Wujud Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah: 1.

Implementasi standar kompetensi guru sebagai wujud terbentuknya Pendidikan Karakter

Guru merupakan salah satu komponen yang vital dalam proses pendidikan. Hal tersebut dikarenakan proses pendidikan tanpa adanya guru akan menghasilkan hasil yang tidak maksimal. Fungsi guru bukan hanya sekedar tenaga pengajar tetapi juga merupakan tenaga pendidik. Mendidik dalam moral dan kualitas peserta didiknya. Tantangan yang terjadi ialah terciptanya sumber daya manusia bermutu yang memiliki akhlak mulia, mampu bekerja sama dan bersaing di era globalisasi dengan tetap mencintai tanah air.Salah satu cara yang tepat dalam menjawab tantangan tersebut ialah dengan menyelengarakan pendidikan berkarakter kepada peserta didik. Pendidikan berkarakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dalam realitasnya, mengimplementasikan standar kompetensi guru di Indonesia masih kurang optimal dan terarah. Hal tersebut dapat memberi dampak pada terbentuknya kasus yang tidak sesuai dengan aturan dalam proses pendidikan. Selain itu juga dapat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pendidikan di Indonesia. 2. Religius; Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Seperti: a. Merayakan hari-hari besar keagamaan. b. Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah. c. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. d. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.

Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. Memiliki catatan kehadiran. c. Seperti: a. status sosial. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. c. Menyediakan kantin kejujuran. Seperti: a. 5. e. golongan. Disiplin . Menyediakan kotak saran dan pengaduan. Jujur . dan pekerjaan. status ekonomi. Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin. 4. suku. sikap. d. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Membiasakan hadir tepat waktu.3. b. Seperti: a. Membiasakan mematuhi aturan. Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Toleransi . agama. d. ras. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.pendapat. b. b. dan kemampuan khas. Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. . Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian. tindakan. etnis.

guru dan siswa yang melakukan segala cara untuk mencapai nilai yang diinginkan ketika ujian berlangsung. mengadakan belajar tambahan di luar jam pelajaran. Instrumen implementasi keberhasilan Pendidikan Karakter Bangsa Bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab menanamkan dan menerapkan pendidikan karakter. dan masih banyak lagi. Selama tiga tahun siswa berjuang untuk pergi ke sekolah dan melaksanakan proses pembelajaran. pemerintah. Semangat Kebangsaan . Melakukan upacara rutin sekolah. Keluarga. lingkungan sekitar dan seluruh masyarakat pun memiliki kewajiban mengenai hal ini. ini menjadi alasan tersendiri mengapa ada beberapa oknum kepala sekolah. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. misalnya dengan mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. . c. memotivasi siswa untuk giat belajar. kelulusannya ditentukan oleh hasil pelaksanaan UN yang dilakukan kurang lebih hanya 10 jam. b. Ujian Nasional . Padahal seharusnya sikap “melakukan segala cara” tersebut dilakukan jauh-jauh hari sebelum ujian. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Cara berpikir. Namun sekolah-lah yang diberi tanggung jawab dan kepercayaan oleh masyarakat untuk mendidik para siswa baik dengan menyampaikan ilmu pengetahuan maupun memperhatikan dan membentuk karakternya. Seperti: a. Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. bertindak. 7. menamkan sikap jujur dan memperkuat kepercayaan-dirinya. Melakukan upacara hari-hari besar nasional. d.6.