kejang adalah kontraksi otot involunter yang dapat menjadi kronis dan menyakitkan.

Ada dapat berbagai jenis kejang otot serta alasan bagi mereka. Beberapa kejang otot terjadi setelah trauma ke suatu daerah, sementara yang lain tidak punya alasan jelas.

Banyak dokter percaya bahwa kejang adalah cara tubuh Anda untuk melindungi diri dari cedera lebih lanjut dan umumnya terjadi awal setelah cedera. Apa saja gejala dari Spasme otot? Sebuah kejang otot dapat merasa seperti pengetatan dan mengepalkan di otot-otot di daerah tersebut. Hal ini dapat menyakitkan, tapi ini tidak selalu terjadi. Jika tidak diobati, kejang otot dapat berubah menjadi simpul otot. Simpul ini secara signifikan lebih menyakitkan daripada kejang asli dan dapat sulit untuk menyingkirkan. Biasanya ini terjadi sekitar dua minggu setelah cedera awal. Sayangnya, beberapa orang tidak mencari bantuan untuk otot spam sampai sudah menjadi simpul. Beberapa orang menggunakan latihan atau relaxers otot dalam hubungannya dengan obat-obatan untuk mengobati Nyeri otot kejang, tetapi metode ini sering kali konsumtif, dan pembunuh rasa sakit dan relaxers otot dapat memiliki efek samping, seperti mengantuk, yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Apa yang menyebabkan kejang otot? Kejang otot terjadi ketika aktivitas abnormal pada otot memicu paksa Kontraksi otot. Kontraksi terjadi ketika sinyal-sinyal listrik ke otak mempengaruhi sel-sel saraf yang disebut motor neuron, yang terletak disumsum tulang belakang. Hal ini akan menyebabkan otot untuk mengencangkan, menarik hanya cukup untuk menyebabkan rotasi salah satu tulang tulang belakang banyak. Sebuah saraf terjepit seringkali hasil dan menyebabkan parah, sakit luar biasa. Sebuah kejang otot juga menjaga otot terus-menerus "pada" sehingga harus bekerja sepanjang waktu. Karena otot yang bekerja terlalu keras, hal itu dapat membuat simpul. Perawatan medis Prompt membantu mengurangi risiko knot membentuk otot. Kejang dapat terjadi dengan hampir setiap cedera pada otot. Otot kram dan kejang mungkin melibatkan sebagian atau seluruh otot atau dan paling sering terjadi di paha belakang dan paha depan, kaki, tangan dan otot-otot betis.

Niedergerke pada tahun 1954 menyarankan model pergeseran filamen (=filament-sliding). Mereka mengamati . Pencampuran larutan aktin dan miosin untuk membentuk kom-pleks bernama Aktomiosin ternyata disertai oleh peningkatan kekentalan larutan yang cukup besar. dan Ronald Milligan telah memformulasikan suatu model yang dinamakan kompleks rigor terhadap kepala S1 miosin dan Faktin. panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah (dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk Z sampai ujung daerah H tetangga) namun lurik I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya. Kekentalan ini dapat dikurangi dengan menambahkan ATP ke dalam larutan aktomiosin. Szent. Berdasar pengamatan ini. Sebenarnya. Miosin yang merupakan produk proses ini memiliki ikatan dengan ATP. Model ini dapat dilihat pada skema gambar 8. Bagaimanapun juga. c. muncullah sebutan aktin.. Selanjutnya. kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahapmelepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin.E.05 per detiknya. mekanisme atau interaksi antar komponen-komponen itu akan dapat menjelaskan proses kontraksi otot a. Aktin merangsang aktifitas ATPase miosin Model pergeseran filamen tadi hanya menjelaskan mekanika kontraksinya dan bukan asal-usul gaya kontraktil. Pada tahun 1940. kita telah mengetahui bahwa panjang otot yang terkontraksi akan lebih pendek daripada panjang awalnya saat otot sedang rileks. Mekanisme kontraksi otot Setelah struktur otot dan komponen-komponen penyusunnya ditinjau. Kompleks tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap ketiga. Pada tahap keempat yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional.Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. b. Maka dari itu. pada saat pemendekan berlangsung. pada tahap kedua.ADP-Pi. pemendekan ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. Filament – filament tebal dan tipis yang saling bergeser saat proses kontraksi Menurut fakta. Andrew Huxley dan R. kita memerlukan studi kinetika kimia. ATP terikat pada bagian myosin dari aktomiosin dan menghasilkan disosiasi aktin dan miosin. secara paradoks. Pemendekan ini rata-rata sekitar sepertiga panjang awal. adanya aktin (dalam otot) meningkatkan laju hidrolisis ATP. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa proses terkait dan terlepasnya aktin yang diatur oleh ATP tersebut menghasilkan gaya vektorial untuk kontraksi otot. ATP mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin. Karena aktin menyebabkan peningkatan atau peng-akti-vasian miosin inilah. Daya kerja sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dari daya kerja ATPase miosin yang berada dalam otot yang berkontraksi. Melalui mikrograf elektron. Model untuk reaksi aktin dan myosin berdasarkan strukturnya Rayment. Selanjutnya. Jean Hanson. ATP yang terikat dengan myosin tadi terhidrolisis dengan cepat membentuk kompleks miosin. miosin menjadi sekitar 10 per detiknya. untuk dapat mendapatkan penjelasan lebih tentang peranan ATP dalam proses kontraksi itu. Edwin Taylor mengemukakan sebuah model hidrolisis ATP yang dimediasi / ditengahi oleh aktomiosin. Holden. Daya kerja ATPase miosin yang terisolasi ialah sebesar 0. Model ini mengatakan bahwa gaya kontraksi otot itu dihasilkan oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser antar sesamanya. Pada tahap pertama. Hugh Huxley. Pembahasan kerangka pertanyaan 1. Selanjutnya.Gyorgi kembali menunjukkan mekanisme kontraksi.

Apabila stimulasi diperpanjang. Posisi tegak itu merupakan keadaan molekul dengan energi tinggi (jelas-jelas diri dengan lemah pada suatu monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan dengan monomer aktin sebelumnya. hentakan-daya terjadi dan suatu geseran konformasional yang turut menarik ekor kepala S1 tadi terjadi sepanjang 60 Angstrom menuju disk Z. pada tahap kelima. Postulat ini selanjutnya mengarah pada model “perahu dayung” untuk siklus kontraktil yang telah banyak diterima berbagai pihak . Melalui pengamatan dengan sinar X terhadap struktur filamen dan kondisinya saat proses hidrolisis terjadi. Menurut Corwin (2000) setiap pulsa kalsium berlangsung sekitar 1/20 detik dan menghsilkan apa yang disebut sebagai kedutan otot tunggal. Penjumlahan berarti masing-masing kedutan menyebabkan penguatan kontraksi. 2. Fenomena ini dikenal sebagai penjumlahan kontraksi. Sementara itu. ekor S1 mengarah sejajar sumbu filamen. Masing-masing respon tersebut bergabung menjadi satu kontraksi yang berkesinambungan yang dinamakan tetanik atau kontraksi otot yang berlebihan (kram otot). Pada mulanya. Rayment. Kepala-kepala myosin berjalan spanjang filament-filamen aktin Hidrolisis ATP dapat dikaitkan dengan model pergeseran-filamen. celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan proses hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala S1. Pada tahap kedua. Tegangan yang terbentuk selama penjumlahan kontraksi jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi selama kontraksi kedutan otot tunggal. Daerah yang mirip bola pada S1 itu berikatan secara tangensial pada filament aktin pada sudut 45o terhadap sumbu filamen. Selanjutnya. Relasi kepala S1 miosin itu nampaknya berinteraksi dengan aktin melalui pasangan ion yang melibatkan beberapa residu Lisin dari miosin dan beberapa residu asam Aspartik dan asam Glutamik dari aktin. maka kedutan-kedutan individual akan menyatu sampai kekuatan kontraksi maksimum. Pada mulanya. Sebagai akibatnya. ADP dilepaskan oleh kepala S1 dan siklus berlangsung lengkap. cross-bridges itu harus berulangkali terputus dan terkait kembali pada posisi lain namun masih di daerah sepanjang filamen dengan arah menuju disk Z. Pada tahap keempat. Penjumlahan terjadi apabila kalsium dipertahankan dalam kompartemen intrasel oleh rangsangan saraf berulang pada otot. terjadi kram otot sampai dengan tetani yang ditandai oleh kontraksi mulus berkepanjangan. Mekanisme terjadinya kram Ganong (1998) menguraikan bahwa rangsang berulang yang diberikan sebelum masa relaksasi akan menghasilkan penggiatan tambahan terhadap elemen kontraktil. Pada titik ini. Kepala S1 melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala S1 terhadap aktin membesar. Lalu. maka model ini tak dapat dibenarkan. dan Milligan mengeluarkan postulat bahwa tertutupnya celah aktin akibat rangsangan (berupa ejeksi ADP) itu berperan besar untuk sebuah perubahan konformasional (yang menghasilkan hentakan daya miosin) dalam siklus kontraksi otot. ATP muncul dan mengikatkan diri pada kepala miosin S1 sehingga celah aktin terbuka. Sebaliknya.kompleks tersebut melalui mikroskopi elektron. dan tampak adanya respon berupa peningkatan kontraksi. Menurut Ganong (1998) satu potensial aksi tunggal menyebabkan satu kontraksi singkat yang kemudian diikuti relaksasi. kepala myosin melepaskan ikatannya pada aktin. Dengan rangsangan berulang yang cepat. d. pada tahap akhir. Holden. Keadaan itu disebut keadaan transien. penggiatan mekanisme kontraktil terjadi berulang-ulang sebelum sampai pada masa relaksasi. kita mengasumsikan jika cross-bridges miosin memiliki letak yang konstan tanpa berpindahpindah. Kontraksi singkat seperti ini disebut kontraksi .

ketika aliran darah terutama yang menuju saluran pencernaan dibandingkan yang menuju otot. mereka bisa terjadi setelah makan.langkah fisioterapi . sebelum masa repolarisasi potensial aksi selesai. Kram yang menyakitkan ini biasanya mempengaruhi otot betis dan kaki. menyebabkan kaki dan jari kaki menekuk ke dalam. d. Kadar elektrolit yang rendah pada darah. sesuai dengan jenis otot yang dirangsang. jika mesti duduk lama (menggunakan otot panggul) atau menulis lama (menggunakan otot jari). dan benzodiazepines seperti diazepam) tidak terbukti efektif dan bisa menimbulkan efek samping. kemudian berangsur-angsur lebih berat. khususnya selama atau setelah olahraga yang keras. Orang tua dan setengah baya biasanya mengalami kram setelah olahraga ringan atau selama istirahat. sebaiknya lakukan : a. tetapi mereka juga tidak terbukti efektif. 7. terutama yang mengandung elektrolit. Beberapa orang mengalami kram kaki selama tidur. tapi tindakan berikut perlu dilakukan untuk meringankan gejala : a. 4. Potensial aksi dan konstraksi diplot pada skala waktu yang sama. minum lebih banyak cairan. Ada yang mengatakan karena penumpukan asam laktat. 3. Kontraksi timbul kira-kira 2 mdet setelah dimulainya depolarisasi membran. Mexiletine kadangkala membantu tetapi memiliki banyak sekali efek samping.kedutan otot. Lamanya kontraksi kedutan beragam. olah raga dengan intensitas ringan lebih dahulu. saat berolahraga. Pencegahan Agar tidak terkena kram otot. Pertolongan pertama pada kram Walaupun kram otot dapat hilang sendiri. c. pemanasan yang cukup sebelum berolah raga atau aktivitas tertentu yang melibatkan otot. tidak diketahui pasti bagaimana kram bisa timbul. Pengobatan lain selain analgesik spray dan fisioterapi Kebanyakan obat-obatan diresepkan untuk menghilangkan kram (termasuk quinine sulfate. magnesium karbonat. otot yang kram diregangkan. d. Penyebab kram kram adalah hal yang sering terjadi di antara orang yang sehat. atau setidak-tidaknya tidak terserang untuk kesekian kalinya. selang beberapa lama sebaiknya diselingi pelemasan dan peregangan. minum yang banyak untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. c. Kemudian jangan lupa pendinginan / pelemasan sesudahnya. ada yang menyebut suplai darah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhan sebagai biang. 6. b. bisa juga menyebabkan kram. Kadar potassium yang rendah bisa dihasilkan dari penggunaan beberapa diuretik atau dari dehidrasi. pemijitan pada otot yang kram. b. ada juga yang menyalahkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. kompres air hangat. 5. Langkah . Suplemen kalsium adalah sesuai sekali. Misalnya. seperti potassium. kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot.

Kontraksi otot yang berlebihan mengakibatkan kram otot. Tidak dilakukan latihan A. d. kemudian potensial aksi memicu pelepasan ion kalsium (calcium release) dari sisterna terminalis ke sarcoplasma.kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot. b. Menghentikan penyangga beban dengan penggunaan kruk selama 7 hari atau lebih tergantung jaringan yang sakit. troponin berubah bentuk / formasinya. setelah Calcium terpakai untuk mengubah formasi troponin dan melepaskan blokade tropomyosin. kontraksi berakhir dan serabut otot relaksasi. melepaskan aksi blokade tropomyosin sehingga area aktif aktin terbuka. sedangkan pengobtan pada kram adalah pemberian analgesik spray dan fisioterapi. menarik filamen aktin ke tengah sarcomere. bisa juga menyebabkan kram. Posisi ditinggikan.beban. Ion Calcium berikatan dengan troponin C. Latihan ROM. seperti potassium. Elektromekanis. c. . Tropomyosin kembali memblokade area aktif aktin. Penerapan dingin dengan kantong es 24 0C Pembalutan / wrapping eksternal. Dengan pembalutan. cast atau pengendongan (sung). Jika yang sakit adalah bagian ekstremitas.a. Penyangga pada saat terjadi nyeri hebat dan perdarahan. ion kalsium dipompa balik (kembali) ke sisterna terminalis dengan mekanisme transport aktif yg terjadi setelah potensial aksi berakhir. Latihan pelan-pelan dimulai setelah 7-10 hari. minum lebih banyak cairan mupun olah raga. rangsang berulang yang diberikan sebelum masa relaksasi akan menghasilkan penggiatan tambahan terhadap elemen kontraktil. berasal dari pelepasan energi hayang sil hidrolisis ATP. Tenaga penggerak (power) utk terjadinya siklus kontraksi otot tersebut. kadar elektrolit yang rendah pada darah. dan tampak adanya respon berupa peningkatan kontraksi. e. kondisi ini dapat dilakukan pencegahan dan pengobatan diantranya pemanasan sebelum melakukan aktifitas. Kesimpulan Mekanisme kontraksi otot terjadi dari Impuls motoris datang dari saraf pusat sampai di neuromuscular junction dan dijalarkan sebagai potensial aksi sepanjang sarcolemma memasuki tubulus T dan sampai di sistem triad. setelah area aktif aktin terbuka maka kontraksi dimulai: cross bridges myosin secara bergantian melekat dan lepas di area aktif aktin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful