didik.BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik yang orang tua atau walinya tidak mampu membiayai pendidikannya. Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai kewenangannya dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. . orang tua atau wali peserta didik.

yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) 3) 4) . baik formal maupun nonformal. Pemerintah. pemangku kepentingan pendidikan.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. baik formal maupun nonformal. pemerintah daerah. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan. yang diselenggarakan masyarakat.

. Pemerintah e. Pemerintah daerah f. orang tua atau wali peserta didik c. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. Sumber lain yang sah. b. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.

3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. ayng diselenggarakan masyarakat. 2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar. menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. . baik formal maupun nonformal.

3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan. menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. baik formal maupun nonformal. . dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat. pemerintah daerah. yang diselenggarakan masyarakat. 5) Pemerintah. 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar.

Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. b. pemerintah daerah f. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. sumber lain yang sah. . pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. Orang tua atau wali peserta didik c. pemerintah e.

2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. .

. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

pemangku kepentingan pendidikan. 3) Pemerintah. baik formal maupun nonformal. Gaji pokok b. yang diselengarakan masyarakat. baik formal maupun nonformal. . Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurang-kurangnya mencakup : a.BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. Tunjangan yang melekat pada gaji c. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. pemerintah daerah. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan.

Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. b. Sumber lain yang sah 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. dapat bersumber dari : a. Orang tua atau wali peserta didik c. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemerintah e. . Pemerintah daerah f.

BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. 4) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. . 2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.

3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemerintah daerah. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya. yang diselenggarakan masyarakat. . baik formal maupun nonformal. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. 4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. 5) Pemerintah. masyarakat.

6) biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a. . Pemerintah daerah c. Pemangku kepentingan satuan pendiidkan di luar peserta didik atau orang tua/walinya. Pemerintah b. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. d. Sumber lainnya yang sah.

Pemerintah daerah d. dapat bersumber dari : a. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah c. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. . Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. Peserta didik atau orang tua/walinya e. Sumber lainnya yang sah.

3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya. . BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : . BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya.

c. b. termasuk biaya pribadi peserta didik. 3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan kepala daerah. . Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian beasiswa oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 diatur dengan peraturan menteri atau peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.a. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi.

3) Satuan pendidikan yang memungut biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PENDANAAN PENDIDIKAN DI LUAR NEGERI Tanggung jawab pendanaan satuan pendidikan yang dikelola oleh pemerintah di luar negeri diatur dengan peraturan menteri. orang tua atau wali peserta didik. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah. 2) Dalam hal terdapat penolakan terhadap bantuan biaya nonpersonalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1). .BIAYA NONPERSONALIA 1) Satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangannya. satuan pendidikan dilarang memungut biaya tersebut dari peserta didik.

baik formal maupun nonformal. . yang diselenggarakan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.BAB III TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH PENYELENGGARA SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT BIAYA INVESTASI SATUAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN 1) Lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. 2) Pendanaan biaya investasi untuk lahan satuan pendidikan.

pemerintah daerah. Pemerintah. f. e. c. g. b. baik formal maupun nonformal. . yang diselenggarakan masyarakat. orang tua atau wali peserta didik Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik Pemerintah Pemerintah daerah Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau Sumber lain yang sah. 4) PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi lahan satuan pendidikan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. dan pihak asing dapat membantu pendanaan investasi untuk lahan satuan dan/atau program pendidikan. penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. d.3) Tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan.

. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbsis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan Peraturan Menteri dan Peraturan agama sesuai dengan kewenangan masing-masing.

baik formal maupun nonformal. menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. . 2) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan penyelenggara program wajib belajar.BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN 1) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan. ayng diselenggarakan masyarakat.

yang diselenggarakan masyarakat. pemerintah daerah. . menjadi tanggung jawab bersama penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan dan/atau program pendidikan formal dan nonformal yang diselenggarakan masyarakat. baik formal maupun nonformal. 5) Pemerintah. 4) Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan penyelengggara program wajib belajar.3) Tanggung jawab pendanaan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. pemangku kepentingan pendidikan.

b. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. Orang tua atau wali peserta didik c. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. .PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya investasi selain lahan yang diperlukan untuk pengembangan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal dapat bersumber dari : a. sumber lain yang sah. pemerintah e. pihak asing yang tidak mengikat dan/ atau g. pemerintah daerah f.

3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimasuk pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah. 4) Investasi selain lahan untuk satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan. .2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing.

.BIAYA INVESTASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA INVESTASI LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan investasi untuk lahan kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. BIAYA INVESTASI SELAIN LAHAN PENDIDIKAN Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

pemangku kepentingan pendidikan.BIAYA PERSONALIA 1) Biaya personalia satuan pendidikan. yang diselengarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan sekurangkurangnya mencakup : a. baik formal maupun nonformal. Tunjangan fungsional bagi guru dan dosen d. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan. . baik formal maupun nonformal. Gaji pokok b. pemerintah daerah. yang diselengarakan masyarakat. 3) Pemerintah. Maslahat tambahan bagi guru dan dosen 2) Biaya personalia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dengan masing-masing pendidik/tenaga kependidikan. atau kesepakatan kerja bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan dengan keseluruhan pendidik/tenaga kependidikan. Tunjangan yang melekat pada gaji c.

Orang tua atau wali peserta didik c. Sumber lain yang sah . Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah e. Pemerintah daerah f. Pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g. dapat bersumber dari : a.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya personalia yang diperlukan untuk mengembangkan satuan atau program pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Masyarakat di luar orang tua atau wali peserta didik d. b.

. 2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sesuai kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e diatur dengan peraturan kepala daerah.1) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Biaya personalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

2) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar sekolah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah.BIAYA NONPERSONALIA 1) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan dasar madrasah pelaksana program wajib belajar yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah dan dialokasikan dalam anggaran pemerintah. . 3) Tanggung jawab pendanaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sampai dengan terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan.

yang diselenggarakan masyarakat. pemerintah daerah. menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dan peserta didik atau orang tua/walinya. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau e. Pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya. 6) Pendanaan biaya nonpersonalia penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat bersumber dari : a. . masyarakat.4) Pendanaan biaya nonpersonalia untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. Sumber lainnya yang sah. Pemerintah daerah c. 5) Pemerintah. baik formal maupun nonformal. dan pihak asing dapat membantu pendanaan biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat. Pemerintah b. d.

dapat bersumber dari : a. Pemerintah c. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Pemerintah daerah d. Pemangku kepentingan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f. . Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau g.PENDANAAN TAMBAHAN 1) Pendanaan tambahan di atas biaya nonpersonalia yang diperlukan untuk pengembangan satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat menjadi bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal. Sumber lainnya yang sah. Peserta didik atau orang tua/walinya e.

.2) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diatur dengan peraturan menteri dan peraturan menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. 3) Syarat pemberian bantuan pendanaan oleh pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diatur dengan peraturan kepala daerah sesuai kewenangannya. 4) Biaya nonpersonalia satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dan dikembangkan untuk bertaraf internasional dan/atau berbasis keunggulan lokal harus merupakan bagian integral dari anggaran tahunan satuan pendidikan yang diturunkan dari rencana kerja tahunan yang merupakan pelaksanaan dari rencana strategis satuan pendidikan.

. BIAYA NONPERSONALIA Pendanaan biaya nonpersonalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.BIAYA OPERASI PENYELENGGARAAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN BIAYA PERSONALIA Pendanaan biaya personalia untuk kantor penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat menjadi tanggung jawab penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

2) Penyelenggaraan atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat memberi beasiswa kepada peserta didik yang berprestasi. . Sumber lainnya yang sah. Pemerintah daerah d. Pemerintah c. b.BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat memberi bantuan biaya pendidikan atau beasiswa kepada peserta didik atau orang tua atau walinya yang tidak mampu membiayai pendidikannya. Orang tua/wali peserta didik e. 3) Pendanaan bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dapat bersumber dari : a. Bantuan pihak asing yang tidak mengikuti dan/atau g. Pemangku kepentingan di luar peserta didik dan orang tua/walinya f. Penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat.

termasuk biaya personal. yang tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional atau berbasis keunggulan lokal. Satuan pendidikan pelaksana program wajib wajib belajar yang diselenggarakan masyarakat. 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian bantuan biaya pendidikan dan beasiswa oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 diatur dengan peraturan penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .PENJELASAN BANTUAN PENDIDIKAN DAN BEASISWA 1) Bantuan biaya pendidikan dan beasiswa sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 mencakup sebagian atau seluruh biaya pendidikan yang harus ditanggung peserta didik. wajib menerima bantuan biaya nonpersonalia dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan. baik formal maupun nonformal. . Pendanaan biaya personalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar. DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Peserta didik.BAB IV TANGGUNG JAWAB PENDANAAN PENDIDIKAN OLEH MASYARAKAT DILUAR PENYELENGGARA DAN SATUAN PENDIDIKAN YANG DIDIRIKAN MASYARAKAT TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. orang tua. yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/ atau satuan pendidikan. baik formal maupun nonformal. dan/atau wali peserta didik bertanggung jawab atas : a. Biaya pribadi peserta didik b. c. Pendanaan biaya investasi selain lahan untuk satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

yang diperlukan untuk menutupi kekurangan pendanaan yang disediakan oleh penyelenggara dan/atau satuan pendidikan e) Pendanaan sebagian biaya investasi pendidikan dan/atau sebagian biaya operasi pendidikan tambahan yang diperlukan untuk mengembangkan satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional dan/ atau berbasis keunggulan lokal. baik formal maupun nonformal. .d) Pendanaan biaya nonpersonalia pada satuan pendidikan bukan pelaksana program wajib belajar.

mendanai program peningkatan mutu satuan pendidikan di atas Standar Nasional Pendidikan.PENJELASAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK ORANG TUA. dan/atau wali peserta didik dalam pendanaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 47 huruf b sampai dengan huruf e ditujukan untuk : a. . DAN/ATAU WALI PESERTA DIDIK Tanggung jawab peserta didik. orang tua. menutup kekurangan pendanaan satuan pendidikan dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan b.

dan penggunaan sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diaudit oleh akuntan publik.TANGGUNG JAWAB PENDANAAN Tanggung jawab pendanaan pendidikan oleh masyarakat di luar penyelenggara dan Satuan Pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya. 2) Sumbangan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibukukan dan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. 1) Masyarakat di luar penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan masyarakat serta peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan secara sukarela dan sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan. . penyimpanan. diumumkan secara transparan di media cetak berskala nasional. 3) Penerimaan. dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri.

kecukupan.BAB V SUMBER PENDANAAN PENDIDIKAN SUMBER PENDANAAN 1) 2) Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. Prinsip kecukupan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan cukup untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan. dan keberlanjutan. dan masyarakat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa besarnya pendanaan pendidikan oleh pemerintah. pemerintah daerah. 3) 4) . Prinsip keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berarti bahwa pendanaan pendidikan dapat digunakan secara berkesinambungan untuk memberikan layanan pendidikan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. Anggaran pemerintah b. Hasil usaha penyelenggara atau satuan pendidikan g. Sumber lainnya yang sah. Sumber lain yang sah Dana pendidikan penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dapat bersumber dari : a. Bantuan dari masyarakat. Anggaran pemerintah daerah c. Pendiri penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat b. Bantuan pemerintah d.1) 2) 3) Pendanaan pendidikan bersumber dari pemerintah. Dana pendidikan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersumber dari : a. . dan masyarakat. pemerintah daerah. c. di luar peserta didik atau orang tua/walinya. Bantuan pemerintah daerah e. Bantuan pihak asing yang tidak mengikat dan/atau d.

Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya e. d. Bantuan pemerintah daerah c. Bantuan dari pihak asing yang tidak mengikat f. Sumber lainnya yang sah . Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.4) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah dapat bersumber dari : a. Anggaran pemerintah b.

Sumber lainnya yang sah . Bantuan pihak asing yang tidak mengikat g. Pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Bantuan pemerintah c. Bantuan pemerintah daerah b. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya f.5) Dana pendidikan satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat bersumber dari : a. e. Bantuan dari pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/wallinya. d.

ayat (5) huruf c. Dana yang diperoleh disimpan dalam rekening atas nama satuan pendidikan. serta anggaran tahunan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Didasarkan pada perencanaan investasi dan/atau operasi yang jelas dan dituangkan dalam rencana strategis. . orang tua dan/atau walinya sebagaimana dimaksud dalam pasal 48 dan pasal 51 ayat (4) huruf c. b. c. d. e. Perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud pada huruf a diumumkan secara transparan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. rencana kerja tahunan. Tidak dipungut dari peserta didik atau orang tua/walinya yang tidak mampu secara ekonomis. dan ayat (6) huruf d wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Dana yang diperoleh dibukukan secara khusus oleh satuan pendidikan terpisah dari dana yang diterima dari penyelenggara satuan pendidikan.PUNGUTAN Pungutan oleh satuan pendidikan dalam rangka memenuhi tanggung jawab peserta didik.

Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. i. Sekurang-kurangnya 20% (dua puluh pesen) dari total dana pungutan peserta didik atau orang tua/walinya digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan. Menerapkan sistem subsidi silang yang diatur sendiri oleh satuan pendidikan g. Pengumpulan. . Digunakan sesuai dengan perencanaan sebagaimana dimaksud pada huruf a h. Tidak dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik. j. penyimpanan. l. penyimpanan. Tidak dialokasikan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kesejahteraan anggota komite sekolah/madrasah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan. k. dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan penggunaan dana diaudit oleh akuntan publik dan dilaporkan kepada menteri.f. m. dan penggunaan dana dipertanggung jawabkan oleh satuan pendidikan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan terutama orang tua/wali peserta didik dan penyelenggara satuan pendidikan. Pengumpulan. apabila jumlahnya lebih dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri.

WEWENGANG MENTERI Menteri atau menteri agama. dapat membantalkan pungutan sebagaimana di maksud dalam pasal 52 apabila melanggar peraturan perundang-undangan atau dinilai meresahkan masyarakat. sesuai kewenangan masing-masing. maka kelebihannya dimasukkan dalam anggaran tahun berikutnya. PENJELASAN Apabila dana pungutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 yang diterima satuan pendidikan pada suatu tahun ajaran melebihi jumlah dana yang diperlukan menurut perencanaan investasi dan/atau operasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf a. .

2) . dan ayat (6) huruf f berbentuk utang atau hibah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ayat (5) huruf e. Penerimaan. diaudit oleh akuntan publik. ayat (3) huruf e. diumunkan secara transparan di media cetak berskala nasional.BIMBINGAN PENDIDIKAN 1) Peserta didik atau orang tua/walinya dapat memberikan sumbangan pendidikan yang sama sekali tidak mengikat kepada satuan pendidikan secara sukarela di luar yang telah diatur dalam pasal 52. Bantuan dari pihak asing kepada penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat sebagaimana dimaksud pada yat (1) dilaporkan ke pada menteri atau menteri agama. 2) BENTUK SUMBANGAN 1) Bantuan dari pihak asing sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (2) huruf c. dan dilaporkan kepada menteri apabila jumlahnya lebih besar dari jumlah tertentu yang ditetapkan oleh menteri. ayat (4) huruf e. dan penggunaan sumbangan pendidikan yang bersumber dari peserta didik atau orang tua/walinya. penyimpanan. dan menteri keuangan.

Bantuan pihak asing yang tidak mengikat f. Sumber lain yang sah. Bantuan masyarakat di luar peserta didik atau orang tua/walinya d. 3) Pokok dana pengembangan dapat bersumber dari : a. Bantuan pemerintah daerah c. Bantuan pemerintah b. Sebagian dana peningkatan mutu pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 52 huruf i e. 2) Dana pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas pokok dana pengembangan dan hasil pengelolaan pokok dana pengembangan. .DANA PENGEMBANGAN 1) Satuan pendidikan dapat memiliki dana pengembangan.

Pendanaan biaya investasi dan/atau biaya operasi satuan pendidikan. pendidik dan/atau tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan. c. . Digunakan untuk menyelamatkan satuan pendidikan ketika terkena bencana. Beasiswa bagi peserta didik. 5) Hasil pengelolaan pokok dana pengembangan dapat digunakan untuk : a.4) Pokok dana pengembangan tidak boleh digunakan kecuali jika : a. Bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu membiayai pendidikannya. Pengelolaan dana pengembangan mengalami kerugian b. Dana pengembangan digunakan untuk menyelamatkan eksistensi satuan pendidikan ketika mengalami kesulitan keuangan yang menjurus pada kelipatan c. b.

Dijadikan jaminan utang baik langsung maupun tidak langsung. Dipinjaman sebagai piutang baik langsung maupun tidak. 9) Dana pengembangan dipertanggungjawabkan oleh pemimpin satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara periodik tahunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan penyelenggaraan atau satuan pendidikan. 7) Dana pengembangan dikelola berdasarkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dan tidak boleh diinvestasikan pada usaha yang beresiko tinggi atau melanggar peraturan perundang-undangan. b.6) Pokok dan hasil dana pengembangan tidak boleh digunakan untuk : a. . 8) Dana pengembangan disimpan dalam rekening khusus dana pengembangan atas nama satuan pendidikan.

Prinsip khusus PRINSIP UMUM Prinsip umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 huruf a adalah : a. Prinsip keadilan b. Prinsip akuntabilitas publik . Prinsip umum b. penyelenggara dan satuan pendidikan yang didirikan oleh masyarakat terdiri atas : a. pemerintah daerah. Prinsip transparansi d. penyelenggaraan dan satuan. Prinsip efisisensi c.BAB VI PENGELOLAAN DANA PENDIDIKAN Prinsip dalam pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah.

ras. agama. dan satuan pendidikan sehingga : . tanpa membedakan latar belakang suku. mutu relevansi. dan kemampuan atau status sosial-ekonomi. 3) Prinsip efisiensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilakukan dengan mengoptimalkan akses.2) Prinsip keadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan dengan memberikan akses pelayanan pendidikan yang seluas-luasnya dan merata kepada peserta didik atau calon peserta didik. jenis kelamin. 4) Prinsip transparansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dilakukan dengan memenuhi asa kepatutan dan taat kelola yang baik oleh pemerintah. pemerintah daerah. dan daya saing pelayanan pendidikan. penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat.

serta peraturan satuan pendidikan. 3) Pengelolaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada pemangku kepentingan pendidikan. . PRINSIP KHUSUS 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 5) Prinsip akuntabilitas publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dilakukan dengan memberikan pertanggungjawabkan atas kegiatan yang dijalankan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan kepada pemangku kepentingan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan. dan menghasilkan opini audit wajar tanpa perkecualian.a. 2) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. Dapat diaudit atas dasar standar audit yang berlaku.

Biaya investasi pada satuan pendidikan b. Biaya operasi satuan pendidikan c. Bantuan kepada satuan pendidikan dalam bentuk hibah untuk mendukung biaya operasi satuan pendidikan.SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH SISTEM ANGGARAN 1) Pengelolaan dana pendidikan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) Dana pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan oleh penyelenggara atau satuan pendidikan yang didirikan masyarakat untuk : a. .

Dana pendidikan pada satuan pendidikan bukan penyelenggara program wajib belajar yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah yang belum berbadan hukum dikelola dengan menggunakan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum. 4) PENERIMAAN DANA 1) Penerimaan dana pendidikan yang bersumber dari masyarakat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dikelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dikelola melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan satuan pendidikan yang bersangkutan dan disimpan di dalam rekening bendahara satuan pendidikan yang bukan dengan seizin ketua penyelengggara atau pemimpin satuan pendidikan yang bersangkutan. 2) .3) Dana pendidikan yang dikelola oleh penyelenggara atau satuan pendidikan didirikan masyarakat disimpan dalam rekening penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.

c.PERENCANAAN Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. d. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. d. b. c. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis daerah . e. b.

e. Rencana pembangunan jangka panjang Rencana pembangunan jangka menengah Rencana kerja pemerintah Rencana strategis pendidikan nasional Rencana strategis satuan pendidikan Rencana kerja tahunan satuan pendidikan. . d. 3) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh satuan pendidikan dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan satuan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. c. b.Perencanaan anggaran pendidikan oleh pemerintah harus sejalan dengan : a. 2) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah daerah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran satuan kerja perangkat daerah sesuai peraturan perundang-undangan. 1) Rencana tahunan penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan oleh pemerintah dituangkan dalam rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga sesuai peraturan perundang-undangan. f.

SISTEM ANGGARAN PEMERINTAH 1) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.REALISASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA PENDIDIKAN 1) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan undangan. serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. 2) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaksanakan melalui sistem anggaran pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3) Penggunaan dana pendidikan oleh satuan pendidikan dilaksanakan melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga penyelengggara atau satuan pendidikan. .

2) Realisasi pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan kerja pemerintah daerah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan masing-masing. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . 3) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilaporkan kepada menteri atau menteri agama sesuai kewenangan maisng-masing. dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.STANDAR AKUNTANSI AKUNTABILITAS DAN PELAPORAN 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah.

2) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dilaporkan kepada kepala daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . 3) Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan paling lambat dalam waktu 15 (lima belas) hari kalender.REALISASI ANGGARAN DANA PENDIDIKAN DAERAH 1) Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan pemerintah daerah dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi yang berlaku bagi instansi pemerintah daerah.

Pelaporan mengenai penggunaan dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 dan pasal 69 serta realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 70.STANDAR AKUNTANSI NIRLABA Realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pendidikan satuan pendidikan dibukukan dan dilaporkan sesuai standar akuntansi keuangan nirlaba yang berlaku bagi satuan pendidikan. pasal 71. dan pasal 72 diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri. .

PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana pendidikan pemerintah daerah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2) Pemeriksanaan penerimaan dan penggunaan dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearturan perundang-undangan. . 2) Pemeriksaan penerimaan dan penggunaan dana dalam rangka pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan. 1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan.1) Pengawasan penerimaan dan penggunaan dana satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan pearaturan perundang-undangan. 3) Dana pendidikan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar serta anggaran rumah tangga penyelenggara atau satuan pendidikan yang bersangkutan. .PERTANGGUNGJAWABAN 1) Dana pendidikan pemerintah dan pemerintah daerah dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

. 2) Ketentuan lebih lanjut mengenai alokasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh menteri keuangan.BAB VII PENGALOKASIAN DANA PENDIDIKAN PADA APBN 1) Anggaran belanja untuk melaksanakan fungsi pendidikan pada sektor pendidikan dalam angaran pendapatan dan belanja Negara setiap tahun anggaran sekurang-kurangnya dialokasikan 20% (dua puluh perseratus) dari belanja Negara.

.

Analisis Keuangan

Jaja Suteja

Tiga Klasifikasi utama Rasio Keuangan
• Rasio Solvabilitas • Rasio Profitabilitas • Rasio Aktivitas

• Kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek dan panjang tepat pada waktunya • Kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi

Rasio SOLVABILITAS

Liquiditas

Kemampuan Perusahaan untuk membayar kewajibanJangka pendek tepat pada waktunya

Current Ratio: Aktiva lancar X 100% Hutang lancar

Quick Ratio Aktiva lancar – persediaan X 100% Hutang lancar

Rasio Solvabilitas Jangka Panjang

Aktiva Lancar + aktiva tetap X 100% Total hutang

Debt to Equity Ratio: Modal sendiri X 100% Total hutang

RASIO PROFITABILITAS

RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR PENDAPATAN POTENSIAL SUATU PERUSAHAAN

1. 2.

HASIL ATAS PENJUALAN HASIL ATAS INVESTASI 3. LABA PER SAHAM

HASIL ATAS PENJUALAN

RASIO PROFITABILITAS YANG MENINGDIKASIKAN PROSENTASE PENDAPATANNYA

HASIL ATAS PENJUALAN= PENDAPATAN NETTO PENJUALAN

HASIL ATAS INVESTASI

RASIO PROFITABILITAS YANG MENGUKUR KINERJA PENDAPATAN YANG DIPEROLEH UNTUK SETIAP RUPIAH YANG DI INVESTASIKAN

PENDAPATAN NETTO TOTAL MODAL SENDIRI

LABA PER SAHAM MENGUKUR BESARNYA DEVIDEN YANG DAPAT DIBAYARKAN PERUSAHAAN KEPADA PEMEGANG SAHAM LABA BERSIH JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN .

RASIO AKTIVITAS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI PENGGUNAAN ASSET SUATU PERUSAHAAN OLEH MANAJEMENNYA .

• MENGUKUR EFISIENSI DALAM PENGGUNAAN SUMBER DAYA SUATU PERUSAHAAN BERKAITAN DENGAN PROFITABILITAS • MEMPERLIHATKAN PERUSAHAAN YANG MEMPEROLEH LEBIH BANYAK KEUNTUNGAN DIBANDING PERUSAHAAN LAIN PADA SUMBER DAYA YANG SAMA RASIO AKTIVITAS .

RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN MENGUKUR RATA-RATA JUMLAH PERSEDIAAN DIJUAL DAN DI STOCK LANG SELAMA SETAHUN HARGA POKOK PENJUALAN RATA-RATA PERSEDIAAN = HARGA POKOK PENJUALAN (PERSEDIAAN AWAL TAHUN.AKHIR TAHUN)/2 .

.

BAB 2 Capital Budgeting: Kriteria Keputusan Haruskah saya membangun pabrik tersebut ? Plant.Property.Equiptment .

Melibatkan Pembelanjaan Modal dalam jumlah yang sangat besar. • Sangat Penting bagi Masa Depan Perusahaan. .Apakah Penganggaran Modal? Keywords dalam Penganggaran modal: • Analisis terhadap tambahan fixed assets yang potensial. • Keputusan Jangka Panjang.

Penganggaran Modal ( capital bugeting ) Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan Mengenai pengeluaran dana Dengan jangka waktu lebih dari satu tahun .

Langkah langkah: 1. kemudian cari nilai NPV dan atau IRR. Tentukkan nilai k = WACC untuk 4. Hitung risiko yang dikandung dari aliran kas. Terima proyek. apabila NPV > 0 dan atau IRR > WACC. . 5. baik CIFs maupun COFs 3. Estimasikan aliran kas baik kas masuk maupun kas keluar 2.

mutually exclusive. tidak dipengaruhi oleh penerimaan dari aliran kas proyek lainnya. .Apakah Perbedaan antara proyek yang bersifat Mutually Ekslusif dan Independen Proyek: independen. Jika aliran kas dari suatu proyek. Jika allran kas dari suatu proyek menyebabkan penolakan dari aliran kas dari proyek lainnya (if the cash flows of one can be adversely impacted by the acceptance of the other).

Sebuah contoh proyek yang bersifat Mutually Exclusif (Saling Meniadakan). Kapal Penyebrangan (Ferry) alternatif produk untuk penyebrangan sungai . Jembatan vs.

Aliran Kas Proyek yg Normal: Biaya (negatif CF) kemudian diikuti oleh aliran kas positip\ Aliran Kas Proyek Yg tidak Normal: Dua atau lebih perubahan arah aliran kas dalam suatu proyek tertentu. .

CIFs (+) COFs (-) Dalam tahun 0 1 + + 2 + + 3 + + + 4 + + + 5 + + N N N NN NN + - + + + + - + - N NN .

Atau how long does it take to get the business’s money back? .Apakah Periode Pengembalian itu ? Jumlah tahun atau periode yang dibutuhkan agar investasi dapat kembali (The number of years required to recover a project’s cost).

Kriteria Investasi        Pay Back Period (PP) Discounted Payback Period Average Rate of Return (ARR) Net Present Value (NPV) Benefit Cost Ratio ( B/C ) atau Profitability Index (PI) Internal Rate of Return (IRR) .

melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek.Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula. yaitu proyek L dan S: Payback for Project L (Long: Most CFs in out years) .

1. yaitu proyek L dan S: 0 1 2 2.4 3 Payback Period CFt -100 Cumulative -100 Projek L 10 -90 + 30/80 60 100 -30 0 80 50 = 2 = 2. melalui proceeds yang dihasilkan setiap periode Misalnya terdapat 2 (dua) proyek.375 years . Payback Menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan mengembalikan investasi seperti semula.

6 2 3 20 40 70 100 50 -30 0 20 Cumulative -100 PaybackS = 1 + 30/50 = 1.Project S (Short: CFs datang lebih awal) 0 CFt -100 1 1.6 years Proyek S .

Mengabaikan penerimaan kas setelah PP terpenuhi.Kelebihan dari metode Payback: 1. Mudah untuk menghitung dan memahaminya. 2. . Memberikan gambaran mengenai indikasi risiko dan likuiditas. Kelemahan Metoda Payback: 1. 2. Mengabaikan time value ofmoney(TVM).

91 60 49. . costs in 2.32/60. Discounted Payback: Uses discounted rather than raw CFs. + cap.11 18.11 = 2.32 80 60.79 Cumulative -100 Discounted = 2 payback + 41.2.59 -41.09 -90. 0 10% 1 2 3 CFt PVCFt -100 -100 10 9.7 yrs Recover invest.7 yrs.

3. berdasarkan tingkat diskonto (discount rate) tertentu : CFt . dalam kaitannya dengan waktu. . t t  0 1  k  n NPV   Cost often is CF0 and is negative. NPV   t 1 n 1  k  CFt t  CF0 .NPV Konsep Net Preseng Value merupakan model yang memperhitungkan pola cast flow keseluruhan dari suatu investasi.

00 9.98.79 = NPVL 10% 1 10 2 60 3 80 NPVS = $19.Jadi Berapa NPV projek L ? Projek L: 0 -100. .59 60.09 49.11 18.

Terima Projek jika: NPV > 0.Rational untuk Metoda NPV NPV = PV inflows . Pilih Projek yang memiliki nilai NPV yang lebih besar apabila proyek tersebut bersifat Mutually Exclusive .Cost = Net gain in wealth.

• Jika S & L are independen.Proyek mana yang seharusnya diterima ? • Jika Projects S and L bersifat mutually exclusive. terima S sebab NPVs > NPVL . NPV > 0.Menggunakan metode NPV. Terima keduanya. .

4. Metode Internal Rate of Return: IRR Bagaiman menentukan discount rate yang dapat mempersamakan present value of proceed dengan outlay sehingga NPV = 0 0 1 2 3 CF0 Cost n = CF1 CF2 Inflows CF3 CFt  0.  t 1  IRR  t 0  .

00 PV1 PV2 PV3 0 = NPV IRRL = 18.13%.Bagaimana dengan IRR projek L (IRRL)? 0 IRR = ? 1 10 2 60 3 80 -100.56%. IRRS = 23. .

Profitable. dimana tingkat return investasi > biayanya.Alasan Rasional Metode IRR: Jika IRR > WACC. oleh karenanya sejumlah return yang tersisa (some return is left over)merupakan return bagi stockholders Example: WACC = 10%. . IRR = 15%.

Terima S sebab IRRS > IRRL . IRRs > k = 10%.Kriteria Penerimaan Proyek Berdasarkan Metode IRR: • Jika IRR > k. projek ditolak  jika S dan L bersifat independen maka terima dua-duanya.  jika S dan L bersifat mutually. Proyek diterima • Jika IRR < k. .

Construct NPV Profiles Enter CFs in CFLO and find NPVL and NPVS at different discount rates: k 0 5 10 15 20 NPVL 50 33 19 7 NPVS 40 29 20 12 5 (4) .

NPV ($) 60 50 40 30 20 10 0 0 -10 5 10 15 20 23.7% 10 15 NPVL 50 33 19 7 (4) NPVS 40 29 20 12 5 S L 20 IRRS = 23.1% .6 k 0 5 Crossover Point = 8.6% Discount Rate (%) IRRL = 18.

k > IRR and NPV < 0.NPV and IRR always lead to the same accept/reject decision for independent projects: NPV ($) IRR > k and NPV > 0 Accept. k (%) IRR . Reject.

Mutually Exclusive Projects NPV L k < 8. IRRS > IRRL CONFLICT k > 8.7: NPVS> NPVL .7: NPVL> NPVS . IRRS > IRRL NO CONFLICT S IRRS k 8.7 k % IRRL .

If profiles don’t cross. then press IRR. but better to have first CF negative.7%. 2. 3. Find cash flow differences between the projects. Crossover rate = 8. Enter these differences in CFLO register. Can subtract S from L or vice versa. 4. . one project dominates the other. rounded to 8.To Find the Crossover Rate 1.68%. See data at beginning of the case.

operating expenses) . Capital expenditure: jenis pengelaran yang memberikan manfaat jangka panjang(tanah.bangunan dan aktiva lainnya) b.Dasar Pengertian NPV • Pengertian Present Value : Nilai sekarng • Pengertian Cast Flow atau Proceeds: Earning After Taxes(EAT) Plus Depresiasi Net Investment (outlay): a. biaya pabrik. Revenue Expenditure: jenis pengeluaran yang diperhitungkan sebagai biaya (biaya material. mesin. tenaga kerja.

Cara menentukan besarnya net invesment Harga proyek (+) Biaya pemasangan (-) Proceed atas penjualan aset lama (+) Pajak atas penjualan aset net investment = XX = XX = XX = XX = XX .

Contoh Pada suatu perusahaan 4 tahun yang lalu membeli mesin dengan harga Rp 100.Biaya pemasangan Rp 50.000.000.-.000. Mesin ini dijual sekarang dengan harga Rp 110.(instalation cost).000. .yang usia teknisnya 10 tahun.. Mesin baru bila dibeli akan diperoleh dengan harga Rp 200. Capital gain tax rate 30 % dan normal tax rate 50%. Berapa besarnya net investment?..

000.000.+ Total = Rp.000. 200.= Rp.(+) Pajak atas penjualan aset = Rp.000. 20.000.x 50 % = Rp..000.000.Normal gain = Rp. 250.. 100..Normal gain : Rp..– Rp. 40...x 30 % = Rp. 163.– Rp.000. 10.(--) Proceet atas penjualan aset lama = Rp.Nilai buku mesin lama = Rp.000. 23.000.000.+ Net Investment = Rp.= Rp..000.(nilai yang sudah dipakai) Total pajak yang harus dikeluarkan : Capital gain : Rp.000.Capital gain = Rp. 140. 23. 60. 40.+ = Rp. 110. 3..000..000. 10.000.000.- ..Harga mesin baru (+) Biaya pemasangan = Rp. 100. 40.. 110. 50.= Rp.000.000.= Rp.

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. x DF x DF x DF x DF Rp. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp. Rp. .Konsep Net Present Value PV of Proceeds. Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = PV of Proceeds Net Investment Rp.

3. 5. yaitu A dan B.- a. e. Cost of Capital perusahaan diketahui 10%.Rp.Rp. 200.- Rp. 200. 800.Rp. 300. Proyek manakah yang paling menguntungkan atas dasar konsep : 2. 200.000. c. 4.Rp.000. 400.000. Proyek B Rp.000. b.Contoh : Dua Proyek.- Dari data di atas.000.000. Rp. - Rp.000. Pola Cash Flow (EAT + Depresiasi) adalah sebagai berikut : Tahun A 1. 400.000. 400. 100.Rp. 100. NPV PI IRR Payback ARR 6. masing-masing membutuhkan investasi sebesar Rp.Rp.000.000.- .-.000. d. 200.

x 0.000.- .000. 100.500.794 Rp.x 0.735 Total PV Net Investment NPV PI atau B/C Ratio = Rp.Rp. 158. 370.857 Rp.000. 800.500.... 145.x 0.000.500. 945.000.Konsep Net Present Value PV of Proceeds.Rp.Rp. 342.000.000.500.000. 200..= 1.800.x 0.Rp.926 Rp. 800.18 Rp.Rp. 400. 400. Th 1 Th 2 Th 3 Th 4 Rp.Rp. 945. 73.Rp.

Bab 3 Keputusan Struktur Modal (Capital Structure Decisions): Topik Pembahasan: • Dampak leverage terhadap return • Risiko Bisnis Vs risiko Finansial • Teori Struktur Modal • Struktur Modal Optimal dalam Prakteknya .

Sebagai contoh, misalnya ada dua perusahaan hipotesis, Perusahaan pertama (U) tanpa Hutang

dan (L) dengan Hutang

Perusahaan U Tanpa Hutang $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Perusahaan L $10,000 12% Hutang(debt) $20,000 dalam aset 40% tarif pajak

Baik kedua perusahaan U maupun L memiliki leverage operasi, risiko bisnis dan EBIT $3,000. mereka berbeda hanya dalam hal penggunaan hutang.

Dampak penggunaan Hutang thd Return Perusahaan

Prshn U EBIT Bunga EBT Pajak (40%) NI (net incoem)
ROE=(NI/TE)

Prshn L $3,000 1,200 $1,800 720 $1,080
10.8%

$3,000 0 $3,000 1 ,200 $1,800
9.0%

ROE L > ROE U

Mengapa Hutang dpt meningkatkan return ? • Total Dollars (return) thd investor:
– U: NI – L: NI + Int – Perbedaan = $1,800. = $1,080 + $1,200 = $2,280. = $480.

• Pajak yg dibayar:
– U: $1,200; L: $720. – Perbedaan = $480.

• Banyak pendapatan operasi mengalir pd perusahaan L (Perusahaan dng hutang)

Apakah Risiko bisnis?
 Ketidakpastian mengenai pendapatan operasi masa depan Uncertainty about future operating income (EBIT).

Probability

Risiko bisnis rendah

High risk

0

E(EBIT)

EBIT

 Catatan: risiko bisnis fokus pada pendapatan operasi dan mengabaikan dampak pengaruh pendanaan

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko bisnis

• Ketidakpastian mengenai deman (unit sales). • Ketidakpastian mengenai harga output.

• Ketidakpastian mengenai harga input.
• Produk dan Jenis jenis hutang. • Tingkat leverage operasi

Apakah Leverage Operasi dan Bgmna pengaruhnya thd risiko bisnis?
• Leverage Operasi adalah penggunaan biaya tetap dalam kegiatan bisnisnya dari pada biaya variabel. • Makin tinggi proporsi biaya tetap dalam struktur biaya perusahaan secara keseluruhan, maka makin tinggi leverage operasi.
(More...)

• Makin tinggi leverage operasi, maka makin tinggi risiko bisnis,sebab penurunan kecil dalam jmlh penjualan akan mengakibatkan penurunan yg signifikan dalam tkt keuntungan

$

Rev. TC

$

Rev.

} Profit
TC FC QBE Sales

FC lebih banyak

FC
QBE Sales

(More...)

Kemungkinan

Leverage operasi rendah Leverage operasi tinggi

EBITL

EBITH

 Dlm situasi tertentu, makin tinggi leverage operasi akan meningkatkan makin tingginginya EBIT yang diharapkan dan jg risiko yg makin tinggi

manajemen. • Risiko Keuangan: – Risiko bisnis tambahan bagi owners sehubungan dengan penggunaan leverage finansial – Tergantung jumlah hutang dan pendanaan saham preferen.Risiko Bisnis Vs Risiko Finansial • Risiko Bisnis: – Ketidakpastian dalam EBIT masa depan. . – Tergantung pada faktor bisnis seperti persaingan. leverage operasi dll.

Risiko finansial = ROE . risk risk Risiko Perusahaan = ROE.Dari sudut pandang pemilik perusahaan bagaimana risiko bisnis dan keuangan dapat diukur secara sendiri-sendiri ? Risiko Bisnis Business Financial = + . Risiko bisnis = ROE(U).ROE(U). .

Sekarang pertimbangkan fakta bahwa EBIT tidak diketahui secara pasti. apa dampa ketidakpastian terhadap profitabilitas dan risiko perusahaan U (UnLeverage) dan L (Leverage) ? .

400 .000 $3.000 $4.50 0.Perusahaan U: tanpa hutang Kondisi Ekonomi Buruk Rata-rata.200 1.600 NI $1. Baik Prob.25 0.000 $4.25 EBIT $2.000 $3.800 $2.200 $1.000 Bunga 0 0 0 EBT $2.000 Pajak (40%) 800 1. 0.

680 *sama seperti perusahaan U.Firm L: (memiliki Hutang) Leveraged Kondisi Ekonomi Bad Avg.800 Pajak (40%) 320 720 1.000 buga 1.080 $1.000 $4.50 0.* 0.200 1.25 0.25 EBIT* $2. .120 NI $ 480 $1.000 $3. Good Prob.200 1.800 $2.200 EBT $ 800 $1.

4% 14.0% TIE Firm L Bad Avg.0% 20.0% ROI* 6.8% TIE= (EBIT/bunga) 1.4% 11.0% ROE 6.0% 12.0% 15.3x *ROI = (NI + Interest)/Total financing.4% ROE=( 4.0% 9. Good BEP=( 10.8% 10.0% 12.0% 15.0% ROI* 8.0% 20.0% 9.8% 16. 8 EBIT/TA) NI/TE) 8 8 .Firm U Buruk Rerata.5x 3. Baik BEP 10.7x 2.

4% 10.0% L 15.Ukuran Profitabilitas: E(BEP) E(ROI) E(ROE) Ukuran risiko: U 15.24% 0.0% 9.24 4.5x .39 2.0% 9.0% 11.12% 0.8% ROE CVROE E(TIE) 8 2.

• Perusahaan dengan hutang (Firm’sL) memiliki ROE dan EPS yang lebih tinggi sebab adanya beban bunga pada kondisi ekonomi baik. (More..Kesimpulan • Basic earning power = BEP = EBIT/Total assets yang tidak dipengaruhi oleh leverage. karena adanya tax saving • Besarnya tax saving(penghematan pajak) = taxes rate*interest expenses.. • ROE dan ROI perusahaan L > ROE dan ROI u.) .

(Teori MM atau MM theory) – Tidak ada pajak – Pajak Perusahaan – Pajak Individu dan perusahaan • 2. Pendanaan Hutang sebagai kendala manajerial (Debt financing as a managerial constraint) .(Teori trade off atau Trade-off theory) • 3.Teori Struktur Modal • 1.Teori Signaling (Signaling theory) • 4.

MM (Modgliani dan Miller) Theory: Tanpa pajak • Menurut MM teori. dalam kondisi set asumsi yang sangat ketat. • Oleh karena itu. . • Oleh karenanya. struktur modal tidak relevan. menurut MM teori setiap peningkatan ROE akan secara tepat ditutup oleh peningkatan risiko. nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh baiuran pendanaan.

• Perusahaan seharusnya menggunakan hampir mendekati 100% pemenuhan kebutuhan pendanaan melalui hutang untuk memaksimumkan nilai perusahaan. • Dengan adanya pajak perusahaan.MM Theory: Ada ajak Perusahaan (Corporate Taxes) • Ketika ada pajak. manfaat leverage finansial diatas risikonya oleh karenanya akan lebih banyak lagi aliran EBIT masuk pada para invetsor. maka perusahaan yang menggunakan hutang lebih menguntungkan dari pada menggunakan modal sendiri. .

• Perusahaan seharusnya tetap menggunakan 100% debt. .Teori MM (MM Theory): Ketika ada pajak perusahaan dan pribadi. • Pajak personal lebih kecil dari pajak perusahaan: – Pajak perusahaan menguntungkan bagi debt financing. – Pajak personal menguntungkan dengan pengugunaan equity financing.

.Persamaan Hamada (Hamada’s Equation) • MM theory menjelaskan bahwa beta berubaha sehubungan dengan adanya leverage.T)(D/E)) • Dimana bL = beta untuk perusahaan yg menggunakan hutang (bL = ) • Dalam prakteknya D/E diukur dengan nilai buku hutang terhadap modal sendiri. • bU beta bagi perusahaan tidak berutang (the unlevered beta) • bL = bU(1 + (1 .

Pendanaan Hutang sebagai sebuah kendala Manajerial
• Dalam teori keagenan, manajer memungkinkan menggunakan dana perusahaan untuk hal-hal diluar kepentingan langsung perusahaan (non-value maximizing purposes). • Tujuan dari penggunaan leverage finansial: : – Mengikat aliran kas bebas (Bonds ―free cash flow.‖) – Mendorong disiplin para manajer (Forces discipline on managers). • Namun demikian, pilihan tersebut telah meningkatkan risiko kesulitan keuangan (increases risk of financial distress).

Teori Trade off (Trade-off Theory)

• MM theory mengabaikan kemungkinan kebangkrutan
dan kesulitan keuangan (financial distress), yang mana peningkatannya proporsional dengan leverage yang digunakan makin banyak berarti makin tinggi risikonya. • Pada tk leverage rendah benefit pajak > biaya kebangkrutan • Pada tk leverage tinngibiaya kebangkrutan >, manfaat pajak • Jadi: Struktur modal optimal merupakan keseimbangan diantara biaya dan manfaat yang timbul.

COSTS OF FINANCIAL DISTRESS REDUCE THE OPTIMAL DEBT RATIO
Firm Value

PV Tax Shield
PV Costs Of Distress Value of levered firm

Value If All Equity Financed

Optimum

Debt Ratio
D/E

Teori Signal (Signaling Theory)
• MM Teori mengasumsikan bahwa para investor dan manajer memiliki informasi yang sama. • Akan tetapi, Manajer seringkali memiliki informasi yang lebih baik, oleh karenanya mungkin: menjual saham jika overvalued. Menjual Obligasi jika saham undervalued. • Para investor / pasar sebenarnya memahami akan hal ini, oleh karena itu mereka memandang penjualan saham sebagai signal negatif. • Jadi, apa implikasinya bagi manajer ? (Implications for managers) ?

Konsep Biaya Modal
Prof Dr H. Tb Hasannudin, Drs., MSc AP

.

.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5 DISTRIBUSI EARNINGS PADA PEMILIK: KEBIJAKAN DIVIDEN dan PEMBELIAN KEMBALI SAHAM PERUSAHAAN • • • • Teori dan Preferensi Investor Signaling effects Model Residual (Residual model) Rencana Investasi Kembali Dividen (Dividend reinvestment plans) • Dividend saham dan pemecahan saham (Stock dividends and stock splits) • Pembelian Kembali Saham Perushanaan (Stock repurchases) .

rendah atau tingginya rasio pembayaran? 2. Stabil datau tidak? 3. oleh karena itu keputusan ini terkait pada: 1. Apakah perusahaan mengumumkan mengenai kebijakan dividen ini .Apakah Yg dimaksud Kebijakan Dividen‖? • Merupakan keputusan untuk membayar earning bagi para pemilik dan menahan kembali dan menginvestasikannya pada perusahaan. Frekuensi pembayaran? 4.

• Bird-in-the-hand: Investor menyukai rasio pembayaran yg tinggi.Apakah Investor Menyukai pembayaran dividen tinggi atau rendah ? Ada 3 teori dasar • Dividend tidak relevan: Investors don’t care about payout. • Preferensi Pajak: Investors menyukai rasio pembayaran rendah .

maka mereka dapat menggunakan dividen u/ membeli saham. oleh karena itu membuthkan tes empiris. • Teori ini didasarkan pada asumsi yang tidak realsitik (no taxes or brokerage costs). . mereka dapat menjual saham.Teori Dividen irelevan (Dividend Irrelevance Theory) • Investor memiliki preferensi berbeda antara dividen dan laba ditahan—u/dapat menghasilkan capital gain. • Modigliani-Miller mendukung irelavan . Jika tdk menghendaki kas.

Investor membayar dividen akan memberikan nilai perusahaan yang makin tinggi. high P0. hence they like dividends.Bird-in-the-Hand Theory • Investors berpikir bahwa dividen lebih kecil risikonya dari pada potesi capital gains masa depan. • Jika begitu. .

Preferensi Pajak (Tax Preference Theory) • Laba ditahan mengarah pada capital gains.) . yang dikenai pajak relatif rendah dari pada dividen • Hal ini menyebabkan investor menyukai perusahaan dengan payout rendah (a high payout results in a low P0.

mana yag tepat ??? .Implikasi ke-3 terhadap para manajer Theory Irrelevance Bird-in-the-hand Tax preference Implication Any payout OK Set high payout Set low payout Namun demikian.

Kemungkinan pengaruhnya terhadap harga saham (Possible Stock Price Effects) Harga Saham ($) Bird-in-Hand 40 30 Indifference 20 Tax preference 10 0 50% 100% Rasio pembayaran .

Pengaruh Terhadap biaya Ekuitas (Possible Cost of Equity Effects) Biaya Ekuitas (%) Tax Preference 20 15 Indifference 10 Bird-in-Hand 0 50% 100% Rasio Pembayaran .

.Teori mana yang Paling Tepat (Which theory is most correct ?) • Tes Empirispun tidak mampu menentukkan teori mana yang relatif tepat • Para manajer menggunakan judgment ketika menentukan kebijakan dividen.

harga saham meningkat ketika dividen juga meningkat . mereka relatif meyukai untuk memberikan dividen relatif stabil. hal ini merepresentasikan ekspektasi masa depan perusahaan .Apakah yang dimaksud hipotesis ―kandungan informasi‖ dan Signaling ? • Manajer tidak menyukai memotong dividen. • Oleh karena itu. Sementara investor memandang peningkatan dividen sebagai signal management’s view of the future. meskipun tidak meningkatkan dividen.

atau kelompok (clienteles).Apakah yang dimaksud kelompok yang berpengaruh (What’s the “clientele effect”)? • Kelompok investor yang berbeda. menyukai kebijakan dividend yang berbeda. • Kebijakan dividen masa lalu menentukan kelompok invetor saat ini .

) .Apakah Model Kebijakan Dividen Residual (What’s the “residual dividend model‖?) • Mengkalkulasi laba ditahan yang dibutuhkan untuk anggaran modal. hence minimizes the WACC. sehingga menyisakan relatif kecil earnings sebagai dividen (Pay out any leftover earnings (the residual) as dividends. • Kebijakan ini meminimalisasi biaya signal ekuitas dan flotasi. • Memenuhi kebutuhan modal. oleh karena itu akan mampu meminimumkan biaya rata-rata tertimbang (This policy minimizes flotation and equity signaling costs.

.Menggunakan Model Residual untuk Menghitung Dividen yang dibayarkan (Using the Residual Model to Calculate Dividends Paid) Net Dividends = – income Target equity ratio Total capital budget [( )( )] .

Given. (Leverage Ratio =40%) • Net income yang diproyeksikan: $600. • Target Struktur modal: 40% debt.Data for SSC (Contoh) • Anggaran Modal : Rp. 800.000. • Berapa banyak keuntungan bersih (Rp. 60% equity. 600.000.000) seharusnya dibayarkan sebagai dividen ? .

4($800.000 dipenuhi dari debt.= Anggaran Modal Rp. 120.000) = $320.000/Rp.000 . 600.000 = 0.000) = $480.000 net income.20 = 20%.000 didanai oleh modal sendiri u/menjaga target struktur modal.000 merupakan kas yg digunakan u/membayar dividen = Rasio pembayaran (Payout ratio) Rp. Jadi DPO = 20% . 600. atau sebesar [0.120.] Dengan Rp.6($800.000 = Rp. 600.000 = 0. maka residualnya = Rp.$480. 800.

000? • NI = Rp.000 – Rp.000 = Rp.800.400.800.000: perlu Rp.000. • Payout = Rp.000/Rp.Bagaimana kalau adanya penurunan NI menjadi Rp. 800.000. 480. 320. oleh karenanya harus menahan dana sebesar Rp. 400. 800. .000 = 40%.000 apakah berpengaruh thd dividend ? Juga bagaimana kalau meningkat menjadi Rp.000: • Dividends = Rp. sehingga Dividends = 0. 400.320.480.000 modal sendiri. • NI = Rp.

Bagaimana suatu perubahan dalam peluang investasi berpengaruh terhadap dividen dalam kondisi kebijakan atau model residual ? • Terdapat relatif sedikit investasi akan mengarah pada makin kecilnya anggaran modal. • Makin baik peluang investasi. oleh karenanya akan meningkatkan rasio pembayaran dividen. . akan mengarah pada rendahnya rasio pembayaran dividen.

.Kelemahan dan keunggulan Model Kebijakan dividen residual • Kelebihan (Advantages): Meminimalisasi biaya flotasi dan Penerbitan saham baru. ha l ini mendorong munculnya signal konflik. dan tidak memberikan perhatian yang kuat terhadap kelompok tertentu. tanpa harus dilakukan secara kaku. ketika adanya penentuan target pembayaran dividend tertentu. • Kelemahan (Disadvantages): memberikan hasil yang beragam dalam masalah dividen. • Kesimpulannya (Conclusion): Mempertimbangkan model kebijakan residual. meningkatkan risiko.

Apakah yang dimaksud DRIPs (―dividend reinvestment plan) ? • Pemilik saham dapat secara otomatis menginvestasikan kembali dividennya dalam saham umum perusahaan. There are two types of plans: – Pasar terbuka (Open market) – Saham baru (New stock) . memperoleh lebih banyak saham dari pada uang kas.

jia dibutuhkan perlu adanya variasi Struktur Modal.Penentuan Kebijakan Dividen • Peramalan mengenai kebutuhan modal membutuhkan perencanaan denganhorizon waktu lebih dari 5 tahun. • Meentukan target rasio pembayaran berdasarkan model residual. • Menentukan target Struktur modal • Mengestimasi kebutuhan modal sendiri tahunan (Estimate annual equity needs). . • Secara umum. sejumlah tingkat pertumbuhan dividen muncul. dan menjaga tingkat pertumbuhan tersebut kalau memungkinkan.

96 55.35 *None of the internet companies included in the Value Line Investment Survey paid a dividend.29 13.00 67. .06 67.91 51. S.70 38.Rasio Pembayaran Dividen untuk sejumlah industri terpilih Industry Banking Computer Software Services Drug Electric Utilities (Eastern U.) Internet Semiconductors Steel Tobacco Water utilities Payout ratio 38.09 n/a 24.

Alasan Pembelian Kembali Saham: • Sebagai alernatif untuk mendistribusikan kas sbg dividen • Untuk mendapatkan kas suatu waktu tertentu dari padamelakukan penjualan aktiva. • Untuk membuat perubahan struktur modal yang cukup signifikan. .Pembelian Kembali Saham Milik Perusahaan (Stock Repurchases) Repurchases: Buying own stock back from stockholders.

. • Pembelian saham perusahaan dapat digunakan sebagai takeover atau menjual kembali u/meningkatkan kas yang dibutuhkan.manajemen berpikir nahwa saham undervalued. • Para pemegang saham menganggap sebagai signal positif--. • Pendapatan yang diterima sebagai capital gains dari pada dividen yang dinai tarif pajak yang lebih tinggi.Advantages of Repurchases • Pemilik saham dapat melakukan penawaran pada harga tertentu atau tidak • Membantu menghindari penetapan dividen tinggi yang pada masa depan sulit untuk dipertahankan.

thus paying too much for its own stock. • Firm may have to bid up price to complete purchase.Kelemahan Pembelian Kembali saham (Disadvantages of Repurchases) • Dipandang sebagai signal negatif ( perusahaan memiliki peluang investasi yang rendah). Sehingga banyak yang memperlakukannya sebagai sesautu yg tidak fair. • Penjualan saham oleh pemilik (Selling stockholders) tidak terinformasikan secara lebih baik. .

. Stock Splits) • Stock dividend: Perusahaan menerbitkan saham baru sebagai kompensasi pembayaran dividen.Dividen Saham vs Pemecahan Saham (Stock Dividends vs. misalnya jika 10%. • Stock split: Perusahaan meningkatkan jumlah saham yang beredar. memperoleh 10 lembar untuk setiap 100 saham yang dimiliki. misalnya split factor 2.1 Sends shareholders more shares.

stock dividend atau split diikuti oleh informasi. Pada sisi lain. Namun demikian. tapi dengan porsi kueh yang relatif lebih kecil. harga saham turun sebagai akibat tidak berubahnya kesejahteraan pemilik.Baik pemecahan saham maupun dividen saham. Meskipun demikian. meningkatkan jumlah saham beredar. atau diikuti oleh even lainnya seperti meningkatnya dividen. splits/stock dividends akan mampu mengarah pada ―optimal price range.” .

• Pemecahan saham (Stock splits) umumnya terjadi ketika manajemen dalam posisi confident.) .Kapan seharusnya Perusahaan mempertimbangkan Pemecahan Saham? • Ada keyakinan yang luas. bahwa di pasar modal terdapat rentang harga optimal (optimal price range) misalnya $20 sd $80. sehingga seharusnya diinterpretasikan sebagai signal positif (positive signals. • Pemecahan saham (Stock splits) dapat digunakan untuk menjaga harga saham tetap dalam rentang harga optimal.

Si . Fundamentals of Financial Management. Inc. M..Bab 5 Analisis Laporan Keuangan © 2001 Prentice-Hall. SE. 11/e Jaja Suteja.

Analisis Laporan Keuangan • • • • • Laporan Keuangan Kerangka Kerja Analisis Analisis Rasio Analisis Trend Common-Size dan Analisis Indeks .

Lebih memfokuskan pada CIF Jk Panjang • Pemegang Saham -.Lebih memfokuskan pada profitabilitas. CIF JK Panjang & Kesehatan Perusahaan.Pengguna Hasil Analisis • Kreditur Dagang – Lebih memfokuskan pada likuiditas . • Pemegang Obligasi -. .

Pengguna Internal Analisis Laporan Keuangan • Perencana -.Lebih memfokuskan pada ROI untuk beragam asset dan efisiesni asset.Lebih memfokuskan pada penilaian posisi keuangan saat ini dan evaluasi peluang potensial perusahaan . . • Pengawas -.

Bentuk Dasar Laporan Keuangan Neraca  Sebuah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu yang menunjukkan total assets = total liabilities + owners’ equity . Laporan Laba Rugi – A Sebuah ringkasan mengenai pendapatan dan biaya-biaya selama periode tertentu yang menggambarkan apakah perusahaan dalam posisi untung atau rugi. .

2003a Kas. c. $ 90 Piutang Usaha. b.Penyusutang (329) Aktiva Tetap Bersih $ 701 Investasi 50 Aset lainya 223 Total Assets b $2. ABC (000) PER . Posisi aset pd tanggal tertentu.169 a. Biaya dimuka yg siap dibayar. 31 Desember .c 394 Persediaan 696 Biaya dibayar dimuka d 5 AK Pajak dibayar 10 Aktiva Lancare $ 1. Aktiva lancar. .NERACA PT. g. Jml Aktiva tetap. Ak pengurangan atas penggunaan aset tetap.195 Aktiva Tetap (@Cost)f 1030 Dik: Ak. ABC (Dilihat dari sisi Asset ) NERACA PT. f. Jumlah hutang para pelanggan d. Apa yg dimiliki perusahaan. e.

h. e $ 500 Utang Jk Panjangf 530 Modal sendiri pemilik Saham Biasa ($1 par) g 200 Tambahan Dlm Modalg 729 Laba Ditahan h 210 Total MS $1. c.Apa yg menjadi utang perusahaan dan posisi kepemilikan usaha.169 a. Utang usaha < 1 thn. b.b $2. Investasi milik perusahan sendiri. Upah dan gaji yang masih hrs diabayar. f. Utang > 1 thn. 2003 Wesel Bayar $ 290 Utang Dagangc 94 Pajak Yg Msh hrs dibyr d 16 Utang yg hrs dibyr lainya. e. g. d 100 Utang Lancar. ABC (Sisi Utang) NERACA PT.139 Total Utang & MSa. ABC (000) Per 31 Desember. d. Aktiva = Utang + MS. Kewajiban pada pemasok perusahaan. . Earnings reinvested.NERACA PT.

211 Harga Pokok Penjb 1.LAPORAN LABA RUGI PT. g. Jumlah yang siap diterima oleh pemilik perusahaan. Pendapatan operasi Biaya dana pinjaman. perusahan untuk memperoleh keuntungan. Biaya penjualan. Mengukur kemapuan b. f. c. Yang diterima atau akan diterima dr pelanggan. iklan adminstrasi kantor dll. e. . ABC (000) per 31 Desember 2003 a Penjualan Bersih $ 2. Pendapatan Kena pajak.599 Laba Kotor $ 612 Biaya Adm umumc 402 EBITd $ 210 Biaya bungae 59 EBT f $ 151 Pajak Pendapatan 60 EATg $ 91 Dividen kas 38 Laba ditahan $ 53 a. ABC LAPORAN PENDAPATAN PT. d.

Analsis Kebutuhan Dana Perusahaan Apakah ada komponen yang bersifat musiman? Alat Analisis yang digunakan Laporan Sumber & Penggunaan Dana Laporan Aliran kas dan Anggaran Kas .KERANGKA KERJA ANALISIS FINASIAL Komponen Trend / Musiman Berapa besar dana yang akan diperlukan dimasa yang akan datang ? 1.

Individual Sepanjang waktu Secara Kombinasi Secara Perbandingan . Analisis Kondisi Finansial Profitabilitas Perusahaan Rasio Keuangan 1. 4. Analisis Kebutuhan dana perusahaan 2. 2. 3.Kerangka Kerja Analisis Finansial Kesehatan Sebuah Perusahaan 1.

Kerangka Kerja Analsis Fiansial Risiko Bisnis terkait pada risiko inheren dalam operasi perusahaan. Analysis of the financial condition and profitability of the firm. Analisis Risiko Bisnis Perusahaan Contoh: Volatilitas penjualan Volatilitas biaya dll . 2. Analysis of the funds needs of the firm. 3. 1.

Analisis Kondisi Keuangan dana dan Profitabilitas perusahaan Yang . Analisis Dana yang dibutuhkan perusahaan. dibutuhkan 3. Penentuan 2.Kerangka Analisis Finansial Seorang manajer keuangan hrs mempertimbangk an ketiga faktor tersebut ketika menentukan kebutuhan pendanaan Perusahaan 1. . perusahaan. Analisis Risiko Bisnis Oleh perusahaan.

Analisis kondisi keuangan dan profitabilitas perusahaan. Negosiasi Dengan Pemasok Atau penyedia dana. Analisis Risiko Bisnis. 3. 2. Analisis Kebutuhan dana perusahaan. Penentuan pendanaan perusahaan. .Kerangka Kerja Analisis Keuangan 1.

Penggunaan analisis rasio Jenis jenis Perbandingan:  Perbandingan internal  Perbandingan Eksternal Rasio Keuangan merupakan indeks yang terkait pada dua jenis angka akuntansi yang diperoleh dengan membagi satu dengan yang lainnya. .

INDOFOOD SUKSES MAKMUR Dan juga Rasio Keuangan Industri . GOLDEN MISSISSIPI PT.Perbandingan Eksternal dan Sumber rasio Industri Hal ini melibatkan perbandingan rasio dari satu perusahaan dengan perusahaan sejenis lainnya atau dengan rata-rata kinerja industri. Contoh : PT.

ABC perDesember.39 $500 . Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup hutang jk pendeknya dengan aktiva lancar a. Current Ratio [CR] Aktiva lancar Utang lancar PT. 2003 $1.1.195 = 2.

09 2. .91 Industry 2.39 2.26 1. ABC 2.15 2.01 Rationya lebih kuat dari rata-rata industri.Perbandingan rasio likuiditas Current Ratio Year 2003 2002 2001 PT.

Rasio Likuiditas Rasio Neraca Rasio Likuiditas Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menutup utang lancarnya dengan aset yang paling likuid.00 $500 .Persediaan Utang Lancar For PT. b.ABC Per 31 Desember.195 .$696 = 1. 2003 $1. Acid-Test (Quick) rasio cepat Aktiva lancar .

23 1.25 1. ABC 1.00 1.04 1. .11 Industry 1.Perbandingan Rasio likuiditas Rasio Cepat Year 2003 2002 2001 PT.25 Rasionya lebih lemah dari rata-rata industri.

15 Acid-Test 1.39 2. dalam industri ini memiliki tingkat persediaan barang yang relatif tinggi.Ringkasan perbandingan rasio likuiditas Ratio PT.00 1. • Catatan .25 • Rasio saat ini (CR) kuat dan lemah pada Rasio cepat (Quick) menunjukkan adanya masalah potensial dalam jumlah persediaan.ABC Industry Current 2. .

9 1.5 2001 2002 Analysis Year 2003 .Analisis Perbandingan CR dan Trend Trend Analysis of Current Ratio 2.1 1.3 2.5 Ratio Value 2.7 1.

5 2001 PT.0 0.3 1.Analisis Perbandingan Rasio Cepat Trend Analysis of Acid-Test Ratio 1.5 Ratio Value 1.8 0. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .

. • Rasio Lancar industry meningkat secara perlahan.ABC. sementara rasio cepatnya relatif stabil. • Hal ini menunjukkan bahwa persediaan merupakan masalah serius bagi PT.ABC telah meningkat. pada waktu bersama rasio cepat mengalami penurunan.Ringkasan Analisis Trend Likuiditas  Rasio Lancar (CR) PT.

2003 $1.139 Menunjukkan perluasan usaha yang didanai oleh utang. ABC per 31 Desember . Rasio Leverage Keuangan Rasio Neraca Rasio Leverage Finansial a.030 = .Utang Thd Modal sendiri (DER) Total Utang Total Modal sendiri PT.2.90 $1. .

89 PT.88 .90 .ABC . .90 . ABC memiliki rata-rata penggunaan utang relative thd rerata industri.Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang Thd Modal Sendiri Year 2003 2002 2001 PT.81 Industry .90 .

169 .Rasio Leverage Finasial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan persentase kekayaan perusahaan yang didanai dari Utang b. DAR (Debt to Assets Ratio) Utang Thd Total Aktiva Total Utang Total Aktiva PT. 2003 $1.ABC Per 31 Desember .47 $2.030 = .

45 Industry .47 .47 PT. ABC memiliki rata-rata utilisasi utang relative thd rata-rata industri.Perbandingan Rasio Leverage Finansial Rasio Utang thd total Aktiva Year 2003 2002 2001 PT.47 .47 .ABC .47 . .

LT-Debt + Equity) Total Utang Total Kapitalisasi PT. ABC Per 31 Desember.030 = .e. Total Kapitalisasi (i.669 .62 $1.. 2003 $1.Rasio Leverage Finansial Rasio Neraca Rasio Leverage Keuangan Menunjukkan kepentingan relative utang jk panjang thd pendanaan jk panjang perusahaan c.

Perbandingan Rasio Leverage Finansial Total Rasio Kapitalisasi Year 2003 2002 2001 PT.62 . PT.62 .60 .67 .61 . ABC memiliki rata-rata utilisasi utang jk panjang relative thd rata-rata industri .62 . ABC Industry .

Penutupan Beban bunga EBIT Beban bunga Rasio Penutupan Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup beban bunga .56 $59 . 2003 $210 = 3.Rasio Pembayaran beban bunga Rasio Laba rugi d. ABC per 31 Desember. PT.

35 10.56 4. .30 Industry 5.Perbandingan Rasio Penutupan Beban Bunga Rasio Penutupan Beban Bunga Year 2003 2002 2001 PT. ABC 3.19 5.66 PT. ABC memiliki rata-rata penutupan beban bunga relative dibawah industri .02 4.

0 7.Perbandingan Analisis Trend – RAsio Penutupan Trend Analysis of Interest Coverage Ratio 11.0 5.0 3.0 2001 PT.0 9. ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .

kita tahu bahwa tingkat utang masih dalam batasan rata-rata industri. • Hal ini menunjukan bahwa earning yang rendah (low earnings) atau (EBIT) merupakan masalah potensial bagi PT. ABC telah mengalami penurunan sejak 2001. . ABC. • Catatan. dan mengalami penurunan dibawah rata-rata industri sejak 2 than lalu.Ringkasan Analisis Trend Penutupan  Rasio penutupan PT.

61 $394 . ABC per-31 Desember.Rasio Aktivitas Rasio neraca/ laba rugi a.211 = 5. Perputaran Piutang (Asumsi semua penjualan secara kredit) Penjualan kredit bersih tahunan Piutang Dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan kualitas piutang dan bagaimana keberhasilan perusahaan dalam Pengumpulannya PT. 2003 $2.

ABC per 31 Desember.61 = 65 days .Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. Rata-rata Periode Pengumpulan Hari dalam satu tahun Perputaran Piutang Rasio Aktivitas Jumlah rata-rata hari dimana piutang beredar di pelanggan (or RT in days) PT. 2003 365 5.

1 83. ABC 65.7 66.2 PT.0 71. ABC telah menunjukkan perbaikan dari Rata-rata industri.3 69.Perbandingan Rasio Aktivitas Periode Pengumpulan rata-rata Year 2003 2002 2001 PT. .6 Industry 65.

5 $94 .31 Desember. PT.) Pembelian kredit tahunan Utang dagang Rasio Aktivitas Menunjukkan percepatan pembayaran thd pemasok perusahaan .Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Labac.Perputaran Utang (PT) (Assume annual credit purchases = $1. ABC per. 2003 $1551 = 16.551.

5 = 22.1 days Jumlah hari rata-rata utang beredar di pelanggan . ABC per 31 Desember. PT dalam hari Hari dalam satu tahun Perputaran utang PT. 2003 365 16.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laporan LabaRugi Rasio Aktivitas d.

Apakah hal ini baik ? .1 46. ABC telah meningkat perputaran utangnya dlm hari .7 25.5 48.5 PT.4 51.1 43.Perbandingan Rasio Aktivitas Perputaran Utang dalam hari Year 2003 2002 2001 PT. ABC Industry 22.

2003 $1.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba Rugi e.599 = 2. ABC Per – 31 Desember.30 $696 Menunjukkan efektifitas praktek manajemen persediaan perusahaan. Perputaran Persediaan Harga pokok penjualan Persediaan Rasio aktivitas PT. .

AB 2.30 2. .Perbandingan Rasio AKtivitas Rasio Perputaran persediaan Year 2003 2002 2001 PT. ABC memiliki rasio perputaran persediaan yang kurang baik.44 2.45 3.76 3.69 PT.64 Industry 3.

5 2.ABC Industry Ratio Value 2002 Analysis Year 2003 .0 2001 PT.0 2.Rasio Perputaran PersediaanAnalisis Perbandingan Trend Analysis of Inventory Turnover Ratio 4.5 3.0 3.

02 $2. Total perputaran aktiva Penjualan kredit Total aktiva PT. 2003 Rasio aktivitas Menunjukkan efektifitas Perusahaan Secara keseluruhan dalam memanfaatkan aktiva-nya untuk menghasilkan penjualan.169 . ABC per 31 Desember.211 = 1. $2.Rasio Aktivitas Rasio Neraca/ Laba rugi f.

14 1.03 1.01 Industry 1. ABc 1.Perbandingan RAsio Aktivitas Rasio Perputaran aktiva Year 2003 2002 2001 PT.17 1.02 1. ABC memiliki rasio perputaran aset yang lemah engapa rasio tersebut lemah? .13 .

277 $2. Gross Profit Margin Gross Profit Net Sales For PT. 2003 $612 = . ABC December 31.211 Rasio Profitabilitas Menunjukkan efisiensi operasi dan kebijakan penentuan harga . .Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi a.

6 PT.Perbandingan Rasio Profitabilitas Gross Profit Margin [GPM] Year 2003 2002 2001 PT.7% 31.8 31.1% 28. ABC Industry 27.7 30. ABC memiliki GPM yang lemah .3 27.

5 30.0 Ratio Value (%) 32.Perbandingan Analisis Trend GPM Trend Analysis of Gross Profit Margin 35.0 2001 PT.5 25. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .0 27.

ABC December 31.041 memperhitungkan biaya $2.211 dan pajak.Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi b. 2003 Menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah $91 = . Net Profit Margin Net Profit after Taxes Net Sales For PT. Rasio profitabilitas .

ABc 4.Perbandingan RAsio Profitabilitas Net Profit Margin Year 2003 2002 2001 PT.6 PT.1% 4.9 9.1 7. ABC memiliki NPM yang lemah .2% 8.0 Industry 8.

ABC Industry .Perbandingan Analisis Trend – NPM (Net Profit Margin) Trend Analysis of Net Profit Margin 10 Ratio Value (%) 9 8 7 6 5 4 2001 2002 Analysis Year 2003 PT.

Rasio Profitabilitas Rasio Neraca/ Laba rugi c. ABC December 31.042 $2.160 . 2003 Rasio Profitabilitas Menunjukkan profitabilitas aset perusahaan (setelah pajak dan biaya-biaya) $91 = . Return on Investment Net Profit after Taxes Total Assets For PT.

ABC Industry 4. ABC memiliki ROI yang lemah .Perbandingan Rasio Profitabilitas Return on Investment Year 2003 2002 2001 PT.8 PT.0 9.1 10.8% 9.2% 5.1 9.

ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .ROI Trend Analysis of Return on Investment 12 Ratio Value (%) 10 8 6 4 2001 PT.Perbandingan Analisis Trend.

139 .08 $1. ABC December 31. Return on Equity(ROE) Net Profit after Taxes Shareholders’ Equity Rasio Profitabilitas Menunjukan profitabilitas bagi pemegang saham perusahaan (setelah biaya-biaya dan pajak) For PT. 2003 $91 = .Rasio Profitabiltas Rasio Neraca/ Laba rugi d.

ABC 8. ABC memiliki ROE yang kurang baik .6 Industry 17.9% 17.4 PT.2 20.0% 9.4 16.Perbandingan Rasio profitabilitas Return on Equity [ROE] Year 2003 2002 2001 PT.

ROE Trend Analysis of Return on Equity 21.0 10. ABC Industry 2002 Analysis Year 2003 .5 7.0 Ratio Value (%) 17.Perbandingan Analisis Trend.0 2001 PT.5 14.

041 x 1.17 = .098 or 9.8% .2% ROIIndustry = .02 = .082 x 1.042 or 4.ROI dengan Pendekatan Du-Pont System Earning Power = Sales profitability X Asset efficiency ROI = Net profit margin X Total asset turnover ROI2003 = .

041 x 1.88 = .179 .90 = .Return on Equity and the Du Pont Approach Return On Equity = Net profit margin X Total asset turnover X Equity Multiplier Total Assets Equity Multiplier = Shareholders’ Equity ROE2003 = .02 x 1.082 x 1.17 x 1.080 ROEIndustry = .

Ringkasan Analsis Trend Profitabilitas • Rasio Profitabilitas PT. • Catatan. • Hal ini menunjukkan COGS dan biaya administrasi boleh jadi cukup mahal dan menjadi masalah utama bagi PT. . ABC mengalamim penurunan sejak 2001. hasil ini konsisten dengan rasio kecukupan/penutupan biaya bunga yang rendah. setiap sub indiaktor menunjukkan angka dibawah rata-rata industri selama 3 thn terakhir. ABC.

• Mungkin pembayaran terhadap kreditur terlalu cepat. .Ringkasan Analisis Rasio • Tingkat persediaan cukup tinggi. • COGS terlalu mahal • Biaya penjualan. umum dan administrasi juga terlalu mahal.

Common-size Analysis An analysis of percentage financial statements where all balance sheet items are divided by total assets and all income statement items are divided by net sales or revenues. .

14 0.PT.09 0.39 28.044 2003 90 394 696 15 1. ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1.28 100.169 Common-Size (%) 2001 12.09 32.195 701 50 223 2.06 30.91 100.10 23.08 100.17 32.82 62.0 .0 2003 4.33 0.89 20.00 9.223 2002 100 410 616 14 1.68 55.87 2.69 55.77 30.14 26.32 2.54 0.0 2002 4.31 10.15 18.140 631 50 223 2.45 10.

43 4.37 4.0 2003 13.61 23.05 24.06 1.33 0.0 2002 14.71 6.44 52.89 24.51 100.26 55.23 32.044 2003 290 94 16 100 500 530 1.PT.74 4.62 1.16 53. ABC’ Common Size Balance Sheets Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1.0 .086 2.223 2002 295 94 16 100 505 453 1.169 Common-Size (%) 2001 23.13 100.71 22.11 100.60 0.62 12.139 2.78 4.

3 28.0 68.0 72.1 9.2 9.1 4. ABC’ Common Size Income Statements Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm.599 612 402 210 59 151 91 50 Common-Size (%) 2001 100.1 4.4 8.2 10.211 1.7 6.7 18.4 2003 100.501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2.7 1.5 2.106 1.6 16.3 27.5 2.7 31.7 18.1 2.3 14.3 .0 71.PT.6 15. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1.9 2.235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2.8 4.0 2002 100.

Index Analyses An analysis of percentage financial statements where all balance sheet or income statement figures for a base year equal 100. .0 (percent) and subsequent financial statement items are expressed as percentages of their values in the base year.

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Assets Cash AR Inv Other CA Tot CA Net FA LT Inv Other LT Tot Assets 2001 148 283 322 10 763 349 0 111 1,223 2002 100 410 616 14 1,140 631 50 223 2,044 2003 90 394 696 15 1,195 701 50 223 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 67.6 144.9 191.3 140.0 149.4 180.8 inf. 200.9 167.1 2003 60.8 139.2 216.1 150.0 156.6 200.9 inf. 200.9 177.4

PT. ABC’ Indexed Balance Sheets
Regular (thousands of $) Liab+Equity Note Pay Acct Pay Accr Tax Other Accr Tot CL LT Debt Equity Tot L+E 2001 290 81 13 15 399 150 674 1,223 2002 295 94 16 100 505 453 1,086 2,044 2003 290 94 16 100 500 530 1,139 2,169 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 101.7 116.0 123.1 666.7 126.6 302.0 161.1 167.1 2003 100.0 116.0 123.1 666.7 125.3 353.3 169.0 177.4

PT. ABC’ Indexed Income Statements
Regular (thousands of $) 2001 Net Sales COGS Gross Profit Adm. EBIT Int Exp EBT EAT Cash Div 1,235 849 386 180 206 20 186 112 50 2002 2,106 1,501 605 383 222 51 171 103 50 2003 2,211 1,599 612 402 210 59 151 91 50 2001 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 100.0 Indexed (%) 2002 170.5 176.8 156.7 212.8 107.8 255.0 91.9 92.0 100.0 2003 179.0 188.3 158.5 223.3 101.9 295.0 81.2 81.3 100.0

Penilaian Saham (Stock Valuation)

Jaja Suteja Kompleks Bogenville Estate H-2 Antapani Bandung 40291

Kuliah 7

Saham dan Pasar Modal (Stocks & Capital Market)
Pasar perdana (Primary Market) - Tempat dimana penjualan suatu saham perusahaan untuk pertamakalinya terjadi (Place where the sale of new stock first occurs). Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) – Penawaran saham pertamakalinya pada publik (First offering of stock to the general public). penjualan saham baru yang dilakukan setelah perusahaan terdaftar di Bursa Efek (Seasoned Issue - Sale of new shares by a firm that has already been through an IPO),

Stocks & Stock Market
Saham Biasa (Common Stock) – Kepemilikan saham di perusahaan publik (Ownership shares in a publicly held corporation.) Pasar Sekunder (Secondary Market) – Pasar sekunder. Pasar dimana sekuritas yang sudah diterbitkan diperdagangkan. (market in which already issued securities are traded by investors.)

Sahan dan Pasar saham (Stocks & Stock Market)
Dividend – Pembagian kas secara periodik dari perusahaan ke pemegang saham. (Periodic cash distribution from the firm to the shareholders.) Rasio Harga thd Earnings (P/E Ratio) - Price per share divided by earnings per share. (EPS) ------- mengindikasikan keberanian investor untuk menghargai setiap rupiah earnings dari saham tersebut

 capital gain.  dividen (tidak jaminan). • get paid before common.Preferen stock: • fix. • no control.  get paid last Nilai saham sama seperti finansial assets yang lainnya adalah present value dari aliran kas di masa yang akan datang .Common stock (biasa):  control. 1.Penilaian Saham (Stock Valuation) Karakteristik Saham: 1.

Penilaian Saham Preferen • Saham yg memberikan sejumlah dividen yang tetap jumlahnya dalam waktu yang tak terbatas • Karena saham preferen tidak mempunyai tanggal jatuh tempo. Dps Po = Kps P0 = Nilai saham preferen Dps = dividend saham preferen Kps = tingkat return yang disyaratkan pd saham preferen . maka penilaian saham preferen merupakan suatu perpetuitas.

14 = Rp 10.28 .714.Penilaian Saham Preferen Contoh: Microsoft mempunyai saham preferen dengan dividen yang dibayarkan sebesar Rp1.500 tiap tahun. Berapa nilai sekarang saham preferen? V=Dp/kps = 1500/0. Tingkat return yang diinginkan investor adalah 14%.

The percentage yield that an investor forecasts from a specific investment over a set period of time.Penilaian saham Biasa (Valuing Common Stocks) Return Yg diharapkan Expected Return . Sometimes called the holding period return (HPR). Div1  P 1P 0 Expected Return  r  P0 .

Valuing Common Stocks The formula can be broken into two parts. Dividend Yield + Capital Gain Div1 P1  P0 Expected Return  r   P0 P0 .

XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.000 per lembar karena perusahaan baru saja memenangkan proyek besar dari pemerintah. Harga saham PT ini sekarang adalah 8.Contoh: PT.XYZ? r = 3000 + 10000 – 8000 = 62.5 % 8000 . Tahun depan diramalkan harga saham akan naik menjadi 10. Berapakah Expected return dr saham PT.000 per lembar.000.

. Div1 Div2 Div H  PH P  .. 0  1 2 (1  r ) (1  r ) (1  r ) H H .Time horizon for your investment. .Penilaian Saham Biasa Dividend Discount Model (DDM) – Perhitungan harga saham sekarang yang menyatakan bahwa nilai saham sama dengan present value (PV) dari semua dividen yang diharapkan diterima di masa yang akan datang.

00 .48.Penilaian Saham Biasa Example Diramalkan bahwa PT. Pada tahun ketiga.24 3.12 ) (1.12 ) PV  $75. Berapakah harga saham apabila diketahui 12% expected return? 3. $3.48 PV    1 2 3 (1. kalian mengantisipasi menjual saham dengan harga pasar sebesar $94.50  94. XYZ akan membayar dividen sebesar $3.24.50 untuk 3 tahun yang akan datang.12 ) (1.00 3. and $3.

Penilaian Saham Biasa Dividen Bertumbuh Secara Konstan (Constant Growth Model) • Dividen tumbuh sesuai dengan tingkat pertumbuhan perusahaan • Model ini mengasumsikan bahwa dividen tumbuh pada suatu tingkat tertentu (g) / konstan • Model ini cocok untuk perusahaan yang mature dengan pertumbuhan yang stabil: D0 (1  g ) P0  (K s  g ) .

Rumus Dividen Bertumbuh Konstan D0 (1  g ) P0  (K s  g ) P0 = Harga saham D0 = Nilai dividen terakhir g = tingkat pertumbuhan perusahaan Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham tsb Model ini disebut Gordon model sesuai dgn nama penemunya Myron J Gordon .

33 .Contoh Constant Growth/ Gordon Model Dengan menggunakan Gordon Model. berapa harga saham A? 1. apabila diketahui dividen terakhir adalah Rp 1.82. kita dapat menghitung harga saham A. Tingkat pertumbuhan perusahaan diperkirakan sebesar 10%.82 (1  10 %) P0  (16 %  10 %) = Rp. Investor mensyaratkan return sebesar 16%. 33.

faster than economy. then slower than economy’s growth) . then match with economy’s growth.Penilaian Saham Biasa Dividen Tumbuh Secara Tidak Konstan (Nonconstant Growth Rate) • Umumnya. tingkat pertumbuhan dividen tidak konstan karena kebanyakan perusahaan2 mengalami life cyles (earlyfaster growth.

Menentukan estimasi pertumbuhan dividen (g) 2. Menghitung present value dividen selama periode dimana dividen tumbuh tidak konstan 3.Langkah2 Perhitungan Nonconstant Growth 1. Menjumlahkan 2 dan 3 untuk mendapatkan P0 . Menghitung nilai saham pada periode pertumbuhan tidak konstan 4.

Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 20% per tahun selama 2 tahun mendatang. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak terhingga. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? . Dividen terakhir yang dibagikan adalah Rp 200/ lembar. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 18%.Contoh Nonconstant Growth Perusahaan Hayo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi.

18)+288/(1+0.05 ) P2   (18 %  5%) PVP2 = 2.40  2.670.326 (18 %  5%) 288 (1  0.18)2 = 203.670.326P  D2 (1  0.Jawab D1 = D0 (1+ 0.23 P2  D3 (K s  g ) P2  302.20)2 = 200 (1.5 = 2.20) = 240 D2 = D0 (1+0.84= 410.23+ 1.326/(1+0.39 + 206.44) = 288 PV1 (D1.20) = 200 (1. D2) = 240/(1+0.73 .40  2.080.18)2 = 1.5 P0 = 410.05 ) 2 (18%  5%) (18 %  5%) P2  302 .

82/ lembar. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang? . Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 30% per tahun selama 3 tahun mendatang. tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 10% per tahun untuk selamanya.Dividen terakhir yang dibagikan adalah 1.More Example 2. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 16%. Perusahaan Yahoo selama ini membagikan dividen yang jumlahnya berbeda sesuai dgn pertumbuhan perusahaan.

82 (1. D3) = = 2.D2.16)3 = 6.999/(1+0.399 PV1 (D1.30)3 = 3.070/(1+0.82 (1+0.16) + 3.30) = 2.82 (1+0.10) = 4.Answer • D0 = 1.16)2 +3.89 .30 ) = 1.999 • D4 = 3.36/(1+0.82 • D1 = D0 ( 1+0.366 • D2 = 1.070 • D3 = 1.30 )2 = 3.999 (1+0.

10 = 73.97 Jadi harga saham P0 = PV (D1.D2.32 PVP3 = 73.32 / (1+0.16)3 =46.• P3 = D4 / Ks – g = 4.97 = 53.89 + 46.86 .399/ 0.D3)+ PVP3 = 6.16 – 0.

No Free Lunches  Technical Analysts  Forecast stock prices based on the watching the fluctuations in historical prices .

Random Walk Theory • Ergerakan harga saham dari hari ke hari yang tidak mencerminkan pola-pola tertentu (The movement of stock prices from day to day DO NOT reflect any pattern). the movement of stock prices is random) . pergerakan harga saham tersebut bersifat ACAK (Statistically speaking. • Secara statistik.

• Biasanya warrant diterbitkan bersama obligasi. Sebagai bonus krn membeli obligasi • Sebagai pemanis/sweetener penerbitan obligasi .Pemanis sekuritas (Warrant) • Suatu opsi yg dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pd harga yang telah ditentukan.

Berbeda dgn warrant.Convertible Security Obligasi atau saham preferen yang dapat ditukarkan/dikonversikan menjadi saham biasa dalam waktu dan kondisi yang telah ditentukan. Utang/ obligasi atau saham preferen hanya digantikan dengan saham biasa di balance sheet ( neraca ) . pengkonversian tidak menambah dana tambahan bagi perusahaan.

Right Issue • Para pemegang saham mempunyai hak option untuk membeli sejumlah saham baru. • Setiap pemegang saham mempunyai satu right untuk setiap lembar saham yang dimiliki. • Apabila pemegang saham tidak ingin membeli tambahan saham baru maka ia bisa menjual rights nya ke orang yang mau membel saham tersebut. .

If the same stock is selling for $100 in the stock market. indefinitely? Assume a 12% expected return. What is the value of a stock that expects to pay a $3 dividend next year. what might the market be assuming about the growth in dividends? . and then increase the dividend at a rate of 8% per year. Use Gordon Model 2.Tugas 1.

PT Aqua mengharapkan bahwa perusahaan akan mengalami kenaikan pendapatan 20% per tahun selama 5 tahun mendatang (petunjuk: kenaikan pendapatan = kenaikan dividen). . Pemegang saham menginginkan keuntungan sebesar 10%. Sekarang adalah tanggal 1/1/1991. Setelah itu perusahaan memperkirakan bahwa pendapatan atau dividen akan menurun secara konstan 6% per tahun sampai waktu tak terhingga. Dividen terakhir yang baru saja dibayarkan kemarin adalah Rp 1.Non Constant Growth Model 3. Hitunglah harga saham perusahaan tersebut hari ini.5.

5. Jika pemegang saham menginginkan rate of return on stock sebesar 15%. Dividen yg terakhir dibayar oleh PT Paper Mills adalah Rp 1. Harga saham perusahaan tersebut saat ini adalah Rp 15. Dividen diharpkan bertumbuh secara konstan 5% per tahun.75. .4. hitung dividen yield dan capital gain yield selama setahun mendatang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful