Nama : Lukman I.

Marpaung NIM : 071113014 Prodi : Ilmu Politik

Membedah Keterkaitan Gerakan Radikal Berbasis Islam Di Indonesia

Berbicara mengenai gerakan islam radikal di indonesia perlu dipahami juga definisi umum tentang gerakan. Dalam masyarakat jika ditelaah lebih dalam mengenai konsepsi tentang manusia adalah makhluk sosial maka akan dikaitkan secara otomatis mengenai civil society. Kim Sunhyuk mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan-gerakan dalam masyarakat yang secara relatif otonom dari negara, yang merupakn satuan-satuan dari (re) produksi dan masyarakat politik yang mampu melekukan kegiatan politik dalam suatu ruang publik, guna menyatakan kepedulian mereka dan memejukan kepentingan-kepentingan mereka menurut prinsip-prinsip pluralisme dan pengelolaan yang mandiri. Sehingga dapat di artikan pula bahwa masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik. Dalam mewujudkan bentuk masyarakat „ideal‟ menurut masyarakatnya maka “civil society in action.” Sebagai bentuk aksi dari proses pembentukan mayarakat ideal yang ada. Dalam konsep gerakan sosial “civil society in action” bisa di artikan sebagai ”sebentuk aksi kolektif dengan orientasi konfliktual yang jelas terhadap lawan sosial dan politik tertentu, dilakukan dalam konteks jejaring lintas kelembagaan yang erat oleh aktor aktor yang diikat rasa solidaritas dan identitias kolektif yang kuat melebihi bentuk bentuk ikatan dalam koalisi dan kampanye bersama”1. Berangkat dari pengertian gerakan sosial di msyarakat kita dapat mengamati berbagai bentuk dari gerakan sosial itu sendiri. Gerakan sosial tersebut akan membentuk sebuah agen untuk turut mempengearuhi kebijakan pemerintah serta mengendalikan pemerintah dari seluruh aspek atau bahkan dengan tujuan

Sebagai contoh gerakan sosial yang paling massive di indonesia salah satunya adalah partai komunis indonesia yang dulu memang terbentuk melalui gerakan yang berasimilasi ke dalam Sarekat Islam.yang lebih radikal lagi. Salah satu organisasi dan gerakan islam yang dinilai masyarakat sebagai gerakan terorisme ada Jamaah Islamiyah. Abdul Qadir Audah dihukum mati (1954) dan Sayyid Quthb dihukum gantung pada tahun 1965. aksi itu dilakukan bekerja sama dengan Osamah bin Laden. Menurut Amerika. salah satu faksi neo DI/TII (atau NII) pasca SMK di bawah pimpinan . Akibatnya. Yakni melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kancah perjuangan pergerakan indonesia. yang sistem dan metodologinya berbeda dengan IM maupun pecahannya (Jama'ah Islamiyah). Tahun 1947-1948 IM berhasil mengusir pendudukan Inggris. berpusat di Mesir. dalam era demokrasi juga gerakan-gerakan islam tumbuh dan berkembang pesat.Gerakan pimpinan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (SMK) merupakan gerakan politik Islam militan. Perancis dan Rusia di kawasan Terusan Suez. pemerintah Mesir banyak melakukan tindakan represif terhadap aktivis IM. IM sendiri merupakan harakah Islamiyah yang sudah ada sejak tahun 1936. Setelah sebelumnya. sehingga dari hal ini langkahlangkah dari gerakan islam yang dinilai cendrung kedalam gerakan terorisme yang menggangu dari stabilitas politik dan keamanan negara. antara lain melakukan pembunuhan terhadap para pemimpin IM seperti Hasan Al Banna ditembak mati tahun 1950-an. Perselisihan antara para anggotanya. Jama'ah Islamiyah dibawah pimpinan Omar Abdur Rahman pernah dituduh pemerintah AS sebagai dalang peledakan gedung WTC di Kenya tahun 1998. Gerakan sosial dalam era demokrasi menjadi lebih massive lagi. termasuk di Indonesia dan kawasan ASEAN. Akan tetapi dalam lajunya waktu gerakan islam mulai di intrepretasikan oleh masyarakat sebagai gerakan radikal yang mengingin kan adanya bentuk baru dari negara indonesia. Militansi IM membuat pemerintah Mesir mendapat tekanan internasional. dan merupakan pecahan dari Muslimin (IM) pimpinan Hasan Al Banna. sekitar 1997 pernah pula dituding sebagai dalang peledakan pangkalan militer AS di Saudi Arabia dan kamp militer AS Libanon. Namun. JAMAAH memang Ikhwanul Islamiyah sejak memang bukan organisasi maya. keberadaannya riil setidaknya 1979. terutama di Semarang dan Yogyakarta membuat Sarekat Islam melaksanakan disiplin partai.Metodologi dan sistem Jama'ah Islamiyah telah banyak diadopsi atau setidaknya memberi inspirasi bagi banyak harakah DI/TII Islamiyah di seluruh dunia.

Karena. tidak bisa perjalanan harakah Jama'ah dikaitkan dengan dengan "sikap keras" yang Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman ataupun sikap berani Osamah bin Laden terhadap Barat (Amerika). Meski Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman dituduh oleh Amerika pernah bekerja sama melakukan aksi peledakan terhadap fasilitas militer AS. berarti bagian dari Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman. begitu pula tuduhan adanya hubungan antara Al Qaedah dengan Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman.Meski Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir pernah memberikan Tadzkirah -sebagaimana Djohan Effendi mengutip Nidaul Islam (lihat KOMPAS bukan edisi 7 November 2002)-mereka secara majalah yang semangatnya sama formal-struktural adalah dengan Ja'ma'ah Islamiyah. Metodologi dan sistem berharakah serta bagaimana memposisikan syari'at Islam di dalam konteks mewarnai kehidupan bernegara. adalah hal yang lumrah dan sama sekali tidak bisa dikatakan adanya kaitan dari sebuah jaringan. Dapatkah kita menyebut adanya sebuah jaringan antara TNI (atau ABRI) kita dengan militer AS. akan menghasilkan "warna" yang berbeda. institusi itu sama sekali bukan bagian dari struktur Al Qaedah. Hingga kini tuduhan keterlibatan Al Qaedah terhadap tragedi Oklahoma tidak dapat dibuktikan. sistem berharakah dan kesamaan dalam memposisikan syari'at Islam di dalam konteks kehidupan bernegara. Dapatkah kita mengatakan bahwa TNI atau ABRI adalah institusi tukang jagal dengan merujuk kepada kasus pembantaian tahun 1984 (kasus Tanjung Priok 12 September 1984)? Tentu tidak tepat. Karena nama Al Qaedah sendiri baru dimunculkan AS tahun 2000 pasca tragedi Oklahoma yang ternyata dilakukan oleh Timothy Mc Veigh (warga negara AS) bukan Al Qaedah.Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir mulai mengadopsi atau terinspirasi oleh metodologi dan sistem ini sekitar tahun 1995. Sampai sejauh ini Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir memang tidak pernah menjadi bagian dari harakah Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman. Kesamaan dalam ideologi. karena sistem dan metodologi yang digunakan sama? Dapatkah kita membebani dosa militer AS yang memborbardir Afghanistan kepada milter kita. meotodologi. meski doktrin. mengingat "warna" tadi lebih banyak ditentukan oleh siapa pemimpinnya dan kepentingan politik yang menyertainya. metodologi dan sistem yang digunakan sama. Apalagi sampai menjuluki mereka sebagai Imam (spiritual) gerakan Jama'ah Islamiyah untuk kawasan Indonesia. hanya karena banyak perwira kita yang bersekolah di AS? Lihatlah teduhnya komunitas Partai Keadilan (PK) yang bagaimana santun dan adalah elemen terbesarnya .

apalagi mempunyai grand design tertentu yang harus dioperasikan secara serentak dan terpadu. namun antara SHT. KPPSI. MMI. Namun secara riil dan formal-struktural sama sekali sangat menggelikan dan terlalu naif. Meski sistem dan metodologinya sama. PK.mempunyai kaitan formal-struktural. yang sewarna SHT (Shabab Hizbut Tahrir). Ponpes Ngruki.komunitas Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin versi Indonesia). Secara struktural Abu Jibril sudah pisah dengan Abdullah Sungkar (dan Abu Bakar Ba'asyir) sejak tahun 1995 ketika Sungkar menyatakan lepas dari DI/TII (NII) dan mengadopsi manhaj IM atau Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abd. Selain dengan itu adalah PK. . Nama JI sama sekali tidak pernah digunakan sebagai nama institusi (gerakan) oleh mereka yang disangkakan. selain jalinan iman semata. Rahman. Padahal metodologi dan sistem berharakah yang sama juga ditemukan pada Jama'ah Islamiyah pimpinan Omar Abdur Rahman. secara sistem dan metodologis bisa dimengerti. Hidayatullah. Kesemua institusi itu sama sekali independen dan tidak bisa disamakan (digeneralisir) sebagai JI di kawasan Asia Tenggara. Padahal istilah JI baru muncul di dalam ruang persidangan khususnya persidangan Abdullah Sungkar (1979) saja dan tidak pada persidangan lainnya. Ponpes Hidayatullah di Kalimantan Timur. dan ponpes-ponpes lain yang dikelola oleh para alumninya. tidak punya kaitan formal-struktural. Kalau dikatakan bahwa JI ada di Indonesia. Yang ada kaitan dengan Fathurrohman Al-Ghozi dan Hambali adalah KMM pimpinan Abu Jibril. menggunakan ukuran yang jelas berusaha mengkaitkan semua institusi itu sebagai JI bahkan mengkaitkan kegiatan masa lalu Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir sebagai program JI. Semua kesesatan informasi ini bersumber dari analisa dan Jones Direktur ICG (Interenational Crisis Group) untuk investigasi yang Sidney tanpa Indonesia. dan Ngruki. yang juga mengadopsi atau terinspirasi oleh metodologi dan sistem berharakah Ikhwanul Muslimin Mesir pimpinan Syaikh Sa'id Hawwa'. Dan masih banyak lagi termasuk KPPSI (Komite Persiapan Penegakan Syari'at Islam) di Sulawesi Selatan. atau MMI (Majelis Mujahidin Indonesia) yang lahir Agustus 2000 di Yogyakarta. Begitu juga dengan KMM (Kumpulan Mujahidin Malaysia) pimpinan Abu Jibril juga tidak ada pertalian formal-struktural meski Abu Jibril dan bahkan merupakan salah seorang penggagas ikut menjabat pada Lajnah Tanfidziyah MMI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful