54

BAB III METODE PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan secara matang dalam rangka untuk mencapai tujuan penelitian, yaitu menemukan, mengembangkan atau mengkaji kebenaran suatu pengetahuan secara ilmiah atau untuk pengujian hipotesis suatu penelitian. Salah satu unsur terpenting dalam metodologi penelitian adalah penggunaan metode ilmiah tertentu yang digunakan sebagai sarana yang bertujuan untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau gejala dan mencari pemecahan masalah yang sedang diteliti, sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah. Pada dasarnya fakta-fakta tidak tergeletak disekitar begitu saja tetapi butuh suatu metode untuk mengetahui dan mengambil masalah tersebut. Arold M. Rese (1965) dalam Black menekankan bahwa fakta -fakta tidak tergeletak disekitar begitu saja menunggu untuk diambil. Fakta-fakta harus dibuka dari kulit pembungkus kenyataan, harus diamati dalam suatu kerangka acuan yang spesifik, harus diukur dengan tepat, har us diamati dimana suatu fakta dapat dikaitkan dengan fakta-fakta lain yang relevan 51 dengan menggunakan motodologi penelitian tertentu yang dianggap sesuai dengan permasalahan yang hendak dikaji.

(Jakarta:PT Refika.variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasivariasi pada satu atau lebih faktor yang lain berdasarkan pada koefisien korelasi. 5 53 M. 54 James A. yaitu penelit ian yang bertujuan atau untuk mengetahui akibat dari suatu tindakan atau bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel. hal. 05. 2. 53 Penelitian korelasional mendeteksi sejauhmana variasi. 2004). Nazir. (Jakarta:Rajawali. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Pendekatan yang digunaka n dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerical atau angka yang diperoleh dengan metode statistik serta dilakukan pada penelitian inferensial atau dalam rangka pengujian hipotesis sehingga diperoleh signifikansi hubungan antara variabel yang di teliti. 4. Metodologi Penelitian (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 51 . hal. cet. hal. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. 69. 1987). terjemahan oleh E. Champion. 52 Saifuddin Azwar. 26. 1992). Koeswara. cet. Black & Dean J. 54 Sumadi Suryabrata.55 A. 1988). Motode Penelitian . 52 Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto penelitian korelasional. dkk. hal. Metode Penelitian (Jakarta:Ghalia Indonesia.

LOKASI PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi penelitian di SMA Negeri 5 Surabaya yang mengikuti program percepatan belajar ( akselerasi). maka sampel penelitian ini sama dengan jumlah populasinya.56 B.SUBJEK PENELITIAN Populasi adalah keseluruan subjek penelitian. 56 Sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto tersebut. C. Karena SMA Negeri 5 merupakan SMA pertama yang mempunyai program akselerasi di Surabaya. Jadi sampel penelitian ini juga disebut sampel populasi atau sampel jenuh. maka sebagai populasinya adalah semua siswa kelas XI yang mengikuti program akselerasi di SMA negeri 5 Surabaya yang berjumlah 22 siswa. Karena dalam penelitian ini akan menyelidiki tentang hubungan sense of humor dan stres siswa akselerasi di SMA Negeri 5 Surabaya. . Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa ”apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan peneliti populasi. Karena tingat stres pada siswa akselerasi lebih tinggi. 55 Karena itu untuk melaksanakan penelitian tentu ada subjek penelitian yang dijadikan sumber untuk menggali data. sebagaimana tabel berikut.

1 Jumlah subjek penelitian JENIS KELAMIN Laki. Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai. (Jakarta:LP3ES.laki Perempuan Total JUMLAH 17 siswa 5 siswa 22 siswa KET - Sumber. Prosedur Penelitian (Yogyakarta: Rineka Cipta. terjemahan oleh Landung R. 48. Masri Singarimbun & Sofian Efendi. Dokumen Sekolah Tahun 2007 – 2008 D. Simatupang & H. Asas -asas Penelitian Behavioral. 25. Prosedur. (Yogy akarta:Gadjah Mada University Press. variabel juga berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. hal..57 Tabel 3. 58 Fred N. hal.112. 58 Disamping berfungsi sebagai pembeda. 57 56 . Edisi Revisi.cit . Variabel tak bebas (Dependent Variable) disimbulkan dengan (Y) 55 suharsimi Arikunto. Metode Penelitian Survai .VARIABEL PENELITIAN Untuk dapat meneliti konsep secara empiris. 108 Suharsimi. Koesoemanto. Kerlinger. 59 Masri Singarimbun & Sofian Efendi. 1998). Variabel-variabel penelitan yang akan diteliti dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. 59 Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek penelitian. hal. 1989). 49. 2002).J. konsep tersebut harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. 57 Variabel juga sering kali diartikan sebagai simbul yang padanya kita dapat meletakkan bilangan atau nilai. Op.

Semakin tinggi kreatifitas atau ketrampilan untuk menciptakan humor.ketegangan dalam diri individu tersebut juga akan berkurang. Sense Of Humor Indikator yang digunakan adalah bentuk sense of humor yang dikemukanan oleh Hartanti. yaitu kreativitas- kreativitas individu dalam menciptakan humor dalam kehidupan sehari. yang menjadi variabel terikat ( y ) yaitu stres yang tercermin dalam suatu cara pandang dan penilaian positif terhadap hasil belajar siswa. Kemampuan untuk menciptakan humor. Kemampuan untuk menggunakan humor. Variabel bebas (Independent Variable) disimbulkan dengan (X) Dalam penelitian ini yang merupakan variabel ( x ) yaitu sense of humor yang di tekankan pada kemampuan untuk memahami suatu lelucon atau guyonan atau humor yang dilontarkan. 2.hari. individu mampu menyelesaikan masalah-masalanya dibarengi dengan selingan humor -humor ringan. b. se hingga keteganggan-keteganggan yang ada pada saat itu perlahan. maka ketegangan.58 Dalam penelitian ini. Dalam artian humor dapat membantu dapal penyelesaian masalah. E. . yaitu: a.INDIKATOR PENELITIAN 1.lahan akan hilang.

Gejala intelektual Stres juga berdampak pada kerja intelek. gejala-gejalanya adalah. Menghargai humor. yaitu: a. perubahan selera makan. individu mampu menghargai. daya ingat menurun. sakit kepala. susah berkonsentrasi. Gejala emosional stres antara lain. melamun secara berlebihan. tekanan darah tinggi. pikiran kacau. depresi. mudah terlupa.59 c. diabetes. b. Gejala emosional Bila tidak ditangi dengan baik. mudah lelah dan tambah banyaknya melakukan kekeliruan atau kesalahan dalam kerja dan hidup. 2. Stres Indikator yang digunakan adalah bentuk stres yang dikemukanan oleh Harjana. stres dapat membawa individu berurusan dengan psikiater. bedmood . insomnia. kehilangan rasa humor yang sehat. sakit punggung. individu mampu menghargai dan menghormati orang yang humoris. . gatal-gatal pada kulit. mudah marah. mutu kerja rendah. berkeringat. gugup. mudah tersinggung. harga diri menurun. emosi mongering atau kehabisan sumber daya mental ( burn out). Tapi bukan itu saja. gelisa. menanggapi humor. Gejala fisik Gejala fisik ini berupa. sulit membuat keputusan. c. urat tegang.

yaitu: 1.INSTRUMEN PENELITIAN Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan instrumen kuesioner atau angket untuk mengungkap variabel bebas yaitu sense of humor dan variabel terikat yaitu stres. Kategori ragu-ragu memiliki arti ganda. F. mengambil sikap terlalu membentengi dan mempertahankan diri. kehilangan kepercayaan kepada orang lain. bisa diartikan netral. 2. Penghilangan jawaban di tengah berdasarkan tiga alasan.60 d. dan “mendiamkan” orang lainnan. Gejala interpersonal Stres mempengaruhi hubungan dengan orang lain baik di dalam maupun di luar rumah. Tersedianya jawaban yang ditengah menimbulkan kecenderungan menjawab ke -tengah (central tendency effect) . . Gejala -gejalanya antara lian. setuju tidak. terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas arah kecenderungan jawabannya. suka mencari-cari kesalahan orang lain. tidak setuju tidak. mudah mempersalahkan orang lain. mudah membatalkan janji. Seluruh variabel akan menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi dimana responden memilih empat jawaban yang tersedia.

Interpretasi subjek tentang pertanyaan.61 3. (Yogyakarta:Andi. hal. 2005). 3. sebagai berikut: 1. 60 . Maksud kategori jawaban SS-S-TS-STS adalah terutama untuk melihat kecenderungan pendapat responden kearah setuju atau kearah tidak setuju. 2. (Jakarta:PT Refika. Skala likert merupakan bentuk pengukuran yang sangat lazim dipakai. Black & Dean J. Skala likert sama dengan bentuk pengukuran sikap lainnya seperti skala Thurstone dan skala Guttman . 157. 62 James A. 60 Alasan menggunakan angket dalam penelitian ini adalah: 1.62 Rini Nurahaju. 2. 1992). 61 Sutrisno Hadi. 70. hal. 4. Champion. 157. hal. UNAIR Surabaya. 61 Adapun alasan menggunakan skala likert dalam penelitian ini adalah karena kelebihan dan keuntungan dalam penggunaannya. (thesis. Skala likert dapat dibuat dan diinterpretasikan dengan mudah. 2. terjemahan oleh E. Apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benarbenar dan dapat dipercaya. Subjek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya. 3. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Metodologi Research Jilid 2.pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksud oleh peneliti. 1992). cet. Koeswara. "Pengaruh Resistensi Perubahan dan Kecerdasan Emosi terhadap Sikap Dosen Mengenahi Perubahan ITS dari PTN menuju PT BHMN". Pengukuran summated rating adalah pengukuran ordinal. dkk.

62 Dalam skala likert ini dibedakan antara item yang positif (favourable) dan item negatif (unfavourable) dalam prosedur pensekorannya. Sense O Humor Terdiri dari 30 item yang terdiri dari 18 item favorable dan 12 item unfavorable. Merupakan item yang dibuat oleh peneliti sendiri. 2. Stres Terdiri dari 30 item pertanyaan. yang terdiri dari 19 item favorable dan 11 item unfavorable. Transformasi rating dilakukan untuk mentransformasi data yang masih berskala ordinal menjadi data yang berskala interval agar data tersebut dapat dilakukan analisis lanjutan. Skoring skala Psikologi : Favorable Sangat setuju Setuju Tidak setuju (SS) = 4 (S) =3 Unfavorable Sangat tetuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju (SS) = 1 (S) =2 (TS) = 2 (TS) = 3 (STS) = 4 Sangat tidak setuju (STS) = 1 Setelah diperoleh data asli kuesioner maka dilakukan tranformasi rating untuk keperluan lebih lanjut. Pada penelitian ini metode transformasi . yang terdapat dalam skripsi dari Ary ayu Anggraini yang telah dimodifikasi oleh peneliti. sebagai berikut: 1.

Pembandingan relatif ini akan menghasilkan interpretas i skor individu sebagai lebih atau kurang favourable dibanding dengan rata-rata kelompoknya. Aspek Indikator Humor Favorable untuk 2. Menghargai humor 9.27 18 4. Keterampilan untuk 1. Penulisan kuesioner berdasarkan blue print yang telah disusun sebagai berikut : Tabel: 3.22.26 Unfavorable 12.20.30 Jumlah 9 menyelesaikan masalah 2.14.10.5.18. 3.25.19.6.28 12 10 30 Jumlah Saifuddin Azwar.24.21. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 63 Suatu cara untuk memberi interpretasi terhadap skor individual dalam skala rating yang dijumlahkan adalah dengan membandingkan skor tersebut dengan harga rata-rata atau mean skor kelompok dimana responden itu termasuk.7.13.63 yang digunakan adalah metode rating yang dijumlahkan. 63 .8. hal. Dasar -dasar Psikometri . 6.2 Blue Print Skala Sense Of Humor No.23.22 11. 1.3. 2004).17.29 11 menciptakan humor 3.15.

Prosedur analisis data Prosedur analisis data dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: a.21.9. berdasar proses penarikan sampel dan pengumpulan data akan diperoleh data kasar.22 2.29 4.28.30 6. Melakukan survei lokasi penelitian untuk memastikan kalau di lokasi terdapat permasalahan yang sesuai dengan judul penelitian.27 11 Jumlah 9 7 8 6 30 Jumlah G.17. 1.24 10.kesimpulan yang logis dari pengolahan data. Aspek Indikator Gejalah fisik Gejalah emosional Gejalah intelektual Gejalah interpersonal Favorable 1. 3.TEHNIK ANALISA Analisis data merupakan langkah kritis dalam sebuah penelitian.3 Blue Print Skala Stres No.23 19 Unfavorable 12.20.64 Tabel: 3. . Metode statistik merupakan cara untuk memperoleh data dan menarik kesimpulan.7. 4.16. 1. 2.13. dimana hal ini membutuhkan suatu metode.14.5.26 3. langkah selanjutnya adalah menginterpretasi data-data tersebut agar dapat ditarik suatu hasil penelitian.25.18.8.15.19 11.

2. Tabulasi data atau kuesioner. Melakukan penelitian dengan memberikan kuesioner pada semua responden c. Alasan peneliti menggunakan teknik statistik non item. Oleh karena itu. Memeriksa. menyelidiki kelengkapan data kuesioner. . Sedikitnya sampel dalam penelitian ini.65 b. b. e. Hasil korelasi Kendall Tau_b lebih signifikan bila data yang akan dianalisis mendekat i distribusi normal. Melakukan analisis data terhadap reliabel. d. Me tode analisis data Sesuai dengan bagian awal bab ini adalah penelitian korelasi yang bertujuan untuk menguji hipotesis tentang ada tidaknya hubungan antar variabel.item yang valid dan parametrik dengan menggunakan Kendall Tau_b adalah a. Uji Validitas dan Reliabilitas butir untuk menentukan item. f. dalam analisis data ini digunakan koefisien korelasi yang merupakan alat statistik untuk membandingkan hasil pengukuran variabel-variabel yang berbeda untuk menentukan tingkat hubungan antara variabel variabel tersebut. Teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik non parametrik dengan menggunakan korelasi Kendall Tau_b.item mana yang dapat digunakan.

Dari hasil analisis data. baik untuk pembuktian hipotesisi maupun tabulasi silang. nantinya akan diketahui p yang berfungsi untuk menguji signifikansi hubungan antara kedua .66 Rumus yang akan digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah: τ= ∑ A − ∑B N ( N − 1) 2 Keterangan. τ = Koefisien korelasi Kendall Tau_b = Jumlah rangking atas = Jumlah rangking bawah = jumlah sampel Sedangkan untuk menguji signifikansi korelasi (apakah itu ∑A ∑B N dapat digeneralisasikan atau tidak) maka digunakan rumus sebagi berikut: Z= τ (2 N + 5) 9N ( N − 1) Keterangan: R N = Harga koefisien korelasi Kendall Tau_b = Jumlah sampel Peneliti menggunakan bantuan program SPSS 11.00 for Windows untuk mempermudah proses analisis data.

Suatu sebaran dikatakan normal apabila p > 0.05 dan sebaliknya suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p < 0. Uji normalitas sebaran. apabila nanti p > 0. Uji linieritas hubungan. Bertujuan sebaran skor untuk mengetahui bila ada kenormalan penyimpangan distribusi seberapa variabel. Untuk taraf signifikansi sebesar 5%. b.67 variabel. Uji normalitas sebaran ini menggunakan teknik kai kuadrat dengan rumus sebagai berikut: ∂2 = ( fo − fe)2 fe Keterangan: ∂ 2 : Kai kuadrat fo : Frekuensi obtained (frekuensi hasil pengamatan) fe : Frekuensi ekpexted (frekuensi harapan). sebaliknya. Sebelum dilakukan analisis data dengan menggunakan korelasi Kendal Tau_b. Sebelum dilakukan uji korelasi terlebih dahulu dilakukan uji linieritas untuk memastikan apakah derajat hubungan linier atau . maka terlebih dahulu harus dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. penyimpangan tersebut terjadi.05 maka hubungan antar variabel tidak signifikan.05. maka hubungan antar variabel akan dinyatakan signifikan bila p < 0.05.

1.68 kuadratik (pangkat dua). Jika p bedanya tidak signifikan maka derajat hubungan yang dipakai adalah derajat hubungan yang lebih rendah yaitu derajat hubungan linier. 173.VALIDITAS DAN RELIABILITAS Langkah awal untuk menguji kebenaran hipote sis adalah dengan menguji validitas dan reliabilitas semua alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian. cet.05 maka perbedaan antara dua R 2 itu dinyatakan tidak signifikan. 2003). hal. Validitas Instrumen Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur dalam melakukan fungsi ukurnya. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jika hubungan antara variabel bebas dan terikat tidak linier maka korelasi yang dihasilkan bisa sangat rendah.50 foe widows . 64 Validitas penelitian mempersoalkan derajat kesesuaian hasil penelitian dengan keadaan 64 Saifuddin Azwar. Tes Prestasi. Untuk mempermudah penghitungan. H. dalam hal ini adalah kuesioner. . Jika p beda > 0. kesemua analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 11. Linier tidaknya korelasi disimpulkan dari peluang galat (beda) nya. 6.

68 Saifuddin Azwar. 40. (Jakarta:PT Refika. Rumus Validitas: 65 Sumadi Suryabrata. Champion. Cara mengukur validitas konstruk yaitu dengan mencari korelasi antar masing-masing pernyataan dengan skor total. 66 Saifuddin Azwar. Validitas konstruk menurut Allen dan Yen (1979) adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauh mana tes mengungkap suatu trait atau konstruk teoritik yang hendak diukurnya. menggunakan rumus teknik korelasi Kendall Tau_b dan untuk memudahkan penghitungan digunakan SPSS 11. 2. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 1998). 3.50 for windows . hal. 202. 2003). dkk. 66 Kesahihan konstruk umumnya ditentukan dengan cara penerapan analisis faktor pada alat ukur. cet. hal. Pengembangan Alat Ukur Psikologi . Koeswara. cet. cet. Cara ini dikenal dengan nama criterion of internal consistency . 4. hal. 1992). Reliabilitas dan Validitas . (Yogyakarta: Andi. 48. sejauh mana hasil penelitian mencerminkan keadaan yang sebenarnya. hal. 67 James A. .69 sebenarnya. terjemahan oleh E. Metode dan Masalah Penelitian Sosial. 152. 1998). 67 Untuk efektifitas penelitian peneliti memilih menggunakan teknik koefisien korelasi antara skor pernyataan yang bersangkutan dengan skor total skala dalam menentukan validitas item. 65 Tipe validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk. Black & Dean J. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. (Yogyakarta:Pustaka Pelajar.68 Dengan begitu Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antar variabel atau item dengan skor total variabel.

Imam. Analisis Tes Psikologi . 2. 2003). cet. reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda. Indek Gramedia Group. Reliabilitas Conny Semiawan (1982) mengungkapkan bahwa pengertian reliabilitas menunjuk pada ketetapan (konsistensi) dari nilai yang diperoleh oleh sekelompok individu dalam kesempatan yang berbeda dengan tes yang sama ataupun yang itemnya ekuivalen . (Jakarta:Rineka Cipta. 69 Dewa Ketut Sukardi. 2003). hal. Tes Psikologi jilid 1. 63. terjemahan oleh Robertus Hariono S. (Jakarta:PT. 70 Kerlinger stabilitas atau menambahkan.69 Dipertegas lagi oleh Anastasi . hal. : Skor responden pada skala sikap : Banyaknya responden keseluruhan 2.70 rix = ∑ iX −  ( i) ∑ i 2 − ∑ n   2 (∑ i )(∑ X ) 2  ( X)  ∑ 2 ∑ X −  n     n Keterangan: i X n : Skor responden pada pernyataan tertentu. . 189. reliabilitas berkaitan dengan kemantapan. 70 Anne Anastasi & Susana Urbina. atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda atau dibawah kondisi pengujian yang berbeda. kepercayaan dan keteramalan.

yang dikenal pula sebagai item by subjek design .00 for windows. Adapun rumus yang digunakan adalah: Rumus Reliabilitas: rxx' = 1 − MK ixs MK s Keterangan: MK ixs : Mean kuadrat interaksi item x subjek. MK s : Mean kuadrat antar subjek. Konsep dalam teknik Analisis Varian Hoyt adalah memandang distribusi item keseluruhan subjek sebagai data pada suatu desain eksperimen faktorial dua jalan tanpa replikasi . Dalam penelitian ini teknik yang dipakai adalah teknik Analisis Varian (ANAVA) yang dikemukakan oleh Hoyt (1941) selain karena diperbolehkannya menggunakan teknik ini dalam prosedur single trial administration alasan penulis menggunakan teknik ini adalah kemudahan penggunaan yang tanpa syarat apapun dan karena reliabilitasnya tergolong paling tinggi. .71 Untuk memudahkan penghitungan digunakan SPSS 11.71 Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful