PENGELOLAAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM FISIKA

I. PENDAHULUAN Penyimpanan/pengelolaan alat dan bahan laboratorium merupakan bagian dari manajemen laboratorium. Manajemen Laboratorium

(Laboratory Management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium berdasar konsep manajemen baku. Bagaimana suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang sangat berkaitan satu dengan lainnya. Beberapa peralatan laboratorium yang canggih dengan staf profesional yang terampil, belum tentu dapat beroperasi dengan baik , jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari. II. MANAJEMEN / PENGELOLAAN LABORATORIUM Untuk mengelola laboratorium dengan baik kita harus mengenal perangkat-perangkat manajemen apa yang harus dikelola. Perangkatperangkat laboratorium yang dimaksud tersebut antara lain adalah : 1. Tata ruang 2. Alat yang baik dan terkalibrasi 3. Infrastruktur 4. Administrasi laboratorium

5. Organisasi laboratorium 6. Fasilitas pendanaan 7. Inventarisasi dan keamanan 8. Pengamanan laboratorium 9. Disiplin yang tinggi 10. Ketrampilan SDM 11. Peraturan Dasar 12. Penanganan masalah umum 13. Jenis-jenis pekerjaan Semua perangkat-perangkat ini jika dikelola secara optimal, akan mendukung terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikian manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang kompleks dan terarah, sejak dari

perencanaan tata ruang sampai dengan perencanaan semua perangkat penunjang lainnya, dengan sebagai pusat aktivitas adalah tata ruang.

III. RINCIAN KEGIATAN MASING-MASING PERANGKAT 1. Tata Ruang ( Lab lay out ) Untuk tata ruang, sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga laboratorium dapat berfungsi dengan baik. Tata ruang yang sempurna, sejak dimulai perencanaan gedung pada waktu dibangun. Tata ruang yang baik (kondisi ideal) sebuah laboratorium harus mempunyai : a. Pintu masuk (in) b. Pintu keluar (out) c. Pintu darurat (emergency-exit) d. Ruang persiapan (preparation room) e. Ruang peralatan (equipment-room) f. Ruang penangas (fume-hood) g. Ruang penyimpanan / gudang (storage-room) h. Ruang staf (Staff-room)

Hal ini untuk mengantisipasi bila terjadi kerusakan. Beroperasi dengan baik Peralatan yang ada juga harus disertai dengan buku petunjuk pengoperasian (manual-operation). buku manual tersebut dapat dimanfaatkan oleh teknisi/laboran untuk seperlunya. Pintu jendela berkassa. Ruang istirahat / ibadah l. Lemari gelas (glass-room) p. Alat yang baik dan terkalibrasi Pengenalan terhadap peralatan laboratorium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium untuk mengetahuinya. 2. Setiap alat yang akan dioperasikan itu harus benar-benar dalam kondisi : a. Terkalibrasi d. Beberapa peralatan laboratorium yang dimiliki kiranya dapat disusun secara teratur pada suatu tempat tertentu. Lemari alat-alat optik (opticals-room) q. karena setiap kali peralatan dioperasikan kemungkinan alat tidak dapat beroperasi dengan baik dapat saja terjadi. . Teknisi laboratorium yang ada harus senantiasa berada di tempat. Ruang teknisi/laboran j.i. Ruang prasarana kebersihan m. Tidak rusak e. Fan / kipas angin s. Bersih c. Ruang AC untuk alat-alat tertentu yang memerlukan persyaratan tertentu. Ruang peralatan keselamatan kerja n. Peralatan berfungsi untuk melakukan suatu kegiatan pekerjaan. Siap pakai (ready for use) b. Ruang bekerja (activity-room) k. terutama mereka yang akan mengoperasikan peralatan tersebut. agar serangga dan burung tidak dapat masuk r. berupa rak atau pada meja yang disediakan. Lemari praktikan (locker) o.

Untuk alat-alat gelas (Glassware) Alat-alat gelas harus dalam keadaan bersih. sesuai dengan fungsinya masingmasing. terutama terutama alat-alat yang memang memerlukannya. sebaiknya ditempatkan pada kamar/ruang fume (untuk mengeluarkan gas-gas yang mungkin timbul). Untuk alat-alat gelas yang memerlukan sterilisasi. yang biasanya dilengkapi dengan silica-gel dan sebelum disimpan dicek kembali . sebaiknya disterilisasi sebelum dipakai. Alat-alat ini disusun secara teratur. c. Sebagai tindakan pencegahan. Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah menguap. Untuk itu peralatan laboratorium harus berada dalam kondisi yang baik. Alat-alat yang tidak berpenutup akan cepat berdebu. a. apalagi peralatan gelas yang sering dipakai. b. sebaiknya ditempatkan pada lemari khusus. Kelembaban yang tinggi akan menyebabkan lensa-lensa berjamur.percobaan atau demonstrasi tertentu yang menghendaki adanya bantuan peralatan. Ruangan fume perlu dilengkapi fan. misal plastik transparan. Untuk bahan-bahan kimia Untuk bahan-bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis. mikroskop selalu ditempatkan dalam kotaknya. Bahan kimia yang ditempatkan dalam botol berwarna coklat atau gelap tidak boleh langsung terkena sinar matahari. Peralatan laboratorium sebaiknya dikelompokkan berdasarkan penggunaannya. Semua alat-alat ini sebaiknya diberi penutup (cover). jika jamur ini banyak. Setelah selesai digunakan harus segera dibersihkan kembali dan disusun seperti semula. maka mikroskop akan rusak dan tidak dapat dipakai sama sekali. agar udara/uap yang ada dapat terpompa keluar. Alat-alat mikroskop Alat-alat mikroskop dan alat-alat optik lainnya seharusnya disimpan pada tempat yang kering dan tidak lembab. Semua alat-alat gelas ini seharusnya ditempatkan pada lemari khusus. kotor dan akhirnya dapat merusak alat yang bersangkutan.

microphotocamera. dan sebagainya. timbangan. jenis panel listrik. termasuk pintu utama. Untuk lemari biasanya diberi lampu pijar 10-15 watt. Laboratory assesment Mencakup tentang lokasi laboratorium. sumber air dan pendistribusiannya cukup atau tidak. dan sebagainya. atau alat tambahan. jenis bak pembuangan air. jenis-jenis lemari bahan kimia. Infrastruktur Laboratorium Infrastruktur ini meliputi : a. apakah tekanan air cukup atau tidak. kondisi laboratorium. jenis kran. jenis sokets. instalasi listrik. jenis ventilasi. penyediaan dana. jenis pintu. 4. dan atau alat-alat yang dipinjam/dikembalikan. instrumen yang lain. 3. jenis tempat penyimpanan. keadaan toilet/kamar kecil. distribusi arus. Mikroskop ini seharusnya ditempatkan di dalam lemari-lemari khusus yang dikendalikan kelembabannya. Inventarisasi peralatan laboratorium yang ada b. jenis pembuangan limbah. Keluar masuk surat menyurat . Alat optik lainnya seperti lensa pembesar (loupe). instalasi air. jenis meja/pelataran. jenis lantai. kamar penangas. jenis dinding. c. agar ruang ini tetap selalu panas / kering dan akan mengurangi kelembaban udara (dehumidifier-air). kamera digital. konstruksi laboratorium dan fasilitas lain. Daftar kebutuhan alat baru. jenis lampu yang dipakai. alat optik. yang antara lain terdiri atas : a. alat kamera optik. penyediaan tenaga teknisi. sumber listrik. stabilitas tegangan. b. Fasilitas Umum (General services) Mencakup tentang kebutuhan listrik.kebersihannya. juga ditempatkan pada lemari khusus yang tidak lembab . jenis atap. jenis kamar/ruang persiapan dan kamar khusus lainnya misal perbaikan/bengkel. Administrasi Laboratorium Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratorium. jenis AC. alat-alat yang rusak. pintu emergency.

h. dsb). Apakah ada yang hilang. f. Daftar inventaris alat –alat mebelair (kursi. e. Keamanan yang dimaksud di sini adalah apakah peralatan tersebut tetap ada di laboratorium. meja. bahan-bahan gelas dan sebagainya. jadi tidak boleh ada yang hilang. Inventarisasi ini juga harus memuat sumbernya (dari mana asal barang tersebut). g. droping dari proyek.d. bahan dan barang-barang yang ada di laboratorium. b. atau ada yang meminjamnya. karenanya perlu dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik dan teratur. pindah tempat atau rusak / sedang diperbaiki tetapi tidak dilaporkan keadaan sebenarnya. sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum / percobaan yang ada. dari dana masyarakat lewat komite sekolah. Daftar penerimaan barang serta daftar pembelian barang. Daftar inventarisasi bahan-bahan kimia (chemikalia) dan non kimia (non chemikalia). secara detail. Daftar pemakaian laboratorium. 5. Inventarisasi dan Keamanan Laboratorium Kegiatan inventarisasi dan keamanan laboratorium meliputi : a. semua kegiatan inventarisasi (Inventory=Inventarisasi). Kegiatan administrasi adalah merupakan kegiatan rutin yang berkesinambungan. Tujuan yang akan dicapai dari inventarisasi dan keamanan ini adalah : (1) mencegah kehilangan dan penyalahgunaan (2) mengurangi biaya-biaya operasional (3) meningkatkan proses pekerjaan dan hasilnya (4) meningkatkan kualitas kerja (5) mengurangi resiko kehilangan (6) mencegah pemakaian berlebihan . bangku. Sistem evaluasi dan pelaporan. seperti yang telah disebutkan di atas pada semua peralatan. dll. dicuri. Perlu diingat bahwa barang-barang dan semua peralatan laboratorium yang ada adalah milik negara. Misalnya : hibah. lemari.

Karenanya pimpinan pengelola laboratorium di Sekolah Menengah dipegang oleh guru yang berpengalaman dan memiliki keahlian yang sesuai. harus segera digenangi air dalam jumlah banyak. Semua alat-alat dan reagent harus segera dikembalikan ke tempat semula setelah digunakan. Pakaian Saat bekerja di laboratorium dilarang memakai baju longgar. Tanggung jawab Pimpinan pengelola laboratorium. Percobaan yang memerlukan perhatian penuh tidak boleh ditinggalkan.(7) meningkatkan kerjasama 6. e. Bila mata terpercik. Jadi setiap labotratorium harus memiliki kotak PPPK. teknisi dan laboran bertanggung jawab penuh terhadap segala kecelakaan yang mungkin timbul. jangan mengganggu pekerjaan orang lain. Demikian juga dengan teknisi dan laboran. ketika sedang bekerja dengan mesin-mesin . anggota laboratorium (guru-guru pengguna lab). Kerapian Semua koridor. b. Penggunaan Laboratorium Prinsip Umum a. Pertolongan pertama ( First-Aid) Semua kecelakaan bagaimanapun ringannya harus segera ditangani ditempat pertolongan pertama. anting besar. Jika tidak bisa segera dibawa ke dokter. air dan material lain yang mungkin menyebabkan lantai licin. d. Perhatian terhadap tugas masing-masing harus berada pada pekerjaan mereka masing-masing. Kebersihan masing-masing pekerja di laboratorium. jalan keluar dan alat pemadam api harus bebas dari hambatan seperti botol-botol dan kotak-kotak. f. dan harus selalu dikontrol isinya. Lantai harus bersih dan bebas minyak. kalung teruntai. kancing terbuka. dan lain-lain yang mungkin dapat ditangkap oleh mesin. berlengan panjang. c.

Alat-alat kaca / gelas Bekerja dengan alat-alat kaca perlu hati-hati sekali. . Pintu-pintu Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya kecelakaan (misalnya : kebakaran). Mencabut pipa kaca dari gabus dan sumbat harus dilakukan dengan hati-hati. dll sebelum dipanaskan harus benar-benar diteliti apakah gelas tersebut retak .yang bergerak/berputar. sumbing. Yang paling penting rambut harus dilindung dari mesin-mesin yang bergerak. dan sebagainya. kaca atau pipet. c. Bila sukar mencabutnya. Bila terdapat gejala itu sebaiknya barang-barang seperti itu tidak dipakai lagi. erlenmeyer. g. Alat-alat Alat-alat seharusnya ditempatkan di tengah meja. Berlari di laboratorium Tidak dibenarkan berlari-lari di laboratorium atau di koridor. dll. Mematahkan pipa kaca/batangan kaca bila hal tersebut hendak dilakukan maka pekerja harus memakai sarung tangan. i. agar alat-alat tersebut tidak jatuh ke lantai. h. Alat-alat yang memerlukan kamar gelap diletakkan di kamar gelap. Untuk memperlonggar lebih baik menggunakan pelubang gabus yang ukurannya telah cocok. Demikian juga untuk alat-alat yang menggunakan air diletakkan di dekat kran air. Selain itu. Alat-alat yang memerlukan pencahayaan matahari ditempatkan didekat jendela. Penanganan alat-alat a. baru kemudian dimasukkan ke sumbat gabus. Beakerglass. jika memang peralatan tersebut memerlukan listrik untuk sumber energinya. Bekas patahan pipa kaca dihaluskan lalu diberi pelumas / gemuk. peralatan sebaiknya juga ditempatkan dengan sumber listrik. potong dan belah gabus itu. berjalanlah di tengah koridor untuk menghindari bertabrakan dengan orang dari pintu yang hendak masuk. b.

Sebelum dibuang sebaiknya dicuci dulu siapa tahu suatu ketika dapat digunakan untuk keperluan lain atau masih bisa diperbaiki. bahan-bahan pabrik. e. Kelas kebakaran (fire class) Kelas “A” Bahan yang mudah terbakar (Burning material) Kertas. textil. Semua bejana seperti botol. lakukan pengetesan isi bejana yang belum diketahui secara pasti dengan hati-hati secara terpisah. h. sebaiknya jangan digunakan. Tabung-tabung gas harus ditangani dengan hati-hati walau penuh ataupun tidak penuh. flask. Penggunaan pipet dengan jalan mengisap dengan mulut sebaiknya dihindari. kayu. nama orang yang membuat. kemudian dibuang melalui cara yang sesuai dengan jenis zat kimia tersebut. Jika tidak jelas. plastik. Penyimpanan sebaiknya di tempat sejuk dan hindari tempat yang panas. Kran gas harus selalu tertutup jika tidak dipakai. Alat-alat yang berhubungan dengan tabung gas harus memakai ”safety use” (sejenis alat pengaman jika terjadi tekanan yang kuat). Di dalam laboratorium harus tersedia alat pemadam kebakaran yang sesuai dengan jenis kebakaran yang mungkin timbul di laboratorium tersebut. Alat-alat kaca yang bergerigi atau sumbing. atau . d. Gunakan pipet yang dilengkapi dengan pompa pengisap (pipet pump). konsentrasi. Biasakanlah menulis tanggal. Cara ini juga digunakan untuk memasukkan pipa kaca ke sumbat. g.kemudian licinkan dengan meminyakinya dan kemudian putar perlahan-lahan melalui sumbat. f. nama dan bahayanya dari zat-zat kimia yang ada di dalam bejana. demikian juga dengan kran pengatur. Di bawah ini diberikan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kebakaran beserta klasifikasinya. test tube dan lain-lain seharusnya diberi label yang jelas. Dewasa ini sudah banyak beredar bergbagai jenis pengaman seperti selang anti bocor dll.

Kelas “B” Kelas “C” Kelas “E” Larutan yang mudah terbakar Gas yang mudah terbakar Alat-alat listrik Bahan-bahan yang lain. Penanggung jawab tertinggi di laboratorium tersebut adalah Ketua Laboratorium.E A.E A. jika terbakar sulit untuk diklasifikasikan . Demikian pula teknisi dsan laboran. Oleh karenanya peralatan pemadam kebakaran harus tersedia di laboratorium. 8. Ketua Laboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada. Jenis Alat Pemadam Kebakaran Type Air Busa (foam) Tepung (powder) Halon (Halogen) Karbodioksida (CO2) Pasir Kelas Kebakaran A. karena berubah dari padat.menjadi cair atau dari cair menjadi gas pada temperatur yang tinggi.C.B A. serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tersebut.C A.C.campuran lainnya.E A.B. Fasilitas Pendanaan .B.B. Organisasi Laboratorium Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi.B Warna Tabung Merah Krem Biru Hijau Hitam - 7. Perlu diingat bahwa: Nyawa Anda lebih berharga daripada peralatan/bangunan yang ada”.C. Para anggota laboratorium yang berada di bawah ketua laboratorium juga harus sepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya.B. deskripsi pekerjaan.

agar dana yang tersedia dapat digunakan seoptimal mungkin. bahkan mungkin tidak dapat beroperasi dengan baik. sehingga setiap keslitan dapat dipecahkan bersama. Sesama laboran. Dana dari pemerintah b.Ketersediaan dana sangat diperlukan dalam operasional laboratorium. Dana dapat diperoleh dari : a. dan guru pengelola lab harus ada kerja sama yang baik. Dana dari masyarakat (lewat Komite Sekolah) c. Bantuan proyek (droping dari pemerintah) d. Yang juga tidak kalh pentingnya adalah kerjasama pengelola lab dengan unsur pimpinan sekolah yang menangani sarana dan prasarana sekolah. Disiplin yang tinggi Disiplin yang tinggi dari teknisi. maka pihak sekolah harus berani mendesak kepada Depdiknas agar disediakan anggaran misal lewat APBD / APBN untuk keperluan pengembangan laboratorium dan biaya operasional . 9. teknisi. Jika alat / bahan / barang yang akan dibeli diadakan lewat proyek. sebaiknya pengelola lab dalam membuat usulan harus tahu persis spesifikasi dan harga barang yang akan dibeli. Unsur pimpinan sekolah hendaknya sedikit banyak juga mengetahui tentang seluk beluk laboratorium agar dapat mengetahui apakah alat / bahan / barang yang diusulkan oleh pengelola laboratorium untuk diadakan apakah memang benar-benar diperlukan dan nantinya akan dipergunakan atau tidak. Oleh sebab itu mereka seharusnya dapat menyadari akan tugas. Sumber lain Jika selama ini misalkan tidak ada dana yang berasal dari pemerintah (untuk sekolah negeri). Kedisiplinan sangat dipengaruhi oleh pola kebiasaan dan perilaku dari manusianya sendiri. wewenang dan fungsinya. kegiatan laboratorium akan berjalan tersendat-sendat. Tanpa adanya dana yang cukup. laboran dan semua pengelola laboratorium akan mendukung terwujudnya efisensi kerja yang tinggi. .

magang dll. Ketrampilan Ketrampilan para tenaga laboran / teknisi harus selalu ditingkatkan kualitasnya. Peningkatan ketrampilan dapat juga dilakukan melalui bimbingan dari guru pengelola lab yang kompeten. h. Diharuskan memakai baju laboratorium. Dilarang meludah. akan menyebabkan terjadinya kontaminasi d. workshop. karena mengandung potensi bahaya seperti : (1) Kontaminasi melalui tangan (2) Ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar (3) Uap / gas beracun akan tersiap melalui pernafasan c. Dilarang merokok. Dilarang bermain dengan peralatan laboratorium yang belum diketahui cara penggunaannya. 10. Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif mereka di laboratorium masing-masing. Peraturan Dasar Beberapa peraturan dasar untuk menjamin kelancaran jalannya kegiatan di laboratorium antara lain : a. Dilarang makan/minum di dalam laboratorium b. Peningkatan ketrampilan mungkin dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan seperti pendidikan ketrampilan khusus. terutama pada bahan-bahan kimia. e. Sebaiknya tanyakan pada orang yang tahu atau pada teknisi. Diharuskan selalu menulis label yang lengkap. f. Dilarang berlari. Dilarang mengisap / menyedot dengan mulut segala bentuk pipet. gempa dan sebagainya. . Semua alat harus menggunakan bola karet pengisap (pipet-pump). Jadi harus tetap berjalan saja. dan juga sarung tangan terutama saat menuang bahan-bahan kimia yang berbahaya seperti asam sulfat.10. g. terutama bila ada bahaya kebakaran. penataran.

c. Penanganan Masalah Umum a. b. Meningkatkan efisiensi penggunaan bahan-bahan kimia. Mempercepat pelaksanaan pekerjaan e. Meningkatkan efisiensi biaya c. Membuang mnaterial berbahaya yang harus diketahui resiko yang mungkin terjadi. baru disapu dan dibuang ditempat sampah. Tumpahan Tumpahan asam segera diencerkan lenih dulu dengan air dan netralkan dengan soda abu atau CaCO3. Zat-zat baru atau kurang diketahui. Jenis Pekerjaan Berbagai jenis pekerjaan yang ada di laboratorium harus dibicarakan bersama antara pimpinan laboratorium. Meningkatkan kualitas guru anggota pengelola lab f. dan untuk basa dengan air dinetralisir dengan asam encer. listrik. Pemahaman atas jenis pekerjaan di laboratorium bertujuan untuk : a. gas dan alat-alat lab. Meningkatkan kualitas teknisi dan laboran . Untuk peralatan laboratorium yang spesifik yang sudah ada manual dari pabriknya. Jika belum tahu segera tanyakan pada orang yang mengetahuinya. Pastikan cara membuangnya tidak menimbulkan bahaya. 11. Meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu d. air. Mencampur zat-zat kimia Jangan mencampur zat kimia tanpa mengetahui sifat reaksinya. 10. Sebelum pengepelan pastikan kain yang digunakan sudah bebas dari asam atau alkali. dilarang membuat sendiri peraturan penggunaan alat tersebut apalagi bila bertentangan dengan manual yang telah ada. Tumpahan berupa minyak harus ditaburi pasir. Demi keamanan laboratorium.i. Demikian juga terhadap air buangan dari laboratorium d. berkonsultasilah sebelum menggunakan zatzat kimia baru atau yang kurang diketahui. b. anggota dan teknisi serta laboran.

teknisi dan laboran harus bekerja sama dalam satu team work.g. mulai dari pimpinan laboratorium. Disiplin tinggi 6. Apa saja yang menjadi kendala penerapan manajemen laboratorium di tempat Anda ? . Bagaimana penerapan sistem monitoring dan evaluasi di laboratorium di sekolah Anda ? 5. teknisi dan laboran atau asisten (kalau ada) ? 4. ALAT-ALAT LABORATORIUM FISIKA – FUNGSI DAN PENYIMPANAN ( Lihat lampiran ) V. sesuai dengan situasi kondisi setempat. IV. KESIMPULAN Agar semua kegiatan yang dilakukan di laboratorium dapat berjalan dengan lancar dibutuhkan sistem pengelolaan laboratorium yang baik. Bagaimana job deskripsi yang berlaku untuk masing-masing fungsi ? 3. Dana yang tersedia Peran pimpinan laboratorium (ketua lab). Berapa jumlah personalia yang termasuk di dalam organsasi laboratorium di tempat Anda . Alat /peralatan yang beroperasi dengan baik 4. unsur pimpinan sekolah sangatlah besar dalam menerapkan proses manajemen pengelolaan laboratorium. Bagaimanakah struktur organisasi laboratorium di sekolah Anda ? Apakah sudah ada dan berjalan dengan baik ? 2. Untuk mencapai hal tersebut beberapa hal perlu diperhatikan : 1. Keselamatan kerja 5. Ketrampilan SDM 3. Jenis pekerjaan yang dilakukan 2. Guru. Organisasi laboratorium yang baik 7. anggota. Bahan Latihan dan Diskusi 1.

6. Ruang dimaksud dapat berupa gedung yang dibatasi oleh dinding dan atap atau alam terbuka misalnya kebun botani. 1998 Penataran Pengelolaan laboratorium (Manajemen Laboratorium). Fachri. Medan Fakultas Kedokteran USU Tim Supervisi Ditjen Dikti. Bahan Ajar Pelatihan Manajemen Laboratorium. Apakah ada kemungkinan merekrut siswa di kelas yang lebih tinggi untuk menjadi asisten praktikum bagi adik kelasnya ? Daftar Pustaka Djas. Jakarta : Proyek Manajemen Pendidikan Tinggi ditjen Dikti CARA PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN PERALATAN LABORATORIUM KIMIA YANG BAIK DAN BENAR Pendahuluan Laboratorium sering diartikan sebagai suatu ruang atau tempat dilakukannya atau penelitian. 2002. Pada pembelajaran sain termasuk .

setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur. thermometer. memelihara. dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. seperti thermometer. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. gelas ukur jangka sorong dan mikroskop. Contoh alat laboratorium kimia pinset. Sedangkan upaya menjaga keselamatan kerja mencakup usaha untuk selalu mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan sewaktu bekerja di laboratorium dan penangannya bila terjadi kecelakaan. stopwatch. Isi Alat laboratorium kimia merupakan benda yang digunakan dalam kegiatan dilaboratorium kimia yang dapat dipergunakan berulang – ulang. seperti tang. Alat ukur. Alat yang digunakan secara tidak langsung di dalam praktikum merupakan alat bantu laboratorium. peralatan laboratorium. ruang gelap. stopwatch. Macam-Macam Alat Laboratorium IPA Macam peralatan laboratorium meliputi : 1. Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggung jawab bersama baik pengelola maupun pengguna. Pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah seringkali istilah laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. bahan kimia). ruang timbang. pembakar spiritus. Bentuknya boleh ruang tertutup (kamar) dan boleh ruang terbuka (kebun). ruang penyimpanan (gudang).kimia dan biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi sangat penting. A. obeng. respirometer. Aktivitas di laboratorium yang menggunakan bahan-bahan kimia tentu tidak lepas dari peralatan yang digunakan sehingga bahaya tidak hanya disebabkan oleh penanganan bahan yang salah. dan kebun sekolah atau rumah kaca. Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya. dan mengusahakan keselamatan kerja. Laboratorium ialah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Oleh karena itu. pemadam kebakaran dan kotak Pertolongan Pertama. mikrometer sekrup. tabung reaksi. barometer. Pengelolaan laboratorium berkaitan dengan pengelola dan pengguna. fasilitas laboratorium (bangunan. . namun juga dapat terjadi bahaya fisik dari peralatan yang kita gunakan bila kita tidak berpedoman pada aturan tentang penanganan alat. Ruang penunjang kegiatan dalam melakukan pembelajaran terdiri dari : ruang persiapan. Keselamatan di laboratorium akan terjamin bila penanganan bahan kimia dilakukan dengan berpedoman pada rambu-rambu yang ada pada etiket kemasan bahan kimia. spesimen biologi. gelas ukur. dsb.

. bagan metamorfosis pada katak. Berbagai alat laboratorium yang terbuat dari gelas.Gambar 1. pembakar spiritus. 2. seperti model pencernaan. Berbagai alat laboratorium yang dapat digunakan untuk mengukur. model pernapasan. Gambar 2. 3. Berbagai alat laboratorium yang merupakan model dimana model ini biasanya digunankan pada pelajaran biologi. labu erlenmeyer. dsb. model indera dan organ lainnya. model kerangka. Gambar 3. seperti tabung reaksi. Bagan. bagan sistem pengeluaran manusia. Model. 4. Alat dari gelas. dsb. seperti bagan klasifikasi makhluk hidup.

Gambar 6. Berbagai alat laboratorium yang berupa rakitan.Gambar 4. Alat pemadam kebakaran. mortar dan alu. kit optik. . dsb. Gambar 5. Berbagai alat laboratorium yang merupakan bagan dimana bagan ini biasanya digunankan pada pelajaran biologi. gunting dan pembakar bunsen/spiritus. Perlengkapan pendukung (perkakas) yang diperlukan selama bekerja di laboratorium IPA. Berbagai alat bantu dalam laboratorium. seperti kit listrik. kit magnet. dapat diganti dengan pasir basah dan karung goni basah. Alat bantu proses percobaan seperti pinset. biasanya ini digunakan pada laboratorium fisika atau laboratorium tekhnik. 6. 5. Alat siap pakai (rakitan). seperti : 1.

Alat dari bahan lainnya seperti sikat tabung reaksi dari ijuk. Alat optik (kaca). 4. plester. gergaji dsb. peralatan bedah dsb. sikat tabung reaksi. sumbat gabus dan mortar dari porselain.2. kasa. seperti botol zat kimia dsb. pembakar spiritus. Alat bantu lainnya seperti obeng. lap pel. Alat di laboratorium IPA berdasarkan bahan pembuatnya. labu erlenmeyer. 3. Alat dari plastik. seperti rak tabung reaksi. tang. 5. . meliputi kelompok : 1. Berbagai alat laboratorium yang merupakan perkakas pendukung. penjepit tabung reaksi dsb 4. palu. Alat kebersihan seperti sapu. pengki/serokan sampah. Gambar 7. seperti kasa asbes. Kotak Pertolongan Pertama lengkap dengan isinya (obat. obat luka) 3. Alat dari logam. 2. seperti tabung reaksi. Alat dari kayu.

. Cara Menyimpan Alat Laboratorium IPA Alat yang digunakan dalam kegiatan di laboratorium IPA memerlukan perlakuan khusus sesuai sifat dan karakteristik masing-masing. B. menggunakan dan menyimpan alat di laboratorium IPA dapat menyebabkan kerusakan alat dan bahan. Perlakuan yang salah dalam membawa. Berbagai alat laboratorium yang dikelompokkan berdasarkan bahan pembuatnya .Gambar 8. Dalam menata alat / bahan tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan maupun kemudahan dalam pemeliharaan Yang harus diketahui sebelum melakukan penataan: Mengenali alat dan fungsinya Mengenali sifat bahan Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian Keperangkatan Nilai/harga alat Kualitas alat tersebut dan kelangkaannya Bahan dasar penyusun alat Bentuk dan ukuran alat Bobot/berat alat          C. Penataan alat dan bahan Penataan (ordering) alat / bahan adalah proses pengaturan alat / bahan di laboratorium agar tertata dengan baik. terjadinya kecelakaan kerja serta dapat menimbulkan penyakit.

 . dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium IPA.Cara memperlakukan alat dan bahan di laboratorium IPA secara tepat dapat menentukan keberhasilan dan kelancaran kegiatan. Keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas. Kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai. misalnya gelas kimia. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat yaitu : 1. dan keadaan alat/bahan. Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat di laboratorium. Cara menyimpan alat laboratorium IPA dengan memperhatikan bahan pembuat alat tersebut. 2. serta sesuai pokok bahasannya. Alat yang rusak atau pecah sebaiknya ditempatkan pada tempat tersendiri. 2. 4. dll Seberapa sering alat digunakan Yang sering digunakan misalnya: gelas kimia Yang jarang digunakan misalnya: lumpang & alu 1. alat yang boleh diambil sendiri oleh siswa dan alatalat yang mahal harganya penyimpanannya dipisah  Alat-alat untuk percobaan fisika biasanya dikumpulkan menurut golongan percobaannya  Alat-alat yang digunakan untuk beberapa jenis percobaan disimpan tersendiri ditempat khusus. Pengaruh alat yang lain 5. susunan laboratorium. Bobot alat 3. Penyimpanan alat menurut aturan tertentu harus disepakati antara pengelola laboratorium dan diketahui oleh pengguna/praktikan. Kepekaan alat terhadap lingkungan 4. - Penyimpanan alat dan bahan Alat-alat yang sering digunakan. maka sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. porselin. lumpang dan alu Jenis bahan pembuat. bobot alat. misalnya laju reaksi. keamanan dalam penyimpanan dan pengambilannya. corong. Bahan dasar pembuatan alat 2. Kelengkapan perangkat alat dalam suatu set Penataan dan penyimpanan alat / bahan didasarkan pada : 1. cawan petri. logam dan kayu Percobaan. keterpakaiannya. misalnya kaca. kesetimbangan. 3. Dasar dari penyimpanan alat. yaitu : Jenis Alat.

Membawa alat sesuai petunjuk penggunaan Menggunakan alat sesuai petunjuk penggunaan. 4. Alat-alat untuk percobaan biologi umumnya disimpan menurut judul percobaan atau dapat dilakukan berdasarkan atas bahan alat Gambar 9. 2. 3. Adapun perlakuan terhadap alat-alat di laboratorium seperti : 1. Menjaga kebersihan alat Menyimpan alat . Salah satu cara penanganan dan penggunaan alat laboratorium.

Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang. Ilmu. Ekologi dan Morfologi. Listrik. Prinsip Kemudahan Untuk memudahkan mencari letak masing – masing alat dan bahan. Panas. Optik. 2. rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia. golongan percobaan dan bahan pembuat alat : 1. dan Alat reparasi. Pengelompokan alat – alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti : logam. pokok bahasan. kaca. plastik dan karet. Fisiologi. . Prinsip Keleluasaan Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari.Gambar 10. Pengelompokan alat – alat fisika berdasarkan pokok bahasannya seperti : Gaya dan Usaha (Mekanika). Bunyi. perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari. atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Prinsip Keindahan Cara penyimpanan alat dan bahan dapat berdasarkan jenis alat. Gelombang.     Tata letak dan pengaturan perabot laboratorium IPA Prinsip keamanan Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan. Pengelompokan alat – alat biologi menurut golongan percobaannya. seperti : Anatomi. Magnet. Berbagai alat laboratorium yang disimpan pada lemari alat. porselen. 3. rak atau laci).

hendaknya diletakkan pada meja demonstrasi atau di lemari di bawah meja keramik yang menempel di dinding. Apabila alat itu sering dipakai maka alat tersebut disimpan pada tempat yang mudah diambil. Usaha untuk menghindarkan barang tersebut terkena udara bebas seprti dengan cara mengecat. Alat – alat yang boleh diambil oleh siswa dengan sepengetahuan guru pembimbing. Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga agar udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur. disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu. penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang. Penyimpanan alat perlu memperhatikan frekuensi pemakaian alat. Alat yang memiliki bobot relatif berat. 2. Udara Udara mengandung oksigen dan uap air (memilki kelembaban). kaca. Air dan Asam – Basa . 3. Pengelompokan alat – alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut seperti : logam. Ada alat yang harus disimpan berdiri. Dampaknya bahan kimia tersebut tidak berfungsi lagi serta dapat menimbulkan kecelakaan dan keracunan. 6. misalnya higrometer. memoles. alat itu dimasukkan ke dalam kelompok bahan yang banyak digunakan. plastik dan karet Penyimpanan alat dan bahan selain berdasar hal – hal di atas. Contoh alat yang dapat diletakkan di meja demonstrasi adalah : kaki tiga. Penyimpanan dan pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Kandungan ini memungkinkan alat dari besi menjadi berkarat dan membuat kusam logam lainnya seperti tembaga dan kuningan. asbes dengan kasa dan tabung reaksi. 5. Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari. terjadinya endapan. gas dan panas. Sumber kerusakan alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut : 1. Akibat reaksi bahan kimia dengan udara bebas seperti timbulnya zat baru. Penyimpanan zat kimia harus diberi label dengan jelas dan disusun menurut abjad. neraca lengan dan beaker glass. 4. Zat kimia beracun harus disimpan dalam lemari terpisah dan terkunci. 2. porselen. Kontak dengan udara bebas dapat menyebabkan bahan kimia bereaksi. rak dan laci . memvernis serta melapisi dengan khrom atau nikel. zat kimia yang mudah menguap harus disimpan di ruangan terpisah dengan ventilasi yang baik. Alat berbentuk set. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 1.Jika alat laboratorium dibuat dari beberapa bahan.

peralatan laboratorium. mengadministrasikan. fasilitas laboratorium (bangunan. dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya. Bersihkan Ruang dan Penyimpanan Alat dan Bahan 2. adanya panas yang cukup tinggi. Penataan dan penyimpanan alat didasarkan pada keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas. gangguan mekanis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan alat / bahan. maka alat dapat .Alat laboratorium sebaiknya disimpan dalam keadaan kering dan bersih. Oleh karenanya penyimpanan alat dan bahan laboratorium harus memperhatikan komponen yang dapat menimbulkan kebakaran tersebut. Kesimpulan Untuk memberdayakan laboratorium diperlukan beberapa keterampilan. Kelompokkan alat dan bahan yang ada berdasarkan pada keadaan alat dan bahan di atas 4. 5. 6. dan kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai. susunan laboratorium. keadaan alat dan bahan diatas. 4. sebaiknya disimpan dalam lemari tertutup. memacu terjadinya oksidasi. dan adanya oksigen. serta keamanan dalam penyimpanan dan pengambilannya. Bahan kimianya sebaiknya disimpan dalam botol yang berwarna gelap. korosif dan berubah fungsinya. gas. Mekanis Sebaiknya hindarkan alat dan bahan dari benturan. jauh dari air. panas serta kemungkinan terjadinya ledakan. Periksa data ulang alat dan bahan yang ada 3. dan menginventarisasi alat dan bahan. Penyimpanan bagi alat dan bahan yang dapat rusak jika terkena cahaya matahari langsung. bahan kimia). Suhu Suhu yang tinggi atau rendah dapat mengakibatkan :alat memuai atau mengkerut. 3. endapan. Berdasarkan keadaan alat. asam dan basa dapat menyebabkan kerusakan alat seperti berkarat. Senyawa air. asam dan basa. tarikan dan tekanan yang besar. merusak cat serta mengganggu fungsi alat elektronika. disebut sebagai segitiga api. Salah satu keterampilan tersebut adalah dapat menata. Pengelolaan laboratorium kimia berkaitan dengan pengelola dan pengguna. Penyimpanan dan penataan alat dan bahan disesuaikan dengan fasilitas Laboratorium. Langkah – Langkah Penyimpanan 1. Komponen tersebut yaitu adanya bahan bakar. Bahan kimia yang bereaksi dengan zat kimia lainnya menyebabkan bahan tersebut tidak berfungsi lagi dan menimbulkan zat baru. Api Komponen yang menjadi penyebab kebakaran ada tiga. keadaan alat. Cahaya Secara umum alat dan bahan kimia sebaiknya dihindarkan dari sengatan matahari secara langsung.

. seberapa sering alat tersebut digunakan.dikelompokkan atas jenis alat. jenis bahan pembuat alat. atau jenis percobaan. Alat dan bahan yang ada hendaknya diletakkan ketempat semula setelah selesai digunakan dan dibersihkan sehingga tetap awet dan tidak mengundang terjadinya bahaya.