P. 1
Merk Produk Yang Memiliki Kesamaan Dalam Kehidupan Sehari

Merk Produk Yang Memiliki Kesamaan Dalam Kehidupan Sehari

|Views: 185|Likes:
Published by sarifaristia
Tugas HUKUM INDUSTRI
Tugas HUKUM INDUSTRI

More info:

Published by: sarifaristia on Apr 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

Tugas 1.

Merk Produk yang Memiliki Kesamaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemalsuan merek adalah suatu bentuk pencurian Hak Kekayaan Intelektual yang sering terjadi di Indonesia. Maka tidak aneh, kalau investor asing enggan menanamkan modalnya disini. Hal ini dikarenakan tidak adanya tindakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran seperti ini. Praktek plagiat terhadap brand-brand terkenal juga menciptakan kerugian yang cukup besar kepada berbagai pihak, baik pemilik merek maupun konsumen. Pemilik merek akan dirugikan melalui pencitraan dari kualitas produk. Sedangkan konsumen akan tertipu karena membeli barang yang secara kualitas berbanding jauh dari yang dimiliki oleh pemilik brand sebenarnya. 1. Merk Susu Real Good dan Susu Sehat

Susu Real Good yang dipasarkan oleh PT. Supra Sumber Cipta, anak perusahaan Japfa Group. Real good memiliki kesamaan dalam bentuk kemasan dengan susu sehat buatan PT.Ultrajaya Milik Industry and Trading Company,Tbk. Real Good dikemas dengan menggunakan kemasan khusus yang kini biasa disebut susu bantal. Kemasan yang diproduksi oleh tetra pack ini memiliki beragam kelebihan dengan ukuran 160 ml.
Sumber: http://www.ultrajaya.co.id/uhtfreshmilk/sususehat/?verd 2. Merk Sepat Adidas dan Adadis

Merk sepatu Adidasa yang di produksi oleh PT.Adidas Indonesia memiliki kesaman dalam bentuk dan gambar logo dengan Adadis yang banyak di dijual di pasan. Namun merk sepatu adadis ini tidak di ketahui siapa yang memproduksi dan memasarkannya karena sepatu adadis ini belum memiliki hak paten. Hal ini sebenarnya sudah menyalahi aturan perundangan tentang Hak cipta.

3. Merk Sepatu Convers all stars dan Ball Stars

Merk sepatu All Star yang di produksi PT.Convers Indonesia memiliki kesamaman dalam gambar logo dan bentuk sepatu dengan Ball star yang banyak beredar dipasaran. Merk sepatu All Star milik convers ini sudah terlebih dahulu terdaftarkan dan memiliki hak paten yang sah, sedangkan Ball star tidak. 5. Merk Agar-agar Swallow Globe dan Cap Bola dunia

Merk agar-agar Swallow Glob memiliki kesamaan dalam bentuk kemasan, logo serta tulisan dan gambar pada kemasan agar-agar cap bola dunia. Agar-agar swallw globe ini terlebih dahulu muncul di pasaran dan sudah banyak di pergunakan dalam kehidupan seharihari sebagai makanan penutup setelah makan. Agar-agar swallow globe ini sudah memiliki hak paten terlebih dahulu di bandingkan dengan cap bola dunia. 6. Merk Starbucks Coffe dan Starpreya Coffe

Bentuk dari kedua merk coffe ini sama-sama lingkaran dengan gaya pembuatan yang sama . Penempatan garis putih mengelilingi simbol diatas lingkaran warna hijau sama persis dan ukuran juga sama. Objek bintang juga ada bahkan sama-sama memakai simbol mitologi yang juga ditempatkan ditengah. Faktanya, kedua logo tersebut mewakili perusahaan produk

yang sama: kopi. Saya yakin banyak yang meniru gaya starbucks meskipun tidak semuanya bisa diadili. 7. Merk Air Mineral Ades dan I Lohas

Ades merek air minum kemasan milik The Coca Cola Company meluncurkan kemasan baru yang diklaim lebih ramah lingkungan. Ades adalah merek dagang air minum tersedia di Indonesia di bawah International Tbk PT Akasha Wira memiliki kesamaan logo gambar dengan air mineral asal Jepan yaitu I Lohas. Kemasan Ades ini berubah warna dari warna dasar biru muda dan tepi biru tua menjadi warna dasar putih dengan tepi hijau. Logo Ades juga berubah, yakni menjadi gambar daun dan berwarna hijau yang berbentuk seperti kincir. Jika kita memutar logo Ades terbaru maka akan kita dapatkan sebuah logo bintang david The Coca Cola Company merupakan perusahaan air minum yang berbasis di Amerika.

Tugas 2. HAK PATEN 1. Lambang negara dan lambang minuman larutan penyengar "Cap Kaki Tiga"

Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada Kementerian Hukum dan HAM RI pun, lanjut Suparji, bisa secara sepihak mencoret permohononan merek larutan penyegar yang dimohonkan Wen Ken Drug Pte Ltd. Sebelumnya Tjioe Budi Yuwono pemilik PT. Sinde Budi Sentosa telah lebih dulu menggunakan nama larutan

penyegar, maka seharusnya PT. Wen Ken Drug tak boleh lagi menggunakan nama serupa,” ujar Suparji di Jakarta, Kamis (7/3/2013). Menurut dia, kelemahan Ditjen HKI dalam prosedur penerbitan merek dagang memang sudah kronis. Ditjen HKI perlu memperbaiki tata cara pengajuan merek dagang agar sengketa merek tak kembali terjadi. Secara normatif, jelas dia, pendaftar pertama yang tidak memiliki gugatan sejak awal proses permohonan merek dagang harus diakui secara hukum. Artinya larutan penyegar yang menjadi milik Tjioe Budi Yuwono sebagai pemilik PT. Sinde Budi Sentosa tak boleh lagi digunakan pihak manapun. Dirjen HKI telah mengumumkan adanya permohonan pendaftaran merek dari Wen Ken Drug yang mengandung unsur tulisan larutan Penyegar melalui Berita Resmi Merek (BRM) yang dipublikasikan pada Oktober, November dan Desember 2012 lalu dalam buku pengumuman BRM. Padahal, telah diketahui bahwa merek dengan unsur antara lain tulisan larutan penyegar (dalam bahasa Indonesia dan huruf Arab) telah menjadi hak merek terdaftar atas nama Tjioe Budi Yuwono, sesuai dengan sertifikat merek atas nama Tjioe Budi Yuwono dan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sertifikat-sertifikat Merek atas nama Tjioe Budi Yuwono dengan unsur merek antara lain tulisan larutan penyegar (dalam bahasa Indonesia dan huruf Arab) terdaftar pada sertifikat merek nomor IDM000152059 tanggal 7 Januari 2008, No IDM000228631 tanggal 26 November 2009, No IDM000358143 tanggal 11 Juni 2012, No IDM000358146 tanggal 11 Juni 2012, No IDM000358147 tanggal 11 Juni 2012, No IDM000358149 tanggal 11 Juni 2012, No IDM000358150 tanggal 11 Juni 2012. Sedangkan putusan pengadilan yang menyatakan bahwa merek dengan unsur tulisan larutan penyegar adalah milik Tjioe Budi Yuwono terdapat pada putusan pengadilan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.10/Merek/2011 PN. Niaga. Jkt. Pst Jo 595 K/Pdt.Sus/2011 dan Putusan No.20/Merek/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst. Sesuai dengan UU Nomor 15 tahun 2001 Tentang Merek, Ditjen HKI wajib melakukan pemeriksaan secara mendalam termasuk adanya benturan terhadap hak merek yang sudah dipegang pihak lain. Apabila suatu merek yang dimohonkan ternyata sudah terdaftar terlebih dahulu atas nama pihak lain, maka Ditjen HKI wajib untuk menolak permohonan pendaftaran tersebut. Namun faktanya Ditjen HKI justru mempublikasikan BRM atas merek dengan unsur larutan penyegar atas nama Wen Ken Drug, padahal merek tersebut telah terdaftar terlebih dahulu atas nama Tjioe Budi Yuwono, sehingga menjadi hak Tjioe Budi Yuwono. Dikhawatirkan Ditjen HKI justru melindungi Wen Ken Drug sebagai pemohon merek, yang jelas bertentangan dan melanggar undang-undang yang berlaku. Justru sebaliknya, sebagaimana diketahui, Kinocare Era Kosmetindo pemegang lisensi dari Wen Ken Drug Pte Ltd –perusahaan asal Singapura, menuduh pihak PT Sinde Budi Sentosa telah melakukan upaya kriminalisasi terhadap Kino dan Wen Ken Drug dengan cara melaporkan agen-agen Kino kepada pihak yang berwajib. Pada faktanya, PT Sinde Budi hanya berusaha untuk mengembalikan hakhaknya yang telah diambil oleh Wen Ken Drug yang tidak beritikad baik untuk

mematuhi semua putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dan pelaporan yang dilakukan oleh PT Sinde Budi Sentosa adalah semata-mata untuk menjalankan dan menegakkan putusan pengadilan. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya pihak Wen Ken Drug dan Kino lah yang memiliki itikad tidak baik dengan mendaftarkan kata larutan penyegar yang jelas-jelas telah menjadi milik PT Sinde Budi Sentosa. Di tempat terpisah Kepala Seksi Litigasi dan Pertimbangan Hukum Direktorat Merek, Muhammad Fauzi membantah adanya sikap tidak tegas pemerintah. Selama ini putusan pengadilan tetap dilaksanakan, termasuk dalam sengketa merek dagang. Soal nama Larutan Penyegar, dirinya mengatakan, penamaan itu memang butuh dipelajari kembali. Karena larutan penyegar itu dapat disamakan dengan sebutan minuman lain. Tetapi pada putusan pertama menunjukkan larutan penyegar sebagai bagian dari merek dagang "Cap Badak". Sebagaimana diberitakan, perusahaan yang memproduksi minuman laruran penyegar "Cap Kaki Tiga" digugat lantaran merek yang digunakan menggunakan lambang negara "Isle of Man" oleh Merk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->