MODUL 4 Kerangka Pemikiran Teoritik

Aspek kedua dari logika penelitian adalah Kerangka Teoritik (Theoretical Framework). Berikut ini akan kita bahas beberapa hal yang berhubungan dengan kerangka teoritik ini. Yang akan kita bahas adalah pengertian kerangka teori, tujuan (manfaat) dibuatnya suatu kerangka teoritik, konsep variabel dan indikator, model penelitian dan pengertian hipotesis. Sebagai tambahan, kita juga akan membahas kerangka teoritik di dalam penelitian kualitatif.

1. PENGERTIAN KERANGKA TEORITIK
Setiap peneliti yang ingin meneliti sesuatu sebenarnya, sadar ataupun tidak, telah mempunyai semacam gambaran, harapan, jawaban, atau bayangan tentang apa yang bakal diketemukannya melalui penelitiannya Itu. Peneliti tersebut, dengan kata lain, mempunyai semacam “teori” tentang apa yang akan ditelitinya itu. “Teori” itu sendiri dipahami berbeda-beda oleh para pakar. Borg & Call (1983), misalnya, memberi definisi sebagai berikut : “….. theory is a system for explaining a set of phenomena by specifying constructs and the laws that relate these constructs to each other”. Teori adalah sistem yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara merinci konstruk-konstruk (yang membentuk fenomena itu), beserta hukum atau aturan yang mengatur keterkaitan antara satu konstruk dengan lainnya. Selanjutnya, para pakar juga membagi teori menjadi dua, yaitu teori “kecil” dan teori “besar”. Teori kecil adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena dalam skala kecil dan terbatas. Seorang peneliti biasanya membangun teori

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si.

METODOLOGI PENELITIAN

1

Tidak ada atau hampir tidak ada seorang pun di jagad raya ini yang pernah atau akan mampu membuat suatu teori besar sendirian saja. peneliti tersebut sebenarnya telah mempunyai gambaran tentang “faktor-faktor” dan “produktifitas kerja” yang akan ditelitiya. SE. kecepatan kerja. Entah dari pengalaman sehari-hari atau dari buku-buku yang ia baca. M. teori psiko-analisa Freud. Dalam hal ini. Jadi. Dilihat sepintas lalu.Si.“kecil” di dalam penelitiannya. Teori fisika kuantum. Teori-teori besar dibangun oleh banyak sekali teori-teori kecil. dan sebagainya adalah beberapa contoh teori besar. Misalnya seorang peneliti ingin meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas kerja pegawai. Namun yang justru paling penting adalah aspek rasional atau alasan atau penalaran (reasoning) yang melatar belakangi apa yang dipikirkan si peneliti itu. atau sekedar jumlah absensi pegawai dalam satu bulan. yang ia bayangkan tentang produktifitas kinerja pegawai mungkin berhubungan dengan jumlah produk yang dihasilkan pegawai. Karena itu dua orang peneliti mungkin sekali mempunyai bayangan yang berbeda tentang sesuatu hal. Apa yang dimaksud dengan teori peneliti dalam penelitiannya mengacu kepada teori “kecil”. Sementara itu. tak menjadi soal benar apa yang dipikirkan oleh seorang peneliti. Dalam hal ini. Sahibul Munir. (ini satu alasan mengapa kerangka teoritik penelitian kadang kala juga disebut kerangka berpikir). ia mungkin sudah membayangkan bahwa faktor-faktor yang dimaksud itu adalah motivasi pegawai dan kompensasi yang diberikan. dua peneliti yang berbeda mempunyai pikiran yang sama tentang hubungan antara Motivasi Pegawai dan Produktifitas Kerja Pegawai. Tetapi kita akan segera tahu perbedaan kualitas kedua peneliti tersebut manakala mereka mulai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Teori besar adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena secara “utuh dan menyeluruh”. Misalnya. kita akan sulit membedakan mana di antara dua peneliti ini yang memiliki kerangka teoritik yang lebih baik. teori ekonomi makro. METODOLOGI PENELITIAN 2 . Teorinya ini hanya melibatkan satu atau dua variabel untuk menjelaskan sesuatu secara sangat terbatas. yang membedakan peneliti yang baik dan yang tidak baik justru terletak pada kemampuan mereka dalam memberikan alasan terhadap kerangka berpikir yang ada di dalam benak mereka. kualitas produk.

Sahibul Munir. 2. Peneliti kedua lebih mendasarkan "teori" nya pada alasan-alasan yang bersifat subyektif dan non-ilmiah. produktivitas kerjanya juga tinggi.Si. SE. METODOLOGI PENELITIAN 3 . variabel-variabel penelitian. dukungan data teoritis dan atau empiris. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. dalam kehidupan sehari-hari. 3. pekerja yang motivasinya tinggi. Peneliti pertama mungkin akan memberikan data-data (teoritis atau pun empiris) yang mendukung pola hubungan antara motivasi dan produktifitas. keterkaitan antara variabel-variabel.mengungkapkan alasan di balik pikiran mereka tentang pola hubungan kedua hal tersebut. 4. M. Jadi apa sebenarnya kerangka teoritik atau kerangka berpikir itu? Dalam bahasa sederhana. Dengan demikian beberapa data kunci yang harus diperhatikan oleh peneliti dalam pembuatan kerangka teoritik atau kerangka berpikir penelitiannya adalah : 1. kerangka teoritik atau kerangka berpikir adalah penjelasan rasional dan logis yang didukung dengan data teoritis dan atau empiris yang diberikan oleh peneliti terhadap variabelvariabel penelitiannya beserta keterkaitan antara variabel-variabel tersebut. kerangka teoritik atau kerangka berpikir adalah penjelasan rasional dan logis yang diberikan oleh seorang peneliti terhadap pokok atau objek penelitiannya. Dalam hal ini. Dalam bahasa yang lebih teknis. Tetapi peneliti kedua mungkin hanya sekedar mengatakan bahwa "biasanya". Peneliti ini "memaksa" orang lain untuk mempercayai "teorinya" tanpa dukungan ilmiah apapun. penjelasan yang rasional dan logis. peneliti pertama telah menggunakan cara atau kebiasaankebiasaan yang dianut dalam tradisi penelitian ilmiah.

dan sebagainya). definisi motivasi yang mana yang akan digunakan oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya? Ketidakjelasan definisi variabel ini akan dapat menimbulkan kesulitan bagi peneliti untuk menentukan indikator-indikator yang akan diukurnya. menjelaskan pola hubungan antara satu dan lain variabel. Pertama. kerangka teoritik membantu kita menjelaskan definisi operasional variabel yang akan kita teliti. TUJUAN DAN MANFAAT KERANGKA TEORITIK Mengapa kita perlu membuat kerangka teoritik? Mengapa kita tidak langsung saja meneliti. Kita tahu bahwa suatu hal atau variabel memiliki definisi yang sangat bervariasi.2. M. 4. menentukan metodologi penelitian secara akurat. Tetapi kerangka teoritik harus dibuat bila penelitian yang akan kita lakukan relatif kompleks dan melibatkan beberapa variabel sekaligus. Mengapa harus dibuat? Kerangka teoritik harus dibuat sebab kerangka ini dapat membantu kita : 1. sekian persen tidak memberikan pendapat. Persoalannya. Kita tinggal menanyakan masyarakat (lewat telpon. METODOLOGI PENELITIAN 4 . sekian persen setuju tarif listrik dinaikkan. memiliki beberapa definisi yang mungkin semuanya benar. sebagian besar perguruan tinggi tidak mengijinkan mahasiswanya melakukan penelitian semacam ini untuk keperluan penulisan skripsi atau thesis mereka. dan kemudian menghitung hasilnya. menjelaskan definisi operasional variabel penelitian kita. sekian persen tidak setuju. 2. Karena sifatnya yang sangat sederhana ini. kerangka teoritik tidak perlu dibuat. "Motivasi". SE. Jika peneliti kesulitan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. misalnya. menentukan metode analisis yang tepat. 5. Tetapi penelitian polling seperti ini sama sekali tidak memerlukan teori apa-apa untuk dijelaskan. menyebar kuesioner. Misalnya. dan menentukan cara penafsiran temuan secara objektif. Polling adalah penelitian. 3. turun ke lapangan dan mengumpulkan data? Apakah kerangka teoritik harus dibuat ? Jika penelitian kita bersifat sederhana.Si. Sahibul Munir. kita sekedar ingin melakukan "Polling" untuk mengetahui pendapat masyarakat tentang sikap mereka terhadap rencana kenaikan tarif listrik.

dan menentukan sumber data darimana data tersebut akan diambil. mungkin kita akan memerlukan analisis-analisis perbandingan (uji beda) seperti PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Pendek kata. M. kita tidak akan mungkin menentukan metode penelitian secara akurat. median. kita ingin membuat perbandingan sesuatu hal dengan hal lain. yaitu variabel bebas ( X ) dan variabel tergantung ( Y ). instrumen pengumpul data yang akan kita pakai.Si. maka wajar jika peneliti juga akan kesulitan dalam pengolahan dan analisis data yang dikumpulkannya. atau studi eksperimental yang bersifat kausal .eksploratif. kerangka teoritik membantu kita menentukan metodologi penelitian secara akurat. Dalam hal ini patut dicatat bahwa tidak semua penelitian melibatkan lebih dari satu variabel yang saling berhubungan. dan hal ini tidak berarti mengurangi bobot kualitas penelitian tersebut. dengan kerangka teoritik yang jelas kita juga mampu menentukan jenis data yang kita perlukan. lni tentu saja tidak benar.dalam pengukuran indikator. Sahibul Munir. Dengan kata lain. kerangka teoritik memberi gambaran kepada kita tentang rencana analisis data yang akan kita lakukan.eksplanatif. Selain itu. SE. kerangka teoritik membantu kita menjelaskan dan menggambarkan pola hubungan antara satu variabel dengan lainnya. METODOLOGI PENELITIAN 5 . metodologi penelitian yang baik benar-benar sangat ditentukan oleh kemampuan peneliti untuk menuangkan objek penelitiannya dalam bentuk kerangka teoritik yang baik. Tak menjadi soal apakah hubungan tersebut bersifat korelasional atau kausal (sebab akibat) tetapi pola yang tergambar ini akan membantu peneliti untuk mengeksplisitkan hal-hal yang ditelitinya. Bila dalam penelitian kita. Ketiga. mungkin analisis data kita nantinya hanya akan melibatkan statistik deskriptif seperti perhitungan tendensi sentral (rata-rata. Satu kesalahpahaman yang biasa terjadi adalah peneliti mengira bahwa semua penelitian harus mengandung sedikitnya dua variabel. Penelitian yang hanya melibatkan satu variabel (Univariat) cukup banyak dilakukan orang. modus. tanpa kerangka teoritik yang jelas. dan sebagainya). survai yang korelasional. Jika penelitian kita bersifat deskriptif tanpa harus meneliti hubungan satu dan lain variabel. Keempat. Kedua. Kita akan bisa menentukan apakah metode yang kita pakai nanti adalah survai yang bersifat deskriptif . studi kasus yang menekankan pada pemahaman mendalam tentang suatu hal.

METODOLOGI PENELITIAN 6 . Kerangka teoritik yang baik dapat berfungsi sebagai "pagar" yang membatasi area penelitian kita. penelitian kita tidak akan jelas arahnya. kita menyadari bahwa sebagian besar dari kita percaya bahwa penelitian selalu melibatkan statistik. VARIABEL Dalam bab tentang permasalahan penelitian atau bab tentang kerangka teoritik. Jika pagar ini jelas dan berfungsi dengan baik. lni wajar sebab variabel adalah bahan baku pokok dalam suatu penelitian. dan lain-lain. M. Dalam hal ini. dan lain-lain. apa yang dimaksud dengan variabel? Dalam rumusan sederhana. variabel sering kali diartikan sebagai "sesuatu yang mempunyai variasi nilai". Tanpa variabel. 3. Begitu pula kalau kita ingin menguji ada-tidaknya korelasi antara beberapa variabel. sistem. kita akan memerlukan analisis korelasional. suatu penelitian tidak akan sampai pada tujuan utama penelitian itu sendiri. Kita tidak akan keluar dari area penelitian kita. anova. mana yang kita teliti. Karena itu. Sedangkan statistik selalu berhubungan dengan variasi nilai. dan objektif.test. maka tidak ada penelitian. variabel adalah segala sesuatu yang diteliti oleh seorang peneliti. Ini dengan catatan. Tanpa kejelasan arah. realistis. maka penafsiran kita pun (terhadap temuan penelitian kita) akan berfokus dengan baik. Sahibul Munir.t . SE. yakni menemukan dan menjelaskan kebenaran ilmiah. benda. Tanpa kerangka teoritik yang baik. kita seringkali menyebut-nyebut tentang "Variabel". mana yang tidak.Si. kerangka teoritik yang baik akan membantu kita melakukan penafsiran semua temuan penelitian secara proporsional. Demikian dan seterusnya. Kalau begitu. maka sesuatu itu tidak bisa di analisis (terutama secara statistik). dapatlah kita simpulkan bahwa kerangka teoritik menempati posisi yang sangat strategis dalam suatu penelitian. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. bahwa jika sesuatu itu tidak mempunyai variasi nilai. Semua penelitian selalu berurusan dengan variabel. Kita tidak akan sembrono menafsirkan sesuatu yang bukan objek penelitian kita. Dengan demikian. Sesuatu itu mungkin manusia. Kelima.

sebab jenis kelamin mempunyai variasi nilai. variabel pengacau. Meskipun demikian. Tetapi. variabel eksperimental. variabel tidak selalu mudah difahami. variabel moderator. laki-laki atau perempuan pun bisa menjadi variabel.Si. Variabel ini juga disebut "variabel pengaruh". "variabel kriterion". atau variabel sosio-ekonomi dari para siswa yang diteliti) untuk lebih menjelaskan pola hubungan antara variabel bahasa Inggris dengan variabel matematika. variabel antecedent. "jenis kelamin" adalah variabel. Sahibul Munir. Karena kesulitan ini. misalnya laki-laki kawin. dimensi. sejauh mempunyai variasi nilai. para pakar memberi berbagai nama untuk suatu variabel penelitiannya. tetapi yang penting kita memahami bahwa variabel selalu mengacu kepada sesuatu yang diteliti oleh peneliti. Ada variabel bebas. atau perempuan bujangan. dan lain-lain. Berikut ini adalah penjelasan untuk beberapa variabel yang "populer". kadangkala seseorang terpaksa harus membuat penyebutan yang berbeda untuk hal yang sama. SE. M. Misainya kita ingin mengetahui apakah hasil tes bahasa lnggris (variabel pengaruh) mempengaruhi hasil tes matematika (variabel terpengaruh). sub variabel. Variabel terikat kadang disebut pula "variabel post test". variabel. Variabel bebas (independent) adalah variabel yang direkayasa (dimanipulasi) untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel lain. dan sesuatu itu memiliki variasi nilai. laki-laki bujangan. maka variabel ketiga ini disebut sebagai "variabel moderator". dan sebagainya. Untuk memudahkan penyebutan dan pembahasan. atau "variabel terpengaruh". yaitu laki-laki atau perempuan. variabel terikat. perempuan kawin. misalnya konsep. Jika kita masukkan variabel lain (misalnya variabel jenis kelamin. Variabel terikat (dependent) adalah variabel yang menjadi "sasaran" dari rekayasa atau manipulasi dari variabel bebas (independent). variabel kriterion. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Variabel moderator adalah variabel "penengah" antara variabel satu dengan variabel lainnya. Variabel independen ini kadang-kadang juga disebut "variabel eksperimental" atau "variabel treatment" bila kita melakukan suatu penelitian eksperimental. Tidak penting benar judul-judul yang dibuat itu.Sebagai contoh. METODOLOGI PENELITIAN 7 .

Karena itu perlu dikaji. sebab data yang dibutuhkan oleh peneliti tergantung sepenuhnya pada kejelasan indikator bukan pada variabel. variabel inferensial. METODOLOGI PENELITIAN 8 .Si. Jika variabel terletak pada derajat yang abstrak dan konseptual. indikator berbeda dari variabel dari segi derajat empirinya. maka kita tidak lagi memerlukan indikator untuk variabel PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. 4. Misalnya. M. Cara demonstrasi prosedur kerja ini dipengaruhi oleh beberapa tingkah laku pekerja seperti "tingkat kepercayaan diri". adalah sesuatu yang diteliti atau diukur. maka indikator terletak pada derajat empiri dan operasional. Apa saja yang direkam oleh peneliti seperti apa adanya (as it is) di lapangan disebut "variabel deskriptif". INDIKATOR Satu konsep lain yang sangat penting dan pasti berhubungan dengan variabel adalah "Indikator". SE. Borg & Gall (1983) membagi "variabel observasional" menjadi tiga macam. Variabel evaluatif adalah variabel yang dalam pengukurannya banyak dipengaruhi oleh "subyektifitas" penilaian peneliti. seperti variabel. Tingkat kepercayaan diri adalah perilaku pegawai yang diamati. Variabel inferensial adalah variabel yang sudah dipengaruhi oleh "inferensi" dari pengamat. dan variabel evaluatif. apa itu indikator. Variabel deskriptif (disebut pula variabel "low inference") adalah variabel yang relatif bebas dari penilaian atau "inferensi" dari pengamat. elaborated) dari variabel. maka peneliti akan mendapat kesulitan serius dalam pengumpulan data. Di sini "kualitas" perilaku yang diamati ini banyak dipengaruhi oleh subyektifitas peneliti dalam mengisi skala penilaiannya. Tetapi. peneliti mengamati perilaku pegawai dengan menggunakan "skala perilaku". Indikator sangat penting. Misalnya. "tingkat kegugupan". yaitu variabel deskriptif. Jika indikator tidak jelas. Tetapi bila sesuatu variabel sudah cukup bersifat empiris dan operasional. Sahibul Munir. tetapi "dilihat dari sisi si peneliti".Dalam suatu penelitian observasi. dan lain-lain. peneliti ingin mengamati cara seorang pekerja mendemonstrasikan suatu prosedur kerja. Lalu. darimana datangnya indikator? lndikator harus diturunkan (derived. Indikator.

METODOLOGI PENELITIAN 9 . Agar prestasi ini bisa diukur.tersebut. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. masalahnya seringkali tidak sesederhana itu. Dalam penelitian eksakta. yaitu dunia abstraksi dan dunia empiri apa yang akan diteliti oleh peneliti ada di dunia abstraksi masih berbentuk konsep. "pengangguran". dan mengukur intensitasnya. Variabel ini harus diturunkan ke dunia empiri agar bisa diteliti dan diukur dan menjadi data. SE. nilai ujian sudah bersifat empiris. yang secara teknis disebut variabel. Prestasi akademik masih bersifat abstrak. Untuk mengukur panjang sebatang tongkat. baik di dunia ilmu sosial maupun ilmu eksakta. Kita perlu indikator yang bisa "mewakili" motivasi itu. Hasil turunan variabel yang ada di dunia empiri ini disebut indikator. kita masih belum sepakat terhadap indikator yang tepat untuk variabel-variabel "kemiskinan". GAMBAR 4 : VARIABEL DAN INDIKATOR Dunia Abstraksi Variabel Konsep ’Prestasi Akademik' Dunia Empiri Indikator Data ’Nilai Ujian’ Ada dua dunia. maka harus diturunkan menjadi indikator yang contohnya adalah ”nilai ujian”. Jadi. tetapi posisinya ada di dunia empiris dan siap dijadikan data. Dengan kata lain yang agak teknis. atau "demokrasi". banyak hal yang tidak memerlukan indikator. cukuplah seseorang ditimbang untuk mengetahui beratnya. Demikian pula bila kita ingin mengukur variabel-variabel lain seperti produktifitas. langsung saja tongkat tersebut yang diukur dengan meteran. kemiskinan. Kita tidak bisa langsung memegang sekeping "motivasi". Indikator seringkali sulit diidentifikasi.Si. perhatikan gambar berikut ini. Di dalam ilmu sosial. Mengukur berat badan seseorang. M. indikator itu sebenarnya variabel juga. Tetapi dalam penelitian sosial. Sahibul Munir. misalnya. atau intelejensia. Sebagai contoh. Untuk jelasnya. indikator adalah hasil turunan variabel yang memiliki sifat cukup empiris dan operasional untuk ditransformasikan menjadi data. ”prestasi akademik” adalah variabel yang ada di dunia abstraksi.

maka di dalam model penelitian penjelasan ini digambarkan secara visual. model penelitiannya mungkin akan seperti gambar berikut (tanda panah berarti motivasi mempengaruhi produktivitas.Si. Meskipun demikian. bukan sebaliknya). penentuan indikator ini bersifat subyektif dan tergantung pada suatu "konsensus".misalnya. METODOLOGI PENELITIAN 10 . Tidak jarang. M. Tetapi. seorang peneliti tidak boleh seenaknya menentukan indikator-indikator penelitiannya. MODEL PENELITIAN Model penelitian adalah visualisasi kerangka teoritik penelitian. Bila di dalam kerangka teoritik peneliti menjelaskan variabel-variabel tersebut. Ia harus membaca literatur. Sahibul Munir. peneliti akan mudah membuat model penelitiannya sebab dua variabel ini secara teoritis mempunyai keterkaitan satu sama lain. Dalam penelitian yang melibatkan dua variabel (misalnya motivasi dan produktifitas). SE. Motivasi Pegawai Motivasi Pegawai Produktivitas Produktivitas Pegawai Pegawai PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. 5. mengkaji hasil penelitian-penelitian terdahulu atau bertanya kepada para pakar untuk menentukan indikator yang tepat. Jadi bila digambarkan. tidak semua penelitian mempunyai model penelitian sebab tidak semua penelitian yang mengandung variabel-variabel dapat divisualisasikan.

rumus. Tetapi. yang terpenting dari suatu model penelitian tentunya bukan gambaran atau visualisasi fisiknya. METODOLOGI PENELITIAN 11 . ada model seperti ini (Carrol. model juga bisa berbentuk lain.Si. seperti formula. yang terpenting adalah penjelasan yang rasional dan ilmiah yang mendasari visualisasi tersebut. Ibarat jasad yang tidak punya jiwa. Pegawai Kepemimpinan Kepemimpinan Atasan Atasan Perlu ditekankan. Sahibul Munir. 1984). Misalnya. atau fungsi matematis. Selain visualisasi seperti di atas. model penelitiannya mungkin akan seperti ini : Motivasi Pegawai Motivasi Pegawai Atau. 1984) : Effortij = f PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. M. Degree of learning = f time actually spent time needed Atau seperti ini (Frisbee. SE.1978) model Produktifitas Produktifitas Sarana Kerja penelitiannya tergambar Pegawai Sarana Kerja seperti ini.Dalam penelitian yang lebih kompleks. Tanpa penjelasan rasional dan ilmiah ini. sebuah model penelitian tidak punya makna. dalam suatu penelitian (Bridges dan Hallinan.

Keduanya benar. "anak yang dibesarkan oleh orang tua yang agresif akan cenderung bersifat agresif pula". PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Kalau seorang peneliti mengajukan hipotesis bahwa. Sahibul Munir. Karena itu. Jika hipotesis diterima. Newton atau pengikut Newton tidak harus merasa "dikalahkan" oleh Einstein. Bila ditolak. Jawaban ini diberikan sebelum penelitian itu sendiri dilakukan. peneliti harus mampu menjelaskan mengapa dan pada kondisi apa hipotesis ini diterima atau ditolak. Hipotesis juga terkait erat dengan permasalahan penelitian. tak jadi soal apakah hipotesis ini diterima atau ditolak. Hipotesis ini nantinya harus diuji kebenarannya (diterima kebenarannya atau ditolak kebenarannya). Setiap temuan dalam penelitian ilmiah pada hakikatnya adalah hipotesis yang siap diuji oleh peneliti berikutnya. Tetapi. METODOLOGI PENELITIAN 12 . dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian yang baik pasti berdasarkan pada kerangka teoritik yang baik. HIPOTESIS Satu hal yang berhubungan erat dengan kerangka teoritik adalah hipotesis. misalnya. M. Hipotesis pada hakikatnya adalah jawaban peneliti terhadap pertanyaan yang diajukan itu. jawaban ini masih perlu diuji kebenaran-nya (hipotesis diuji. maka peneliti harus mempunyai data yang cukup kuat untuk mendukung hipotesisnya ini. Semua penelitian dimulai dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang peneliti. kebenarannya). tetapi dalam konteks dan asumsi dasar yang berbeda. bukan dibuktikan. maka ia tentunya harus memiliki rasionale (alasan) yang kuat untuk itu. berarti kebenaran ini dikonfirmasikan. Jika seorang peneliti ingin memberi suatu jawaban yang baik (hipotesis) terhadap pertanyaan penelitian yang diajukannya. Tetapi suatu kerangka teoritik belum tentu bermuara pada suatu hipotesis. Peneliti tidak perlu merasa bersalah atau berdosa atau bodoh karena hipotesisnya ditolak. Ketika hukumhukum fisika Newton dikoreksi atau ditolak oleh Einstein. maka peneliti harus menjelaskan mengapa dalam konteks penelitiannya itu hipotesis tersebut ditolak. Secara singkat. hipotesis adalah jawaban sementara dari peneliti terhadap pertanyaan penelitiannya sendiri. SE.Si. Dengan kata lain.6. la harus cukup punya data untuk membuat asumsi-asumsi yang mendasari hipotesisnya itu.

maka hipotesis justru berisi pernyataan sebaliknya. Hipotesis not (hipotesis null) adalah hipotesis yang berisi pernyataan ketiadaan (the absence of) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti atau ketiadaan perbedaan antara entitas-entitas yang dibandingkan. Ini dengan adalah memanfaatkan statistik. antara lain hipotesis nol (Ho Hipotesis Null). Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang menjadi lawan dari hipotesis nol. atau arah (direction) kecenderungan variabel yang diteliti. sebuah penelitian tidak dapat dipertanggung-jawabkan validitasnya. METODOLOGI PENELITIAN 13 . pengujian kebenarannya sama sekali tidak membutuhkan statistik. Tidak semua penelitian mempunyai hipotesis. Sahibul Munir. Berikut ini penjelasan untuk beberapa macam hipotesis. Karena itu. Penelitian-penelitian yang bernuansa kualitatif (apalagi yang kualitatif murni) termasuk di antara penelitian yang tidak memerlukan hipotesis. Tidak semua penelitian melibatkan statistik.teoritik hanya ada satu pengertian hipotesis. Jika hipotesis not tidak menunjukkan adanya hubungan. perbandingan. Dalam hal ini. Meskipun secara konseptual .Secara terbayangkan tradisional. atau apa saja) yang akan diuji kebenarannya oleh peneliti. Sama salahnya dengan menyatakan bahwa semua penelitian pasti melibatkan statistik. hipotesis alternatif (Ha). Dalam definisi yang lebih umum hipotesis not adalah pernyataan apapun (tentang hubungan. Ada beberapa macam hipotesis yang kita kenal. Tanpa statistik. hipotesis mayor. apa yang disebut sebagai hipotesis statistik adalah sama dengan hipotesis nol. M. tetapi secara teknis . hipotesis minor. maka tidak semua hipotesis harus diuji dengan statistik. maka yang dimaksud di sini. hipotesis kerja. adalah hipotesis not ini. Jika ada penelitian yang mengandung hipotesis.operasional kita mengenal beberapa macam hipotesis. hipotesis statistik. Kalaupun ada hipotesis. hipotesis korelasional. Kalau kita selalu mengatakan bahwa hipotesis harus diuji. bagaimana pengujian menguji hipotesis hipotesis selalu tanpa dilakukan statistik.Si. hipotesis alternatif disebut juga hipotesis direksional (directional hypothesis). SE. Ini tidak benar. Keadaan ini sudah sedemikian mapan sehingga tidak kesalahpahaman. perbedaan. karena untuk menguji hipotesis ini digunakan metode PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.

Dalam hal ini kerangka teoritik lebih berperan sebagai titik berangkat dan landasan bagi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.Si. asumsi. apakah kerangka teoritis masih diperlukan penelitian kualitatif ? Kerangka teoritik masih diperlukan dalam penelitian kualitatif.perhitungan statistik. atau teori-teori yang dapat mengacaukan pemahaman terhadap realitas tersebut seperti apa adanya ("as it is"). atau arah variabel yang diteliti. Jika peneliti tidak bermaksud menguji suatu hipotesis. dan membuang jauh-jauh prasangka. Hipotesis mayor adalah hipotesis yang berisi pernyataan umum tentang hubungan. Karena itu. tetapi fungsinya tidak sebagai "pagar" yang membatasi area penelitian. SE. Hipotesis diajukan jika dan hanya jika peneliti mempunyai data yang cukup kuat untuk mengajukannya. maka hipotesisnya disebut hipotesis kausalitas. Jika pola hubungan antara dua atau lebih variabel bersifat kausal (sebab-akibat). M. perbedaan. apa yang disebut sebagai hipotesis kerja (working hypothesis) adalah sama dengan hipotesis alternatif. Sahibul Munir. konon disarankan kepada seorang peneliti kualitatif agar ia membuka pikiran dan hatinya lebar-lebar terhadap realitas yang akan ditelitinya. Hipotesis mayor menyiratkan adanya hipotesis minor. ia bisa mengutarakan permasalahan penelitiannya dalam bentuk pernyataan biasa atau pertanyaan-pertanyaan terbuka. Kalau begitu. Lalu. tidak semua penelitian mensyaratkan adanya hipotesis. Hipotesis minor adalah hipotesis yang berisi pernyataan yang lebih khusus dan spesifik daripada apa yang dinyatakan di hipotesis mayor. KERANGKA TEORITIK DALAM PENELITIAN KUALITATIF Dalam bab terdahulu pada bagian "permasalahan dalam penelitian kualitatif" telah dijelaskan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan atau memahami makna ("meaning") di batik realitas. Yang perlu digarisbawahi. METODOLOGI PENELITIAN 14 . Hipotesis korelasional adalah hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel.

Snouck Hurgronje di Aceh. kerangka teoritik ini tidak "berpretensi" sebagai standar atau hakim yang menentukan validitas kebenaran dalam penelitian kualitatif. Sahibul Munir. interaksi sosial dan antropologi atau sosiologi. Tetapi pengkajian teori-teori ini bukan untuk menentukan variabel-variabel penelitian dan membatasi permasalahan penelitian. Misalnya. SE. METODOLOGI PENELITIAN 15 . M.kualitatif kadang kala sulit memahami kerangka berpikir penelitian kualitatif.Si. Mereka seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang salah karena menggunakan pola pikir atau paradigma penelitian non . banyak film-film bagus didasarkan pada temuan penelitian kualitatif. secara alamiah. atau Mahatma Gandhi oleh Steven Spielberg. mereka bertanya : Bagaimana validitas temuan penelitian kualitatif bisa diuji dan dipertanggungjawabkan? Bagaimana semua temuan dapat digeneralisasikan? Apa manfaat penelitian kualitatif ? Dan sebagainya. Semua peneliti kualitatif yang serius seperti Clifford Geertz di pulau Jawa. semuanya didahului suatu penelitian kualitatif yang sangat serius. atau Ruth Benedict di Jepang. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ia mungkin memerlukan teori-teori tentang kebudayaan.kualitatif. jika peneliti menemukan sesuatu yang sama sekali tidak pernah dibahas dalam teori. dan tak seorang pun yang meragukan manfaat (praktis atau teoritis) yang dapat diberikannya kepada peradaban kita. Karena alasan ini. peneliti-peneliti non . perlu ditegaskan. Tetapi sebagai dasar analisis ilmiah terhadap hasil temuan penelitian di lapangan. Karena itu.peneliti untuk menganalisis dan memahami realitas yang ditelitinya. Daun di atas Bantal oleh Garin Nugroho. semuanya mempunyai kerangka teori yang jelas dan mampu menghasilkan temuan yang memiliki validitas tinggi. Jika seorang peneliti kualitatif ingin meneliti suatu suku terasing di pedalaman Irian Jaya. Meskipun demikian. Film Cut Nyak Dhien hasil arahan Eros Jarot. Ilustrasi lain. hal ini tetap diterima sebagai "kebenaran" yang mungkin bersifat sangat khas dan "kasuistis" (hanya berlaku di suatu konteks tertentu saja). misalnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times