Plasenta, Tali Pusat, Selaput Janin dan Cairan Amnion

Kuliah Obstetri Ginekologi Prof.dr. Abdul Bari Saifuddin / dr. Noroyono Wibowo Kuliah EMBRIOLOGI / Anatomi Kedokteran dr.Gondo S. Gozali / dr. Santoso Gunardi Kuliah sebelumnya Gametogenesis, Fertilisasi dan Implantasi Kuliah berikutnya Pertumbuhan dan Fisiologi Janin Menu / Daftar Isi CAKUL ADA KOREKSI / TAMBAHAN !?!? EMAIL ABUD !!!! Homepage Abud

sel-sel dari hipoblas membentuk selaput tipis yang membatasi bagian dalam sitotrofoblas (selaput Heuser). serta edema. sinsitiotrofoblas : terdiri dari selapis sel tanpa batas jelas. Rongga yang terjadi disebut rongga eksoselom (exocoelomic space) atau kandung kuning telur sederhana. di sebelah dalam (dekat embrioblas) 2. Jaringan endometrium di sekitar blastokista yang berimplantasi mengalami reaksi desidua. hipoblas : selapis sel kuboid kecil. epiblas : selapis sel kolumnar tinggi. zigot disebut berada dalam stadium bilaminar (cakram berlapis dua). Dari struktur-struktur tersebut kemudian akan terbentuk KANDUNG KUNING TELUR. LEMPENG KORION dan RONGGA KORION. batas jelas. PLASENTA Pembentukan plasenta Pada hari 8-9. yang nantinya akan menjadi RONGGA AMNION Sel-sel embrioblas juga berdiferensiasi menjadi dua lapis yang berbeda : 1. Unit trofoblas ini akan berkembang menjadi PLASENTA Di antara massa embrioblas dengan lapisan sitotrofoblas terbentuk suatu celah yang makin lama makin besar. di bagian luar. di bagian dalam. perkembangan trofoblas sangat cepat. peningkatan lemak dan glikogen. Selanjutnya endometrium yang berubah di daerah-daerah sekitar implantasi blastokista itu disebut sebagai desidua. Selaput ini bersama dengan hipoblas membentuk dinding bakal yolk sac (kandung kuning telur).Setelah minggu pertama (hari 7-8). mengadakan proliferasi dan berdiferensiasi menjadi dua lapis yang berbeda : 1. berupa hipersekresi. berbatasan dengan rongga blastokista (bakal rongga kuning telur) Unit sel-sel blast ini akan berkembang menjadi JANIN Pada kutub embrional. sitotrofoblas : terdiri dari selapis sel kuboid. Terbentuk rongga-rongga vakuola yang banyak pada lapisan sinsitiotrofoblas (selanjutnya disebut sinsitium) . Perubahan ini kemudian meluas ke seluruh bagian endometrium dalam kavum uteri (selanjutnya lihat bagian selaput janin) Pada stadium ini. Pada lokasi bekas implantasi blastokista di permukaan dinding uterus terbentuk lapisan fibrin sebagai bagian dari proses penyembuhan luka. di sebelah luar (berhubungan dengan stroma endometrium). berbatasan dengan bakal rongga amnion 2. sel-sel trofoblas yang terletak di atas embrioblas yang berimplantasi di endometrium dinding uterus. dari selapis sel tumbuh menjadi berlapis-lapis. inti tunggal.

mesoderm dalam jonjot tersebut berdiferensiasi menjadi sel darah dan pembuluh kapiler. Pertumbuhan sinsitium ke dalam stroma endometrium makin dalam kemudian terjadi perusakan endotel kapiler di sekitarnya. awal minggu ketiga. yang disebut mesoderm ekstraembrional. membentuk sinusoid-sinusoid. sehingga jonjot yang tadinya hanya selular kemudian menjadi suatu jaringan vaskular (disebut jonjot tersier / tertiary stem villi) (selanjutnya lihat bagian selaput janin). Meski demikian. terbentuk sekelompok sel baru yang berasal dari trofoblas dan membentuk jaringan penyambung yang lembut. ikut menginvasi ke dalam jonjot sehingga membentuk jonjot sekunder (secondary villi) yang terdiri dari inti mesoderm dilapisi selapis sel sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas. hanya sistem trofoblas di daerah dekat embrioblas saja yang berkembang lebih aktif dibandingkan daerah lainnya. di antara lapisan dalam sitotrofoblas dengan selapis sel selaput Heuser. Menjelang akhir minggu ketiga. Bagian yang berbatasan dengan sitotrofoblas disebut mesoderm ekstraembrional somatopleural. hanya dihubungkan oleh sedikit jaringan mesoderm yang kemudian menjadi tangkai penghubung (connecting stalk). Sementara itu. membentuk sekelompok sel dikelilingi sinsitium disebut jonjot-jonjot primer (primary stem villi). Bagian yang berbatasan dengan selaput Heuser dan menutupi bakal yolk sac disebut mesoderm ekstraembrional splanknopleural. Peristiwa ini menjadi awal terbentuknya sistem sirkulasi uteroplasenta / sistem sirkulasi feto-maternal. kemudian akan menjadi selaput korion (chorionic plate). Stadium ini disebut stadium berongga (lacunar stage).yang akhirnya saling berhubungan. dengan karakteristik angiogenik yang dimilikinya. Selom ekstraembrional / rongga korion makin lama makin luas. Rongga ini disebut rongga selom ekstraembrional (extraembryonal coelomic space) atau rongga korion (chorionic space) Di sisi arah yang Pada jonjot stem embrioblas (kutub embrional). seluruh lingkaran blastokista telah terbenam dalam uterus dan diliputi pertumbuhan trofoblas yang telah dialiri darah ibu. kemudian akan berkembang . mesoderm ekstraembrional somatopleural yang terdapat di bawah jonjotprimer (bagian dari selaput korion di daerah kutub embrional). sehingga jaringan embrional makin terpisah dari sitotrofoblas / selaput korion. tampak sel-sel kuboid lapisan sitotrofoblas mengadakan invasi ke lapisan sinsitium. sehingga rongga-rongga sinsitium (sistem lakuna) tersebut dialiri masuk oleh darah ibu. Jonjot ini memanjang sampai bertemu dengan aliran darah ibu. Menjelang akhir minggu kedua (hari 13-14). sehingga terjadilah rongga yang memisahkan kandung kuning telur makin jauh dari sitotrofoblas. Di dalam lapisan mesoderm ekstraembrional juga terbentuk celah-celah yang makin lama makin besar dan bersatu. Mesoderm connecting stalk yang juga memiliki kemampuan angiogenik.

dapat terjadi variasi jumlah dan ukuran plasenta dan selaput janin. 5. Melalui pembuluh darah tali pusat. darah ibu dan darah janin tetap tidak bercampur menjadi satu (disebut sistem hemochorial). CATATAN : pada kehamilan multipel / kembar. tampak sejumlah arteri dan vena besar (pembuluh korion) menuju tali pusat. sirkulasi utero-plasenta dihubungkan dengan sirkulasi janin. 5. Dengan demikian. tebal 3-5 cm. Fungsi plasenta PRINSIP : Fungsi plasenta adalah menjamin kehidupan dan pertumbuhan janin yang baik. di samping / lateralis. Endokrin : menghasilkan hormon-hormon : hCG. berat rata-rata 500-600 g 4. 7. HPL. karena pada kenyataanya janin sangat mudah terpapar infeksi / intoksikasi yang dialami ibunya). Plasenta "dewasa" Pertumbuhan plasenta makin lama makin besar dan luas. di sisi janin. dan sebagainya (cari / baca sendiri). atau di ujung tepi / marginalis. insersi tali pusat (tempat berhubungan dengan plasenta) dapat di tengah / sentralis. . di sisi ibu. Nutrisi : memberikan bahan makanan pada janin 2.menjadi pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan menjadi TALI PUSAT. estrogen. 7. Ekskresi : mengalirkan keluar sisa metabolisme janin 3. Sistem tersebut dinamakan sirkulasi feto-maternal. 1. seiring dengan perkembangan trofoblas menjadi plasenta dewasa. Proteksi : barrier terhadap infeksi bakteri dan virus. sirkulasi darah ibu di plasenta sekitar 300 cc/menit (20 minggu) meningkat sampai 600-700 cc/menit (aterm). tetap terpisah oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Korion diliputi oleh amnion. terbentuklah komponen sirkulasi utero-plasenta. zat-zat toksik (tetapi akhir2 ini diragukan. (struktur plasenta dewasa : gambar) Plasenta "dewasa" / lengkap yang normal : 1. Setelah infiltrasi pembuluh darah trofoblas ke dalam sirkulasi uterus. Imunologi : menyalurkan berbagai komponen antibodi ke janin 6. Meskipun demikian. diameter 15-25 cm. 6. yang diberikan melalui ibu. tampak daerah2 yang agak menonjol (kotiledon) yang diliputi selaput tipis desidua basalis. umumnya mencapai pembentukan lengkap pada usia kehamilan sekitar 16 minggu. Farmakologi : menyalurkan obat-obatan yang mungkin diperlukan janin.progesteron. Respirasi : memberikan O2 dan mengeluarkan CO2 janin 4. 3. komponen sirkulasi dari ibu (maternal) berhubungan dengan komponen sirkulasi dari janin (fetal) melalui plasenta dan tali pusat. bentuk bundar / oval 2.

Dengan berlanjutnya kehamilan. Pada sekitar akhir bulan ketiga. jonjot pada kutub abembrional mengalami degenerasi. rongga perut masih terlalu kecil untuk usus yang berkembang. Antara membran korion dengan membran amnion terdapat rongga korion. Kandung kuning telur (yolk-sac) dan tangkai kandung kuning telur (ductus vitellinus) yang terletak dalam rongga korion. . yang juga tercakup dalam connecting stalk. kemudian akan berkembang menjadi pembuluh darah dan connecting stalk tersebut akan menjadi TALI PUSAT. penonjolan lengkung usus (intestional loop) ini masuk kembali ke dalam rongga abdomen janin yang telah membesar. menjadi tipis dan halus disebut chorion laeve. juga mencerminkan perbedaan pada kutub embrional dan abembrional : 1. jonjot pada kutub embrional membentuk struktur korion lebat seperti semak-semak (chorion frondosum) sementara 2. Pada tahap awal perkembangan. Selaput janin selanjutnya disebut sebagai membran korion-amnion (amniochorionic membrane). Pembuluh darah umbilikal ini diliputi oleh mukopolisakarida yang disebut Wharton’s jelly. 3. desidua di atas korion frondosum menjadi desidua basalis 2. kandung kuning telur dan duktus vitellinus menghilang. SELAPUT JANIN (AMNION DAN KORION) Pada minggu-minggu pertama perkembangan. Kavum uteri juga terisi oleh konsepsi sehingga tertutup oleh persatuan chorion laeve dengan desidua parietalis. villi / jonjot meliputi seluruh lingkaran permukaan korion. juga tertutup bersamaan dengan proses semakin bersatunya amnion dengan korion. tali pusat akhirnya hanya mengandung pembuluh darah umbilikal (2 arteri umbilikalis dan 1 vena umbilikalis) yang menghubungkan sirkulasi janin dengan plasenta.TALI PUSAT Mesoderm connecting stalk yang juga memiliki kemampuan angiogenik. desidua yang meliputi embrioblas / kantong janin di atas korion laeve menjadi desidua kapsularis. Dengan berlanjutnya kehamilan : 1. desidua di sisi / bagian uterus yang abembrional menjadi desidua parietalis. rongga ini tertutup akibat persatuan membran amnion dan membran korion. Setelah struktur lengkung usus. Seluruh jaringan endometrium yang telah mengalami reaksi desidua. sehingga sebagian usus terdesak ke dalam rongga selom ekstraembrional pada tali pusat.

Keadaan normal cairan amnion : 1. berasal HANYA dari kelalaian penyusun. terdiri dari 98-99% air. Homeostasis : menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam-basa (pH) dalam rongga amnion. steril 4. atau gangguan sirkulasi.CAIRAN AMNION Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai RONGGA AMNION. dengan cairan yang steril. pada usia kehamilan cukup bulan. 1-2% garam-garam anorganik dan bahan organik (protein terutama albumin). Dapat mengarahkan kecurigaan adanya kelainan kongenital susunan saraf pusat atau sistem pencernaan. volume 1000-1500 cc. runtuhan rambut lanugo. Fungsi cairan amnion : 1. Oligohidramnion air ketuban sedikit. keruh. sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir. Segala kekurangan / kesalahan yang mungkin ada. Kuliah sebelumnya Gametogenesis. FKUI 1992 (npm 0192000012). atau hiperaktifitas sitem urinarius janin. 5. vernix caseosa dan sel-sel epitel. di atas 2000 cc. kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk. Mobilisasi : memungkinkan ruang gerak bagi janin 3. Prognosis bagi janin buruk. Asal cairan amnion : diperkirakan terutama disekresi oleh dinding selaput amnion / plasenta. Fertilisasi dan Implantasi Kuliah berikutnya Pertumbuhan dan Fisiologi Janin Menu / Daftar Isi CAKUL ADA KOREKSI / TAMBAHAN !?!? EMAIL ABUD !!!! Homepage Abud Anthonius Budi Marjono. Mekanik : menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterin (terutama pada persalinan). Proteksi : melindungi janin terhadap trauma dari luar 2. Di dalam ruangan ini terdapat cairan amnion (likuor amnii). 2. 6. drPLD 1999 Disusun dengan sumbangan catatan cukup banyak juga dari teman2 lain. . berwarna kuning kehijauan. urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion. di bawah 500 cc. 4. untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin. bau khas. sirkulasi sekitar 500 cc/jam Kelainan jumlah cairan amnion Hidramnion (polihidramnion) air ketuban berlebihan. agak manis dan amis 5. keadaan jernih agak keruh 3. Umumnya kental. Pada persalinan : membersihkan / melicinkan jalan lahir.

terimakasih.Kitaro) . (musik latar : "Island of Life" .Mohon koreksi / tambahan juga dari teman2/dokter2/guru2/pembaca yang baik.