Perbedaan Government dan Governance

Beda utama dari Pemerintah (Government) dengan Tata Pemerintahan (Governance) adalah: Kalau Pemerintah (Government) lebih berkaitan dengan lembaga yang mengemban fungsi memerintah dan mengemban fungsi mengelola administrasi pemerintahan. Di tingkat desa konsep Pemerintah (Government) merujuk pada Kepala Desa beserta Perangkat Desa. Kalau Tata Pemerintahan (Governance) lebih menggambarkan pada pola hubungan yang sebaik-baiknya antar elemen yang ada. Di tingkat desa konsep Tata Pemerintahan (Good Governance) merujuk pada pola hubungan antara pemerintah desa, kelembagaan politik, kelembagaan ekonomi dan kelembagaan sosial dalam upaya menciptakan kesepakatan bersama menyangkut pengaturan proses pemerintahan.Hubungan yang diidealkan adalah sebuah hubungan yang seimbang dan proporsional antara empat kelembagaan desa tersebut. Dengan demikian cakupan Tata Pemerintahan (Governance) lebih luas dibandingkan dengan Pemerintah (Government), karena unsur yang terlibat dalam Tata Pemerintahan mencakup semua kelembagaan yang ada di desa, termasuk didalamnya ada unsur Pemerintah (Government). Hubungan antara Pemerintah (Government) dengan Tata Pemerintahan (Governance)bisa diibaratkan hubungan antara rumput dengan padi. Jika kita hanya menanam rumput, maka padi tidak akan tumbuh. Tapi kalau kita menanam padi maka rumput dengan sendirinya akan juga turut tumbuh. Jika kita hanya ingin menciptakan pemerintah (Government) yang baik, maka Tata Pemerintahan (Governance) yang baik tidak tumbuh. Tapi jika kita menciptakan Tata Pemerintahan (Governance) yang baik, maka pemerintah (Government) yang baik juga akan tercipta. Di tingkat desa, jika hanya menciptakan Pemerintah desa yang baik, maka tata pemerintahan desa yang baik belum tentu dapat tercipta. Tapi kalau yang diciptakan adalah tata pemerintahan desa yang baik maka dengan sendirinya pemerintah desa yang baik juga akan tercipta. Hal tersebut dikarenakan dalam penciptaan Tata Pemerintahan Desa Yang Baik telah dilakukan upaya pelibatan semua kelembagaan desa baik dari pemerintah desa, kelembagaan politik desa, kelembagaan ekonomi desa serta kelembagaan sosial desa dalam proses pemerintahan di tingkat desa.

Pentingnya menegakkan Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) adalah: Pertama, karena selama masa orde Baru di tingkat desa hanya dikembangkan Pemerintah Yang Baik (Good Government) saja dan belum menyertakan partisipasi masyarakat sehingga transparansi kepada masyarakat belum ada. Kedua, karena pada waktu ini tengah dilaksanakan otonomi daerah dimana desa dijadikan titik penting dalam otonomi daerah. Otonomi daerah tanpa adanya penciptaan Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) akan menyebabkan pemerintah desa terlalu otonom (karena dengan UU yang baru pemerintah desa tidak harus bertanggungjawab kepada Camat dan Bupati). Jika tidak dikembangkan pola hubungan yang baik dari semua kelembagaan desa, maka pemerintah desa akan tidak ada yang mengontrol. Dengan adanya penerapan Tata Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) diharapkan pemerintah desa yang sudah otonom dari pemerintahan atasnya, tidak terlalu bebas dalam berhubungan dengan masyarakat serta masyarakat memiliki tempat untuk ikut serta terlibat dan mengawasi jalannya pengelolaan pemerintahan desa. Dengan demikian semangat yang melingkupi dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah adanya keseimbangan peran antara pemerintah desa, kelembagaan politik, kelembagaan ekonomi dan kelembagaan sosial dalam pengelolaan pemerintahan desa.

Transparan dan bertanggungjawab 3. Cepat tanggap Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha melayani semua pihak. Mengikutsertaan semua 2. Efektif dan efsien Proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin 8. pertanggungjawaban hukum. Visi strategis Para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerntahan yang baik dan pembangunan manusia. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Bertanggungjawab Para pengambil keputusan di pemerintah. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan atas adanya kebebasan untuk berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Pertanggungjawabannya dalam bentuk pertanggungjawaban politik. kelembagaan sosial bertanggung jawab baik kepada seluruh masyarakat. lembagalembaga yang ada dan informasi perlu dapat dakses oleh semua pihak. 5. pertanggungjawaban profesional. pertanggungjawaban keuangan dan pertanggungjawaban moral 9. Seluruh proses pemerintahan. terutama hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusa 3. Transparansi Transparansi dibangun atas dasar terbukanya informasi secara bebas. kelembagaan politik. Ciri dari Tata Pemerintahan Yang Baik adalah: 1. Efektif dan adil . Membangun konsensus Tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat.Partisipasi Semua orang mempunyai suara dan terlibat dalam pengambilan keputusan.Prinsip Tata Pemerintahan Yang Baik adalah: 1. Selain itu mereka harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. budaya dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. baik secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan sah yang mewakili kepentingan mereka. Supremasi hukum Kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. Kesetaraan Semua orang mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka 7. serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktif 2. dan bila mungkin konsensus tersebut dalam hal kebijakan-kebijakan serta prosedur-prosedur 6. kelembagaan ekonomi. 4.

Menjamin adanya supremasi hukum 5. karena disetiap daerah sudah ada pemerintahannya sendiri yang mengatur atau mengurus daerahnya sendiri dibandingkan jika pemerintahan masih bersifat sentralisasi. Dengan adanya otonomi daerah pelayanan pemerintah kepada masyarakat akan lebi baik. Memperhatikan kepentingan masyarakat yang paling miskin dan lemah dalam proses pengambilan keputusan menyangkut alokasi sumber daya pembangunan. http://mahfudwahyudi. TRANSPARENCY Transparency atau transparansi adalah bentuk keterbukaan pemerintahan dalam membuat kebijakan sehingga dapat diketahui dan diawasi pelaksanaannya oleh masyarakat. Kemudian dengan kewenangannya pihak legislatif memutuskan untuk mengkristalisasikan Perda ini selama satu tahun. Contohnya adanya pemekaran wilayah seperti yang terjadi di kabupaten Ngada. akibatnya masyarakat menuntut untuk dicabut atau dibatalkannya Perda No. Yang dituntut disini adalah bagaimana pemerintah harus selalu memperhatikan masyarakatnya dan harus selalu bepihak kepada masyarakatnya. sosial dan ekonomi didasarkan pada konsensus masyarakat 6. pelaksanaan dan pengawasan. Pada awal pembuatan Perda ini pemerintah dengan seenaknya menetapkan suatu kebijakan tanpa mengikutsertakan masyrakat dalam pembuatan Perda ini. sehingga pada Januari 2007 Perda No.html KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE MENURUT UNDP --> 1. Misalnya pelayanan dalam bidang kesehatan. Oleh karena itu dalam hal ini pemerintah dituntut untuk lebih terbuka kepada masyarakat. 3. Contoh bentuk partisipasi dari masyarakat di NTT misalnya pada tahun 2006 kemarin. 4 tahun 2006. Dalam jangka waktu itu pihak eksekutif melakukan tinjauan ulang serta melakukan sosialisasi-solialisasi tentang Perda No. dimana pemerintah mengeluarkan sebuah Peraturan Daerah No. RESPONSIVENESS Responsiveness atau responsif yang dimaksudkan adalah pemerintah harus cepat dan tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat. baik itu secara langsung ataupun melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasi masyarakat. 2. Transparansi ini dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. 4 tahun 2006.4. Partisipasi ini juga merupakan proses pemberdayaan kekuatan rakyat dalam pembangunan dan merupakan salah satu sendi untuk mengukur demokratis tidaknya suatu daerah atau negara dalam sudut pandang partisipasi masyarakat dan kesadaran masyarakat.blogspot. dimana telah terbentuk suatu kabupaten baru yaitu kabupaten Nagekeo.com/2012/11/perbedaan-government-dan-governance. masyarakat disana akan lebih cepat mendapatkan pelayanan dari pemerintah daerah. . 4 tahun 2006 tentang Retribusi Rumah Sakit. PARTICIPATION Participation atau partisipasi merupakan suatu bentuk pengikutsertaan komponen-komponen masyarakat dalam pengambilan atau pembuatan keputusan atau kebijakan publik mulai dari perencanaan. Dengan adanya pemerintahan yang baru di kabupaten Nagekeo maka. Menjamin bahwa prioritas-prioritas politik. dimana setiap keputusan atau kebijakan yang berhubungan dengan suatu daerah harus menunggu dari pemerintah pusat. 4 tahun 2006 dapat diberlakukan kembali.

Oleh karena itu peran dan kedudukan perguruan tinggi bukan hanya untuk kepentingan perguruan tinggi semata melainkan untuk kepentingan masyarakat. Untuk mewujudkan good governance dibutuhkan reformasi diberbagai sektor. EFFICIENCY dan EFFECTIVENESS Dengan adanya otonomi daerah diharapkan tantangan dalam menghadapi era reformasi bisa teratasi apabila kualitas SDM sesuai dengan standarnisasi globalisasi atau telah memenuhi standar. melainkan keseluruhan daerah yang menjadi bagian dari daerahnya. 4. masyarakat memiliki hak dan akses yang sama untuk mengetahuiproses anggaran karena menyangkut aspirasi dan kepentingan masyarakat terutama pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat.blogspot.com/2009/03/karakteristik-good-governance-menurut. namun belum maksimal karena dalam realisasi anggaran tersebut belum sesuai dengan anggaran tersebut. Misalnya pemerintah daerah memberikan bantuan berupa beasiswa berprestasi. Dalam hal ini pemerintah daerah diharapakan tidak hanya orientasi pada suatu daerah saja.. yang masih sangat jauh dari apa yang sudah dianggarkan. Pemerintah NTT sudah bersifat transparansi dalam penyusunan anggaran. untuk mencapi kualitas pendidikan yang bagus. Perguruan tinggi dengan tridharma memungkinkan dirinya memiliki kedudukan sebagai mitra pemerintah daerah dan masyarakat daerah. http://kupangblog. CONSENSUS ORIENTATION Pemberian otonomi daerah harus diikuti serangkaian reformasi di sektor publik. Sejalan dengan upaya peningkatan pengelolaan SDA dan SDM maka implikasi otonomi daerah dalam sector pendidikan harus memiliki misi sosial yang tinggi dan peran pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi sangat diharapkan.. Oleh karena itu perguruan tinggi dapat menghasilkan output-output yang berkompeten sehingga tercapainya efesiensi dan efektifitas pada sector public dan mampu menghaddapi era globalisasi yang penuh dengan kompetensi. SAYANGNYA KONSEP INI SEPERTINYA SULIT SEKALI DITEMUKAN PENERAPANNYA DI NEGARA KU YANG TERCINTA INI. Sejalan dengan perlunya dilakukan reformasi sektor publik. 5. Dengan kedudukan tersebut perguruan tinggi merupakan potensi sumber daya intelektual yang dimiliki masyarakat daerah.Misalnya dalam penyusunan anggaran.html .. namun dalam realisasinya hanya sekitar belasan persen. Maka pemberian otonomi daerah merupakan langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah secara bersungguh-sungguh. Dengan demikian pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia merupakan paradigma pembangunan Nasional. Kedudukan perguruan tinggi disuatu daerah tidak terlepas dari misi kemasyarakatannya. Dimana perguruan tinggi menciptakan atau memberikan input-input kebijakan publik kepada pemerintah daerah yang merupakan ekspresi kepentingan rakyat di daerah. maka pemerintah daerah diberi keleluasaan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber penerimaan daerah yang dimilikinya sesuai dengan aspirasi masyarakat daerah. Misalnya anggaran dalam bidang pendidikan sebesar 20% dari APBD.

di dalamnya termasuk lembaga politik dan lembaga sektor publik. pada dasarnya unsur-unsur dalam kepemerintahan (governance stakeholders) dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu: 1. politik. Sektor swasta yang berperan menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan. politik dan mengajak seluruh anggota masyarakat berpartisipasi (Efendi. Pemerintahan yang buruk mengakibatkan fungsi pelayanan publik tidak dapat terselenggara dengan baik. sebagai salah satu unsur governance.yahoo. http://www. politik dan ekonomi dengan aturan formal maupun non formal. yaitu: 1. Hal ini menyesuaikan tuntutan publik untuk tercapainya pelayanan yang maksimal.karena fungsi peraturan yang menfasilitasi domain sektor dunia usaha swasta dan masyarakat. 2005). http://id. Dalam penyelenggaraan pemerintahan telah terjadi pergeseran paradigma dari paradigma rule government menjadi good . masyarakat sipil (civil society) berkontribusi aktif (partisipatif) dengan memperluas partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan – kebijakan publik. Sektor swasta: pelaku sektor swasta mencakup perusahaan swasta yang aktif dalam interaksi dalam sistem pasar. Negara/pemerintahan: konsepsi kepemerintahan pada dasarnya adalah kegiatan kenegaraan. Sektor swasta meliputi perusahaan swasta yang bergerak di berbagai bidang dan sektor informal lain di pasar. Penyelenggaraan pemerintahan ditujukan kepada terciptanya fungsi pelayanan publik dengan baik pula.id/berita/berita_detail/246 Dengan demikian. seperti private (sektor swasta) dan segenap civil society (masyarakat madani) berkembang dari waktu ke waktu. termasuk kegiatan sektor informal. 2. Negara.answers. Namun sektor swasta dapat dibedakan dengan masyarakat karena mempunyai pengaruh terhadap kebijakan sosial. Masyarakat Madani: kelompok masyarakat dalam konteks kenegaraan pad dsarnya berada di antara atau di tengah-tengah antara pemerintah dan perseorangan. perbankan dan koperasi. upaya perwujudan Good governance dapat dimulai dengan membangun landasan demokratisasi penyelenggaraan negara dan dilakukan upaya pembenahan penyelenggara pemerintahan sehingga terwujud Good Governance. Ada anggapan bahwa sektor swasta adalah bagian dari masyarakat. organisasi profesi dan lain-lain. tampak domain state menjadi domain paling memegang peranan penting dalam mewujudkan Good Governance. seperti: industri pengolahan perdagangan. yang mencakup baik perseorangan maupun kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial. Masyarakat yang berperan mendorong interaksi sosial. terapi lebih jauh dari itu melibatkan pula sektor swasta dan kelembagaan masyarakat madani. 2. dan ekonomi. Pemerintah yang berperan menciptakan iklim politik dan hukum yang kondusif. 2007:6). mencakup 3 domain good governance. Society meliputi lembaga swadaya masyarakat. Peran pemerintah melalui kebijakan publiknya sangat penting dalam menfasilitasi terjadinya mekanisme pasar yang benar sehingga penyimpanan yang terjadi di dalam pasar dapat dihindari. namun diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat sipil itu sendiri dalam mengembangkan penguatan poros masyarakat (civil society) saat berhadapan dengan poros negara atau poros privat atau pasar (Widjajanto.Hubungan antara good governance dan civil society? Jejaring antara birokrasi dengan stake holder lainnya.com/question/index?qid=20130409012329AA6Vm2a Dalam proses memaknai peran kunci stakeholders (pemangku kepentingan). tiga domain dalam governance.banyumaskab. 3. serta fungsi administratif penyelenggaraan pemerintahan melekat pada domain ini. Oleh karena itu. konomi. Jejaring kerja masyarakat madani (civil socety) dengan pemerintah (state) tercermin melalui proses demokrasi. Gerak jejaring kerja antara masyarakat sipil dengan pemerintah (negara) tidak ditujukan untuk mengurangi peran kewenangan negara.go.

http://lubmazresearch. Prinsip kepemerintahan yang baik tidak hanya terbatas pada penggunaan peraturan perundang-undangan yang berlaku. organisasi profesi. dan pihak swasta. tetapi melibatkan internal birokrasi dan eksternal birokrasi. dan ekonomi yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pasar dan perusahaan itu sendiri. yaitu state (negara/pemerintah). society (masyarakat).com/2012/01/22/good-governance-kepemerintahan-yang-baik/ Dalam governance ada 3 komponen yang sejajar. dan ekonomi dengan aturan formal maupun tidak formal. setara. . politik.wordpress. politik. Yang termasuk ke dalam state adalah negara termasuk lembaga-lembaga sekor publik dan lembaga-lembaga sektor publik. mempunyai pengaruh terhadap kewajiban sosial. Swasta adalah perusahaan swasta yang bergerak diberbagai sektor informal lain dipasar. pembangunan. Dalam paradigma rule goven rnment penyelenggaraan pemerintahan. untuk menghindari terjadinya eksploitasi satu terhadap lainnya. dan pelayanan publik senantiasa menyandarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. melainkan yang tidak hanya melibatkan pemerintah/negara semata. Adapun society adalah individual maupun kelompok (baik yang terorganisasi maupun tidak) yang berinteraksi secara sosial. Meliputi lembaga swadaya masyarakat.government. saling mengontrol. dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful