Tugas Penelitian Pendidikan Teknik

Dosen : Drs. Suwachid, M.Pd., M.T.

Dikerjakan oleh : Anggar Dian Pahlevianto (K2510010)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

PERANAN NILAI OKTAN BAHAN BAKAR TERHADAP TENAGA KENDARAAN 4. PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK N 2 SURAKARTA 2. HUBUNGAN JUMLAH GROUND PADA BUSI DENGAN TENAGA YANG DIHASILKAN 3.1. PENGARUH BESARNYA SUDUT DWELL TERHADAP TINGKAT KONSUMSI BAHAN BAKAR 5. PEMAHAMAN MEKANIK MENGENAI STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) DI BENGKEL MAJU TERUS Judul yang saya pilih adalah “PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK N 2 SURAKARTA” Variabel terikat : prestasi belajar siswa Variabel bebas : model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) .

Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan. Maka dari itu sudah seharusnya sekolah-sekolah meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. hasil pekerjaan. Tingkat kualitas pendidikan di Indonesia mencerminkan jati diri di mata dunia. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Pengertian prestasi belajar sendiri adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. . apakah sudah maju.BAB I PENDAHULUAN A. Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. 1994:19). diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah. Latar Belakang Masalah Dewasa ini kualitas pendidikan di Indonesia sedang mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Pada umumnya kualitas pendidikan ditandai dengan hasil prestasi yang diraih oleh siswa. berkembang. hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Kebanyakan perguruan tinggi sudah memulai mencari lulusanlulusan berprestasi dari sekolah-sekolah menengah di Indonesia. ataukah masih terbelakang.

Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Sedangkan menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. maka dapat dipahami bahwa prestasi ditandai dari hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Creative Problem Solving (CPS). Hasil prestasi siswa dapat ditentukan oleh faktor atau variabel antara lain: . Setelah menelusuri uraian di atas. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas. keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan. Senada dengan itu Winkel (1997) menyatakan bahwa perubahan yang terjadi sebagai aktifitas disebut dengan prestasi belajar atau hasil belajar. Salah satu faktor yang mendasari prestasi belajar siswa adalah model pembelajaran yang diterapkan oleh pengajar.sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Identifikasi Masalah Prestasi belajar pada dasarnya merupakan perilaku sebagai hasil dari suatu tindakan. B. Karena model pembelajaran tersebut dapat membekali siswa keterampilan siswa dalam memecahkan suatu masalah.

Cara belajar siswa dalam memahami suatu materi. Tingkat pemahaman siswa sendiri dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dapat meningkatkan keterampilan siswa SMK N 2 Surakarta dalam memecahkan suatu masalah. 3. Karena keterampilan dalam memecahkan masalah sangat dibutuhkan oleh siswa menengah kejuruan. Cara mengajar guru yang diterapkan ini akan sangat berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa. Model pembelajaran yang diterapkan oleh pengajar. Pembatasan Masalah Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar adalah model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Karena keterampilan siswa dalam memecahkan masalah sangat dibutuhkan saat siswa sudah masuk dalam dunia kerja.1. Model pembelajaran tersebut dapat diterapkan pada tingkat sekolah menengah terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perumusan Masalah . C. 2. D. tingkat pemahaman siswa pada suatu materi sangat dominan pada hasil prestasi yang dicapai. 4. Cara mengajar dari guru yang diterapkan pada siswa. Kebanyakan siswa akan mudah memahami suatu materi dalam proses pembelajaran jika dalam proses belajar mengajarnya digunakan model-model pembelajaran yang sederhana namun berpengaruh pada hasil prestasi yang diraih.

Untuk mengetahui hubungan antara model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan prestasi belajar siswa di SMK N 2 Surakarta. 3.Berdasarkan uraian pada identifikasi masalah dan pembatasan masalah di atas. Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan prestasi belajar siswa di SMK N 2 Surakarta. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. F. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mendapatkan gambaran cara menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di SMK N 2 Surakarta. Kegunaan Penelitian Prinsip penelitian ilmiah dapat menghasilkan atau dapat mencerminkan suatu konsep yang mendukung langkahlangkah perbaikan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta perbaikan suatu lembaga. dimana nantinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam dunia pendidikan Creative Problem Solving (CPS) dengan prestasi belajar siswa SMK N . Adakah hubungan antara model pembelajaran 2 Surakarta ? 2. 2. Bagaimana cara menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) di SMK N 2 Surakarta ? 3. Seberapa besar hubungan antara model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dengan prestasi belajar siswa di SMK N 2 Surakarta ? E.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kegunaan Teoritis a. Diharapkan berguna untuk menambah pengetahuan tentang model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Memberikan informasi kepada pihak sekolah di dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran teori dan praktik. Bagi lembaga pendidikan kejuruan. Sebagai sumber untuk menambah pengalaman dan wawasan mahasiswa. Oleh karena itu. 2. Dari prinsip ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut : 1. Tinjauan Pustaka Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Antara kata prestasi dan belajar mempunyai arti yang berbeda. b. Sebagai pelengkap untuk perbandingan penelitian di masa yang akan datang.khususnya. sebelum pengertian . penelitian ini diharapkan memberi informasi yang bermanfaat untuk mengambil kebijakan dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk siswa. c. b. Kegunaan Praktis a.

Sedangkan menurut Nurkencana (1986 : 62) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai atau diperoleh anak berupa nilai mata pelajaran. hasil pekerjaan. dapat dipahami bahwa prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. yang menyenangkan hati. 1994:19). Di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian prestasi dan belajar menurut para ahli. Dari pengertian yang dikemukakan tersebut di atas. Hal ini juga untuk memudahkan dalam memahami lebih mendalam tentang pengertian prestasi belajar itu sendiri.prestasi belajar. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas. Sedangkan menurut Mas’ud Hasan Abdul Dahar dalam Djamarah (1994:21) bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan. hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah. namun intinya sama yaitu hasil yang dicapai dari suatu kegiatan. Untuk itu. ada baiknya pembahasan ini diarahkan pada masing-masing permasalahan terlebih dahulu untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh mengenai makna kata prestasi dan belajar. baik secara individual maupun secara kelompok dalam bidang kegiatan tertentu. Menurut Slameto (1995 : 2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. jelas terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai penekanan. diciptakan. Ditambahkan bahwa prestasi belajar merupakan . sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

or to resolve the problem . at least to the one who creates the solution. to meet. Dalam pengertian lain. dan berfungsi sebagai pemandu bagi para perancang desain pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Soekamto. Therefore. any situation that presents a challenge. Menurut Mitchell dan Kowalik (Rahman. Sedangkan menurut Karen (Dewi. and also has value and relevancy. Setelah menelusuri uraian di atas. metafor. method. Model pembelajaran merupakan kerangka yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. an idea that has an element of newness or uniqueness. Solving. keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan. or is a concern. 2009:8): Creative. devising ways to answer. or system for approaching a problem in an imaginative way and resulting in effective action. 1997:78). Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu aktivitas tertentu. Problem. atau kiasan yang dirumuskan. . creative problem solving or cps is a process. model diartikan sebagai barang tiruan. 2008:28) model Creative problem Solving (CPS) adalah model pembelajaran dan yang melakukan pemecahan pemusatan pada pengajaran keterampilan masalah..hasil yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku. yang diikuti dengan penguatan keterampilan. an opportunity.

Pada awalnya model ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan dengan tujuan agar para karyawan memiliki kreativitas yang tinggi dalam setiap tanggungjawab pekerjaannya. Kerangka Pemikiran Pertama. dalam penggunaan metode dan media pembelajaran sangatlah mempengaruhi keberhasilan guru dalam mengajar. dapat terlihat pentingnnya model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMK. Hal ini terbukti dengan banyaknya guru yang masih menggunakan metode konvensianal. Penggunaan metode belajar yang tepat pada siswa didik akan menghasilkan prestasi siswa yang baik pula. Pada tahun 1950-an Sidney Parnes bekerjasama dengan Alex Osborn melakukan penelitian untuk menyempurnakan model ini. Dimana keterampilan ini didapat dari hasil kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS). Akan tetapi tidak semua guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat. B. Sehingga model Creative Problem Solving ini juga dikenal dengan nama The Osborn-parnes Creative Problem Solving Models. namun pada perkembangan selanjutnya model ini juga diterapkan pada dunia pendidikan. Dari uraian diatas.Model Creative Problem Solving (CPS) pertamakali dikembangkan oleh Alex Osborn pendiri The Creative Education Foundation (CEF) dan co-founder of highly successful New York Advertising Agenncy . sedangkan siswa tidak dituntut aktif. yaitu pembelajaran yang didominasi oleh guru sebagai sumber informasi. keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan. . Ketrampilan intelektual tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pemecahan masalah. Karena tingkat keberhasilan prestasi ditandai dari hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku.

