BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia adalah individu yang mempunyai sub-sub sistem.

Sub-sub sistem tersebut adalah sistem pernapasan, sistem kardiovaskular, sistem pencernaan, sistem muskuloskeletal, sistem persyarafan, sistem perkemihan, dan sistem-sistem yang lainnya. Keseimbangan antara semua sistem diatas itulah yang menyebabkan manusia dikatakan sehat secara jasmani.Semua sistem tersebut melibatkan organ-organ dalam menjalankan tugasnya, seperti sistem perkemihan yang melibatkan organ ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ginjal merupakan bagian utama dari saluran kemih yang terdiri dari organ-organ tubuh yang berfungsi memproduksi maupun menyalurkan air kemih (urin) ke luar tubuh. Berbagai penyakit dapat menyerang komponenkomponen ginjal, antara lain yaitu batu ginjal. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah endapan kecil, keras, yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal tersebut terbuat dari mineral dan garam asam. Batu ginjal dapat disebabkan oleh banyak hal dan dapat mempengaruhi bagian dari saluran kemih, yaitu dari ginjal sampai kandung kemih. 1.2. Skenario Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke poliklinik RSU mengeluh nyeri punggung sejak beberapa hari sebelumnya. Nyeri dirasakan hilang timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Selain itu juga mengeluh mual dan muntah, perut menggelembung, demam menggigil dan kencingnya keruh. Penderita menyangkal jika frekuensi miksinya bertambah dan nyeri saat BAK disangkal. Namun penderita merasa tidak nyaman setelah BAK dan terkadang merasa seperti ingin BAK.

KELOMPOK II

1

Mahasiswa mampu mengetahui gambaran anatomi dan fisiologi traktus urinarius. Mahasiswa mampu mengetahui dan menjelaskan definisi.3. Rumusan Masalah 1.4. keras. Kencing batu atau batu ginjal adalah endapan kecil. 4. 3.1. Mahasiswa mampu menjelaskan proses pembentukan urin di dalam ginjal. Mahasiswa mampu menjelaskan proses mikturisi. 4. bentuk. 2. Disebabkan oleh banyak hal dan dapat mempengaruhi bagian dari saluran kemih. 1. 3. Bagaimana bentuk. dan gejala dari kencing batu. penyebab. Tujuan dan Manfaat 1. Bagaimana proses pembentukan urin di dalam ginjal.5. Bagiamana gambaran Anatomi dan fisiologi traktus urinarius. yang terbentuk di dalam ginjal yang terbuat dari mineral dan garam asam. Terminologi 1. Bagaimana fisiologi dari mikturisi. KELOMPOK II 2 . yaitu dari ginjal sampai kandung kemih. penyebab. 1. dan gejala dari batu ginjal. 2. proses.

BAB II PEMBAHASAN 2. Ginjal terletak di bagian belakang abdomen atas.1. di depan dua iga terakhir. di belakang peritoneum. Anatomi dan Fisiologi Traktus Urinarius 2. dan tiga KELOMPOK II 3 .1 .1 Ginjal Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi kolumna vetrebalis.

Kedua ginjal menghasilkan sekitar 125 ml filtrat per menit.5 cm pada bagian paling tebal dan berbentuk seperti kacang. yang berbentuk seperti kerucut disebut piramid renal. Komponen tubuler berawal dengan kapsula Bowman (glomerular) dan mencakup tubuli kontortus proksimal. Bagian paling superfisial adalah korteks renal. kuadratus lumborum. masing-masing nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. isinya disalurkan ke dalam duktus koligens (saluran penampung atau pengumpul). dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papilla renal. Ujung ureter yang berpangkal di ginjal. Di sebelah dalamnya terdapat bagian lebih gelap. disebut kaliks mayor yang masing-masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor. Ginjal memiliki tiga bagian penting yaitu korteks. berbentuk corong lebar disebut pelvis renal. yang tampak bergranula. Setiap ginjal terdapat satu juta atau lebih nefron. yaitu glomerulus dan kapiler peritubuler. ansa Henle dan tubuli kontortus distal. Sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi iga kesebelas. yaitu medulla renal. Masing-masing ginjal mempunyai panjang kira-kira 12 cm dan lebar 2. dari jumlah ini. disebut kolum renal (Bertini). ke pelvis renal kemudian ke ureter. urin masuk ke kaliks mayor. Terletak pada bagian belakang abdomen. sampai akhirnya ditampung di dalam kandung kemih. KELOMPOK II 4 .dan psoas mayor. Kutub atasnya terletak setinggi iga kedua belas. yang langsung menutupi papilla renal dari piramid. Kaliks minor ini menampung urin yang terus-menerus keluar dari papila. Dari tubuli distal.otot besar-transversus abdominsalis. Di antara piramid terdapat jaringan korteks. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh-pembuluh darah. yang mengitari tubuli. Dari kaliks minor. Ginjal kanan terletak lebih rendah dari ginjal kiri karena ada hepar di sisi kanan. 124 ml diabsorpsi dan hanya 1 ml dikeluarkan ke dalam kaliks-kaliks sebagai urin. Pelvis renal bercabang dua atau tiga. medulla dan pelvis renal. Ginjal sebelah kanan lebih rendah dibandingkan dengan gijal kiri karena tertekan kebawah oleh hati.

Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dan elektrolit berupa ekskresi kelebihan air dan elektrolit. mempertahankan keseimbangan asam basa. 4. KELOMPOK II 5 . Lengkungan ini memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara ansa henle dan kapiler serta memegang peranan dalam konsentrasi urin. berperan dalam pembentukan vitamin D. Arteriol aferen meninggalakan setiap glomerulus dan memebentuk jarring-jaring kapiler lain. Arteri renalis adalah percabangan aorta abdomen yang mensuplai masing-masing ginjal dan masuk ke hilus melalui cabang posterior dan anterior. Arteriol aferen berasal dari arteri interlobularis. 2. mengekskresi hormon. 3. Lekukan vasa recta membentuk lengkungan jepit yang melewati ansa henle. 5. Arteri interlobularis merupakan percabangan arteri arkuata di sudut kanan dan melewati korteks. 6. a. Arteri arkuata berasal dari arteri interlobaris pada area pertemuan antara korteks dan medulla. mengekskresi beberapa obat-obatan dan mengekskresi renin yang turut dalam pengaturan tekanan darah. Cabang arterior dan posterior arteri renalis membentuk arteri-arteri interlobaris yang mengali diantara piramda-piramida ginjal. Suplai Pembuluh darah Ginjal 1. Arteriol aferen dari glomerulus nefron korteks memasuki jarring-jaring kapiler peritubular yang mengelilingi tubulus proksimal dan distal pada nefron tersebut. Arteriol aferen dari glomerulus pada nefron jukstaglomerular memiliki perpanjangan pembuluh kapiler panjang yang lurus disebut vasa recta yang berdesenden ke dalam piramida medulla. Satu arteriol aferen membentuk sekitar 50 kapiler yang membentuk glomerulus. kapiler peritubular yang mengelilingi tubulus proksimal dan distal untuk member nutrient pada tubulus tersebut dan mengeluarkan zat-zat yang direabsorbsi. b.

2 liter/menit atau 1. Inervasi Ginjal Ginjal mendapat persarafan dari nervus renalis (vasomotor). Fisiologi Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah menyaring/membersihkan darah. 8. darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluhdarah yang masuk ke ginjal. Kapiler peritubular mengalir ke dalam vena korteks yang kemudian menyatu dan membentuk vena interlobularis. Aliran darah ke ginjal adalah 1. Vena arkuata bermuara ke dalam vena interlobaris yang bergabung untuk bermuara ke dalam vena renalis.7.700 liter/hari. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari kedua ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk kedalam ginjal. Vena ini meninggalkan ginjal untuk bersatu dengan vena kava inferior. KELOMPOK II 6 . Vena arkuata menerima darah dari vena interlobularis.

2 Ureter Ureter terdiri dari dua saluran pipa yang masing-masing menyambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria). Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. dinding atas dan dinding bawah ureter akan tertutup dan pada waktu vesika urinaria penuh akan membentuk katup (valvula) dan mencegah pengambilan urine dan vesika urinaria. Berfungsi untuk menyalurkan urin yang telah di bentuk di dalam ginjal ke vesica urinaria. ureter didampingi oleh arteri iterina sepanjang 2.. Selanjutnya ureter berjalan oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinaria pada sudut lateral dari trigonum vesika. vagina untuk mencapai fundus vesika urinaria.1.5 cm dan sellanjutnya arteri ini menyilang ureter dan mmenuju ke atas di antara lapisan ligamentum.5 cm.2. Dalam perjalanannya. KELOMPOK II 7 .dengan. Sewaktu menembus vesika urineria.. Ureter mempuunyai 2 cm dari sisi.penampang ± 0. Ureter mempunyai membran mukosa yang dilapisi dengan epitel kuboid dan dinding otot yang tebal. yang terjadi sekitar 1-4 kali per menit dan urin memasuki kandung kemih dalam bentuk pancaran. Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika dan berjalan ke bagian medial dan ke dapan bagian lateral serviks uteri bagian atas . Panjangnya kira-kira 25-30cm.. Ureter pada pria terdapat di dalam visura seminalis atas dan disilang oleh duktus deferens dan dikelilingi oleh pleksus vesikalis. Urin disemprotkan ke bawah ureter oleh gelombang peristaltik.

uretra membranosa KELOMPOK II dan uretra spongiosa. Tunika muskularis (lapisan otot). Uretra wanita 8 jauh . dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).. Pada laki-laki.2.3 Kandung Kemih (Vesica Urinaria) Vesica urinaria merupakan suatu kantong berotot yang dapat mengempis.1. Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan sebelah luar (peritonium). Uretrapada>laki-laki>merupakan>tuba.1. Tunika sabmukosa. berjalan dari vesica urinaria sampai ke luar tubuh. Dua fungsi vesica urinaria adalah: (1) sebagai tempat penyimpanan urin sebelum keluar dari tubuh dan (2) berfungsi mndorong urine keluar dari tubuh (dibantu uretra). terletak dibelakang simfisis pubis. 2. sperma berjalan melalui uretra waktu ejakulasi.4 Uretra Uretra adalah saluran kecil yang dapat mngambang. Vesica urinaria mempunyai tiga muara: dua dari ureter dan satu menuju uretra. ketika kandung kemih terisi lebih dari setengahnya maka kandung kemih tersebut menekan dan timbul ke atas dalam abdomen di atas pubis. Ketika kandung kemih kosong atau terisi setengahnya kandung kemih tersebut terletak di dalam pelvis.dengan panjang sekitar 8 inci (20cm) dan memanjang dari kandung kemih ke ujung penis. Uretra pria sangat berbeda dari uretra wanita. Uretra pada laki-laki mempunyai tiga bagian yaitu : uretra prostatika.

Uretra ini menjalar tepat di sebelah depan vagina. Proses Pembentukan Urin Di Dalam Ginjal Di dalam ginjal terjadi serangkaian pembentukan proses urine.karena pada perempuan sekitar 1 ⁄ inci (4 cm) dan memanjang dari kandung kemih ke arah ostium diantara labia minora kira-kira 2. Tahap penyaringan (filtrasi) 2.. Tahap penyerapan kembali (reabsorpsi) 3.2.lebih. lapisan spongiosa dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).. 2. Muara uretra keluar dari tubuh disebut meatus urinarius. Tahap pengeluaran zat (augmentasi) Proses Pembentukan Urine KELOMPOK II 9 .5 cm di sebelah belakang klitoris. Lapisan uretra wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar).pria.pendek.daripada. 1.. Proses pembentukan urine meliputi 3 tahap yaitu : 1...

sedangkan kadar urea menjadi lebih tinggi. Proses filtrasi: Ketika darah yang mengandung air. asam amino. Glukosa. garam. HCO3-. melewati pori-pori endotelium kapiler glomerulus. ion anorganik dan asam amino masih diperlukan tubuh. Filtrat glomerulus atau urine primer mengalami tahap reabsorpsi yang terjadi di dalam tubulus kontortus proksimal. urea dan ion anorganik. asam amino. gula. Banyaknya zat yang direabsorpsi tergantung kebutuhan tubuh saat itu. 2. Hasil filtrasi dari glomerulus dan kapsula Bowman disebut filtrat glomerulus atau urine primer. glukosa. Tahap penyerapan kembali (reabsorpsi). Tahap filtrasi terjadi di badan Malpighi yang di dalamnya terdapat glomerulus yang dikelilingi sangat dekat oleh kapsula Bowman . urea dan zat-zat lain serta sel-sel darah dan molekul protein masuk ke glomerulus. Zat-zat yang direabsorpsi antara lain adalah: glukosa. Ca2+. KELOMPOK II 10 . protein.1. Cl-. tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut. dan HbO42-. masuk ke dalam ruang kapsula Bowman. Kemudian menuju membran dasar dan melewati lempeng filtrasi. Tahap penyaringan (filtrasi). K+. kecuali sel-sel darah dan molekul protein. Urine primer ini mengandung: air. ion-ion Na+. Proses tahap ini dilakukan oleh sel-sel epitelium di seluruh tubulusginjal. dan lengkung Henle.

merangsang saraf parasimpatis yang berjalan ke kandung kemih dan menghambat neuron motorik yang mempersarafi sfingter eksterna.Proses reabsorpsi : mula-mula urine primer masuk dari glomerulus ke tubulus kontortus proksimal. Tahap Pengeluaran (Augmentasi). Kandungan urine sekunder adalah air. Zat-zat yang direabsorpsi di sepanjang tubulus ini adalah glukosa. Hasil tahap reabsorpsi ini dinamakan urine sekunder atau filtrat tubulus. 2. Serat-serat aferen dari reseptor regang membawa impuls ke korda spinalis dan akhirnya. ion Na+. lalu ke ureter menuju kantung kemih (vesika urinaria). koligentes. dan ion Cl-. urea. 3. Urine sekunder masuk ke dalam tubulus kontortus distal dan terjadi lagi penyerapan zat-zat yang tidak digunakan dan kelebihan air diserap sehingga terbentuk urine. Kandung kemih pada orang dewasa dapat menampung sampai 250 atau 400 ml urin sebelum tegangan di dindingnya mulai meningkat untuk mengaktifkan reseptor regang. Semakin besar peregangan melebihi ambang ini. volume filtrat telah berkurang. Untuk membuka sfingter interna tidak diperlukan mekanisme khusus. air. kemudian mulai direabsorpsi hingga mencapai lengkung Henle. Secara simultan. perubahan bentuk kandung kemih sewaktu organ tersebut berkontraksi secara mekanis menarik sfingter interna menjadi terbuka. urine dibawa ke pelvis renalis. semakin besar pula tingkat pengaktifan reseptor. garam. Setiba di lengkung Henle. Proses Mikturisi Mikturisi atau berkemih adalah proses pengosongan kandung kemih yang diatur oleh 2 mekanisme yakni. sfingter eksterna melemas karena neuron-neuron KELOMPOK II 11 . Stimulasi parasimpatis pada kandung kemih menyebabkan organ ini berkontraksi. Urine sekunder dari tubulus kontortus distal akan Dari turun tubulus menuju saluran pengumpul (tubulus koligentes). dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urine.3. melalui antarneuron. Refleks berkemih dicetuskan apabila reseptor-reseptor regang di dalam kandung kemih terangsang. refleks berkemih dan kontrol volunter.

Proses berkemih juga dapat secara sengaja dimulai. Apabila isi kandung kemih terus bertambah. masukan refleks dari reseptor regang juga semakin meningkat. Hal KELOMPOK II 12 . Akibatnya. masukan inhibitorik refleks ke neuron motorik sfingter eksternal menjadi semakin kuat. Akhirnya. Kedua sfingter terbuka dan urin terdorong ke luar melalui uretra akibat gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi kandung kemih. selain memicu refleks berkemih. Persepsi kandung kemih yang penuh muncul sebelum sfingter eksterna secara refleks melemas. Namun berkemih tidak dapat ditunda selamanya. Pengosongan kandung kemih secara volunter dapat dibantu lebih lanjut oleh kontraksi dinding abdomen dan diafragma pernapasan. Apabila saat berkemih tidak tepat sementara refleks berkemih sudah dimulai. yang secara simultan membuka sfingter uretra interna dam meregangkan kandung kemih. pengosongan kandung kemih dapat secara sengaja dicegah dengan mengencangkan sfingter eksterna dan diafragma pelvis. Pengaktifan reseptor-reseptor regang selanjutnya menyebabkan kandung kemih berkontraksi melalui refleks berkemih. yakni oleh relaksasi volunter dari sfingter eksternal dan diafragma pelvis. Pengisian kandung kemih. sehingga otot-otot ini tetap berkontraksi dan urin tidak dikeluarkan. sehingga pengosongan kandung kemih dapat terjadi sesuai keinginan orang yang bersangkutan dan bukan pada saat pengisian kandung kemih pertama kali mencapai titik yang menyebabkan pengaktifan reseptor regang. Penurunan lantai panggul juga memungkinkan kandung kemih turun. kontrol volunter terhadap berkemih dapat mengalahkan refleks berkemih.motoriknya dihambat. sehingga tidak lagi dapat dikalahkan oleh masukan eksitatorik volunter. juga menyebabkan timbulnya keinginan sadar untuk berkemih. walaupun kandung kemih belum teregang. yang mengakibatkan sfingter melemas dan kandung kemih secara tidak terkontrol dikosongkan. Impuls eksitatorik volunter yang berasal dari korteks serebrum mengalahkan masukan inhibitorik refleks dari reseptor regang ke neuron-neuron motorik yang terlibat. sehingga hal tersebut memberi “peringatan” bahwa proses berkemih akan dimulai.

Reflex mikturisi merupakan penyebab dasar berkemih. Bila reflex mikturisi sudah cukup kuat. Fasilitasi dan Inhibisi Mikturisi oleh Otak Reflex mikturisi adalah reflex medulla spinalis yang bersifat otonom. Pusat yang lebih tinggi menjaga agar reflex mikturisi tetap terhambat sebagian.tersebut menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen yang selanjutnya “memeras” kandung kemih untuk mengosongkan isinya. Bila reflex mikturisi yang terjadi tidak mampu mengosongkan vesica urinaria. Bila vesica urinaria erus diisi. tatapi dapat dihambat atau difasilitasi oleh pusat di otak. terutama di pons. kecuali bila diinginkan. (2) periode tekanan menetap. pengeluaran urin tidak akan terjadi hingga vesica urinaria terisi dan reflex mikturisi menjadi lebih kuat lagi. akan terjadi reflex mikturisi yang semakin sering dan kuat. sebelum terjadi reflex mikturisi selanjutnya. Jika waku berkemih tiba pusat kortikal dapat memfasilitasi pusat mikturisi sacral untuk memulai reflex mikturisi dan pada saat yang sama dapat menghambat spinchter eksterna. (2) beberapa pusat yang terletak di korteks serebri yang terutama bersifat inhibisi tetapi dapat berubah menjadi eksitasi. Jika inhibisi ini lebih kuat di dalam otak daripada sinyal konstriktor volunteer ke spinchter eksterna maka akan terjadi pengeluaran urin. Jika tidak. refleksi mikturisi merupakan sebuah siklus yang lengkap. KELOMPOK II 13 . (3) kembalinya tekanan vesica urinaria ke nilai tonus basal. elemen persarafan pada reflex ini biasanya akan teta dalam keadaan terinhibisi selama beberapa menit hingga satu jam lebih. dengan cara spinchter eksterna terus-menerus melakukan kontraksi tonik hingga saat yang tepat datang dengan sendirinya. Pusat yang lebih tinggi dapat mencegah mikturisi. Jadi. akan memicu reflex lain yang berjalan melalui saraf pudendus ke spinchter eksterna untuk menghambatnya. bahkan jika terjadi reflex mikturisi. 2. yang terdiri dari : (1) kenaikan tekanan secara cepat dan progresif. sehingga pengeluaran urin dapat terjadi. tetapi biasanya pusat yang lebih tinggi yang akan melakukan kendali akhir untuk proses mikturisi sebagai berikut : 1. Pusat ini meliputi (1) pusat fasilitasi dan inhibisi yang kuat di batang otak. 3.

Definisi Kencing batu atau batu ginjal adalah endapan kecil.4. Batu terbentuk ditraktus urinarius substansi ketika konsentrasi seperti tertentu kalsium aksalat. 2. serta defisiensi sitrat yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urine. Gangguan yang terjadi dengan gejala penggumpalan batu ginjal karena terjadi stagnasi urine.4. 2.Pengeluaran urin secara volunteer terjadi sebagai berikut : mula-mula orang tersebut secara volunteer mengkontraksikan otot perutnya yang akan meningkatkan tekanan di dalam kandung kemih dan memungkinkan urin tambahan memasuki leher vesica urinaria dan uretra posterior di bawah tekanan sehingga meregangkan dindingnya.1.4. asidosis tubulus KELOMPOK II 14 . keras. kalsium fosgat dan asam urat meningkat.2 Etiologi 1) Intrinsik (1) Hiperkalsemia (kalsium serum tinggi) dan hiperkalsuria (kalsium urine tinggi) di sebabkan oleh hiperparatiroidisme. yang terbentuk di dalam ginjal. Biasanya seluruh urin dikeluarkan dan tersisa 5-10 mL urin saja. Hal ini memicu reseptor regang yang mencetuskan reflex mikturisi dan menghambat spinchter eksterna. Biasanya terjadi pada orang yang kurang minum sehingga terjadi penggumpalan serta kristalisasi zat-zat yang seharusnya dibuang dari ginjal ke luar tubuh. Batu Ginjal 2.

(3) Infeksi kronis dengan urea mengandung bakteri. jeli aluminium hidroksida dapat diresepkan karena agents ini bila bercampur dengan fosfor dapat diekskresikan melalui saluran intestinal bukan ke sistem urinarius.4. Urine dapat menjadi asam dengan pemakaian medikasi seperti ammonium klorida atau asam asetohidrosmik.3 Klasifikasi 1. (4) Sumbatan kronis dimana urine tertahan akibat benda asing dalam saluran kemih (5) Kelebihan absorpsi oksalat pada penyakit inflamasi usus dan reseksi atau ileostomi. penyakit granulomatosa (sarkoidosis. kelebihan vitamin D. susu. polisitemia) yang menyebabkan proliferasi abnormal sel darah merah dari sumsum tulang. Pada pasien ini pengurangan kandungan kalsium dan fosfor dalam diet batu fosfat dapat membantu mencegah pembentukan batu lebih lanjut. penyakit mieloproliteratif (leukemia. ikan kering. 2. 2) Ekstrinsik (1) Dehidrasi kronis. dan alkali.tuberculosis) yang menyebabkan peningkatan produksi vitamin D.ginjal. 3) Batu Asam Urat Pasien dianjurkan diit rendah purin untuk mengurangi ekskresi asam urat dalam urine. KELOMPOK II 15 . Klasifikasi menurut jenis batunya 1) Batu Kalsium Kebanyakan batu yang mengandung kalsium yang berkombinasi dengan fosfat atau substansi lain. 2) Batu Fosfat Diit rendah fosfor dapat dianjurkan. asupan cairan yang buruk dan imobilitas (2) Diet tinggi purin dan abnormalitas metabolisme purin. untuk mengatasi kelebihan fosfor. Makanan tinggi purin (kerang.

Klasifikasi menurut letaknya Lokasi batu ginjal dan gejala Lokasi batu Gejala Hematuri. Bagian distal ureter nyeri pada anterior abdominal. 2. kopi dan kacang tanah. Adanya nyeri tekan di area kostovertebral. 4) Batu oksalat Untuk batu oksalat. nyeri didaerah renal menyebar secara anterior dan pada wanita kebawah mendekati kandung Ginjal kemih sedangkan pada pria mendekati testis. Kolik ginjal. nyeri panggul. nyeri pada anterior abdominal Kolik ginjal. nyeri panggul. nyeri panggul Proksimal ureter Bagian tengah ureter KELOMPOK II 16 . Kolik ginjal. sering kencing. teh. seledri. disuria. jamur dan jeroan) harus dihindari dan protein lain harus dibatasi. mual muntah (kolik renal). coklat. urine encer dipertahankan dengan pembatasan masukan oksalat. Makanan yang harus dihindari mencakup sayuran hijau berdaun banyak. gula bit. kacang. nyeri pada bagian atas perut. Allupurinol dapat diresepkan untuk menurunkan asam urat. buah beri hitam.asparagus.

Batu ginjal adalah endapan kecil. keras. serta defisiensi sitrat yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urine. KELOMPOK II 17 . (2) Batu Fosfat. Biasanya terjadi pada orang yang kurang minum sehingga terjadi penggumpalan serta kristalisasi zat-zat yang seharusnya dibuang dari ginjal ke luar tubuh. Menurut jenisnya batu ginjal di klasifikasikan menjadi : (1) Batu Kalsium. (3) Bagian tengah ureter. Berbagai penyakit dapat menyerang komponenkomponen ginjal. yang terbentuk di dalam ginjal. dan (4) Bagian distal ureter. antara lain yaitu batu ginjal. kalsium fosgat dan asam urat meningkat.BAB III KESIMPULAN 3. (3) Batu Asam Urat. Batu terbentuk ditraktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalsium aksalat. Batu ginjal di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu. faktor intrinsik dan ekstrinsik. dan (4) Batu oksalat dan menurut letaknya batu ginjal berada di : (1) Ginjal.1 Kesimpulan Ginjal merupakan bagian utama dari saluran kemih yang terdiri dari organ-organ tubuh yang berfungsi memproduksi maupun menyalurkan air kemih (urin) ke luar tubuh. Gangguan yang terjadi dengan gejala penggumpalan batu ginjal karena terjadi stagnasi urine. (2) Proksimal ureter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful