P. 1
MAKALAH analisis bahan pengawet.docx

MAKALAH analisis bahan pengawet.docx

|Views: 458|Likes:
Published by Tasya Luph Kevin

More info:

Published by: Tasya Luph Kevin on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2015

pdf

text

original

MAKALAH

ANALISIS BAHAN PENGAWET

DISUSUN OLEH :

ANASTHASIA MAULLYANA TANASAL HARDIANTI RESKI KURNIANTO TANDUK AGUSTAN IWA FILU

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

DAFTAR ISI .

untuk menjaga kualitas yang memadai sebagaimana yang diinginkan. ragi dan jamur. Mengapa bahan pengawet ditambahkan ke dalam makanan kemasan? Penambahan bahan pengawet dimaksudkan untuk mempertahankan makanan terhadap serangan bakteri. contohnya pengawet yang mengandung sulfit dilarang digunakan pada daging karena zat tersebut dapat menyebabkan warna merah pada daging sehingga tidak dapat diketahui dengan pasti apakah daging tersebut merupakan daging segar atau bukan. penambahan kalium nitrit agar olahan daging tampak berwarna merah segar. Menurut FDA. efek akumulasi dari pengawet dalam makanan dan potensi toksisitas yang dapat terjadi (termasuk menyebabkan kanker) dari pengawet jika dicerna oleh manusia atau hewan. Pengawet juga tidak boleh digunakan untuk mengelabui konsumen dengan mengubah tampilan makanan dari seharusnya.penggunaan pengawet yang tidak sesuai masih sering terjadi dan sudah sedemikian luas penggunaannya sehingga tidak lagi mengindahkan dampaknya terhadap kesehatan konsumen. bahkan berbulan-bulan sehingga dapat menguntungkan produsen atau pedagang. Oleh sebab itu. atau peruraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme. makanan bisa tahan berhari-hari. Pengawet sebenarnya dibutuhkan untuk mencegah aktivitas mikroorganisme ataupun mencegah proses peluruhan yang terjadi sesuai dengan pertambahan waktu. Tampilan yang menarik biasanya membuat pembeli tertarik untuk mebelinya. pengasaman. hampir setiap hari perut kita tidak pernah absen menerima pasokan makanan yang mengandung pengawet. Misalnya. Alasan lain menggunakan bahan pengawet karena beberapa zat pengawet berfungsi sebagai penambah daya tarik makanan itu sendiri.722 tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan. keamanan suatu pengawet makanan harus mempertimbangkan jumlah yang mungkin dikonsumsi dalam produk makanan atau jumlah zat yang akan terbentuk dalam makanan dari penggunaan pengawet. yang dimaksud bahan pengawet adalah bahan tambahan makanan yang mencegah atau menghambat fermentasi. Namun kita harus tetap mempertimbangkan keamanannya. Di masyarakat kita sekarang ini.BAB I LATAR BELAKANG Pada zaman modern ini rasanya hal itu tidak mungkin karena zaman sekarang ini menuntut penyajian yang serba cepat dan tahan lama. Dengan pengawetan ini. Sesuai SK Menkes RI No. 1 .

antara lain bahan pewarna. Suatu bahan pengawet mungkin efektif untuk mengawetkan makanan tertentu. Bahan ini dapat menghambat atau memperlambat proses fermentasi. anti gumpal. Pengawet makanan termasuk dalam kelompok zat tambahan makanan yang bersifat inert secara farmakologik (efektif dalam jumlah kecil dan tidak toksis). PENGGUNAAN BAHAN PENGAWET Bahan pengawet umumnya digunakan untuk mengawetkan pangan yang mempunyai sifat mudah rusak. hampir seluruh industry mempergunakannya termasuk industri farmasi. dan makanan. penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut. mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi. maka produsen seringkali tidak menyadari penggunaan BTP yang tidak sesuai dengan peraturan. yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan. dan pengental. baik jenis maupun dosisnya. pengepakan. pengasaman atau peruraian yang disebabkan oleh mikroba. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan produsen pangan. Karena pengaruh terhadap kesehatan umumnya tidak langsung dapat dirasakan atau dilihat. penyedap rasa. penyiapan. Tetapi tidak jarang produsen pangan menggunakannya pada makanan yang relatif awet dengan tujuan untuk memperpanjang masa simpan atau memperbaiki tekstur. pengawet. baik mengenai sifat-sifat dan keamanan maupun mengenai peraturan tentang BTP.BAB II PEMBAHASAN Food Additive atau Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami BUKAN merupakan bagian dari bahan baku pangan. tetapi tidak efektif untuk mengawetkan makanan lainnya karena makanan mempunyai sifat yang berbeda-beda sehingga mikroba perusak yang akan dihambat pertumbuhannya juga berbeda. Penggunaan pengawet dalam makanan harus tepat. pengolahan. kosmetik. pengemasan. tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. Dalam kehidupan sehari-hari BTP sudah digunakan secara oleh masyarakat. Dalam prakteknya masih banyak produsen pangan yang menggunakan bahan tambahan yang beracun atau berbahaya bagi kesehatan yang sebenarnya tidak boleh digunakan dalam makanan. pemucat. Pengawet penggunaannya sangat luas. perlakuan. termasuk dalam pembuatan makanan jajanan.722/Menkes/Per/IX/88 dijelaskan bahwa BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan tambahan khas makanan. Secara umum penambahan bahan pengawet pada pangan bertujuan sebagai berikut: . Didalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

warna. 1168/ Menkes/Per/X/1999 sebagai berikut: 1. dan lain-lain. dan bau bahan pangan yang diawetkan. Mudah dikontrol dan didistribusikan secara merata dalam bahan pangan. minuman ringan. 2. Terdapat beberapa persyaratan untuk bahan pengawet kimiawi lainnya. selain persyaratan yang dituntut untuk semua bahan pangan. 6. Tidak mengalami dekomposisi atau tidak bereaksi untuk membentuk suatu senyawa kompleks yang bersifat lebih toksik. Sifat bahan pengawet selain dapat mencirikan bahan pengawet yang bersangkutan. Formalin (Formaldehyde) 1 . Memperpanjang umur simpan pangan. Tidak untuk menyembunyikan keadaan pangan yang berkualitas rendah. 4. saus tomat. 12. ternyata juga diperlukan untuk menentukan cara penggunaan bahan pengawet terutama sifat kelarutannya. Mudah dilarutkan. Mudah ditentukan dengan analisis kimia. yang umumnya terdapat dalam bentuk natrium benzoat atau kalium benzoat yang bersifat lebih mudah larut. 8. cita rasa. Menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk pada pangan baik yang bersifat patogen maupun tidak patogen. Memperpanjang umur simpan dalam pangan. 9. 722/Menkes/Per/IX/88 dan No. Digunakan hanya apabila cara-cara pengawetan yang lain tidak mencukupi atau tidak tersedia. 3. Tidak menurunkan kualitas (warna. 7. 6. kecap. 3. 11. 10. Natrium Tetraborat (Boraks) 2. dan bau) bahan pangan yang diawetkan. Mempunyai spektra antimikroba yang luas yang meliputi macam-macam pembusukan oleh mikroba yang berhubungan dengan bahan pangan yang diawetkan. Bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan menurut Permenkes RI No. Tidak digunakan untuk menyembunyikan kerusakan bahan pangan. Menunjukkan sifat-sifat anti mikroba pada jenjang pH bahan pangan yang diawetkan. 4. Aman dalam jumlah yang diperlukan. 2. 5. manisan. saus sambal. Tidak mneghambat enzim-enzim pencernaan. Pengawet yang banyak dijual di pasaran dan digunakan untuk mengawetkan berbagai makanan adalah benzoat. Penambahan bahan pengawet dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan beberapa cara. pencelupan. pengasapan.1. Memberi arti ekonomis dari pengawetan (secara ekonomis menguntungkan). antara lain: 1. Benzoat sering digunakan untuk mengawetkan berbagai makanan dan minuman seperti sari buah. yaitu pencampuran. cita rasa. dan pelapisan pada pembungkus pangan. penyemprotan. jeli dan jeli. 5. Tidak digunakan untuk menyembunyikan penggunaan bahan yang salah atau yang tidak memenuhi persyaratan. Tidak menurunkan kualitas gizi.

15. 5. 13. P. 9.phenetilkarbamida (P.3.ethoxyphenyl uea) 9. 12. Kalium klorat (Potassium Chlorate) 6. Asam salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt) Berdasarkan Permenkes No. 4. Dietil pirokarbonat (Diethyl Pyrocarbonate.phenethycarbamide. kalium nitrit. Nitrofurazon (Nitrofurazon) 8. dulcin. Minyak nabati yang dibrominasi/brominated vegetable oil 4. kalsium benzoat. 14. 8. antara lain . 2. 10. . 6. 722/88 terdapat jenis pengawet yang diizinkan untuk digunakan dalam makanan. kalium sorbat. asam sorbat. kalium nitrat. kalsium sorbat. 1 . kalsium propionat. belerang dioksida. DEPC) 7. kalium benzoat.asam benzoat. 11. Kloramfenikol (Chlorampenicol) 5. asam propionat. kalium sulfit. 3. 7. kalium propionat. 4. etil p-hidroksi benzoat. kalium bisulfit.

16. 23. Asam Benzoat : jumlah maksimum digunakan adalah = 1 g/kg 2. nisin. natrium sulfit. natrium nitrat. 20.hidroksi benzoat. 19. natrium propionat. Belerang Oksida : jumlah maksimum digunakan adalah = 500 mg/kg 4. 23. 24. 17. Asam Propionat : jumlah maksimum digunakan adalah = 2 g/kg (roti) dan 3 g/kg (keju olahan) JENIS-JENIS BAHAN PENGAWET Beberapa bahan pengawet yang umum digunakan dan jenis makanan serta batas penggunaannya pada makanan terdiri dari bahan-bahan organik dan anorganik. natrium benzoat. natrium bisulfit. Bahan-bahan organik diantaranya: 1 . natrium nitrit. metil p-hidroksi benzoat. 18. 21. Daftar pengawet yang aman beserta takaran maksimum yang digunakan : 1. Natrium Benzoat : jumlah maksimum digunakan adalah = 1 g/kg 3. natrium metabisulfit. 22.propil -p.

Bagian yang aktif sebagai pengawet sebesar 77. tidak berbau atau berbau khas lemah. Asam Benzoat.8./kg). saus sambal. Garam natriumnya mudah larut dalam air pada suhu 25oC. b. c.5. kristal yang larut dalam air dan alkohol. yaitu bahan pengawet untuk roti (2 g/kg) dan keju olahan (3 g/kg). Propil para-hidroksi benzoat. jem dan jeli.1 % pada range pH 4. bentuk aktifnya sebagai pengawet sebesar 84. kloroform. berbentuk hablur atau jarum putih. d. Ester para-hidroksi benzoat a. Betuk aktif sebagai pengawet 87. Mudah larut dalam air. berupa hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih.1 % pada range pH 4.9.1.9. CCl4. mengalami disosiasi tergantung pada pH mediumnya. Dalam air padat pada suhu 25oC larut sebesar 40 g/L dengan efektivitas sebagai pengawet pada pH 4.2. . Sukar larut dalam air. bentuk aktif sebagai pengawet adalah 89. berupa serbuk putih.2.4 % b. mempunyai sedikit rasa terbakar.1 % pada range 8. 3. dan tidak larut dalam minyak. tidak berbau dan stabil di udara. Metil para-hidroksi benzoat. Sukar larut dalam air air.5. benzen.1 % pada range 8. agar. namun mudah larut dalam etanol dan dalam eter.5. serta sari buah. kristal larut air dan alkohol dan efektivitas sebagai pengawet pada pH 4. Bagian aktif yang sebagai pengawet sebesar 77. dan makanan lain (1 g/kg). Asam Benzoat dan garamnya yaitu bahan yang digunakan untuk mengawetkan minuman ringan dan kecap (600 mg. Agak mudah menguap pada suhu hangat dan mudah menguap dalam uap air. a. 2. sedikit berbau benzaldehid atau benzoin. Bentuk aktif sebagai pengawet adalah 89. Natrium propionat. a. Sangat sukar larut air.7 % pada pH 4. b. Natrium Benzoat. dan eter. 2. manisan. hablur kecil atau serbuk serbuk dan tidak berwarna. mudah larut dalam etanol dan dalam eter. berupa granul atau serbuk hablur berwarna putih. agak sukar larut dalam etanol dan lebih mudah larut dalam etanol 95 %. sukar larut dalam alkohol. mudah larut dalam etanol dan dalam eter dan sukar larut dalam air mendidih. berupa serbuk putih yang mudah larut dalam air. larut dalam alkohol. Asam propionat.4 % pada range pH 8. saus tomat. Kalsium Benzoat. Garam natriumnya mudah larut dalam air pada suhu 25oC dengan bentuk yang aktif sebagai pengawet adalah 87. Asam Propionat dan bentuk garamnya. Sifat yang tidak terdisosiasi inilah yang mempunyai efektivitas sebagai pengawet. Kalium Benzoat.

2001). kelarutan (g/100 ml): kebanyakan digunakan dalam bentuk garamnya dan mudah larut dalam air sedangkan sedikit larut dalam alkohol (Cahyadi. Bahan pengawet organik a. berbentuk bubuk berwarna putih. Sedangkan bentuk garam bisulfitnya mudah larut dalam air (Kalium Bisulfit) dan tidak larut dalam alkohol. yaitu bahan pengawet untuk margarin. Asam benzoat dan garamnya (Ca.6 % pada pH 4. Asam Sorbat dan garamnya. yaitu bahan pengawet untuk daging olahan atau yang diawetkan seperti sosis (125 mg nitrit/kg atau 500 mg nitrat/kg).c. c. b. Sulfit (dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit atau metabisulfit). berupa serbuk putih dan larut dalam alkohol. Sukar larut dalam air serta larut dalam etanol dan dalam eter. Bentuk garam sulfitnya berbentuk granul dan atau Kristal berwarna putih.Efek Terhadap Kesehatan Tujuan utama dari pengujian jangka panjang terhadap toksisitas bahan tambahan makanan adalah untuk menentukan potensi karsinogenik suatu bahan atau senyawa. Jumlah bahan pengawet yang diizinkan akan mengawetkan bahan pangan dengan muatan mikroorganisme yang normal untuk satu jangka waktu tertentu tetapi kurang efektif jika dicampurkan ke dalam bahan-bahan pangan membusuk atau terkontaminasi secara berlebihan. kloroform. a.8. K dan Na) 1 . 1. dan keju (1 g/kg) (Anonim. udang beku (100 mg/kg).9. tetapi harus didukung pula dengan pengujian jangka pendek. 2001). berbentuk kristal putih atau bentuk tepung dengan bau yang khas. atau keju (50 mg nitrat/kg) (Anonim. 2006). dan pekatan sari nenas (500 mg/kg). Kalium propionat. agak sukar larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol. DAMPAK NEGATIF BAHAN PENGAWET . mengalir bebas dan baunya khas. korned dalam kaleng (50 mg nitrit/kg). yaitu bahan pengawet untuk potongan kentang goreng (50 mg/kg). berupa serbuk hablur putih. Kalium sorbat. Natrium sorbat. Nitrit (dalam bentuk garam kalium/natrium nitrit) dan nitrat (dalam bentuk garam kalium/natrium nitrat). Konsentrasi bahan pengawet yang diizinkan oleh peraturan bahan pangan sifatnya dalah penghambatan dan bukannya mematikan organismeorganisme pencemar. dan eter serta aktif sebagai pengawet pada range pH 4. Bahan-bahan anorganik yang biasa digunakan antara lain: 1. 2. kelarutannya bertambah dengan bertambahnya suhu. pekatan sari buah. Berbentuk granul berwarna putih. 4. Larut dalam air dan sedikit larut dalam etanol. larut dakam air dan tidak larut dalam alkohol dan minyak. Bentuk aktif sebagai pengawet 83. Asam sorbat.

Metabolisme ini meliputi dua tahap reaksi. sedangkan efek yang diberikan terhadap kesehatan karena penggunaan propil-p-hidroksibenzoat dan garam natriumnya terutama orang penderita asma. dan yang sensitif terhadap aspirin akan memberikan reaksi alergi kulit dan mulut. namun pada laporan lain dinyatakan bahwa asam propionat dan garamnya mempunyai aktivitas antihistamin lokal. 2. urticaria. d. Bahan pengawet anorganik Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan Bahan Pengawet Sulfur dioksida Produk Pangan Sari buah. apabila diberikan dalam dosis peroral sehari 6gr untuk laki-laki tidak menimbulkan toksik. Asam sorbat dan garamnya Asam sorbat dalam tubuh dimetabolisme seperti asam lemak biasa. pertama dikatalisis oleh enzim syntease dan pada reaksi kedua dikatalisis oleh enzim acytransferase. Asam hipurat yang disinpengujiana dalam hati ini. Asam propionat dan garamnya Asam propionat dalam tubuh dimetabolisme menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti pada asam lemak menjadi CO2 dan H2O. Ester dari asam benzoat (paraben) Ester asam benzoat (metil-p-hidroksi benzoat dan propil-p-hidroksi benzoat) memberikan gangguan berupa reaksi yang spesifik. b. jika dikonsumsi dalam jumlah besar akan mengiritasi lambung. Natrium propionat. yang menghasilkan sam p-hidroksi benzoat yang diekskresi bersama urin. Senyawa ester-p-hidroksi benzoat diabsorpsi oleh saluran pencernaan dan ikatan ester dihidrolisa di hati dan ginjal. Kondisi ekstrem (suhu dan konsentrasi sorbat tinggi) asam sorbat dapat bereaksi dengan nitrit membentuk produk mutagen yang tidak terdeteksi di bawah kondisi normal penggunaan. Umumnya metabolit dari paraben ini diekskresikan dalam 6-24 jam yang diberikan dengan dosis intervenus dan dosis oral. di dalam tubuh tidak terjadi penumpukan asam benzoat. sedangkan untuk garam sorbat belum diketahui efeknya terhadap tubuh. pemakaiannya memberikan efek terhadap kesehatan dengan timbulnya reaksi alergi pada mulut dan kulit. cider. buah kering. bahkan dalam curing asinan. Jadi. sisa asam benzoat yang tidak diekskresi sebagai asam hipurat dihilangkan toksisitasnya berkonjugasi dengan asam glukoronat dan diekskresi melalui urin. dan tidak bereaksi sebagai antimetabolit. Asam sorbat kemungkinan juga memberikan efek iritasi pada kulit apabila langsung digunakan pada kulit. Pengaruh terhadap Kesehatan Dapat menyebabkan pelukaan lambung. Pada penderita asma dan orang yang menderita urticaria sangat sensitif terhadap asam benzoat. Metil-p-hidroksi benzoat dan garam natriumnya. c. . kemudian diekskresikan melalui urin.

(SO2) K-nitrit kacang kering. Prinsip kerjanya memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang bentuk platsilika dan digunakan. Membaca dengan cermat label produk pangan yang dipilih/dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet. d e f h Namun demikian perlu diperhatikan hal-hal penting dalam menggunakan bahan tambahan pangan pengawet adalah : Pilih pengawet yang benar/yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI. Semakin dekat kepolaran antara sampel dengan eluen maka sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak tersebut. daging asin.Teknik fase geraknya ini biasanya dengan menggunakanfase diam jenis sampel yang dari ingin disesuaikan dipisahkan. 1 . daging kering. radang ginjal. maka FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan : a Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan. menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala. acar Daging kornet. b Pengaruh kumulatif bahan pengawet dalam diet. Larutan atau campuran larutan yang digunakan dinamakan eluen. Bacalah takaran penggunaannya pada penandaan/label. g Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label. anemia. ANALISIS KUALITATIF Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu analisis kualitatif dari suatu sampel yang ingin dideteksi dengan memisahkan komponen komponen sampel berdasarkan perbedaan kepolaran. muntah Alergi kulit Mencermati kemungkinan gangguan kesehatan seperti yang tercantum dalam Tabel. kanker dan alergi Nitrit mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen. c Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang. mutasi genetik. pikel daging Na-metasulfat Produk roti dan tepung mempercepat serangan asma. sirup.

kerupuk. mie basah. Nilai Rf dapat dihitung dengan rumus berikut : Rf = Jarak yang ditempuh substansi/Jarak yang ditempuh oleh pelarut Semakin besar nilai Rf dari sampel maka semakin besar pula jarak bergeraknya senyawa tersebut pada plat kromatografi lapis tipis. Bila identifikasi nilai Rf memiliki nilai yang sama maka senyawa tersebut dapat dikatakan memilikikarakteristik yang sama atau mirip.Sedangkan. . Ninhidrin (2. Seringkali disalahgunakan sebgaia pengawet pada bahan makanan seperti: tahu.Visualisasi Proses berikutnya dari kromatografi lapis tipis adalah tahap visualisasi. Salah satu yang dipakai adalah penyemprotan dengan larutanninhidrin. bakso. bila nilai Rfnya berbeda. formalin (formaldehid) Formalin dikenal sebagai (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri. Nilai Rf Jarak antara jalannya pelarut bersifat relatif.2-Dihydroxyindane-1. nilai ini digunakan sebagai nilai perbandingan relatif antar sampel. nilai Rf akan besar bila senyawa tersebut kurang polar dan berinteraksi dengan adsorbent polar dari plat kromatografi lapis tipis. diperlukan suatu perhitungan tertentu untuk memastikan spot yang terbentuk memiliki jarak yang sama walaupun ukuran jarak plat nya berbeda.Nilai Rf juga menyatakan derajat retensi suatu komponen dalam fase diam sehingga nilai Rf sering juga disebut faktor retensi.3-dione) adalah suatu larutan yang akan digunakan untuk mendeteksi adanya gugus amina. Nilai perhitungan tersebut adalah nilai Rf. Oleh karena itu.Nilai Rf dapat dijadikan bukti dalam mengidentifikasikan senyawa.Saat membandingkan dua sampel yang berbeda di bawah kondisi kromatografi yang sama. Tahapan ini sangat penting karena diperlukan suatu keterampilan dalam memilih metode yang tepat karena harus disesuaikan dengan jenis sampel yang sedang di uji.Apabila pada sampel terdapat gugus amina maka ninhidrin akan bereaksi menjadi berwarna ungu. senyawa tersebut dapat dikatakan merupakan senyawa yang berbeda.

Ikan laut yang lama waktu penangkapannya masih dijumpai menggunakan formalin sebagai bahan pengawet. Pewarnaan disebabkan terbentuknya ion karbenium.oksonium yang stabil karena mesomeri. Di Bawah ini reaksi Formalin dengan Asam Kromatropat : 1 .5. Adapun rumus strukur dari formalin : Adapun cara analisis formalin secara kualitatif : Formalin dengan adanya asam kromatropat dalam asam sulfat disertai pemanasan beberapa menit akan terjadi pewarnaan violet . Reaksi asam kromatropat mengikuti prinsip kondensasi senyawa fenol dengan formaldehida membentuk senyawa berwarna (3.4.6dibenzoxanthylium).ikan kering.

ANALISIS KUANTATIF Adapun cara analisis formalin secara kuantitatif : Formalin juga dapat ditentukan kadarnya secara titrasi asam – basa dengan menambahkan hidrogen peroksida dan NaOH 1 N dan pemanasan hingga pembuihan berhenti. dan dititrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator fenolftalein . .Senyawa Fluoral P juga dapat digunakan untuk menguji adanya formalin dengan menetesi bahan yang diduga mengandung formalin yang akan menghasilkan suatu senyawa kompleks yang berwarna ungu.

03 mg formalin.Reaksi : HCHO + H2O2 → HCOOH + H2O HCOOH + NaOH → HCOONa + H2O NaOH + HCl → NaCl + H2O 1 ml natrium hidroksida 1 N setara dengan 30. 1 .

BAB III PENUTUP Kesimpulan Penggunaan pengawet dalam makanan harus tepat. baik jenis maupun dosisnya. Analisis bahan pengawet ada dua yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif yaitu dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dan destilasi sedangkan analisis kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode spektofotometer pada panjang gelombang 550 nm Saran Penggunaan bahan pengawet harus sesuai dengan fungsinya dan tidak boleh merugikan orang lain .

47 WITA http://nurfaisyah.skimaters.html diakses tanggal 12 Maret 2013 pukul 14.html diakses tanggal 12 Maret 2013 pukul 14. W. 2006.web.00 WITA http://putrakalimas. 2008.co. Materi Penyuluhan Bagi Perusahaan Makanan Industri Rumah Tangga.blogspot. Mengenal Bahan Kimia Pengawet dan Bahan Tambahan Pangan. Anonim.blogspot.com/2011/08/11/kromatografi-lapis-tipis-klt/ diakses tanggal 12 Maret 2013 pukul 14. Jakarta: Bumi Aksara. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan.com/2012/04/jenis-bahan-kimia-tambahan-buatan-pada.blogspot.html diakses tanggal 12 Maret 2013 pukul 15. 2001.DAFTAR PUSTAKA Anonim.com/2011/05/pengawet-benzoat-dan-salisilat. Sleman: Dinas Kesehatan.com/2012/05/laporan-kromatografi.id.52 WITA http://chemedu09.id/bahan-tambahan-makanan-pengawet-dan-analisisnya-secara-kualitatifdan-kuantitatif. Cahyadi.wordpress.58 WITA 1 . http://ayiisayumi. http://www.html diakses tanggal 12 Maret 2013 pukul 14.55 WITA http://fourseasonnews. diakses tanggal 12 November 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->