sehingga suasana pembelajaran menjadi membosankan. seperti bertanya. dengan diterapkannya model pembelajaran aktif dalam mata pelajaran Teknik Otomotif. mengajukan usul.hanya memperhatikan. Kedua. membuat catatan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada pembelajaran Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2011/2012. menunjukan bahwa guru kurang bisa merancang pembelajaran yang dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. siswa juga diberi permasalahan baru agar dapat memperkuat pengetahuan yang telah diperolehnya. diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung. Maka dengan menerapkan model pembelajaran Cretive Problem Solving (CPS) diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. dan juga siswa dituntut untuk mencari penyelesaian dari suatu masalah yang diberikan oleh pengajar. Penggunaan model pembelajaran dengan sistem ini lebih efektif dibandingkan belajar sendiri. SMKN 2 Surakarta Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Hasil Belajar Meningkat Pembelajaran Efektif Berkualitas . Bagan kerangka Efektifberpikir secara sederhana Ringan seperti pada gambar 1. sehingga siswa kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kelas X Sehingga siswa terasah keterampilannya dalam menyelesaikan Pembelajaran Kurang Teknik Kendaraan suatu permasalahan. kemudian menerapkanya sampai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. menjawab pertanyaan. Dalam penerapan model ini siswa diberi kesempatan untuk melakukan diskusi tim. dan mengerjakan latihan seperlunya. dan berdiskusi. Selain itu. Pada model pembelajaran ini siswa juga menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya interaksi guru dan siswa hanya berlangsung satu arah. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Teknik Otomotif.

.Gambar 1. penulis membuat hipotesis tindakan sebagai berikut: 1. Perumusan Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas. 2. Sehingga efektivitas pembelajaran dan prestasi belajar tercapai. Kerangka Berpikir C. Melalui penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dapat meningkatkan hasil belajar Teknik Otomotif siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta. Dengan penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) hasil belajar siswa dapat mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).

BAB III Metodologi Penelitian A.33. Telp. Subyek peneliatian ini adalah kelas X Teknik Kendaraan Ringan yang beralamat di JL. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Surakarta. Surakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2013 dengan uraian waktu sebagai berikut : Pengajuan judul Pembuatan proposal minggu ke-3 Maret Seminar proposal Perijinan penelitian April Pelaksanaan penelitian ke-4 Juni Penulisan laporan penelitian minggu ke-4 Juni B. Kode pos 57143. (0271) 714901. LU. Adi Sucipto No. Metode Penelitian Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini. maka penelitian dengan judul “PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) : Minggu ke-4 Januari : Minggu ke-1 Februari s/d : Minggu ke-4 Maret : Minggu ke-1 April s/d minggu ke-4 : Minggu ke-1 Mei s/d minggu : Minggu ke-1 Februari s/d .

Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan berbeda. 2009:72). dan diartikan sebagai semua tindakan.TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMK N 2 SURAKARTA”. D. Tindakan di dalam eksperimen disebut treatment. semua variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui pengaruhnya. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013. C. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Alasan penulis memilih sampel kelas X TKR karena penulis pernah mengajar dalam kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dikelas tersebut selama ± 4 bulan sehingga hal tersebut dapat mendukung jalannya penelitian. menurut pendekatan dalam penelitian. Sampel yang diambil adalah siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK N 2 Surakarta yang berjumlah 30 siswa. yaitu wawancara dan kuesioner. jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian eksperimen. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas adalah mengukur atau melakukan diskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan sekaligus ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut bila dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan berbeda. Penelitian dengan metode eksperimental adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyino. Kalau wawancara dan kuiseoner . Penelitian eksperimen merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain.

Wawancara Menurut Sugiyono (2010 : 157) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan apabila penulis akan ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan apabila peneliti ingin mengetahui hal –hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Angket Angket adalah sejumah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti . maka observasi tidak terbatas pada orang. suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. tetapi juga objek-objek alam yang lain. Tes yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes lisan berupa penyelesaian suatu masalah secara kreatif. 5. Wawancara dalam penelitian dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran seperti sistem kegiatan belajar mengajar. Diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Jadi wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Sutrisno Hadi (Sugiyono. 2010 : 166) mengemukakan bahwa. 3. gambar. atau benda-benda lainnya yang berkaitan dengan aspek-aspek diteliti.selalu berkomunikasi dengan orang. 4. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Tes yang digunakan peneliti untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami dalam pembelajaran Teknik Otomotif. foto. observasi merupakan suatu proses yang kompleks. 2. Dokumentasi Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan dokumen – dokumen tertulis.

Apabila sebaran normal akan menggunakan statistik parametrik dan apabila sebaran tidak normal maka harus menggunakan statistik non parametrik. maka digunakan uji-t.laporan tentang pribadinya. 2006:151). Kuesioner Mengenai Penelitian “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMK N 2 Surakarta” Petunjuk: 1. . Angket ini di edarkan kepada saudara dengan maksud untuk mendapatkan penerapan informasi model sehubungan dengan Creative pengaruh pembelajaran Problem Solving (CPS) terhadap prestasi belajar siswa SMK N 2 Surakarta. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. yang berupa nilai pre test dan post test. E. Sedangkan uji homogenitas varians diperlukan untuk mengetahui subjek yang diambil homogen atau tidak.langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah sebagai berikut : 1. Syarat penggunaan uji-t adalah subjek harus berdistribusi normal sehingga perlu dilakukan uji normalitas data. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. Untuk dapat menganalisis data dalam penelitian ini. Uji Normalitas Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah subjek berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji Homogenitas Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua subjek berasal dari populasi yang mempunyai varians yang homogen atau tidak. 2. Uji Hipotesis Prosedur uji beda hipotesis ini adalah dengan melihat apakah data merupakan sebaran normal atau tidak. 3. Langkah .

kami ucapkan terimakasih. Keterangan : SS S R TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Ragu-Ragu : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju 3. No . minimal Anda sudah membaca materi tersebut rumah 2 Anda sering menanyakan halhal yang tidak Anda mengerti kepada guru setelah guru usai menerangkan 3 Selalu mencatat penjelasansecara sekilas di penjelasan dari guru saat di dalam kelas 4 Selalu mengembangkan point- . Berilah tanda cek ( Ѵ ) pada kolom pilihan yang tersedia. Atas partisipasinya. Semua jawaban benar. Jawaban yang diberikan tidak mempengaruhi nilai saudara di sekolah. 4. Oleh karena itu jawablah semua pertanyaan sesuai dengan keadaan yang saudara alami. tidak ada yang salah. 1 Sebelum kegiatan belajar KETERANGAN SS S R TS ST S mengajar di mulai.2.

Anda aktif dalam menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh audience (teman-teman) 8 Apakah model pembelajaran yang tepat 9 Apakah model pembelajaran CPS sudah sesuai jika diterapkan di kelas 10 Apakah model pembelajaran CPS sudah mempengaruhi tingkat prestasi belajar Anda 11 Apakah proses Anda sudah cukup guru terapkan sudah mengerti jika materi dalam belajar mengajar model disampaikan dengan pembelajaran CPS 12 Apakah pendapat Anda jika guru memberi permasalahan saat proses belajar mengajar 13 Guru sering siswa memancing saat diberi pendapat .point penjelasan materi dari guru saat di dalam kelas 5 Selalu aktif mengemukakan pendapat saat guru memberi suatu permasalahan 6 Ketika teman Anda Anda sedang sering presentasi. mengajukan pertanyaan 7 Pada saat Anda / kelompok Anda presentasi.

permasalahan dalam proses belajar mengajar 14 Model sangat pembelajaran membantu CPS dalam meningkatkan keterampilan dalam penyelesaian masalah 15 Permasalahan berikan yang guru dengan relevan materi yang diajarkan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful