PENEGAKAN HAM DALAM MEWUJUDKAN CIVIL SOCIETY

Posted by adisbima01 on 5 October, 2011 No comments yet This item was filled under [ ARTIKEL ] Hak asasi manusia atau biasa disingkat dengan HAM merupakan sebuah hal yang menjadi keharusan dari sebuah negara untuk menjamin dalam konstitusinya. Melalui deklarasi universal HAM 10 Desember 1948 merupakan tonggak bersejarah berlakunya penjaminan hak mengenai manusia sebagai manusia. Sejarah HAM dimulai dari Magna Charta di inggris pada tahun 1252 yang kemudian kemudian berlanjut pada Bill of Rights dan kemudian berpangkal pada DUHAM PBB. Manusia, menurut Thomas Hobbes adalah makhluk sosial yang menuntut haknya, tetapi tidak menginginkan kawajibannya, karena sifatnya yang alami. Pada diri manusia melekat hak-hak yang diberikan oleh alam, yakni untuk hidup (Life), hak atas kemerdekaan (Liberty), dan hak atas milik (Property), karena sifatnya yang alamiah tadi, mengakibatkan suatu perasaan takut, gelisah, resah akan keberadaan hak-hak asasinya serta kebebasan-kebebasan yang dimilikinya terenggut oleh orang lain, maka didirikanlah negara melalui kontrak sosial. Negara diciptakan untuk melindungi hak-hak asasi setiap individu warganya. Dalam konteks warga Negara inilah, HAM sering tidak diperhatikan. Negara seakan menjadi kuat apabila warga Negara tunduk dan taat tanpa ada koreksi apapun. Civil society mengandaikan bahwa warga Negara mempunyai kekuatan yang berimbang dengan Negara.

1. 1.

Pengertian Hak Asasi Manusia ( HAM )

Hak Asasi manusia (HAM) adalah sejumlah hak yang melekat pada setiap individu manusia. Hak-hak itu diperoleh sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, bukan pemberian manusia atau penguasa. Sementara dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tantang HAM, adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum pemerintah dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB, merumuskan pengertian HAM dalam “human right could be generally defines as those right which are inherent in our nature and without which we cannot live as human being” yang artinya HAM adalah hak-hak yang secara inheren melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia Dari pengertian diatas, maka hak asasi mengandung dua makna, yaitu:

Pertama, HAM merupakan hak alamiah yang melekat dalam diri manusia sejak manusia dilahirkan kedunia.

ketidak adilan dan kezaliman ( tirani ). Kedua. dan memelihara harta (hifz al-amwal). Tapi. keadilan. memelihara kebebasan beragama (hifz ad-din). Perkembangannya dapat kita lihat berikut ini: 1. penjajahan.keturunan (hifz alnasl). bahwa Allah dan Rasulnya . 39 Tahun 1999 tentang HAM). HAM merupakan instrument untuk menjaga harkat martabat manusia sesuai dengan kodart kemnusiaannya yang luhur. memelihara diri atau menjaga kelangsungan hidup (hifz al-nafs). dan perdamaian dunia”. muncul karena inisiatif manusia terhadap harga diri dan martabatnya. 1. Perkembangan Hak Asasi Manusia pada Masa Sejarah. membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang. Sejarah Pengakuan Hak Asasi Manusia Latar belakang sejarah hak asasi manusia. . juga merupakan standar normatif bagi perlindungan hak-hak dasar manusia dalam kehidupannya. Di antara konsep yang relevan dengan HAM adalah rumusan fuqaha tentang maqâshid al Syar‟i (tujuan Syari‟ah) berdasarkan analisi fuqaha. dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 1. membuat syari‟ah dengan beberapa tujuan. pengakuan atas martabat yang luhur dan hak-hak yang sama dan tidak dapat dicabut dari semuaanggoat keluarga manusia merupakan dasar kemerdekaan. Esensi HAM juga dapat dibaca dalam mukadimah universal declaration of human right. Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi. 2. perbudakan.akal (hifz al-„Aql). Perkembangan Hak Asasi Manusia di Inggris. 1. menghalangi. Perkembangan pengakuan hak asasi manusia ini berjalan secara perlahan dan beraneka ragam. HAM bukan hanya merupakan hak-hak dasar yang dimilki oleh setiap manusia sejak lahir. Hak asasi Manusia adalah al-huquq al-insan al-dhoruriyyah yakni hak-hak kodrati yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap manusia dan tidak dapat dicabut atau dikurangi oleh kekuasaan atau badan apapun. Bila kita tinjau HAM dalam perspektif Islam adalah Islam menganggap dan meyakini bahwa Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia (Jan Materson/Komisi HAM PBB). pada hakikatnya. sebagai akibat tindakan sewenang-wenang dari penguasa. Yaitu bisa kita ambil dari sebuah kisah perjuangan Nabi Muhammad saw untuk membebaskan para bayi wanita dan wanita dari penindasan bangsa Quraisy ( tahun 600 Masehi ).

4. 1. 3. Tahun 1679. 1. keluarnya piagam “Petition of Right”. hak kebebasan. yaitu pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia. 1. Jika dilihat dari prespektifnya. Tahun 1628. yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat dan terhadap kelompok bangsawan. Roosevelt. Naskah tersebut dikenal dengan Declaration des Droits de L’ home et Du Citoyen ( pernyataan mengenai hak-hak asasi manusia dan warga Negara ). Perjuangan hak asasi manusia di Prancis dirumuskan dalam suatu naskah pada awal revolusi Prancis pada tahun 1789. Atlantic Charter 1941. Atlantic Charter. Dokumen ini berisi pertanyaan mengenai hak-hak rakyat beserta jaminannya. yaitu tentang hak-hak alam seperti. 1. Dokumen ini merupakan undangundang yang mengatur tentang penahanan seseorang. sehingga tanggal 10 Desember sering diperingati sebagai hari hak asasi manusia. Perjuangan tersebut tampak dari beberapa dokumen sebagai berikut :     Tahun 1215. keluar “Bill of Right”. Merupakan undang-undang yang diterima parlemen Inggris sebagai bentuk perlawanan terhadap Raja James II. Tahun 1689. Perkembangan Hak Asasi Manusia di Amerika Serikat. Hasil sidang Majelis Umum PBB tahun 1966. munculnya “Habeas Corpus Act”. dalam siding Majelis Umum PBB. 1. hak hidup. 5. Tahun 1996. Perjuangan penegakan hak asasi manusia di Amerika didasari pemikiran John Locke. dan hak milik.D. muncul pada saat terjadinya Perang Dunia II yang dipelopori oleh F. sejarah perkembangan hak asasi manusia dikategorikan menjadi empat generasi sebagai berikut: . PBB telah berhasil merumuskan naskah yang dikenal dengan Universal Declaration of Human Right. 6. Terjadi pada pemerintahan raja John. Perkembangan Hak Asasi Manusia di Prancis. Pengakuan Hak Asasi Manusia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa Pada tanggal 10 Desember 1948.Inggris merupakan Negara pertama didunia yang memperjuangkan hak asasi manusia. telah diakui covenants on Human Rigths dalam hukum Internasional dan diratifikasi oleh Negara-negara anggota PBB. munculnya piagam “Magna Charta” atau Piagam Agung. 7. sebagai pernyataan tidak puas dari kaum borjuis dan rakyat terhadap kesewenang-wenangan Raja Louis XVI.

Negara baru tidak hanya menuntut hak-hak yuridis. dan international covenant on civil and political right. Bentuk Hak Asasi Manusia ( HAM ) Bentuk HAM secara umum dibagi menjadi 4 kelompok. Yang disebut declaration of the basic duties of Asian people and government. Sementara dalam pasal 19 Deklarasi HAM (Universal Declaration of Human Right) menyebutkan “Setiap orang berhak untuk mengeluarkan pendapat dan ekspresinya. Pada generasi ini lahir dua perjanjian yang terkenal yaitu. Generasi keempat. kemerdekaan mengeluarkan pemikiran dengan lisan dan tulisan. Karena ketidak seimbangan tersebut melahirkan gernerasi ketiga yang menyatukan antara politik. Dimana negara baru ingin membuat tertib hukum baru. hidup. berarti kebebasan berserikat. menjadi kontra produktif dalam menegakkan HAM di Indonesia. HAM lebih dilihat sebagai pengakuan terhadap hak-hak sebagai warga Negara. Istilah pembangunan (the right of development). hak kekayaan intelektual. sosial. budaya. 4. kesehatan. dan berserikat untuk maksud-maksud damai. dan hukum dalam satu wadah. berupa jaminan sosial. dan budaya. sosial. yakni pasal 51 UU KIP. bebas dari kekerasan. Dalam UU HAM Nomor 39 Tahun 1999 tertulis dalam Pasal 24 Ayat 1. 2. Bagi kalangan masyarakat awam. pada generasi ini bahwa subtansi HAM berpusat pada aspek hukum dan politik. budaya.1. dan juga hak untuk mencari. “ Setiap orang berhak untuk berkumpul. 5. perlindungan kerja. 3. perdagangan dan pembangunan. social . Generasi pertama. ekonomi. 4. ekonomi. berupa hak untuk memperoleh pendidikan. dan pemukiman.and cultural right. Hak sipil Hak politik Hak ekonomi dan. berpendapat. perumahan. hak ini mencakup kebebasan untuk memiliki pendapat tanpa adanya campur tangan. menyebarkan informasi dan ide melalui media apapun dan tak boleh dihalangi. Munculnya pasal Kriminalisasi terhadap publik sebagai pengguna informasi. Hak Sosial Budaya. Deklarasi keempat ini mengukuhkan keharusan imperatif dari negara untuk memenuhi hak asasi rakyatnya. Ini menyebabkan ketidak seimbangan pada kehidupan bermasyarakat. 2. Dari pengertian di atas dapat difahami bahwa HAM bukan saja hak untuk mengeluarkan pendapat tetapi juga hak untuk mendapatkan pendapat orang lain. yakni: 1. setelah perang dunia ke dua. dan kehidupan. diperlakukan sama dimuka hukum. berpendapat dan berkumpul. Hak sosial budaya Hak sipil. pada kondisi sebelumnya mentitik beratkan pada aspek politik. politik. melainkan hak-hak sosial. Keduanya telah disepakati dalam sidang umum PBB pada 1966. covenant on economic. ekonomi. “Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan informasi publik secara melawan hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak 5 juta rupiah”. dipelopori oleh negara dikawasan asia pada tahun 1983 yang melahirkan deklarasi hak asasi manusia. Adapun Hak Ekonomi. Ini disebabkan oleh dampak perang dunia ke dua. menerima. Sementara Hak Politik. Generasi ketiga. Generasi kedua. . 3.

2. Secara lebih spesifik. Hak tidak disiksa dan tidak ditahan. dan Hak untuk mendapatkan praduga tidak bersalah. hak tentang perlakuan yang seharusnya diperoleh mansia dalam sistem hukum. maka dibutuhkan upaya yang serius untuk menciptakan kondisi yang demokratis. Jenis Hak Asasi Manusia Jenis hak asasi manusia diantaranya adalah dapat diketahui dalam deklarasi universal tentang hak asasi manusia yang disetujui dan diumumkan oleh reolusi majelis umumPBB pada 10 desember 1948. Hak tidak menjadi budak. dalam pasal-pasal tersebut ditegaskan beberapa kategori hak sebagai berikut:     Pertama. maupun antara rakyat dengan rakyat. Adanya fenomena penindasan rakyat yang dilakukan oleh pemerintah yang sedang berkuasa merupakan realitas yang sering dipaparkan dalam pemberitaan pers. Diantaranya:      Hak hidup. karena pada hakekatnya adalah sesuatu keluarga. Kedua.Konsep HAM berawal dari konsep tentang adanya negara. Kedua pola hubungan interaktif tersebut akan memposisikan rakyat sebagai bagian integral dalam sebuah komunitas Negara yang memiliki daya tawar ( bargaining power ) dan menjadi komunitas masyarakat sipil yang memiliki kecerdasan. Hak persamaan hukum. Gagasan asal mula adanya konsep negara pertama kalinya diperkenalkan oleh seorang filosof Yunani bernama Plato (427-247 SM) yang terkenal dengan konsepnya Negara Ideal. Menurut deklarasi tersebut yang isinya terdiri 30 pasal. hak jaminan taraf minimal hidup manusia. menurutnya bahwa negara ideal adalah suatu komunitas ethical untuk mencapai kebajikan dan kebaikan. 1. Untuk mewujudkan demokrasi dan keberadaban itu. dan bagian dari fenomena kehidupan yang tidak menghargai kebebasan berserikat dan berpendapat. Keempat. Kenyataan tersebut pada akhirnya bermuara pada perlunya dikaji kembali kekuatan rakyat/masyarakat ( Civil ) dalam konteks interaksi. baik melalui media elktronika maupun media cetak. Kondisi demokratis di sini merupakan satu kondisi yang menjadi penegak wacana masyarakat madani. analisa kritis yang tajam. hak yang secara langsung memberikan gambaran kondisi umum bagi individu agar mewujudkan watak kemanusiaanya. Hal ini merupakan bagian kecil dari fenomena kehidupan yang sangat tidak menghargai posisi rakyat ( Civil ) dihadapan penguasa. dimana dalam menjalani . yang didalamnya kamu semua adalah saudara. dijelaskan seperangkat hak-hak asasi dasar manusia. Penegakan Hak Asasi Manusia ( HAM ) dalam Mewujudkan Civil Society 1. hak kegiatan individu tanpa campur tangan pemeritah. Ketiga. dan mampu berinteraksi di lingkungannya secara demokratis dan berkeadaban. baik antara rakyat dengan Negara.

warga Negara memiliki kebebebasan penuh unruk menjalankan aktivitas kesehariannya. sehingga terwujud bentuk kehidupan yang beradab ( civilized ). semuanya tunduk pada hukum. ras dan agama. Hal ini meniscayakan tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat. Sebaliknya apabila warga Negara kuat dan maju. Civil society merupakan kondisi ideal di mana ada sekelompok warga yang mampu mandiri dari kungkungan Negara. Mereka mamapu menyeimbangkan hak dan kewajibannya di depan Negara. Penguatan Civil Society Penguatan Civil Society dalam ilmu politik. Sebuah masyarakat yang demokratis hanya dapat terbentuk manakala anggota masyarakat yang satumenghormati hak asasi yang dimiliki anggota masyarakat yang lain dalam komunitas kehidupannya masing-masing. Bahkan. seperti politik. 1. ekonomi dan sebagainya. Penekanan demokrasi ( kondisi demokratis ) disini dapat mencakup berbagai bentuk aspek kehidupan.kehidupan. sehingga warga Negara diperhitungkan sebagai kekuatan mandiri. Prasyarat demokratis ini banyak dikemukakan oleh para pakar yang mengkaji fenomena civil society. budaya pendidikan. Hal tersebut berarti bahwa perjuangan untuk mewujudkan hak dan kebebasan antar warga Negara haruslah dilakukan secara damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku. supermasi hukum juga memberikan jaminan dan perlindungan terhadap segala bentuk penindasan individu dan kelompok yang melanggar norma-norma hukum dan segala bentuk penindasan terhadap hak asasi manusia. Selain itu. Oleh karena itu nilai tawar warga Negara kurang berarti di depan Negara. tanpa mempertimbangkan suku. Keadilan dimaksud untuk mewujudkan keseimbangan yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga Negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Aspek lain yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah masyarakat madani yaitu sebagai berikut:  Tegaknya keadilan dan supermasi hukum dalam kehidupan bermasyarakat. Supermasi hukum akan terwujud apabila setiap warga Negara. demokrasi merupakan salah satu syarat mutlak bagi penegakan civil society. Kebanyakan warga Negara memandang bahwa ketaatan kepada Negara merupakan sebuah keharusan bukan sebagai hak warga Negara. baik yang duduk dalam pemerintahan maupun sebagai rakyat biasa. termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya. maka warga . masyarakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah ( penguasa ). sosial. penguatan civil society menjadi isu penting yang harus dibahas. Secara esensial. Kondisi demokratis berarti masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat disekitarnya.

Keempat. dan pemerintah mutlak keberadaannya. wilayah. karena dalam sebuah Negara demokrasi political will dari Negara terutama dari penyelengara pemerintahan sangat mentukan eksistensi warga Negara. Untuk mewujudkan penguatan civil society maka dibutuhkan dua suasana yakni: 1. birokrasi yang efektif dan efisien memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil. Pengakuan hak-hak politik warga Negara sekarang ini bisa dilihat dari berbagai undangundang politik yang mengakomodir hak-hak politik warga. Begitu juga dengan diberlakukannya UU No 14/2008 tentanag Kebebasan Informasi Publik yang mengamanatkan terbentuknya KIP (Komite Informasi Publik) yang dibentuk di pusat dan Provinsi. 1. karena wacana ini sebagai upaya pembelaan terhadap hak politik warga. terdapatnya otoritas negara yang efektif dan terlembaga. negara kuat dan memiliki aturan yang tegas dan jelas yang mengikat warga negaranya. Mewujudkan Civil Society Civil society akan tumbuh bila terdapat faktor-faktor sebagai berikut yaitu :     Pertama. Ketiga. tetapi justru sebagai subjek Negara. Dengan Civil society yang kuat hak-hak warga Negara sangat diperhatikan oleh Negara. perundang-undangan. Keseimbangan hak dan kewajiban bagi warga Negara merupakan sebuah keniscayaan. Dari uraian di atas yaitu tentang “Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Perspektif Politik”. 1. Civil Society akan muncul bila negara kuat dan memiliki aturan yang tegas dan jelas yang mengikat warga negaranya. terdapatnya civic competence yaitu kesadaran berwarganegara yang dilandasi penghargaan atas prinsip toleransi. 2. Dengan demikian penguatan hak politik warga Negara akan terlaksana manakala warga Negara menjadi warga Negara yang mandiri tanpa ada ketergantungan dengan Negara (civil society). mengingatkan kepada kita. Diperbolehkannya calon bupati/walikota atau calon presiden dari kelompok independent perlu diapresiasi oleh warga. Pengakuan Negara atas hak-hak warga Negara dan penguatan lembaga civil society.Negara tidak saja sebagai objek. bahwa HAM sangat diperlukan dalam membangun civil society yang kuat. Kedua. merupakan upaya dalam rangka menjamin terealisasinya hak-hak politik warga agar mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah. . yakni warga Negara. Civil society sebagai bagian dari unsur-unsur Negara. Pengakuan Negara atas hak-hak sipil dan politik warga menjadi penting.

Civil Society akan terwujud bila terdapatnya civic competence. ”Negara tanpa Pemerintah” adalah istilah sinis yang dilontarkan untuk menggambarkan ketidakmampuannya mengatasi dinamika masyarakat yang mudah berkembang ke arah anarki dan chaos. 1. Civil Society tumbuh bila terdapatnya otoritas negara yang efektif dan terlembaga. yang tidak memiliki cukup kewibawaan dan kemampuan untuk mengendalikan seluruh mekanisme penyelenggaraan negara dan dinamika kehidupan masyarakat. Civic competence yaitu kesadaran berwarganegara yang dilandasi penghargaan atas prinsip toleransi. Sebab. miskin. Negara-negara semacam inilah yang dikategorikan Myrdall sebagai ”negara-lunak” (soft state). serta disertai praktik korupsi yang merajalela sebagai akibat dari ketidakmampuan negara-negara tersebut menciptakan dan menerapkan hukum serta aturan-aturan yang jelas dan tegas. yang antara lain ditandai oleh konflik-konflik horizontal antarkelompok terus terjadi di manamana. Dengan kekuatan semacam itulah. Dengan sendirinya civil society akan muncul bersama kesejahteraan dan keadilan ekonomi yang tumbuh dari otoritas negara yang efektif dan terlembaga. sementara kebebasan dalam wujud aksi-aksi protes dan demo menjadi tak terkendali. ia mampu mengatasinya. . situasi yang kacau akan menjadi persemaian subur bagi kembalinya otoritarianisme. paksaan. Jika negara tidak mampu menjaga otoritas semacam ini.Akibatnya. dan kecemasan yang berlebihan. 1. ia disebut sebagai negara lemah.Studi Gunnar Myrdall tahun 1960-an menunjukkan bahwa banyak negara di Asia yang civil societynya lemah mengalami kebangkrutan ekonomi. bahkan menjurus ke situasi yang cenderung anarki. Negara yang kuat ditandai oleh kamampuannya menjamin bahwa hukum dan kebijakan yang dilahirkannya ditaati oleh masyarakat. Karena itu. masyarakat madani dengan sendirinya mengasumsikan adanya civil responsibility (tanggung jawab kemasyarakatan). maka kebebasan tak terkekang yang menjurus ke kekacauan (chaos) justru merupakan halangan utama bagi pertumbuhannya. sering diingatkan cendekiawan Nurcholis Madjid (almarhum). Indonesia pada saat itu ikut dimasukkan ke dalam kategori tersebut. kebebasan. inti dari masyarakat madani ialah ”madaniah” atau keadaban (civility). Dalam perkembangannya. Padahal. negara mampu menjaga keamanan. Civil Society tumbuh bila terdapatnya otoritas negara yang efektif dan terlembaga dan jika terjadi penentangan terhadap otoritas ini. konsep ”negara lunak” sering kali dipakai untuk menjelaskan pemerintah-negara yang lemah. ketertiban. serta mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi. Reformasi sejak tahun 1998 membawa pemerintah ke posisi yang canggung dan serba salah karena upaya mewujudkan civil society ternyata tidak diikuti oleh upaya mengembangkan civic competence (kesadaran berwarganegara yang dilandasi penghargaan atas prinsip toleransi). ketertiban masyarakat terganggu (social disorder). tanpa harus menebarkan ancaman.

Keempat. Negara harus mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan tetap berbasis pada kekuatan perekonomian domestik. . Di sisi lain negara juga dituntut agar proaktif mendorong terciptanya arus demokratisasi di tingkat masyarakat sipil.     Pertama. Selain itu. Syarat penting terwujudnya civil society adalah birokrasi yang efektif dan efisien memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil. Kedua. ini berarti harus dibangun sebuah sistem perekonomian yang berpihak pada masyarakat atau sistem ekonomi kerakyatan. tanpa mendapatkan tekanan dan dominasi negara. maka kontrol itu harus dilakukan oleh lembagalembaga otonom sebagai perimbangan pada kekuasaan negara. ini menuntut adanya regulasi pemerintah yang menjadi kebebasan dan penegakan hak-hak kewargaan. Dari sini terlihat bahwa negara harus bisa membangun orientasi kembar dalam menjalankan fungsi birokrasinya. Agar memiliki kekuatan yang cukup. Kekuatan inilah yang disebut dengan civil society. negara harus tetap mempertahankan orientasinya untuk memberdayakan civil society melalui proses demokratisasi yang memberi akses selebar-lebarnya bagi mereka untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. negara yang direpresentasian oleh birokrasi pemerintahan mampu memenuhi perannya sebagai penjaga perdamaian di atas berbagai kepentingan besar. bahkan merupakan sebuah keharusan. ada beberapa hal yang harusnya menjadi catatan penting agar birokrasi bisa menjadi civilian government. mampu menciptakan tatanan sosial yang tidak melakukan penguatan yang bersifat memaksa. yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. Dalam konteks ini berarti harus selalu ada lembaga atau individu yang berhadapan dengan kekuasaan negara. negara harus menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis. Ciri lain dari masyarakat madani adalah pluralisme. birokrasi negara yang memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil. Pluralisme adalah sebuah paham yang menyatakan bahwa kekuasaan negara haruslah dibagibagikan kepada berbagai golongan dan tidak dibenarkan adanya monopoli suatu golongan. negara tidak melakukan proses dominasi dan atomisasi masyarakat. Rakyat harus diberi kebebasan untuk mengartikulasikan gagasan dan aspirasinya. Birokrasi mampu menjadi pelayan bagi kepentingan publik dan tidak terlibat dalam conflic of interest. Ketiga. v Kesimpulan Kehidupan demokrasi itu membutuhkan mekanisme kontrol yang amat kuat dari masyarakat. proses demokrasi secara substansial sudah mampu ditegakkan yang disertai dengan bangunan kesadaran masyarakat yang sudah tidak hegemonik. Ernest Gellner (1995) mengemukakan. Negara juga dituntut meningkatkan kesejahteraan warga negara dan menjaga kondisi keuangan negara.1. Civil Society akan tumbuh bila terdapat birokrasi yang efektif dan efisien. Ini berarti. Sehingga adanya kelompok oposisi merupakan salah satu ciri penting dalam masyarakat madani.

Asykuri ibn Chamim. 2006. Kedua. negara kuat dan memiliki aturan yang tegas dan jelas yang mengikat warga negaranya. Yogyakarta: Ditlitbang Muhammadiyah dan LPP UMY. dan ditengah masyarakat tersebut ditegakkan keadilan dan supremasi hukum. Civic Education. Ham dan Civil Society. Diantara indikator yang terpenting adalah bahwa masyarakat tersebut harus dalam posisi mandiri dihadapan kekuasaan Negara. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa indikator yang diperlukan untuk mewujudkan Civil Society atau masyarakat madani. Pendidikan Kewarganegaraan. Ketiga. ( makalah ) .Civil society akan tumbuh bila terdapat faktor-faktor sebagai berikut yaitu: pertama. birokrasi yang efektif dan efisien memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. sehingga terwujud kehidupan yang demokratis dan toleran. dkk. 2010. terdapatnya otoritas negara yang efektif dan terlembaga. terdapatnya civic competence yaitu kesadaran berwarga negara yang dilandasi penghargaan atas prinsip toleransi. Jakarta: Bumi Aksara. Keempat. DAFTAR PUSTAKA Winarno. Imam Yahya. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful