WARGA NEGARA

A. Konsep dasar warga Negara 1. Dalam Bahasa Indonesia Pengertian rakyat atau penduduk sering terkacaukan, maka kita perlu mengetahui batas-batasnya. a) Yang dimaksud dengan rakyat suatu negara haruslah mempunyai ketegasan bahwa mereka itu benar-benar tunduk kepada UndangUndang Dasar Negara yang berlaku, mengakui kekuasaan Negara tersebut dan mengakui wilayah Negara tadi sebagai Tanah Airnya yang hanya satu-satunya. b) Penduduk adalah semua orang yang ada atau bertempat tinggal dalam wilayah negara dengan ketegasan telah memenuhi persyaratanpersyaratan tertentu yang ditetapkan oleh peraturan Negara. Dari batasan-batasan diatas dapat kita mengetahui bahwa dalam pengertian rakyat sering dikaitkan dengan pengertian warga negara, sedang dalam pengertian penduduk dapat mencakup pengertian yang lebih luas 2. Dalam bahasa Inggris Meaning citizens or residents often terkacaukan, then we need to know the boundaries. a) What is meant by the people of a country should have the firmness that they are really subject to the Law of the Country Policy, recognize and acknowledge the authority of the State territory as their homeland which is the only one. b) The population is all the people residing in the province or the country with firmness has to meet certain conditionalities set by State regulations. From the above limitations can we know that in the sense of the people

1

b) Asas Ius Sanguinis (Law of The Blood) Penentuan Kewarganegaraan berdasarkan keturunan/kewarganegaraan orang tuanya Masalah Kewarganegaraan a) Apatride Apatride terjadi apabila seorang anak yang Negara orang tuanya menganut asas Ius Soli lahir di Negara yang menganut Ius Sanguinis. Kriteria tersebut yaitu : 1. 2 .‫تحذدُا اًظوح الذّلح‬ ‫ توعٌى أى تكْى قادرج‬،‫هي القٍْد أعالٍ ٌوكٌٌا أى ًعزف أًَ فً هعٌى الٌاس ّكثٍزا ها ٌزتثظ هع هعٌى الوْاطٌح‬ ‫على فِن ّتشول عذد سكاًِا أكثز‬ B. Dalam Bahasa Arab . in the sense of being able to include a population greater understanding 3.is often associated with the meaning of citizenship. Contoh : Seorang keturunan bangsa A (Ius Soli) lahir di negara B (Ius Sanguinis) Maka orang tsb bukan warga negara A maupun warga negara B.‫ ثن ًحي تحاجح إلى هعزفح الحذّد‬،‫هعٌى الوْاطٌٍي أّ الوقٍوٍي فً كثٍز هي األحٍاى ّإثارج‬ ‫ ّاالعتزاف‬،‫أ) ها ُْ الوقصْد هي الٌاس فً تلذ ٌجة أى ٌكْى الحزم تأًِن حقا تخضع لقاًْى سٍاسح الذّلح‬ .‫ّاإلقزار سلطح أراضً الذّلح ّطٌِن الذي ُْ ّاحذ فقظ‬ ً‫ب) عذد السكاى ُْ كل الٌاس الوقٍوٍي فً الوقاطعح أّ الثلذ هع الحزم ٌجة أى تستْفً تعض الشزّط الت‬ . Sistem Kewarganegaraan Pada asasnya ada beberapa sistem (kriteria umum) yang digunakan untuk menentukan siapa yang menjadi warga negara suatu negara. Sistem Kewarganegaraan berdasarkan Kelahiran a) Asas Ius Soli (Law of The Soli) Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran.

dalam arti masing-masing 3 .b) Bipatride Bipatride terjadi apabila seorang anak yang Negara orang tuanya menganut Ius Sanguinis lahir di Negara lain ynag menganut Ius Soli. Asas Persamaan Derajat Menurut asas persamarataan bahwa perkawinan sama sekali tidak mempengaruhi kewarganegaraan seseorang. maka dianggap warga negara C. Contoh : Seorang keturunan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di negara D (Ius Soli). 2. tetapi negara D juga menganggapnya sebagai warga negara. yaitu kesatuan lahir dan batín. dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidak melepaskan status bipatride-nya. c) Multipatride Seseorang yang memiliki 2 atau lebih kewarganegaraan Contoh : Seorang yang bipatride juga menerima pemberian status kewarganegaraan lain ketika dia telah dewasa. b. Sehingga karena ia keturunan negara C. Dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakatnya. Sistem Kewarganegaraan berdasarkan Perkawinan a. Dan kesatuan hukum dalam keluarga ini tidak bertentangan dengan filsuf persamaan antara suami istri sehingga sekedar mencari manfaatnya bagi sang suami saja. sehat. dan tidak terpecah. Asas Kesatuan Hukum Asas kesatuan hukum berangkat dari paradigma bahwa suami istri ataupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera.suami istri ataupun keluarga yang baik perlu mencerminkan adanya suatu kesatuan yang bulat Supaya terdapat keadaan harmonis dalam keluarga diperlukan kesatuan secara yuridis maupun dalam jiwa perkawinan.karena ia lahir di negara D. maka kedua Negara tersebut menganggap bahwa anak tersebut warga Negaranya.

C. memilih/menolak status kewarganegaraan. 3. yang berkembang dari masa ke masa.istri atau suami bebas menentukan sikap dalam menen tukan kewarganegaraanya Asas ini menghindari terjadinya penyelundupan hukum. Zaman penjajahan Belanda 4 . a. Stelsel Aktif. misalnya seseorang yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu Negara dengan cara atau berpura-pura melakukan pernikahan dengan pasangan di Negara tersebut. Sejarah Kewarganegaraan Mengetahui tentang masalah kewarganegaraan juga melibatkan sejarah dari sistem kewarganegaraan. Misal : seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari pernikahan. Sistem Kewarganegaraan berdasarkan Naturalisasi Adalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan. Stelsel Pasif. 2. mengajukan permohonan. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan naturalisasi digunakan 2 stelsel. yakni seseorang dengan sendirinya dianggap sebagai warga negara tanpa melakukan sesuatu tindakan hukum. yaitu : 1. Naturalisasi Biasa Yaitu suatu naturalisasi yang dilakukan oleh orang asing melalui permohonan dan prosedur yang telah ditentukan b. Naturalisasi Istimewa Yaitu kewarganegaraan yang diberikan oleh pemerintah (presiden) dengan persetujuan DPR dengan alasan kepentingan negara atau yang bersangkutan telah berjasa terhadap negara. yakni untuk menjadi warga negara pada suatu negara seseorang harus melakukan tindakan-tindakan hukum secara aktif. Diawali dengan: 1.

b.Hindia Belanda bukanlah suatu negara. dan lain-lain). Sebagai pelaksanaan dari pasal 26. Orang yang lahir dan bertempat kedudukan dan kediaman di dalam wilayah negara Indonesia c. yakni tanggal 18 agustus 1945. 3 Tahun 1946. panitia persiapan kemerdekaan Indonesia mengesahkan UUD 1945. Arab. maka tanah air pada masa penjajahan Belanda tidak mempunyai warga negara. Indonesia belum mempunyai UUD. Mengenai kewarganegaraan UUD 1945 dalam pasal 26 ayat(1) menentukan bahwa “Yang menjadi warga negara ialah orang – orang bangsa Indonesia aseli dan orang – orang bangsa lain yang di sahkan dengan undang – undang sebagai warga negara. Persetujuan Kewarganegaraan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) Persetujuan perihal pembagian warga negara hasil dari konferensi meja bundar (KMB) tanggal 27 desember 1949 antara Belanda dengan Indonesia Serikat ada tiga hal yang penting dalam persetujuan tersebut antara lain: 5 . Masa kemerdekaan pada masa ini. dengan aturan sebagai berikut: a) b) kawula negara belanda orang Belanda. c) kawula negara belanda bukan orang Belanda. Sehari setelah kemerdekaan. Orang yang asli dalam daerah Indonesia. 3 Tahun 1946 adalah: a. kawula negara belanda bukan orang Belanda. misalnya: orang – orang Timur Asing (Cina. Adapun yang dimaksud dengan warga negara Indonesia menurut UU No. tanggal 10 april 1946. 2. 3. diundangkan UU No.” sedang ayat 2 menyebutkan bahwa syarat – syarat yang mengenai kewarganegaraan ditetapan dengan undang – undang. tetapi yang termasuk Bumiputera. India. Anak yang lahir di dalam wilayah Indonesia. juga bukan orang Bumiputera.

Orang – orang yag tergolong kawula Belanda (orang Indonesia asli) berada di Indonesia memperoleh kewarganegaraan Indonesia kecuali tidak tinggal di Suriname / Antiland Belanda dan dilahirkan di wilayah Belanda dan dapat memilih kewarganegaraan Indonesia. maka dtetapkan kewarganegaraan Belanda.a. maka terhadap mereka dua kemungkinan yaitu: jika bertempat tinggal di Belanda.(3) akibat pewarganegaraan. Beberapa bagian dari undang – undang itu. dan (6) Siapa yang dinyatakan berstatus asing. (5) kehilangan kewarganegaraan Indonesia. (2) naturalisasi atau pewarganegaraan biasa. yang terlebih dahulu (berlaku surut) 6 . 4. tetapi terhadap keturunannya yang lain dan bertempat tinggal di Indonesia kurang lebih 6 bulan sebelum 27 desember 1949 setelah penyerahan keddaulatan dapat memilih kewarganegaraan Indonesia yang disebut juga “Hak Opsi” atau hak untuk memilih kewarganegaraan. c. Orang Belanda yang tetap berkewargaan Belanda. Menurut undang – undang : 1) Mereka berdasarkan UU/ peraturan/perjanjian. Orang – orang Eropa dan Timur Asing. 62 tahun 1958. maka yang dinyatakan sebagai WNI dapat menyatakan menolak dalam kurun waktu 2 tahun. yang mutlak berlaku sejak diundangkan tanggal 1agustus 1958. 62 tahun 1958 antara lain: (1) siapa yang dinyatakan berstatus warga negara Indonesia (WNI). yaitu mengenai ketentuan – ketentuan siapa warga negara Indonesia. (4) pewarganegaraan istimewa. Berdasarkan undang – undang nomor 62 tahun 1958 Undang – undang tentang kewarganegaraan Indonesia yang berlaku sampai sekarang adalah UU No. ditetapkan berlaku surut hingga tanggal 27 desember 1949. status anak – anak an cara – cara kehilangan kewarganegaraan. b. Hal – hal selengkapnya yang diatur dalam UU No.

ikutan saja. yang tunduk pada peraturan hukum yang berlainan. Di tolak oleh orang lain. Dan yang paling menimbulkan persoalan serius adalah perkawinan campuran antaragama. Masalah Kedudukan Hukum Bagi Orang Asing Sesuai dengan pasal 38 UU No. Perkawinan campuran antar-golongan (intergentiel) Bahwa hukum mana atau hukum apa yang berlaku . Menolak kewarganegaraan karena khilaf atau ikut . insyaf. kedua. 9 Tahun 1992 tentang keimigrasian. 7 . misalnya seorang anak yang ikut status orang tuanya yang menolak kewarganegaraan RI. menyatakan pengawasan terhadap orang asing di Indonesia meliputi: pertama. Misal . WNI asal Eropa kawin dengan orang Indonesia asli. Misalnya. mungkin juga seorang Indonesia menjadi orang asing karena : 1) 2) 3) Dengan sengaja. yaitu perkawinan antar a dua orang yang berbeda kewarganegaraan. 1. Selain itu. 2.2) Mereka yang memenuhi syarat – syarat tertentu yang ditentukan dalam undang – undang itu. Perkawinan campuran antar-tempat (interlocaal) Yakni perkawinan antara orang – orang Indonesia asli dari lingkungan adat. orang Minang kawin dengan orang jawa. Adapun tugas pengawasan terhadap orang asing yang berada di Indonesia dilakukan oleh menteri kehakiman dengan koordinasi dengan badan atau instansi pemerintah yang terkait. kalau timbul perkawinan antara dua orang. keberadaan serta kegiatan orang asing di wilayah Indonesia. masuk dan keluarnya ke dan dari wilayah Indonesia. Masalah lain yang berkaitan dengan orang asing adalah tentang perkawinan campuran. yang masing – masing sama atau berbeda kewarganegaraannya. D. dan sadar menolak kewarganegaraan RI.

b) Asas persamamerataan Menurut asas ini. Adapun mekanismenya dengan. kewarganegaraan suami mengikuti kewarganegaraan istri sebagai akibat perkawinan tersebut. dalam arti mereka (suami atau istri) bebas menentukan sikap dalam menentukan kewarganegaraan asal sekalipun sudah menjadi suami istri. kewarganegaraan istri mengikuti kewarganegaraan suami sebagai akibat perkawinan tersebut. bahwa perempuan atau laki – laki WNI yang menikah dengan WNA tetap menjadi WNI jika yang bersangkutan memiliki keinginan untuk tetap menjadi WNI. 2. Perkawinan campuran antar-agama (interriligius) Mengatur hubungan (perkawinan) antara dua orang yang masing – masing tunduk pada peraturan agama yang berlainan. Berkaitan dengan status istri dalam perkawinan campuran. Ketentuan ini di atur dalam pasal 26 ayat (3) UU kewarganegaraan . bahwasanya perkawinan tidak mempengaruhi sama sekali kewarganegaraan seseorang. Ayat (1) perempuan warga negara Indonesia yang kawin dengan laki – laki warga negara asing kehilangan kewarganegaraan RI jika menurut hukum negara asal suaminya. 1 tahun 1974 tentang perkawinan secara tegas tidak menganut perkawinan campuran antar-agama. maka suami/istri mengikuti suami/istri baik pada waktu perkawinan berlangsung. yaitu dengan jalan mengajukan surat pernyataan mengenai keinginannya kepada pejabat atau perwakilan republik Indonesia yang 8 . Pasal 26 UU Kewarganegaraan menyatakan : 1. maka terdapat dua asas: a) Asas mengikuti. kemudian setelah perkawinan berjalan.3. Dalam tataran praksis perkawinan campuran antar-agama tidak dikenal di Indonesia. Ayat (2) Laki – laki warga negara Indonesia yang kawin dengan perempuan warga negara asing kehilangan kewarganegaraanya RI jika menurut hukum asal istrinya. UU No.

Umumnya yang dipakai ialah hukum personal dari sang ayah sebagai kepala keluarga (pater familias) pada masalah-masalah keturunan secara sah. Sistem kewarganegaraan dari ayah adalah yang terbanyak dipergunakan di negara-negara lain. memiliki tujuan yang baik yaitu kesatuan dalam keluarga. Prof. Italia. seperti misalnya Jerman. sehingga anak dianggap sebagai anak luar nikah yang hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya.62 tahun 1958. perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai persoalan pendahuluan. Kecondongan pada sistem hukum ayah demi kesatuan hukum. apakah perkawinan orang tuanya sah sehingga anak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya. Yunani. Dalam sistem hukum Indonesia. Sejak dahulu diakui bahwa soal keturunan termasuk status personal. Menurut teori hukum perdata internasional.Sudargo Gautama menyatakan kecondongannya pada sistem hukum dari ayah demi kesatuan hukum dalam keluarga.wilayahnya meliputi tempat tinggal perempuan atau laki-laki tersebut. kecuali pengajuan tersebut mengakibatkan kewarganegaraan ganda. Hal ini adalah demi kesatuan hukum dalam keluarga dan demi kepentingan kekeluargaan. Negaranegara common law berpegang pada prinsip domisili (ius soli) sedangkan negaranegara civil law berpegang pada prinsip nasionalitas (ius sanguinis). untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua. Swiss dan kelompok negara-negara sosialis. namun dalam hal kewarganegaraan ibu berbeda dari ayah. atau perkawinan tersebut tidak sah. Kecondongan ini sesuai dengan prinsip dalam UU Kewarganegaraan No. lalu terjadi perpecahan dalam perkawinan tersebut maka akan sulit bagi ibu untuk mengasuh dan membesarkan 9 . demi stabilitas dan kehormatan dari seorang istri dan hak-hak maritalnya. bahwa semua anak–anak dalam keluarga itu sepanjang mengenai kekuasaan tertentu orang tua terhadap anak mereka (ouderlijke macht) tunduk pada hukum yang sama.

Pria Warga Negara Asing (WNA) menikah dengan Wanita Warga Negara Indonesia (WNI) Berdasarkan pasal 8 UU No. Apabila suami WNA bila ingin memperoleh kewarganegaraan Indonesia maka harus memenuhi persyaratan yang ditentukan bagi WNA biasa Karena sulitnya mendapat ijin tinggal di Indonesia bagi laki laki WNA sementara istri WNI tidak bisa meninggalkan Indonesia karena satu dan lain hal( faktor bahasa. seorang perempuan warga negara Indonesia yang kawin dengan seorang asing bisa kehilangan kewarganegaraannya. ia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia tapi pada saat yang sama ia juga harus kehilangan kewarganegaraan asalnya.62 tahun 1958.anak-anaknya yang berbeda kewarganegaraan. ia menjadi tanpa kewarganegaraan. b. Wanita Warga Negara Asing (WNA) yang menikah dengan Pria Warga Negara Indonesia (WNI) Indonesia menganut azas kewarganegaraan tunggal sehingga berdasarkan pasal 7 UU No. Permohonan untuk menjadi WNI pun harus dilakukan maksimal dalam waktu satu tahun setelah pernikahan.62 Tahun 1958 apabila seorang perempuan WNA menikah dengan pria WNI. Ada dua bentuk perkawinan campuran dan permasalahannya: a. terutama bila anak-anak tersebut masih dibawah umur. Untuk dapat tinggal di Indonesia perempuan WNA ini mendapat sponsor suami dan dapat memperoleh izin tinggal yang harus diperpanjang setiap tahun dan memerlukan biaya serta waktu untuk pengurusannya. kecuali apabila dengan kehilangan kewarganegaraan tersebut. budaya. bila masa itu terlewati . apabila selama waktu satu tahun ia menyatakan keterangan untuk itu. maka pemohonan untuk menjadi WNI harus mengikuti persyaratan yang berlaku bagi WNA biasa. Bila suami meninggal maka ia akan kehilangan sponsor dan otomatis keberadaannya di Indonesia 10 .dll) maka banyak pasangan seperti terpaksa hidup dalam keterpisahan. pekerjaan pendidikan. keluarga besar.

Bila suami (yang berstatus pegawai negeri) meningggal tidak jelas apakah istri (WNA) dapat memperoleh pensiun suami. Seorang wanita WNA tidak dapat bekerja kecuali dengan sponsor perusahaan. si anak terpaksa harus kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.62 Tahun 1958 : “Anak yang belum berumur 18 tahun dan belum kawin yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayahnya sebelum ayah itu memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia. Bila suami meninggal dunia dan anak anak masih dibawah umur tidak jelas apakah istri dapat menjadi wali bagi anak anak nya yang menjadi WNI di Indonesia. perempuan ini kehilangan hak berkontribusi pada pendapatan rumah tangga. turut memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia setelah ia bertempat tinggal dan berada di Indonesia. Bila suami meninggal tanah hak milik yang diwariskan suami harus segera dialihkan dalam waktu satu tahun. Keterangan tentang bertempat tinggal dan berada di Indonesia itu tidak berlaku terhadap anak-anak yang karena ayahnya memperoleh kewarga-negaraan Republik Indonesia menjadi tanpa kewarga-negaraan.” Dalam ketentuan UU kewarganegaraan ini. maka kewarganegaraan anak mengikuti ayahnya.menjadi tidak jelas Setiap kali melakukan perjalanan keluar negri memerlukan reentry permit yang permohonannya harus disetujui suami sebagai sponsor. Bila dengan sponsor suami hanya dapat bekerja sebagai tenaga sukarela. Artinya sebagai istri/ibu dari WNI. Indonesia menganut asas kewarganegaraan tunggal. 11 .62 Tahun 1958). anak yang lahir dari perkawinan campuran bisa menjadi warganegara Indonesia dan bisa menjadi warganegara asing : 1. kalaupun Ibu dapat memberikan kewarganegaraannya. sesuai pasal 13 ayat (1) UU No. dimana kewarganegaraan anak mengikuti ayah. Menjadi warganegara Indonesia Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warga negara asing dengan pria warganegara Indonesia (pasal 1 huruf b UU No.

E.2. namun dalam praktek hal ini sulit dilakukan. Anak tersebut sejak lahirnya dianggap sebagai warga negara asing sehingga harus dibuatkan Paspor di Kedutaan Besar Ayahnya. walaupun pada pasal 3 UU No. Menjadi warganegara asing Apabila anak tersebut lahir dari perkawinan antara seorang wanita warganegara Indonesia dengan warganegara asing. hilangnya kewarganegaraan ayah juga mengakibatkan hilangnya kewarganegaraan anak-anaknya yang memiliki hubungan hukum dengannya dan belum dewasa (belum berusia 18 tahun atau belum menikah). dalam UU No. Masih terkait dengan kewarganegaraan anak. Hilangnya kewarganegaraan ibu. 12 . Dalam hal terjadi perceraian. Persamaaan antara manusia selalu dijunjung tinggi untuk menghindari berbagai kecemburuan sosial yang dapat memicu berbagai permasalahan di kemudian hari.62 Tahun 1958. dan dibuatkan kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang harus terus diperpanjang dan biaya pengurusannya tidak murah. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali. juga mengakibatkan kewarganegaraan anak yang belum dewasa (belum berusia 18 tahun/ belum menikah) menjadi hilang (apabila anak tersebut tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya).62 tahun 1958 dimungkinkan bagi seorang ibu WNI yang bercerai untuk memohon kewarganegaraan Indonesia bagi anaknya yang masih di bawah umur dan berada dibawah pengasuhannya. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Berikut ini adalah beberapa contoh hak dan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia. akan sulit bagi ibu untuk mengasuh anaknya.

memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai 5. Setiap warga negara bebas untuk memilih. Pasal 27 ayat (3) dalam perubahan kedua UUD 1945 menetapkan hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara d. serta kewajiban untuk menjunjung hukum dan pemerintahan b. Pasal 27 ayat (2) menetapkan hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan c. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran tiap-tiap warga negara berhak 13 . 28. Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa mendapatkan pengajaran. Pasal 29 ayat (2) menyebutkan adanya hak kemerdekaan untuk memeluk agamnya masing-masing dan beribadat menurut agamanya f. Namun biasanya bagi yang memiliki banyak uang atau tajir bisa memiliki tambahan hak dan pengurangan kewajiban sebagai warga negara kesatuan republik Indonesia. 30. 29. Pasal 28 menetapkan hak kemerdekaan warga negara untuk berserikat. berkumpul. A. 31 a. Pasal 30 ayat (1) dalam perubahan kedua UUD 1945 menyebutkan hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara g.Pasal-Pasal UUD 1945 yang menetapkan hak dan kewajiban warga negara mencakup pasal-pasal 27. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak 3. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan e. Contoh Hak Warga Negara Indonesia 1. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan 4. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum 2. Pasal 27 ayat (1) menetapkan hak warga negara yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) 3. tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia 5. mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh 2. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat.6. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik 14 . hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali. serta dijalankan dengan sebaikbaiknya 4. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela. Setiap warga negara berkewajiban taat. berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undangundang yang berlaku B. Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia 1. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh 7.

Kajian Kritis Paket Perundangan di Bidang Pertahanan dan Keamanan. Negara Berdasarkan Ideologi Pancasila.C. 15 . 1993. Asshiddiqie.J. Jurusan PMPKN IKIP Bandung. Apeldoorn. Jilid II. PT.C. Jimly (2006).T. Yogyakarta.1985. Kanisius. Propatria (2006).V. Achmad Kosasih Djahiri.DAFTAR PUSTAKA Gunawan Setiardja. Pradnya Paramita. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta. 1986. dan Games dalam V. L. Strategi Pengajaran Afektif-Nilai-Moral V. Pengantar Ilmu Hukum. Propatria. Jakarta.T.

MAKALAH CIVIC EDUCATION Warga Negara Oleh : Nida Riyana Nova Selfa Anggraini Okta Kurniawan Dosen Rindun Harahap PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI IAIN (BENGKULU) 2013 16 .

4 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful