P. 1
Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran

|Views: 25|Likes:
Published by Teta Dear
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Teta Dear on Apr 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/12/2013

pdf

text

original

Strategi Pembelajaran

Kelompok : Asri Najmi Fathillah Julaeha Nopiyani Siti Solihat Tedy Tarudin Yulian Arthia Putri

Hakikat Strategi Pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari:  Rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan,  Analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan, dan  Jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan.

Penjelasan strategi pembelajaran menurut beberapa ahli:
A.

Kozma dalam Gafur (1989) Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. Gerlach dan Ely (1980) Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi sifat, lingkup dan urutan .kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.

A.

Hubungan Antara Strategi, Tujuan dan Metode Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan oleh guru bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan di awal. Agar diperoleh tahapan kegiatan pembelajaran yang berdaya dan berhasil guna, maka guru harus mampu menentukan strategi pembelajaran apa yang akan digunakan. Strategi pembelajaran pada dasarnya adalah suatu rencana untuk mencapai tujuan.

Perbedaan Antara Strategi, Metode dan Teknik Teknik pembelajaran seringkali disamakan artinya dengan metode pembelajaran.  Teknik adalah jalan atau alat atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai bersifat implementatif.  Metode Pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran dan bersifat prosedural yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu.

Komponen Strategi Pembelajaran
1.

Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. Penyampaian Informasi Tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti. Partisipasi Peserta Didik Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar.

2.

3.

Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik, yaitu:

a. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan b. Penyampaian Informasi c. Partisipasi Peserta Didik d. Tes e. Kegiatan Lanjutan

Pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik. 1. Efisiensi Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 2. Efektivitas Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembe¬lajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. 3. Keterlibatan Peserta Didik Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran.

Cara belajar siswa aktif (cbsa)
Tujuannya adalah memperoleh hasil belajar yang berbentuk perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotori (Raka Joni, dalam Tachir, 1988, hal 37-38) Ciri CBSA sebagai proses belajar: 1. Siswa aktif mencari atau memberikan informasi, bertanya bahkan dalam membuat kesimpulan. 2. Adanya interaksi aktif secara instruktur dengan siswa. 3. Adanya kesempatan bagi

Prinsip-prinsip cbsa
Mendesain pengajaran yang dapat membuat siswa aktif sepenuhnya dalam proses belajar. 2. Membebaskan siswa dari ketergantungan yang berlebihan pada guru. Hal ini akan berakibat sebagai berikut: a. Siswa akan terbiasa belajar teratur walaupun tidak ada ulangan/ujian. b. Siswa mahir/memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada. c. Siswa terbiasa melakukan sendiri kegiatan belajar baik di laboratorium, bengkel dan lam-lain. d. Siswa mengerti bahwa guru bukan satu-satunya sumber belajar. 3. Menilai hasil belajar dengan cara berikut, yaitu bahwa setiap hasil pengajaran sarat dengan berbagai macam kegiatan belajar, maka prestasi murid yang tergambar pada kegiatan belajar itu perlu diadakan penilaian dengan ujian lisan, ujian tertulis, tes buku terbuka, tes yang dikerjakan dirumah dan lain-lainnya.
1.

Prinsip-prinsip CBSA dalam Dimensi Program Pembelajaran
Prinsip-prinsip yang perlu ada pada dimensi program pembelajaran adalah sebagai berikut. pengembangan konsep aktifitas belajar siswa.

3. Prinsip pemilihan dan penggunaan berbagai metode clan 1. Prinsip penentuan tujuan dan isi mediia. Mmenuntut agar guru pelajaran menuntut agar dalam mampu memilih dan sekaligus mengembangkan program mampu menggunakan berbagai pembelajaran hendaknya dilakukan strategi dan metode belajarpenyesuaian antara tujuan dari isi mengajar. pembelajaran dengan karakteristik siswa, 4. Prinsip penentuan metode dan media mempersyaratkan agar 2. Prinsip pengembangan konsep dalam program pembelajaran dan aktivitas siswa. diberikan altematif metode dan

Pendekatan Keterampilan Proses
Tugas utama guru adalah menciptakan suasana kelas sedemikian rupa agar terjadi interaksi belajar-mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. CBSA akan berjalan sebagaimana diharapkan apabila dalam prakteknya CBSA mampu mengembangkan keterampilan memproses perolehan.
Apabila keterampilan proses dikaitkan dengan CBSA, maka akan tampak keduanya mempunyai ciri sebagai berikut: menekankan pentingnya keberartian belajar untuk mencapai hasil belajar yang memadai; menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Kemampuan Dasar yang Perlu Dikembangkan
   

Mengamati (observasi), Siswa diajak belajar mengenal fenomena alam yang ada di sekitar kita dengan seksama menggunakan alat indera. Menghitung, Kemampuan dasar menghitung perlu dikembangkan sedini mungkin pada siswa, yaitu melalui pelajaran matematika. Mengukur, Keterampilan dasar mengukur berfungsi sebagai pembanding melalui hal-hal yang berkaitan dengan-konsep luas, cepat, tinggi-rendah, volume, berat dan panjang. Mengklasifikasi. Kemampuan mengklasifikasi adalah kemampuan atau keterampilan menggolong-golongkan sesuatu menurut ciri-ciri khusus, tujuan atau kepentingan tertentu, dan kemudian mengelompokkannya ke dalam bentuk, zat dan fungsinya. agaimana mengklasifikasikanjenis burung. Menarik hubungan antara ruang dan waktu. Hubungan ruang dan waktu adalah mencocokkan benda-benda sesuai dengan fungsinya, menggambarkan arah dan jarak, dan membuat urut-urutan kejadian dari suatu gerakan benda. Merumuskan hipotesis. Merumuskan hipotesis merupakan keterampilan membuat perkiraan (prediksi) berdasarkan alasan logis atas suatu kejadian (fenomena) atau pengamatan.

Merencanakan penelitian atau melakukan eksperimen adalah menguji atau mengetes gagasan-gagasan melalui penyelidikan praktis dalam rangka menguji hipotesis. Mengendalikan variabel. Dalam setiap penelitian sering dijumpai faktor-faktor yang berpengaruh yang selalu harus dikontrol. Menafsirkan data. Keterampilan menafsirkan atau menginterpretasikan data sangat penting dalam merumuskan manfaat selanjutnya. Membuat kesimpulan sementara (inferensi) adalah keterampilan untuk memberikari kata sepakat yang sifatnya sementara. Kesimpulan dibuat berdasarkan informasi yang diperoleh dan berlaku sampai batas waktu tertentu. Membuat prediksi (prakiraan).dibutuhkan untuk menggunakan hasil belajar ke dalam situasi yang baru. Keterampilan ini dapat juga digunakan untuk memecahkan masalah dan menjelaskan suatu informasi atau peristiwa baru. Menerapkan (aplikasi).adalah kemampuan untuk mengimplementasikan hasil belajar kedalam situasi yang baru. Mengkomunikasikan. adalah cara untuk menyampaikan hasil penemuan pada orang lain, dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan.

Sebagai kesimpulan, Diyakini bahwa berbagai strategi pembelajaran yang digunakan oleh pengajar pada dasarnya diarahkan agar terjadi proses belajar mandiri dalam diri siswa. Namun perlu diingat bahwa pendekatan yang baik belum tentu menghasilkan pembelajaran yang baik pula. Karena itu faktor pengajar sebagai manager dari suatu kegiatan pembelajaran di kelas sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran tersebut.

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Sintaks PBL adalah sebagai berikut :
Fase-fase
Fase 1 : memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada peserta didik.
Perilaku pendidik Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran, mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik penting dan memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah. Pendidik membantu peserta didik mendefinisikan dan mengoragnisasikan tugas-tugas belajar terkait dengan permasalahannya. Pendidik mendorong peserta didik untuk mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari penjelasan dan solusi. Pendidik membantu peserta didik dalam merencanakan dan

Fase 2 : mengorganisasikan peserta
didik untuk meneliti Fase 3 : membantu investigasi mandiri dan kelompok Fase 4 : mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit Fase 5 : menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah

menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan,
rekaman video, dan model-model serta membantu mereka untuk menyampaikannya kepada orang lain. Pendidik membantu peserta didik melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.

David Johnson and Johnson mengemukakan 5 langkah strategi PBL melalui kegiatan kelompok

 

Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yang akan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasan siswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan. Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah, serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga akhirnya peserta didik dapat mengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghambat yang diperkirakan. Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswa didorong untuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentang kemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan. Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan. Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi terhadap seluruh proses pelaksanaan kegiatan, evaluasi hasil adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapan strategi yang diterapkan.(Wina Sanjaya, 2008 : 217-218).

Menurut John Dewey, penyelesaian masalah dilakukan melalui 6 tahap
Tahap-tahap
Merumuskan masalah Menelaah masalah Merumuskan hipotesis

Kemampuan yang diperlukan
Mengetahui dan merumuskan masalah secara jelas Menggunakan pengetahuan untuk memperinci, menganalisis masalah dari beberapa sudut. Berimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab akibat, dan alternatif penyelesaian.

Mengumpulkan dan mengelompokkan data Kecakapan mencari dan menyusun data. Menyajikan sebagai bahan pembuktian hipotesis data dalam bentuk diagram, gambar, dan table.
Pembuktian hipotesis Kecakapan menelaah dan membahas data. Kecakapan menghubung-hubungkan dan menghitung, ketrampilan mengambil keputusan dan kesimpulan. Kecakapan membuat alternative penyelesaian Kecakapan menilai pilihan dengan memperhitungkan akibat yang akan terjadi pada setiap pilihan.

Menentukan pilihan penyelesaian

 Berdasarkan pendapat dari ketiga tokoh tersebut, maka dapat di

simpulkan bahwa sintaks strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari memberikan orientasi permasalahan kepada peserta didik, mendiagnosis masalah, pendidik membimbing proses pengumpulan data individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil.  Strategi pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan melalui kegiatan individu, tidak hanya melalui kegiatan kelompok. Penerapan ini tergantung pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan materi yang akan diajarkan. Apabila materi yang akan diajarkan dirasa membutuhkan pemikiran yang dalam, maka sebaiknya pembelajaran dilakukan melalui kegiatan kelompok, begitupula sebaliknya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->