CHI KUADRAT

(
A. DEFINISI CHI KUADRAT Uji Chi Kuadrat merupakan

)

pengujian yang

hipotesis benar-benar

tentang terjadi

perbandingan

antara

frekuensi

sampel

(selanjutnya disebut frekuensi observasi, yang dilambangkan dengan fo ) dengan frekuensi harapan yang didasarkan atas hipotesis tertentu pada setiap kasus atau data (selanjutnya disebut dengan frekuensi harapan, dilambangkan dengan fh kemudian dirumuskan sebagai berikut:

(f  f )   Σ o h fh
2

2

Keterangan : fo = frekuensi observasi atau pengamatan fh = frekuensi harapan = Chi Kuadrat

Dengan ketentuan fo adalah harga yang diamati, dan fh adalah harga harapan, semakin besar sampel size maka semakin besar pula harga

 2 sehingga  2 mempunyai tendensi meningkat dengan meningkatnya
sampel size. Jumlah kategori mempengaruhi besar DF (degrees of freedom) yang juga akan mempengaruhi bentuk distribusi teoritis chi kuadrat. Makin besar DF makin besar pula titik kritisnya pada tingkat kepercayaan tertentu. B. PRINSIP-PRINSIP CHI KUADRAT 1) Hanya dapat dipergunakan pada data kualitatif 2) Dapat dipergunakan pada sampel dari berbagai macam ukuran (sampel size) selama tidak menyimpang dari ketentuan butir 9 dan 10. Juga dapat dipergunakan pada berbagai macam katagori 3) Hitungan akhir selalu melibatkan angka sebenarnya (frekuensi) bukan prosen atau proporsi 4) Bila ingin membandingkan dua atau lebih distribusi sampel maka uji yang sesuai adalah r x c contingency chi square. Data disusun menurut r – baris (r = 2,3,…x) dan menurut c-kolom (c = 2,3,…x) mempunyai db = (r-1)(c1). Nilai harapan diperoleh dari perkalian jumlah data pada kolom dengan

jumlah data pada baris kemudian dibagi dengan jumlah total data. Rumus untuk menghitung fh adalah sebagai berikut:

fh 

nc x nr nt

Dimana: fh = frekuensi harapan nc = jumlah kolom nb = jumlah baris nt = jumlah total data 5) Bila distribusi sampel berasal dari satu populasi maka uji yang sesuai adalah chi kuadrat. Dalam hal ini nilai harapan diperoleh dari proporsi distribusi populasi dan mempunyai db= r-1 atau c-1 6) Bila ingin mengetahui asosiasi atau korelasi diantara dua variabel dari data kualitatif, maka lakukan uji chi kuadrat dulu. Jika dalam pengujian, ho ditolak maka dapat dilanjutkan dengan menghitung koefisien kontingensi dengan rumus: Rumus 2: C=

2 2  N

Dimana: N = jumlah sampel (sampel size) C = koefisien kontingensi dengan C selalu lebih dari nol. 7) Distribusi sampling chi kuadrat akan sesuai dengan distribusi teoritis chi kuadrat bila: frekuensi harapan setiap sel tidak boleh kurang dari satu, dan banyaknya sel yang mempunyai frekuensi harapan kurang dari 5 (fh < 5) tidak boleh lebih dari atau sama dengan 20% dari jumlah sel seluruhnya. 8) Jika tidak sesuai dengan ketentuan diatas, kategori-kategori tertentu yang sesuai digabung. Sehingga jumlah sel lebih sedikit dan frekuensi harapan baru memenuhi syarat. Penggabungan ini menyebabkan sel dalam tabel menjadi 2x2 dan bila masih tidak memenuhi syarat maka uji statistik yang digunakan adalah fisher’s exact test.

9) Untuk db =1 diperlukan koreksi yang disebut koreksi yates. Besarnya koreksi itu ialah 0,5 hingga rumus itu menjadi : a. Rumus 3: b.  c  
2

( f o  f h  0,5) 2 fh

atau  2 

N( ad - bc 

N 2 ) 2 m1 .m2 .n1 .n2

10) Pada umumnya chi kuadrat hanya dapat digunakan untuk uji independensi antar faktor pada satu sampel dengan faktor yang bersifat bebas (independent). Chi kuadrat tidak dapat dipergunakan pada sampel korelasi atau correlated sample (misal rancangan penelitian sebelum-sesudah pada data kualitatif) dan dalam hal ini harus menggunakan McNemar symetri chi square test.

C. DERAJAD KEBEBASAN UNTUK CHI-KWADRAD Derajat kebebasan atau d.b. untuk nilai-nilai x2 tidak tergantung kepada jumlah individu dalam sampel. Derajad kebebasan itu diperoleh dari kenyataan berapa banyaknya kebebasan yang kita miliki dalam menetapkan isi petak-petak yang diharapkan dalam tabel kita. Untuk mengerti ini kita periksa tabel berikut: Kategori I II Jumlah A B (a+b) fo m n (m+n) fh

Sudah dinyatakan bahwa dalam mengerjakan chi-kwadrad kita terikat oleh suatu syarat, yaitu jumlah frekwensi yang diperoleh harus sama dengan jumlah frekwensi yang diharapkan. Atau dalam skema di atas (a+b) harus sama dengan (m+n). Oleh sebab itu kita tidak mempunyai kebebasan lagi untuk menetapkan jumlah frekwensi yang diharapkan, yaitu (m+n). Jadi derajat kebebasan yang kita miliki dalam mengisi petak-petak fh tinggal lagi satu, yaitu kebebasan dalam menetapkan m, atau dalam menetapkan n. Dengan d.b =1 kita periksa table. Bilamana kita sudah menetapkan salah satu taraf signifikasi, katakana 5%, maka ketentuannya yaitu jika 5%, nilai

dan sebagai konsekwensinya hipotesa (nihil) akan kita tolak. sedang dengan taraf signifikansi 5% dengan d.635 yang terjadi hanya 1% dari seluruh kejadianlah yang kita pandang sebagai batas penerima nilai x2 yang kita peroleh karena kesalahan sampling. kita terima atas dasar taraf signifikasi 1%. Konsekwensinya. karena ia sudah melebihi 2 = 3. dan sebagai konsekwensinya hipotesa (nihil) akan kita terima (ketentuan semacam itu berlaku untuk semua pengetesan hipotesa nihil. atau x2 itu kita katakana signifikan. Dengan demikian yang kita pandang sebagai bilangan x maksimal sebagai akibat dari kesalahan sampling atas dasar taraf signifikasi 5%.chi-kuadrat yang kita peroleh.b. Sebaliknya jika nilai 5% itu akan kita katakan nonsignifikan. = 1 nilai itu signifikan. Contoh: Suatu perusahaan penggorengan kopi ingin menetapkan apakah masyarakat lebih senang kopi cap “anjing” (yang digoreng dengan suatu cara) atau cap “kucing” (yang digoreng dengan cara lain) yang diproduksi oleh perusahaannya. Ini berarti bahwa nilai x2 sebesar atau lebih besar dari 6. jika kita yakin bahwa sarat sampel random telah kita penuhi.635. hipotesa nihil akan kita terima. Nilai x2 = 1% = 6. hasilnya akan 50% pro dan 50% kontra koedukasi. Dengan kata lain. maka kita tolak hipotesa nihil yang mengatakan bahwa setengah dari populasi setuju koedukasi dan setengahnya lagi tidak setuju adalah kurang mungkin jika kita memperoleh nilai x 2 sebesar 4. ternyata bilamana kita menggunakan taraf signifikansi 4. perhatikan betul-betul bahwa ketentuan itu berlaku juga untuk pengetesan nilai-t dan nilai-r). Akan tetapi jika kita periksa kembali tabel diatas. Dengan kata lain. Nilai = 4. kita mengharapkan bahwa jika dilakukan pemungutan suara secara meluas. Oleh karena itu hipotesa nihil yang ditetapkan semula.50 dari perbandingan pro dan kontra koedukasi sebesar 115:85 dari sampel yang kita ambil secara random bila mana 50:50 dari populasi pro dan kontra.50 sedangkan nilai %.841. Perusahaan itu kemudian “menyewa” seorang penyelidik untuk member .50. harapan bahwa setengah-setengah dari jumlah populasi akan pro dan kontra koedukasi tidak dapat kita terima atas dasar bahan-bahan yang kita kumpulkan dari random sampel.

