kerangka teori

MODUL 4 Kerangka Pemikiran Teoritik

Aspek kedua dari logika penelitian adalah Kerangka Teoritik (Theoretical Framework). Berikut ini akan kita bahas beberapa hal yang berhubungan dengan kerangka teoritik ini. Yang akan kita bahas adalah pengertian kerangka teori, tujuan (manfaat) dibuatnya suatu kerangka teoritik, konsep variabel dan indikator, model penelitian dan pengertian hipotesis. Sebagai tambahan, kita juga akan membahas kerangka teoritik di dalam penelitian kualitatif.

1. PENGERTIAN KERANGKA TEORITIK
Setiap peneliti yang ingin meneliti sesuatu sebenarnya, sadar ataupun tidak, telah mempunyai semacam gambaran, harapan, jawaban, atau bayangan tentang apa yang bakal diketemukannya melalui penelitiannya Itu. Peneliti tersebut, dengan kata lain, mempunyai semacam “teori” tentang apa yang akan ditelitinya itu. “Teori” itu sendiri dipahami berbeda-beda oleh para pakar. Borg & Call (1983), misalnya, memberi definisi sebagai berikut : “….. theory is a system for explaining a set of phenomena by specifying constructs and the laws that relate these constructs to each other”. Teori adalah sistem yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara merinci konstruk-konstruk (yang membentuk fenomena itu), beserta hukum atau aturan yang mengatur keterkaitan antara satu konstruk dengan lainnya. Selanjutnya, para pakar juga membagi teori menjadi dua, yaitu teori “kecil” dan teori “besar”. Teori kecil adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena dalam skala kecil dan terbatas. Seorang peneliti biasanya membangun teori

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

1

M.Si. SE. Dilihat sepintas lalu. Dalam hal ini. Teori besar adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena secara “utuh dan menyeluruh”. Sahibul Munir. Namun yang justru paling penting adalah aspek rasional atau alasan atau penalaran (reasoning) yang melatar belakangi apa yang dipikirkan si peneliti itu. atau sekedar jumlah absensi pegawai dalam satu bulan. teori ekonomi makro. dua peneliti yang berbeda mempunyai pikiran yang sama tentang hubungan antara Motivasi Pegawai dan Produktifitas Kerja Pegawai. teori psiko-analisa Freud. ia mungkin sudah membayangkan bahwa faktor-faktor yang dimaksud itu adalah motivasi pegawai dan kompensasi yang diberikan. kualitas produk. yang ia bayangkan tentang produktifitas kinerja pegawai mungkin berhubungan dengan jumlah produk yang dihasilkan pegawai. Teorinya ini hanya melibatkan satu atau dua variabel untuk menjelaskan sesuatu secara sangat terbatas. dan sebagainya adalah beberapa contoh teori besar. Teori fisika kuantum. Sementara itu. yang membedakan peneliti yang baik dan yang tidak baik justru terletak pada kemampuan mereka dalam memberikan alasan terhadap kerangka berpikir yang ada di dalam benak mereka. (ini satu alasan mengapa kerangka teoritik penelitian kadang kala juga disebut kerangka berpikir). kita akan sulit membedakan mana di antara dua peneliti ini yang memiliki kerangka teoritik yang lebih baik. Tetapi kita akan segera tahu perbedaan kualitas kedua peneliti tersebut manakala mereka mulai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Misalnya. Dalam hal ini. Jadi. Tidak ada atau hampir tidak ada seorang pun di jagad raya ini yang pernah atau akan mampu membuat suatu teori besar sendirian saja. METODOLOGI PENELITIAN 2 . Apa yang dimaksud dengan teori peneliti dalam penelitiannya mengacu kepada teori “kecil”. tak menjadi soal benar apa yang dipikirkan oleh seorang peneliti. Entah dari pengalaman sehari-hari atau dari buku-buku yang ia baca. peneliti tersebut sebenarnya telah mempunyai gambaran tentang “faktor-faktor” dan “produktifitas kerja” yang akan ditelitiya.“kecil” di dalam penelitiannya. Karena itu dua orang peneliti mungkin sekali mempunyai bayangan yang berbeda tentang sesuatu hal. Teori-teori besar dibangun oleh banyak sekali teori-teori kecil. Misalnya seorang peneliti ingin meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja pegawai. kecepatan kerja.

M. Dalam bahasa yang lebih teknis. produktivitas kerjanya juga tinggi. 3. peneliti pertama telah menggunakan cara atau kebiasaankebiasaan yang dianut dalam tradisi penelitian ilmiah. Tetapi peneliti kedua mungkin hanya sekedar mengatakan bahwa "biasanya". kerangka teoritik atau kerangka berpikir adalah penjelasan rasional dan logis yang diberikan oleh seorang peneliti terhadap pokok atau objek penelitiannya. variabel-variabel penelitian. Jadi apa sebenarnya kerangka teoritik atau kerangka berpikir itu? Dalam bahasa sederhana. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. SE. Dengan demikian beberapa data kunci yang harus diperhatikan oleh peneliti dalam pembuatan kerangka teoritik atau kerangka berpikir penelitiannya adalah : 1. Dalam hal ini. keterkaitan antara variabel-variabel. Peneliti kedua lebih mendasarkan "teori" nya pada alasan-alasan yang bersifat subyektif dan non-ilmiah. kerangka teoritik atau kerangka berpikir adalah penjelasan rasional dan logis yang didukung dengan data teoritis dan atau empiris yang diberikan oleh peneliti terhadap variabelvariabel penelitiannya beserta keterkaitan antara variabel-variabel tersebut. penjelasan yang rasional dan logis. dalam kehidupan sehari-hari. dukungan data teoritis dan atau empiris.Si. 4. pekerja yang motivasinya tinggi. Peneliti pertama mungkin akan memberikan data-data (teoritis atau pun empiris) yang mendukung pola hubungan antara motivasi dan produktifitas. Sahibul Munir. Peneliti ini "memaksa" orang lain untuk mempercayai "teorinya" tanpa dukungan ilmiah apapun. 2. METODOLOGI PENELITIAN 3 .mengungkapkan alasan di balik pikiran mereka tentang pola hubungan kedua hal tersebut.

Polling adalah penelitian. menjelaskan definisi operasional variabel penelitian kita.Si. Tetapi penelitian polling seperti ini sama sekali tidak memerlukan teori apa-apa untuk dijelaskan. turun ke lapangan dan mengumpulkan data? Apakah kerangka teoritik harus dibuat ? Jika penelitian kita bersifat sederhana. Persoalannya. menentukan metode analisis yang tepat. Mengapa harus dibuat? Kerangka teoritik harus dibuat sebab kerangka ini dapat membantu kita : 1. kita sekedar ingin melakukan "Polling" untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sikap mereka terhadap rencana kenaikan tarif listrik. Tetapi kerangka teoritik harus dibuat bila penelitian yang akan kita lakukan relatif kompleks dan melibatkan beberapa variabel sekaligus. dan menentukan cara penafsiran temuan secara objektif. kerangka teoritik membantu kita menjelaskan definisi operasional variabel yang akan kita teliti. Karena sifatnya yang sangat sederhana ini. kerangka teoritik tidak perlu dibuat. Sahibul Munir. dan sebagainya). sekian persen setuju tarif listrik dinaikkan. "Motivasi". METODOLOGI PENELITIAN 4 . Jika peneliti kesulitan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. sekian persen tidak setuju. M. misalnya. menentukan metodologi penelitian secara akurat. sebagian besar perguruan tinggi tidak mengijinkan mahasiswanya melakukan penelitian semacam ini untuk keperluan penulisan skripsi atau thesis mereka. Misalnya. 2. TUJUAN DAN MANFAAT KERANGKA TEORITIK Mengapa kita perlu membuat kerangka teoritik? Mengapa kita tidak langsung saja meneliti. 5. menyebar kuesioner. menjelaskan pola hubungan antara satu dan lain variabel. Kita tahu bahwa suatu hal atau variabel memiliki definisi yang sangat bervariasi. Pertama. sekian persen tidak memberikan pendapat. definisi motivasi yang mana yang akan digunakan oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya? Ketidakjelasan definisi variabel ini akan dapat menimbulkan kesulitan bagi peneliti untuk menentukan indikator-indikator yang akan diukurnya. SE. memiliki beberapa definisi yang mungkin semuanya benar. 3. 4. dan kemudian menghitung hasilnya.2. Kita tinggal menanyakan masyarakat (lewat telpon.

Bila dalam penelitian kita. Jika penelitian kita bersifat deskriptif tanpa harus meneliti hubungan satu dan lain variabel. median. kita ingin membuat perbandingan sesuatu hal dengan hal lain. kerangka teoritik membantu kita menjelaskan dan menggambarkan pola hubungan antara satu variabel dengan lainnya. instrumen pengumpul data yang akan kita pakai. dan hal ini tidak berarti mengurangi bobot kualitas penelitian tersebut.Si. Tak menjadi soal apakah hubungan tersebut bersifat korelasional atau kausal (sebab akibat) tetapi pola yang tergambar ini akan membantu peneliti untuk mengeksplisitkan hal-hal yang ditelitinya. kita tidak akan mungkin menentukan metode penelitian secara akurat. SE. survai yang korelasional. Kedua. atau studi eksperimental yang bersifat kausal . Dengan kata lain. tanpa kerangka teoritik yang jelas.eksplanatif. mungkin analisis data kita nantinya hanya akan melibatkan statistik deskriptif seperti perhitungan tendensi sentral (rata-rata. studi kasus yang menekankan pada pemahaman mendalam tentang suatu hal. Kita akan bisa menentukan apakah metode yang kita pakai nanti adalah survai yang bersifat deskriptif . Satu kesalahpahaman yang biasa terjadi adalah peneliti mengira bahwa semua penelitian harus mengandung sedikitnya dua variabel. dan menentukan sumber data darimana data tersebut akan diambil. maka wajar jika peneliti juga akan kesulitan dalam pengolahan dan analisis data yang dikumpulkannya. metodologi penelitian yang baik benar-benar sangat ditentukan oleh kemampuan peneliti untuk menuangkan objek penelitiannya dalam bentuk kerangka teoritik yang baik. Penelitian yang hanya melibatkan satu variabel (Univariat) cukup banyak dilakukan orang. kerangka teoritik memberi gambaran kepada kita tentang rencana analisis data yang akan kita lakukan.eksploratif. modus. Selain itu. Sahibul Munir. Pendek kata. yaitu variabel bebas ( X ) dan variabel tergantung ( Y ). Dalam hal ini patut dicatat bahwa tidak semua penelitian melibatkan lebih dari satu variabel yang saling berhubungan. dan sebagainya). mungkin kita akan memerlukan analisis-analisis perbandingan (uji beda) seperti PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. METODOLOGI PENELITIAN 5 . Keempat. lni tentu saja tidak benar. M.dalam pengukuran indikator. Ketiga. kerangka teoritik membantu kita menentukan metodologi penelitian secara akurat. dengan kerangka teoritik yang jelas kita juga mampu menentukan jenis data yang kita perlukan.

bahwa jika sesuatu itu tidak mempunyai variasi nilai. maka sesuatu itu tidak bisa di analisis (terutama secara statistik). Jika pagar ini jelas dan berfungsi dengan baik. Begitu pula kalau kita ingin menguji ada-tidaknya korelasi antara beberapa variabel. dan lain-lain. anova. kita menyadari bahwa sebagian besar dari kita percaya bahwa penelitian selalu melibatkan statistik. mana yang tidak. benda. Tanpa kejelasan arah. variabel sering kali diartikan sebagai "sesuatu yang mempunyai variasi nilai". Semua penelitian selalu berurusan dengan variabel. Sahibul Munir. Demikian dan seterusnya. Karena itu. Kalau begitu. yakni menemukan dan menjelaskan kebenaran ilmiah. Kelima. dan objektif. 3. Kita tidak akan sembrono menafsirkan sesuatu yang bukan objek penelitian kita. SE. Tanpa variabel. kerangka teoritik yang baik akan membantu kita melakukan penafsiran semua temuan penelitian secara proporsional. maka tidak ada penelitian. Sesuatu itu mungkin manusia. kita seringkali menyebut-nyebut tentang "Variabel". Dengan demikian. Kita tidak akan keluar dari area penelitian kita. dan lain-lain. apa yang dimaksud dengan variabel? Dalam rumusan sederhana. kita akan memerlukan analisis korelasional. M. realistis. lni wajar sebab variabel adalah bahan baku pokok dalam suatu penelitian.t . dapatlah kita simpulkan bahwa kerangka teoritik menempati posisi yang sangat strategis dalam suatu penelitian. Dalam hal ini. METODOLOGI PENELITIAN 6 . Sedangkan statistik selalu berhubungan dengan variasi nilai. maka penafsiran kita pun (terhadap temuan penelitian kita) akan berfokus dengan baik. Ini dengan catatan. penelitian kita tidak akan jelas arahnya. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Kerangka teoritik yang baik dapat berfungsi sebagai "pagar" yang membatasi area penelitian kita.test. mana yang kita teliti. Tanpa kerangka teoritik yang baik. variabel adalah segala sesuatu yang diteliti oleh seorang peneliti.Si. suatu penelitian tidak akan sampai pada tujuan utama penelitian itu sendiri. sistem. VARIABEL Dalam bab tentang permasalahan penelitian atau bab tentang kerangka teoritik.

atau "variabel terpengaruh". Sahibul Munir. Variabel terikat kadang disebut pula "variabel post test". atau variabel sosio-ekonomi dari para siswa yang diteliti) untuk lebih menjelaskan pola hubungan antara variabel bahasa Inggris dengan variabel matematika. Variabel independen ini kadang-kadang juga disebut "variabel eksperimental" atau "variabel treatment" bila kita melakukan suatu penelitian eksperimental. variabel eksperimental. variabel antecedent. atau perempuan bujangan. dan sebagainya.Si. SE. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. laki-laki bujangan. variabel moderator. Tetapi. laki-laki atau perempuan pun bisa menjadi variabel. Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang menjadi "sasaran" dari rekayasa atau manipulasi dari variabel bebas (independent). sejauh mempunyai variasi nilai. "variabel kriterion". dan lain-lain. dan sesuatu itu memiliki variasi nilai. tetapi yang penting kita memahami bahwa variabel selalu mengacu kepada sesuatu yang diteliti oleh peneliti. sub variabel. M. Variabel ini juga disebut "variabel pengaruh". Ada variabel bebas. variabel. Untuk memudahkan penyebutan dan pembahasan. Meskipun demikian. misalnya laki-laki kawin. "jenis kelamin" adalah variabel. maka variabel ketiga ini disebut sebagai "variabel moderator". Berikut ini adalah penjelasan untuk beberapa variabel yang "populer". dimensi. para pakar memberi berbagai nama untuk suatu variabel penelitiannya. Karena kesulitan ini. variabel kriterion.Sebagai contoh. perempuan kawin. variabel pengacau. kadangkala seseorang terpaksa harus membuat penyebutan yang berbeda untuk hal yang sama. sebab jenis kelamin mempunyai variasi nilai. Tidak penting benar judul-judul yang dibuat itu. Jika kita masukkan variabel lain (misalnya variabel jenis kelamin. METODOLOGI PENELITIAN 7 . Variabel moderator adalah variabel "penengah" antara variabel satu dengan variabel lainnya. variabel terikat. Variabel bebas (independent) adalah variabel yang direkayasa (dimanipulasi) untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel lain. misalnya konsep. variabel tidak selalu mudah difahami. Misainya kita ingin mengetahui apakah hasil tes bahasa lnggris (variabel pengaruh) mempengaruhi hasil tes matematika (variabel terpengaruh). yaitu laki-laki atau perempuan.

Jika indikator tidak jelas. indikator berbeda dari variabel dari segi derajat empirinya. Tingkat kepercayaan diri adalah perilaku pegawai yang diamati. Di sini "kualitas" perilaku yang diamati ini banyak dipengaruhi oleh subyektifitas peneliti dalam mengisi skala penilaiannya. 4. peneliti ingin mengamati cara seorang pekerja mendemonstrasikan suatu prosedur kerja. Tetapi. Karena itu perlu dikaji.Dalam suatu penelitian observasi. M. maka kita tidak lagi memerlukan indikator untuk variabel PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Apa saja yang direkam oleh peneliti seperti apa adanya (as it is) di lapangan disebut "variabel deskriptif". INDIKATOR Satu konsep lain yang sangat penting dan pasti berhubungan dengan variabel adalah "Indikator". sebab data yang dibutuhkan oleh peneliti tergantung sepenuhnya pada kejelasan indikator bukan pada variabel. SE. Indikator sangat penting. Variabel evaluatif adalah variabel yang dalam pengukurannya banyak dipengaruhi oleh "subyektifitas" penilaian peneliti. seperti variabel. tetapi "dilihat dari sisi si peneliti". Misalnya. maka peneliti akan mendapat kesulitan serius dalam pengumpulan data. "tingkat kegugupan". Sahibul Munir. Tetapi bila sesuatu variabel sudah cukup bersifat empiris dan operasional. METODOLOGI PENELITIAN 8 . Cara demonstrasi prosedur kerja ini dipengaruhi oleh beberapa tingkah laku pekerja seperti "tingkat kepercayaan diri". darimana datangnya indikator? lndikator harus diturunkan (derived. Indikator. Lalu. adalah sesuatu yang diteliti atau diukur. elaborated) dari variabel. Variabel inferensial adalah variabel yang sudah dipengaruhi oleh "inferensi" dari pengamat. dan lain-lain. dan variabel evaluatif. Borg & Gall (1983) membagi "variabel observasional" menjadi tiga macam.Si. yaitu variabel deskriptif. apa itu indikator. Variabel deskriptif (disebut pula variabel "low inference") adalah variabel yang relatif bebas dari penilaian atau "inferensi" dari pengamat. maka indikator terletak pada derajat empiri dan operasional. Jika variabel terletak pada derajat yang abstrak dan konseptual. Misalnya. variabel inferensial. peneliti mengamati perilaku pegawai dengan menggunakan "skala perilaku".

tersebut. GAMBAR 4 : VARIABEL DAN INDIKATOR Dunia Abstraksi Variabel Konsep ’Prestasi Akademik' Dunia Empiri Indikator Data ’Nilai Ujian’ Ada dua dunia. indikator itu sebenarnya variabel juga. tetapi posisinya ada di dunia empiris dan siap dijadikan data. Hasil turunan variabel yang ada di dunia empiri ini disebut indikator. dan mengukur intensitasnya. SE. atau "demokrasi". yaitu dunia abstraksi dan dunia empiri apa yang akan diteliti oleh peneliti ada di dunia abstraksi masih berbentuk konsep. ”prestasi akademik” adalah variabel yang ada di dunia abstraksi. perhatikan gambar berikut ini. misalnya. Demikian pula bila kita ingin mengukur variabel-variabel lain seperti produktifitas. Untuk jelasnya. Mengukur berat badan seseorang. masalahnya seringkali tidak sesederhana itu. nilai ujian sudah bersifat empiris. banyak hal yang tidak memerlukan indikator. Kita tidak bisa langsung memegang sekeping "motivasi". "pengangguran".Si. Indikator seringkali sulit diidentifikasi. Kita perlu indikator yang bisa "mewakili" motivasi itu. Dengan kata lain yang agak teknis. Variabel ini harus diturunkan ke dunia empiri agar bisa diteliti dan diukur dan menjadi data. Di dalam ilmu sosial. indikator adalah hasil turunan variabel yang memiliki sifat cukup empiris dan operasional untuk ditransformasikan menjadi data. langsung saja tongkat tersebut yang diukur dengan meteran. maka harus diturunkan menjadi indikator yang contohnya adalah ”nilai ujian”. cukuplah seseorang ditimbang untuk mengetahui beratnya. Jadi. Prestasi akademik masih bersifat abstrak. Tetapi dalam penelitian sosial. M. atau intelejensia. kita masih belum sepakat terhadap indikator yang tepat untuk variabel-variabel "kemiskinan". yang secara teknis disebut variabel. Agar prestasi ini bisa diukur. baik di dunia ilmu sosial maupun ilmu eksakta. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. kemiskinan. METODOLOGI PENELITIAN 9 . Sahibul Munir. Sebagai contoh. Untuk mengukur panjang sebatang tongkat. Dalam penelitian eksakta.

Jadi bila digambarkan. mengkaji hasil penelitian-penelitian terdahulu atau bertanya kepada para pakar untuk menentukan indikator yang tepat. Ia harus membaca literatur. penentuan indikator ini bersifat subyektif dan tergantung pada suatu "konsensus". seorang peneliti tidak boleh seenaknya menentukan indikator-indikator penelitiannya. SE. bukan sebaliknya). maka di dalam model penelitian penjelasan ini digambarkan secara visual. Tidak jarang. MODEL PENELITIAN Model penelitian adalah visualisasi kerangka teoritik penelitian.Si. METODOLOGI PENELITIAN 10 . Motivasi Pegawai Motivasi Pegawai Produktivitas Produktivitas Pegawai Pegawai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir. 5. M. Bila di dalam kerangka teoritik peneliti menjelaskan variabel-variabel tersebut. model penelitiannya mungkin akan seperti gambar berikut (tanda panah berarti motivasi mempengaruhi produktivitas. Dalam penelitian yang melibatkan dua variabel (misalnya motivasi dan produktifitas). Tetapi.misalnya. tidak semua penelitian mempunyai model penelitian sebab tidak semua penelitian yang mengandung variabel-variabel dapat divisualisasikan. peneliti akan mudah membuat model penelitiannya sebab dua variabel ini secara teoritis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Meskipun demikian.

Sahibul Munir. Misalnya.1978) model Produktifitas Produktifitas Sarana Kerja penelitiannya tergambar Pegawai Sarana Kerja seperti ini. Degree of learning = f time actually spent time needed Atau seperti ini (Frisbee. yang terpenting dari suatu model penelitian tentunya bukan gambaran atau visualisasi fisiknya. Ibarat jasad yang tidak punya jiwa.Si. Selain visualisasi seperti di atas. seperti formula. 1984) : Effortij = f PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. M. Tanpa penjelasan rasional dan ilmiah ini.Dalam penelitian yang lebih kompleks. SE. Tetapi. Pegawai Kepemimpinan Kepemimpinan Atasan Atasan Perlu ditekankan. sebuah model penelitian tidak punya makna. model penelitiannya mungkin akan seperti ini : Motivasi Pegawai Motivasi Pegawai Atau. yang terpenting adalah penjelasan yang rasional dan ilmiah yang mendasari visualisasi tersebut. dalam suatu penelitian (Bridges dan Hallinan. atau fungsi matematis. rumus. METODOLOGI PENELITIAN 11 . model juga bisa berbentuk lain. ada model seperti ini (Carrol. 1984).

Si. HIPOTESIS Satu hal yang berhubungan erat dengan kerangka teoritik adalah hipotesis. Setiap temuan dalam penelitian ilmiah pada hakikatnya adalah hipotesis yang siap diuji oleh peneliti berikutnya. maka peneliti harus menjelaskan mengapa dalam konteks penelitiannya itu hipotesis tersebut ditolak. dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian yang baik pasti berdasarkan pada kerangka teoritik yang baik. peneliti harus mampu menjelaskan mengapa dan pada kondisi apa hipotesis ini diterima atau ditolak. Karena itu. M. Hipotesis ini nantinya harus diuji kebenarannya (diterima kebenarannya atau ditolak kebenarannya). Keduanya benar. la harus cukup punya data untuk membuat asumsi-asumsi yang mendasari hipotesisnya itu. Peneliti tidak perlu merasa bersalah atau berdosa atau bodoh karena hipotesisnya ditolak. misalnya. Semua penelitian dimulai dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang peneliti. Jawaban ini diberikan sebelum penelitian itu sendiri dilakukan.6. bukan dibuktikan. Jika hipotesis diterima. "anak yang dibesarkan oleh orang tua yang agresif akan cenderung bersifat agresif pula". tetapi dalam konteks dan asumsi dasar yang berbeda. Hipotesis juga terkait erat dengan permasalahan penelitian. jawaban ini masih perlu diuji kebenaran-nya (hipotesis diuji. berarti kebenaran ini dikonfirmasikan. Hipotesis pada hakikatnya adalah jawaban peneliti terhadap pertanyaan yang diajukan itu. maka ia tentunya harus memiliki rasionale (alasan) yang kuat untuk itu. hipotesis adalah jawaban sementara dari peneliti terhadap pertanyaan penelitiannya sendiri. Kalau seorang peneliti mengajukan hipotesis bahwa. Dengan kata lain. Ketika hukumhukum fisika Newton dikoreksi atau ditolak oleh Einstein. Sahibul Munir. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Newton atau pengikut Newton tidak harus merasa "dikalahkan" oleh Einstein. Bila ditolak. Jika seorang peneliti ingin memberi suatu jawaban yang baik (hipotesis) terhadap pertanyaan penelitian yang diajukannya. kebenarannya). SE. maka peneliti harus mempunyai data yang cukup kuat untuk mendukung hipotesisnya ini. Tetapi. tak jadi soal apakah hipotesis ini diterima atau ditolak. Tetapi suatu kerangka teoritik belum tentu bermuara pada suatu hipotesis. METODOLOGI PENELITIAN 12 . Secara singkat.

Karena itu. Dalam hal ini. Kalau kita selalu mengatakan bahwa hipotesis harus diuji. hipotesis mayor.Si. Tidak semua penelitian mempunyai hipotesis. Jika ada penelitian yang mengandung hipotesis. maka yang dimaksud di sini. Jika hipotesis not tidak menunjukkan adanya hubungan. Tidak semua penelitian melibatkan statistik. Hipotesis not (hipotesis null) adalah hipotesis yang berisi pernyataan ketiadaan (the absence of) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti atau ketiadaan perbedaan antara entitas-entitas yang dibandingkan. Penelitian-penelitian yang bernuansa kualitatif (apalagi yang kualitatif murni) termasuk di antara penelitian yang tidak memerlukan hipotesis. tetapi secara teknis . apa yang disebut sebagai hipotesis statistik adalah sama dengan hipotesis nol.Secara terbayangkan tradisional. Kalaupun ada hipotesis. Berikut ini penjelasan untuk beberapa macam hipotesis. Sahibul Munir. Ada beberapa macam hipotesis yang kita kenal. hipotesis alternatif (Ha). hipotesis korelasional. M. atau apa saja) yang akan diuji kebenarannya oleh peneliti. Tanpa statistik. perbandingan. Dalam definisi yang lebih umum hipotesis not adalah pernyataan apapun (tentang hubungan. Ini tidak benar. karena untuk menguji hipotesis ini digunakan metode PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. bagaimana pengujian menguji hipotesis hipotesis selalu tanpa dilakukan statistik. maka tidak semua hipotesis harus diuji dengan statistik. atau arah (direction) kecenderungan variabel yang diteliti. sebuah penelitian tidak dapat dipertanggung-jawabkan validitasnya. perbedaan. hipotesis minor. hipotesis statistik.teoritik hanya ada satu pengertian hipotesis. pengujian kebenarannya sama sekali tidak membutuhkan statistik. Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang menjadi lawan dari hipotesis nol. hipotesis alternatif disebut juga hipotesis direksional (directional hypothesis). maka hipotesis justru berisi pernyataan sebaliknya. Ini dengan adalah memanfaatkan statistik. antara lain hipotesis nol (Ho Hipotesis Null). hipotesis kerja. SE. Keadaan ini sudah sedemikian mapan sehingga tidak kesalahpahaman. Sama salahnya dengan menyatakan bahwa semua penelitian pasti melibatkan statistik. Meskipun secara konseptual .operasional kita mengenal beberapa macam hipotesis. METODOLOGI PENELITIAN 13 . adalah hipotesis not ini.

ia bisa mengutarakan permasalahan penelitiannya dalam bentuk pernyataan biasa atau pertanyaan-pertanyaan terbuka. apa yang disebut sebagai hipotesis kerja (working hypothesis) adalah sama dengan hipotesis alternatif. Jika peneliti tidak bermaksud menguji suatu hipotesis. apakah kerangka teoritis masih diperlukan penelitian kualitatif ? Kerangka teoritik masih diperlukan dalam penelitian kualitatif. SE. KERANGKA TEORITIK DALAM PENELITIAN KUALITATIF Dalam bab terdahulu pada bagian "permasalahan dalam penelitian kualitatif" telah dijelaskan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan atau memahami makna ("meaning") di batik realitas. Hipotesis minor adalah hipotesis yang berisi pernyataan yang lebih khusus dan spesifik daripada apa yang dinyatakan di hipotesis mayor. atau teori-teori yang dapat mengacaukan pemahaman terhadap realitas tersebut seperti apa adanya ("as it is"). tetapi fungsinya tidak sebagai "pagar" yang membatasi area penelitian. Dalam hal ini kerangka teoritik lebih berperan sebagai titik berangkat dan landasan bagi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. perbedaan.Si. atau arah variabel yang diteliti. Hipotesis mayor adalah hipotesis yang berisi pernyataan umum tentang hubungan.perhitungan statistik. Hipotesis korelasional adalah hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel. Hipotesis mayor menyiratkan adanya hipotesis minor. Yang perlu digarisbawahi. Kalau begitu. Sahibul Munir. konon disarankan kepada seorang peneliti kualitatif agar ia membuka pikiran dan hatinya lebar-lebar terhadap realitas yang akan ditelitinya. maka hipotesisnya disebut hipotesis kausalitas. METODOLOGI PENELITIAN 14 . asumsi. Lalu. M. dan membuang jauh-jauh prasangka. Hipotesis diajukan jika dan hanya jika peneliti mempunyai data yang cukup kuat untuk mengajukannya. Jika pola hubungan antara dua atau lebih variabel bersifat kausal (sebab-akibat). Karena itu. tidak semua penelitian mensyaratkan adanya hipotesis.

mereka bertanya : Bagaimana validitas temuan penelitian kualitatif bisa diuji dan dipertanggungjawabkan? Bagaimana semua temuan dapat digeneralisasikan? Apa manfaat penelitian kualitatif ? Dan sebagainya. Misalnya.peneliti untuk menganalisis dan memahami realitas yang ditelitinya. perlu ditegaskan. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Tetapi sebagai dasar analisis ilmiah terhadap hasil temuan penelitian di lapangan. Meskipun demikian. semuanya mempunyai kerangka teori yang jelas dan mampu menghasilkan temuan yang memiliki validitas tinggi. M. Daun di atas Bantal oleh Garin Nugroho. secara alamiah. METODOLOGI PENELITIAN 15 .kualitatif kadang kala sulit memahami kerangka berpikir penelitian kualitatif. semuanya didahului suatu penelitian kualitatif yang sangat serius. kerangka teoritik ini tidak "berpretensi" sebagai standar atau hakim yang menentukan validitas kebenaran dalam penelitian kualitatif. banyak film-film bagus didasarkan pada temuan penelitian kualitatif. misalnya. Semua peneliti kualitatif yang serius seperti Clifford Geertz di pulau Jawa. Tetapi pengkajian teori-teori ini bukan untuk menentukan variabel-variabel penelitian dan membatasi permasalahan penelitian. Film Cut Nyak Dhien hasil arahan Eros Jarot.Si. dan tak seorang pun yang meragukan manfaat (praktis atau teoritis) yang dapat diberikannya kepada peradaban kita. SE. Snouck Hurgronje di Aceh. peneliti-peneliti non . Sahibul Munir.kualitatif. Jika seorang peneliti kualitatif ingin meneliti suatu suku terasing di pedalaman Irian Jaya. Karena itu. Ilustrasi lain. atau Ruth Benedict di Jepang. ia mungkin memerlukan teori-teori tentang kebudayaan. hal ini tetap diterima sebagai "kebenaran" yang mungkin bersifat sangat khas dan "kasuistis" (hanya berlaku di suatu konteks tertentu saja). Mereka seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang salah karena menggunakan pola pikir atau paradigma penelitian non . interaksi sosial dan antropologi atau sosiologi. atau Mahatma Gandhi oleh Steven Spielberg. jika peneliti menemukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dibahas dalam teori. Karena alasan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful