Pendidikan Teknik Informatika - UNY

Makalah Lingkungan Kerja
Makalah yang berisi berisi tentang lingkungan kerja yang baik beserta keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja. (Manajemen Industri)

aditiazaman 2013

O. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu. Dengan adanya lingkungan kerja yang baik dan standar sesuai dengan peraturan standar industri. Makalah ini berjudul “Lingkungan Kerja” yang berisi tentang lingkungan kerja yang baik beserta keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya sehingga bisa mengerjakan makalah ini sampai selesai. Dalam pembuatan makalah ini. Penulis . saya banyak dibantu oleh berbagai pihak terutama dalam pengumpulan materi. Dengan selesainya makalah ini bukan berarti telah menyempurnakan makalah ini. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. pihak-pihak yang terlibat dalam industry dapat bekerja dengan nyaman dan mengurangi rasa kekhawatirn akan kecelakaan kerja.eh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk pengembangan makalah selanjutnya. Semoga makalah dengan judul “Standar lingkungan Kerja” ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

karyawan yang bekerja dapat lebih nyaman dalam melaksanakan perjaannya. Dengan terpenuhinya factor tersebut. maka kebutuhan factor-faktor dalam lingkungan kerja dapat dipenuhi oleh industry maupun perusahaan. Dengan adanya standar lingkungan kerja yang sesuai. Industri di Indonesia masih banyak yang belum memperhatikan factor-faktor tersebut. Jenis lingkungan kerja terbagi menjadi dua: (a) lingkungan kerja fisik. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai. B. Memahami manfaat lingkungan kerja. Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu : 1.BAB I PENDAHULUAN A. 4. 2. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja. Mengetahui faktor lingkungan kerja. dan (b) lingkungan kerja non fisik. Mengetahui kesehatan dan keselamat kerja (K3) dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja. . Menurut Alex S Nitisemito (2000:183) mendefinisikan lingkungan kerja sebagai berikut : “Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembankan”. 3. Sehingga belum memnuhi standar lingkungan kerja yang sudah ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Faktor lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap performansi kerja yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produktivitas pekerja.” Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat berkerja optimal. Latar Belakang Menurut Nitisemito (2001) ”Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugastugas yang diembankan. maka pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi. Mengetahui jenis lingkungan kerja.

Lingkungan kerja fisik Menurut Sedarmayanti (2001:21). Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik secara langsung maupun scara tidak langsung. dan lain-lain. getaran mekanis. maka langkah pertama adalah harus mempelajari manusia. Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap karyawan. B. Jenis Lingkungan Kerja 1. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori. sirkulasi udara. Sedangkan menurut Gauzali Saydam mengemukakan bahwa lingkungan kerja adalah “Keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi perkerjaan itu sendiri” (Saydam. Pengertian Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong karyawan bekerja secara maksimal untuk kemajuan perusahaan. Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan (Seperti: pusat kerja. kursi. warna. pencahayaan. 2000:266). kelembaban. bau tidak sedap. meja dan sebagainya) b.BAB II ISI A. Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia. Pada dasarnya lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat mempengaruhi mereka dalam menjalankan tugasnya. misalnya :temperatur. yakni : a. baik mengenai fisik dan tingkah . kebisingan. Dari beberapa pendapat di atas maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan kondisi lingkungan kerja adalah suatu kondisi atau keadaan yang ada disekitar lingkungan tempat bekerja yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang dalam melaksanakan tugastugasnya baik secara langsung maupun tidak langsung dan mempengaruhi optimalisasi hasil yang diperoleh dan berpengaruh juga terhadap produktivitas perusahaan secara umum.

Lingkungan kerja non fisik ini merupakan lingkungan kerja yang tidak bisa diabaikan. Lingkungan kerja non-fisik Menurut Sedarmayanti (2007) menyatakan bahwa lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja. adalah penting bahwa yang mempengaruhi lingkungan kerja fisik adalah: a) suhu. pimpinan perlu: 1) meluangkan waktu untuk mempelajari aspirasi-aspirasi emosi pegawai dan bagaimana mereka berhubungan dengan tim kerja dan 2) menciptakan suasana yang meningkatkatkan kreativitas.lakunya maupun mengenai fisiknya. baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan”. b) kebisingan. Dengan demikian untuk memaksimalkan produktivitas. 2. bawahan maupun yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan. Faktor Lingkungan Kerja Menurut Robbins (2002) Lingkungan kerja fisik juga merupakan faktor penyebab stress kerja pegawai yang berpengaruh pada prestasi kerja. Faktor-faktor mutu udara. Suhu Suhu adalah suatu variabel dimana terdapat perbedaan individual yang besar. Manusia mempunyai perasaan untuk dihargai dan bukan bekerja untuk uang saja. c) penerangan. Menurut Nitisemito (2001) perusahan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerja sama antara tingkat atasan. Hubungan kerja yang terbentuk sangat mempengaruhi psikologis karyawan. kemudian digunakan sebagai dasar memikirkan lingkungan fisik yang sesuai.” 1. Hal ini disebabkan karena manusia itu bekerja bukan sebagai mesin. untuk menciptakan hubungan hubungan yang harmonis dan efektif. Menurut Mangkunegara (2009). d) . Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan. C. Pengelolaan hubungan kerja dan pengendalian emosional di tempat kerja itu sangat perlu untuk diperhatikan karena akan memberikan dampak terhadap prestasi kerja pegawai. bawahan maupun atasan harus dilakukan karena kita saling membutuhkan. komunikasi yang baik dan pengendalian diri. Membina hubungan yang baik antara sesama rekan kerja.

dan depresi. 4. : a. D. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam lingkungan kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya. yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Penerangan Bekerja pada ruangan yang gelap dan samara-samar akan menyebabkan ketegangan pada mata. Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk kepada tradisi – tradisi fisiologis – Fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan.pegawai bekerja di suatu lingkungan dimana suhu diatur sedemikian rupa sehingga berada diantara rentang kerja yang dapat diterima setiap individu. Manfaat Lingkungan Yang Aman Dan Sehat . 2. Udara yang tercemar di lingkungan kerja dapat menyebabkan sakit kepala. Tingkat yang tepat dari intensitas cahaya juga tergantung pada usia pegawai. Kebisingan Bukti dari telaah-telaah tentang suara menunjukkan bahwa suara-suara yang konstan atau dapat diramalkan pada umumnya tidak menyebabkan penurunan prestasi kerja sebaliknya efek dari suara-suara yang tidak dapat diramalkan memberikan pengaruh negatif dan mengganggu konsentrasi pegawai. Intensitas cahaya yang tepat dapat membantu pegawai dalam mempelancar aktivitas kerjanya. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat. Adapun tujuan dan pentingnya keselamatan kerja adalah sebagai berikut. kelelahan. Udara yang tercemar dapat menggangu kesehatan pribadi pegawai. 3. lekas marah. mata perih. perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Pencapaian prestasi kerja pada tingkat penerangan yang lebih tinggi adalah lebih besar untuk pegawai yang lebih tua dibanding yang lebih muda. Mutu Udara Merupakan fakta yang tidak bisa diabaikan bahwa jika menghirup udara yang tercemar membawa efek yang merugikan pada kesehatan pribadi.

serta mampu meningkatkan kulitas kehidupan kerja para pekerja. sehingga produktivitas dan prestasi kerja meningkat. Lingkungan kerja yang kondusif sendiri bisa tercipta jika adanya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan maupun antar para bawahan sendiri. Peningkatan – peningkatan terhadap hal ini akan mengasilkan :  Mengingkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang hilang  Menginkatnya efisensi dan kualitas kerja yang lebih berkomitmen  Menurunnya biaya – biaya kesehatan dan asuransi  Tingkat Kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah karena menurunnya pengajuan klaim  Felksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari meningkatnya partisipasi dan rasa kepemilikan  Rasio seleski tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra perusahaan. Manfaat lingkungan kerja Menurut Ishak dan Tanjung (2003). perusahan akan semakin efektif. b. Sementara itu. manfaat lingkungan kerja adalah menciptakan gairah kerja. Yang artinya pekerjaan diselesaikan sesuai standard yang benar dan dalam skala waktu yang ditentukan. dan hal – hal yang berkaitan dengan stress. Prestasi kerjanya akan dipantau oleh individu yang bersangkutan. dan tidak akan menimbulkan terlalu banyak pengawasan serta semangat juangnya akan tinggi. Perusahaan juga harus bisa menciptakan rasa kepercayaan yang tinggi terhadap bawahan ataupun antar karyawan dalam arti para karyawan merasa tidak ada rasa saling . penyakit. Lingkungan kerja yang kondusif di tempat kerja adalah salah satu syarat untuk menciptakan kinerja perusahaan yang lebih baik. Lingkungan kerja yang baik yaitu lingkungan kerja yang kondusif. E. manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat. Kerugian Lingkungan Kerja Yang Tidak Aman dan Tidak Sehat Jumlah biaya yang besar sering muncul karena ada kerugian – kerugian akibat kematian dan kecelakaan di tempat kerja dan kerugian menderita penyakit – penyakit yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan.Jika perusahaan dapat menurunkan tingkat dan beratnya kecelakaan – kecelakaan kerja.

Hal di atas inilah yang nantinya akan menimbulkan motivasi kerja yang tinggi bagi setiap karyawannya. Jika sudah tercipta seperti ini maka lingkungan kerja yang kondusif akan lebih mudah tercipta. namun yang pasti antara atasan atau pimpinan dan bawahan memiliki visi yang sama bagaimana lingkungan kerja tersebut memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang yang berada di dalamnya . dan akhirnya kontribusi dari setiap karyawan semakin mudah didapatkan. demikian juga sebaliknya. Yang akhirnya bisa menimbulkan motivasi kerja karyawan dan kinerja perusahaan. Ada banyak hal untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.curiga justru saling menjaga. . Perusahaan perduli dan memperhatikan para karyawannya.

BAB III PENUTUP A. Dalam lingkungan kerja ada faktor-faktor yang sangat penting untuk menjadikan lingkungan kerja yang kondusif. Kesimpulan Dari makalah isi makalah ini dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan hal – hal yang termasuk dalam sarana dan prasarana yang mendukung berjalannya sistem kerja dalam perusahaan. B. dalam hal ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Saran Adapun saran yang dapat kami berikan sebagai beikut : Perusahaan yang baik harus mengetahui tentang lingkungan kerja dan standar lingkungan kerja yang sesuai standar yang telah ada. pencahayaan. dan mutu udara. yaitu lingkungan kerja fisik yang merupakan faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja berupa fisik dan lingkungan kerja non-fisik yang mempengaruhi lingkungan kerja berupahubungan antar rekan kerja. Hal itu harus diperhatikan dan disesuaikan dengan standar yang semestinya untuk menjaga serta mengantisipasi kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan komponen yang ada dalam lingkungan kerja tersebut. Perusahaan juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja untuk semua komponen terutama untuk karyawan. . Dengan itu. karena pekerjaan berat ada pada karyawan. komponen perusahaan akan merasa nyaman dalam bekerja yang akan membuat lingkungan kerja menjadi lingkungan kerja yang kondusif. Faktor tersebut antara lain suhu. Lingkungan kerja memiliki dua jenis yang berbeda. kebisingan. Untuk mencapainya dengan memperhaitakan faktorfaktor yang mempengaruhi lingkungan kerja yang ada.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif. 2012. Diakses tanggal 22 April 2013 dari http://www. 2011. Pengertian Lingkungan Kerja.id/bitstream/123456789/20494/4/Chapter%20II.majalahpendidikan. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin kerja. 2011.html Juliaty.com/news/read/2012/12/09/893/menciptakan_lingku ngan_kerja_yang_kondusif/#.com/2011/10/pengertian-lingkungan-kerja.ac.gajimu. Keselamatan dan Kesehatan Kerja.usu.UXR6Vkp5Kas .com/main/pekerjaan-yanglayak/keselamatan-dan-kesehatankerja Anonim. Tetty. Diakses tanggal 22 April 2013 dari http://repository. Diakses tanggal 22 April 2013 dari http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim.medanbisnisdaily. Diakses tanggal 22 April 2013 dari http://www.pdf Anonim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful