Mengapa Air Murni Bersifat Non-Elektrolit?

Sebelum membahas mengenai air murni dan sifat non-elektrolitnya, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai apa itu larutan, larutan elektrolit, serta non-elektrolit. Larutan merupakan campuran yang terdiri dari beberapa zat terlarut (solute) yang dilarutkan (be dissolved) dalam cairan pelarut (solvent). Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengalami ionisasi, dimana ion – ion yang dihasilkan memiliki kemampuan untuk menghantarkan listrik karena terdapat pergerakan electron yang dapat menjembatani listrik untuk bergerak. Sedangkan, larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik. Untuk mengetahui suatu larutan bersifat elektrolit atau non-elektrolit, pada umumnya dilakukan percobaan dengan menguji kemampuan suatu larutan dalam menghantarkan listrik sehingga sebuah lampu dapat menyala. Ciri – ciri larutan elektrolit pada percobaan tersebut adalah dapat terionisasi dalam air, timbulnya gelembung gas hidrogen diantara anode dan katode, jika digunakan sebagai penghantar listrik maka aliran arus dalam rangkaian terus mengalir sehingga lampu menyala.

Pada percobaan menggunakan air murni, tidak terlihat gelembung gas dan lampu tidak menyala. Maka dapat disimpulkan bahwa air murni bersifat non-elektrolit. Mengapa? Hal ini karena air murni adalah air yang memiliki jumlah kandungan H2O mendekati 100%. Air murni hanya sedikit sekali mengalami ionisasi, yaitu dengan konsentrasi yang sangat kecil sekitar 1 x 10-7 M sehingga sulit untuk menghantarkan listrik. Berbeda dengan air murni, air sumur atau air sungai mengandung mineral – mineral tanah yang terurai dalam air membentuk ion – ion. Adanya ion – ion ini menyebabkan air sumur bersifat elektrolit, meskipun elektrolit lemah. Hadinda Fitri P. / 125060702111003

Hadinda Fitri P. / 125060702111003 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful