BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia.

Tanpa adanya air, maka segala kegiatan aktivitas manusia akan terganggu. Selain digunakan untuk minum, air juga dipakai manusia untuk memasak, mandi, mencuci, dan masih banyak lagi fungsi air bagi manusia. Karena itu keberadaan air ,terutama air bersih sangat penting bagi manusia. Ketersediaan air baik secara kuantitas, kualitas, mauupun kontinuitas sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia. Di daerah perkotaan, kebutuhan akan air bersih sangat besar. Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah penduduk sehingga kebutuhan akan air pun meningkat. Selain itu di daerah perkotaan sangatlah sulit untuk mendapatkan sumber air bersih karena terjadi penurunan kualitas air akibat banyaknya pencemaran yang terjadi di sungai dan air tanah yang menjadi sumber air bagi manusia sehingga air tersebut tidak dapat digunakan oleh manusia. Air juga merupakan media penularan penyakit. Air banyak digunakan oleh vector-vektor penyakit seperti nyamuk untuk media perkembangbiakkan. Selain itu air yang tidak bersih mengandung kumankuman penyakit yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan penyakit. Karena itu terdapat peraturan pemerintah mengenai kriteria-kriteria air untuk memberikan standar pada air sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi manusia bila digunakan atau pun dikonsumsi. Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan bahwa air yang akan digunakan atau dikonsumsi sudah memenuhi standar sehingga tidak menyebabkan kerugian dan penyakit pada manusia. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya untuk mengatasi keterbatasan air bersih akibat pencemaran air yang terjadi dan juga agar air yang akan digunakan telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengolahan air dari
1

air yang tercemar yang tidak layak untuk digunakan menjadi air bersih yang dapat digunakan manusia untuk melakukan segala aktivitasnya. Salah satu cara pengolahan air bersih yaitu dengan proses koagulasiflokulasi. Koagulasi dan flokulasi merupakan salah satu cara pengolahan air untuk menghilangkan zat-zat yang berbahaya dalam air untuk menghasilkan air bersih yang bisa digunakan manusia. Koagulasi adalah proses destabilisasi koloid dan partikel-partikel yang ada di dalam air sehingga membentuk flok dengan melakukan penambahan bahan kimia (koagulan) dan proses pengadukan cepat. Proses koagulasi ini berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel kecil yang tidak dapat mengendap dengan sendirinya. Sedangkan flokulasi adalah proses penggabungan flokflok yang dihasilkan dari proses koagulasi menjadi flok yang lebih besar sehingga membuat partikel-partikel tersebut dapat mengendap. Penggabungan flok-flok tersebut disebabkan karena proses pengadukan lambat. Karena itu koagulasi dan flokulasi adalah proses yang terjadi berurutan dan tidak dapat dipisahkan. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa itu proses koagulasi-flokulasi dalam pengolahan air? 2. Bagaimana proses koagulasi-flokulasi dalam pengolahan air? 3. Seberapa efektif koagulasi dan flokulasi pada unit produksi ? 4. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi proses koagulasi-flokulasi pada instalasi pengolahan air 5. Apa kelebihan dari proses koagulasi-flokulasi dalam usaha pengolahan air? 1.3. Tujuan 1. Mengetahui apa itu proses koagulasi dan flokulasi dalam sistem penyediaan air minum 2. Mengetahui Proses kimia dari koagulasi dan flokulasi dalam sistem penyediaan air minum
2

Mengetahui seberapa efektif koagulasi dan flokulasi pada unit produksi 4. Sebagai bahan referensi bagi pembaca mengenai metode koagulasi dan flokulasi dalam instalasi pengolahan air. Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses koagulasi dan flokulasi. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah : 1. Menambah pengetahuan mengenai proses koagulasi dan flokulasi dalam instalasi pengolahan air. 2. 5. Mengetahui kelebihan dari proses koagulasi dan flokulasi dalam sistem penyediaan air minum 1. 3 .3.4.

diantaranya tidak dapat disaring. 2. Partikel koloid umunya bermuatan negatif oleh karena itu ion-ion yang ditambahkan harus kation atau bermuatan positif.BAB II PENGERTIAN DAN PROSES KOAGULASI-FLOKULASI 2.001-1mikrometer dan beberapa koloid ada yang berukuran sampai 10 mikrometer. Definisi koloid yang lain adalah partikel-partikel yang memiliki beberapa karakteristik dalam larutan juga memiliki diameter yang berukuran 0.1 Pengertian Koloid Koloid merupakan sistem yang partikel-partikelnya terdispersi secara merata dalam suatu medium. sehingga partikel –partikel tersebut dapat bergabung menjadi flok-flok halus. Proses pendestabilan ini disebut proses koagulasi.1.2 Pengertian Koagulasi Koagulasi secara umum didefinisikan sebagai penambahan zat kimia (koagulan) ke dalam air baku dengan maksud mengurangi gaya tolak-menolak antar partikel koloid. Koagulasi terpenuhi dengan penambahan ion-ion yang mempunyai muatan berlawanan dengan partikel koloid. serta dapat memberikan suatu hamburan cahaya yang bergerak tidak teratur jika terkena seberkas cahaya yang dinamakan efek Tyndall. Kekuatan koagulasi ion-ion tersebut bergantung pada bilangan valensi atau besarnya muatan. Ion 4 . Partikel koloid dapat dipisahkan dari larutannya dengan cara pendestabilisasian menjadi agregat-agregat yang memiliki ukuran yang lebih besar sehingga mudah diendapkan. Partikel koloid memiliki beberapa sifat yang khas.1 KOAGULASI 2. fasa terdispersi tersebar secara merata dalam medium pendispersi.1.

Selanjutnya air umpan jernih hasil koagulasi dialirkan ke reservoir kedua agar terpisah dari endapan .1.3 Proses Koagulasi Pada proses koagulasi-flokulasi terdiri dari dua tahap besar.18H2O) dan 2. Setelah pengadukan pelan selesai flok-flok yang terbentuk dibiarkan mengendap. 2. dan untuk meningkatkan kesempatan partikel untuk kontak dan bertumbukan satu sama lain b) Pengadukan pelan.endapan yang 5 .bivalen (+2) 30-60 kali lebih efektif dari ion monovalen (+1). serta untuk menghasilkan dispersi yang seragam dari partikel-partikel koloid. Penambahan koagulan Aluminium sulfat (Al2(SO4)3. 1998). yang terdiri dari. yaitu : 1. Ion trivalen (+3) 700-1000 kali lebih efektif dari ion monovalen. a) Pengadukan cepat Pengadukan bagian integral cepat dari (Rapidmixing) proses merupakan Tujuan Koagulasi. Flok-flok ini kemudian akan beragregasi/ berkumpul dengan partikel-partikel tersuspensi lainnya (Duliman. pengadukan cepat adalah untuk mempercepat dan menyeragamkan penyebaran zat kimia melalui air yang diolah. derajat keasaman (pH) air umpan mikrofiltrasi akan turun. Setelah proses pralakuan koagulasi-flokulasi selesai. Pengadukan pelan ini bertujuan menggumpalkan partikel-partikel terkoagulasi berukuran mikro menjadi partikel-partikel flok yang lebih besar. Pengadukan campuran koagulan-air umpan.

Pengadukan. 1. Menggunakan Prinsip Elektroforesis. 6 . contoh:darah b. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan koloid bersifat netral. contoh: agar-agar 2. Pendinginan. Hal ini melepaskan elektrolit yang teradsorpsi pada permukaan koloid. pencampuran koloid yang berbeda muatan.terbentuk. Pada proses koagulasi. Pemanasan Kenaikan suhu sistem koloid menyebabkan tumbukan antar partikel-partikel sol dengan molekul-molekul air bertambah banyak. yaitu: a. Air inilah yang kemudian akan diumpankan pada proses mikrofiltrasi oleh membran. Proses elektroforesis adalah pergerakan partikel-partikel koloid yang bermuatan ke elektrode dengan muatan yang berlawanan. contoh: tepung kanji c. Ketika partikel ini mencapai elektrode. Secara fisika Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti: a. Akibatnya partikel tidak bermuatan. Secara kimia Sedangkan secara kimia seperti penambahan elektrolit. dan penambahan zat kimia koagulan. juga dibagi dalam tahap secara fisika dan kimia.

Jika suatu elektrolit ditambahkan pada sistem koloid. Penambahan koloid. Penambahan Elektrolit. Stabilisasi yang disebabkan oleh molekul besar yang diadsorpsi pada permukaan. maka terjadi koagulasi.2004) c. maka partikel koloid yang bermuatan negatif akan mengadsorpsi koloid dengan muatan positif (kation) dari elektrolit.maka sistem koloid akan kehilangan muatannya dan bersifat netral. Bergabung dengan molekul air (reaksi hidrasi). Makin besar muatan ion makin kuat daya tariknya dengan partikel koloid. 2. Dari adsorpsi diatas. Begitu juga sebaliknya. b. Stabilitas merupakan daya tolak koloid karena partikel-partikel mempunyai muatan permukaan sejenis (negatip). Ion-ion tersebut akan membentuk selubung lapisan kedua. yaitu: 1. sehingga makin cepat terjadi koagulasi. partikel positif akan mengadsorpsi partikel negatif (anion) dari elektrolit. sedangkan koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negatif (anion). (Sudarmo. 3. dapat terjadi sebagai berikut: Koloid yang bermuatan negatif akan menarik ion positif (kation). Gaya elektrostatik yaitu gaya tolak menolak tejadi jika partikel-partikel mempunyai muatan yang sejenis. Beberapa gaya yang menyebabkan stabilitas partikel. stabilitas koloid sangat berpengaruh. Dalam proses koagulasi. 7 . Apabila selubung lapisan kedua itu terlalu dekat maka selubung itu akan menetralkan muatan koloid sehingga terjadi koagulasi.

Untuk tiap jenis koagulan mempunyai pH optimum yang berbeda satu sama lainnya. Derajat Keasaman (pH) Proses koagulasi akan berjalan dengan baik bila berada pada daerah pH yang optimum. Jenis Koagulan 8 .4 Faktor Yang Mempengaruhi Proses Koagulasi a. c. b. Suhu air Suhu air yang rendah mempunyai pengaruh terhadap efisiensi proses koagulasi.1 Koagulasi (Rapid Mixing) 2. maka besarnya daerah pH yang optimum pada proses kagulasi akan berubah dan merubah pembubuhan dosis koagulan.Gambar 1.1. Bila suhu air diturunkan .

Kecepatan pengadukan Tujuan pengadukan adalah untuk mencampurkan koagulan ke dalam air. Dalam pengadukan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengadukan harus benar-benar merata. g. Dengan demikian ion natrium. e. f. Sebaliknya pada tingkat kekeruhan air yang tinggi maka proses destabilisasi akan berlangsung cepat. Tetapi apabila kondisi tersebut digunakan dosis koagulan yang rendah maka pembentukan flok kurang efektif. Dosis koagulan Untuk menghasilkan inti flok yang lain dari proses koagulasi dan flokulasi sangattergantung dari dosis koagulasi yang dibutuhkan Bila pembubuhan koagulan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan maka proses pembentukan inti flok akan berjalan dengan baik. kalsium dan magnesium tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap proses koagulasi. Tingkat kekeruhan Pada tingkat kekeruhan yang rendahproses destibilisasi akan sukar terjadi. Koagulan dalam bentuk larutan lebih efektif dibanding koagulan dalam bentuk serbukatau butiran. Kadar ion terlarut Pengaruh ion-ion yang terlarut dalam air terhadap proses koagulasi yaitu : pengaruh anion lebih bsar daripada kation. d. sehingga semua koagulan yang dibubuhkan dapat bereaksi dengan partikelpartikel atau ion-ion yang berada dalam air. Kecepatan pengadukan sangat berpengaruh terhadap pembentukan flok bila 9 .Pemilihan jenis koagulan didasarkan pada pertimbangan segi ekonomis dan daya efektivitas daripadakoagulan dalam pembentukan flok.

Alkalinitas Alkalinitas dalam air ditentukan oleh kadar asam atau basa yang terjadi dalam air. Gradien kecepatan merupakan faktor penting dalam desain bak flokulasi. Partikel-partikel yang telah distabilkan selanjutnya saling bertumbukan serta melakukan proses tarik-menarik dan membentuk flok yang ukurannya makin lama makin besar serta mudah mengendap. FLOKULASI Flokulasi adalah suatu proses aglomerasi (penggumpalan) partikel-partikel terdestabilisasi menjadi flok dengan ukuran yang memungkinkan dapat dipisahkan oleh sedimentasi dan filtrasi. Pengadukan lambat (agitasi) pada proses flokulasi dapat dilakukan dengan metoda yang sama dengan pengadukan cepat pada proses 10 . Untuk mendapatkan flok yang besar dan mudah mengendap maka bak flokulasi dibagi atas tiga kompartemen. Alkalinitas dalam air dapat membentuk flok dengan menghasil ion hidroksida pada reaksihidrolisa koagulan. Jika nilai gradien terlalu besar maka gaya geser yang timbul akan mencegah pembentukan flok.2. sebaliknya jika nilai gradient terlalu rendah/tidak memadai maka proses penggabungan antar partikulat tidak akan terjadi dan flok besar serta mudah mengendap akan sulit dihasilkan. dimana pada kompertemen pertama terjadi proses pendewasaan flok. Proses flokulasi dalam pengolahan air bertujuan untuk mempercepat proses penggabungan flok-flok yang telah dibibitkan pada proses koagulasi. dan pada kompartemen ketiga terjadi pemadatan flok. 2. pada kompartemen kedua terjadi proses penggabungan flok. Untuk itu nilai gradien kecepatan proses flokulasi dianjurkan berkisar antara 90/detik hingga 30/detik.pengadukan terlalu lambat mengakibaykan lambatnya flok terbentuk dan sebaliknya apabila pengadukan terlalu cepat berakibat pecahnya flok yang terbentuk h.

koagulasi.1 Efektivitas Flokulasi Efisiensi dari proses flokulasi pada prakteknya seringkali dapat dilihat dari kualitas air setelah dilakukan pemisahan flok secara mekanik.2 Flokulasi (Slow Mixing) 2.2. Gambar 1. misalnya untuk melakukan flotasi diperlukan bentuk flok yang lain berbeda dengan flok untuk sedimentasi. cara pemisahan zat padat atau flok sangat penting dan sangat dipengaruhi oleh bentuk flok yang ada. perbedaannya terletak pada nilai gradien kecepatan di mana pada proses flokulasi nilai gradien jauh lebih kecil dibanding gradien kecepatan koagulasi. Dengan demikian. Jika dipakai sedimentasi diperlukan flok 11 .

Untuk filtrasi dibutuhkan flok yang kompak yang cukup homogen dengan struktur yang kuat terhadap abrasi dan dengan sifat mudah melekat diatas partikel media penyaring (filter) untuk menjamin pemisahan yang efisien dan operasional penyaringan yang ekonomis.001 mikron (10-6 mm) sampai 1 mikron (10-3 mm). Kestabilan koloid dapat dikurangi dengan proses koagulasi (proses destabilisasi) melalui penambahan bahan kimia dengan muatan berlawanan. Untuk efek penjernihan air secara keseluruhan. 2. Terjadinya muatan pada partikel menyebabkan antar partikel yang berlawanan cenderung bergabung membentuk inti flok. Proses pengolahan air (Koagulasi . Dispersi koloid mempunyai sifat memendarkan cahaya. Partikel-partikel koloid dibedakan berdasarkan ukuran. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah proses koagulasi dan flokulasi. Pada proses flotasi dibutuhkan flok yang lebih kecil dan mempunya berat jenis yang lebih ringan tetapi mempunyai sifat untuk bergabung dengan gelembung udara. tanah liat.dengan berat jenis dan diameter yang besar. Untuk penghilangan zat-zat berbahaya dari air. Partikel yang ditemukan dalam kisaran ini meliputi (1) partikel anorganik. karena belum dapat menjamin dengan pasti apakah kualitas air yang diinginkan bisa tercapai hanya dengan kondisi ini saja. bakteri. Stabilitas koloid terjadi karena gaya tarik van der Waal's dan gaya tolak/repulsive elektrostatik serta gerak brown. Koagulasi dan flokulasi 12 . seperti zat humat. dan (3) partikel organik. dan plankton. virus. (2) presipitat koagulan.3. Selain itu dibutuhkan bahwa semua zat yang akan dihilangkan dari air juga melekat pada flok. seperti serat asbes. Koloid merupakan partikel yang tidak dapat mengendap secara alami karena adanya stabilitas suspensi koloid. Sifat pemendaran cahaya ini terukur sebagai satuan kekeruhan. belum cukup apakah flok bisa dipisahkan dari air secara efektif. dan lanau/silt.Flokulasi) Air baku dari air permukaan sering mengandung bahan-bahan yang tersusun oleh partikel koloid yang tidak bisa diendapkan secara alamiah dalam waktu singkat. Jarak ukurannya antara 0.

Hal ini dapat terjadi karena elektrolit atau konsentrasi ion yang ditambahkan cukup untuk mengurangi tekanan elektrostatis di antara kedua partikel. koagulasi melibatkan netralisasi dari muatan partikel dengan penambahan elektrolit. Proses koagulasi-flokulasi terjadi pada unit pengaduk cepat dan pengaduk lambat. Pada bak pengaduk cepat. mengikat flok. memperkuat ikatannya serta menambah berat flok sehingga meningkatkan rate pengendapan flok. Agregat yang terbentuk akan saling menempel dan menyebabkan terbentuknya partikel yang lebih besar yang dinamakan mikroflok. Pengadukan cepat untuk mendispersikan koagulan dalam larutan dan mendorong terjadinya tumbukan partikel sangat diperlukan untuk memperoleh proses koagulasi yang bagus. Pengadukan cepat dimaksudkan agar koagulan yang dibubuhkan dapat tercampur secara merata/homogen. Tahap awal dimulai dengan proses koagulasi. 13 . Proses koagulasi selalui diikuti oleh proses flokulasi. menyebabkan tumbukan partikel dan tumbuh menjadi flok. Polimer tersebut menyebabkan terbentuknya jembatan. Tumbukan tersebut akan menyebabkan mikroflok berikatan dan menghasilkan flok yang lebih besar. akan saling bertumbukan dengan adanya pengadukan lambat. dibubuhkan bahan kimia (disebut koagulan).3) . Flokulasi disebabkan oleh adanya penambahan sejumlah kecil bahan kimia yang disebut sebagai flokulan (Rath & Singh.merupakan proses yang terjadi secara berurutan untuk mentidakstabilkan partikel tersuspensi. Tahap selanjutnya dari proses koagulasi adalah proses flokulasi. 1997). Mikroflok yang terbentuk pada saat proses koagulasi sebagai akibat penetralan muatan. Pertumbuhan ukuran flok akan terus berlanjut dengan penambahan flokulan atau polimer dengan bobot molekul tinggi. Waktu yang dibutuhkan untuk proses flokulasi berkisar antara 15-20 menit hingga 1 jam. yaitu penggabungan inti flok atau flok kecil menjadi flok yang berukuran besar. Biasanya proses koagulasi ini membutuhkan waktu sekitar 1-3 menit. dimana mikroflok ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Dalam hal ini bahan yang ditambahkan biasanya disebut sebagai koagulan atau dengan jalan mengubah pH yang dapat menghasilkan agregat/kumpulan partikel yang dapat dipisahkan. (seperti terlihat pada gambar 1.

terjadi pembentukan flok yang berukuran besar hingga mudah diendapkan pada bak sedimentasi.Pada bak pengaduk lambat. seperti polielektrolit dibutuhkan untuk memproduksi flok yang 14 .3 Proses Koagulasi-Flokulasi Koagulan yang banyak digunakan dalam pengolahan air minum adalah aluminium sulfat atau garam-garam besi. Kadang-kadang koagulanpembantu. Gambar 1.

dan jika diperlukan. Reaksi kimia untuk menghasilkan flok adalah: Pada air yang mempunyai alkalinitas tidak cukup untuk bereaksi dengan alum. Faktor utama yang mempengaruhi koagulasi dan flokulasi air adalah kekeruhan. koagulan-pembantu.1 Beberapa Jenis Koagulan dalam praktek pengolahan Air 2. pH.1. dosis koagulan. maka perlu ditambahkan alkalinitas dengan menambah kalsium hidroksida Tabel 1.cepat mengendap. durasi dan tingkat agitasi selama koagulasi dan flokulasi. komposisi dan konsentrasi kation dan anion. Pemilihan koagulan dan kadarnya membutuhkan studi laboratorium atau pilot plant (menggunakan jar test apparatus) untuk mendapatkan kondisi optimum. Tahapan Pada Proses Koagulasi dan Flokulasi 15 .3. temperatur. Beberapa jenis koagulan beserta sifatnya dapat dilihat pada Tabel 5. padatan tersuspensi.1.

3. Kecepatan pengadukan dinyatakan dengan gradien kecepatan (G).4.1. Berdasarkan kecepatannya. pengadukan dibedakan menjadi dua. yaitu pengadukan cepat dan pengadukan lambat.1. Partikel yang tidak stabil cenderung untuk saling berinteraksi dan bergabung membentuk flok yang berukuran besar. 2. Kestabilan koloid dapat diganggu dengan penambahan koagulan dan pengadukan cepat. Pengadukan Faktor penting pada proses koagulasi-flokulasi adalah pengadukan. Partikel koloid tidak bisa mengendap karena bersifat stabil.Proses koagulasi-flokulasi dijelaskan secara ringkas pada Gambar 1. Gambar 1.3. yang merupakan fungsi dari tenaga yang disuplai (P): 16 .4 2. dengan penjelasan sebagai berikut: 1.

a) Pengadukan mekanis alat adalah metoda listrik.5. pengadukan yang Umumnya Pengadukan tiga menggunakan pengaduk berupa impeller digerakkan dengan motor bertenaga pengadukan mekanis terdiri dari motor.5 Gambar 1. dan gayung pengaduk (impeller). 1. poros pengaduk. lihat Gambar kompartemen dengan ketentuan G di lambat secara mekanis umumnya memerlukan besar daripada G di kompartemen II dan G kompartemen III adalah yang paling kecil.6 17 . di kompartemen I lebih Gambar 1.

loncatan hidrolis. parshall 68 flume.7). Gambar 1. perforated wall. Gambar 1. baffle basin (baffle channel.7). menggunakan energi hidrolik yang hidrolik. Injeksi udara air akan menimbulkan 18 menggunakan dimasukkan ke dalam pengadukan pada air bertekanan ke dalam .7 Gambar 1.8 c) Pengadukan pneumatic adalah pengadukan yang udara (gas) berbentuk gelembung yang air sehingga menimbulkan gerakan (Gambar suatu badan 5. energy potensial adanya lompatan hidrolik dalam suatu contoh pengadukan hidrolis adalah terjunan aliran. Sistem pengadukan ini dihasilkan dari suatu aliran dapat berupa energi gesek.8).b) Pengadukan hidrolis adalah pengadukan yang memanfaatkan gerakan air sebagai tenaga pengadukan. gravel bed dan sebagainya. Energi (jatuhan) hidrolik atau Beberapa (Gambar 1.

kecepatan udara yang dihasilkan makin besar dan yang makin besar pula. Dengan koagulasi. 1995). serta memudahkan partikel-partikel tersuspensi yang sangat lembut dan bahan-bahan koloidal di dalam air menjadi agregat/jonjot (proses sebelum penggumpalan) dan membentuk flok. Flokulasi terjadi setelah koagulasi dan berupa pengadukan pelan pada air limbah. sehingga dapat dipisahkan dengan proses pengendapan dan dapat juga berfungsi menghilangkan beberapa jenis organisme dalam air. efektif dan efisien menghilangkan bahan-bahan limbah dalam bentuk koloid. Agregasi sebagai akibat dari pemakaian koagulan/flokulan adalah tahap awal dimana 19 . dengan menambahkan koagulan. sehingga penggunaan mikrofiltrasi dalam proses pengolahan air bersih menjadi layak untuk dilakukan. diharapkan laju fouling yang terjadi pada membran akan berkurang. udara ke permukaan gelembung diperoleh turbulensi Gambar 1.turbulensi. Dengan aplikasi teknologi koagulasi-flokulasi zat yang berbentuk suspensi atau koloid dirubah bentuknya menjadi zat yang dapat dipisahkan dari air. Kelebihan Koagulasi . Makin besar tekanan udara. Dengan mengendapnya koloid.9 2.Flokulasi Lebih cepat.4. partikelpartikel koloid akan saling menarik dan menggumpal membentuk flok (Suryadiputra. akibat lepasnya gelembung air.

seringkali terdapat zat padat dalam bentuk atau ukuran yang tidak memungkinkan mengendap pada proses sedimentasi saja atau dengan proses lain di dalam waktu dentensi yang efisien. misal: tawas  Dilakukan pengadukan cepat (rapid mixing):  Hidrolis: terjunan atau hidrolik jump  Mekanis: menggunakan batang pengaduk  Lamanya proses: 30 – 90 detik Pentingnya koagulasi-flokulasi di IPA terhadap air baku air permukaan dan air tanah yang sudah mengalami pengolahan pendahuluan. Tabel 1. Ringkasan Proses Koagulasi-Flokulasi Koagulasi  Destabilisasi partikel koloid  Pembubuhan bahan kimia: koagulan. Proses koagulasi-flokulasi selain untuk menurunkan tingkat kekeruhan untuk memperoleh air yang bening. misal koagulan. Timbul kesulitan bilamana kualitas air 20 Flokulasi  Pembentukan dan pembesaran flok  Dilakukan pengadukan lambat (slow mixing):  Pneumatis  Mekanis  Hidrolis  Waktu operasi: 15 – 30 menit .2.selanjutnya dilakukan pemisahan flok dari air misalnya dengan proses sedimentasi. juga ada efek samping yaitu fraksi zat tersuspensi dalam air yang seringkali menyebabkan pencemaran. Dengan koagulasi-flokulasi zat suspensi tersebut yang juga sebagai pencemar. bisa dihilangkan dari air. Zat tersuspensi yang mempunyai ukuranlebih dari 5 – 10 μm dapat dihilangkan agak mudah dengan filtrasi atau sedimentasi dan filtrasi. Sedangkan penghilangan koloid yang tidak tercemar berat dapat menggunakan Saringan pasir lambat. filtrasi atau flotasi.

Bahan kimia pembantu b. sehingga hal ini yang menjadi fungsi utama dari koagulasi-flokulasi. karena oksidan akan tereduksi oleh zat organik didalam flok sebelum bisa menembus mikroorganisme untuk dimusnahkan. Variabel-variabel utama yang dikaji sesuai dengan yang disarankan. Teknologi koagulasi-flokulasi bisa juga dipadukan dengan proses pengendapan secara kimiawi (bukan proses pengendapan flok secara fisik). dapat berpengaruh terhadap koagulasi/flokulasi. d. PH: nilai ekstrim baik tinggi maupun rendah. Cara Melihat Kandungan Air Hasil Koagulasi-Flokulasi Uji koagulasi-flokulasi dilaksanakan untuk menentukan dosis bahan-bahan kimia. Selain itu juga penting bagi proses desinfeksi dengan adanya pemisahan zat padat sebelum desinfeksi dilakukan.5. pH optimum bervariasi tergantung jenis koagulan yang c.baku tidak baik sehingga tidak semua zat koloid dan kotoran lainnya dapat dihilangkan dengan saringan pasir cepat atau saringan pasir lambat. karena sering kali mikroorgamisme terdapat di dalam zat padat. untuk mempertahankan hasil yang dapat diterima. Temperatur: digunakan suhu rendah berpengaruh pemakaian terhadap bahan daya kimia koagulasi/flokulasi dan memerlukan berlebih. termasuk : a. 21 . Persyaratan tambahan dan kondisi campuran. Proses koagulasi-flokulasi bisa juga menghilangkan sebagian atau seluruh zat terlarut. yang tidak dapat dimusnahkan oleh proses oksidasi reduksi. 2. dan persyaratan yang digunakan untuk memperoleh hasil yang optimum. Untuk mengatasi hal ini maka proses koagulasi dengan menggunakan bahan kimia dilakukan. akan tetapi reaksi kimia antara koagulan/flokulan dan zat terlarut didalam air yang menghasilkan senyawa kimia yang tidak larut.

22 . Pengaruh konsentrasi koagulan dan koagulan pembantu dapat juga dievaluasi dengan metode ini.Metode uji ini digunakan untuk mengevaluasi berbagai jenis koagulan dan koagulan pembantu pada proses pengolahan air bersih dan air Iimbah.

0011mikrometer dan beberapa koloid ada yang berukuran sampai 10 mikrometer yang membuat air menjadi keruh sehingga perlu dihilangkan dengan pendestabilan yaitu proses koagulasi-flokulasi. 23 .BAB III KESIMPULAN Koloid merupakan sistem yang partikel-partikelnya terdispersi secara merata dalam suatu medium. Proses koagulasi memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih cepat. Koagulasi-flokulasi merupakan proses berkelanjutan. efektif dan efisien menghilangkan bahan-bahan limbah dalam bentuk koloid. Kemudian dilanjutkan dengan proses flokulasi yaitu pengadukan lambat untuk membentuk flok menjadi lebih besar sehingga lebih mudah untuk dipisahkan dengan air. dengan menambahkan koagulan. partikel-partikel yang memiliki beberapa karakteristik dalam larutan juga memiliki diameter yang berukuran 0. dimana koagulasi adalah proses awal dengan pengadukan cepat untuk menyatukan koloid-koloid menjadi flok-flok kecil.

2009.I.Fakultas Perikanan. Pengantar Mata Kuliah Pengolahan Limbah:Pengolahan Air Limbah Dengan Metode Kimia(Koagulasi dan Flokulasi). Coagulation and Floculation.undip.ui.pdf http://eprints.Inc Suryadiputra.pdf Ravina.id/17016/1/Dian_Risdianto. Institut Pertanian Bogor Anonim.id/wpcontent/uploads/2009/03/pengantar-pengolahan-air-bersih-compabilitymode.pdf Kinerja Membran.N.ac. Disitasi http://kuliah.dkk. Louis.pdf Eva Fathul.ac.DAFTAR PUSTAKA Budi Sudi Setyo. Penurunan Fosfat Dengan Penambahan Kapur(Lime).undip.N. Pralakuan Koagulasi Dalam Proses Pengolahan Air Dengan Membran:Pengaruh Waktu Pengadukan Pelan Koagulan Alumunium Sulfat Terhadap 07700e91d827. Disitasi http://eprints.ac.itb.ac.Virginia:Zeta-Meter.id/18012/1/Sudi_Setyo_Budi.1993.ftsl. Disitasi http://repository.id/contents/koleksi/2/954e09694f76ae1f5563e5096ae 24 . Pengantar Pengolahan Air. 1995. Tawas\ Dan Filtrasi Zeolit Pada Limbah Cair.