kejang adalah kontraksi otot involunter yang dapat menjadi kronis dan menyakitkan.

Ada dapat berbagai jenis kejang otot serta alasan bagi mereka. Beberapa kejang otot terjadi setelah trauma ke suatu daerah, sementara yang lain tidak punya alasan jelas.

Banyak dokter percaya bahwa kejang adalah cara tubuh Anda untuk melindungi diri dari cedera lebih lanjut dan umumnya terjadi awal setelah cedera. Apa saja gejala dari Spasme otot? Sebuah kejang otot dapat merasa seperti pengetatan dan mengepalkan di otot-otot di daerah tersebut. Hal ini dapat menyakitkan, tapi ini tidak selalu terjadi. Jika tidak diobati, kejang otot dapat berubah menjadi simpul otot. Simpul ini secara signifikan lebih menyakitkan daripada kejang asli dan dapat sulit untuk menyingkirkan. Biasanya ini terjadi sekitar dua minggu setelah cedera awal. Sayangnya, beberapa orang tidak mencari bantuan untuk otot spam sampai sudah menjadi simpul. Beberapa orang menggunakan latihan atau relaxers otot dalam hubungannya dengan obat-obatan untuk mengobati Nyeri otot kejang, tetapi metode ini sering kali konsumtif, dan pembunuh rasa sakit dan relaxers otot dapat memiliki efek samping, seperti mengantuk, yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Apa yang menyebabkan kejang otot? Kejang otot terjadi ketika aktivitas abnormal pada otot memicu paksa Kontraksi otot. Kontraksi terjadi ketika sinyal-sinyal listrik ke otak mempengaruhi sel-sel saraf yang disebut motor neuron, yang terletak disumsum tulang belakang. Hal ini akan menyebabkan otot untuk mengencangkan, menarik hanya cukup untuk menyebabkan rotasi salah satu tulang tulang belakang banyak. Sebuah saraf terjepit seringkali hasil dan menyebabkan parah, sakit luar biasa. Sebuah kejang otot juga menjaga otot terus-menerus "pada" sehingga harus bekerja sepanjang waktu. Karena otot yang bekerja terlalu keras, hal itu dapat membuat simpul. Perawatan medis Prompt membantu mengurangi risiko knot membentuk otot. Kejang dapat terjadi dengan hampir setiap cedera pada otot. Otot kram dan kejang mungkin melibatkan sebagian atau seluruh otot atau dan paling sering terjadi di paha belakang dan paha depan, kaki, tangan dan otot-otot betis.

Pembahasan kerangka pertanyaan 1. Edwin Taylor mengemukakan sebuah model hidrolisis ATP yang dimediasi / ditengahi oleh aktomiosin. Selanjutnya. Daya kerja sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dari daya kerja ATPase miosin yang berada dalam otot yang berkontraksi.E..Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. Holden. Andrew Huxley dan R. Bagaimanapun juga. Kompleks tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap ketiga. pada saat pemendekan berlangsung. untuk dapat mendapatkan penjelasan lebih tentang peranan ATP dalam proses kontraksi itu. panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah (dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk Z sampai ujung daerah H tetangga) namun lurik I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya. c. Sebenarnya. Karena aktin menyebabkan peningkatan atau peng-akti-vasian miosin inilah. Aktin merangsang aktifitas ATPase miosin Model pergeseran filamen tadi hanya menjelaskan mekanika kontraksinya dan bukan asal-usul gaya kontraktil. Pada tahap keempat yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional. Selanjutnya. kita telah mengetahui bahwa panjang otot yang terkontraksi akan lebih pendek daripada panjang awalnya saat otot sedang rileks. Mereka mengamati . ATP yang terikat dengan myosin tadi terhidrolisis dengan cepat membentuk kompleks miosin. b. Selanjutnya. Model untuk reaksi aktin dan myosin berdasarkan strukturnya Rayment. pemendekan ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. Hugh Huxley. ATP terikat pada bagian myosin dari aktomiosin dan menghasilkan disosiasi aktin dan miosin. adanya aktin (dalam otot) meningkatkan laju hidrolisis ATP.05 per detiknya. Jean Hanson. muncullah sebutan aktin. Maka dari itu. Daya kerja ATPase miosin yang terisolasi ialah sebesar 0. Pada tahun 1940. Model ini mengatakan bahwa gaya kontraksi otot itu dihasilkan oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser antar sesamanya. ATP mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin. kita memerlukan studi kinetika kimia. kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahapmelepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin. miosin menjadi sekitar 10 per detiknya.ADP-Pi. Model ini dapat dilihat pada skema gambar 8. dan Ronald Milligan telah memformulasikan suatu model yang dinamakan kompleks rigor terhadap kepala S1 miosin dan Faktin. Mekanisme kontraksi otot Setelah struktur otot dan komponen-komponen penyusunnya ditinjau.Gyorgi kembali menunjukkan mekanisme kontraksi. Berdasar pengamatan ini. Miosin yang merupakan produk proses ini memiliki ikatan dengan ATP. secara paradoks.Niedergerke pada tahun 1954 menyarankan model pergeseran filamen (=filament-sliding). Kekentalan ini dapat dikurangi dengan menambahkan ATP ke dalam larutan aktomiosin. mekanisme atau interaksi antar komponen-komponen itu akan dapat menjelaskan proses kontraksi otot a. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa proses terkait dan terlepasnya aktin yang diatur oleh ATP tersebut menghasilkan gaya vektorial untuk kontraksi otot. Pencampuran larutan aktin dan miosin untuk membentuk kom-pleks bernama Aktomiosin ternyata disertai oleh peningkatan kekentalan larutan yang cukup besar. Filament – filament tebal dan tipis yang saling bergeser saat proses kontraksi Menurut fakta. Pemendekan ini rata-rata sekitar sepertiga panjang awal. Szent. pada tahap kedua. Melalui mikrograf elektron. Pada tahap pertama.

Melalui pengamatan dengan sinar X terhadap struktur filamen dan kondisinya saat proses hidrolisis terjadi. Holden. kita mengasumsikan jika cross-bridges miosin memiliki letak yang konstan tanpa berpindahpindah. 2. terjadi kram otot sampai dengan tetani yang ditandai oleh kontraksi mulus berkepanjangan. Menurut Ganong (1998) satu potensial aksi tunggal menyebabkan satu kontraksi singkat yang kemudian diikuti relaksasi. Fenomena ini dikenal sebagai penjumlahan kontraksi. Dengan rangsangan berulang yang cepat. Menurut Corwin (2000) setiap pulsa kalsium berlangsung sekitar 1/20 detik dan menghsilkan apa yang disebut sebagai kedutan otot tunggal. hentakan-daya terjadi dan suatu geseran konformasional yang turut menarik ekor kepala S1 tadi terjadi sepanjang 60 Angstrom menuju disk Z. d. dan Milligan mengeluarkan postulat bahwa tertutupnya celah aktin akibat rangsangan (berupa ejeksi ADP) itu berperan besar untuk sebuah perubahan konformasional (yang menghasilkan hentakan daya miosin) dalam siklus kontraksi otot. pada tahap kelima. Penjumlahan terjadi apabila kalsium dipertahankan dalam kompartemen intrasel oleh rangsangan saraf berulang pada otot. pada tahap akhir. Sebaliknya. celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan proses hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala S1. Kontraksi singkat seperti ini disebut kontraksi . Pada mulanya. maka kedutan-kedutan individual akan menyatu sampai kekuatan kontraksi maksimum. Pada titik ini. Rayment. Keadaan itu disebut keadaan transien. Posisi tegak itu merupakan keadaan molekul dengan energi tinggi (jelas-jelas diri dengan lemah pada suatu monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan dengan monomer aktin sebelumnya. ekor S1 mengarah sejajar sumbu filamen. Mekanisme terjadinya kram Ganong (1998) menguraikan bahwa rangsang berulang yang diberikan sebelum masa relaksasi akan menghasilkan penggiatan tambahan terhadap elemen kontraktil. Pada tahap keempat. Sebagai akibatnya. Tegangan yang terbentuk selama penjumlahan kontraksi jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi selama kontraksi kedutan otot tunggal. Lalu. ATP muncul dan mengikatkan diri pada kepala miosin S1 sehingga celah aktin terbuka. ADP dilepaskan oleh kepala S1 dan siklus berlangsung lengkap. Selanjutnya. penggiatan mekanisme kontraktil terjadi berulang-ulang sebelum sampai pada masa relaksasi. Pada tahap kedua. dan tampak adanya respon berupa peningkatan kontraksi. Penjumlahan berarti masing-masing kedutan menyebabkan penguatan kontraksi. Kepala S1 melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala S1 terhadap aktin membesar. kepala myosin melepaskan ikatannya pada aktin. cross-bridges itu harus berulangkali terputus dan terkait kembali pada posisi lain namun masih di daerah sepanjang filamen dengan arah menuju disk Z.kompleks tersebut melalui mikroskopi elektron. Daerah yang mirip bola pada S1 itu berikatan secara tangensial pada filament aktin pada sudut 45o terhadap sumbu filamen. Pada mulanya. Postulat ini selanjutnya mengarah pada model “perahu dayung” untuk siklus kontraktil yang telah banyak diterima berbagai pihak . Sementara itu. Relasi kepala S1 miosin itu nampaknya berinteraksi dengan aktin melalui pasangan ion yang melibatkan beberapa residu Lisin dari miosin dan beberapa residu asam Aspartik dan asam Glutamik dari aktin. Apabila stimulasi diperpanjang. Kepala-kepala myosin berjalan spanjang filament-filamen aktin Hidrolisis ATP dapat dikaitkan dengan model pergeseran-filamen. maka model ini tak dapat dibenarkan. Masing-masing respon tersebut bergabung menjadi satu kontraksi yang berkesinambungan yang dinamakan tetanik atau kontraksi otot yang berlebihan (kram otot).

Suplemen kalsium adalah sesuai sekali. Pencegahan Agar tidak terkena kram otot. jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama (menggunakan otot jari). c. 3. Misalnya. tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk meringankan gejala : a. tidak diketahui pasti bagaimana kram bisa timbul. 5. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya. Kadar elektrolit yang rendah pada darah. Beberapa orang mengalami kram kaki selama tidur. 7. kemudian berangsur-angsur lebih berat. sebaiknya lakukan : a. mereka bisa terjadi setelah makan. Kontraksi timbul kira-kira 2 mdet setelah dimulainya depolarisasi membran. terutama yang mengandung elektrolit. otot yang kram diregangkan. c. b. Mexiletine kadangkala membantu tetapi memiliki banyak sekali efek samping. Pertolongan pertama pada kram Walaupun kram otot dapat hilang sendiri. Orang tua dan setengah baya biasanya mengalami kram setelah olahraga ringan atau selama istirahat. Kadar potassium yang rendah bisa dihasilkan dari penggunaan beberapa diuretik atau dari dehidrasi. ada yang menyebut suplai darah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhan sebagai biang. b. dan benzodiazepines seperti diazepam) tidak terbukti efektif dan bisa menimbulkan efek samping. kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot. sebelum masa repolarisasi potensial aksi selesai. kompres air hangat.kedutan otot. Potensial aksi dan konstraksi diplot pada skala waktu yang sama. Kram yang menyakitkan ini biasanya mempengaruhi otot betis dan kaki. ketika aliran darah terutama yang menuju saluran pencernaan dibandingkan yang menuju otot. Lamanya kontraksi kedutan beragam. khususnya selama atau setelah olahraga yang keras. pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang melibatkan otot. pemijitan pada otot yang kram. menyebabkan kaki dan jari kaki menekuk ke dalam.langkah fisioterapi . sesuai dengan jenis otot yang dirangsang. d. magnesium karbonat. olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu. tetapi mereka juga tidak terbukti efektif. Langkah . minum lebih banyak cairan. ada juga yang menyalahkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan peregangan. Penyebab kram kram adalah hal yang sering terjadi di antara orang yang sehat. d. bisa juga menyebabkan kram. 4. saat berolahraga. minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. seperti potassium. 6. atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian kalinya. Ada yang mengatakan karena penumpukan asam laktat. Pengobatan lain selain analgesik spray dan fisioterapi Kebanyakan obat-obatan diresepkan untuk menghilangkan kram (termasuk quinine sulfate.

ion kalsium dipompa balik (kembali) ke sisterna terminalis dengan mekanisme transport aktif yg terjadi setelah potensial aksi berakhir. cast atau pengendongan (sung). bisa juga menyebabkan kram. Menghentikan penyangga beban dengan penggunaan kruk selama 7 hari atau lebih tergantung jaringan yang sakit.a. e. setelah Calcium terpakai untuk mengubah formasi troponin dan melepaskan blokade tropomyosin. Posisi ditinggikan.kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot. Latihan pelan-pelan dimulai setelah 7-10 hari. kondisi ini dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan diantranya pemanasan sebelum melakukan aktifitas. . sedangkan pengobtan pada kram adalah pemberian analgesik spray dan fisioterapi. kontraksi berakhir dan serabut otot relaksasi. d.beban. Penerapan dingin dengan kantong es 24 0C Pembalutan / wrapping eksternal. kadar elektrolit yang rendah pada darah. Kontraksi otot yang berlebihan mengakibatkan kram otot. Jika yang sakit adalah bagian ekstremitas. seperti potassium. Tenaga penggerak (power) utk terjadinya siklus kontraksi otot tersebut. Ion Calcium berikatan dengan troponin C. Kesimpulan Mekanisme kontraksi otot terjadi dari Impuls motoris datang dari saraf pusat sampai di neuromuscular junction dan dijalarkan sebagai potensial aksi sepanjang sarcolemma memasuki tubulus T dan sampai di sistem triad. dan tampak adanya respon berupa peningkatan kontraksi. kemudian potensial aksi memicu pelepasan ion kalsium (calcium release) dari sisterna terminalis ke sarcoplasma. Elektromekanis. melepaskan aksi blokade tropomyosin sehingga area aktif aktin terbuka. setelah area aktif aktin terbuka maka kontraksi dimulai: cross bridges myosin secara bergantian melekat dan lepas di area aktif aktin. Penyangga pada saat terjadi nyeri hebat dan perdarahan. b. menarik filamen aktin ke tengah sarcomere. c. troponin berubah bentuk / formasinya. Tidak dilakukan latihan A. Latihan ROM. Tropomyosin kembali memblokade area aktif aktin. Dengan pembalutan. minum lebih banyak cairan mupun olah raga. berasal dari pelepasan energi hayang sil hidrolisis ATP. rangsang berulang yang diberikan sebelum masa relaksasi akan menghasilkan penggiatan tambahan terhadap elemen kontraktil.