1. Pengertian kebutaan oleh WHO adalah : a. orang yang memiliki ketajaman penglihatan 6/60 dengan koreksi maksimal b.

orang yang memiliki ketajaman penglihatan 1/60 dengan koreksi maksimal c. orang yang tidak mampu melihat jari pada jarak 6 meter darinya d. orang yang tidak mampu melihat jari pada jarak 3 meter darinya e. semua benar 2. Empat penyebab kebutaan teratas dari survei tingkat dunia tahun 2000 adalah : a. Glaukoma (45%), Trakoma (25%), Katarak (15%), dan Retinopati Diabetika (5%) b. Glaukoma (75%), Trakoma (15%), Katarak (10%), dan Retinopati Diabetika (5%) c. Katarak (50%), Trakoma (15%), Glaukoma (15%), dan Retinopati Diamantika (5%) d. Katarak (50%), Trakoma (15%), Glaukoma (15%), dan Retinopati Diabetika (5%) e. Katarak (60%), Trakoma (20%), Glaukoma (15%), dan Retinopati Diabetika (5%) 3. Menurut survei yang sama : a. ada 75 juta orang buta di seluruh dunia b. kebanyakan orang buta terdapat di Asia dan Amerika Selatan c. 1~2 juta orang menjadi buta tiap tahun d. peningkatan prevalensi kebutaan sebagian disebabkan oleh peningkatan angka harapan hidup orang berusia > 25 tahun e. semua salah 4. Dari Bali, keadaan penderita kebutaan tidak begitu baik, yaitu : a. ada 2,5 juta orang yang hidup di Bali b. 2,5% dari populasi ini menderita kebutaan c. 52% kebutaan ini disebabkan oleh katarak d. perbandingan pasien:ophtalmologis di Bali 1:250.000 e. rasio idealnya adalah 1:5.000 5. Penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah : a. kelainan tekanan bola mata b. kelainan lensa mata c. kelainan refraksi d. infeksi pada mata e. trauma mata 6. Berikut ini adalah penyakit yang mungkin menyebabkan kebutaan, kecuali : a. oncocerciasis b. trakoma c. glaukoma d. nefropati diabetika e. trauma basa pada mata 7. Dari survei tahun 1993~1996, didapatkan 4 besar morbiditas mata adalah : a. katarak (52%), pterygium (13,9%), glaukoma (7,3%), konjungtivitis (2,6%) b. katarak (60%), pterygium (13,9%), glaukoma (7,3%), konjungtivitis (2,6%) c. katarak (22%), pterygium (13,9%), trakoma (7,3%), konjungtivitis (2,6%) d. kelainan refraksi (42,1%), pterygium (23,9%), katarak (17,3%), konjungtivitis (2,6%) e. kelainan refraksi (22,1%), pterygium (13,9%), katarak (7,3%), konjungtivitis (2,6%)

berdasarkan pada konsep clinical ophthalmology d. penyediaan kaca mata hitam untuk orang buta c. yaitu : a. kelainan refraksi (11. Berikut ini adalah bagian dari community ophthalmology.5%) 9. kecuali : a.5%) d. penyediaan obat mata tercanggih yang mahal d. + 25. Dari survei tahun 1993~1996.5%) b.000 orang 10.5%) c. kelainan lensa (63%). juga usaha untuk menghilangkan penyebab kebutaan yang bisa dicegah b.4%). kelainan lensa (41%). memperkuat individu untuk menyembuhkan penyakit mata 11. 1. pengembangan pabrik-pabrik untuk memproduksi instrumen dan alat murah e. Pakistan. kelainan saraf septik (12. kelainan abstraksi (8. dikenal juga sebagai buta malam atau buta ayam atau buta senja b.4%). kelainan saraf optik (14. semua salah .000 orang e. Pengembangan infrastruktur yang dirancang WHO. didapatkan tiga besar penyebab kebutaan adalah : a. Vision 2020.4%). masih merupakan penyebab kebutaan utama di India. mengusahakan pelayanan mata pada tingkat nasional c.000. Xeroftalmia adalah penyakit mata dengan ciri sebagai berikut.4%).2% b. Februari 1999 c. kelainan saraf optik (13. mengutamakan terapi dan rehabilitasi mata b. adalah rencana besar WHO sebagai berikut. penanganan oncocerciasis dengan distribusi Ivermectin d. kelainan saraf optik (15. dan Bangladesh d. + 10. dirancang di Jenewa. kelainan lensa (52%). kelainan kornea (74%). penanganan xeroftalmia dengan menurunkan harga vitamin A e. merupakan manifestasi defisiensi vitamin A c. yaitu : a.4%). yaitu : a. memprioritaskan penanganan glaukoma saja 13. penanganan katarak dengan distraksi lensa dan implantasi IOL b. Bahkan pada tahun 1982. termasuk : a. Strategi penanganan penyakit dari WHO bersifat spesifik. penanganan trakoma dengan pembedahan untuk trakomatis c. kelainan refraksi (9. semua benar 14. Irak. 60. merupakan usaha untuk menghilangkan penyebab kebutaan yang bisa dipulihkan b.5%) e. 1.000. angka kebutaan di Indonesia cukup tinggi. kecuali : a.25% d. dibuat yang serupa di Jakarta pada tanggal 15 Februari 2000 d. kelainan refraksi (10. integrasi teknologi canggih untuk negara maju b.8.1% c. kelainan refraksi (7. The Right ro Sight. menekankan pada antarmuka antara penyedia dan konsumen perawatan mata e. 1. kelainan saraf optik (11.000 anak Indonesia berisiko terjangkit 12. sangat sering terjadi pada anak kecil e. kelainan lensa (30%).

anda ditugaskan di suatu puskesmas di suatu pulau yang terpencil.15. Sebagai dokter yang telah mempelajari tentang Vision 2020. Tindakan pertama anda adalah : a. Anda ketahui pula hampir setengahnya dari orang buta di pulau ini buta disebabkan oleh katarak. Pada akhir masa pendidikan anda sebagai dokter umum. pulau ini memiliki keindahan alam yang unik dan tersendiri. mengoperasi semua penderita katarak di pulau itu agar bebas katarak b. membagi-bagikan vitamin A kepada anak-anak di pulau itu secara gratis d. Penduduknya juga ramah dan menyambut kehadiran anda dengan tangan terbuka. Dari hasil survei puskesmas. anda ingin memperbaiki angka kebutaan di pulau ini. aktif mencari dan mengobati penderita infeksi mata agar tidak sampai buta . Sekalipun terpencil. ataupun karena glaukoma dan sisanya akibat sebab-sebab lain yang beraneka ragam. membuka optik yang menjual berbagai macam kacamata di pulau itu c. berusaha merebut simpati warga agar bisa menjadi caleg dan memenangkan pemilu e. sedangkan sisanya karena infeksi kronis yang tidak terobati. anda ketahui angka kebutaan di pulau ini adalah 2.8% dari total penduduk sebanyak 3184 orang.

13. . 4. D. 5. E. 10. 2. 11. 7. 8. C. B. 9. D. D. C. 3. D. D. A. C. 12. 15.KUNCI JAWABAN : 1. C. 14. C. D. 6. E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful