PENGARUH BIAYA INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP TOTAL BIAYA KUALITAS PADA PT MAXFOS PRIMA PADA PERIODE 2007

-2011

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Jurusan Manajemen

Diajukan Oleh: IFIT AFRILIYANI 0906010032

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG

2013

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Menjelang era globalisasi dan pasar bebas, semua bangsa memusatkan perhatiannya pada pembangunan sosial ekonomi. Setiap negara berusaha membenahi aspek sosial ekonominya sebaik mungkin agar dapat bersaing dalam era globalisasi dan pasar bebas yang akan datang, tidak terkecuali Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dikawasan Asia. Untuk dapat bersaing dalam kompetisi global diperlukan strategi usaha yang tepat dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Gaspersz menyatakan, pada umumnya pelanggan menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih cepat (faster), lebih murah (cheaper), lebih baik (better), dan berkaitan dengan hal ini, ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu dimensi waktu, dimensi biaya dan dimensi mutu produk. Dan seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi, ilmu pengetahuan, dan bertambahnya penduduk, memaksa kebutuhan hidup terus meningkat. Pada saat ini Kebutuhan hidup tidak bisa diambil langsung dari alam, akan tetapi harus diolah dahulu dengan cepat, efesien, dan harga terjangkau. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian orang untuk memperoleh keuntungan. Akan tetapi, permintaan pasar berubahubah sehingga perusahaan dituntut untuk dapat mengeefektifitaskan dan mengefesiensikan dalam mengelola biaya kualitasnya .
3

Untuk memenuhi harapan pelanggan tersebut dapat melalui atribut-atribut kualitas atau sering disebut dengan dimensi kualitas. Perbaikan biaya kualitas sering dikaitkan dengan peningkatan biaya untuk menghasilkan suatu produk yang baik. seperti biaya kualitas. perusahaan seharusnya memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan produksi.Namun dalam melakukan proses produksi suatu barang. fitur. Secara operasional. kemudahan perawatan dan perbaikan. Kualitas merupakan ukuran relatif dari kebaikan. Biaya kualitas merupakan proses mengeluarkan pengorbanan yang biasanya dapat berupa uang atau peralatan. perusahaan harus selalu melakukan pengawasan dan peningkatan terhadap kualitas produknya. sehingga dibutuhkan faktorfaktor produksi yang baik pula. Kualitas yang meningkat akan mengurangi 4 terjadinya produk rusak sehingga . kualitas kesesuaian dan kecocokan penggunaan. seperti biaya adminitrasi. salah satunya kekuatan finansial yang mereka miliki. yaitu kinerja. sehingga akan diperoleh hasil akhir yang optimal. Hal ini mengakibatkan timbulnya suatu kontradiktif. estetika. Dalam perbaikan mutu. biaya keuangan. tahan lama. produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. agar produksi dapat dilaksanakan. yaitu bagaimana dapat menjual produk dengan harga yang bersaing tetapi konsumen dapat merasakan mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan. dan biaya pemasaran. Ada delapan dimensi kualitas. keandalan. Untuk mencapai produk yang berkualitas. ada biaya-biaya lain yang harus diperhatikan.

Biaya yang dikeluarkan dalam kaitannya dengan usaha peningkatan kualitas produk disebut biaya kualitas. Dengan peningkatan kualitas ini diharapkan dapat memberikan penghematan yang besar dengan pendapatan yang lebih tinggi. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh biaya kegagalan internal dan eksternal terhadap total biaya kualitas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Dalam meningkatkan laba perusahaan. padahal untuk meningkatkan mutu selalu dibutuhkan biaya. Dan dalam hal ini. 1.2. MAXFOS PRIMA dengan mengambil judul: “Biaya Internal dan Eksternal Terhadap Total Biaya Kualitas Pada PT. karena biaya yang tidak terkendali akan menurunkan efisiensi perusahaan yang pada akhirnya dapat menurunkan laba. penulis melakukan studi kasus pada PT.mengakibatkan biaya-biaya yang terus menurun dan pada akhirnya meningkatkan laba. sehingga dapat dan diperoleh laba yang maksimal. Identifikasi Masalah 5 . hasil serta keuntungan yang dapat diharapkan. biaya mutu harus dikendalikan yaitu mengurangi biaya-biaya yang kurang efektif. Menyadari kenyataan tersebut di atas. MAXFOS PRIMA TANGRANG PERIODE 2007-2011”. atau mencapai mutu yang tetap sama (dapat dipertahankan) dengan biaya yang lebih murah. Oleh karena itu pengusaha harus melihat biaya yang dikeluarkan. Perusahaan selalu memikirkan untuk memperbaiki mutu dari barang yang dihasilkannya dengan biaya yang sama atau tetap. Dalam hal ini perlu diperhatikan unsur-unsur atau komponen biaya apa saja yang terdapat dalam mutu.

serta untuk membandingkan teori yang diperoleh selama kuliah dengan literatur 6 . Untuk mengetahui pengaruh biaya eksternal terhadap total biaya kualitas. Bagi Penulis Penulisan dan penelitian dari skripsi ini akan menambah wawasan dan pengetahuan penulis mengenai Total biaya kualitas yang dikeluarkan perusahaan dalam menghasilkan produk yang bermutu. yaitu untuk : 1.4. Untuk mengetahui pengaruh biaya internal dan eksternal terhadap total biaya kualitas. Manfaat Penelitian Berkaitan dengan tujuan di atas.3. 3.Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan diatas. Tujuan dan kegunaan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang telah diungkapkan di atas. Untuk mengetahui pengaruh biaya internal terhadap total biaya kualitas. 3. Adakah pcngaruh biaya internal terhadap total biaya kualitas ? Adakah pengaruh biaya eksternal terhadap total biaya kualitas ? Adakah Pengaruh biaya internal dan eksternal terhadap total biaya kualitas ? 1. maka untuk mempermudah pembahasan pcnulis mengindentifikasikan masalah sebagai berikut: 1. 1. maka kiranya penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. 2. 2.

yang berhubungan dengan penelitian ke dalam praktek perusahaan. khusunya bagi mahasiswa jurusan Manajemen keuangan. 4. Kerangka berpikir dapat digambarkan sebagai berikut : rx1y Biaya Internal (X1) (X1) Rx1x2y 7 Total Biaya Kualitas (Y) . Bagi Universitas Penelitian ini diharapkan dapat menambah refrensi bagi Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang. Bagi Pembaca Melalui penulisan ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi dan bahan referensi untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh biaya interna dan eksternal yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Kerangka Pemikiran Kerangka berpikir adalah suatu model konseptual yang merupakan bagaimana suatu teori dapat berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi menjadi suatu masalah yang penting. 2.5. 1. 3. Bagi perpustakan Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang penelitian dapat menambah refrensi bacaaan. Bagi Pimpinan Perusahaan Skripsi ini diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang timbul mengenai biaya internal dan esternal dalam mencapai produk yang berkualitas dan sebagai salah satu referensi yan digunakan dalam menjalankan usaha dan mengembangkannya.

masalah penelitian dan kerangka emikiran. Hipotesis Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap maslah yang masih bersifat praduga. karena harus dibuktikan kebenarannya. Keterangan : X1 X2 Y = Biaya internal = Biaya eksternal = Total biaya kualitas rx1y = Pengaruh biaya internal terhadap total biaya kualitas rx2y = Pengaruh biaya eksternal terhadap total biaya kualitas rx1x2y = Pengaruh biaya internal dan eksternal terhadap total biaya kualitas 1. Bertolak dari latara belakang. Biaya internal adalah variable independen (X1). biaya eksternal dan total biaya kualitas. biaya eksternal adalah variabel independen (X2) dan total biaya kualitas adalah variable dependen (Y).Biaya eksternal (X2) rx2y Hubungan antara biaya internal.” Maka diajukan hipotesa yang merupakan gambaran sebgai berikut : Ho1 = biaya internal tidak berpengaruh terhadap total biaya kualitas Ha1 = biaya internal berpengaruh terhadap total biaya kualitas 8 .6. maka hipotesa dalam penelitian ini adalah ” Pengaru biaya internal dan eksternala terhadap total baiaya kualitas.

uraian mengenai konsep biaya internal. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisikan tentang metode yang digunakan penulis berupa kualitatif dari penelitian di lapangan dengan diolah dan di analisis. tujuan dan kegunaaan penelitian . rancangan tehnik 9 dan analisis yang digunakan .Ho2 = biaya eksternal tidak berpengaruh terhadap total biaya kualitas Ha2 = biaya eksternal berpengaruh terhadap total biaya kualitas Ho3 = biaya internal dan eksternal tidak berpengaruh tehadap total biaya kualitas Ha3 = biaya internal dan eksternal berpengaruh terhadap total biaya kualitas 1. manfaat penelitian. Sistematika Penulisan Berdasarkan data dan keterangan yang diperoleh. kerangka berpikir. biaya kualitas. identiflkasi masalah. maka secara garis besar penulis akan membagi sub-sub pokok bahasan skripsi ini yang dikelompokkan dalam bab-bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini berisikan mengenai latar belakang penelitian. macam-macam biaya.teori yang berhubungan dengan masalah-masalah penelitian. seperti uraian mengenai konsep biaya. biaya eksternal dan uraian mengenai total biaya kualitas.7. hipotesis dan sistematika penulisan BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi tinjauan pustaka yang menjelaskan teori.

Dalam Pembahasan akan menganalisis data yang berhasil dikumpulkan oleh penulis dalam mencapai tujuan penulis. MAXFOS PRIMA Tangerang. MAXFOS PRIMA. struktur organisasi dan uraian tugas. biaya eksternal dan analisis adakah pengaruh biaya internal dan eksternal terhadap total biaya kualitas pada PT. seperti analisis atas biaya intenal. mempertahankan dan meningkatkan 10 . BAB V SIMPULAN DAN SARAN Bab iui berisi simpulan dari hasil analisis dan pembahasan penelitian. BAB IV OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan diuraikan sejarah singkat perusahaan. serta saran yang dapat penulis berikan untuk membantu.berdasarkan kerangka berpikir yang mengacu pada sebuah hipotesis sehingga akan didapatkan hasil ada pengaruh atau tidak biaya internal dan biaya ekste3rnal terhadap total biaya kualitas. proses produksi dan biaya mutu serta permasalahannnya pada PT.

misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar.1.2 Penggolongan Biaya Menurut berdasarkan : 1.1.1 Definisi Biaya Menurut Mulyadi (1993: 8) biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan telah terjadi untuk tujuan tertentu. Diukur dalam satuan uang 3. Ada empat unsur pokok dalam definisi biaya tersebut. 2. yaitu : 1.BAB II LANDASAN TEORI 2. 2. nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.1. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi. Biaya 2. Fungsi pokok dalam perusahaan Mulyadi (1993: 14) biaya dapat digolongkan 11 . Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu. Obyek pengeluaran Dalam cara penggolongan ini. Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi 4. 2.

Biaya pemasaran Biaya pemasaran merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produksi. Sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut pula biaya konversi (conversion cost). yang merupakan biaya untuk mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi.10 Dalam perusahaan manufaktur biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu: a. c. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut juga biaya utama (primer cost). Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut obyek pengeluarannya biaya produksi ini dibagi menjadi biaya bahan baku. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. biaya dapat 12 . b. 1993 : 14). Biaya administrasi dan umum Biaya administrasi dan umum merupakan biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produksi (Mulyadi. 3.

dikelompokkan menjadi dua: 13 .

yang penyebab satu-satunya adalah karena sesuatu yang dibiayai. biaya dapat digolongkan menjadi: a Biaya variabel Biaya variabel merupakan biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.a Biaya langsung (direct cost) Biaya langsung merupakan biaya yang terjadi. Dalam hubunganya dengan perubahan volume kegiatan. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. 4. 1993 : 15). Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (Mulyadi. b Biaya tidak langsung (indirect cost) Biaya tidak langsung merupakan biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. b Biaya semi variabel Biaya semi variabel merupakan biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan. c Biaya semi tetap 14 .

Jangka waktu manfaat Atas dasar jangka waktu manfaatnya. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara depresiasi. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) Merupakan biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.3. 2. d Biaya tetap Biaya tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume kegiatan tertentu (Mulyadi. 1993: 17). biaya dapat dibagi menjadi dua yaitu: 1. pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut (Mulyadi. 1993: 16). 5. Pengeluaran modal (capital expenditure) Merupakan biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya periode akuntansi adalah satu tahun kalender).12 Biaya semi tetap merupakan biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.3. 2. diamortisasi atau deplesi. Biaya Kualitas 2. Pada saat terjadinya.1 Definisi Biaya Kualitas 15 .

16 . Biaya kualitas didefinisikan sebagai biaya-biaya yang terjadi karena adanya kualitas yang rendah 2. perbaikan dan pembetulan produk yang berkualitas rendah dan dengan opportunity cost dari hilangnya waktu produksi dan penjualan sebagai akibat rendahnya kualitas. Biaya kualitas adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan karena melakukan pekerjaan secara salah (doing things wrong). pengidentifikasian.Menurut Blocher dkk (2000: 220) biaya kualitas adalah biayabiaya yang berkaitan dengan pencegahan. Ada beberapa definisi mengenai biaya kualitas yang lain yaitu : 1.

2000: 119). Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya kualitas adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kualitas produk. biaya staf klerikal dan macam-macam biaya dan bahan habis pakai untuk menyiapkan pegangan dan manual instruksi. b. Biaya kualitas adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk mencapai suatu kualitas (Adnan. Biaya pelatihan kualitas Biaya pelatihan kualitas adalah pengeluaran-pengeluaran untuk program-program pelatihan internal dan eksternal. Biaya perencanaan kualitas 17 . biaya instruksi. Biaya pencegahan ini terdiri dari: a.3. yaitu: 1.2 Pengelompokan Biaya Kualitas Pada dasarnya biaya kualitas dapat dikategorikan ke dalam empat jenis.18 3. yang meliputi upah dan gaji yang dibayarkan dalam pelatihan. 2. Biaya kualitas adalah biaya yang dikeluarkan karena adanya aktivitas-aktivitas yang tidak diperlukan secara langsung untuk mendukung tujuan departemen. Biaya pengeluaran yang pencegahan adalah pengeluaran- dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat kualitas.

menyesuaikan. auditing. Biaya-biaya ini terjadi setelah produksi tetapi sebelum penjualan. dan sistem. Biaya penilaian ini terdiri dari: a. desain prosedur baru. Biaya pemeliharaan peralatan Biaya pemeliharaan peralatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk memasang. Biaya pengujian dan inspeksi Biaya pengujian dan inspeksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menguji dan menginspeksi bahan yang datang. desain peralatan baru untuk meningkatkan kualitas. lingkaran kualitas. d. mempertahankan. kehandalan. Biaya penilaian (deteksi) dikeluarkan dalam rangka pengukuran dan analisis data untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai dengan spesifikasinya. Biaya penjaminan supplier Biaya penjaminan supplier adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan kebutuhan dan pengukuran data. produk dalam proses dan produk selesai atau jasa.19 Biaya perencanaan kualitas adalah upah dan overhead untuk perencanaan kualitas. b. Peralatan pengujian 18 . dan evaluasi supplier. proses. 2. memperbaiki dan menginspeksi peralatan produksi. c. dan pelaporan kualitas.

d. Biaya informasi Biaya informasi adalah biaya untuk menyiapkan dan membuktikan laporan kualitas. Pengujian dan evaluasi lapangan f.20 Peralatan pengujian adalah pengeluaran yang terjadi untuk memperoleh. Biaya tindakan koreksi Biaya tindakan koreksi adalah biaya untuk waktu yang dihabiskan untuk menemukan penyebab kegagalan dan untuk mengkoreksi masalah. c. Audit kualitas Audit kualitas adalah gaji dan upah semua orang yang terlibat dalam penilaian kualitas produk atau jasa dan pengeluaran lain yang dikeluarkan selama penilaian kualitas. jasa atau proses. Biaya kegagalan internal ini terdiri dari : a. Pengujian secara laborat e. 3. mengoperasikan atau mempertahankan fasilitas. mesin dan peralatan-peralatan pengujian atau penilaian kualitas produk. b. software. Biaya pengerjaan kembali (rework) dan biaya sisa produksi 19 . Biaya kegagalan internal adalah biaya yang dikeluarkan karena rendahnya kualitas yang ditemukan sejak penilaian awal sampai dengan pengiriman kepada pelanggan.

Biaya ekspedisi Biaya ekspedisi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mempercepat operasi pengolahan karena adanya waktu yang dihabiskan untuk perbaikan atau pengerjaan kembali. tenaga kerja langsung dan overhead untuk sisa produksi. Biaya kegagalan eksternal merupakan biaya yang terjadi dalam rangka meralat cacat kualitas setelah produk sampai pada pelanggan dan laba yang gagal diperoleh karena diperoleh karena hilangnya peluang sebagai akibat adanya produk atau jasa yang tidak dapat diterima oleh pelanggan. e. Biaya kegagalan eksternal terdiri dari : 20 . c. 4. pengerjaan kembali dan inspeksi ulang. pemberhentian mesin yang tidak direncanakan. Biaya proses Biaya proses adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendesain ulang produk atau proses. d. dan gagalnya produksi karena ada penyelaan proses untuk perbaikan dan pengerjaan kembali. upah dan biaya yang dikeluarkan selama inspeksi ulang atau pengujian ulang produk-produk yang telah diperbaiki. Biaya inspeksi dan pengujian ulang Biaya inspeksi dan pengujian ulang adalah gaji.21 Biaya pengerjaan kembali dan biaya sisa produksi adalah bahan.

biaya pemeriksaan distribusi dan biaya 21 . Biaya kualitas yang dapat diamati (observable quality costs) adalah biaya-biaya yang tersedia atau dapat diperoleh dari catatan akuntansi perusahaan. Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk adalah biaya administrasi untuk menangani pengembalian produk. Biaya kualitas bisa juga dikelompokkan sebagai biaya yang dapat diamati atau tersembunyi. Biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan Biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan adalah gaji dan overhead administrasi untuk departemen pelayanan kepada pelanggan (departemen ‘customer servis’) memperbaiki produk yang dikembalikan. penjualan yang hilang dan menurunnya pangsa pasar (Blocher dkk. misalnya biaya perencanaan kualitas. c. Penjualan yang hilang karena produk yang tidak memuaskan Penjualan yang hilang karena produk yang tidak memuaskan adalah margin kontribusi yang hilang karena pesanan yang tertunda. cadangan atau potongan untuk kualitas rendah. dan biaya angkut b.22 a. 2000: 220).

Biaya kualitas yang tersembunyi (hidden costs) 22 .pengerjaan ulang .

Anggaran dapat digunakan untuk menentukan besarnya standar biaya kualitas setiap elemen secara individual sehingga biaya kualitas total yang dianggarkan tidak lebih dari 2. menurut pakar kualitas biayanya tidak lebih dari 2.3. Setiap organisasi harus menentukan standar yang tepat untuk setiap elemen secara individual.23 adalah biaya kesempatan atau opportunitas yang terjadi karena kualitas produk yang buruk dan biasanya biaya opportunitas tidak disajikan dalam catatan akuntansi. 2.5 % dari penjualan. namun dapat mencapai kualitas yang lebih tinggi.5% tersebut mencakup biaya kualitas secara total sedangkan biaya untuk setiap elemen secara individual lebih kecil dari jumlah tersebut. Standar 2. Agar standar biaya kualitas dapat digunakan dengan baik perlu dipahami perilaku biaya kualitas sebagai 23 . setidak-tidaknya sampai dengan titik tertentu. 2005: 9). perusahaan masih harus menanggung biaya pencegahan dan penilaian. biaya ketidakpuasan pelanggan dan biaya kehilangan pangsa pasar (Hansen dan Mowen. Suatu perusahaan dengan program pengelolaan kualitas yang dapat barjalan dengan baik. Perusahaan menginginkan agar biaya kualitas turun.5 % dari penjualan. Memang.3 Perilaku Biaya Kualitas Kualitas dapat diukur berdasar biayanya. jika standar kerusakan nol dapat dicapai. misalnya biaya kehilangan penjualan.

berikut: 24 .

penyempurnaan biaya kualitas dicerminkan oleh perubahan absolut jumlah biaya tetap. Rasio biaya variabel pada awal dan akhir periode tertentu dapat digunakan untuk menghitung penghematan biaya sesungguhnya. b. Pembandingan biaya kualitas tetap menggunakan jumlah absolut biaya yang sesungguhnya dibelanjakan dengan yang dianggarkan. Untuk biaya variabel.24 Perusahaan harus dapat mengidentifikasi perilaku setiap elemen biaya kualitas secara individual. Biaya kualitas harus digolongkan ke dalam biaya variabel dan biaya tetap dihubungkan dengan penjualan 2. maka: 1. Sebagian biaya kualitas bervariasi dengan penjualan. penyempurnaan kualitas dicerminkan oleh pengurangan rasio biaya variabel. namun sebagian lainnya tidak. Rasio biaya dianggarkan dan rasio sesungguhnya dapat juga digunakan untuk mengukur kemajuan ke arah pencapaian sasaran periodik. Sedangkan biaya kualitas variabel dapat dibandingkan dengan menggunakan persentase dari 25 . Pengukuran kinerja dapat menggunakan salah satu dari dua cara berikut : a. Untuk biaya tetap. Biaya kualitas dievaluasi dengan membandingkan biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan. Agar laporan kinerja kualitas dapat bermanfaat. atau kenaikan biaya sesungguhnya. 3.

Apabila 26 . atau kedua-duanya.penjualan. atau jumlah rupiah biaya.

nilai yang dikontribusikan.3. biaya-bengkel keluaran. 2003: 42-43). Disarankan agar biaya kualitas yang terlibat dikaitkan dengan sedikitnya tiga dasar volume yang berbeda. Dan pembandingan itu akan lebih berarti jika biaya kualitas tersebut dibandingkan dengan aktivitas lain dalam perusahaan.5 % dapat tercapai (Tjiptono dan Diana. Dasar yang diseleksi tersebut dapat bervariasi. 2. tenaga kerja langsung yang produktif. Proses tersebut juga membandingkan operasi satu periode dengan periode sebelumnya. biaya-bengkel masukan. biayapembikinan keluaran. maka pendekatan yang terbaik adalah dengan membandingkan jumlah rupiah biaya dengan dilengkapi ukuran persentase. unit-unit keluaran 27 .25 manajer terbiasa berhadapan dengan jumlah absolut atau jumlah rupiah. tergantung pada produk dan jenis pabrik untuk suatu bisnis tertentu. Proses analisis ini terdiri dari pemeriksaan setiap unsur-unsur biaya lain dan totalnya. Perhitungan persentase ini dapat memberikan informasi pada manajemen mengenai seberapa baik standar biaya kualitas sebesar 2.4 Analisis Biaya Kualitas Setelah biaya kualitas diidentifikasi dan disusun sesuai dengan kategori pengelompokannya. Contoh-contoh dasar volume yang harus dipertimbangkan adalah tenaga kerja langsung. maka biaya kualitas dapat dianalisis untuk dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang sesuai.

produktif yang ekuivalen. dan hasil penjualan bersih. 28 .

2.3. suatu rincian tentang keseluruhan biaya kualitas yang terlibat berdasarkan lini produk utama atau bidang aliran proses sering diperlukan (Feigenbaum. 1992: 112). semakin rendah nilai ini menunjukkan program perbaikan kualitas semakin sukses. 2.26 Kemudian untuk menunjukkan dengan tepat bidang-bidang yang patut mendapatkan prioritas tertinggi dari upaya kualitas. Sedangkan menurut Gaspersz (2005: 168) perusahaan mengukur dan menganalisis biaya kualitas sebagai indikator keberhasilan program perbaikan kualitas. diukur berdasarkan persentase biaya kualitas total terhadap nilai harga pokok penjualan. semakin rendah nilai ini menunjukkan program perbaikan kualitas semakin sukses. yang dapat dihubungkan dengan ukuranukuran biaya lain yaitu : 1. Biaya kualitas dibandingkan dengan nilai penjualan.5 Distribusi Optimal Biaya Kualitas 1. 3. dimana semakin rendahnya nilai ini menunjukkan semakin suksesnya program perbaikan kualitas. 4. Biaya kualitas dibandingkan dengan keuntungan. Biaya kualitas dibandingkan dengan harga pokok penjualan (cost of goods sold). Pandangan Tradisional 29 .

Pandangan tradisional mengasumsikan bahwa terdapat trade off antara biaya pengendalian dan biaya produk gagal. Ketika biaya 30 .

Titik ini juga yang disebut sebagai tingkat kualitas yang dapat diterima (acceptable quality level-AQL) (Hansen dan Mowen. 2. Pandangan Kontemporer Dalam pandangan kontemporer. 2005: 14). dan merupakan saldo optimal antara biaya pengendalian dan biaya produk gagal. biaya produk gagal harus turun. Selama penurunan biaya produk gagal lebih besar daripada kenaikan biaya pengendalian. kerugian terjadi karena diproduksinya 31 . Dalam pandangan ini digunakan model cacat nol (zero defect). daripada Model perusahaan nol yang menggunakan cacat kemudian disempurnakan lagi dengan model mutu kaku (robust quality model). sudut pandang AQL yaitu adanya tingkat kualitas yang dapat diterima atau sebuah produk dikatakan cacat jika karakteristik kualitasnya berada diluar batas toleransi tidak berlaku lagi. Perusahaan yang menghasilkan semakin sedikit produk cacat akan lebih model kompetitif AQL. Menurut model ini.27 pengendalian meningkat. Pada akhirnya akan dicapai suatu titik dimana setiap kenaikan tambahan biaya dalam usaha tersebut menimbulkan biaya yang lebih besar dari pengurangan biaya produk gagal. Model ini menyatakan bahwa dengan mengurangi unit cacat hingga nol maka akan diperolah keunggulan biaya. perusahaan harus terus meningkatkan usahanya untuk mencegah atau mendeteksi unit-unit yang cacat. Titik ini menggambarkan tingkat minimum total biaya kualitas.

maka seringkali persentase produk rusak terhadap biaya kualitas total menjadi sangat signifikan. Produk rusak adalah produk yang tidak sesuai standar mutu yang telah ditetapkan secara ekonomis tidak dapat diperbaharui menjadi produk yang baik (Mulyadi. dan semakin jauh penyimpangannya semakin besar kerugian. Model cacat nol menekan biaya kualitas dan dengan demikian menawarkan penghematan baik dalam biaya maupun pekerjaan mutu yang berlebihan (Hansen dan Mowen. Selain itu kerugian masih mungkin terjadi meskipun deviasi masih dalam batas toleransi spesifikasi. variasi spesifikasi ideal adalah merugikan dan batas toleransi tidak menawarkan manfaat apapun. 32 .28 produk yang menyimpang dari nilai target. Dengan kata lain. Perusahaan sering mengabaikan hal tersebut dan lebih memfokuskan pada perputaran biaya-biaya antar bagian atau departemen sehingga ketika laporan biaya kualitas dinyatakan.2 Produk Rusak Produk rusak atau product defects merupakan elemen penting yang dapat dianalisis oleh perusahaan ketika membaca laporan biaya kualitas. 1993: 324). Produk rusak yang terjadi selama proses produksi mengacu pada produk yang tidak dapat diterima oleh konsumen dan tidak dapat dikerjakan ulang. 2. 2005: 14).

Spesifikasi yang dimaksud adalah kriteria yang harus dipenuhi produk tersebut dalam memenuhi kemampuannya. 33 . Maka suatu produk dinyatakan rusak apabila produk tersebut tidak memenuhi spesifikasinya (Hansen dan Mowen. 2005: 7). untuk berfungsi sebagaimana mestinya produk dibuat.Menurut pandangan tradisional produk dinyatakan cacat atau rusak apabila kriteria produk tersebut terletak diluar batas atas dan batas bawah dari batasan spesifikasi yang telah ditetapkan.

biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal naik jika jumlah unit produk rusak meningkat dan sebaliknya biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal turun jika jumlah unit produk rusak turun. 2. Dari keempat golongan biaya kualitas tersebut yang mempengaruhi produk rusak adalah biaya pencegahan dan biaya penilaian. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pencegahan dan biaya penilaian berpengaruh terhadap produk rusak sedangkan biaya kegagalan internal dan biaya 34 . Di lain pihak. Menurut Hansen dan Mowen (2005: 13) biaya pencegahan dan biaya penilaian meningkat berarti menunjukkan jumlah unit produk rusak menurun dan sebaliknya jika biaya pencegahan dan biaya penilaian menurun menunjukkan jumlah unit produk rusak meningkat. Sedangkan biaya kegagalan internal dan biaya kagagalan eksternal merupakan golongan biaya kualitas yang dipengaruhi oleh produk rusak. Biaya kualitas dapat dikelompokkan menjadi empat golongan yaitu biaya pencegahan. biaya deteksi/penilaian. tidak dapat dikerjakan ulang (rework) dan memiliki nilai jual yang rendah sebagai nilai sisa (disposal value).37 Dari definisi di atas dapat diambil intisari bahwa produk yang rusak adalah produk yang tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan. biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal (Tjiptono dan Diana. 2003: 36).6 Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak Biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan kualitas barang disebut dengan biaya kualitas.

kegagalan eksternal dipengaruhi oleh jumlah unit produk rusak. 35 .

1993: 324). Upaya perbaikan dan peningkatan terhadap kualitas produk menyebabkan semakin tingginya biaya yang dikeluarkan. Biaya pencegahan mempunyai pengaruh negatif terhadap produk rusak. Dari pendapat Feigenbaum dapat dipahami bahwa biaya pencegahan berpengaruh negatif terhadap produk rusak sedangkan biaya penilaian berpengaruh positif terhadap produk rusak. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka mengurangi adanya produk rusak adalah biaya kualitas. yang pada gilirannya mempunyai efek positif pada biaya penilaian karena turunnya kecacatan berarti menurunnya kebutuhan akan aktivitas-aktivitas pemeriksaan dan pengujian yang rutin. Produk rusak merupakan elemen penting bagi perusahaan agar dapat bersaing dalam bisnis yang global ini. yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif.7 Kerangka Berfikir Produk rusak adalah produk yang tidak sesuai standar mutu yang telah ditetapkan secara ekonomis tidak dapat diperbaharui menjadi produk yang baik (Mulyadi. sedangkan biaya penilaian mempunyai dua kemungkinan pengaruh terhadap jumlah unit produk rusak. 2. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian dapat mempengaruhi jumlah unit produk rusak. 36 .38 Menurut Feigenbaum (1992: 104) kenaikan dalam biaya pencegahan mengakibatkan turunnya kecacatan.

Biaya kualitas adalah biaya-biaya yang dikeluarkan karena terjadi atau mungkin akan terjadi kualitas yang buruk (produk rusak). Biaya kualitas 37 .

Biaya-biaya kualitas yang dikeluarkan untuk menjaga produk dari kerusakan adalah biaya pencegahan dan biaya penilaian. Hal ini mempunyai arti bahwa jika perusahaan meningkatkan biaya pencegahan dan biaya penilaian akan mengurangi produk rusak. 1 . Menurut Hansen dan Mowen (2005: 7) peningkatan biaya kualitas khususnya biaya pencegahan dan biaya penilaian akan mengurangi produk dari kerusakan. Oleh sebab itu. yaitu biaya pencegahan. perusahaan terdorong untuk selalu meningkatkan kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan menjadikan produk rusak (zero defect). Pengakuan bahwa kegagalan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi akan menimbulkan biaya tinggi. biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal.39 dikelompokkan menjadi empat. Dengan demikian perusahaan dapat mengetahui bagaimana pengaruh biaya kualitas khususnya biaya pencegahan dan biaya penilaian yang dikeluarkan dalam upaya pengendalian produk rusaknya. Karena pada dasarnya biaya kegagalan dikeluarkan setelah produk itu jadi dan untuk memperbaharui produk yang rusak. sedangkan biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal tidak dikeluarkan untuk menjaga produk dari kerusakan. biaya penilaian. Sedangkan menurut Feigenbaum (1992: 104) peningkatan biaya pencegahan dan penurunan biaya penilaian akan mengurangi produk rusak.

2 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.