Bilamana bahan-bahan itu kita masukkan dalam tabel kerja.600 8.00 Jadi ∑ = 16. Dengan demikian hipotesa nihil ditolak: dapat diharapkan ada perbedaan yang signifikan dalam populasi antara frekwensi peminum kopi cap anjing dengan frekwensi peminum kopi cap kucing.fh)2 1.00 Derajat kebebasan untuk ini adalah satu (diperoleh dengan cara seperti tersebut dalam contoh pertama). Nilai x2 yang diharapkan sebagai batas kesalahan sampling dengan taraf signifikasi 5% adalah 3.fh +40 -40 0 (fo . dan setengah dari konsumen meminum kopi cap kucing. Hasil penyelidikan terhadap suatu sampel random yang terdiri dari 400 orang konsumen kopi perusahaan itu terlihat dalam tabel sebagai berikut: TABEL 2 FREKWENSI YANG DIPEROLEH DAN YANG DIHARAPKANDARI 400 ORANG PEMINUM KOPI PERUSAHAAN ALPHA Pilihan Cap anjing Cap kucing Total fo 240 160 400 fh 200 200 400 Untuk mengadakan estimasi tentang keadaan populasi dipakai hipotesa bahwa setengah dari konsumen minum kopi cap anjing. maka hasilnya akan sebagai berikut: Pilihan Cap anjing Cap kucing Total fo 240 160 400 fh 200 200 400 fo . 841.00 8. Ternyata bahwa nilai x2 yang kita peroleh dari random sampel itu jauh di atas batas signifikansi 5% maupun 1%. dengan taraf signifikasi 1% adalah 6.635. .600 1.laporannya tentang kesenangan masyarakat itu untuk menetapkan kopi cap apa yang harus diproduksi secara besar-besaran tahun depan.00 16.

005? (35. karena itu nilai χ² selalu positif. Uji Kebebasan c.0863) 2. Bentuk distribusi χ² tergantung dari derajat bebas(db) atau degree of freedom. Uji beberapa proporsi .010? (15. BENTUK DISTRIBUSI CHI KUADRAT (Χ²) Nilai χ² adalah nilai kuadrat. Contoh : 1.Apa saran penyelidik itu kepada perusahaan kiranya sudah jelas : produksi lebih banyak kopi cap anjing dari pada kopi cap kucing.7185) Pengertian α pada Uji χ² sama dengan pengujian hipotesis yang lain. Uji Kecocokan = Uji kebaikan-suai = Goodness of fit test b. yaitu luas daerah penolakan H0 atau taraf nyata pengujian Perhatikan gambar berikut : Pengunaan Uji χ² Uji χ² dapat digunakan untuk : a. Berapa nilai χ² untuk db = 5 dengan α = 0. D. Berapa nilai χ² untuk db = 17 dengan α = 0.

prinsip pengerjaan uji kebebasan dan uji beberapa proporsi bias dikatakan sama.3 Perhitungan χ² Contoh 3 : . Contoh 1 : Pelemparan dadu 120 kali. H0 merupakan frekuensi setiap kategori memenuhi suatu nilai atau perbandingan. Rumus χ² Keterangan: k : banyaknya kategori/sel. Contoh 2 : Sebuah mesin pencampur adonan es krim akan menghasilkan perbandingan antara Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1 H0 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1 H1 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim ≠ 5 : 2 : 2 : 1 1.2. kita akan menguji kesetimbangan dadu . H0 : setiap sisi akan muncul = 20 kali. Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif Dalam uji kecocokan kita mengenal istilah H0 dan H1. sedangkan H1 merupakan frekuensi dimana ada kategori yang tidak memenuhi nilai/perbandingan tersebut. Dadu setimbang jika setiap sisi dadu akan muncul 20 kali.. 1. H1 : ada sisi yang muncul ≠20 kali.. Uji Kecocokan (Goodness of fit test) 1.Dalam beberapa uji χ² diatas.1.2 . 1. k o : frekuensi observasi untuk kategori ke-i i e : frekuensi ekspektasi untuk kategori ke-i i kaitkan dengan frekuensi ekspektasi dengan nilai/perbandingan dalam H0 Derajat Bebas (db) = k – 1 1.

Perhitungan χ² Sisi-6 20 (catatan : Gunakan tabel seperti ini agar pengerjaan lebih sistematik) χ² hitung = 1.Pelemparan dadu sebanyak 120 kali menghasilkan data sebagai berikut : Kategori Frekuensi ekspetasi (e) 20 Sisi-1 20 22 Sisi-2 20 17 Sisi-3 20 18 Sisi-4 20 19 Sisi-5 20 20 22 *) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi Apakah dadu itu dapat dikatakan setimbang? Lakukan pengujian dengan taraf nyata = 5 % Solusi : 1. 2. Statistik Uji χ² 3. Wilayah Kritis = Penolakan H0 jika χ² hitung > χ² tabel (db. db = k .70 .α = 0. Nilai α = 5 % = 0.05 → χ² tabel = 11.1 = 6-1 = 5 db = 5. db = k .0705 6. Nilai Tabel χ² k = 6 .05 k = 6 .0705 5. α) χ² hitung > 11. H1 : Dadu tidak setimbang → ada sisi yang muncul ≠20 kali.1 = 6-1 = 5 4. H0 : Dadu setimbang → semua sisi akan muncul = 20 kali.

70 kg Susu dan 60 kg Krim. db =k -1 = 4-1= 3 db = 3. Solusi : 1. Jika 500 kg adonan yang dihasilkan. Nilai Tabel χ² k = 4. Wilayah Kritis = Penolakan H0 jika χ² hitung > χ² tabel (db.70 < χ² tabel Nilai χ² hitung ada di daerah penerimaan H0 H0 diterima. α) χ² hitung > 11.3449 6. α = 0. diketahui mengandung 275 kg Coklat. Contoh 4 : Sebuah mesin pencampur adonan es krim akan menghasilkan perbandingan antara Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1. apakah mesin itu bekerja sesuai dengan perbandingan yang telah ditentukan? Lakukan pengujian dengan taraf nyata = 1 %. pernyataan dadu setimbang dapat diterima. Kesimpulan : χ² hitung = 1. H0 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 : 1 H1 : perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim ≠ 5 : 2 : 2 : 1 2.01 → χ² tabel = 11.3449 5. Statistik Uji χ² 3. 95 kg Gula. Perhitungan χ² *) Perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim = 5 : 2 : 2 :1 Dari 500 kg adonan → Nilai ekspektasi Coklat = 5/10 x 500 = 250 kg .01 4. Nilai α = 1 % = 0.7.

3449) H0 ditolak.2 Rumus Uji χ2 Data dalam pengujian ketergantungan dan beberapa proporsi disajikan dalam bentuk Tabel Kontingensi.75 7.Nilai ekspektasi Gula = 2/10 x 500 = 100 kg Nilai ekspektasi Susu = 2/10 x 500 = 100 kg Nilai ekspektasi Krim = 1/10 x 500 = 50 kg χ² hitung = 13. H1 diterima.1 Penetapan Hipotesis Awal dan Hipotesis Alternatif A. Bentuk umum Tabel Kontingensi → berukuran r baris x k kolom Frekuensi harapan Keterangan: derajat bebas = (r-1)(k-1) . Perbandingan Coklat : Gula : Susu : Krim ≠ 5 : 2 : 2 :1 2. Uji Kebebasan dan Uji Beberapa Proporsi Uji kebebasan antara 2 variabel memiliki prinsip pengerjaan yang sama dengan pengujian beberapa proporsi. Kesimpulan : χ² hitung > χ² tabel ( 13. (Berbeda hanya pada penetapan Hipotesis awal dan hipotesis alternatif) 2.75 > 11. Uji Kebebasan : H0 : variabel-variabel saling bebas H1 : variabel-variabel tidak saling bebas B Uji Beberapa Proporsi : H0 : setiap proporsi bernilai sama H1 : ada proporsi yang bernilai tidak sama 2.

b = 2.40 12 Total Observasi = 30 2.67 5 Total baris *) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi Apakah ada kaitan antara gender dengan jam kerja? Lakukan pengujian kebebasan variabel dengan taraf uji 5 % Ukuran Tabel Kontingensi di atas = 3 x 2 ( 3 baris dan 2 kolom) db = (3-1)(2-1) = 2 x 1 = 2 Solusi : 1.33 3 6. kolom ke-j Perhitungan χ² Contoh 5 : Kita akan menguji kebebasan antara faktor gender (jenis kelamin) dengan jam kerja di suatu pabrik.93 13 wanita 2. Statistik Uji = χ² 3. Nilai Tabel χ² d. α = 0. Nilai α = 5 % = 0.05 → χ² tabel = 5.r : banyak baris k : banyak kolom o: frekuensi observasi baris ke-i.99147 .60 7 2 6. Tabel kontingensi dapat dibuat sebagai berikut : Pria Kurang dari 25 Jam/minggu 25 sampai 50 Jam/minggu Lebih dari 50 Jam/minggu Total Kolom 14 16 5 7 5.05 4.07 6 6. kolom ke-j ij. e : frekuensi ekspektasi baris ke-i. H0 : Gender dan Jam kerja saling bebas H1 : Gender dan Jam kerja tidak saling bebas 2.

25-50 jam = = pria. gender dan jam kerja saling bebas Catatan : Kesimpulan hanya menyangkut kebebasan antar variabel dan bukan hubungan sebab-akibat (hubungan kausal) Contoh 6 : .4755 < 5.40 = 6.5. Perhitungan χ² Frekuensi harapan frekuensi harapan untuk : pria. Kesimpulan χ² hitung < χ² tabel (0.33 pria.60 = 2. < 25 jam = 6.99147) χ² hitung ada di daerah penerimaan H0 H0 diterima. > 50 jam = = 5. 7. < 25 jam = wanita. 25-50 jam = = 6.99147 6.93 Selesaikan Tabel perhitungan χ² di bawah ini. Wilayah Kritis : Penolakan H0 → χ² hitung > χ² tabel χ² hitung > 5.07 = 2.67 . wanita. > 50 jam = wanita.

Wilayah Kritis : Penolakan H0 → χ² hitung > χ² tabel χ² hitung > 11.1433 . Apakah proporsi pemutaran Film India. H0 : Proporsi pemutaran film India. Nilai Tabel χ² db = 4.0 2.50 2.5 Total Observasi(%)= 24 4.5 4.33 4.5 2.0 2.75 0. Nilai α = 2. Kunfu dan Latin di ketiga stasiun TV yang tidak sama.Berikut adalah data proporsi penyiaran film(satuan pengukuran dalam persentase (%) jam siaran TV) di 3 stasiun TV.5 % = 0.0 1. Kungfu dan Latin di ketiga stasiun Tv tersebut sama? Lakukan Pengujian proporsi dengan Taraf Nyata = 2.33 1.025 → χ² tabel = 11.5 % ATV(%) Kurang dari 25 Jam/minggu 25 sampai 50 Jam/minggu Lebih dari 50 Jam/minggu Total Kolom 10 7 7 3.5 2.33 8 CTV(%) Total Baris (%) 10 *) Nilai dalam kotak kecil adalah frekuensi ekspektasi Ukuran Tabel Kontingensi di atas = 3 x 3( 3 baris dan 3 kolom) db = (3-1)(3-1) = 2 x 2 = 4 Solusi : 1.1433 5.5 3.17 3.025 4. Kungfu dan Latin di ketiga stasiun TV adalah sama.5 1.75 6 BTV(%) 2. Statistik Uji = χ² 3. H1 : Ada proporsi pemutaran film India. 2.92 2. α = 0.

50 India.33 Latin.75 India. Perhitungan χ² frekuensi harapan untuk India.75 Tabel perhitungan χ² berikut 7. ATV = = 4.CTV = 2. Kesimpulan : χ² hitung terletak di daerah penerimaan H0.BTV = = 2.92 Kungfu. ATV = = 3.6.33 Latin. proporsi pemutaran ketiga jenis film di ketiga s stasiun TV adalah sama . ATV = = 2.CTV = = = 1.17 Kungfu.CTV = = 2. H0 diterima.BTV = = = 1.33 Latin. BTV = 2.92 Kungfu.

Adapun frekwensi dalam populasi itu dapat didasarkan atas informasi yang diperoleh dari suatu sumber. kita mengjukan hipotesa bahwa dalam populasi frekwensi dari mereka yang pro dan kontra koedukasi terbagi rata (50% lawan 50%). maka frekwensi yang diharapkan adalah yang pro 100 orang dan yang kontra 100 orang.CHI KWADRAD SEBAGAI ALAT UNTUK ESTIMASI Dengan menggunakan chi kwadrat kita dapat menggunakan pernilaian probabilitas perbedaan frekwensi dalam sampel dari frekwensi dalam populasi sebagai akibat dari kesalahan sampling. Tabel 1 FREKWENSI YANG DIPEROLEH DAN YANG DIHARAPKAN DARI SUATU SAMPEL YANG TERDIRI ATAS 200 ORANG PENDUDUK Sikap terhadap keedukasi Pro Kontra total Frekwensi yang diperoleh (fo) 115 85 200 Frekwensi yang diharapkan (fh) 100 100 200 Dalam membuat tabel untuk mengerjakan chi-kwadrad kita terikat pada suatu ketentuan yang harus kita perhatikan. mengapa kita peroleh perbandingan 115 dengan 85 antara mereka yang pro dan yang kontra dari suatu sampel yang kita ambil secara random? Apakah perbedaan itu hanya semata-mata disebabkan oleh kesalahan sampling. . dalam tabel di atas ketentuan ini telah kita perhatikan yaitu masingmasing fo=200 dan fh=200. Dalam contoh di atas. yaitu bahwa jumlah fo harus sama dengan jumlah fh. kalau tidak ada sumbersumber lain yang member ketentuan. Kita menanyakan. atau dpat juga didasasrkan atas suatu hipotesa. ataukah memang dalam populasi terdapat perbedaan semacam itu? Kalau kita mengharapkan frekwensi dari mereka yang pro dan yang kontra terbagi rata. frekwensi yang diperoleh (disingkat fo) dan yang frekwensi yang diharapkan (disingkat fh) dari mereka yang pro dan yang kontra dapat ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut. dalam sampel yang jumlahnya 200 orang itu.

marilah kita buat tabel persiapan perhitungan chi-kwadrad.1 kita dapat melihat bahwa ada perbedaan fo dengan fh. ∑ = 4.fh)2 225 225 2.50 Apa artinya angka 4.50 Jadi dengan hipotesa 50-50. Untuk member penjelassan tentang bagaimana menggunakan rumus itu.25 2. makin besar perbedaan semacam itu makin kecil probabilitasnya (kemungkinannya) bahwa perbedaan itu semata-mata disebabkan oleh kesalahan sampling.50 Dari perhitungan-perhitungan dalam tabel itu pada lajur yang terakhir kita dapat dengan mudah mengisi rumusnya. Disini kita ingin mengadakan estimasi tentang populasi dari . Sikap Pro Kontra total fo 115 85 200 fh 100 100 200 fo . yaitu 50% pro dan 50% kontra.fh +15 -15 0 (fo . kita memperoleh nilai : x2 = 4.25 4.Untuk memeriksa tabel 1. fh = frekwensi yang diharapkan dalam sampel sebagai pencerminan dari frekwensi yang diharapkan dalam populasi.50 ini? Interpretasi tentang nilai x2 pada dasarnya tidak berbeda dengan interpretasi tentang nilai-t. RUMUS BANGUN UNTUK CHI-KWADRAD Rumus bangun yang umum untuk chi-kwadrad adalah sebagai berikut: ∑ χ2 = chi kwadrad fo = frekwensi yang diperoleh dari (diobservasi dalam) sampel.

kita memerlukan suatu tabel yang memuat distribusi x2 yang diharapkan. TABEL DENGAN BANYAK SEL Chi kuadrat tidak hanya terbatas untuk mengetes hipotesa perbedaan frekuensi antaradua kelompok dengan dua kategori (tabel 2x2 atau tabel 4 petak). nya= 2.1) Jadi.nya ada (3-1) (2-1) = 2. = (baris . Kita mengajukan hipotesa bahwa populasi tidak berbeda dengan sampel dalam jumlah frekwensi dalam dua kategori penyelidikan. Tabel ini hanya memuat nilai-nilai chikwadrad dengan derajad kebebasan dari 1 sampai dengan 30 dengan berbagai taraf signifikan. Pertanyaannya adalah: “Apakah pada waktu ini keluarga anda lebih makmur.b. yaitu kategori pro dan kontra koedukasi atau dinyatakan dalam bentuk hipotesa nihil : “tidak ada perbedaab frekwensi dari yang pro dan yang kontrakoedukasi antara sampel dan populasi. atau kurang .” Kita menanyakan bagaimana probabiloitas x2 yang sebesar atau lebih besar dari nilai yang kita peroleh itu disebabkan oleh kesalahan sampling kita? Bilamana nilai x2 yang kita peroleh itu terjadinya hanya 5% atau 1% dari seluruh kejadian. Tidak seperti nilai r dan nilai t. Tabel semacam ini disediakan di bagian belakang . nilai x2 selalu makin meningkat bersamaan dengan meningkatnya derajad kebebasan. Suatu penyelidikan tentang pendapat rakyat telah dilakukan dengan angket.b. Dalam tabel 3x3 d. dan dalam tabel 2x5 d. melainkan juga dapat digunakan untuk mengetes hipotesa perbedaan frekuensi antara banyak kelompok dengan beberapa kategori. sama saja. (dua baris tiga kolom) d. diperoleh dari rumus: d.b. maka kita tolak hipotesa atas dasar taraf signifikasi 5% dan 1%.b. nya = (3-1) (3-1)= 4. dengan tabel 3x2 (tiga baris dua kolom) d.1) (kolom . Cara menghitungnya pada dasarnya sama. yang disebut tabel chi-kwadrad.b.b. D.nya= 1x4= 4. Demikian juga dalam tabel 2x3 . Untuk menilai frekwensi yang diperoleh. Berikut contoh-contoh penggunaan chi kuadrat pada pengetesan hipotesa terhadap lebih dari dua sampel dan menyangkut lebih dari dua kategori. Demikian juga dalam menetapkan derajat kebebasannya.kenyataan yang kita peroleh dari sampel yang kita pilih secara random.

“kurang”. yaitu pertama. Ada rumus lain yang lebih praktis digunakan dalam kasus ini dan tidak menghabiskan banyak waktu. Kemudian. rumus ini justru menjadi tidak praktis sama sekali. bila tidak ada alat hitung yang cukup besar. jumlahkan tiap-tiap kategori. Oleh karena itu. Kelas A adalah kelas yang paling makmur. kita harus puas dengan menggunakan rumus aslinya.000 keluarga dari empat golongan kelas sosial ekonomi. yaitu”lebih”. sedang kelas D adalah kelas yang paling kurang makmur. rumus untuk menghitung dalam tabel 2x2 sperti penjelasan di atas tidad dapat digunakan. tabel kerja yang sesungguhnya. dalam hal ini. Golongan (sub sampel) Jumlah Kategori Respon Lebih makmur Sama saja A 115 B 375 C 460 D 250 1. “sama saja”. yaitu: Cara mengisi sel . Akhirnya setelah diketahui N-nya.295 . dan “tidak dapat menentukan”. masukkan bilangan-bilangan itu ke dalam rumus sebagai berikut: Atau dapat disingkat dengan: ( ) dan Untuk penyelesaian contoh soal di atas bisa dengan bantuan membuat tabel tabel secara terpisah lalu memasukkan semua hasil perhitungannyake dalam dan tabel . Berikut tabel Tabel 1.200 245 690 920 440 2. Namun. Jawaban mereka diklasifikasikan dalam empat golongan. jumlahkan frekuensi dalam tiap-tiap golongan subskrip sampel. Yang diselidiki semuanya ada 5. Namun.makmur dari pada dua tahun yang lalu?” Hasil penyelidikan tercantum dalam tabel di halaman berikut.

yang cara mengerjakannya sebagai berikut: Untuk kelas A kategori “lebih makmur” : Untuk kelas B kategori “sama saja” : Untuk kelas C kategori “tak tentukan” : Untuk kelas D kategori “tak tentukan” : Dengan cara yang sama sel-sel = 120.200 Bilangan-bilangan seperti terdapat dalam tabel 2 di atas diperoleh dengan rumus . .000 5.310 A 120 B C D Jumlah Kategori 1.00 Tabel 2 Golongan (subsampel) respon Lebih makmur Sama saja Kurang makmur Tak tentukan Jumlah golongan 500 1. = 688.295 1.500 2.000 1.Kurang makmur Tidak tentukan Jumlah golongan 125 375 540 270 1.5 2. Tabel Cerja untuk ContohMengerjakan Chi Kuadrat dari Banyak Sampel (Bahan dari Tabel 1 dan 2) .000 5. .310 25 60 80 40 195 500 1.000 78 39 195 668. yang lainnya dapat diisi dan memasukkannya dalam tabel kerja yang sesungguhnya (lihat tabel di bawah).000 1. Tabel 3.5.500 2.

00 4.824 0.00 4.00 256.00 0.0 +2.Gol Sos-Ek.0 524.377 460 920 540 80 480.0 78.0 +10.047 0.5 -5.0 -20 + 2.0 1.038 .038 500 500 0.0 1.5 +15.5 25.003 0.00 2.0 58.00 0.0 918.0 100.0 688.051 1500 1500 0.5 225.00 2.490 375 690 375 60 360.00 240. Kategori jawaban Kelas A Lebih makmur Sama saja Kurang makmur Tak tentukan Jumlah Golongan: Kelas B Lebih makmur Sama saja Kurang makmur Tak tentukan Jumlah Golongan: Kelas C Lebih makmur Sama saja Kurang makmur Tak tentukan Jumlah Golongan: Kelas D Lebih 150 240.208 1.0 -4.25 324.25 0.004 0.5 131.25 0.625 0.0 +16.275 1.5 -6.25 36.0 19.417 2000 2000 0.0 +15.0 400.568 115 245 125 15 120.0 2.489 0.5 -18.0 +1.833 0.0 +1.00 20.0 229.5 393.

Dengan demikian. ada 4 baris.0 Seperti terlihat dalam tabel 3 di atas. Jadi. yaitu 16. B.00 64. atau buku-buku ilmiah?”.makmur Sama saja Kurang makmur Tak tentukan Jumlah Golongan: Total Jendral: 440 270 40 459.0 -19. Pertanyaan yang diajukan adalah: “Buku bacaan apa yang paling disenangi: petualangan. Hasil-hasil yang yang dikumpulkan disusun dalam tabel berikut: Tabel 4.919 pada taraf signifikansi 5% dan 21.00 0. percintaan. Kategori yang digunakan jumlahnya juga 4. dari tabel itu adalah (41) (4-1) = (3) (3) = 9. SMA. dapat disimpulkan bahwa keempat kelas sosial ekonomi itu tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam frekuensi jawaban mereka terhadap pertanyaan yang diajukan kepada mereka.0 - 1. = 9 itu tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai = 6.b. Seperti yang diketahui. dan D.0 39.00 1.0 262.244 0.786 0. C. Tabel Frekuensi yang Diperoleh . Jumlah orang yang diselidiki adalah 350 orang.666 pada taraf signfikansi 1%. dalam kolom yang terakhir nilai yang diperoleh adalah 6. Derajat kebebasan dari bahan itu dapat diperoleh dengan mengingat banyaknya sampel (mewakili kolom dalam tabel kontingensi) dan banyaknya kategori (mewakili baris dalam tabel kontingensi). Dengan demikian.0 +1. Dengan d. Contoh Soal: Suatu penyelidikan hipotetik dilakukan terhadap anak-anak dari SMP.908. keajaiban.0 +8.026 1000 1000 0.0 361.473 5000 5000 0. dan mahasiswa-mahasiswa di Universitas tentang kesukaan mereka membaca bukubuku.908 yang diperoleh itu masih jauh berada di bawah batas kemungkinan kesalahan teoritik. sampel ada sebanyak empat sampel (sub-sampel). d.b. yitu sampel-ssampel kelas A. Jadi jumlah kolomnya = 4.

71 35.14 37.00 125 125 100 350 Total Dengan dan yang telah diperoleh.72 104.71 100.0157 2. akan diperoleh frekuensi-frekuensi yang diharapkan seperti berikut: Tabel 5.78 +8.1141 .00 Percintaan 23.86 0.00 137.8399 1. dapat dibuat tabel kerja seperti berikut: Tabel 6.1136 9.22 22.71 23.93 23.1241 24.00 Ilmiah 37.00 Keajaiban 28.14 67.71 35. Sampel Kategori SMP Petualangan Percintaan Keajaiban Ilmiah Jumlah Golongan: 24 19 36 46 125 35.93 +7. Tabel Frekuensi yang Diharapkan Sampel Buku kesenangan Petualangan SMP SMA Universitas Total 35.93 19.4996 3.93 28.56 79. Tabel Kerja untuk Mencari Chi Kuadrat dari Bahan-bahan dalam Tabel 4 dan 5.00 -11.14 29.3049 60.14 125.5284 78.22 28.71 -4.22 37.Sampel Buku kesenangan Petualangan Percintaan 19 26 22 67 Keajaiban 36 20 23 79 Ilmiah 46 38 20 104 Total SMP SMA Universitas Total 24 41 35 100 125 125 100 350 Frekuensi yang diharapkan dapat diperoleh dengan rumus: ( ) Dengan rumus itu.1449 2.

00 0.4421 0.SMA Petualangan Percintaan Keajaiban Ilmiah Jumlah Golongan: Universitas Petualangan Percintaan Keajaiban Ilmiah Jumlah Golongan: Total Jendral: 350 350.71 23.93 28.1936 94.22 37. Frekuensi yang diharapkan dalam populasi ini kadang-kadang disebut juga frekuensi hipotetik. Ternyata nilai yang diperoleh itu melewati nilai batas teoritik atas dasar taraf signifikansi 1%.5684 0.07 -8.86 0.1796 0.14 125.42 +2.2164 8.812. karena ia digunakan sebagai hipotesa yang akan diuji dengan frekuensi yang diperoleh dari sample.2849 67. yaitu 16.72 0.22 +0.86 +0. Kesimpulannya adalah: ketika kelompok itu berbeda secara signifikan dalam pemilihan buku-buku bacaanseperti yang ditunjukkan oleh hasil angket itu.00 +6.0 41.0199 3.3769 Derajat kebebasan dari tabel itu adalah (3-1) (4-1) = 6.29 +2.0571 41 26 20 38 125 35.44 -9. 1) Chi kwadrad adalah alat untuk mengadakan estimasi.3943 0.1790 5.0086 3.4274 0.56 29. Oleh karena itu dalam pengertian .9841 4.58 19.0 27.0 35 22 23 20 100 28.4784 1. Sebagai alat estimasi chi kwadrad digunakan untuk menaksir apakah ada perbedaan yang signifikan ataukah tidak antara frekuensi yang diobservasi dalam sample dengan frekuensi yang diharapkan dalam populasi.7836 0. CHI KWADRAD SEBAGAI ALAT MENGETES SIGNIFIKANSI KORELASI Teknik statistic digunakan untuk hal-hal sebagai berikut.00 +5.7396 0.72 100.14 22.1791 2.

Karena itu dalam kedudukannya sebagai alat pengetesan hipotesa ini apa yang ingin dijawab olehnya adalah masalah apakah frekuensi yang diperoleh dalam sample yang satu berbeda secara signifikan ataukah tidak dengan sample lainnya dalam kategori-kategori tertentu. seandainya penyelidikan dilakukan terus-menerus dengan sample-sampel yang sama. Pertama. dan Universitas. Sebenarnya kesimpulan itu dapat dibyatakan dengan cara lain. yaitu SMP. dalam bentuk korelasi. Hipotesa nihil yang hendak dites di sini adalah bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan di antara frekuensi yang diperoleh atau fo dengan frekuensi yang diharapkan atau fh 3) Kecuali sebagai alat mengetes hipotesa perbedaan frekuensi. yaitu bahwa ada korelasi yang signifikan antara tingkatan pendidikan dengan pilihan bukubuku bacaan. chi kuadrad juga merupakan alat untuk mengetes hipotesa tentang ada tidaknya korelasi antara dua dibicarakan di atas. Adanya korelasi itu menunjukkan bahwa tingkatan pendidikan tertentu menunjukkan kecenderungan tertentu dalam memilih buku-buku bacaan. . berbeda secara signifikan dalam pemilihan buku-buku bacaan. Dari pembicaraan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya hipotesa yang hendak dites dengan chi kwadrad dapat dinyatkan dalm dua bentuk. Dalam pengertian yang sempit tiap-tiap pengetesan hipotesa harus membandingkan sedikitnya dua sample.yang longgar chi kwadwrad sebagai alat estimasi diberi kedudukan juga sebagai alat pengetesan hipotesa. dalam bentuk perbedaan frekuensi. ketiga kelompok subjek yang berbeda tingkatan pendidikannya. Hipotesa secara umum berbunyi: frekuensi-frekuensi yang diperoleh dalam sample-sampel yang diselidiki tidak berbeda secara signifikan dengan frekuensi-frekuensi yang diharapkan dalam populasi dalam kategori-kategori tertentu. 2) Chi kwadrad sebagai alat mengetes hipotesa. SMA. Hipotesanya berbunyi : tidak ada korelasi antara kolom dan baris. Kedua.

Dengan demikian maka hipotesa yang diajukan sebelum penyelidikan ditolak. x  SD 2x2  2( db)  1 Dimana: χ2 = nilai chi kwadrad yang kita peroleh.8172atau 2. persentase daerah kurve normal yang sesuai dengan nilai x SD itu denaikkan dengan menambahnya 50%. atau seluruhnya ada 2(49.76%)= 99.9499  2.76% daerah sebelah kurve normal. diubah menjadi nilai z atau x . maka x  2(81 . Dalam hal semacam ini.50 tabel kontingensi 26x3. Kita lihat. jadi misalnya kalau kita memperoleh nilai χ2 sebesar 81. SD . baik atas dasar taraf signifikansi 1%. Rumus untuk menghitung nilai probabilitas nilai chi kwadrad yang diperoleh dengan kurve normal adalah sebagai berikut.82 Dengan x SD = 2.50)  2(50)  1 SD  163. dihitung dari ujung distribusi.530 dari table 25x3.82 itu meliputi 49. Dalam beberapa situai nilai chi kuadrad yang kita perolehadalah sedemikian kecilnya sehingga setelah disalin ke dalam x menghasilkan SD nilai negative. x SD sebesar 2.52%.CHI KWADRAD DENGAN DERAJAT KEBEBASAN LEBIH DARI 30 Akhirnya perlu dilengkapkan pembicaraan ini dengan kemungkinan menghadapi perhitungan chi kwadrad dengan derajat kebebasan yang lebih besar dari 30.82 ini kita periksai table kurve normal. apalagi 5 %. db = derajat kebebasan dari table kontingensi kita. Jadi misalnya kita memperoleh nilai chi kuadrad =42.00  99  12.7671  9.

Koreksi YATES itu berupa menambah ½ terhadap petak yang paling kecil dan menyesuaikan frekuensi-frekuensi lainnya sehingga jumlah kolom dan jumlah baris sebelum dan sesudah koreksi masih tetap sama. melainkan kita tambahkan pada 50% daerah dari ekor distribusi. Dengan z =-0. chi kuadarad kurang dapat memberikan gambaran yang memuaskan bilamana ada petak kecil dalam table kontingensi yang dikerjakan. Table 60B menunjukkan data sesudah dikoreksi dan disesuaikan.85%. Yang dimaksud dengan petak kecil adalah petak yang frekuensinya kurang dari 5.530. Kesimpulan yang agak memuaskan baru dapat diperoleh bilamana diadakan suatu koreksi atau penyesuaian sebagaimana diuslkan oleh YATES terhadap petak yang kecil itu lebih dahulu sebelum perhitungan chi kuadrad dilakukan. Saying sekali. Contoh tentang petak-petak kecil dapat dilihat dalam table 60 A. koreksi dan penyesuaian YATES hanya berlaku untuk table 2x2.52 Dengan nilai z sebesar -0.52 itu kita lihat daerah kurve dari mean sebesar 19.5240atau  0. TABEL 60 JENIS KELAMIN DAN KELULUSANNYA A. daerah sebesar itu tidak kita hitung dari mean. data itu dimaksudkan untuk menyelidiki ada tidaknya korelasi antara kelulusan dan jenis kelamin.7468  0. Dengan demikian kita mengharapkan kemungkinan sebesar 69.28  9.z   2( 42.52 itu kita periksai table kurve normal.06  2( 48)  1 95  9. Akan tetapi dalam situasi kita sekarang.530)  85. Data yang diperoleh Sekse Pria Wanita Total L 16 8 24 G 4 2 6 Total 20 10 30 .85% dari seluruh kejadian kita akan memperoleh nilai chi kwadrad sebesar atau lebih besar dari 42.

234 Dengan d. Sebab kiranya sample penyelidikan diperbesar lima atau sepuluh kali lipat. Pengkoreksian dilakukan terhadap frekuensi yang terkecil.5 6.635 kita menerima hipotesa nihilnya dan menyimpulkan bahwa kelulusan bukan kecendrungan salah satu jenis kelamin.5 terhadap frekuensi ini.B.800  960  0.b =1 dan batas signifikansi 5%=6.0 Total 20. REALIBITAS SAMPEL KECIL Resiko kesalahan dalam penyelidikan dengan sample kecil selalu akan lebih besar daripada resiko kesalahan dalam penyelidikan dengan sample besar. Baru setelah pengkoreksian dan penyesuaian itu chi kuadrad dihitung dengan cara yang biasa. Dengan memakai rumus χ2 = kita peroleh χ2 = 30{(16 . pada .5)( 2.5 24.0 10.5)  (3.5 7.800 N (ad  bc) 2 (a  b)( c  d )( a  c)(b  d ) 30(15) 2 225 = 28.5)( 7.0 L = lulus G = gagal. Seorang karyawan research yang teliti kiranya akan ragu-ragu menarik kesimpulan dari penyelidikan data seoerti tersebut dalam table 60 itu. yaitu dengan jalan menambahkan 0.0 30.5)} 2 30 (41.5 2. Data setelah disesuaikan Sekse Pria Wanita Total L 16.0 G 3. Karena suatu ketentuan bahwa jumlah tidak dapat diubah-ubah maka frekuensi-frekuensi lain kemudian disesuaikan untuk mempertahankan ketentuan itu.25  26 .25 ) 2  (20 )(10 )( 24 )( 6) 28.

0 20. Sebagai ilustrasi daripada apa yang dikemukakan itu dapat kita selidiki dari contoh-contoh hipotetik seperti tersebut dalam table 61 dan table 62 di bawah ini. dan perubahan hasil itu kadang-kadang sedemikian besarnya sehingga agak sukar untuk mempercayai hasil penyelidikan dengan sample kecil yang semula.0 7.5)(1.825 20(-5) 2 500   0.0 χ2 = 20{( 9.0 G 3.5)} 2 20 (14 . TABEL 61 A DATA HIPOTETIK TENTANG SEKSE DAN KELULUSANNYA Sekse Pria Wanita Total L 9 6 15 G 4 1 5 Total 13 7 20 TABEL 61 B DATA TABEL 61 A SETELAH DIKOREKSI DAN DISESUAIKAN Sekse Pria Wanita Total L 9.25 ) 2  (13)( 7)(15 )(5) 6.5 5.5)  (3. pada umumnya hasil penyelidikannya akan berubah.0 Total 13.5 1.5)(5.825 6.5 5.5 15. dan perubahan hasil itu kadangkadang sedemikian diperbesar lima atau sepuluh kali lipat.073 6.825 TABEL 62 10 KALI DATA TABEL 61 A Sekse Pria Wanita L 90 60 G 40 10 Total 130 70 .25  19 .umumnya hasil penyelidikannya akan berubah.

yaitu hamperhampir mendekati bilangan batas signifikansi 5% itu.00 35. sungguhpun jika diadakan penyelidikan secara besar-besaran perbedaan atau korelasi itu ada dalam kenyataannya.25 Gagal 16.75 26.073 adalah jauh sekali dari batas signifikansi 5%.000 91 Nampaklah dari contoh di atas bahwa perbedaan antara chi kuadrad yang sesuai dengan chi kuadrad dengan sample besar sangat menyoloknya sehingga mempersulit penarikan kesimpulannya. karena pada populasi-populasi yang tidak homogin besarnya sample selalu menjadi petunjuk tentang representativitas sample. 68 . TABEL 63 DATA TENTANG SEKSE DAN KELULUSAN DALAM PER SEN f 0 dalam % f h dalam % Sekse Pria Wanita Lulus 45 30 Gagal 20 5 Total 65 35 Sekse Pria Wanita Lulus 48. Seperti kita lihat dari contoh di atas.250 . chi kuadrad sebesar 0.75 Total 65.593 . chi kuadrat dapat juga digunakan untuk menilai signifikasi perbedaan frekuensi yang sudah diubah dalam presentase. Pada umumnya memang sangat sulit untuk mendemonstrasikan perbedaan atau korelasi yang signifikan dari sample kecil.Total 150 50 200 χ2 = 200 {( 90 )(10 )  (40 )( 60 )} 2 200 (900  2400 ) 2  (130 )( 70 )(150 )( 50 ) 68 .250 .00 . Dalam hal apapun penyelidik pasti selalu lebih meyakini hasil penyelidikan dari sample yang lebih besar. CHI KUADRAT UNTUK MENGHITUNG PERBEDAAN PERSENTASE Kecuali untuk menyelidiki signifikasi perbedaan frekuaensi yang biasa.000 200(-1500) 2 200 (3)   6.25 8.

6025 14. dalam contoh di atas oleh karena frekuensi selanjutnya dijadikan dasar perhitungan adalah data dalam tabel 62 dengan N=200.592.75 14.Total 75 25 100 Total 75. sungguhpun perbandingan munculnya kepala dan ekor itu jika dinyatakan dalam persentase samasama 60% : 40%.25 26.75 (3.00 25.6025     48. maka chi kuadrat dalam persen yang kita peroleh itu harus kita kalikan dengan 200/100.0625 14.75) 2 (3.25) 2 (30  26. (2) Nilai chi kuadrat yang diperoleh dari perhitungan-perhitungan frekuensi dalam persen harus diubah dahulu dalam nilai chi kuadrat dari perhitungan-perhitungan dengan frekuensi yang nyata. Dengan chi kuadrat sebesar 6.75) 2 (3.25 8.296 Dalam menggunakan chi kuadrat untuk menghitung perbedaan persentase. munculnya 6:4 untuk kepala : ekornya tidak sama signifikannya dengan munculnya 60:40 untuk perbandingan kepala dan ekor jika mata uang itu dilemparkan 100 kali.593 itu pada taraf signifikasi 5% kita akan tetap menolak hipotesa bahwa perbedaan lulusan .75 16.593.296 x 2 = 6.536  1.6025 14. Kita mengetahui bahwa untuk suatu mata uang logam yang dilemparkan 10 kali. suatu bilangan yang sama dengan yang sudah kita peroleh lebih dahulu. Pengubahan itu dilakukan dengan jalan mengalikan nilai chi kuadrat dengan N/100.75) 2    48.25) 2 (5  8.865  0. ada dua catatan penting yang perlu diperhatikan: (1) Terhadap petak yang kecil telah diadakan koreksi dan penyesuaian lebih dahulu. atau sama dengan 3.288  0.00 100.25 8.25 26.75) 2 (20  16. sebelum pengetesan signifikasi dilakukan.75 16.75) 2    48.75) 2 (3.75  0.75 16.00 X2   (45  48. yaitu 6.25 26. Sebabnya ialah karena probabilitas signifikasi sesuatu kejadian lebih tergantung kepada frekuensi yang nyata daripada frekuensi dalam presentase.60 X 2  3.25 8.

maupun dikerjakan melalui persentase. Atau dinyatakan dalam bentuk korelasi. Catat. Cara-cara ini akan dibicarakan dalam pasal dibawah ini. melainkan kepada jumlah petak f h . pengetesan nilai chi kuadratnya menggunakan derajat kebebasan yang sama. maka baik dikerjakan dengan cara yang biasa. Perusah. PETAK KECIL DALAM TABEL GANDA-PETAK TABEL 64 DATA TENTANG PILIHAN FILM DAN JURUSAN Jurusan dalam fakultas Perniagaan Sejarah Seni Rupa Seni Suara Alam Pasti Adm.pria dan wanita adalah signifikan. karena derajat kebebasan daripada chi kuadrat tidak tergantung kepada N. kita menolak hipotesa yang menyatakan bahwa antara jenis kelamin dan lulusan terdapat korelasi yang signifikan. Untuk tabel-tabel lebih besar daripada 2x2 ada cara lain untuk memperhitungkannya. Total Petualangan 15 5 3 6 12 79 120 Film kesukaan Total Sejarah 8 32 10 6 6 8 70 Perang 10 5 7 5 47 16 90 Roman 6 11 22 13 8 10 70 Song 1 7 8 20 7 7 50 40 60 50 50 80 120 400 (1) Membuang sama sekali data yang diperoleh dari jurusan perniagaan dan jurusan seni rupa karena dari kedua jurusan itu terdapat frekuensi- . BATAS PENGGUNAAN KOREKSI YATES Perlu sekali lagi ditekankan bahwa korelasi YATES sayang sekali hanya dapat dikenakan pada tabel 2x2.

mengetest .nya akan =(4-1)(5-1) =12 juga. Tentu saja pengkombinasian semacam itu harus didasarkan atas alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. maka jurusanjurusan yang dikombinasikan tetap kedua-duanya dicatat dalam melaporkan hasilnya. yaitu 1 pada petak perniagaan-song dan 3 pada petak seni rupa-petualangan. maka d. Demikian jika jurusan seni rupa digabungkan dengan jurusan seni suara. Mungkin juga terjadi bahwa dengan langkah pembuangan hasilnya hipotesa dapat diterima. CHI KUADRAT UNTUK MENGETES NORMALITAS Sangat banyak teknik-teknik statistik yang berlandaskan kepada distribusi normal.b. Jika dari penyelidikan-penyelidikan yang terdahulu belum pernah dipastikan bahwa sesuatu gejala mengikuti ciri-ciri distribusi normal. Baik ditempuh langkah membuang maupun langkah mengkombinasikan.=(b-1)(k1) masih tetap berlaku.nya = (4-1)(5-1) =12. Dalam keadaan semacam ini ada baiknya jika penyelidik melaporkan saja apa adanya. Jadi misalnya jika ditempuh langkah membuang data jurusan-jurusan perniagaan dan seni rupa. Umumnya jika yang ditempuh adalah langkah mengkombinasi. sedang jika ditempuh jalam mengkombinasikan kedua jurusan itu dengan jurusan-jurusan lainnya d. maka kombinasinya akan menjadi seni rupa/seni suara atau seni rupa/suara.frekuensi kecil. penyelidik harus memperhatikan konsekuensinya dalam memperhitungkan derajat kebebasan. Artinya ia harus menghitung chi kuadrat dengan kedua langkah itu dan menyajikan apapun hasilnya dari kedua langkah yang berbeda itu. misalnya jurusan perniagaan dengan jurusan administrasi perusahaan dan jurusan seni rupa dengan jurusan seni suara. (2) Mengkombinasikan jurusan-jurusan itu dengan jurusan-jurusan lain yang ”terdekat”. Untuk mendapatkan derajat kebebasan ini rumus d.b. kombinasinya menjadi jurusan perniagaan/administrasi perusahaan. Sebagai akibat dari pada langkah yang berbeda itu kadang-kadang diperoleh hasil yang berbeda pula. tetapi dengan jalan pengkombinasian hasilnya hipotesa harus ditolak. misalnya jika jurusan perniagaann dikombinasikan dengan jurusan administrasi perusahaan.b.

Para ahli telah mengetahui bahwa intelegensi adalah salah satu gejala psikologik yang dengan tertib mengikuti ciri-ciri distribusi normal. Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengetest normalitas suatu distribusi. Hipotesa (nihil) yang hendak kita tes adalah bahwa f 0 dari distribusi gejala yang kita selidiki tidak menyimpang secara signifikan dari f h dalam distribusi normal teoritik. maka akan kita jumpai . yaitu dari -3SD sampai +3SD.13% 13.59% 34. dari statistik-statistik itu kita dapat memperhitungkan interval nilai sepanjang distribusi yang terbagi menjadi 6 SD.14. Dari kurva normal kita mengetahui bahwa: Nilai-nilai yang terletak dari -3SD sampai -2SD dari -2SD tsampai -1SD dari -1SD sampai Mean dari Mean sampai +1SD dari +1SD sampai +2SD dari +2SD sampai +3SD Total meliputi frekuensi sebesar: 2. Tabel 65 menunjukkan distribusi empirik daripada intelegensi yang diperoleh dengan THORNDIKE Intelligence Examination. Mean dari distribusi itu = 81.59% 2.apakah gejala yang diahdapi merupakan distribusi yang normal atau tidak merupakan keharusan yang mutlak.13% 34.59. Jika nilai-nilai diatas kita bulatkan dan distribusi itu kita golong-golongkan kembali menjadi 6 golongan secara konvensional.74% atau dibulatkan 2% 14% 34% 34% 14% 2% 100% Dari ciri-ciri distribusi normal teoritik itu kita dapat menguji apakah sesuatu distribusi empirik mengikuti ciri-ciri itu ataukah tidak.15% 13. misalnya saja dengan menyelidiki kejulingan (skewness) dan kurtosisnya. dan kita ingin menyelidiki buat pertama kalinya tentang normal tidaknya distribusi intelegensi. Chi kuadrat pun dapat digunakan untuk keperluan pengetesan normalitas itu.15% 99. Misalkan kita andaikan pengetahuan itu belum ada pada kita. dengan SD = 12.

-2SD kebawah = 57.59 – 93.87.45.14 Jika nilai-nilai di atas kita bulatkan dan distribusi itu kita golong-golongkan kembali menjadi 6 golongan secara konvensional.45 – 81. TABEL 65 DISTRIBUSI NILAI-NILAI THORNDIKE INTELLIGENCE EXAMINATION DARI 206 MAHASISWA TINGKAT I Nilai 115-119 110-114 105-109 100-104 99-94 90-94 85-89 80-84 75-79 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 Total f0 1 2 4 10 13 18 34 30 37 27 15 10 2 2 1 206 Karena itu : +2SD keatas = 105.31 – 69. -2SD sampai -1SD = 57.43 – 105. Mean sa. 43. +1SD sampai +2SD = 93.87 keatas.pai +1SD = 81.9 SD = 12. Kolom f h diisi atas dasar persentase kurva normal sebelumnya.distribusi seperti tercantum dalam tabel kerja dibawah ini. -1SD sampai Mean = 69. 31 kebawah.58. M = 31. maka akan kita jumpai .

Cara pengetesan normalitas seperti yang dicontohkan diatas berlaku juga untuk semua penggolongan gejala yang kurang atau lebih dari enam golongan.0656 0. Jarak penggolongan dalam satuan SD ini didasarkan atas teori bahwa suatu distribusi normal teoritik terdiri dari 6SD.2330 0. Jika gejala digolongkan hanya menjadi tiga golongan.b.0144 0.3216 35.04 +5.12 206.0 3.070.7056 16.= 5 ini pada taraf signifikasi 5% batas penolakan hipotesanya =11.84 -0. atau 6-1 =5. Distribusi intelegensi yang diperoleh itu ternyata tidak menyimpang dari distribusi normal.84 -4. Pegangan pokok yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam . Nilai chi kuadrat yang kita peroleh sebesar 1.84 4.5216 8.12 28.88 -0.fh ( f0  fh )2 ( f0  fh )2 fh 6 28 66 76 26 4 206 4. TABEL 66 TABEL KERJA UNTUK MENCARI PROBABILITAS NORMALITAS DATA DALAM TABEL Interval distandarisasi 106-119 94-105 82-93 70-81 58-69 45-57 Total f0 fh f0 .00 +1.0035 1.5344 0. Dengan d. maka harus digunkan 2SD untuk tiap-tiap penggolongan.6SD. Kolom f h diisi atas dasar persentase kurva normal.04 28.9058 itu ternyata jauh di bawah batas penolakan.9058 Derajat kebebasan untuk tes signifikasi ini adalah jumlah sel f h dikurangi satu.distribusi seperti yang tercantum pada tabel di bawah ini.0245 0.04 70.12 0.96 -2.84 70.2797 0. masing-masing golongan akan berjarak kira-kira 0.5072 0.8579 0. Sekiranya gejala diklasifikasi dalam 10 golongan. sehingga dengan demikian hipotesa kita diterima.

Korelasi YATES pada umumnya hanya digunakan sekiranya jalan lain tertutup untuk bekerja dengan sampel-sampel yang lebih besar. Data semacam ini disebut data kategorik.usaha menggolong-golongkan gejala untuk keperluan pengetesan normalitas ini dua macam. Sungguhpun begitu. Dengan chi kuadrat sama sekali tak dapat diungkapkan kenyataan tentang besarkecilnya korelasi yang diselidiki. DAFTAR PUSTAKA . Jika jumlah individu dan jumlah sampel cukup banyak. teknik ini mengandung dalam dirinya batas-batas penggunaan tertentu. SATU DUA CATATAN TENTANG BATAS-BATAS PENGGUNAAN CHI KUADRAT Chi kuadrat memang merupakan salah satu teknik statistik yang kerap kali digunakan dalam penyelidikan-penyelidikan. Statistika yang mutlak diperlukan adalah mean dan standard deviasi dari pada skor gejala yang diselidiki. (1) Chi kuadrat pada dasarnya hanya dapat digunakan untuk menganalisa data yang berwujud frekuensi. atau data nominal. (4) Chi kuadrat paling tepat digunakan pada data yang diperoleh dari sampelsampel dan ketegori-kategori yang terpisah (eksklusif) satu sama lain. (3) Pada dasarnya chi kuadrat belum dapat menghasilkan kesimpulan yang memuaskan untuk menyelidiki tabel-tabel kontingensi dengan petak-petak kecil. cara membuang atau mengkombinasikan kategori-kategori yang mempunyai petak kecil memberikan hasil yang lebih memuaskan. data diskrit. (2) Untuk pengetesan korelasi chi kuadrat hanya dapat menunjukkan apakah korelasi antara dua gejala (atau lebih) signifikan ataukah tidak. Perlu diingatkan kembali frekuensi adalah bilangan sebagai hasil daripada perhitungan atau counting.

. Muhammad. Singaraja: Jurusan Pendidikan Kimia. 1991. Surabaya:Satgas Komputer Fakultas kedokteran Universitas Airlangga Sudiana. Fakultas MIPA. Statistika Dasar.Cholil Munif. Statistik. Chi Kuadrat Analisis Katagorik. Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja Hadi. 2004. 2000. I Ketut dan Maruli Simamora. Sutrisno. Yogyakarta: Penerbit Andi.