Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota

January 12, 2013 by syafro PENGERTIAN MASYARAKAT Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit, dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam : 1. Masyarakat Paksaan 2. Masyarakat Merdeka, yang terbagi dalam :
• •

Masyarakat Nature Masyarakat Kultur

Masyarakat Perkotaan, sering disebut urban community, pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Perbedaan Desa Dan Kota
• • • • • • • • •

Jumlah dan kepadatan penduduk Lingkungan hidup Mata pencaharian Corak kehidupan sosial Srtratifikasi sosial Mobilitas sosial Pola interaksi sosial Solidaritas sosial Kepedudukan dalam hierarki administrasi nasional

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain, bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan, jumlah penduduk semakin meningkat, tidak terkecuali di pedesaan. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari polapola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik, secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

yaitu perasaan setiap warga / anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya.• • • Wisma : Unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya. Perberdaan : Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan. serta untuk melangsukan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain : • • • Didalam masyarakat pedesaan diantara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas desanya. yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. • • Kota mempunyai juga peran dan fungsi eksternal. masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan. Marga : Unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat yang lainnya didalam kota. tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam ke empat unsur termasuk fasilita pendidikan dan kesehatan. pertamanan. yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya. Karya : Unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota. perkuburan kota dan jaringan utilitas kota. rekreasi. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan. dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan. Penyempurna : Unsure ini merupakan bagian yang paling penting bagi suatu kota. sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di . kebudayaan dan kesenian. Pada situasi dan kondisi tertentu. Suka : Unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hubiran. Masyarakat Pedesaan Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya. fasilitas keagamaan. Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari petanian. karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community. Jika berjanji. 4. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum. Demokratis dan religius 10. 2. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan. akan selalu diingat Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana. dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama. Tertutup dalam hal keuangan mereka 7. Lugas atau berbicara apa adanya 6. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain 3. Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya 4. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid. yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum. karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota 8. Mudah curiga 3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan. banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari . kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. dan lainnya. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu: 1. Mempunyai sifat kekeluargaan 5. masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Sederhana 2. serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan. gereja. 1. oleh karena itu. Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan. Menghargai orang lain 9.jawa. 5. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa.

dan kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. namun diantara kedua komponen tersebut memiliki hubungan yang signifikan. dan juga merupakan suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomuniti yang tinggi. yaitu perasaan setiap warga atau anggota masyarakat yang amat kuat yang hakikatnya. jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat adpt atau norma tertentu. rawan pangan. PENGERTIAN KOTA.wordpress.wordpress. sedangkan masyarakat kota adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya. masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.ketenangan. Meskipun banyak sekali perbedaan antara masyarakat desa dan kota. ekonomi. Desa adalah suatu perwujudan atau kesatuan geografi. sumber : http://krblanglangbuana. artinya kehidupan perekonomian di kota tidak akan berjalan dengan baik bila tidak ada pasokan tenaga atau barang dari desa . sedangkan masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa.com/2012/03/22/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakatpedesaan/ http://lorentfebrian. KESIMPULAN • • Masyarakat Pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama (Homogen) disuatu daerah atau wilayah tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (Agraris). DESA DAN PERMASALAHANNYA Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Permasalahan di kota adalah pengangguran. bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat . gaya hidup induvidual. tetapi kota berbeda dengan pedesaan. politik. begitu juga sebaliknya.com/perbedaan-masyarakat-kota-dengan-masyarakat-desa/ Interaksi Desa dan Kota A. Kota sebagai hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan. sosial. rawan moral dan lingkungan. sedangkan sebaliknya. Sedangkan masyarakat kota ialah masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota.

2. B. termasuk budaya. 5. lemahnya infrastruktur dan lemahnya aspek kelembagaan. dan sistem nilai budaya. ZONA INTERAKSI DESA DAN KOTA Suatu Secara wilayah kota yang berinteraksi dengan wilayah pedesaan aliran tradisional hubungan desa-kota diindikasikan dengan adanya produk/jasa perkotaan yang harus “dibayar” oleh masyarakat perdesaan melalui aliran dana/kapital dari desa ke kota. sikap.dipisahkan dari masyarakat di mana ia hidup dicintai serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakat atau anggota masyarakat. lemahnya posisi sumber daya manusia di pedesaan. 4. Permasalahan di kota antara lain: 1. 3. dan motivasi. 3. kontroversi (pertentangan). Pendekatan KDK diharapkan dapat menaikkan nilai tukar produk/jasa masyarakat perdesaan . Variabel-variabel yang mencirikan kemiskinan di pedesaan adalah: 1. Kondisi ini secara umum dikenal dengan rendahnya nilai tukar (terms of trade) produk/jasa (dalam bentuk dana/kapital) masyarakat melalui : perdesaan terhadap produk/jasa perkotaan. kompetisi (persaingan). 4. kegiatan pada masyarakat pedesaan. 2. lemahnya posisi sumber daya alam. konflik (pertengkaran). kurangnya penguasaan teknologi.

memperpendek masyarakat jalur produksi. 3. Kerjasama antar penduduk b. Persaingan fasilitas hidup d. istilah lain disebut dengan interaksi desa – kota. bahan baku. . teknologi. memberikan akses yang lebih besar bagi masyarakat perdesaan terhadap faktorfaktor produksi barang/jasa seperti modal. Asimilasi. C. Bentuk interaksi desa – kota : a. sehingga desa memiliki daya tarik untuk investasi produksi dan tenaga kerja. Hal ini akan merangsang SDM di perdesaan untuk lebih produktif dalam mengembangkan usahanya. sarana dan prasarana. Penyesuaian terhadap lingkungan c. INTERAKSI DESA DAN KOTA Terbentuknya wilayah/ tempat menjadi sebuah desa pedasaan atau perkotaan merupakan hasil hubungan antar unsur-unsur di desa dengan unsur-unsur yang ada di kota. dan pemasaran ekonomi produk/jasa melalui perdesaan untuk mengurangi biaya tinggi pembentukan satuan partisipatif bagi pengembangan produk/jasa secara spesifik. Disamping itu adanya dukungan informasi khususnya informasi pasar. Interkasi desa – kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung. berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru. 2. sarana produksi dan pelatihan. upaya memindahkan proses produksi dari kota ke desa untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk/jasa yang dihasilkan oleh masyarakat perdesaan melalui bantuan modal. baik berupa fisik maupun non fisik. Jasa ini dibangun di perkotaan. distribusi.1.

3. Spatial Transfer Ability (adanya kemudahan pemindahan dalam ruang ) D. Pola interaksi masyarakat kota adalah individual. Regional Complementarity (adanya wilayah yang saling melengkapi) b. dan kadang hierarki. dan adanya persamaan kepentingan. Pola interaksi sosial pada masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat yang bersangkutan. Pola interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal. 1. Pengaruh kota terhadap desa: 1. sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan potensi yang dimiliki desa maupun kota. Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaankesamaan kemasyarakatan. Interventing Opportunity (adanya kesempatan untuk berintervensi) c.kota melahirkan suatu perkembangan baru bagi desa maupun bagi kota.Interaksi antara desa . Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan. Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Desa dan Kota : Edward Ulman (1987) memberikan penjelasan tentang faktor yang mempengaruhi interaksi desa – kota adalah : a. kota menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan desa . 5. sedangkan masyarakat desa adalah kebersamaan. 4. SEBAB TERJADINYA INTERAKSI DESA DAN KOTA Interaksi sosial dapat terjadi karena adanya kontak sosial dan komunikasi. sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. sedangkan masyarakat perkotaan vertikal. pendidikan. 2. politik.

perdagangan.2. 4. E. penyedia tenaga kerja kasar penyedia bahan-bahan kebutuhan kota merupakan hinterland penyedia ruang (space). 4. 2. menyediakan tenaga kerja bidang jasa memproduksi hasil pertanian desa penyedia fasilitas-fasilitas pendidikan. rekreasi andil dalam terkikisnya budaya desa Pengaruh desa terhadap kota : 1. kesehatan. Gejala tersebut dapat memberikan dampak bersifat menguntungkan (positif) atau merugikan (negatif ) bagi kedua wilayah. DAMPAK INTERAKSI DESA DAN KOTA Interaksi antara dua wilayah akan melahirkan gejala baru yang meliputi aspek ekonomi. 5.Kota No Dampak wilayah Desa • Positif Negatif 1 Meningkatnya Cakrawala pengetahuan penduduk desa • Terjadinya penetrasi kebudayaan dari kota ke desa yang tidak sesuai dengan tradisi masyarakat . 3. Tabel Dampak Interaksi Desa . sosial. Di bawah ini kalian akan melihat tabel dampak interaksi desa – kota. Demikian pula halnya gejala interaksi antara dua desa dan kota. 3. maupun budaya.

• • Masuknya teknologi tepat guna ke desa meningkatkan produksi lahan dan berdampak meningkatnya pendapatan masyarakat Terjadi perubahan tata guna lahan yang menguntungkan • • • Terjadi perkembangan sarana – prasarana transportasi penghubung desa dengan kota. Terjadinya perubahan tata guna lahan yang dapat menimbulkan kerusakkan lingkungan Terjadinya kekurangan tenaga potensial di desa karena banyak yang berurbanisasi Kemungkinan banyaknya orang yang kembali ke desa akan menyebabkan semakin padatnya desa • • 2 Kota • Kemajuan bidang transportasi yang menghubungkan desa dengan kota • • • Menyebabkan terpenuhinya kebutuhan bahan baku bagi proses produksi dan tenaga kerja Tersalurnya hasil–hasil produksi di wilayah pedesaan • Munculnya daerahdaerah kumuh (slums area) akibat dari makin banyaknya pendatang. sehingga desa tidak lagi terisolir Terbentuknya lapangan kerja alternatif di luar sektor pertanian Masuknya barang – barang produksi industri yang terjadi tidak ada • pedesaan. Tata ruang kota menjadi tidak ideal sebagai tata ruang kota yang dinamis Masuknya orang dari berbagai daerah dan budaya. sangat potensial bagi munculnya konflik antar etnis • • Masuknya penduduk dari berbagai daerah dan budaya melahirkan .

Maupun pendidikan masih kurangnya sarana pendidikan didesa didlm sutu kecamatan terkadang hanya satu atau dua sekolahan saja. atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi . Memungkinkan terjadinya pernikahan antar suku.sosial. dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Ø Warga pedesaan lebih condong saling tolong-menolong tidak hidup individualisme Ø Warga pedesaan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai petani. Disuatu desa sangat terjangkau fasilitas seperti rumah sakit. yang akan meningkatkan rasa sebangsa dan setanah air. politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah). ekonomi.• proses akulturasi antara berbagai kebudayaan tersebut. sekolah. Ciri-ciri masyarakat pedesaan Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat pedesaan yaitu : Ø Kehidupan didesa masyarakatnya masih memegang teguh keagamaan atau adat dari leluhur mereka. Pengertian desa/pedesaan Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Ø Fasilitas-fasilitas masih sulit ditemukan dipedesaan . karena susahnya bantuan masuk dari pemerintah untuk membangun sekolah-sekolah di daerah desa dan terkadang jarang guru yang mau mengajar di daerah pedesaan. Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota Masyarakat Pedesaan A. Suatu pedesaan masih sulit umtuk berkembang. apotik atau prasarana dlm hal pendidikan dan kesehatan maupun teknologi mereka masih mengandalkan dukun atau paranormal dlm hal kesehatan mungkin hanya puskesmas yang ada di desa tapi itupun belum tentu ada di setiap daerah. bukannya mereka tidak mau berkembang tapi suatu hal yang baru terkadang bertentangan dengan apa yang leluhur hereka ajarkan karna itu masyarakat pedasaan sangat tertutup dengan hal-hal yang baru karena mereka masih memegang teguh adat-adat yang leluhur mereka ajarkan.

Ø Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar. kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana. sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan”. dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Masyarakat Perkotaan B. dengan fungsi-fungsi sosial. yaitu : Ø Kehidupan keagamaannya berkurang. Masing-masing punya sistem yang mandiri. betapa pun kecilnya suatu desa. Sistem kehidupan . pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Ø Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme). karena dalam masyarakat modern. Ø Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota. Pengertian Kota Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar.Ø Warganya masih sulit untuk menerima hal baru atau mereka tertutup dengan hal-hal yang baru. sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Ciri-ciri masyarakat Perkotaan Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda. Dari beberapa pendapat secara umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan. Ø Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota. padat dan permanen. Perbedaan antara desa dan kota Dalam masyarakat modern.

Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. walaupun terlihat adanya tukang kayu. Berbanding dengan masyarakat perkotaan. akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. tukang genteng dan bata. masyarakat kota kurang dapat bersosialisasi karena masing masing sudah sibuk dengan kepentingannya sendiri. sedang masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi. dan kadang hierarki. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian. Ciri ciri tersebut antara lain : Ø jumlah dan kepadatan penduduk Ø lingkungan hidup Ø mata pencaharian Ø corak kehidupan sosial Ø stratifiksi sosial Ø mobilitas sosial Ø pola interaksi sosial Ø solidaritas sosial Ø kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional \Masyarakat desa atau juga bisa disebut sebagai masyarakat tradisonal manakala dilihat dari aspek kulturnya. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan. Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. . Masyarakat desa adalah kebersamaan.biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. adalah pertama-tama. hubungan kekerabatan. politik. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian. lurah dan sebagainya. tukang membuat gula. sedangkan pola interaksi masyarakat kota adalah individual. menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai. hanya merupakan pekerjaan sambilan saja. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Pola interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan. Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya. menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu. pendidikan. Pola solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan kemasyarakatan. ajengan.

Ketika salah seorang dari kota pergi berlibur ke suatu desa. begitu pula dengan sebaliknya. sedangkan masyarakat desa yang pergi ke kota semakin banyak. Inilah peran masyarakat kota untuk membuat lapangan pekerjaan untuk orang-orang dari desa yang hijrah ke kota. maka seharusnya semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang harus disediakan. Peran dari masyarakat desa dan masyarakt kota tidaklah berbeda. kedua masyarakat ini tetap harus memiliki tujuan yang sama dalam mewujudkan pembangunan pada bangsa ini. pasti mereka ingin berlibur di suatu desa yang sejuk dan damai. jika lapangan pekerjaan yang disediakan sedikit.html . Dia bisa saja membawa salah satu dari orang desa tersebut untuk bekerja di kota karena ia melihat pekerjaan di desa sudah tidak mendukung dan masih banyak pekerjaan di kota yang menjanjikan. Begitu pula bagi masyarakat pedesaan. pasti mereka ingin pergi ke kota untuk mengadu nasib menjadi lebih baik lagi. Jadi intinya. meskipun keduanya memiliki perbedaan ciri-ciri dan aspek-aspek yang terdapat di dalam diri mereka. Segala perbedaan yang didapat. Sumber : http://nadyapuspaningrum. bagi masyarakat perkotaan. Tapi.com/2012/11/masyarakat-desa-dankota-masyarakat. Namun demikian. Hal tersebut menjadikan hubungan antara keduanya. Sebagai contoh. keduanya bersama-sama harus menjalin kerja sama dalam mensejahterakan bangsa ini. masyarakat pedesaan juga membutuhkan keberadaan masyarakat perkotaan.sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat. Jika semakin banyak masyarakat desa yang pergi ke kota. Keduanya memiliki aspek positif dan aspek negatif yang saling mempengaruhi keduanya dan saling berkesinambungan. masyarakat perkotaan secara tidak langsung membutuhkan adanya masyarakat pedesaan. yang jauh dari kebisingan kota yang selama ini bergulat dengannya.blogspot. perbedaan-perbedaan tersebut tidak bisa mememisahkan hubungan antara keduanya. karena antar keduanya saling memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. ketika mereka ingin berlibur. ketika merasa pekerjaan di desa sudah tidak mencukupi lagi. mereka bertemu dengan penduduk di desa tersebut. maka justru akan terjadi peningkatan angka pengangguran di kota.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful