P. 1
Keterampilan Pramuka

Keterampilan Pramuka

|Views: 385|Likes:

More info:

Published by: Rock Fujiyama Part I on Apr 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2015

pdf

text

original

Sections

  • 1. MENARA PANDANG SEGITIGA BERTEMU SUDUT
  • 2. MENARA PANDANG KAKI EMPAT
  • 3. MENARA PANDANG SEGITIGA PIRAMID
  • 4. MENARA PANDANG KAKI EMPAT BERSIJDUT DUA
  • 5. JEMBATAN KAKI DELAPAN BERSUDUT DUA
  • 6. JEMBATAN TARIK
  • 7. JEMBATAN TALI
  • 8. SANDI ANGKA BERGANDA
  • 9. SANDI ANGKA BERTINGKAT
  • 10. SANDI DEMOKRASI
  • 11. SANDI BINTANG
  • 12. SANDI SEMAPHORE ANGKA
  • 13. SANDI SEMAPHORE SUDUT
  • 14. SANDI BALOK (1)
  • 15. SANDI BALOK (2)
  • 16. SANDI KORDINAT
  • 17. SANDI DATAR
  • 18. SANDI GAMBAR
  • 19. SANDI HURUF DEPAN
  • 20. SANDI HURUF KECIL
  • 21. MEMBACA PETA
  • 22. PENGETAHUAN P.P.G.D
  • 23. ABA-ABA DENGAN ISYARAT TANGAN
  • 24. BENTUK BARISAN DENGAN ISYARAT TANGAN

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

1 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

1. BERKEMAH

Berkemah mempunyai arti yaitu hidup di luar rumah dalam
beberapa waktu, dengan menggunakan tenda dan alat-alat
yang sederhana serta cara dan tujuan yang benar. Bagi
masyarakat pedesaan, berkemah dilakukan dalam rangka
mengolah tanah untuk ditanami berbagai tanaman yang
bermanfaat bagi kehidupannya. Berkemah bukan saja
dilakukan dengan cara menetap di satu tempat, juga dalam
bentuk berpindah-pindah. Perlengkapan berkemahnya pun
sangat sederhana, dengan memanfaatkan bahan-bahan yang
ada di alam sekitarnya, seperti membuat gubuk
(bivak/shelter) dari rumput alang-alang, daun-daunan,
jerami dan sebagainya.

Berkemah atau camping saat ini semakin meluas, dan sudah
menjadi semacam gaya hidup bagi masyarakat perkotaan
untuk menghilangkan kejenuhan selama bekerja. Dan bagi
anak-anak remaja, setiap masa liburan panjang, berkemah
dilakukan untuk mengisi liburan, tidak terkecuali anggota
Gerakan Pramuka maupun organisasi pecinta alam yang
tumbuh subur dikalangan generasi muda.

Bagi sebagian masyarakat, berkemah dilakukan hanya
sekedar mengisi liburan sekaligus berekreasi untuk
menenangkan fikiran serta kejenuhan. Tapi bagi Anggota
Gerakan Pramuka atau para Pecinta Alam, berkemah
mempunyai tujuan dan manfaat yang lebih luas.

TUJUAN

Berkemah atau Camping mempunyai tujuan, antara lain:
1. meningkatkan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri
3. mengembangkan kepribadian dan kewiraswastaan.
4. meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan
5. rekreasi yang sehat
6. bakti sosial kepada rnasyarakat sekitarnya

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

2 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. mengumpulkan data dan informasi untuk penggunaan
lebih lanjut.

MANFAAT

Manfaat berkemah jika dilakukan secara baik dan teratur,
antara lain:
a. mempertebal Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
b. mengembangkan jiwa demokrasi, gotong royong,
kerjasama dan setia kawan
c. mengembangkan sifat kepemimpinan dan ketrampilan
manajerial
d. mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan
e. mengembangkan rasa cinta alam dan lingkungan hidup
f. mengembangkan rasa percaya pada diri sendiri
g. mengembangkan sifat disiplin
h. mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan
kesehatan
i. mengembangkan rasa cinta tanah air dan membina
kesatuan bangsa
j. mengembangkan

kemampuan

bergaul

dengan

masyarakat dan orang lain.
k. merupakan kegiatan rekreasi yang sehat, bermanfaat
dan murah meningkatkan kemampuan berfikir
l. menumbuhkan sikap peduli pada masyarakat sekitar,
dan lain-lain.

MACAM-MACAM BERKEMAH

Ada beberapa macam berkemah ditinjau dari tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai, dibedakan antara:

1. Perkemahan Bakti,contoh Perkemahan Wirakarya,
Kemah Kerja dll.
2. Perkemahan ilmiah, yaitu untuk penelitian, pengumpulan
data dan informasi.
3. Perkemahan Rekreasi
4. Perkemahan Pendidikan, untuk melatih watak,
ketrampilan, pengetahuan dan berorganisasi.
5. Perkemahan mengenal daerah lain.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

3 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Ditinjau dari lamanya waktu yang dipergunakan untuk
berkemah, adalah:
1. Perkemahan sehari (Pagi berangkat, sore pulang)
2. Perkemahan tetap (beberapa hari berkemah menetap di
suatu tempat).
3. Perkemahan Safari (berpindah-pindah tempat).
4. Mengembara
5. Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).

SASARAN DAN MOTIVASI

Sebelum mengadakan perkemahan, harus ditentukan
terlebih dahulu sasaran dan motivasi secara terperinci.
Sasaran dalam perkemahan harus diketahui oleh setiap
peserta maupun panitia penyelenggara. Sebab sasaran dan
motivasi ini akan menyangkut masalah jumlah peserta,
biaya, lamanya waktu perkemahan, peralatan dan
perlengkapan yang harus dibawa, alat transportasi dan lain-
lain.

PERENCANAAN

Agar perkemahan itu mencapai hasil yang baik, dibuat
perencanaan yang baik. Untuk membuat rencana yang baik,
dibutuhkan data-data yang lengkap tentang tempat atau
lokasi perkemahan yang akan digunakan. Sebab itu, perlu
diadakan peninjauan langsung di lapangan.
Untuk mendapatkan data-data yang lengkap, peninjauan
meliputi:
a. keadaan medan tempat berkemah (termasuk air untuk
masak dan mandi)
b. kesehatan dan sarananya
c. keamanan (gangguan binatang buas, alam dan manusia)
d. pemilik arena perkemahan
e tempat berbelanja yang terdekat (pasar, warung, dll)
f. hubungan dengan aparat pemerintah setempat
g. kemungkinan acara kegiatan dan bakti masyarakat yang
dapat dilaksanakan

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

4 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

h. alat transportasi yang dipergunakan untuk mencapai
lokasi, serta biayanya
i. tempat-tempat dan obyek-obyek yang dapat dikunjungi,
dan lain-lain.

Dari data-data yang diperoleh, kemudian disusun suatu
perencanaan yang meliputi:
a. Waktu yang akan dipergunakan:
1. lamanya perkemahan
2. kapan berangkat
3. kapan kembali
4. kapan

menyelesaikan

laporan

dan

pertanggungjawaban.

b. tempat untuk berkemah
c. biaya berkemah
d. untuk mencapai lokasi perkemahan, apakah dengan jalan
kaki atau mempergunakan kendaraan. Kendaraan apa
yang akan dipakai, milik siapa, dan jika menyewa berapa
biayanya, dll.
e. peserta perkemahan
1. jumlahnya
2. syarat-syaratnya
f. pimpinan perkemahan, panitia penyelenggara dan
pembagian tugas
g. peraiatan yang diperlukan dari mulai persiapan,
pelaksanaan hingga selesainya perkemahan, dan lain
sebagainya.

TEMPAT PERKEMAHAN

Tempat perkemahan yang ideal merupakan persyaratan
utama agar perkemahan berhasil dengan baik. Tempat
perkemahan yang baik adalah:

1. Mempunyai pemandangan yang indah dan ada tempat
yang baik untuk upacara dan kegiatan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

5 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Aman dari gangguan manusia yang tidak bertanggung
jawab (pencuri/kenakalan) dan dari gangguan binatang
(binatang buas, beracun dll).
3. Tersedianya air bersih untuk memasak, mandi dan cuci.
4 Pandangan sekeliling tidak terhalang.
5. Medan tempat perkamahan tidak tergenang air (letaknya
miring).
6. Tempatnya mudah dicapai.

PERSIAPAN SEBELUM BERKEMAH

Persiapan yang baik menjelang keberangkatan berkemah,
merupakan bagian penting dari suskes atau tidaknya
perkemahan. Persiapan itu meliputi:

a. Mental

Persiapan mental para peserta sangat dibutuhkan untuk
mengatasi kesulitan dan masalah-masalah yang akan
timbul selama perkemahan berlangsung.

b. Fisik

Menyangkut kesehatan para peserta. Untuk itu peserta,
jika perlu mempunyai surat keterangan dokter agar
dapat diketahui makananmakanan apa saja yang boleh
atau tidak dikonsumsi. Untuk itu, obat-obatan harus
selalu tersedia dalam perkemahan.

c. Peralatan/ Perlengkapan

Diusahakan untuk membawa peralatan/perlengkapan
seringan mungkin. Untuk itu setiap peserta harus
menyiapkan peralatan/ perlengkapan:
1. pribadi/perorangan
2. regu/kelompok/pasukan
3. gugusdepan/rombongan/Kwarran/Kwarcab

d. Bahan Makanan

Bahan makanan yang penting dan dibutuhkan untuk
kegiatan berkemah selama beberapa hari, meliputi:

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

6 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

1. Beras

Kebutuhan beras atau nasi yang akan dimakan
cukup banyak karena peserta harus makan tiga kali
sehari.

Untuk setiap anak atau orang dengan berat badan
50 kg, dalam satu hari membutuhkan beras atau
nasi sebanyak 750 gram (3 cangkir beras). Jadi
setiap peserta dapat memperkirakan berapa liter
beras yang diperlukan selama perkemahan.

2. Ikan Kering

Pilih ikan yang benar-benar kering. Bila perlu,
dikeringkan lagi diterik matahari sebelum berangkat
berkemah. Banyak macam ikan kering, tapi yang
cocok adalah ikan teri dan ikan asin.

3. Minyak Goreng

Bawa sebotol minyak goreng. Memang banyak
pilihan tapi yang paling murah adalah minyak
kelapa.

4. Kopi, Teh dan Gula

Kopi atau teh biasanya dirninum dua kali sehari, pagi
dan sore. Air teh biasa dapat diminum sesudah
makan. Untuk itu penggunaan gula harus dihemat
dan diatur agar jangan sampai habis sebelum
perkemahan berakhir.
Takaran untuk gula setiap orang/anak perhari adalah
100 gram dan kopi 25 gram, sedangkan teh tidak
begitu banyak kebutuhannya.

5. Garam

Penggunaan garam tergantung pada selera rasa
masakan. Selain untuk memasak, garam juga
dibutuhkan untuk mencegah binatang seperti ular
dengan menaburkan disekeliling tenda.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

7 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

6. Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih dan Jahe

Cabai sangat dibutuhkan untuk membuat sambal
sebagai penambah selera makan. Sedangkan
bawang merah, bawang putih dan jahe untuk
penyedap masakan.

7. Bahan Makanan Pengganti atau Tambahan

Banyak bahan makanan pengganti atau sebagai
tambahan yang mutu gizinya sebanding. Misalnya
beras dapat diganti dengan mie (supermie, indomie
dsb.) atau roti kering, terutama untuk sarapan pagi.
Kedua bahan makanan pengganti atau tambahan itu
cukup ringan untuk dibawa.
Ikan kering dapat diganti dengan udang kering,
cumi-cumi kering atau dendeng sapi. Makanan ini
selain enak rasanya, jelas harganya jauh lebih
mahal.
Untuk bumbu masak jangan lupa membawa merica,
kecap, terasi dan jeruk nipis. Selanjutnya untuk
lauk-pauk lainnya, bawa juga kacang tanah, emping,
telur, kentang, wortel, kacang panjang, kol dan
mentimun.

Meskipun di tempat berkemah dapat diperoleh bermacam-
macam bahan makanan, namun hal itu tidak boleh terlalu
diandalkan. Jadi lebih baik membawa perbekalan yang
dibutuhkan daripada harus mencari di lokasi perkemahan,
karena belum tentu kebutuhan yang diharapkan tersedia
disana.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

8 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. PENGEPAKAN PERALATAN

Persiapan menjelang keberangkatan berkemah merupakan
bagian penting dari berhasil atau tidaknya suatu
perkemahan. Salah satu persiapan yang perlu menjadi
perhatian

bagi

para

peserta

adalah

persiapan
peralatan/perlengkapan berkemah. Prinsip yang harus
dipegang oleh setiap peserta perkemahan dalam menyiapkan
peralatan perlengkapan adalah membawa peralatan
seringan, sedikit, selengkap dan sepraktis mungkin. Untuk
itu perlengkapan berkemah perlu diperinci dan dicatat dalam
buku inventaris, baik perlengkapan milik sendiri maupun
yang dipinjam.

Peralatan atau perlengkapan yang akan dibawa terdiri dari:

1. Perlengkapan Pribadi/Perorangan:

a. Ransel; gunakan ransel dari bahan yang kuat, ringan
dan tidak mudah basah jika terkena hujan serta
sesuaikan dengan lamanya berkemah.
b. Pakaian Perjalanan; gunakan pakaian perjalanan dari
bahan yang kuat dan mempunyai kantong banyak.
Jangan membawa pakaian perjalanan dari bahan jean
karena selain berat, jika basah akan lama keringnya.
Baju dan celana perjalanan sebaiknya jangan yang
terlalu ketat atau terlalu longgar. Dianjurkan
membawa baju lengan panjang untuk menghindari
tangan atau lengan dari goresan duri ketika
menerobos belukar.
c. Pakaian Tidur; selain training pack bawa juga kain
sarung, selain untuk penahan dingin dapat digunakan
untuk sholat/ sembahyang.
d. Jaket Tebal; sebaiknya dari bahan nilon berlapis kain
dan mempunyai ponco dilehernya.
e. Kantung Tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras);
sangat berguna untuk penahan dingin.
f. Pakaian Cadangan; bawa secukupnya dan masukkan
dalam kantong plastik.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

9 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

g. Peralatan Makan; berupa piring, sendok, garpu, gelas
atau mug, tempat air atau peples.
h. Peralatan Mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi,
sandal, handuk.
i. Sepatu; pakailah sepatu yang menutupi hingga mata
kaki dan sepatu yang baik adalah yang terbuat dari
kulit.
j. Kaos Kaki; bawa beberapa pasang dan simpan dalam
kantong palstik.
k. Sarung Tangan; selain berguna untuk melindungi
tangan sewaktu menebas belukar, juga dapat
digunakan untuk penahan dingin.
l. Topi; bawalah topi yang terbuat dari kain dan bertepi
lebar.
m. Senter; jangan lupa untuk membawa bateray
cadangan. Selain untuk penerangan dapat berguna
untuk memberi isyarat jarak jauh.
n. Peluit; sangat berguna untuk alat komunikasi.
o. Korek Api; selain korek api gas, korek api kayu juga
perlu disiapkan. Untuk itu, sebaiknya disimpan dalam
tabung plastik bekas film berikut kertas pemantiknya.
p. Ponco; sangat berguna untuk jas hujan, tenda
darurat/bivak, alas tidur, tandu darurat serta
penampung air hujan. Jika tidak ada ponco, bawalah
plastik agak tebal seukuran taplak meja makan.
q. Obat-obatan Pribadi; jangan lupa untuk membawa
obat-obatan pribadi untuk pencegahan.

Untuk berkemah di pegunungan dan berkemah di tepi
laut/pantai, jenis pakaian yang dibawa harus berbeda.
Jika berkemah ditepi laut/pantai, sebaiknya membawa
pakaian yang praktis dan ticlak terlalu merepotkan
seperti kaos oblong, celana pendek dan pakaian renang.

2. Perlengkapan Regu/Kelompok/Pasukan

Yang perlu dipersiapkan dan dibawa berupa:
a. Tenda Regu/Kelompok lengkap dengan tali dan
pasaknya

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

10 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Bendera Regu/Kelompok
c. Bendera Semaphore untuk alat komunikasi
d. Cangkul atau singkup kecil yang mudah dilipat
e. Golok atau pisau, kampak
f. Tongkat
g. Alat dapur berupa kompor, panci, wajan, tempat nasi,
ember
h. Lentera atau lampu badai
i. Lilin
j. Kompas
k. Peta lokasi (jika ada)
I. Payung lipat
m. Alat tidur dari plastik kedap air
n. Tali secukupnya
o. Kotak P3K, berisi obat sakit perut, sakit kepala, obat
luka, dll.

JENIS DAN BENTUK RANSEL

Peralatan atau perlengkapan pribadi yang akan dibawa
berkemah harus dimasukkan kedalam ransel, disusun
sedemikian rupa agar teratur dan mudah diambil jika
dibutuhkan. Pemilihan jenis ransel yang akan dibawa,
tergantung dari bentuk dan lamanya waktu berkemah.

Jenis-jenis dan bentuk ransel serta penggunaannya, dapat
dibedakan:

1. Ransel Tanpa Rangka

Bentuknya kecil dan tidak mempunyai rangka, yang hanya
dapat memuat sedikit perlengkapan pribadi. Digunakan
untuk berkemah yang waktunya tidak lama, yaitu sehari
atau dua hari misalnya Persami.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

11 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Ransel Memakai Rangka Segi-tiga

Digunakan untuk perkemahan menetap yang waktunya
cukup lama. Ransel yang menggunakan rangka dari pipa-
pipa alumunium, merupakan ransel yang baik. Rangka ini
menjaga agar bawaan atau ransel tidak melekat ke
punggung. Sebab selama berjalan, punggung akan basah
berkeringat, dan hal tersebut dapat membuat bawaan
dalam ransel ikut basah juga. Karena itu jika membeli
ransel, cobalah dahulu ke punggung.

Sebuah ransel yang baik dan mahal serta cocok untuk
orang yang bertubuh tinggi, belum tentu cocok untuk
orang yang bertubuh pendek. Jangan membeli ransel
hanya karena melihat warna-warninya, sebab warna yang
indah menyala serta bentuknya indah belum tentu enak
dipakainya.

3. Ransel Memakai Rangka Segi-empat

Penggunaannya sama dengan ransel memakai rangka
segi-tiga, bedanya ransel jenis ini lebih banyak memuat
peralatan/ perfengkapan dan lebih padat, karena hampir
semua peralatan/ perlengkapan dapat disusun dalam satu
pengepakan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

12 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Tata cara mengepak peralatan berkemah:

a. Letakkan lapisan plastik di dalam ransel sebelum pakaian
dimasukkan.
Maksudnya agar pakaian tidak basah oleh rembesan
keringat atau air hujan.
b. Peralatan atau pakaian yang segera diperlukan di tempat
perkemahan (misalnya pakaian seragam), harus
diletakkan paling atas. Sedangkan pakaian yang tidak
segera digunakan seperti pakaian tidur dan pakaian
pengganti, ditempatkan dibagian bawah.
c. Tempatkan peralatan lainnya pada kantong-kantong kecil
yang tersedia pada ransel sesuai dengan kebutuhan atau
keperluannya untuk memudahkan mengambilnya.
d. Barang-barang penting seperti dompet, buku catatan,
camera photo dan bahan makanan, sebelum dimasukkan
perlu dibungkus dengan plastik terlebih dahulu.

Contoh pengepakan peralatan pribadi pada sebuah
ransel.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

13 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

PENGEPAKAN SEBUAH RANSEL

A. Pakaian hujan - mantel atau jas hujan yang menutupi
hingga bahuTempat air - alas tidur - tenda.
B. Peralatan makan - tempat minum, piring, sendok,
cangkir/mug.
C. Pakaian tambahan - sweater, kaos dsb.
Pakaian cadangan - pakaian dalam, kaos kaki dsb.
D. Perlengkapan tidur - kantong tidur, baju tidur dsb.
E. Tempat untuk senter, korek (pemantik) api dsb.
F. Peralatan peta - kompas, buku, pulpen dsb.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

14 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3. MENDIRIKAN TENDA

Tempat perkemahan yang ideal adalah yang tidak jauh dari
sumber air yaitu sungai atau danau. Dekat sumber air
memudahkan untuk mengambil air guna keperluan
memasak, mandi dan mencuci. Tetapi usahakanlah
mendirikan tenda sedikit jauh dari tepi sungai atau danau,
karena air sungai sewaktu-waktu dapat meluap jika turun
hujan di hulu sungai. Juga hindari mendirikan tenda dekat
dengan jalan setapak agar tidak mengganggu lalu-lalang
penduduk atau orang lain, yang mungkin akan berkemah di
tempat tersebut.

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam mendirikan tenda:

1. Kemiringan Medan

Pada waktu musim penghujan, kemiringan medan tempat
berkemah harus lebih diperhatikan. Pilihlah tempat yang
tinggi, dengan begitu air akan mengalir ke bawah agar
tidak menggenangi tenda dan alas tidur serta
perlengkapan lainnya. Apabila tenda didirikan agak di
bawah dari tenda lain, buatlah parit kecil dan parit utama
sehingga air mengalir lancar. Jika lapangan perkemahan
berumput air akan cepat meresap dan dihisap oleh akar
rumput, sehingga tidak perlu lagi membuat parit. Hanya
saja tenda harus dialas dengan plastik lebar agar air tidak
membasahi ransel dan perlengkapan lainnya yang
terletak di bawah.
Hindari tanah rendah yang dasarnya melengkung, karena
jika turun hujan air akan menggenang. Lagi pula, dasar
lembah amat dingin diwaktu malam hari karena angin
malam terjebak ditempat itu. Bila mendirikan tenda di
tepi danau atau sungai atau laut, pilihlah tempat yang
agak tinggi untuk menghidari jika sewaktu-waktu air
sungai atau danau atau laut naik. Jangan pula berkemah
di puncak bukit yang terbuka untuk menghindari angin
dan sambaran petir.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

15 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Pelindung Angin

Untuk menghindari tenda dari angin yang kencang, tenda
dapat didirikan diantara pepohonan, semak, pagar atau
tebing. Angin yang datang akan diperlambat/dihambat
oleh helai daun atau terhalang oleh dinding tebing. Sebab
itu sebelum mendirikan tenda, harus diketahui arah angin
agar dapat ditentukan letak dan bentuk pelindung.
Pepohonan juga bermanfaat untuk tempat berteduh dari
panas matahari, karena itu pilih pohon yang cukup kuat,
tidak mudah tumbang bila terkena hujan atau tertiup
angin kencang.

3. Faktor Keamanan

Tempat ideal untuk mendirikan tenda adalah yang jauh
dari jalan raya atau di bibir/tepi ngarai. Sebab jika lalai,
dapat terpeleset ke dalam ngarai atau bila bebatuan di
tepi ngarai lepas/runtuh dapat menyebabkan tenda dan
penghuninya terperosok ke bawah. Begitu juga, jangan
mendirikan tenda yang berada dijalan lalu-lalang hewan,
sebab hewan akan tertarik dengan warna-warni tenda.

4. Lapang atau Luas

Pilihlah ruang yang lapang/luas untuk mendirikan tenda.
Hindari mendirikan tenda bertumpuk-tumpuk atau
jaraknya terlalu dekat. Selain mengurangi kenyamanan,
juga suasananya tampak kacau, kotor dan sumpek.
Sewaktu melihat lokasi perkemahan, susun rencana
mendirikan tenda dan tempat meletakkan perlengkapan
lain.

5. Jenis Tanah

Jenis tanah berpasir dan berkerikil merupakan tempat
yang ideal untuk mendirikan tenda. Tanah jenis ini akan
mudah menyerap air dan tidak tergenang.
Jangan mendirikan tenda di atas tanah liat, karena jika
hujan gerimis saja, bisa menjadi sangat licin, lembab dan
air menggenang dimana-mana. Tanah yang ditumbuhi
rumput gelagah juga tidak baik, karena akan selalu basah
walau hanya karena embun. Dan biasanya di bawah

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

16 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

rumput ini, hidup serangga-serangga penggigit seperti
semut merah, kutu hitam dan sebagainya.

Susunan Tenda dan Peralatannya

MACAM-MACAM TENDA

Ada banyak macam tenda, corak, model serta tipenya.
Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan rnaupun
kemampuan.
Jenis atau macam tenda yang perlu diketahui:

a. Tenda Berkerangka (Frame Tents)

Jenis tenda ini selain harganya mahal, model ini hampir
dapat memenuhi semua kebutuhan regu. Hanya saja,
cara mendirikannya tidak praktis karena harus sesuai
dengan petunjuk-petunjuk dari pabrik pembuat. Tenda
jenis ini cocok untuk perkemahan keluarga.

A. Tenda Tidur
B. Tempat Topi atau dasi
C. Tenda Barang
D. Tenda Makan
E. Rak piring
F. Tenda dapur
G. Tempat sampah basah
H. Tempat sampah kering
I. Pintu belakang
J. Tiang jemuran
K. Pagar keliling
L. Pintu gapura
M. Rak sepatu
N. Dekorasi, bendera regu
O. Tiang bendera Merah
Putih

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

17 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

b. Tenda Regu (Ridge Tents)

Digunakan untuk satu regu atau pasukan. Harganya tidak
terlalu mahal hanya saja ruang gerak penghuninya
sangat terbatas. Sangat baik untuk perkemahan
menetap.

c. Tenda Ringan (Lightweihgt Tents)

Tenda jenis ini benar-benar ringan dan mudah dibawanya
karena tidak banyak menyita tempat. Sangat cocok untuk
berkemah tidak menetap dan di daerah pegunungan
maupun di dataran tenda

TIANG DAN PASAK TENDA

Banyak jenis dan macam tiang serta pasak yang dapat
digunakan untuk mendirikan sebuah tenda. Setiap tenda
harus mempunyai tiang tenda, dapat terbuat dari besi,
alumunium ataupun jika keadaan darurat tongkat pramuka
pun dapat digunakan.

Bentuk tiang tenda dapat berupa tiang panjang yang tidak
dapat dilipat atau dapat juga terdiri dari beberapa bagian
yang disambung menjadi sebuah tiang. Atau juga yang lebih
praktis berupa tiang tenda yang mempunyai sarang (Nesting
Pole), karena tiang tersebut dapat diperkecil hanya dengan
menekan setiap bagian.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

18 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Sedangkan untuk pasak tenda, juga terdapat beberapa
model tergantung selera. Ada yang terbuat dari besi, kayu
maupun plastik serta dilengkapi dengan peralatan lainnya
yang disesuaikan dengan kebutuhan serta situasi dan kondisi
pada saat perkemahan. Jika pun tidak mempunyai pasak,
ranting pohon yang kuat dapat juga dijadikan pasak. Semua
itu tergantung dari kreatifitas para anggota pramuka maupun
pecinta alam.

Jenis Tiang dan Pasak Tenda:

CARA MENDIRIKAN TENDA

Mendirikan tenda tidak semudah yang dibayang setiap orang.
Perlu banyak latihan agar dapat dengan mudah dan cepat
dalam mendirikan tenda. Untuk mendirikan tenda yang
dilakukan banyak orang (minimal 4 orang), akan dengan
mudah dilakukan. Tetapi bagaimana jika tenaga yang
tersedia hanya satu atau dua orang? Hal ini memerlukan
pengetahuan dan pengalaman serta ada cara-cara praktis
dalam mendirikan tenda.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

19 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENDIRlKAN TENDA RINGAN DlLAKUKAN SATU ORANG

1. Letakkan tenda sedemikian rupa sehingga membentuk
bujur sangkar.
2. Pintu depan dan belakang tenda dibuka agar
memudahkan pemasangan tiang tenda.
3. Ikat ujung tenda bagian atas yang berlobang (tempat
tiang tenda). Atur sedemikian rupa agar panjang tali
pada tiang tenda sama panjang. Kemudian ujung tali
ikatkan pada pasak dan kondisi seimbang/sama
panjangnya.
4. Masukkan tiang tenda pada lubang dan dirikan.
5. Rapikan tenda agar jangan kendur, yaitu dengan
memindahkan pasak atau mengencangkan tali pada
pasak pada kedua ujung tiang sehingga tenda benar-
benar tegang.
6. Lobang-lobang pada setiang ujung tenda diikat
sedemikian rupa, kemudian ikatkan pada pasak hingga
benar-benar tegang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

20 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENDIRIKAN TENDA DENGAN DUA TIANG

1. Letakkan tenda sedemikian rupa sehingga membentuk
bujur sangkar.
2. Pintu depan dan belakang tenda dibuka untuk
memudahkan pemasangan tiang tenda.
3. Masukkan tiang tenda pada lubang diujung tenda dan ikat
ujungnya, kemudian sisa tali tiang tenda ikatkan pada
pasak. Penempatan pasak diatur sedemikian rupa,
terutama jaraknya disesuaikan dengan panjang tali yang
tersisa.
Lakukan sekali lagi pada tiang yang satunya lagi,
sehingga tenda benar-benar dapat berdiri tegak.
4. Rapikan tenda jangan sampai kendur dengan mengingat
setiap lobang-lobang pada tepi tenda yang diikatkan pada
pasak sehingga tenda menjadi tegang.

MENDIRIKAN TENDA KECIL DILAKUKAN SATU ORANG

1. Letakkan tenda dalam posisi dilipat dengan bentuk segi
empat.
2. Siapkanlpasanglah tiang tenda baik untuk tiang berdiri
maupun untuk yang ditengah tenda. Kemudian letakkan
tepat pada bagian tengah tenda.
3. Ikatlah pada setiap lobang tenda kemudian ikatkan pada
pasak.
4. Masukkan tiang tenda tepat ditengah tenda sehingga
ujung tiang tenda rnasuk kedalam lobang di ujung atas
tenda. Ikat kedua ujung tiang tenda.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

21 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Tariklah kedua ujung tali tiang tenda agar tenda berdiri,
lalu ikatkan kedua ujung tali tersebut pada pasak agar
tenda dapat benarbenar berdiri.
6. Rapihkan ikatan pada lobang tenda yang satunya dan
ikati:an pada pasak hingga tenda benar-benar tegang.

SIMPUL ATAU IKATAN PADA TENDA

Untuk mendirikan tenda diperlukan pengetahuan mengenai
simpul atau ikatan yang digunakan. Yang perlu diperhatikan
adalah gunakan simpul atau ikatan pada tenda yang mudah
mengikat dan melepaskannya. Simpul atau ikatan pada
tenda dapat terdiri dari dua hingga empat rnacam simpul,
tergantung dari situasi dan kondisi cuaca pada waktu
berkemah.

Simpul atau Ikatan yang biasa digunakan sewaktu
mendirikan tenda, yaitu:

1. Simpul atau Ikatan Pangkal
Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak
yang berlobang.

2. Simpul atau Ikatan Tiang
Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak
yang berlobang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

22 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

3. Simpul atau Ikatan Nelayan
Digunakan untuk mengikat pada lobang diujung pojok
tenda.

4. Simpul atau Ikatan Jangkar
Digunakan untuk mengikat lobang dipinggir tenda agar
kencang atau tegang.

Untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang datang secara
mendadak, ikatan tali pada tenda-tenda yang dipasang
haruslah:
1. Ikatan pada pasak tenda harus mudah dibuka dan
dipasang kembali
2. Penggunaan simpul pangkal tidak cocok, karena itu
3. Pergunakan tali wangsul.

Selokan Sekeliling Tenda
1. Galilah selokan di sekeliling tenda jika berkemah pada
musim penghujan.
2. Tanah galian ditumpuk di dalam,sehingga tidak perlu
menggali terlalu dalam.
3. Jika perlu taburkan garam pada sekeliling selokan untuk
mencegah ular masuk tenda.

Gapura dan Pagar Batas Regu
1. Pintu Gapura berfungsi sebagai pintu pekarangan, sebab

itu:
a. ketuklah pintu bila berkunjung ke tenda
kelompok/Regu lain
b. cantumkan nama Regu, Nama Pintu, Wakil dan
Anggota Regu pada Pintu Gapura
2. Pagar batas merupakan batas tanggung jawab setiap
kelompok/ Regu, untuk itu:

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

23 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

a. keluar/masuk perkemahan harus melalui pintu gapura
b. arena di dalam batas pagar harus dibersihkan
sehingga sampah tidak menumpuk.

TATA TERTIB DALAM PERKEMAHAN

Agar selama berlangsungnya perkemahan berjalan lancar,
perlu disusun tata tertib yang harus dipatuhi oleh semua
peserta perkemahan.

1. Pakaian

a. Pakailah pakaian yang sopan bila meninggalkan batas
perkemahan, begitu juga pada waktu makan dan
tidur.
b. Pakailah tanda peserta pada tempat, agar mudah
dikenali.
c. Berpakaian seragam yang rapih dan benar.

2. Alat-alat

a. Kembalikan alat-alat yang telah digunakan pada
tempatnya semula
b. Bersihkan peralatan memasak setelah digunakan

3. Tenda

a. Tiap Regu membersihkan arena tendanya masing-
masing
b. Pagi had satu sisi tenda dibuka agar sinar matahari
dapat masuk menyinari lantai tenda.
c. Isi tenda dikeluarkan dan dijemur tiap pagi.

4. Ibadah

a. Pelaksanaan ibadah sebaiknya selalu dilakukan
dengan berjamaah dan dilakukan tepat pada
waktunya.
b. Menghormati kepercayaan/agama rekan lain.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

24 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Kegiatan

a. Pergunakan sistim satuan terpisah, yaitu peserta
putera tidak diperkenankan berada di arena peserta
puteri dan sebaliknya.

b. Buatlah batas-batas yang jelas, dimana kedua peserta
itu boleh bergerak leluasa.

PENUTUPAN PERKEMAHAN

Setiap kali diadakan kegiatan perkemahan selalu diakhiri
dengan acara penutupan. Yang perlu diperhatikan seusai
pelaksanaan kegiatan perkemahan, ingatkan peserta untuk:

1. membersihkan semua sampah dan kotoran (operasi
semut), meratakan kembali bekas-bekas galian, jangan
tampak bekas perkemahan
2. simpan peralatan perkemahan dalam keadaan bersih dan
kering
3. ucapkan terima kasih pada pemerintah setempat,
masyarakat dan para tokoh masyarakat
4. kembalikan peralatan yang dipinjam disertai ucapan
terima kasih
5. Buat evaluasi pelaksanaan perkemahan untuk perbaikan-
perbaikan pelaksanaan dimasa mendatang.

EVALUASI

Setiap kali mengadakan suatu acara kegiatan perkemahan
perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui sampai sejauh
mana keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan perkemahan
tersebut, agar dari perkemahan itu didapat pengalaman dan
pengetahuan untuk perkemahan mendatang.

Evaluasi itu meliputi seluruh aspek kegiatan perkemahan
yaitu sejak persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian
perkemahan. Evaluasi diadakan oleh peserta dan
penyelenggara, agar diketahui kelebihan dan kekurangan
kita dalam menyelenggarakan perkemahan, sehingga kita
bisa mengadakan perbaikan-perbaikan untuk pelaksanaan
perkemahan dimasa datang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

25 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

KESIMPULAN

Berhasilnya suatu perkemahan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Suksesnya suatu perkemahan dapat dilihat dari segi
perencanaan,

pengorganisasian

pelaksanaan

dan

pengendalian yang dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Pengelolaan perkemahan yang baik tergantung dari mental
dan moral serta ketrampilan, baik dari peserta maupun
penyelenggara. Sebab itu pengetahuan dan ketrampilan
tentang perkemahan harus dipelajari, dimengerti, dimiliki,
dan dihayati terlebih dahulu oleh para peserta dan pelaksana
sebelum perkemahan dilaksanakan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

26 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. TANDA-TANDA ALAM

Dalam mengadakan suatu perkemahan, kita juga perlu
mengetahui dan mempelajari berbagai tanda-tanda alam
yang sangat berguna untuk mengetahui perubahan cuaca.
Beberapa tanda-tanda alam yang perlu kita ketahui adalah:

1. KABUT

Bila terdapat kabut tipis dan merata yang membumbung
tinggi ke atas, berarti kurangnya uap air di udara dan itu
menandakan cuaca akan selalu baik. Cuaca yang terang
benderang di pagi hari bertanda buruk pada hari itu,
apabila kemarinnya turun hujan. Sedangkan langit yang
ditutupi awan kemudian mulai terang pada pagi hari,
menandakan cuaca baik.
Jika ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda
cuaca baik, sedangkan di gunung-gunung menandakan
akan turunnya hujan. Udara sejuk dan ada embun di pagi
hari, menunjukkan bahwa cuaca baik tapi panas dan
kering, biasanya hujan akan turun di siang hari.

2. AWAN

Jika langit diliputi awan tebal dan gelap menandakan
akan turun hujan yang deras.

3. MATAHARI

Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi
garis-garis awan yang kehitaman, bertanda akan ada
hujan, tapi jika berwarna bersih dan terang cuaca
bertanda baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang
terang bertanda cuaca baik, jika warna merah dicampuri
garis kekuning-kuningan bertanda akan hujan lebat.
Jika matahari terbenam dengan warna kekuning-
kuningan/orange bertanda akan ada hujan, tetapi bila
dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan
bertanda cuaca baik. Warna merah pada matahari
terbenam berarti akan terjadi angin yang cukup kencang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

27 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. BINTANG

Apabila pada malam hari di langit cahaya bintang terang
sekali maka sudah dipastikan bahwa pada malam itu
cuaca akan cerah, sedang bila cahayanya nampak suram
bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5. B U L A N

Bulan terlihat terang dan bersinar cerah menandakan
cuaca akan baik, tapi bila bulan diliputi awan gefap di
sekelilingnya, berarti hujan akan turun. Sedangkan jika
ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan
menandakan tidak ada ketentuan cuaca pada malam itu.

6. B I N A T A N G

Keadaan atau perubahan cuaca, juga bisa kita amati dari
tingkah laku binatang.
Jika kita perhatikan, naluri binatang yang berhubungan
dengan cuaca akan membuat kita tercengang dan
semakin menunjukkan pada kita betapa besar karya
Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur mahluk hidup
dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tanda-tanda cuaca yang berhubungan dengan
binatang antara lain:

1. Laba-Laba

Labah-labah akan bersembunyi bila cuaca akan buruk
dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik

2. Semut

Semut akan tetap berada dalam liangnya bila cuaca akan
buruk, tetapi mereka akan keluar dari liangnya dan
berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik.

3. Lebah/Tawon

Pada cuaca baik, lebah/tawon akan berterbangan jauh
dari sarangnya. Hal ini bisa kita perhatikan dengan
melihat kosong atau tidaknya sarang lebah.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

28 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

4. Lalat

Apabila akan turun hujan, lalat akan tetap hinggap di
tembok/ dinding, sedangkan pada cuaca cerah lalat akan
berterbangan kian kemari.

5. Nyamuk

Nyamuk apabila di pagi hari mengganggu atau menggigit
kita, menandakan akan turunnya hujan. Sedangkan jika
pada waktu matahari terbenam/magrib, nyamuk
berterbangan kesana kemari dan secara berkelompok
menadakan cuaca cerah/baik. Tetapi jika selalu
berterbangan di tempat yang gelap di dalam bayang-
bayang, bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

6. Cacing

Apabila cacing pada malam hari menimbun tanah
berbutir-butir di kebun, berarti akan datang hujan. Tetapi
bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan
turun lama.

7. Lintah

Untuk mengetahui suatu keadaan cuaca dengan
menggunakan lintah, kita dapat buat Barometer dari
seekor lintah yang diletakan di dalam gelas berisi air.
Jika Lintah melekat pada gelas di atas permukaan air
maka bertanda cuaca akan tetap baik. Sedangkan bila
!intah terus berdiam di dasar gelas, menandakan cuaca
akan buruk dalam waktu yang lama. Tapi jika Lintah
melekat erat-erat di gelas sedangkan ekornya digerak-
gerakan sekeras-kerasnya, maka akan datang badai
topan.

8. Siput

Pada cuaca yang baik, Siput akan merayap dengan
tenang, sedangkan bila cuaca buruk Siput akan merayap
dengan cepat.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

29 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

9. Ikan

Ikan akan melompat-lompat di atas permukaan air jika
cuaca akan buruk / hujan.

10. Katak

Katak/kodok akan berdiam di dalam air bila cuaca akan
buruk, tetapi bila cuaca akan baik Katak akan duduk-
duduk di tepi kolam Sedangkan jika pada malam hari di
musim kemarau dimana cuacanya baik tetapi katak tidak
menyanyi, menandakan akan datangnya cuaca buruk.

11. Ayam

Ayam akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya
kehujanan menandakan hujan tidak akan berlangsung
lama, sedangkan jika berteduh hujan akan berlangsung
lama. Jika ayam selalu mencakarcakar tanah berarti
hujan akan datang.

12. Bebek/Angsa

Bebek/Angsa akan nampak tidak tenang dan selalu
menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan
buruk.

13. Burung Kepinis

Burung Kepinis akan terbang tinggi sekali jika cuaca akan
baik, karena serangga makanannya juga terbang tinggi.
Tetapi bila terbangnya rendah menandakan cuaca akan
buruk.
Pada pagi hari dengan cuaca buruk, Burung Kepinis akan
tinggal diam dalam sarangnya.

14. Kambing

Apabila kita mencium bau badan kambing dari jarak yang
lebih jauh dari biasanya, menandakan akan turun hujan.

15. Kelelawar

Kelelawar akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan
baik pada malam hari tetapi bila berdiam di dalam goa
maka cuaca akan buruk.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

30 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

16. Asap

Apabila asap api naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali
maka cuaca akan tetap baik. Tetapi apabila asap naiknya
mendatar dengan tanah rendah cuaca akan buruk.

17. Burung Gagak

Jika hujan akan turun, burung Gagak akan terbang
berputar-putar di atas sarangnya.

Tanda-tanda lain jika cuaca akan buruk:

1. Kucing akan duduk membelakangi api, sambil mengusap-
ngusap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi
dengan mulutnya.
2. Bila Anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulang.
3. Burung-burung membasahi bulu-bulunya dengan
paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.

MEMBUAT API

Orang Indian Amerika adalah ahli pembuat api. Ada empat
macam api yang digunakan untuk keperluan yang berbeda,
yaitu:

1. Api Permusyawaratan yang dinyalahkan di dalam kemah
teepee (tenda khas suku Indian), yang digunakan untuk
bermusyawarah diantara pemimpin Indian.
2. Api Persahabatan yang digunakan untuk menghangatkan
badan
3. Api Tanda yang digunakan untuk memberikan tanda-
tanda dengan menggunakan asap.
4. Api Masak yang hanya berupa bara arang yang panas
untuk memasak atau memanggang.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

31 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. API UNGGUN

Dalam kegiatan kepramukaan, kebiasaan suku Indian dalam
menggunakan api juga diterapkan. Selain untuk
menghangatkan badan, mengusir. serangan binatang berbisa
atau tempat bergembira mempererat tali persaudaraan.
Karena itu dalam kegiatan kepramukaan dikenal dengan api
unggun, yang biasanya dilaksanakan pada setiap akhir
malam perkemahan.

Cara membuat api unggun juga tidak sembarangan, ada
metode dan caranya. Sebelum memasang tumpukan balok
dan ranting kayu, yang pertama harus dilakukan adalah
mencari tempat yang kering. Singkirkan semua rumput,
daun daun kering, pohon paku, semak-semak sekelilingnya
untuk menghidari kebakaran yang lebih meluas.

Ada Beberapa Macam Bentuk Susunan Kayu Untuk Membuat
Api Unggun:

1. Bentuk Piramida Segi-Tiga

Kayu disusun segi-tiga sama sisi, makin keatas makin
kecil/lancip. Di tengah-tengah susunan kayu diberi
bahan yang mudah terbakar seperti rumput kering dan
ranting-ranting kayu.

2. Bentuk Piramida Bujur Sangkar

Susunan kayu dibentuk bujur sangkar, disusun ke atas
semakin kecil. Di tengah-tengah diberi bahan yang
mudah terbakar seperti rumput kering dan ranting-
ranting kayu.

3. Bentuk Pagoda Tegak

Kayu basah dan kering ditegakkan. Di tengah-tengah
diberi patok dan bahan yang mudah terbakar.

4. Bentuk Pagoda Roboh atau Bintang

Susunan kayu dibentuk berupa jari-jari roda dimana
ujung kayu bertemu tengah. Digunakan untuk
menyalakan kayu yang bentuknya bermacam-macam.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

32 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

5. Bentuk Kursi

Dua buah kayu basah dipancangkan dan kayu-kayu lain
disusun menurut bentuk kursi.

Bentuk-bentuk susunan kayu pada api unggun tersebut
dimaksudkan untuk mempermudah menyalakan api dan
menjaganya agar tidak mudah padam. Agar kayu mudah
terbakar, perlu diperhatikan:

1. jenis kayu yang digunakan
2. kekeringan kayu
3. unsur ramuan kayu, misalnya kayu yang dibelah-belah
menjadi belahan kecil, tatal, rumput kering, balok dan
sebagainya.

PENGHALANG ANGIN

Bagi anggota pramuka, kegiatan api unggun selalu menarik
untuk diikuti. Karena dalam kegiatan api unggun dapat
diperoleh baberapa manfaat, yaitu:
1. mempererat persaudaraan
2. memupuk kerjasama atau gotong royong
3. menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri
4. membuat suasana menjadi riang gembira
5. mengembangkan bakat
6. memupuk disiplin bagi pelaku maupun penonton.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

33 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

Agar api dapat menyala dengan baik, ada tiga unsur pokok
yang harus diperhatikan, yaitu:
1. udara
2. panas
3. bahan bakar

Sebelum menyalakan api, yang harus diperhatikan adalah
tempat dimana api akan dinyalakan, yaitu tempat tersebut
harus kering dan mendapat udara yang cukup. Jika tempat
tersebut tidak berangin kencang, dapat dibuat api di tempat
yang terbuka. Tetapi jika angin berhembus dengan kencang,
perlu dibuat perlindungan atau penghalang dari arah
datangnya angin.

Beberapa model bentuk pelindung atau penghalang angin,
berupa:
1. Tameng kayu yaitu susunan balok kayu atau tongkat
pramuka
2. menggali tanah yang cukup dalam
3. menyusun batu di sekeliling kayu.

Selain

untuk

digunakan

kegiatan

atau

sekedar
menghangatkan badan, api unggun dapat juga dimanfaatkan
untuk memasak atau mengahangatkan makanan.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

34 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

MENYALAKAN API

Ada dua macam cara menyalakan api, yaitu dengan
menggunakan korek api dan tanpa menggunakan korek api.

Untuk menyalakan api dengan menggunakan korek api tidak
akan menjadi masalah. Yang terpenting tersedia bahan yang
mudah terbakar untuk penyalaan awal, misalnya dengan
menggunakan minyak tanah, oli, bensin atau spiritus.

Jika tidak membawa salah satu bahan bakar tersebut, dapat
digunakan bahan yang mudah terbakar seperti kayu kering,
rumput kering, daun kering, kulit kayu kering, ranting kayu
kecil atau buat serpihan-serpihan kecil kayu.

Agar kayu tetap kering, simpan di tempat yang terlindung
dari hujan maupun embun pagi. Ada baiknya selama api
menyala, letakkan kayukayu yang tidak dibakar pada tepi
yang terkena panas agar supaya tetap kering.

Bagaimana jika kita lupa membawa korek api? Hal tersebut
baru merupakan masalah bagi penyalaan awal. Tapi bagi
seorang anggota pramuka yang tidak mengenal menyerah
dan mudah putus asa, ada banyak beberapa cara untuk
menyalakan api. Caranya memang tidak mudah dan perlu
kerja keras dan jika dibiasakan dalam setiap melakukan
kegiatan perkemahan, hal tersebut menjadi ketrampilan
yang sangat berharga.

Untuk mendapatkan api tanpa harus menggunakan korek
api, dapat digunakan dengan cara:
1. Lensa Cembung atau Suryakanta, yang diarahkan ke
matahari dengan bahan yang mudah terbakar.
2. Batu Api dengan penggeseknya, yang akan menimbulkan
loncatan api.
3. Gesekan batang kayu yang keras pada kayu yang lunak
secara terus menerus hingga menimbulkan panas. Jika
berhasil, kayu lunak itu akan terhakar. Cara tersebut

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

35 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

biasanya dilakukan oleh suku asli Australia, Oborigin,
untuk mendapatkan api.
4. Bagi suku asli Kalimantan, digunakan cara dengan
menggesekgesek sebuah balok kayu lunak dengan seutas
rotan yang lemas, sehingga menimbulkan panas yang
menyebabkan pembakaran.

Agar api yang timbul dapat dengan mudah membakar kayu,
sediakan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti daun
kering, bubuk kayu ataupun kertas yang dilanjutkan dengan
membakar ranting kering agar membesar. Kemudian
dilanjutkan dengan membakar kayu yang lebih besar.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

36 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

6. SIMPUL DAN IKATAN

Dalam kegiatan perkemahan, unsur tali temali sangat
dominan. Tapi kita sering mencampur adukan antara tali,
simpul dan ikatan. Sebenarnya hal tersebut amatlah
berbeda. Karena, tali adalah bendanya, simpul adalah
menyatukan atau menyambung antara dua buah tali,
sedangkan ikatan adalah mengikatkan tali dengan benda lain
seperti kayu atau bambu.

MEMELIHARA TALI

1. Simpan tali pada tempat yang kering, agar tidak cepat
lapuk.
2 Simpan di tempat tertentu, yang mudah diambilnya.
3. Apabila basah, segera keringkan di panas matahari.
4. Gulung tali dengan rapih dan mudah dilepas (jangan
sampai melintir).

SAMBUNGAN TALI

Untuk membuat sambungan tali pada dasarnya hanya terdiri
dari empat macam, yaitu:

MACAM-MACAM SIMPUL TALI

1. Simpul Ujung Tali atau Gulungan Sederhana (Simple
Coil)
Gunanya : Simpul ini digunakan pada akhir
gulungan/pintalan tali agar pintalan tali tidak lepas.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

37 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

2. Simpul Pangkal atau Ikatan Cengkih (Clove Hitch)
Gunanya : sebagai permulaan ikatan. Simpul ini cukup
sederhana dan digunakan untuk mengikat tali pada tiang
dan pasak tenda.

3. Simpul Mati

Gunanya : Digunakan untuk menyambung dua utas tali
yang sama besarnya dan merupakan simpul pada tandu.

4. Simpul Erat atau Tambat atau Ikatan Balok (Timber
Hitch)
Gunanya : Untuk memulai suatu ikatan. Simpul ini
mempunyai sifat menjerat, dan digunakan
untuk menyeret atau menarik balok.

5. Simpul Anyam

Gunanya : Untuk menyambung dua Was tali yang tidak
sama besar dalam kondisi kering.

6. Simpul Anyam Berganda
Gunanya : Untuk menyambung dua Was tali dalam
keadaan basah atau kering dan tidak sama besar.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

38 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. Simpul Tiang atau Simpul Tali Membungkuk (Bow Line
Knot)
Gunanya : Sifat simpul ini tidak menjerat, seringkali
disebut "raja dari segala simpul" karena
kegunaannya banyak sekali. Gunanya untuk
mengikat suatu benda hidup atau leher
binatang, agar yang diikat tidak terjerat dan
masih dapat bergerak bebas. Juga baik
digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda
atau pasak yang berlobang.

8 Simpul Tarik

Gunanya : Untuk menambatkan tali pengikat binatang
pada sebuah tiang/pohon dan untuk turun ke
jurang atau dari atas pohon.

9. Simpul Tiang Berganda
Gunanya : Untuk mengangkat atau menurunkan benda
atau manusia.

10. Simpul Kursi.

Gunanya : Untuk mengangkat dan menurunkan benda
atau manusia.

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

39 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

11. Simpul Penarik atau Kupu-kupu atau Alteleri
(ButterfIy/Altelery Knot)
Gunanya : Sebagai pegangan untuk menarik benda yang
besar dan berat. Juga digunakan sebagai
pengaman atau penyambung pada tali bila
pada tali ada yang rusak.

12. Simpul Kembar

Gunanya : Untuk menyambung dua utas tali yang sama
besar dan dalam kondisi basah atau licin.

13. Simpul Erat

Gunanya : Untuk memendekkan tali tanpa harus
memotong.

14. Simpul Lasso
Gunanya : Untuk menjerat binatang.

15. Simpul Gulung

Gunanya : Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang
lain dapat membantu menarik.

16. Simpul Nelayan/Pemukat
Gunanya : Untuk menarik balok kayu yang besar

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

40 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

17. Simpul Tangga Tali atau Simpul Angka Delapan.
Gunanya : Untuk membuat tangga tali.

18. Simpul Jangkar atau Simpul Prusik (Prusik Knot)
Gunanya : Membuat tandu darurat atau mengikat ember
atau timba. Sifat simpul ini menjepit bila
mendapat beban atau tekanan, serta mudah
digeser bila tidak mendapat tekanan atau
beban.

19. Simpul Hidup
Gunanya : Untuk mengikat tiang.

20. Simpul Tetap
Gunanya : Untuk mengikat tiang lebih lama.

21. Simpul Hidup Berganda
Gunanya : Untuk mengikat tiang atau mengangkat

balok.

22. Simpul Guling
Gunanya : Untuk mengikat tiang

23. Ikatan Palang

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

41 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

24. Ikatan Silang

25. Ikatan Sambungan Sejajar.

26. Ikatan Sambungan Silang

KETERAMPILAN DASAR KEPRAMUKAAN

42 GUGUS DEPAN SEHATI GOWA 807 - 808

7. ALAT PERAGA PERKEMAHAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->