PENYUSUNAN RENCANA OPERASIONAL, RAPBS, PROPOSAL DAN KERANGKA ACUAN KEGIATAN DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH

I.

RENCANA OPERASIONAL

A.

Pengertian Rencana Operasional Rencana Operasional (Renop) sekolah merupakan rencana implementasi Rencana Stratejik sekolah dalam kurun waktu satu tahun. Renop sering juga disebut Rencana Tahunan. Renop berisi langkah-langkah operasional yang akan ditempuh selama satu tahun oleh sekolah, unit-unit, dan atau individu-individu staf dalam rangka mencapai tujuan operasional. Tujuan operasional merupakan jabaran dan tahapan-tahapan untuk mencapai tujuan stratejik. Renop disusun oleh unit-unit atau individu staf yang ada dalam struktur organisasi sekolah dan mengacu pada program yang relevan dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing. Renop pengembangan kegiatan kurikuler, renop pengembangan kegiatan kesiswaan, renop peningkatan kerjasama dengan masyarakat, dan sebagainya merupakan contoh-contoh Renop yang dapat dikembangkan di SD/MI. Renop berfungsi sebagai alat yang digunakan oleh masing-masing unit penyusunnya sebagai: (1) penjamin bahwa program pengembangan akan terealisasi dalam kegiatan operasional sekolah sehari-hari, (2) pedoman pelaksanaan kegiatan semesteran, bulanan, mingguan, dan harian, dan (3) justifikasi rinci penyusunan Rencana Anggaran dan Belanja tahunan. B. Komponen-Komponen Rencana Operasional Komponen-komponen Renop sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Program Pengembangan yang dirumuskan dalam dokumen Renstra. Perbedaan pokok antara keduanya terletak pada kurun waktu kegiatan dan rincian dari masing-masing komponen itu. Komponen-komponen Renop meliputi: 1. Latar Belakang dan Rasional: alasan atau argumentasi yang mendasari kegiatan yang diusulkan. 2. Sasaran: hasil yang akan peroleh pada akhir kegiatan operasional 3. Indikator Kinerja: tolak ukur kuantitatif pencapaian sasaran 4. Rancangan Kegiatan: jenis dan tahap-tahap pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan operasional selama satu tahun. 5. Sumber Daya dan Dana Yang dibutuhkan: a. jenis dan kualifikasi sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan informasi yang dibutuhkan dalam implementasi kegiatan. b. jumlah dan sumber dana yang dibutuhkan untuk pengadaan, peningkatan kualitas, pemeliharaan, dan pengoperasian sumber daya yang dibutuhkan. 6. Jadwal Kegiatan: kapan pekerjaan sesungguhnya dilaksanakan dan batas waktu tugas harus diselesaikan
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

1

7.

Penanggung Jawab Kegiatan: Pejabat atau staf yang bertanggung jawab keterlaksanaan Renop

Berikut diuraikan penjelasan rinci masing-masing komponen Renop tersebut. 1. Latar Belakang dan Rasional Latar Belakang dan Rasional ini menguraikan secara ringkas dan padat mengenai alas atau argumentasi yang mendasari kegiatan yang diusulkan. Beberapa hal yang perlu diuraikan dalam bagian ini meliputi: a. Penjelasan mengenai akar permasalahan yang telah berhasil diidentifikasi pada telaah diri saat menyusun Renstra, yang akan diselesaikan dengan melaksanakan Renop ini. Masalah tersebut harus dijelaskan sedemikian rupa, sehingga tergambar permasalahan tersebut secara utuh dan menyeluruh (termasuk cakupannya, berat/ringannya, faktor-faktor yg berpengaruh pada permsalahan tersebut). b. Kebijakan dan tujuan yang dirumuskan dalam Rencana Tindak dalam dokumen Renstra c. Apabila Renop yang disusun untuk tahun kedua dan seterusnya dari siklus implementasi Renstra, dalam latar belakang juga perlu dikemukakan: 1) capaian-capaian tujuan jangka panjang yang telah diperoleh pada tahun-tahun sebelumnya. 2) Masalah dan kendala yang dihadapi yang belum terselesaikan pada tahun sebelumnya. 3) Praktik-praktik baik (good practices) yang diperoleh pada tahun sebelumnya dan perlu dipertahankan pada Renop yang sedang disusun d. Argumentasi (alasan) tentang mengapa uraian Renop yang akan dilaksanakan adalah pilihan yang paling tepat untuk menyelesaikan akar permasalahan tersebut diatas. Argumen/alasan tersebut dapat didasarkan pada pembenahan faktor-faktor yang berpengaruh pada akar permasalahan tersebut atau dapat berdasarkan teori ilmiah dan pengalaman dalam menghadapi akar permasalahan tersebut. 2. Sasaran (Objective) Sasaran merupakan penjabaran atau diturunkan dari tujuan. Sasaran adalah penggambaran hal yang ingin diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang diambil sekolah guna mencapai tujuan (target terukur). Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh sekolah atau unit yang ada di sekolah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu satu tahun. Dalam sasaran dirancang pula indikator sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap sasaran disertai target masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Rumusan sasaran yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut. a. Sasaran harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku setta sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah pusat, propinsi, maupun kabupaten/kota. b. Sasaran ditetapkan mengacu pada dan merupakan milestone pencapaian visi, misi, tujuan sekolah, strategi, serta kebijakan dan tujuan yang dituangkan dalam Renstra Sekolah. c. Sasaran harus dapat dijabarkan ke dalam sejumlah indikator kinerja.
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

2

Sasaran harus mengacu pada masalah-masalah yang teridentifikasi dalam telaah diri dan merupakan upaya yang dikembangkan untuk menjawab isuisu stratejik. e. Sasaran harus merupakan tindak lanjut dari pengalaman atau permasalahan yang teridentifikasi pada tahun sebelumnya. f. Spesifik, sasaran menggambarkan hasil spesifik yang diinginkan, dan bukan cara pencapaiannya. g. Dapat dinilai dan terukur, sasaran harus terukur dan dapat digunakan untuk memastikan apa dan kapan pencapaiannya. h. Menantang namun dapat dicapai, tetapi tidak boleh mengandung target yang tidak layak. i. Berorientasi pada hasil, sasaran harus mensepesifikasikan hasil yang ingin dicapai. j. Dapat dicapai dalam waktu tahun tertentu. 3. Indikator Kinerja Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja harus merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kinerja baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, tahap setelah kegiatan selesai dan berfungsi, serta untuk meyakinkan bahwa kinerja hari demi hari organisasi/unit kerja yang bersangkutan menunjukkan kemajuan dalam rangka dan atau menuju tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Tanpa indikator kinerja sulit bagi kita untuk menilai kinerja (keberhasilan atau ketidakberhasilan) sekolah atau unit kerja yang ada di bawahnya. Secara umum indikator kinerja memiliki fungsi: a. Memperjelas tentang apa, berapa dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan. b. Menciptakan konsensus yang dibangun oleh berbagai pihak terkait untuk menghindari kesalahan interpretasi selama pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan. c. Membangun dasar bagi pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja sekolah atau unit kerja yang ada di dalamnya. Indikator kinerja yang baik hendaknya memenuhi beberapa syarat sebagai berikut: a. Spesifik dan jelas, sehingga dapat dipahami dan tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi b. Dapat diukur secara obyektif baik secara kuantitatif maupun kualitatif. c. Relevan, indikator kinerja harus menangani aspek-aspek obyektif yang relevan dengan sasaran yang ingin dicapai. d. Dapat dicapai, penting, dan harus berguna untuk menunjukan keberhasilan masukan, keluaran, hasil, manfaat, dampak, dan proses. e. Harus cukup fleksibel dan sensitif terhadap perubahan. f. Efektif, data/informasi yang berkaitan dengan indikator kinerja yang bersangkutan dapat dikumpulkan dan dianalisis. Terdapat enam jenis indikator kinerja yang sering digunakan dalam pengukuran kinerja sekolah, yaitu : a. Indikator masukan (input): segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan pendidikan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Indikator ini dapat berupa kualitas siswa baru, kelekatan persaingan dalam seleksi siswa baru, relevansi kurikulum dengan
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

d.

3

Jumlah siswa yang diterima di jurusan favorit di perguruan tinggi ternama. kualitas Renstra yang disusun sekolah. IKHTIAR 4 .00 Rata-rata nilai relevansi kompetensi hasil Uji semua peserta uji siswa di bidang TIK Kompetensi yang kompetensi dengan kebutuhan dilakukan Asosiasi dunia kerja Profesi (output)  Jumlah siswa yang 65% 100% Jumlah yang lulus lolos Uji dibagi jumlah Kompetensi oleh peserta uji Asosiasi Profesi kompetensi (output)  Jumlah lulusan Tidak 100% Studi sampling yang bekerja di diketahui setelah mereka bidang TIK lulus (outcomes) PIKIR. dan sebagainya. adalah contoh-contoh indikator outcome. Peningkatan popularitas sekolah akibat banyaknya siswa cepat mendapatkan pekerjaan. Contoh indikator ini antara lain. Untuk mengukur keberhasilan capaian Indikator Kinerja. semakin pendeknya masa tunggu siswa untuk mendapatkan pekerjaan pertama setelah mereka lulus. e. atau peningkatan jumlah siswa yang lulus UN. Inikator ini biasanya sulit dicapai dalam kurun waktu Renop (1 tahun). maka dalam Renop harus dicantumkan kondisi saat disusunnya Renop dan kondisi yang diharapkan dicapai setelah kegiatan dilaksanakan. Indikator keluaran (output): sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari kegiatan pendidikan. jika indikator bersifat spesifik maka perlu dijelaskan bagaimana dan kapan indikator itu akan diukur. Indikator proses (process): merupakan gambaran mengenai perkembangan atau aktivitas yang terjadi atau dilakukan dalam proses pendidikan di sekolah. d.75 8. dan sebagainya. tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran. b. Selain itu.kebutuhan dunia kerja. meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar sebagai siswa baru akibat dari banyak nya siswa yang diterima di perguruan tinggi unggulan. jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan. penerapan PAKEM dalam pembelajaran. tingkat pemanfaatan laboratorium. Indikator akibat (impact): segala sesutu yang merupakan akibat dari outcomes. peningkatan peringkat rata-rata NUN di tingkat kabupaten/kota. Indikator dampak (outcome): segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). DZIKIR. akan tetapi harus sudah terukur setelah masa siklus Renstra (4-5 tahun) selesai atau hampir selesai. dapat digolongkan sebagai indikator output. cepatnya promosi atau perkembangan karir lulusan di dunia kerja merupakan contoh-contoh indikator akibat tersebut.1 Contoh Penyajian Indikator Kinerja Metode Sasaran Indikator Base-line Target Pengukuran Meningkatnya  Rata-rata nilai 6. Tabel 15. jumlah siswa yang langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. c. Indikator-indikator seperti peningkatan rata-rata NUN. tingkat kehadiran siswa. Kondisi saat disusunnya Renop digunakan sebagai baseline.

Kegiatan tersebut bukan merupakan investasi atau pengadaan sumberdaya.1 memberikan contoh keduanya. Rancangan kegiatan yang efektif harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut. d. b. Cakupan kegiatan tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Cakupan kegiatan yang terlalu luas akan meningkatkan beban kerja penanggungjawab. Keterkaitan antar bagian kegiatan/sub-kegiatan harus terlihat dengan jelas. IKHTIAR . Penyediaan karya ilmiah siswa sekolah lain yang telah berhasil memenangi LKIR Penyesuaian peralatan lab dengan standar industri. Rancangan Kegiatan Rancangan kegiatan menjabarkan rincian. Peningkatan Networking dengan DU/DI Lokakarya penyusunan RPP di sekolah. Untuk itu perlu ditetapkan indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan yang dapat diukur. dan langkah-langkah kegiatan (sub-kegiatan) yang akan dilaksanakan dalam satu tahun. c. Tabel 15. umumnya berupa indikator keluaran (output). g. Namun harus berupa dampak dari investasi atau upaya pemanfaatan investasi. Konsultan pengembangan KTSP dan RPP Pelatihan untuk meningkatkan 5 Peningkatan keberterimaan Prakerin (impact). Kegiatan dapat berlangsung terus-menerus sementara investasi merupakan implikasi dan hanya merupakan tahap paling awal dari sebuah kegiatan. Pada setiap langkah (subkegiatan) harus dijelaskan. Kegiatan tersebut tidak kompleks.2 Kegiatan Peningkatan kualitas kelas (output) penelitian tindakan   Peningkatan peringkat dalam kejuaraan  Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) di tingkat Kabupaten (outcome)  dalam      Contoh Kegiatan dan Investasi Investasi Pelatian penelitian tindakan kelas untuk guru. Indikator keberhasilan kegiatan. DZIKIR. maksud dan tujuannya yang ingin dicapai secara ringkas dan jelas. Tabel 1. karena cakupan ini akan berkaitan dengan beban kerja seorang penanggung jawab. sehingga dapat dipahami dengan mudah dan dapat dilaksanakan dengan baik.4. tahapan. Untuk memudahkan kita dalam merancang kegiatan dan membedakannya dengan investasi. Penyediaan jumlah referensi penunjang PTK Pelatihan pembimbingan LKIR bagi guru. Keberlangsung kegiatan tergambarkan dengan jelas. Keluaran (output) maupun dampak (impact/outcomes) kegiatan mempunyai kontribusi yang cukup bermakna (significant) terhadap rencana pengembangan sekolah secara keseluruhan. a. namun dimungkinkan untuk mencantumkan indikator keberhasilan dampak (impact/ outcomes). Kegiatan tersebut dapat diukur tingkat keberhasilannya. e. siswa Peningkatan relevansi antara RPP yang disusun guru dengan SKL dan SI (output) Peningkatan keefektifan pembelajaran PIKIR. f.

h. alat laboratorium. dan jumlah masing-masing sumberdaya yang diperlukan (contoh: komputer dengan spesifikasi tertenu. memperbaiki yang telah ada. menyewa. tetapi menggunakan sumber daya yang sudah ada. Perluasan daya tampung laboratorium komputer 5. Uraian harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan kegiatan. asal sumber dana yang akan digunakan harus sesuai dengan Komponen Pembiayaan Yang Boleh Diusulkan (Eligible Cost Component). dan kuantitas sumber daya yang dibutuhkan agar kegiatan/subkegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dan dijaga keberlangsungannya (sustainability). buku-buku perpustakaan. networking.Kegiatan Teknologi Informasi dan Komunikasi   Investasi kompetensi guru TIK di bidang jaringan. sehingga pada bagian ini tidak ada sumber daya yang dibutuhkan. pra-sarana dan sarana pendidikan. a. Sumber daya ini dapat meliputi SDM. Keterkaitan antara kegiatan. e. Setiap kegiatan atau sub-kegiatan dimungkinkan membutuhkan lebih dari satu sumber daya. informasi. teknologi. IKHTIAR 6 . Pada bagian ini harus disebutkan secara ringkas. b. sub-kegiatan. Mencantumkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mengadakan. Pemilihan dan penetapan sumber daya yang dibutuhkan hendaknya memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut. c. peraturan di bidang tertentu.3 berikut. jenis informasi. misal: membeli. perbaikan. DZIKIR. namun juga bisa didapatkan dari sumber lain. Penambahan peralatan laboratorium. sumber daya dan sumber dana yang dibutuhkan dapat dilihat pada Tabel 1. tentang jenis. PIKIR. Dimungkinkan adanya juga kegiatan yang tidak membutuhkan penambahan sumber daya baru. keahlian. f. Apabila sumber daya diusulkan kepada donor atau pemerintah. kualifikasi. peningkatan kapasitas sumber daya tersebut. spesifikasi. sistem manajemen. Sumber daya tidak hanya dapat diperoleh melalui siswa atau orang tua siswa. Harus dijelaskan asal sumber daya tersebut. atau meningkatkan kapasitas. meminjam. Sumber daya yang dibutuhkan Sumber daya yang dicantumkan dalam Renop merupakan uraian rinci mengenai jenis. konsultan di bidang tertentu). kualifikasi. g. termasuk sumber dana yang berasal dari non-pemerintah. guru atau staf dengan kompetensi tertentu. d. bahan habis pakai untuk kegiatan manajemen.

000 DPP Perbaikan yang sudah komputer Pengadaan Barang Rp. Sub-Kegiatan. DZIKIR.3 Keterkaitan Antara Kegiatan. Sumber Daya dan Sumber Dana Sumber Daya Yang dibutuhkan Investasi Jumlah Biaya Sumber Dana Kegiatan/Subkegiatan Peningkatan keefektifan pembelajaran TIK  Peningkatan Rancangan pembelajaran TIK  Peningkatan keefektifan kegiatan praktikum  2 orang guru yang kompeten dalam penyusunan Silabus dan RPP TIK yang efektif  Silabus dan RPP Pembelajaran TIK yang efektif  2 orang guru yang kompeten di bidang Web Master. harus sama dengan sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang diuraikan pada bagian Rancangan Kegiatan. Jaringan. Jadwal Pelaksanaan Bagian ini berisi uraian ringkas tentang jadwal pelaksanaan kegiatan selama satu tahun.000 Blockgrant Rp.40. Tabel 15. jadwal pelaksanaannya dapat disajikan sebagai berikut.000. 2.000. dan PC Hardware  15 Unit Komputer berkecepatan tinggi dan jaringan  20 set Komponen PC untuk kegiatan praktikum Lokakarya Rp. Sub kegiatan atau tahapan kegiatan yang dicantumkan pada bagian ini.000 DIK Supervisi Penyusunan Silabus/RPP Pelatihan - - Rp. dalam bentuk tabel (bar diagram). Untuk contoh kegiatan “Peningkatan keefektifan pembelajaran TIK” di atas.500.Tabel 15.10. IKHTIAR 7 .000 Pemkab C.000.4 Kegiatan/Sub-kegiatan Peningkatan keefektifan pembelajaran TIK  Peningkatan Rancangan pembelajaran TIK  Peningkatan keefektifan kegiatan praktikum  Evaluasi kompetensi berskala industri Contoh Jadwal Kagiatan dalam Renop Bulan Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des PIKIR.10.

atau dinas pendidikan. 1991) mengidentifikasi langkahlangkah paling sederhana dalam PPBS: 1. 1991) mengidentifikasi beberapa keunggulan sistem penganggaran berbasis sekolah itu meliputi: (1) sekolah dapat menunjukkan keunikan kebutuhan masing-masing sekolah (2) kajian yang bersifat kooperatif terhadap programprogram dan praktik-praktik yang telah berjalan. Programing. dan sasaran organisasi alih-alih dengan barang atau jasa yang akan dibeli. 2. Pertama. dan Penganggaran (Planning. Pengembangan program dan proses yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. and Budgetting System atau PPBS). sistem penganggaran berbasis sekolah juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diantisipasi oleh pihak sekolah. Ketiga.” Meskipun pendekatan tradisional dalam penganggaran juga menekankan pada perencanaan dan pemrograman. mengalokasikan dan mengelola anggaran sesuai dengan kebutuhan baik untuk operasional sehari-hari maupun untuk pengembangan sebagaimana direncanakan dalam Renstra maupun Renop. Pemrograman. and Budgetting System) Sebuah pendekatan sistematis dalam perencanaan anggaran yang perlu dipahani oleh kepala SD/MI adalah apa yang disebut Sistem Perencanaan. maka apapun pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu akan disetujui. komite sekolah. Secara sederhana PPBS merupakan “pemintaan sumber daya yang didasarkan dengan tujuan. proses penganggaran ini tidak diorganisasikan pada derajat yang sama untuk semua program dan tujuan sebagaimana diterapkan dalam PPBS. Spear (dalam Gorton dan Schneider. IKHTIAR 8 . (4) hubungan yang lebih akrab antara guru dengan orang tua. dan Penganggaran (Planning. Kedua. DZIKIR. Programing. A. dan ini dapat berdampak terkuranginya konsentrasi guru terhadap tugas profesionalnya. karena sistem tersebut harus melibatkan semua warga sekolah. Sistem ini memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menggali.II. PIKIR. Melakukan praktik-praktik evaluasi formatif dan sumatif. Selain itu. guru-guru harus meluangkan waktu khusus untuk melibatkan diri dalam penyusunan RAPBS. SDM. Perumusan tujuan yang harus dicapai. 4. Pendekatan tradisional juga tidak menerapkan derajat evaluasi yang sama untuk semua program maupun tujuan. sekolah memerlukan waktu yang lebih banyak baik untuk menyusun RAPBS maupun untuk keperluan pengawasan dan pemeriksaan keuangan. (3) keterlibatan guru dalam penentuan status finansial sekolah dan pembatasan penggunaan anggaran. atau bahanbahan lainnya. Idetifikasi sasaran untuk mencapai tujuan tersebut. dan (5) keputusan yang diambil lebih dekat dengan kebutuhan siswa. Sistem Perencanaan. Dengan sistem ini alokasi anggaran sekolah bersifat lump-sum atau kita kenal juga dengan sistem hibah blok (block grant). PENYUSUNAN RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Pembahasan tentang Rencana Anggaran pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) berikut ini didasarkan pada asumsi bahwa sistem penganggaran di sekolah menggunakan pendekatan yang disebut sistem penganggaran berbasis sekolah atau School-based Budgeting System. sekolah akan menjadi semacam “kerajaan-kerajaan” kecil yang dapat berdampak pada terhambatnya kerjasama antar satu sekolah dengan yang lain. Ubben dan Hughes (dalam Gorton dan Schneider. program. pengurus yayasan. 3. Pemrograman. Jika tujuan disetujui oleh pengambil keputusan.

proses. Merumuskan tujuan dan kriteria dan 2. pelatihan.1. Persoalan yang paling sering dihadapi sekolah dalam penerapan PPBS adalah kebutuhan waktu yang cukup panjang. 5. PPBS Tahapan: 1. kita dapat membandingkannya dengan pendekatan tradisional sebagaimana diuraikan pada Tabel 2. untuk mencapai tujuan Menentukan dan mengestimasi biaya 4. program dan proses berhasil mencapai tujuan dan sasaran. Selain itu. Mengorganisasikan anggaran menurut bidang program dan tujuan Tampak pada Tabel 15. Pendekatan Tradisional Tahapan: 1. B. tidak ada pilihan lain bagi sekolah kecuali menerpkan sistem penganggaran yang sistematis seperti ditawarkan dalam PPBS tersebut. Oleh karena itu disarankan agar awal sedari para pimpinan itu menyadari berbagai masalah yang harus mereka hadapi untuk melaksanakan tanggung jawab yang besar itu. Menentukan kebutuhan guru mengenai barang-barang. Menentukan program dan prioritas 3. dan sebagainya. Di era yang dilingkupi keterbatasan sumber dana dan tuntutan akuntabilitas yang terus meningkat saat ini. Untuk memudahkan memahami PPBS. Namun demikian. dan jika tidak. Menentukan tingkat kepentingan usulan metode yang digunakan untuk anggaran guru berdasarkan hasil penilaian mengevaluasi sasaran kebutuhan yang dilakukan oleh pengambil keputusan. Tabel 15. Persoalan lainnya terkait dengan sulitnya dicapai kesepakatan di antara pihak yang terlibat mengenai data dan proses yang harus dilalui dalam proses pelaksanaannya dan juga keterbatasan kemampuan pimpinan sekolah terkait dengan teknik-teknik pengambilan keputusan yang beorientasi sistem tersebut. Masalah-Masalah Terkait Dengan Penyusunan RAPBS Salah satu implikasi dari penerapan Manajemen Berbasis Sekolah sebagaimana diamanatkan dalam perundang-undangan sistem pendidikan kita adalah diharuskannya pimpinan sekolah (terutama Kepala Sekolah) untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam proses pengembangan RAPBS. penekanan hubungan antara alokasi anggaran dengan tujuan yang dapat dirumuskan dengan jelas serta penentuan tujuan-tujuan pendidikan terbukti bukan hal yang mudah untuk dilakukan dan bahkan sering mendatangkan keputus-asaan. dan melaksanakan program sebagainya. Mengorganisasikan anggaran berdasarkan yang diperlukan untuk menyediakan kategori kebutuhan.Telaah dan prosedur bersiklus yang menunjukkan apakah. Berikut ini diuraikan beberapa masalah yang sering muncul PIKIR. untuk membantu menentukan prosedur. buku. 4. Menilai (assess) kebutuhan pendidikan 2. DZIKIR. dari pada mementingkan item-item yang akan didanai. atau sejauh mana. 3.5 bahwa PPBS memberi penekanan yang sangat besar pada perumusan dan evaluasi tujuan program dan pada keterkaitan pendanaan dengan kebutuhan yang diajukan sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan itu.5 Perbandingan PPBS dan Pendekatan Penganggaran Tradisional 5. Melakukan estimasi usulan anggaran guru. buku. sejumlah penelitian menunjukkan bahwa PPBS tetap memiliki keunggulan dibandingkan dengan pendekatan tradisonal. atau program lain. misalnya: perangkat sumber daya yang dibutuhkan untuk belajar-mengajar. IKHTIAR 9 .

Pengurangan itu dapat berakibat pada modifikasi atau eliminasi program. Kemungkinan terjadinya pengurangan semacam ini sangat beragam antara satu daerah dengan daerah yang lain. bahkan presiden) di daerah atau program-program kemasyarakatan lain sering berdampak pada pengurangan anggaran pendidikan yang disediakan oleh pemerintah. gubernur. antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. kekecewaan dan penurunan moral kerja. dan sejauh mana calon pengguna itu telah memahami pengetahuan yang diperlukan untuk memanfaatkan barang yang diusulkan itu atau pengetahuan atau keterampilan apa yang ia perlukan agar dapat memanfaatkannya dengan baik. penurunan anggaran semacam itu bukan merupakan persoalan yang sederhana. DZIKIR. Untuk mencegah masalah ini disarankan agar kepala sekolah meminta semua pihak yang mengajukan anggaran untuk membuat alasan-alasan tertulis pada setiap butir usulan. Namun demikian tidak ada satu daerahpun yang dapat menjamin terbebas dari hal itu. Untuk mencegah hal ini kepala sekolah perlu meminta para pengusul untuk memberikan alasan-alasan yang kuat bagaimana barang-barang yang diusulkan akan membantu meningkatkan belajar siswa dan bagaimana peningkatan belajar itu akan diukur. 3. misalnya. bagaimana akan digunakan. mengusulkan produk-produk baru komputer yang mereka ketahui hanya melalui cerita dari mulut ke mulut bahwa produk itu efektif membantu kegiatan belajar siswa. 2. pergantian pemimpin politik (bupati. Masalah yang sering muncul berkaitan dengan ini adalah bahwa ketidakjelasan keterkaitan antara item-item yang diusulkan itu dengan peningkatan kegiatan belajar siswa dan bagaimana peningkatan itu akan diukur. Selain itu. pengurangan staf. Selain itu pengusul juga perlu diminta menunjukkan apakah usulannya tersebut benar-benar dibutuhkan atau bersifat esensial. Apabila terjadi. Salah satu pendekatan yang tampaknya dapat membantu mengatasi dampak tersebut adalah pendekatan yang disebut “zero-base budgeting” atau penganggaran tanpa pertumbuhan yang dikenal dengan ZBB (Gorton dan Schneider. Selain beberapa kondisi eksternal itu. 1. ZBB juga PIKIR. IKHTIAR 10 . 1991). yang dapat berdampak pada timbulnya frustrasi. namun akibatnya dapat diminimalkan apabila pendekatan panganggaran yang digunakan rasional dan adil.dalam proses penyusunan RAPBS dengan menggunkan pendekatan sistematis dalam konteks disentralisasi pendidikan tersebut. Kurang lengkapnya penjelasan tentang pentingnya usulan anggaran untuk meningkatkan belajar siswa Usulan anggaran dapat dimaksudkan untuk penggantian atau penambahan barang yang dimiliki. Banyak guru. penundaan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. dalam mana anggaran yang ada tidak dipersoalkan dan perhatian difokuskan hanya pada anggaran yang baru atau anggaran tambahan yang akan diberikan. ZBB berusaha untuk menghindarkan penganggaran yang tidak menentu. Anggaran diusulkan didasarkan uang yang tersedia dan tidak didukung pengetahuan yang memadai Sekolah yang melibatkan guru atau pihak lain dalam penyusunan anggaran kadang-kadang mendapati usulan anggaran dari orang-orang yang tidak benar-benar membutuhkan apa yang mereka minta atau tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai barang-barang itu atau bagaimana mereka akan menggunakannya. Meskipun tidak semua dampak pengurangan anggaran itu dapat dihindarkan. wali kota. penurunan anggaran juga sering terjadi karena faktor internal sekolah. Penurunan anggaran pendidikan dari tahun ke tahun Kebijakan wakil rakyat. Penurunan jumlah siswa merupakan kondisi internal yang paling dominan penurunan anggaran sekolah. kondisi perekonomian.

d. 4. pada program keahlian tertentu hingga mencapai angka kurang dari batas minimal. dan sumber daya yang dibutuhkan bagi level-level alternatif layanan pada masing-masing program. perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap kegiatan-kegiatan non-pembelajaran seperti pemeliharan. Jika anggaran tepaksa harus dikurangi. 1991) menyarankan biang-bidang sebagai berikut sebagai pertimbangan dalam penentuan prioritas. and funds are allocated to program based on rankings of these alternatives” Dengan kata lain. pelajaran-pelajaran yang bersifat duplikasi dapat dikurangi tanpa mengurangi kualitas atau standar yang ditetapkan dalam KTSP. both lower and higher than current level. Analisis paket-paket keputusan (dokumen yang memaparkan tujuan.mempertimbangkan keseluruhan anggaran dan memerlukan perbandingan antar semua bidang anggaran. DZIKIR. Justifikasi itu harus mencakup rasional. d. Pengalokasian anggaran. Rencana bidang prasarana. Penurunan jumlah siswa dapat berdampak pada menurunnya kebutuhan bahan. Membuat peringkat paket keputusan. e. Karena terjadi pengurangan anggaran. Pengurangan jumlah kelas. c. dan kegiatan administrasi. Layanan pendukung pembelajaran. prosedur pengadaan yang lebih efisien. Fungsi-fungsi layanan non-pembelajaran. a. sekolah harus melakukan justifikasi yang ketat terhadap setiap butir anggaran yang diusulkan setiap tahun. b. Akan tetapi kecil PIKIR. di SMK. media pembelajaran. Apabila penurunan jumlah siswa terjadi pada kelas tertentu atau. transportasi. perlu dilakukan peninjauan kembali rencana-rencana renovasi atau pembangunan gedung atau pengadaan prasarana lainnya. tujuan dan sasaran. Penyiapan anggaran resmi. Kurangnya kemampuan dalam mengevaluasi usulan anggaran Kepala sekolah biasanya seorang generalis yang bekerja bersama sekelompok guru yang merupakan para spesialis mata pelajaran tertentu. c. 1991:163) mendefinisikan ZBB sebagai “a process in which ‘decision packages’ are prepared to describe the funding of existing and new programs at alternative service levels. Jika kondisi memaksa dilakukan pengurangan anggaran. Kepala sekolah ada kalanya juga memiliki spesialisasi di bidang-bidang tertentu. dan Steinberg (dalam Gorton dan Schneider. kriteria evaluasi. kegiatan. b. sumber daya dan anggaran masing-masing keputusan). Pengurangan program ini dapat dilakukan hanya jika pengurangan anggaran tidak teratasi dengan semua usaha yang disebutkan di atas. premi asuransi. IKHTIAR 11 . Mundt. Olsen. Budget Pad. pada alokasi ini yang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan penghematan. f. tanpa mengurangi program pembelajaran. Identifikasi unit-unit pengambilan keputusan (dibatasi pada programprogram yang membutuhkan sumber daya). staf layanan khusus seperti bimbingan konseling. Oleh karena itu dipertimbangkan pengurangan pada kebutuhan-kebutuhan itu tanpa mengurangi standar kualitas. Langkahlangkah umum ZBB meliputi: a. dalam penerapan ZBB. e. Hudson dan Steinberg (dalam Gorton dan Schneider. Program pembelajaran. Selain langkah-langkah di atas. Pada anggaran yang baik biasanya terdapat marjin pengaman.

kepala sekolah sering menerima usulan anggaran pada bidang-bidang yang ia hanya memiliki pengetahuan yang sangat terbatas. Selain itu keterlibatan para pengguna dalam penentuan usulan anggaran juga merupakan cara yang dapat membantu mengatasi permasalahan merek tersebut. Pertama. atau ahli dari universitas untuk mengevaluasi usulan anggaran yang bersifat khusus di atas. Kurangnya pembinaan. Keterlibatan pengguna ini juga akan mendorong optimalisasi pemanfaatan ketika barang itu telah tersedia. Terkait dengan usulan semacam ini muncul karena hal itu terlarang dalam proses pengadaan yang menggunakan anggaran pemerintah. pengusul anggaran harus berusaha keras agar barang yang diperoleh terjaga kualitas. kepala sekolah harus tetap hati-hati dalam memilih konsultan agar objektivitas penilaian usulan anggaran benar-benar terjamin. Konsekuensinya. Untuk mengurangi dampak negatif dari keterbatasan tersebut. Namun sayangnya. IKHTIAR 12 . keawetan. persoalan kurangnya pembinaan dan konsultasi ini paling sering dijumpai di berbagai tempat. 5. Pengadaan melalui tender melarang penyebutan merk tertentu atas barang atau jasa yang akan diadakan dengan maksud agar diperoleh harga terrendah dalam rangka efisiensi penggunaan uang negara. misalnya Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten. DZIKIR. akan tetapi jauh lebih penting berkaitan dengan proses penganggaran. Dampak negatif dari alternatif ini adalah kepala sekolah dapat dipandang hanya sebagai tukang stempel atas usulan anggaran yang dibuat guru. Alternatif ketiga adalah memanfaatkan jasa konsultansi dari orang-orang yang ada di lingkungan sekolah yang dapat membantu kepala sekolah. Konsultansi semacam itu penting untuk semua aspek manajemen sekolah. komunikasi dan konsultasi dengan pihak-pihak terkait Oleh karena proses penyusunan RAPBS sangat rumit. meskipun cara itu tetap tidak akan mampu menjawab semua masalah di atas. kepala sekolah dapat meminta guru yang memiliki keahlian yang cukup untuk membantu melakukan justifikasi usulan yang kepala skeolah tidak memiliki cukup pengetahuan. Meskipun cara ini fisibel dan harus diusahakan semaksimal mungkin oleh kepala sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab yang diembannya. Selain itu. Permintaan untuk membeli barang bermerk tertentu atau ancaman sentralisasi anggaran Banyak pihak yang mengusulkan anggaran menuntut merek-merek tertentu karena mereka yakin bahwa merek itu memiliki kualitas dan kesesuaian yang tinggi dengan kebutuhan mereka. dan (2) tahap setelah usulan anggaran dikirimkan ke pihak yang lebih atas PIKIR. dan kebermanfaatanya dengan cara menyebutkan secara rinci spesifikasi barang atau jasa yang diusulkan. maka diperlukan pembinaan dan konsultasi yang intensif dari pihak terkait. selama penyusunan RAPBS. kecenderungan menggunakan barang dengan merek tertentu juga dapat bermasalah ketika harus terjadi pergantian staf. Staf pengganti akan mengalami kesulitan jika sebelumnya ia tidak pernah mengoperasikan barang dengan merek tertentu itu.kemungkinannya seorang kepala sekolah mampu menguasai dengan baik semua bidang dalam program pendidikan. kepala sekolah dapat melakukan satu atau lebih dari alternatif-alternatif berikut. 6. Untuk mengatasi hal itu. Kurangnya konsultasi dan komunikasi tersebut dapat terjadi pada dua periode: (a) tahap awal. Alternatif kedua adalah kepala sekolah berusaha meningkatkan pengetahuannya tentang hal-hal yang ia belum tahu. Dengan asumsi bahwa konsultan semacam itu dapat diperoleh. seperti pengawas mata pelajaran.

Persoalan komunikasi sering juga terjadi saat usulan anggaran sekolah telah diserahkan kepada pengambil keputusan di tingkat yang lebih tinggi. Kepala Daerah. PIKIR. Kebijakan dimaksud dapat mencakup jumlah dan alokasi anggaran. pihak sekolah belum mendapatkan gambaran yang pasti mengenai informasi-informasi tersebut. Persoalan yang sering terjadi pada tahap awal adalah kurangnya informasi yang diperoleh sekolah mengenai kebijakan anggaran yang berlaku di suatu wilayah dimana sekolah berada. Untuk sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (sekolah negeri) sumber pendapatan utama berasal dari pemerintah dan siswa. bahan-bahan. Satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi persoalan komunikasi tersebut adalah pihak sekolah harus selalu proaktif untuk mendapatkan informasi yang cukup mengenai parameter-parameter penganggaran yang harus dijadikan pegangan dalam proses penyusunan RAPBS dan juga terus memantau perkembangan proses penetapan anggaran yang telah diserahkan kepada pengambil keputusan tersebut.6 menunjukkan beberapa contoh jenis anggaran dari masingmasing sumber pendapatan sekolah. Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah Pendapatan dan belanja sekolah merupakan dua komponen pokok dalam RAPBS.(Dinas Pendidikan atau Yayasan). Pendapatan dari masingmasing sumber tersebut biasanya masih dirinci lagi menjadi beberapa jenis anggaran. Sedangkan belanja sekolah adalah segala pengeluaran yang dilakukan sekolah dalam bentuk uang atau setara uang dalam satu tahun anggaran. pemangkasan alokasi anggaran. Sekolah juga sering menerima informasi yang penuh ketidak-pastian mengenai kebijakan anggaran daerah atau pusat. dan parameter-parameter pengelolaan keuangan lainnya. Pendapatan Sekolah a. dan pemerintah. dan pihak-pihak lain juga sering membuat pihak Dinas Pendidikan terpaksa melakukan perubahan usulan anggaran sekolah tanpa memiliki cukup waktu untuk membahasnya dengan sekolah pengusul. atau perubahan-perubahan lain sering dilakukan oleh pengambil keputusan itu tanpa dikomunikasikan lebih dahulu dengan sekolah. prosedur dan mekanisme perencanaan dan pengusulan anggaran. Selain itu berbagai tekanan yang berasal dari pihak-pihak di luar Dinas Pendidikan. Modifikasi mata anggaran. IKHTIAR 13 . peralatan. Persolan rendahnya derajat komunikasi juga dapat terjadi karena kurangnya inisiatif sekolah untuk berkonsultasi dengan pihak di atasnya. siswa. C. Tabel 15. Pendapatan sekolah adalah segala penerimaan yang diperoleh sekolah yang berupa uang atau setara uang (buku. dan lain-lain) dalam satu tahun anggaran. DPRD. seperti Dewan Pendidikan. Bahkan sering dialami sampai dengan saat tahun pelajaran telah berlangsung. DZIKIR. 1. Sedangkan untuk sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat sumber pendapatan biasanya berasal dari yayasan penyelenggaranya. Sumber Pendapatan Setiap sekolah memiliki sumber-sumber pendanaan yang berbeda-beda.

Sekolah umumnya tidak banyak kesulitan untuk menghitung perkiraan pendapatan yang bersifat rutin. Tabel 15.7 Perhitungan Anggaran Pendapatan Sekolah Frekwensi Pembayaran per Tahun 5 Jumlah Penerimaan Per Tahun (Kol 3 x 4 x 5) 6 Besaran Jumlah Wajib No Uraian Penerimaan Satuan Bayar (Siswa/ Penerimaan Donatur/dst) 1 1. Perhitungan Pendapatan Sekolah Frekuensi penerimaan selama satu tahun dari masing-masing sumber pendapatan berbeda-beda. bahkan ada yang tidak dapat dipastikan. b.6 Sumber Pendapatan Sekolah* Pemerintah Sumber Pendapatan Sekolah Anggaran APBN APBD Propinsi APBD Kabupaten/Kota Sumbangan Pelaksanaan Pendidikan (SPP) Orang Tua Siswa/Komite Sekolah Bantuan Pengembangan Pendidikan (BPP) Biaya Pendaftaran Murid Baru Biaya Ujian Akhir Semester Biaya Ujian Akhir Sekolah Iuran Ekstra Kurikuler Iuran Perpustakaan Bantuan-bantuan lain yang ditentukan sekolah Yayasan Penyelenggara Biaya Operasional Sekolah Biaya Pengembangan Sekolah Donatur Bantuan sukarela masyarakat umum insidental Bantuan sukarela masyarakat umum rutin Bantuan alumni Hasil Usaha Sekolah Kantin Sekolah Koperasi Sekolah Unit Usaha sekolah Penyewaan gedung dan fasilitas milik sekolah Lain-lain Bunga tabungan sekolah Sesuai dengan kebijakan dan ketentuan sekolah maisngmasing *) Penentuan sumber pendanaan SD/MI harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.2 SPP Klas B 1. IKHTIAR 3 4 2. rutin setiap bulan. DZIKIR.1 SPP Klas A 1. akan sering mengalami kesulitan dalam memperkirakan pendapatan yang bersifat insidental atau tidak menentu. 2 SPP 1. setiap semester. 14 .3 dst BPP PIKIR.Tabel 15. Tabel 16. sekali dalam satu tahun.7 dapat membantu sekolah menghitung anggaran pendapatan dalam penyusunan RAPBS.

alumni. dan 5. IKHTIAR 15 . 4. biaya operasi.2 Ujian Akhir Klas 6 dst. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. dua diantaranya harus dicantumkan dalam setiap RAPBS yang disusun sekolah. asuransi. a) Peningkatan kapasitas dan kompetensi guru dan staf sekolah: pelatihan. b) Peningkatan sarana dan prasarana sekolah: pengadaan sarana atau prasarana baru. Anggaran ini biasanya digunakan untuk meningkatkan kapasitas (kemampuan) sumber daya yang dimiliki sekolah dalam mendukung peningkatan atau perbaikan kegiatan pendidikan. donatur. transportasi. DZIKIR. 2. PKG. dan lain sebagainya. (2) bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Dari tiga macam biaya tersebut. jasa telekomunikasi. Petunjuk Pengisian Tabel Perhitungan Angaran Pendapatan Sekolah: Kolom 1: Diisi Nomor Urut Kolom 2: Diisi Sumber Pendapatan dan diuraikan menurut jenis-jenis anggaran pada masing-masing Sumber Pendapatan Kolom 3: Diisi besaran atau jumlah yang harus dibayar oleh wajib bayar setiap satu kali pembayaran Kolom 4: Diisi jumlah pihak-pihak yang wajib membayar pada masingmasing jenis anggaran pendapatan (misal siswa. 4. dan (3) biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya.1 Ujian Semestar 5. dsb. Belanja Sekolah a. 2. dan biaya personal.1 BPP Klas A 2.3. Biaya operasi sekolah meliputi: (1) gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. konsumsi. peningkatan kapasitas sarana-prasarana PIKIR. dan modal kerja tetap. 1) Biaya Investasi Sekolah Anggaran investasi dapat juga diartikan sebagai alokasi anggaran yang dibutuhkan sekolah untuk meningkatkan pelaksanaan misinya melalui perbaikan atau peningkatan kinerjanya. seminar. 5. magang.2 BPP Klas B dst. Biaya Ujian Semester = 2. Biaya investasi meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana dan prasarana.) Kolom 5: Disi berapa kali dalam satu tahun masing-masing wajib bayar harus membayar (SPP = 12. Biaya PMB Biaya Ujian 5. pajak. pengembangan sumberdaya manusia. air. MGMP. BPP = 1) Kolom 6: Diisi jumlah penerimaan pada masing-masing Jenis Anggaran Pendapatan yang merupakan hasil kali antara kolom 3. uang lembur. Jenis Anggaran Belanja Sekolah Menurut Pasal 62 Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan biaya pendidikan di sekolah meliputi biaya investasi. Berikut ini beberapa contoh mata anggaran yang termasuk dalam anggaran pengembangan sekolah.

perawatan dan perbaikan saranaprasarana sekolah sehingga dapat berfungsi secara normal. renovasi fasilitas fisik untuk merubah atau meningkatkan fungsi atau kapasitasnya. atau sistem baru dalam rangka peningkatan kinerja sekolah. Anggaran operasional ini dapat mencakup: a) Gaji guru dan pegawai tetap b) Honorarium guru/pegawai tidak tetap atau tenaga pendukung lainnya. Dalam Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 biaya operasi didefinisikan sebagai bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. sambungan internet. anggaran biaya yang dialokasikan untuk setiap kegiatan yang diusulkan harus cukup namun sama sekali tidak dibenarkan terjadi pemborosan. PIKIR. f) Biaya operasional pimpinan dan staf sekolah b. e) Biaya tagihan berlanggaran: listrik. e) Biaya operasional manajemen dan bahan habis pakai untuk mendukung kegiatan-kegiatan pengembangan di atas. 2) Biaya Operasi atau Biaya Rutin Biaya operasi adalah alokasi biaya yang dibutuhkan sekolah agar dapat mempertahankan atau meningkatkan sedikit-demi sedikit pelaksanaan misi utamanya melalui pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sehari-hari. d) Biaya pengadaan bahan habis pakai pendukung kegiatan sekolah yang bersifat rutin. c) Biaya operasional. Ketepatan dan kecermatan perhitungan anggaran dalam RAPBS menjadi pra-syarat terwujudnya prinsip-prinsip itu. Dalam bahasa yang sederhana. air. Beberapa langkah berikut dapat membantu sekolah untuk mendapatkan hasil perhitungan yang tepat itu. IKHTIAR 16 . telepon.yang telah ada. d) Pengembangan sistem atau perangkat lunak sekolah: pengembangan KTSP. pemeliharaan. Namun demikian prinsip fisibilitas implementasi program dan efisiensi penggunaan anggaran harus juga dipertimbangkan pada saat melakukan perhitungan belanja sekolah untuk dituangkan dalam RAPBS. DZIKIR. Perhitungan Anggaran Belanja Sekolah Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian awal bab ini bahwa perhitungan biaya sekolah harus didasarkan pada rencana program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Rencana Operasional Sekolah (Renop). pengembangan model-model pembelajaran yang baru melalui PTK atau PTS. penngembangan kebijakan. c) Pengadaan bahan-bahan referensi untuk siswa maupun guru. aturan. dan lain-lain.

Hal ini penting karena harga yang ditawarkan oleh penyedia barang atau jasa biasanya belum termasuk biaya-biaya ini.9 dapat digunakan untuk menyusun anggaran investasi pengembangan sekolah. harus sudah dipastikan berapa orang yang akan mengikuti pelatihan. biaya pemasangan. 4) Biaya-biaya tambahan seperti pajak. kenaikan harga karena inflasi. 6) Masing-masing sumber pendapatan biasanya telah ditetapkan untuk mendanai kegiatan atau pengadaan barang/jasa tertentu. Tabel 15. biaya perjalanan. Penyusun RAPBS harus memahami dengan baik ketentuan-ketentuan tentang komponen-komponen anggaran yang diperbolehkan untuk masingmasing sumber pendapatan itu. dan lain-lain harus diperhitungkan dengan cermat.Volume pekerjaan yang akan dilaksanakan harus telah terdefinisikan dengan jelas.1c 1. dan biaya pendukung lainnya. Untuk melaksanakan pelatihan guru. 2) Spesifikasi dan kualifikasi barang atau jasa yang akan diadakan harus jelas dan rinci. Tabel 15. misalnya. DZIKIR.2 Uraian 2 Biaya Operasi Gaji dan TunjanganTunjangan Tunjangan Jabatan Kasek Tunjangan Wakasek Honor lembur Bahan Habis Pakai PIKIR. 7) Penyusun RAPBS harus memahami dengan baik ketentuan pembiayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Pemanfaatan berbagai media informasi dan komunikasi akan sangat membantu mendapatkan informasi ini. sekolah harus memahami dengan baik peraturan perundang-undangan mengenai prosedur pengadaan barang dan jasa. IKHTIAR 1) Satuan 3 JB OB OB OJ Volume 4 Biaya Sumber Jumlah Satuan Dana 5 6 7 Ket.1b 1.8 dapat membantu sekolah menghitung anggaran operasi dalam penyusunan RAPBS. dan dimana pelatihan yang akan laksanakan.1 1. biaya pengiriman. Dari data ini akan mudah diperhitungkan biaya pelatihan yang harus dibayar ke tempat pelatihan.1a 1. Tabel 15. 8 17 .8 Perhitungan Biaya Operasi Sekolah No 1 1. 3) Sekolah harus memiliki informasi yang dapat dipercaya mengenai biaya satuan (unit cost) untuk setiap barang atau jasa yang akan diadakan. Dengan pemahaman ini sekolah akan dapat mencegah terhambatnya implementasi kegiatan yang telah diprogramkan yang diakibatkan oleh prosedur pengadaan barang/jasa itu. 1. biaya hidup. berapa lama. 5) Untuk memudahkan proses pengadaan barang atau jasa dengan menggunakan anggaran pemerintah.

OH = Orang-Hari. 8 1.2d OH PaketBulan 12 1.3d 1. Kolom 8: Diisi penjelasan singkat mengenai anggaran yang bersangkutan.. kolom ini sebaiknya diisi Kegiatan atau Kode Kegiatan dalam Renop yang mendasari mata anggaran yang bersangkutan.No 1 1. Misal Pembangunan Kelas Baru dari APBN Rp.. maka volume Tunjangan Wakasek = 4 x 12 = 48 OB.8 Kolom 1: Diisi Nomor Urut Kolom 2: Diisi Uraian pengeluaran Kolom 3: Diisi satuan yang digunakan. Jika sulit menentukan satuan maka kolom ini dapat diisi “Paket” Kolom 5: Disi besar biaya tiap satu satuan Kolom 6: Diisi jumlah biaya dalam satu tahun dan merupakan hasil kali dari 4 dan 5 Kolom 7: Diisi Sumber Pendapatan yang dialokasikan. Misal.3b 1. . Petunjuk Pengisian Table 15.2b 1. DZIKIR. IKHTIAR 18 .3c 1.3a 1. Jika satu kegiatan didanai melalui lebih dari satu sumber pendapatan. PIKIR.3 1...4 Bulan Bulan Bulan Bulan Pemeliharaan dan perawatan saranaprasarana 1.4b Perbaikan komputer dst. OJ = Orang-Jam. Untuk Biaya Investasi..2a Uraian 2 Bahan Pembelajaran dalam kelas (kapur tulis. jika jumlah wakasek = 4.2c 1.4a Pengecatan Gedung ruang kelas 1. dan Komite Sekolah Rp . Dalam contoh tersebut OB = Orang-Bulan. dsb) Bahan pembelajaran di lab ATK Minuman harian guru/pegawai Biaya Tak Langsung (rekening-rekening) Listrik Air Telepon Internet Satuan 3 PaketBulan Volume 4 12 Biaya Sumber Jumlah Satuan Dana 5 6 7 Ket. Kolom 4: Diisi volume yang akan dibayar. spidol.. maka perlu disebutkan proporsi anggaran untuk masing-masing sumber.

Tabel 15.9 Perhitungan Biaya Investasi Satuan 3 OB Unit Eksp. Misal Pembangunan Kelas Baru dari APBN Rp. Kolom 5: Disi besar biaya tiap satu satuan Kolom 6: Diisi jumlah biaya dalam satu tahun dan merupakan hasil kali dari 4 dan 5 Kolom 7: Diisi Sumber Pendapatan yang dialokasikan. PIKIR. Jika satu kegiatan didanai melalui lebih dari satu sumber pendapatan. Kolom 4: Diisi volume yang akan dibayar. DZIKIR.. maka perlu disebutkan proporsi anggaran untuk masing-masing sumber.. dan Komite Sekolah Rp . OH = Orang-Hari. m2 Unit/paket Judul SB Paket Volume 4 Biaya Satuan 5 Jumlah Sumber Biaya Dana (4x5) 6 7 Program/ Kegiatan dalam Komponen Anggaran Renop 1 2 Program 1  Pengembangan Staf  Peralatan  Bahan ajar  Renovasi Gedung  Mebelair  Biaya PTK untuk guru  Beasiswa  Promosi sekolah  Dst Program 2  Pengembangan Staf  Peralatan  Bahan ajar  Renovasi Gedung  Mebelair  Biaya PTK untuk guru  Beasiswa  Promosi sekolah  Dst Dst. .. Jumlah Petunjuk Pengisian Table 15.9 Kolom 1: Diisi judul-judul program/kegiatan yang tercantum dalam RENOP Kolom 2: Diisi komponen anggaran yang digunakan Kolom 3: Diisi satuan yang digunakan. Dalam contoh tersebut OB = Orang-Bulan. IKHTIAR 19 .... OJ = Orang-Jam.

Pelatihan Guru dalam Tabel 15. Proposal penelitian mahasiswa. serta sering memerlukan dibentuknya organisasi yang terpisah. Program dirancang untuk melaksanakan sejumlah kegiatan untuk kepentingan organisasi sekolah. dan biaya pelaksanaan pembangunan. Porposal yang dibuat atas dasar permintaan pihak lain biasanya telah disertai ketentuan mengenai substansi dan format yang harus diikuti oleh PIKIR. Yang dimaksud program dalam hal ini adalah serangkaian sasaran (objectives) dan rencana untuk mencapai satu tujuan yang dipandang penting dan bersifat sekali capai (one-time goal). misalnya. Proposal diajukan atas dasar permintaan pihak lain (penyedia dana) atau atas inisiatif dari pembuat proposal itu sendiri. A.9 biasanya masih diperlukan beberapa justifikasi atau spesifikasi yang lebih rinci mengenai barang atau jasa yang diadakan. Bab berikut memberikan beberapa contoh bagaimana membuat TOR yang efektif. dan identifikasi kearifan lokal untuk diadopsi menjadi nilai-nilai yang dikembangkan dalam interaksi belajar-mengajar merupakan proyek-proyek yang menjadi bagian dari program peningkatan pembelajaran berbasis satuan pendidikan tersebut. Program merupakan kegiatan-kegiatan yang bersifat pokok. biasanya Penyusun RAPBS juga masih diharuskan memberikan argumentasi atau justifikasi yang rinci untuk setiap mata anggatan yang diusulkan. Usulan kegiatan dalam proposal dapat berupa program atau proyek. Pengembangan KTSP. proposal juga diajukan untuk mendapatkan pendanaan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan kegiatan yang diusulkan. biaya pengawasan. Proyek pada prinsipnya sama dengan program. biaya yang dicakup meliputi biaya perencanaan. DZIKIR. yayasan. akan tetapi memiliki jangka waktu yang lebih pendek dan ruang lingkup yang lebih spesifik. Kegiatan untuk pengembangan sekolah biasanya diusulkan kepada pemerintah. Proposal sebenarnya merupakan dokumen yang berisi paparan tertulis yang dimaksudkan untuk meyakinkan pihak lain sehingga bersedia memberikan dukungan (biasanya berupa dana) terhadap implementasi program atau kegiatan yang diusulkan. IKHTIAR 20 . Program memiliki ruang lingkup yang luas dan terdiri dari atau terkait dengan sejumlah proyek. proyek merupakan serangkaian tujuan jangka pendek dan rencana dalam ruang lingkup yang sempit untuk mencapai satu tujuan yang dipandang penting dan bersifat sekali capai (one-time goal). komite sekolah. atau pihak donor yang lain untuk disetujui dan untuk mendapatkan pendanaan. PENYUSUNAN PROPOSAL DAN KERANGKA ACUAN KEGIATAN Penyusunan Proposal Pengembangan Sekolah Proposal berasal dari kata to propose artinya mengusulkan. penyusun RAPBS harus sudah memperhitungkan juga biaya perjalanan dan biaya hidup peserta selama mengikuti pelatihan. atau disertasi. biasanya diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan jurusan atau dosen pembimbing untuk kemudian menjadi proyek penelitian dalam rangka menyelesalaikan skripsi.9 hanya dicantumkan biaya satuan untuk tiap “Paket”. Sebagai contoh. Peningkatan pembelajaran berbasis satuan pendidikan merupakan contoh sebuah program. pengembangan silabus muatan lokal. Disamping untuk mendapatkan persetjuan.Dari Rencana Belanja yang disajikan dalam Tabel 15. tesis. Proposal pada umumnya berisi rencana yang bersifat sekali pakai (single-use plan) yang dikembangkan untuk mencapai serangkaian tujuan yang tidak mungkin diulang-ulang di masa depan. Dalam penentuan biaya per paket ini. Untuk pembangunan fasilitas fisik. Dengan kata lain. III. Proyek seringkali merupakan bagian dari program. Justifikasi ini dapat dibuat secara khusus dalam bentuk Rencana Anggaran dan Belanja (RAB) atau Kerangka Acuan Kegiatan (Term of Reference atau TOR).8 dan 15. Selain perhitungan Anggaran Belanja tersebut. yang kadang kala memerlukan waktu beberapa tahun untuk menyelesaikannya.

50. Visi. sekolah dapat dikatakan memiliki peluang apabila sekolah berhasil mencapai rata-rata NUN 7. dapat diartikan bahwa sekolah menghadapi masalah. Tujuan-tujuan stratejik sekolah tersebut harus digunakan sebagai pijakan dan tolak ukur (benchmark) utama dalam identifikasi dan analisis masalah atau peluang yang merupakan cikal-bakal disusunnya sebuah proposal pengembangan. deskripsi kegiatan.50 namun dalam kenyataannya angka yang dicapai di bawah 7. Prinsip kedua untuk menghasilkan proposal yang baik adalah adanya relevansi eksternal dan internal kegiatan yang diusulkan.50 akan tetapi dilihat dari potensi yang dimiliki. rancangan implementasi. 1. kegiatan dikatakan mendesak untuk dilaksanakan apabila kegiatan itu benar-benar dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang sangat penting dan mendesak untuk dipecahkan oleh sekolah. Pertama. Dalam hal yang demikian ini. Sekolah tidak banyak mengalami kesulitan berkaitan dengan isi dan format yang harus dituangkan dalam proposal. sistematika proposal. Relevansi eksternal adalah relevansi kegiatan yang diusulkan dengan visi.50. Uraian berikut ini memberikan pemahaman bagaimana menuangkan inisiatif pengembangan sebuah sekolah dituangkan dalam bentuk proposal sehingga dapat meyakinkan pihak lain yang berkepentingan agar bersedia mendukung implementasi kegiatan yang diusulkan itu. tujuan pengembangan. kebijakan dan program pengembangan yang tertuang dalam Rencana Stratejik Sekolah. Relevansi internal adalah relevansi antar komponen-komponen dalam proposal itu. kebijakan dan program pengembangan yang tertuang dalam Rencana Stratejik Sekolah harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan proposal pengembangan sekolah.sekolah pengusul. Dari contoh tentang NUN di atas. Masalah terjadi ketika sekolah gagal mencapai apa tujuan yang telah dirumuskan. Uraian difokuskan pada prinsip-prinsip penyusunan proposal yang baik. Setiap proposal pengembangan sekolah sekurang-kurangnya harus mencakup komponen-komponen: identifikasi masalah atau peluang. IKHTIAR 21 . Peluang ada ketika sekolah memandang adanya potensi sekolah untuk mencapai hal-hal yang lebih dari apa yang telah ditetapkan dalam tujuan. tujuan. relevansi. Dengan demikian PIKIR. Relevansi internal sebuah proposal pengembangan dapat dilihat dari adanya hubungan fungsional dan sistematis antar komponen yang disajikan dalam proposal. Kinerja sekolah tidak memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan. Kedua. dan proses penyunanan proposal yang efektif. Apapun yang diupayakan dalam rangka pengembangan sekolah harus tetap dalam kerangka pencapaian tujuan stratejik sekolah. sekolah harus mampu menuangkan gagasan pengembangannya kedalam sebuah proposal yang mampu meyakinkan pihak lain bahwa kegiatan yang diusulkan benar-benar dibutuhkan oleh sekolah dan layak untuk diberi dukungan. Persoalan sering muncul apabila sebuah kegiatan yang dituangkan dalam proposal murni atas inisiatif sekolah itu sendiri atau oleh pihak lain akan tetapi tidak disertai panduan yang rinci tentang cara-cara menyusun proposal. Tujuan dan kegiatan yang diusulkan dalam sebuah proposal harus mencerminkan kebutuhan sekolah untuk mencapai tujuan-tujuan stratejik sekolah tersebut. DZIKIR. dan fisibilitas merupakan tiga prinsip penting yang harus dipegang teguh dalam dalam penyusunan proposal pengembangan sekolah. dan rencana anggaran. Ketika sekolah menetapkan sasaran pengembangan adalah untuk mencapai rata-rata NUN sebesar 7. Prinsip-Prinsip Penyusunan Proposal Urgensi. adanya peluang untuk pengembangan. misi. misi. tujuan. Kemendesakan ini dapat dilihat dari dua hal. Kegiatan yang diusulkan dalam sebuah proposal harus bersifat urgen atau mendesak. sebenarnya sekolah itu mampu mencapai ratarata NUN di atas 7.

kapan. Sekolah kegiatan harus mengembangkan sendiri proposal sedemikian rupa sehingga proposal dapat memberikan informasi yang lengkap mengenai mengapa. Komponen-komponen pembiayaan yang diusulkan harus sesuai dengan kebutuhan kegiatan yang diusulkan. Keterbatasan sumber daya yang tersedia akan menentukan keterlaksanaan kegiatan yang diusulkan dan keberhasilan pencapaian tujuan yang diinginkan. Rancangan program pengembangan d. dan rancangan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang tertuang dalam rancangan implementasi kegiatan harus terkait dengan deskripsi kegiatan yang diusulkan. a. a. fasilitas. Tujuan kegiatan harus mencerminkan apa yang ingin dicapai untuk memecahkan masalah atau memanfaatkan peluang yang teridentifikasi. Prinsip ketiga dalam penyusunan proposal adalah prinsip keterlaksanaan. e. Rencana implementasi program f. untuk apa. Organisasi pelaksana kegiatan. waktu yang dialokasikan. 2. Tujuan harus juga berdampak pada pemberian manfaat yang sebesarbesarnya bagi belajar siswa. d. Lampiran-lampiran Berikut diuraikan secara singkat ruang lingkup dari komponen-komponen proposal tersebut. oleh siapa. Oleh karena itu. IKHTIAR 22 . Anggaran pembiayaan yang diusulkan harus mempertimbangkan prinsipprinsip efisiensi. Pencapaian tujuan harus terukur. Informasi umum tentang sekolah b. dan dengan sumber daya apa sebuah kegiatan akan dilaksanakan. PIKIR. bagaimana. Susunan kepanitiaan atau satgas berikut jumlah personalia.sebuah proposal yang memiliki relevansi internal yang baik dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut. dan prosedur serta teknis evaluasi dan monitoring yang akan diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan harus sesuai dengan ruang lingkup cakupan kegiatan yang diusulkan. Namun demikian. Deskripsi kegiatan harus sesuai dan terkait dengan tujuan yang akan dicapai dan harus merupakan pilihan terbaik dari sekian alternatif kegiatan yang mungkin dapat dilaksanakan. Struktur Proposal Pengembangan Sekolah Sebenarnya tidak ada format baku dalam penyusunan proposal pengembangan. sebuah kegiatan yang baik harus terjamin keterlaksanaannya melalui dukungan sumber daya yang mampu disediakan. Telaah situasi dalam rangka identifikasi masalah yang dihadapi oleh sekolah c. jadwal kegiatan. Akan tetapi sekolah harus tetap memperhatikan kemampuan sumber daya yang dimiliki baik yang berupa SDM. sasaran dan indikator keberhasilan yang dirumuskan harus merupakan penjabaran rinci dari tujuan yang ingin dicapai sehingga keduanya merupakan tolok ukur yang tampak dari pencapaian tujuan. Oleh karena itu. waktu. DZIKIR. c. informasi maupun dana. pada umumnya setiap proposal pengembangan selalu mencakup bagian-bagian pokok sebagai berikut. b. Rangkuman kebutuhan sumber daya dan anggaran biaya g. Sekolah dapat saja mengusulkan kegiatan untuk mencapai tujuan dalam tingkatan yang paling ideal. Indikator keberhasilan e.

Prinsip-prinsip telaah situasi yang baik meliputi: 1) Pelaksanaannya melibatkan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan sekolah. program. Hal-hal yang diuraikan dalam bagian ini sekurang-kurangnya harus mencakup: 1) Strategi. 2) Sejarah singkat sekolah. 4) Praktik-praktik baik (good practices) yang perlu dipertahankan untuk memelihara kesinambungan pengembangan sekolah. DZIKIR. Rencana pengembangan sekolah yang disajikan harus merupakan ringkasan Rencana Stratejik Sekolah. 2) Kebijakan dan prioritas yang akan dikembangkan. Bagian terakhir dari komponen proposal ini adalah uraian singkat mengenai kemajuan atau prestasi yang dicapai sekolah terkait dengan implementasi Renstra selama kurun waktu tertentu (misal 3 tahun). kegiatan yang belum atau masih harus dilanjutkan. 4) Jumlah siswa. serta masalah-masalah yang timbul dan perlu penanganan dengan segera. Telaah Situasi Sekolah Telaah Situasi merupakan titik tolak semua kemajuan. Hal-hal yang perlu dipaparkan dalam bagian ini antara lain meliputi: 1) Visi. 5) Kebijakan. rencana pengembangan sekolah. dan perkembangan sekolah selaman beberapa tahun terakhir. atau kegiatan yang telah dilaksanakan. 3) Analisis dilakukan secara mendalam sehingga mampu mengidentifikasi akar penyebab timbulnya berbagai masalah di sekolah. tujuan dan strategi yang ditetapkan oleh sekolah. Informasi Umum Bagian ini dimaksudkan untuk menyampaikan informasi kepada pihak ke mana proposal yang diajukan mengenai profil sekolah. lengkap dan mutakhir. program. 2) Hasil-hasil (output) yang dicapai melalui pelaksanaan Strategi. dan PIKIR. Karena itu peningkatan kemampuan dan komitmen untuk melakukan Telaah Situasi secara benar dan terus menerus merupakan budaya yang harus dimiliki oleh setiap organisasi. b. Profil sekolah yang dipaparkan dapat mencakup 1) Identitas sekolah. misi. dan lain-lain. 3) Kebijakan/rencana operasional yang telah dan akan diambil untuk mewujudkan rencana strategis tersebut. 3) Status akreditasi. 3) Dampak dari hasil tersebut terhadap proses dan hasil pembelaran serta terhadap kualitas dan daya saing lulusan untuk melanjutkan studi atau mendapatkan pekerjaan. Tatacara Telaah Situasi yang baik dan benar dapat dilihat dalam Bagian II bahan diklat ini yang pelaksanaannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan sekolah dan jenis Program yang diusulkan. 5) Jumlah guru. IKHTIAR 23 . yang meliputi nama.a. nama kepala sekolah. Uraian ini dimaksudkan untuk menunjukkan keterkaitan antara rencana pengembangan yang akan diuraikan dalam proposal yang bersangkutan dengan rencana pengembangan sekolah secara keseluruhan sebagaimana diuraikan dalam Renstra sekolah. atau kegiatan tersebut. alamat lengkap. program. 2) Didukung dengan data-data yang akurat.

Telaah bersifat komprehensif menyangkut semua aspek keberlangsungan sekolah. serta kelemahan dan keunggulannya 5) Manajemen Sumberdaya Bagian ini berisi telaah tentang ketersediaan dan pengelolaan sumberdaya (manusia.10 dibawah ini dan harus mempunyai hubungan yang jelas antara permasalahan yang diidentifikasi. finansial/uang. fasilitas fisik) yang ada di Sekolah. Perlu dijelaskan tentang berbagai kelemahan dan keunggulan sistem tata kerja yang diterapkan tersebut. termasuk penjelasan tentang bagaimana berbagai sumber data dan informasi diidentifikasi dan data serta informasi yang diperoleh dari sumber-sumber itu digunakan. dan kegiatan perencanaan beberapa tahun ke depan 4) PIKIR. 1) Latar Belakang Berisi penjelasan tentang proses pelaksanaan Telaah Situasi. serta seberapa besar keterlibatan dan kontribusi dari semua warga sekolah dalam penyusunan Telaah Situasi. Pada sisi lain. akar permasalahan yang sudah teridentifikasi. rencana dan target peningkatan kualitas dan perbaikan kelemahan yang ada. Perlu dijelaskan tentang analisis berbagai kelemahan dan keunggulan sistem manajemen sumberdaya yang diterapkan tersebut. 6) Permasalahan dan Alternatif Penyelesaiannya Bagian ini harus menjelaskan hubungan antara isu strategis. IKHTIAR 24 . sehingga pada akhirnya dapat memperbaiki kinerja dan kualitas dari program pembelajaran. Uraian tentang mengapa Sekolah ini harus ada dari sudut pandang stakeholders sangat diharapkan untuk dikemukakan. 4) Program Pembelajaran Penjelasan bagian ini perlu difokuskan pada analisis tentang seberapa besar efisiensi. DZIKIR. solusi alternatif. 3) Kondisi Organisasi dan Kelembagaan Bagian ini menjelaskan tentang bagaimana sistem organisasi dan tata kerja yang diterapkan di Sekolah serta bagaimana keterkaitannya dengan komite sekolah. atau instansi lain yang relevan. sesuai dengan hasil analisis situasi. yayasan. produktivitas dan efektivitas penyelenggaraan program pembelajaran yang ada. Tiap program dapat ditabulasi seperti terlihat pada Tabel 15. 2) Kondisi Eksternal Berisi penjelasan tentang kondisi eksternal (peluang dan tantangan) yang berpengaruh terhadap eksistensi sekolah. pengembangan potensi-potensi yang ada. harus dapat memanfaatkan potensi dan peluang yang telah di identifikasi. semua program yang sedang berjalan maupun yang sedang diusulkan untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu ke depan harus menyertakan sumber daya yang dibutuhkan. Dengan demikian. alternatif penyelesaikan masalah. program yang diusulkan tersebut. Dalam hal ini sekolah harus memilih program yang paling tepat yang akan dilakukan dari berbagai penyelesaian alternatif yang ada. Telaah Situasi untuk pengembangan sekolah perlu dimulai dengan mengemukakan secara benar hal-hal sebagai berikut.

hanya dapat dicapai melalui berbagai program pengembangan sekolah yang dilaksanakan secara terintegrasi. donor. DZIKIR. dan sulit dicapai oleh program-program yang diusulkan secara terpisah-pisah. Kolom 3 diisi solusi yang dipilih untuk mengatasi masalah denan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah atau yang sedang diusulkan melalui proposal yang disusun. sedangkan dasar dalam pengembangan proposal adalah hasil telaah situasi yang dilakukan saat proposal itu di kembangkan. d. Hal yang membedakan keduanya adalah pijakan yang dijadikan rujukan dalam pengembangan program atau kegiatan. Indikator-indikator seperti PIKIR. selain untuk pada masingmasing program yang diusulkan. Oleh karena itu. penyusun proposal perlu menyajikan sejumlah indikator keberhasilan program secara keseluruhan. misalnya komite sekolah. dan (7) rancangan keberlanjutan. dan program yang diusulkan Alternatif Pemecahan 2 Program Yang Diusulkan 3 Sumber Pembiayaan 4 Keterangan 5 Masalah 1 Keterangan: Kolom 1 diisi masalah-masalah yang teridentifikasi dalam telaah situasi. IKHTIAR 25 . (6) indikator keberhasilan. tingkat keberhasilan siswa diterima pada jurusan favorit di perguruan tinggi ternama. Bagian-bagian proporsal tersebut pada dasarnya tidak berbeda dengan bagian-bagian Renop yang diuraikan pada Bab 1 yang diuraikan pada awal bahan diklat ini. misalnya.10 Matrik permasalahan. (4) sumber daya dana yang dibutuhkan. Indikator keberhasilan Untuk memudahkan pembaca mengetahui apa yang menjadi tolak ukur pencapaian tujuan semua program yang diusulkan. SPP. c. Peningkatan persentase atau jumlah siswa yang lulus UNAS. Penjabaran masing-masing usulan program itu sekurang-kurangnya mencakup: (1) latar belakang dan rasional. Kolom 2 diisi kemungkinan solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah. BPP. alternatif pemecahaan. Oleh karena itu angka-angka yang menunjukkan parameter-paremeter tersebut dapat dijadikan sebagai indikator kunci pengembangan sekolah.Tabel 15. (5) jadwal pelaksanaan. Dasar pengembangan Renop adalah hasil telaah yang dilakukan untuk penyusunan Renstra. Indikator kunci biasanya merupakan indikator keberhasilan kegiatan secara keseluruhan. kecepatan siswa mendapatkan pekerjaan. Indikator keberhasilan ini dapat berupa indikator kunci (key performance indicator) dan indikator pendukung atau indikator tambahan. Rancangan program pengembangan Komponen proposal ini sebenarnya merupakan penjabaran lebih rinci dari usulan program yang telah diidentifikasi pada bagian akhir telaah situasi. rincian dan ruang lingkup masing-masing bagian tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penjelasan pada Bab 1 tersebut. (2) tujuan. atau yang lain. (3) mekanisme dan rancangan kegiatan. Kedua hasil telaah tersebut dimungkinkan berbeda karena dilaksanakan pada waktu dan fokus yang berbeda. Kolom 4 diisi sumber pembiyaan untuk mendukung program terpilih.

transaksi bahan pustaka dengan siswa. serta daftar nama pelaksana yang terkait (Ketua Pelaksana. Untuk memudahkan pemantauan dan evaluasi kemajuan yang dicapai sekolah secara bertahap. dsb. artinya struktur yang dibangun tidak saling tumpang-tindih atau bertentangan dengan struktur organisasi sekolah. memonitor dan mengevaluasi pelaksanaannya. Organisasi ini harus sesuai dengan struktur organisasi yang ada di sekolah. Rentang waktu yang biasa dipakai adalah saat awal (sebelum program yang diusulkan dalam proposal dilaksanakan) yang digunakan sebagai landasan awal atau baseline. Oleh karena itu indikator-indikator semacam ini dapat digunakan sebagai tambahan atau pendukung pencapaian indikator kunci. Indikator Pendukung/Tambahan  Penggunaan laboratorium IPA untuk per minggu (jam)  Tingkat kehadiran siswa dalam kelas (%)  Rata-rata transaksi bahan pustaka dengan siswa (per hari)  Dst e. tingkat penggunaan laboratorium untuk. dan penanggung jawab masing-masing program). misalny) curiculum vitae masing-masing PIKIR. tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan. dan sebagainya adalah faktor-faktor yang dapat dicapai oleh program-program pengembangan khusus. Akan lebih baik jika disertakan juga bagan organisasinya.tingkat kehadiran siswa di kelas. Wakil Ketua Bidang B. dan saat program telah berakhir atau final. Wakil Ketua Bidang A. IKHTIAR 26 .11 Tabel 15. perlu disertakan (dalam lampiran. Penyajian itu dapat dilakukan dalam bentuk tabel sebagaimana Tabel 15. Rencana Implementasi Program Bagian ini terdiri dari tiga bagian sebagai berikut. 1) Organisasi Program Organisasi ini harus dibentuk untuk melaksanakan program yang diusulkan. deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk lebih meyakinkan pihak-pihak yang terkait.11 Indikator Keberhasilan Awal Program (Baseline) Capaian Tengah (Mid) Akhir Program (Final) Indikator Idikator Kunci  Kelulusan Ujian akhir (%)  Rata-Rata NUN  Jumlah Siswa yang diterima di PT Favorit  Persentase Kenaikan kelas (%)  Lama tunggu mendapatkan pekerjaan pertama (bulan)  dst. saat pertengahan implementasi program atau midterm. DZIKIR. dianjurkan indikator keberhasilan tersebut disajikan secara serial dalam rentang waktu tertentu.

1 2.800. IKHTIAR 27 .pelaksana.1 guru 1.3. Rangkuman ini mencakup semua kebutuhan sumber daya dan anggaran yang telah diuraikan pada masing-masing program yang diusulkan.000 1. f.000 12.Sumber Daya Biaya Sumber Program Satuan Volume Total Biaya Program (Komponen Satuan Biaya Anggaran) Program Sub1. 2) Program dan Penjadwalan Jadwal implementasi keseluruhan program/kegiatan perlu dibuat tersendiri agar memudahkan pelaksanaannya dan juga memberi pemahaman kepada pembaca proposal kapan setiap program yang diusulkan akan dilaksanakan.250.2 Unit 7 1.1.1. Program 1 Sub-Program atau Kegiatan 1. jadwal dapat dibuat bulanan.13) akan lebih memudahkan mehamai jadwal pelaksanaan tersebut. DZIKIR. Tabel 3.13 Program dan Penjadwalan Jadwal Pelaksanaan* Tahun 2008 Tahun 2009 TW TW TW TW TW TW TW TW 1 2 3 4 1 2 3 4 Program 1.14 Rekapitulasi Anggaran Biaya Berdasarkan Program/Sub-Program Kebutuhan Sub. Program 2 Catatan: TW = Triwulan *) = Bila kegiatan dilaksanakan dalam setahun.000 Pemda Pembelian alat lab PIKIR.3 Sub-Program 1.2 Sub-Program 1.1 Orang15 120. dst. 2. Jelaskan mekanisme monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan.1 Sub-Program 1. 2.2 1.14 merupakan contoh rekapitulasi sumber daya dan anggaran dimaksud.1 1. Tabel 15. Rangkuman kebutuhan sumber daya dan anggaran biaya Selain jadwal.1 Sub-Program 2. jadwal dibuat dalam mingguan 3) Mekanisme Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi adalah bagian yang penting dari manajemen program agar implementasi program dapat berjalan dan dapat mencapai target yang sudah ditetapkan.2 Sub-Program 2.000 Komite 1 Program Pelatihan hari (OH) 1.3. dst.750.3 Sub-Program 2.2 2. Dalam organisasi ini harus tampak juga keterkaitannya dengan struktur organisasi yang ada di sekolah. kebutuhan sumber daya dan anggaran pendukung pelaksanaan program juga harus dirangkum menjadi satu. Jadwal dalam bentuk bagan seperti tabel di bawah ini (Tabel 15.4 dan Tabel 15. Tabel 15. jika kegiatan dilaksanakan dalam 6 bulan atau kurang.

1 Pemb.1.000. Peralatan kantor Paket 8.000 3.2 Bahan pustaka 2.3 gedung Program Sub2. Pengadaan alat lab paket 3.000 200.1 2. Lokakarya Kegiatan 6.3 Sub2.3 Seminar 1.3.000 6.3 Studi banding Sub1. 9.1. Bahan pustaka Eksemplar 7.2 dengan komite 1.000.2.000.1 Program Lokakarya 1.2.2.000 Pemda Kegiatan OH 1 50 3.000.14 di atas. DZIKIR.000 10. dst Manajemen Program paket Keterangan: Kolom 1 : diisi komponen anggaran yang diajukan Kolom 2 : diisi satuan yang dipakai PIKIR. Renovasi gedung m2 4. anggaran perlu dikelompokkan menurut komponen anggaran dan jadwal realisasi anggaran sebagaimana Tabel 15.1. Gedung m2 baru 5.1 Program Renovasi 1.15 Rekapitulasi Kebutuhan Anggaran menurut Komponen Anggaran dan Tahun Realisasi Satuan Total Tahun 1 Volume Volume Biaya 3 4 5 Tahun 2 Jumlah Volume Biaya Biaya 6 7 8 Komponen Anggaran 1 2 1. Pemb.1 program 2.15 Tabel 15.Sub1.000 Pemda Komite Dari Tabel 15.2 Jumlah Komite Pemda Lain-lain Kegiatan 2 3.2. Pelatihan Guru OH 2.000. 2 program Gedung baru 2. IKHTIAR 28 .

atau kerangka acuan kegiatan yang menjabarkan secara rinci komponen anggaran tertentu seperti pelatihan guru. oleh siapa. Kegiatan-kegiatan lain yang dipandang memerlukan penjelasan rinci. dan sebagainya. B. Masa Orientasi Siswa (MOS). kapan. Penanggung jawab kegiatan harus mengembangkan sendiri TOR untuk masing-masing kegiatan sedemikian rupa sehingga siapapun yang diberi tugas melaksanakan kegiatan akan merealisaikan kegiatan sesuai dengan apa yang diharapkan. piagam akreditasi. TOR ini dibutuhkan agar realisasi setiap komponen anggaran yang dituangkan dalam RAPBS atau Proposal Pengembangan dapat berjalan efisien dan efektif. 4. Pengembangan kebijakan atau dokumen-dokumen pendukung pendidikan seperti KTSP. proposal harus benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan. IKHTIAR 29 . 2. nilai hasil ujian siswa. mutakhir. Penyusunan Kerangka Acuan Kegiatan Kerangka Acuan atau Term of Reference disingkat TOR dibutuhkan saat sekolah akan mulai mengimplementasikan semua kegiatan yang dirancang dalam Renop dan RAPBS atau Proposal Pengembangan Sekolah. Pengembangan kompetensi staf: pelatihan. PIKIR. DZIKIR. Beberapa mata anggaran yang memerlukan TOR antara lain: 1. sertifikat tanah. bagaimana. sahih. 3. pelatihan kepemimpinan siswa. TOR pada intinya berisi jabaran rinci dan sangat teknis mengenai mengapa. loka karya dan seminar. permagangan. untuk apa. spesifikasi barang atau jasa yang diadakan. tingkat kehadiran guru. dan dimana sebuah mata anggaran akan direalisasikan. Data atau informasi yang dilampirkan itu dapat meliputi: 1) Dokumen resmi pendukung penyelenggaraan sekolah: piagam pendirian sekolah. Sebenarnya tidak ada format baku dalam penyusunan TOR. tingkat kehadiran siswa. Untuk itu setiap proposal pengembangan sekolah harus didukung dengan data atau informasi yang relevan. 2) Data tentang keberhasilan selama beberapa tahun terakhir terkait dengan implementasi Renstra Sekolah.Kolom 3 : diisi jumlah volume komponen yang bersngkutan dari masing-masing program yang diusulkan Kolom 4dan 6 : diisi volume yang akan direalisasikan pada tahun yang bersangkutan Kolom 5 dan 7 : diisi jumlah biaya yang dibutuhkan pada tahun yang bersangkutan g. dan data-data lain yang dibutuhkan untuk memperkuat hasil analisis dalam analisis situasi. seminar. studi banding. jenis dan jumlah sarana pembelajaran. jumlah guru. Kegiatan-kegiatan seremonial atau seperti peringatan hari-hari besar. Lampiran-Lampiran Untuk lebih meyakinkan pembaca. Kebijakan Disiplin Siswa. studi banding. TOR berfungsi sebagai pedoman teknis dan pengendali yang digunakan oleh tim atau panitia untuk melaksanakan sebuah event atau kegiatan. Secara umum TOR berisi komponen-komponen sebagai berikut. dan dalam takaran yang cukup. penataran. Data-data yang demikian ini biasanya tidak mungkin disertakan dalam dokumen inti proposal. Kebijakan Kesehatan Lingkungan. dan sebagainya. 3) Dokumen dan data pendukung telaah situasi sekolah: perkembangan jumlah. 4) Data pendukung justifikasi anggaran biaya: spesifikasi rinci komponen anggaran yang diusulkan. lokakarya. Oleh karena itu data atau informasi ini dapat dikumpulkan dalam lampiran proposal.

........ Hasil Yang Diharapkan Hasil atau output kegiatan merupakan uraian rinci mengenai yang mencakup jumlah..16 menyajikan contoh tujuan dan hasil yang diharapkan dari beberapa komponen mata anggaran yang biasa diusulkan dalam RAPBS atau Proposal Pengembangan Sekolah... atau karakteristik keluaran yang diharapkan diperoleh melalui anggaran yang bersangkutan..... b... Argumen/alasan tersebut dapat didasarkan pada pembenahan faktor-faktor yang berpengaruh pada akar permasalahan tersebut atau dapat berdasarkan teori ilmiah dan pengalaman dalam menghadapi akar permasalahan tersebut..... 3... Jadwal kegiatan 8................ Latar Belakang dan Rasional 3.. Latar Belakang dan Rasional Pada bagian ini perlu uraikan hal-hal sebagai berikut: a........ Pemarapan kemendesakan atau pentingnya pemecahan masalah diatas yang mencakup dampak negatif yang akan timbul jika tidak dipecahkan dan dampak positif yang diperoleh jika sebaliknya.......... DZIKIR..... 1.... c........ : ...... Evaluasi dan Pelaporan 9.... kualifikasi...1. Pelaksana/penangung jawab kegiatan Pada halaman berikut ini diuraikan secara singkat komponen-kompoenen TOR tersebut.... IKHTIAR 30 .. Ruang lingkup kegiatan 6........ sehingga tergambar secara utuh dan menyeluruh (termasuk cakupannya.. yang akan diselesaikan dengan melaksanakan komponen anggaran ini..... : . 2............ Judul TOR KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE) Nama Program/Kegiatan Mata Anggaran Kode Anggaran dalam RAPBS Tahun Anggaran : ...... Penjelasan permasalahan yang telah berhasil diidentifikasi pada telaah diri/situasi saat menyusun Renstra dan Renop atau Proposal Pengembangan. Masalah tersebut harus dijelaskan sedemikian rupa... Hasil yang diharapkan 5.............. : ..... Tabel 15.. 4............ faktorfaktor yg berpengaruh pada permasalahan tersebut).. berat/ringannya... Argumentasi (alasan) tentang mengapa kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pilihan yang paling tepat untuk menyelesaikan akar permasalahan tersebut diatas...................... Semua keterangan dalam judul tersebut dikutip langsung dari Renop atau Proposal yang menjadi dasar disusunnya TOR yang bersangkutan............... PIKIR.. Monitoring............ Tujuan Pada bagian ini diuraikan tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan komponen anggaran dimaksud..................... Tujuan 4.. Judul 2.... Rincian anggaran biaya 7.

dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. RPP. yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh lembaga/instansi .  Meningkatkan pemahaman warga sekolah terhadap KTSP  Mengembangkan KTSP sesuai dengan Visi... magang. Tujuan dan karakteristik Sekolah Lokakarya KTSP 5. dan karakteristik Sekolah Hasil Yang diharapkan Tiga orang guru memiliki kompetensi di bidang . Lamanya pelaksanaan pelatihan 5. Pihak-pihak yang ditemui di tempat studi 4. Lamanya kegiatan Komponen Anggaran Pengembangan staf Loka karya/Seminar Studi Banding 6. kualifikasi. Bentuk kegiatan: pelatihan.16 Komponen Anggaran Pelatihan Guru Contoh-contoh rumusan tujuan dan hasil yang diharapkan Tujuan Meningkatkan kompetensi guru di bidang . waktu.Tabel 15. Pokok-pokok materi atau kompetensi pelatihan 4. 3.. Dihasilkannya KTSP beserta semua perangkat pendukungnya (Silabus. Jumlah dan kualifikasi peserta.17 menyajikan contoh hal-hal yang perlu diuraikan dalam Ruang Lingkup Kegiatan. Pokok materi 2. PIKIR.. Jumlah dan kualifikasi nara sumber 5. Pokok-pokok Kegiatan 3. Pokok-pokok materi dan kegiatan yang dikaji di tempat studi. Misi. Nama dan kualifikasi tempat/lembaga pelatih 1. Misi. Lamanya kegiatan (hari atau jam) 6.. substansi. IKHTIAR 31 .. Tabel 15. Setiap mata anggaran memiliki ruang lingkup yang berbeda-beda.. dan prosedur seleksi calon peserta pelatihan 3. Kalender Pendidikan.17 Contoh Uraian Ruang Lingkup Untuk Beberapa Komponen Anggaran Uraian Dalam Ruang Lingkup Kegiatan 1. Tujuan. Tabel 15. dsb) yang sesuai dengan Visi. Jumlah dan spesifikasi/kualifikasi peserta 4. 1. Estimasi anggaran biaya harus diperhitungkan secara cermat dan detail sehingga tidak ada satupun kebutuhan yang terlewatkan sehingga akan mengganggu tercapainya tujuan dan hasil yang diharapkan. Jumlah dan karakteristik tujuan studi 2. Ruang Lingkup Kegiatan Yang dimaksud ruang lingkup kegiatan dalam bagian ini adalah batasan-batasan mengenai orang. 5. Biaya Biaya yang dicantumkan dalam TOR harus cukup rinci dan sesuai dengan ruang lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan. 2. DZIKIR. Tempat pelatihan (jika diperlukan tempat khusus) disertai justifikasi pemilihan tempat. Jumlah.

000  Lumpsum OH 1 300. PIKIR.000 3.000 300. pihak pelaksana pelatihan juga harus memberikan jadwal kegiatan yang harus diikuti peserta selama pelatihan berlangsung.900.000 e.19 menyajikan contoh Jadwal Kegiatan Pelatihan.700. Pelatihan dilaksanakan di Surabaya selama 2 minggu. Penggandaan Laporan Jumlah 10. penyusun TOR harus cermat dalam mengidentifikasi jenis kebutuhan serta biaya yang diperlukan untuk masingmasing kebutuhan.Namun demikian.000 100.18 menyajikan contoh uraian biaya untuk komponen anggaran Pelatihan Guru yang bertugas di sebuah SMA di Malang.000 Paket 1 150.000 b.000 Keterangan: PP = Pergi-pulang OH = Orang Hari 7. DZIKIR.000. Tabel 15.000 g.000  Lumpsum OH 1 300. prinsip efisien penggunaan anggaran harus tetap diperhatikan. Paparan ruang lingkup kegiatan yang cermat dan rinci dan diskusi dengan sesama anggota tim penyusun TOR akan sangat membantu memudahkan estimasi biaya ini.000 Paket 3 1. Biaya pelatihan c. Perjalanan negosiasi:  Transport Malang-SBY PP 1 100.000 150. Tabel 15.000 3.000 750. IKHTIAR 32 . Biaya Hidup (3 Org @ 13 hari) Paket 3 250. Selain jadwal ini.000 300.000 100.000 300.000 d.000  Uang saku/lumpsum (3 OH 6 300.000.000 org @ 2 hari) OH 39 100. Bahan pelatihan f. Jadwal Kegiatan Terdapat dua macam jadwal yang disajikan dalam TOR: Persiapan hingga pelaporan dan jadwal pelaksanaan kegiatan. Perjalanan Biaya:  Transport Malang-SBY PP 1 100. Tabel 15.800.000 1. Biaya Perjalanan:  Transport PP 3 100.18 Uraian Kebutuhan Biaya Contoh Uraian Anggaran Pelatihan Guru Satuan Volume Biaya Satuan Total Biaya a. Agar dapat melakukan estimasi anggaran yang demikian itu.

Pertama. Dengan demikian setiap hambatan yang timbul dapat segera diatasi sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih besar. Untuk kegiatan pelatihan. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengidentifikasi apakah semua target kegiatan telah tercapai sesuai dengan rencana dan juga untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang tidak teratasi untuk digunakan sebagai dasar penentuan langkah pada kegiatan serupa di lain waktu.Tabel 15. 4. Monitoring dilakukan untuk mengidentifikasi kemajuan pelaksanaan kegiatan dan kendala-kendala yang timbul mungkin selama berlangsungnya kegiatan. 7. Monitoring dan Evaluasi Bagian ini memuat prosedur dan teknik monitoring dan evaluasi yang akan dilaksanakan selama dan setelah kegiatan dilaksanakan. 2. misalnya. sejak dari persiapan sampai dengan berakhirnya kegiatan.19 No 1. 8. Laporan tertulis merupakan sumber informasi yang efektif untuk kepentingan evaluasi kegiatan. Kegiatan Contoh Jadwal Persiapan Pelatihan Waktu 1 Agustus 2 3 4 September 1 2 3 4 Penyusunan TOR Persetujuan TOR oleh Kepala Sekolah Seleksi peserta pelatihan Negosiasi dengan tempat penyelenggara pelatihan Kontrak Pelaksanaan pelatihan Monitoring pelatihan Pelaporan oleh peserta Pelaporan oleh penangung jawab kepada kepala sekolah 8. 3. DZIKIR. Evaluasi ini dapat dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan atau oleh pihak lain yang ditunjuk untuk itu. 6. IKHTIAR 33 . Kedua. Kegiatan evaluasi dilakukan terhadap dua hal. evaluasi terhadap kesesuaian hasil yang dicapai dengan yang direncanakan. 5. evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan. PIKIR. evaluasi ini dapat dilakukan oleh pihak pelaksana pelatihan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menjamin bahwa kegiatan berjalan sebagaimana rencana yang telah dibuat. 9.

A. Daft. & Canady. Lerner. C. Jakarta: Directorat General of Higher Education. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kavanagh. IKHTIAR 34 . (1991). (1999). Directorat General of Higher Education. N. Dublin: Marino Institute of Education. (1996). Dublin: Department of Education & Science.edu/ nonprofit/Resource/index. A Strategic Planning Primer for Higher Education. Robert L. San Francisco: Jossey-Bass Publishers Canavan. New York. Synergy. Depdikas Duke. London: Paul Chapman Publishing. School Policy. B. Hargreaves. A. Developing a School Plan: A Step by Step Approach. Brown Publishers Government of Ireland. (1999). Higher Education Long Term Strategy 2003-2010. School-Based Leadership: Callenges and Opportunities. Michigan: W. 1986. School Improvement and Development Planning.wmich. New York: MacGraw-Hill. and Hopkins. Dubuque. Richard A. Directorat General of Higher Education. Timmel S. & Schneider. Jakarta: Ditjen Dikti.& Waddington D. Tullow: Patrician Brothers Generalate. H. School Effectiveness. Richard L. DZIKIR. The Rise and Fall of Strategic Planning. Technological and Professional Skills Development Sector Project (TPSDP) Batch III: Guidelines for Sub-Project Proposal Submission. (1993). 2007.) Managing the Effective School. L. W. Bryson.DAFTAR RUJUKAN Arismunandar. California: College of Business Administration and Economics. Brodjonegoro. Gail T. London: Cassell. Chicago: The Dryden Press. California State University. Ditjen PMPTK. D. Hope A. Daniel L. D. A resource pack to enable schools to access articulate and apply ethos values. Ministry of National Education Republic of Indonesia. (2003). IA: Wm. (1988). Dublin: Marino Institute of Education Gorton. Catholic Schools at the Crossroads. in Margaret Preedy (ed. Panduan Penyusunan Proposal Program Hibah Kompetisi.S. Inc. Depdiknas di Jakarta. Colman H.L. (1999). Furlong. A. Strategic Planning For Public and Nonprofit Organizations. Dublin: Marino Institute of Education.. 1991 Hargreaves. London: The Intermediate Technology Group. Australia: Catholic Education Office. Training for Transformation. (1999). Secondary Education in Ireland: Aspects of Changing Paradigm. (1991). Makalah disajikan pada Pendidikan dan pelatihan Kemitaraan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Direktorat Tenaga Kependikan. Rencana Strategis Sekolah. Dwyer. M. (1996). Management. Strategic Planning In Smaller Nonprofit Organizations: A Practical Guide for the Process. PIKIR. & Monahan L. S. (1994). C.html) Mintzberg.Victoria: Dove Communications. D. School Culture and Ethos: Releasing the Potential. (2003). The Empowered School: the Management and Practice of Developmental Planning. NY: The Free Press. (1993). (2000). School Culture and Ethos. Juli 2007. J. School Development Planning – An Introduction for Second Level Schools. Lyddon. Ministery of National Education. Northridge. Collins U. 2000. & Monahan. Kellogg Foundation Youth Initiative Partnerships (in Website: http://www. & Hopkins. (1995). (2006). J.K.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. (1999).G.). William L. (Ed. Futures Research And The Strategic Planning Process: Implications for Higher Education. Joko. IKHTIAR 35 . K. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah. Dublin: A. School Based Management: Organizing High Performance.S.. 1984. 2003.uk. (2000).A. & Dolence. (1997). Senior Managers and Members of Governing Bodies. PIKIR. and Wohlstetter. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah. School Development Planning: Draft Guidelines for Second Level Schools.. D.. Makalah disajikan pada Pendidikan dan pelatihan Kemitaraan Kepala Sekolah yang diselenggarakan oleh Direktorat Tenaga Kependikan.T. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen. 2005. School Development Planning Initiative. Depdiknas. Ditjen PMPTK.hefce. Strategic Planning in Higher Education: A Guide for Heads of Institutions. ASHE-ERIC Higher Education Research Reports Nickols. Rencana Stratejik. CA: Jossey-Bass Publishers.I Umaedi. San Francisco. M. S. In Website: www. Rowley. (1997). (1994).Mohrman. James L. 2007. Jakarta: Sekretariat Jenderal Departeman Pendidikan Nasional. and Thirunamachandran. DZIKIR. D.ac. San Francisco: Jossey-Bass Publisher Morrison. Renfro. Dublin: SDPI. Juli 2007. Wayne I. Departemen Pendidikan Nasional. and Boucher. Lujan. Depdiknas di Jakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. (1999).. Tuohy. D. H. Strategic Change in Colleges and Unviversities. R. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Prayogo. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah: Sebuah Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Sekolah Untuk Peningkatan Mutu.. School Leadership and Strategic Planning. P. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.