ALIH FUNGSI LAHAN [Wiki BIPR] :: Balai Informasi Penataan Ruang http://werdhapura.penataanruang.

net/pusat-informasi/saya-ingin-tahu/a...

Selasa, 02 April 2013

Tentang Kami

Peta Situs

Log Masuk

BERANDA

PUSAT INFORMASI

PUSAT PELATIHAN

WERDHAPURA

PERPUSTAKAAN

FORUM PENATAAN RUANG

PENCARIAN

Anda ada di: Beranda

Pusat Informasi

Saya Ingin Tahu

Alih Fungsi Lahan

isu_strategis

alih_fungsi_lahan

ALIH FUNGSI LAHAN

Area Persawahan Berubah menjadi Permukiman Mewah

ALIH FUNGSI LAHAN DALAM UU No 26 2007
Pasal 33 (1) Pemanfaatan ruang mengacu pada fungsi ruang yang ditetapkan dalam rencana tata ruang dilaksanakan dengan mengembangkan penatagunaan tanah, penatagunaan air, penatagunaan udara, dan penatagunaan sumber daya alam lain. (3) Penatagunaan tanah pada ruang yang direncanakan untuk pembangunan prasarana dan sarana bagi kepentingan umum memberikan hak prioritas pertama bagi Pemerintah dan pemerintah daerah untuk menerima pengalihan hak atas tanah dari pemegang hak atas tanah. (4) Dalam pemanfaatan ruang pada ruang yang berfungsi lindung, diberikan prioritas pertama bagi Pemerintah dan pemerintah daerah untuk menerima pengalihan hak atas tanah dari pemegang hak atas tanah jika yang bersangkutan akan melepaskan haknya. Pasal 77 (1) Pada saat rencana tata ruang ditetapkan, semua pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang harus disesuaikan dengan rencana tata ruang melalui kegiatan penyesuaian pemanfaatan ruang. (2) Pemanfataan ruang yang sah menurut rencana tata ruang sebelumnya diberi masa transisi selama 3 (tiga) tahun untuk penyesuaian. Penjelasan Bagian Umum point 3 3. Ruang yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi, sebagai tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya, pada dasarnya ketersediaannya tidak tak terbatas. Berkaitan dengan hal tersebut, dan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman,nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional, Undang-Undang ini mengamanatkan perlunya dilakukan penataan ruang yang dapat mengharmoniskan lingkungan alam dan lingkungan buatan, yang mampu mewujudkan keterpaduan penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan, serta yang dapat memberikan pelindungan terhadap fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan hidup akibat pemanfaatan ruang. Kaidah penataan ruang ini harus dapat diterapkan dan diwujudkan dalam setiap proses perencanaan tata ruang wilayah.

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN
Disadur dari Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian, Direktorat Direktorat Pangan Dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas, 2006. 1. Alih fungsi lahan sawah ke penggunaan lain Alih fungsi lahan sawah ke penggunaan lain telah menjadi salah satu ancaman yang serius terhadap keberlanjutan swasembada pangan. Intensitas alih fungsi lahan masih sulit dikendalikan, dan sebagian besar lahan sawah yang beralihfungsi tersebut justru yang produktivitasnya termasuk kategori tinggi sangat tinggi. Lahan-lahan tersebut adalah lahan sawah beririgasi teknis atau semi teknis dan berlokasi di kawasan pertanian dimana tingkat aplikasi teknologi dan kelembagaan penunjang pengembangan produksi padi telah maju. 2. Fungsi utama lahan sawah Fungsi utama lahan sawah adalah untuk mendukung pengembangan produksi pangan khususnya padi. Namun justifikasi tentang perlunya pengendalian alih fungsi lahan sawah harus berbasis pada pemahaman bahwa lahan sawah mempunyai manfaat ganda (multi fungsi). Secara holistik, manfaat tersebut terdiri dari dua kategori: (1) nilai penggunaan (use values), dan (2) manfaat bawaan (non use values). Nilai penggunaan mencakup: (i) manfaat langsung, baik yang nilainya dapat diukur dengan harga (misalnya keluaran usahatani) maupun yang tidak dapat diukur dengan harga (misalnya tersedianya pangan, wahana rekreasi, penciptaan lapangan kerja), dan (ii) manfaat tidak langsung yang terkait dengan kontribusinya dalam pengendalian banjir, menurunkan laju erosi, dan sebagainya. Manfaat bawaan mencakup kontribusinya dalam mempertahankan keanekaragaman hayati, sebagai wahana pendidikan, dan sebagainya. Pemahaman yang komprehensif terhadap multi fungsi lahan sawah sangat diperlukan agar kecenderungan “under valued” terhadap sumberdaya tersebut dapat dihindarkan. 3. Pola alih fungsi lahan sawah Pola alih fungsi lahan sawah dapat dipilah menjadi dua: (1) sistematis, (2) sporadis. Alih fungsi lahan sawah untuk pembangunan kawasan industri, perkotaan, kawasan pemukiman (real estate), jalan raya, komplek perkantoran, dan sebagainya mengakibatkan terbentuknya pola alih fungsi yang sistematis. Lahan sawah yang beralihfungsi pada umumnya mencakup suatu hamparan yang cukup luas dan terkonsolidasi. Di sisi lain, alih fungsi lahan sawah yang dilakukan sendiri oleh pemilik lahan sawah umumnya bersifat sporadis. Luas lahan sawah yang terkonversi kecil-kecil dan terpencar. Alih fungsi lahan sawah dilakukan secara langsung oleh petani pemilik lahan ataupun tidak langsung oleh pihak lain yang sebelumnya diawali dengan transaksi jual beli lahan sawah. Proses alih fungsi lahan sawah pada umumnya berlangsung cepat jika akar penyebabnya terkait dengan upaya pemenuhan kebutuhan sektor ekonomi lain yang menghasilkan surplus ekonomi (land rent) jauh lebih tinggi (misalnya untuk pembangunan kawasan industri, kawasan perumahan, dan sebagainya) atau untuk pemenuhan kebutuhan mendasar (prasarana umum yang diprogramkan pemerintah, atau untuk lahan tempat tinggal pemilik lahan yang bersangkutan). Proses alih fungsi lahan sawah cenderung berlangsung lambat jika motivasi untuk mengubah

1 of 4

02/04/2013 13:56

3. sehingga tidak memenuhi batas minimum skala ekonomi usaha yang menguntungkan. b.instrumen yuridis berupa peraturan perundang-undangan yang mengikat (apabila memungkinkan setingkat undang-undang) dengan ketentuan sanksi yang memadai. seperti lapangan golf. b. c.mengarahkan kegiatan konversi lahan pertanian untuk pembangunan kawasan industri. Rendahnya insentif untuk berusaha tani disebabkan oleh tingginya biata produksi. mengembangkan pajak tanah yang progresif. penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan yang berdampak pada peningkatan serangan hama tertentu akibat musnahnya predator alami dari hama yang bersangkutan. pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Dari sisi permintaan pengendalian sawah dapat ditempuh melalui: a. Selain itu. tenaga kerja.. BPN 2004) Peraturan Provinsi Faktor-faktor yang Kabupaten Akomodasi mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian antara lain: Kota Perpustakaan 1. yaitu tingginya land rent yang diperoleh aktivitas sektor non pertanian dibandingkan sektor pertanian. b. Ketentuan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Berdasarkan PP No. Danau Tamblingan No. ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Definisi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Selain itu. yang sebelumnya didominasi oleh penggunaan lahan pertanian. Produk Penataan Ruang Undang Undang Kurikulum Basis Data Alumni Fasilitas Rate Kontak SKPD Penataan Ruang Peraturan Pemerintah Peraturan Menteri PUSAT INFORMASI PUSAT PELATIHAN WERDHAPURA INSTANSI TERKAIT Faktor-Faktor Alih Fungsi Lahan Pertanian (konversi) Peraturan Presiden yang Memperngaruhi Nara Sumber Peta Layout Fasilitas Ruang Kelas Laboratorium (Sumber : Iwan Daerah Isa. Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian (Sumber : Iwan Isa. dan fasilitas umum lainnya. Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah perubahan fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menjadi bukan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan baik secara tetap maupun sementara. Faktor sosial budaya. karena faktor kebutuhan keluarga petani yang terdesak oleh kebutuhan modal usaha atau keperluan keluarga lainnya (pendidikan.instrumen insentif dan disinsentif bagi pemilik lahan sawah dan pemerintah daerah setempat. Penataan Ruang FaktorNSPK Kependudukan. perumahan dan perdagangan misalnya pembangunan rumah susun. pengalokasian dana dekonsentrasi untuk mendorong pemerintah daerah dalam mengendalikan konversi lahan pertanian terutama sawah.meningkatkan efisiensi kebutuhan lahan untuk non pertanian sehingga tidak ada tanah yang terlantar. perdagangan. Kebutuhan lahan untuk kegiatan non pertanian antar alain pembangunan real estate. 4.. 2 of 4 02/04/2013 13:56 . Degradasi lingkungan. Jl.net/pusat-informasi/saya-ingin-tahu/a. yang kurang memperhatikan kepentingan jangka panjang dan kepentingan nasional yang sebenarnya penting bagi masyarakat secara keseluruhan. pengendalian alih fungsi lahan sawah Saya Ingin Tahu Tentangsawah Werdhapura Direktorat Jenderal Penataan Secara empiris. 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian. instrumen kebijakan yang selama ini Pelatihan menjadi andalan dalam pengendalian alih fungsi lahan adalah aturan pelaksanaan Peraturan Daerah yang terkaitRuang dengan Rencana Lingkup Jadwal Pelatihan Jadwal Kegiatan Bappeda Tata Ruang Ruang Wilayah (RTRW). dan jasa-jasa lainnya yang memerlukan lahan yang luas. 3. serta pencemaran air irigasi. terdapat keberadaan “sawah kejepit” yakni sawah-sawah yang tidak terlalu luas karena daerah sekitarnya sudah beralih menjadi perumahan atau kawasan industri. Instrumen Pengendalian Konservasi Lahan Instrumen yang dapat digunakan untuk perlindungan dan pengendalian lahan sawah adalah melalui instrumen yuridis dan non yuridis.ALIH FUNGSI LAHAN [Wiki BIPR] :: Balai Informasi Penataan Ruang http://werdhapura. Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah dalam rangka : a. Memperkecil peluang terjadinya konversi Dalam rangka memperkecil peluang terjadinya konversi lahan sawah dapat dilihat dari dua sisi. ketahanan. seringkali membuat petani tidak mempunyai pilihan selain menjual sebagian lahan pertaniannya. listrik. kawasn industri. kawasan perdagangan. Mengendalikan Kegiatan Konservasi Lahan a. yang memaksa mereka untuk mengalihkan atau menjual tanahnya. yaitu sisi penawaran dan permintaan. misalnya akibat kerusakan jaringan irigasi sehingga lahan tersebut tidak dapat difungsikan lagi sebagai lahan sawah. fungsi terkait dengan degradasi fungsi lahan sawah.menetapkan Kawasan Pangan Abadi yang tidak boleh dikonversi. telepon. air bersih. dan perumahan pada kawasan yang kurang produktif. c. Lemahnya sistem perundang-undangan dan penegakan hukum (Law Enforcement) dari peraturan-peraturan yang ada. jalan tol. dan mempunyai fungsi lingkungan tinggi. 6. d. yaitu : 1. d. Otonomi daerah yang mengutamakan pembangunan pada sektor menjanjikan keuntungan jangka pendek lebih tinggi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari sisi penawaran dapat berupa insentif kepada pemilik sawah yang berpotensi untuk dirubah. 7. 2. jasa. Lokasi sekitar kota. dna fasilitas lainnya. dengan pemberian insentif bagi pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat. sementara harga hasil pertanian relatif rendah dan berfluktuasi. antara lain keberadaan hukum waris yang menyebabkan terfragmentasinya tanah pertanian. Copyright © Balai Informasi Penataan Ruang. 2. Selain itu. Hal ini dapat dimengerti. 49 Denpasar Bali 80228. antara lain kemarau panjang yang menimbulkan kekurangan air untuk pertanian terutama sawah. menyerap tenaga kerja pertanian tinggi. yaitu: a. 4. pusat perbelanjaan. mencari pekerjaan non pertanian.penataanruang. 1 Tahun 2011 Pasal 35 dinyatakan bahwa lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilindungi dan dilarang dialihfungsikan. Instrumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan perizinan lokasi. dan sarana produksi lainnya. peningkatan taraf hidup masyarakat juga turut berperan menciptakan tambahan permintaan lahan akibat peningkatan intensitas kegiatan masyarakat. rusaknya lingkungan sawah sekitar pantai mengakibatkan terjadinya instrusi (penyusupan) air laut ke daratan yang berpotensi meracuni tanaman padi. dan kedaulatan pangan nasional. industri. menjadi sasaran pengembangan kegiatan non pertanian mengingat harganya yang relatif murah serta telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang seperti jalan raya. Faktor ekonomi. sehingga petani pada lahan tersebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan air. 5. Pesatnya peningkatan jumlah penduduk telah meningkatkan permintaan tanah untuk perumahan.mengembangkan prinsip hemat lahan untuk industri. c. atau lainnya).membatasu luas lahan yang dikonversi di setiap kabupaten/kota yang mengacu pada kemampuan pengadaan pangan mandiri. sebagian diantaranya berasal dari lahan pertanian termasuk sawah.membatasi konversi lahan sawah yang memiliki produktivitas tinggi. meningat lokasinya dipilih sedemikian rupa sehingga dekat dengan pengguna jas ayang terkonsentrasi di perkotaan dan wilayah di sekitarnya (sub urban area). BPN 2004) Dalam rangka perlindungan dan pengendalian lahan pertanian secara menyeluruh dapat ditempuh melalui 3 (tiga) strategi.

memanfaatkan dan membina. atau b.pdf 2. dan mengawasi lahan pertanian pangan dan kawasannya secara berkelanjutan. dan tidak dimanfaatkan sesuai dengan sifat dan tujuan pemberian hak. mengendalikan. Untuk itu. tidak dipergunakan. perlindungan lahan pertanian pangan perlu dilakukan dengan menetapkan kawasan-kawasan pertanian pangan yang perlu dilindungi. waduk. perlindungan dan pemberdayaan petani. meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat. b. pembebasan kepemilikan hak atas tanah. peran serta masyarakat. tanah tersebut selama 1 (satu) tahun atau lebih tidak dimanfaatkan sesuai dengan izin/keputusan/surat dari yang berwenang. pelabuhan. stasiun dan jalan kereta api. pengembangan sistem informasi. mengembangkan. i. Dalam kenyataannya lahan-lahan pertanian pangan berlokasi di wilayah kota juga perlu mendapat perlindungan.ALIH FUNGSI LAHAN [Wiki BIPR] :: Balai Informasi Penataan Ruang http://werdhapura.. Kawasan pertanian pangan merupakan bagian dari penataan kawasan perdesaan pada wilayah kabupaten. tanah tersebut telah diberikan dasar penguasaan atas tanah. jalan umum. 41 Tahun 2009 Pasal 6. f. b. dan/atau n. Perlindungan lahan pertanian pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam penataan ruang wilayah.penataanruang. h. 3 of 4 02/04/2013 13:56 . Tanah Telantar dapat dialihfungsikan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan apabila: a. mewujudkan kemandirian. l. meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani. Berdasarkan Pasal 45 PP No. memiliki kajian kelayakan strategis. d. terminal. 1 Tahun 2011 Pasal 36 dinyatakan bahwa Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum terbatas pada kepentingan umum. fasilitas keselamatan umum. c. yang meliputi: a. Dalam PP No. m. b. tanah tersebut selama 3 (tiga) tahun atau lebih tidak dimanfaatkan sejak tanggal pemberian hak diterbitkan. mewujudkan revitalisasi pertanian. Pengalihfungsian lahan non pertanian pangan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan terutama dilakukan terhadap Tanah Terlantar dan tanah bekas kawasan hutan yang belum diberikan hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. bendungan. k. dan c. terjadi bencana. f. meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak. Perlindungan kawasan pertanian pangan dan lahan pertanian pangan meliputi perencanaan dan penetapan. tetapi sebagian atau seluruhnya tidak dimanfaatkan sesuai dengan izin/keputusan/surat dari yang berwenang dan tidak ditindaklanjuti dengan permohonan hak atas tanah. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilakukan dengan penetapan (Pasal 18): a. Dalam hal bencana mengakibatkan hilang atau rusaknya infrastruktur secara permanen dan pembangunan infrastruktur pengganti tidak dapat ditunda. penelitian. membebaskan kepemilikan hak atas tanah. tetapi sebagian atau seluruhnya tidak diusahakan. j. pp_no_1_tahun_2011_penetapan_dan_alih_fungsi_lppb. 1 Tahun 2011. uu_no. dan kedaulatan pangan.net/pusat-informasi/saya-ingin-tahu/a. Alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum hanya dapat dilakukan dengan persayaratan (Pasal 30) : a. menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan. e. DATA DAN INFORMASI Peraturan 1. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan adalah sistem dan proses dalam merencanakan dan menetapkan. b. Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan di dalam dan di luar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan. pemanfaatan dan pembinaan. pengendalian. maka alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dapat dilakukan dengan ketentuan : a. g. tanah tersebut telah diberikan hak atas tanahnya. dan i. Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan berdasarkan Undang-Undang No.pdf Teori dan Konsep 1._41_tahun_2009_tentang_plppb. ketahanan. Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan diselenggarakan dengan tujuan : a. alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan karena sering terjadi bencana hanya dapat ditetapkan setelah tersedia lahan pengganti. g. Perlindungan kawasan dan lahan pertanian pangan dilakukan dengan menghargai kearifan budaya lokal serta hak-hak komunal adat. atau b. pengawasan.melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani. saluran air minum atau air bersih. drainase dan sanitasi. c. menyediakan lahan penggantu terhadap Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dialihfungsikan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan setelah alih fungsi dilakukan. dan b. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di dalam dan di luar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Berdasarkan UU No. melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan.pembangkit dan jaringan listrik. mempertahankan keseimbangan ekologis. b.bangunan pengairan. dan pembiayaan. pengembangan. ketersediaan lahan pengganti terhadap Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dialihfungsikan.. cagar alam. dinyatakan bahwa Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilakukan terhadap Lahan Pertanian Pangan dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang berada di dalam atau di luar kawasan pertanian pangan. d. h. Tanah bekas kawasan hutan dapat dialihfungsikan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan apabila: a. mempunyai rencana alih fungsi lahan. bandar udara. c. dan d. e. irigasi.

. economics_land_use_planning_-_evans. strategi-pengendalian-alih-fungsi-lahan.pdf 2.ALIH FUNGSI LAHAN [Wiki BIPR] :: Balai Informasi Penataan Ruang http://werdhapura.pdf Praktek dan Pengalaman Discussion isu_strategis/alih_fungsi_lahan.txt · Last modified: 2013/02/11 12:32 (external edit) 4 of 4 02/04/2013 13:56 .net/pusat-informasi/saya-ingin-tahu/a.penataanruang..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful