P. 1
ASKEP MIOKARDITIS

ASKEP MIOKARDITIS

|Views: 252|Likes:
Published by Indah Laily

More info:

Published by: Indah Laily on Apr 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2015

pdf

text

original

TINJAUAN PUSTAKA MYOCARDITIS A.

PENGERTIAN Myocardium lapisan medial dinding jantung yang terdiri atas jaringan otot jantung yang sangat khusus (Brooker, 2001). Myocarditis adalah peradangan pada otot jantung atau miokardium. pada umumnya disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi, tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI, 1999). Myocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland, 2002). Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges, 1999). Dari pebgertian diatas dapat disimpulkan bahwa myocarditis adalah peradangan/inflamasi otot jantung oleh berbagai penyebab terutama agen-agen infeksi.

B. ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI 1) Acute isolated myocarditis adalah miokarditis interstitial acute dengan etiologi tidak diketahui. 2) Bacterial myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 3) Chronic myocarditis adalah penyakit radang miokardial kronik. 4) Diphtheritic myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan oleh toksin bakteri yang dihasilkan pada difteri : lesi primer bersifat degeneratiff dan nekrotik dengan respons radang sekunder. 5) Fibras myocarditis adalah fibrosis fokal/difus mikardial yang disebabkan oleh peradangan kronik. 6) Giant cell myocarditis adalah subtype miokarditis akut terisolasi yang ditandai dengan adanya sel raksasa multinukleus dan sel-sel radang lain, termasuk limfosit, sel plasma dan makrofag dan oleh dilatasi ventikel, trombi mural, dan daerah nekrosis yang tersebar luas. 7) Hypersensitivity myocarditis adalah mikarditis yang disebabkan reaksi alergi yang disebabkan oleh hipersensitivitas terhadap berbagai obat, terutama sulfonamide, penicillin, dan metildopa. 8) Infection myocarditis adalah disebabkan oleh agen infeksius ; termasuk bakteri, virus, riketsia, protozoa, spirochaeta, dan fungus. Agen tersebut dapat merusak miokardium melalui infeksi langsung, produksi toksin, atau perantara respons immunologis. 9) Interstitial myocarditis adalah mikarditis yang mengenai jaringan ikat interstitial. 10) Parenchymatus myocarditis adalah miokarditis yang terutama mengenai substansi ototnya sendiri. 11) Protozoa myocarditis adalah miokarditis yang disebabkan oleh protozoa terutama terjadi pada penyakit Chagas dan toxoplasmosis. 12) Rheumatic myocarditis adalah gejala sisa yang umum pada demam reumatik. 13) Rickettsial myocarditis adalah mikarditis yang berhubungan dengan infeksi riketsia. 14) Toxic myocarditis adalah degenerasi dan necrosis fokal serabut miokardium yang disebabkan oleh obat, bahan kimia, bahan fisik, seperti radiasi hewan/toksin serangga atau bahan/keadaan lain yang menyebabkan trauma pada miokardium. 15) Tuberculosis myocarditis adalah peradangan granulumatosa miokardium pada tuberkulosa.

16) Viral myocarditis disebabkan oleh infeksi virus terutama oleh enterovirus ; paling sering terjadi pada bayi, wanita hamil, dan pada pasien dengan tanggap immune rendah (Dorland, 2002). C. PATOFISIOLOGI Kerusakan miokard oleh kuman-kuman infeksius dapat melalui tiga mekanisme dasar : 1) Invasi langsung ke miokard. 2) Proses immunologis terhadap miokard. 3) Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium. Proses miokarditis viral ada 2 tahap : Fase akut berlangsung kira-kira satu minggu, dimana terjadi invasi virus ke miokard, replikasi virus dan lisis sel. Kemudian terbentuk neutralizing antibody dan virus akan dibersihkan atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan natural killer cell (sel NK). Pada fase berikutnya miokard diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan system immune akan diaktifkan antara lain dengan terbentuknya antibody terhadap miokard, akibat perubahan permukaan sel yang terpajan oleh virus. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan dan diikuti kerusakan miokard dari yang minimal sampai yang berat (FKUI, 1999). D. GEJALA KLINIS Letih. Napas pendek. Detak jantung tidak teratur. Demam. Gejala-gejala lain karena gangguan yang mendasarinya (Griffith, 1994). Menggigil. Demam. Anoreksia. Nyeri dada. Dispnea dan disritmia. Tamponade ferikardial/kompresi (pada efusi perikardial) (DEPKES, 1993). E. KOMPLIKASI 1) Kardiomiopati kongestif/dilated. 2) Payah jantung kongestif. 3) Efusi perikardial. 4) AV block total. 5) Trombi Kardiac (FKUI, 1999). F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1) Laboratorium : leukosit, LED, limfosit, LDH. 2) Elektrokardiografi. 3) Rontgen thorax. 4) Ekokardiografi. 5) Biopsi endomiokardial (FKUI, 1999). G. PENATALAKSANAAN 1) Perawatan untuk tindakan observasi.

jamur (miokarditis . Eleminasi Gejala : riwayat penyakit ginjal/gagal ginjal . jatuh pingsan. nodus osler. 1994). perpindaha titik impuls maksimal. hemoragi splinter. inspirasi mengi . PENGKAJIAN Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan secara menyeluruh (Boedihartono. batuk. edema. Tanda : takikardia. trauma dada . 1994 : 10). penurunan tekanan darah. dan ronkhi . bakteri. lesi Janeway. B. Penyuluhan / Pembelajaran Gejala : terapi intravena jangka panjang atau pengguanaan kateter indwelling atau penyalahgunaan obat parenteral. misalnya gelisah. Keamanan Gejala : riwayat infeksi virus. Doenges. disritmia. 3) Antibiotik atau kemoterapeutik. kardiomegali. napas pendek kronis memburuk pada malam hari (miokarditis). DVJ. penurunan system immune. obat antibeku untuk mencegah pembentukan bekuan (Griffith. Tanda : takikardia. . frivtion rub. petekie. kelemahan. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono. 5) Antibiotik. 1999) meliputi : Aktivitas / istirahat Gejala : kelelahan. 1994 : 17). Sirkulasi Gejala : riwayat demam rematik. SLE atau penyakit kolagen lainnya. dispnea dengan aktivitas. MANAJEMEN KEPERAWATAN A. 7) Jika berkembang menjadi gagal jantung kongestif : diuretik untuk mnegurangi retensi ciaran . Tanda : demam. gerakkan menelan. irama gallop (S3 dan S4). penyakit jantung congenital. Nyeri/ketidaknyamanan Gejala : nyeri pada dada anterior (sedang sampai berat/tajam) diperberat oleh inspirasi. penyakit keganasan/iradiasi thorakal . DNP (dispnea nocturnal paroxismal) . bedah jantung. 6) Obat kortison. batuk. 1999). Tanda : urin pekat gelap. palpitasi. Pengkajian pasien myocarditis (Marilynn E. penurunan frekuensi/jumlsh urine. digitalis untuk merangsang detak jantung . dalam penanganan gigi .2) Tirah baring/pembatasan aktivitas. krekels. berbaring. 4) Pengobatan sistemik supportif ditujukan pada penyakti infeksi sistemik (FKUI. Tanda : perilaku distraksi. murmur. pemeriksaan endoskopik terhadap sitem GI/GU). Tanda : dispnea. takipnea. Pernapasan Gejala : napas pendek . pernapasan dangkal.

Perhatikan petunjuk nonverbal dari ketidaknyamanan. rencana pengobatan berhubungan dengan kurang pengetahuan/daya ingat. gosokkan punggung. . Berikan aktivitas hiburan yang tepat. C. R : dapat menghilangkan nyeri. dukungan emosional. kolaborasi pemberian oksigen suplemen sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai indikasi (agen nonsteroid : aspirin. keterbatasan kognitif. 1999).Koordinasi otot. 2. menyangkal diagnosa. tegangan otot. R : memaksimalkan ketersediaan oksigen untuk menurunkan beban kerja jantung. 4.intepretasi informasi. mis. misalnya . Intervensi dan Implementasi :  Selidiki keluhan nyeri dada. Intoleransi aktivitas Tujuan : pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. berbaring dengan diam/gelisah. Kriteria hasil : . menurunkan respons inflamasi. gerakkan atau berbaring dan hilang dengan duduk tegak/membungkuk. menangis. Kriteria Hasil : . penurunan/kontriksi fungsi ventrikel.Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan myocarditis (Doenges. steroid). penurunan curah jantung.Klien tampak tenang. perhatikan awitan dan faktor pemberat atau penurun. menurunkan demam . steroid diberikan untuk gejala yang lebih berat. INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI Intervensi adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan (Boedihartono.perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri. Intervensi dan implementasi keperawatan yang muncul pada pasien dengan myocarditis (Doenges. indocin . R : pada nyeri ini memburuk pada inspirasi dalam. R : tindakan ini dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien. tulang dan anggota gerak lainya baik. 2. R : mengarahkan kembali perhatian. 1999) adalah : 1. 1. memberikan distraksi dalam tingkat aktivitas individu. perubahan posisi. Nyeri Tujuan : nyeri hilang atau terkontrol. 1995:40). Nyeri berhubungan dengan inflamasi miokardium. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi dan degenerasi sel-sel otot miokard. 1994:20) Implementasi adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan (Effendi. antipiretik . efek-efek sistemik dari infeksi. 3. penggunaan kompres hangat/dingin. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan degenerasi otot jantung. . iskemia jaringan.pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu. .  Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan misalnya .Nyeri berkurang atau hilang . Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi.

mencatat respons tanda vital dan toleransi pasien pada peningkatan aktivitas. disritmia. R : memberikan deteksi dini dari terjadinya komplikasi misalnya : GJK. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung Tujuan : mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung. Intervensi dan Implementasi : Pantau frekuensi/irama jantung. disritmia. Berikan tindakan kenyamanan misalnya . 3.  Bantu pasien dalam program latihan progresif bertahap sesegera mungkin untuk turun dari tempat tidur. Kriteria hasil : . dan dispnea berkenaan dengan aktivitas. Pantau frekuensi/irama jantung. . tamponade jantung. 4. kecuali kerusakan miokard permanen/terjadi komplikasi. Rencanakan perawatan dengan periode istirahat/tidur tanpa gangguan. dan frekuensi pernapasan sebelum dan setelah aktivitas dan selama diperlukan. memaksimalkan curah jantung. R : menurunkan beban kerja jantung. . R : Perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minat pasien/orang terdekat . Kriteria Hasil : . R : memaksimalkan ketersediaan oksigen untuk menurunkan beban kerja jantung. angina.memperlihatan perubahan perilaku untuk mencegah komplikasi. Auskultasi bunyi jantung. Perhatikan jarak/muffled tonus jantung. R : saat inflamasi/kondisi dasar teratasi. takikardia. dan frekuensi pernapasan sebelum dan setelah aktivitas dan selama diperlukan. perubahan posisi. R : memberikan keseimbangan dalam kebutuhan dimana aktivitas bertumpu pada jantung. takikardia. Penurunan TD.melaporkan/menunjukkan penurunan periode dispnea. R : meningkatkan relaksasi dan mengarahkan kembali perhatian. gosokkan punggung. R : miokarditis menyebabkan inflamasi dan kemungkinan kerusakan fungsi sel-sel miokardial. keletiahan. Perhatikan adanya perubahan dan keluhan kelemahan. dan aktivitas hiburan dalam tolerransi jantung. kolaborasi pemberian oksigen suplemen sesuai indikasi.mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan. Pertahankan tirah baring dalam posisi semi-Fowler. Penurunan TD. TD. R : membantu menentukan derajat dekompensasi jantung dan pulmonal. gallop S3 dan S4. Pertahankan tirah baring selama periode demam dan sesuai indikasi. dan takipnea adalah indikatif dari kerusakan toleransi jantung terhadap aktivitas. dan takipnea adalah indikatif dari kerusakan toleransi jantung terhadap aktivitas.. pasien mungkin mampu melakukan aktivitas yang diinginkan. TD. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) Tujuan : menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengobatan.Intervensi dan Implementasi :  Kaji respons pasien terhadap aktivitas. Intervensi dan Implementasi : Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat. R : membantu menentukan derajat dekompensasi jantung dan pulmonal.memperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil. murmur. dan disritmia. R : meningkatkan resolusi inflamasi selama fase akut.

Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. EGC : Jakarta. 4. Anjurkan pasien/orang terdekat tentang dosis. R : informasi perlu untuk meningkatkan perawatan diri. Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan myocarditis (Doenges. R : untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri. peningkatan keterlibatan pada program terapeutik. Proses Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1. A.  Jelaskan efek inflamasi pada jantung. Nasrul Effendi. Nyeri hilang atau terkontrol 2. peningkatan nyeri dada yang tak biasanya. sesuai dengan tanda/gejala yang menunjukan kekambuhan/komplikasi. 1993. Kamus Saku Keperawatan Ed. peningkatan berat badan. DAFTAR PUSTAKA Boedihartono. EGC : Jakarta. Rencana Asuhan Keperawatan Ed. Arcan : Jakarta. mencegah komplikasi. 1995. 3. Marilynn. Jakarta. R : perawatan di rumah sakit lama/pemberian antibiotic IV/antimicrobial perlu sampai kultur darah negative/hasil darah lain menunjukkan tak ada infeksi. pasien perlu memahami penyebab khusus. Mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung. D. 2001. aktivitas yang diijinkan/dibatasi. 3. Newman. FKUI : Jakarta. Dorland. EGC.31. contoh . EGC : Jakarta. 1999) adalah : 1. 2001). pengobatan dan efek jangka panjang yang diharapkan dari kondisi inflamasi. Pengantar Proses Keperawatan.untuk mempelajari penyakit. DEPKES. 1999. 2002. 1999. EGC : Jakarta. Buku Pintar Kesehatan. tujuan dan efek samping obat. Jakarta. demam. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengobatan. Kamus Kedokteran. EVALUASI Evaluasi addalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan (Brooker. secara individual pada pasien. Christine. 1994. Kaji ulang perlunya antibiotic jangka panjang/terapy antimicrobial. E. kebutuhan diet . pertimbangan khusus . Brooker. 1994. Griffith. Proses Keperawatan di Rumah Sakit. W. FKUI. peningkatan toleransi terhadap aktivitas. Ajarakkn untuk memperhatikan gejala sehubungan dengan komplikasi/berulangnya dan gejala yang dilaporkan dengan segera pada pemberi perawatan. Doenges.

Indrus Alwi dalam Buku Ilmu Penyakit Dalam. 1996). terutama agen-agen infeksi yang dapat berakibat fatal bagi si penderita. miokarditis tidak dapat diduga karena disfungsi jantung bersifat subklinis. Sebagian kecil mikroorganisme menyerang langsung terhadap sel-sel miokardium yang menyebabkan reaksi radang. Etiologi Umumnya miokarditis ini disebabkan oleh penyakit akan tetapi dapat juga disebabkan oleh sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan serta efek toksik bahan-bahan kimia radiasi dan infeksi. terutama pada arteri koronaria intramuskuler yang akan memberikan reaksi radang perivaskuler miokardium. sehingga dapat diduga miokarditis adalah penyebab utama kematian. . akan tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI. Beberapa organism dapat menyerang dinding arteri kecil. Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges. Miocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland. Pada miokarditis karena difteri yaitu kerusakan miokardium disebabkan toksik yang dikeluarkan hasil mikrobakteri. maka data epidemiologi yang ada berasal dari penelitian pasca mortem. 2002).2009 mengatakan miokarditis adalah penyakit inflamasi pada miokard yang bisa disebabkan karena infeksi akut atau respon autoimun pasca infeksi viral. Pada pemeriksaan pasca mortem miokarditis ditemukan sekitar 1-9%. Hal ini dsebabkan oleh pseudomonas serta beberapa jenis jamur seperti aspergilus dan kandida. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa miocarditis adalah peradangan/inflamasi otot jantung yang disebabkan oleh berbagai penyebab. Toksin akan menghambat sintesis protein dan secara mikroskopis akan didapatkan miosit dengan infiltrasi lemak serat otot mengalami nekrosis hialin. hal ini disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi.Pengertian Miocarditis adalah peradangan pada otot jantung atau miokardium. asimtomatik dan sembuh sendiri (self limited) oleh karena miokarditis asimtomatik. 1999). Pada sebagian besar.

Miokarditis dapat menyebabkan dilatasi jantung. Mengeluarkan toksin yang merusak miokard. terutama oleh virus. dimana terjadi invasi virus ke miokard. thrombus dalam dinding jantung. Pada fase berikutnya miokard diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan system immune akan diaktifkan antara lain dengan terbentuknya antibody terhadap miokard. protozoa. 1994 tanda dan gejala yang timbul pada klien dengan miokarditis : . Bila serabut otot sehat. 1993 tanda dan gejala miokarditis adalah : Menggigil. replikasi virus dan lisis sel. akibat perubahan permukaan sel yang terpajan oleh virus. tamponade ferikardial/kompresi (pada efusi perikardial). Fase akut berlangsung kira-kira satu minggu. Proses imunologis terhadap miokard.Miokarditis biasanya diakibatkan oleh proses infeksi. jantung dapat berfungsi dengan baik. Patofisiologi Jantung merupakan organ otot. dan spirozeta atau dapat juga disebabkan oleh keadaan hipersensitifitas seperti demam rematik. Kemudian terbentuk neutralizing antibody dan virus akan dibersihkan atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan natural killer cell (sel NK). demam. 2. Proses miokarditis viral ada 2 tahap : 1. anoreksia. serabut otot dan degenerasi serabut otot itu sendiri. dan serabut otot rusak maka hidup dapat terancam. Kerusakan miokard oleh kuman-kuman infeksius ini dengan melalui tiga mekanisme dasar :    Invasi langsung ke miokard. parasit. dispnea dan disritmia. nyeri dada. jamur. 1999). infeksi. infiltrasi sel darah yang beredar disekitar pembuluh koroner. Tanda dan Gejala Menurut DEPKES. bakteri. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan dan diikuti kerusakan miokard dari yang minimal sampai yang berat (FKUI. Menurut Griffith. jika ada cedera katup yang berat.

5. Merasa tidak nyaman di dada dan perut atas Terdapat bunyi jantung tambahan. Penatalaksanaan Penanganan pada pasien dengan Miokarditis adalah : Pasien diberi pengobatan khusus terhadap penyebab yang mendasari (penisilin untuk streptokokus hemolitikus). gallop ventrikel dan mungkin pembesaran jantung.Letih. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis pada miokarditis yaitu sebagai berikut : 1. Tergantung pada jenis infeksi dan kerusakan jantung.dan gejala-gejala lain karena gangguan yang mendasarinya. Komplikasi Komplikasi yang mugkin muncul jika terkena Miokarditis adalah :       Kardiomiopati Payah jantung kongresif Efusi pericardial AV block total Trobi kardiak Gagal jantung . detak jantung tidak teratur. Fungsi jantung dan suhu tubuh harus selalu dievaluasi. demam. Berbaring juga membantu mengurangi kerusakan miokardial residual dan komplikasi miokarditis. 2. 4. Gejala ringan atau tidak sama sekali Sering mengalami kelalahan dan dipsnea. Bila terjadi gagal jantung kongestiv harus diberikan obat untuk memperlambat frekuensi jantung dan meningkatkan kekuatan kontraksi. Pasien dibaringkan ditempat tidur untuk mengurangi beban jantung. napas pendek (cepat dan sesak). 3. bedebar-debar.

.

respiratori syincitial virus. rubella. varicella zoster. virus epsteinbarr.1 Definisi Myocarditis didefinisikan sebagai peradangan dari otot jantung atau miocard (Arif Mattaqin. influenza. HIV. 2007). cytomegalovirus. MUMPs. echo virus. hepatitis A dan B. arbovirus) . Myocarditis adalah proses peradangan yang terjadi pada miokardium (Faqih Ruhyanudin. Miokarditis merupakan penyakit inflamasi pada miocard yang bisa disebabkan karena infeksi maupun non infeksi.2009). 2. vaccinea. Virus (coxsackievirus. rabies. folio virus. Infeksi a.2 Etiologi Berdasarkan penyebab dibagi dua : 1. adenovirus.ASKEP MIOKARDITIS 2.

Gejala bisa ringan atau tidak ada sama sekali. derajat kerusakan miokardium. spironolacton) b. terjadi infiltrasi sel natural killer yang memproduksi neutralizing antibody dan sel patogen yang dimediasi imun.b. paraaminosalisilik acid)  Anti konfulsan (phenindion. Penyebab lain selain obat-obatan adalah :  Radiasi  Giant cell 2. staphilococcus aureus. sulfonilurea)  Diuretik (acetazolamid. riketsia. schistosoma. Fase Kronik Berlangsung 15-90 hari. tetrasiklin. phenitoin. Parasit (tripanosoma cruzii. mulai dari asimtomatik sampai terjadi syok kardiogenik. treponema pallidum. Non infeksi a. Terjadi eliminasi virus dan kerusakan miokardial yang terus berlanjut 2. dengan nekrosis miocard tanpa infiltrasi sel inflamasi atau fase Viremia.Tergantung pada tipe infeksi. Demam . kemampuan miokardium memulihkan diri. trichina) 2. c. Kelelahan dan dispneu 2. haemophilus pneumoniae. Fase akut Berlangsung kira-kira 0-3 hari. klortalidon. leptospira. 3.3 Klasifikasi 1. Jamur (candida. 2. Bakteri (corynebacterio diphteriae. nieserria gonorrhoeae. biasanya : 1. streptomicyn)  Anti Tuberculosis (isoniazin. carbamazepin)  Anti inflamasi (indometasin. mycobacterium tuberkulosis. Obat-obatan yang tidak reaksi hypersensitifitas  Kokain  Siklofosfamid  Litium  Interferon alfa c. penisilin. aspergilus) d. cloramfenicol. toxoplasma. Obat-obatan yang menyebabkan reaksi hypersensitifitas  Antibiotik (sulfonamida. streptococuspyogenis. salmonella. Gejala bisa ringan atau tidak sama sekali. Fase sub akut Berlangsung 4-14 hari.mycoplasma pneumonia.4 Manifestasi Klinis Manifestasi klinis miokarditis bervariasi.

Patofisiologi Miokarditis merupakan proses inflamasi di miokardium. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai bebrapa bulan dan diikuti kerusakan miokardium dari yang minimal sampai berat. disebabkan penurunan kontraksi otot jantung Katub-katub mitral dan trikuspid tidak dapat ditutup dengan keras Auskultasi: gallop. dan spiroseta atau dapa disebabkan oleh keadaan hipersensitivitas seperti demam reumatik. Miokarditis disebabkan oleh virus. Enterovirus sebagai penyebab miokarditis viral juga merusakkan sel-sel endotel dan terbentuknya antibodi endotel. fase pertama (akut) berlangsung kira-kira 1 minggu. parasit. jadi efisiensinya tergantung pada sehatnya setiap serabut otot. miokardium akan diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan sistem imun akan diaktifkan dengan terbentuknya antibodi terhadap miokardium. atau yang menderita endokarditis infeksi. replikasa virus. Kerusakan miokardium oleh kuman-kuman infeksius dapat melalui tiga mekenisme dasar sebagai berikut : Invasi langsung ke miokardium. e. dilatasi jantung. Palpitasi Gejala klinis mungkin memperlihatkan : Gejala klinis tidak khas. 2. kelainan ECG pada segmen ST dan gelombang T. b. Jadi miokarditis dapt terjadi pada klien dengan infeksi akut yang menerima terapi imunosupresif. Walaupun etiologi kelainan mikrovaskuler belum pasti.3. 2. jamur. dan hipertropi miosit yang tersisa. Jantung merupakan organ otot.5 1. gangguan irama supraventrikular dan ventrikular Gagal jantung (Dekompensasi jantung) terutama mengenai jantung sebelah kanan. diduga sebai penyebab spasme mikovaskular. jantung dapat berfungsi dengan baik meskipun ada cedera pada katub yang berat. Proses miokarditis viral ada 2 tahap. Pada fase kedua. tetapi sangat mungkin berasal dari respon imun atau kerusakan endotel akibat infeksi virus. protozoa. . c. Jadi pada dasarnya terjadi spasme sirkulasi mikro yang menyebabkan proses berulang antara obstruksi dan reperfusi yang mengakibatkan larutnya matriks miokardium dan habisnya otot jantung secara fokal menyebabkan rontoknya serabut otot. namun bila serabut otot yang rusak maka hidup akan terancam. Dimana terjadi invasi virus ke miokardium. peningkatan suhu akibat infeksi menyebabkan frekuensi denyut nadi akan meningkat lebih tinggi Bunyi jantung melemah. a. bakteri. 3. akibat perubahan permukaan sel yang terpajan virus. Lalu terbentuk neutralizing antibody dan virus akan bersih atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan neutral killer cell (sel NK). Bila serabut otot sehat. dan lisis sel. Takikardia. d. Nyeri dada 4. Proses imunologis terhadap miokardium Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium.

Mencegah kelebihan volume dan gagal jantung kongestif. Fungsi jantung dan suhu tubuh selalu dievaluasi untuk menentukan apakah penyakit sudah menghilang dan apakah sudah terjadi gagal jantung kongestif. 6. Enzim jantung dan kreatinkinase atau LDH (Lactat Dehidrogenase) meningkat tergantung luas nekrose. Bila terjadi disritmia. Berbaring juga membantu mengurangi kerusakan miokardial residual dan komplikasi miokarditis.Akibat proses ini mengakibatkan habisnya kompensasi mekanis dan biokimiawi yang berakhir dengan payah jantung. 3. Elektrokardiografi Pada pemeriksaan EKG yang sring ditemukan adalah sinus takikardia. 4. tetapi kandang-kadang menyebabkan kematian mendadak pada miokarditis.namun pemeriksaan Troponin lebih sensitif untuk mendeteksi kerusakan miokard. Ekokardiografi Sering didapatkan hipokinasis kedua ventrikel. Klien diberi pengobatan khusus terhadap penyembuhan yang mendasarinya. pengisian diastolik yang abnormal atau efusi perikardial.8 1. 7. AV blok total yang sifatnya sementara dan hilang tanpa bekas. 2. Obat-obatan untuk menghilangkan nyeri seperti Morfin dan Meperidin. 2. 4. 5. perubahan segmen ST dan/atau gelombang T. klien harus . Penatalaksanaan Pengobatan infeksi penyebab Pengendalian terhadap gagal jantung Transplantasi jantung Mengurangi atau menurunkan faktor resiko yang dapat diubah Oksigen untukmeningkatkan oksigenasi darah sehingga beban jantung berkurang dan perfusi sistemik meningkat. 2.Fungsi vebtrikel kiri yang menurun progresif mengakibatkan kardiomegali.Laju endap darah meningkat. Pemeriksaan laboratorium Dijumpai leukositosis dengan poli morfonuklear atau limfosit yang dominan tergantung penyebabnya.ditemukan juga penebalan ventrikel. 3. bila diketahui (misalnya Penicilin untuk Streptokokus Hemolitikus) dan baringkan di tempat tidur untuk mengurangi beban jantung.Pada infeksi parasit ditemukan eosinofilia.7 Pemeriksaan Diagnostik 1. Pengobatan pada dasarnya sama dengan yang digunakan pada gagal jantung kongestif. Foto Rontgen Dada Biasanya normal pada fase awal. trombus ventrikel kiri. serta low voltage. 2.Kadang-kadang ditemukan aritmia atrial atau ventrikuler. Diuretik untuk meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan tujuan mencegah dan mempertahankan fungsi ginjal.Peningkatan CKMB ditemukan pada kurang 10% pasien.Dapat ditemukan gagal jantung kongestif dan edema paru.

4. 2. Bentuk akut fulminan karena virus atau difteri 3. umur. B1 (Breathing) Sesak nafas. c. penyakit keturunan dan keluarga meninggal karena penyakit jantung. 2. Umur muda. d. sering terjadi kematian mendadak 2. 2.1 Pengkajian a. sesak nafas. Komplikasi Gagal jantung kongestif Disritmia jantung yang menyebabkan kematian mendadak Gangguan konduksi jantung (Blok total) Kardiomiopati kongestif/dilated Efusi perikardial AV blok total Trombi kardial 2. kadang menjadi kronis. b.10 Prognosis Sebagian sembuh dengan cepat. 5.9 1. Penyakit Chaga 2. sesak nafas. Bentuk kronis yang berlanjut menjadi kardiomiopati 5. b. Riwayat penyakit menular.11 Asuhan Keperawatan 2. riwayat infeksi sebelumnya. e. c. nyeri dada. B2 (Blood) Demam. Prognosis memburuk bila : 1. kelelahan dalam aktivitas.11. Riwayat kesehatan keluarga Penyakit yang pernah diderita keluarga. 6. 7. Riwayat penyakit sekarang Pasien merasakan nyeri dada disertai demam. alamat. Biodata Data diri pasien (nama. 3.dirawat di unit yang mempunyai sarana pemantauan jantung berkesinambungan sehingga personel dan peralatan selalu tersedia bila terjadi disritmia yang mengancam jiwa.2 Pemeriksaan Fisik a. pekerjaan). Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit jantung sebelumnya.11. Miokarditis yang sangat progresif 4. dan cepat lelah dalam beraktivitas. pendidikan. penggunaan obat-obatan tertentu. B3 (Brain) . Keluhan utama Pasien datang dengan keluhan nyeri dada. takikardia.

Namun ini berbeda dari iskhemia miokardium / nyeri infark.11.3 1. pada nyeri ini buruk pada inspirasi dalam . pusing karena suplai O2 dan darah ke otak menurun. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan kerusakan otot jantung sekunder terhadap proses inflamasi. Diagnosa Keperawatan Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses infeksi pada miokardium. pasien mengalami sakit kepala. 4. gerakan atau berbaring dan hilang dengan duduk tegak/ membungkuk. kelamahan pada otot saat aktivitas. 2. e. tidak nafsu makan.Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses infeksi pada miokardium Tujuan :  Nyeri hilang/terkontrol  Peningkatan rasa nyaman pasien Intervensi : a. Selidiki keluhan nyeri dada. Gangguan termoregulasi berhubungan dengan reaksi imun tubuh terhadap infeksi miokardium. gosokan punggung .Agen nonsteroid misal : indometasin ( indocin ) .Anti piretik misal : ASA/ asetaminofen ( tylenol ) R/ untuk menurunkan demam dan meningkatkan kenyamanan . 3. d. menurunkan respon inflamasi.penggunaan kompres panas / dingin. dan penurunan berat badan. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan HCl akibat dari aliran darah sistemik tidak adekuat. B4 (Bladder) Penurunan jumlah/frekuensi urine.Kesadaran compos mentis. f. Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan misal perubahan posisi . 6.ASA ( Aspirin ) R/ dapat menghilangkan nyeri. B5 (Bowel) Mual muntah. Perubahan pola nafas inefektif berhubungan dengan penurunan perfusi jaringan. anoreksia. Resiko tinggi penurunan curah jantung terhadap degenerasi miokardium 2. b.11. tidak dapat tidur. .4 Intervensi Keperawatan Dx 1. kelamahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 5. Kolaborasi : berikan obat-obatan sesuai indikasi . B6 (Bone) Tidak ada kelainan tulang. dukungan emosional R/ tindakan ini dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dari emosional pasien c. 2. perhatikan awitan dan faktor pemberat dan penurun R/ Nyeri perikarditis secara khas terletak substernal dan dapat ke leher dan punggung.

sehingga mudah untuk dikeluarkan Berikan tambahan oksigen masker atau oksigen nasal sesuai indikasi R/ Meningkatkan pengiriman oksigen ke paru untuk kebutuhan sirkulasi. Tujuan: Dapat mempertahankan pola nafas yang efektif Intervensi: Evaluasi fungsi pernapasan.1 menunjukkan proses penyakit infeksius Pantau suhu lingkungan.Steroid R/ dapat diberikan untuk gejala yang lebih berat Berikan oksigen suplemen sesuai indikasi R/ memaksimalkan ketersediaan oksigen untuk menurunkan beban kerja jantung dan menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan ischemia Dx 2. letakkan pada posisi semi fowler R/ Merangsang fungsi pernapasan/ ekspansi paru Bantu klien untuk melakukan batuk efektif dan napas dalam R/ Meningkatkan gerakan secret ke jalan nafas. d.  a. atau kolaps jalan napas kecil. perubahantanda vital. Bantu pasien mengatasi takut  a. b. b.9-41. e. bekuan. c. catat kecepatan pernapasan serak. dispnea.d. R/ Distress pernafasan dan perubahan pada tanda vital dapat terjadisebagai akibat stress fisiologi dan nyeri atau dapat menunjukkanterjadinya syok sehubungan dengan pendarahan. khususnya pada adanya penurunan/gangguan ventilasi. . . c. d.Perubahan pola nafas inefektif berhubungan dengan penurunanperfusi jaringan. f.Gangguan termoregulasi berhubungan dengan reaksi imun tubuh terhadap infeksi miokardium Tujuan: Klien akan kembali ke batasan suhu tubuh normal Intervensi: Pantau suhu pasien (derajad dan pola) perhatikanmenggigil/diaphoresis R/ Suhu 38. Tinggikan kepala tempat tidur. Dx 3. batasi/tambahan linen tempat tidursesuai indikasi R/ Suhu ruangan harus diubah untuk mempertahankan suhu mendekati normal Berikan kompres air hangat R/Terjadi proses konduksi Berikan antipiretik dan atibiotik R/ Gunakan untuk mengurangi demam dengan aksisentralnya pada hipotalamus meskipun demam mungkindapatberguna dalam mengatasi pertumbuhan organism danmeningkatkan autodestruksi dari sel-sel yang terinfeksi. Auskultasi bunyi napas dan catat bunyi napas tambahan R/ Bunyi napas menurun/ tak ada bila jalan napas abstruksi sekunder terhadap perdarahan.

b. Evaluasi status mental. vitamin untuk meningkatkan selera makan dan daya tahan tubuh pasien a. muntah. muntah dan anoreksia yang dialami pasien R/ Untuk menentukan intervensi yang sesuai dengan kondisi pasien Kaji pola makan pasien. pucat R/ Emboli arteri. dispnea tiba-tiba yang disertai dengan takipnea. Selidiki nyeri dada. mempengaruhi jantung dan / atau organ vital lain. catat porsi makan yang dihabiskan setiap hari R/ mengetahui masukan nutrisi pasien Timbang berat badan pasien setiap hari R/ mengetahui kecukupan nutrisi pasien Anjurkan kepada orang tua untuk memberikan makan dalam porsi kecil tetapi sering R/mencegah pengosongan lambung Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy antiemetik dan vitamin R/ antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah. Berikan fisioterapi dada R/ Memberikan kelembaban pada membran mukosa dan membantu pengenceran secret untuk memudahkan pembersihan h. Perhatikikan terjadinya hemiparalisis.Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan HCl akibat dari aliran darah sistemik tidak adekuat. c. Dx 4. kulit hangat dan kering. d. kejang. nadi perifer`ada atau kuat. Dx 5.Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan kerusakan otot jantung sekunder terhadap proses inflamasi. b. afasia. sianosis. tanda vital stabil. Intervensi: a. Tingkatkan tirah baring dengan tepat . nyeri pleuritik. e.R/ Perasaan takut dan ansietas berat berhubungan dengan ketidakmampuan bernapas / terjadinya hipoksemia dan dapat secaraaktual meningkatkan konsumsi oksigen/kebutuhan g. masukan/ haluaran seimbang. R/ Indikator yang menunjukkan embolisasi sistemik pada otak. Tujuan:  Mempertahankan atau mendemonstrasikan perfusi jaringan adekuat secara individual misalnya mental normal. sehingga mudah untuk dikeluarkan. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian expectoran R/ Membantu mengencerkan secret. dan/ atau disritmia kronis c. dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit katup. Kaji keluhan mual. peningkatan TD.

Tirah baring lama. Perhatikan jarak / tonus jantung. dan aktivitas hiburan dalam toleransi jantung R/ Menurunkan beban kerja jantung. Coumadin adalah obat pilihan untuk terapi setelah penggantian katup jangka panjang. warfarin (coumadin) R/ Heparin dapat digunakan secara profilaksis bila pasien memerlukan tirah baring lama. R/ Meningkatkan sirkulasi perifer dan aliran balik vena karenanya menurunkan resiko pembentukan trombus e. Dorong latihan aktif/ bantu dengan rentang gerak sesuai toleransi. mengalami sepsis atau GJK. membawa resikonya sendiri tentang terjadinya fenomena tromboembolik d. Hipoksia. murmur. atau adanya thrombus perifer Dx 6. Auskultasi bunyi jantung. Perhatikan adanya bunyi napas adventisius.  Mengidentifikassi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung. dispnea. Pantau irama dan frekuensi jantung R/ Takikardia dan disritmia dapat terjadi saat jantung berupaya untuk meningkatkan curahnya berespon terhadap demam. Evaluasi keluhan lelah. c.Resiko tinggi penurunan curah jantung terhadap degenerasi miokardium Tujuan :  Menurunkan episode dispnea.R/ Dapat mencegah pembentukan atau migrasi emboli pada pasien endokarditis. Intervensi : a. palpitasi. Berikan tindakan kenyamanan misalnya perubahan posisi dan gosokan punggung. Dorong penggunaan teknik menejemen stress misalnya latihan pernapasan dan bimbingan imajinasi R/ Perilaku ini dapat mengontrol ansietas. tamponade jantung. dan/atau sebelum/sesudah bedah penggantian katup. gallop S3 dan S4. KolaborasiBerikan antikoagulan. meningkatkan relaksasi dan menurunkan kerja jantung f. Dorong tirah baring dalam posisi semi fowler R/ Menurunkan beban kerja jantung. contoh heparin. angina dan disritmia. R/ Memberikan deteksi dini dari terjadinya komplikasi misalnya GJK. dan asidosis karena iskemia b. Catatan : Heparin kontraindikasi pada perikarditis dan tamponade jantung. demam R/ Manifestasi klinis dari GJK yang dapat menyertai endokarditis atau miokarditis . memaksimalkan curah jantung e. nyeri dada kontinyu. memaksimalkan curah jantung d.

Medicastore. Indah Nina Shofi Padma Robi Sunu .com/judul-skripsi-makalah-tentang/endokarditis Doenges.html http://satriaperwira.http://asuhan-keperawatan patriani. Edisi ke 2 Jilid I .Ade. Philadelpia 1991.http://medicastore.2009. DR.blogspot.Endokarditis.com/2008/09/endocarditis.Endokarditis.30 Soeparman.2008.Wulandari.Askep Miokasrditis.blogspot.html di download pada tanggal 02 Desember 2009 pukul 18. Ilmu Penyakit Dalam.wordpress. Rencana Asuhan Keperawatan Ed. Medical Surgical Nursing: a nursing process approach.DAFTAR PUSTAKA Baswin.2009.. Jakarta 1987 Susilawati.http://one.http://smartnet-q.indoskripsi.com/2008/11/25/infective-endocarditis-terjemahan-harrisons-dsb/ Diposkan oleh Blog's Taufan Dyntya di 2/14/2012 12:20:00 PM Anggar Chesna Dwi Eva Suci Feri S. Dr.2008. Ignatavicius Donna D.com/2008/07/askepmyocarditis.html Medicha.html Patriani. 1999. E. Balai Penerbit FKUI.Veni.Endokarditis. Marilynn. EGC : Jakarta.com/2009/10/endokarditis. 3.http://veniwulandari.com/penyakit/20/Endokarditis_Infektif.blogspot.

Wening Yuniy67hooooooooooooooooooooooooooooooo67h0hh0000 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->