BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Di Indonesia, bahan makanan pokok yang biasa dimakan adalah beras, jagung, sagu, dan kadang-kadang juga singkong atau ubi. Bahan makanan tersebut berasal dari tumbuhan atau senyawa yang terkandung didalamnya sebagian besar adalah karbohidrat. Karbohidrat merupakan segolongann besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur. Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat. Hasil dari metabolism primer turunan dari karbohidrat berupa senyawa-senyawa polisakarida yaitu amilum. Pati atau amilum merupakan simpanan energi didalam sel-sel tumbuhan, berbentuk butiran-butiran kecil mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50 nm. Di alam, pati banyak terkandung dalam beras, gandum, jagungg, biji-bijian seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung dalam berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi. Didalam berbagai produk pangan, pati umumnya akan terbentuk dari dua polimer molekul glukosa yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer glukosa rantai panjang yang tidak bercabang, sedangkan amilopektin merupakan polimer glukosa dengan susunan yang bercabang-cabang. Komposisi kandungan amilosa dan amilopektin ini akan bervariasi dalam produk pangan, dimana produk pangan yang memiliki kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk dicerna. Penampang amilum pada berbagai tanaman tentu berbeda-beda. Karena itu, praktikum kali ini akan membahas tentang perbedaan jenis amilum pada tumbuhan, yaitu amilum pada kentang (Solanum tuberosum)dan amilum pada sagu (Metroxylon sagu) 1.2 Tujuan Praktikum 1. Mengetahui teori dasar tentang amilum. 2. Mengamati amilum kentang (Solanum tuberosum) dan sagu (Metroxylon sagu) dengan uji organoleptis 3. Membedakan amilum kentang (Solanum tuberosum) dan sagu (Metroxylon sagu) pada mikroskop

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Amilum juga tersimpan dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman.4 glikosidik.2004).6-glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang. kulit batang. yaitu sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase.6-glikosidik. jari-jari teras. yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya amilopektin.glikosidik dan sebagian ikatan 1. sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang.glukosa : losa lopektin Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa.4.D. : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1. 2009). : Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan ikatan α 1. Hidrolisis amilum oleh asama mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif (Gunawan. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka. akar tanaman menahun. A.1 Teori Dasar Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam. Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi. adanya ikatan 1. dalam air ludah dan . batang. Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada kandungan tanaman. A. dalam biji. daun. amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur glukosa adalah C6H11O6 dan rumus bangun dari α. Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa. dan biji-bijian (Poedjiadi. dan umbi. 2009). Amilum merupakan 50-65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi kentang(Gunawan. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. 2004).2. Secara umum.

ketela rambat (Ipomoea batatas). dan bahan penghancur. dan rhizom umbi tumbuhan bersitaminodia yang meliputi Canna edulis. yang berfungsi membantu hancurnya tablet setelah ditelan (Syamsuni H. bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar. 2009).dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat pada makanan kita oleh enzim amilase. Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan sebagai pengencer plasma (dalam larutan 6%). 2004). Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk dan sebagai bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi tablet. Fungsi amilum dalam dunia faramasi digunakan sebagai bahan penghancur atau pengembang (disintegrant). Sediaan amilum yang terdapat dalam pasaran adalah Volex® (Gunawan. Maranta arundinacea. Pati yang diperdagangkan diperoleh dari berbagai bagian tanaman. dari umbi kentang . Sebagai amilum normal. amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Zea mays Linne (Graminae). batang Metroxylon sagu (pati sagu). penggunaanya terbatas dalam industri farmasi. kentang (Solanum tuberosum). amilum diubah menjadi maltosa dalam bentuk β – maltosa (Poedjiadi. dan Curcuma angustifolia (pati umbi larut) (Fahn. membulat atau sferoidal dam mempunyai garis tengah 35 mm. misalnya endosperma biji tanaman gandum. jagung dan padi . 2007).A.2 Deskripsi Tanaman .A. Padi/beras (Oryza sativa). Granul amilum jagung berbentu polygonal. Hal ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang kurang baik. Tanaman dengan kandungan amilum yang digunakan di bidang farmasi adalah jagung (Zea mays). masing-masing mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan. luka terbakar. ketela pohon (Manihot utilissima) (Gunawan. Triticum aesticum Linne (Graminae). Amilum juga disebut dengan pati. Sementara suspensi amilum dapat diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria (Gunawan. tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago. bahan pengikat. sepsis. Ini merupakan pengibatan tasmbahan untuk kejutan yang disebabkan oleh pendarahan. 2004). 1995). dan Solanum tuberosum Linne (Solanaceae). 2004). pembedahan. 2004). 2004) Pada bidang farmasi. Amilum gandum dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam. dan trauma lain. umbi akar Manihot esculenta (pati tapioka). 2.

dan berjenis kelamin dua. Batang dan daun berwarna hijau kemerahan-merahan atau keungu-unguan. Solanum atau kentang merupakan tanaman setahun. Benang sarinya berwarrna kekuning-kuningan dan melingkari tangkai putik. Di daerah tropis cocok ditanam di dataran tinggi. dan tidak berkayu (tidak keras bila dipijat). maka tanaman kentang tidak dapat tumbuh tinggi dan tidak berkayu. Di dalam buah berisi banyak calon . Buahnya berbentuk buni. Karena merupakan tanaman herba. b) Morfologi Tanaman kentang adalah tanaman herba semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Putik ini biasanya lebih cepat masak.1. Batangnya berbentuk segi empat. Tanaman kentang merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan sekarang banyak dibudidayakan di Eropa. buah yang berkulit/dindingnya berdaging. dan mempunyai dua ruang. Bentuk sesungguhnya menyemak dan bersifat menjalar. panjangnya bisa mencapai 50-120 cm. Bunganya berwarna kuning keputihan atau ungu. Tanaman kentang menghasilkan umbi yang disebut kentang. tumbuh di ketiak daun teratas. Kentang (Solanum tuberosum) a) Klasifikasi Regnum Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Solanales : Solanaceae : Solanum : Solanum tuberosum L. Tanaman kentang termasuk tergolong kedalam suku terung-terungan (Solanaceae).

pati dan polifenol. dari jumlah tersebut yang berhasil menjadi biji hanya sekitar 100 biji saja. racun ini akan berkurang bahkan bisa hilang. flavonoida. d) Khasiat Umbi kentang berkhasiat sebagai obat luka bakar. Akar tanaman menjalar dan berukuran sangat kecil bahkan sangat halus. c) Kandungan Kimia Umbi kentang mengandung alkaloida. Umbibisa mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk cabang-cabang baru. Begitu pula umbinya. Akan tetapt. Cabang ini merupakan tempat menyimpan karbohidrat sehingga membengkak dan bisa dimakan. bahkan ada yang Cuma puluhan biji. Semua bagian tanaman tersebut mengandung racun solanin. jumlah ini tergantung dari varietas kentangnya. biasanya akar ini banyak yang mengumpul di kedalaman 20 cm. selain mempunyai organ-organ tersebut. Akar ini berwarna keputih-putihan. bagian umbi ini. Namun. Kedalaman dayatembusannya bisa mencapai 45 cm.biji yang jumlahnya bisa mencapai 500 biji. sehingga aman untuk dimakan. Namun. yaitu ketika sedang memasuki masa bertunas. obat kencing manis dan obat kurang darah. bila telah berusia tua atau siap panen. Sagu (Metroxylon sagu) a) Klasifikasi Regnum Divisi Kelas Ordo Famili : Planta : Magnoliophyta : Liliopsida : Arecales : Arecaceae . Umbi tersebut berasal dari cabang samping yang masuk ke dalam tanah. 2. kentang juga mempunyai organ umbi.

1992). 1992). pada setiap pangkal tumbuh 5-7 batang anakan. 1986). Pada kondisi liar rumpun sagu akan melebar dengan jumlah anakan yang banyak dalam berbagai tingkat pertumbuhan (Harsanto. pelepah tersusun secara berlapism tetapi setelah dewasa terlepas dan melekat sendiri-sendiri pada ruas batang (Harsanto. 1986. Setiap rumpun terdiri dari 1-8 batang sagu. agak lebar dan berinduk tulang daun di tengah. 1954 dalam Haryanto dan Pangloli. Batang Batang sagu merupakan bagian terpenting karena merupakan gudang penyimpanan aci atau karbohidrat yang lingkup penggunaannya dalam industri sangat luas. alkohol dan bermacam-macam industri lainnya (Haryanto dan Pangloli. . 1992). 1986). Umumnya diameter batang bagian bawah agak lebih besar daripada bagian atas. 1986). Lebih lanjut Flach (1983) dalam Djumadi (1989) menyatakan bahwa sagu tumbuh berkelompok membentuk rumpun mulai dari anakan sampai tingkat pohon. bertangkai daun dimana antara tangkai daun dengan lebar daun terdapat ruas yang mudah dipatahkan (Harsanto. kandungan acinya berkisar antara 15 sampai 30 persesn (berat basa). Daun Daun sagu berbentuk memanjang (lanceolatus). Tajuk pohon terbentuk dari pelepah yang berdaun sirip dengan tinggi pohon dewasa berkisar antara 8-17 meter tergantung dari jenis dan tempat tumbuhnya. seperti industri pangan. 1986. bahakan dapat mencapai 80 sampai 90 cm (Haryanto dan Pangloli.Genus Spesies : Metroxylon : Metroxylon sagu Rottb. 1992) Pada waktu panen berat batang sagu dapat mencapai lebih dari dari 1 ton. dengan diameter batang pada bagian bawah dapat mencapai 35 samapi 50 cm (Harsanto. dan batang bagian bawah umumnya menagndung pati lebih tinggi daripada bagian atas (Manuputty. sehingga satu pohon sagu mampu menghasilkan 150 sampai 300 kg aci basah (Harsanto. Daun sagu mirip dengan daun kelapa mempunyai pelepah yang menyerupai daun pinang. Batang sagu berbentuk silinder yang tingginya dari permukaaan tanah sampai pangkal bunga berkisar 10-15 meter. Pada waktu muda. Haryanto danPangloli. pakan. Haryanto dan Pangloli. b) Morfologi Sagu tumbuh dalam bentuk rumpun.

1992).5 gram serat. Oleh karena itu diduga bahwa tanaman sagu adalah tanaman yang menyerbuk silang. sekunder dan tersier (Flach. dan lemak.1992). tiamin.2 gram protein. 0. Bunga dan Buah Tanaman sagu berbunga dan berbuah pada umur sekitar 10 sampai 15 tahun. karoten. 1. Bilamana sagu tidak segera ditebang pada saat berbunga maka bunga akan membentuk buah. 10mg kalsium. c) Kandungan Kimia Sagu mengandung pati. 1977). pada umur dewasa memiliki 18 tangkai daun yang panjangnya sekitar 5 sampai 7 meter. Selanjutnya dijelaskan bahwa pada cabang tersier terdapat sepasang bunga jantan dan betina. Flach (1977) menyatakan bahwa awal fase berbunga ditandai dengan keluarnya daun bendera yang ukurannya lebih pendek daripada daun-daun sebelumnya. 94 gram karbohidrat. sehingga bilamana tanaman ini tumbuh soliter jarang sekali membentuk buah. namun bunga jantan mengeluarkan tepung sari sebelum bunga betina terbuka atau mekar. 1986). Buah bulat kecil. Sedangkan menurut Harsanto (1986). kemudian berubah lagi menjadi coklat kemerah-merahan apabila sudah tua dan matang. Pada waktu muda daun sagu berwarna hijau muda yang berangsur-angsur berubah menjadi hijau tua. tersusun pada tandan mirip buah kelapa (Harsanto. Bunga sagu merupakan bunga majemuk yang keluar dari ujung atau pucuk batang sagu. Waktu antara bunga mulai muncul sampai fase pembentukan buah diduga berlangsung sekitar dua tahun (Haryanto dan Pangloli. Tangkai daun yang sudah tua akan lepas dari batang (Harsanto. 1953 dalam Haryanto dan Pangloli. 1992). Bunga sagu bercabang banyak yang terdiri dari cabang primer. 0. danasam askorbat dalam jumlah sangat kecil d) Manfaat . 1954 dalam Haryanto dan Pangloli. berkuran secara kecil-kecil. bunga sagu tersusun dalam manggar secara rapat.2mg besi. berwarna merah kecoklatan seperti karat (Manuputty. bersisik dan berwarna coklat kekuningan. 1986). 1992). waranya putih berbentuk seperti bunga kelapa jantan dan tidak berbau. tergantung jenis dan kondisi pertumbuhannya dan sesudah itu pohon akan mati (Brautlecht. Dalam setiap tangkai sekitar 50 pasang daun yang panjangnya bervariasi antara 60 cm sampai 180 cm dan lebarnya sekitar 5 cm. Menurut Flach (1983) dalam Haryanto dan Pangloli (1992) menyatakan bahwa sagu yang tumbuh pada tanah liat dengan penyinaran yang baik.

2 Alat dan Bahan 1. Bertempat di laboratorium Farmakognosi. digunakan untuk medium pada mikroskop. Aquadest.Apabila rantai glukosa dalam pati dipotong menjadi 3-5 rantai glukosa (modifief starch) dapat dipakai untuk menguatkan daya adhesive dari proses pewarnaan kain pada industri tekstil. Ayakan. digunakan untuk mengayak sagu. digunakan untuk menghaluskan kentang. 26 oktober 2011 pukul 08. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan. Universitas Negeri Gorontalo.30. 2. 3. . Jurusan Farmasi. BAB III METODE PRAKTIKUM 3. 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum dilaksanakan pada hari rabu. Blender.

5. digunakan untuk menampung hasil saringan bahan-bahan yang telah diblender.4. Gelas piala 500 ml dan 250 ml. digunakan untuk menampung hasil endapan dari sagu dan kentang yang akan dikeringkan di oven. . Cawan porselin.

Mikroskop. digunakan untuk melihat penampang dari amilum kentang dan sagu. Kain kasa/kertas saring. Kentang. 8. 7. digunakan untuk menyaring bahan-bahan yang akan dijadikan amilum.6. digunakan sebagai bahan untuk pembuatan amilum. .

11. 10. digunakan untuk menimbang kentang dan sagu. digunakan untuk mengupas kulit kentang sebelum ditimbang. Pisau. Sagu. digunakan sebagai bahan yang akan dibuat amilum. .9. Oven. digunakan untuk mengeringkan hasil endapan bahan-bahan. 12. Timbangan.

3.3 Prosedur Kerja .

1 Hasil Pengamatan .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

02 g Berat cawan beserta isi = 48.02 g Berat cawan beserta isi = 54.12 g b.13 g (amilum) = Berat cawan beserta isi . Kentang (Solanum tuberosum) Berat cawan kosong = 48.11 g 2.02 = 0. Gambar Penampang Amilum Medium : Aquadest Pembesaran : 40x Kentang Sagu . Sagu (Metroxylon sagu) Berat cawan kosong = 48.13 – 48.02 = 6.14 – 48.Berat cawan kosong = 54. Berat Endapan (amilum) a.14 g (amilum) = Berat cawan beserta isi . Tabel Pengamatan Amilum No 1 Nama Amilum Sagu (Metroxylon sagu) Organoleptis Warna : coklat muda Bau : bau khas Rasa : tawar 2 Warna : putih keunguan Kentang Bau : bau khas (Solanum tuberosum) Rasa : tawar 3.Berat cawan kosong = 48.1.

Dikupas kulit kentang sebelum ditimbang karena dapat mempengaruhi bobot sampel yang digunakan. Kentang (Solanum tuberosum) Adapun langkah kerja dari pembuatan amilum kentang yaitu yang pertama disiapkan alat dan bahan yang digunakan. Dimana menggunakan sampel yaitu kentang (Solanum tuberosum) dan sagu (Metroxylon sagu). hal ini bertujuan agar sampel yang akan digunakan bebas dari kotoran atau benda-benda asing yang menempel.4. Bagian kentang yang digunakan pembuatan amilum hanya daging umbinya saja. Amilum dapat larut pada air dan ukuran partikel yang kecil akan mempermudah proses penarikan amilum dari kentang. 1. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven selama beberapa menit pada suhu 40-50oC. Dimasukkan kentang yang sudah dipotong-potong kedalam wadah blender. Hasil saringannya (filtrat) diambil dan diendapkan sedangkan residu atau yang tertinggal pada saringan dibuang. dibuang air rendamannya dan endapannya disalin pada cawan porselin. Tujuan dari langkah tersebut untuk menarik amilum pada kentang. Setiap amilum pada berbagai tumbuhan bermacam-macam sehingga akan dilihat perbedaan amilum pada kentang dan sagu. Setelah mengendap. tambah sedikit air dan blender sampai halus.2 Pembahasan Praktikum yang dilakukan adalah percobaan pembuatan amilum. Setelah itu hasil blender kentang disaring menggunakan kain kasa sampil diperas secara perlahan pada masing-masing wadah atau gelas kimia. Pengeringan dilakukan agar air (pelarut) dapat menguap dan meninggalkan amilum . Kemudian disortasi dan dicuci kentang.

diperoleh hasil bahwa amilum majemuk. Suhu yang digunakan 40-50oC karena jika dibawah dari itu air akan sulit diuapkan sedangkan jika diatas dari suhu tersebut akan berpengaruh pada amilum karena pemanasan berlebih. Sedangkan amilum sagu berwarna coklat muda dan berbentuk serbuk. terdapat hilus dan lamela. Hasil pengamatan dibawah mikroskop menggunakan medium aquadest dan pembesaran 40 kali. Berat endapan kentang yaitu 0. Suhu yang digunakan 40-50oC karena jika dibawah dari itu air akan sulit diuapkan sedangkan jika diatas dari suhu tersebut akan berpengaruh pada amilum karena pemanasan berlebih. namun hilusnya tidak terlalu jelas kelihatan jika dibandingkan hilus pada kentang. Hilus yang dimaksud adalah titik terbentuknya butir tepung sedangkan lamela adalah lapisan pada amilum. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven selama beberapa menit pada suhu 40-50oC.murni dari kentang. Setelah mengendap. Berat endapan sagu 6. Setelah kering amilum kentang berwarna putih sedikit keunguan dan berbentuk serbuk. dimana hilus terlihat jelas dan letaknya di ujungyaitu berupa hilus eksentrik. . Sagu (Metroxylon sagu) Adapun langkah kerja dari pembuatan amilum sagu yaitu yang pertama disiapkan alat dan bahan yang digunakan. Amilum sagu yaitu amilum bertipe kosentrik. Dari hasil pengamatan amilum kentang dibawah mikroskop menggunakan medium aquadest dan pembesaran 40 kali.12 g dan sagu 6. Tujuannya sama seperti pada kentang yaitu untuk menarik amilum pada sagu. baunya khas dan rasa tawar. Setelah itu hasil campuran sagu disaring menggunakan kain kasa sampil diperas secara perlahan pada masing-masing wadah atau gelas kimia. 2. Karena sagu yang digunakan sudah berukuran kecil sehingga langsung ditambahkan air dan dicampur.11 g. baunya khas dan rasa tawar. baunya khas dan rasa tawar.11 g. Kemudian disortasidengan diayak terlebih dahulu sebelum ditimbang karena untuk sampel sagu yang akan digunakan hanya yang sudah berukuran kecil dan memisahkan dari partikel-partikel yang besar atau zat asing bercampur pada sagu. Lamela amilum kentang terlihat jelas. Pengeringan dilakukan agar air (pelarut) dapat menguap dan meninggalkan amilum murni dari sagu. Didapatkan amilum sagu berwarna coklat muda dan berbentuk serbuk. Hasil saringannya (filtrat) diambil dan diendapkan sedangkan residu atau yang tertinggal pada saringan dibuang. dibuang air rendamannya dan endapannya disalin pada cawan porselin.

et al.Penuntun Gorontalo Praktikum Farmakognosi. Saat mengamati amilum dibawah mikroskop.Pemanfaatan Maltodekstrin Pati Terigu Sebagai Eksipien dalam Formula Sediaan Tablet dan Niosom. Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat non protoplasmik yang ada didalam plastida. karena akan mempengaruhi penampang yang diamati. Perkembangan amilum dimulai dengan terbentuknya hilus. dan bersifat eksentrik. Amilum pada kentang merupakan amilum setengah majemuk diadelf.H. globul air akan mempersulit kita untuk mengamati hilus dan lamella yang terbentuk. sebaiknya medium yang digunakan jangan terlalu banyak. Sedangkan amilum sagu berwarna coklat muda dan berbentuk serbuk. kemudian diikuti oleh pembentukan lamella yang semakin banyak. A.BAB V PENUTUP 5. Berat endapan kentang yaitu 0.11 g.2 Saran 1.Anatomi Tumbuhan edisi ketiga. 2. hilus dan lamela tidak terlalu jelas saat dilakukan pengamatan dibawah mikroskop. E. 5.Yogyakarta: Gajah Mada University Press .1995.2004.Yogyakarta: Gajah Mada University Press Adam.Gorontalo:Universitas Negeri Fahn. Sedangkan pada sagu. baunya khas dan rasa tawar.1 Kesimpulan 1. Sebaiknya kentang dicuci terlebih dahulu sebelum diblender agar tehindar dari zat pengotor yang akan mempengaruhi hasil rendamennya.. 3. DAFTAR PUSTAKA Anwar.Hasan. Jika terlalu banyak medium.12 g dan sagu 6. Setelah kering amilum kentang berwarna putih sedikit keunguan dan berbentuk serbuk.M. yaitu butir amilum mempunyai lebih dari satu hilus yang masing-masing dikelilingi lamella dan diluarnya dikelilingi lamela bersama. baunya khas dan rasa tawar.2011. 2.

. B. Poedjiadi. Budidaya dan Pengolahan Sagu. P.2009. H. Bogor. Kanisius. 2007. Yogyakarta.Dasar-dasarBiokimia.B. Indonesia Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih BaruBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom .2004.Mulyani..Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) jilid 1. Yogyakarta. 1986. 1992.S. Kanisius. Haryanto.Jakarta:Universitas Indonesia Press Syamsuni. Jumadi..Gunawan. A.D.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Diposkan oleh Vha_Choi di 05:25 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Lokasi: Gorontalo. Dan Pangloli. Thesis Pasca Sarjana IPB. 1989. A. Sistem Pertanian Sagu di Daerah Luwu Sulsel. Ilmu Resep.. P. Jakarta:Penebar Swadaya Harsanto. Potensi dan Pemanfaatan Sagu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful